Indonesa Juara Umum di Cabor Renang ASG 2018, Adinda Sabet Empat Emas Jadi Yang Terbanyak

Indonesia meraih 15 medali emas, 17 perak, dan 8 perunggu, pada cabang olahraga renang ASEAN School Games Malaysia 2018, di Ehsan Aquatic Centre, Selangor Malaysia. (Humas PB RSI)

Selangor- Pada hari terakhir, Rabu (25/7) Indonesia menambah 4 emas dan 3 perak. Pada nomor terakhir, estafet 4×100 meter gaya ganti putra, tim merah putih berhasil memecahkan rekor ASEAN School Games. “Cabor renang ditargetkan 15 medali emas dan kami berhasil memenuhinya. Bersyukur dan terima kasih kepada semua tim, mulai dari perenang, pelatih, manajer, staff dan juga kemenpora,” ujar pelatih Deni Wardeni, Rabu (25/7). Indonesia menjadi juara umum di cabor renang dengan torehan 15 medali emas, 17 medali perak, dan 8 medali perunggu, atau mengungguli Thailand (9 emas, 8 perak, dan 4 perunggu) dan Singapura (7 emas, 6 perak, dan 10 perunggu). Khusus untuk Adinda Larasati Dewi dan Azzahra Permatahani, menjadi sangat spesial karena keduanya menjadi atlet terbanyak yang menyumbang mendali emas. Dinda, sapaan Adinda, meraih total empat emas, sementara Zahra, panggilan Azzahra, mengoleksi tiga medali emas, seperti torehannya di ajang yang sama pada 2017 lalu. Keempat emas hari ini disumbang perenang Indonesia yang sudah lolos limit A Olimpiade Remaja yang akan bertanding di Argentina, Oktober nanti, seperti Adinda, Azel Zelmi, Azzahra, dan Farrel Armandio Tangkas. Tim Indonesia yang berkekuatan Farrel Armandio Tangkas (punggung) Pande Made Iron Digjaya (dada), Azel Zelmi (kupu-kupu), dan Danandra Indra Damario (bebas) mencatat waktu terbaik 3 menit 48,82 detik atau lebih tajam dari rekor lama milik Singapura (2011) dengan 3 menit 49,70 detik. Peringkat kedua ditempati Malaysia (3 menit 51,82 detik) dan ketiga Thailand (3 menit 53,11 detik). Medali emas lainnya didapat melalui aksi Azel Zelmi Aryalingga yang menang di nomor 200 meter gaya kupu-kupu putra dengan catatan 2 menit 03,71 detik. Medali perak diraih Tan Ephraim (Singapura) dengan torehan 2 menit 04,34 detik dan medali perunggu atas nama Low Zheng Yong (Malaysia) 2 menit 04,98 detik. Medali emas pertama disumbang Adinda dari nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan 2 menit 15,15 detik. Peringkat kedua diraih perenang Indonesia lainnya, Azzahra (2 menit 16,92 detik), dan posisi ketiga Kamonchanok Kwanmuang (Thailand) dengan 2 menit 18,52 detik. Adinda juga menyumbang emas kedua melalui nomor estafet 4×100 meter gaya ganti putri. Tim Indonesia yang berkekuatan Dewi Novita Lestari (punggung), Felicia Angelica (dada), Azzahra (kupu-kupu), Adinda Larasati Dewi (bebas) berhasil mencatat waktu tercepat 4 menit 20,07 detik. Posisi kedua ditempati Thailand dengan torehan 4 menit 21,22 detik dan ketiga Singapura (4 menit 24,63 detik). Indonesia juga mendapat medali perak dari Sofie Kemala pada nomor 50 meter gaya punggung putri dengan catatan 30,39 detik dan Joe Aditya menambah perak di nomor 1500 meter gaya bebas dengan catatan 16 menit 16,88 detik. (Adt) Klasemen akhir Cabang Renang Asean Schools Games 2018 No*Negara*Emas-Perak-Perunggu 1.Indonesia (15-17-8) 2.Thailand (9-8-4) 3.Singapura (7-6-10) 4.Malaysia (5-4-8) 5.Filipina (0-2-5) 6-10. Vietnam, Myanmar, Laos, Kamboja, Brunei (tanpa medali)

Renang Rajai Medali, Adinda Cetak Dua Emas ASEAN School Games (ASG) 2018 Hari Ketiga

Perenang 18 tahun, Adinda Larasati Dewi, meraih emasnya yang kedua, Pada hari ketiga ASEAN School Games (ASG) 2018, usai merajai nomor 50 meter gaya kupu-kupu mencatatkan waktu 28,28 detik. (antaranews.com)

Selangor- Pada hari ketiga ASEAN School Games (ASG) 2018, cabang olahraga renang pada Selasa (24/7), tim Indonesia mendominasi perolehan medali. Azzahra Permatahani dan kawan-kawan total mengantongi 33 medali yakni 11 emas, 14 perak, dan 8 perunggu. Tampil di Daru Ehsan Aquatic Centre, Selangor, Malaysia, pada Selasa (24/7), Indonesia menambah tiga medali emas. Ketiga medali emas disabet Farrel Armandio Tangkas di nomor 100 meter gaya punggung dengan catatan waktu 57.25 detik. Emas kedua direbut Adinda Larasati Dewi di 50 meter gaya kupu-kupu (28.28 detik). Lalu atlet 16 tahun asal Riau, Azzahra Permatahani, di nomor 200 meter gaya ganti dengan catatan waktu 2:19.81, makin mengkukuhkan dominasi tim merah putih dari kolam renang. Renang juga menambah 6 medali perak dari Dewi Novita Lestari (100 m punggung 1:05.43), Felicia Angelica (200m gaya dada, 2:40.54), Pande M I Digjaya (200m gaya dada, 2:17.91), Muhammad Fauzan (50m gaya kupu-kupu, 25.30), Adinda Larasati Dewi (800m gaya bebas, 9:07.52) serta D. Anugerah (200m gaya ganti, 2:07.39). Farel menyingkirkan Jerard Dominic S. Jacinto (Philipina) dengan catatan waktu 57,72 detik yang berhak meraih perak, dan perunggu menjadi milik Dwiki Anugrah (Indonesia) dengan catatan waktu 58,13 detik. Perenang putri 18 tahun asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi yang meraih emas usai merajai nomor 50 meter gaya kupu-kupu mencatatkan waktu 28,28 detik. Perak nomor ini diraih Jamie Koo Yazhen (Singapura) dengan catatan waktu 28,41 detik, dan perunggu dikuasai Lee Rui Yan Elizabeth (Singapura) dengan catatan waktu 28,76 detik. Sebelumnya, Adinda sukses memecahkan rekor ASG di nomor 200 meter gaya bebas putri, dengan waktu tercepat 2 menit 04,68 detik, di laga final, pada Senin (23/7). Rekor Dinda ini, menjadi rekor baru ASG, menajamkan rekor lama milik Nguyen Thi Anh Vien (Vietnam) dengan catatan waktu 2.05,32 detik. Sementara tambahan medali perak Merah Putih diperoleh Dewi Novita Lestari di nomor 100 meter gaya punggung, dengan catatan waktu 1 menit 05,22 detik. Emas nomor ini diraih Elena Lee Lee Na Pedersen (Singapura) dengan catatan 1 menit 05,22 detik, sedangkan perunggu diraih Samantha Therese E. Coronel (Philipina). Begitu juga dengan Felicia Angelica. Turun di nomor 200 meter gaya dada, Felicia harus puas meraih perak dengan catatan waktu 2 menit 40,54 detik. Sedangkan emas milik Claresa Liau Jing Xuan (Singapura) yang sukses mencatat waktu 2 menit 36,53 detik. Dan, Thanya Angelync Dela Cruz (Philipina) mendapat perunggu. Di nomor 200 meter gaya dada putra, terjadi pemecahan rekor ASG. Perenang tuan rumah Ng Jing Fu meraih emas dengan catatan waktu 2 menit 17,86 detik, sekaligus menjadi rekor baru ASG. Sebelumnya, rekor ini dimiliki Ilham Ahmad Trimudzi asal Indonesia pada 2016, yakni 2 menit 19,05 detik. Perenang Indonesia Pande Made Iron Digjaya hanya mengoleksi perak dengan catatan waktu 2 menit 17,91 detik. Diikuti atlet Thailand, Thanonchai Janruks yang mendapatkan perunggu dengan catatan waktu 2 menit 24,12 detik. Di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra juga terjadi pemecahan rekor ASG. Mikkel Lee Jun Jie (Singapura) berhasil menyabet emas dengan catatan waktu 24,94 detik. Ia mempertajam rekor sebelumnya atas namanya sendiri yakni 25,45 detik yang dicetak pada 2017. Perenang Indonesia Muhammad Fauzan A Martzah hanya mampu meraih perak setelah mencetak waktu 25,30 detik, dan perunggu menjadi milik rekan senegaranya yakni Danandra Indra Damario dengan catatan waktu 25,38 detik.Tambahan perak Indonesia juga dihasilkan dari nomor 800 meter gaya bebas. Adinda harus mengakui ketangguhan perenang Kamonchan Kwanmuang (Thailand) yang meraih emas dengan catatan waktu 9 menit 06,30 detik, Dinda hanya mengukir waktu 9 menit 07,52 detik. Dan, perunggu milik perenang tuan rumah Goh Chia Tong dengan catatan waktu 9 menit 14,27 detik. Untuk nomor 200 meter medley putra, emas diraih Nguyen Minh Hien (Vietnam), sedangkan Mitchell Ang Li (Singapura) dan Dwiki Anugrah (Indonesia) masing-masing mendapat perak dan perunggu. Sedangkan dibagian putri, perenang tuan rumah Ong Yong Qi meraih emas. Diikuti Jinjutha Pholjamjumrus (Thailand) dan Kathlyn Laiu Yilin (Singapura) yang meraih perak dan perunggu. Dari tiga hari pelaksanaan, renang sudah menyumbangkan 11 medali emas, 14 perak dan 8 medali perunggu. Hingga hari ketiga, kontingen Malaysia masih memimpin perolehan total medali, diikuti Indonesia dan Thailand. Indonesia baru sekali menjuarai ASEAN School Games yaitu saat diselenggarakan di Bandar Seri Begawan, Brunei pada 2015. (Adt) Perolehan Medali ASG 2018 1. MALAYSIA   30 26 25 81 2. INDONESIA 24 28 25 77 3. THAILAND   15 18 26 59 4. VIETNAM    13 8 6 27 5. SINGAPURA 10 12 13 35 6. FILIPINA      7 6 14 27 7. MYANMAR    1 2 2 5 8. LAOS           0 0 3 3 9. KAMBOJA     0 0 0 0 10. BRUNEI      0 0 0 0

Bocah 16 Tahun Asal Riau, Jadi Tulang Punggung Tim Renang Indonesia di ASG 2018

Azzahra Permatahani (16 tahun) menjadi atlet andalan tim renang Indonesia pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Selangor, Malaysia, 21-26 Juli. (twitter.com)

Selangor- Tim renang Indonesia optimistis mampu memenuhi target yang dicanangkan Kemenpora pada ASEAN School Games (ASG) 2018 di Selangor, Malaysia, 21-26 Juli yaitu 15 medali emas, dari 26 emas target secara umum. “Kami optimistis mampu melampui target, atau bahkan bisa lebih karena untuk ASG tahun ini, diperkuat atlet-atlet yang memegang rekor nasional,” kata salah satu pelatih tim renang, Deni Wardeni, saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/7). Cabang olahraga renang menjadi tumpuan, seperti ASG 2017 di Singapura. Saat itu kontingen Indonesia mampu menyumbang 20 dari 23 emas yang diraih. Azzahra Permatahani menjadi salah satu atlet yang terbanyak meraih emas, dengan torehan tiga medali, meski usianya kala itu baru 15 tahun. Pada ASG 2018, Azzahra kembali turun gunung, karena masih berusia 16 tahun. Bahkan, atlet kelahiran Pekanbaru, Riau, 7 Januari 2002 ini, datang bersama dengan atlet nasional lainnya yang selama ini digembleng oleh pelatih asal Prancis, David Armandoni. Atlet Indonesia yang diharapkan mampu menyumbang banyak medali emas untuk kontingen Indonesia selain Azzahra adalah Adinda Larasati Dewi, Farrel Armandio Tangkas, dan Sofie Kemala Fatiha. Sesuai rencana, pemburuan medali dari cabang renang, berlangsung di Pusat Aquatic Daru Ehsan, Shah Alam, pada Minggu (22/7). Persaingan di kolam ini bakal berlangsung ketat. Selain tuan rumah, atlet dari Vietnam dan Singapura, bakal terus mengancam keberadaan Indonesia. “Tahun lalu kita hanya ada dua pemegang rekor nasional. Itu saja hasilnya sudah memuaskan. Untuk tahun ini, kami punya lebih banyak perenang dengan rekor nasional kali ini,” kata Deni menambahkan. Meski sudah siap, tim renang Indonesia mengalami sedikit kendala terutama terkait dengan tempat tinggal atlet selama di Selangor. Atlet renang harus berbagi tempat karena satu kamar digunakan untuk tiga atlet. “Itu saja yang jadi kendala. Tapi kami sebagai pelatih terus mencoba menjaga psikologi atlet agar mereka tetap bisa memberikan yang terbaik dan saya lihat seluruh atlet telah siap bertanding,” kata Deni menegaskan. Pada ASG 2018 Indonesia berkekuatan 158 atlet dan akan turun pada delapan dari sepuluh cabang olahraga yang dipertandingkan yakni atletik, renang, sepak takraw, bulu tangkis, bola voli, basket, senam (dua disiplin) dan squash. Sedangkan targetnya adalah meraih 26 medali emas. (Adt)

Atlet 18 Tahun Raih 5 emas SEA Age Group Swimming Championship 2018, Adinda Jadi Perenang Terbaik Wanita

Atlet asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi, menjadi perenang wanita terbaik kategori U 16-18 tahun dalam event 42nd SEA Age Group Swimming Championship 2018. (istimewa)

Manila- Ajang bertajuk 42nd SEA Age Group Swimming Championship 6-8 Juli 2018 yang berlangsung di Manila, Filipina, memunculkan perenang-perenang muda, harapan masa depan Indonesia. Perenang putri 18 tahun asal Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi, sanggup menyumbang 5 emas, juga menciptakan satu rekornas dan rekor SEA Age Group. Adinda memang tengah dipersiapkan menuju Asian Games 2018, serta Olimpiade Remaja 2018 di Argentina. Empat perenang muda Indonesia yang sudah lolos limit-A Youth Olympic Games atau Olimpiade Remaja di Argentina 2018, juga tampil memuaskan. Mereka adalah duo putri Adinda dan Azzahra Permatahani (16 tahun), serta duo putra, Azel Zelmi dan Farrel Armandio Tangkas. Farrel tampil gemilang saat memecahkan rekor nasional 200 meter gaya punggung, milik perenang senior Siman Sudartawa, yang sudah bertahan 7 tahun lalu. Farrel mencatat waktu 2 menit 02,31 detik, sedangkan rekornas Siman tercipta di SEA Games Palembang 2011, yakni 2 menit 02,44 detik. Diprediksi, Farrel berpotensi besar meraih medali di SEA Games 2019 Filipina. Di hari terakhir, Adinda menyumbang 2 emas, pada Minggu (8/7). Medali emas pertamanya didapat dari nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri, dengan catatan waktu tercepat 2 menit 15,71 detik. Ia Mengalahkan perenang Vietnam, Mai Thi Linh 2:18,67 detik dan rekannya Azzahra, yang mendapat perunggu dengan waktu 2:19,24 detik. Emas kedua Adinda, diraih lewat nomor 800 meter gaya bebas putri, dengan catatan 9 menit 00,04 detik. Total Adinda mendapatkan lima emas, setelah sebelumnya ia menyabet emas di nomor 200 dan 400 meter gaya bebas, serta rekornas nomor 100 meter gaya kupu-kupu 1:01,35 detik. Adinda pun terpilih sebagai perenang terbaik wanita kategori U 16-18 tahun, dalam event 42nd SEA Age Group Swimming Championship 2018. Perenang Masa Depan Pada kelompok usia 13 tahun kebawah memunculkan perenang masa depan, Agung Sulaksono Putra Alamsyah (13 tahun), yang menembus dominasi Vietnam. Di hari terakhir, Agung menyumbang emas di nomor 100 meter gaya bebas dengan catatan 56,51 detik. Kedua Tong Yu Jing (Malaysia) 56,56 detik dan ketiga Randal Neo (Singapura) 56,66 detik. Total Agung sudah mengoleksi 2 emas, 2 perak dan 3 perunggu. “Ayah selalu berpesan untuk disiplin, dan fokus dalam berlatih,” ucap Agung dari Jawa Timur. Perenang muda lainnya di kategori putri yakni Komang Adinda Nugraha (13 tahun), yang bisa menebus penasarannya. Komang akhirnya meraih emas di hari terakhir pada nomor 50 meter gaya punggung dengan catatan 31,18 detik. Total selama di Filipina, Komang membawa pulang 1 emas dan 3 perunggu. Di SEA Age pertamanya tahun lalu di Brunei, Komang hanya mampu mengoleksi 3 perak dan 1 perunggu. “Kuncinya giat berlatih dan berlatih. Masih panjang perjalanan saya, doakan bisa membawa nama Indonesia harum di dunia internasional,” jelasnya. Satu perunggu Komang di dapat pada nomor beregu yakni estafet 4×100 meter gaya ganti putri. Komang dengan gaya punggung, Adelia (dada), Azzahra Permatahani (kupu) dan Adinda Larasati (bebas) mencatat waktu 4:24,59 detik. Di kategori putra juga dapat perunggu di nomor estafet 4×100 meter gaya ganti. Tim Indonesia beranggotakan AA Gede Oka Satria (punggung), Kamal Pasya (dada), Azel Zelmi (kupu) dan Agung Putro (bebas) mencatat waktu 3:59,20 detik. Di hari ketiga beberapa perenang yang memperoleh medali perak diantaranya Dwiki Anugrah di nomor 50 meter gaya punggung U 16-18 tahun (27,34 detik), Adinda Larasati Dewi nomor 100 meter gaya bebas (58,02 detik), Azzahra Permatahania nomor 200 meter gaya dada U 16-18 tahun (2:35,56 detik). Sedangkan perenang yang memperoleh perunggu adalah Sofie Kemala nomor 50 meter gaya punggung U 16-18 tahun putri (30,58 detik), Luh Putu Satya Putri nomor 50 M usia 14-15 tahun (31,56 detik), Panda Made Iron Digjaya di nomor 200 meter gaya dada U 16-18 tahun (2:20,59 detik), serta Azel Zelmi nomor 200 meter gaya kupu-kupu U 16-18 tahun (2:05,43 detik). Lalu, Albertus Andhika Bangun 200 M gaya kupu U 14-15 tahun (2:08,56 detik), Vanessa Sanjoyo 200 meter gaya kupu putri U 14-15 tahun (2:25,19 detik), Agung Putro nomor 1500 meter gaya bebas U 13 tahun (17:11,72 detik), Ernest Fabian Wijaya nomor 1500 meter gaya bebas U 14-15 tahun (16:42,16 detik). Tim Indonesia tahun ini, tak diperkuat dua perenang yang terpilih yakni Erick Ahmad Fathoni, dan perenang keturunan Indonesia-Amerika Serikat, Kaikea Putra Boyum Crews, yang tengah latihan dan bertanding di Amerika Serikat. Keduanya tak tampil, karena jadwal SEA Age Group berubah, dari semula bulan Oktober/November, maju menjadi Juli. (Ham)

Perenang Putri 10 Tahun Asal Indonesia, Borong 9 Emas di Kejuaraan Australia

Joanna Nathania Intan (10 th) jadi satu-satunya perenang asal Indonesia yang tampil di Perth City Classics Swimming Championship di Perth, Australia. (viva.co.id)

Jakarta- Perenang muda Indonesia yang masih berusia 10 tahun, Joanna Nathania Intan, berhasil menyumbang sembilan medali emas dan satu medali perak pada kejuaraan renang di Perth, Australia, bertajuk Perth City Classics Swimming Championship, Sabtu (16/6). Di saat gadis sebayanya berlibur, Joanna, jadi satu-satunya perenang asal Indonesia yang tampil di ajang bertajuk Perth City Classics Swimming Championship di Perth, Australia. Joanna mampu meraih sembilan medali emas pada nomor 50 & 100 meter gaya bebas, 50 dan 100 meter gaya kupu-kupu, 50 dan 100 meter gaya dada, 50 dan 100 meter gaya punggung, serta 200 meter gaya ganti perorangan putri. Joanna nyaris merebut 10 emas, di nomor 200 meter gaya bebas. Namun, Joana harus puas, lantaran finish di peringkat dua. Total selama di Australia, Joanna mengoleksi sembilan emas dan satu perak. Joanna merasa bangga bisa mempersembahkan sebuah prestasi gemilang untuk Indonesia. Selain itu, perenang muda berusia 10 tahun ini juga puas bisa memperbaiki performa di tahun ini. Sebab, sebelumnya, Joanna hanya mampu meraih tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu. “Bangga dan senang sekali mendapatkan sembilan Emas dan satu Perak untuk Indonesia di umur 10 tahun. Karena, tahun lalu waktu umur sembilan tahun di kompetisi yang sama, hanya dapat tiga emas tiga perak dan tiga perunggu,” kata Joanna usai lomba, dalam rilisnya pada Senin (18/6). Joanna sehari-hari berlatih bersama klub JakartaQuatics Antasena (JAQ), di bawah binaan Pelatih Kepala yang juga legenda renang Indonesia, Wisnu Wardhana. Joanna mengakui, dukungan orangtua dan latihan rutin adalah salah satu bentuk kunci suksesnya menjadi yang terbaik di ajang ini. “Saya berlatih rutin di JAQ, di kolam renang Pertamina Simprug, selama 5-7 kali seminggu. Orangtua saya mendukung. Karena, setiap latihan dan kompetisi mereka selalu hadir. Juga, setelahnya mereka selalu memberikan motivasi baik itu di renang maupun sekolah,” ujar Joanna. Sementara itu, Wisnu mengatakan, pertandingan di Perth ini adalah salah satu program untuk pengayaan pengalaman, sekaligus salah satu kegiatan yang dilakukan oleh klub JAQ Aquatics yang berafiliasi dengan Kirby Swim, di Perth, Australia. Wisnu yang juga menjabat Sport Director Panitia Peneyelenggara Asian Games 2018, INASGOC, yakin dengan mengirim atlet Indonesia ke luar negeri akan menjadikan banyak atlet memiliki jam terbang tinggi dan sukses di level internasional. “Dengan berlatih tanding di Australia, saya percaya Joanna mampu menyerap pengalaman yang terbaik. Ini adalah program terobosan yang dilakukan oleh klub sebagai ujung tombak pembinaan yang juga didukung orang tuanya untuk bisa berlatih di Kirby Swim di Australia, saat musim libur berlangsung,” ucap Wisnu. (Dre)

Demi Stok Bibit Atlet, PRSI Gelar Kejuaraan Polo Air U-12 di Kampus

PB PRSI membuat terobosan dengan mengadakan pertandingan cabor Polo Air U-12 dalam LISCA (League of Inter School dan Collegiate Aquatic) di UPH. (viva.co.id)

Jakarta– Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) membuat terobosan dengan mengadakan perlombaan LISCA (League of Inter School dan Collegiate Aquatic) yang diikuti untuk U-12, pada Sabtu (28/4). Perlombaan U-12 tersebut ternyata cukup diminati para atlet cilik. Ini dibuktikan dengan peserta yang mengikuti ajang tersebut. Ada enam regu polo air U-12 yang diselenggarakan di Universitas Pelita Harapan (UPH). Komisi Teknik PB PRSI, Dean Baldwin mengatakan, pihaknya ingin mencetak atlet polo air sejak dini. Oleh karena itu digelar kejuaraan U-12. “Peminatnya cukup banyak dan antusias sekali. Atlet-atlet ini pun banyak dari Jawa Barat dan perlombaan U-12 ini akan terus kami gelar bersamaan dengan LISCA,” katanya Sabtu (28/4). “Nantinya, setiap regu yang memenangkan perlombaan ini sesuai dengan klasifikasi baik sekolah atau universitas akan mendapatkan piala bergilir,” lanjutnya. Perlombaan tersebut pun turut dipersiapkan agar para atlet dapat meneruskan jenjang perlombaan polo air seperti di Asian ataupun SEA Games. “Intinya kira bentuk atlet di sini agar dapat mengikuti tahapan selanjutnya baik dari LISCA ataupun jenjang perlombaan lain,” ungkapnya. Sementara itu, Aldi, salah seorang atlet yang tergabung dalam klub Tirta Sriwijaya mengatakan, ia cukup antusias kejuaraan ini dan berharap dapat mengikuti perlombaan lebih besar. “Kami latihan seminggu tiga kali, dan ingin ikut perlombaan lebih besar lagi seperti Asian atau SEA Games. Untuk cabang olahraga ini, memang sengaja dipilih karena awal saya ini memang suka renang dan mencari apa olahraga yang bisa dilakukan sembari berenang,” kata Aldi. Selain U-12, PRSI juga menggelar kejuaraan di atas usia 12 tahun. Untuk usia tersebut ada delapan regu yang mengikutinya. Pertandingan polo air yang diadakan setahun dua kali ini diikuti oleh delapan regu dengan dua regu yang berasal dari luar Jakarta yakni, Palembang dan Jawa Barat. (art)

Gagal Pecahkan Rekornas Hari Ke-3 FAI 2018, Ratu Renang Jatim Tetap Tampil Terdepan

Adinda Larasati Dewi mengukir catatan sebagai ratu renang di hari ketiga Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018, usai menjuarai nomor 200 Meter Gaya Bebas Putri. (istimewa)

Surabaya- Perenang Tuan Rumah kembali unjuk gigi dalam hari ketiga Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018, di Kolam Renang KONI Jawa Timur, Surabaya (18/4). Perenang remaja berusia 18 tahun, Adinda Larasati Dewi, lagi-lagi melesat jadi yang terdepan, meski gagal menajamkan rekornas di nomor 200 Meter Gaya Bebas Putri (2.03.01). Menyusul di posisi dua, Ressa Kania Dewi yang juga membela Jatim (2.05.04). Perenang Jawa Tengah, Sagita Putri Krisdewanti, harus puas di peringkat tiga (2.07.30). Sedangkan 200 Meter Gaya Bebas Putra jadi milik perenang Jawa Barat, Aflah Fadlan Prawira (1.52.78). Ia mengungguli Putra M Randa dari DKI Jakarta yang ada di posisi dua (1.52.98), dan perenang Bali, Agus Nuarta, di peringkat tiga (1.54.61). Gede Siman Sudartawa yang membela DKI Jakarta, menjadi raja di nomor 100 Meter Gaya Punggung Putra (55.67), disusul wakil Jawa Barat, Ricky Anggawijaya, yang ada di peringkat dua (56.68). Perenang ibukota lainnya, Dwiki Anugrah ada di peringkat tiga (58.59). Nomor 100 Meter Gaya Punggung Putri dikuasai perenang tuan rumah, yakni Nurul Fajar Fitriyati yang menjadi juara (1.03.74), lebih cepat dari perenang Jawa Barat, Yessy Yosaputra, yang ada di peringkat dua (1.06.07). Lalu Dewi Novita Lestari dari Bali ada di posisi tiga (1.07.10). Perenang Jabar Triadi Fauzi menjadi yang tercepat dalam nomor 50 Meter Gaya Kupu-Kupu Putra (24.66), unggul tipis dari salah satu wakil Jawa Timur, Glenn Victor, (24.76), sementara perenang Sumatera Barat, Abrian Adri Nyoman berada di peringkat tiga (25.55). AA Istri Kania Ratih yang membela DKI Jakarta menguasai nomor 50 Meter Gaya Kupu-Kupu Putri (28.35), unggul dari perenang Kalimantan Utara, Angel Gabriella Yus, yang ada di posisi dua (28.98), dan Sofie Kemala dari DKI Jakarta dipaksa menduduki peringkat tiga (29.00). Nama Aflah Fadlan Prawira dari Jawa Barat kembali menjadi yang teratas, kali ini di nomor 400 Meter Gaya Ganti Perorangan Putra (4.33.74). Menyusul di posisi dua, perenang Jawa Barat lainnya, Athalarik Maulidio (4.39.87), dan Adityastha Rai Wratsangka dari DKI Jakarta, ada di peringkat tiga (4.43.07). Sebagai penutup memainkan partai final nomor 400 Meter Gaya Ganti Perorangan Putri, yang dikuasai perenang Riau Azzahra Permatahani (5.04.90), dibuntuti dua perenang Bali, yakni Desak Made Sri Widyadari di posisi dua (5.21.49), dan Andini Carrisa Sugiarta di peringkat tiga (5.23.12). Bali masih merajai perolehan medali dengan 35 emas, 28 perak dan 21 perunggu. Posisi dua diduduki tuan rumah Jawa Timur, dengan 34 emas, 18 perak dan 27 perunggu. DKI Jakarta yang sudah mengoleksi 22 emas 30 perak dan 30 perunggu ada di peringkat tiga. Jawa Barat ada di posisi empat dengan 21 emas 19 perak dan 16 perunggu. Pada Kamis (19/4), merupakan hari terakhir pertandingan cabang Renang, akan memainkan partai final 200 Meter Gaya Kupu-Kupu, 50 Meter Gaya Bebas, 200 Meter Gaya Dada, serra 1500 Meter Gaya Bebas sektor Putra dan Putri, yang akan start Pukul 17.00 WIB. (art)

Dua Hari Berturut-Turut, Dara 18 Tahun Pertajam Rekornas Gaya Bebas Putri di FAI 2018

Perenang Jawa Timur berusia 18 tahun Adinda Larasati Dewi, menajamkan rekornas di nomor 800 meter gaya bebas putri dan menjadi rekornya yang kedua dalam FAI 2018. (istimewa)

Surabaya- Adinda Larasati Dewi, perenang Jawa Timur kembali menorehkan prestasi usai menajamkan rekornas di nomor 800 meter gaya bebas putri dengan catatan 8 menit 52,80 detik. Rekor nasional ini dibukukan Adinda pada laga hari kedua Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018 di Kolam Renang Koni Jatim, Surabaya, Selasa (17/4). Lebih cepat dari rekornas lama milik Raina Saumi 8 menit 53,61 detik di Singapura 2016. Adinda menyisihkan Ressa Kania Dewi di peringkat dua 09 menit 03,75 detik. Ketiga Raina Saumi 09 menit 16,84 detik. Sehari sebelumnya, dara 18 tahun ini juga memecahkan rekornas di nomor 400 meter gaya bebas putri. “Senang sekali, sudah bisa pecah 2 rekornas. Pelatih bilang bagus dan juga terima kasih support dari kedua orang tua dan semua pihak yang berteriak di tribun penonton, membuat saya semangat. Doakan saja bisa buat rekornas lagi di nomor 200 meter gaya bebas,” ucap Adinda pada Selasa (17/4). “Alhamdulillah, kami bersyukur dihari kedua FAI ada lagi Rekornas baru tercipta lagi oleh perenang muda yang berusia 18 tahun. Artinya Adinda masih punya potensi untuk lebih maju dengan mendapatkan pembinaan yang lebih intensif dan terprogram dengan baik,” ujar Ketua Umum PB PRSI, Anindya Bakrie. Adinda juga berhasil menjadi yang tercepat di nomor 100 meter gaya bebas putri, nyaris memecahkan rekornas dengan catatan 57,12 detik. Rekornas 100 meter adalah 57,05 detik milik Patricia Yosita. Diikuti Ressa Kania 58,81 detik dan ketiga Sagita Putri (Jateng) 59,02 detik. Sementara, nomor 100 meter gaya bebas putra masih menjadi milik Triadi Fauzi dari Jawa Barat dengan waktu tercepat 51,07 detik. Kedua Erick Ahmad Fathoni 52,57 detik dan ketiga Putra M.Randa 52,87 detik. Nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra finish pertama Triadi Fauzi (Jabar) 53,69 detik diikuti Glen Victor (Jatim) 55,56 detik dan ketiga Adityastha (DKI) 56,27 detik. Pada nomor 50 meter gaya dada putra Indra Gunawan (Jatim) unggul 28,98 detik, lalu Gagarin Nathaniel Yus (DKI) 29,01 detik dan ketiga M.Fachri (Jabar) 29,18 detik. Nomor 50 meter gaya dada putri milik Margaretha Kretapradani (Jateng) 34,52 detik, kedua Mutiara Reshinta (Jatim) 34,77 detik dan ketiga Nurita 34,88 detik. Di 200 meter gaya punggung putra Ricky Anggawijaya (Jabar) jadi yang tercepat 02 menit 03,74 detik. Posisi kedua Farrel Tangkas (Jabar) 02 menit 05,27 detik dan ketiga Dwiki Anugrah (DKI) 02 menit 09,35 detik. Nomor 200 meter gaya punggung putri milik Nurul Fajar (Jatim) 02 menit 17,71 detik, kedua Yessy Yosaputra (Jabar) 02 menit 21,92 detik dan ketiga Azzahra Permatahani (Riau) 02 menit 23,66 detik. Pada nomor 100 meter gaya kupu–kupu putri finish pertama Intan Putri (Bali) 01 menit 04,21 detik, kedua Desak Made (Bali) 01 menit 04,38 detik dan ketiga Hanna Christina (Jateng) 01 menit 04,84 detik. Pada nomor 800 meter gaya bebas putra milik Fadlan Prawira (Jabar) 08 menit 19,80 detik, kedua Athalarik Maulidio (Jabar) 08 menit 27,20 detik dan ketiga Joe Aditya (DKI) 08 menit 30,81 detik. Pada Rabu (18/4), cabang renang masih memainkan beberapa partai final putra dan putri, diantaranya nomor 200 Meter Gaya Bebas, 100 Meter Gaya Punggung, 50 Meter Gaya Kupu-Kupu, serta 400 Meter Gaya Ganti Perorangan, yang akan start final mulai Pukul 17.00 WIB. Sedangkan babak penyisihan pukul 08.00 WIB pagi. Perolehan medali sementara, Jawa Timur di peringkat satu dengan koleksi 24 emas, 13 perak, 19 perunggu. Diikuti Bali (20-20-12) , Jawa Barat (16-10-11), DKI Jakarta (15-18-27), Jawa Tengah (10-11-6). (art)

Hari Pertama FAI 2018 Dimulai, Atlet Tuan Rumah Pecahkan Rekornas Gaya Bebas Putri

Atlet Jawa Timur, Adinda Larasati Dewi, memecahkan Rekor nasional nomor 400 Meter Gaya Bebas Putri, pada hari pertama Festival Akuatik Indonesia 2018. (istimewa)

Surabaya- Hari pertama Festival Akuatik Indonesia 2018 cabang renang yang berlangsung di kolam renang KONI Jawa Timur, Surabaya, pada Senin (16/4), berlangsung sengit. Rekor nasional langsung pecah di nomor 400 Meter Gaya Bebas Putri, saat perenang tuan rumah, Adinda Larasati Dewi, menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4 Menit 16.84 Detik, sekaligus mematahkan rekor nasional 2017 milik Ressa Kania Dewi (4 Menit 17.92 Detik) “Saya tak menyangka bisa memecahkan Rekornas. Saya merasa berenang enak sekali, pagi bisa best time dan sore bisa memecahkan rekor, Alhamdulillah.” kata Adinda Larasati Dewi, pada Senin (16/4). “Pecahnya Rekornas 400 Meter Gaya Bebas Putri di hari pertama, menjadi awal yang baik. Semoga ini jadi motivasi kepada perenang lainnya agar juga mampu memecahkan Rekornas,” tutur Wakil Ketua Umum Pembinaan dan Prestasi PB PRSI, Harlin E Rahardjo. Perenang Jawa Barat, Aflah Fadlan Prawira, melesat menjadi juara dinomor 400 Meter Gaya Bebas Putra dengan catatan waktu 3 Menit 57.89 Detik. Putra M Randa yang membela DKI Jakarta dengan waktu 4 Menit 02.62 Detik ada di posisi dua, dan Agus Nuarta dari Bali dengan catatan waktu 4 Menit 04.18 Detik di peringkat tiga. 50 Meter Gaya Punggung Putra jadi milik perenang DKI Jakarta, Gede Siman Sudartawa (25.58). Salah satu wakil Jabar, Ricky Anggawijaya menyusul di posisi dua (26.42), dan perenang Jabar lainnya, Triadi Fauzi harus puas di tempat ketiga (26.85). Untuk 50 Meter Gaya Punggung Putri, AA Istri Kania Ratih yang membela DKI Jakarta melesat menjadi jawara (29.76), mengungguli perenang tuan rumah, Nurul Fajar Fitriyati (30.06) di posisi dua, dan perenang DKI Jakarta lainnya, Sofie Kemala ada diperingkat tiga (30.59). Perenang DKI Jakarta Gagarin Nathaniel Yus, menjadi yang tercepat di nomor 100 Meter Gaya Dada Putra (1.02.95). Gerdi Zulfitranto yang membela Jabar ada di posisi dua (1.04.51). Dan wakil Jabar lainnya Muhammad Fachri harus puas di tempat ketiga (1.05.11). Untuk nomor 100 Meter Gaya Dada Putri, perenang Jawa Tengah, Margareta Kretapradani berhasil menjadi yang tercepat (1.13.31). Felicia Angelica yang juga dari Jateng menyusul di tempat kedua (1.15.33). Perenang Jabar, Adelia, menempel di posisi tiga (1.15.50). Aflah Fadlan Prawira yang turun juga di nomor 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putra berhasil menjadi juara (2.08.46). Menyusul di posisi dua perenang DKI Jakarta, Dwiki Anugrah (2.08.94). Serta perenang Bali, I Putu Wirawan di posisi tiga (2.11.22). Nomor penutup di hari pertama memainkan final nomor 200 Meter Gaya Ganti Perorangan Putri, di mana Azzahra Permatahani yang membela Riau menjadi juaranya (2.19.05). Ressa Kania Dewi dari Jawa Timur ada di peringkat dua (2.19.40). Dan perenang Jatim lainnya, Patrisia Yosita ada di posisi tiga (2.26.77). Bali masih merajai medali dengan 9 emas 12 perak 6 perunggu. DKI Jakarta ada di posisi dua dengan 9 emas 6 perak 11 perunggu. Tuan rumah Jatim menyusul di peringkat tiga dengan 9 emas 5 perak dan 11 perunggu. Jabar di posisi empat dengan 7 emas 6 perak dan 3 perunggu. Sementara Jawa Tengah di peringkat lima dengan 5 emas 3 perak dan 2 perunggu. Pada Selasa (17/4) akan memainkan partai Final 100 Meter Gaya Bebas, 50 Meter Gaya Dada, 200 Meter Gaya Punggung, 100 Meter Gaya Kupu Kupu, dan 800 Meter Gaya Bebas Putra Putri. (art)

Jadi Tuan Rumah Festival Akuatik Indonesia 2018, Jatim Turunkan Kekuatan Penuh

Ki-ka : Herlambang Wijaya (Waketum Pengprov PRSI Jatim) , Robert Francis Gumulya (Ketua panpel FAI 2018), Ali Patiwiri (Sekjen PRSI ), Anang (PRSI Jatim), Suroyo ( Technical Delegate). (istimewa)

Surabaya- Jawa Timur bakal turun dengan kekuatan penuh, dalam ajang Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018 yang di helat di Surabaya dan Sidoarjo, mulai Senin (16/4). Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jatim optimis, pasukannya dapat meraih hasil maksimal di FAI yang bergulir hingga 22 April. “Sebagai tuan rumah, kami harus memberikan yang terbaik, dari segi penyelenggaraan serta prestasi,” tutur Wakil Ketua Pengprov PRSI Jawa Timur, Herlambang Wijaya, pada minggu (15/4). Perenang pelatnas Jawa Timur diantaranya Ressa Kania Dewi, Patricia Yosita, Adinda Larasati Dewi dan Nurul Fajar Fitriani. Lalu dibagian putra terdapat Indra Gunawan dan Glen Victor Sutanto. FAI 2018 akan diikuti total 701 atlet dari 30 Provinsi. FAI ke-2 ini akan memperlombakan empat cabang olahraga (cabor) disiplin akuatik. Keempat cabor itu masing-masing renang 16-19 April di Kolam Renang Koni Jatim Surabaya dan renang artistik 16-18 April di Kolam Renang Sendang Delta Sidoarjo. Cabor loncat indah mulai 18-21 April di Kolam Renang Graha Resident Surabaya, dan polo air 19-22 April yang akan tampil di Kolam Renang Sendang Delta Sidoarjo. FAI 2018 juga menjadi momen uji coba dalam negeri para atlet nasional, yang akan bertanding di Asian Games 2018. Event kejurnas renang ini juga bagian program promosi dan degradasi skuad Pelatnas jelang Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang pada Agustus mendatang. Meski tak masuk list cabor peraih medali, renang berencana mengirim atlet utamanya, beruji coba di Amerika Serikat. Di FAI 2018, cabor polo air diikuti atlet berusia 20 tahun ke bawah. Untuk polo putra akan diikuti enam daerah yakni DIY, Sumsel, DKI Jakarta, Jatim, Jabar dan Sumut. Untuk polo air putri, diikuti lima daerah yakni DIY, Sumsel, DKI, Jatim dan Jabar. Dan atlet pelatnas Asian Games yang berusia di bawah 20 tahun, bisa membela daerahnya masing-masing. Khusus cabor renang indah, laga akan diikuti 28 atlet dari empat daerah yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan yogyakarta. (Adt)

Event Bergengsi Antarprovinsi, FAI Jadi ajang Uji Coba Perenang Pelatnas

Festival Akuatik Indonesia 2018 akan digelar mulai 16 - 22 April di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. (instagram)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia atau PB PRSI menggelar kejuaraan nasional bertajuk Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018 yang akan berlangsung di Jawa Timur 16-22 April. Pesta akuatik itu merupakan ajang uji coba dalam negeri bagi para atlet nasional yang akan bersaing di Asian Games 2018. “FAI merupakan kejuaraan bergengsi antarprovinsi dan FAI pertama tahun lalu berlangsung sukses di Palembang, Sumsel,” kata Ketua Umum PB PRSI Anindya N Bakrie dalam rilisnya, Kamis (12/4). Di FAI kedua ini selain kelompok umur, ini uji coba dalam negeri para atlet nasional yang akan bertanding sebelum terjun di Asian Games 2018. Saat ini mereka dalam masa persiapan sebelum menuju puncak di Asian Games,” ujar Anindya. Total kejurnas renang diikuti 21 pengprov yang mencapai 400 perenang, termasuk seluruh perenang pelatnas Asian Games seperti Siman Sudartawa, Indra Gunawan, Triady Fauzi, Fadlan Prawira, Ricky Anggawijaya, dan Patricia Yosita. Cabang olahraga polo air akan diikuti enam daerah di Indonesia, yang mayoritas atlet di bawah 20 tahun. Cabang olahraga renang indah akan diikuti 28 atlet dari empat daerah, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta. Cabang olahraga loncat indah akan diikuti 90 atlet terdiri atas 50 putra dan 40 putri. FAI ke-2 іnі аkаn melombakan empat cabang olahraga уаknі renang 16-19 April dі Kolam Renang Koni Jatim, Surabaya, lalu renang artistik 16-18 April dі Kolam Renang Sendang Delta,Sidoarjo, dan pertandingan polo air 19-22 April juga dі Kolam Renang Sendang Delta, Sidoarjo. Khusus untuk cabor loncat indah yang berlangsung 18-21 April, venue pertandingan dі Kolam Renang Graha Resident, Surabaya. Menariknya, untuk kali pertama cabang loncat indah јugа berencana menggelar FINA Diving Certification School for Judges раdа 20-22 April. Narasumber untuk event ini berasal dаrі Technical Diving Committe FINA аdаlаh Eric Brooker (Australia) dаn Mathz Lindberg (Swedia). Diketahui, Mathz Lindberg аdаlаh mantan peloncat olimpiade dаn јugа suami dаrі peraih medali emas olimpiade Ulrika Knape-Lindberg. Dia аdаlаh FINA Technical Diving Committee (TDC) members уаng ѕudаh menjabat ѕеlаmа bеbеrара periode. Sementara itu, Eric Brooker аdаlаh ayah dаrі Christian Brooker уаng ѕааt іnі menjadi pelatih kepala dі Malaysia. Dia аdаlаh mantan peloncat dаn јugа ѕеbаgаі Australia Diving Chairman уаng mеruраkаn mantan peloncat уаng ѕudаh membina dаn mengembangkan olahraga Loncat Indah dі Australia. (Art)

Vannesae Evato Pecahkan Rekor Nasional Renang Yang Bertahan Seusia Dirinya

Perenang Nasional Anandia Treciel Vanessae Evato asal Riau memecahkan rekor renang nasional yang sudah berusia 21 tahun. (bolasport.com)

Jakarta- Salah satu perenang yang dipersiapkan ke Asian Games 2018, Vannesae Evato, berhasil memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya dada putri di ajang Singapore National Age Group di Singapura, Kamis. Catatan waktu yang dia torehkan mematahkan rekor sebelumnya yang telah bertahan selama 21 tahun. Rekor 200 meter gaya dada putri dipegang oleh Rita Mariani dengan waktu dua menit 33,34 detik yang dicetak pada SEA Games 1997. Adapun catatan waktu dara bernama lengkap Anandia Treciel Vanessae Evato adalah dua menit 32,51 detik. “Saya senang dan terharu karena ini beda dengan rekor-rekor yang lain. Rekor yang paling lama belum terpecahkan, 21 tahun. Saya memang ingin sekali pecahkan dan baru sekarang kesampaian,” kata Vannesae yang lahir di Pekanbaru (Riau) 3 September 1997. Apa yang diraih oleh Vannesae juga diapresiasi oleh sang pelatih David Armandoni. Pelatih asal Prancis itu mengaku cukup puas dengan penampilan anak asuhnya. Namun, masih ada target jangka panjang yang harus dicapai oleh Vannesae Evato. “Kemajuan dia sangat bagus. Begitu juga dengan Azzahra dan Felicia. Bagus untuk Vannesae yang bisa pecahkan rekornas yang sudah bertahan 21 tahun. Saya masih punya target Vannesae bisa mencatat waktu dua menit 32 detik dan di Asian Games bisa dua menit 30 detik,” katanya. Selain Vannesae, perenang Indonesia yang sukses mencetak rekornas adalah AA Istri Kania Ratih pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan waktu 27,90 detik. Adapun rekor sebelumnya dipegang oleh Angel Gabriel Yus dengan waktu 27,96 detik. “Kami sangat mengapresiasi hasil mereka. Padahal mereka sedang dalam tahap latihan awal yang cukup berat mulai Februari,” kata Wakil Ketua Umum PB PRSI Harlin Rahardjo yang mengawal terus perenang Indonesia di Singapura. Khusus untuk rekornas Kania, Harlin menjelaskan juga cukup istimewa karena perenang muda itu selama ini menjadi tulang punggung untuk gaya bebas dan punggung. Kondisi ini dinilai menunjukkan jika perenang yang ada saat ini memiliki kemampuan yang merata. Sebelumnya pada hari pertama kejuaraan renang itu, Rabu (14 Maret) Adinda Larasati Dewi (18 tahun) memecahkan rekornas di nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan dua menit 12,92 detik lebih cepat dari rekornas lama atas nama Monalisa Arieswaty Lorenza dengan catatan dua menit 13,08 detik. (Adt)

Strategi Efektif, Indra Jawara Karate Nomor Kata O2SN SMK Provinsi DKI Jakarta

Indra Lukman juara kata perorangan putra O2SN SMK DKI Jakarta. (Adt/NYSN)

Jakarta- Indra Lukman, wakil Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom Shandy Putra, Jakarta Barat, berhasil menjadi jawara nomor kata perorangan putra di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMK Provinsi DKI Jakarta. Event ini dihelat di SMKN 57 Jakarta Selatan, Kamis (8/3). Ia mengalahkan Muhammad Pajri, wakil SMK Jayawisata 2, Jakarta Timur, dengan skor telak 5-0. “Strateginya itu kalau lawan tampil bagus, maka saya main Kata yang lebih tinggi. Tapi,kalau lawan tampil jelek, saya main bawah dulu. Mungkin tadi strategi saya efektif Karena pas latihan saya lihat lawan itu bagus. Saya malah mikir bakal kalah,” ujar Indra usai pertandingan. Mewakili Provinsi DKI Jakarta di ajang O2SN Tingkat Nasional di Yogyakarta, September mendatang, Indra berharap bisa tampil lebih baik, dan meraih juara nasional. “Tahun lalu untuk tingkat nasional di Medan (Sumatera Utara) saya ikut. Tapi hasilnya mengecewakah. Mudah-mudahan dengan latihan terus dan persiapan yang matang, saya bisa memberikan yang terbaik untuk DKI Jakarta, dan juara,” cetusnya. Sementara, di nomor kata perorangan putri, Fahra Fadyla, wakil SMKN 21, Jakarta Pusat, sukses meraih juara usai mengalahkan wakil SMKN 7, Jakarta Timur, Roidatul Fauziah, dengan skor 5-0. “Dalam pertandingan tadi saya berusaha memberikan yang terbaik. Apapun hasilnya baik menang atau kalah saya sudah siap menerima. Yang penting sabar dan jangan goyang saat tampil. Dan, Alhamdulillah saya bisa menang,” cetus Fahra. (Adt) Hasil Pertandingan : Kata Putra : 1. Indra Lukman (SMK Telkom Shandy Putra) Jakarta Barat 2. Muhammad Pajri (SMK Jayawisata 2) Jakarta Timur 3. Erza Rifqi Apriansyah (SMK Budi Asih) Jakarta Selatan Kata Putri : 1. Fahra Fadyla (SMKN 21) Jakarta Pusat 2. Salma Hazizah M (SMKP Djadajat) Jakarta Utara 3. Roidatul Fauziah (SMKN 7) Jakarta Timur Kumite Putra : 1. Septian S (SMKN) Jakarta Pusat 2. M. Arsha (SMK Al Wasliyah) Jakarta Timur 3. Indra Lukman (SMK Telkom Shandy Putra) Jakarta Barat Kumite Putri : 1. Salma Hazizah (SMKP Djadajat) Jakarta Utara 2. Roidatul Fauziah (SMKN 7) Jakarta Timur 3. Intan Pitalokasari (SMK Islam ‘AA’) Jakarta Barat

Optimistis Kualitas Atlet, DKI Jakarta Bidik Juara O2SN Tingkat Nasional

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018. (net)

Jakarta- DKI Jakarta memasang target juara pada edisi ke-11 ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada September 2018. Uju Juhiwa, Ketua Pelaksana O2SN Tingkat Provinsi DKI Jakarta, mengatakan pada pelaksanaan O2SN tahun lalu di Kota Medan, Sumatera Utara, kontingen DKI hanya mampu berada di urutan lima besar. “Harapannya di Yogyakarta kami bisa juara satu. Untuk itu, setelah pelaksanaan O2SN ini, para juara akan kami kumpulkan untuk mengikuti training center (TC),” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 22 Jakarta Timur itu, Kamis (8/3). Ia menyebut untuk bisa mewujudkan target tersebut dibutuhkan dukungan semua pihak. Terlebih, lanjutnya, provinsi lain dipastikan juga telah mempersiapkan diri dengan baik guna meraih hasil maksimal. “Provinsi lain itu kalau bisa mengalahkan DKI Jakarta ada kebanggaan tersendiri. Namun kendala yang kami hadapi itu terkadang atlet DKI kurang termotivasi, lain halnya dengan atlet-atlet di daerah. Rasa kedaerahan mereka itu tinggi. Padahal, fasilitas yang dimiliki DKI sangat lengkap dibandingkan fasilitas yang ada di daerah. Tapi, sepertinya animo atlet DKI itu masih kurang,” tambahnya. Provinsi DKI telah menggelar O2SN yang mempertandingkan lima cabang olahraga, yakni bulutangkis, renang, atletik, karate dan pencak silat, pada 7-8 Maret 2018. “Kegiatan ini dimulai dari tingkat Kecamatan, kemudian Kotamadya, lalu ke tingkat Provinsi. Dan, tiap-tiap Kotamadya itu mengirimkan wakilnya untuk berlaga di tingkat Provinsi. Pemenang di tingkat Provinsi inilah yang nantinya akan kami kirim ke tingkat nasional, baik putra maupun putri,” papar Uju. (Adt)

Duel Ketat, Reyvan Kampiun Renang O2SN SMK Provinsi DKI Jakarta

Cabang olahraga renang dalam event O2SN Tingkat Provinsi DKI Jakarta. (disdik DKI)

Jakarta- Persaingan ketat tersaji di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi DKI Jakarta, di Kolam Renang, Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (7/3). Reyvan Anwar, wakil SMKN 51 Jakarta Timur, berhasil meraih gelar juara putra usai menyingkirkan pesaingnya dati SMK Grafika Yayasan Lektur Jakarta Selatan, M. Rahul Amanda Syah. Zulkarnain, Guru Pendidikan Jasmani (Penjas) SMKN 51 Jakarta Timur, mengatakan persaingan anak didiknya di ajang O2SN kali ini ketat. Sebab, menurutnya, lawan yang dihadapi merupakan juara pada tahun lalu. “Sangat ketat, apalagi yang menjadi juara kedua merupakan juara bertahan tahun lalu. Dan, saya melihat hampir disemua nomor, Reyvan juara satu. Harapan saya, Reyvan bisa berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya. “Dari limit yang dihasilkan selama latihan, ya sudah sesuai. Reyvan latihannya sangat ketat. Dengan waktu tersisa tiga bulan jelang O2SN Tingkat Nasional di Yogyakarta, kami akan terus poles kemampuannya,” tambahnya. Terpisah, Suyamti, Penanggung Jawab Renang Putri, mengungkapkan potensi yang diperlihatkan para siswa dalam ajang ini sangat luar biasa. Meski, sebenarnya di SMK tak boleh ada kegiatan renang, namun para siswa berhasil menunjukkan kemampuan dan bakat yang dimiliki di ajang ini. “Jadi mereka yang masuk di ajang ini adalah anak-anak yang mandiri, yakni berasal dari klub renang di wilayah masing-masing. Dan potensi mereka itu luar biasa untuk mewakili DKI Jakarta ke tingkat nasional,” urai Suyamti, yang juga Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 51 Jakarta Timur. Sementara, Ramli, Penanggung Jawab Renang Pria, menjelaskan ajang ini bisa dijadikan sarana untuk para siswa meraih prestasi sebagai bekal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. “Jika berprestasi maka keuntungannya untuk siswa itu sendiri. Dengan bakat dan prestasi maka bisa lebih mudah masuk ke perguruan tinggi. Bisa gratis atau mendapat prioritas penerima beasiswa,” beber Kepala Sekolah di SMKN 54 Jakarta Pusat itu. (Adt) Daftar Pemenang Renang : Putra : 1. Reyvan Anwar (SMKN 51) Jakarta Timur 2. M. Rahul Amanda Syah (SMK Grafika Yayasan Lektur) Jakarta Selatan 3. Ikhsan Setiawan (SMKN 61) Kepulauan Seribu 4. Rizky Maulana (SMKN 3) Jakarta Pusat 5. M. Fauzan Putra (SMK Perguruan Cikini) Jakarta Utara 6. Rian Murti (SMK Telkom Shandy Putra) Jakarta Barat Putri : 1. Adela Sari (SMKN 60) Jakarta Barat 2. Idelia Regina Fortunata (SMK Pelayaran Jalasena) Jakarta Utara 3. Clara Jean Soewidja (SMK St Theresia) Jakarta Pusat 4. Marcela Yolanda (SMK Tarakanita) Jakarta Selatan 5. Jennifer (SMK Sahid) Jakarta Timur 6. Zahra Antikah Bilqis (SMK Kesehatan Global Cendekia) Jakarta Utara

LIMA Badminton 2018 Usai, Kota Bandung Bersiap Gelar Cabor Renang

LIMA 2018 menambah cabang olahraga baru dan menggandeng sponsor GO-Jek. (Prast/NYSN.com)

Jakarta- Liga Mahasiswa (LIMA) di musim keenamnya akan kembali dihelat. Ajang multievent ini pun menambah cabang olahraga baru, sekaligus berpartner dengan GO-JEK sebagai sponsor terbaru. Pada konferensi pers pada Selasa (27/2), CEO Liga Mahasiswa (LIMA), Ryan Gozali, mengumumkan turnamen ini akan ketambahan bola voli sebagai cabang olahraga keenam. Cabang ini melengkapi lima olahraga yang ada di musim-musim sebelumnya, yakni renang, futsal, basket, dan sepak bola. Ada alasan khusus untuk penambahan cabang olahraga tersebut. “Dari data, voli termasuk salah satu olahraga yang populer dan banyak dimainkan di mana-mana,” kata Ryan. LIMA musim ini akan dibuka oleh cabang olahraga (cabor) bulutangkis. Jakarta menjadi tuan rumah pembuka LIMA Badminton pada 25 Februari – 3 Maret, di GOR Kecamatan Kampung Makassar, Jakarta Timur. Liga Badminton 2018 juga digelar di 5 kota lain, yakni Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Solo. Setelah badminton, LIMA memainkan cabor renang pada 13 Maret 2018 di Bandung. LIMA Basketball mulai diputar pada pekan terakhir Juni 2018, sebelum berlanjut ke Medan, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Cabor voli akan tampil pada Agustus 2018 di Jakarta. Untuk sepak bola dimulai di Malang, sementara futsal yang menjadi penutup akan digelar di Pontianak, Malang, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Ryan berharap jika ajang Liga Mahasiswa bisa menjadi ajang pemain muda berkualitas unjuk gigi untuk dilirik tim profesional. Dia menyebut bahwa LIMA akan bekerja sama dengan IBL untuk memberi kesempatan pebasket potensial berkarier secara profesional. “Musim berikutnya akan ada draf yang terdiri dari dua ronde. Pemain terbaik sudah akan dapat kontrak dan gaji,” kata Ryan. Hal tersebut disebabkan karena para pelatih tim atau pencari bakat kerap mendatangi langsung pertandingan atau memantau laga LIMA via live streaming. “Sering sekali pelatih tim datang untuk lihat talent, bahkan tim kampus datang ke SMA untuk merekrut timnya,” ujar dia. Karena itu, LIMA akan memberi daftar rekomendasi berdasarkan statistik pemain serta masukan dari para pelatih. Selain rencana-rencana di atas, LIMA juga mendapat sokongan dari sponsor baru dari penyedia aplikasi transportasi daring, GO-JEK. LIMA adalah kompetisi olahraga ketiga yang mendapat sponsor dari GO-JEK selain Liga 1 dan IBL. “GO-JEK punya komitmen dalam mengembangkan pemain muda di Indonesia melalui olahraga. Kami ingin terus berpartisipasi memunculkan bibit berprestasi. Semoga semakin banyak talenta olahraga yang membanggakan,” ujar Piotr Jakubowski, chief marketing officer GO-JEK. (adt)

Batal Latihan di Komplek GBK, Pelatnas Renang Bertolak ke Bali

renang (sportku.com)

Sebelumnya, pelatnas renang Indonesia sudah siap tahun 2018 ini untuk menggelar pelatnas di Stadion Renang di kompleks Gelora Bung Karno. Namun, rencana itu batal, dan pelatnas akan dilakukan di Kolam Renang Tirta Arum, Gianyar, Bali setelah libur tahun baru dan akan berkumpul kembali pada 4 Januari besok. Dalam kutipannya di jpnn.com, Pelatih renang Albert Sutanto menjelaskan, bahwa terjadi kesalahan teknis yang membuat pelatnas batal di komplek GBK. ”Ada salah pemasangan posisi bucket,” ucapnya. Selain itu, Albert juga menuturkan akan mengirim beberapa atletnya ke luar negeri untuk mengikuti pelatnas. Negara Amerika Serikat dan Australia menjadi tujuan pelatnas tersebut guna memberikan prestasi gemilang di Asian Games 2018. Nantinya, para atlet akan dilatih oleh dua orang pelatih yakni Dave Selo akan membantu menangani pelatnas di Amerika Serikat. Sedangkan, Gavin Urquhart yang akan melatih di Australia. Tetapi, pelatnas di luar negeri masih menunggu hasil rapat dari PB PRSI. Karena, dana yang diberikan untuk tim renang Indonesia hanya Rp 2 miliar. ”Namun, kami masih menunggu hasil rapat internal PB PRSI,” katanya. (pah/adt)

GBK Aquatic Stadium Resmi Ditunjuk Sebagai Markas Pelatnas Menjelang Asian Games 2018

Fasilitas-di-GBK-Aquatik-Stadium-Senayan

Asian Games 2018 akan dimulai pada 18 Agustus mendatang di Indonesia. Tentunya, segala persiapan baik itu segi fasilitas maupun atlet terus digenjot untuk memberikan hasil yang maksimal. Seperti, Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) yang sudah menunjuk GBK Aquatic Stadium Senayan sebagai tempat pemusatan latihan Nasional (Pelatnas). Kepala Bidang pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PB PRSI, Wisnu Wardhana mengatakan, fasilitas di GBK sudah memadai bagi para atlet. Ditambah, atlet akan terbiasa dan mudah beradaptasi dengan venue. “Apalagi inilah venues yang akan digunakan pada event Asian Games mendatang. Jadi para atlet kita akan lebih terbiasa,” ungkapnya. Namun, akan ada atlet yang akan uji coba dan pelatnas ke luar negeri. “Namun kita juga punya rencana para atlet renang akan melakukan uji coba dan pemusatan latihan di luar negeri. Sebagian ke AS dan sebagian ke Australia. Sementara untuk polo air kita akan ke Serbia, dengan loncat indah melakukannya di China,” lanjut Wisnu seperti dikutip kompas.com. Pelatnas atlet renang, selama ini menunjuk Bali sebagai pelatihan bagi para atlet. Dengan menunjuknya Jakarta sebagai pelatnas bagi atlet, pastinya bisa kordinasi dengan mudah. “Ya, kita akan memutuskan pemusatan untuk ada di Jakarta, sehingga lebih memudahkan untuk koordinasi dan efisiensi,” ungkap Wisnu. Perihal mengenai target yang dicanangkan. Wisnu, lebih condong ke tiga nomor yang bisa memberikan kontribusi medali. “Jika prestasi memungkinkan perak, tapi diusahakan emas. Itu ada di 50 meter gaya punggung putra, 50 meter gaya dada putra dan estafet 4×100 meter,” ungkap Wisnu. Di arena SEA Games Kuala Lumpur 2017 lalu, pada nomor 50 meter gaya punggung, emas didapat dari I Gde Siman Sudartawa, sementara di nomor 50 meter gaya dada Indra Gunawan juga mendapatkan emas. Namun di nomor 4×100 meter gaya ganti putera, Indonesia hanya mendapat medali perak di bawah Joseph Schooling cs dari Singapura. Sementara itu, pelatih loncat indah, Harly Ramayani menyambut baik adanya pelatnas di GBK. Karena, selama ini latihan para atlet belum mempunyai tempat yang memenuhi standar. “Kalau bisa seusai Indonesia Open ini, loncat indah langsung latihan di Senayan. Selama ini tempat latihan kami sama sekali tak memenuhi standar. Yang di Senayan ini saja, memang menara masih terlalu tebal, tetapi cukuplah buat kami,” papar Harly. (pah/adt)

Berhasil Hadiahi Emas Cabang Olahraga Renang Untuk Jawa Barat, Rara Ceritakan Pengalamannya Di Negara Hungaria

Joanita-Mutiara-Hapsari-Renang

Sosok inspirasi kali ini adalah Joanita Mutiara Hapsari, ia merupakan gadis periang asal Jawa Barat yang telah mengikuti cabang olahraga renang pada POMNas 2017 lalu. Gadis dengan panggilan akrab Rara ini sudah mengikuti berbagai kejuaraan dalam cabang olahraga renang dan selam. Dalam kompetisi POMNas 2017 lalu, Rara membawa pulang 2 medali perunggu, 1 medali perak dalam kategori perorangan dan untuk estafet. Rara dan tim berhasil menyumbangkan medali emas untuk Provinsi Jawa Barat. Ia membagikan ceritanya ketika di latihan di Hungaria selama 1 bulan setengah untuk persiapan PON 2016 lalu kepada nysnmedia.com. “Biasanya kan pelatihnya yang datang ke Indonesia, cuma karena dia gak bisa ke Indonesia, jadinya aku dan atlet yang lain pergi ke Hungary. Selama disana aku belajar hidup mandiri itu kayak gimana, aku belajar menghadapi sifat temen-teman yg berbeda-beda dan belajar ngontrol diri biar ngga moody. Terus aku bisa latihan secara maksimal, sempat sehari latihan 4 kali selama seminggu. Asik juga bisa pergi jalan-jalan gitu” tuturnya. Mahasiswi STP NHI Bandung ini sudah mengikuti berbagai kompetisi dalam cabang olahraga renang dan selam yang sudah ia jalanin sejak 2011. Seperti halnya PON, POMNas, Asian Youth Games, Asean School Games, Kejuaraan Nasional dan Asian Finswimming Championship. Meski telah banyak prestasi yang diraih Rara, ia juga pernah mengalami cedera pada bagian pinggangnya akibat kurang pemanasan. “Aku pernah cedera pinggang tahun 2014 Aku sampai susah tidur, mau pembalikan salto gitu malah sakit banget. Sejak itu, 2 kali pertandingan aku mesti pakai pain killer sebelum berenang. Tapi tetap gak berpengaruh. Sampai pada akhirnya, aku stop latihan kira-kira hampir sebulan buat terapi pinggang. Dari situ aku jadi rajin stretching terutama kaki dan pinggang,” tutupnya. (put/adt)

Bukan Sekadar Therapy Asma, Olahraga Renang Berhasil Membawa Raina ke SEA GAMES 2017

Rania-Saumi-Grahana-Ramdhani-renang

Gadis cantik asal Jawa Barat ini bernama lengkap Raina Saumi Grahana Ramdhani, atau yang akrab disapa Raina. Ia merupakan salah satu atlet renang yang membawa nama Indonesia ke SEA GAMES 2017 lalu. Pada awalnya, olahraga renang berhasil menjadi terapi untuk menyembuhkan penyakit asma yang dideritanya sejak usia 7 tahun. “Awalnya sih disuruh dokter untuk terapi asma. Tapi kebetulan juga aku hobi renang, jadi keterusan. Alhamdulilah asmanya sembuh,” ucapnya Tak hanya SEA GAMES 2017, Raina sudah mengikuti beberapa kompetisi sejak tahun 2003 baik dari tingkat nasional hingga tingkat dunia seperti World Champhionships di Budapest. Bahkan ia juga pernah mencetak rekor nasional 800 m dalam waktu 8.53.71, 400 m dengan 4.20.16 dan 200 m dengan 2.05.15. Dan kini, gadis berumur 22 tahun ini sedang berlaga dalam POMNas mewakili nama Provinsi Jawa Barat yang diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Mahasiswi STIE Dharma Agung Bandung yang sangat menyukai coklat ini mengakui, bahwa bertanding dengan perenang lain dari berbagai negara merupakan pengalaman yang berharga bagi dirinya. “Pergi ke kejuaraan tingkat dunia melihat juga para perenang world class bertanding itu adalah pengalaman berharga,”tutupnya (put/adt)