Singkirkan Malaysia, Lifter 17 Tahun Dari Jambi Sabet Emas

Lifter putri Gusti Melinda raih emas test event Asian Games 2018. (liputan6.com)

Jakarta- Melinda Gusti, lifter putri berusia 17 tahun, sukses meraih medali emas di nomor 75 kg, pada test event Asian Games 2018, cabang olahraga (cabor) angkat besi, di Hall A2, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (12/2). Ia membuat kejutan setelah mencatatkan total angkatan 204 kg (snatch 93 kg dan clean and jerk 111 kg). Torehan ini mengungguli lifter asal Malaysia, Jabriella Teo Samuel, yang hanya mampu membukukan total angkatan 179 kg (snacth 79 kg, dan clean and jerk 100 kg). Melinda mengaku tegang karena baru pertama kali bersaing dengan negara-negara lain di kejuaraan internasional. “Apalagi persiapan saya singkat. Saya baru sampai Jakarta dari Jambi tiga hari yang lalu,” beber Melinda seperti dilansir bolasport.com, Senin (12/2). Dirja Wiharja, Pelatih Kepala Angkat Besi Pelatnas, mengapresiasi keberhasilan anak asuhnya itu dalam meraih medali. “Ini baru ajang pemanasan. Kami harus lebih intens lagi berlatih untuk menghadapi event sesungguhnya Agustus nanti,” jelasnya. Ia menambahkan pihaknya masih memiliki waktu memperbaiki kelemahan guna meraih hasil terbaik di Asian Games 2018. “Kami masih punya waktu memperbaiki kelemahan. Dan, ketika Asian Games nanti seluruh lifter diharapkan akan tampil dengan kemampuan terbaik mereka untuk memberikan hasil terbaik bagi Merah Putih,” tutupnya. (adt)

Nyaris Dicoret dari Pelatnas, Empat Karateka Temui Menpora

Empat karateka yang terancam dicoret dari Pelatnas bertemu Menpora. (Kemenpora)

Jakarta- Terancam dicoret dari skuat Pelatnas Asian Games 2018, empat karateka akhirnya menemui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imama Nahrawi, di Kantor Kemenpoa, Jakarta, pada Senin (12/2). Sebelumnya, Sisilia Ora (kata perorangan), Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg), Cok Istri Agung Sanistyarani (kumite -55 kg), Ahmad Zigi Zaresta Yuda (kata perorangan putra), dikabarkan mangkir dan meninggalkan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Imam berharap mereka secepatnya kembali dan fokus mempersiapkan diri ke ajang Asian Games 2018. “Tapi saya ingin dengar dari kalian, apakah masih bersedia tetap di Pelatnas dengan kondisi pelatih baru? Dan sejauh mana peluang mendapatkan medali di Asian Games nanti ?,” tanya Menpora, didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Mulyana dan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, pada Senin (12/2). Demi ‘Merah Putih’ keempat karateka inipun siap kembali ke Pelatnas, bahkan mereka optimis mampu meraih medali emas Asian Games 2018. Mereka juga meminta agar berita negatif yang menyebutkan mereka kabur dari Pelatnas karena menolak pelatih baru yang ditunjuk Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki), serta tidak lolos seleksi tak lagi dimunculkan. “Kami tidak pernah kabur dari Pelatnas. Kami pun tak takut bersaing seleksi. Alhamdulillah kami semua sudah lolos seleksi itu. Kami hanya menolak ikut Pelatnas Premiere League di Paris, 26-27 Januari 2018. Karena permintaan kami agar pelatih yang telah dua tahun menangani kami, bisa diikutsertakan,” tukas Sisilia Ora. (adt)

Hindari Senior Cedera, Pemerintah Wajib Dorong Atlet Muda

Menpora berharap Maria Londa (merah) meraih emas di Asian Games 2018. (kemenpora)

Jakarta- Mohammad Hasan, Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), berharap pemerintah ikut serta memikirkan atlet lapis kedua dan ketiga, khususnya di cabang olahraga (cabor) atletik. “Pemerintah bisa ikut memikirkan jangan hanya atlet senior saja, tetapi ada lapisannya yakni atlet junior, atlet remaja dan atlet pra remaja untuk menghindari cedera atlet senior,” beber Bob Hasan, sapaan akrabnya, Senin (12/2). Pada Minggu (11/2), atlet lompat jauh Maria Natalia Londa sukses menyabet emas di ajang test event Asian Games 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Ia mengungguli dua rivalnya yakni Neena Varakil (India), dan Nayana James (India), dengan lompatan 6,43 meter. Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olaharaga (Menpora), berharap medali emas yang ditorehkan Maria Londa dapat berlanjut di Asian Games 2018, Agustus medatang. “Selamat kepada Maria Londa yang berhasil meraih medali emas di ajang test event Atletik Asian Games ini,” ujar pria berusia 44 tahun itu. “Semoga ini dilanjutkan untuk meraih medali emas di Asian Games pada Agustus mendatang, semoga Maria, pelatih dan kita semua mendukung agar ada peningkatan untuk bersaing dengan negara lain baik di atletik dan cabang yang lain,” tambah pria asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. (adt)

Pemerintah Optimis Test Event Asian Games 2018 Lancar

Wakil Ketua INASGOC, Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) memeriksa kesiapan venues jelang berlangsungnya Test Event Asian Games 2018. (net)

Jakarta- Pemerintah melalui Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto dan Ketua INASGOC Erick Thohir serta Wakil Ketua Sjafrie Sjamsoeddin, pada Kamis (8/2) meninjau beberapa venue untuk Test Event Asian Games di Jakarta, 8-15 Februari 2018. Gatot menyatakan bahwa secara umum venue pertandiangan sudah siap. Namun, lanjutnya, ada beberapa kekurangan yang perlu segera diselesaikan secara maksimal oleh masing-masing penanggung jawab venue pada sore ini. Mulai Kamis sore ini, beberapa cabang dipertandingkan di test event. Gatot dan pimpinan INASGOC mengadakan cek fisik terakhir beberapa venue yang akan dipakai, mulai dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) hingga beberapa tempat lainnya. Diantaranya Tenis Indoor untuk cabang olahraga (cabor) bola voli, Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Basket, Panahan, dan Atletik, kemudian JIExpo Kemayoran untuk Taekwondo serta Padepokan Pencak Silat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Hari ini kami beserta seluruh pimpinan INASGOC mengadakan cek fisik terakhir, khususnya venue-venue yang dipakai test event atau invitation tournament, dan dipastikan seluruh fasilitas yang ada betul-betul siap,” ujar Gatot. “Secara umum (persiapan) 95% fine. Nanti ada cek lagi dari tim monitoring, karena janji mereka (penanggung jawab venue) sore ini siap. Secara umum kami puas dan optimis, itu fungsinya test event untuk mengantisipasi kekurangan, agar saat event sesungguhnya tak ada lagi kendala,” tambahnya. Selain itu, Gatot juga menekakan pentingnya papan-papan petunjuk arah (sign board), mengingat peserta dari negara-negara asing sangat membutuhkan hal itu. “Kelemahan kita di signing, apalagi orang asing yang tak tahu utara-selatan sangat memerlukan hal tersebut,” tutupnya. (adt)

Awalnya Tegang, Pebulutangkis 19 Tahun Buka Jalan Runtuhkan Tembok China

Fitriani turut andil saat tim Indonesia menundukkan tim China 3-2 dalam even Badminton Asia Team Championship 2018. (net)

Kedah- Tim ‘Merah Putih’ sukses meruntuhkan tim bulutangkis China 3-2 pada babak penyisihan di ajang Badminton Asia Team Championship 2018. Fitriani, yang turun di partai pertama sukses mematahkan perlawanan pebulutangkis Chen Yufei, tiga gim dengan skor 16-21, 21-12, dan 21-15, di Stadion Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Kedah, Malaysia, Kamis (8/2). Kemenangan atlet kelahiran Garut, Jawa Barat (Jabar), 19 tahun silam itu membuka jalan bagi rekan setimnya untuk membawa ‘skuat’ Pelatnas Cipayung itu jadi pemuncak Grup Z. “Alhamdulillah, sumbang angka untuk tim. Awalnya agak tegang karena saya jadi tunggal pertama. Apalagi rekor pertemuan saya 1-3,” beber Fitri, sapaan akrabnya, seperti dilansir Badmintonindonesia.org, Kamis (8/2). Dia melanjutkan, pada gim pertama dirinya mengaku masih ragu-ragu, karena faktor tiupan angin. “Gim kedua, saya lebih berani relinya. Pukulan lawan yang susah itu bisa saya kembalikan, lama-lama dia nggak percaya diri juga sama pukulannya,” tambahnya. Di partai kedua, duet ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu menambah keunggulan tim usai menundukkan Du Yue/Li Yinhui, dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-12. Dobel Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta di partai keempat, mengandaskan Cao Tong Wei/Yu Zheng, melalui drama tiga gim dengan skor 21-14, 19-21, dan 23-21. Sedangkan China mampu mencuri kemenangan yakni dari tunggal putri He Bingjiao dan Chen Xiaoxin. Bingjiao mengandaskan Gregoria Mariska Tunjung, dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-10. Dan, Chen menyudahi perlawanan Ruselli Hartawan, dengan skor 21-17, 21-17. Sebelumnya, pada Selasa (6/2), Srikandi Indonesia melipat tim Singapura dengan skor 5-0. Hasil akhir 3-2 atas China ini membuat tim putri Indonesia terhindar dari para juara grup lainnya pada babak delapan besar, yang kembali bertanding pada Jumat (9/2). (adt) Hasil Babak Penyisihan Grup Z: Indonesia vs China 3-2 Indonesia vs Singapura 5-0

Hentikan Laga saat Azan, Mantan Wasit Liga Primer Inggris Banjir Pujian

Mantan Wasit Laga Primer Inggris, Mark Clattenburg, di banjiri pujian usai menghentikan pertandingan Piala Arab Saudi antara Al Feiha melawan Al Fateh, ketika azan berkumandang. Babak tambahan laga Al Feiha melawan Al Fateh yang berlangsung di Stadion King Salman, Al Majma’ah, Rabu (24/1),  baru berlangsung lima menit ketika Clattenburg tiba-tiba menangkat tangan meniup peluit. Para pemain kedua tim sempat bingung dengan tindakan Clattenburg karena wasit 42 tahun itu mebunyikan peluit saat tidak terjadi pelanggaran. Dikutip dari CNNIndonesia, sambil meminta bola Clattenburg lalu menjelaskan kepada para pemain bahwa keputusannya untuk menghentikan pertandingan karena terdengar suara Azan yang berkumandang dari masjid yang berada dari sekitar stadion. Pertandingan yang terhenti sekitar tiga menit. Setelah kumandang azan berhenti Clattenburg kemudian meniup peluit tanda pertandingan kembali dimulai. Ratusan penonton yang berada di Stadion King Salman pun memberi pujian atas keputusan Clattenburg dengan bertepuk tangan. Tak hanya mendapat pujian dari penonton di stadion, wasit terbaik dunia tahun 2016 itu juga dibanjiri pujian dari netizen di media sosial. Netizen merasa keputusan Clattenburg yang berani menghentikan pertandingan karena adzan berkumandang merupakan tindaknya yang patut di tiru oleh wasit lainnya. Mr @clattenburg1975 , What you did today in the Fayha vs Fateh game was really nice , It showed that you are very respectful and you indeed deserve the position you’re in , Good luck to you. — saud aljohani (@saudj99) January 24, 2018 Akun @saudj99 menulis, “Apa yang kamu lakukan di pertandingan Fayha vs Fateh sangat indah. Itu menunjukkan rasa hormat dan Anda memang pantas berada di posisi Anda saat ini.” Clattenburg terbilang memiliki karier yang cukup cemerlang. Wasit asal Consett, County Durham, itu sempat memimpin sejumlah pertandingan besar, seperti Final Liga Champions 2016 dan Final Piala Eropa 2016. Pada Februari 2017, Clattenburg mengambil keputusan mengejutkan. Ia meninggalkan posisi sebagai wasit Liga Primer Inggris dan menerima tawaran Asosiasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Clattenburg kini menjabat sebagai Kepala Wasit SAFF menggantikan posisi Howard Webb. Keputusan itu juga membuat Clatteburg kehilangan lencana wasit FIFA.

Ratusan Siswa Bersaing di O2SN Tingkat Kecamatan Jatiuwung

O2SN-Kecamatan-Jatiuwung

Tangerang-Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau O2SN merupakan ajang untuk menyakurkan bakat bagi para pelajar baik itu SD, SMP maupun SMA. Ajang O2SN juga, ajang berkelanjutan dari mulai tingkat Kecamatan, Provininsi dan Nasional. Kini, dimulai dari tingkat Kecamatan yang berada di Tangerang, tepatnya Kecamatan Jatiuwung. Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta ikuti O2SN yang berlangsung di GOR Jatiuwung dan di buka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Abduh Surahman, Selasa (23/1). Terdapat delapan cabang olahraga yang diperlombakan diantaranya pencak silat, karate, sepak bola mini, catur, renang dan bulutangkis. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Abduh Surahman mengatakan, O2SN merupakan tempat yang tepat bagi pembentukan mental siswa. “Sejak dini kita latih pelajar terutama mentalnya, semakin banyak latihan dan bertanding akan semakin baik mentalnya,”ucap Abduh, Selasa (23/1). Di tahun sebelumnya, karate mampu menembus babak Nasional. Abduh pun berharap, kali ini bisa mencetak banyak atlet berprestasi. “Untuk menjadi juara nasional ya kita harus juara dulu di Banten, kita harap melalui O2SN Kecamatan dapat melahirkan bibit atlet andal sehingga kita bisa menjadi juara di Banten,” tukasnya. Sementara itu, Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Pendidikan Kecamatan Jatiuwung, Maramis Ahmadi mengatakan, 24 sekolah dari ratusan siswa beradu untuk mencari yang terbaik dengan sportif. “Ada 24 sekolah baik negeri maupun dan swasta yang berpartisipasi, Diharapan memperoleh prestasi yang bagus diajang ini,” ujar Ahmadi. Cabor catur dan sepak bola mini serta karate menjadi cabor yang diunggulkan untuk bisa berprestasi sampai dengan tingkat Nasional “Karate sudah sampai nasional kami harap juga diikuti cabor lainnya,” katanya. (pah)

Rifda Irfanaluthfi, Gadis Muda Yang Berhasil Menyabet Medali Nasional Maupun Internasional

Rifda-Irfanuluthi

Rifda Irfanaluthfi, namanya mungkin masih asing  di telinga masyarakat indonesia, namun prestasinya dapat membuat kita tercengang. Rifda, panggilan akrabnya, lahir pada 16 Oktober 1999. Gadis berusia 18 Tahun ini merupakan atlet Senam Artistik asal Jakarta yang bernaung di bawah asuhan pelatih Eva Novalina Butarbutar. Ia mulai menggeluti dunia Senam artistik sejak kecil dan telah mengumpulkan berbagai macam mendali, namun ia baru mulai mengikuti kejuaraan berkelas Internasional beberapa tahun belakangan ini. Pada 2014 lalu, ia berhasil meraih dua medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja sebagai perwakilian Provinsi Jakarta. Mulai dari sanalah ia bertekad untuk bisa maju ke ajang internasional. Debut internasionalnya dimulai pada Maret 2015 lalu, ketika mengikuti pertandingan Doha World Cup yang di selenggarakan di Qatar. di mana dia bertanding di nomor meja lompat, balok keseimbangan, dan senam lantai. Pada Juni 2015 pada SEA Games yang di selenggarakan di Singapura, ia berhasil meraih medali perak di nomor senam lantai. Tak sampai disitu, pada bulan Juli di Asian Artistic Gymnastics Championships di Tokyo Jepang, ia bertanding lagi, namun tak meraih medali. Hal yang sama terjadi saat ia bertanding di ajang World Artistic Gymnastics Championships Glasgow yang di adakan di Inggris. Pada September 2016 sebelum ia berangkat ke Inggris. Ia mengikuti kejuaraan Pekan Olahraha Pelajar Nasional (POPNas), Rifda meraih tiga medali emas dan Indonesian National Youth Games meraih dua medali emas. Tak puas dengan kesuksesannya di ajang Nasional saja, Rifda terus berjuang meraih emas di ajang Internasionalnya. Pada Mei lalu ia mewakili Indonesia di ajang Islamic Solidarity Games 2017 yang di selenggarakan di Azerbaijan. Ia berhasil meraih perunggu di nomor tim bersama Tazsa Miranda Devira dan Armartiani. Serta medali perunggu di nomor meja lompat. Belum puas hanya mendapatkan mendali perunggu di ajang Internasional, Rifda mencoba peruntungannya di ajang SEA Games 2017 yang di selenggarakan di Malaysia pada bulan Agustus lalu. Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta ini berhasil memborong Lima mendali di SEA Games 2017 lalu, ia berhasil mengumpulkan empat medali yang salah satunya adalah Emas. Mendali yang ia raih dari berbagai nomor pertandingan, yaitu Mendali perak di nomor vault, Perunggu di nomor uneven bars, Emas di nomor balance beam, dan perunggu di nomor floor. Tak hanya itu, Dalam ajang tersebut, Rifda bersama teamnya berhasil meraih medali perunggu untuk nomor team all-around. Namun, Perolehan emas ini merupakan yang pertama bagi Rifda setelah mengikuti berbagai ajang internasional. Pada 21 Desember kemarin, Rifda baru saja menambahkan koleksi mendalinya dengan meraih Perunggu di ajang Voronin Cup 2017 yang di adakan di Moscow, Rusia. Tahun 2017 merupakan tahun gemilang Rifda, ia berhasil mengumpulkan pundi-pundi mendali dari berbagai Ajang perlombaan. Semoga di tahun 2018 nanti, ia dapat menambah koleksi mendali. Yang pada rencananya, ia akan terjun dalam ajang Asian Games 2018 yang akan di adakan di Jakarta dan Palembang.

Banyak Kejutan di Pekan ke-20 Liga Kompas

Siaga-Pratama-(hijau)-bermain-sangat-baik-ketika-menghadapi-JFA

Liga Kompas Gramedia U-14 sudah memasuki pekan ke-20, pada Sabtu (23/12) lalu. Banyak kejutan yang terjadi di tiap pertandingan, Liga Kompas Gramedia U-14 Asiop Apacinti (1) vs Remci Tangerang (0) Seperti yang telah di kutip oleh ligakg.kompas.id. Asiop Apacinti yang bertemu dengan Remci Tangerang yang mempertontonkan pertandingan yang alot. Kedua tim, sama-sama saling ngotot ingin meraih kemenangan. Hasilnya, gol tunggal dari Tegar Andy (17) berhasil membawa Asiop unggul pada menit ke-17, sekaligus menutup laga dengan skor 1-0. Dengan kemenangan ini, Asiop berhasil mengambil alih puncak klasemen sementara pada Liga Kompas Gramedia U-14. Pelatih Asiop Apacinti, Yayat mengatakan, pertandingan semakin ketat dan tak bisa di prediksi. Tak hanya itu, cuaca pun juga sulit di prediksi. “Tidak peduli papan atas maupun bawah, semuanya tampak kompetitif pada musim ini. Cuaca lapangan yang panas di luar dugaan kami, karena selama ini latihan selalu hujan. Makanya saya minta anak-anak lebih bermain taktikal”, imbuhnya. Sedangkan, Tim binaan Firman Utina yakni Talenta Muda FU15 belum memberikan hasil maksimal di pekan ke-20. FU15 yang bertemu dengan penghuni dasar klasemen SSJ Kota Bogor, hanya bermain imbang tanpa gol hingga laga usai. Dan hasil skorpun tak berubah. Talenta Muda FU15 (0) vs SSJ Bogor (0) Bina Taruna yang ditinggalkan sang pelatih, berdampak pada permainan tim. Dan benar saja, Bina Taruna harus takluk di tangan Cibinong Raya dengan skor 1-0. Meski, bermain dengan baik yakni menguasi penguasaan bola. Bina Taruna, merasa kesulitan menghadapi Cibinong Raya. Justru, Cibinong Raya berhasil mencuri gol di menit 45 melalui Dwi Putra (14). Gol tersebut, menjadi satu-satunya gol yang tercipta dan membuat Cibinong Raya meraih poin penuh. Hasilnya Cibinong Raya (1) vs Bina Taruna (0) Pelatih sementara Bina Taruna, Anwar sempat mengatakan, bahwa strategi yang digunakan tidak berjalan dengan baik. “Melawan Cibinong Raya kami selalu berusaha untuk pressing ke depan, namun transisi pemain dari menyerang ke bertahan masih belum sempurna,” terang Anwar. Sementara itu, Asiop Apacinti harus berterima kasih kepada Siaga Pratama. Karena, Siaga Pratama mampu mengalahkan JFA yang beberapa pekan ini berhasil memuncaki klasemen sementara. Siaga Pratama sukses mengalahkan JFA dengan skor 2-0 dan harus rela posisi puncaknya direbut Asiop Apacinti. Para pemain JFA tak menduga, pemain Siaga Pratama bermain begitu menggila. JFA tak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Justru, pertahanan JFA terus menerus di tekan pemain Siaga Pratama. Wildhan (26) dan Satria Thoriq (12) menjadi aktor kunci mengalahkan JFA dengan sumbangan golnya pada menit 27 dan 47. Skor 2-0 pun, membuat Siaga Pratama meraih poin penuh atas JFA. Pelatih fisik Siaga Pratama, Wanda mengatakan, fisik pemain yang prima menjadi kunci utama memenangkan pertandingan ini. Walaupun, masih banyak terkendala dalam berlatih. “Sebenarnya lapangan latihan menjadi kendala utama kami. Siaga Pratama hanya bisa berlatih strategi permainan pada hari Jumat karena ketersediaan lapangan”, tuturnya. (pah/adt)

Sembilan Cabor Akan Ikuti Test Event Asian Games 2018

AFF SUZUKI CUP 2016 Final Rounds Final Leg 1, Indonesia 14 December 2016

Beberapa bulan lagi, pagelaran event olahraga terbesar kedua yakni Asian Games akan dihelat. Indonesia menjadi tuan rumah pada pagelaran Asian Games 2018 ajang empat tahunan ini. Demi kelancaran event tersebut dan pemanasan para atlet, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) bersiap menggelar test event bagi sembilan cabang olahraga (cabor) dan mempertandingkan 105 nomor. Total terdapat 1.991 atlet yang akan mengikuti test event pada Februari 2018 di Jakarta. “Saat ini KOI mempersiapkan perangkat untuk seleksi atlet yang akan ikut test event Asian Games 2018. Kami akan berkoordinasi dengan para manajer dan Chief de Mission masing-masing,” tutur pelaksana tugas Sekjen KOI, Hellen Sarita Delima, di kantor INASGOC seperti dikutip bola.com. INASGOC akan terus bekerja keras untuk mengkebut perbaikan venue yang sedang dalam tahap renovasi. Meski dalam tahap renovasi, terdapat beberapa cabor yang sudah menggelar test event terlebih dahulu. Karena, jika menurut jadwal test event akan berakhir pada bulan Maret mendatang. Berikut sembilan cabang olahraga yang akan menggelar test event Asian Games 2018:  Sepak Bola  Voli Indoor  Taekwondo  Angkat Besi  Pencak Silat  Panahan  Basket  Tinju  Atletik (pah/adt/blc)

Kaleidoskop: Momen Tak Terlupakan Dunia Olahraga Indonesia Sepanjang Tahun 2017

kaleideskop 2017

Tahun 2017 akan segera berakhir. Berbagai momen bersejarah dan tak terlupakan pun terjadi terutama di dunia olahraga Indonesia. Momen apa sajakah itu? Berikut momen-momen tak terlupakan yang dirangkum tim nysnmedia.com Match Fixing Indonesian Basketball League (IBL) Di bulan November lalu, kabar tak menyenangkan datang dari dunia basket Indonesia. Pasalnya, terdapat 8 pemain basket dan 1 official pada klub JNE Siliwangi Bandung yang tersandung kasus match fixing atau pengaturan skor. Mereka adalah Ferdinand Damanik, Tri Wilopo, Gian Gumilar, Haritsa Herludityo. Untung Gendro Maryono, Fredy, Vinton Nolan Sarawi, Robertus Riza Raharjo dan Zulhimi Fatturohman. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi)mengeluarkan surat sanksi yaitu pembekuan paling lama 5 tahun dan IBL memberikan sanksi tidak memperbolehkan 9 nama tersebut berkontribusi di IBL seumur hidup. Hingga saat ini, kasus tersebut masih terus diselidiki. Kontorversi Liga 1 Kompetisi liga 1 mulai diadakan pada 15 April 2017 lalu memang menuai banyak kontroversi. Berbagai macam aturan yang diberlakukan dianggap menyulitkan seperti batasan usia pemain maksimal 35 tahun dan mewajibkan pemain U-23 bermain sebagai starter. Tak hanya itu, tidak konsisten dalam menggunakan wasit asing dan perubahan jadwal yang dadakan dianggap sangat tidak efektif. Bahkan supporter dari Persib Bandung pun juga sangat mencuri perhatian. Dan yang sangat kontroversi adalah perbedaan antara Liga 1 dan FIFA tentang penobatan juara liga 1. Kecurangan Yang Dilakukan Malaysia Terhadap Indonesia Di SEA Games Ajang olahraga tingkat Asia Tenggara 2017 lalu yang dilaksanakan di Malaysia dapat dikatakan sangat buruk. Malaysia melakukan berbagai kecurangan bukan hanya terhadap Indonesia namun juga negara-negara lain. Kecurangan yang menerpa Indonesia antara lain insiden posisi bendera Indonesia terbalik di buku panduan SEA Games, salah melakukan pemberian kartu kuning kepada Evan Dimas ketika melawan Timor Leste hingga kecurangan wasit dalam cabang olahraga sepak takraw. Chairul Huda Wafat Saat Bertanding Kiper legendaris Chairul Huda yang membela tim Persela Lamongan wafat saat bertanding melawan tim Semen Padang. Chairul Huda meninggal akibat benturan di bagian kepala dan leher dari rekan setim nya, Ramon Rodrigues. Kejadian tersebut sontak mengejutkan seluruh pihak yang saat itu menyaksikan Chairul Huda yang sempat memegangi dada dan kepalanya setelah terjadi benturan. Duka pun menyelimuti dunia sepak bola dengan kehilangan salah satu kiper panutan pemain-pemain muda Indonesia. Pembukaan Politeknik Olahraga Indonesia (POI) Politeknik Olahraga Indonesia resmi dibuka pada 21 November lalu. Politeknik yang berada di Palembang, Sumatera Selatan ini memiliki 3 program studi, yaitu Sport Industry, Perguruan Tinggi dan Kepelatihan. Ketiga program studi ini dianggap memiliki potensi yang menjanjikan dalam kenaikan prestasi olahraga di Indonesia. Dengan didirikannya POI, diharapkan Indonesia bisa mencetak atlet dan pelatih olahraga professional dimasa depan Dimas Ekky Pratama Mengikuti Ajang Moto2 Pembalap kelahiran tahun 1992 ini dengan bangga membawa nama Indonesia di ajang Moto2 yang diadakan di Sirkuit Sepang, Malaysia. Namun ia gagal melewati garis finish akibat jatuh di lap kedua. Saat itu, ia sedang berada diposisi ke-12. Meski gagal, ia tetap bangga bisa ikut dalam ajang balap motor Internasional. Kemenangan Kevin Sanjaya Dan Marcus Fernaldi Gideon Duet ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menjuarai turnamen BWF Super Series Finals 2017 pada 17 Desember lalu. Gelar Dubai Super Series Finals ini menjadi gelar juara ketujuh yang diraih Kevin/Marcus di ajang Super Series atau Super Series Premier sepanjang tahun 2017. Ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia dan bagi pasangan berjuluk The Minions. Tujuh gelar yang diraih Kevin/Marcus masing-masing datang dari All England, India Terbuka, Malaysia Terbuka, Jepang Terbuka, China Terbuka, Hong Kong Terbuka, dan BWF Super Series Finals Indonesia Juara Umum ASEAN Para Games Indonesia menjadi juara umum diajang ASEAN Para Games 2017 yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Indonesia berhasil membawa pulang 125 emas, 75 perak, dan 50 perunggu. Hal tersebut menunjukkan bahwa atlet difabel bisa Indonesia mengharumkan nama bangsa. Dengan segala keterbatasan dan disabilitas, mereka menjadi sosok-sosok penting pembawa nama baik bangsa di hadapan dunia. Renovasi Venue Asian Games 2018 Menyambut Asian Games 2018, berbagai fasilitas olahraga di Indonesia terutama Jakarta dan Palembang melakukan renovasi besar-besaran. Di Jakarta, kompleks Gelora Bung Karno saat ini sudah mulai rampung, seperti Stadion utama Gelora Bung Karno, Training Facility, Stadion Tenis Indoor dan Outdoor, Stadion Madya, Softball, Gedung Basket dan Lapangan Baseball, Lapangan Hoki, Lapangan Panahan dan Sepakbola ABC serta Stadion Renang (Aquatic). Selain itu, pembangunan juga dilakukan di arena menembak dan danau dayung di Jakabaring Sport Center (JSC) Palembang, rehabilitasi 17 venue di Jawa Barat, dan pembangunan venue Jetski dan Dayung di Ancol, Jakarta. Beberapa momen diatas memang tak akan terlupakan. Semoga di tahun 2018, olahraga di Indonesia bisa terus berkembang hingga kembali mengukir sejarah.(put)

Bonus “Wah” Menanti Peraih Medali Emas Asian Games 2018

Atlet-bulutangkis-Tontowi-Ahmad-dan-Liliyana-Natsir

Jika pada Olimpiade Rio de Janeiro para atlet penyumbang emas mendapat bonus mencapai Rp 5 miliar, Kini di event terbesar kedua di dunia Asian Games 2018, Kemenpora akan memberikan bonus bagi peraih medali emas, terlebih Indonesia akan menjadi tuan rumah. Dengan begitu, atlet semakin terpacu untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia. “Belum bisa diumumkan, tapi bonus Olimpiade kemarin berapa? 5 miliar kan, jadi yang jelas lebih besar dari Asian Games Incheon, tapi tidak boleh lebih dari Olimpiade,” ujar Kemenpora Imam Nahrawi seperti dikutip oleh Antara. Di Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan, atlet Indonesia yang berhasil meraih medali emas memperoleh bonus Rp 400 juta. Namun, kali ini di Asian Games 2018 para atlet tak hanya mendapatkan uang saja tetapi mendapatkan rumah. “Sesuai arahan Pak Wapres dan Pak Presiden, bonus bagi peraih medali emas Asian Games kali ini akan berbeda dari bonus-bonus yang pernah ada, selain uang, peraih emas juga akan mendapatkan rumah, mobil dan kesempatan menjadi PNS,” kata Imam. Imam menambahkan, semua itu dilakukan untuk meningkatkan semangat para atlet untuk mengharumkan nama bangsa di ajang pesta olahraga se-Asia tersebut. Sebelumnya Ketua Dewan Pengarah Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, menyebutkan akan mendukung para atlet melaksanakan pelatnas. Namun, harus sesuai dengan komitmen prestasi yang diberikan, karena Indonesia memasang target menembus 10 besar. “Kita siapkan 700 miliar untuk itu. Hanya untuk 8 bulan ke depan, jadi setidak-tidaknya mungkin sekitar 100 miliar untuk satu bulan kita pakai pelatihan-pelatihan itu. Silakan anda bikin Pelatnas-Pelatnas, harus Pelatnas, mau try out ke negara mana, silakan. Semua akan kita berikan, tapi tentu kita minta komitmen prestasinya,” papar JK. (pah/adt/ant)

GBK Aquatic Stadium Resmi Ditunjuk Sebagai Markas Pelatnas Menjelang Asian Games 2018

Fasilitas-di-GBK-Aquatik-Stadium-Senayan

Asian Games 2018 akan dimulai pada 18 Agustus mendatang di Indonesia. Tentunya, segala persiapan baik itu segi fasilitas maupun atlet terus digenjot untuk memberikan hasil yang maksimal. Seperti, Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) yang sudah menunjuk GBK Aquatic Stadium Senayan sebagai tempat pemusatan latihan Nasional (Pelatnas). Kepala Bidang pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PB PRSI, Wisnu Wardhana mengatakan, fasilitas di GBK sudah memadai bagi para atlet. Ditambah, atlet akan terbiasa dan mudah beradaptasi dengan venue. “Apalagi inilah venues yang akan digunakan pada event Asian Games mendatang. Jadi para atlet kita akan lebih terbiasa,” ungkapnya. Namun, akan ada atlet yang akan uji coba dan pelatnas ke luar negeri. “Namun kita juga punya rencana para atlet renang akan melakukan uji coba dan pemusatan latihan di luar negeri. Sebagian ke AS dan sebagian ke Australia. Sementara untuk polo air kita akan ke Serbia, dengan loncat indah melakukannya di China,” lanjut Wisnu seperti dikutip kompas.com. Pelatnas atlet renang, selama ini menunjuk Bali sebagai pelatihan bagi para atlet. Dengan menunjuknya Jakarta sebagai pelatnas bagi atlet, pastinya bisa kordinasi dengan mudah. “Ya, kita akan memutuskan pemusatan untuk ada di Jakarta, sehingga lebih memudahkan untuk koordinasi dan efisiensi,” ungkap Wisnu. Perihal mengenai target yang dicanangkan. Wisnu, lebih condong ke tiga nomor yang bisa memberikan kontribusi medali. “Jika prestasi memungkinkan perak, tapi diusahakan emas. Itu ada di 50 meter gaya punggung putra, 50 meter gaya dada putra dan estafet 4×100 meter,” ungkap Wisnu. Di arena SEA Games Kuala Lumpur 2017 lalu, pada nomor 50 meter gaya punggung, emas didapat dari I Gde Siman Sudartawa, sementara di nomor 50 meter gaya dada Indra Gunawan juga mendapatkan emas. Namun di nomor 4×100 meter gaya ganti putera, Indonesia hanya mendapat medali perak di bawah Joseph Schooling cs dari Singapura. Sementara itu, pelatih loncat indah, Harly Ramayani menyambut baik adanya pelatnas di GBK. Karena, selama ini latihan para atlet belum mempunyai tempat yang memenuhi standar. “Kalau bisa seusai Indonesia Open ini, loncat indah langsung latihan di Senayan. Selama ini tempat latihan kami sama sekali tak memenuhi standar. Yang di Senayan ini saja, memang menara masih terlalu tebal, tetapi cukuplah buat kami,” papar Harly. (pah/adt)

Ini Juara dan Daftar Pemain Terbaik JJBC 2017

The-hawk-KU-16-Girls-menjadi-juara-setelah-mengalahkan-Jetz-KU-16-Girls

Ajang tahunan JJBC 2017 berakhir sudah pada Minggu (17/12), sebanyak 14 klub dari 34 team bermain sangat sportif sepanjang perhelatan JJBC 2017, baik di kategori KU (Kelompok Umur) 7 hingga KU 16. Tangsi, tawa, senang, emosi dan berbagai macam gestur ditunjukan para pemain maupun para suporter yang hadir di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Panitia yang tak kenal lelah, terus memberikan yang terbaik perlu di acungi jempol dan segenap pendukung keberhasilan JJBC 2017. Dan, berikut nysnmedia.com berikan daftar juara dan pemain yang meraih gelar MVP maupun Top Scorer dari berbagai KU: KU 7 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Cakra Sakti Juara 3 : Rockstar Gym KU 9 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Cakra Sakti Juara 3 : Gading Muda Top Scorer : Efrael dari Jetz MVP : Efrael dari Jetz KU 10 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Metro Starlight Juara 3 : Eagles Academy Top Scorer : Kenneth dari Jetz MVP: Jayden dari Jetz KU 12 Juara 1 : Indonesia Falcon Juara 2 : Jetz Juara 3 : Eagles Academy Top Scorer : Razrel dari Indonesia Falcon MVP : M Akram dari Indonesia Falcon KU 13 Juara 1 : Learn Juara 2 : Indonesia Falcon Juara 3 : Jetz Top Scorer : Andrew dari Learn MVP : Andrew dari Learn KU 16 Putri Juara 1 : The Hawk Juara 2 : Jetz Juara 3 : The Sky Top Scorer : Kezia dari Jetz MVP : Yosia KU 16 Putra Juara 1 : Metro Starlight Juara 2 : Jetz Juara 3 : The Hawk Top Scorer : Yosua dari Metro Starlight MVP : Yosua dari Metro Starlight Nah, itu dia daftar juara, top scorer dan MVP di JJBC 2017 untuk tim kalian yang belum mendapat juara, jangan berkecil hati yah guys. Terus berlatih dan berlatih untuk meraih prestasi yang membanggakan. Dan, sampai jumpa di JJBC 2018.

Permainan Bagus The Hawk Girl Menjadi Kado Manis Bagi Coach Wiwin

Salah-satu-pemain-jetz-(putih)-berusaha-mengambil-bola-tapi-dibayangi-pemain-the-hawk-(ungu)

Duel klasik antara Jetz melawan The Hawk tersaji di babak final KU-16 girls JJBC 2017. Tak hanya itu, pelatih kedua tim merupakan mantan pemain Nasional yang merumput di ajang Indonesian Basket League (IBL) yakni Rico Hantono yang memimpin Jetz dan Cokorda Raka atau coach Wiwin di The Hawk. Quarter pertama, kedua tim bermain dengan alot. Jetz selaku tuan rumah bermain dengan penuh semangat, sementara The Hawk bermain dengan enjoy. Namun, The Hawk memimpin lebih awal di quarter pertama dengan skor 7-10. Sedangkan pada quarter kedua, The Hawk menemukan ritme permainan apiknya. Joan bernomor punggung 8 menjadi motor serangan The Hawk untuk mendulang poin. Tembakan three point dari pemain The Hawk, membuat mereka menjauh dari kejaran Jetz dengan kedudukan 12-22. Quarter ketiga, masih di dominasi permainan The Hawk. Joan lagi-lagi beraksi dengan three point shootnya. Jetz yang tertinggal kian jauh, mulai melancarkan serangan. Namun, kuatnya defense The Hawk menggagalkan upaya anak-anak Jetz. Quarter tiga pun, ditutup dengan skor 17-30. Pada quarter penentuan yakni quarter keempat. The Hawk masih mendominasi, dari segi permainan. Lemahnya, defense pemain Jetz mampu dimaksimalkan The Hawk untuk mendulang poin. Hasilnya, The Hawk mampu mengunci juara di KU-16 girls dengan kemenangan 26-46. Pelatih The Hawk, Cokorda Raka mengatakan, sangat puas dengan permainan hari ini, dan sesuai dengan instruksi. “Anak-anak bermain dengan bagus. Mereka bermain sesuai dengan intruksi yang saya berikan,” ujar Cokorda atau biasa disapa coach Wiwin. Usai pertandingan pun, para pemain The Hawk memberikan kejutan kepada sang pelatih, karena akan berpisah dengan pemain The Hawk. “Tiga bulan saya melatih dan ini terakhir saya melatih anak-anak, bulan depan saya akan mudik ke Bali. Ini kado manis bagi saya yang diberikan oleh anak-anak,” paparnya. (pah/adt)

Learn Sabet Juara Pertama di KU-13 Boys Pada Ajang JJBC 2017

Pemain-Indonesia-Falcons-(Merah)-dihadang-pemain-Learn-(Abu-abu)-di-final-JJBC

Babak grand final ajang JJBC yang diadakan hari ini (17/12) menyuguhkan pertandingan yang sengit. Learn kembali menyabet gelar juara untuk kelompok umur (KU) 13. Learn yang berhasil mengalahkan tim Indonesia Falcons dengan skor 27-32, semakin tampil percaya diri. Quarter pertama dibuka dengan 3 poin dari Learn. Di sisa waktu 5 menit, Indonesia Falcons masih belum berhasil mencetak angka. Quarter pertama ditutup dengan skor 4-12. Beberapa percobaan tembakan skor dari Indonesia Falcons terus digagalkan oleh tim Learn. Indonesia Falcons pun harus tertinggal 12 poin di akhir quarter kedua. Keadaan mulai berbalik ketika Indonesia Falcons mulai berusaha menyamakan kedudukan. Sementara itu pada quarter keempat, pertandingan semakin panas. Para penonton pun terus menyuarakan dukungannya. Indonesia Falcons berupaya menambah skor namun berhasil di hadang oleh tim Learn. Skor hampir imbang, 27-28. Namun, di waktu 30 detik terakhir, Learn menambah 4 poin hingga keluar menjadi juara untuk KU-13.(put/adt)

JJBC KU-12 Boys, Indonesia Falcons Rebut Juara Dari Tuan Rumah

Pemain-Jetz-(Putih)-berupaya-membawa-bola-saat-melawan-Indonesia-Falcons-(Merah)

Pertandingan kelima kelompok umur 12 tahun hari ini (17/12) di kejuaraan Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017 sudah mencapai partai final. Indonesian Falcons berhasil menumbangkan tuan rumah, Jetz dengan skor cukup jauh 28-51. Sejak awal pertandingan, Indonesia Falcons memang sudah memimpin. Di sisa waktu 3 menit quarter pertama, Jetz belum berhasil mencetak poin. Indonesia Falcons terus melaju hingga quarter kedua. Jetz pun berusaha menyamakan kedudukan. Skor hampir imbang dengan 10-13. Tetapi, Indonesia Falcons terus menambah poin hingga Jetz tertinggal 11 poin. Quarter ketiga, Jetz berupaya untuk membalas. Namun, usaha Jetz terus digagalkan oleh tim Indonesia Falcons. Sementara itu pada quarter keempat, Jetz tertinggal 20 poin dengan skor 28-48. Hingga sisa waktu 10 detik akhir di quarter keempat, Jetz pun gagal untuk menyamakan kedudukan. Indonesia Falcons berhasil menjuarai kompetisi Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) dengan mengalahkan sang tuan rumah.(put/adt)

The Hawk Boys Rengkuh Juara Tiga di KU-16 JJBC 2017

Pemain-Hang-Tuah-(putih)-bekerja-keras-ketika-menghadapi-The-Hawk-di-perebutan-juara-tiga-KU-16-Boys-JJBC-2017

Perebutan peringkat tiga, kategori KU-16 Boys di ajang JJBC 2017 menjadi milik The Hawk setelah mengalahkan Hang Tuah dengan skor 29-45, Minggu (17/12). Di dua menit quarter pertama, permainan kedua tim sangat alot. Hang Tuah dan The Hawk masing-masing masih membaca ritme permainan lawan. Baru di lima menit quarter pertama, jual beli serangan dan saling berbalas poin tersaji. Namun, Hang Tuah lebih bisa maksimalkan three point shoot dan unggul sementara dengan skor 15-12. Pada quarter kedua, The Hawk yang sempat tertinggal mencoba bangkit. Lima menit quarter kedua, The Hawk bisa memimpin sementara dengan skor 16-18. Namun, bisa disamakan Hang Tuah 18-18. Di sisa waktu yang ada, kedua tim masih bermain dengan ketat. Tetapi, quarter dua kali sekaligus menjadi milik The Hawk dengan skor 20-23. Di empat menit awal quarter ketiga, The Hawk masih memimpin. Hang Tuah sempat memperkecil jarak menjadi 22-23. Namun, The Hawk kembali menjauh 22-25. Setelah itu, saling berbalas serang membuat permainan semakin menarik. The Hawk kembali memimpin dengan skor 25-30. Pada quarter keempat, Hang Tuah bermain dengan ngotot. Sementara, The Hawk bermain dengan enjoy dan beberapa kali berhasil memanfaatkan peluang untuk mendulang poin. Hasilnya, The Hawk mampu merebut quarter keempat dengan skor 29-45. Sekaligus merebut juara tiga di KU 16 Boys JJBC 2017.(pah/adt)

Jetz Mendominasi Pada Laga JJBC 2017 KU-10 Boys

Pemain-Metro-Starlight-(Hijau)-Mencoba-mencetak-angka

Pertandingan keempat JJBC 2017, di partai puncak grand final mempertemukan Metro Starlight melawan Jetz di KU-10 Boys, Minggu (17/12). Metro Starlight yang menggunakan jersey kebanggaannya hijau-hijau, bermain apik di quarter pertama. Sedangkan, Jetz yang menggunakan jersey kebesarannya kuning-kuning, masih terlihat agak demam panggung. Dua menit akhir quarter pertama, Jetz masih tertinggal dari Metro Starlight dengan skor 6-4. Dari ketinggalannya, anak-anak Jetz mulai mencoba bangkit untuk menyamakan kedudukan, bahkan berusaha membalikan keadaan. Namun, skor 6-4 masih tetap bertahan hingga quarter pertama berakhir. Di quarter kedua, Jetz yang tertinggal mencoba bangkit dan mengejar poinnya. Poin demi poin, berhasil diamankan anak-anak Jetz. Tambahan 15 poin, membuat Jetz unggul pada quarter kedua dengan skor 10-19. Awal quarter tiga, Jetz langsung mendulang poin melalui Lebron. Metro Starlight yang senpat tertinggal, mencoba bangkit dan bermain dengan semangat. Namun, lagi-lagi Jetz masih memimpin dengan skor 22-34. Sedangkan pada quarter keempat, poin Jetz tak bisa terkejar oleh tim Metro Stralight. Lebron, Efrael, Jayden, dan Darren terus menambah perolehan poin bagi Jetz. Jetz pun, berhasil merengkuh juara di KU-10 JJBC 2017 dengan skor akhir 28-51.(pah/adt)

Kevin/Marcus Sabet Gelar Juara BWF Super Series 2017

Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berhasil tampil gemilang dan dapat menjuarai turnamen BWF Super Series Finals 2017. Pasangan ganda putra nomor satu dunia ini mampu mengalahkan pasangan China, Zhang Nan/Liu Cheng dalam dua gim 21-16, 21-15, dalam final yang berlangsung di Hamdan Sports Complex, Dubai, Uni Emirat Arab. Dalam gim pertama poin hingga 16-15, sebelum akhirnya tim Kevin/Marcus melejit ke 21-16. Sedangkan, gim kedua Marcus/Kevin unggul di angka 11 hingga jadi 17-13. Poin tertambah lewat pukulan silang Kevin. Pertandingan final yang berlangsung begitu ketat, tidak menjadi halangan bagi tim Indonesia untuk unggul atas ganda China. Menurut lansiran dari bolaSport.com (18/12/2017), Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI, Aryono Miranat, diakuinya yakin dengan kemenangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di BWF Superseries Finals 2017. Dikatakan Aryono, mereka punya mental yang sangat bagus, di lapangan selalu fight, percaya diri. Kevin/Marcus dikatakan sebagai pasangan pebulutangkis yang saling melengkapi. Saat Kevin tak bisa mengeluarkan permainan, Marcus mengambil alih dan memberi semangat, begitu sebaliknya. “ Tahun depan harus jaga konsistensi, percaya diri boleh, tetapi tetap rendah hati,” tutup Aryono dalam lansiran dari bolaSport.com