Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge – Surabaya 2025

Juara dan runner-up MilkLife Soccer Challenge - Surabaya 2025 mengabadikan momen bersama usai pertandingan final yang digelar di Stadion Bogowonto, Surabaya, Jawa Timur.

  Kategori Usia 10 Juara : SDN Pacarkeling V/186 Runner-up : SDN Kalirungkut I/264 Semifinalis : SDN Dr. Sutomo V/327 dan SDN Ngagel Rejo I/396 Top Scorer : Locita Waranggani Olah Nismara – SDN Pacarkeling V/186 (38 gol) Best Player : Agnia Nurul Fadhila Rohmah – SDN Kalirungkut I/264 Best Goalkeeper : Avicka Dwi Putri – SDN Kalirungkut I/264 Fairplay Team : SDN Dr. Sutomo V/327     Kategori Usia 12 Juara : SDN Kalirungkut I/264 Runner-up : SD Al Islah Semifinalis : SDN Manukan Kulon dan SDN Petemon Top Scorer : Zian Aisyah Rahmadani – SD Al Islah (16 gol) Best Player : Jenifer Charolina Besi – SDN Kalirungkut I/264 Best Goalkeeper : Adhelia Zahwa Syafira Swastika – SDN Kalirungkut I/264 Fairplay Team : SDN Petemon Surabaya 

Animo Tinggi dalam Upaya Lahirkan Pesepakbola Putri di Kota Pahlawan

Momen selebrasi kemenangan tim KU 12 SDN Kalirungkut I/264 usai mengumpulkan tiga poin penuh saat adu penalti penentu juara MilkLife Soccer Challenge - Surabaya 2025.

SURABAYA, 23 Februari 2025 – MilkLife Soccer Challenge – Surabaya 2025 yang berlangsung pada Rabu (19/2) hingga Minggu (23/2) di Stadion Bogowonto dan Stadion Brawijaya Kodam V sukses digelar. Penyelenggaraan turnamen sepak bola putri KU 10 dan KU 12 yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini disambut antusias oleh para siswi di Surabaya dan sekitar. Terbukti, tak kurang dari 1.633 siswi yang terbagi dalam 106 tim KU 12 dan 40 tim KU 10 turut berpartisipasi.  Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, animo tinggi dari para peserta yang juga selaras dengan kualitas, menjadi angin segar untuk mengembalikan kejayaan sepak bola putri Tanah Air. Pada penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Surabaya tahun lalu, seri 1 diikuti oleh 631 peserta, sedangkan di seri kedua sebanyak 1.476 siswi ikut berpartisipasi.  “Kami sangat optimistis tujuan mengembalikan kejayaan sepak bola putri akan tercapai karena ini juga proses yang panjang. MilkLife Soccer Challenge menjadi turnamen yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para talenta-talenta muda yang kelak akan menjadi pemain timnas kebanggaan kita. Kami juga mendorong adik-adik untuk berlatih di sekolah sepak bola (SSB) untuk mempersiapkan diri bertanding pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 dan 2 2025 mendatang,” Teddy berucap. Teddy menambahkan, meski seri pertama MilkLife Soccer Challenge di Surabaya baru akan bergulir medio 2025, para peserta pada turnamen kali ini tetap bertanding secara maksimal dan mengerahkan kemampuan terbaik mereka. Dengan demikian, tujuan diselenggarakannya turnamen ini untuk meningkatkan kualitas dan menjadi wadah bibit-bibit pesepakbola putri potensial bertanding dalam turnamen secara berkala dapat terus terasah. Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge ke depan, lanjut Teddy, akan menyesuaikan dengan kalender akademik agar tidak mengganggu proses pembelajaran akademik siswi di sekolah. Dalam masa penyesuaian tersebut, turnamen sepak bola putri akan terus digelar demi memberikan jam terbang bagi para peserta. “Meski seri selanjutnya di tahun ini mulai terselenggara pada Juni 2025, kami tetap menggelar turnamen agar para siswi terus berkembang secara kualitas dan jeda turnamen satu dan lainnya tidak terlalu jauh,” tandas Teddy. Sementara itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann menyebut potensi para putri di Kota Pahlawan yang cukup menonjol pada KU 10 tahun. Hal ini membuktikan sinyal positif yang harus terus dipupuk untuk menjaga pertumbuhan ekosistem dan regenerasi sepak bola putri.  “Saya melihat di turnamen kali ini justru KU 10 sudah memiliki teknik dasar sepak bola yang cukup baik. Selain itu juga, peserta yang sudah mengikuti turnamen di tahun sebelumnya mengalami peningkatan kualitas signifikan. Sementara yang baru ikut serta memang belum begitu banyak yang menonjol. Kami harap di seri 1 dan seri 2 mendatang, kualitas mereka sudah semakin merata,” tegas Timo. Timo melanjutkan, adanya inovasi baru pada MilkLife Soccer Challenge yaitu fun competition bertajuk Festival SenengSoccer yang menyasar KU 8 berjalan selaras serta menjadi pondasi yang tepat untuk menjaga mata rantai dan supply pemain KU 10. “Festival SenengSoccer itu kan mengenalkan gerakan-gerakan dasar bermain sepak bola yang sebenarnya merupakan latihan koordinasi dari teknik, kecepatan dan endurance. Jadi mereka KU 8 sudah memiliki dasar dan ketika nanti ikut turnamen di KU 10 sudah tidak kaget, namun tentu harus dilatih terus,” ungkapnya. Panas di Laga Pamungkas   Sementara itu dari sisi lapangan, partai final MilkLife Soccer Challenge – Surabaya 2025 yang tersaji di Stadion Bogowonto, Minggu (23/2) berlangsung sengit. Tim KU 12 SDN Kalirungkut I/264 berhasil membuktikan diri menjadi juara setelah mengalahkan SD Al Islah melalui drama adu penalti yang menegangkan. Sedangkan di kategori KU 10, SD Pacarkeling V/186 mempertahankan gelar kampiun usai mengalahkan tim SDN Kalirungkut I/264. Pertandingan pamungkas KU 12 antara tim SDN Kalirungkut I/264 dan SD Al Islah berjalan cukup alot. Membuka jalannya pertandingan, SDN Kalirungkut I/264 yang perkuat Jenifer Charolina Besi langsung agresif membangun serangan ke wilayah pertahanan lawan. Pada babak pertama, kedua tim bermain dengan skema menyerang bertahan untuk menciptakan peluang poin. Sayang, upaya keduanya belum mampu mengubah skor kacamata yang tetap bertahan hingga turun minum. Memasuki 15 menit kedua, kapten tim SD Al Islah, Ziyan Aisyah Rahmadani mencoba untuk mengonversi peluang menjadi gol. Namun hal itu masih mampu terwujud lantaran beberapa kali bola melenceng jauh dari mistar gawang. Kedudukan imbang 0-0 bertahan hingga wasit Bachrul Ulum meniup peluit panjang yang memaksa keadaan memasuki babak adu penalti. Tiga poin penuh berhasil dikumpulkan oleh tim SDN Kalirungkut I/264 dari tendangan presisi para algojo yakni Jenifer, Zhiya Putri Diarmanto dan Bellamy Nabilla Ariellaputri. Ini menandakan tim KU 12 SDN Kalirungkut I/264 mampu memberikan epic comeback setelah hanya mampu menjadi runner-up pada MilkLife Soccer Challenge Surabaya – Seri 2 2024 lalu. “Tadi pertandingan sedikit deg-degan, tapi aku dan teman-teman menenangkan diri untuk fokus bertanding karena pasti ada jalan keluar. Aku mikirnya fokus sama permainan, karena kalah menang itu belakangan. Menurutku sepak bola itu seru dan bermanfaat jadi jalan kesuksesan,” ucap Jenifer yang juga mendapat gelar Best Player KU12.   Di sektor KU 10, SDN Pacarkeling V/186 mampu menunjukkan performa impresif sehingga mempertahankan gelar juara dengan skor akhir 6-2 atas tim SDN Kalirungkut I/264. Dua goal getter SDN Pacarkeling V/163 yakni Locita Waranggani Olah Nismara dan Yania Mayang Sari mampu menciptakan hattrick-nya masing-masing. Yania membuka pundi-pundi gol dengan sepakan cantik usai lolos dari penjagaan ketat di depan gawang di menit ke-2, lalu membuat brace di menit ke-7. Akan tetapi tim SDN Kalirungkut I/264 tidak menyerah begitu saja dengan memberikan gol balasan dari kaki Agnia Nurul Fadhila Rohmah sehingga kedudukan menjadi 2-1 menutup babak pertama. Usai restart, kedua tim memposisikan serangan terbuka. Locita yang melihat peluang langsung menceploskan tendangan menukik ke gawang hingga berbuah poin ketiga. Tak sampai di situ, Agnia dan tim kembali melakukan umpan terarah hingga mampu menjebol gawang yang dijaga ketat oleh Mikayla Ramadhania. Lagi-lagi Locita mempertebal keunggulan dengan membuat dua gol cantik melalui tendangan andalannya yang membuat kiper Avicka Dwi Putri kewalahan. Tim SDN Pacarkeling V/168 memastikan gelar juaranya dengan tambahan poin dari Agnia tepat sebelum wasit Firman Ramadhani meniup peluit panjang dengan kedudukan akhir 6-2. “Pertandingannya seru dan happy banget, pokoknya kami satu tim semangat. Aku bilang ke teman-teman passing dan dribbling itu lebih penting saat pertandingan tadi. Terima kasih teman-teman sudah berjuang dan kita menang lagi,” kata Locita yang juga bergelar Top … Read more

Ratusan Pemanjat Muda Berlaga di Kejuaraan Panjat Tembok Nasional

The Spider Kid 2025

EIGER Tropical Adventure menggelar The Spider Kids 2025 serentak di empat kota, meliputi kota Surabaya, Bandung, Makassar dan, Bali. Kompetisi panjat tebing usia anak-anak ini diselenggarakan pada 22-23 Februari 2025. Eiger Adventure Service Team Advisor, Galih Donikara, salah satu departemen di EIGER yang bertanggung jawab terhadap pembinaan panjat tebing mengatakan, kompetisi The Spider Kids adalah agenda rutin yang diselenggarakan EIGER setiap tahun berturut-turut sejak belasan tahun silam. “Kompetisi ini dibuat EIGER di berbagai kota di Indonesia dalam berbagai seri. Untuk menampung minat para pemanjat usia dini. Bagian dari upaya EIGER untuk mendukung Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mencetak atletnya sejak usia dini. Mulai dari kategori Youth E di usia tujuh tahun, bahkan lebih muda lagi,” ungkap Galih Donikara, ditemui di acara pembukaan The Spider Kids 2025 di Surabaya, Sabtu (22/2/2025). Kota Surabaya menjadi istimewa, sebab di kota ini menjadi kota dengan peserta terbanyak. Kurang kebih 126 anak-anak usia paling muda tujuh tahun di ketegori Youth E, usia 10 hingga 11 tahun di kategori Youth D dan, usia 12-13 tahun kategori Youth C berlomba di jalur Lead, kompetisi panjat tebing The Spider Kids 2025. Antusiasme yang membeludak ini disebut oleh FPTI Kota Surabaya sebagai kondisi nyata tingginya animo masyarakat terhadap klub panjat di Jawa Timur. Muhammad Efendi, Technical Delegate FPTI Kota Surabaya yang bertugas dalam The Spider Kids 2025 mengatakan, kompetisi yang dibuat oleh EIGER ini adalah salah satu barometer kompetisi panjat di Surabaya, bahkan di kota-kota lain di Indonesia. “Kompetisi bergengsi The Spider Kids 2025 sangat ditunggu oleh berbagai klub panjat di Jawa Timur, karena menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan para klub. Bukan hanya atletnya, namun juga pelatihnya, gengsi dan kemampuan antar atlet dan pelatih diadu di kompetisi EIGER ini,” ungkap Efendi. Bertahun-tahun kompetisi The Spider Kids digelar di Surabaya, menurut Efendi, telah melahirkan juara dari berbagai klub yag berbeda. Persaingan sangat ketat dan pembinaan atlet usia dini menyebabkan banyak atlet baru bergantian muncul sebagai pemenang. “Yang mengejutkan adalah, usia atlet-atlet cilik ini masih sangat muda, pembinaan masih bisa sangat panjang. The Spider Kids 2025 di Surabaya mempertandingkan kategori lead, dengan tingkat kesulitan, siapa paling tinggi dia yang menang sampai ke babak final dengan jalur yang terus berubah, juga pemenang yang selalu bergantian antar klub panjat,” ungkap Efendi. Sebagai kompetisi resmi panjat tebing di Indonesia untuk pembinaan atlet usia dini, EIGER mengundang FPTI sebagai techninal delegate dalam The Spider Kids 2025 di empat kota berbeda. Kebutuhan pengawasan, keamanan, penilaian kompetisi seluruhnya dikawal oleh FPTI tiap kota atau kabupaten, melalui rekomendasi dari FPTI provinsi hingga ke pusat. Salah satu pelatih juga orang tua dari peserta datang jauh dari Kota Pasuruan, dua jam perjalanan darat dari Surabaya. Agung, selaku pelatih Arjuna Rock Climbing asal Pasuruan mengatakan, ia berangkat jauh dari luar Surabaya membawa tiga orang atlet andalannya. Tahun ini merupakan momen kedua ia beradu teknik dan strategi melawan klub panjat lain dalam kompetisi The Spider Kids 2025. “Tahun lalu saya cuma bawa satu atlet, tahun ini saya alhamdulillah bisa membawa tiga atlet ke kompetisi EIGER di Surabaya ini. Usia paling muda bahkan tujuh tahun! Kami membina atlet panjat tebing sejak usia dini karena program jangka panjang, mencetak prestasi atlet bahkan ada yang sudah dimulai sejak empat tahun usianya. Dukungan dari orang tua membawa anak-anak ini dari sekadar coba-coba, hingga keinginan untuk berprestasi dan menjadi atlet,” ungkap Agung. Sebanyak 126 anak-anak yang mengikuti The Spider Kids 2025 di Surabaya benar-benar menunjukkan kemampuan mereka, sebagai atlet masa depan Indonesia. Seperti yang ditampilkan oleh Zahwa, remaja perempuan usia 12 tahun asal Tumpang Climber Club, sebuah klub panjat asal Malang. “Aku suka manjat sejak umur tujuh tahun. Seru dan menantang. Aku anaknya nggak bisa diam, coba ikut panjat eh ternyata suka. Ketika sudah di papan panjat aku nggak takut sama sekali, bahagia sekali bisa ikut kompetisi EIGER ini, kenalan dengan anak-anak asal klub panjat kota lain di Jawa Timur,” cerita Zahwa. Sumber: Times Indonesia

Smansa Balikpapan Pertahankan Gelar Juara di DBL Samarinda

Tim Putra SMAN 1 Balikpapan

Tim putra SMAN 1 Balikpapan berhasil mempertahankan gelar juara di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Kalimantan. Berhadapan dengan SMAN 2 Samarinda di partai final, Smansa (sebutan SMAN 1 Balikpapan) sukses menang dengan skor 70-45, Jumat 21 Februari 2025. GOR Segiri Samarinda jadi saksi perjuangan dua tim ini sejak tip off dilakukan. Keduanya bertanding dengan sengit di kuarter pertama. Hanya saja, Smansa berhasil melaju 21-6 di kuarter kedua. Hal itu membuat Smansa sukses melebarkan jarak dengan Smada (julukan SMAN 2 Samarinda). Kemenangan Smansa di laga ini menandakan bahwa DBL Samarinda musim ini dimenangkan oleh tim asal luar Kota Samarinda. Di sisi putri, tim putri SMAN 5 Balikpapan berhasil mengalahkan juara musim lalu, yakni SMAN 3 Samarinda. Torehan Smansa ini juga mengulangi tahun 2021 silam. Yakni gelar juara untuk putra dan putri diraih oleh tim asal Balikpapan. Saat itu, tim putra Smansa berhasil menjadi juara. Sementara juara putri diraih oleh SMKN 2 Balikpapan. Secara keseluruhan, putra Smansa sendiri sudah mencatatkan 5 kemenangan di DBL Samarinda. Mereka menjadi juara pada 2009, tahun pertama kali DBL digelar di Kalimantan Timur. Kemudian 2013, 2021, 2024, dan 2025. Di partai final ini, Sean Jason Nathan mencatatkan rekor. Ia mengoleksi 28 poin dan 10 rebound. Torehan itu membawa namanya menjadi top poin di DBL Samarinda musim ini. Disusul oleh Surya Alexander dengan 12 poin dan 3 rebound. Sementara itu, di sisi Smada, kekuatan mereka cukup merata. Hampir seluruh pemain menyumbang poin untuk tim. Federikco Abromovic memimpin dengan 13 poin dan 4 rebound. Disusul Hanafi Anshar dengan 10 poin dan 7 rebound.

Smala Balikpapan Jadi Ratu Baru DBL Samarinda

Tim Putri SMAN 5 Balikpapan

Tim putri SMAN 5 Balikpapan berhasil menjadi juara baru Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Kalimantan. Kepastian ini didapat setelah mengalahkan SMAN 3 Samarinda dengan skor akhir 36-34 di partai final, Jumat 21 Februari 2025, di GOR Segiri, Samarinda. Gelar juara ini merupakan gelar pertama yang didapat oleh tim putri SMAN 5 Balikpapan. Mereka berhasil mengalahkan SMAN 3 Samarinda yang merupakan langganan juara DBL (2013, 2014, 2016, dan 2023). Kedua tim bertanding dengan sengit sejak tip off dilakukan. Smala (sebutan SMAN 5 Balikpapan) unggul satu poin di kuarter pertama. Mereka berhasil melaju 17 poin di kuarter kedua dan melebarkan jarak. Hanya saja, Smaga (sebutan SMAN 3 Samarinda) bukan tanpa balasan. Mereka mencoba mengejar ketertinggalan hingga kuarter berikutnya. Puncaknya adalah kuarter empat. Smaga membuka kuarter empat dengan tambahan 4 poin. Hal itu membuat mereka memperkecil jarak hanya selisih 4 poin saja atas Smala. Sebaliknya, Smala mulai kehilangan sentuhannya ketika memasuki paruh kuarter empat. Smaga berhasil menambah 4 poin di akhir kuarter dan memangkas jarak hanya selisih 2 poin. Kondisi itu membuat kedua tim kian memanas. Sayangnya, tembakan yang dilakukan oleh Carrisa Kumala Putri tidak berujung poin di 7 detik akhir. Smala mendapat dua tembakan gratis dari foul yang dilakukan oleh Salsabila Dani Raya. Sayangnya, dua tembakan itu tidak berhasil dieksekusi dengan baik oleh Kayla Carissa Putri. Namun, Smala tetap berhasil menjaga keunggulan dan memastikan gelar juara. Melvina Fahira memimpin Smala dengan torehan 11 poin dan 6 rebound. Disusul oleh Noura Alifia dan Shafana Rifaya yang sama-sama menyumbang 12 rebound. Noura mencatat 7 poin, sementara Shafana 2 poin. Di tubuh Smaga, Delavina Daryndra memimpin dengan 11 poin dan 5 rebound. Carrisa Kumala nyaris double-double dengan 9 poin dan 12 rebound. Salsabila Dani melengkapi daftar dengan 7 poin dan 11 rebound.

Akhiri Puasa Gelar, Putra Bina Kasih Kembali Jadi Juara DBL Jambi

Putra Bina Kasih

Putra Bina Kasih berhasil menjadi juara di Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 Jambi. Pada partai final yang berlangsung Jumat, 21 Februari 2025, putra Bina Kasih menang dengan skor akhir 54-44 melawan Xaverius 1. Kemenangan ini juga membuat Bina Kasih berhasil merusak ambisi Xaverius 1 untuk meraih gelar ketiga mereka secara beruntun musim ini. Penonton yang hadir di GOR Kotabaru Jambi dibuat senam jantung dengan penampilan kedua tim. Ya,, Xaverius 1 memulai laga dengan apik. Mereka bahkan berhasil membuat Bina Kasih tertinggal sembilan poin di kuarter pertama. Dominasi Xaverius 1 tak berhenti sampai di situ. Kuarter kedua mereka masih begitu tangguh bagi Bina Kasih. Skuad asuhan Danil Handrian masih memimpin hingga paruh pertama berakhir (15-22). Babak kedua Bina Kasih berjuang untuk terus memangkas selisih poin. Mereka menolak kalah untuk ketiga kalinya di partai final oleh Xaverius 1. Tembakan dua poin Nicholas Daren di awal kuarter ketiga membuka asa Bina Kasih mengejar dan membalikkan keadaan. Nama yang sama menjadi dalang di balik pertama kalinya Bina Kasih unggul pada gim final hari ini. Lima menit kuarter ketiga, berawal dari aksi Steven Tan yang mencuri bola dari tangan penggawa Xaverius 1, Daren sukses menghukumnya dengan tembakan dua angka. Bina Kasih menutup kuarter ketiga dengan keunggulan tipis 33-32. Kuarter akhir menjadi penentuan. Bina Kasih semakin mengubur asa three peat Xaverius 1 di kuarter pemungkas. Bahkan mereka sempat melaju sepuluh poin tanpa balas kala kuarter akhir di bawah dua menit. Di skuad Bina Kasih nama Justine Fernando menjadi pengumpul poin terbanyak dengan raihan 18 poin dan 4 rebound. Di belakangnya ada Steven Tan dengan tambahan 10 poin dan 3 steal. Kemenangan ini membuat Bina Kasih mengakhiri puasa gelar mereka, plus melepas predikat spesialis nomor dua. Ya, terakhir kali Bina Kasih juara ada pada musim 2019. Dengan ini Bina Kasih punya empat piala DBL Jambi di sekolah mereka.

Back-to-Back Champion, Putri Smanel Ukir Sejarah Baru

Sejarah tercipta! Putri Smanel -sebutan SMAN 5 Kota Jambi- kembali menjadi juara DBL Jambi. Kepastian ini didapat setelah mereka berhasil menang melawan Netco dengan skor akhir 76-37 pada partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 Jambi, Laga yang berlangsung Jumat, 21 Februari 2025 di GOR Kotabaru Jambi berlangsung seru. Keberhasilan mereka membendung ambisi revans Netco dimulai pada kuarter pertama. Dinda Bilqissyah dan kawan-kawan berhasil membuat Netco hanya mencetak sembilan poin. Akhir kuarter pertama, putri Smanel berhasil unggul sepuluh poin (19-9). Kuarter kedua Netco mulai mengejar. Memang mereka mencetak 11 poin untuk memangkas margin yang menguap. Sayangnya, Putri Ivka dan kawan-kawan kuasa membendung Smanel mencetak poin. Ada 23 poin yang diciptakan Smanel pada kuarter kedua. Hal ini membuat selisih tetap menjadi dua digit poin (42-20). Paruh kedua Smanel kembali menjauh dari kejaran Netco. Mereka unggul lebih dari 25 poin di kuarter ini. Ketenangan menjadi pembeda kedua tim. Ambisi revans yang begitu besar membuat Netco mudah kehilangan bola. Ada 56 turnover yang diciptakan skuad asuhan Muhammad Rizki. Sebanyak 41 poin berhasil dikonversikan pasukan Smanel buah dari 56 turnover. Selain ketenangan, kedalaman skuad kedua tim juga berbeda. Memang benar kedua tim mengandalkan beberapa pemainnya untuk menjadi opsi serangan. Namun, barisan penggawa Smanel cukup banyak membantu dalam mendulang poin. Total ada 16 poin yang diciptakan barisan penggawa Smanel. Hal ini berbanding terbalik dengan pemain cadanga nNetco yang tak mencetak angka sama sekali. Keysa Sabila fenomenal dengan torehan dobel-dobel 21 poin dan 15 rebound. Lalu ada Putri Intan yang juga mencetak dobel-dobel dengan koleksi 20 poin dan 11 rebound. Cindy Tiara menutup daftar pencetak dua digit poin Smanel dengan tambahan 10 poin dan 3 asis. Kemenangan ini membuat Smanel memastikan piala tetap di sekolah tercinta dan mengukir sejarah.

SAC Indonesia Gelar Turnamen Junior Challenge di Kota Tangerang

SAC Indonesia

Student Athletics Championships (SAC) Indonesia menggelar turnamen junior challenge tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diselenggarakan mulai Kamis 20-23 Februari 2025 di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Banten. Wakil Direktur Basketball League (DBL) Indonesia, Yondang Tubangkit menyampaikan ini adalah kali ke-3 diselenggarakannya turnamen SAC Indonesia. Di mana SAC Indonesia kali ini adalah partai final yang mempertemukan antar juara di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dari 6 qualifiers. Di samping itu, Yondang mengungkapkan, pihaknya juga mengadakan turnamen junior challenge untuk tingkat SD dan SM0 yang diikuti 300 sekolah di Kota Tangerang dengan lebih dari 3.500 peserta. “Hari ini, hari pertama Pertamina SAC National Championships. Jadi ini adalah antara juara dari masing-masing 6 qualifiers tingkat SMA. Ini babak finalnya,” kata Yondang usai memberi penghargaan kepada pemenang turnamen di tingkat SD. “Dan untuk adik-adik SD dan SMP ini kita ada turnamen junior challenge lebih dari 300 sekolah di Tangerang jadi ada lebih 3. 500 peserta,” tambahnya. Lebih lanjut, Yondang menjelaskan turnamen SAC Indonesia adalah platform khusus bidang olahraga athletics untuk meningkatkan partisipasi dan minat bakat khususnya bagi para pelajar. Terlebih lagi, tambah Yondang, pihaknya telah lama berkolaborasi dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). “PB Pasi ini akan mengambil jika ada bibit-bibit unggul, kemudian dibina lebih lanjut dengan mengikuti program latihan yang terstruktur untuk menjadi atlet yang lebih baik dan profesional,” terangnya. Yondang berharap dengan adanya turnamen SAC Indonesia ini bidang olahraga athletics lebih dikenal dan diminta, sehingga memunculkan atlet berbakat. “Athletics itu adalah ibu dari segala olahraga, semua berawal dari athletics jadi sangat fundamental,” tandasnya. Sementara itu, Siswa SD Jaya Manggala yang meraih juara 1, Airil mengekspresikan rasa senangnya karena bisa berpartisipasi dalam turnamen SAC Indonesia. “Aku Airil dari sekolah SD Manggala senang, seru ikut lomba. Juara satu. Mau jadi Atlet Athletics,” ucapnya. Sumber: Semarta News

Atlet Triathlon Indonesia Raih Juara Asia 2025

Ayu Pertiwi Martina

Atlet Triathlon Indonesia, Ayu Pertiwi Martina berhasil meraih juara Asia Triathlon Cup Chennai India 2025. Tim Indonesia mengirimkan tiga atlet putra yaitu Rashif Amila, Hayqalah Vello dan Bima Perdana dan tiga putri yaitu Ayu Pertiwi Martina, Renata dan Binta. Mereka dengan didampingi oleh dua pelatih yaitu Coach Fadly dan Barrack. Martina finish dengan catatan waktu 1:04:25, untuk posisi kedua Ikeno Minori finish dengan catatan waktu 1:04:50 dan posisi ketiga Zehnder Anna finish dengan catatan waktu 1 :04:53 dengan nomor elite women. “Selamat kepada Martina yang berhasil membuat Indonesia bangga karena prestasinya sebagai juara Asia Triathlon Cup Chennai 2025. Terima kasih atas kerja keras Martina, atlet-atlet Triathlon, pelatih dan juga Ketum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PP FTI) masa bakti 2023 – 2027 Armand van Kempen,” kata Ketum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman. “Saya berharap ini memotivasi atlet-atlet & pembinaan Triathlon di seluruh Indonesia. Semoga atlet-atlet Triathlon dapat terus mempersembahkan prestasi untuk Indonesia pada single/multi event internasional selanjutnya,” sambungnya “Dengan pembinaan yang baik, saya optimistis ada atlet Triathlon yang lolos Olimpiade selanjutnya di Los Angeles tahun 2028,” tambah Ketum KONI Pusat. Sementara itu Ketua Umum PP FTI, Armand van Kempen mengaku terharu atlet binaannya meraih juara. Adapun ini menjadi satu langkah dari strategi besarnya. “Kejuaraan ini sangat penting dalam mengumpulkan point World Triathlon untuk menuju lolosnya olimpiade 2028 di Los Angeles”, terangnya.

Piala Asia U20 2025: Garuda Muda Raih Hasil Imbang

Timnas Indonesia U-20

Timnas Indonesia U-20 mengakhiri laga di Piala Asia U-20 2025 Grup C dengan hasil imbang 0-0 melawan Yaman di Shenzhen Youth Football Training Base Centre Stadium, China, Rabu (19/2). Sebelumnya Indonesia telah bermain dua kali melawan Iran (13/2) dengan hasil kalah 0-3 dan Uzbekistan (16/2) juga harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-3. Dengan hasil ini, Indonesia berada di peringkat ketiga Grup C dengan satu poin dari tiga pertandingan. Poin tersebut sama dengan yang dikumpulkan Yaman yang berada di posisi akhir karena kalah selisih gol dari Indonesia. “Saya mewakili tim dan saya pribadi sebagai pelatih yang dipercaya, minta maaf kepada semua masyarakat Indonesia, tidak bisa memenuhi keinginan untuk lolos ke Piala Dunia U-20 2025,” kata Indra Sjafri seusai laga. “Saya memimpin tim ini di bulan Desember 2023. Dalam satu tahun ini ada tiga target yang saya terima. Target pertama juara AFF, target kedua harus lolos Piala Asia, dan target ketiga harus lolos ke Piala Dunia. Dari ketiga target itu, saya tak bisa mengantarkan tim ini untuk lolos ke Piala Dunia. Untuk itu, sekali lagi saya mohon maaf,” tambahnya. Indra Sjafri mengatakan bawa dirinya siap menerima evaluasi dan mengapresiasi dukungan penuh dari PSSI untuk Timnas U-20 selama ini. “Saya berterima kasih kepada PSSI yang mendukung penuh semua roadmap saya dan semua program-program latihan saya. Mengenai hal-hal yang misalnya apakah saya harus dievaluasi, saya menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI. Apapun resiko dari kegagalan ini, saya secara kesatria bertanggung jawab,” pungkas Indra Sjafri.

Piala Asia U20 2025: Garuda Muda Kembali Takluk

Piala Asia U20 2025

Timnas Indonesia U-20 harus mengakui keunggulan Uzbekistan dengan skor 1-3 pada laga kedua Grup C Piala Asia U-20 2025 di Shenzen Youth Football Training Base Centre Stadium, Minggu (16/2). Satu-satunya gol Indonesia pada laga ini dicetak oleh Jens Raven pada menit ke-23′. Dengan hasil ini, Indonesia dipastikan tidak dapat lolos grup karena mengalami dua kekalahan. Sebelumnya Garuda Muda kalah 0-3 dari Iran pada lama perdana, Kamis (13/2) lalu. Uzbekistan dan Iran sudah mengemas enam poin dari dua laga, sementara Indonesia masih belum ada poin. Seusai laga, kapten timnas U-20, Dony Tri Pamungkas mengatakan bahwa tim sudah berjuang maksimal dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas hasil ini. “Saya mewakili tim menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung kami. Sekali lagi mohon maaf karena perjuangan kami berakhir dan gagal melaju ke babak delapan besar. Untuk pertandingan terakhir melawan Yaman, kita akan berjuang maksimal dan berharap meraih kemenangan,” kata Dony. Sementara itu, pemain belakang Muhammad Iqbal Gwijangge menyatakan bahwa ada pelajaran berharga atas kekalahan ini. “Pengalaman yang bagus untuk kami bermain di turnamen ini, saya pikir ini adalah pertandingan yang tidak mudah. Kami masih memiliki satu pertandingan lagi sebelum ini berakhir,” kata Muhammad Iqbal. “Saya ingin berterima kasih kepada pelatih, staf dan pemain yang sudah bekerja keras hari ini. Saya pikir kami bermain baik, tapi Uzbekistan bermain lebih bagus dan akhirnya kalah, kami belajar dari hal itu,” sambungnya. Pada laga terakhir, di tempat yang sama Indonesia akan menghadapi Yaman, Rabu (19/2) mendatang.

SDN Kalibanteng Kidul 03 jadi Kampiun KU12, SDN Klepu 03 Sukses Pertahankan Gelar Juara KU 10 MilkLife Soccer Challenge – Semarang 2025

Upacara penghargaan pemenang MilkLife Soccer Challenge - Semarang 2025 yang berlangsung di di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang, Minggu (16/2).

SEMARANG, 16 Februari 2025 – Persaingan memperebutkan label juara MilkLife Soccer Challenge – Semarang 2025 yang dihelat di Stadion Universitas Diponegoro Tembalang, Minggu (16/2), berlangsung sengit dan penuh drama. Di partai final Kategori Usia (KU) 12, SDN Kalibanteng Kidul 03 tampil sebagai juara usai menghentikan perlawanan SDN Sendangmulyo 04 lewat adu penalti. Sementara itu, di KU 10, SDN Klepu 03 sukses mempertahankan status kampiun usai mengalahkan SDN Kembangarum 2 dengan skor 3-1 dalam ajang yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Melihat jalannya pertandingan KU 12, kedua finalis tampil hati-hati di awal babak pertama. Namun, memasuki menit keenam, SDN Kalibanteng Kidul 03 mendapatkan peluang emas di depan gawang Sendangmulyo 04. Nara Stevalia Dezahra yang lepas dari kawalan pun mampu memaksimalkanya menjadi gol. Tertinggal 0-1 membuat SDN Sendangmulyo mencoba lebih agresif dalam menyerang. Setidaknya ada tiga peluang diperoleh, tetapi hingga jeda turun minum tidak ada yang berhasil dikonversi menjadi gol. Memasuki babak kedua, SDN Sendangmulyo 04 sempat mendapatkan peluang bagus lewat kreasi serangan dari sayap. Alice Vinorea Putri yang memperoleh umpan silang mendatar gagal memaksimalkanya lantaran kalah sigap dari kiper Annisa Intan Sabilla. Upaya tim asuhan Ananda Ginanjar Bagasworo baru mencetak gol balasan saat laga memasuki menit ke-22 lewat titik putih. Alice yang dipercaya maju sebagai eksekutor pun sanggup mengemban tugasnya dengan baik. Kedudukan 1-1 yang bertahan hingga akhir waktu normal membuat perebutan gelar juara harus ditentukan lewat adu penalti. Dalam drama tos-tosan ini, kiper SDN Kalibanteng Kidul 03, Annisa Intan Sabilla, tampil menjadi pahlawan dengan menghalau tendangan lawan. Alhasil, SDN Kalibanteng Kidul 03 keluar jadi kampiun KU 12. “Saya sempat deg-degan sebelum bermain di pertandingan final, tapi saya senang banget karena bisa mengantarkan sekolah menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge – Semarang 2025. Semoga dengan prestasi ini saya bisa membuat orang tua bangga,” ucap Annisa.    Sementara itu, di pertandingan final KU 10 SDN Klepu 03 berhasil mempertahankan predikat juara yang mereka raih pada MilkLife Soccer Challenge – Semarang Seri 2 2024. Di partai pamungkas tahun ini, dominasi dan ketangguhan mereka mengakhiri asa SDN Kembangarum 2. Bahkan ketika laga baru berusia dua menit sang mega bintang sekaligus top scorer KU 10, Shakila Azalia Ardani mencetak gol usai terlepas dari kawalan pemain bertahan lawan.  Hanya berselang tiga menit Shakila kembali mencatatkan namanya di papan skor dan menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan kesalahan koordinasi kiper dan bek SDN Kembangarum 2. Memanfaatkan situasi itu, Shakila dengan cepat mencuri bola dan langsung mencetak gol lewat sontekan dari depan gawang yang tak terjaga.  Alih-alih memangkas defisit gol, SDN Kembangarum 2 justru kembali kebobolan pada menit ke-16. Ketajaman Shakila tak terbendung lantaran berhasil mencetak hat-trick sekaligus membuat timnya unggul 3-0 usai memanfaatkan kemelut di depan gawang yang dikawal Ghea Ayudisa Sumaryanto. Berjarak satu menit, SDN Kembangarum 2 mencetak gol balasan lewat gol yang dikemas Intan Putri Kumaladewi setelah memanfaatkan perebutan bola liar di depan gawang SDN Klepu 03. Meski skuad besutan Muhamad Misbakhudin terus memperlihatkan sikap pantang menyerah, tetapi hingga pertandingan berakhir tidak ada lagi gol tercipta sehingga SDN Klepu 03 pun memastikan diri keluar sebagai juara dengan kemenangan 3-1.  Assistant Head Coach MilkLife Soccer Challenge Asep Sunarya menuturkan, penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge – Semarang 2025 menjadi perpaduan antara tim-tim yang sudah berlaga sejak MilkLife Soccer Challenge tahun lalu melawan tim debutan yang baru pertama kali ambil bagian kompetisi ini. Dengan demikian, kualitas peserta lebih bervariatif sehingga bakat-bakat baru pun bermunculan di tengah lapangan hijau. “Saya melihat banyak peningkatan kualitas yang ditunjukkan sekolah-sekolah yang sudah beberapa kali ikut serta di MilkLife Soccer Challenge, khususnya dari segi koordinasi dan pola bermain secara tim dan tidak lagi bergerombol. Beberapa tim baru juga memiliki bakat-bakat yang menonjol dan berpotensi berkembang dengan cepat. Saya yakin dalam satu atau dua tahun ke depan Semarang akan memiliki tim All-Stars yang patut diperhitungkan kota-kota lainnya,” kata Coach Asep. Ekosistem Sepak Bola Putri Mulai Tumbuh di Level Sekolah Dasar Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menuturkan penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge – Semarang 2025 ini merupakan bentuk keseriusan Bakti Olahraga Djarum Foundation membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia secara berjenjang dan berkesinambungan. Diharapkan, dengan rutinnya gelaran kompetisi usia dini dapat mendorong lahirnya bibit-bibit pesepakbola putri yang kelak berjuang bagi Indonesia di masa mendatang.  Turnamen Sepak bola putri ini melibatkan 1.225 siswi yang berasal dari 66 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Semarang dan sekitarnya unjuk kemampuan dan bakat mengolah si kulit bundar di lapangan hijau. Ribuan peserta tersebut terdiri dalam 30 tim yang bersaing di Kategori Umur  (KU) 10 dan 82 tim di KU 12. Tak hanya bersaing dalam kompetisi 7 vs 7, para peserta juga ditantang menunjukkan bakat dan kemampuannya dalam berbagai uji ketangkasan atau Skill Challenge yang terdiri dari dribbling, passing & control, 1 on 1, shoot on target, serta penalty shoot.  “Kami menyadari, membangun ekosistem sepak bola putri tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan penuh kesabaran dan konsistensi. Untuk itu, kami terus menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge sebagai upaya membangun fondasi yang kokoh bagi olahraga ini sekaligus menunjukkan kepada masyarakat dan berbagai stakeholder terkait bahwa kami sangat serius melakukan pemassalan khususnya di level usia dini,” ujar Yoppy. Upaya memutar roda ekosistem sepak bola putri di level usia dini tersebut mulai membuahkan hasil. Salah satunya terlihat di SDN Klepu 03 Semarang yang sudah mengikuti MilkLife Soccer Challenge sejak tahun lalu. Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio, menyebut turnamen sepak bola putri ini tidak hanya menjadi wadah bagi para siswi dalam menyalurkan bakat di lapangan hijau, tapi juga diharapkan menjadi ladang prestasi non akademik bagi anak didiknya. Untuk itu, ia bersama jajaran guru dan pelatih menggodok dengan matang tim yang akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge.  “Ketika MilkLife Soccer Challenge mulai bergulir tahun lalu di Semarang, kami berpikir bahwa turnamen ini bisa menjadi ajang bagi para anak didik menuai prestasi non akademik. Untuk itu, kami menyusun program komprehensif seperti membuat Sekolah Sepak Bola (SSB) di sekolah kami dan membentuk tim yang akan berlaga di setiap gelaran MilkLife Soccer Challenge. Bahkan, sebelum ikut turnamen ini kami menyelenggarakan training camp guna mematangkan kemampuan para … Read more

Sejarah Tercipta, Indonesia Juara!

Badminton Asia Mixed Team Championships

Sejarah tercipta di Qingdao, China, di mana tim bulu tangkis Indonesia untuk pertama kalinya meraih gelar juara Badminton Asia Mixed Team Championships. Turnamen Badminton Asia Mixed Team Championships 2025 di Qingdao sejak 11 hingga 16 Februari 2025. Ini merupakan kejuaraan beregu campuran di mana setiap negara akan melakoni pertandingan tim yang terdiri dari 1 tunggal putra, 1 tunggal putri, 1 ganda putra, 1 ganda putri, dan satu ganda campuran. Tim bulu tangkis Indonesia berhasil melaju ke final Badminton Asia Mixed Team Championships untuk pertama kalinya setelah mengalahkan tim Thailand dengan skor 3-1 sehari sebelumnya. Selain melaju ke final untuk pertama kali, Indonesia juga mencetak sejarah baru dengan menjadi juara Badminton Asia Mixed Team Championship untuk pertama kalinya. Sejarah tercipta setelah pasangan ganda putra Indonesia Fikri/Daniel menang 21-15 dan 21-9 atas Chen Xu Jun/Huang Di, dan mengunci kemenangan 3-1 atas tim China pada final di Qingdao Conson Sports Centre, Minggu (16/2/2025). Badminton Asia Mixed Team Championship 2025 merupakan gelar perdana Indonesia di turnamen ini setelah pertama kali digelar pada 2017. Di partai pertama, Indonesia unggul melalui ganda campuran Rinov Rivaldy/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang menang dua gim langsung atas Gao Jia Xuan/Wu Meng Ying 21-11 dan 21-13. Tunggal putra Alwi Farhan juga berhasil mengalahkan Hu Zhe An dengan skor 21-15, 21-13 sekaligus membuat Indonesia memimpin dengan skor 2-0. Namun, Indonesia gagal mengunci kemenangan mutlak setelah China berhasil mencuri satu poin dari partai tunggal putri. Xu Wen Jing mengalahkan Putri Kusuma Wardani dengan skor 21-12, 21-13. Di partai keempat, Fikri/Marthin berhasil mengunci kemenangan 3-1 atas China, sehingga laga Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Chen Qing Chen/Keng Shu Liang tidak perlu dimainkan. Sumber: Kompas

Sejarah Baru! Smansa Kupang Jadi Juara DBL Kupang Dua Musim Beruntun

SMA Negeri 1 Kupang

Sejarah tercipta! Untuk pertama kalinya sejak Smansa Kupang terjun di DBL Kupang, mereka berhasil menjadi juara dua kali beruntun (2023-2024 dan 2024-2025). Kepastian ini didapat setelah Smansa Kupang berhasil menang pada partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 East Nusa Tenggara. Bertemu dengan tim kuda hitam, Smanpat, skuad asuhan Faldo Payon menang dengan skor akhir 62-31. Partai final yang berlangsung di GOR Flobamora, Kupang pada Jumat, 14 Februari 2025 begitu seru. Putra Smanpat bukan tanpa perlawanan. Mereka bahkan sempat melaju lima poin tanpa balas pada awal kuarter pertama. Itu menjadi keunggulan pertama sekaligus terakhir Smanpat. Ya, selebihnya pasukan Smansa Kupang memegang kendali permainan. Kematangan menjadi pembeda antara kedua tim. Hal ini terlihat pada persebaran poin dari skuad Smansa Kupang. Tercatat hanya ada satu nama dari 12 pemain Smansa Kupang yang tak mencetak angka. Adalah Meylandri Varel. Sisanya skuad asuhan Faldo Payon mencatatkan namanya pada lembar statistik. Pemain yang berangkat dari bangku cadangan pun mencetak total 26 poin. Hampir setengah dari poin kesuluruhan Smansa Kupang. Terbanyak ada Pasya Adriano dengan dobel-dobel 15 poin dan 13 rebound. Nah, di skuad Smanpat persebaran poin mereka terpaku pada dua nama saja. Paling banyak ada Josua Bani Ate dengan catatan 17 poin dan 4 steal. Barisan bangku cadangan Smanpat hanya mencetak empat poin saja. Meski begitu, ini menjadi pencapaian terbaik penggawa Smanpat sejak musim 2019. Kemenangan ini membuat Smansa Kupang berhasil menjaga piala tetap di sekolah mereka. Plus mencetak sejarah dengan raihan back-to-back champion mereka. Proficiat!

Recis Bajawa Raih Gelar Ketujuh Beruntun di DBL Kupang 2025

SMA Regina Pacis Bajawa

Gelar ketujuh beruntun putri Recis Bajawa (SMA Regina Pacis Bajawa). Skuad putri Recis Bajawa menahbiskan diri menjadi ratu DBL Kupang setelah berhasil menang pada partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 East Nusa Tenggara. Bertemu dengan Smandhu pada partai final yang berlangsung Jumat, 14 Februari 2025 di GOR Flobamora, Kupang, putri Recis Bajawa menang dengan skor 53-22. Sejak tepis mula, putri Recis Bajawa langsung tancap gas. Mereka bahkan berhasil membuat skuad Smandhu tak mencetak angka sama sekali! Sebaliknya Gregoria Deandra dan kawan-kawan konsisten mencetak dua digit poin selama empat kuarter. Keberhasilan mereka mengunci pergerakan Melani Ceisa dan kawan-kawan menjadi kunci di balik gelar kedelapan Recis Bajawa. Ya, Melani Ceisa tampak frustasi dengan hanya mencetak 10 poin dan 6 turnover. Ia melakukan percobaan menembak selama 25 kali dan hanya masuk 3 saja. Pada sisi Recis Bajawa pemain utama mereka tak bisa dibendung, kelimanya mencetak poin. Terbanyak bukan Gregoria Deandra, melainkan Werner Pinkan. Bermain selama 28 menit, Werner Pinkan mencetak 21 poin dan 8 steal. Agnes Imelda membantu pada urusan rebound dengan mengoleksi 11 rebound plus 4 asis. Gregoria Deandra dan Maria Anjelina kompak mencetak sembilan poin. Bagi Gregoria ia nyaris mencetak dobel-dobel dengan tambahan 12 rebound. Kemenangan ini semakin spesial bagi sang pelatih, Desiana Wila. Ya, musim lalu doi membawa Recis Bajawa juara sebagai pemain. Musim ini ia kembali ke DBL Kupang sebagai pelatih. Pelatih yang sukses menambah gelar kedelapan bagi Recis Bajawa. Kemenangan ini juga menjaga dominasi Recis Bajawa di DBL Kupang. Sejak musim 2017, srikandi Recis Bajawa belum pernah kalah selama melantai di DBL Kupang. Legasi dan konsistensi itu bernama Recis Bajawa.

Piala Asia U20 2025: Garuda Muda Akui Keunggulan Iran

Timnas Indonesia U20

Timnas Indonesia U20 harus mengakui keunggulan Iran dengan skor 0-3 pada laga perdana kedua tim di Piala Asia U20 2025 Grup C, Kamis (13/2). Laga tersebut berlangsung di Stadion Shenzen Youth Football Training Base Centre, Tiongkok. Tiga gol Iran dicetak oleh Hesam Nafari Nogourani pada menit ke-5′, Esmail Gholizadeh menit 63′, dan Mobin Dehghan menit 70′. Sebelum laga ini berlangsung, laga grup C lainnya yakni Uzbekistan menang 1-0 atas Yamen. “Kami tidak bermain begitu buruk, tetapi kami kurang dalam antisipasi untuk umpan-umpan silang Iran. Selain itu, antisipasi bola-bola atas, dan duel satu lawan satu kami kurang,” kata Indra Sjafri. “Sebenarnya kita punya kecepatan dan kesempatan untuk lakukan serangan balik bahkan ada beberapa kali bisa membuat peluang, namun sayang kami tidak bisa memanfatkannya. Setelah ini kita akan evaluasi tim dan fokus siapkan strategi untuk laga selanjutnya melawan Uzbekistan,” tambahnya. Sementara itu kapten timnas U20, Dony Tri Pamungkas mengaku kekalahan ini merupakan hasil yang tidak diinginkan. Apalagi dia menilai ada sejumlah kesempatan Garuda Muda untuk mencetak gol. “Kita harus segera lupakan kekalahan ini dan bangkit untuk laga selanjutnya melawan Uzbekistan. Karena kita yakin peluang itu masih ada dan harus optimistis,” kata Dony. Setelah laga ini, Indonesia akan melawan Uzbekistan di tempat yang sama pada Minggu (16/2) mendatang. Skuad Garuda Muda tentu wajib meraih poin penuh agar peluang lolos Grup C masih ada.

3000 Atlet Unjuk Gigi di Popda Salatiga 2025

Popda Kota Salatiga 2025

Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kota Salatiga 2025 resmi dibuka oleh Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani di Lapangan Kridanggo Kota Salatiga, Rabu (12/2/2025). Ajang ini akan diikuti 3.000 atlet yang berlaga di 22 cabang olahraga. Yasip mengatakan, event ini merupakan ajang yang sangat baik untuk melihat dan mengukur kemampuan atlet muda di Salatiga. Ia berharap, dengan ini Salatiga tidak kekurangan stok atlet muda. “Semoga apa yang telah dikerjakan akan berbuah manis baik bagi para atlet maupun dunia olahraga, khususnya di Kota Salatiga. Sehingga, tidak kekurangan stok atlet mulai dari tingkat SD hingga SMA,” ujarnya. Pada 2026, akan ada event serupa di tingkat Jateng, yaitu Pekan Olahraga Provinsi(Porprov) dan salah satu tuan rumahnya adalah Kota Salatiga. “Dengan ajang Popda ini, harapan saya para atlet akan lolos dan mempunyai prestasi sehingga bisa ikut Porprov Jateng,” katanya. Ia juga menekankan kepada para atlet untuk terus semangat dalam bertanding dan menunjukkan mental juara. “Kita tidak hanya mencari pemenang tetapi juga untuk melahirkan atlet yang berkarakter dan berakhlak mulia,” ucap Yasip. Sementara, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga(Dispora) Kota Salatiga, Muh Nasiruddin mengatakan, pelaksanaan Popda akan dimulai 1-27 Februari 2025. Pertandingan akan dilaksanakan di 11 venue di Kota Salatiga, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. “Kita bisa mengukur kemampuan anak-anak yang selama ini telah berlatih dengan keras untuk mempersiapkan Popda dan event berikutnya sehingga berprestasi. Semoga di ajang Porprov 2026 nanti kota Salatiga bisa masuk lagi di urutan tiga besar,” ujarnya. Sumber: RRI

PBSI Cari Jagoan Muda Baru Lewat Seleknas 2025

Seleknas PBSI 2025

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) 2025 untuk mencari pemain muda potensial baru. Mereka yang terpilih untuk masuk Pelatnas PBSI Cipayung nantinya. Seleknas 2025 diikuti oleh 111 atlet berusia di bawah 19 tahun dari 13 klub berbeda. Mereka akan bertarung di lima sektor selama 11-15 Februari 2025 di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Ajang ini merupakan upaya dari PBSI untuk mendapatkan pemain-pemain muda potensial yang tersebar di berbagai klub di Indonesia. Nantinya mereka bisa mendapatkan tiket untuk menjadi pemain tim nasional dan berlatih di Pelatnas PBSI Cipayung. Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagja menjelaskan, setidaknya ada lima tiket yang dipastikan bisa didapat para pemain klub. Mereka adalah para juara di tiap sektor, baik itu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, maupun ganda campuran. Namun, kuota itu tidak mutlak. PP PBSI juga memiliki tim pemandu bakat yang dihuni oleh para pelatih-pelatih top, yang ditugaskan untuk memantau dan menyaring pemain-pemain potensial. Mereka yang terpilih juga berhak masuk ke Pelatnas. “Kalau untuk nomor satu itu juaranya mutlak (diterima) ya. Tapi kami ada tim pemandu bakat, dimana memang bisa me-monitoring pemain,” ucap Ricky usai pembukaan Seleknas 2025 di Pelatnas Cipayung, Selasa (11/2). “Jadi sekiranya yang tidak juara, nomor berapapun ada kewenangan tim pemandu bakat, Binpres, untuk bisa melihat potensi-potensi yang ada, selain juara-juaranya itu,” tambahnya. Ricky tak menyebut berapa kuota pemain yang akan ditarik ke Pelatnas Cipayung lewat jalur pemantauan tim pemandu bakat. Eks Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI itu juga memastikan pemain yang terpilih nantinya akan menjalani serangkaian tes seperti medical checkup, tes fisik berbasis sport science, tes psikologi dan tes IQ, serta evaluasi teknik dan taktik. “Ini saya rasa sangat penting untuk lebih cerdas di lapangan, selain fisik mental. Itu yang akan dilakukan seleknas saat ini,” jelas Ricky. Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat juga mengatakan bahwa serangkaian tes itu diperlukan karena dapat membantu PBSI dalam menempa kualitas dan menilai performa sang atlet ke depan. “Serangkaian tes tersebut akan membantu PBSI menemukan atlet dengan potensi terbaik. Tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga secara fisik, mental, dan daya pikir strategis,” terang peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini. “Tes tambahan bukan untuk menyulitkan atlet namun untuk memastikan bahwa atlet yang terpilih benar-benar siap menghadapi persaingan global,” jelas Taufik. Daftar Partisipasi Seleknas 2025 – Djarum, Kudus (45 atlet) – DYS Candra Wijaya (3 atlet) – Exist Badminton Club (11 atlet) – Gideon Badminton ACD (5 atlet) – Jaya Raya Jakarta (16 atlet) – Mutiara Cardinal, Bandung (10 atlet) – PB AIC, Bekasi (3 atlet) – PB Power Rajawali, Tangerang (4 atlet) – Pelatkot Tangerang Selatan (4 atlet) – Pelatprov Jawa Timur (3 atlet) – Putra Mainaky, Tangerang Selatan (2 atlet) – Tangkas, Jakarta Selatan (4 atlet) – Taqi Arena BC, Bandung (1 atlet)

SDUT Bumi Kartini Jepara dan SD Muhammadiyah Birrul Walidain Sukses Bawa Pulang Gelar Kampiun

Para pemenang MilkLife Soccer Challenge - Kudus 2025 turnamen sepak bola putri KU 10 dan KU 12 yang berlangsung pada 5-9 Februari 2025 di SuperSoccer Arena, Rendeng dan Lapangan Porma, Kudus.

KUDUS, 9 Februari 2025 – Perebutan gelar juara MilkLife Soccer Challenge – Kudus 2025 yang tersaji di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, sejak Rabu (5/2) hingga Minggu (9/2) berlangsung kompetitif dan menegangkan. Di partai final Kelompok Usia (KU) 12, Tim SDUT Bumi Kartini Jepara akhirnya berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Tim SDIT Al Islam Kudus dengan skor 4-2. Sementara di KU 10, Tim SD Muhammadiyah Birrul Walidain sukses jadi kampiun usai mengalahkan SDIT Al Islam Kudus lewat adu penalti dengan skor 3-2. Mencuplik jalannya pertandingan KU 12, sejak kickoff babak pertama, tim SDUT Bumi Kartini Jepara bergegas membangun serangan ke jantung pertahanan SDIT Al Islam Kudus. Menit ke-3, SDUT Bumi Kartini Jepara memperoleh peluang emas yang berhasil dikonversi jadi gol. Sepak pojok Rere Zenita Farza mengarah ke gawang lalu terkena badan Anindya Dewi Maharani dan berbuah poin pertama bagi SDUT Bumi Kartini Jepara. Meski kebobolan, SDIT Al Islam terus mencoba untuk menjebol gawang yang dijaga Queisha Sava Azzalfa. Pertandingan menegangkan itu pun kembali pecah saat sontekan kaki Naura Hasna El Tsaqif di menit ke-6 mampu menembus penjagaan Aqila Rizki Beryl yang membuat SDUT Bumi Kartini Jepara unggul 2-0. Berusaha mengejar ketertinggalan, SDIT Al Islam Kudus membalas dengan gol yang tercipta dari tendangan jarak jauh Anindya di menit ke-9 yang membuat kedudukan berubah 2-1. Menutup babak pertama, Rara Zenita Fatin mampu menceploskan bola ke gawang usai memanfaatkan umpan apik dari saudari kembarnya Rere Zenita Farza sehingga skor sementara 3-1. Usai turun minum, pertandingan makin intens dengan serangan terbuka kedua tim. Tendangan Alesha Farzana Aznii Putri Aji di menit ke-20 dari sisi kanan gawang melesat masuk ke gawang menjadikan skor 3-2. Namun Rara akhirnya mampu mengunci kemenangan lewat gol balasan berkat umpan silang Naura. Skor 4-2 terus bertahan hingga wasit Nur Yasin meniup peluit panjang, memastikan gelar juara untuk SDUT Bumi Pertiwi Jepara. Bagi tim asuhan pelatih Noor Hadi, ini merupakan gelar keempat yang diraih di KU 12. Sepanjang MilkLife Soccer Challenge tahun 2024, Rara Zenita Fatin dan kawan-kawan sudah memboyong tiga piala berturut-turut.   “Seneng dan bangga banget bisa menang lagi. Kerjasama tim sudah bagus tapi harus lebih ditingkatkan lagi agar lebih kompak. Terima kasih untuk pelatih yang melatih kami sampai juara, terima kasih teman-teman atas kerja kerasnya,” ucap Rara yang juga mendapat gelar Top Scorer dengan mengemas total 29 gol. Sementara di partai KU 10, SD Muhammadiyah Birrul Walidain menang dramatis lewat adu penalti 3-2 melawan SDIT Al Islam Kudus. Tim yang dipimpin oleh Keisha Athira Imawan itu mampu menunjukkan permainan yang apik. Namun kokohnya pertahanan kedua tim, membuat mereka harus berbagi skor kacamata hingga babak akhir. Kemenangan ini jadi kebanggaan Keisha dan kawan-kawan setelah pada MilkLife Soccer Challenge – Kudus Seri 3 2024 lalu hanya menjadi runner-up. “Pertandingan tadi cukup menegangkan karena antara menang atau tidak. Tapi pelatih tadi bilang dalam sepak bola menang atau kalah itu biasa, yang penting sudah berusaha dan akhirnya kami percaya diri untuk menang,” ucap siswi kelas 4 itu. Wakil Ketua Pelaksana MilkLife Soccer Challenge Welly Arisanto mengungkapkan animo peserta MilkLife Soccer Challenge – Kudus 2025 sangat menarik. Pasalnya Kudus sebagai sasaran inkubasi pengembangan ekosistem sepak bola putri usia dini menunjukkan potensi yang meningkat. Hal ini juga didukung dengan proses regenerasi pemain dan keseriusan sekolah untuk mengembangkan olahraga sepak bola putri. “MilkLife Soccer Challenge Kudus kali ini menarik dan seru pertandingannya. Tahun 2024 ada tiga kali penyelenggaraan, dan saat ini membuat pengalaman para peserta untuk bertanding makin bertambah, teknik bermain juga meningkat jauh. Jadi kami berharap potensi pesepakbola putri di Kudus semakin berkembang dan semakin banyak, terutama dengan bertambahnya jumlah sekolah yang berpartisipasi,” ucap Welly. Milklife Soccer Challenge – Kudus 2025 diikuti 1.547 siswi di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD). Total ada 142 tim, yang terdiri dari 100 tim bertanding di KU 12 dan 42 tim di KU 10. Tak hanya datang dari Kudus, para peserta berasal dari berbagai daerah sekitar seperti Demak, Rembang, Pati, dan Jepara. Komitmen Penguatan Ekosistem Sepak Bola Putri Usia Dini Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge – Kudus 2025 menjadi komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife untuk terus menguatkan ekosistem sepak bola putri dari level paling dasar. Oleh karena itu, beberapa inovasi dan penyesuaian pun dilakukan demi memastikan wadah kompetitif ini bisa terus berjalan dengan lebih baik. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, berkaca dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, maka ke depan MilkLife Soccer Challenge akan disesuaikan dengan mengikuti kalender akademik. Hal ini dilakukan agar turnamen bisa berjalan seiring dan tidak mengganggu proses pembelajaran akademik siswi di sekolah. “Sesuai komitmen yang kami janjikan di tahun 2023, MilkLife Soccer Challenge ini akan terus digelar berjenjang dan berkelanjutan. Tahun ini, MilkLife Soccer Challenge akan dimulai pada Juni 2025 hingga Juli 2026 sesuai dengan kalender akademik. Dalam proses penyesuaian tersebut, maka diselenggarakan masa transisi. Supaya tidak ada benturan dengan jadwal akademik dan menjaga ekosistem turnamen terus bergulir,” ucap Yoppy. Selain itu, untuk memastikan proses regenerasi pesepakbola putri terus bermunculan dari kelompok usia yang lebih dini, maka diselenggarakan pula Festival SenengSoccer secara bersamaan dengan MilkLife Soccer Challenge – Kudus 2025. Berbeda dengan format turnamen di KU 10 dan KU 12, Festival SenengSoccer dikhususkan untuk siswi usia 6-8 tahun (KU 8), dengan tujuan menumbuhkan rasa gembira dan menyukai permainan sepak bola. “Melalui Festival SenengSoccer kami berharap para putri usia 8 tahun ke bawah bisa merasakan dulu asyiknya bermain bola. Tidak perlu ada pertandingan, yang penting mereka tahu bermain sepak bola itu menyenangkan, dan minatnya tumbuh. Dengan melihat tim KU 12 bertanding sepak bola di lapangan yang sama, juga akan memotivasi adik-adik untuk bisa menjadi pemain sepak bola mewakili sekolah,” bilang Yoppy. Senada, Head Coach MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann mengatakan Festival SenengSoccer merupakan tahap awal pengenalan sepak bola, berupa latihan fisik dan teknik dasar yang dikemas secara menyenangkan. Para peserta secara individual diajak bermain bola dengan cara melewati tiga macam rintangan yang mencakup latihan lari, ketangkasan, melompat, melempar dan menggiring bola. Peserta dinilai berdasarkan catatan waktu tercepat dalam menyelesaikan semua permainan. “Festival SenengSoccer merupakan stimulus agar para putri KU 8 mengenal sepak bola. Rintangan yang dibuat sebenarnya latihan koordinasi dari … Read more

Thailand Masters 2025: Indonesia Bawa Pulang Satu Gelar Juara, Tiga Runner Up

Lanny Tria Mayasari dan Siti Fadia Silva Ramadhanti

Indonesia menempatkan sebanyak empat wakil dari lima partai di babak final turnamen level super 300 kali ini. Wakil Merah Putih hanya gagal menembus partai final Thailand Masters 2025 di sektor tunggal putra. Pasangan ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti memainkan pertandingan pertama menghadapi pasangan tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Sempat merebut gim pertama, Dejan/Fadia dipaksa mengakui kemenangan ganda Thailand. Partai final kedua memainkan sektor tunggal putra yang mempertemukan wakil China, Wang Zheng Xing melawan Jia Heng Jason Teh dari Singapura. Jason Teh berhasil memastikan gelar juara setelah bermain tiga gim. Lanjut ke partai ketiga di nomor ganda putra, Indonesia diwakili pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin di partai puncak. Sayang, Fikri/Daniel gagal mengeluarkan permainan terbaiknya di final hingga menyerah dua gim langsung dari ganda Korea Selatan, Jin Yong/Seo Sung Jae. Penampilan tidak terduga justru ditunjukkan pasangan ganda putri anyar Indonesia, Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Lanny/Fadia bermain apik dan sukses merebut gelar juara untuk Indonesia saat menghadapi pasangan tuan rumah Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong. Lanny/Fadia memastikan gelar juara setelah bermain ketat tiga gim. Terakhir di sektor tunggal putri, wakil Indonesia, Komang Ayu Cahya Dewi gagal meladeni perlawanan wakil tuan rumah, Pornpawee Chochuwong. Sempat meyakinkan dengan merebut gim pertama, Komang Ayu menyerah usai bermain tiga gim. Hasil Lengkap Thailand Masters 2025 MS: Wang Zheng Xing (CHN) vs Jia Heng Jason Teh (SGP): 18-21, 21-15,19-21 MD: Jin Yong/Seo Sung Jae (KOR) vs Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin (INA): 21-18, 21-17 WS: Porpawee Chochuwong (THA) vs Komang Ayu (INA): 18-21, 21-16, 21-13 WD: Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong (THA) vs Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti (INA): 21-15, 13-21, 8-21 XD: Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti (INA) vs Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (THA): 21-19, 17-21, 13-21