Sosok Si Kembar Lena-Leni Andalan Cabor Sepak Takraw

Sudah tahukah kamu dengan dua perempuan kembar ini? Lena dan Leni digadang-gadang menjadi sosok unik dalam perwakilan kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2018. Tak hanya unik karena kembar, tapi kemampuannya dalam cabang olahraga sepak takraw juga jadi andalan. Lansiran dari tempo.co (15/08/2018), sosok keduanya kemarin ikut latihan bersama pelatnas lain di  Stadion Ranau Jakabaring, Palembang, Selasa 14 Agustus 2018. Di stadion itu sendiri, terdapat 24 orang yang berlatih teknik sepak sila, cungkil dan sepak kuda. Lena dan Leni yang mengenakan bandana putih dikepalanya, makin membuat susah dibedakan saat dari dekat. Sepak cungkil yang dimiliki kedua perempuan ini sangat tajam. Mereka pernah mendapatkan dua perunggu pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Tak hanya itu, pada ajang PON 2016, dua anak kembar ini mendapatkan satu emas Ketika diajak bicara, mereka saling menimpali dan saling melengkapi jawaban. “Kami saudara kembar yang lahir di Indramayu, Jawa Barat, 7 Juni 1989,” ujar mereka saling menimpali, seusai latihan. Sepak cungkilan kedua pemain kembar ini tajam, bahkan kemampuan dua wanita berambut kriting itu pernah menyumbang dua perunggu bagi Indonesi pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, tiga emas PON 2016, satu emas king’s cup 2016 di Thailand, dan perak -pada ajang SEA Games 2017 di Malaysia. Diakui oleh Lena-Leni, prestasinya tersebut berawal dari keikutsertaan mereka di olahraga voli. Ketika sekolah dasar, Lena-Leni sama-sama rutin latihan bola voli. Saat SMP menjadi andalan di sekolahnya. Bahkan mereka sempat menjadi atlet voli dalam pertandingan setingkat provinsi Jawa Barat. Menurut dua sosok anak kembar ini, bermain voli, main bola kaki hingga bulu tangkis itu menyenangkan. Semua permainan bola tersebut, dikenalkan oleh sang ayah yang berprofesi sebagai petani dan juga pemain bola tingkat kabupaten sebagai kiper. Ayahnya mengenalkan Lena-Leni pada bola kaki, bulu tangkis, voli, hingga sepak takraw. Semua olahraga tersebut menurut dua anak kembar ini membuat bahagia, karena lari-lari dan loncat. Cabang olahraga sepak takraw baru ditekuni saat di sekolah menengah atas (SMA). Ada alasan dan cerita unik tersendiri nih kenapa Lena-leni menekuni sepak takraw di SMA. Jadi, Lena berkata sambil tertawa, “Kami fokus saja latihan takraw biar jadi atlet dan sekolah gratis,” Dahulu, kondisi ekonomi yang lemah membuat mereka saat masih SMP harus juga bekerja mencuci piring di kantin sekolah. Semua itu dilakukan untuk uang saku. Kini, dari hasil kerja keras dan segudang prestasi yang telah ditorehkan, dua kembar ini sudah bisa menaikkan haji kedua orangtuanya. Perjuangan Lena-Leni, sosok kembar ini belum usai, mereka berdua harus bekerja keras demi mengejar prestasi di Asian Games 2018. Pertandingan sepak takraw sendiri akan dimulai pada 19 Agustus. Semoga cabor sepak takraw bisa raih emas!     (tempo.co)

Timnas Basket Putra Indonesia Langsung Tumbang 65-104 di Laga Perdana Kontra Korsel

Point Guard Timnas Basket Indonesia, Andakara Prastawa Dhyaksa (putih), dikepung peman Korea Selatan, dalam laga perdana penyisihan Grup A cabor Bola Basket Asian Games 2018, yang berkesudahan 104-65 bagi kemenangan tim negeri Ginseng. (Pras/NYSN)

Jakarta- Keseruan tersaji di babak penyisihan grup A cabang basket putra Asian Games 2018 pada laga Indonesia kontra Korea Selatan, di Hall Basket Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (14/8). Mendapat dukungan penuh publik, Timnas putra Merah Putih justru gagal meraih hasil positif. Andakara Prastawa Dhyaksa dan kolega harus mengakui ketangguhan para pemain asal Negeri Ginseng dengan skor lebar, 65-104. Korea langsung mengambil inisiatif serangan usai wasit melakukan jump ball tanda pertandingan dimulai. Dimotori Ricardo Preston Ratliffe, Korea lebih dulu unggul 28-18 di kuarter pertama. Memasuki kuarter kedua, Korea makin ‘ganas’ tembakan demi tembakan dari para pemain membuahkan poin. Indonesia makin jauh tertinggal. Memundi 25 poin, Korea mengunci kuarter kedua dengan skor 53-31. Usai jeda, Indonesia berusaha terus memberikan tekanan pada Korea. Meski mampu memanen poin, namun itu belum cukup memperkecil margin angka skuat Garuda atas Korea. Para pemain Indonesia berupaya keras untuk lepas dari bayang-bayang dominasi Korea. Namun, pertahanan Korea juga tergolong tangguh karena beberapa kali mampu mencuri bola pemain tuan rumah. Indonesia mengakhiri kuarter ketiga, dengan tertinggal 45-80. Anak asuh Fictor Gideon Roring belum menyerah di kuarter keempat. Tapi, Korea sudah mengunci kemenangan, dengan poin yang sulit terkejar oleh punggawa Garuda. Kuarter keempat pun berkesudahan 65-104 untuk Korea. “Hasil ini sesuai prediksi. Korea tim kuat dan punya line up pemain di dalam dan luar yang kuat. Shooter mereka itu nomor satu di Asia. Bisa dibilang, dua kelas di atas Indonesia,” ujar juru racik tim kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 18 Desember 1972 itu. Pada pertandingan kali ini, menurut Fictor, difense menjadi fokus evaluasi anak didiknya. “Difense harus diperkuat, karena tadi terlalu mudah. Tapi harus diakui memang lawan lebih tangguh,” urainya. Di kubu Indonesia, Andakara menyumbang 20 poin, dan Jamarr Andre Johnson 16 poin, serta Valentino Wuwungan dengan 6 poin. Sementara, pemain Korea Ricardo Preston Ratliffe menjadi pencetak poin terbanyak dengan 30 poin, diikuti Sunhyung Kim dan Junbeom Jeon dengan 13 poin. “Sebenarnya kami main enak-enak saja. Mungkin kurang ngalir bolanya. Kalau untuk ofensif kami tidak ada masalah, mungkin difensif saja yang kewalahan,” ungkap Andakara usai laga. Menghadapi laga selanjutnya, pemain berusia 25 tahun itu mengaku optimis timnya bisa meraih hasil positif. “Melawan Thailand dan Mongolia kami optimis. Karena masih ada waktu untuk istirahat, dan kami akan tonton video mereka tanding. Sehingga kami bisa lebih fokus lagi,” tutup point guard lulusan SMAN 3 Jakarta itu. (Adt)

Tampil di Asian Games, Palestina Selalu Kesulitan Saat Melawan Tim Asia Tenggara

Bek sekaligus kapten Palestina U-23, Abdallatif Albahdari (putih), akhirnya mencetak gol pada menit ke-90+5 ke gawang Laos, dan membawa timnya menang denga skor akhir 2-1, di laga fase Grup A Asian Games 2018. (pikiran-rakyat.com)

Jakarta- Timnas Indonesia tercatat tampil dalam sembilan edisi Asian Games. Partisipasi itu terjadi di tahun 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, 2006, dan 2014. Dari keikutsertaan itu, Timnas Indonesia berhasil lolos ke perempatfinal sebanyak tiga kali, yaitu pada edisi Asian Games 1951, 1966, dan 1970. Merah putih juga lolos ke fase 16 besar di Asian Games 2014. Prestasi terbaik yang pernah diukir tim garuda adalah saat Asian Games 1954, 1958, dan 1986. Pada Asian Games 1954 di Manila, Timnas gagal merebut peringkat ketiga, setelah kalah 4-5 dari Myanmar. Timnas Indonesia akhirnya mampu meraih medali perunggu, pada Asian Games 1958 di Tokyo, Jepang, usai menekuk India 4-1. Lalu, Asian Games edisi 1986 di Seoul, Korea Selatan, Timnas finis di peringkat keempat. Pada perebutan medali perunggu, ketika itu Robby Darwis dkk. harus takluk 0-5 dari Kuwait. Berbeda dengan tim merah putih, meraba kekuatan Palestina dari tahun ke tahun, mereka tak sekali pun meraih kemenangan jika menantang kontestan dari Asia Tenggara. Di Asian Games 2002, Palestina tergabung dengan tiga tim besar sekelas Jepang, Bahrain, dan Uzbekistan. Palestina tak mampu meraih poin dan menjadi juru kunci Grup D Asian Games 2002. Berlanjut pada 2006, Palestina kembali menjadi juru kunci Grup C yang berisi Thailand, Kuwait dan Kirgistan. Kala itu, Palestina dipaksa menyerah dari Thailand, dengan skor tipis 1-0 Stadion Al-Rayyan, Qatar. Ini jadi tahun tersuram bagi Palestina, yang selalu kalah dan tak mencetak satu gol pun. Asian Games 2010, Palestina kembali gaagal di fase grup. Menjadi peringkat ketiga diantara Korea Utara, Korea Selatan, dan Jordania, jadi prestasi terbaik Palestina kala itu. Lalu, Asian Games 2014 menjadi titik balik kebangkitan. Meski kalah dari Singapura dengan skor 1-2, di Stadion Ansan Wa, Korea Selatan, Palestina sukses tampil sebagai juara Grup C kala itu. Namun, aksi Palestina terhenti di babak 16 besar, setelah ditekuk Jepang dengan skor akhir 0-4. Di babak fase grup Asian Games 2018, 25 tim cabor sepak bola tengah berusaha untuk bisa lolos ke babak 16 besar. Tim-tim di Grup A sudah bertanding sejak tanggal 10 Agustus. Sementara itu, tim-tim di grup lain baru bertanding mulai 14 Agustus. Regulasi laga si kulit bundar di ajang multi event ini pun sudah diketuk. Di babak fase grup, pihak panitia penyelenggara telah menentukan aturan yang dipakai andai ada dua tim atau lebih, memiliki jumlah poin sama di klasemen akhir. Selisih gol menjadi penentu paling utama, bila terdapat poin yang sama. Faktor kedua, yakni keunggulan sisi produktivitas tim yang bersangkutan, bila selisih golnya sama. Bila ada tim yang masih sama juga jumlahnya, maka format head to head antar kedua tim, yang menjadi pertimbangan. Babak fase grup Asian Games 2018 cabang sepak bola rencananya akan bergulir hingga 20 Agustus. Setelah itu, fase knock-out dimulai pada 23 Agustus. (Dre) Peforma Palestina Berhadapan Tim asal Asia Tenggara di ajang Asian Games  28 November 2006 Palestina 0-1 Thailand 21 September 2014 Palestina 1-2 Singapura

Obral Strategi False Nine Lawan Palestina, Timnas U-23 Wajib Penuhi Banyak Syarat

Timnas U-23 kemungkinan akan menerapkan strategi false nine melawan Palestina pada laga kedua Grup A Asian Games 2018, di Stadion Patriot Candrabhaga, Rabu (15/8). (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-23 Luis Milla berpeluang memakai strategi berbeda menghadapi Palestina dalam lanjutan penyisihan Grup A Asian Games 2018 yang akan digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (15/8). Selain merotasi beberapa pemain, pelatih asal Spanyol itu ingin menjajal strategi false nine kontra Palestina. “Ini turnamen yang sangat ketat dan waktu pemulihan kondisi sedikit. Jadi, seperti pertandingan sebelumnya termasuk SEA Games 2017, kemungkinan komposisi pemain akan diubah,” kata asisten pelatih Bima Sakti seperti dikutip Antara, Selasa (14/8). “Ada kemungkinan menggunakan pemain dengan peran sebagai false nine,” sambungnya. Mantan pemain primavera Indonesia itu memastikan skuat Garuda Muda dalam keadaan bugar jelang laga, termasuk kondisi pemain asal Mitra Kukar, Septian David Maulana yang sempat mengalami masalah di ototnya. Skuat Indonesia, kemungkinan akan menerapkan strategi yang berbeda saat menghadapi Palestina. Salah satunya perubahan komposisi lini depan Merah Putih yang sebelumnya bertumpu kepada Beto Goncalves. Artinya, Beto, bakal disimpan. Sebagai gantinya, tim pelatih akan menurunkan pemain bertipikal ‘false nine’ sebagai ujung tombak lawan Palestina. False nine sejatinya bukanlah sebatas posisi bermain, melainkan sebuah peran. ‘Si nomor 9 yang palsu ini’ seolah-olah bermain sebagai ujung tombak, namun ia bergerak lebih leluasa ke belakang, atau ke sisi sayap untuk membuka celah kepada pemain lainnya. Ilham Udin Armaiyn, Septian David Maulana serta Saddil Ramdani, berpotensi sebagai opsi mengisi peran ‘pembohong’ yang ingin diterapkan Milla. Namun, faktanya, tidak semua tim sebetulnya mampu menggunakan false 9, karena memang tak semua penyerang atau gelandang, bisa mengambil keputusan untuk memainkan peran false 9 dengan baik. Pemain ini setidaknya, harus memiliki kemampuan mencari ruang yang baik. Selain itu sang pemain juga harus punya kemampuan mengolah bola yang baik, karena false 9 juga akan menjadi pengatur serangan ketika dia telah menguasai bola. Sistem false 9 juga menyaratkan tim memiliki lini kedua yang baik, yang mampu menerobos masuk ke kotak penalti, kala sang striker melakukan “gerakan tipuan”. Indonesia berpeluang mengudeta puncak klasemen jika berhasil mengalahkan Palestina. Sebaliknya, Palestina memantapkan posisinya di tempat teratas jika mampu meraih poin atas Indonesia. Saat ini Palestina berhak memuncaki klasemen dengan raihan empat poin usai menang 2-1 atas Kamboja dan imbang 0-0 lawan Taiwan. Indonesia menguntit di posisi kedua dengan tiga poin, hasil kemenangan 4-0 atas Taiwan. Dari daftar pemain yang ada, terdapat tiga pemain Palestina yang kini tercatat bermain di klub Eropa. Pertama adalah Michel Milad Termanini, pemain 20 tahun itu kini bermain di klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Swedia, AFC Eskilstuna. Dalam dua pertandingan yang telah dijalani Palestina, Termanini adalah andalan di lini belakang. Pemain kedua yang berkiprah di klub Eropa adalah Omar Al Sharif. Al Sharif adalah pemain yang berposisi sebagai bek dan kini tercatat sebagai pemain SV Arminia Hannover. Klub tersebut kini berkiprah di kompetisi kasta kelima Liga Jerman atau yang dikenal Niedersachsenliga. Selanjutnya, ada Mohamed Darwish yang juga memperkuat Arminia Hannover. Berbeda dengan dua rekan setimnya, Darwish biasa bermain sebagai seorang gelandang. Berdasarkan data performa mereka dalam dua laga sebelumnya, Termanini menjadi pemain yang paling sering bermain di antara ketiganya. Tercatat, pemain bernomor punggung 4 itu sudah bermain selama 180 menit dalam dua laga. Sedangkan Al Sharif bermain sebagai pemain pengganti selama 24 menit saat melawan Cina Taipei dan 90 menit ketika menghadapi Laos. Sementara Darwish, baru dimainkan saat melawan Laos sebagai pemain pengganti dengan durasi 31 menit. (Ham) Jadwal Grup A Rabu (15/8) Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi 16:00 WIB Hong Kong vs Taiwan 19:00 WIB Indonesia vs Palestina Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No      Tim           Main  Gol  Poin 1. Palestina U-23     2     2-1    4 2. Indonesia U-23    1     4-0    3 3. Hong Kong U-23  1     3-1    3 4. Taiwan U-23        2     0-4    1 5. Laos U-23           2     2-5    0

Tinjau Situasi Venue dan MPC, Wapres Jusuf Kalla : Indonesia Sudah Sangat Siap Gelar Asian Games 2018

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) didampingi Ketua Inasgoc Erick Thohir, meninjau Media Center Asian Games 2018 di Hall A Jakarta Convention Center (JCC), Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (14/8). (Pras/NYSN)

Jakarta- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), mengatakan Indonesia sangat siap menggelar Asian Games XVIII/2018. Hal itu ditegaskan Wapres JK melihat persiapan akhir venue Asian Games XVIII/2018, sekaligus meninjau MPC (Media Press Center), di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (14/8). “Setelah tadi melihat kondisi GBK dan beberapa venue yang saya datangi, begitu juga dengan press center ini, saya melihat Indonesia sudah sangat siap menggelar Asian Games 2018,” ujar Wapres JK. Bahkan, menurut pria asal Sulawesi Selatan itu, tidak ada keluhan saat ia meninjau wisma atlet di Kemayoran. “Di athlete village, tidak ada keluhan. Semua sudah benar-benar siap,” lanjutnya. Disisi lain, suami dari Mufidah itu tak lupa meminta masyarakat Indonesia memberikan dukungan terhadap perhelatan akbar ini. Sekitar 7.000 wartawan lokal dan asing dari berbagai media cetak, online serta broadcasting akan meliput Asian Games 2018 “Masyarakat Indonesia harus memberi dukungan untuk pesta multievent negara-negara se-Asia edisi ke-18 ini, dengan menjaga kebersihan dan keramahan. Harus murah senyum pada tamu negara-negara peserta,” cetus pria 76 tahun itu. Sementara itu, Kirab obor Asian Games 2018 akan berakhir di Ibu Kota Jakarta pada Rabu (15/8), setelah hampir satu bulan berkelana, mulai dari 15 Juli 2018 di India untuk kemudian disatukan dengan api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, di Yogyakarta, dan menyambangi setiap sudut Nusantara. Kota Jakarta yang menjadi persinggahan terakhir api obor Asian Games sekaligus menjadi momen bersejarah bagi Indonesia. Sebab, kembalinya api obor Asian Games ke kota ini menjadi nostalgia yang emosional setelah 1962. Indonesia yang baru berumur 17 tahun kala itu menjadi tuan rumah pesta multievent se-Asia itu. Di Jakarta, obor Asian Games akan diarak mengelilingi 5 Kota dan 1 Kabupaten Administratif di Provinsi Jakarta. Jakarta Timur menjadi pertama yang disinggahi kirab obor pada 15 Agustus. Kirab obor akan dimulai di Lippo Mall Kramat Jati pada pukul 07.00 WIB. Kirab ini lalu diarak menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII), menyusuri Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan. Pemda DKI Jakarta akan menyemarakkan bersama masyarakat umum dan pelajar di 5 wilayah dan Kepulauan Seribu,” ujar Gufron, Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Selasa (14/8). “Dan tiap wilayah Jakarta, ada setidaknya 5 ribu pelajar, sehingga total seluruh wilayah kami kerahkan 25 ribu orang. Seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) pun mendukung untuk kesuksesan torch relay ini,” lanjutnya di Media Press Center, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta,. Usai menyambangi Jakarta Timur dan Selatan, pada 16 Agustus pawai obor mengelilingi Jakarta Pusat, yang dimulai dari Masjid Akbar Kemayoran ke Monas, dan Jakarta Barat dari kawasan wisata Kota Tua dan RPTRA Kalijodo hingga ke Jakarta Utara. Lalu pada 17 Agustus, obor menuju Pulau Untung Jawa, dan finish di Monas dan Istana Negara. “Di Monas, sudah disiapkan mini cauldron. Dan pada 18 Agustus obor bergerak menuju ke Pintu 10 Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK),” terang Herty Purba, Direktur Pembukaan dan Penutupan Asian Games 2018. Sedangkan torch relay pada 18 Agustus ditandai dengan pencapaian total jarak 18 kilometer (km) di bulan 8 oleh 2018 pelari. Ini juga jadi rute terpanjang, juga rekor torch bearer terbanyak dengan kekuatan mencapai 50 orang lebih, serta mengambil rute, Jalan Thamrin – Sudirman hingga singgah ke Gedung DPR/MPR. “Total dari 110 titik rute dan kurang lebih 1,100 km perjalanan dari Jakarta Timur, Selatan, Pusat, Barat, Utara dan Kepulauan Seribu, kirab obor diisi deretan tokoh masyarakat, public figure, pejabat, hingga atlet legendari. Dan nanti siapa yang menyalakan api ke cauldron utama di GBK itu masih rahasia,” pungkas Herty. (Adt)

Statistik Tampil Cemerlang, Gelandang Senior Timnas U-23 Ini Enjoy Jadi Striker

Pemain Timnas U-23, Stefano Lilipaly (merah) mencetak gol akrobatik, saat Timnas U-23 menang 4-0 atas Taiwan, pada laga perdana penyisihan grup Asian Games 2018, di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). (tribunnews.com)

Jakarta- Gelandang senior Timnas U-23, Stefano Lilipaly mengaku senang bisa mencetak dua gol bagi kemenangan di Asian Games 2018. Timnas U-23 menang 4-0 atas Taiwan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (12/8). Ia mencetak dua gol, salah satunya dengan tendangan salto spektakuler, dan juga menciptakan satu assist Lilipaly membayar tuntas kepercayaan Luis Milla yang memainkan dirinya sejak menit pertama. Bermain di lini tengah, Lilipaly bahu-membahu bersama Zulfian, Evan Dimas, Febri Hariyadi, dan Irfan Jaya untuk mengalirkan bola-bola matang ke AlBerto ‘Beto’ Goncalves yang diplot sebagai ujung tombak. Gol salto Lilipaly yang tercipta di menit ke-75, berawal dari umpan Rezaldi Hehanusa di sisi kanan. Kendati ditempel bek Taiwan, Lilipaly mampu menuntaskan umpan tersebut lewat aksi akrobatik, yang membuat si kulit bundar meluncur deras ke sudut kiri bawah gawang kiper Timnas U-23 Taiwan, Pan Wenchieh. Sebelumnya, Lilipaly juga menyumbang gol pertama bagi Indonesia di menit ke-67. Memanfaatkan sepakan bebas Evan Dimas, Lilipaly melepaskan sundulan akurat dari dalam kotak penalti. Bola lantas mengarah ke sudut kanan bawah gawang dan tak kuasa dibendung Wenchieh. Lilipaly yang saat ini berusia 28 tahun adalah satu dari tiga pemain senior yang dibawa Milla di Asian Games 2018. Selain dirinya, pelatih asal Spanyol itu juga memanggil kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa, dan striker Sriwijaya FC, Beto. Nama terakhir menyumbang satu gol di laga melawan Taiwan. Sementara pemain Bhayangkara FC, Muhammad Hargianto menutup pesta gol Indonesia di injury time. “Saya senang bisa cetak gol dan bantu kemenangan tim di pertandingan ini. Ini hasil kerja keras semua pemain. Tapi paling penting kita dapat tiga poin malam ini. Terima kasih suporter Indonesia,” ujar Lilipaly, selepas pertandingan. Fano (panggilan akrab Stefano) juga tak mempermasalahkan dengan posisinya yang beberapa kali ditempatkan sebagai striker. “Tidak masalah, saya suka menjadi gelandang serang dan sayap. Terserah pelatih,” tambahnya. Dua gol Fano membuka peluang Indonesia di Grup A. Saat ini Skuat Garuda Muda berada di posisi kedua dengan koleksi tiga poin. Selisih satu poin dengan Palestina di puncak klasemen dengan poin empat. Dilansir dari Labbola, Lilipaly mencetak dua gol dari total 4 tembakan. Sebetulnya, total tembakan Lilipaly sama dengan Beto yang jadi tumpuan Indonesia di lini depan. Beto, pemain naturalisasi asal Brasil itu melepaskan 3 tembakan tepat ke gawang (satu tembakan berhasil menjadi gol) dan satu shots off target. Namun, Lilipaly lebih tajam karena dia berhasil mencetak 2 gol dari 2 tembakan tepat sasaran. Sementara itu dua tembakan lain yang dilepaskan Lilipaly gagal mengenai sasaran. Selain tembakan, kelebihan lain dari Lilipaly adalah umpan sukses. Pemain Bali United ini melepaskan 15 umpan sukses dari total 19. Tingkat kesuksesannya mencapai 78 persen. Dengan penampilan Lilipaly ini, setidaknya keputusan Milla cukup tepat untuk memainkannya pada Asian Games 2018. Lilipaly baru dipanggil dalam pemusatan latihan terakhir yang digelar di Bali, beberapa waktu lalu. (Ham)

Cetak Gol Salto, Lilipaly Bawa Indonesia Posisi Runner Up di Laga Perdana Asian Games 2018

Striker Timnas U-23, Stefano Lilipaly (10) mencetak dua dari empat gol kemenangan Timnas U-23 atas Taiwan, pada laga perdana penyisihan grup Asian Games 2018, di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). (INASGOC)

Jakarta- Timnas U-23 memetik kemenangan perdana pada fase penyisihan Grup A pada cabang olahraga sepak bola Asian Games 2018. Menghadapi Taiwan, Garuda Muda berhasil menang dengan skor telak 4-0 pada laga yang digelar di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (12/8). Empat gol kemenangan Tim Merah Putih muda dicetak oleh Stefano Lilipaly (66′ dan 76′), Alberto Goncalves (71′), dan Muhammad Hargianto (90+3). Walau menang degan skor telak, Indonesia ternyata belum berhasil meraih puncak klasemen sementara Grup A. Hansamu Yama dkk masih bertengger di peringkat kedua klasemen sementara Grup A, dengan koleksi tiga poin hasil dari satu laga yang dilakoni. Sedangkan Palestina masih nyaman duduk di puncak klasemen dengan raihan empat poin hasil dari dua laga. Sebelumnya, Palestina meraih satu kemenangan saat menghadapi Laos (2-1) dan satu hasil imbang, kala bertanding menghadapi Taiwan (0-0). Sementara itu, peringkat ketiga Grup A diduduki oleh Hong Kong U-23 yang meraih tiga poin. Kendati memiliki raihan poin yang sama dengan Indonesia, Hong Kong kalah dari segi produktivitas gol. Usai takluk dari Indonesia, Taiwan harus mendekam di peringkat empat dengan koleksi satu poin hasil dari dua laga yang dilakoni. Sedangkan posisi buncit Grup A dihuni oleh Timnas U-23 Laos yang belum berhasil meraih poin sama sekali. Dari dua laga yang dilakoni, Laos menelan kekalahan dua kali, yakni saat tumbang dari Hong Kong (1-3) dan takluk dari Palestina (1-2). Sementara itu, skuat asuhan Luis Milla akan menjalani laga kedua menghadapi Timnas U-23 Palestina. Laga akan digelar pada Rabu (15/8) di Stadion Patriot, Kota Bekasi, Jawa Barat. Melihat skornya, hasil gemilang ini merupakan start terbaik kedua yang pernah dilakukan Tim Merah Putih sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games. Kemenangan 4-0 atas Taiwan pada Minggu kemarin hanya kalah dari kesuksesan Indonesia melibas Timor Timur 7-0 pada pertandingan pertama Asian Games 2014. Selain dua edisi terbaru, Indonesia juga tampil pada Asian Games 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1986, dan 2006. Pada 1951, partai awal Indonesia berujung dengan kekalahan 0-3 dari India. Karena saat itu sistem pertandingan masih menggunakan sistem gugur, Indonesia pun langsung tersingkir. Tiga tahun kemudian di Asian Games 1954, Indonesia yang tergabung di Grup C, mengawali langkah usai mengalahkan Jepang 5-3. Indonesia mampu mencapai peringkat empat di akhir turnamen. Di Asian Games 1958, Tim Merah Putih sukses melangkah hingga peringkat ketiga. Ini merupakan pencapaian terbaik sepanjang sejarah partisipasi di Asian Games. Empat tahun kemudian di Asian Games 1962, Indonesia mengalahkan Vietnam Selatan 1-0 pada pertandingan pertama di Grup A. Tetapi, Vietnam Selatan justru kemudian lolos ke babak berikutnya, sedangkan Indonesia tersingkir di fase grup. Pada Asian Games 1966, saat Indonesia mencapai perempat final, hasil partai pertama timnas di Grup C adalah kemenangan 3-0 atas Singapura. Berselang empat tahun, saat Indonesia kembali mencapai perempat final Asian Games 1970, Iswadi Idris dkk. ditahan Iran 2-2 di perjumpaan pertama di Grup C. Kemudian start timnas Indonesia di Asian Games 1986 adalah sukses menahan Qatar 1-1 di Grup C. Pada Asian Games 2006, Tim Merah Hitam langsung dihajar Irak 0-6 pada pertandingan pertama Grup B, dan akhirnya langkahnya terhenti di fase grup. (Dre/Ham) Hasil Asian Games 2018 Grup A, Minggu (12/8) Palestina 2-1 Laos Indonesia 4-0 Taiwan Hasil Grup A sebelumnya Taiwan vs Palestina: 0-0 Laos vs Hong Kong: 1-3. Jadwal Grup A Rabu (15/8) Stadion Patriot, Bekasi 16:00 WIB Hong Kong vs Taiwan 19:00 WIB Indonesia vs Palestina Klasemen Grup A sepak bola Asian Games 2018 No        Tim          Main  Gol   Poin 1. Palestina U-23     2      2-1     4 2. Indonesia U-23    1      4-0     3 3. Hong Kong U-23  1      3-1     3 4. Taiwan U-23        2      0-4     1 5. Laos U-23           2      2-5     0

Matangkan Strategi dan Mental, Timnas Sofbol Realistis di Asian Games 2018

Kapten Timnas Sofbol Putri Asian Games XVIII/2018, Cresida Mariska Dwiyanti dan kolega berusaha realistis, dalam menghadapi ajang Asian Games XVIII/2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Kurang dari 9 hari pelaksanaan Asian Games XVIII/2018, tim nasional (Timnas) sofbol Indonesia fokus mematangkan strategi dan mental tanding. Kapten Timnas Sofbol, Cresida Mariska Dwiyanti, memastikan hal itu, di Lapangan Baseball dan Softball Senayan, Jakarta, Kamis (9/8). “Saat ini fokus kami adalah strategi dan kesiapan mental bertanding. Kalau untuk fisik dan power, sudah maksimal,” ujar Sisi-panggilan akarabnya. Peraih Golden Glove Award – Nike Camp 2002, University California of Riverside di Amerika Serikat (AS) itu mengaku berusaha realistis menghadapi persaingan di pentas Asia. “Di kawasan Asia, kami akan menghadapi 5 negara yang merupakan raksasa dunia untuk sofbol, seperti Jepang, Taiwan, China, Korea dan Philipina. Untuk Philipina mereka memiliki pemain naturalisasi dari Amerika Serikat,” lanjut wanita cantik kelahiran Jakarta 12 Maret 1988. “Dan untuk Asian Games 2018, target kami bersaing dengan Korea dan Philipina. Kalau untuk Jepang, Taiwan, China, kami masih kalah kelas. Mungkin step by step dulu,” tambah atlet yang bersama tim DKI meraih emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008, Kalimantan Timur itu. Menyoal beberapa kendala yang dihadapi jelang perhelatan multievent terkait peralatan yang hingga kini belum diterima para atlet, Cresida mengungkapkan bila hal itu dijadikan motivasi untuk meraih hasil terbaik pada ajang Asian Games nanti. “Kami selalu berpikir positif. Yang pasti kendala yang ada justru kami jadikan motivasi. Apalagi kami tidak dibebankan target, dan Asian Games ini sebenarnya sebagai sasaran antara untuk SEA Games 2019, Manila, Philipina,” terang pemain di posisi shortstop (SS), yang kini juga sudah mulai melatih ini. “Pada SEA Games 2017 Singapura kami tidak dapat medali. Maka untuk SEA Games 2017 target kami finalis,” tukas peraih gelar The Best Slugger dan Most Valuable Player (MVP) pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Baseball dan Softball Junior 2003, di Yogyakarta itu. (Adt)

Gempa Guncang Lombok, Lalu Muhammad Zohri Tegar Berlatih Meski Ingin Pulang

Lalu Muhammad Zohri (berpeci putih) mendapat hadiah berupa umroh gratis dari ustadz Adi Hidayat, Direktur Quantum Akhyar Institute, usai menjadi juara dunia atletik U-20, di Finlandia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Gempa bumi berkekuatan 7.0 skala richter (SR) dengan kedalaman 15 kilometer yang berpusat di darat 18 kilometer barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengakibatkan jatuhya korban jiwa dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas) kelahiran Lombok, NTB, 1 Juli 2000, Lalu Muhammad Zohri sempat terbersit untuk pulang ke kampung halamannya di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Setelah mendapat kabar gempa itu saya sempat kepikiran dan langsung mau pulang. Saya ditelepon kakak dan teman sambil menangis. Mereka bilang masjid dan rumah-rumah sudah rata semua akibat gempa. Tapi Alhamdulilah rumah saya tak mengalami kerusakan,” ujar juara dunia atletik U-20, pada Rabu (8/8), di Stadion Madya Senayan, Jakarta. Meski mengalami kesedihan mendalam akibat musibah gempa yang menimpa kampung halamannya, namun tugas negara sudah menanti remaja yang akrab disapa Badok itu. Ia bakal mewakili Merah Putih di ajang Asian Games XVIII/2018, pada 18 Agustus – 2September mendatang. “Tapi ini ‘kan mau Asian Games. Takutnya malah bikin Indonesia kalah. Mungkin setelah Asian Games, saya segera pulang. Apalagi kakak, juga kasih semangat dan support agar tetap fokus ke Asian Games,” lanjut saudara kandung dari Baiq Fazilah, Lalu Ma’arif, dan Baiq Fujianti itu. Zohri mendapat suntikan semangat dari pemuka agama ustadz Adi Hidayat, Direktur Quantum Akhyar Institute. Ia hadir di Stadion Madya Senayan menepati janji memberikan hadiah berupa umroh gratis bagi Zohri, Eni Nuraeni (pelatih), dan Idan Fauzan Richsan (atlet lompat galah). “Saya datang sebagai putra bangsa dan ingin menepati janji saya untuk memberi hadiah umroh bagi Zohri, pelatih Zohri, dan Idan. Terlebih sebentar lagi ada Asian Games. Tentu perjuangan yang tidak biasa. Momen ini semoga bisa menjadi penambah semangat untuk semua atlet,” tutur Ustadz Adi. Tak hanya itu, Ustadz Adi menjanjikan akan memberikan hadiah bagi peraih medali di ajang Asian Games mendatang. “Untuk yang muslim saya akan hadiahkan umroh, dan untuk yang non muslim saya berikan apresiasi sebesar Rp 30 juta,” ungkapnya. “Terpenting guna menghadapi Asian Games nanti adalah mempersiapkan diri terutam fisik, intelektual, dan spiritual. Perhatikan lawan serta lintasan yang dilalui. Semoga dengan kekuatan spiritual akan memberikan ketenangan sehingga memiliki fokus lebih baik,” tuturnya. Kembali, Zohri mengaku bersyukur dengan apresiasi yang diberikan semua pihak, atas prestasi ia dan rekan-rekannya. “Saya sangat bersyukur sekali, apalagi dapat hadiah umroh gratis lagi. Bagi saya ini sangat luar biasa,” tutup Zohri. (Adt)

Lepas Kontingen Asian Games 2018, Presiden Jokowi Yakin Indonesia Melebihi Target Emas

Presiden Joko Widodo secara resmi melepas kontingen Indonesia untuk Asian Games XVII/2018, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/8). (Kemenpora)

Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga di Asian Games XVIII/2018, di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/8) sore. Orang nomor satu di Indonesia itu meyakini skuat Merah Putih mampu melebihi perolehan emas yang ditargetkan pemerintah. Selain 1.388 atlet dan official, hadir dalam kesempatan itu Puan Maharani (Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan/Menko PMK), Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga/Menpora), Basuki Hadimuljono (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/Menpupera), Erick Thohir (Ketua Komite Olimpiade Indonesia/KOI dan Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018/INASGOC), dan Komisari Jenderal Polisi Syafruddin (CdM Kontingen Indonesia). “Saya tahu saudara-saudara atlet yang didukung pelatih dan ofisial yang berlatih sangat keras dalam waktu yang lama. Saya meyakini Insya Allah ema sebanyak-banyaknya didapatkan,” ujar mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah itu. Presiden Jokowi menyebut pemerintah menargetkan Indonesia masuk 10 besar dengan minimal 16 medali emas. “Target 16 medali emas adalah minimal. Artinya kalau tambah banyak boleh, tapi kalau kurang satu tidak boleh. Jadi jelas ya,” lanjut suami dari Iriana Joko Widodo itu. Saya telah melihat beberapa cabang olahraga yakni jetsi, layar, skateboard, dayung, pencak silat. Saya kira latihan yang cukup panjang ada hasil yang baik,” tambahnya. “Saya meniitipkan kebanggaan negeri ini ada di saudara-saudara seluruh atlet yang akan berlaga dan yakinlah 263 juta masyarakat Indonesia mendoakan semuanya untuk berkumandangnya lagu Indonesia Raya, usai saudara bertanding. Jaga nama baik negara,” cetus pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni, 57 tahun silam itu. Sementara itu, Imam meminta seluruh masyarakat Indonesia mendukung para atlet demi mengharumkan nama Indonesia di pentas Asia. “Sebuah proses panjang yang di dalamnya terdapat tetesan keringat, darah dan air mata. Semua demi satu tujuan melahirkan prestasi monumental bangsa,” terang menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Ia menyebut Asian Games 2018 merupakan momentum kebangkitan olahraga di Tanah Air. Pria berusia 44 tahun itu meyakini bahwa tak ada hasil yang mengikari usaha, kerja keras, serta keikhlasan. “Dukung dan doakan selalu pahlawan olahraga Indonesia, putra putri terbaik bangsa ini sebagai pelengkap ikhtiar batin yang kita lakukan untuk meninggikan Merah Putih serta mengumandangkan lagu kebanggaan Indonesia Raya dari seluruh arena pertandingan yang ada, demi harkat, martabat dan kebanggaan sebagai bangsa,” tutup Imam. (Adt)

Ada Anomali Mengejutkan Dari Hasil Kejuaraan Dunia dan Emas Bulutangkis Asian Games

Ganda Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meski gagal membawa gelar juara pada kejuaraa dunia 2018 di China, diharapkan mampu meraih medali emas pada Asian Games 2018 di Indonesia. (djarumbadminton.com)

Jakarta– Kegagalan tim bulutangkis Indonesia pada Kejuaraan Dunia 2018 pekan lalu, mencuatkan sejumlah pertanyaan, apakah skuat Merah Putih sanggup merebut emas di ajang Asian Games 2018 ? Kini, justru fakta menarik mulai terungkap. Walau gagal merebut satu gelar pun di Kejuaraan Dunia, tapi nyatanya Indonesia justru berhasil merengkuh medali emas di ajang Asian Games, saat tahun yang bersamaan dengan digelarnya turnamen berlabel BWF World Championships itu. Fakta ini setidaknya tersaji pada 3 edisi Asian Games sebelumnya, yakni pada 2014, 2010 dan 2006 silam. Tercatat, pada 2014, 2010 dan 2006, Indonesia juga gagal merebut satu pun gelar di Kejuaraan Dunia Bulutangkis, namun berhasil merebut medali emas Asian Games di tahun yang sama. Pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Indonesia sukses mengawinkan emas bulutangkis, di sektor ganda putra dan ganda putri. Dobel Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan duet Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, sama-sama mengukir medali emas, meski sebulan sebelumnya, gagal meraih gelar Kejuaraan Dunia 2014 di Copenhagen, Denmark. Hal serupa juga dialami pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan pada 2010, dan tunggal putra Taufik Hidayat, pada 2006. Kegagalan di Kejuaraan Dunia seolah menghadirkan motivasi berlipat di pentas pesta olahraga terbesar bangsa Asia itu. Sejak 2005, Kejuaraan Dunia Bulutangkis berganti format dengan digelar setiap tahun, kecuali pada tahun diberlangsungnya Olimpiade. Hal ini pula yang menjadikan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Bulutangkis, selalu berlangsung dan tampil bersamaan waktunya, dengan tahun diselenggarakan ajang multi event Asian Games, sejak 2006 lalu. Ganda putra Indonesia yang juga unggulan pertama Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo rontok di perempatfinal. Jepang dan China akhirnya mengoleksi dua gelar juara, sedangkan satu titel diraih Spanyol, melalui Carolina Marin. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Susi Susanti mengatakan, hasil yang didapat di Kejuaraan Dunia tak mengubah target di Asian Games 2018. Indonesia menargetkan dua emas cabor bulutangkis, dari sektor ganda putra (Kevin/Marcus) dan campuran (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir). “Tak ada perubahan target di Asian Games. Kami melihat peluang yang ada, dan selalu mengevaluasi perjalanan mereka dari Januari-Agustus ini,” kata Susi pada Senin (6/8). “Kami memang bukan membebani atlet, tapi ya ini situasinya realistis saja. Peluang ada di sektor ganda,” tambah Susi. Usai Kejuaraan Dunia di Nanjing, China, atlet Indonesia sudah ditunggu Asian Games 2018. Cabor bulutangkis dipertandingkan pada 19 Agustus. “Harus lebih siap lagi, karena kalau dibilang alarm, setiap pertadingan kalau kalah tentu ada alaramnya untuk mengingatkan. Tapi, bukan berarti habis,” pungkasnya. (Adt)

Berbekal Medali Kejuaraan Asia, Atlet Panjat Tebing 19 Tahun Rajiah Sallsabillah Yakin Sumbang Emas Asian Games 2018

Atlet panjat tebing 19 tahun nomor kecepatan (speed) kelahiran Banten 30 April, Rajiah Salsabillah yakin sumbang medali emas Asian Games XVIII/2018. (FPTI)

Jakarta- Kurang dari sepuluh hari pelaksanaan Asia Games XVIII/2018, persiapan atlet makin matang. Mereka terus mempertajam skill dan mental tanding. Salah satunya yang dilakukan atlet putri panjat tebing pemusatan latihan nasional (Pelatnas), Rajiah Sallsabillah. Dara kelahiran Banten 30 April 1999 ini makin giat berlatih demi tekad menyumbangkan medali emas bagi Merah Putih. Bukan tanpa alasan ia membentang asa di pesta multievent empat tahunan itu. Segudang prestasi ia torehkan. Memulai debutnya di kejuaraan nasional (Kejurnas) Surabaya Cup 2015, ia menempati peringkat 11. Di tahun yang sama, ia tampil di Kejurnas Yogyakarta. Sayang, peringkatnya melorot ke urutan 16. Tak patah arang, Rajiah kembali menempa kemampuannya pada kejuaraan di wilayah Jakarta Utara. Kali ini ia membuktikan kualitasnya sebagai atlet panjat tebing nomor kecepatan (speed) yang mumpuni. Hasilnya, dua medali emas dari nomor speed klasik umum putri dan speed klasik youth A putri, sukses disabet. Setahun kemudian, mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta itu kembali mengukir prestasi. Tepatnya di kejuaraan Sawah Lunto Wall Climbing, Sumatra Barat (Sumbar), ia menjadi kampiun di nomor speed klasik perorangan putri. Prestasinya berlanjut di Cianjur, Jawa Barat (Jabar) dengan mengunci medali emas di nomor speed klasik perorangan putri, masih di tahun yang sama. Berjaya di tingkat nasional, Rajiah mencoba peruntungan di level internasional. Remaja lulusan SMKN 9 Tangerang, Banten itu berlaga di ajang Asian Championship 2017 di Iran. Turun gelanggang di nomor speed world record relay tim putri, Rajiah berhasil mengantongi medali perak. Ia juga mengikuti kejuaraan di Xiamen dan Wujiang, China serta di Moskow, Rusia. Di Rusia, Rajiah berada di peringkat keenam. Lalu, dari kejuaraan dunia di Moskow, ia mengikuti kejuaraan dunia di Chongqing dan Tai’an, China. “Di Chongqing peringkat 10 dan Tai’an peringkat delapan,” ujar atlet asal Banten itu, dikutip situs resmi FPTI, Selasa (7/8). Rajiah mengaku dari semua event yang diikuti terutama di pentas internasional, event di Iran memiliki kesan tersendiri baginya. “Karena dapat medali pertama (di event iternasional),” cetusnya. Perkenalan Rajiah dengan panjat tebing dimulai saat usinya masih 14 tahun. Adalah sang kakak yang juga seorang atlet memperkenalkan dirinya pada olahraga ekstrem itu pada 2013. Dan, sang kakak yang kerap membawa piala usai kejuaraan makin membuat Rajiah jatuh hati pada panjat tebing. “Awal suka panjat tebing karena senang lihat kakak. Tiap lomba pasti bawa piala. Terus pingin coba kayak kakak dan pulang bawa piala,” pungkas atlet yang tengah mengambil studi Sistem informasi ini. (Adt)

Berkekuatan 938 Atlet dan 365 Official, Kontingen Indonesia Asian Games 2018 Resmi Dikukuhkan

Kontingen Indonesia Asian Games XVIII/2018 resmi dikukuhkan oleh Puan Maharani (Menko PMK), di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (5/8). (Adt/NYSN)

Jakarta- Kontingen Indonesia Asian Games XVIII/2018 resmi dikukuhkan Puan Maharani, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK), di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (5/8). Dalam kesempatan itu juga dilakukan Penandatanganan Pakta Integritas CdM (Chief de Mission) Asian Games VIII/2018. Di pesta multievent empat tahunan itu, kontingen Indonesia berkekuatan 1.383 orang, teridiri dari 938 atlet, 365 official, dan 80 headquarter. Namun, jumlah atlet yang hadir pada pengukuhan itu hanya sepertiga dari jumlah keseluruhan, karena sebagian atlet masih mengadakan training camp dan tary out di luar kota atau luar negeri. Para atlet akan bertanding pada 465 nomor dari 40 cabang olahraga (cabor). Jumlah nomor dan cabor itu meningkat dibanding Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, yang mementaskan 39 nomor dari 36 cabor. Lalu Muhammad Zohri, juara dunia atletik U-20, terpilih menjadi salah satu dari tiga perwakilan pembaca janji atlet. Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Syafruddin, yang menjadi Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Asian Games XVIII/2018, mengatakan seluruh kontingen Indonesia sudah siap dalam mengemban tugas untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. “Kontingen Indonesia siap mengharumkan nama Indonesia meraih kemenangan serta merebut juara, di Asian Games 2018. Kami mohon doa restu semua masyarakat Indonesia, agar capaian Indonesia optimal,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) itu dalam sambutanya. Sementara Erick Thohir, Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) sekaligus Ketua Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), menyebut jumlah kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 merupakan yang terbesar dibandingkan dengan negara-negara peserta lainnya. “Sudah menjadi tradisi bagi KOI dimana sebelum kontingen dilepas oleh negara untuk berjuangan di Asian Games maka KOI melakukan pengukuhan dan penandatanganan pakta integritas,” terang pria kelahiran Jakarta, 48 tahun silam itu. Sedangkan Puan menyebut bahwa acara ini merupakan momen yang membanggakan karena bisa mengukuhkan duta olahraga nasional, para duta bangsa, dan para pahlawan olahraga Indonesia yang nantinya akan berlaga di Asian Games 2018 demi kebanggaan bangsa dan negara. “Saya juga menyampaikan selamat kepada seluruh tim Indonesia, para atlet, para pelatih dan seluruh official untuk bisa mewakili bangsa dan negara pada pagelaran Asian Games 2018,” tutur Puan. “Ini adalah tanggung jawab dan seluruh tim patut berbangga, sebab telah menunjukkan dedikasi dan prestasinya, sehingga kalianlah yang memang patut dan pantas mewakili Merah Putih bagi seluruh rakyat Indonesia,” tukas cucu Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno itu. Di saat yang sama, Erick mengatakan persiapan acara pembukaan pesta multievent negara-negara Asia edisi ke-18 mendekati fase akhir. “Persiapan pembukaan sudah hampir final. Semua pengisi acara sudah berlatih termasuk penari yang sudah bersiap selama beberapa bulan terakhir,” ujar Erick, pada Minggu (5/8). Pihaknya kni tengah memastikan lancarnya pasokan listrik, air serta jaringan wi-fi. “Tinggal memastikan soal listrik, air dan wi-fi. Soal lain yakni transportasi dan keamanan juga sudah siap. Ini demi memberikan rasa nyaman kepada semua orang yang nantinya hadir menyaksikan acara pembukaan Asian Games 2018,” tambah pendiri Mahaka Group itu. Sementara, soal defile kontingen Indonesia pada acara pembukaan, Erick menyebut akan diikuti sekitar 1000 atlet serta official. Meski begitu, ia belum bisa memastikan siapa yang nantinya akan membawa bendera Merah Putih saat defile berlangsung. “Untuk nama pembawa bendera Merah Putih masih akan dibicarakan secara internal terlebih dahulu,” terang anak pasangan Teddy Thohir (ayah) dan Edna Thohir (ibu) itu. Dan, acara pembukaan Asian Games XVIII/2018 bakal berlangsung pada Sabtu (18/8), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta. (Adt)

Gagal ke Semifinal Kejuaraan Dunia, Kevin/Marcus Alihkan Fokus Ke Asian Games 2018

Ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, sukses menekuk dobel nomor satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dalam dua game dengan skor 19-21 dan 18-21. (tribunnews.com)

Jakarta– Pupus asa duet Merah Putih, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, untuk meraih gelar juara dunia 2018. Duo Minions harus mengubur impiannya tersebut usai tersingkir di babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulutangkis (BWF World Championship 2018). Mereka takluk dari ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dalam dua game dengan skor 19-21 dan 18-21. Laga yang berlangsung Jumat (3/8) di Nanjing Olympic Sports Centre, China, pasangan nomor satu dunia ini tampil di bawah level permainan terbaiknya. Selain itu, juara All England 2017 & 2018 ini kerap melakukan kesalahan sendiri. Hasil ini serupa dengan raihan tahun lalu, yang juga terhenti di babak perempatfinal. “Lawan pertahannnya rapat, bolanya berat dan enggak gampang dismes, jadi lebih enak untuk lawan. Selain pertahanan yang bagus, Kamura/Sonoda serangannya juga bagus. Ketemu mereka memang selalu ramai. Semoga kami bisa meraih hasil yang lebih baik di Asian Games 2018,” ungkap Marcus usai laga dalam rilis resmi PBSI. Kevin/Marcus bakal menjadi salah satu andalan Indonesia dalam meraih medali emas pada Asian Games 2018, yang akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September. “Memang lawannya bagus, tak gampang dimatikan. Kami sudah tahu dari awal kalau lawan mereka pasti tidak akan gampang,” tambah Kevin. Kekalahan itu sekaligus membuat rekor head to head Kevin/Marcus dengan Kamura/Sonoda menjadi imbang 4-4. Indonesia juga tak memiliki wakil lagi di sektor ganda putra. Dengan hasil ini, Kevin/Marcus, yang mengoleksi sepuluh gelar juara super series itu, belum bisa meraih titel di turnamen mayor. (Adt)

Demi Target Masuk 10 Besar Asian Games 2018, Indonesia Buru 16 Medali Emas

Bersaing dengan 45 negara yang mengikuti Asian Games 2018, Indonesia masih berharap besar pada cabang Olimpiade seperti bulutangkis dan angkat besi. (antarafoto.com)

Jakarta- Demi mengejar target masuk peringkat 10 besar di pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia (Asian Games) pada 18 Agustus – 2 September 2018, kontingen Merah Putih memburu 16 medali emas. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Menilik hasil Asian Games 2014, Incheon, Korea Selatan, skuad Garuda finish diposisi 17, dengan raihan 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu. Sedangkan peringkat 10 dihuni Qatar (10 emas, 4 perak), kemudian ada Taiwan diurutan sembilan (10 emas, 18 perak, 23 perunggu). Lalu diposisi delapan ditempati India (11 emas, 10 perak, 36 perunggu), serta Korea Utara diposisi tujuh (11 emas, 11 perak, 14 perunggu), dan Thailand bertengger diperingkat enam (12 emas, 7 perak, 28 perunggu). Sedangkan lima besar masing-masing diisi China (151 emas, 108 perak, 83 perunggu), Korea Selatan (79 emas, 71 perak, 84 perunggu), Jepang (47 emas, 76 perak, 77 perunggu), Kazakhstan (28 emas, 23 perak, 33 perunggu), serta Iran (21 emas, 18 perak, 18 perunggu). Bersaing dengan 45 negara yang mengikuti Asian Games 2018, Indonesia masih berharap besar pada cabang Olimpiade seperti bulutangkis dan angkat besi. Diluar cabang Olimpiade, harapan dibebankan pada cabang pencak silat, jetski, bridge, panjat tebing serta paralayang. Mulyana, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), mengatakan sejauh ini prediksi dan kalkulasi penyebaran medali pada cabang-cabang harapan masih sesuai progres. “Memang cabang-cabang seperti pencak silat, jetski, bridge, panjat tebing serta paralayang yang kami harapkan bisa memberikan kontribusi medali untuk mencapai target masuk 10 besar Asian Games 2018,” ujar Mulyana, di Jakarta, Jumat (3/8). Dengan pelaksanaan Asian Games yang hanya tinggal hitungan hari, fokus pemerintah dalam hal ini Kemenpora, ungkap Mulyana, adalah menjaga kondisi atlet dari cedera, doping, serta terkait penyelesaian masalah keuangan. “Saat ini yang menjadi concern yakni menjaga atlet tidak cedera maupun terkena doping. Begitu juga dengan penyelesaian masalah keuangan. Jangan sampai masalah itu nantinya mengganggu bahkan membubarkan target kontingen Indonesia,” tambah pria yang pernah menjadi Satgas Asian Games 2010, Guangzhou, China itu. (Adt)

Batal Bagikan Tiket Gratis Modern Pentathlon, Pemkab Tangerang Akhirnya Ajukan Syarat

Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa (duduk) saat mengunjungi venue Asian Games 2018 cabang olahraga modern pentathlon di SMA Adriya Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (tribunnews.com)

Tangerang– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akhirnya membatalkan gratis tiket menonton cabang olahraga (Cabor) Modern Pentathlon Asian Games 2018, di SMA Adriya Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang memutuskan tiket gratis kini dibatasi untuk 100 orang. 100 orang warga kabupaten Tangerang yang bisa menyaksikan pertandingan Asian Games 2018, juga harus menunjukkan bukti kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) asli sebagai warga kabupaten Tangerang. “Tiket tidak bisa gratis, keputusan yang akhirnya harus kami terima. Jadi, ya kita lakukan pemberlakuan syarat,” kata Plt Bupati Tangerang, Komarudin, usai membuka pelaksanaan gerak jalan Asian Games 2018 di Tigaraksa, Kamis (2/8). “Masyarakat harus memiliki KTP atau Kartu Keluarga Tangerang, untuk bisa mendapatkan tiket yang kami sediakan sebanyak 100 tiket (gratis),” lanjutnya. Pembatalan tiket gratis tersebut karena adanya kekhawatiran terkait tingginya animo masyarakat, yang dapat mengganggu jalannya pertandingan di ajang akbar se-Asia tersebut. Sebelumnya, pemda setempat memberikan pernyataan berencana akan menggratiskan tiket masuk Modern Pentathlon, bagi masyarakat Tangerang untuk bisa menyaksikan ajang internasional Asian Games 2018 tersebut. Yayasan Adria Pratama Mulya (APM), yang jadi tempat berlangsungnya Modern Pentathlon itu, memiliki kapasitas 300 – 800 penonton. Ketua Harian APM, Triwatty Marciano menuturkan, pihak pengelola venue sejak awal mengharapkan tak diberikan tiket gratis kepada masyarakat. “Saya minta tidak gratis, karena khawatir penonton akan membeludak kalau gratis, mengingat kapasitas yang kami miliki,” tegasnya. Harga tiket Asian Games 2018 untuk Modern Pentathlon pun dibanderol sebesar Rp150 ribu, yang dapat dibeli melalui situs resmi Asian Games 2018 dan juga beberapa situs perbelanjaan online lainnya. Modern Pentathlon akan memperebutan dua medali emas di Asian Games 2018. Modern pentathlon merupakan gabungan dari lima disiplin olahraga, yaitu berkuda, anggar, renang, menembak dan lari. Sistem pemberian poin setiap nomor juga berbeda. Pada lomba berkuda, peserta akan berlomba di nomor jumping melewati berbagai rintangan. Pada nomor anggar, setiap atlet akan saling bertarung dan harus mencetak poin terbanyak dalam satu menit. Lalu nomor renang gaya bebas 200 meter. Semakin cepat dari batas waktu standar yang diberikan, maka makin banyak pula poin yang diraih. Dan terakhir adalah Laser Run atau gabungan dari lari sejauh 3 KM dan diselingi adu kecepatan menembak di jarak 10 m rifle. Cabang dengan yang mempertandingkan lima disiplin ini akan dipertandingkan (gametime) pada 31 Agustus dan 1 September 2018. Dari enam atlet pelatnas modern Pentathlon, nantinya dipilih empat atlet, dua putra dan dua putri yang akan berlaga di Asian Games 2018. Keenam atlet itu, yakni Yusri, Frada Saleh Harahap, dan M Taufik di sektor putra. Kemudian Dea Salsabila, Adrianida Irma Saleh serta Maharani Azhri Wahyuningtyas di sektor putri. (Art)

Palestina Masuk Grup A, Timnas U-23 Batal Uji Coba Dan Terancam Tak Lolos Penyisihan Asian Games 2018

Dalam Grup A, lawan Timnas U-23 bertambah dengan masuknya Palestina, diikuti oleh Hongkong, Laos, dan Taiwan. Sehingga perjalanan di Asian Games 2018 dimulai lebih cepat yakni pada 10 Agustus. (goal.com)

Jakarta- Striker Timnas U-23, Alberto Goncalves, menyayangkan pembatalan uji coba melawan Timor Leste U-23. Dia menilai pertandingan itu sangat penting untuk persiapan terakhir menuju Asian Games 2018. Sebelumnya, Timnas U-23 dijadwalkan berlatih tanding kontra Timor Leste U-23 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 10 Agustus. Namun, duel itu justru batal digelar karena adanya pengundian ulang (redraw), yang berpengaruh pada jadwal pertandingan di Asian Games. Dalam Grup A, lawan Timnas U-23 bertambah dengan masuknya Palestina, diikuti oleh Hongkong, Laos, dan Taiwan. Ini membuat Timnas U-23 memulai perjalanannya di Asian Games 2018 lebih cepat yakni pada 10 Agustus 2018. “Uji coba lawan Timor Leste batal karena berdasarkan hasil drawing terbaru Asian Games jadi dimulai lebih awal yaitu pada tanggal 10 Agustus untuk cabang sepak bola,” kata Kepala Media dan Digital PSSI, Gatot Widakdo, Rabu (24/7). Sebelumnya, pasukan Luis Milla dijadwalkan melakukan laga perdana versus Taiwan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, pada 14 Agustus. “Kecewa sekali, karena kami butuh uji coba biar tahu kekompakan tim sebelum Asian Games,” ujar pemain yang akrab dipanggil Beto, pada Kamis (26/7). Pasukan Luis Milla kini hanya memiliki satu laga uji coba terakhir, yakni melawan Bali United. Duel versus tim berjuluk Serdadu Tridatu itu akan digelar secara terbuka di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (31/7). Meski menjalani satu laga uji coba saja, Beto menilai itu sangat bermanfaat untuk timnya. Ia berharap Timnas Indonesia U-23 bisa semakin kompak. “Harusnya minimal dua uji coba (tanding), tapi kalau cuma satu lawan Bali United saja, okelah bagus karena Bali United tim kuat, dan kami di Asean Games juga akan menghadapi tim kuat,” imbuh Beto. Hadrinya Palestina di Grup A sejatinya menambah rumit posisi Timnas U-23 sebagai tuan rumah. Dari ranking FIFA, tim merah putih berada di posisi kedua dari bawah di Grup A Asian Games 2018. Padahal, hanya dua tim yang lolos dari fase grup. Artinya, Indonesia harus mempecundangi dua negara dengan ranking FIFA yang lebih tinggi. Palestina sebenarnya belum lama jadi anggota FIFA. Pertama kali sepakbola mereka diakui pada 1998 lalu. Palestina memilih bertanding di konfederasi sepakbola Asia (AFC). Palestina adalah tim kuat, dan mencapai babak 16 Besar di AFC U-23 pada 2017, di Qatar. Enam sampai tujuh pemain mereka pun aktif berkompetisi di Eropa. (Dre) Ranking FIFA Negara Grup A Asian Games 2018  1. Palestina Ranking FIFA ke-99, dengan 347 poin 2. Taiwan Ranking FIFA ke-123, dengan 247 poin 3. Hongkong Ranking FIFA ke-142, dengan 195 poin 4. Indonesia Ranking FIFA ke-164, dengan 111 poin 5. Laos Ranking FIFA ke-178, dengan 82 poin

Drawing Ulang Cabor Sepak Bola Asian Games 2018 di Kuala Lumpur, INASGOC : Keputusan Ada Di OCA

Undian ulang cabor sepak bola Asian Games 2018 diwacanakan usai Uni Emirat Arab dan Palestina memprotes tak masuk dalam drawing awal, yang digelar pada 5 Juli lalu, di Kantor Pusat INASGOC di Jakarta. (malaymail.com)

Jakarta- Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) memastikan undian ulang pada cabang olahraga sepak bola akan dilakukan Rabu (25/7). Namun undian hanya dilakukan terhadap dua negara, yakni Uni Emirat Arab dan Palestina, yang protes karena tak masuk dalam undian pertama. “Besok akan digelar drawingnya. Di AFC (Federasi Sepak Bola Asia) House di Kuala Lumpur, Malaysia,” ujar Deputi 2 INASGOC Bidang Games Operation, Harry Warganegara, saat dikonfirmasi pada Selasa (24/7). Undian ulang memang diwacanakan setelah Uni Emirat Arab dan Palestina memprotes tak masuk dalam drawing awal, yang digelar pada 5 Juli lalu di Kantor Pusat INASGOC di Jakarta. INASGOC sempat menolak permintaan ini, namun akhirnya drawing ulang tetap dilaksanakan. Dua opsi muncul, yakni pertama undian ulang secara keseluruhan 26 negara yang ikut. Kedua, undian hanya dilakukan terhadap dua Uni Emirat Arab dan Palestina saja, atau oleh INASGOC disebut proposed partial redraw. “Jadinya, kami proposed partial redraw. Hanya 2 NOC (national olympic comittee) itu saja yang di-drawing,” ujar Harry. Dengan masuknya UEA dan Palestina, total negara yang akan bertanding di cabang sepak bola Asian Games 2018 berjumlah 26 negara. Dari drawing terakhir, 24 negara telah dibagi ke dalam enam grup, yang masing-masing terdiri dari empat negara. Indonesia berada di Grup A bersama Hong Kong, Laos, dan Taiwan. Hal senada juga diungkap, Sekjen INASGOC, Eris Heriyanto. “Rencananya kami undi dua negara itu saja. Soal format undian sudah dibahas oleh INASGOC, PSSI dan AFC pada Senin (23/7). Tapi, sampai sekarang belum ada titik jelas, seperti apa opsi yang akan diambil,” ujar Eris, di Kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (24/7). Pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 63 tahun silam itu, menegaskan Komite Olimpiade Asia (OCA) sebenarnya yang menjadi penentu soal ini. “Keputusannya ada di OCA. AFC cuma bantu. Dan, OCA akan datang besok (Rabu, 25/7) membahas masalah ini,” tukas purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara (AU) itu. (Adt)

Palestina dan UAE Protes, Drawing Ulang Sepak Bola Putra Asian Games 2018 Dilakukan Senin

Logo Asian Games 2018

Jakarta– Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) meminta Indonesia melakukan redraw atau undian ulang, pembagian grup penyisihan sepak bola putra Asian Games 2018. Dilansir BolaSport.com dari media Thailand, Bangkok Post, proses drawing ulang ini, berlangsung di Jakarta pada Senin (23/7). AFC telah menginformasikan ke semua asosiasi anggotanya yang mengikuti sepak bola Asian Games 2018, termasuk Federasi Sepak Bola Thailand (FAT). Sebelumnya, undian untuk turnamen diadakan di Jakarta pada 5 Juli 2018. Saat itu, cabang olahraga ini diikuti 24 tim yang akan terlibat persaingan memperebutkan emas. Namun, hasil drawing itu ’tergores’ oleh protes dari Uni Emirat Arab (UAE) dan Palestina. Kedua negara itu tak dimaksukkan dalam pelaksanaan undian awal, setelah mereka tak masuk drawing. Akhirnya, keputusan melakukan pengundian ulang pun dilaksanakan dengan 26 peserta. Tim-tim tersebut diunggulkan ke dalam empat pot berdasarkan penampilan mereka pada Asian Games 2014. Tuan rumah Indonesia secara otomatis akan masuk dalam pot 1 dan menjadi tim yang ada di Grup A. Sedangkan dari delapan tim yang lolos ke perempat final Asian Games 2014, hanya Yordania yang absen tahun ini. Pada 2014, Korea Selatan meraih emas setelah pada final menumbangkan Korea Utara. Irak merebut peruggu setelah menang atas Thailand pada perebutan posisi tiga. Sepak bola putra Asian Games 2018 akan mempertandingkan Timnas U-23 dengan tambahan tiga pemain senior. Empat stadion jadi arena pertandingan untuk fase penyisihan sampai final. Arena itu antara lain: Stadion Pakansari, Cibinong di Kabupaten Bogor, dan Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi. Lalu, Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan Stadion si Jalak Harupat, Sorean, Kabupaten Bandung. Semua stadion itu berada di Provinsi Jawa Barat. (Ham)