Ajang Supporting Event Kompetisi Basket Antar Sekolah Honda DBL 2017 Menyimpan Aturan Tersendiri

Liga Basket DBL Indonesia yang digelar rutin setiap tahunnya

Umumnya pertandingan kompetisi basket tidak mengenal memberikan kesempatan kepada lawan yang kalah, biasanya peserta dalam posisi menang akan terus menambah keunggulan mereka, dan meninggalkan yang kalah. Peraturan tersendiri di terapkan oleh panitia acara DBL yang di gelar di Gor Pajajaran Cibinong, Kota Bogor. Perbedaannya antara lain seperti memberikan dispensasi atau kesempatan kepada yang kalah dengan cara memberikan keleluasaan dalam penjagaan (defense) Pramana Aditya mengatakan kepada nysnmedia.com peraturan yang di terapkan berbeda dari umumnya, yang lebih di kenal dengan sebutan respect the game. Selasa (22/8) “Iya, kami memiliki peraturan tersendiri yang telah di setujui oleh FIBA, diantaranya dengan penerapan berikan kesempatan untuk memperluas ruang gerak para penyerang dari pihak lawan yang skornya tertinggal dengan selisih 20 point. Yang sering kami sebut dengan istilah respect the game,”ujar Aditya Aditya juga menambahkan bahwa Respect the game ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak seperti Perbasi Kota Bogor. “Acara ini terselenggara berkat kerjasama yang baik dari berbagai pihak, khususnya para sponsor yang terlibat, dan kedepan pada tanggal 25 Agustus mendatang, akan kami umumkan nama 12 pemain terbaik versi DBL.”tutupnya (adt)

Dukung Kesertaraan Gender, Football For Peace 2017 Tampilkan Tim Campuran

Tokoh putri yang tergabung dalam tim JKT69, (Dari Kiri, Erica, Thalia & Adinda), 21/05/17. (NYSN Media)

Berlaga dalam sepak bola adalah sebuah tantangan bagi kaum hawa, terlebih harus menyiapkan fisik yang baik serta istirahat yang cukup. Dari pantauan NYSN di lapangan ternyata ada dari satu Tim yang berisikan wanita yang bercampur dengan laki-laki dalam kompetisi. Tidak hanya 1 orang, tetapi 4 orang yang tergabung dalam komunitas JKT 69. Diantara tim JKT 69 yang di koordinatori oleh Oka, 4 gadis belia diantaranya Thalia, adinda, erika dan musdalifah. Keikut sertaan sosok perempuan bisa di indikasikan bahwa Football For Peace 2017 bukan sebuah tournamen biasa, yang sekedar mencari pemenang, tetapi lebih mengedepankan syarat dengan perdamaian. Di belakang sucsesi acara Football For peace 2017 juga menyimpan sosok kuat seorang ibu sederhana bernama Hirma Amilia Sjarif (43) yang selalu sigap dalam semua tugas kepanitiaan. Hirma yang mengabdikan dirinya menjadi bagian dari keluarga besar Unipapua terus terpanggil melakukan aksi sosial tanpa henti, perempuan dengan tenaga ektra ini terlihat tak pernah memiliki rasa lelah, lemah apalagi mengeluh. Hingga akhir acara kita dapat bercermin bahwa takkan ada acara yang lebih sucses tanpa campur tangan wanita. (adt)

Ingin Menjadi Pembuat Game Online, Pemuda Ini Terus Berprestasi Lewat Olahraga Renang

Rakha-Renang

Alangkah sempurnanya hidup ini jika hobby dan cita-cita dapat berjalan selaras menjalani kehidupan sehari hari dengan mengukir sejarah mempersembahkan prestasi dari tingkat daerah, wilayah, nasional bahkan internasional. Rakha satya mahardhika merupakan siswa SMAN 3 Tangsel, telah mengukir banyak prestasi dalam olahraga renang. Siswa kelas XII ini mengatakan bahwa sudah berlatih renang sejak kelas 1 SMP. “Kalau pulang sekolah, di rumah tidak ada kegiatan. Jadi akhirnya cari-cari kegiatan apa yang bisa mengisi waktu luang saya. Lalu ada yang ajakin ikut renang, terus ikut lomba. Dipikir-pikir seru juga, nih kalo bisa menang dalam perlombaan.” tutur Rakha. (3/8) Tergabung dalam club parisakti jakarta, berikut beberapa prestasi Rakha. 1. Juara 2 O2SN tingkat Provinsi 2. Mendapatkan medali emas, perak dan perunggu dalam Kejurda DKI Jakarta 3. Mendapatkan medali emas kategori estafet gaya ganti 4×100 dan medali perunggu kategori gaya bebas 4×200 dalam Kejuaraan KRAPSI (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia) tingkat nasional di Surabaya Bagi Rakha, teman-teman yang menjadi saingan ketika lomba juga saling memotivasi. “Karena sebenarnya kita semua saling mendukung. Walaupun bersaing ketika lomba, tapi itu hanya menjadi saingan ketika di dalam air, setelah lomba kita tetap berteman.” ujarnya. Saat pertama kali mengikuti kejuaraan olahraga renang, Rakha mengatakan bahwa ia memiliki pengalaman lucu sekaligus sedikit memalukan yang pernah dialaminya. “Pertama kali ikut pertandingan renang, biasa peraturannya tidak kalau sudah lompat dan berada dalam air, harus langsung bergerak dan tidak boleh buang waktu sekalipun kacamata lepas. Tapi tidak sengaja kacamata saya terlepas ketika sudah lompat ke dalam, akhirnya saya perbaiki dulu posisi kacamata padahal harusnya sudah mulai berenang. Itu sebenernya terlihat agak bodoh, tapi maklum masih SMP.” kata Rakha seraya tertawa. Ditanya soal cita-cita, Rakha menuturkan bahwa ia ingin menjadi penemu game online. “Saya ingin menjadi penemu game online, karena saya suka bermain game online. Memang tidak ada hubungannya dengan renang, tetapi saya juga berimpian dapat menjadi pelatih renang untuk mengisi waktu luang dan bisa bayar kuliah sendiri untuk meringankan beban orang tua. Karena kalau kita mau jadi yang terbaik, kita harus berusaha menjadi yang terbaik, jangan puas hanya dengan menjadi yang kedua atau ketiga.”tutup Rakha (crs/adt)

Para Wasit Perempuan Ini Siap Memimpin Jalannya Pertandingan Sepakbola di Inggris

Deliana-Wasit

Emansipasi perempuan saat ini sudah masuk ke dalam hampir seluruh segmen para laki laki, balap motor, balap mobil, basket, bahkan dalam olahraga tinju sekalipun wanita sudah mendominasi. Tak terkecuali dalam sepak bola, sudah banyak dalam suatu pertandingan menggunakan wasit perempuan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa British Council dan Premier league sedang bekerjasama dengan wasit sepakbola Indonesia pada tahapan kursus pengembangan wasit premier skills yang pertama kali di adakan di Jakarta. Dalam kursus tersebut terdapat tiga level atau tiga tahapan dalam program pengembangan wasit, untuk tahun ini sebagai permulaan program level 2 dan 3 di lapangan ISCI Ciputat, Tangsel. Pada pengembangan level 1 adalah tentang pemahaman tentang pengantar peraturan standart law of the game (peraturan permainan) dan juga mengembangkan keterampilan praktis agar dapat memenuhi kualifikasi sebagai wasit. Sedangkan pada level 2 kursus tersebut lebih di tekankan pada jam terbang atau berpengalaman selama1-3 tahun di tiap pertandingan, dalam artian mereka terjun langsung memimpin pertandingan secara rutin. Rutinitas level 2 para wasit ini secara langsung mendemonstrasikan serangkaian kompetisi dan potensi sampai mereka lolos ke tingkat yang lebih tinggi. Dan pada level 3,selain terlibat secara rutin, mereka juga di tuntut untuk terlibat pembelajaran progresif dengan fase masa 4 tahun pengalaman. Serangkaian level tersebut sedang di jalani oleh calon wasit di program premier skills, dari banyaknya yang terlibat dalam program tersebut ada diantaranya 4 orang wasit perempuan. Dia bernama Mimin Mintarsih, Sumarni, Deliana Iman Dewi Gita, Gita Dewi Mulyani. Keempat wasit wanita ini akan di gadang menjadi wasit yang berskala international melalui program premier skills.(adt)

Gadis Ini Sempat Ditolak Saat PON, Ternyata Saat Ini Ia Meraih Gelar Juara di Olahraga Renang

Ratu-Renang

Sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus di lakukan, olahraga adalah kebutuhan tubuh yang mesti di jaga. Apalagi banyaknya pemukiman atau tawaran tempat tinggal ideal yang menawarkan konsep multi fungsi tersedianya kolam renang sebagai bentuk kebugaran orang-orang dalam kategori mapan dalam olahraga renang. Selain untuk menjaga kebugaran, kolam renang yang juga di sediakan untuk umum di percaya sebagai tempat yang dapat menampung minat para penyuka olahraga air, santai, seru, bersifat terapi, dan menyenangkan. Ratu shalsabila merupakan atlet renang yang baru-baru ini memenangkan juara 1 olahraga renang 100m Putri dalam O2SN tingkat Provinsi Banten dan akan melanjutkan pada tingkat nasional dalam waktu dekat ini. Berawal dari mengikuti ajakan teman dan bisa meraih prestasi dalam lomba renang pertamanya, Ratu akhirnya memutuskan untuk fokus dalam olahraga air tersebut. “Saya ikut renang mulai kelas 6 SD. Awalnya karena di komplek ada teman yang ikut renang dan saya diajak ikut latihan. Baru 4 kali ikut latihan, pelatihnya menyuruh saya ikut latihan rutin setiap hari. Satu bulan kemudian, saya langsung disuruh ikut lomba dan mendapatkan medali perak pada lomba renang pertama saya.” kata Ratu. (02/8) Selain Juara 1 renang 100m putri dalam O2SN tingkat Provinsi Banten, ratu juga meraih juara di beberapa kategori dalam Dispora Cup Nasional 2017, antara lain juara 1 gaya bebas 50m putri, juara 1 gaya dada 50m putri, dan juara 2 gaya punggung 50m putri. Ratu mengatakan kepada NYSN bahwa dirinya sangat ingin mengejar cita citanya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan laut. “Saya ingin jadi TNI Angkatan Laut dan olahraga renang tetap saya ikuti, begitupun kejuaraannya. Dalam angkatan laut juga ada latihannya, bahkan jika kita menang dalam kejuaraan-kejuaraan renang tersebut, itu dapat dijadikan untuk menaikan pangkat di angkatan laut.” tutur Ratu. Siswi yang tergabung dalam club renang bernama Parisakti Jakarta ini juga pernah mengalami hal menyedihkan ketika akan mengikuti PON Remaja. “Ketika akan mengikuti PON remaja, nama saya tercatat masuk dalam DKI. Ketika sudah mau berangkat untuk seleksi, tiba-tiba Banten mengakui bahwa saya masih tercatat sebagai atlet mereka. Padahal sudah tidak. Akhirnya nama saya dicoret dari DKI dan saya tidak jadi berangkat. Sampai saat ini saya belum bisa masuk dalam pelatda lagi.” ujar Ratu. Ratu selalu memiliki prinsip untuk langsung kembali bangkit ketika terjatuh, itu pula yang selalu ia terapkan kepada teman-teman seperjuangannya. Sehingga hal tersebut, walaupun terasa menyedihkan bagi Ratu, dirinya tetap terus berjuang untuk berprestasi dalam cabang olahraga renang.(crs/adt)

Dari Basket Pindah Ke Olahraga Baseball, Pemuda Ini Ucapkan Terima Kasih Kepada Orang Yang Telah Berjasa

Ranjani-Baseball

Tidak mudah mengukir prestasi jika kemampuan individual tidak mendukung, di dalam tim tidak hanya di tuntut kerjasama yang baik, tapi juga mampu mencari peluang untuk menjadi pemenang apalagi dalam olahraga Baseball. Ranjani Lubis, sudah mengikuti baseball sejak tahun 2004 dan merupakan atlet baseball yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan baseball serta menuai banyak prestasi bersama beberapa tim yang pernah menaunginya. “Awalnya saya bermain basket dan tidak pernah berprestasi, lalu kakak sepupu saya mengajak bermain olahraga baseball dan ia sering bertanding keluar kota. Saya berpikir mungkin seru juga kalau saya bisa bertanding di luar kota. Akhirnya saya tertarik dan mulai menekuni baseball.” kata pria yang akrab disapa Jani ini. (31/7) Jani sudah pernah tergabung dalam beberapa tim di Jakarta dan Lampung. Berikut prestasi-prestasi Jani bersama tim maupun individu. -Prestasi tim: 1. Juara 2 kejurnas junior 2007 (tim Lampung) 2. Juara 2 kejurnas junior 2008 (tim lampung) 3. Juara 1 ILL 2009 (tim prambors jakarta) 4. Juara 1 kejurnas junior 2010 (tim DKI jakarta) 5. Juara 1 kejurnas open club 2010 (prambors club jakarta) 6. Juara 2 seagames 2011 7. Juara 1 Pra PON 2011 (tim DKi Jakarta) 8. Juara 1 PON 2012 (tim DKI Jakarta) 9. Juara 1 Redsox cup 2013 (tim Lampung) 10. Juara 1 kejurnas open 2014 (tim Lampung) 11. Juara 2 Asia cup 2015 12. Juara 2 PraPON 2015 (tim Lampung) 13. Juara 2 PON 2016 (tim Lampung) 14. Juara 2 Redsox 2016 (tim Lampung) 15. Juara 1 Valiant cup 2017 (tim Prambors Jakarta) 16. Juara walikota cup samarinda (tim Pirates samarinda) -Prestasi individu: 1. 2009: Most Valuable Player , the best Hitter 2. 2010: the best hitter, the most R.B.I, the best Slugger 3. 2010: the most R.B.I 4. 2013: the best hitter, the best slugger , the most valuable player 5. 2014: most valuable player , the best hitter , the best slugger 6. 2016: the best hitter , the best slugger , most valuable player Belasan tahun berlatih baseball sudah pasti Jani pernah mengalami yang namanya cidera. Ia bercerita bahwa pernah mengalami cidera yaitu dislokasi (bahu lepas) pada bahu kirinya ketika penyisihan PON 2012, tetapi tim, pelatih dan managernya dengan cepat memberikan pengobatan dan 2 hari kemudian, Jani sudah bisa bermain di partai final PON 2012. “Pengalaman tidak terlupakan pada saat saya lulus SMA di Lampung, saya sangat ingin berprestasi di Jakarta supaya bisa mengikuti ILL (indonesia Little League). Saat itu, club saya di Lampung tidak mengikuti kejuaraan tersebut, jadi saya pindah ke Jakarta. Saya di antar oleh kakak sepupu. Di Jakarta, saya menawarkan diri ke 2 club baseball tapi ternyata tidak sesuai harapan. Saya di tolak oleh salah satu club tersebut dan saya juga mencoba menawarkan diri ke club baseball Prambors Jakarta, ternyata saya di terima. Disitulah awal saya berprestasi dan banyak mengenal hal baru tentang olahraga baseball.” ungkap Jani. Jani sempat berkuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan melanjutkan ke Sekolah Tinggi Olahraga (STO) Lampung pada tahun 2015 ini tak luput mengucapkan terima kasih kepada orang yang pernah berjasa. “Banyak orang berjasa bagi saya, seperti keluarga, kakak sepupu saya yang memperkenalkan baseball, club Smanda Lampung, pengurus baseball lampung, club Prambors Jakarta, pengurus baseball DKI jakarta, pacar saya serta teman-teman.” tutur Jani. Bukan hanya sebagai hobby, tetapi Jani juga ingin memajukan baseball Lampung dan ingin meraih medali Emas dalam Seagames, serta menjadi atlet baseball profesional. Terakhir, Jani mengatakan bahwa tanpa semangat berlatih dan terutama berdoa, prestasi tidak akan bisa diraih.(crs/adt)

Kecintaan Wahyu Terhadap Olahraga Softball Membuat Dirinya Ingin Bermain Sampai Tua

wahyu-softball2

Menekuni olahraga Softball sejak SD, telah membuat Wahyu Alfiansyah mengukir berbagai prestasi. Wahyu saat ini tergabung dalam club Prambors Jakarta. Wahyu menerangkan, ia mulai menekuni olahraga softball berawal dari mengikuti jejak sang ayah yang memang merupakan seorang atlet softball. Beberapa prestasi Wahyu dan tim softballnya antara lain: 1. Atlet Nasional Indonesia 2. Medali emas dalam Porprov Lebak Banten 3. Medali perunggu dalam Porprov Serang Banten 4. Medali perak dalam Test Event Sea Games Palembang 5. Juara 1 dalam Valiant Cup Bandung 6. Juara 2 dalam Partha Cup Jogja 7. Juara 1 dalam Walikota Cup Makassar 8. Juara 2 dalam Walikota Cup Makassar (II) 9. Juara 1 dalam Altras Cup Tangerang 10. Medali perunggu dalam Asia Cup Jepang 11. World Series New Zealand 12. Juara 2 dalam Binus Cup Jakarta 13. Medali perunggu dalam Giant Cup Jakarta Sedangkan beberapa prestasi individu yang telah diraih Wahyu adalah: 1. MVP dalam ALTRAS Cup 2. The Best Hitter dalam ALTRAS Cup 3. The Best Hitter dalam Binus Cup Walaupun bukan termasuk olahraga ekstrim, tetapi Wahyu mengakui bahwa kemungkinan cidera cukup besar. Dirinya sendiri juga sudah mengalami cukup banyak cidera. “Cidera sudah banyak, seperti kuku pada jari tangan terlepas, mata terkena bola, engkel bermasalah, tulang tangan tergeser, bibir terkena bola, dan masih banyak lagi.” ujar Alumni Universitas Bina Nusantara jurusan Sistem Informasi ini. Tapi, berbagai cidera tersebut tidak akan membuatnya berhenti bermain softball. Bahkan Wahyu sudah memutuskan akan menekuni olahraga softball sampai tua. “Saya tidak pernah merasa bosan dengan softball, malah saya akan menggeluti softball sampai saya tua.” kata Wahyu. Pengalaman unik juga pernah dialami oleh Wahyu ketika mengikuti sebuah latihan softball. “Pernah disuruh jogging selama dua jam oleh pelatih. Tetapi karena sedang merasa malas, akhirnya saya dan teman-teman ramai-ramai menyetop mobil pick up dan numpang di mobil tersebut. Tak disangka akhirnya ketahuan pelatih, akhirnya disuruh mengulangi lagi joggingnya dan waktunya ditambah jadi tiga jam.” tutur Wahyu. Kecintaannya pada softball membuat Wahyu sangat ingin mengharumkan nama softball Indonesia di kancah yang lebih tinggi lagi. Sebagai bekal untuk perjuangannya menjadi atlet softball ternama, Wahyu berkata bahwa ia selalu menanamkan sikap yang baik, kedisiplinan, mau belajar dan giat berlatih, hormat kepada pelatih, tidak mudah menyerah, tidak cepat puas dengan apa yang sudah diraih dan yang paling utama baginya adalah tidak menjadi sombong. Itu pulalah pesan Wahyu untuk para calon atlet muda yang ingin berprestasi.(crs/adt)

Demian Bersyukur Dapat Kesempatan Latihan Keliling Dunia

Demian saat berlaga di acara Football For Peace, Sabtu 20/05/17. (NYSN Media)

Bakat adalah anugerah yang di berikan oleh sang pencipta, jika tidak di asah niscaya tidak akan menjadi bekal untuk kehidupan mendatang. Begitu paparan remaja asal papua Demianus Hoay (22), kepada NYSN di lapangan Gor soccer Sudirman, kuningan, jakarta (20/5) Demanius Hoay yang akrab dengan sapaan Demi ini mengatakan kepada NYSN bahwa mengawali dan menekuni dunia olah raga sepak bola semenjak menginjak usia16 tahun. “Iya, saya mengawali kecintaan saya di dunia olahraga semenjak umur 16 tahun, dan sampai saat ini saya akan terus menekuninya.” Ujar Demi Club pertama yang di singgahinya adalah PS Mitra Sorong Papua, kemudian pindah ke club Uni Papua di saat umur 19 sampai sekarang. Demi juga mengatakan bahwa dirinya pernah di latih di malaysia, korea, dan juga Finlandia mewakili Tim B Unipapua. “Berkat kegigihan yang saya tekuni, akhirnya saya di berikan kesempatan mengunjungi 3 Negara besar untuk berlatih. Diantaranya Malaysia, Korea dan Finlandia.” Kata Demi yang juga doyan dengan kuliner khas Cirebon Tahu gejrot. Lebih lanjut pria yang mengidolakan Boas Salosa ini memaparkan bahwa bakat yang di miliki sudah ada semenjak masih anak anak. Selain itu Demi juga mempunyai hobi membaca buku, dan sesekali Demi berpesan bahwa kita harus bisa memotivasi diri sendiri, dan kerja keras. “Kita harus bisa memotivasi diri sendiri, lalu bisa menjadi inspirasi bagi orang lain, lalu di dorong dengan kerja keras untuk mewujudkannya.” Tutup Demi. (bam/adt)

Unik, Wasit hanya Siapkan Kartu Putih di Pertandingan Sepak Bola.

Sepakbola uni papua

Setidaknya masih ada harapan bagi generasi penerus bangsa untuk berkarya dalam olahraga di tengah situasi pasang surut ekonomi yang melanda di kalangan masyarakat bawah. Pengurus NGO Uni Papua Cabang Jakarta Yana Efendi mengatakan kepada NYSN, bahwa dirinya dan tim sedang menjaring minat anak bangsa yang tinggal di Rumah Susun. “Minat anak-anak yang berdomisili di rusun flamboyan hingga saat ini jumlahnya mencapai 80 murid binaan Uni Papua Cabang Jakarta yang di targetkan dari CEO Uni Papua pusat Harry Widjaja mencapai 200 anak, makanya untuk pengembangan kita siapkan 2 orang pelatih lokal khusus untuk rusun flamboyan.” Terang Yana Yana juga memaparkan bahwa keunikan tersendiri yang di lakukan Uni Papua adalah tidak mengenal kartu merah ataupun kartu kuning dalam pertandingan. Dan juga kepengurusan Uni Papua di wilayah Jakarta hampir semuanya terbentuk khususnya di wilayah yang notabene dari golongan masyarakat ekonomi lemah. “Yang kami suka di Uni Papua adalah semua pemain bola di kenalkan aturan main yang berbeda, yaitu tanpa kartu merah dan kuning. Tetapi kartu Putih tanda perdamaian. Kepengurusan Uni Papua merambah ke Pulau panggang, Pramuka, Pulau Karya di Kepulauan Seribu. Disana setiap 2 minggu sekali latihan sepak bola dari Uni Papua dan anak anak di latih rata-rata sampai 3 hari atau 4 hari berturut-turut.” Tambah Yana Sedangkan di rusun Flamboyan sendiri menggalakan latihan seminggu dua kali pagi dan sore gunakan fasilitas lapangan futsal yang tersedia di rusun flamboyan. Yana memaparkan sejarah perjuangan Uni Papua di lapangan Pertamina, Simprug. “Awalnya hanya 10 orang tapi seperti yang kita lihat saat ini sudah sampai 80 berarti kan cukup pesat, yang namanya di rumah susun biasanya sangat Komplek ada berbagai macam suku dan ada pendatang yang dari mana-mana kadang kala bahasa daerah masih terbawa dengan sepak bola.” Sambung Yana Lebih lanjut Yana mengatakan bahwa ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Sabtu pagi namun berhubung ini akan ada coaching Clinic di lapangan Simprug Pertamina untuk yang dewasanya ini nanti ada sparing sama dari kedutaan besar China. Latihan ini di dedikasikan untuk mengikuti pertandingan persahabatan antar 22 negara yang tergabung dalam sepak bola perdamaian yang nanti akan di lakukan di indonesia. Bukan hanya untuk pemain bolanya saja tetapi juga beserta pelatihan bagaimana menjadi anak gawang yang cekatan. Pemuda kelahiran Tasikmalaya ini merasa tertantang untuk melakukan yang terbaik bagi negara, dan optimis sepak bola akan selalu menyebarkan kedamaian. “Kebetulan saya suka dengan anak-anak, dari anak-anak awalnya cuma satu dua orang yang bagus, tapi tidak tertutup kemungkinan untuk anak yang lain juga bisa berpeluang untuk menjadi pemain yang bagus seperti pertandingan perdamaian.” Tutup Yana (adt).

Menang Melawan Sang Idola, Andre Semakin Mantap Mengikuti Jejak Seniornya Dalam Dunia Motor Cross

andriansyah-motorcross

Era saat ini merupakan masa dimana segala hal yang menantang di anggap mampu mengatasi segala ketakutan yang membayangi, namun jika di aplikasikan dengan perhitungan yang akurat akan memberikan kebanggan tersendiri saat berhasil menghadapinya apalagi untuk olahraga motor cross. Pria yang bernama Ardiansyah (22), merupakan mahasiswa di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, yang tak lain merupakan atlet balap motor cross yang sudah cukup banyak meraih piala di ajang balap motor cross. Ardhiansyah mengatakan kepada NYSN, bahwa hobbynya ini sudah di mulai semenjak umur 12 tahun “Saya memulai debut balap pada saat duduk di bangku sekolah dasar usia 12 tahun. Menurut saya olahraga balap grasstrack atau motor cross ini mempunyai tantangan yang berbeda dari olahraga balap yang lainnya.” ujar pria yang biasa dipanggil Andre ini. Berbagai prestasi yang pernah diraih oleh Andre salah satunya adalah : 1. Juara umum kategori junior, event club Noval Rb 2014, Tangsel, Banten. 2. Juara umum kategori junior, event club Liman jaya 2015, Garut, Jabar. 3. Juara umum kategori open, event club asbet 2016 pantai Carita Labuan, Banten. 4. Juara umum kategori open, event club PMM 2017, Balaraja, Banten. Dan masih ada yang lainnya. Menang balapan dari idolanya merupakan pengalaman yang paling berkesan dalam hidupnya. “Pengalaman yang paling tidak pernah bisa dilupakan yaitu ketika saya balapan motor dengan salah satu pembalap idola saya, dan saya bisa menang dari idola saya.” tutur Andre. Menggeluti motor cross selama 10 tahun belakangan ini, tentunya cidera sudah pernah dirasakan oleh Andre. “Pernah ketika latihan, saya mengalami cidera di lutut. Tulangnya bergeser, itu cidera saya yang paling parah. Tapi alhamdulillah sampai saat ini belum pernah ada kejadian seperti itu lagi dan saya harap tidak akan pernah mengalaminya kembali.” sambung Andre Pria yang juga mengakui bahwa sang ayah tidak pernah berhenti berikan dukungannya dalam hal apapun termasuk materi, akhirnya Andre semakin mantab mengikuti jejak senior senionya. “Mudah-mudahan saya bisa menjadi seperti para senior saya, dan untuk masa depan saya, mungkin saya akan bekerja di bidang yang berbeda dengan profesi saya sekarang sebagai pembalap motor. Karena untuk balapan bisa dibatasi oleh umur, tidak selamanya bisa ikut balapan. Serta perlu diketahui, semua yang saya raih itu tidak instan, butuh proses, maka dari itu, untuk teman-teman yang lain juga harus banyak berlatih agar memiliki fisik yang bagus dan kuat, karena balapan grasstrack atau motor cross ini tidak hanya memerlukan skill, melainkan perlu memerlukan fisik yang baik.” kata Andre sekaligus mengakhiri perbincangannya bersama reporter NYSN.(crs/adt)

Agung : Permainan Bola Basket Adalah Hobby yang Menghasilkan

Agung Christyantho yang lahir di Jakarta, pada tanggal 8 Agustus 1983 dengan history bermula bersekolah di SD ISLAMIC VILLAGE lalu melanjutkan ke sekolah SMPN 4 Kota Tangerang, lanjut ke sekolah SMA YUPPENTEK 1 dan akhirnya lulus dari kampus Univ. Mercu Buana Agung menceritakan pengalamannya masuk ke dunia olahraga kepada NYSN, bahwa dirinya terjun dari hobby bermain bola basket. “Berawal saat saya duduk di bangku sekolah menengah kejuruan, saat itu saya sangat senang dengan olahraga bola basket, di situ saya berlatih dan terus berlatih agar olahraga bola basket yang saya senangi ini bukan hanya sebuah hobby saja, tetapi berupaya untuk menjadi sebuah hal yang menghasilkan, oleh sebab senangnya dengan dunia basket yang saya tekuni, tangan saya sempat patah, namun semua itu dapat membuahkan hasil seperti yang saat ini saya lakukan.” Pungkas Agung Lebih lanjut Agung menambahkan bahwa dirinya sempat tidak mendapatkan restu sebagai tenaga pendidik. “Dulu sewaktu jaman saya sekolah, saya mendapat beasiswa 100%, sampai ibu saya bertanya, “kamu ini sekolah apa, kok tidak pernah ada bayaran ke sekolah”, tanya ibu saya, dan saat itu juga saya semakin semangat untuk membuktikan kepada orang tua saya. Karena agak menyangsikan keseriusan saya dalam bidang olahraga. Tambah Agung. Sementara begitulah kisah perjalanan guru penyabar yang saat ini masih mengabdikan sebagai guru olah raga di John’s Catholic School yang telah 8 tahun masa bhakti. Segudang pengalaman sempat singgah dalam kebanggaan yang terurai dalam sejarah, diantaranya : 1. Pelatih Tangsel untuk POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah), 2012, 2014 dan 2016 2. Pelatih Tangsel untuk event KEJURDA PELAJAR 3. Pelatih Banten untuk POPWIL dan POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional), 2013 dan 2015 4. Pelatih Banten untuk POSPENAS (Pekan Olahraga Antar Pondok Pesantren Nasional) 5. Pelatih terpilih dan mendapatkan Beasiswa dari TAHIR FOUDATION (Guang Zhou, Dongguan, Shenzen – Cina), 2015 6. Pelatih DBL INDONESIA ALL STAR Tim Putra 2015, setelah seleksi pelatih se-Indonesia dan mendapatkan basketball Trip to USA (Sacramento, San Fransisco, South Lake Tahoe, California) 7. Asisten pelatih Timnas Pelajar Putra di ajang ASG (ASEAN Schools Games), Chiangmai – Thailand, 2016 8. Coaching Staf / Advisor untuk Provinsi Banten (baik untuk level kejurnas atau pelajar). (ryo/adt)

Ke Luar Negeri Gratis, Haekal Jadikan Tenis Menjadi Ajang Silaturahmi Antar Atlet.

Tenis-Haekal-

Tenis lapangan yang sangat identik dengan lapangan outdoor terkenal dengan sebutan olahraga musim panas, dan jika hujan terpaksa pertandingan ataupun latihan di tunda hingga lapangan kering. Seperti yang sudah di paparkan NYSN sebelumnya bahwa tenis ini merupakan olahraga yang di lakukan oleh para bangsawan dunia. Haekal Ramadhan, adalah salah satu atlet tenis yang baru saja lulus dari SMAN 116 Ragunan, ia sudah menggeluti olahraga tersebut sejak usia 6 tahun. “Saya ikut berlatih tenis dari umur 6 tahun. Berlatihnya di Sri Utaminingsih Tennis School yang pada tahun 2004 berubah nama menjadi Yayuk Basuki Tennis Akademi. Mulai tertarik karena semasa kecil saya sering diajak oleh ayah saya untuk melihat tante Yayuk bermain tenis.” kata Haekal. Haekal telah mengumpulkan banyak prestasi dari olahraga tenis, beberapa diantaranya yaitu: 1. Juara 1 ganda putra ITF juniors AGS (5) 2016 2. Juara 2 ganda putra ITF juniors AGS (6) 2016 3. Juara 3 ganda putra ITF widjojo soedjono Surabaya 2016 4. Medali Perak beregu ASEAN school games 2016 Chiang Mai Thailand 5. Medali perunggu ganda putra ASEAN school games 2016 Chiang Mai Thailand Lewat kegiatan berlatih tenis, Haekal mengakui bahwa ia menjadi lebih sehat baik dari sisi jasmani maupun pergaulan, apalagi di zaman seperti sekarang ini. Keluarganya juga sangat mendukung karena berlatih tenis merupakan kegiatan yang sangat positif. “Pengalaman yang berharga, sih, bisa keluar Negeri gratis, terus bisa kenalan dengan para atlet dari negara lain. Bahkan terkadang bisa naksir.” ujar Haekal sambil tertawa. Bagi pria humoris ini, semua orang disekitarnya sangat berperan dalam mendukung perjuangannya. “Yang pasti Allah SWT, lalu orang tua saya yang tidak lelah memotivasi saya untuk lebih dan lebih lagi dalam berlatih, juga pelatih saya dan sahabat-sahabat saya.” imbuhnya. Menurut Haekal, rasa jenuh yang terkadang datang menghampiri pikiran harus bisa dikalahkan dengan kembali memberikan motivasi untuk diri sendiri, dan selalu mengingat bahwa sudah banyak orang yang berjasa dan berkorban dalam perjuangannya sampai bisa berprestasi sekarang ini. Remaja yang sedang menunggu pengumuman di Universitas Islam Negeri (UIN) tersebut mengatakan kepada NYSN bahwa ia akan fokus kuliah dulu sebagai bekal untuk masa depannya. “Saya realistis dengan keadaan Indonesia sekarang yang bisa dikatakan masih kurang memperhatikan para atlet, jadi saya memilih untuk kuliah terlebih dahulu.” kata Haekal. Ia melanjutkan, untuk teman-temannya yang sedang berjuang dalam meraih prestasi, bahwa harus berlatih keras dan mempunyai komitmen yang kuat. “Ya, berlatih keras dan memiliki komitmen kuat jika memang ingin berprestasi dan membanggakan keluarga di kancah Provinsi, Nasional bahkan tingkat Internasional.” tutupnya.(crs/adt)

Sabet juara 1, Nico : Jatuh cinta kepada wushu sejak umur 4 tahun

Tangsel – Wushu merupakan salah satu jenis bela diri yang ramah dan aman untuk anak-anak. Selain mencakup aspek olahraga, wushu juga melatih mental dan emosi anak. Wushu juga merupakan seni bela diri yang terfokus pada kelenturan, kecepatan, jurus, dan penampilan. Melatih gerakan wushu secara rutin dapat membuat tubuh anak menjadi tangkas, bahkan ketika otot anak masih lentur, tetapi mereka sudah bisa menerima instruksi dan menyerap gerakan yang dicontohkan oleh pelatihnya. Seperti yang tengah di tekuni oleh Nicolas Susanto (Nico) lahir pada 26 Juli 2005, merupakan putra dari Steve Marlon Susanto & Melyawati. Dan saat ini Nico masih berusia 12 tahun, Sekolah di Saint John’s Catholic school Bsd, dirinya mengaku gemar mengenal olahraga jenis Wushu sejak tahun 2009, “Nico mulai belajar wushu dari umur 4 tahun, semua berawal saat melihat aksi barongsai lalu suka, dari situ niko berlatih Wushu, itu juga karna keinginan Niko sendiri,” pungkasnya Selain Wushu, Niko juga mengaku kepada NYSN (8/5) pengalamannya menjuarai wushu tingkat junior dan suka dengan olahraga basket, walaupun hanya sekedar hobby saja. “Saya sangat menggemari wushu, luapan kecintaan terhadap wushu saya buktikan dalam arena pertandingan, akhirnya membuahkan hasil, saya berhasil menjadi juara pertama wushu tingkat junior.” Kata Nico Sementara itu, Steve Marlon Susanto ayah dari Nico mengatakan, dirinya mendukung 100% tentang apa yang menjadi kegemaran putranya, selama tidak mengganggu aktifitas kegiatan pokoknya. “Sepanjang tidak mengganggu sekolah formal kami sebagai orang tua mendukung saja, yang penting focus kepada 1 cabang olah raga, supaya dapat membuahkan prestasi.” Tutup Steve

Pertama Kalinya Ikut Turnamen Hockey, Jemmy Di Bantai Dengan Score 9-0

jeremy-hockey

Berada dalam jarak tembak yang sudah di sepakati dalam aturan permainan hockey, olahraga yang satu ini membuat berbeda dari yang lain, tidak asal menembak dari jauh, tetapi harus masuk terlebih dahulu dalam circle lawan. Adalah Jemmy Ananda, yang merupakan siswa kelas 12 SMA Dharma Karya merupakan atlet muda di bidang olahraga hockey. Sejak tahun 2015 saat kelas 10, Jemmy mulai mengikuti ekskul hockey yang ada di sekolahnya. “Pertama ikut berlatih hockey kerena penasaran karena di daerah Tangsel peminatnya masih sedikit.” ujar Jemmy. Walaupun kejuaraan yang diadakan belum terlalu banyak, Jemmy mengatakan bahwa ia ingin terus berjuang dalam meraih prestasi di bidang olahraga hockey dan membanggakan sekolahnya, tempat ia mengenal olahraga tersebut pertama kalinya. Dan ia juga berharap dapat bermain mewakili Tangerang Selatan untuk Porprov 2018. “Saya memang menyukai olahraga. Kalau bosan latihan sering tapi tetap semangat supaya dapat berprestasi lebih baik lagi.” tutur siswa yang sempat mencetak 6 goal dalam turnamen di kejuaraan ISTN Jakarta. “Pengalaman yang tidak bisa dilupakan itu saat pertama mengikuti turnamen di STIE, tim saya dibantai sampai 9-0.” lanjut Jemmy. Tapi hal tersebut tidak akan membuatnya berkecil hati, karena Jemmy dan timnya selalu mendapatkan support dari pelatih dan kepala sekolah mereka. Jemmy sendiri juga selalu didukung oleh orang tuanya, meskipun dikatakan Jemmy, bahwa awal mengikuti hockey, orang tua Jemmy sempat melarang. Cidera ringan seperti luka di tangan dan kaki bagi Jemmy adalah hal yang masih dalam batas wajar. Karena perjuangan memang tidak selalu dilewati hanya dengan jalan yang mulus. Atlet binaan KONI Tangsel ini tetap mengandalkan sang pencipta dalam semua hal yang dilakukan juga selalu diingat oleh Jemmy. “Tetap semangat dan jangan pantang menyerah. Percaya sama diri kita sendiri dan yang paling penting jangan lupa untuk tetap mengandalkan Tuhan.” kata Jemmy.(crs/adt)

Pria Ini Beralih Dari Futsal Dan Terjun Ke Bola Basket Karena Pointnya Banyak

abram-basket

Dalam pertandingan olahraga bola basket selain untuk berusaha memasukan bola dengan sebanyak banyaknya, tehnik yang paling populer adalah istilah slam dunk, slam dunk ini yang tak lain adalah cara memasukan bola dengan telak pada jarak dekat pas di bibir ring. Mahasiswa Universitas Esa Unggul semester 2, bernama Abramd Nathan Soedjono sudah menyukai olahraga basket sejak kecil, dan mulai menekuni olahraga bola basket semenjak kelas 2 SMP. “Dari kecil saya memang suka dengan olahraga. Namun bukan berawal dari basket melainkan futsal. Karena dulu saya memiliki postur badan yang cukup tinggi, maka saya diajak buat main basket. Yang membuat saya tertarik dengan bola basket karena ada kepuasan tersendiri kalo bisa scores. Basket itu kan points nya banyak. Selain itu, basket juga bisa membuat saya mengenal banyak orang. Pertama kali saya tergabung di club Gading Muda dan itu bertahan sampai saya umur delapan belas. Sekarang, saya tergabung di club GSBC untuk kategori divisi satu.” ujar Abram, yang juga mengakui bahwa ketika bermain bola basket ia merasa tidak ada beban serta bisa berekspresi di lapangan tanpa halangan. Berikut adalah beberapa prestasi Abram bersama tim nya antara lain: 1. Peringkat 3 SEABA U18 mewakili Indonesia 2. FIBA U18 mewakili Indonesia 3. DBL Allstar 2014 dan 2015 4. Juara 1 PON remaja mewakili Jakarta 5. Peringkat 2 Kejurnas U16 mewakili Jakarta 6. Peringkat 3 POPWIL mewakili Banten 7. peringkat 1 POPDA mewakili Tangerang Selatan Abram mengakui bahwa semula kedua orang tuanya tidak mendukung dirinya dalam menekuni olahraga basket. Dan ia terpaksa melanjutkan hobbynya secara diam diam. “Kedua orang tua saya pada mulanya sangat tidak mendukung, karena khawatir pendidikan akademis saya akan terganggu dan masalah resiko cidera yang parah. Jadi awalnya saya diam-diam ikut club bola basket ini. Lama kelamaan karena timbul prestasi demi prestasi akhirnya mereka malah support banget, sampai melebihi espektasi saya sendiri.” Tutur Abram, yang juga telah mendapat prestasi individu yakni MVP di Saint John’s Cup, Top Scorer di Saint John’s Cup dan JRBL First team. Kejadian lucu juga pernah dialami Abram selama menggeluti olahraga basket. “Jadi, waktu itu ada kejuaraan 3 lawan 3. nah kejuaraan ini diselenggarakan ketika bulan puasa. Saya dan teman-teman saya ikut jadi peserta lomba karena kebetulan sedang hari libur juga. Ketika mau tanding, ternyata jadwal tandingnya itu di atas jam 12 malam. Jadi event tersebut diadakan agar orang-orang bisa langsung sahur. Yang bikin lucu, ketika giliran kita bertanding bawaannya menguap terus dan mata sudah terasa berat. Soalnya ngantuk banget, jadi main basketnya lemas. Tapi syukurlah di pertandingan tersebut kita juara. Kita pulang jam 6 pagi. Tapi karena sudah menang, rasa ngantuk dan lelah jadi lupa. Itu pengalaman yang sangat lucu karena bertanding basket di luar jam normal.” cerita Abram. Diakui Abram, tanpa pelatih basketnya, yaitu Agung Christianto, ia tidak akan bisa seperti sekarang ini. “Karena yang mengajak saya ke club basket itu, ya coach Agung. Disamping itu, tetap orang tua saya yang paling berperan dalam perjuangan saya meskipun awalnya mereka tidak support. Tapi dalam setiap situasi mereka selalu ada disamping saya.” kata Abram. Abram juga mengatakan kepada NYSN, bahwa ia selalu berlatih dengan rasa senang. Jadi, walaupun sering timbul rasa bosan, itu tidak akan berpengaruh untuknya. Abram menuturkan, bahwa ia tetap akan mencari pekerjaan lain untuk masa depan. “Saya pribadi ingin buat fokus masa depan saya yaitu memiliki pekerjaan di luar basket. Karena menurut saya, basket belum bisa untuk menghidupi saya kedepannya. Mungkin basket ini hanya untuk saya menambah network link pertemanan saya dan jadi punya wawasan yang luas.” jelas Abram. Ia juga melanjutkan dengan berpesan kepada pembaca NYSN, jangan malu untuk bertanya kepada orang yang sudah lebih dahulu berhasil dan menjalani setiap proses dengan senang hati. “Untuk orang-orang yang ingin berprestasi, kalian harus bisa keluar dari zona nyaman. Setiap keputusan yang sudah dipilih, harus ditekuni dan yang pasti bekerja keras untuk bisa mencapai goal kalian. Jangan bergantung dengan orang lain, kalian harus punya mindset bahwa kalian bisa lebih dari orang lain. Dan jangan lupa untuk selalu belajar dari orang yang lebih jago. Dalam artian jangan malu untuk bertanya atau mencontoh orang yang lebih jago. Jangan jadikan sebagai beban, namun kamu harus menikmati setiap prosesnya karena kamu sudah berkomitmen.” tutup mahasiswa kelahiran Jakarta, 29 Januari 1998 ini.(crs/adt)

Jiwa Leadership yang Ditanamkan Oleh Guru Olahraga Candle Tree Ini, Membawa Muridnya ke Ajang Olahraga Bergengsi

Puji Handaya, Guru Olahraga Candle Tree School sedangn melatih tim Bola Basket Putri

Ketatnya persaingan dari ajang lomba yang di gelar, membuat sekolah sekolah harus melakukan trobosan yang innovative. Guru olah raga CTS, Puji Handaya (43) mengatakan kepada NYSN, bahwa dirinya sangat memberikan kebebasan kepada muridnya untuk meningkatkan performance di lapangan. “kami pihak sekolah tidak pernah memaksa murid untuk terjun di dunia olah raga, tetapi kami selalu memotifasi agar para siswa tahu akan ketatnya persaingan dalam kehidupan, meski kami tidak pernah memaksa di Candle Tree School ( CTS ), tetapi tim kami telah banyak membawa nama baik sekolah melalui olah raga baik di bidang Basket dan futsal. Lebih lanjut Puji menambahkan bahwa ajang lomba yang sering di adakan sering menjadi juara. ” Tentunya antusiasme para murid yang ada di CTS sangat besar, kami memiliki tim khusus untuk kejuaraan basket antar sekolah maupun antar kota. yang saya lihat dan selalu kami tanamkan adalah kerja sama tim atau jiwa leadership, maka dari itu tim mereka terlihat kompak, karena sekecil apapun masukan dari anggota adalah bahasa motivasi untuk kemajuan dari tim basket mereka, seperti adanya turnamen basket tingkat sekota tangerang yang di menangkan oleh skolah Candle Tree School tahun lalu, itu dapat di raih karena kerja tim. kita di Candle 3 ini ada 4 tim, 2 tim putra, dan 2 tim putri, nah yg 2 ini tim inti, 2 lagi tim untuk generasi berikutnya.” Papar Puji Bermula dari hoby olahraga semenjak tahun 2000-2005 kuliah, jadi pelatih basket sambil mengajar di SMA St.Dominikus dan SMP Kanisius di Gunungkid`ul Yogyakarta, dan di saat tahun 2008 baru menapakan kaki pindah ke Sekolah Candle Tree Serpong hingga saat ini. Pasangan dari Widyaningsih Probosari akan selalu mencoba yang terbaik terhadap anak didiknya, selain itu ayah dari Andreas Ariasatya dan Skolastika Akshita bertekad mampu mengantar anak didiknya sampai ke ajang Internasional.” Tutupnya (ryo/adt)

Berbekal IP MAN Sebagai Idola, Clarisa Sabet Gelar Juara 1 Wing Chun Tingkat Nasional.

Clarissa (Tengah) saat menerima penghargaan sebagai juara 1 Wing Chun Tingkat Nasional

Siapa yang tak mengenal sosok laga bintang film era 70 an, Bruce Lee dikenal dengan gerakan-gerakan bela diri istimewa yang membuat banyak orang mengaguminya, aliran bela diri ini lebih di kenal dengan sebutan wing chun. Seperti yang kita ketahui Wing Chun adalah sebuah bentuk seni bela diri unik, spesialisasinya pada pertarungan jarak dekat, memakai pukulan cepat dan tendangan dengan pertahanan yang ketat serta ketangkasan gerak kaki untuk mempercepat gerak maju. Clarisa (16) duduk di bangku kelas 2 SMU Candle Tree School, mengatakan kepada NYSN bahwa wing chun adalah ilmu beladiri kuno dari negara tirai bambu, dan ajangnya sudah di lombakan di tingkat nasional (5/5) “Jadi pada bulan oktober 2016 saya mengikuti lomba bela diri wing chun tingkat nasional di solo. Tapi sebelumnya aku harus melewati kejuaraan tingkat daerah di jakarta terlebih dahulu.” Lanjut Clarisa Gadis belia ini menambahkan bahwa dirinya mengikuti seleksi tahapan demi tahapan untuk menjadi kandidat mewakili daerahnya di ajang nasional. “Sebelumnya, Nama form yang saya ikuti adalah Sui lim tao dan chum kiu. Lalu pada kejuaraan daerah saya mendapatkan juara 1, dan form chum kiu kategori remaja putri di kejuaraan nasional saya juga mendapatkan juara 1 pada form sui lim tao dan chum kiu kategori remaja putri.” Tenyata gadis penurut ini tertarik tehnik dari sebuah film laga “IP MAN” bersama sang kakak yang sudah lebih dulu terjun di dalam olahraga ini. “Awalnya saya tertarik dari film IP MAN, lalu secara kebetulan kakakku juga penyuka tehnik beladiri kuno yang lebih mengandalkan kecepatan, dan ketepatan” Tutup anak dari pasangan Hendric Kusnadi dan Inge Sumitra.” (ryo/adt)

Luar Biasa, Baru Satu Tahun Mengikuti Panahan, Remaja Ini Langsung Mendapat Kesempatan Keluar Negeri

Ryan saat mengikuti kompetisi panahan di bangkok

Menggunakan otot kedua lengan, bahu, punggung dan dada dalam olahraga panahan sangat mirip dengan penggunaan gaya dalam olahraga renang, namun focusnya sangat berbeda, jika renang berfocus kecepatan, panahan lebih untuk ketepatan. Kembali dalam kategori panahan, kali ini remaja yang bernama panjang Ryan Rafi Adiputro ini telah menjadi atlet panahan ketika awal tahun 2016. Meskipun baru satu tahun, namun siswa kelas IX di SMPN 8 Tangsel ini sudah mengantongi segudang prestasi yang luar biasa. Ryan mengatakan bahwa olahraga yang satu ini sangat membutuhkan konsentrasi dan focus yang matang. “Olahraga panahan berbeda dengan olahraga yang lain, dari segi peralatan serta tehnik bermainnya membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi. Juga olahraganya keren.” kata Ryan. Diakui Ryan, olahraga panahan adalah olahraga yang tidak membosankan, malah dirinya ingin terus berlatih. Tapi karena keluarganya yang juga sangat mendukung akhirnya Ryan focus menggeluti olahraga panahan. Ryan juga mengatakan kepada NYSN bahwa dirinya memiliki pengalaman unik dan membanggakan ketika bertanding. “Saat hujan, dimana saya baru memegang alat Recurve 70m, namun saya dapat mengalahkan para pemain senior. Juga ketika di Bangkok saya menjadi satu-satunya peserta yang tidak didampingi pelatih dan official.” tutur pelajar kelahiran Jakarta, 12 Januari 2003 ini. “Ada juga pengalaman yang lucu, pada saat menembak dalam pertandingan yang diadakan di Yogyakarta, alat sight atau fishir kacanya copot. Tapi alhamdulillah ternyata saya masih bisa meraih medali perak.” lanjutnya. Bagi Ryan, orang tua, pelatih dan kepala sekolahnya adalah orang-orang yang sangat berperan dalam perjuangannya meraih prestasi di olahraga panahan selama ini. Sukses dalam meraih prestasi, bukan berarti Ryan tidak pernah mengalami kendala. Diakuinya, sudah 2 kali dirinya mengalami cidera. “Pada seleksi Popnas, saya cidera di pergelangan, alhasil score saya mengalami drop. Dan yang kedua pada saat pertandingan Kartini Cup, saya cidera di bagian bahu. Namun saya masih dapat meraih medali emas.” ujar Ryan. Lebih lanjut Ryan mengatakan ia memiliki cita-cita untuk menjadi Pilot. Ia juga berharap kedepannya dirinya dapat mengikuti kejuaraan dunia panahan. Untuk menjadi atlet profesional, Ryan belum terlalu berminat karena menurutnya, profesi sebagai atlet di Indonesia belum cukup menjanjikan. Ryan juga berpesan bahwa untuk menjadi sukses, kita tidak boleh menyerah dan tetap semangat, karena jika menyerah berarti semua usaha akan sia-sia. Harus terus mencoba dan mencoba. Sementara itu orang tua Ryan, Bambang Adiputro berpendapat bahwa olahraga panahan adalah olahraga yang positif, namun sayangnya belum terlalu diperhatikan. “Menurut saya, olahraga panahan adalah kegiatan olahraga yang positif ditengah maraknya aktivitas kegiatan online. Selain itu dapat juga mencegah dari bahaya narkoba. Namun, untuk aktivitas tersebut dibutuhkan support dan dukungan dari segala pihak seperti orang tua, sekolah maupun pemerintah atau pemerintah daerah. Adapun supportnya dapat berupa dukungan dalam mengikuti setiap event dan kejuaraan, atau penyediaan peralatan. Untuk itu, dibutuhkan wujud nyata dari pemda setempat apabila ingin memajukan olahraga panahan tersebut.” ungkap Bambang. Jika ditotal, kira-kira sudah ada 32 medali beserta 8 trophy yang telah Ryan miliki. Beberapa prestasi pelajar yang tergabung dalam club panahan bernama Power Archery Club tersebut adalah: 1. BANTEN POPNAS SELECTION 2017, July 9’2017 -1st winner recurve category (70 m), score 312 & 319 2. Surabaya International Open Archery Competition Junior, May 23-26’ 2017 in Surabaya, East Java -Gold Medalist, Recurve Team Category (70 m) -Bronze Medalist, Qualification Recurve Individual Category (70 m) -Bronze Medalist, Olympic Round Recurve Individual Category (70 m) 3. Piala Kartini 1, April 22-24’ 2017 in Cibubur, Jakarta -1st Winner Olympic Round Individual Recurve Men (40 m) 4. 2nd BINUS INDOOR ARCHERY NATIONAL CHAMPIONSHIP April 7 – 9’ 2017 in Serpong, Tangerang Selatan, Banten -Gold Medalist, Qualification Round Individual, Middle School Men (15 m) -Gold Medalist, Middle School Men Team Category (15 m) -Gold Medalist, Qualification Round Individual, General Men (18 m, 3 target face) -Bronze Medalist, General Men Team Category (18 m, 3 target face) 5. JOGJA OPEN ARCHERY COMPETITION, March 25-28’2017 in Yogyakarta -Silver Medalist, Olympic Round, Standard Bow SMP (30 m) -5th Ranking, Qualification Round Standard Bow SMP (30 m) -17th Ranking, Qualification Round (284 score) Recurve Men (70 m) 6. VIENETH OPEN 4, Feb 25 & March 4’2017 in Bandung, West Java -Gold Medalist, Olympic Round, Recurve Men (50 m) -Silver Medalist, 2nd Qualification Round, Recurve Men (50 m) -Bronze Medalist, 1st Qualification Round, Recurve Men (50 m) -Gold Medalist, Olympic Round, Standard Bow SMP (20 m) -Silver Medalist, 1st Qualification Round, Standard Bow SMP (20 m) 6. ALTYS OPEN ARCHERY, February 26’ 2017, in Bogor, West Java -Gold Medalist Olympic Round General Man Category (18 m) -2nd ranking, Qualification Round General Men Category (18 m) -Gold Medalist, Team General Men Category (18 m) 7. KEJOHANAN MEMANAH TERBUKA PERINGKAT KEBANGSAAN BJ WOLFPACK CUP 2017 Under 15th ,February 12’2017 in Shah Alam, Malaysia -4th Ranking, Qualification Round (589 score) Recurve Cadet Men (60m) -Bulls Eyes Terbanyak (Most “X” shoot) Lelaki Under 15th (60 m) 8. SONIC LINGUISTIC, February 1 ‘2017 in MAN Insan Cendekia Serpong, Banten -Gold Medalist, Olympic Round Category (15 m) -Gold Medalist, Team Category (15m) -1st Ranking, Qualification Round (15 m) 9. D’KANDANG OPEN Archery Tournament January 7’ 2017 in Depok, West Java -GOLD Medalist, Qualification General Category Men (20 M) -GOLD Medalist, Olympic Round General Category Men (20 M) -GOLD Medalist, Team General Category Men (20 M) 9. JAKARTA OPEN Archery Competition, December 18-20’2016 in Ragunan, Jakarta -SILVER Medalist, Qualification Category Junior High School (20 M) -BRONZE Medalist, Olympic Round, Category Junior High School (20 M) -BRONZE Medalist, Team Category Junior High School (20 M) 10. INTERNATIONAL INDOOR YOUTH CUP, December 12’2016 in Bangkok, Thailand -BRONZE Medalist, Olympic Round Recurve Novice Men Category -4th Ranking Qualification Round Recurve Novice Men Category 11. 3 GIS FESTIVAL OPEN November 12’2016 in South Tangerang, Banten -GOLD Medalist, Qualification Under 13 Category (15 M) -GOLD Medalist, Olympic Round Under 13 Category (15 M) 12. Junior Selection for Student PON REMAJA November 4’2016, in Serang, Banten -1st Ranking, Qualification Student Under 17 Category (60 M) 13. ASESI EXPO 2016, October 30’2016 in Cilangkap, Jakarta. -2nd Ranking, Qualification Category Junior High School (20 M) -GOLD Medalist, Olympic Round Category Junior High Shool (20 M) 14. ALIX CUP 2016, September 24’2016 in Cipete, … Read more

Patah Lengan Bukan Halangan Bagi Pelatih Ini Untuk Tetap Berprestasi Dalam Bola Basket

agung-pelatih-basket

Kali ini NYSN mengangkat sosok sederhana dengan semangat besar, Agung Christianto, memulai karirnya sebagai atlet basket ketika di bangku SMP. Di latar belakangi kurangnya keharmonisan dalam rumah tangga keluarganya di jadikan dorongan untuk tetap tegar menghadapi permasalahan. “Saya berasal dari keluarga broken home, jadi saya survive bermain bola basket. Jadi kalau sedang ada suatu masalah, saya larinya ke lapangan dan main basket. Daripada ke hal negatif lainnya.Walaupun pergaulan di sekitar saya banyak yang negatif, tapi saya tidak ikut-ikutan. Saya juga tidak merokok” ujar Agung. Agung menceritakan, ia beberapa kali mengikuti kejurda di SMA, dan mendapat beasiswa karena prestasinya dalam bidang olahraga basket ketika masuk kuliah sampai lulus, bahkan saat wisuda Agung juga mendapatkan uang pembinaan dari kampusnya. Sekitar tahun 2006, Agung mengatakan bahwa dirinya sempat berhenti berlatih bola basket karena mengalami cidera patah tangan dan merasa jadi kurang maksimal jika terus menjadi atlet basket. “Setelah cidera tersebut, disitulah terpikir bahwa mungkin saya bisa menyalurkan bakat saya lewat menjadi pelatih bola basket.” kata Agung. Selama menjadi pelatih basket, Agung sudah terlibat dalam Popda Tangsel, Popwil Banten dan Popnas Banten serta dipilih oleh Dispora sebagai advisor pelatih basket Provinsi Banten. Selain itu Agung juga terpilih sebagai pelatih DBL yang dikirim ke Amerika tahun 2015 yang melewati seleksi dari 45 pelatih se Indonesia dan Agung adalah pelatih pertama yang terpilih. Yang lebih istimewa lagi, Agung terpilih menjadi pelatih yang mendapat beasiswa dari Tahir Foundation Junior NBA. Pada tahun 2016 ia juga terlibat dalam Asian Schools Games dan melatih timnas pelajar U-18 dari kementrian pemuda dan olahraga di Thailand. Agung mengatakan kepada NYSN bahwa, berhasil mendapatkan beasiswa adalah sebuah prestasi yang membanggakan “Sangat bangga ketika mendapatkan beasiswa kuliah sampai orang tua saya bertanya apakah saya masih kuliah atau tidak karena saya tidak pernah meminta uang bayaran kuliah. Padahal itu semua karena saya mendapatkan beasiswa dan pada akhirnya dapat membanggakan orang tua saya.”ucap Agung Lebih lanjut Agung menambahkan, bahwa dirinya juga sedih telah mengalami cidera parah, dan akhirnya berujung pensiun bermain basket. “Sebenarnya ada perasaan sedih ketika tangan saya patah dan menjadi tidak maksimal sebagai atlet. Bahkan saya sempat harus dirawat. Tapi ada pula hikmahnya yaitu pacar saya suka jenguk bersama orang tuanya juga, akhirnya sekarang jadi istri saya, deh.” lanjut Agung seraya tertawa. Selama menjadi pelatih, suatu kebanggaan yang dirasakan Agung ketika pernah terpilih untuk menginjakkan kaki di Amerika, tempat kelahiran NBA dan bertemu dengan para pemain dan pelatih NBA. “Ke amerika bersama DBL, belajar mendalami basket disana dan nonton NBA serta terpilih sebagai junior NBA berangkat ke cina. Itu suatu prestasi yang membanggakan.” ungkap agung Sekarang, Agung melatih basket di sekolah Saint John’s BSD, tangsel dan sudah menelurkan banyak murid-murid berprestasi dalam olahraga basket di sekolah tersebut. “Tahun 2015 lalu, ada murid saint john’s yang terpilih berangkat bareng saya ke Amerika, saya sebagai pelatih utama. Sangat bangga, karena kita berjuang bareng-bareng. Keringatnya bareng, hasilnya juga bareng dan tidak terbuang sia-sia. Itu tidak akan bisa dibeli dengan apapun.” tutur Agung. Terakhir, Agung menutup perbincangan dengan NYSN dengan memberikan sedikit motivasi. “Terus berbuat baik, maka pada akhirnya hal-hal yang baik akan menghampiri kita. Banyak berdoa dan berikhtiar.” tutup Agung. (crs/adt)

Guru Ini Malang Melintang Dari Kampus Ke Kampus, Akhirnya Tertarik Hockey Karena Keunikan Alat

Jonathan, yang memutuskan untuk berlatih Hockey pada awalnya karena alatnya yang unik

Berbicara tentang olahraga hockey, kita jadi teringat dengan sebuah film yang berjudul Miracle, yang di rilis pada tahun 2004 dan film ini sempat mendapatkan rating 7,5 dari 10 pada saat itu. Produk walt disney ini mengisahkan tentang olahraga hockey yang sedang bersaing dalam sebuah ajang tinggat perguruan tinggi. Di Indonesia, Jonathan Gamaliel adalah salah satu atlet sekaligus pelatih dalam bidang olahraga hockey. Jonathan memaparkan kepada NYSN bahwa dirinya tertarik karena alat alatnya yang tergolong unik. “Saya ikut hockey mulai tahun 2007, dan tergabung dalam club hockey Dharma Karya. Saya tertarik sebab olahraga ini masih jarang di mainkan dan alat-alat yang di gunakan juga unik.” ungkap Jonathan. Dalam perjuangan bersama timnya, Jonathan telah meraih beberapa prestasi, diantaranya: 1. Terpilih mewakili Kota Tangsel dalam kejuaran porprov Banten tahun 2010 dan 2014 2. Juara 2 dalam kejuaran hockey di Universitas Gajah Mada (UGM) 3. Juara 2 Fungame hockey di Universitas Pancasila Sedangkan salah satu prestasi individu yang dimiliki Jonathan yang juga bekerja di Sekolah Tinggi Theologia sunergeo adalah mendapatkan Top score dalam kejuaraan hockey di STIE Rawamangun. Masuk ke babak final yang tidak pernah di prediksikan dijadikan pengalaman yang sangat berharga bagi Jonathan dan timnya. “Pengalaman yang paling saya ingat, ketika mengikuti kejuaraan di UGM tahun 2016 dimana tim kami tidak diunggulkan. Namun, tim kami ternyata bisa melaju sampai babak final dan akhirnya mendapat juara 2. Itu adalah pengalaman berharga dan tidak bisa saya lupakan sampai sekarang.” kata Jonathan. Jonathan mengakui, sejauh ini dirinya tidak pernah merasa bosan berlatih hockey. Ditambah lagi dengan dukungan penuh dari orang tua dan juga pelatih yang selalu memotivasi dirinya. Lebih lanjut Pria ini menambahkan bahwa jari tangannya pernah memar selama seminggu “Saya pernah mengalami cidera ketika bermain hockey di Senayan, dimana jari saya terkena stick hockey lawan dan bengkak selama seminggu. Itu adalah cidera paling parah yang pernah saya alami.”cerita jonathan “Pesan saya, jangan pernah menyerah. Terus berlatih dan perbanyak berkenalan dengan orang-orang sesama pemain hockey agar bisa mendapat ilmu dari mereka. Dan yang pasti terus semangat!” tutup Jonathan.(crs/adt)