Sayu Bella Raih Emas di India

Sayu Bella

Pembalap sepeda gunung putri Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi kembali membuktikan taji di pentas Asia dengan meraih medali emas pada ajang Asian Mountain Bike Series UCC India-1 yang berlangsung di India, 26–28 Februari 2026. Sayu naik podium tertinggi pada nomor Cross Country Olympic (XCO) Elite Putri dan menjadi satu-satunya penyumbang emas bagi Indonesia dalam seri tersebut. Dia membukukan 1 menit 32,16 detik, mengalahkan Nur Deena Safia Nor Effandy asal Malaysia dengan 1 menit 41,21 detik, dan wakil Indonesia lainnya Vara Sefti Rahmadani yang pulang dengan perunggu setelah mencatatkan 1 menit 44,21 detik. “Bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet Squad MTB XC Indonesia yang telah berjuang dengan maksimal dan penuh dedikasi pada ajang Asia Mountain Bike Series UCC India 1 di India,” demikian keterangan resmi Federasi Sepeda Indonesia (ICF) melalui akun Instagram, Jumat. ICF menyebut semangat juang dan komitmen para atlet menjadi bukti Indonesia mampu terus bersaing di level Asia. Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi satu emas, dua perak, dan dua perunggu. View this post on Instagram Selain emas dari Sayu dan perunggu dari Vara, dua medali perak diraih Zaenal Fanani dari nomor Cross Country Short Circuit (XCC) Elite Putra dan XCO Elite Putra. Sementara satu perunggu dipersembahkan Feri Yudoyono pada nomor Cross Country Eliminator (XCE) Elite Putra. Hasil tersebut melanjutkan tren positif Sayu pada awal musim 2026. Sebelumnya, atlet asal Bali yang juga peraih emas SEA Games 2023 Kamboja nomor XCO itu memastikan tiket tampil pada putaran pembuka WHOOP UCI Mountain Bike World Series 2026 di MONA YongPyong, Korea Selatan, 1–3 Mei. Tiket itu diraih melalui jalur kualifikasi “golden ticket” dari ajang Asia UCI MTB Continental Series Thailand MTB Cup 2026 pada 13–14 Januari. Pada kejuaraan tersebut, Indonesia mengoleksi dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. Selain Sayu, atlet yang lolos ke Korea Selatan yakni Zaenal Fanani, Ihza Muhammad, Feri Yudoyono, Achmad Dhani, dan Melinda Ayu Putri.

Janice Tjen terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open

Janice Tjen dan Katarzyna Piter

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open di Meksiko, setelah kalah dari unggulan kedua Cristina Bucsa/Jiang Xinyu, Jumat (27/2) waktu setempat atau Sabtu WIB. Janice/Piter memberi perlawanan kuat pada set pertama namun tak mampu menghalau Cristina Bucsa/Jiang Xinyu setelah satu jam 24 menit dengan skor akhir 5-7, 6-2. Meski Bucsa/Jiang unggul dengan persentase servis pertama yang masuk 68,4 persen, Janice/Piter mampu unggul dari poin servis pertama yang mereka menangi sebesar 68,4 persen, demikian statistik WTA. Pasangan Indonesia/Polandia itu juga unggul dari segi poin pengembalian bola pertama, namun Bucsa/Jiang unggul dari segi pengembalian bola kedua. Duo Spanyol/China itu juga mampu menghadapi poin kritis pada kedudukan 5-5, berhasil mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk merebut set pembuka. Set kedua dimulai dengan Bucsa/Jiang mencoba mempertahankan momentum dengan mengambil alih gim pertama, yang langsung dibalas Janice/Piter pada gim kedua untuk menyamakan keadaan. Dengan servis kuat Janice/Piter mencatatkan persentase servis pertama yang masuk 81 persen. Namun, kekuatan itu tidak cukup ketika Bucsa/Jiang jauh lebih unggul dalam pengembalian bola. Mereka memenangi tiga gim beruntun setelahnya atau kedudukan 4-1. Janice/Piter berusaha untuk merusak ritme permainan dengan mengambil satu gim, namun upaya itu tidak mampu menghentikan Bucsa/Jiang untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Dengan kekalahan di sektor ganda tersebut, Janice harus angkat kaki dari ajang WTA 500 itu setelah juga terhenti pada babak pertama sektor tunggal usai kalah dari petenis Kolombia Camila Osorio 4-6, 3-6. Bagi Janice dan Piter hasil tersebut lebih baik dari terakhir kali mereka berpasangan ketika terhenti pada babak pertama Australian Open 2026. Janice dan Piter juga telah dua kali meraih trofi bersama yakni pada WTA 250 Guangzhou tahun lalu dan WTA 250 Hobart pada Januari.

WTA 1000 Dubai: Janice Tjen Terhenti

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak ketiga WTA 1000 Dubai Duty Free Tennis Championships setelah tak mampu menghalau unggulan kedua Amanda Anisimova, Rabu. Janice dibuat mati langkah pada set pertama, lalu ia mencoba bangkit pada set kedua namun dipaksa menyerah oleh runner-up Wimbledon 2025 itu dengan 1-6, 3-6, demikian catatan WTA. “Saya tidak pernah bermain melawan Janice, saya melihat dia bermain dengan sangat baik sepanjang musim ini, jadi sangat senang bisa melewati ini,” ujar Anisimova usai pertandingan. Pada set pertama, Anisimova bermain solid dengan servis kuat, mencatat satu ace dan memenangi poin servis pertama 87,5 persen (14/16). Ia juga memenangi 70 persen poin pengembalian bola pada servis kedua lawan. Petenis Amerika berusia 24 tahun itu melenggang mulus untuk merebut set pertama. Namun, pada set kedua ia mendapat perlawanan kuat dari Janice yang mencatatkan 53,3 persen servis pertamanya (16/30). Anisimova berhasil lepas dari tekanan Janice pada kedudukan 3-2. Ia kemudian memenangi dua gim untuk memimpin 5-2. Namun, Janice tak ingin menyerah begitu saja. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu berhasil mengkonversi peluang break point untuk menahan 3-5 Anisimova. Sayangnya, pada gim kesembilan Janice melakukan double fault yang dimanfaatkan dengan baik oleh lawan. Pada kedudukan 40-30, Anisimova mengembalikan bola yang tidak dapat dijangkau Janice untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan dalam satu jam 10 menit. Selanjutnya pada perempat final, Anisimova menunggu pemenang babak 16 besar antara unggulan kelima Mirra Andreeva dan Jaqueline Cristian. Sementara itu bagi Janice mencapai babak 16 besar WTA 1000 Dubai menjadi kemajuan positif setelah kandas pada babak 32 besar pada Qatar Open pekan lalu. Dalam ajang WTA 1000 Doha tersebut Janice terhenti di tangan unggulan teratas petenis No.2 dunia Iga Swiatek 0-6, 6-3. Janice terpaksa angkat koper dari Dubai setelah juga menderita kekalahan di sektor ganda bersama Ceko Marie Bouzkova usai takluk dari unggulan kelima Gabriela Dabrowski/Luisa Stefani pada babak 16 besar, Selasa (17/8).

Robi Syianturi pecahkan rekor nasional dan Asia Tenggara di Sevilla

Robi Syianturi

Pelari Indonesia, Robi Syianturi memecahkan rekor marathon nasional dan Asia Tenggara di Sevilla Marathon 2026 di Sevilla, Spanyol, Minggu, setelah finis dengan catatan waktu 2 jam 13 menit 18 detik. “Saya sangat bersyukur bisa kembali memecahkan rekor di Sevilla Marathon 2026. Pencapaian ini untuk Indonesia, keluarga, seluruh komunitas lari yang selalu mendukung,” kata Robi melalui keterangan resmi, Senin. Pencapaian di Sevilla Marathon ini menandai ketiga kalinya Robi memecahkan rekor marathon nasional dalam tiga tahun berturut-turut, setelah sebelumnya di Gold Coast Marathon 2025 dan Valencia Marathon 2024. Prestasi ini melengkapi deretan pencapaian Robi sebagai pemegang rekor nasional half-marathon dengan catatan 1 jam 3 menit 24 detik di Casablanca Marathon 2025 dan peraih medali emas marathon di SEA Games 2025 Thailand. Sevilla Marathon 2026 yang digelar di kota bersejarah Sevilla merupakan ajang berlabel Elite dari World Athletics dan dikenal sebagai salah satu lomba marathon dengan rute paling datar dan cepat di Eropa. Ajang lari ini menarik ribuan pelari elite dan pelari rekreasional dari berbagai negara yang memburu personal best maupun kualifikasi internasional. Dengan temperatur yang relatif sejuk serta rute yang melintasi landmark ikonik kota, Sevilla Marathon secara konsisten menjadi panggung pemecahan rekor dan performa terbaik para atlet dunia. Pencapaian pelari 28 tahun itu di Sevilla Marathon menegaskan posisinya sebagai pelari marathon tercepat di Asia Tenggara dan menunjukkan perkembangan positif atletik Indonesia di kancah internasional.

DBL Academy Jadi yang Pertama Gelar Basketball Clinic di Kepulauan Seribu

Basketball Clinic Kepulauan Seribu

DBL Academy bersama Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jakarta baru saja menggelar Basketball Clinic Kepulauan Seribu pada Rabu, 4 Februari 2026 di SMAN 69 Jakarta. Agenda ini jadi momen spesial karena untuk pertama kalinya Basketball Clinic digelar untuk pelajar SMP dan SMA Kepulauan Seribu. Kegiatan berlangsung sejak 10.00 WIB dan diikuti sekitar 40 peserta putra dan putri. Di antaranya 20 peserta dari SMAN 69 Jakarta dan 20 pesrta dari SMPN 113 Jakarta. Basketball Clinic dipimpin langsung oleh jajaran pelatih DBL Academy. Salah satunya Dimaz Muharri, Basketball Director DBL Academy, yang turun langsung membagikan soal materi fundamental basket kepada para peserta. “Hari ini pertama kali dalam sejarah basket Jakarta, Perbasi Jakarta dan Perbasi Kepulauan Seribu mengadakan Basketball Clinic di SMA Negeri 69 Jakarta, Kepulauan Seribu,” ujar Coach Dimaz. Materi yang diberikan berfokus pada dasar-dasar permainan basket. Mulai dari basic dribble, basic passing, hingga basic shooting dan layup menjadi menu utama latihan hari itu. Menurut Coach Dimaz, pemilihan materi tersebut disesuaikan dengan kondisi peserta. Usai melihat langsung kemampuan para pemain, tim pelatih sepakat untuk menekankan fundamental sebagai pondasi awal. “Kurang lebih ada 40 peserta, cowok dan cewek. Karena kita lihat semuanya masih basic, jadi hari ini kita kasih yang fundamental basket banget,” jelasnya. Meski cuaca cukup terik, antusiasme peserta tetap tinggi. Anak-anak Kepulauan Seribu terlihat aktif mengikuti latihan, berani mencoba setiap materi, dan tak ragu bertanya meski sebagian besar masih baru mengenal basket. Coach Dimaz mengaku sempat terkejut melihat respons itu. Minimnya agenda basket sebelumnya justru membuat kehadiran Basketball Clinic ini terasa sangat dinantikan. “Cukup kaget sih. Cuaca lagi panas-panasnya, tapi mereka sangat excited. Mungkin karena pertama kali Basketball Clinic ke sini, jadi mereka nggak malu-malu walaupun belum bisa basket,” ungkapnya. Lebih dari sekadar berbagi ilmu, kegiatan ini juga membuka peluang. DBL Academy berharap dari wilayah yang jarang tersentuh agenda basket, bisa lahir talenta potensial yang mampu bersaing di level lebih tinggi. Coach Dimaz mencontohkan kisah Muhammad Haikal Malik asal Bengkulu, yang berawal dari ajang Basketball Clinic hingga akhirnya berkesempatan mengikuti DBL Camp dan bahkan menembus DBL Indonesia All-Star. “Dia nggak ikut DBL liga, tapi ketemu di event Basketball Clinic. Dari situ, akhirnya dia ikut program DBL Play Road to DBL Camp musim lalu, dan akhirnya berangkat ke Amerika sebagai DBL All-Star,” kenangnya. Melalui Basketball Clinic Kepulauan Seribu, DBL Academy ingin memastikan mimpi itu tetap terbuka. Siapa tahu, dari lapangan SMAN 69 Jakarta, akan lahir nama besar basket Indonesia berikutnya.

28 Pemain Timnas U17 Disiapkan untuk Hadapi Tiongkok

Suasana Latihan Timnas U17 Indonesia

Sebanyak 28 pemain Timnas U17 disiapkan untuk menjalani rangkaian International U17 Friendly Match sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia U17 2026. Dalam agenda ini, Garuda Muda dijadwalkan menghadapi Tiongkok U17 dalam dua pertandingan yang akan digelar di Indomilk Arena, Tangerang. Pada dua laga uji coba internasional tersebut, Nova Arianto masih akan bertindak sebagai pelatih. Menurutnya, laga nanti menjadi bagian dari proses pematangan tim sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap para pemain yang dipanggil. Sebagai informasi, pertandingan pertama akan berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026, dengan kick-off pukul 21.00 WIB. Sementara pertandingan kedua dijadwalkan pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan kick-off pukul 18.30 WIB, tetap bertempat di Indomilk Arena, Tangerang. Mayoritas pemain yang dipanggil dalam daftar kali ini merupakan wajah baru hasil pemantauan dari berbagai klub Liga Indonesia, akademi, hingga klub luar negeri. Namun, terdapat pula pemain yang telah memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia U17 sebelumnya. Sebut saja M. Mierza Firjatullah (Persik Kediri), yang tercatat pernah menjadi bagian dari skuad Garuda Muda pada Piala Dunia U17 2025. Melalui dua laga uji coba internasional ini, tim pelatih akan menguji kesiapan pemain dari berbagai aspek, mulai dari teknik, fisik, pemahaman taktik, hingga mental bertanding di level internasional. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun kerangka tim menuju Piala Asia U17 2026. Berikut daftar 28 pemain Garuda Muda untuk hadapi Tiongkok: Kiper (GK) Syahdan Caesar – ASIOP Moh. Fahrizal – Persib Bandung Noah Leo Duvart – Bali United Pemain belakang (CB) Waliyuddin Shofa A – Persib Bandung Putu Ekayana Yoga P – Bali United Farik Rizqi – Madura Uninted Shoyyo Himawan P – Persis Solo Zidane Raditya Chandra – Persis Solo Bek kanan (RB) Farrel Luckyta W – PS Sleman Made Arbi Ananta – Bali United Handri Dimas Sulityo – Persik Kediri Bek kiri (LB) Real Alvaro Salim – Bali United Pandu Aryo – Persik Kediri Peres Akwila Tjoe – Persija Jakarta Gelandang (MF) Fardan Faras Prawita – Borneo FC M. Azhar Muzzaki – Persebaya Surabaya Girly Andrade Guevara – Persik Kediri Chico Jerichoy – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United M. Rain Rizki Pamungkas – Bhayangkara Presisi Miraj Riski Sulaiman – Madura United Gelandang Sayap (WFW) Mohammad Albar Firdaus – Persik Kediri I Komang Semadi – Bali United Dava Yunna Adi – Persebaya Surabaya Sean Rahman Castor – Persik Kediri Penyerang (CF) Fardhan Ary – Madura United M. Mierza F – Persik Kediri Nicholas Indra – Rosenborg BK

Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan jadi wadah pembinaan atlet

Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan

Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jakarta terus menjaga konsistensi pembinaan atlet usia dini melalui Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan yang telah digelar sejak Januari 2007. Ketua PASI Jakarta, Mustara Musa mengatakan kejuaraan tersebut kembali berlangsung pada edisi ke-198 dan untuk pertama kalinya digelar di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Sabtu (31/1), setelah fasilitas lintasan stadion tersebut rampung direnovasi. “Ini kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak Januari 2007. Hari ini menjadi yang pertama di Stadion Atletik Rawamangun dengan lintasan baru. Semoga kejuaraan ini terus menumbuhkan atlet-atlet bertalenta yang berasal dari kalangan pelajar atletik Jakarta,” kata Mustara dilansir ANTARA, Senin. Pada edisi ke-198, kejuaraan ini diikuti 480 peserta dari berbagai kategori, mulai dari kids atletik, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga kategori terbuka. Kategori kids atletik terbagi dalam empat kelompok usia, yakni 2–3 tahun, 3–4 tahun, 4–5 tahun, dan 5–6 tahun, yang seluruhnya melombakan nomor lari 30 meter campuran. Untuk tingkat sekolah dasar, peserta dibagi ke dalam kategori U-10 dan U-13 dengan nomor lari 60 meter putra dan putri, serta estafet 5×80 meter campuran. Sementara itu, kategori sekolah menengah pertama mempertandingkan nomor lari 80 meter putra dan putri. Pada kategori sekolah menengah atas dan kategori terbuka, nomor yang dilombakan adalah lari 100 meter putra dan putri. Kategori terbuka juga dapat diikuti oleh sekolah internasional di wilayah Jakarta. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai kelompok usia membuat Stadion Atletik Rawamangun kembali hidup dan menjadi ruang pertemuan komunitas atletik pelajar Jakarta. Mustara menegaskan ajang ini menjadi bagian penting dari pembinaan dan regenerasi atletik Jakarta. “Atlet akan terus beregenerasi. Yang senior akan pensiun dan kita harus menyiapkan penggantinya. Salah satunya melalui event pembinaan seperti ini,” ujarnya. Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan edisi ke-198 juga menjadi salah satu agenda atletik pertama di Indonesia setelah keberhasilan Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand. Pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut, cabang atletik menyumbangkan sembilan medali emas, lima perak, dan enam perunggu bagi kontingen Merah Putih. Mustara saat itu dipercaya sebagai manajer tim nasional atletik Indonesia. Menurut Mustara, pengalaman di SEA Games makin menguatkan komitmennya untuk membangun atletik Indonesia dari fondasi budaya dan ekosistem yang kuat. “Atletik harus tumbuh dari budaya. Kita ingin membangun ekosistem dan budaya atletik yang baik sesuai standar internasional, bukan hanya mencetak atlet, tetapi juga menyiapkan sistemnya,” katanya. Ia menjelaskan, upaya membangun ekosistem tersebut juga melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang berperan sebagai perangkat perlombaan dalam kejuaraan ini. Keterlibatan mahasiswa di bidang keolahragaan dinilai penting sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia olahraga. “Mahasiswa dilibatkan agar mereka memahami bahwa prestasi tidak lahir sendiri. Ada sistem, tata kelola, dan kerja bersama di balik sebuah kejuaraan,” kata Mustara. Mustara berharap ke depan Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan dapat terus berkembang dengan jumlah peserta yang semakin meningkat serta mendapat dukungan lebih luas, termasuk dari sponsor dan berbagai pemangku kepentingan, agar pembinaan atletik di Jakarta dapat berjalan berkelanjutan.

ASEAN Para Games 2025: Indonesia Finis Posisi Dua

Penutupan ASEAN Para Games 2025

Penyelenggaraan pesta olahraga penyandang disabilitas se-Asia Tenggara atau ASEAN Para Games (APG) ke-13 Tahun 2025 Thailand telah usai dan resmi ditutup. Para atlet Indonesia merasa bangga mampu membawa Merah Putih finis di posisi kedua. Pada APG ke-13 ini tuan rumah Thailand keluar sebagai juara umum dengan koleksi 175 emas, 155 perak dan 157 perunggu. Kontingen Indonesia menyusul sebagai runner up dengan 135 emas,143 perak dan 114 perunggu. “Kami bangga dan bersyukur bisa berkontribusi untuk membawa Kontingen Indonesia berada diposisi kedua di APG Thailand ini,” ujar Leani Ratri Oktila, atlet para bulutangkis putri. “Iya senang dan bangga, Indonesia bisa runner up. Terima kasih kepada Presiden Prabowo, Menpora Erick, Wamenpora Taufik, Ketua NPC Indonesia serta CdM Indonesia Pak Reda atas motovasi dan dukungannya selama ini. Semoga kedepan kita mampu lebih berjaya lagi,” imbuh Ken Swagumilang atlet para panahan putra. Closing ceremony pelaksanaan ASEAN Para Games 2025 Thailand yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 26 Januari 2026 ini digelar di Main Stadium, His Majesty the King’s 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Senin (26/1) malam. Pada awal upacara penutupan ini, penonton disuguhi beberapa musik dan nyanyian lokal, dilanjutkan tarian massal. Kemudian parade defile kontingen yang dimulai dari kontingen Brunei Darussalam, dilanjutkan kontingen Indonesia kemudian Laos. Disusul kemudian kontingen Malaysia, kontingen Myanmar, kontingen Filipina, dilanjutkan kontingen dari Singapura, kontingen Timor Leste, kontingen Vietnam, ditutup parade defile dari tuan rumah Thailand. Ribuan pengunjung nampak memadati kursi dari stadiun sepak bola yang berkapasitas 24 ribu kursi penonton ini. Permainan lampu LED dan lampu laser serta pertunjukkan kembang api menjadi menu utama pesta penutupan. Di tengah lapangan hijau nampak tiga maskot ASEAN Para Games 2025 Thailand bersanding dengan seluruh kontingen dari 10 negara ASEAN peserta APG 2025 Thailand. Di akhir penutupan, sebagai simbolis diserahkan bendera Asean Para Sport Federation (APSF) dari Thailand ke Malaysia sebagai estafet pelaksanaan APG ke-14 selanjutnya selaku tuan rumah pada tahun 2027 mendatang.

Pencarian Bibit Atlet Futsal Melalui Akhdiyat Foundation Cup 2026

Akhdiyat Foundation Cup 2026

Turnamen Futsal Piala Bergilir Akhdiyat Foundation Cup 2026 antar Sekolah Dasar (SD) se-Kota Malang resmi digelar di GOR Ken Arok, Malang pada Sabtu, (17/01/2026). Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan olahraga futsal bagi atlet usia dini, khususnya pelajar tingkat SD. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang sudah memasuki tahun kedua ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Malang yakni program Dasabakti melalui gerakan Ngalam Tahes. “Turnamen futsal ini selaras dengan visi-misi Pemerintah Kota Malang. Selain mengolahragakan dan menyehatkan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit atlet baru yang nantinya bisa menggantikan atlet yang saat ini sudah berusia,” ujar Wahyu. Ia menambahkan, kompetisi seperti ini penting untuk melihat potensi atlet muda Kota Malang sekaligus menguji hasil latihan yang selama ini telah dilakukan. Dengan seringnya turnamen digelar, para peserta dapat terbiasa bertanding dan berkompetisi secara sportif. “Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Akhdiyat Foundation atas terselenggaranya turnamen ini. Harapannya, dari sini akan muncul atlet-atlet berbakat yang bisa menjadi wakil Kota Malang di masa depan,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Komisi C PKS DPRD Kota Malang, Akhdiyat Syabril Ulum, menjelaskan bahwa Akhdiyat Foundation Cup tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua dengan konsep piala bergilir. Turnamen tersebut diikuti oleh 26 tim dari berbagai SD di Kota Malang. “Akhdiyat Foundation Cup tahun ini merupakan kedua kalinya diselenggarakan, total terdapat 26 tim dari SD se-Kota Malang. Selain piala bergilir, kami juga menyiapkan penghargaan seperti best player, best keeper, dan penghargaan lainnya,” jelas Ulum. Sebagai anggota DPRD Kota Malang, Ulum menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini agar prestasi olahraga Kota Malang terus berlanjut. Ia menambahkan bahwa Kota Malang yang dikenal sebagai kota dengan prestasi sepak bola dan futsal yang membanggakan. Selain itu ia menilai bahwa antusiasme dari para peserta sangat besar. Dari antusiasme peserta, untuk ke depannya acara ini akan digelar secara rutin setiap tahun. “Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ke depan, turnamen ini kami rencanakan rutin digelar setiap tahun. Fokus peserta tetap dari Kota Malang, dan ke depan mungkin bisa diperluas ke wilayah Malang Raya,” katanya. Lebih lanjut, Ulum berharap para pemenang dan atlet berbakat dari turnamen ini dapat diusulkan kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang. Hal ini bertujuan agar para atlet berbakat mendapatkan pembinaan lanjutan, termasuk peluang beasiswa. “Kami ingin bibit-bibit unggul ini mendapat perhatian dan dukungan lebih lanjut dari pemerintah kota agar prestasi futsal Kota Malang bisa terus berkembang,” tutupnya.

Piala AFF Futsal U16: Indonesia Tahan Imbang Thailand

Alfian Nurhayadi

Tim Nasional Futsal Indonesia U16 menunjukkan semangat juang tinggi saat menghadapi tuan rumah Thailand dalam laga lanjutan ASEAN U16 Boys’ Futsal Championship 2025. Bertanding di Nonthaburi Hall, Bangkok, pada Sabtu (27/12) siang, skuad Garuda Muda bermain imbang dengan skor akhir 3-3. ​Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Nguyen Thanh Huynh (Vietnam) ini berlangsung sengit sejak menit awal. Pelatih Kepala Indonesia, Reka Cahya Punthoadi, menurunkan lima pemain utama yang terdiri dari penjaga gawang Azmi Anugrah, kapten Akmal Nashrur Rizki, Alfian Nurhayadi, Hetson Messi Hamonangan Sirait, dan Muhammad Fauzan As Shidik. ​Jalannya Pertandingan ​Indonesia tampil menekan di babak pertama. Meski menghadapi tekanan dari suporter tuan rumah yang memadati arena, Indonesia berhasil unggul lebih dulu. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Indonesia 2-1 atas Thailand. Pemain Indonesia, Muhamad Dafa Ramadan, menjadi sorotan dengan kontribusinya di menit-menit awal babak pertama. ​Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat. Thailand yang tertinggal mencoba bangkit dan berhasil mencetak dua gol tambahan di periode ini. Namun, Indonesia tetap memberikan perlawanan sengit. Hetson Messi Hamonangan Sirait turut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-28, menjaga asa Indonesia untuk meraih poin. ​Laga berjalan dengan tensi tinggi, di mana wasit mengeluarkan beberapa kartu peringatan. Di kubu Indonesia, kartu kuning diberikan kepada Akmal Nashrur Rizki pada menit ke-11 dan Muh Alfayyadh Rafarrel Haerul pada menit ke-35. Pelatih Reka Cahya Punthoadi juga mendapat peringatan pada menit ke-34, menunjukkan tingginya tensi persaingan di lapangan. Di sisi lawan, pemain Thailand Wangsilpakhun Punno juga diganjar kartu kuning pada menit ke-30. ​Hingga peluit akhir dibunyikan, skor imbang 3-3 tetap bertahan. Hasil ini menjadi bukti ketangguhan mental para pemain muda Indonesia dalam menghadapi tekanan di kandang lawan.

Atlet junior panahan DKI borong lima emas di Kejurnas Antar Club 2025

Muhammad Sakhi Athaillah

Atlet junior dari cabang olahraga (cabor) Panahan asal DKI Jakarta Muhammad Sakhi Athaillah berhasil menorehkan lima medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Antar Club Tahun 2025. “Kompetisi ini tentunya sangat penting bagi saya untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding,” kata Sakhi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu. Sakhi tergabung di DAD Archery Club dan kejuaraan panahan diadakan di Supper Soccer Arena Kudus, Jawa Tengah yang berlangsung mulai 9-19 Desember 2025. Sakhi berhasil mengukir prestasi dengan raihan lima emas dan satu perak. Pria yang baru berusia 13 tahun ini mengaku bersyukur berhasil meraih emas di kategori Recurve Putra U15 jarak 40 meter lewat nomor Kualifikasi Sesi 1 dengan nilai 353, Kualifikasi Sesi 2 dengan nilai 342. Total kualifikasi dengan nilai 695 Eliminasi Beregu Putra (Man Team), dan Eliminasi Individu. Sementara, medali perak diraih lewat nomor Eliminasi Beregu Campuran (Mix Team). Sakhi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rekan timnya di nomor beregu karena sudah bersama-sama berjuang mempersembahkan yang terbaik. “Untuk Mix Team saya berpasangan dengan Sossa Amourra Ariyanto. Sementara, di nomor Man Team saya berjuang bersama rekan saya Muhammad Fatih Al Banna dan Raqilla Irsyam Rosyadi,” ujarnya. Sakhi menuturkan, berbagai persiapan sudah dilakukan untuk mengikuti kompetisi tersebut mulai dari berlatih teknik dan fisik agar bisa meraih prestasi terbaik. “Semoga ke depan saya bisa bergabung di Tim DKI Jakarta dan menjadi juara di kompetisi panahan, baik yang berskala nasional dan internasional,” harapnya. Sementara itu, pengurus sekaligus pelatih DAD Archery Club Devi Syah Putra mengaku sangat senang dan bangga dengan prestasi yang berhasil diraih Sakhi dan atlet-atlet dari DAD Archery Club. “Total kami berhasil meraih 14 medali emas, 11 perak, dan 13 perunggu. Perolehan emas kami sama dengan Juara Umum hanya selisih di perak saja,” katanya. Dalam kompetisi tersebut, lanjut Devi, DAD Archery mengikutsertakan sebanyak 38 atlet putra dan 32 atlet putri yang didampingi empat ofisial tim. Ia mengingatkan agar atlet yang sudah meraih prestasi untuk tidak cepat berpuas diri, sementara bagi yang belum menjadi juara juga tidak boleh menyerah. “Semua harus tetap giat berlatih karena tidak ada prestasi yang diraih secara instan, perlu ketekunan dan kerja keras,” ujarnya.

SEA Games 2025: Raih 43 Emas, Indonesia Kokoh Peringkat Dua Klasemen Sementara

Hendro Yap Kim Lung

Kontingen Indonesia terus menunjukkan grafik positif dalam perolehan medali di SEA Games 2025 Thailand. Hingga Minggu malam (14/12), Merah Putih telah mengoleksi 43 medali emas dan menempati posisi kedua klasemen sementara, di bawah tuan rumah Thailand. Pencapaian tersebut membuat Indonesia mengumpulkan total 152 medali, terdiri dari 43 emas, 56 perak, dan 53 perunggu.Sementara itu, Thailand masih memimpin klasemen dengan raihan 132 emas, menjadikan selisih perolehan emas cukup signifikan. Indonesia juga berhasil menjaga jarak dari Vietnam yang berada di peringkat ketiga. Kontingen Vietnam sejauh ini mengoleksi 35 medali emas, terpaut sembilan emas dari Indonesia. Cabang olahraga bulutangkis menjadi salah satu penyumbang emas terbanyak bagi Indonesia. Tiga medali emas diraih dari nomor beregu putra, tunggal putra, dan ganda putra. Alwi Farhan sukses merebut emas tunggal putra setelah menaklukkan rekan senegaranya, Moh. Zaki Ubaidillah, dalam partai final yang berlangsung sengit. Sementara itu, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani tampil gemilang di nomor ganda putra. Mereka mengalahkan unggulan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, untuk memastikan medali emas. Dari cabang atletik, Indonesia menambah empat medali emas. Hendro Yap dan Violine Intan Puspita masing-masing menjadi yang terbaik di nomor jalan cepat 20 km putra dan putri. Sementara Robi Syianturi serta Odekta Elvina Naibaho meraih emas di nomor marathon putra dan putri. Tambahan emas juga datang dari cabang skateboard nomor street. Hutomo Basral Graito tampil dominan dan mengunci emas dengan skor tinggi, yakni 166,67. Dengan perolehan tersebut, peluang Indonesia untuk mempertahankan posisi kedua klasemen SEA Games 2025 tetap terbuka hingga hari-hari terakhir kompetisi.

Jelang Liga Nusantara 2025 KSMI Pengprov Banten Gelar Seleksi Pemain U23

Komite Sepakbola Mini (KSMI) provinsi Banten melakukan seleksi jelang Liga Nusantara KSMI. Seleksi digelar pada hari Sabtu 15 November 2025 di MS Arena, Kabupaten Serang. Acara tersebut dihadiri lebih dari dua puluh peserta dari kota dan kabupaten se-Banten. Turut hadir dalam seleksi tersebut Ketua Umum KSMI Pengprov Banten Abdul Salam Salim beserta Sekretaris Jendral Pengprov KSMI Banten Agung Kurniawan S.H. Seleksi ini menentukan atlet sepakbola mini asal Banten yang akan berlaga di Liga Nusantara KSMI 2025. Kompetisi ini akan berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur, pada tanggal 22 sampai 28 November 2025. Liga Nusantara 2025 KSMI sendiri adalah bagian dari perjalanan menuju piala dunia sepakbola mini Indonesia 2026. Komite Sepakbola Mini Indonesia secara resmi menjadi anggota KONI pada bulan Oktober 2025 lalu.  

ISG 2025: Sembilan Medali Dari Angkat Besi

Tita Nurcahya Melyani

Tim angkat besi Indonesia mampu menyumbangkan total 9 medali pada Islamic Solidarity Games (ISG) 2025. Tita Nurcahya Melyani menyumbangkan medali pertama untuk Indonesia. Tiga medali perak sekaligus disumbangkan olehnya. Masing-masing dari kelas 48kg putri untuk angkatan snatch, clean and jerk serta angkatan total. Tita tampil konsisten dengan mencatatkan 68 kg pada angkatan snatch dan 85 kg pada clean and jerk, membukukan total angkatan 153 kg. Dengan hasil ini, ia meraih perak di ketiga kategori tersebut. Ia bersyukur bisa mempersembahkan medali bagi Merah Putih serta mencatatkan rekor baru dari angkatan sebelumnya, yaitu 150 kg. Medali emas diraih oleh lifter asal Turki, Gamez Altun, dengan total angkatan 172 kg (snatch 72 kg, clean and jerk 100 kg). Sedangkan perunggu diraih oleh Nuray Abilova dari Kazakhstan dengan total 144 kg (snatch 65 kg, clean and jerk 79 kg). Angkat besi juga menambah perolehan tiga medali perak melalui Basilia Bamerop Ninggan yang turun di kelas 53kg putri. Basilia menempati uruan kedua snatch dengan angkatan 75kg, medali emas snatch diraih wakil Turki Cansel Ozkan dengan 88kg, dan perunggu direbut Marija Akter Ekra asal Bangladesh lewat 72 kg. Untuk angkatan clean and jerk, Basilia kembali berada di bawah Cansel Okan dengan angkatan 99kg. Di total angkatan, atlet asal Merauke kelahiran 2003 ini mencatatkan 174kg dan berada di bawah Cansel Okan yang punya angkatan 188kg. Muhammad Husni menjadi bintang bagi Tim Indonesia setelah mencetak hattrick medali emas pada cabang olahraga angkat besi kelas 60kg putra di Islamic Solidarity Games (ISG) 2025. Hasil ini sekaligus menjadikan Husni sebagai atlet pertama yang mempersembahkan medali emas bagi Tim Indonesia. Atlet asal Lampung itu tampil percaya diri sejak awal. Pada angkatan snatch, Husni mengangkat 129kg, unggul dari lifter tuan rumah Aqeel Aljasim (124kg) yang meraih perak, serta Burak Aykun dari Turki (119kg) yang merebut perunggu. Penampilan impresifnya berlanjut di nomor clean and jerk di mana Husni mencatatkan 154kg dan menjadi angkatan terbaik di antara sembilan lifter yang berkompetisi. Medali perak diraih Burak Aykun (148kg) dan perunggu oleh atlet Mesir Elsayed Ali Elsayed Attia Elaraby (147kg). Dengan total angkatan 283kg, Husni menegaskan dominasinya di kelas 60kg putra dan berhak atas tiga medali emas sekaligus, dari kategori angkatan snatch, clean and jerk, dan total. Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Endri Erawan, mengaku sangat bangga atas pencapaian angkat besi tersebut. Ia menilai performa atlet menjadi cerminan semangat dan mental juang Tim Indonesia di panggung internasional. “Husni, Basilia dan Tita membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk berprestasi di level tertinggi. Tiga medali emas dan enam perak dari angkat besi hari ini kemenangan untuk Merah Putih. Tiga kali Indonesia Raya berkumandang di Riyadh. Capaian ini merupakan simbol kekuatan mental, disiplin, dan kerja keras atlet-atlet Tim Indonesia. Ini awal yang sangat positif bagi perjuangan Tim Indonesia di Riyadh,” ujar Endri.

Persiapan SEA Games 2025, Garuda Muda Uji Coba Melawan Mali

Timnas U23 Indonesia

Timnas U23 Indonesia dipastikan akan menjalani dua laga uji coba internasional melawan Mali U23 pada tanggal 15 dan 18 November ini di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Ujicoba bertajuk International Friendly Match ini sebagai persiapan Garuda Muda mengikuti SEA Games 2025 di Thailand. Khusus untuk cabang olahraga sepak bola putra dimulai pada tanggal 3-18 Desember. Sebelumnya pada tanggal 10 dan 13 Oktober lalu, Garuda Muda melakoni dua laga uji coba internasional dengan melawan India di Stadion Madya, Jakarta. “PSSI memastikan bahwa Timnas U23 akan melawan Mali U23 sebanyak dua kali pada tanggal 15 dan 18 November ini di Stadion Pakansari dengan kick off pukul 20.00 WIB. Tim Mali akan datang ke Indonesia pada tanggal 13 November,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi. “Untuk penjualan tiket dua pertandingan ini, kami akan segera menginformasikannya. Semoga dua uji coba internasional ini membuat Timnas U-23 semakin matang dan solid jelang bertanding di SEA Games 2025 mendatang,” tambahnya.

Asian Youth Games 2025: Emas Kedua Indonesia dari Angkat Besi

Muhammad Rijal Abdillah

Indonesia sukses meraih medali emas kedua pada Asian Youth Games 2025 di Manama, Bahrain, pada Minggu (26/10/2025). Emas kedua disumbang oleh atlet muda angkat besi Indonesia, Muhammad Rijal Abdillah. Rijal turun di kelas boys 60kg, dan berhasil di angkatan clean and jerk dengan jumlah 143 kg sekaligus yang terbaik di kelasnya. Pertandingan di kategori clean and jerk berlangsung ketat, namun pada percobaan pertama dan kedua, Rijal sukses mengangkat 136 kg dan 139 kg. Persaingan semakin panas saat atlet asal China, Xunfa Chen, berhasil mengangkat beban 141 kg, disusul atlet India Maharajan Arumugapandian yang mencatat 142 kg. Chen sempat menambah beban 3kg atau menjadi 144kg, namun percobaan atlet asal China itu gagal. Sementara itu, Rijal dengan tenang menaikkan beban ke 143 kg, dan angkatannya dinyatakan sah oleh juri. Rijal, atlet asal Bandung tersebut mengaku bangga dengan prestasinya di Asian Youth Games 2025. Perjuangannya dalam berlatih keras terbayar lunas dengan sumbangan medali untuk Indonesia. “Alhamdulillah, saya sangat bangga. Kerja keras dan latihan selama satu tahun di pemusatan latihan nasional akhirnya terbayar. Meninggalkan keluarga di rumah tidak sia-sia,” ungkap Rijal penuh rasa syukur. Rijal mengaku angkatan tersebut melebihi latihannya selama ini. Ia sukses mengangkat beban 143 kg dari yang maksimal 141 kg. “Angkatan ini di atas angkatan saat latihan. Di pelatnas angkatan cleand and jerk terbaik saya 141 kg, tapi di sini bisa mencapai 143 kg,” tambahnya.

BAJC U17 & U15 2025: Indonesia Kirim Dua Wakil ke Final

Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan

Tiket babak final Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships (BAJC) 2025, berhasil diamankan oleh dua wakil ganda putra Indonesia. Kepastian tersebut diraih usai memulangkan lawan masing-masing di pertandingan semifinal yang berlangsung di Chengdu University of TCM Wenjiang Campus Gymnasium, Chengdu, China. Ganda putra pertama dari nomor U15, Muhammad Waldan Habibi/Darmawan Setiawan. Hasil itu mereka raih setelah di laga semifinal, Sabtu (25/10) mampu mengalahkan wakil tuang rumah, Ze Cheng Fan/Yan Kai Zhu dua game langsung 21-19 dan 21-15. Sementara itu, ganda putra lainnya berasal dari nomo U17 atas nama Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan. Di babak semifinal, atlet asal PB Djarum tersebut pulangkan Qu Zhou/Ze Yu Zhou dalam dua game 21-16 dan 21-13. Di babak final yang berlangsung besok (26/10), Muhammad Waldan Habibi/Darmawan Setiawan akan jumpa unggulan tiga asal China, Wu Hua/Zheng Huai Bo. Sementara Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan akan menghadapi unggulan dua asal Taiwan, Ping Hsuan Chen/Wei Ting Lee.

Torehkan Sejarah, Indonesia Raih 4 Medali Kickboxing World Cup 2025

Tim Kick Boxing Indonesia Bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tashkent

Tim Kick Boxing Indonesia menorehkan sejarah dalam ajang Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025 di Tashkent, 7–12 Oktober 2025. Indonesia yang mengirimkan 5 atlet ke turnamen internasional ini meraih 2 medali emas dan 2 perunggu. Kelima atlet Indonesia, yaitu Enggar Bayu Saputra (medali emas kelas Full-Contact -57kg senior putra), Aprilia Eka Putri Lumbantungkup (medali emas K-1 -52kg senior putri), Abdul Aziz (medali perunggu kelas Kick Light -57kg senior putra), Sevi Nurul Aini (medali perunggu Low Kick -48kf senior putri), dan Andi Mesyara Jerni Maswara (Point Fighting -50kg senior putri). Ketua Persatuan Kickboxing Indonesia (PPKBI) Ngatino memuji prestasi para atlet di turnamen Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025. Dia berharap para atlet tetap mempertahankan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di berbagai event. Dia mencontohkan Aprilia Eka Putri Lumbantungkup yang melalui perjalanan panjang untuk meraih prestasi di ajang internasional. Dia meraih medali perunggu di SEA Games 2023 di Kamboja dan medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Kemudian Aprilia melanjutkan latihannya dengan program 60 hari di Kirgistan. Dari situ Persatuan Kickboxing Indonesia (PPKBI) memanggilnya untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas). Bahkan setelah meraih juara di Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025, dia segera bergabung kembali dengan pemusatan latihan nasional. Dia bersama sejumlah atlet lain sedang mempersiapkan uji coba mendatang. Termasuk menghadapi SEA Games 2025 di Thailand pada 9-20 Desember yang mempertandingkan delapan kategori kickboxing. Aprilia dan Enggar ditargetkan mampu meraih medali emas di ajang multi event terbesar di Asia Tenggara.

BWF World Junior 2025: Sempat Tersusul, Zaki Ubaidillah ke Final

Moh. Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah mengaku fokusnya sempat hilang sebelum akhirnya menundukkan wakil China, Li Zhi Hang dan melaju ke final BWF World Junior Championships 2025 atau Kejuaraan Dunia Bulu tangkis Junior 2025, Sabtu (18/10/2025). Bermain di Guwahati, India, Zaki melaju ke babak pemungkas setelah mengalahkan Li dengan skor 14-16, 16-14, dan 15-12. Zaki mengakui pertandingan melawan Li berlangsung sangat ketat. “Alhamdulillah diberikan kemenangan tanpa cedera. Pertandingan hari ini sangat ketat, Walaupun pada gim pertama sempat unggul, fokusnya mulai hilang jadinya point terkejar dan lawan berbalik menang,” papar Zaki. Dia menambahkan, pada gim kedua dia sempat tertinggal 9-13 kemudian 11-14, dirinya sempat putus asa. “Namun, pelatih terus meyakinkan saya buat bangkit kembali dan akhirnya saya yakin satu per satu poin, Alhamdulillah bisa dapat banyak poin dan bisa membalikkan keadaan,” kata pemain kelahiran Sampang, Jawa Timur ini. Menurutnya, pada gim ketiga saat sudah memimpin 13-9, dirinya sempat tersusul lawan hingga skor 13-12. “Saya diminta lebih tenang oleh pelatih dan tidak terburu-buru menyerang. Itu membuat saya bisa memenangi gim ketiga,” ungkap pemain berusia 17 tahun ini. Sementara itu, wakil tunggal putra Indonesia lain, Richie Duta Richardo harus mengakui keunggulan wakil China, Liu Yang Ming Yu, dengan skor 7-15, 15-10, dan 13-15. Kekalahan ini membuat gagal terciptanya all Indonesian final di sektor tunggal putra.

Rakernas KONI Pusat 2025 Resmikan KSMI Sebagai Anggota 

Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) resmi menjadi anggota KONI. Pelantikan Pengurus Pusat Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) periode 2025–2029 berlangsung khidmat dan meriah di Midaz Senayan Golf, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Acara pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, serta disaksikan oleh tamu kehormatan Presiden Federasi Mini Football Internasional (IMF), Dr. Mohammad Al Dosari, yang datang khusus dari luar negeri untuk menghadiri momen bersejarah ini. Dalam pelantikan tersebut, Dr. Ir. H. Yan Mulia Abidin, S.E., M.Sc. resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum KSMI, didampingi Muhammad Nur Huda Ariyanto sebagai Sekretaris Jenderal, beserta jajaran pengurus lainnya. “Terima kasih kepada Menpora dan Ketua Umum KONI atas dukungan yang luar biasa. Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, selamat bekerja. Setelah ini kita akan menghadapi pekerjaan besar — di akhir tahun ini kita akan menggelar Liga Nusantara, dan di awal tahun 2026 Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Soccer,” ujar Yan dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa kesempatan menjadi tuan rumah ajang dunia tersebut merupakan kehormatan sekaligus tantangan besar bagi KSMI untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional. Sementara itu, Presiden IMF Dr. Mohammad Al Dosari mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir langsung di Indonesia dan menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras KSMI yang berhasil membawa Indonesia menjadi tuan rumah World Cup Mini Football 2026. Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memberikan apresiasi atas langkah cepat KSMI yang dalam waktu singkat telah membentuk kepengurusan di 22 provinsi seluruh Indonesia. “KSMI secara resmi tergabung dalam KONI dan menunjukkan kinerja luar biasa. Saya bangga karena dalam waktu singkat sudah terbentuk pengurus di berbagai daerah dan berani mengambil langkah besar menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Soccer 2026,” ujarnya. Marciano berpesan agar KSMI segera mempersiapkan diri dengan matang, membangun sinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta menjalin komunikasi erat dengan Presiden IMF demi kesuksesan penyelenggaraan event dunia tersebut. Dalam wawancara terpisah Taufik Jursal Efendi (TJE) sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Komite Sepakbola Mini Indonesia Pengurus Provinsi Banten mengatakan akan melakukan kerja sama dengan Jakabaring Sport City untuk mengembangkan olahraga ini. Selain itu Federasi Minifootball Dunia (WMF) yang didirikan sejak 2008 memiliki 144 asosiasi nasional anggota di seluruh dunia dan berbasis di Swiss. Dalam mini soccer ada tujuh pemain termasuk kiper dan tiga pemain cadangan. Durasi pertandingan terdiri dari dua babak yang berjalan 20-25 menit. Pada mini soccer tidak ada batasan pergantian pemain dan tidak ada pelanggaran off side.