Pencarian Bibit Atlet Futsal Melalui Akhdiyat Foundation Cup 2026

Akhdiyat Foundation Cup 2026

Turnamen Futsal Piala Bergilir Akhdiyat Foundation Cup 2026 antar Sekolah Dasar (SD) se-Kota Malang resmi digelar di GOR Ken Arok, Malang pada Sabtu, (17/01/2026). Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan olahraga futsal bagi atlet usia dini, khususnya pelajar tingkat SD. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang sudah memasuki tahun kedua ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Malang yakni program Dasabakti melalui gerakan Ngalam Tahes. “Turnamen futsal ini selaras dengan visi-misi Pemerintah Kota Malang. Selain mengolahragakan dan menyehatkan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit atlet baru yang nantinya bisa menggantikan atlet yang saat ini sudah berusia,” ujar Wahyu. Ia menambahkan, kompetisi seperti ini penting untuk melihat potensi atlet muda Kota Malang sekaligus menguji hasil latihan yang selama ini telah dilakukan. Dengan seringnya turnamen digelar, para peserta dapat terbiasa bertanding dan berkompetisi secara sportif. “Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Akhdiyat Foundation atas terselenggaranya turnamen ini. Harapannya, dari sini akan muncul atlet-atlet berbakat yang bisa menjadi wakil Kota Malang di masa depan,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Komisi C PKS DPRD Kota Malang, Akhdiyat Syabril Ulum, menjelaskan bahwa Akhdiyat Foundation Cup tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua dengan konsep piala bergilir. Turnamen tersebut diikuti oleh 26 tim dari berbagai SD di Kota Malang. “Akhdiyat Foundation Cup tahun ini merupakan kedua kalinya diselenggarakan, total terdapat 26 tim dari SD se-Kota Malang. Selain piala bergilir, kami juga menyiapkan penghargaan seperti best player, best keeper, dan penghargaan lainnya,” jelas Ulum. Sebagai anggota DPRD Kota Malang, Ulum menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini agar prestasi olahraga Kota Malang terus berlanjut. Ia menambahkan bahwa Kota Malang yang dikenal sebagai kota dengan prestasi sepak bola dan futsal yang membanggakan. Selain itu ia menilai bahwa antusiasme dari para peserta sangat besar. Dari antusiasme peserta, untuk ke depannya acara ini akan digelar secara rutin setiap tahun. “Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ke depan, turnamen ini kami rencanakan rutin digelar setiap tahun. Fokus peserta tetap dari Kota Malang, dan ke depan mungkin bisa diperluas ke wilayah Malang Raya,” katanya. Lebih lanjut, Ulum berharap para pemenang dan atlet berbakat dari turnamen ini dapat diusulkan kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang. Hal ini bertujuan agar para atlet berbakat mendapatkan pembinaan lanjutan, termasuk peluang beasiswa. “Kami ingin bibit-bibit unggul ini mendapat perhatian dan dukungan lebih lanjut dari pemerintah kota agar prestasi futsal Kota Malang bisa terus berkembang,” tutupnya.

Piala AFF Futsal U16: Indonesia Tahan Imbang Thailand

Alfian Nurhayadi

Tim Nasional Futsal Indonesia U16 menunjukkan semangat juang tinggi saat menghadapi tuan rumah Thailand dalam laga lanjutan ASEAN U16 Boys’ Futsal Championship 2025. Bertanding di Nonthaburi Hall, Bangkok, pada Sabtu (27/12) siang, skuad Garuda Muda bermain imbang dengan skor akhir 3-3. ​Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Nguyen Thanh Huynh (Vietnam) ini berlangsung sengit sejak menit awal. Pelatih Kepala Indonesia, Reka Cahya Punthoadi, menurunkan lima pemain utama yang terdiri dari penjaga gawang Azmi Anugrah, kapten Akmal Nashrur Rizki, Alfian Nurhayadi, Hetson Messi Hamonangan Sirait, dan Muhammad Fauzan As Shidik. ​Jalannya Pertandingan ​Indonesia tampil menekan di babak pertama. Meski menghadapi tekanan dari suporter tuan rumah yang memadati arena, Indonesia berhasil unggul lebih dulu. Babak pertama ditutup dengan keunggulan Indonesia 2-1 atas Thailand. Pemain Indonesia, Muhamad Dafa Ramadan, menjadi sorotan dengan kontribusinya di menit-menit awal babak pertama. ​Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat. Thailand yang tertinggal mencoba bangkit dan berhasil mencetak dua gol tambahan di periode ini. Namun, Indonesia tetap memberikan perlawanan sengit. Hetson Messi Hamonangan Sirait turut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-28, menjaga asa Indonesia untuk meraih poin. ​Laga berjalan dengan tensi tinggi, di mana wasit mengeluarkan beberapa kartu peringatan. Di kubu Indonesia, kartu kuning diberikan kepada Akmal Nashrur Rizki pada menit ke-11 dan Muh Alfayyadh Rafarrel Haerul pada menit ke-35. Pelatih Reka Cahya Punthoadi juga mendapat peringatan pada menit ke-34, menunjukkan tingginya tensi persaingan di lapangan. Di sisi lawan, pemain Thailand Wangsilpakhun Punno juga diganjar kartu kuning pada menit ke-30. ​Hingga peluit akhir dibunyikan, skor imbang 3-3 tetap bertahan. Hasil ini menjadi bukti ketangguhan mental para pemain muda Indonesia dalam menghadapi tekanan di kandang lawan.

Atlet junior panahan DKI borong lima emas di Kejurnas Antar Club 2025

Muhammad Sakhi Athaillah

Atlet junior dari cabang olahraga (cabor) Panahan asal DKI Jakarta Muhammad Sakhi Athaillah berhasil menorehkan lima medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Antar Club Tahun 2025. “Kompetisi ini tentunya sangat penting bagi saya untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding,” kata Sakhi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu. Sakhi tergabung di DAD Archery Club dan kejuaraan panahan diadakan di Supper Soccer Arena Kudus, Jawa Tengah yang berlangsung mulai 9-19 Desember 2025. Sakhi berhasil mengukir prestasi dengan raihan lima emas dan satu perak. Pria yang baru berusia 13 tahun ini mengaku bersyukur berhasil meraih emas di kategori Recurve Putra U15 jarak 40 meter lewat nomor Kualifikasi Sesi 1 dengan nilai 353, Kualifikasi Sesi 2 dengan nilai 342. Total kualifikasi dengan nilai 695 Eliminasi Beregu Putra (Man Team), dan Eliminasi Individu. Sementara, medali perak diraih lewat nomor Eliminasi Beregu Campuran (Mix Team). Sakhi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada rekan timnya di nomor beregu karena sudah bersama-sama berjuang mempersembahkan yang terbaik. “Untuk Mix Team saya berpasangan dengan Sossa Amourra Ariyanto. Sementara, di nomor Man Team saya berjuang bersama rekan saya Muhammad Fatih Al Banna dan Raqilla Irsyam Rosyadi,” ujarnya. Sakhi menuturkan, berbagai persiapan sudah dilakukan untuk mengikuti kompetisi tersebut mulai dari berlatih teknik dan fisik agar bisa meraih prestasi terbaik. “Semoga ke depan saya bisa bergabung di Tim DKI Jakarta dan menjadi juara di kompetisi panahan, baik yang berskala nasional dan internasional,” harapnya. Sementara itu, pengurus sekaligus pelatih DAD Archery Club Devi Syah Putra mengaku sangat senang dan bangga dengan prestasi yang berhasil diraih Sakhi dan atlet-atlet dari DAD Archery Club. “Total kami berhasil meraih 14 medali emas, 11 perak, dan 13 perunggu. Perolehan emas kami sama dengan Juara Umum hanya selisih di perak saja,” katanya. Dalam kompetisi tersebut, lanjut Devi, DAD Archery mengikutsertakan sebanyak 38 atlet putra dan 32 atlet putri yang didampingi empat ofisial tim. Ia mengingatkan agar atlet yang sudah meraih prestasi untuk tidak cepat berpuas diri, sementara bagi yang belum menjadi juara juga tidak boleh menyerah. “Semua harus tetap giat berlatih karena tidak ada prestasi yang diraih secara instan, perlu ketekunan dan kerja keras,” ujarnya.

SEA Games 2025: Raih 43 Emas, Indonesia Kokoh Peringkat Dua Klasemen Sementara

Hendro Yap Kim Lung

Kontingen Indonesia terus menunjukkan grafik positif dalam perolehan medali di SEA Games 2025 Thailand. Hingga Minggu malam (14/12), Merah Putih telah mengoleksi 43 medali emas dan menempati posisi kedua klasemen sementara, di bawah tuan rumah Thailand. Pencapaian tersebut membuat Indonesia mengumpulkan total 152 medali, terdiri dari 43 emas, 56 perak, dan 53 perunggu.Sementara itu, Thailand masih memimpin klasemen dengan raihan 132 emas, menjadikan selisih perolehan emas cukup signifikan. Indonesia juga berhasil menjaga jarak dari Vietnam yang berada di peringkat ketiga. Kontingen Vietnam sejauh ini mengoleksi 35 medali emas, terpaut sembilan emas dari Indonesia. Cabang olahraga bulutangkis menjadi salah satu penyumbang emas terbanyak bagi Indonesia. Tiga medali emas diraih dari nomor beregu putra, tunggal putra, dan ganda putra. Alwi Farhan sukses merebut emas tunggal putra setelah menaklukkan rekan senegaranya, Moh. Zaki Ubaidillah, dalam partai final yang berlangsung sengit. Sementara itu, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani tampil gemilang di nomor ganda putra. Mereka mengalahkan unggulan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, untuk memastikan medali emas. Dari cabang atletik, Indonesia menambah empat medali emas. Hendro Yap dan Violine Intan Puspita masing-masing menjadi yang terbaik di nomor jalan cepat 20 km putra dan putri. Sementara Robi Syianturi serta Odekta Elvina Naibaho meraih emas di nomor marathon putra dan putri. Tambahan emas juga datang dari cabang skateboard nomor street. Hutomo Basral Graito tampil dominan dan mengunci emas dengan skor tinggi, yakni 166,67. Dengan perolehan tersebut, peluang Indonesia untuk mempertahankan posisi kedua klasemen SEA Games 2025 tetap terbuka hingga hari-hari terakhir kompetisi.

Jelang Liga Nusantara 2025 KSMI Pengprov Banten Gelar Seleksi Pemain U23

Komite Sepakbola Mini (KSMI) provinsi Banten melakukan seleksi jelang Liga Nusantara KSMI. Seleksi digelar pada hari Sabtu 15 November 2025 di MS Arena, Kabupaten Serang. Acara tersebut dihadiri lebih dari dua puluh peserta dari kota dan kabupaten se-Banten. Turut hadir dalam seleksi tersebut Ketua Umum KSMI Pengprov Banten Abdul Salam Salim beserta Sekretaris Jendral Pengprov KSMI Banten Agung Kurniawan S.H. Seleksi ini menentukan atlet sepakbola mini asal Banten yang akan berlaga di Liga Nusantara KSMI 2025. Kompetisi ini akan berlangsung di Sidoarjo, Jawa Timur, pada tanggal 22 sampai 28 November 2025. Liga Nusantara 2025 KSMI sendiri adalah bagian dari perjalanan menuju piala dunia sepakbola mini Indonesia 2026. Komite Sepakbola Mini Indonesia secara resmi menjadi anggota KONI pada bulan Oktober 2025 lalu.  

ISG 2025: Sembilan Medali Dari Angkat Besi

Tita Nurcahya Melyani

Tim angkat besi Indonesia mampu menyumbangkan total 9 medali pada Islamic Solidarity Games (ISG) 2025. Tita Nurcahya Melyani menyumbangkan medali pertama untuk Indonesia. Tiga medali perak sekaligus disumbangkan olehnya. Masing-masing dari kelas 48kg putri untuk angkatan snatch, clean and jerk serta angkatan total. Tita tampil konsisten dengan mencatatkan 68 kg pada angkatan snatch dan 85 kg pada clean and jerk, membukukan total angkatan 153 kg. Dengan hasil ini, ia meraih perak di ketiga kategori tersebut. Ia bersyukur bisa mempersembahkan medali bagi Merah Putih serta mencatatkan rekor baru dari angkatan sebelumnya, yaitu 150 kg. Medali emas diraih oleh lifter asal Turki, Gamez Altun, dengan total angkatan 172 kg (snatch 72 kg, clean and jerk 100 kg). Sedangkan perunggu diraih oleh Nuray Abilova dari Kazakhstan dengan total 144 kg (snatch 65 kg, clean and jerk 79 kg). Angkat besi juga menambah perolehan tiga medali perak melalui Basilia Bamerop Ninggan yang turun di kelas 53kg putri. Basilia menempati uruan kedua snatch dengan angkatan 75kg, medali emas snatch diraih wakil Turki Cansel Ozkan dengan 88kg, dan perunggu direbut Marija Akter Ekra asal Bangladesh lewat 72 kg. Untuk angkatan clean and jerk, Basilia kembali berada di bawah Cansel Okan dengan angkatan 99kg. Di total angkatan, atlet asal Merauke kelahiran 2003 ini mencatatkan 174kg dan berada di bawah Cansel Okan yang punya angkatan 188kg. Muhammad Husni menjadi bintang bagi Tim Indonesia setelah mencetak hattrick medali emas pada cabang olahraga angkat besi kelas 60kg putra di Islamic Solidarity Games (ISG) 2025. Hasil ini sekaligus menjadikan Husni sebagai atlet pertama yang mempersembahkan medali emas bagi Tim Indonesia. Atlet asal Lampung itu tampil percaya diri sejak awal. Pada angkatan snatch, Husni mengangkat 129kg, unggul dari lifter tuan rumah Aqeel Aljasim (124kg) yang meraih perak, serta Burak Aykun dari Turki (119kg) yang merebut perunggu. Penampilan impresifnya berlanjut di nomor clean and jerk di mana Husni mencatatkan 154kg dan menjadi angkatan terbaik di antara sembilan lifter yang berkompetisi. Medali perak diraih Burak Aykun (148kg) dan perunggu oleh atlet Mesir Elsayed Ali Elsayed Attia Elaraby (147kg). Dengan total angkatan 283kg, Husni menegaskan dominasinya di kelas 60kg putra dan berhak atas tiga medali emas sekaligus, dari kategori angkatan snatch, clean and jerk, dan total. Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Endri Erawan, mengaku sangat bangga atas pencapaian angkat besi tersebut. Ia menilai performa atlet menjadi cerminan semangat dan mental juang Tim Indonesia di panggung internasional. “Husni, Basilia dan Tita membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk berprestasi di level tertinggi. Tiga medali emas dan enam perak dari angkat besi hari ini kemenangan untuk Merah Putih. Tiga kali Indonesia Raya berkumandang di Riyadh. Capaian ini merupakan simbol kekuatan mental, disiplin, dan kerja keras atlet-atlet Tim Indonesia. Ini awal yang sangat positif bagi perjuangan Tim Indonesia di Riyadh,” ujar Endri.

Persiapan SEA Games 2025, Garuda Muda Uji Coba Melawan Mali

Timnas U23 Indonesia

Timnas U23 Indonesia dipastikan akan menjalani dua laga uji coba internasional melawan Mali U23 pada tanggal 15 dan 18 November ini di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Ujicoba bertajuk International Friendly Match ini sebagai persiapan Garuda Muda mengikuti SEA Games 2025 di Thailand. Khusus untuk cabang olahraga sepak bola putra dimulai pada tanggal 3-18 Desember. Sebelumnya pada tanggal 10 dan 13 Oktober lalu, Garuda Muda melakoni dua laga uji coba internasional dengan melawan India di Stadion Madya, Jakarta. “PSSI memastikan bahwa Timnas U23 akan melawan Mali U23 sebanyak dua kali pada tanggal 15 dan 18 November ini di Stadion Pakansari dengan kick off pukul 20.00 WIB. Tim Mali akan datang ke Indonesia pada tanggal 13 November,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi. “Untuk penjualan tiket dua pertandingan ini, kami akan segera menginformasikannya. Semoga dua uji coba internasional ini membuat Timnas U-23 semakin matang dan solid jelang bertanding di SEA Games 2025 mendatang,” tambahnya.

Asian Youth Games 2025: Emas Kedua Indonesia dari Angkat Besi

Muhammad Rijal Abdillah

Indonesia sukses meraih medali emas kedua pada Asian Youth Games 2025 di Manama, Bahrain, pada Minggu (26/10/2025). Emas kedua disumbang oleh atlet muda angkat besi Indonesia, Muhammad Rijal Abdillah. Rijal turun di kelas boys 60kg, dan berhasil di angkatan clean and jerk dengan jumlah 143 kg sekaligus yang terbaik di kelasnya. Pertandingan di kategori clean and jerk berlangsung ketat, namun pada percobaan pertama dan kedua, Rijal sukses mengangkat 136 kg dan 139 kg. Persaingan semakin panas saat atlet asal China, Xunfa Chen, berhasil mengangkat beban 141 kg, disusul atlet India Maharajan Arumugapandian yang mencatat 142 kg. Chen sempat menambah beban 3kg atau menjadi 144kg, namun percobaan atlet asal China itu gagal. Sementara itu, Rijal dengan tenang menaikkan beban ke 143 kg, dan angkatannya dinyatakan sah oleh juri. Rijal, atlet asal Bandung tersebut mengaku bangga dengan prestasinya di Asian Youth Games 2025. Perjuangannya dalam berlatih keras terbayar lunas dengan sumbangan medali untuk Indonesia. “Alhamdulillah, saya sangat bangga. Kerja keras dan latihan selama satu tahun di pemusatan latihan nasional akhirnya terbayar. Meninggalkan keluarga di rumah tidak sia-sia,” ungkap Rijal penuh rasa syukur. Rijal mengaku angkatan tersebut melebihi latihannya selama ini. Ia sukses mengangkat beban 143 kg dari yang maksimal 141 kg. “Angkatan ini di atas angkatan saat latihan. Di pelatnas angkatan cleand and jerk terbaik saya 141 kg, tapi di sini bisa mencapai 143 kg,” tambahnya.

BAJC U17 & U15 2025: Indonesia Kirim Dua Wakil ke Final

Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan

Tiket babak final Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships (BAJC) 2025, berhasil diamankan oleh dua wakil ganda putra Indonesia. Kepastian tersebut diraih usai memulangkan lawan masing-masing di pertandingan semifinal yang berlangsung di Chengdu University of TCM Wenjiang Campus Gymnasium, Chengdu, China. Ganda putra pertama dari nomor U15, Muhammad Waldan Habibi/Darmawan Setiawan. Hasil itu mereka raih setelah di laga semifinal, Sabtu (25/10) mampu mengalahkan wakil tuang rumah, Ze Cheng Fan/Yan Kai Zhu dua game langsung 21-19 dan 21-15. Sementara itu, ganda putra lainnya berasal dari nomo U17 atas nama Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan. Di babak semifinal, atlet asal PB Djarum tersebut pulangkan Qu Zhou/Ze Yu Zhou dalam dua game 21-16 dan 21-13. Di babak final yang berlangsung besok (26/10), Muhammad Waldan Habibi/Darmawan Setiawan akan jumpa unggulan tiga asal China, Wu Hua/Zheng Huai Bo. Sementara Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan akan menghadapi unggulan dua asal Taiwan, Ping Hsuan Chen/Wei Ting Lee.

Torehkan Sejarah, Indonesia Raih 4 Medali Kickboxing World Cup 2025

Tim Kick Boxing Indonesia Bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tashkent

Tim Kick Boxing Indonesia menorehkan sejarah dalam ajang Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025 di Tashkent, 7–12 Oktober 2025. Indonesia yang mengirimkan 5 atlet ke turnamen internasional ini meraih 2 medali emas dan 2 perunggu. Kelima atlet Indonesia, yaitu Enggar Bayu Saputra (medali emas kelas Full-Contact -57kg senior putra), Aprilia Eka Putri Lumbantungkup (medali emas K-1 -52kg senior putri), Abdul Aziz (medali perunggu kelas Kick Light -57kg senior putra), Sevi Nurul Aini (medali perunggu Low Kick -48kf senior putri), dan Andi Mesyara Jerni Maswara (Point Fighting -50kg senior putri). Ketua Persatuan Kickboxing Indonesia (PPKBI) Ngatino memuji prestasi para atlet di turnamen Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025. Dia berharap para atlet tetap mempertahankan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di berbagai event. Dia mencontohkan Aprilia Eka Putri Lumbantungkup yang melalui perjalanan panjang untuk meraih prestasi di ajang internasional. Dia meraih medali perunggu di SEA Games 2023 di Kamboja dan medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Kemudian Aprilia melanjutkan latihannya dengan program 60 hari di Kirgistan. Dari situ Persatuan Kickboxing Indonesia (PPKBI) memanggilnya untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas). Bahkan setelah meraih juara di Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025, dia segera bergabung kembali dengan pemusatan latihan nasional. Dia bersama sejumlah atlet lain sedang mempersiapkan uji coba mendatang. Termasuk menghadapi SEA Games 2025 di Thailand pada 9-20 Desember yang mempertandingkan delapan kategori kickboxing. Aprilia dan Enggar ditargetkan mampu meraih medali emas di ajang multi event terbesar di Asia Tenggara.

BWF World Junior 2025: Sempat Tersusul, Zaki Ubaidillah ke Final

Moh. Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah mengaku fokusnya sempat hilang sebelum akhirnya menundukkan wakil China, Li Zhi Hang dan melaju ke final BWF World Junior Championships 2025 atau Kejuaraan Dunia Bulu tangkis Junior 2025, Sabtu (18/10/2025). Bermain di Guwahati, India, Zaki melaju ke babak pemungkas setelah mengalahkan Li dengan skor 14-16, 16-14, dan 15-12. Zaki mengakui pertandingan melawan Li berlangsung sangat ketat. “Alhamdulillah diberikan kemenangan tanpa cedera. Pertandingan hari ini sangat ketat, Walaupun pada gim pertama sempat unggul, fokusnya mulai hilang jadinya point terkejar dan lawan berbalik menang,” papar Zaki. Dia menambahkan, pada gim kedua dia sempat tertinggal 9-13 kemudian 11-14, dirinya sempat putus asa. “Namun, pelatih terus meyakinkan saya buat bangkit kembali dan akhirnya saya yakin satu per satu poin, Alhamdulillah bisa dapat banyak poin dan bisa membalikkan keadaan,” kata pemain kelahiran Sampang, Jawa Timur ini. Menurutnya, pada gim ketiga saat sudah memimpin 13-9, dirinya sempat tersusul lawan hingga skor 13-12. “Saya diminta lebih tenang oleh pelatih dan tidak terburu-buru menyerang. Itu membuat saya bisa memenangi gim ketiga,” ungkap pemain berusia 17 tahun ini. Sementara itu, wakil tunggal putra Indonesia lain, Richie Duta Richardo harus mengakui keunggulan wakil China, Liu Yang Ming Yu, dengan skor 7-15, 15-10, dan 13-15. Kekalahan ini membuat gagal terciptanya all Indonesian final di sektor tunggal putra.

Rakernas KONI Pusat 2025 Resmikan KSMI Sebagai Anggota 

Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) resmi menjadi anggota KONI. Pelantikan Pengurus Pusat Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) periode 2025–2029 berlangsung khidmat dan meriah di Midaz Senayan Golf, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Acara pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, serta disaksikan oleh tamu kehormatan Presiden Federasi Mini Football Internasional (IMF), Dr. Mohammad Al Dosari, yang datang khusus dari luar negeri untuk menghadiri momen bersejarah ini. Dalam pelantikan tersebut, Dr. Ir. H. Yan Mulia Abidin, S.E., M.Sc. resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum KSMI, didampingi Muhammad Nur Huda Ariyanto sebagai Sekretaris Jenderal, beserta jajaran pengurus lainnya. “Terima kasih kepada Menpora dan Ketua Umum KONI atas dukungan yang luar biasa. Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, selamat bekerja. Setelah ini kita akan menghadapi pekerjaan besar — di akhir tahun ini kita akan menggelar Liga Nusantara, dan di awal tahun 2026 Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Soccer,” ujar Yan dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa kesempatan menjadi tuan rumah ajang dunia tersebut merupakan kehormatan sekaligus tantangan besar bagi KSMI untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional. Sementara itu, Presiden IMF Dr. Mohammad Al Dosari mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir langsung di Indonesia dan menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras KSMI yang berhasil membawa Indonesia menjadi tuan rumah World Cup Mini Football 2026. Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memberikan apresiasi atas langkah cepat KSMI yang dalam waktu singkat telah membentuk kepengurusan di 22 provinsi seluruh Indonesia. “KSMI secara resmi tergabung dalam KONI dan menunjukkan kinerja luar biasa. Saya bangga karena dalam waktu singkat sudah terbentuk pengurus di berbagai daerah dan berani mengambil langkah besar menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Soccer 2026,” ujarnya. Marciano berpesan agar KSMI segera mempersiapkan diri dengan matang, membangun sinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta menjalin komunikasi erat dengan Presiden IMF demi kesuksesan penyelenggaraan event dunia tersebut. Dalam wawancara terpisah Taufik Jursal Efendi (TJE) sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Komite Sepakbola Mini Indonesia Pengurus Provinsi Banten mengatakan akan melakukan kerja sama dengan Jakabaring Sport City untuk mengembangkan olahraga ini. Selain itu Federasi Minifootball Dunia (WMF) yang didirikan sejak 2008 memiliki 144 asosiasi nasional anggota di seluruh dunia dan berbasis di Swiss. Dalam mini soccer ada tujuh pemain termasuk kiper dan tiga pemain cadangan. Durasi pertandingan terdiri dari dua babak yang berjalan 20-25 menit. Pada mini soccer tidak ada batasan pergantian pemain dan tidak ada pelanggaran off side.    

WJC 2025: Indonesia Runner Up

Tim bulutangkis junior Indonesia di Podium Piala Suhandinata 2025

Tim bulutangkis junior Indonesia keluar sebagai runner up Piala Suhandinata 2025 setelah harus mengakui keunggulan tim China. Berlaga di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India, pada Sabtu (11/10) siang, Garuda Muda kalah 0-2. China langsung menekan sejak awal, di set pertama mereka memegang kendali penuh dengan mengambil lima kemenangan dari lima game yang dimainkan. Moh Zaki Ubaidillah dan kawan-kawan mencoba bangkit di set kedua. Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang mengisi pos ganda putri membuka keunggulan 9-5 di game pertama, tapi China melawan dengan sangat kuat, ganda campuran dan sektor tunggal menjadi andalan sang Negeri Tirai Bambu. Garuda Muda pun terdesak hingga partai keempat, 32-36. Laga penentuan di ganda putra berjalan sengit. Muhammad Rizki Mubarrok yang dipercaya menggantikan Alexius Ongkytama Subagio untuk mendampingi Raihan Daffa Edsel Pramono di set kedua terbukti ampuh untuk memangkas jarak. Berhadapan dengan Chen Jun Ting/Liu Jun Rong yang dominan di set pertama, Barrok/Edsel memaksa angka sama hingga 44-44. Namun sayang, dewi fortuna tidak berpihak saat pengembalian Edsel tidak mampu menyebrang ketika adu rally. China pun memastikan gelar ke-15 sepanjang perhelatan Piala Suhandinata yang digelar sejak tahun 2000. “Saat masuk lapangan di set kedua itu, kami berpikir optimis. Tidak memikirkan poin berapa yang terpenting terus berjuang dan tidak menyerah,” ucap Barrok, panggilan Muhammad Rizki Mubarrok. “Kami berhasil menyamakan skor 44-44 tapi memang di poin terakhir kami kehilangan fokus, sangat disayangkan,” timpal Edsel. Kapten tim Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia seraya meminta maaf karena belum bisa mendapatkan hasil yang terbaik. “Saya atas nama tim Indonesia meminta maaf karena belum mendapatkan hasil yang terbaik. Terima kasih atas doa dan dukungan sehingga kami bisa berjuang sampai ke final. Masih ada nomor perorangan, kami akan kembali berjuang,” sahut Ubed. Sementara Kabid Pembinaan dan Prestasi Pelatnas Eng Hian mengatakan hasil ini menjadi catatan penting bagaimana pemerataan semua sektor. “Hasil runner up tidaklah buruk tapi bukan hasil yang terbaik. Pastinya sebagai juara bertahan, kami ingin mempertahankan gelar tapi ini menjadi pelajaran untuk ke depan. Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana kami harus bisa membuat pemerataan di semua sektor. Bisa dilihat dari Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior ini. Dengan sistem relay point yang pendek, tertinggal 5-6 poin akan sangat sulit mengejar bila hanya punya andalan di satu atau dua sektor saja,” ujar Eng Hian. “Di luar itu, saya berterima kasih kepada anak-anak yang sudah berjuang. Jangan larut dalam kesedihan karena masih ada nomor perorangan. Mari kembali fokus dan bersiap untuk kembali menunjukkan yang terbaik,” pesan Eng Hian. Kejuaraan Dunia Junior 2025 berlanjut ke nomor perorangan pada 13-19 Oktober mendatang. Hasil Pertandingan Final Piala Suhandinata 2025: Indonesia 0-2 China Set 1 WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 8-9 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 15-18 WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 20-27 MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 27-36 MD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Alexius Ongkytama Subagio vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 30-45 Set 2 WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 9-5 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 14-18 WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 23-27 MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 32-36 MD: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 44-45

WJC 2025: Indonesia Atasi Slovenia di Laga Kedua

Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine

Indonesia berhasil memetik kemenangan kedua pada babak penyisihan grup F BWF World Junior Mixed Team Championships 2025, Selasa (07/10). Pada pertandingan yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Garuda Muda berhasil menang 2-0 atas Slovenia dengan skor 45-22, 45-25. Rotasi pemain terjadi pada laga kedua tim Merah-Putih junior, sang kapten Moh. Zaki Ubaidillah dan salah satu andalan di sektor tunggal putri Thalita Ramadhani Wiryawan digantikan tugasnya oleh Fardhan Rainanda Joe dan Salsabila Amiradana. Sedangkan di sektor ganda putra, pasangan Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka diturunkan menemani pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang sudah diturunkan pada pertandingan sebelumnya. “Turun di pertandingan hari ini rasanya senang dan bersemangat, saya berharap bisa kasih yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap pemain kelahiran Karawang ini. “Karena pertama kali main saya masih ada sedikit tegang tetapi saya mendapatkan arahan pelatih dan support teman – teman di belakang lapangan yang sangat seru dan ramai untuk memberikan dukungan, mereka juga sangat kompak,” ucap Fardhan. Berbeda halnya dengan sang kapten yang tidak diturunkan, wakil kapten Rinjani Kwinnara Nastine kembali dipercaya untuk bermain di dua nomor yaitu ganda putri dan ganda campuran. Berpasangan dengan Riska Anggraiani, Rinjani berhasil membuka 9 poin pertama untuk Indonesia atas pasangan Anja Blazina/Tija. Sementara bersama Ikhsan Lintang Pramudya pasangan yang menjadi andalan di sektor ganda campuran ini turut ambil peranan dalam menyumbangkan poin pada kedua match yang dipertandingkan. “Pertandingan melawan Slovenia hari ini, di ganda putri saya rasa sudah oke. Mungkin akan menjadi koreksi di ganda campuran agar lebih cepat beradaptasi di lapangan, melihat perpindahan di kedua sektor itu adaptasinya akan berbeda, apalagi poinnya hanya 9,” ungkap Jani. “Saya percaya dengan tim saya, bahwa kita bisa menghadapi Hong Kong besok. Persiapan untuk besok mau kasih yang terbaik dengan menjaga fokus, teliti, dan cepat beradaptasi di lapangan. Untuk atlet yang dipercaya untuk bermain besok, lakukan yang terbaik dan untuk yang tidak dimainkan jangan berkecil hati dan tetap mendukung temannya yang bermain karena dukungan dari kalian sangat penting,” tambah Jani Indonesia akan menghadapi Hong Kong pada laga pamungkas grup F Rabu, (07/10). Laga ini sekaligus akan jadi momentum bagi Indonesia agar bisa lolos dari fase grup F karena hanya juara grup yang akan lolos ke babak 8 besar. Melihat performa anak buahnya yang berhasil menyabet kemenangan, pelatih ganda putri Prasetyo Restu Basuki menilai anak buahnya berani mengeluarkan kemampuannya dengan baik. Ganda putri sendiri menurunkan pasangan Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine dan Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri dimana kedua pasangan ini berhasil menorehkan 9 poin pertama untuk Indonesia. “Penampilan anak-anak hari ini cukup baik, mereka bisa mengeluarkan kemampuan dengan baik. Saya menekankan kepada mereka untuk tidak terlalu banyak membuang poin, kalau bisa dijauhkan ya lebih baik dijauhkan,” ucap Prasetyo. “Besok adalah penentuan juara grup F, untuk ganda putri sendiri kita akan menurunkan yang terbaik dan menyiapkan para atlet agar menampilkan yang terbaik, baik dari segi keberanian, kesiapan, dan fokusnya. Kemarin sudah diberikan kesempatan bermain pada 2 laga sebelumnya, jadi untuk penentuan besok harus bisa menampilkan yang terbaik,” tambahnya. “Untuk penampilan ganda putri (Rinjani/Riska) saya rasa mereka cukup berani. Dengan sistem skor baru ini benar-benar dituntut untuk fokus dan menyerang terlebih dahulu dan mereka bisa mengeluarkan kemampuannya, sama halnya dengan pasangan (Yasintha/Salsa) yang meskipun masih ada sedikit kendala karena mereka adalah pasangan dadakan.” tutup Pras. Berikut hasil lengkap pertandingan tim Indonesia vs Slovenia: WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-2 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar Anja Blazina 18-10 WS 1: Salsabila Amiradana VS Tija Horvat 27-13 MD 1: Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-17 MS 1: Fardhan Rainanda Joe vs Nikita Peshekhonov 45-22 WD 2: Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-5 XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar/Anja Blazina 18-7 WS 2: Salsabila Amiradana vs Anja Blazina 27-15 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-18 MS 2: Richie Duta Richardo vs Nikita Peshekhonov 45-25

Superliga Junior 2025: PB Djarum & Exist Berbagi Gelar Juara U15

Tim U15 Putra PB Djarum

Tim U15 putra PB Djarum dan tim U15 putri Exist Badminton Club keluar sebagai juara Polytron Superliga Junior 2025. Dalam pertandingan final yang digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9). Tim Putra PB Djarum meraih Piala Sigit Budiarto berkat kemenangan 3-0 tanpa balas atas Taqi Arena, sementara Exist Badminton Club meraih Piala Maria Kristin usai menang atas PB Djarum dengan skor 3-1. Dalam final kejuaraan beregu yang berlangsung pada 15-21 September ini, tiga poin yang memastikan PB Djarum keluar sebagai juara, diraih oleh menempatkan dua pemain tunggal, Revan Adrilleo Saputra dan Rafi Qabilah Fathurrahman, serta ganda Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi. Revan mampu memenangi laga tiga gim berdurasi 62 menit atas Rafi Qabilah Fathurrahman, yang berakhir dengan skor 21-13, 20-22, 21-16. Sementara, Rafi dan Darmawan/Waldan masing-masing memenangi laga melalui straight games. Manajer tim PB Djarum, Leonard Holvy De Pauw mengungkapkan, sejak hari pertama Polytron Superliga Junior 2025, para pemainnya cukup terkejut dengan tekanan dalam bermain beregu. Beberapa kali sudah berada di ambang kekalahan di sejumlah pertandingan fase penyisihan grup, tetapi mereka mampu membalikkan keadaan hingga akhirnya menembus partai puncak. “Mereka masih under perform karena baru pertama kali main beregu,” tuturnya kepada wartawan. “Bagusnya, dari hari pertama kita langsung belajar dari pengalaman berharga ini. Dan pada hari-hari berikutnya, anak-anak tampil bagus. Sebenarnya peak mereka adalah sewaktu melawan Mutiara Cardinal di semifinal, lalu ketika bertemu Taqi Arena di final mereka sudah mendapatkan feel-nya. Hawanya sudah enak untuk bertarung,” Leonard, menjelaskan. Sementara itu di nomor putri, Exist Badminton Club berhasil meraih gelar juara usai tertinggal terlebih dahulu di gim pertama usai Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat kalah dua gim langsung 9-21, 14-21 dalam tempo 33 menit dari Kalia Rahmadani. Namun, klub bulu tangkis yang bermarkas di kawasan Cibinong, Jawa Barat tersebut meraih tiga poin beruntun melalui dua pemain tunggal, Zaira Octavia Armi dan Berlian Indah Pinastika, serta ganda Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah. Hasil pertandingan final Putra U15 Superliga U15: Revan Adrilleo Saputra VS Rafi Qabilah Fathurrahman 21-13, 20-22, 21-16 Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi VS Ahmad Gustav Azmi/Benediktus Bryan Ardhitama 21-17 21-11 Adhy Hasmoro VS Radinka Regaz Pratama 22-20, 21-17 Deva Devandra Santosa/Muhammad Ashil VS Kausar/Prabu Arsya Pratama (Tidak dimainkan) Ghathfaan Rizqie Ramadhan VS HaryantoRafka Tratama Sanjaya (Tidak dimainkan) Hasil pertandingan final Putri U15 Superliga U15: Kalia Rahmadani VS Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat 21-9, 21-14 Tiyas Anggraeni VS Zaira Octavia Armi 21-17, 18-21, 12-21 Almaira Dzakira Wulanda Lestari VS Berlian Indah Pinastika 21-18, 16-21, 12-21 Gabrielle Bernice Nugroho Supriyadi/Syaikha Gendis Putri Setiawan VS Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah 17-21, 17-21 Almaira Dzakira Wulanda Lestari/Kalia Rahmadani VS Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat/Yemima Febryanti Wijaya (tidak dimainkan)

China Kawinkan Gelar Asian School Basketball Championship 2025

9th Asian School Basketball Championship 2025.

Tim Nasional (Timnas) Basket China berhasil mendominasi Asian School Basketball Championship 2025 (ASBC 2025) di sektor putra dan putri. Timnas putra dan putri China menjadi yang terbaik di Asian School Basketball Championship 2025, setelah mengalahkan lawan-lawan mereka di laga puncak. Sabtu (30/8/2025), pertandingan hari terkahir penentuan gelar Asian School Basketball Championship 2025 telah digelar. Perebutan tempat 5-6 dilangsungkan di Sritex Arena, sedangkan perebutan medali perunggu dan emas digelar di GOR Indoor Manahan. Tampil di Sritex Arena, perebutan tempat ke 5 dan 6 mempertemukan Singapura dan Malaysia di sektor putri. Malaysia mengamankan tempat kelima, setelah di laga ini mengalahkan Singapura 56-44. Sementara di sektor putra, Timnas Basket Putra Indonesia mengalahkan Arab Saudi dengan skor 83-50. Berlanjut ke GOR Indoor Manahan perebutan medali perunggu di sektor putra diperebutkan Hong Kong dan Thailand. Thailand sukses merebut medali perunggu, setelah menyudahi perlawanan Hong Kong dengan skor 83-70. Sementara di sektor putri, Timnas Basket Putri Indonesia tampil menghadapi tim putri Hong Kong. Medali perunggu berhasil disabet Timnas Basket Putri Indonesia, setelah mengalahkan Hong Kong 59-39. Medali Emas putri diperebutkan oleh China dan Thailand, yang juga tampil di GOR Indoor Manahan. Thailand sempat memberikan perlawanan sengit, meski akhirnya China mengamankan medali emas putri dengan skor 89-76. Pertandingan final perbeutan medali emas putra menghadirkan laga China vs Malaysia. Pada laga ini, Malaysia juga tampil menekan di awal, tetapi akhirnya harus mengakui kekuatan China dengan skor 105-70. China pun berhasil mengawinkan gelar, usai menumbangkan lawan mereka di final. Berikut ini hasil laga terakhir ASBC 2025: Perebutan Posisi 5-6 Putri Singapura 44-56 Malaysia Putra Arab Saudi 50-83 Indonesia Medali Perunggu Putri Indonesia 59-39 Hong Kong Putra Hong Kong 70-83 Thailand Medali Emas Putri Thailand 79-89 China Putra China 105-70 Malaysia Sumber: Skor ID