Persiapan SEA Games 2025, Garuda Muda Uji Coba Melawan Mali

Timnas U23 Indonesia

Timnas U23 Indonesia dipastikan akan menjalani dua laga uji coba internasional melawan Mali U23 pada tanggal 15 dan 18 November ini di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Ujicoba bertajuk International Friendly Match ini sebagai persiapan Garuda Muda mengikuti SEA Games 2025 di Thailand. Khusus untuk cabang olahraga sepak bola putra dimulai pada tanggal 3-18 Desember. Sebelumnya pada tanggal 10 dan 13 Oktober lalu, Garuda Muda melakoni dua laga uji coba internasional dengan melawan India di Stadion Madya, Jakarta. “PSSI memastikan bahwa Timnas U23 akan melawan Mali U23 sebanyak dua kali pada tanggal 15 dan 18 November ini di Stadion Pakansari dengan kick off pukul 20.00 WIB. Tim Mali akan datang ke Indonesia pada tanggal 13 November,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi. “Untuk penjualan tiket dua pertandingan ini, kami akan segera menginformasikannya. Semoga dua uji coba internasional ini membuat Timnas U-23 semakin matang dan solid jelang bertanding di SEA Games 2025 mendatang,” tambahnya.

Asian Youth Games 2025: Emas Kedua Indonesia dari Angkat Besi

Muhammad Rijal Abdillah

Indonesia sukses meraih medali emas kedua pada Asian Youth Games 2025 di Manama, Bahrain, pada Minggu (26/10/2025). Emas kedua disumbang oleh atlet muda angkat besi Indonesia, Muhammad Rijal Abdillah. Rijal turun di kelas boys 60kg, dan berhasil di angkatan clean and jerk dengan jumlah 143 kg sekaligus yang terbaik di kelasnya. Pertandingan di kategori clean and jerk berlangsung ketat, namun pada percobaan pertama dan kedua, Rijal sukses mengangkat 136 kg dan 139 kg. Persaingan semakin panas saat atlet asal China, Xunfa Chen, berhasil mengangkat beban 141 kg, disusul atlet India Maharajan Arumugapandian yang mencatat 142 kg. Chen sempat menambah beban 3kg atau menjadi 144kg, namun percobaan atlet asal China itu gagal. Sementara itu, Rijal dengan tenang menaikkan beban ke 143 kg, dan angkatannya dinyatakan sah oleh juri. Rijal, atlet asal Bandung tersebut mengaku bangga dengan prestasinya di Asian Youth Games 2025. Perjuangannya dalam berlatih keras terbayar lunas dengan sumbangan medali untuk Indonesia. “Alhamdulillah, saya sangat bangga. Kerja keras dan latihan selama satu tahun di pemusatan latihan nasional akhirnya terbayar. Meninggalkan keluarga di rumah tidak sia-sia,” ungkap Rijal penuh rasa syukur. Rijal mengaku angkatan tersebut melebihi latihannya selama ini. Ia sukses mengangkat beban 143 kg dari yang maksimal 141 kg. “Angkatan ini di atas angkatan saat latihan. Di pelatnas angkatan cleand and jerk terbaik saya 141 kg, tapi di sini bisa mencapai 143 kg,” tambahnya.

BAJC U17 & U15 2025: Indonesia Kirim Dua Wakil ke Final

Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan

Tiket babak final Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships (BAJC) 2025, berhasil diamankan oleh dua wakil ganda putra Indonesia. Kepastian tersebut diraih usai memulangkan lawan masing-masing di pertandingan semifinal yang berlangsung di Chengdu University of TCM Wenjiang Campus Gymnasium, Chengdu, China. Ganda putra pertama dari nomor U15, Muhammad Waldan Habibi/Darmawan Setiawan. Hasil itu mereka raih setelah di laga semifinal, Sabtu (25/10) mampu mengalahkan wakil tuang rumah, Ze Cheng Fan/Yan Kai Zhu dua game langsung 21-19 dan 21-15. Sementara itu, ganda putra lainnya berasal dari nomo U17 atas nama Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan. Di babak semifinal, atlet asal PB Djarum tersebut pulangkan Qu Zhou/Ze Yu Zhou dalam dua game 21-16 dan 21-13. Di babak final yang berlangsung besok (26/10), Muhammad Waldan Habibi/Darmawan Setiawan akan jumpa unggulan tiga asal China, Wu Hua/Zheng Huai Bo. Sementara Muhammad Luthfi Habibi/Faza Iwadh Kurnia Ramdhan akan menghadapi unggulan dua asal Taiwan, Ping Hsuan Chen/Wei Ting Lee.

Torehkan Sejarah, Indonesia Raih 4 Medali Kickboxing World Cup 2025

Tim Kick Boxing Indonesia Bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tashkent

Tim Kick Boxing Indonesia menorehkan sejarah dalam ajang Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025 di Tashkent, 7–12 Oktober 2025. Indonesia yang mengirimkan 5 atlet ke turnamen internasional ini meraih 2 medali emas dan 2 perunggu. Kelima atlet Indonesia, yaitu Enggar Bayu Saputra (medali emas kelas Full-Contact -57kg senior putra), Aprilia Eka Putri Lumbantungkup (medali emas K-1 -52kg senior putri), Abdul Aziz (medali perunggu kelas Kick Light -57kg senior putra), Sevi Nurul Aini (medali perunggu Low Kick -48kf senior putri), dan Andi Mesyara Jerni Maswara (Point Fighting -50kg senior putri). Ketua Persatuan Kickboxing Indonesia (PPKBI) Ngatino memuji prestasi para atlet di turnamen Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025. Dia berharap para atlet tetap mempertahankan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di berbagai event. Dia mencontohkan Aprilia Eka Putri Lumbantungkup yang melalui perjalanan panjang untuk meraih prestasi di ajang internasional. Dia meraih medali perunggu di SEA Games 2023 di Kamboja dan medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Kemudian Aprilia melanjutkan latihannya dengan program 60 hari di Kirgistan. Dari situ Persatuan Kickboxing Indonesia (PPKBI) memanggilnya untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas). Bahkan setelah meraih juara di Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025, dia segera bergabung kembali dengan pemusatan latihan nasional. Dia bersama sejumlah atlet lain sedang mempersiapkan uji coba mendatang. Termasuk menghadapi SEA Games 2025 di Thailand pada 9-20 Desember yang mempertandingkan delapan kategori kickboxing. Aprilia dan Enggar ditargetkan mampu meraih medali emas di ajang multi event terbesar di Asia Tenggara.

BWF World Junior 2025: Sempat Tersusul, Zaki Ubaidillah ke Final

Moh. Zaki Ubaidillah

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah mengaku fokusnya sempat hilang sebelum akhirnya menundukkan wakil China, Li Zhi Hang dan melaju ke final BWF World Junior Championships 2025 atau Kejuaraan Dunia Bulu tangkis Junior 2025, Sabtu (18/10/2025). Bermain di Guwahati, India, Zaki melaju ke babak pemungkas setelah mengalahkan Li dengan skor 14-16, 16-14, dan 15-12. Zaki mengakui pertandingan melawan Li berlangsung sangat ketat. “Alhamdulillah diberikan kemenangan tanpa cedera. Pertandingan hari ini sangat ketat, Walaupun pada gim pertama sempat unggul, fokusnya mulai hilang jadinya point terkejar dan lawan berbalik menang,” papar Zaki. Dia menambahkan, pada gim kedua dia sempat tertinggal 9-13 kemudian 11-14, dirinya sempat putus asa. “Namun, pelatih terus meyakinkan saya buat bangkit kembali dan akhirnya saya yakin satu per satu poin, Alhamdulillah bisa dapat banyak poin dan bisa membalikkan keadaan,” kata pemain kelahiran Sampang, Jawa Timur ini. Menurutnya, pada gim ketiga saat sudah memimpin 13-9, dirinya sempat tersusul lawan hingga skor 13-12. “Saya diminta lebih tenang oleh pelatih dan tidak terburu-buru menyerang. Itu membuat saya bisa memenangi gim ketiga,” ungkap pemain berusia 17 tahun ini. Sementara itu, wakil tunggal putra Indonesia lain, Richie Duta Richardo harus mengakui keunggulan wakil China, Liu Yang Ming Yu, dengan skor 7-15, 15-10, dan 13-15. Kekalahan ini membuat gagal terciptanya all Indonesian final di sektor tunggal putra.

Rakernas KONI Pusat 2025 Resmikan KSMI Sebagai Anggota 

Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) resmi menjadi anggota KONI. Pelantikan Pengurus Pusat Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) periode 2025–2029 berlangsung khidmat dan meriah di Midaz Senayan Golf, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Acara pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, serta disaksikan oleh tamu kehormatan Presiden Federasi Mini Football Internasional (IMF), Dr. Mohammad Al Dosari, yang datang khusus dari luar negeri untuk menghadiri momen bersejarah ini. Dalam pelantikan tersebut, Dr. Ir. H. Yan Mulia Abidin, S.E., M.Sc. resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum KSMI, didampingi Muhammad Nur Huda Ariyanto sebagai Sekretaris Jenderal, beserta jajaran pengurus lainnya. “Terima kasih kepada Menpora dan Ketua Umum KONI atas dukungan yang luar biasa. Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, selamat bekerja. Setelah ini kita akan menghadapi pekerjaan besar — di akhir tahun ini kita akan menggelar Liga Nusantara, dan di awal tahun 2026 Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Soccer,” ujar Yan dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa kesempatan menjadi tuan rumah ajang dunia tersebut merupakan kehormatan sekaligus tantangan besar bagi KSMI untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional. Sementara itu, Presiden IMF Dr. Mohammad Al Dosari mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir langsung di Indonesia dan menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras KSMI yang berhasil membawa Indonesia menjadi tuan rumah World Cup Mini Football 2026. Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memberikan apresiasi atas langkah cepat KSMI yang dalam waktu singkat telah membentuk kepengurusan di 22 provinsi seluruh Indonesia. “KSMI secara resmi tergabung dalam KONI dan menunjukkan kinerja luar biasa. Saya bangga karena dalam waktu singkat sudah terbentuk pengurus di berbagai daerah dan berani mengambil langkah besar menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Soccer 2026,” ujarnya. Marciano berpesan agar KSMI segera mempersiapkan diri dengan matang, membangun sinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta menjalin komunikasi erat dengan Presiden IMF demi kesuksesan penyelenggaraan event dunia tersebut. Dalam wawancara terpisah Taufik Jursal Efendi (TJE) sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Komite Sepakbola Mini Indonesia Pengurus Provinsi Banten mengatakan akan melakukan kerja sama dengan Jakabaring Sport City untuk mengembangkan olahraga ini. Selain itu Federasi Minifootball Dunia (WMF) yang didirikan sejak 2008 memiliki 144 asosiasi nasional anggota di seluruh dunia dan berbasis di Swiss. Dalam mini soccer ada tujuh pemain termasuk kiper dan tiga pemain cadangan. Durasi pertandingan terdiri dari dua babak yang berjalan 20-25 menit. Pada mini soccer tidak ada batasan pergantian pemain dan tidak ada pelanggaran off side.    

WJC 2025: Indonesia Runner Up

Tim bulutangkis junior Indonesia di Podium Piala Suhandinata 2025

Tim bulutangkis junior Indonesia keluar sebagai runner up Piala Suhandinata 2025 setelah harus mengakui keunggulan tim China. Berlaga di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India, pada Sabtu (11/10) siang, Garuda Muda kalah 0-2. China langsung menekan sejak awal, di set pertama mereka memegang kendali penuh dengan mengambil lima kemenangan dari lima game yang dimainkan. Moh Zaki Ubaidillah dan kawan-kawan mencoba bangkit di set kedua. Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang mengisi pos ganda putri membuka keunggulan 9-5 di game pertama, tapi China melawan dengan sangat kuat, ganda campuran dan sektor tunggal menjadi andalan sang Negeri Tirai Bambu. Garuda Muda pun terdesak hingga partai keempat, 32-36. Laga penentuan di ganda putra berjalan sengit. Muhammad Rizki Mubarrok yang dipercaya menggantikan Alexius Ongkytama Subagio untuk mendampingi Raihan Daffa Edsel Pramono di set kedua terbukti ampuh untuk memangkas jarak. Berhadapan dengan Chen Jun Ting/Liu Jun Rong yang dominan di set pertama, Barrok/Edsel memaksa angka sama hingga 44-44. Namun sayang, dewi fortuna tidak berpihak saat pengembalian Edsel tidak mampu menyebrang ketika adu rally. China pun memastikan gelar ke-15 sepanjang perhelatan Piala Suhandinata yang digelar sejak tahun 2000. “Saat masuk lapangan di set kedua itu, kami berpikir optimis. Tidak memikirkan poin berapa yang terpenting terus berjuang dan tidak menyerah,” ucap Barrok, panggilan Muhammad Rizki Mubarrok. “Kami berhasil menyamakan skor 44-44 tapi memang di poin terakhir kami kehilangan fokus, sangat disayangkan,” timpal Edsel. Kapten tim Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia seraya meminta maaf karena belum bisa mendapatkan hasil yang terbaik. “Saya atas nama tim Indonesia meminta maaf karena belum mendapatkan hasil yang terbaik. Terima kasih atas doa dan dukungan sehingga kami bisa berjuang sampai ke final. Masih ada nomor perorangan, kami akan kembali berjuang,” sahut Ubed. Sementara Kabid Pembinaan dan Prestasi Pelatnas Eng Hian mengatakan hasil ini menjadi catatan penting bagaimana pemerataan semua sektor. “Hasil runner up tidaklah buruk tapi bukan hasil yang terbaik. Pastinya sebagai juara bertahan, kami ingin mempertahankan gelar tapi ini menjadi pelajaran untuk ke depan. Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana kami harus bisa membuat pemerataan di semua sektor. Bisa dilihat dari Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior ini. Dengan sistem relay point yang pendek, tertinggal 5-6 poin akan sangat sulit mengejar bila hanya punya andalan di satu atau dua sektor saja,” ujar Eng Hian. “Di luar itu, saya berterima kasih kepada anak-anak yang sudah berjuang. Jangan larut dalam kesedihan karena masih ada nomor perorangan. Mari kembali fokus dan bersiap untuk kembali menunjukkan yang terbaik,” pesan Eng Hian. Kejuaraan Dunia Junior 2025 berlanjut ke nomor perorangan pada 13-19 Oktober mendatang. Hasil Pertandingan Final Piala Suhandinata 2025: Indonesia 0-2 China Set 1 WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 8-9 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 15-18 WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 20-27 MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 27-36 MD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Alexius Ongkytama Subagio vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 30-45 Set 2 WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 9-5 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 14-18 WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 23-27 MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 32-36 MD: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 44-45

WJC 2025: Indonesia Atasi Slovenia di Laga Kedua

Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine

Indonesia berhasil memetik kemenangan kedua pada babak penyisihan grup F BWF World Junior Mixed Team Championships 2025, Selasa (07/10). Pada pertandingan yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Garuda Muda berhasil menang 2-0 atas Slovenia dengan skor 45-22, 45-25. Rotasi pemain terjadi pada laga kedua tim Merah-Putih junior, sang kapten Moh. Zaki Ubaidillah dan salah satu andalan di sektor tunggal putri Thalita Ramadhani Wiryawan digantikan tugasnya oleh Fardhan Rainanda Joe dan Salsabila Amiradana. Sedangkan di sektor ganda putra, pasangan Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka diturunkan menemani pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang sudah diturunkan pada pertandingan sebelumnya. “Turun di pertandingan hari ini rasanya senang dan bersemangat, saya berharap bisa kasih yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap pemain kelahiran Karawang ini. “Karena pertama kali main saya masih ada sedikit tegang tetapi saya mendapatkan arahan pelatih dan support teman – teman di belakang lapangan yang sangat seru dan ramai untuk memberikan dukungan, mereka juga sangat kompak,” ucap Fardhan. Berbeda halnya dengan sang kapten yang tidak diturunkan, wakil kapten Rinjani Kwinnara Nastine kembali dipercaya untuk bermain di dua nomor yaitu ganda putri dan ganda campuran. Berpasangan dengan Riska Anggraiani, Rinjani berhasil membuka 9 poin pertama untuk Indonesia atas pasangan Anja Blazina/Tija. Sementara bersama Ikhsan Lintang Pramudya pasangan yang menjadi andalan di sektor ganda campuran ini turut ambil peranan dalam menyumbangkan poin pada kedua match yang dipertandingkan. “Pertandingan melawan Slovenia hari ini, di ganda putri saya rasa sudah oke. Mungkin akan menjadi koreksi di ganda campuran agar lebih cepat beradaptasi di lapangan, melihat perpindahan di kedua sektor itu adaptasinya akan berbeda, apalagi poinnya hanya 9,” ungkap Jani. “Saya percaya dengan tim saya, bahwa kita bisa menghadapi Hong Kong besok. Persiapan untuk besok mau kasih yang terbaik dengan menjaga fokus, teliti, dan cepat beradaptasi di lapangan. Untuk atlet yang dipercaya untuk bermain besok, lakukan yang terbaik dan untuk yang tidak dimainkan jangan berkecil hati dan tetap mendukung temannya yang bermain karena dukungan dari kalian sangat penting,” tambah Jani Indonesia akan menghadapi Hong Kong pada laga pamungkas grup F Rabu, (07/10). Laga ini sekaligus akan jadi momentum bagi Indonesia agar bisa lolos dari fase grup F karena hanya juara grup yang akan lolos ke babak 8 besar. Melihat performa anak buahnya yang berhasil menyabet kemenangan, pelatih ganda putri Prasetyo Restu Basuki menilai anak buahnya berani mengeluarkan kemampuannya dengan baik. Ganda putri sendiri menurunkan pasangan Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine dan Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri dimana kedua pasangan ini berhasil menorehkan 9 poin pertama untuk Indonesia. “Penampilan anak-anak hari ini cukup baik, mereka bisa mengeluarkan kemampuan dengan baik. Saya menekankan kepada mereka untuk tidak terlalu banyak membuang poin, kalau bisa dijauhkan ya lebih baik dijauhkan,” ucap Prasetyo. “Besok adalah penentuan juara grup F, untuk ganda putri sendiri kita akan menurunkan yang terbaik dan menyiapkan para atlet agar menampilkan yang terbaik, baik dari segi keberanian, kesiapan, dan fokusnya. Kemarin sudah diberikan kesempatan bermain pada 2 laga sebelumnya, jadi untuk penentuan besok harus bisa menampilkan yang terbaik,” tambahnya. “Untuk penampilan ganda putri (Rinjani/Riska) saya rasa mereka cukup berani. Dengan sistem skor baru ini benar-benar dituntut untuk fokus dan menyerang terlebih dahulu dan mereka bisa mengeluarkan kemampuannya, sama halnya dengan pasangan (Yasintha/Salsa) yang meskipun masih ada sedikit kendala karena mereka adalah pasangan dadakan.” tutup Pras. Berikut hasil lengkap pertandingan tim Indonesia vs Slovenia: WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-2 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar Anja Blazina 18-10 WS 1: Salsabila Amiradana VS Tija Horvat 27-13 MD 1: Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-17 MS 1: Fardhan Rainanda Joe vs Nikita Peshekhonov 45-22 WD 2: Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-5 XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar/Anja Blazina 18-7 WS 2: Salsabila Amiradana vs Anja Blazina 27-15 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-18 MS 2: Richie Duta Richardo vs Nikita Peshekhonov 45-25

Superliga Junior 2025: PB Djarum & Exist Berbagi Gelar Juara U15

Tim U15 Putra PB Djarum

Tim U15 putra PB Djarum dan tim U15 putri Exist Badminton Club keluar sebagai juara Polytron Superliga Junior 2025. Dalam pertandingan final yang digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9). Tim Putra PB Djarum meraih Piala Sigit Budiarto berkat kemenangan 3-0 tanpa balas atas Taqi Arena, sementara Exist Badminton Club meraih Piala Maria Kristin usai menang atas PB Djarum dengan skor 3-1. Dalam final kejuaraan beregu yang berlangsung pada 15-21 September ini, tiga poin yang memastikan PB Djarum keluar sebagai juara, diraih oleh menempatkan dua pemain tunggal, Revan Adrilleo Saputra dan Rafi Qabilah Fathurrahman, serta ganda Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi. Revan mampu memenangi laga tiga gim berdurasi 62 menit atas Rafi Qabilah Fathurrahman, yang berakhir dengan skor 21-13, 20-22, 21-16. Sementara, Rafi dan Darmawan/Waldan masing-masing memenangi laga melalui straight games. Manajer tim PB Djarum, Leonard Holvy De Pauw mengungkapkan, sejak hari pertama Polytron Superliga Junior 2025, para pemainnya cukup terkejut dengan tekanan dalam bermain beregu. Beberapa kali sudah berada di ambang kekalahan di sejumlah pertandingan fase penyisihan grup, tetapi mereka mampu membalikkan keadaan hingga akhirnya menembus partai puncak. “Mereka masih under perform karena baru pertama kali main beregu,” tuturnya kepada wartawan. “Bagusnya, dari hari pertama kita langsung belajar dari pengalaman berharga ini. Dan pada hari-hari berikutnya, anak-anak tampil bagus. Sebenarnya peak mereka adalah sewaktu melawan Mutiara Cardinal di semifinal, lalu ketika bertemu Taqi Arena di final mereka sudah mendapatkan feel-nya. Hawanya sudah enak untuk bertarung,” Leonard, menjelaskan. Sementara itu di nomor putri, Exist Badminton Club berhasil meraih gelar juara usai tertinggal terlebih dahulu di gim pertama usai Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat kalah dua gim langsung 9-21, 14-21 dalam tempo 33 menit dari Kalia Rahmadani. Namun, klub bulu tangkis yang bermarkas di kawasan Cibinong, Jawa Barat tersebut meraih tiga poin beruntun melalui dua pemain tunggal, Zaira Octavia Armi dan Berlian Indah Pinastika, serta ganda Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah. Hasil pertandingan final Putra U15 Superliga U15: Revan Adrilleo Saputra VS Rafi Qabilah Fathurrahman 21-13, 20-22, 21-16 Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi VS Ahmad Gustav Azmi/Benediktus Bryan Ardhitama 21-17 21-11 Adhy Hasmoro VS Radinka Regaz Pratama 22-20, 21-17 Deva Devandra Santosa/Muhammad Ashil VS Kausar/Prabu Arsya Pratama (Tidak dimainkan) Ghathfaan Rizqie Ramadhan VS HaryantoRafka Tratama Sanjaya (Tidak dimainkan) Hasil pertandingan final Putri U15 Superliga U15: Kalia Rahmadani VS Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat 21-9, 21-14 Tiyas Anggraeni VS Zaira Octavia Armi 21-17, 18-21, 12-21 Almaira Dzakira Wulanda Lestari VS Berlian Indah Pinastika 21-18, 16-21, 12-21 Gabrielle Bernice Nugroho Supriyadi/Syaikha Gendis Putri Setiawan VS Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah 17-21, 17-21 Almaira Dzakira Wulanda Lestari/Kalia Rahmadani VS Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat/Yemima Febryanti Wijaya (tidak dimainkan)

China Kawinkan Gelar Asian School Basketball Championship 2025

9th Asian School Basketball Championship 2025.

Tim Nasional (Timnas) Basket China berhasil mendominasi Asian School Basketball Championship 2025 (ASBC 2025) di sektor putra dan putri. Timnas putra dan putri China menjadi yang terbaik di Asian School Basketball Championship 2025, setelah mengalahkan lawan-lawan mereka di laga puncak. Sabtu (30/8/2025), pertandingan hari terkahir penentuan gelar Asian School Basketball Championship 2025 telah digelar. Perebutan tempat 5-6 dilangsungkan di Sritex Arena, sedangkan perebutan medali perunggu dan emas digelar di GOR Indoor Manahan. Tampil di Sritex Arena, perebutan tempat ke 5 dan 6 mempertemukan Singapura dan Malaysia di sektor putri. Malaysia mengamankan tempat kelima, setelah di laga ini mengalahkan Singapura 56-44. Sementara di sektor putra, Timnas Basket Putra Indonesia mengalahkan Arab Saudi dengan skor 83-50. Berlanjut ke GOR Indoor Manahan perebutan medali perunggu di sektor putra diperebutkan Hong Kong dan Thailand. Thailand sukses merebut medali perunggu, setelah menyudahi perlawanan Hong Kong dengan skor 83-70. Sementara di sektor putri, Timnas Basket Putri Indonesia tampil menghadapi tim putri Hong Kong. Medali perunggu berhasil disabet Timnas Basket Putri Indonesia, setelah mengalahkan Hong Kong 59-39. Medali Emas putri diperebutkan oleh China dan Thailand, yang juga tampil di GOR Indoor Manahan. Thailand sempat memberikan perlawanan sengit, meski akhirnya China mengamankan medali emas putri dengan skor 89-76. Pertandingan final perbeutan medali emas putra menghadirkan laga China vs Malaysia. Pada laga ini, Malaysia juga tampil menekan di awal, tetapi akhirnya harus mengakui kekuatan China dengan skor 105-70. China pun berhasil mengawinkan gelar, usai menumbangkan lawan mereka di final. Berikut ini hasil laga terakhir ASBC 2025: Perebutan Posisi 5-6 Putri Singapura 44-56 Malaysia Putra Arab Saudi 50-83 Indonesia Medali Perunggu Putri Indonesia 59-39 Hong Kong Putra Hong Kong 70-83 Thailand Medali Emas Putri Thailand 79-89 China Putra China 105-70 Malaysia Sumber: Skor ID

Konsisten Pembinaan Usia Muda, BMVC Juara di Purwakarta

Klub BMVC

Klub voli Yogyakarta, Bumi Mataram Volley Ball (BMVC), mencoba konsisten melakukan pembinaan atlet usia muda. Pembinaan atlet dilakukan dengan mengikuti turnamen KU 12 Piala PBV Purwakarta. Hasilnya, BMVC meraih gelar juara. Pencapaian yang di luar perkiraan meski BMVC tetap menargetkan prestasi terbaik di turnamen tersebut. Hanya saja, BMVC harus bersaing ketat dengan klub-klub Jawa Barat. Di turnamen yang menjadi ajang pembinaan atlet usia muda itu, BMVC menjadi satu-satunya klub dari DIY yang mendapat undangan mengikuti Piala PBV Purwakarta. Turnamen dengan sistem satu hari digelar di dua tempat, Green Garden Sport Center (GGSC) dan Futsal Galaxy Sadang, Purwakarta, Sabtu, 23 Agustus 2025. “Ini merupakan salah satu turnamen yang rutin digelar sebagai bentuk pembinaan usia muda. Ini yang menjadikan BMVC antusias saat mendapat undangan mengikuti turnamen. Kami mendapat kesempatan menguji kemampuan atlet muda BMVC,” kata RM Aries Nandarika, pemilik BMVC, di Yogyakarta, Senin, 25 Agustus 2025. Aries menuturkan BMVC harus menghadapi persaingan ketat dengan klub-klub papan atas Jabar dan Jabodetabek, termasuk tuan rumah PBV Pur. Namun mereka mampu mengatasi lawan-lawannya. Di semifinal, Riesti Kusuma dkk sukses menyingkirkan The Black Majalengka. Dan akhirnya di laga final, BMC menaklukkan klub papan atas Bekasi Napoleon dengan skor meyakinkan 2-0, 25-17, 25-14. “Anak-anak tampil maksimal di tengah kepungan klub-klub papan atas Jawa Barat. Defense kami cukup solid dan serangan BMVC selalu tidak bisa diantisipasi lawan-lawannya sehingga bisa juara,” ujarnya. “Bukan gelar itu yang dididik, tetapi performa anak-anak yang kian membaik. Ini menjadi modal BMVC untuk meraih prestasi di tunamen selanjutnya,” kata Aries. Aries, lebih lanjut, mengatakan bila keberhasilan di Purwakarta merupakan yang keempat kalinya BMVC meraih gelar juara di tahun ini. Menurut Aries BMVC merencanakan mengikuti tujuh turnamen di KU 12 atau kelahiran 2013. Klub juga mengikuti 15 turnamen di berbagai kelompok umur. “Kami menargetkan menyapu bersih tujuh turnamen KU 2013 yang diikuti BMVC sepanjang tahun ini. Sedangkan untuk kategori berbagai kelompok umur, kami menargetkan mengikuti 15 turnamen. Tahun lalu kami bisa meraih 22 titel juara. Kami berharap bisa mempertahankannya,” ujarnya. Aries menuturkan bila keikutsertaan tim yunior di berbagai turnamen merupakan bagian dari komitmen BMVC membina pemain muda. Meski tak mudah karena penuh tantangan, namun Aries memastikan tidak akan mundur dari pembinaan bola voli. “Kami berharap regenerasi atlet voli berlanjut dan BMVC turut menyumbang atlet yang akhirnya bisa berkiprah di tingkat nasional dan bahkan bisa masuk timnas,” ucap Mbah Aries, sapaannya. Sumber: VOI

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda Kembali Raih Poin Sempurna

Timnas Indonesia U23 vs Timnas Filipina U23

Pertandingan antara Timnas Indonesia vs Filipina di matchday 2 Piala AFF U23 2025 pada Jumat (18/7/2025) ditutup dengan skor 1-0. Berkat kemenangan di Gelora Bung Karno, Jakarta, Garuda Muda kukuh di puncak klasemen Grup A dengan 6 angka. Gol bunuh diri Jaime Rosquillo (’23) sudah cukup untuk memberikan 3 poin bagi Timnas Indonesia atas Filipina. Pasukan Gerald Vanenburg kini sendirian memimpin klasemen AFF U23 2025, berjarak 3 poin di atas Filipina dan Malaysia. Jika melihat statistik, Timnas Indonesia unggul dalam penguasaan bola hingga 66 persen. Sepanjang laga, Garuda Muda melepaskan 13 tembakan, 7 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Filipina hanya melakukan 2 percobaan, dan cuma 1 yang mengarah gawang. Meskipun sudah punya 6 poin, Timnas U23 Indonesia masih belum lolos ke semifinal. Pasalnya, hanya juara grup saja yang berhak melaju ke fase knockout. Oleh karenanya, penentuan bagi Garuda Muda akan terjadi di laga terakhir babak penyisihan, kontra Malaysia pada Senin (21/7). Terkait rekor individual, penyerang utama Timnas Indonesia, Jens Raven, hanya turun pada 45 menit terakhir laga. Sang nomor 21 tidak mencetak gol. Otomatis, perolehanya tidak bertambah. Namun, Raven masih di puncak daftar top skor AFF U23 2025 dengan 6 gol, jauh di atas Otu Banatao (Filipina) dan Haqimi Azim (Malaysia). Timnas U23 Indonesia (4-3-3): M Ardiansyah; Alfharezzi Buffon, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Doni Tri Pamungkas (F. Missa 71′); Robby Darwis, Tony Firmansyah, Arkhan Fikri; Rayhan Hannan, Rahmat Arjuna (V. Dethan 71′), Hokky Caraka (Jens Raven 46′). Pelatih: Gerald Vanenburg. Timnas Filipina U23 (4-3-3): Nicholas Gumaraes; Jian Caraig (C. Galsim 90′), Bryan Ezekiel (J. Merino 71′), Jaime Rosquillo (N. Leddel 46′), Zachary Taningo; J Alessandro Mariona, Gavins Muens, Luis Lucero; Uriel Dalapo (J. Pena 46′), Otu Banato, Doy Carino (A. Aldeguer 70′). Pelatih: Garrath Mcpherson.

Indonesia Lolos ke Delapan Besar Kejuaraan Voli Asia U16 2025

Tim nasional bola voli putra Indonesia U16

Tim nasional bola voli putra Indonesia U16 lolos ke babak delapan besar Kejuaraan Voli Asia U16 2025 setelah menempati posisi kedua Pool B. Kepastian ini diraih setelah Kazakstan kalah 0-3 (11-25, 16-25, 21-26) dari Iran dalam laga terakhir babak penyisihan di Nakhon Pathom, Thailand, Senin. Hasil tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat kedua Pool B dengan enam poin, hasil dari dua kemenangan dan satu kekalahan. “Target awal kami sudah tercapai, yaitu masuk delapan besar,” kata pelatih Indonesia U-16 Indra Wahyudi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin. Sebelumnya pada hari yang sama, Indonesia memetik kemenangan meyakinkan atas Hong Kong dengan 25-15, 25-13, 25-20, yang memastikan langkah Indonesia ke babak klasifikasi peringkat 1–8. Dari tiga pertandingan penyisihan, Indonesia mengalahkan Kazakhstan 3-1 (25-13, 25-15, 18-25, 25-11), tapi dikalahkan Iran 1-3 (21-25, 25-21, 19-25, 24-26). Indonesia pun masuk Pool F babak klasifikasi delapan besar bersama Iran (juara Pool B), Pakistan (juara Pool D), dan Korea Selatan (runner-up Pool D). Babak klasifikasi digelar pada 16–17 Juli. “Kami harus fight melawan siapa saja. Pakistan atau Korea, kita siap tempur,” ujar Indra. Kejuaraan ini diikuti oleh 16 negara yang terbagi ke dalam empat grup. Setiap tim menjalani laga penyisihan dengan sistem setengah kompetisi pada 12–14 Juli. Dua tim teratas dari tiap grup masuk babak klasifikasi peringkat 1–8 (Pool E dan F), sementara sisanya bersaing di klasifikasi peringkat 9–16. Hasil pertandingan antara tim yang sudah bertemu pada fase penyisihan akan dibawa ke babak klasifikasi dan tidak dipertandingkan ulang. Empat tim terbaik dari klasifikasi 1–8 akan melaju ke semifinal pada 18 Juli, dan final pada 19 Juli. Tiga tim teratas kejuaraan ini memperoleh tiket Kejuaraan Dunia Bola Voli U17 pada 2026. Sumber: ANTARA

Piala AFF U23 2025: Indonesia Gilas Brunei, Jens Cetak 6 Gol!

Jens Raven

Hasil Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam dalam laga Piala AFF U23 2025 ditutup dengan skor akhir 8-0 pada Selasa (15/7/2025). Kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, membuat Garuda Muda di puncak klasemen Grup A. Timnas U23 Indonesia membuka kampanye mereka di AFF U23 2025 Championship dengan penampilan ofensif nan meyakinkan. Jens Raven, penyerang yang baru saja masuk Bali United, mengemas double hattrick (6 gol). Nama lain yang masuk daftar pencetak gol adalah Arkhan Fikri dan Robi Rayhan Hannan. Kemenangan 8-0 ini menjadi awal yang manis untuk Timnas Indonesia di AFF U23 2025. Namun, masih ada 2 pertandingan lain di Grup A. Partai berikutnya adalah duel kontra Filipina pada 18 Juli, lantas pertarungan klasik lawan Malaysia pada 21 Juli. Dalam update klasemen AFF U23 2025, Timnas Indonesia memimpin Grup A dengan 3 poin. Tim asuhan Gerald Vanenburg unggul selisih gol (+8 berbanding +2) dari Filipina yang pada Selasa (15/7) sore menang 2 gol lawan Malaysia. Kekalahan Malaysia yang mengejutkan, ditambah kemenangan masif Timnas U23 Indonesia, jadi hal positif bagi Garuda Muda. Pasalnya, hanya juara grup saja yang akan otomatis lolos ke semifinal. Sebaliknya, hanya 1 runner-up grup yang lolos, berdasarkan ranking para runner-up Grup A, B, dan C.

Ini Bocoran Kriteria yang Dicari di Audisi Umum PB Djarum 2025

Yuni Kartika dan Fung Permadi

Audisi Umum PB Djarum 2025 akan berlangsung pada 8-12 September 2025, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putra sekaligus Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi berucap, tiga kelompok usia yang disasar pada audisi tahun ini bertujuan untuk meregenerasi para atlet senior di setiap sektor. Perihal kriteria, yang dipatok Fung beserta jajaran tim pencari bakat untuk para peserta putra ialah feeling touch. “PB Djarum berupaya agar setiap tahun kelahiran punya pemain pelapis yang berpotensi untuk menjadi pemain dunia. Sementara keperluannya di tahun ini U-11, KU 11, dan KU 12 untuk nantinya meningkat U-13, U-15 dan semakin mengerucut. Sedangkan mengenai kriteria dari kami tentunya mereka yang memiliki teknik dasar dan feeling touch pukulan yang baik, serta punya potensi untuk bersaing di tingkat dunia,” ungkap Fung. Sementara itu, Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Yuni Kartika mengungkapkan, atlet yang dibidik oleh sektor putri PB Djarum pada audisi tahun ini utamanya memiliki postur ideal. Peraih Uber Cup 1994 ini menilai bahwa elemen tersebut menjadi krusial, agar mampu bersaing dengan para atlet putri dunia yang secara postur cukup diandalkan, selain teknik. “Sementara aspek lain yang menjadi penilaian tentu bakat, mental, serta kecerdikan mereka ketika bertanding. Jadi postur sangat dipertimbangkan, kecuali memang atlet itu punya bakat yang sangat istimewa. Tapi kalau tergolong biasa saja, kami tetap mengutamakan postur terutama tinggi badan atau yang punya potensi tinggi,” sebut Yuni. Ia juga menambahkan, guna menyeleksi atlet yang sesuai dengan kriteria tersebut, selain dibantu jajaran pelatih, tak menutup kemungkinan juga melibatkan dokter spesialis terkait. “Kami juga akan menyiapkan dokter untuk melihat dan memastikan kriteria yang kami inginkan, jadi kalau ragu kami bisa berkonsultasi agar lebih pasti. Yang kami harapkan pada audisi ini bisa menemukan atlet paket komplit,” imbuhnya. Rangkaian seleksi Audisi Umum PB Djarum 2025 diawali dengan fase screening yang mengadopsi pertandingan dengan sistem gugur 1 game hingga poin ke-21 (tanpa deuce/setting). Setelah fase screening, tahapan berikutnya ialah tahap turnamen. Untuk kategori putra, Super Tiket diberikan kepada para semifinalis, sementara di kategori putri, peraih Super Tiket yang melenggang ke tahap karantina adalah para finalis di babak turnamen. Sedangkan tahap karantina diselenggarakan selama empat minggu (13 September hingga 11 Oktober 2025) dengan dua kali fase eliminasi, yang bertujuan melihat potensi dan mentalitas atlet. Mereka yang lolos di tahap karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum. Untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025, para calon peserta dapat mendaftarkan diri secara daring melalui laman berikut ini dan telah dibuka mulai 20 Juni 2025 lalu.

Resmi Digelar! 72 Atlet Muda Berlaga di Kejurnas Boling Junior 2025

Kejurnas Boling Junior 2025

Sebanyak 72 atlet muda dari sembilan provinsi di Indonesia ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Boling Junior 2025 yang digelar di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta, pada 1–5 Juli 2025. Ajang ini menjadi panggung penting dalam upaya pengembangan dan pencarian talenta boling masa depan Indonesia. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB PBI), Agus Muhammad Bahron, menegaskan pentingnya turnamen ini sebagai bagian dari program regenerasi atlet nasional. Ia berharap Kejurnas Junior menjadi jembatan bagi atlet-atlet muda menuju level internasional. “Kami membutuhkan kombinasi dan regenerasi atlet, dan inilah salah satu ajang yang kami gelar untuk itu. Harapannya, atlet dari kejuaraan ini bisa kami bawa ke panggung internasional,” ujar Agus kepada ANTARA, Rabu (2/7). Kejurnas ini mempertandingkan enam kategori berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin, yaitu, U-25 Putra, U-25 Putri, U-21 Putra, U-21 Putri, U-15 Putra, U-15 Putri. Menurut Agus, saat ini Indonesia memiliki banyak atlet muda dengan potensi besar. Oleh karena itu, PB PBI akan terus melakukan pemantauan terhadap performa para peserta dan memberi pembinaan lanjutan untuk mempersiapkan mereka menghadapi kejuaraan internasional. “Melalui turnamen ini, kami akan melakukan penilaian untuk atlet-atlet yang berpotensi. Mereka akan terus kami bina dari level junior hingga senior. Boling bukan hanya soal teknik, tapi juga soal kekuatan mental, dan itu harus dilatih sejak dini,” tambahnya. Dengan digelarnya Kejurnas Junior ini, PB PBI berharap muncul bibit-bibit unggul yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.