Freeport dan PSSI Kembali Gelar Freeport Grassroots Tournament di Gresik

Freeport Grassroots Tournament Gresik

Sebanyak 300 anak-anak dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Gresik mengikuti Freeport Grassroots Tournament (FGT) yang diselenggarakan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) di Stadion Gelora Joko Samodro, Gresik, pada tanggal 24 dan 25 April 2026. “Saya mengapresiasi PT Freeport Indonesia yang selalu mendukung kemajuan sepak bola Indonesia. Kepercayaan ini memperkuat komitmen PSSI untuk terus meningkatkan sepak bola usia dini, baik melalui kompetisi, kolaborasi, maupun pelatihan pelatih berkualitas yang sangat penting dan memberi pengaruh positif bagi perkembangan pemain muda,” kata Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. FGT Gresik 2026 diikuti 10 SSB kategori U-10 dan 10 SSB U-12. Berbeda dari tahun sebelumnya, pada tahun ini penyelenggara menerapkan sistem rotasi untuk memberikan kesempatan yang merata bagi setiap SSB dalam membina dan menampilkan pemain muda. Sepanjang turnamen, para peserta menunjukkan semangat dan kegembiraan, menciptakan suasana kompetisi yang positif. Ajang ini menjadi bagian bukti nyata PTFI dalam mendukung transformasi sepak bola Indonesia dari tingkat akar rumput, sekaligus melanjutkan pelaksanaan FGT yang sebelumnya telah berlangsung di Jayapura, 17-18 April 2026. Vice President External Affairs Smelter PTFI, Erika Silva, mengatakan PTFI telah menyelenggarakan Freeport Grassroots Tournament sejak tahun 2024. Di tahun ketiga penyelenggaraan, turnamen ini semakin diterima masyarakat Gresik. Terbukti dari antusiasme para orang tua dan kerabat yang hadir mendukung anak-anak berlaga di lapangan hijau. “Kehadiran PTFI di Gresik tidak semata-mata berfokus pada kegiatan industri, tetapi tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, salah satunya melalui pengembangan generasi muda di bidang olahraga,” kata Erika. Turnamen berlangsung secara intensif selama dua hari. Pada kategori U-10, SSB Nusa Gemilang keluar sebagai juara pertama, diikuti WCP Pasopati di posisi kedua, dan SSB Mengare sebagai juara ketiga. Penghargaan individu diberikan kepada M Mirza Arkhan Al Fari (SSB Nusa Gemilang) sebagai Best Player, dan Choirul Ashar (SSB Mengare) sebagai Best Goalkeeper. Pada kategori U-12, SSB Gressia meraih juara pertama, diikuti Peganden FC sebagai juara kedua, dan SSB Mengare di posisi ketiga. Penghargaan individu U-12 diberikan kepada Rasydhan Hiroshi El R (SSB Gressia) sebagai Best Player, M. Haikal Sahrul (SSB Gressia) sebagai Best Goalkeeper. Selain kompetisi, FGT 2026 juga menyalurkan dukungan berupa 300 pasang sepatu sepak bola untuk SSB di Gresik, 400 sepatu sepak bola untuk SSB di Timika, dan 300 sepatu sepak bola untuk SSB di Jayapura. Choirul Ashar, penjaga gawang SSB Mengare peraih Best Goalkeeper U-10 mengaku senang dapat berpartisipasi dan termotivasi untuk berlatih lebih giat, sekaligus bangga menerima sepatu baru. Pada kesempatan ini hadir juga Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, anggota Komite Eksekutif PSSI, Muhammad, dan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Selain itu, hadir pula legenda timnas Indonesia, Evan Dimas dan Benny Wahyudi, mereka hadir untuk memberikan motivasi bagi para peserta FGT. Evan Dimas menilai keberanian anak-anak untuk tampil dan berkompetisi patut diapresiasi, karena sepak bola yang baik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bermain, tetapi juga oleh mental dan attitude yang dibangun sejak dini. “Kompetisi seperti FGT ini dibuat untuk menanamkan nilai-nilai yang lebih penting dibandingkan sepak bola itu sendiri, bukan sekadar menang atau kalah, tetapi bagaimana menanamkan kedisiplinan, fair play, mental dan attitude sejak dini,” kata Evan.

DBL Camp 2026 Resmi Bergulir, Jadi Laboratorium Sports Science Usia Dini

Kopi Good Day DBL Camp 2026

DBL Indonesia kembali menggelar Kopi Good Day DBL Camp 2026 di Jakarta, mulai Selasa, 28 April 2026. Program tahunan ini menjadi pemusatan latihan bagi ratusan student athlete terbaik dari seluruh Indonesia yang sebelumnya tersaring melalui kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 di 31 kota dan 22 provinsi. Memasuki tahun penyelenggaraan ke-17, DBL Camp kali ini diikuti lebih dari 250 peserta yang memperebutkan kesempatan belajar dan bertanding basket di luar negeri. Tahun ini juga menjadi kali keempat DBL Camp digelar di Jakarta, sekaligus pertama kalinya menggunakan venue baru di DBL Academy Jakarta, kawasan Genova Asya Commercial, Jakarta Timur. Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda mengatakan penyelenggaraan tahun ini memiliki nuansa berbeda karena peserta berlatih di tiga lapangan berstandar FIBA level 1, lengkap dengan fasilitas pengukuran performa fisik berbasis sports science. “Pelaksanaan Kopi Good Day DBL Camp tahun ini istimewa karena peserta akan menjalani serangkaian latihan di tiga lapangan di DBL Academy East Jakarta yang semuanya berstandar FIBA level 1. Yang lebih penting lagi, pelaksanaan tahun ini jadi riset sport science,” ujar Azrul. Konsep “laboratorium olahraga” yang dimaksud Azrul hadir lewat penggunaan perangkat measurement test dari VALD Performance. Peralatan tersebut meliputi Nord Bord, Force Frame, dan Force Decks. Nordbord digunakan untuk mengukur kekuatan otot hamstring kanan dan kiri, sekaligus mendeteksi ketidakseimbangan otot. Sementara Force Frame dipakai untuk mengukur kekuatan isometrik kaki dan melihat perbedaan kekuatan tubuh sisi kanan maupun kiri. Adapun Force Decks berfungsi mengukur tinggi lompatan, tenaga saat mendarat, hingga durasi melayang di udara. Kehadiran perangkat ini melengkapi metode tes fisik DBL Camp yang sebelumnya lebih berfokus pada tinggi lompatan dan kecepatan. “Data-data dari pengukuran itu akan menjadi acuan untuk melihat sejauh mana kekuatan fisik pemain, kebutuhan metode latihan berdasarkan data yang dihasilkan, potensi cedera, hingga efektivitas gerakan. Seperti sebuah laboratorium olahraga,” lanjut Azrul. Selain perangkat baru, DBL Camp 2026 juga mengganti metode Beep Test dengan Yo-Yo Test. Tes ini dinilai lebih relevan dengan karakter permainan basket modern karena mengandalkan lari interval disertai jeda pemulihan, menyerupai ritme pertandingan saat pemain berganti dari fase menyerang ke bertahan. Banyaknya pendekatan baru tersebut mendapat apresiasi dari Keegan Crawford, salah satu pelatih tamu di DBL Camp 2026. Crawford merupakan asisten pelatih Tim Nasional Australia pada FIBA Asia Cup Qualifiers 2025 dan dikenal sebagai pelatih pengembangan ketangkasan individu di klub Perth Wildcats. Menurut Crawford, perkembangan DBL Camp terlihat nyata dari tahun ke tahun, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas peserta. “Saya beruntung ini menjadi kamp kedua saya bersama DBL dan sangat senang bisa diundang kembali. Fasilitas di sini luar biasa. Lapangannya sangat bagus dan menyenangkan untuk digunakan,” kata Crawford. Ia juga menilai para peserta tahun ini tampil lebih siap dibanding kunjungan sebelumnya. Menurutnya, para pemain muda Indonesia kini lebih atletis, lebih tenang, dan memiliki kemampuan individu yang semakin baik. “Setiap tahun saya kembali, para pemain terlihat sedikit lebih berbakat, lebih atletis, dan lebih terkontrol. Saat Anda harus menyaring lebih dari 200 pemain menjadi kelompok terbaik, keterampilan individu akan sangat menentukan,” ujarnya. Crawford secara khusus menyoroti penggunaan tes hamstring, vertical jump, hingga agility test di DBL Camp. Ia menyebut metode seperti itu bahkan belum umum digunakan secara luas di basket dunia beberapa tahun lalu. “DBL melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam mengikuti tren terbaru basket dunia. Dengan mesin shooting, perangkat tes fisik, dan sumber daya yang ada, DBL termasuk salah satu yang paling mutakhir di negara ini,” ucapnya. Ia menambahkan, pendekatan latihan di DBL Camp memiliki kemiripan dengan standar pembinaan di Australia, terutama dalam aspek sport science, fisioterapi, serta strength and conditioning. Meski demikian, Crawford melihat karakter pemain muda Indonesia memiliki ciri tersendiri. Ia menilai Indonesia memiliki banyak guard yang cepat dan lincah, sehingga tantangan berikutnya adalah mengembangkan pemain berpostur besar agar memiliki keterampilan modern. “Saya melihat banyak guard yang cepat dan lincah di Indonesia. Tantangannya adalah membantu mengembangkan pemain post atau forward agar memiliki skill yang lebih lengkap,” katanya. Selama pelaksanaan DBL Camp, Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia juga memantau langsung perkembangan para peserta. Kehadiran program ini diharapkan dapat membantu pencarian talenta terbaik dari berbagai daerah. Manajer Timnas Basket Indonesia Ronny Gunawan turut hadir dalam pembukaan camp. Pada edisi kali ini, total terdapat 135 pemain putra, 135 pemain putri, serta 54 pelatih terbaik yang terpilih melalui jalur First Team dan Second Team di masing-masing kota. DBL Indonesia juga membuka peluang tambahan melalui seleksi Road to DBL Camp 2026 dan DBL Play Road to DBL Camp 2026. DBL Camp 2026 nantinya akan menjadi ajang seleksi pembentukan Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Tim elite tersebut akan mendapat kesempatan belajar basket di luar negeri. Menariknya, tahun ini kuota wildcard ditambah dari empat menjadi enam slot. Penambahan tersebut membuka peluang lebih besar bagi campers yang belum masuk daftar utama untuk tetap menembus skuad All-Star melalui jalur wildcard.

Aldila/Janice tersingkir dari Madrid Open

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen

Ganda putri Indonesia, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen tersingkir pada babak perempat final turnamen tenis bergengsi Madrid Open. Aldila/Janice menyerah 7-5, 5-7, 8-10 kepada pasangan Jerman Laura Siegemund/Vera Zvonareva, demikian catatan turnamen WTA 1000 itu. Bermain di Park Manzanares, Janice/Aldila memimpin 2-1 pada set pertama, sampai kemudian memenangkan set ini dengan 7-5. Pada set kedua, Aldila/Janice tampil percaya diri sampai unggul 5-4, namun Siegemund/Zvonareva memberikan perlawanan hingga balik mengalahkan Aldila/Janice dengan 7-5. Pada set ketiga, kedua pasangan bermain ketat sampai kedudukan 3-3, tetapi akhirnya dimenangkan Siegemund/Zvonareva dengan 10-8 untuk mencapai semifinal Madrid Open. Pada babak 16 besar Aldila/Janice menyingkirkan Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez (Spanyol/Amerika Serikat) dengan 6-4, 6-2.

Piala Uber 2026: Ester bawa Indonesia melangkah ke semifinal

Ester Nurumi Tri Wardoyo

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Ester Nurumi Tri Wardoyo menghajar tunggal Denmark Amalie Schulz dua gim langsung dalam perempat final Piala Uber 2026 yang berlangsung di Forum Horsens, Horsens, Jumat pagi WIB. Kemenangan Ester sekaligus membawa tim Uber Indonesia lolos ke babak semifinal Piala Uber 2026 setelah membungkam tim Uber Denmark lewat skor 3-1 di babak perempat final. Kemenangan Ester menjadi kunci untuk Indonesia lolos ke babak semifinal setelah pada pertandingan sebelumnya Indonesia memetik kemenangan setelah kapten Uber Indonesia, Putri Kusuma Wardani menghajar Line Christophersen dua gim langsung. Lalu Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dihajar tunggal Denmark Line Hojmark Kjaersfeldt. Kemudian Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari membungkam Amalie Cecilie Kudsk/Mette Werge. Di babak semifinal tim Merah Putih akan bersua tim Uber Korea Selatan. An Se-young dan kawan-kawan melangkah ke babak semifinal setelah menghajar Taiwan. Quarter Final – Matchday 3: Indonesia 3-1 Denmark WS1: Putri Kusuma Wardani vs Line Christophersen 21-12, 21-15 WS 2: Ni Kadek Dhinda A. Pratiwi vs Line Hojmark Kjaersfeldt 15-21, 16-21 WD 1: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Amalie Cecilie Kudsk/Mette Werge 21-19, 21-11 WS 3: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Amalie Schulz 21-13, 21-18 WD 2: Rachel A. Rose/Febi Setianingrum vs Alexandra Boje/Line Christophersen (tidak dimainkan)

Purwokerto jadi pembuka pembinaan bulu tangkis usia dini di Jateng

MilkLife Festival SenengMinton 2026

Purwokerto menjadi kota pembuka rangkaian MilkLife Festival SenengMinton 2026, ajang pengenalan bulu tangkis usia dini yang diikuti ratusan siswa sekolah dasar sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi regenerasi atlet sejak level akar rumput. Sebanyak 480 siswa kelas 1 hingga 3 dari 16 sekolah dasar ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Kamis. Program ini diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi PBSI Jawa Tengah. “Kami percaya atlet hebat berawal dari rasa senang saat menjalani olahraga,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis. Menurut dia, pembinaan atlet tidak bisa dimulai ketika usia sudah matang, melainkan harus ditanam sejak kecil agar kecintaan terhadap olahraga tumbuh secara alami dan berkelanjutan. MilkLife Festival SenengMinton 2026 selanjutnya digelar di empat kota lain di Jawa Tengah, yakni Magelang pada 24 September, Solo pada 1 Oktober, Semarang pada 28 Oktober, serta Kudus pada 31 Oktober hingga 1 November. Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah Yuni Kartika menyebut penyelenggaraan di Purwokerto menunjukkan perluasan pembinaan ke daerah yang selama ini belum tersentuh optimal. “Pengenalan olahraga sejak usia dini tidak bisa dilakukan secara instan. Harus berkesinambungan agar minat tumbuh menjadi bakat, lalu bakat berkembang menjadi prestasi,” ujar Yuni. Ia mengatakan makin luas basis partisipasi di daerah, maka peluang muncul talenta-talenta baru juga semakin besar. Karena itu, PBSI Jawa Tengah menyiapkan jalur pembinaan lanjutan melalui pemetaan potensi atlet muda, penguatan klub, peningkatan kualitas pelatih, dan kompetisi berjenjang. Peserta ditantang menyelesaikan sejumlah permainan berbasis keterampilan dasar bulu tangkis dan kelincahan, seperti Pyramid Shuttlecock, Shuttle Run, Throwing the Shuttlecock, Service to Target, serta Zig Zag Run. Pemenang ditentukan berdasarkan catatan waktu tercepat. Gita Felicia, siswi kelas 3 SDN 1 Karangpucung, yang menjadi tercepat di kategori putri dengan waktu 1 menit 00,73 detik. Pada edisi sebelumnya, Gita finis di posisi ketiga. Pengalaman itu justru menjadi motivasi untuk berlatih lebih serius bersama ayahnya yang juga hobi bermain bulu tangkis.

Veda Ega pecahkan rekor top speed Moto3 di Jerez

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memecahkan rekor top speed tertinggi pada ajang Moto3 di Sirkuit Circuito de Jerez yang berlangsung 26 April 2026 dengan kecepatan mencapai 222,2 km per jam. Berdasarkan data kecepatan tertinggi dan kecepatan rata-rata yang dirilis MotoGP, Veda menjadi pembalap dengan catatan kecepatan puncak tertinggi dalam balapan tersebut, mengungguli Eddie O’Shea dan Adrian Cruces yang masing-masing mencatat 221,7 km per jam. Sebelumnya, rekor top speed Moto3 di Jerez dipegang oleh Daniel Holgado pada 2024 dan Adrian Fernandez pada 2025 yang sama-sama mencatat kecepatan 221,3 km per jam. Dalam catatan Top Speed & Average yang dirilis MotoGP, Veda yang mengendarai motor Honda NSF250RW mencatat kecepatan terbaik di kisaran 219,0 hingga 222,2 km per jam. Pada GP Spanyol 2026, Veda finis di posisi keenam dengan catatan waktu 33 menit 29,064 detik setelah memulai balapan dari posisi ke-17. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tampil impresif dengan merangsek naik ke posisi ke-14 pada lap pembuka. Memasuki putaran kedua, Veda menembus 10 besar setelah mendahului tiga pembalap sekaligus dan sempat membayangi pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang merupakan rivalnya sejak RedBull Rookies Cup. Meski sempat turun ke posisi ke-11, Veda kembali ke urutan ke-10 dan secara bertahap masuk ke persaingan lima besar pada fase akhir lomba. Sayang, Veda kehilangan posisi kelima di tikungan terakhir sebelum garis finis. Hasil tersebut menempatkan Veda di peringkat keenam klasemen Moto3 2026 dengan 37 angka, dari hasil tiga balapan yang menghasilkan poin dalam empat seri pembuka. Hasil ini membuka peluang bagi pembalap Indonesia itu untuk bersaing dalam perebutan gelar pendatang baru terbaik atau “Rookie of The Year”.

79 klub dari 21 provinsi ramaikan Kejurnas Voli U18 di Jakarta

Kejurnas Bola Voli Indoor Antarklub U18 Tahun 2026

Sebanyak 79 klub dari 21 provinsi akan ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Indoor Antarklub U18 Tahun 2026 di Jakarta pada 2-9 Mei. Ajang kelompok usia tersebut akan digelar di tiga lapangan, yakni GOR Pasar Minggu, Kompleks Olahraga Ragunan, dan GOR Bulungan, Jakarta Selatan. “Tim yang tampil merupakan hasil seleksi daerah. Dua tim terbaik dari kejuaraan daerah berhak tampil di kejurnas. Masing masing terdiri atas 40 klub putri dan 39 putra,” kata Ketua Panitia pelaksana Maman Abdurahman dalam konferensi pers di GOR Pasar Minggu, Jakarta, Kamis. Ia menjelaskan laga penyisihan dijadwalkan berlangsung di GOR Pasar Minggu dan Kompleks Olahraga Ragunan pada 2-7 Mei, sedangkan semifinal serta final digelar di GOR Bulungan pada 8-9 Mei. Menurut dia, penyelenggaraan tahun ini melibatkan Mantan Atlet Voli Indonesia (MAVI) DKI Jakarta, Pengurus Provinsi PBVSI DKI Jakarta, dan PBV Pajaone Jakarta sebagai pelaksana sekaligus tuan rumah. Ketua MAVI Pusat Wiji Hastuti mengatakan Kejurnas U-18 menjadi ajang penting dalam menjaring talenta muda untuk pembinaan jangka panjang. Menurut dia, turnamen usia muda tersebut mulai digelar pada 2015-2016 dengan status invitasi U17 di Malang, sebelum resmi menjadi Kejurnas pada 2017 di Yogyakarta. Untuk edisi tahun ini, kata dia, peserta merupakan atlet kelahiran 2009 sesuai kategori U18 yang mengacu pada regulasi Konfederasi Bola Voli Asia (AVC). “Kami berharap dari kejurnas ini lahir bibit-bibit unggul untuk masa depan bola voli Indonesia,” kata Wiji.

Desak Made/Kadek Asih pecahkan rekor dunia di China

Desak Made Rita Kusuma Dewi & Kadek Adi Asih

Pasangan atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi/Kadek Adi Asih, berhasil memecahkan rekor dunia (world record) kategori speed women’s relay, saat mengikuti Asian Beach Games Sanya 2026, di China, pada Rabu malam WIB. “Kami tidak menyangka bisa memecahkan rekor karena hanya fokus tampil maksimal,” kata Desak seusai perlombaan. Keduanya berhasil keluar sebagai juara, setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan Jimin Jeong/ Hanaerum Sung dalam babak final (big final). Namun pemecahan rekor terjadi bukan saat mereka menjuarai turnamen. Tetapi dalam momen semifinal melawan pasangan China, Yafei Zhou/Lijuan Deng. Pasangan tuan rumah awalnya memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 13,178 detik. Namun sesaat kemudian, pasangan Merah Putih membukukan catatan waktu 13,174 detik alias lebih cepat 0,04 detik. Momen pemecahan rekor tersebut mengantarkan Desak/Kadek melaju ke big final dan akhirnya juga mengalahkan pasangan Korsel. “Saya persembahkan medali ini untuk Indonesia,” ujar dia. Bagi Kadek Adi Asih, keberhasilan itu menjadi titik balik setelah gagal di nomor individu. “Medali emas Ini sangat berarti bagi saya. Terima kasih untuk semua dukungan yang diberikan,” tambah dia. Sementara itu, pasangan atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Raharjati Nursamsa/Antasyafi Robby Al Hilmi, harus puas dengan perolehan medali perak kategori speed relay dalam Asian Beach Games Sanya 2026. Keduanya kalah melawan wakil tuan rumah, Jianguo Long/Yicheng Zhao, dalam babak final (big final). Wakil Indonesia itu mengemas waktu 9,80 detik, sedangkan lawannya lebih cepat 0,05 detik alias mencatatkan waktu 9,75 detik. Untuk mengikuti Asian Beach Games Sanya 2026 di China, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim total delapan atlet disiplin speed yang terbagi atas masing-masing empat putra dan putri. Mereka adalah Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto. Sedangkan sektor putri diperkuat Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, dan Amanda Narda Mutia. Mereka mengikuti dua kategori perlombaan, yakni speed (individu) dan speed relay (tim). Para wakil Tanah Air itu bersaing dengan peserta dari negara lain, di antaranya China, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang. Dalam lomba panjat tebing speed relay (estafet), perhitungan dilakukan berdasarkan total waktu tim dari awal hingga pemanjat terakhir menyelesaikan lintasan. Atlet memanjat secara bergantian (relay). Atlet pertama memulai dari start. Setelah mencapai puncak dan menekan tombol timer, atlet berikutnya langsung memulai. Waktu dihitung terus-menerus dan tidak di-reset setiap pergantian atlet. Jadi yang dihitung adalah waktu kumulatif sejak start pertama sampai atlet terakhir finis. Tim tercepat atau mencatatkan waktu paling rendah dinyatakan sebagai pemenang.