Pembinaan Usia Dini, Jadi Tolak Ukur Atlet Gapai Prestasi

Legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki menyebut pembinaan atlet usia dini di semua cabor bisa mendorong lahirnya atlet baru syarat prestasi. (rmoljateng)

Jakarta- Pembinaan atlet usia dini yang dilakukan secara intensif serta berkesinambungan di semua cabang olahraga (cabor) bisa mendorong lahirnya atlet baru syarat prestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. Hal itu dikatakan Yayuk Basuki, Anggota Komisi X DPR RI, saat menyaksikan Turnamen Sepak Bola Usia Dini Kelompok Umur (KU) 2006/2007 Piala Yayuk Basuki di Lapangan Gelora Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (28/3). “Semua cabang olahraga saya gerakkan, karena atlet berprestasi itu pasti muncul dari daerah kemudian berjenjang hingga tingkat atau kelas internasional,” ujar Yayuk, dikutip rmoljateng, pada Selasa (2/4). Dan, sebagai bagian dari upaya untuk mendorong perkembangan olahraga di Indonesia, legenda tenis kelahiran Yogyakarta, 30 November, 46 tahun silam itu, bahkan telah menggelar berbagai turnamen, seperti tenis meja, tenis, bulutangkis, serta voli. Dengan turnamen sepak bola, terlebih diikuti oleh para peserta yang datang dari beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, dinilai Yayuk, akan menjauhkan mereka pada hal negatif. “Ini membuat tidak ada waktu lagi bagi mereka untuk bermain ponsel, mengenal miras (minuman keras), bahkan narkoba. Ketika berbicara soal pembinaan atlet, wajib diarahkan ke sisi positif,” lanjut petenis Merah Putih yang pernah mencapai babak perempat final turnamen Grand Slam Wimbledon pada 1997 itu. Ditegaskan Yayuk, upaya yang dilakukan merupakan implementasi dari apa yang diserukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tentang gerakan revolusi mental yang salah satunya, bisa diawali dengan mendidik budi pekerti para atlet dengan olahraga. “Dengan dimulai dari olahraga, tentunya bisa membentuk mental-mental yang baik agar berprestasi,” tambah peraih penghargaan atlet terbaik versi SIWO (Seksi Wartawan Olahraga) PWI Jaya pada 1995 itu. Turnamen sepak bola usia dini yang berlangsung sehari penuh itu diikuti 40 tim yang berasal dari Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Yayuk menjelaskan dengan adanya pembinaan dengan pendampingan wasit berlisensi diharapkan akan dapat memacu prestasi, disiplin dan sportifitas atlet sejak usia dini. “Terlebih turnamen ini kami laksanakan jelang gelaran ASEAN School Games, pada Juli nanti,” tukas peraih medali emas Asian Games tiga edisi (Seoul 1986/ganda putri, Beijing 1990/ganda campuran, Beijing 1990/ganda putri, Bangkok 1998/tunggal putri). (Adt)

Diikuti Lebih dari 1500 Pemain, IJL Musim 2019 Resmi Dibuka

IJL Resmi Dibuka dengan jumlah peserta lebih dari 1500 pemai dari 66 SSB pekan lalu (31/03/19). (Foto:IJL)

Indonesia Junior League (IJL) 2019 Resmi dibuka pekan lalu (31/3/19) di lapangan Nirwana Park Sawangan, Depok. Kompetisi musim ini diikuti oleh total lebih dari 1500 pemain dari 66 SSB yang siap berlaga di lapangan hijau. IJL sendiri terus membuktikan komitmentnya dalam berkontribusi untuk masa depan sepakbola Indonesia demi menciptakan iklim kompetisi yang sehat. IJL yang sudah memasuki musim keempatnya ini akan meluncurkan IJL Elite di akhir kompetisi. “Di musim keempat ini kami langsung menggelar tiga kategori yakni U-9, U-11 dan U-13. Tiap akhir kompetisi dirilis susunan pemain terbaik yang digabungkan menjadi satu tim dan diberi nama IJL Elite,” terang CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis. “IJL Elite ini yang kami harapkan nantinya bisa menjadi generasi penerus Timnas Indonesia di masa yang akan datang, database tiap pemain kami jaga tiap tahunnya,” ujar Rezza. “Bukan hal mudah memang menembus skuat IJL Elite, tidak hanya dari segi skill-teknik, visi bermain tapi juga attitude,” tambah Rezza. Washiyatul Akmal, Direktur Teknik IJL Elite yang juga mantan pemain Persija pun berkomentar bahwa dia selalu berharap bahwa proyek maya rantai IJL Elite ini akan berjalan mulus. “Tidak mudah memang menembus skuat IJL Elite, ibarat masuk Timnas, semua pemain terbaik berlomba-lomba dan benar-benar dipantau progresnya. Ini jadi semacam stimulus juga agar tiap SSB bisa menelurkan generasi terbaik tiap musimnya,” ujar Akmal. “Ini menariknya, saya pernah mengirim satu anak didik menembus skuat IJL Elite pada 2017 lalu. Ada satu kebanggaan besar tidak hanya dari sisi pemain tetapi juga orangtua,” tambah salah satu mantan pemain Persija lainnya, Aris Indarto. Menciptakan atmosfer kompetisi sepak bola usia dini yang segar dan sehat tetap jadi fokus utama IJL. Poin-poin khusus bahkan diciptakan untuk suporter dari tiap SSB. “Dinamika sepak bola usia muda Indonesia memang masih jadi pekerjaan rumah bersama. Penilaian untuk suporter bahkan kami jadikan rujukan mengakomodir keikutsertaan SSB di musim berikutnya, artinya harus ada sinergi agar kompetisi tidak hanya berjalan ketat tapi juga sehat, respect ke kawan, lawan juga perangkat pertandingan,” tegas Rezza. “IJL bebas dari intervensi karena semua SSB adalah mitra strategis kami,” tutup Rezza. Daftar Lengkap Tim Kontestan IJL 2019: U-9: 1. ASTAM 2. Salfas Soccer 3. Ragunan Soccer School 4. ASIOP 5. FU15FA Bina Sentra 6. M’Private Soccer School 7. All Star Galapuri 8. CISS 9. BMIFA 10. Pro:Direct Academy 11. Pelita Jaya SS 12. Indonesia Rising Star 13. Metro Kukusan 14. Garuda Muda Soccer Academy 15. Maesa Cijantung 16. Ocean Stars 17. Serpong Jaya 18. GRT Sitanala 19. Indonesia Muda Utara 20. SoccerEd 21. Cipondoh Putra 22. SSJ Kota Bogor 23. Alba FC 24. Fifa Farmel 25. Sparta 26. Garec’s 27. Remci 28. Kancil Mas Karawang 29. Young Warrior FA 30. D’Joe FC 31. Kembangan 8 32. Putra Agung 33. Abstrax FA 34. Atlas U-11: 1. ASTAM 2. Salfas Soccer 3. Ragunan Soccer School 4. ASIOP 5. FU15FA Bina Sentra 6. M’Private Soccer School 7. All Star Galapuri 8. CISS 9. BMIFA 10. Pro:Direct Academy 11. Pelita Jaya SS 12. Putra Sejati 13. Giras FC 14. Gagak Rimang 15. Maesa Cijantung 16. Ocean Stars 17. Serpong Jaya 18. Garuda Muda Soccer Academy 19. Indonesia Rising Star 20. Indonesia Muda Utara 21. Java Soccer Academy 22. GRT Sitanala 23. Tajimalela FA 24. Sparta 25. Remci 26. Young Warrior 27. Satria Muda FA 28. FIFA Farmel 29. Alba FC 30. Brazillian Soccer School 31. Stoni Indonesia 32. Garec’s 33. D’Joe FC 34. B24HABS. (IHA)

NBA Undang Delapan Pemain DBL Berbagi Inspirasi Dalam Program Jr. NBA Indonesia Camp

Student-athlete Honda DBL berfoto bersama Coach Carlos (tengah) dari Jr. NBA usai ikut berpartisipasi dalam Jr. NBA Indonesia Camp 2019 yang berlangsung di Cilandak Sport Center, Jakarta Selatan, Sabtu (30/3).

National Basketball Association (NBA) pekan lalu (30/3) mengundang delapan pemain muda Indonesia dalam program Jr. NBA Indonesia Camp di Jakarta. Mereka adalah para student-athlete yang berprestasi pada Honda Developmental Basketball League (DBL), liga basket pelajar terbesar di Indonesia. Dalam program tersebut, para pemain muda berprestasi ini ikut memberikan motivasi kepada adik-adik yang terlibat dalam Jr. NBA Indonesia Camp di Cilandak Sport Center, Jakarta Selatan. Kedelapan student-athlete itu adalah Sophia Rebecca (DBL Indonesia All Star 2018), Felicia Huang (DBL First Team 2018), Ferdinand Nursalim (DBL First Team 2018), Rayhan Alvaro Ferdinand (DBL First Team 2018), Dewa Made Ayu Sriartha (DBL Indonesia All-Star 2015/Indonesia Women’s National 3×3 Team Asian Games 2018), Regita Pramesti (DBL Indonesia All-Star 2013 & 2014/peraih medali perunggu tim putri 3×3 SEA Games 2017), Erlan Perkasa (Champion DBL 3×3 Competition 2015/Timnas putra FIBA National 3×3 U-18), dan Darryl Sebastian (DBL Indonesia All-Star 2017 dan 2018, Timnas Basket 3×3 U-18 dan Timnas Basket U-18 untuk World Cup 2023) ”DBL Indonesia (penyelenggara Honda DBL) sudah lama menjalin hubungan baik dengan NBA untuk tujuan pengembangan. Bahkan, event resmi pertama NBA di Indonesia pada tahun 2008 lalu, adalah hasil kerjasama dengan DBL Indonesia,” ujar Masany Audri, Direktur DBL Indonesia. ”Kami berterima kasih NBA mengundang dan mengajak kedelapan pemain muda dan berprestasi yang tak lain adalah output dari Honda DBL. Untuk ikut terlibat dengan berbagi di program internasional Jr. NBA. Kami berharap, mereka bisa memberikan inspirasi ke junior-juniornya untuk terus mewujudkan mimpinya, terutama di basket. Sehingga bisa meningkatkan partisipasi anak muda dalam olahraga,” lanjut wanita yang akrab disapa Sany ini. Jr. NBA Indonesia Camp merupakan program untuk mencari pemain-pemain usia 10-15 tahun dari Indonesia. Mereka nantinya akan menjadi bagian dari para pemain terpilih dari berbagai negara yang akan mengikuti seleksi tingkat Asia Pasifik. Dan puncaknya, akan mewakili regional Asia Pasifik dalam NBA Global Championship, berlaga melawan pemain-pemain dari seluruh dunia. ”Ini bukan soal latihan untuk profesional player. Tapi untuk memberi materi dasar kepada anak-anak usia dini. Karena itu kami terus konsisten hingga tahun ke enam, ” ucap Carlos Barroca, Head Coach Jr. NBA Asia. Lebih lanjut Carlos melihat potensi yang baik di Indonesia. “Indonesia punya potensi basket yang bagus. Karena itu kami ada di sini sampai tahun ke enam,” ungkapnya. Berlokasi di Cilandak Sport Center, Jakarta Selatan, delapan orang pemain dan alumni DBL tersebut menceritakan apa yang memotivasi mereka untuk terus berlatih basket hingga mencapai berbagai prestasi. Salah seorang diantaranya adalah Darryl Sebastian yang masuk ke dalam skuad DBL Indonesia All-Star 2017 dan 2018. Dia juga merupakan anggota Timnas Basket 3×3 U-18 Indonesia, dan akanbertanding di World Cup 2023 bersama Timnas Basket U-18. “Gara-gara basket, saya bisa sampai ketemu dan main basket bareng Presiden RI Pak Jokowi di Istana Negara Bogor. Lalu menjadi salah satu pemain di timnas muda Indonesia. Tapi ini nggak akan bisa dicapai kalau saya mudah menyerah bermain basket,” ujar Darryl Sebastian. “Peserta Jr. NBA Indonesia Camp ini punya kesempatan yang masih panjang karena mereka masih SMP. Jadi bisa mempersiapkan diri untuk bisa mencapai mimpi-mimpinya. Seandainya mereka gagal, coba terus jangan pernah nyerah,” tambahnya. Selama penyelenggaraan Jr. NBA, para peserta akan menjalani 5 skill stations yakni, Dribbling, Shooting, Passing, Footwork & Layups. Dari 50 pemain putra dan 50 pemain putri yang terpilih di hari pertama memiliki kesempatan untuk mengikuti basketball drills scrimmages. Nantinya akan terpilih 5 pemain terbaik putra dan 5 pemain terbaik putri yang akan mendapatkan gelar 2019 Jr.NBA Indonesia All-Stars. (IHA)

Ini Pesan Jason Richardson, Mantan Guard Golden State Warriors Kepada Anak Muda Indonesia

Jason Richason, mantan guard Golden State Warriors saat melatih anak-anak mendrible bola dalam acara coaching clinic di SMA 82 Jakarta.

Jason Richardson, mantan guard Golden State Warriors berpesan kepada anak-anak di Indonesia, bahwa edukasi dan sekolah adalah hal utama yang harus diraih sebelum memilih olahraga bola basket. Richardson datang ke Jakarta, Kamis (28/3/2019) sebagai pelatih tamu yang akan memilih 10 atlet basket muda sebagai peserta kamp Jr NBA akhir pekan nanti yang juga masuk ke dalam rangkaian acara Jr NBA. Richardson berpendapat bahwa secinta apapun seseorang dengan olahraga bola basket, tetap pendidikan adalah pangkal dari kesuksesan yang bisa diraih oleh seseorang. “Hal paling penting bagi pemain muda adalah edukasi. Anda harus sekolah terlebih dahulu untuk belajar banyak hal berbeda dan memperhatikan guru/pelatih di sana untuk mengerti banyak situasi,” Ujar richardson yang dilansir dari detiksport pada acara coaching clinic di SMPN 37 Jakarta. “Hal kedua adalah bekerja keras. Benar-benar bekerja untuk menjadi lebih baik, disiplin, makan yang sehat dan benar. Itu akan sangat membantu Anda,” tambahnya. Program Jr NBA bukan hanya dalam rangka mengasah bakat anak-anak dalam bola basket, akan tetapi juga sebagai ajang pelatihan bagi para pelatih bola basket di Indonesia agar dapat melatih bola basket dengan baik dan benar. “Pesan untuk pelatih adalah melatih dengan kecintaan pada permainan itu sendiri. Jr NBA muncul bukan untuk mencari pemain terbaik, tapi mengumpulkan anak-anak yang mencintai basket, juga pelatih yang senang dalam melatih olahraga ini, kemudian memberikan mereka pelajaran dasar di dunia basket. Sehingga anak-anak punya hasrat dan mampu mengerti lebih soal basket sedangkan pelatih bisa melatih dengan cara yang tepat,” demikian Richardson. (IHA)

Putri Yusril Ihza Mahendra: “Saatnya Sepak Bola Wanita Mengharumkan Nama Bangsa”

Kenia Khairunnisa Mahendra

Sepak bola hanya milik pria, itu adalah “mind set” dan tradisi yang tumbuh di kalangan orang saat ini, Sepak bola wanita sangatlah dipandang sebelah mata. Bahkan saat ini pelatih timnas wanita Indonesia, Rully Nere mengalami kendala yang besar dalam mencari potensi pemain sepak bola wanita. Dengan proses seleksi yang tiada henti, bongkar pasang, tuntutan turnamen internasional, Ia masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pemain untuk Timnas Wanita Indonesia. Salah satu alasan yang paling kuat adalah minimnya kompetisi yang diselenggarakan. Lain halnya dengan Kenia Khairunnisa Mahendra, Ia pun berharap Persija Jakarta bisa punya tim khusus wanita. Menurutnya peran wanita dalam mengharumkan nama bangsa melalui sepak bola harus dianggap serius. “Perempuan saat ini sudah mulai terlepas dari jeratan budaya patriarki. Dimana peran kami tidak sebatas menjadi pelengkap bagi kebutuhan pria. Layaknya laki-laki, perempuan harus mandiri dengan pendidikannya dan penghasilannya sendiri termasuk jika pilihannya menjadi atlet sepak bola,” ujar Kenia. “Terlebih lagi, justru saya menilai timnas wanita mempunyai kesempatan yang lebih untuk memajukan nama Indonesia,” tegasnya lagi. Kenia yang juga merupakan putri dari Yusril Ihza Mahendra berpendapat bahwa untuk membuat bangsa lebih maju adalah dengan mendengar suara Srikandi Tanah Air. Berlatar belakang dari keluarga yang kental dengan perputaran politik di Indonesia, membuat Kenia berani menyuarakan isi hatinya secara lantang. “The Girl Power” tegas Kenia yang juga kebetulan adalah anak cucu dari Jama Sandon, seorang penggawa Timnas Hindia-Belanda pada tahun 1922 silam. “Semakin banyak perempuan yang bersuara, maka akan semakin banyak pula hak-hak mereka yang terpenuhi. Ambil contoh, perempuan sudah memiliki keterwakilan sebanyak 30 persen di parlemen, hal tersebut tentu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menyuarakan aspirasi bagi Indonesia ke depan. Termasuk soal kepentingan untuk srikandi rumput hijau yang membawa nama bangsa,” harapnya lagi. Walupun Ia sadar bahwa suara lantang yang Ia suarakan tidaklah mudah untuk direalisasikan, butuh keberanian dan investasi yang luar biasa untuk mendobrak tradisi sepak bola yang di dominasi oleh kaum Adam ini. Dari sekian banyak tim yang ada Ia berharap Persija yang akan dapat membantu membangun mimpinya ini. Alasannya cukup logis, mengingat Jakarta adalah miniatur bangsa Indonesia, dimana semua pusat politik, ekonomi dan olahraga berpusat di Jakarta yang tentunya bisa jadi landasan kuat untuk terciptanya 11 srikandi yang akan berlaga diatas rumput hijau, hal ini akan dapat merubah animo dan atmosfer dunia sepak bola tanah air. “Di Eropa, klub-klub sepak bola seperti Manchester City, Manchester United, Inter Milan, Barcelona sudah mempunyai tim-tim sepak bola wanita. Itu menunjukkan bahwa, kaum hawa tidak bisa dipandang remeh, kami juga mempunyai potensi dalam olahraga atau pekerjaan yang notabenenya dilakukan oleh laki-laki,” tegas Kenia. “Jadi, cukup menarik ketika hal tersebut juga diterapkan oleh klub-klub sepak bola di Indonesia, khususnya Persija yang notabene adalah tim Ibu Kota. Pastinya hal tersebut bisa menjadi bahan rujukan klub lainnya nanti,” tandas Kenia yang mengaku ngefans dengan Persija sejak 2001 tersebut. (IHA)

ESports, Cabang Olahraga Milenial yang Berpotensi Untuk Mengharumkan Nama Bangsa

Salah satu kompetisi eSports yang digelar di Mall Mangga Dua. dok.NXL Mobile Esports 2019

Di era revolusi teknologi seperti ini, hampir segala bidang dalam kehidupan masyarakat sudah bercampur tangan dengan sisi teknologi, termasuk dalam aspek Olahraga. Olahraga yang kita kenal sebagai olah fisik tubuh secara konvensional saat ini mulai mengalami perubahan yang signifikan. Olahraga kini bisa dilakukan di depan layar smartphone atau komputer. Olahraga yang disebut sebagai olahraga elektronik (eSports) ini banyak berasal dari sekedar hobi para kaum milenial yang tanpa disadari saat ini para penggiat eSports ini ternyata punya kesempatan dalam mengharumkan nama bangsa, selayaknya atlet-atlet kita yang lain. Olahraga eSports sempat dipertandingkan pada laga Asian Games 2018 lalu, walaupun hanya dipertandingkan sebatas eksebisi, tetapi mulai saat itu juga, nama eSports mulai ramai di Indonesia. Semenjak itu pula ada banyak pihak baik swasta maupun pemerintah yang mulai gencar menggaungkan dan menggelar turnamen eSports di Indonesia, mengingat pada ajang SEA Games 2019 dan Asian Games 2022, eSports tidak lagi sebatas eksebisi tetapi akan menjadi cabor yang memperebutkan medali. Dengan menjamurnya eSports saat ini di Indonesia, diharapkan agar para bibit-bibit pemainnya dapat bersaing di tingkat internasional sehingga juga berpeluang untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. “Tentunya atlet Esports Indonesia bisa bersaing bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Nantinya kalau sampai dipertandingkan di Asian Games berikutnya (Hangzhou 2022), dan nanti kalau jadi di Olimpiade, saya rasa ada kesempatan yang baik bagi atlet-atlet Indonesia untuk bisa mengharumkan nama bangsa melalui Esports,” tutur Charles Honoris anggota Komisi I DPR yang dilasir dari detikSport. “Apalagi nanti bisa mendorong developer-developer game dalam negeri untuk menciptakan game-game yang bisa dimainkan di Esports tentu akan sangat-sangat positif. Daripada anak muda Indonesia menggunakan internet untuk menyebarkan hoaks, fitnah, atau kebencian di medsos, tentunya Esports merupakan wahana atau kegiatan yang jauh lebih positif,” sambungnya. Charles meminta agar pemerintah lebih serius dalam menangani potensi eSports di Indonesia, terutama soal regulasinya. “Kita tentu tidak mau membatasi pertumbuhan Esports. Mungkin ada yang mengatakan bermain game bisa berdampak negatif, ya ini tugas kita bersama pemerintah untuk membuat regulasi yang membatasi efek negatifnya, tapi secara umum Esports ini harus kita dukung karena memang peminatnya banyak.” Ujar Charles. “Mungkin ke depan perlu juga registrasi diperketat saat membuat akun game online, harus registrasi dengan usia. Jadi ke depan mungkin di jam tertentu anak yang masih di usia sekolah tidak bisa login untuk main live. Jadi tidak menggangu para siswa yang sedang belajar,” Tambahnya. (IHA)

Ajang Football for Peace Jawa Timur 2019 Akan Segera Digelar

ID Gen bekerjasama dengan PT Pilar Bangun Sentosan dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur akan mengadakan ajang sepakbola bertajuk “Football for Peace Jawa Timur 2019”. Program yang akan digelar di Surabaya ini bertujuan agar mendidik para kaum remaja tentang karakter, kepemimpinan, norma-norma di masyarakat, terutama untuk lebih meningkatkan rasa Bhineka Tunggal Ika. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Prawansa juga akan terlibat untuk memberikan bola kepada 100 anak-anak di Jawa Timur yang disambung dengan “Coaching Clinic” bagi siswa-siswa sekolah, guru-guru olahraga dan orang tua siswa sebanyak 100 orang. Acara ini akan digelar pada tanggal 24-27 Maret di Lapangan Koni Kertajaya Surabaya dan akan dilanjutkan pada tanggal 1-4 April 201 di lapangan sepak bola Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum sekaligus dengan program pelatihan bagi 100 santri di Pondok pesantren tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan “Festival Sepak Bola Sarung”. Ajang yang dikepalai oleh KH. Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) pimpinan Pondok Pesantren Queen Al-Azhar Darul Ulum Jombang ini akan dipimpin oleh pelatih-pelatih yang berpengalaman dalam program Football for Peace sebelumnya. Acara ini pada dasarnya hanyalah program pembuka bagi program pelatihan sesungguhnya yang akan digelar September tahun ini, dimana nantinya akan dihadirkan pelatih-pelatih dari luar negeri. Pelatihan ini digelar di lapangan sepak bola Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum untuk mengirim anak-anak pilihan dari hasil pelatihan ini ke Spanyol untuk kemudian dikembangkan menjadi pemain sepak bola yang handal dan berkarakter plus. (IHA)

Hasil Positif Diraih Dimas, Pemuda Asal Depok di Ajang Moto2, Qatar

Dimas Ekky Pratama di Moto2 Qatar

Banyak pelajaran yang didapatkan oleh Dimas Ekky Pratama saat dia menjalani laga bapak seri Perdana Moto2 Qatar (10/3). Mengingat bahwa tahun ini adalah tahun pertama bagi Dimas untuk terjun full time di Moto2 dan menggunakan mesin dari Triumph, dimana sebelumnya menggunakan mesin dari Honda seperti yang dipacu oleh Dimas selama berlaga di ajang Moto2 FIM CEV Repsol. “Step by step, saya lebih memahami karakter motor ini dan juga dari sisi elektroniknya,” ujar Dimas Ekky Pratama yang membalap bersama tim Idemtisu Honda Team Asia. Salah satu kemajuan Dimas adalah menajamkan catatan waktunya hingga bermain di 2 menit selama 01,514 detik. Untuk Best Lap yang dicetaknya ada di lap 9 dari total 20 lap yang ditempuh “Meski sempat kesulitan di sesi Free Practice, tetapi ketika race cukup optimis bisa menggali pengalaman lebih dan belajar banyak dari pembalap-pembalap yang berada di depan,” aku Dimas yang asal Depok, Bogor, Jawa Barat. Bagaimanapun, hasil positif dari Dimas di Moto2 ini masih lebih baik dari rekan setimnya Somkiat Chantra asal Thailand yang tidak berhasil menyentuh garis finish di seri Qatar. “Bertahap setiap seri saya akan belajar lebih banyak, improve lebih banyak, memperbaiki posisi dan semoga di race Argentina akan lebih baik hasilnya,” janji Dimas yang dilansir dari OtoRace.id “Mohon support dan doanya, karena doanya sangat berarti untuk saya,” tambah Dimas (IHA)

Titik Terang, Perbasasi Janji Akan Bantu Dana Untuk Timnas Bisbol Putri U-15

Tim Bisbol putri akan mengikuti turnamen di Canberra.Tim Bisbol putri akan mengikuti turnamen di Canberra. (Dok.Timnnas Bisbol Putri Indonesia)

Angin sejuk bertiup ke arah Timnas Bisbol Putri yang akan berkompetisi di U-15 Australian Youth Women’s Baseball Championship 2019 di Canberra pada 15-20 April mendatang, karena Andika Monoarfa selaku Ketua Umum Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) akan mengucurkan bantuan dana bagi mereka. Realisasi bantuan dana ini disepakati setelah jajaran pimpinan Perbasasi bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi di Kemepora senin (4/3) lalu. Tim Perbasasi menjelaskan perihal kesulitan dana yang dialami oleh Timnas Bisbol Putri U-15 tersebut untuk mengikuti turnames usia dini di Australia. Mengenai jumlah dana yang akan dikucurkan Andika enggan membeberkannya. “Sekarang ini dukungan [dana] partisipasi pemerintah dan federasi, termasuk amal soleh. Nah itu urusan kami dengan Tuhan, jangan ditanya. Karena sekali lagi, yang paling penting partisipasinya lengkap,” kata Andika kepada para awak media. “Sebenarnya tanpa kami [Perbasasi dan Kemenpora] rapat pun, mereka tetap berangkat juga. Memang biasanya federasi kalau untuk [kompetisi] anak-anak usia dini, kami menyumbang hanya jersey/pakaian tanding, bola, peralatan tanding, dan lain sebagainya lalu kami lepas secara resmi dimana ada acara cium bendera. Hanya itu, tidak ada bantuan lain,” ucapnya menambahkan. Kabar mengenai kesulitan dana ini sebelumnya sudah viral melalui social media lewat akun Instagram @baseballputri pada hari minggu (3/3) “Nah maksud adik-adik ini, mereka membuat viral dan lain sebagainya itu sekali lagi tidak ada maksud yang aneh-aneh sebenarnya. Sangat positif, mereka itu mau berangkat tapi mencari dukungan rekan-rekan yang lain dan tidak mau membebankan terlalu banyak orang tuanya. Sekarang alhamdulillah ada berita seperti itu [viral], ya alhamdulillah tidak disangka malah dibantu [Perbasasi dan Kemenpora],” ucap Andika. “Jadi memang penting sekali partisipasi dari masyarakat. Saya pribadi juga ikut bantu walau tidak besar, pengurus yang lain juga bantu, dari awal yang bentuk ini juga penasehat kami. Sekarang lengkap: partisipasi dari orang tua ada, dari federasi ada yang akan membantu kelancaran mengurus visa dan lain sebagainya, dari masyarakat, dan pemerintah,” katanya melanjutkan. Keseluruhan dana yang diperlukan untuk mengikuti turnamen ini adalah sebesar 982 Juta Rupiah, yang akan diperuntukkan untuk 22 pemain, 2 pelatih dan ofisial selama turnamen tersebut di Australia. Andika sempat menjelaskan kenapa butuh biaya yang besar untuk hal ini, karena timnas yang berangkat adalah U-15 maka selain para pemain ada pendamping atau orang tua yang akan juga berangkat ke Australia. Selain itu Timnas Putri Indonesia ini juga berhasil mengumpulkan dana hingga berita ini dibuat, sebesar Rp. 16.320.713 melalui website crowdfunding kitabisa.com. Bagi Sobat Muda yang tergerak untuk membantu silahkan menyumbang melalui website kitabisa.com tersebut.(IHA)  

Kloter Kedua IJL Sukses, Lebih dari 1500 Pemain Membanjiri Sawangan

Lebih dari 1500 calon pemain rumput hijau menghadiri screening IJL kloter kedua pekan lalu (3/3) di sawangan, depok. Foto IJL

Setelah sukses menggelar screening kompetisi Indonesia Junior League (IJL) kloter pertama, kloter kedua pun digelar pekan lalu, Minggu (3/3/19) masih berlokasi di Sawangan. Screening kloter kedua pun dibanjiri oleh lebih dari 1500 calon calon pemain IJL yang siap unjuk gigi di IJL 2019. Gelombang kedua pun berjalan lancar dan sesuai prediksi tim IJL bahwa animo yang ada jauh lebih membludak dibandingkan hari gelombang pertama. Mendadak lapangan sepakbola Sawangan dibanjiri oleh lautan pemain muda calon bintang sepakbola tanaha air. Acara tersebut diawali dengan ASTAM dan diakhiri oleh FIFA Farmel. “Alhamdulilah berjalan lancar biarpun di pagi hari ada kendala cuaca dan banyaknya crew yang terhambat datang karena hujan deras tapi screening tetap on-time digelar sesuai jadwal,” ujar CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis. “Kendalanya banyak tim-tim yang dapat jadwal di pagi hari telat datang alhasil bertumpuk pada sore harinya. Ya tapi ini sebagian dari konsekuensi membludaknya animo untuk ikut IJL 2019,” tambah Rezza lagi. Setiap tahapan dalam proses screening dijalani oleh para pemain sepakbola cilik ini, tak pelak banyak orang tua yang mendampingi anak-anak mereka menjadi penasaran dan mencoba mengintip masuk ke ruang screening. Seperti diinformasikan sebelumnya bahwa tahap screening IJL terbagi menjadi empat tahap, yaitu keabsahan dokumen, tes forensik (cek gigi), sesi foto (database pemain) dan diakhir dengan validasi sidik jari. “Sebenarnya banyak orangtua khususnya dari U-9 mempertanyakan kenapa screeningnya membutuhkan waktu yang cukup lama,” tutur Rezza. “Screening yang dilakukan memang sangat ketat khususnya untuk pemain-pemain yang belum pernah ikut IJL. Pengecekan administrasi seperti cek ijazah, akte lahir dan nomor induk pelajar, pengecekan sidik jari sampai forensik meliputi rekam medis gigi. Ini memang bagian dari regulasi kompetisi,” terang Rezza. Dalam hal rekam medis IJL sangat menganggap hal ini serius, karena ini dinilai sebagai asset jangka panjang untuk mendapatkan database lengkap di masa depan bagi dunia sepakbola tanah air. “Screening medis kami melibatkan dokter gigi Rumah Sakit Mayapada yang sudah berpengalaman dan sangat kompeten di bidang screening usia. Selain memeriksa gigi, tahapan ini juga menjadi faktor penentu lolos tidaknya pemain untuk bermain di kompetisi IJL,” tegas Rezza. “Saya beri acungan jempol untuk beberapa SSB yang sangat tertib dan terorganisir dalam screening kemarin dan begitu memahami tahapan demi tahapannya. Bahkan tim komite IJL dan dokter RS Mayapada sampai membuat rangking delapan besar,” sambungnya lagi. “Pemeriksaan rekam medis ini nantinya pasti juga akan berguna bagi anak-anak di masa mendatang terutama bagi mereka yang punya komitmen menjadi seorang atlet profesional, karena itu kami menerapkan tahapan yang sangat ketat saat proses screening,” tambah Rezza. Dalam waktu dekat acara IJL 2019 akan segera digelar dengan kemeriahan dari 66 tim SSB, sembari menunggu proses rehabilitas lapangan GOR sawangan tersebut. “Semuanya tergantung kondisi lapangan POR Sawangan yang sedang dalam fase perawatan. Kick-off paling cepat 24 Maret, selambat lambatnya awal April. Kita lihat saja progresnya mulai dari sekarang karena soal lapangan IJL sebisa mungkin tidak mau setengah-setengah, kami ingin memberikan wahana terbaik untuk anak-anak,” pungkas Rezza. Berikut adalah daftar tim kontestan IJL 2019: U-9: ASTAM Salfas Soccer Ragunan Soccer School ASIOP Apacinti FU15FA Bina Sentra M’Private Soccer School All Star Galapuri CISS BMIFA Pro:Direct Academy Pelita Jaya SS Indonesia Rising Star Metro Kukusan Garuda Muda Soccer Academy Maesa Cijantung Ocean Stars Serpong Jaya GRT Sitanala Indonesia Muda Utara SoccerEd Cipondoh Putra SSJ Kota Bogor Alba FC Fifa Farmel Sparta Garec’s Remci Kancil Mas Kembangan 8 Putra Agung Young Warrior D’Joe Soccer U-11: ASTAM Salfas Soccer Ragunan Soccer School ASIOP Apacinti FU15FA Bina Sentra M’Private Soccer School All Star Galapuri CISS BMIFA Pro:Direct Academy Pelita Jaya SS Putra Sejati Giras FC Gagak Rimang Maesa Cijantung Ocean Stars Serpong Jaya GMSA Indonesia Rising Star Indonesia Muda Utara Java Soccer Academy GRT Sitanala Tajimalela FA Sparta Remci Young Warrior Satria Muda FA Fifa Farmel Alba FC Brazillian Soccer School Stoni Indonesia Garec’s D’Joe Soccer B24HABS. (IHA)

Empat Sosok Muda ini Dianggap Sebagai Kunci Perubahan PSSI

Bob Hippy, legenda Timnas era 60-an mendukung empat sosok muda untuk membenahi PSSI.

Banyak orang berpikir bahwa ini saatnya bagi PSSI untuk mengadakan perubahan atau revolusi, terutama di dalam tubuh dan pengurus besar PSSI itu sendiri, mengingat beberapa insiden yang akhir-akhir ini terkuak, lengsernya Edy Rahmayadi dan juga kasus terkaitnya PLT Joko Driyono sebagai tersangka dalam tragedy “Match Fixing”. Semenjak itu banyak sekali dorongan dari pihak eksternal untuk merevolusi tubuh PSSI, bahkan salah satu legenda timnas era 60-an Bob Hippy ikut buka suara, Ia menantang para sosok muda untuk keluar dari “Persembunyiannya”. Bob Hippy, pria berusia 71 tahun itu terlihat lelah dengan bobrok yang tak berujung di dalam organisasi sebesar PSSI. “Saya kira PSSI memerlukan sosok yang benar-benar komit membangun sepak bola Indonesia yang bersih dan bertanggung jawab. Ini bukan hanya soal Ketua Umum atau Wakilnya saja tapi juga anggota Komite Eksekutif (Exco),” tegas Bob Jumat (29/2/19). “Juga Asprov di 34 Provinsi. Para voters yang punya hak suara harus pun harus dibekali visi-misi yang jelas, ya apalagi kalau bukan sepak bola bersih,” sambung Bob yang pernah mengoyak gawang Jerman Timur saat masih berseragam Persija Jakarta. Akhir-akhir ini ramai dibahas di kalangan media, mengenai siapa sosok muda yang dinilai memiliki kapabilitas untuk memimpin PSSI. Tercatat ada empat sosok muda yang mendominasi pembahasan tersebut, yaitu: Rezza Mahaputra Lubis (CEO Indonesia Junior League). Ahmad Zaki Iskandar (Bupati Tangerang) Munafri Arifudin (CEO PSM Makassar) Azrul Ananda (CEO Persebaya Surabaya) Siapa saja dan apa saja prestasi empat sosok diatas dalam bidang olahraga, tepatnya cabang olahraga sepakbola di tanah air, sehingga mereka disebut layak untuk me-“Revolusi” organisasi sepakboal terbesar di Indonesia. Ahmad Zaki sendiri jadi salah tokoh pemimpin daerah yang sukses membangun 27 stadion mini di Kabupaten Tangerang. Munafri Arifudin, sepak terjangnya cukup sukses dengan mengkomandoi klub legendaris sekelas PSM Makassar, hanya dalam jangka waktu dua tahun ia mampu mengembalikan marwah Juku Eja. Azrul Ananda, sebelum menjadi orang nomor satu di Persebaya adalah pendiri DBL (Development Basketball League), sosok milenial pula di kalangan media. Rezza Mahaputra Lubis, bersama Indonesia Junior League tengah hebat-hebatnya menyusun kerangka sepak bola Tanah Air lewat investasi di kompetisi level usia muda. Keempat sosok tersebut pun terdengar cocok bagi Bob, bahkan Ia berharap bukan hanya salah satu dari empat sosok tersebut, tetapi semuanya dapat maju bersama untuk melakukan pembenahan total di tubuh PSSI. “Yang paling penting tentunya harus punya waktu yang penuh untuk PSSI artinya tidak memegang jabatan lain. Wawasannya di sepak bola pun harus luas, tidak hanya skala nasional tapi juga Asia hingga Dunia,” ujar Bob di Jakarta. “Kalau mau revolusi ya harus benar-benar dari akarnya, jangan terulang lagi yang sudah, bersih-bersih total,” ujar Bob lagi.Rencananya PSSI akan mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB), ide ini tercetus setelah anggota Komite Eksekutif (Exco) mengadakan rapat di Jakarta (19/2) pasca penetapan Joko Driyono sebagai tersangka. KLB ini pada dasarnya memiliki dua agenda besar, yaitu membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Bagaimana menurut pendapat sobat muda NYSN? silahkan komen dibawah ini. (IHA)

Turnamen Asiana Cup V Kembali Bergulir, Wujud Konsistensi ASS Lakukan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Agus Gumiwang Kartasasmita, Pendiri ASS, membuka Asiana Cup V/2019. Menurutnya pembinaan usia dini sangat penting. (Adt/NYSN)

Jakarta- Turnamen sepak bola usia dini Asiana Cup kembali dihelat di Lapangan Panahan, Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada 2-3 Maret 2019. Asiana Cup merupakan event tahunan yang diselenggarakan Asiana Soccer School (ASS). Tahun ini, turnamen ini telah memasuki penyelenggaraan kelima. Event yang diperuntukan bagi kelompok usia (KU) 10 tahun itu sekaligus merupakan ajang bertemunya anak-anak bertalenta dari berbagai kota dan mancanegara yang siap berlaga secara sportif. Pada Asiana Cup V/2019 diundang 9 SSB (Sekolah Sepak Bola) terbaik dari berbagai kota di Tanah Air, seperti Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Semarang, dan Malaysia. Agus Gumiwang Kartasasmita, Pendiri ASS, mengatakan pembinaan sepak bola usia dini mutlak diperlukan jika Indonesia ingin menorehkan prestasi di level Asia Tenggara maupun Asia. “Penting untuk dilihat dari anak-anak usia dini yakni menanamkan dasar-dasar sepak bola dan menguasai wawasan dalam bermain sepak bola. Karena tidak mungkin mereka bisa berprestasi nantinya tanpa adanya pembinaan usia dini,” ujar Agus Gumiwang usai membuka turnamen Asiana Cup V, di Lapangan Panahan, Kompleks GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (2/3). Ditegaskannya, semua stakeholder yang konsen terhadap sepak bola memiliki tanggung jawab bersama untuk melahirkan pemain yang bagus. “Indonesia tidak pernah kekurangan talenta-talenta muda sepak bola. Dan untuk menciptakan pemain yang memiliki karakter permainan yang bagus dimulai dari usia dini,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) RI itu. Sementara itu, Galih Dimuntur Kartasasmita, Presiden Direktur (Presdir) PT Asiana Raga Prestasi, menyebut dari gelaran Asiana Cup yang telah memasuki tahun kedua, dan penyelenggaraan kelima ini diharapkan lahir bibit pemain usia dini yang nantinya bisa membawa harum nama Indonesia di tingkat internasional. “Kami melihat anak-anak ini merupakan bibit dan masa depan sepak bola bukan hanya di Indonesia, tapi juga Asia. Sehingga kami konsisten menggelar turnamen Asian Cup ini,” jelas Galih. Menurutnya, kunci dari pengembangan sepak bola terdapat di usia dini. Ia mencontohkan keberhasilan tim nasional (Timnas) U-22 yang berhasil menjadi kampiun di ajang AFF tak lepas dari peran pembinaan usia dini. “Ini menjadi tugas dan tanggung jawab dari orang tua, pelatih, dan semua pihak untuk membawa mereka ke level yang lebih tinggi,” tutur Galih. Sedangkan Luthfi Kamal Baharsyah, salah satu skuat Timnas U-22 yang sukses merajai Piala AFF U-22/2019, meminta para pemain tampil penuh semangat tinggi dan bisa menujukan sportifitas ketika bertanding. “Untuk semuanya bisa bermain dengan semangat dan sportif serta jangan takut bermimpi, semoga bisa membela timnas nantinya,” tukas Luthfi. (Adt)

Animo IJL Musim 2019 tak Terbendung, Lebih Dari 1000 Pemain Mengikuti Screening Kloter Pertama

Proses foto untuk mengumpulkan database pemain dalam screening IJL 2019 U-9 dan U-11 kloter pertama di sawangan, depok Minggu lalu (24/02/19). Foto: IJL

Indonesia Junior League (IJL) musim 2019 U-9 dan U-11 akan segera menyemarakkan kompetisi sepak bola usia dini di Indonesia. Ajang ini akan diawali dengan proses screening pemain yang dimulai di hari minggu (24/02/2019) hingga 3 Maret 2019. Proses screening hari pertama untuk kompetisi yang akan diikuti oleh 66 SSB ini dibuka dengan antusiasme yang tinggi. Tercatat lebih dari 1000 calon pemain laga IJL menyerbu lokasi screening yang terletak di Sawangan, Depok. Seperti diketahui Sawangan memang bukan tempat yang baru dikenal dalam dunia sepak bola tanah air. “Nama Sawangan sudah identik dengan Timnas Indonesia khususnya program pengembangan usia muda, setidaknya kehadiran IJL nantinya bisa memberi warna dan gairah baru lebih segar,” ujar Rezza Mahaputra Lubis yang menjabat sebagai CEO IJL. “Sebisa mungkin dari proses screening sampai kick-off kompetisi IJL 2019 bergulir, atmosfer itu yang akan kami bawa utamanya agar anak-anak bisa kenal Sawangan lebih dekat,” tambah Rezza. “Kami kan juga punya tim Elite semacam timnasnya IJL tiap musimnya, semoga dari Sawangan bibit-bibit baru akan lebih banyak bermunculan,” sambung Rezza lagi. Proses tahapan screening akan terbagi menjadi empat tahap mulai dari pengecekan data dokumen, cek gigi, sesi foto sampai validasi finger print. “Banyak dari mereka yang baru menjalani proses screening lewat sesi cek gigi, tidak jarang banyak hal lucu menghampiri. Anak-anak ini kita mereka akan disuntik,” ungkap Rezza seraya tertawa lebar. IJL tetap berlaku secara professional dalam menggelar proses screening ini, salah satunya adalah dengan konsisten menggandeng SSB sebagai mitra strategisnya dan juga menganggap serius pencatatan database pemain sebagai asset jangka panjang dunia sepak bola tanah air. “Tak lain kami ingin lebih menekankan soal profesionalisme ke teman-teman SSB, tidak gampang memang tapi setidaknya dari proses screening yang ketat akan menggambarkan pentingnya database pemain sebagai investasi jangka panjang masa depan sepak bola Indonesia. Harus dimulai sejak usia dini memang, kalau tidak sekarang ya kapan lagi,” tandas Rezza. (IHA)

Mengukir Sejarah, Indonesia Lolos Sebagai Kampiun Pada Ajang Piala AFF U-22 LG CUP 2019

Selebrasi Timnas Indonesia setelah menjuarai ajang Piala AFF U-22 2019 seusai menaklukkan Thailand 2-1 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019). (foto : pojoksatu)

Sejarah baru dalam dunia olahraga Indonesa hari ini telah dicetak dari cabang olahraga Sepakbola, Indonesia berhasil lolos sebagai juara pada ajang Piala AFF U-22 2019 usai menaklukkan Thailand dengan hasil 2-1. Pertandingan final yang diadakan di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019) tersebut diawali dengan kondisi imbang 0-0 pada babak pertama. Walaupun Thailand sempat memimpin pada menit ke 57, tetapi tim merah putih dapat menyamakan keadaan dengan hanya dengan selisih satu menit melalui tendangan Sani Rizki yang membentur pemain bek Thailand. Pada menit ke 63, Osvaldo Haay pun tampil sebagai penentu kemenangan Indonesia dengan sundulannya setelah mendapatkan umpan tendangan bebas dari M. Luthfi Kamal. Meski dalam pertarungan sengit tersebut tim Indonesia harus kehilangan Kapten Bagas Adi Nugroho karena kartu merah, tetapi Indonesia mampu bertahan dan menuntaskan pertandingan tersebut sebagai Juara dengan hasil akhir 2-1 atas Thailand. (IHA)

Farid, Pemuda Asal Ponorogo Meraih Juara 1 Dalam Desain Medali Youth Olympic Games 2018

Muhamad Farid Husein saat menerima penghargaan kompetisi desain medali di Youth Olympic Games, Buenos Aires

Pemuda Indonesia harus merasa bangga, karena ada banyak pemuda yang Kreatif dan berhasil meraih prestasi di dunia internasional, salah satunya adalah Pemuda asal Ponorogo yang bernama Muhamad Farid Husein. Farid yang saat ini berusia 18 tahun berhasil mengalahkan 300 peserta yang berpartisipasi dari 50 negara di seluruh dunia dalam ajang kompetisi desain medali Olimpiade Internasional untuk Youth Olympic Games 2018. Desain medali yang dia namakan Fireworks of Victory tersebut dipilih oleh dewan juri yang terdiri dari Young Change-Makers, Young Reporters, dan anggota International Olympic Committee (IOC). Farid merasa bangga atas prestasi yang diraihnya. “Sungguh suatu kehormatan bagi saya menjadi bagian dari Youth Olympic Games. Saya tak dapat menggambarkan bagaimana perasaan saya menjadi perancang medali yang digunakan oleh semua pemenang. Ini adalah kehormatan bagi saya. Impian yang menjadi nyata.” Ujar Farid yang dikutip dari laman resmi Olimpiade, Olympic.org. Kembang Api adalah inspirasi dasar dari desain medalinya. “Kembang api mewakili kegembiraan dan kemuliaan Youth Olympic Games di mana semua bangsa berkumpl menjadi satu untuk berpartisipasi dan merayakannya. Kembang api terbang ke angkasa, menjadi refleksi bagaimana para atlet muda mencapai impian mereka.” Menurut Anggota Komisi Olahragawan IOC dan anggota dewan juri, Aya Medany, desain Farid benar-benar inspiratif dan dapat menyentuh hati seorang atlet. “Yang terpenting adalah merayakannya setelah menang. Tak ada yang lebih baik daripada merayakannya dengan kembang api. Sungguh menakjubkan memiliki pemenang yang seusia dengan peserta Youth Olympic Games.” Ujar Aya. Farid merupakan peserta termuda yang memenangkan kompetisi ini sejak diadakan pertama kali pada tahun 2010. Sebagai penghargaan, Farid juga diundang untuk menghadiri acara pembukaan dan menyaksikan siapa atlet pertama yang akan dianugerahi medali desainnya tersebut pada ajang Youth Olympic Games di Buenos Aires, ajang olimpiade pemuda terbesar di dunia tersebut. Selain desain Farid, dewan juri juga memilih 2 desain runner up. Di tempat kedua yakni karya Patrick Nair (20) asal Amerika Serikat dengan judul “Making Waves.” Sementara di tempat ketiga merupakan karya Damien Perrin (28) dari Swiss dengan judul “Victory Road.” Semoga Farid dapat menginspirasi pemuda Indonesia yang lain untuk terus berfikir kreatif dan terus mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia Internasional. (IHA)

Pertama Kalinya Summer Youth Olympic ke Empat Akan Diadakan di Senegal, Afrika

Summer Youth Olympic Games 2022 (YOG) ke-empat akan diadakan di Dakar, Senegal, sebuah negara di benua Afrika. Keputusan ini diambil dengan mendapatkan dukungan penuh dari semua anggota International Olympic Commitee (IOC) saat mengadakan pertemuan di Buenos Aires Oktober 2018. Ini adalah pertama kalinya YOG akan diadakan di Afrika. Demi menunjang keputusan ini, ada empat negara di afrika yang terlibat untuk menyeleksi dan menganalisa keputusan ini yang kemudian diajukan ke Evaluation Commission and the Executive Board. Berdasarkan hasil analisa tersebut kemudian ditetapkan bahwa Dakar, Senegal adalah lokasi yang tepat dan sesuai untuk event besar ini. Demi menunjang keputusan ini, ada empat negara di afrika yang terlibat untuk menyeleksi dan menganalisa keputusan ini yang kemudian diajukan ke Evaluation Commission and the Executive Board. Berdasarkan hasil analisa tersebut kemudian ditetapkan bahwa Dakar, Senegal adalah lokasi yang tepat dan sesuai untuk event besar ini. Senegal saat ini memiliki jumlah populasi remaja yang besar, oleh karena itu YOG dinilai tepat untuk melibatkan kaum remaja dalam mengembangkan potensi olahraga dan pemuda di negara tersebut. Saat ini investasi besar telah dipersiapkan untuk meningkatkan potensi olahraga dan kaum muda yang telah dirancang dalam program kerja pemerintahan dan Presiden di Senegal hingga tahun 2035. “Afrika bersatu di belakang Senegal untuk menjadi tuan rumah Youth Olympic Games 2022. Dengan banyaknya kaum remaja dan passionnya di bidang olahraga, sekarang saatnya unjuk gigi bagi Afrika, ini saatnya bagi Senegal.” ujar Presiden IOC Thomas Bach. Kompetisi YOG akan diadakan di tiga kota, yang juga bertujuan untuk menunjukkan Senegal dari berbagai sisinya, yaitu ibukota Senegal itu sendiri Dakar, Diamniadio dan alam Saly yang terkenal akan keindahan pantainya. Presiden Senegal, Macky Sall, juga merasa bangga akan keputusan bersejarah ini. “Senegal dan kaum mudanya bangga dengan kehormatan yang telah diberikan kepada kami, dalam mempercayakan penyelengaraan Youth Olympic Games 2022 di negara kami. Bahkan, seluruh Afrika, tempat kelahiran umat manusia dengan sejarah panjangnya yang juga merupakan benua termuda dari sisi demografis, yang akan menyambut para atlet muda dunia pada tahun 2022.” Ujar Macky di Buenos Aires. Oleh karena itu IOC dan para anggotanya merasa telah mengambil keputusan yang tepat atas akan berlangsungnya YOG di Senegal pada tahun 2022 nanti. (IHA)

Dua Pemain Sepakbola Akademi Tiga Naga Pekanbaru Akan Mengirimkan Pemain U-16 & U-18 ke CD Numancia Spanyol

Presiden CD Numancia, Moises (Kiri) bersama Rudi SInaga (Kanan) pemilik akademi Tiga Naga di Spanyol

Bertemunya pihak akademi Tiga Naga, sebuah klub pembinaan sepakbola di Pekanbaru, Riau dengan pihak CD Numancia di Soria, SPanyol pada Oktober tahun lalu membuka kesempatan bagi pihak Tiga Naga untuk mengirimkan pemainnya berlatih dan bermain di CD Numancia. Rudi Sinaga sendiri selaku pemilik dari Klub Tiga Naga saat itu bertemu langsung dengan Presiden dan pemilik Klub CD Numancia Moises Israel Garzon, tim Segunda Division Spanyol – Liga 2 Spanyol. Dalam pertemuan tersebut ternyata pihak CD Numancia tertarik untuk melihat penampilan dan kualitas para pemain Tiga Naga. “Pihak CD Numancia tertarik dengan pemain kita. Mereka minta untuk dikirimkan,” kata Rudi, Sabtu (9/2/2019). Karena hal tersebut maka mereka sepakat untuk mengirimkan dua pemain Tiga Naga untuk berlatih dan bertanding di kompetisi liga 2 Spanyol tersebut. Pemain yang akan dikirimkan adalah dari kelompok umur U-16 dan U-18, mengenai siapa yang akan dikirimkan Rudi Belum bisa memberikan komentar pasti. Bulan Maret depan Rudi berencana untuk bertolak kembali ke Madrid, Spanyol, untuk mendalami aturan dan prosedur perihal pengiriman pemain bola dari Indonesia ke Spanyol. “Di Madrid kita akan ketemu dengan Pak Moises dan tim. Di situ akan kita finalisasi pengiriman pemain kita ke CD Numancia,” ujarnya. Pihak Tiga Naga juga berterima kasih kepada CEO Uni Papua, Harry Widjaja yang telah berkontribusi untuk menjalin kerjasama antara Akademi Tiga Naga dan CD Numancia, sehingga Tiga Naga dapat menjalankan program pengembangan pemain usia dini dengan maksimal. Dalam jangka panjang, kerjasama antara Tiga Naga, Uni Papua dan CD Numancia akan terus terjalin demi menyaring bibit-bibit muda yang berbakat di kelompok umur U-16 dan U-18 di Indonesia. “Setelah kita dapat, bisa dibina di Akademi Tiga Naga dulu atau langsung ke CD Numancia,” ujarnya. Tidak lupa Rudi juga turut berkomentar mengenai pemain sepakbola Indonesia yang saat ini juga sedang menjalani masa trial di CD Numancia, Osvaldo Ardiles Haay, seorang rising star di Indonesia yang juga merupakan pemain terbaik Liga 1 Musim 2018 di Indonesia. “Kita harapkan semua pihak bisa mendukung langkah Osvaldo Ardiles Haay. Dia pemain bagus yang saat ini butuh pengalaman di luar,” ujar Rudi. (IHA)

Dicoret dari Timnas U-22, Nadeo Argawinata Masuk Daftar Seleksi Timnas U-23

Nadeo Argawinata (kiri) akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Alasan utamanya karena minim jam terbang interasional. (kumparan.com)

Bangkalan- Nadeo Argawinata akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Padahal, Nadeo termasuk pemain yang sejak awal mengikuti pemusatan latihan bersama Andy Setyo dkk. Kondisi ini tentu sangat berat buat kiper 187 cm. Dalam situasi ini, kiper Madura United, Muhammad Ridho Djazulie, memberi dukungan bagi Nadeo. “Saya selalu memberikan support untuk Nadeo. Selama ini, saya dekat dengan dia. Karena dia kiper muda, saya harus selalu memberikan dukungan buat dia,” kata Ridho pada Kamis (14/2). Ridho dan Nadeo pernah berada dalam satu tim di Borneo FC musim lalu. Tak heran keduanya menjalin kedekatan. Mereka selalu bergantian tampil di bawah mistar Borneo FC, saat satu dari keduanya harus membela Timnas Indonesia. Musim ini, Ridho memutuskan meninggalkan tim Pesut Etam. Namun, keduanya terus menjalin komunikasi. Terbaru, Ridho dan Nadeo saling berhadapan saat uji coba Madura United kontra Timnas U-22 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan (12/2). “Saran saya buat dia, tetap semanagat dan bekerja keras. Masih banyak kesempatan. Selalu tetap jaga kondisi dan mulai fokus kembali membela klub,” imbuh Ridho. Nadeo akan kembali memperkuat Borneo FC yang tengah melakukan agenda pramusim. Di klub Pesut Etam, kiper kelahiran Kediri 9 Maret 1997 ini akan kembali bersaing dengan Alfonsius Kelvan dan Gianluca Padenyewu. Timnas U-22 akan mengandalkan tiga kiper dalam turnamen antarnegara ASEAN itu. Mereka adalah Muhamad Riyandi (Barito Putera), Satria Tama (Madura United), dan Awan Setho Rahardjo (Bhayangkara FC). Indra menyebut minimnya pengalaman internasional jadi alasan tercoretnya Nadeo dari skuat akhir yang bakal diboyong ke Kamboja. Diakui Indra bahwa Nadeo tersingkir karena kalah bersaing dari Riyandi. “Riyandi punya pengalaman internasional yang banyak, alasan saya itu,” kata Indra usai sesi latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Kamis sore. Tercoretnya Nadeo memang sempat memancing komentar dari warganet, mengingat kiper jebolan SSB Macan Putih Kediri itu musim lalu cukup kerap dimainkan oleh Borneo FC di Liga 1 Indonesia. Nadeo juga tampil cukup prima ketika menjaga gawang Timnas U-22 dalam laga uji coba terakhir menghadapi Madura United, meski kemasukan gol Slamet Nurcahyo lima menit jelang babak pertama usai. Indra menegaskan gol tersebut bukan menjadi alasan pencoretan Nadeo, sebab penilaiannya menyeluruh termasuk tiap sesi latihan yang diikuti. “Akumulasi semua, ada kesehatan, psikotes, sesi latihan, hingga uji coba. Dari rekapitulasi semua itu, ada yang kita pilih,” ujar Indra. Pun demikian, nama Nadeo, lanjut Indra, masuk daftar 40 pemain yang akan diseleksi kembali saat Timnas U-23 tampil di kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam pada Maret nanti. (Adiantoro)

Kolaborasi DBL-Ardiles, Luncurkan Sepatu Basket Produk Lokal yang Terjangkau

Development Basketball League (DBL) bersama Ardiles, produsen sepatu dalam negeri asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim), meluncurkan sepatu basket berkualitas, dengan harga terjangkau. Bahkan, Ardiles sudah merilis sepatu AD1, signature shoe pebasket profesional pertama di Indonesia, milik Abraham Damar Grahita (tengah). (DBL)

Jakarta- Development Basketball League (DBL) bersama Ardiles, produsen sepatu dalam negeri asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim), meluncurkan beragam sepatu basket berkualitas, dengan harga terjangkau. Terbaru, DBL-Ardiles merilis Pride2. Rilis sepatu generasi kedua seri Pride ini dilakukan di Jakarta, pada Rabu (13/2). Pride2 semakin melengkapi line-up DBL-Ardiles. Setelah kolaborasi ini juga sukses merilis sepatu AZA6 pada Desember 2018. Berlanjut dengan diluncurkannya sepatu AD1, signature shoe pebasket profesional pertama di Indonesia pada 26 Januari 2019. Hadir dengan tiga kombinasi warna, yakni hitam-kuning, merah-hitam, dan hitam-hijau, Pride2 adalah sepatu basket berkualitas, namun dengan harga terjangkau. Sepatu ini tersedia dengan ukuran 39 hingga 47, dan dijual kisaran Rp 300 ribu. “Lewat Pride2, kami ingin terus mengembangkan barisan pilihan sepatu basket berkualitas dengan harga terjangkau. Kami ingin terus mendorong industri pendukung olahraga di Indonesia. Semoga nantinya brand Indonesia bisa menjadi raja di negeri sendiri,” ujar Azrul ‘AZA’ Ananda, founder dan CEO DBL Indonesia, Rabu (13/2). Sepatu AZA6, bukan hanya diperuntukan untuk bermain basket, tapi bisa dikenakan untuk bersekolah maupun bekerja. Berbahan dasar upper pada AZA6 terbuat dari mesh yang berasal dari nilon rajut. Sehingga memberikan sirkulasi udara saat digunakan. Baik saat pertandingan maupun aktivitas lainnya Demi mendukung mobilitas yang tinggi, Megatonic Tech yang terbuat dari poly urathane membuat pijakan kaki saat melakukan drive dan pivot lebih kuat. Selain itu, hitmap dan motif alas kaki herringbone juga mempunyai fungsi untuk mendistribusikan beban yang dikeluarkan sesuai dengan kontur kaki. Dan penggunaan phylon sole untuk meminimalisir terjadinya cedera, juga menjadi keunggulan lain pada sepatu AZA6 ini, seharga Rp 428 ribu. Sedangkan AD1 adalah sepatu basket yang mengutamakan performa, khususnya pemain dengan gerakan cepat. Nama AD1 adalah akronim nama pebasket muda yang sedang melejit yakni Abraham Damar Grahita. Guard 23 tahun skuat klub Stapac Jakarta ini adalah bintang masa depan tim nasional basket Indonesia. Sederet prestasi disandangnya, berpredikat Most Improved Player IBL 2017. Pemuda asal Bangka Belitung itu juga ikut meraih gold medal pada SEABA Championship 2018. Serta Mempersembahkan medali perak di SEA Games 20 17 (Malaysia). Ia juga menjadi andalan di Asian Games 2018. DBL Indonesia dan Ardiles sudah mengembangkan AD1 selama 1,5 tahun. Bahkan, Abraham Damar sudah menjalani proses scan dan cetak kaki untuk membantu risetnya. Sepatu AD1 tersedia dalam tiga kombinasi warna. Hitam-Merah, sesuai warna khas timnya, Stapac Jakarta. Kemudian Merah-Putih, dipakai saat membela Timnas, dan Biru-Orange muda, warna khas DBL Academy. Sepatu ini dijual kisaran Rp 400 ribu. “Saya diundang ke Surabaya, tapi tidak diberi tahu untuk apa. Ketika melihat sepatu itu, saya langsung tidak bisa berkata apa-apa. Bangga, bahagia, terharu,” ungkap Abraham. Ia juga menjadi Pebasket pertama Indonesia yang memiliki signature shoe tersebut. Sementara itu, Kim Pan Seung, Direktur A1 Ardiles, menegaskan bahwa visi dan misi DBL Indonesia dan Ardiles sama. “Yakni ikut mengembangkan basket Indonesia. Ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk show off, bahwa produk lokal juga tak kalah dengan brand luar,” tukasnya. (Adiantoro)

Bocah 14 Tahun Asal Magetan, Pimpin Uji Coba Balapan Asia Talent Cup 2019 di Sepang

Pebalap muda Indonesia, Mohammad Adenanta Putra (14 tahun), tampil gemilang dalam uji coba di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Uji coba yang berlangsung setelah tes pramusim MotoGP itu merupakan persiapan jelang Asia Talent Cup 2019. (otomotifzone.com)

Kuala Lumpur- Pebalap muda Indonesia, Mohammad Adenanta Putra, tampil gemilang dalam uji coba di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Uji coba setelah tes pramusim MotoGP itu, merupakan persiapan jelang Asia Talent Cup 2019. Dalam uji coba itu, Adenanta menjadi pembalap tercepat dalam hasil kombinasi. Remaja kelahiran Magetan, 21 April 2004 itu berhasil mencatatkan waktu putaran lebih cepat 0,5 detik dari pembalap Jepang, Sho Nishimura, di posisi kedua. Mencetak catatan waktu 2 menit 16,293 detik pada sesi kedua, Minggu (10/2), ia sekaligus memecahkan rekor lap miliknya sendiri. Sebelumnya saat hari pertama, Sabtu (9/2), Adenanta membukukan 2 menit 16,737 detik. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh rekan senegara Sho Nishimura, Takuma Matsuyama, yang lebih lambat 0,016 detik. “Tahun lalu, saya belum menunjukan kemampuan secara maksimal. Cedera pada tangan dan sejumlah balapan harus berakhir di gravel, membuat penampilan saya kurang mengilap sepanjang 2018,” ucap Adenanta mengomentari penampilan keduanya di Asia Talent Cup. “Tahun ini saatnya pembuktian. Saya berusaha sebaik mungkin untuk tambil baik. Apalagi, AHM memberi kesempatan saya fokus hanya di kejuaraan ATC,” ujarmya lagi. Hasil positif tersebut tentunya bisa menjadi modal bagus untuk siswa kelas 8 SMPN 2 Parang, Magetan, yang akrab disapa Keceng, jelang musim berlangsung. Berdasarkan jadwal, seri pertama Asia Talent Cup 2019, dimulai di Sirkuit Losail, Qatar, pada 8-10 Maret mendatang. Indonesia memiliki lima pembalap muda yang tampil pada Asia Talent Cup 2019. Selain Keceng, empat pembalap lainnya adalah Afridza Syach Munandar, Muhammad Hildhan Kusuma, Herjun Atna Firdaus, dan Abdul Gofar Mutaqim. Tahun lalu, Mario Suryo Aji, jadi pebalap Indonesia yang gemilang di ajang Asia Talent Cup 2018. Pemuda kelahiran 16 Maret 2004 ini mengakhiri 2018 di peringkat kelima dengan torehan tiga kali podium dan satu kemenangan. Pada 2019, Mario yang juga berasal dar Magetan, tampil pada ajang CEV Moto3 Junior World Championship. (Adiantoro)