5 Petenis Muda Yang Bersinar Sepanjang 2020

Iga Swiatek

Petenis-petenis muda potensial yang muncul sepanjang 2020 memberi sinyal bahaya pada dominasi bintang-bintang senior. Mereka datang sambil mengantarkan kejutan demi kejutan. Rekor demi rekor. Seiring waktu berjalan, pengalaman serta kematangan mereka terasah. Berikut 5 petenis muda paling bersinar sepanjang 2020. Iga Swiatek (Polandia) Iga Swiatek menjadi wajah baru yang paling menonjol di musim tenis tahun ini setelah menjuarai Prancis Terbuka. Petenis Polandia pertama yang menang Grand Slam itu kini menempati peringkat 17 WTA, remaja dengan ranking tertinggi di sektor tunggal putri. Dengan gelar Prancis Terbukanya itu, pemain berusia 19 tahun ini menjadi juara turnamen tunggal termuda sejak Rafael Nadal (2005) dan di sektor tunggal putri sejak Monica Seles (1992).  Menarik melihat kiprahnya di musim tenis tahun depan. Biodata Nama Lengkap: Iga Świątek Tempat/Tanggal Lahir: Warsaw, Polandia/31 Mei 2001 Tinggi Badan: 176 cm Ranking Saat Ini: 17 (singles) Amanda Anisimova (Amerika Serikat) Petenis Amerika Serikat ini menjadi petenis ketiga termuda yang berada di peringkat 100 besar dunia WTA. Amanda Anisimova memulai tahun ini di Auckland Terbuka di mana ia mengalahkan Kateryna Kozlova, Daria Kasatkina, dan Eugenie Bouchard meski harus menyerah di tangan Serena Williams di semifinal. Ia tampil menjanjikan di turnamen Doha, tetapi harus mundur karena cedera. Semenjak Maria Sharapova mengumumkan pensiun di awal tahun 2020, Amanda Anisimova disebut-sebut sebagai calon pengganti petenis asal Rusia tersebut. Biodata Nama Lengkap: Amanda Anisimova Tempat/Tanggal Lahir: Freehold, New Jersey, AS/31 Agustus 2001 Tinggi Badan: 180 cm Ranking Saat Ini: 30 (singles) Carlos Alcaraz (Spanyol) Petenis berusia 17 tahun ini cukup fenomenal di sepanjang 2020. Ia menutup musim sebagai pemain termuda di 600 besar peringkat ATP dengan bercokol di posisi 141 dunia. Petenis Spanyol ini memulai 2020 dengan memenangkan 14 dari 15 pertandingan pertamanya di sirkuit ITF Future. Carlos Alcaraz kemudian memenangkan 20 dari 24 pertandingan terakhirnya di level ATP Challenger. Dari situ, ia membawa pulang tiga gelar, yakni di Triester, Barcelona, dan Alicante. Dalam debut turnya di Rio de Janeiro, ia menjadi petenis kelahiran 2003 pertama yang memenangkan pertandingan ATP. Biodata Nama Lengkap: Carlos Alcaraz Tempat/Tanggal Lahir: El Palmar, Murcia, Spanyol/5 Mei 2003 Tinggi Badan: 185 cm Ranking Saat Ini: 141 (singles) Jannik Sinner (Italia) Jannik Sinner mencapai peringkat ATP terbaiknya yakni ranking 37 pada November 2020 lalu. Di 2019, ia memanjat naik dari peringkat 553 dunia hingga peringkat 78 di akhir musim. Tahun ini pun ia meloncati lebih dari 40 peringkat. Pemain berusia 19 tahun ini memenangkan pertandingan pertamanya di babak utama Grand Slam ketika berlaga di Australia Terbuka. Biodata Nama Lengkap: Jannik Sinner Tempat/Tanggal Lahir: San Candido, Italia/16 Agustus 2001 Tinggi Badan: 188 cm Ranking Saat Ini: 137 (singles) Felix Auger-Aliassime (Kanada) Meski bukan tahun terbaik Felix Auger-Aliassime, di penghujung 2020 petenis berusia 20 tahun ini sanggup mempertahankan posisinya di ranking 20 besar dunia. Ia mencapai final secara back-to-back di Rotterdam dan Marseille sebelum hiatus karena pandemi. Di AS Terbuka, untuk pertama kalinya ia mencapai babak keempat di turnamen Grand Slam. Ia juga mengusir pulang eks petenis nomor satu dunia, Andy Murray saat mencapai babak 16 besar. Patut dinanti apakah di musim 2021 Felix Auger-Aliassime mampu mengakhiri puasa gelarnya. Biodata Nama Lengkap: Felix Auger-Aliassime Tempat/Tanggal Lahir: Montreal, Kanada/8 Agustus 2000 Tinggi Badan: 193 cm Ranking Saat Ini: 21 (singles) (sumber: IndoSport)

Jadwal “Reschedule”, Shin Tae-yong Susul Timnas U-19 ke Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19

Pertandingan pembuka uji coba Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 di Spanyol batal digelar sesuai rencana. Garuda Muda seharusnya menghadapi Gimnastic Tarragona, Minggu (3/1/2021). Pertandingan yang rencananya digelar di Stadion Gimnastic Tarragona tersebut digeser menjadi hari Kamis (7/1/2021). Sementara empat pertandingan lainnya tak mengalami perubahan jadwal. Asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto mengatakan bahwa dengan adanya perubahan jadwal uji coba ini timnya tidak ada masalah. Malah hal ini ia manfaatkan untuk menambah proses adaptasi para pemain di Spanyol. “Ya kami tidak jadi menjalani uji coba pada hari Minggu (3/1/2021). Dengan ini kami kembali menambah porsi latihan untuk persiapan uji coba hari Kamis (7/1/2021) mendatang,” kata Nova Arianto, dilansir dari laman resmi PSSI. Dengan begitu, pertandingan melawan Lleida Esportiu U-19 yang seharusnya menjadi rintangan kedua akan menjadi uji coba pertama Timnas Indonesia U-19. Laga yang akan dihelat di Stadion CE Futbol Salou, dijadwalkan pada Selasa (5/1). Timnas Indonesia U-19 berangkat ke Spanyol dari Jakarta pada Sabtu (26/12/2020). Mereka tiba pada Minggu (27/12) siang, waktu Spanyol, setelah menempuh perjalanan selama 18 jam. Nova Arianto mengambil alih komando Shin Tae-yong yang sedang menangani Timnas Indonesia U-23 yang juga sedang berlatih di Jakarta. Kini latihan Timnas U-23 sudah selesai dan dibubarkan akhir tahun lalu. Alhasil, Shin Tae-yong bisa menyusul Timnas Indonesia U-19 ke Spanyol, Minggu (3/1/2021) malam WIB. “Shin Tae-yong (Minggu, 3 Januari) malam berangkat ke Spanyol untuk menyusul Timnas Indonesia U-19,” kata Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri, dilansir dari Detik Sport. Timnas Indonesia U-19 menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Negeri Matador sampai dengan 31 Januari 2021 mendatang. TC ini merupakan rangkaian persiapan Timnas Indonesia U-19 untuk berlaga di Piala AFC U-19 pada Maret 2021 di Uzbekistan. Jadwal Terbaru Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-19 di Spanyol 5 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Lleida Esportiu U19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 7 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Gimnàstic Tarragona Venue: Gimnàstic Tarragona Stadium 11 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Sabadell U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 20 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Ceuta U-19 Venue: Field CE Futbol Salou 27 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Arab Saudi U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou

Disorot FIFA, Zahra Muzdalifah Disebut Prospek Sepak Bola Wanita Indonesia

Zahra Muzdalifah

Federasi Sepakb Bola Dunia (FIFA) baru-baru ini memuat sebuah artikel yang mengangkat sosok Zahra Muzdalifah. Melalui situs resminya, FIFA merilis artikel tentang Zahra dan menyebutnya sebagai pemain paling berprospek di sepak bola wanita Indonesia. Disadur dari fifa.com pada Sabtu (26/12/2020), Zahra Muzdalifah menceritakan pengalaman kariernya sebagai pesepak bola wanita. Kepada FIFA dia mengatakan telah mencetak gol pertama bagi timnas di usia 17 tahun. Saat itu, Zahra bermain untuk Timnas Wanita Indonesia di ajang Piala AFF Wanita 2018 melawan Filipina. Laga itu sendiri berakhir dengan skor imbang 3-3 dan membuat Timnas Wanita Indonesia tidak lolos karena sebelumnya mereka bermain imbang dan mengalami dua kekalahan. “Itu (saat melawan Filipina) adalah gol pertama yang saya cetak dengan sundulan. Saya pikir semua gol saya untuk tim nasional sejauh ini adalah sundulan. Kami tidak bermain buruk, tapi sayang kami gagal menang,” ucap Zahra. Dalam tulisan FIFA tersebut, Zahra disebut terus tampil mengesankan setelah membela Timnas Wanita Indonesia di Piala AFF 2018. Sebab, dia mampu menunjukkan tajinya di Asian Games 2018. Nasib Timnas Wanita Indonesia pun lebih baik karena sempat meraih kemenangan 6-0 melawan Maladewa. Di laga itu, Zahra berhasil mencetak dua gol. “Bahkan sekarang ketika saya mengingat momen itu, saya merinding. Lagipula, gol-gol itu dicetak untuk negara kami. Tentu saja, para pendukung telah bernyanyi untuk kami dan meningkatkan semangat kami,” ucapnya. Dalam perkembangan sepak bola wanita, Zahra adalah salah satu pemain yang terus ikut andil. Pasalnya, dia juga digaet Persija Putri untuk bermain dalam kompetisi Liga 1 Putri 2019. Sebagai bintang baru, Zahra memberikan pengaruh positif di skuat Persija Putri. Dia sempat membuat dua gol ketika Persija mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-1. Akan tetapi, Zahra mengalami cedera karena terjadi robekan di otot trisep. Hal itu membuatnya harus absen di sisa musim. Walau begitu, FIFA mengatakan bahwa penampilan Zahra yang brilian untuk klub dan timnas membuatnya sebagai salah satu pemain yang menjadi prospek terpanas di sepak bola wanita Indonesia. Pada kesempatan ini, Zahra juga menegaskan bahwa sepak bola wanita d Indonesia bisa berkembang pesat dan dapat memproduksi atlet top seperti Susy Susanti di cabang olahraga bulutangkis “Jika kita memberi kepercayaan kepada pemain wanita dan jika mereka diberi banyak peluang, maka perkembangan akan cepat. Saat ini sepak bola wanita sedang meningkat cepat dan saya yakin kami bisa lebih besar di masa depan. Kami bisa memproduksi Susy Susanti versi sepak bola wanita,” pungkasnya. Di luar lapangan hijau, dara yang kini berusia 19 ini memiliki kesibukan sebagai seorang YouTuber. Diketahui, Zahra memiliki sebuah channel Youtube bernama Zahmuz Official dengan jumlah subscriber saat ini sebanyak 145 ribu. Selain YouTube, Zahra juga aktif di Instagram, ia memiliki followers sebanyak 878 ribu di Instagram yang memiliki username @zahmuz12. Biodata Nama Lengkap: Zahra Muzdalifah Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 4 April 2001 Posisi: Sayap kiri/striker Klub: Persija Putri Pesepakbola Favorit: Marta Vieira da Silva, Neymar, Alex Morgan Klub Sepak Bola Favorit: Rosengard FC

Piala Dunia U-20 Ditunda, Timnas U-19 Tetap TC di Spanyol

Shin Tae-yong & Timnas U-19

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 tak mengubah pemusatan latihan/training camp (TC) ke Spanyol meski Piala Dunia U-20 pada 2021 secara resmi ditunda oleh FIFA ke 2023. PSSI tetap memberangkatkan pemain dan staf kepelatihan untuk menggelar TC hingga 31 Januari 2021 nanti. “PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, membenarkan program latihan ke Spanyol tak mengalami perubahan. TC ini merupakan tanggung jawab PSSI dalam membina pemain untuk masa depan. Di samping itu, PSSI juga tetap harus mempersiapkan para pemain U-19 karena masih ada satu turnamen lagi yang hingga saat ini belum mengalami perubahan yakni Piala AFC U-19 di Uzbekistan pada Maret 2021. “Maret kan ada AFC Cup di Uzbekistan, Insya Allah mereka akan ikut di AFC Cup di bulan Maret. Insya Allah kita menganggap mereka yang terbaik. Pada saat nanti anak-anak inilah yang akan menjadi pemain timnas U-23, senior, di waktu yang akan datang dan menjadi andalan kita,” katanya. Sementara itu, pelatih Timnas U-19 Shin Tae-yong akan menyusul ke Spanyol pada 2 Januari 2021 mendatang. Hal ini karena pelatih asal Korea Selatan tersebut masih memimpin timnas Indonesia persiapan SEA Games 2021 yang saat ini masih menjalani TC di Jakarta. “Timnas U-19 akan didampingi Direktur Teknik (Indra Sjafri) dan tiga pelatih lokal (Nova Arianto, Alex Alda, Sahari Gultom). Saya beserta tim pelatih asal Korea Selatan akan menyusul pada 2 Januari mendatang usai TC timnas Indonesia persiapan SEA Games berakhir,” kata Shin Tae-yong. Sebelumnya, pelatih asal Korea Selatan itu diagendakan akan ikut langsung bersama anak-anak asuhnya dari Jakarta. Namun, akhirnya ia memilih untuk memimpin lebih dulu pemusatan latihan timnas U-23 yang berlangsung hingga akhir bulan ini. Skuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 Untuk TC di Spanyol:

Resmi Berdiri Sendiri, Pabersi Kalsel Canangkan Regenerasi Atlet

Bendera dan Logo dari Pabersi

PabersiSetelah resmi berpisah dari Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI), cabang olahraga angkat berat kini berkibar dengan organisasi tersendiri. Yakni, Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi). Sebagai langkah awal, para pengurus baru mencanangkan sebuah program untuk regenerasi atlet mereka. Guna menjalankan hal tersebut, Pengurus Pusat (PP) Pabersi langsung membentuk kepengurusan di tingkat provinsi. Di Kalsel, Pengprov Pabersi Kalsel diketuai oleh Bara Mahaputra dan telah dilantik secara virtual di Aula Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalsel, Minggu (26/12). Bara menuturkan pihaknya akan berupaya memprogramkan regenerasi atlet angkat berat khususnya di Banua. “Program ini merupakan jangka panjang. Pasalnya, untuk cabang olahraga (cabor) angkat berat, Kalsel memang masih banyak prestasi,” ungkap Bara, dilansir dari Prokal. Ditambahkan Bara, oleh karena itu program regenerasi harus dijalankan sesegera mungkin. “Yakni, dengan mendata para atlet angkat berat usia muda yang ada di Kalsel. Saya yakin, para atlet angkat berat usia muda tersebut, mampu mengangkat nama Kalsel di kancah nasional dan internasional,” ujarnya. Lebih lanjut, Pengprov Pabersi Kalsel bertekad untuk menyumbangkan atletnya untuk berlaga pada Kejuaraan Angkat Berat Asia 2020 di Sumatera Utara, Maret tahun depan. “Setelah mendata atlet, kami akan langsung bentuk tim guna berangkat ke kejuaraan tersebut. Dengan waktu yang cukup minim ini, mudah-mudahan para atlet angkat berat Kalsel bisa meraih prestasi yang membanggakan,” harapnya. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kalsel, Enly Hadianor, mengapresiasi kesungguhan Pengprov Pabersi Kalsel dalam membina cabor angkat berat. “Tentu akan kami dukung program-program Pabersi Kalsel. Pasalnya, cabor ini merupakan potensi prestasi buat Kalsel,” tandasnya.

Timnas U-16 Kemungkinan Besar Diambil Alih Shin Tae-yong

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 Bersama Para Staf Kepelatihan

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) secara resmi telah mengumumkan bahwa pelaksanaan Piala Dunia FIFA U-20 putra edisi 2021 diundur menjadi tahun 2023. Pandemi virus corona yang tak kunjung usai jadi penyebabnya. Keputusan FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 2021 membuat PSSI mulai mempertimbangkan untuk menyiapkan skuad timnas Indonesia U-16 yang nantinya akan diturunkan di turnamen tersebut di edisi 2023. Kebijakan FIFA ini memberikan pengaruh terhadap timnas U-19 yang sejak awal disiapkan untuk Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20. Dengan adanya pembatalan ini, tentunya timnas U-19 kini hanya fokus ke Piala Asia U-19 yang akan berlangsung di Uzbekistan pada Maret 2021. Sedangkan untuk Piala Dunia U-20 2023 sudah tidak memungkinkan dari segi usia. Pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyebutkan, dari 30 pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan/training camp (TC) timnas U-19 di Spanyol, sebagian besar akan melewati usia di atas 20 tahun. “Pertama, untuk yang U-19 berangkat, ada tiga pemain yang masih bisa bermain di Piala Dunia 2023. Ada Kakang Rudianto, Erlangga Setyo. Kemudian anak-anak ini juga dari direktur teknik merekomendasi sebagian akan bisa menjadi pemain timnas untuk SEA Games 2021,” ujar Yunus diwartakan laman Antara. Kondisi itu tidak menutup kemungkinan Shin Tae-yong bakal mengambil alih timnas U-16 yang ditangani Bima Sakti, dan sedang dipersiapkan menghadapi Piala Asia U—16 di Bahrain. Timnas U-16 dijadwalkan kembali menjalani TC pada awal 2021. Hanya saja, Yunus belum bisa memastikan kemungkinan tersebut direalisasikan. Yunus menyatakan, PSSI dalam waktu dekat akan menggelar rapat komite eksekutif (Exco) untuk membahas program timnas di semua kelompok umur. “Setelah tahun baru, Ketum PSSI akan menyampaikan ke Exco kembali untuk membuat program penyiapan di tahun yang akan datang, ketika ada perubahan jadwal Piala Dunia,” jelas Yunus. Di lain sisi, PSSI juga tidak mengabaikan timnas U-19. Mereka tetap disiapkan dengan serius untuk melakoni Piala Asia U-19. Selain itu, pemain yang ada sekarang merupakan cikal bakal skuad senior untuk masa mendatang. “PSSI tetap bertanggung jawab untuk membina anak-anak. Tetapi yang lebih penting, anak anak ini yang akan menjadi cikal bakal masa depan pemain timnas Indonesia,” tegas Yunus. Timnas U-16 sendiri telah menyelesaikan pemusatan latihan di Yogyakarta sejak 6 hingga 23 Desember. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi gelaran Piala AFC U-16 di Bahrain 2021 nanti.

Ini Lawan Timnas Indonesia U-19 Selama TC di Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 Saat Melakukan Latihan Ringan di Spanyol.

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 saat ini menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol. TC edisi ketiga ini dilaksanakan sebagai persiapan Garuda Nusantara mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang berlangsung pada Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Anak asuh Shin Tae-yong tersebut dijadwalkan bakal memainkan lima laga uji coba selama menjalani pemusatan latihan (TC) di Spanyol sampai 31 Januari mendatang. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyebut telah menyiapkan lima calon lawan uji coba Garuda Muda sudah disiapkan PSSI. Termasuk dengan pengaturan jadwal pertandingan uji cobanya. “Kami sudah mendapatkan info bahwa timnas U-19 akan melawan sejumlah klub di Spanyol dan tim Arab Saudi. Tentu ini lawan-lawan yang bagus dan kuat bagi timnas U-19,” kata Iriawan, dilansir laman resmi PSSI. “TC di Spanyol, kami harap dimanfaatkan dengan baik oleh pemain. Mereka harus bekerja keras dan terus bersemangat demi torehan positif di Piala AFC U-19. PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya,” tambahnya. Agenda uji coba timnas U-19 di Spanyol akan dimulai pada awal Januari. Gimnastic Tarragona dijadwalkan menjadi lawan pertama Timnas U-19, Minggu (3/1/2021). Mereka adalah peserta Segunda Division B atau kasta ketiga kompetisi sepakbola di Spanyol. Dua hari kemudian, mereka akan menghadapi Lleida Esportiu. Sama seperti Gimnastic Tarragona, juga merupakan peserta Segunda Division B. Baru pada uji coba ketiga Timnas Indonesia U-19 mendapatkan lawan dari kasta teratas kompetisi U-19. Adalah Sabadell U-19 dari División de Honor Juvenil de Fútbol yang bakal menguji kemampuan Timnas U-19 pada kesempatan ketiga. Lalu dilanjutkan dengan uji coba dengan peserta División de Honor Juvenil de Fútbol yakni Ceuta U-19. Uji coba Timnas U-19 kemudian ditutup dengan pertandingan melawan Arab Saudi U-19. Semua pertandingan rencananya akan digelar di Stadion CE Futbol Salou yang terletak di Kota Salou, tempat Timnas U-19 menggelar TC di Spanyol. Khusus pertandingan pertama saja yang akan dimainkan di Stadion Gimnastic Tarragona. Jadwal uji coba Timnas Indonesia U-19 di Spanyol 3 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Gimnàstic Tarragona Venue: Gimnàstic Tarragona Stadium 5 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Lleida Esportiu U19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 11 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Sabadell U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou 20 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Ceuta U-19 Venue: Field CE Futbol Salou 27 Januari 2021: Indonesia U-19 vs Arab Saudi U-19 Venue: Stadium of CE Futbol Salou

Lewat PON Papua, PBESI Siap Jaring Atlet Muda Berpotensi

Logo Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI).

Meski baru akan digelar tahun depan, Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) merencanakan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021, di Papua, sebagai ajang untuk menjaring talenta-talenta baru di arena eSports dan sekaligus menjadi arena pemanasan sebelum mengirim atlet eSports Indonesia ke kejuaraan international. Beberapa waktu lalu Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, mengungkapkan rencananya untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PBESI, untuk mempertandingkan cabang olahraga elektronik (eSports) di PON 2021. PBESI pun merespons hal tersebut dan meyakini pesta olahraga multicabang tingkat nasional itu akan menjadi tempat yang bagus untuk mencari atlet-atlet muda eSports dari seluruh Indonesia. “Dalam waktu dekat akan ada event PON di Papua, pada 2021. Event ini akan menjadi ajang untuk anak-anak muda di bawah naungan PB Esports Indonesia untuk unjuk gigi dan menjadikannya sebagai ajang pemanasan,” kata Ketua Harian PBESI, Bambang Sunarwibowo, dilansir dari Warta Kota. Pemanasan yang dimaksud adalah agar PON bisa menjadi ajang untuk mengasah kemampuan agar atlet-atlet Indonesia memiliki kesiapan yang bagus untuk bertanding di berbagai kejuaraan internasional. “Ini menjadi tolok ukur anak-anak muda untuk mengasah kemampuan. Seperti kita ketahui bersama, di luar negeri sana, kualitas atlet eSports juga bagus,” ujar Bambang. Sebelum menjadikan PON 2021 sebagai ajang mengasah kemampuan atlet-atlet eSports Indonesia, Bambang menyatakan bakal menjaring bibit-bibit eSports dengan melakukan roadshow ke sejumlah daerah. Rencananya, PBESI akan melakukan pembinaan, mengakomodasi segala kebutuhan atlet eSports, mulai dari sumber daya dan lainnya, demi menunjang kemampuan bermain mereka. ”Maka dari itu kami akan mencari bibit-bibit ini untuk bertanding di PON 2021 yang digelar di Papua. Mereka akan kami bina terlebih dulu. Kami melatihnya terlebih dulu. Kami memfasilitasinya demi menunjang kemampuannya,“ ujarnya. Pengurus Besar eSports Indonesia sendiri telah diresmikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga pada awal tahun ini, tepatnya pada 18 Januari 2020 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, dan menunjuk Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Pol (Purnawirawan) Budi Gunawan sebagai ketua umum. Meski baru dibentuk, namun PBESI sudah mengemban tanggung jawab untuk membuat regulasi resmi yang mengatur eSports Indonesia agar lebih jelas dan terarah, termasuk pula perlindungan kepada para pemain dan tim. Dengan adanya regulasi dan perlindungan, maka diharapkan prestasi eSports Indonesia di kancah internasional pun bisa mengikuti.

Lalu Muhammad Zohri Masuk Daftar 30 Pemuda Berprestasi di Asia

Lalu Muhammad Zohri

Pelari andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, berhasil masuk ke dalam daftar 30 pemuda potensial di Asia versi media kenamaan Singapura, The Straits Times. Straits Times merilis 30 nama pemuda Asia dan berusia di bawah 30 tahun yang dinilai menonjol karena prestasi di bidang mereka masing-masing, seperti olahraga, meraih penghargaan, hingga ide bisnis yang brilian. Ada 5 kategori yang diumumkan, dan Zohri masuk ke dalam kategori olahraga. Selain Zohri, ada sembilan atlet lain seperti juara grand slam US Open 2020 Naomi Osaka, pemain depan Tottenham Hotspurs, Son Heung-min, hingga tunggal putri nomor tujuh dunia asal India, P.V. Sindhu. “Beberapa nama besar yang menginspirasi dengan prestasi mereka. Yang lainnya mengabdikan diri membantu sesama yang kurang mampu,” tulis Straits Times. “Daftar ini juga menghormati orang-orang yang mengalami awal yang sulit, yang dengan bakat dan kecerdasannya membuat kami percaya mereka berpotensi bersinar serta melambung,” ucap Straits Times menambahkan. Zohri jadi buah bibir setelah menyabet emas dalam Kejuaraan Dunia Junior U-20 di Finlandia pada Juli 2018 dengan catatan waktu 10,18 detik. Prestasi tersebut membuat pelari asal Nusa Tenggara Barat tersebut melambung. Tak hanya jadi pembicaraan di Indonesia, Zohri jadi bahan perbincangan dunia. Namanya semakin melambung saat Zohri dan kawan-kawan meraih medali perak nomor estafet Asian Games XVIII/2018. Setahun kemudian, Lalu Muhammad Zohri mengukuhkan diri sebagai pelari tercepat di Asia Tenggara usai memecahkan rekor Suryo Agung Wibowo. Rekor tersebut dipecahkan Lalu Muhammad Zohri pada semifinal Kejuaraan Atletik Asia 2019. Kala itu, dia mencatat waktu 10,13 detik. Lalu Muhammad Zohri lebih cepat 0,4 detik dari Suryo Agung Wibowo yang memegang rekor pelari tercepat di Asia Tenggara sejak 2009. Pencapaian terbesar lain pelari berusia 20 tahun itu adalah lolos Olimpiade 2020 di Tokyo yang digelar 2021 mendatang. Zohri akan tampil di Olimpiade Tokyo setelah meraih perunggu di nomor 100 meter Seiko Golden Grand Prix 2019 dengan catatan waktu 10,03 detik. Dengan waktu tempuh tersebut, Zohri tidak saja memecahkan rekor nasional di nomor 100 meter, tetapi juga catatan waktu di Asia Tenggara. Selain Zohri, ada nama pianis muda berdarah Indonesia, Joey Alexander, yang kini telah menetap di Amerika Serikat. Joey kian bersinar setelah masuk nominasi ajang bergengsi Grammy Awards. Lalu, Faye Simanjuntak yang juga masuk daftar untuk kategori “Politics & Civil Society”. Daftar 30 Pemuda Berprestasi di Asia versi The Straits Times: Category: Arts & Entertainment Boram – YouTuber Han Hyun-min – Model Joey Alexander – Musician Kamal Singh – Ballet dancer Kim Na-young – Webtoon artist Kimmese – Singer/songwriter Pasha Cas – Street artist Prateek Kuhad – Singer/songwriter Category: Business & Social Entrepreneurship Adamas Belva Syah Devara – Entrepreneur Louise Emmanuelle Mabulo – Social entrepreneur Nana Matsuoka – Social entrepreneur Okka Phyo Maung – Social entrepreneur Tilak Mehta – Entrepreneur Category: Politics & Civil Society Faye Simanjuntak – Human rights activist Heidy Quah – Refugee rights activist Howey Ou (Ou Hongyi) – Climate activist Ryu Ho-jeong – Lawmaker Syed Saddiq Syed Abdul Rahman – MP, former minister Category: Science & Tech Ray Chiu Po-jui – Entrepreneur Carvey Ehren Maigue – Student/inventor Category: Sports Juju Noda – Racing driver Ko Jin-young – Golfer Lalu Muhammad Zohri – Sprinter Margielyn Didal – Professional street skateboarder Naomi Osaka – Tennis player Nor Diana – Wrestler P.V. Sindhu – Badminton player Pratima Sherpa – Golfer Son Heung-min – Footballer Wang Jianjiahe – Swimmer

Shin Tae-yong Panggil 30 Nama Untuk TC di Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19

PSSI secara resmi telah mengumumkan 30 nama yang akan diboyong oleh pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong, untuk mengikuti pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol. Rencananya, skuat Garuda Muda akan bertolak ke Negeri Matador pada Sabtu (26/12/2020). Dari 30 nama tersebut, tiga diantaranya merupakan pemain yang berkarier di luar negeri. Shin Tae-yong memberi mereka kesempatan untuk menyusul ke Spanyol dan bergabung bersama skuad Timnas U-19 lainnya. Ketiga pemain tersebut ialah Witan Sulaeman (FK Radnik Surdulica), Elkan Baggott (Ipswich Town FC), dan Kelana Noah Mahessa (Bonner SC). Shin Tae-yong mengatakan bahwa 30 pemain dipilih berdasarkan penilaiannya selama pemusatan latihan. Selama di Spanyol, Garuda Nusantara akan melakoni beberapa laga uji coba hingga 31 Januari 2021 mendatang. “Kami memilih 30 pemain untuk dibawa ke Spanyol. Pemain saat ini dalam kondisi bagus dan terus mengalami perkembangan yang positif setiap harinya. Saya yakin selama di Spanyol, fisik, teknik, dan permainan timnas U-19 akan makin meningkat,” kata Shin Tae-yong, dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, dalam 30 pemain yang dipilih Shin Tae-yong, tidak terdapat nama Bagus Kahfi dan Jack Brown. Bagus Kahfi masih menjalani rehabilitasi terkait cedera lamanya, sementara Jack Brown tidak bisa ikut ke Spanyol lantaran baru saja menderita cedera ACL saat berlatih bersama timnas U-19. Adapun TC di Spanyol ini merupakan TC di luar negeri jilid ketiga bagi Timnas Indonesia U-19. Sebelumnya, Shin Tae-yong telah membawa Timnas Indonesia U-19 TC di luar negeri, yakni Thailand dan Kroasia. TC di Thailand digelar pada Februari 2020, sementara berada Kroasia selama dua bulan lamanya, tepatnya sejak akhir Agustus hingga awal November. Rangkaian TC di luar negeri ini merupakan persiapan Garuda Muda mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang berlangsung pada Maret 2021 mendatang di Uzbekistan dan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2021. Daftar 30 Nama Pemain yang ikut TC ke Spanyol: Rizky Ridho – Persebaya Erlangga Setyo – Persib Bagas Kaffa – Barito Putera Mohammad Kanu – Babel United M. Adi Satrio – PSMS Mochammad Supriadi – Persebaya Irfan Jauhari – Bali United Pratama Arhan – PSIS Braif Fatari – Persija Bayu M Fiqri – Persib Khairul Imam Zakiri – Gymnastica Cueta Saddam Gaffar – PSS Sleman Muhammad Fadhil- Semen Padang Sandi Samosir – Persija Arya Gerryan – Borneo FC Andre Oktaviansyah- Komang Teguh – Borneo FC David Maulana – Barito Putera Moh. Bahril Fajar – PSIS Salman Alfarid – Persija Rendy Juliansyah- Titan Agung Bagus – Arema Kakang Rudianto – Persib Alfrianto Nico – Persija Genta Alparedo – Semen Padang Fajar Fathur Rahman – Borneo FC Pualam Bahari – Borneo FC Witan Sulaeman – FK Radnik Surdulica Elkan Baggott- Ipswich Town FC Kelana Noah Mahessa- Bonner SC

Breaking News! FIFA Resmi Tunda Piala Dunia U-20 dan U-17

Logo FIFA

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) akhirnya memberikan kejelasan mengenai kelanjutan Piala Dunia FIFA U-20 dan Piala Dunia FIFA U-17 putra edisi 2021. Akibat pandemi COVID-19 yang belum juga mereda, Biro Dewan FIFA hari ini (24/12/2020) akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan dua ajang bergengsi bagi para pemain muda tersebut menjadi tahun 2023. Mengutip pernyataan di laman resmi FIFA, pandemi COVID-19 terus menghadirkan tantangan bagi penyelenggaraan acara olahraga internasional dan berdampak pada pembatasan perjalanan internasional. Oleh karena itu, FIFA secara teratur berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk Asosiasi Anggota tuan rumah serta Konfederasi yang terlibat dalam kedua turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada tahun 2021. Dengan demikian, menjadi jelas bahwa situasi global saat ini gagal untuk dinormalisasi ke tingkat yang memadai dalam mengatasi tantangan terkait dengan penyelenggaraan kedua turnamen, termasuk kelayakan jalur kualifikasi yang relevan. Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengapresiasi dan menghormati keputusan FIFA, mengingat kelancaran acara serta keselamatan dan keamanan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2021 adalah prioritas utama. “Sebetulnya seluruh persiapan terkait penyelenggaraan dan menyambut Piala Dunia U-20 Indonesia tahun 2021 sudah kami lakukan dengan maksimal dan matang. PSSI menghormati dan mendukung keputusan FIFA untuk membatalkan Piala Dunia U-20 FIFA pada tahun 2021. Bersama dengan FIFA, INAFOC, dan kota-kota tuan rumah di seluruh Indonesia, PSSI berharap dapat bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk menyelenggarakan turnamen edisi berikutnya pada tahun 2023,” kata Iriawan. Iriawan pun berharap dengan pembatalan ini, Timnas Indonesia bisa memanfaatkan waktu untuk mematangkan persiapan sebelum bertanding di turnamen 2023 mendatang. “Menyusul pembatalan Piala Dunia U-20 FIFA pada 2021, Timnas yang akan kita persiapkan nantinya, dapat memanfaatkan waktu tambahan dan melanjutkan program untuk persiapan Piala Dunia U-20 FIFA pada 2023. Saya berharap semoga persiapannya bisa lebih menyeluruh, matang, dan nanti bisa menjadi juara,” tambah Iriawan. Sementara itu, Wakil Ketua PSSI, Iwan Budianto, menyatakan bahwa FIFA akan terus berkoordinasi dengan PSSI dan Local Organizing Committee (LOC) demi kelancaran ajang ini di tahun 2023. “Agar pada tahun 2023 program akan berjalan dengan lancar, komunikasi dan koordinasi yang erat antara FIFA, PSSI, dan LOC tetap berjalan. Sesuai keputusan Biro Dewan FIFA, PSSI segera melapor kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, sembari menunggu surat resmi tentang pembatalan ini dari FIFA,” kata Iwan. Iwan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua INAFOC menambahkan, PSSI sangat mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2021 dan memastikan koordinasi antara PSSI dan INAFOC terus berjalan dengan lancar. “PSSI mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia khususnya Presiden Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan semua pihak yang telah mendukung persiapan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2021. PSSI dan LOC akan terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan INAFOC untuk memastikan semuanya berjalan lancar di tahun 2023,” tutup Iwan.

Dukung Pengembangan Olahraga, Pemkab Gunungkidul Siapkan Sport Center

GPC Sport Center

Pemerintah Kabupaten (Pengkab) Gunungkidul sedang menyiapkan sebuah rencana untuk membangun lebih banyak sport center guna mendorong lahirnya atlet-atlet olahraga khususnya dari wilayah Gunungkidul yang berprestasi di tingkat nasional. Menurut anggota Komisi VII DPR, Gandung Pardiman, pihaknya terus mendorong anggaran di Kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) terkait pembangunan sport center tersebut. Ini lantaran anggaran di daerah tidak memungkinkan dan harus berusaha keras memberikan wadah bagi atlet untuk bisa berlatih dengan saran standar nasional dan internasional. “Ternyata banyak atlet luar biasa lahir di Gunungkidul. Bahkan untuk tenis lapangan, kita memiliki  atlet junior tingkat nasional. Ini harus diperhatikan bersama,” ujar Gandung, Minggu (20/12/2020), dilansir dari iNews.id. Dijelaskannya, upaya mendorong anggaran dari pusat ini dilakukan agar atlet potensial memiliki sarana latihan yang representatif. Banyaknya atlet Gunungkidul yang memilih hengkang ke wilayah lain juga menjadi dasar utama sehingga atlet tidak tergiur pindah domisili. “Pembinaan atlet menjadi hal penting. Kemudian perhatian atlet juga harus dilakukan, kita akan dorong pemerintah baru di Gunungkidul memperhatikan atlet ini,” lanjutnya. Lebih lanjut, ia berjanji akan menghadirkan pejabat Kemenpora untuk bisa hadir di Gunungkidul untuk membuka salah satu turnamen yang akan digagasnya. Dengan demikian, akan muncul semangat atlet di Gunungkidul untuk selanjutnya ditangkap pemerintah daerah dan pusat. Sementara Ketua Bidang Bina Prestasi Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Cabang Gunungkidul, Julianta Eka Prasetya mengatakan, untuk mendukung pembinaan atlet kembali dilaksanakan turnamen tenis lapangan untuk junior se-Gunungkidul. Hal ini kata dia, menjadi ajang pembinaan dan ke depan bisa dilanjutkan dengan turnamen junior tingkat nasional. “Saat ini, kami berterima kasih kepada bapak Gandung Pardiman dengan GPC Sport Center ini. Ke depan kami masih butuh pendampingan sehingga mampu membentuk dan mencetak atlet berprestasi dan mampu bersaing ke tingkat nasional,” ucapnya.

Kalsel Kirim Tiga Atlet Junior Untuk Perkuat Tim Indonesia ke Olimpiade Tokyo

Simulasi Panjat Tebing

Tiga atlet junior panjat dinding asal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terpilih untuk ikut Pelatihan Nasional (Pelatnas) untuk persiapan yang akan tampil pada Olimpiade Tokyo yang rencananya bakal digelar menjadi tahun depan. Keduanya menyusul satu orang atlet junior yang sudah berangkat terlebih dahulu ke Pelatnas. Sebelumnya, Kalsel sudah mengirim M. Ferza Andi untuk bergabung dengan atlet nasional lainnya. Sementara dua atlet lainnya direncanakan untuk berangkat ke Jakarta pada awal tahun mendatang. “Keduanya juga atlet junior kita yakni M. Firdan Ardika dan Aurin Aura Rinjani,” ujar Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalsel, Bandi Chairullah, dilansir dari Banjarmasinpost.co.id. Khusus untuk Firdan, ia pernah juga tergabung dalam tim nasional pada Asian Youth 2018 yang mewakili Indonesia di Tiongkok. Lebih lanjut, Bandi berharap tiga pemanjat tebing asal Kalsel yang dipersiapkan tampil di Olimpiade Tokyo ini bisa membawa harum nama Indonesia di kancah internasional. Sebelumnya, PP Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menggelar seleksi nasional (Seleknas) atlet panjat tebing junior. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 24 Oktober 2020 di Jakarta Internasional Climbing Wall Park, Cakung, Jakarta Timur. Seleknas tersebut pada awalnya dijadwalkan terlaksana pada pertengahan September lalu, namun karena adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta sehingga Seleknas tertunda. Sebanyak 55 atlet panjat tebing dari seluruh Indonesia mengikuti Seleknas dan menjalani serangkaian tes,diantaranya tes ketrampilan memanjat, tes kesehatan dan tes psikologi. Seleksi nasional tersebut bertujuan untuk mencari bibit baru, dengan memberikan pembinaan jangka panjang kepada para atlet junior.

PSSI dan Kemenpora: Piala Dunia U-20 Masih Sesuai Jadwal!

Logo Piala Dunia U-20

Belum meredanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat beredar kabar pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021 yang akan berlangsung di Indonesia mengalami penundaan dari jadwal semula yang rencanya digelar pada 20 Mei sampai 12 Juni 2021. Pasalnya, hingga lima bulan jelang kick-off Piala Dunia U-20 2021, perwakilan FIFA belum juga datang ke Indonesia. Namun, PSSI dan Kemenpora mengumumkan jika hingga saat ini Piala Dunia U-20 masih akan berlangsung sesuai jadwal. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa perhelatan Piala Dunia U-20 2021 masih on schedule. “Sebelum ada surat pernyataan resmi dari FIFA, Piala Dunia U-20 2021 masih on schedule,” kata Yunus Nusi saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (15/12/2020). Lebih lanjut, saat ditanya bagaimana kabar terakhir komunikasi dengan FIFA khususnya soal kehadirannya ke Indonesia, Yunus mengatakan hal itu bukan lah kewenangan PSSI. “Itu ranahnya Inafoc,” singkat Yunus. Senada, Kemenpora memastikan bahwa belum ada pengumuman perubahan agenda Piala Dunia U-20 2021. Seskemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan sejauh ini FIFA masih on the track menjalankan ajang piala dunia usia muda itu pada 20 Mei-12 Juni 2021. Oleh karena itu pemerintah tetap berusaha untuk menyelesaikan proses renovasi venue Piala Dunia U-20 sesuai dengan tahapan bahwa ajang ini dihelat pada 20 Mei-12 Juni. “Sepanjang tidak ada perubahan (jadwal Piala Dunia U-20, red) dari FIFA, seperti arahan Pak Menteri Zainudin Amali, show must go on, renovasi terus berjalan,” ucap Gatot, Rabu (16/12). Sejauh ini PSSI dan pemerintah telah menunjuk enam Stadion sebagai perhelatan Piala Dunia U-20. Stadion-stadion tersebut pun kini tengah dikebut proses renovasinya. Keenam stadion tersebut yakni Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Surakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion I Wayan Dipta (Bali).

Merambah ke Klub Basket, Bali United Ingin Lahirkan Banyak Atlet Berbakat

Bali United Basketball Club.

Apa yang terlintas di kepala Anda saat mendengar nama Bali United? Sebuah klub sepak bola asal Pulau Dewata Bali? Ya, Anda tidak salah. Namun, saat ini nama Bali United tidak hanya digunakan sebagai nama klub sepak bola saja, melainkan juga klub basket. Bali United Basketball Club resmi diperkenalkan ke publik pada Jumat (18/12/2020) dan menjadi klub basket profesional pertama di Pulau Dewata. Selain memperkenalkan skuat, klub dengan julukan Tridatu Warriors itu juga mengumumkan jika mereka akan turut berpartisipasi pada Indonesia Basketball League (IBL) yang direncanakan akan bergulir pada bulan Januari mendatang. Bali United Basketball Club tak hanya hadir untuk memeriahkan gelaran IBL saja, melainkan mengusung visi-misi yang kuat yakni menjadi tim bola basket yang unggul di Indonesia. Selain itu, mereka juga ingin menjadi pusat pertumbuhan bagi bakat-bakat olahraga bola basket di Tanah Air. Sementara itu, misi yang diusung Bali United Basketball Club antara lain mencetak prestasi di IBL, membina bakat muda lokal Bali di bidang bola basket, menumbuhkan jaringan komunitas bola basket yang luas di pulau Bali, dan menjadi yang tim mampu go-internasional. Pulau Bali sudah melahirkan cukup banyak pebasket hebat seperti Putu Donnie Hermawan, Cokorda Raka, dan Tri Adnyana Loka. Mengacu pada hal tersebut, Bali United Basketball Club berharap bisa mencetak atlet-atlet berbakat lain di masa depan. “Kehadiran kami tentu ingin menunjukkan bahwa tim ini bisa berprestasi di level nasional meskipun kami tim baru,” ujar Presiden Bali United Basketball Club, Philmon Tanuri, dalam siaran pers. “Kami berharap bakat-bakat potensial di bidang olahraga basket ini juga banyak hadir dari pulau Bali dan ke depannya kami juga bisa berprestasi di level Internasional,” lanjutnya. Sementara itu, pelatih Bali United Basketball Club, Aleksandar Stefanovski, mengungkapkan kebahagiaannya dapat menjadi bagian dari keluarga besar Bali United. “Kita tahu Bali United adalah tim sepak bola dengan suporter yang fanatik, tetapi kini mereka juga memiliki tim basket. Saya sangat bangga menjadi bagian dari Bali United,” kata Stefanovski Bali United Basketball Club adalah tim baru yang bermain di kasta tertinggi Liga Nasional,” sambung Stefanovski. “Tentu menjadi sebuah tantangan untuk saya sebagai pelatih mempersatukan visi dan misi bermain tim ini. Namun, target saya ingin membawa tim ini menjadi tim yang terbaik di kompetisi yang akan datang,” kata dia menegaskan. Berbicara soal kekuatan Bali. Stefanovski percaya diri bisa membawa timnya tersebut tampil kompetitif di tahun 2021. “Tim kami berisi pemain terbaik di Indonesia. Tentang persiapan tim, kami sudah berlatih keras, jadi kami berharap bisa tampil bagus di musim kompetisi nanti. Kami ingin tampil di playoff di musim pertama,” pungkasnya. Berikut daftar pemain Bali United Basketball Club untuk IBL 2021: 1. Winston Swenjaya (Rookie) 2. I Putu Bagus Arya Candra Putra Perdana (Rookie) 3. I Putu Yudiantara (Rookie) 4. Wijanata Kesawa (Rookie) 5. Joseph DeSmet (Rookie) 6. Irvine Kurniawan (Rookie) 7. Reza Yohanes (Rookie) 8. Surliyadin 9. Lutfi Alfian Eka Koswara 10. Tri Hartanto 11. Yo Sua 12. Daniel Timothy Wenas 13. Yerikho Tuasela 14. Rico Aditya Suharno Putra 15. Ponsianus Nyoman Indrawan (Komink) Head Coach: Aleksandar Stefanovski (Makedonia)

Jaring Atlet Muda Berbakat, Sarawijaya Dana Mandiri Cup I Sukses Digelar

Para Peserta Sarawijaya Dana Mandiri Cup I

Sebanyak 549 pebulu tangkis putra-putri dari berbagai kategori usia mengikuti Kejuaraan Bulutangkis ‘Sarawijaya Dana Mandiri Cup I/2020’ di GOR Praja, Badung, Rabu (16/12) malam, hingga Minggu (20/12) malam. Peserta tidak hanya berasal dari Bali, melainkan juga dari Mataram, Nusa Tenggara Barat. Total ada 33 klub bulu tangkis yang mengikuti kejuaraan ini. Kategori yang diperlombakan yakni mulai dari pra usia dini (U-9), usia dini (U-11), anak (U-13), pemula (U-15), remaja (U-17) dan taruna (U-19). Ketua Panpel, Ni Putu Desiana Ratna Dewi, mengaku tidak menyangka dengan antusiasme yang diberikan oleh masyarakat. Meski digelar ditengah pandemi, jumlah peserta yang ikut membludak. Kendati demikian, panitia pelaksana tetap mematuhi protokol kesehatan. “Jadi, penonton di GOR sangat terbatas, sehingga tidak terjadi kerumunan massa,” ujar Putu Desiana. “Bagi peserta dari luar Bali seperti Mataram, wajib menjalani rapid test,” lanjutnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kejuaraan ini bertujuan untuk menjaring atlet berbakat dan bertalenta di usia dini. Khusus bagi juara tunggal putra dan putri, kelompok pemula dan remaja, akan dibiayai guna berlanjut ke ajang nasional. Di sisi lain, Ketua umum Pengkab PBSI Buleleng, Gede Darmawan, mengatakan, jika ia dan pihaknya salut atas terselenggaranya kejuaraan ini meski ditengah keterbatasan karena pandemi. Menurut Darmawan, pihaknya menjaring 19 atlet yang akan dibina oleh PBSI Buleleng. 19 atlet tersebut terdiri atas 12 atlet putra dan 7 atlet putri.

Perbasi Kab. Pati Jaring Atlet Muda Untuk Hadapi Porprov

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Pati terus melakukan penjaringan atlet-atlet muda dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Kegiatan kali ini dikhususkan untuk mempersiapkan tim untuk berlaga pada ajang yang memperebutkan tiket ke Porprov tahun 2022. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Seleksi, Diki Satria. Ia mengatakan jika Perbasi Kabupaten Pati menargetkan untuk lolos ke Porprov 2022. Hal tersebut membuat para atlet yang boleh mengikuti seleksi ini yakni maksimal kelahiran tahun 2002. Seleksi sendiri berlangsung di GOR Pesantenan, mulai hari Senin (14/12/2020) hingga Selasa (15/12/2020). “Untuk Pra Porprov ini kami menjaring atlet kelahiran maksimal 2002,” ujar Diki, dilansir dari Mitrapost.com. Pada kesempatan kali ini ada sekitar 30 atlet putra dan 30 atlet putri yang mengikuti proses seleksi. Mereka akan memperebutkan empat nomor dalam cabang olahraga ini, yakni five x five putra, five x five putri, three x three putra, dan three x three putri. Diki pun berharap, seleksi ini akan menjaring atlet-atlet berbakat sehingga dapat membanggakan nama Kabupaten Pati pada ajang Porprov 2022 mendatang. Sementara itu, berdasarkan informasi terakhir, Porprov 2022 direncanakan digelar di Kota Sampit. Namun, kepastian akan hal tersebut masih menunggu perkembangan kondisi lebih lanjut.

Tiga Pemain Muda Ini Akan Jalani Trial di Klub Turki

Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna

Pesepakbola muda asal Indonesia kembali mendapat kesempatan untuk menjalani trial atau uji coba di Eropa. Rencananya, Mereka akan menghabiskan waktu selama delapan bulan mengikuti trial bersama Antalya Hal Spor. Klub tersebut merupakan jawara kompetisi U-19 di Turki. Ketiga pemain tersebut adalah Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna. Tiga pemain muda ini difasilitasi tiga pihak dan akan berangkat 22 Desember mendatang. Pihak pertama adalah Futboltours yang merupakan agen perjalanan sepak bola. Kedua, Xten Indonesia, yang merupakan penyedia apparel lokal, yang turut serta menyediakan peralatan latihan. Dan terakhir yakni ACT See Com sebagai pengurus keberangkatan pemain Indonesia ke luar negeri. Selain mendapat kesempatan untuk trial, kesempatan untuk bermain di Eropa juga terbuka lebar. Antalya Hal Spor memiliki akses langsung menyediakan pemain muda untuk klub Turki Super Lig, Antalyaspor. Selama menjalani trial nanti, Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna akan ditangani langsung oleh pelatih profesional. Mereka akan bertanggung jawab langsung dengan metode latihan, gaya hidup, hingga gizi dari para pemain Indonesia itu. “Kegiatan ini menawarkan training session untuk menjadi pesepak bola profesional. Program ini bakal dikontrol langsung oleh pelatih Antalyaspor U-19 yang merupakan klub Super Lig Turki,” kata perwakilan dari Futbol Tours, Margie Ferrari, dalam konferensi pers, Senin (14/12/2020). “Pelatih dari Antalyaspor akan selalu datang selama latihan bersama Antalya Hal Spor. Dia bertanggung jawab dan akan melihat siapa saja yang nantinya layak untuk direkrut Antalyaspor. Namun, dalam perjalanannya mereka nanti akan bermain di Antalya U-19 League bersama Antalya Hal Spor,” tegas Margie Ferrari. Eropa sebenarnya bukan tempat yang asing buat ketiga pemain. Yoan pernah menimba ilmu di Spanyol bersama klub Palamos CF, Emir di ISM Academy, Perugia, sementara Senna di Valencia Soccer Academy. Sementara itu, Emir mengaku antusias menyambut kesempatan ini. Ia berharap bisa mengikuti jejak-jejak pemain muda Indonesia lainnya yang sudah lebih dulu ke Eropa. “Kesempatan ini adalah langka karena tidak banyak pemain Indonesia yang bisa seperti ini. Kalau saya sendiri melihatnya sebagai step saya ke depan untuk belajar sebanyak mungkin,” tutur Emir. “Ketika kembali ke Indonesia saya bisa memberikan ilmu yang sudah didapat di Eropa sana. Serta ke depannya bisa memberikan tidak hanya keluarga saya sendiri tetapi bangsa Indonesia agar mempunyai nama di Eropa,” ucapnya.

PABSI Siapkan Dua Atlet Untuk Kejuaraan Dunia Junior

Tim Angkat Besi Indonesia saat ini sedang menyiapkan dua atlet mereka untuk berlaga pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior di Jeddah, Arab Saudi. Adapun kejuaraan tersebut berlangsung pada 5-18 Maret 2021. “Kami menyiapkan Rizky Juniansyah,” kata Wakil Ketua Umum PABSI Djoko Pramono. Rizky yang menjadi juara bertahan pada kejuaraan dunia angkat besi remaja virtual di Peru, Oktober lalu akan naik kelas ke junior. Pada kelas junior, Rizky akan ditemani Rahmat Erwin Abdullah di kelas yang sama yakni 73 kilogram. Saat ditanya mengenai peluangnya di Kejuaraan Dunia Junior, Rizki Juniansyah yang mengatakan akan mencoba untuk memecahkan rekor dunia junior dengan angkatan 153 kg di angkatan snatch dan 193 di angkatan clean and jerk. Dalam hasil latihan dan tes progres Rizki telah berhasil melakukan angkatan snatch seberat 150 kg dan clean and jerk seberat 180 kg. “Tinggal saya fokus latihan lagi jelang kejuaraan dunia junior di Jeddah untuk menambah total angkatan seperti yang saya targetkan,” ungkapnya. Sementara itu, PABSI juga menargetkan untuk mendapatkan tambahan kuota lifter untuk tampil di ajang Olimpiade 2021 Tokyo mendatang. Peluang tersebut masih terbuka lebar melalui Kejuaraan Dunia Junior dan Kejuaraan Senior Asia di Uzbekistan, 15-25 April mendatang. Menurut Djoko Pramono, peluang untuk menambah kuota di Olimpiade sangat terbuka lebar. Bahkan, dia optimis ada atletnya bisa mencuri medali di dua kejuaran itu. Sedangkan Kejuaraan Senior Asia di Uzbekistan, Indonesia akan mempersiakan dua lifter yakni, Triyatno (73 kg) putra dan Nurul Akmal (87+ kg). Keduanya masih berpeluang untuk meraih tiket Olimpiade. “Saya lihat sepanjang tahun ini total angkatan mereka selama berlatih cukup meningkat,” ungkapnya. Di sisi lain, Djoko Pramono juga mengungkapkan kegembiraannya dengan prestasi para lifter junior yang mampu bersaing ketat dengan para lifter seniornya. “Sepanjang tahun ini praktis, mereka hanya berlatih saja, karena minimnya event akibat pandemi Covid-19. InsyaAllah mulai Januari tahun depan kami akan All-out menghadapi beberapa event penting dalam rangkaian persiapan menghadapi Olimpiade Tokyo dan SEA Games Vietnam,” paparnya. Kepala Tim Pelatih Pelatnas Angkat Besi, Dirdja Wihardja, mengatakan para lifter selama ini telah mengalami peningkatan dalam melakukan total angkatan dalam latihan. “Progresnya sekitar 80 persen dan kami optimistis mampu menambah kuota atlet yang akan mendampingi Windy Cantika Aisyah dan Eko Yuli di Tokyo nanti melalui dua event itu,” ucap Dirdja Wihardja.

Timnas Indonesia U-19 Hampir Dipastikan Lakukan TC di Negara Ini

Timnas Indonesia U-19 Hampir Dipastikan Lakukan TC di Negara Ini

Dalam rangka persiapan jelang Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20, timnas Indonesia U-19 kembali akan melakukan pemusatan latihan atau training camp (TC) di luar negeri. Sebelumnya, anak asuh Shin Tae-yong ini telah melakukan TC di Krosia selama kurang lebih satu bulan. Selama di Kroasia, Timnas Indonesia U-19 sudah melakukan deretan laga uji coba. Setidaknya sudah 10 laga uji coba telah mereka lalui. Sepuluh laga uji coba yakni melawan Bulgaria (0-3), Kroasia (1-7), Arab Saudi (3-3), serta dua kali melawan Qatar (2-1 dan 1-1), Bosnia Herzegovina (0-1), Dinamo Zagreb (1-0), NK Dugopolje (3-0), dan Makedonia Utara (4-1 dan 0-0). Kali ini, Garuda Muda rencananya kembali akan ke Eropa tepatnya ke Spanyol. TC tersebut akan dimulai Desember ini, namun PSSI belum bisa memastikan tanggal keberangkatan timnas U-19. Sejauh ini PSSI masih menunggu kehadiran Shin Tae-yong selaku pelatih dari timnas U-19. Sosok asal Korea Selatan itu akan menyempurnakan rancangan program untuk timnas U-19, termasuk untuk TC di Spanyol. Yunus Nusi selaku pelaksana tugas sekretaris jenderal PSSI menyatakan, belum ada lawan uji coba yang bisa dikonfirmasi untuk menghadapi Garuda Muda. Namun, PSSI sudah punya daftar siapa saja yang akan dilawan. “Kami dalam proses komunikasi dengan beberapa klub, kami belum bisa memastikan karena ada permintaan mereka untuk jangan menyampaikan karena mereka dalam proses izin ke Federasi Spanyol (RFEF),” ujar Yunus Nusi, dilansir dari DetikSport, Kamis (10/12/2020). “Karena ini kan menyangkut kerja sama antar federasi. Kami kemudian ingin Federasi Spanyol menghubungi klub-klub dan kami secara langsung ke klub-klub. Nanti kalau sudah resmi kami umumkan,” ujarnya menambahkan. PSSI baru bisa memastikan Spanyol sebagai destinasi Timnas U-19 setelah melakukan korespondensi dengan pihak di sana. Spanyol diklaim PSSI siap menerima Timnas U-19 dengan tangan terbuka. Yang masih menjadi kendala saat ini adalah proses pengurusan visa. Selain itu, PSSI juga masih menunggu kedatangan Shin Tae-yong ke Jakarta. “Kami dalam proses administrasi. Korespondensinya sudah tuntas dengan Federasi Spanyol, kami akan ke Catalunya. Kami masih menunggu visa anak-anak dan kedatangan Shin Tae-yong,” tutur Yunus Nusi. “InsyaAllah sebelum tahun baru anak-anak sudah berangkat ke Spanyol. Harapan kami sih ada beberapa negara yang di Eropa dan sekitar Spanyol bisa ikut (beruji coba melawan Timnas U-19),” ucapnya.