Seleksi Pemain Persikota Tangerang Diwarnai Oleh Peserta Dari Timur

Seleksi-Persikota

Tangerang terus berbenah. Salah satunya adalah melalui dunia sepak bola. Tangerang punya dua klub kebanggan, Persita Tangerang dan Persikota Tangerang. Pada 26-28 Februari, Persikota membuka seleksi untuk para pemain kelahiran 1 Januari 1996 hingga 31 Desember 1997 yang diselenggarakan di Stadion Benteng, kota Tangerang. Sejak hari Senin, peserta telah mendaftarkan dirinya dan mencapai 500 peserta. Peserta datang dari seluruh nusantara. Salah satunya Rozy, peserta yang berasal dari Fak-Fak (Papua Barat). Tekad dan harapannyannya untuk menggapai cita-cita sebagai pemain sepak bola terus dikejar. “Saya berharap bisa lolos ke Persikota Tangerang. Siapa tau ada yang mantau setiap bermain dan itu bisa main ke Timnas Indonesia”, ujar Ozy panggilan akrabnya. Ozy memang lolos ke tahap akhir seleksi, tapi pesaing bukan hanya satu atau dua orang. Tetapi ia tetap berusaha semaksimal mungkin. Baiknya nasib Ozy tidak semulus Adol dan Arsy Londong. Kedua pria asal Nusa Tenggara Timur tersebut tidak bisa mengikuti proses seleksi Persikota Tangerang. Ungkapan kekecewaan dan penyesalan datang dari suara mereka berdua. “Saya kecewa banget. Ya memang informasi telat datang ke saya, dan harusnya Selasa (27/02) saya bisa daftar, tetapi saya telat bangun pagi jadi tidak bisa ikut seleksi Persikota”, ujar Adol yang berasal dari Flores. Ungkapan yang hampir sama juga diutarakan oleh Arsy. “Informasinya baru dapet kemarin sore, niatnya ngejar daftar hari ini (27/02) tapi sampai ke stadion siang dan pendaftaran udah ditutup. Lumayan kecewa sih, tapi ya sudahlah”, ujar pria kelahiran Sumba, NTT tersebut. Meskipun kecewa, mereka berdua tidak patah asa. Mereka justru akan lebih giat lagi berlatih dan akan mengikuti proses seleksi-seleksi sepak bola bersama Persikota atau klub lainnya. (Dre)

Pembinaan Atlet Catur Terkendala Dana

catur_terkendala_dana

Jakarta – Induk organisasi catur seluruh Indonesia mengaku terkendala dana dalam melakukan pembinaan terhadap bibit muda atlet catur terbaik di Tanah air. Hal itu dikatakan Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (27/2). “Kami terkendala dana untuk melakukan pembinaan para atlet. Kalau soal bibit pecatur kami tidak kekurangan,” ucapnya. Akibat kendala dana, sebut Kristianus, berimbas pada penyelenggaraan turnamen catur yang masih kurang banyak. “Memang kami mengakui bahwa kejuaraan catur masih kurang. Dan, sebenarnya potensi atlet catur yang dimiliki Indonesia itu sangat besar,” sambungnya. “Karena kami sendiri mengambil atlet yang bagus itu melalui turnamen untuk selanjutnya kami melakukan pembinaan bagi atlet yang bersangkutan,” tambah Kristianus. Oleh sebab itu, ia mengatakan, pihaknya sangat senang bila ada perusahaan yang mau berkontribusi dalam melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet catur yang memiliki prestasi bagus. “Kami sangat senang bila perusahaan-perusahaan turut berkontribusi dalam pembinaan atlet catur seperti yang dilakukan PT United Tractors. Karena kami tidak mungkin melakukan pembinaan sendiri dan butuh bantuan dari pihak lain,” tutupnya. (adt)

Tekad PT United Tractors Tbk. Lahirkan Grandmaster Catur Unggulan Indonesia

ilustrasi_catur

Jakarta-Sebagai bentuk komitmen terhadap masa depan generasi muda Indonesia dan pembinaan atlet muda serta memajukan olahraga Indonesia, khususnya di cabang olahraga catur, PT United Tractors Tbk (UT), berkontribusi mendukung dua atlet catur muda, Novendra Priasmoro (18 tahun) dan Aditya Bagus Arfan (10 tahun), dalam meraih Grandmaster. Gidion Hasan, Presiden Direktur UT, mengungkapkan dengan membina para generasi muda, pihaknya turut berkontribusi untuk memajukan bangsa Indonesia mengingat mereka adalah generasi penerus bangsa. “Dukungan kami kepada Novendra dan Aditya adalah bentuk partisipasi kamu untuk mewujudkan kebanggaan Indonesia dengan melahirkan Grandmaster unggulan baru di olahraga,” cetus Gidion, di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (27/2). Saat ini, Novendra menyandang gelar FIDE Internasional Master dengan rating Elo 2438 dan Aditya memiliki gelar Candidate Master dengan rating Elo 2023. Dan, untuk dapat menyandang gelar Grandmaster, kedua atlet muda ini harus mencapai Norma GM sebanyak tiga kali dan menaikkan rating Elo-nya hingga 2500. “Lewat program UT (United Tractors) Inspiring Youth, Novendra ditargetkan meraih gelar Grandmaster pada 2020, sedangkan Aditya ditargetkan mampu meraih gelar Grandmaster pada 2025,” sambungnya. Untuk itu, lanjut Gidion, pembinaan terhadap Novendra dan Aditya dilakukan secara intensif melalui pelatihan dan dibimbing oleh pelatih terbaik, termasuk mengikuti beberapa pertandingan internasional secara kontinyu. “Harapannya program UT Inspiring Youth ini mampu memberikan gambaran kemajuan cabang olahraga Indonesia, serta menginspirasi masyarakat terhadap hadirnya atlet muda berprestasi,” tambahnya. Utut Adianto, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), menyatakan kedua pecatur ini memiliki bakat istimewa, dan bisa mencetak sejarah sebagai Grandmaster. “Kalau untuk potensi sangat banyak bibit catur di Indonesia. Tapi, yang kami masih kesulitan adalah soal pendanaan untuk mereka mengikuti berbagai turnamen di dunia,” tukas Utut. (adt)

Venue Bowling Jakabaring, Sarana Pengembangan Bibit Lokal Berkelas Global

menpora_imam_nahrawi_tinjau_venue_boling

Jakarta-Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bowling dihelat di Venue Bowling Center Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Gelaran ini sekaligus sebagai tes event Asian Games 2018. Kejurnas yang berlangsung selama tiga hari dan dibuka pada Minggu (25/2) itu diikuti 33 pebowling putri dan 48 pebowling putra dari 12 provinsi. Selain tuan rumah, provinsi yang berpartisipasi diantaranya Banten, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, dan Sumatera Barat. Selain menguji kesiapan venue dan panitia penyelenggara, Alex Noerdin, Gubernur Sumsel, menyebut gelaran ini sekaligus bisa dijadikan sebagai sarana untuk mencari bibit atlet bowling nasional. “Selain mencari bibit atlet bowling, test event ini juga mencari kekurangan dari venue,” ujarnya. Kurmin Halim, Ketua Umum Persatuan Boling Indonesia (PBI) Sumsel, mengatakan venue bowling di Jakabaring yang memiliki 40 lintasan berkelas dunia itu bukan hanya untuk keperluan training center (TC) atlet nasional, namun bakal dijadikan sebagai sarana pengembangan bibit bowling lokal berkelas global. “Kami berkomitmen untuk tidak membajak atlet dari luar daerah guna memperkuat Sumsel,” tukasnya. Ia memastikan bakal melakukan pembibitan secara berkala dengan menggandeng pihak sekolah, kampus, dan perkantoran. “Janji saya tidak akan membeli atlet dari luar daerah,” sambungnya. (adt)

Bobby Setiabudi, Pebulutangkis 17 Tahun Ini Incar Gelar Juara di Belanda

pemain_tunggal_bobby_setiabudi

Jakarta-Bobby Setiabudi, pebulutangkis binaan klub PB Djarum mengincar gelar juara pada turnamen bulutangkis junior 2018, yang dihelat di Hall Duinwijck, Belanda, 28 Februari – 4 Maret mendatang. Remaja berusia 17 tahun itu, mengaku sudah melakukan persiapan secara maksimal dan dirinya juga telah siap untuk bertanding. “Semoga bisa tampilkan permainan yang paling terbaik di kejuaraan nanti dan mudah-mudah juga dapat hasil yang bagus,” cetus juara Djarum Sirkuit Nasional Jawa Tengah Open 2017 (tunggal remaja putra) itu, seperti dikutip pbdjarum.org, Senin (26/2). Meski diakui untuk mencapai target yang diinginkannya terbilang berat, namun bagi pebulutangkis kelahiran Situbondo, Jawa Timur, 22 Maret 2001, turnamen di Negeri Kincir Angin tersebut bisa dijadikan sebagai ajang menambah pengalaman bertanding. “Setidaknya dapat pengalaman kalau hasilnya tidak memuaskan. Sekaligus ingin menakar kemampuan bermain juga. Semoga saja selama bertanding tidak ada kendala,” sambungnya. Di laga perdana, Bobby bakal berhadapan dengan wakil India Rahul Bharadwaj B M. Berdasarkan data, kedua pemain ini belum pernah bertemu sekalipun. “Pemain India biasanya kuat dan ulet, jadi saya harus berani bertahan dan harus percaya diri. Meski belum pernah bertemu dengan pemain India itu yang penting fokus mainnya dan sudah in duluan ketika dilapangan nanti,” tutup juara Wali Kota Surabaya Bank Jatim Victor Open 2017 (tunggal remaja putra) itu. (adt)

Pelatih Harus Dapat Terapkan Manajemen Olahraga Modern

Menpora_Imam_Nahrawi

Jakarta-Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), berharap pelatih saat ini harus bisa menerapkan manajemen olahraga modern, dengan meninggalkan manajemen tradisional yang selama ini mereka ikuti. “Semakin ke depan, semakin banyak inovasi, improvisasi dan gagasan yang tidak boleh di tolak tapi justru sebaliknya, harus bisa beradaptasi, termasuk manajemen olahraga modern yang harus bisa diterima,” ujar Imam di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, akhir pekan lalu. Menurutnya, saat ini sebisa mungkin untuk tidak lagi menggunakan manajemen tradisional agar tidak tertinggal dengan negara-negara lain. “Negara-negara lain itu betul-betul menerapkan semuanya dengan baik,” sambungnya. Disisi lain, pria kelahiran Bangkalan, Jawa Timur (Jatim), 44 tahun silam itu, menyebut bila saat ini Indonesia masih kekurangan pelatih. Untuk itu, tambah Imam, pihaknya fokus dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatih di Indonesia sebanyak 100 ribu orang. “Setiap pelatih diharapkan minimal dapat mengidentifikasi dan melatih 1 orang atlet potensial maka dimasa mendatang kami akan mendapatkan 100 ribu atlet untuk dibina dan dikembangkan menjadi atlet nasional,” tutupnya. (adt)

Jelang Asian Games 2018, Atlet Bridge Indonesia Try Out di Hongkong Hingga Bulgaria

Cabang olahraga (cabor) bridge akan berlatih di luar negeri jelang Asian Games 2018, yang akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September 2018. Ada Empat negara yang akan jadi tujuan, dua diantaranya ada di benua Eropa. Negara yang akan disambangi adalah Monako, India, Bulgaria, dan Hong Kong. Di lansir dari Tempo.co, Ketua Umum Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi), Ekawahyu Kasih, mengatakan, try out dimulai sejak Rabu, 14 Februari 2018 dengan mengikuti European Winter Games di Monako. “Sekaligus training camp hingga 28 Februari 2018,” kata Eka kepada Tempo. Jadwal yang telah di tetapkan, waktu untuk training camp,  para atlet berlatih mulai pukul 09.00 hingga 17.30 waktu setempat. Ada 32 atlet, empat pelatih lokal, satu pelatih asing, dan satu manajer, yaitu Ekawahyu akan ikut mendampingi atlet berlatih di luar negeri. “Total ada 38 orang,” ujar Eka. Setelah try out dan training camp di Monako, tim bridge Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Asia Cup di India pada 4-10 Juni 2018. “Pada 8-15 Juni langsung try out untuk team men dan women di kejuaraan itu,” kata dia. Masih pada bulan Juni, tim bridge Merah Putih akan lanjut mengikuti training camp di Bulgaria pada 14 Juni- 1 Juli 2018. Di negara itu, para atlet akan mengikuti International Bridge Festival. Setelah itu, try out diteruskan ke Intercity Hong Kong, 17 – 21 Juli. Sejumlah latihan, try out, dan training campakan berhenti pada minggu tenang (rest period) pada 13- 19 Agustus 2018. Saat itu, tim bridge Indonesia bisa berkonsultasi dengan pelatih melalui surat elektronik. Jeda yang ada dari try out dan training camp dari satu negara ke negara lain akan diisi dengan dua kali pelatnas Bridge Base on Line pada 6-20 Maret 2018 dan 10-20 Mei 2018. Selain itu, pada 13-15 Juli 20118 akan berlangsung Try In International Kepri Governur Cup di Batam. Terkahir, jeda menjelang Asian Games 2018 akan diisi dengan pelatnas di Jakarta. “Pelatih Krisztov Martens yang akan mendampingi latihan di Wisma PKBI,” ujar Eka.

Point Guard Legendaris Indonesia, Mario Wuysang Putuskan Untuk Pensiun

Jakarta- Point guard legendaris Indonesia Mario Wuysang memutuskan pensiun dari timnas usai SEA Games 2017. Sehingga, Pelatih tim nasional bola basket putra Indonesia, Fictor Roring memastikan tidak akan memanggil Wuysang untuk skuad Asian Games 2018. Menurut lansiran dari Tempo.co, Fictor menghormati keputusan dan tidak memaksa Wuysang untuk mengikuti ajang Asian Games 2018 tersebut. Salah satu alasan lainnya usia pemain legendaris basket Indonesia tersebut sudah 38 tahun. Menurut Ito, sudah saatnya posisi Mario Wuysang sebagai point guard timnas digantikan oleh pemain 25 tahun, Andakara Prastawa Dhyaksa. Sebelumnya tahun 2015, Xaverius Prawiro pernah menolak panggilan timnas Indonesia, yang saat itu dilatih juga oleh Fictor Roring, untuk berlaga di SEA Games, Singapura. Tahun 2013 akhirnya dipanggil Fictor kembali untuk turnamen uji coba jelang Asian Games 2018. Posisi point guard timnas saat ini akhirnya jatuh pada Andakara Prastawa Dhyaksa yang  dibantu oleh guard veteran Xaverius Prawiro. Berdasarkan lansiran dari tempo.co, Andakara Prastawa menjadikan Wuysang sebagai motivasi, tidak ada beban dengan status pengganti point guard legendaris. “Mario Wuysang itu berperan vital di timnas dan menjadi panutan point guard muda di Indonesia. Kalau bisa saya ingin lebih dari dia,” kata Prastawa yang dikutip NYSN Media dari Tempo.co.   “Marilah kita kenang Mario sebagai legenda bola basket Indonesia,”  Fictor Roring. (Tempo.co)  

Singkirkan Malaysia, Lifter 17 Tahun Dari Jambi Sabet Emas

Lifter putri Gusti Melinda raih emas test event Asian Games 2018. (liputan6.com)

Jakarta- Melinda Gusti, lifter putri berusia 17 tahun, sukses meraih medali emas di nomor 75 kg, pada test event Asian Games 2018, cabang olahraga (cabor) angkat besi, di Hall A2, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (12/2). Ia membuat kejutan setelah mencatatkan total angkatan 204 kg (snatch 93 kg dan clean and jerk 111 kg). Torehan ini mengungguli lifter asal Malaysia, Jabriella Teo Samuel, yang hanya mampu membukukan total angkatan 179 kg (snacth 79 kg, dan clean and jerk 100 kg). Melinda mengaku tegang karena baru pertama kali bersaing dengan negara-negara lain di kejuaraan internasional. “Apalagi persiapan saya singkat. Saya baru sampai Jakarta dari Jambi tiga hari yang lalu,” beber Melinda seperti dilansir bolasport.com, Senin (12/2). Dirja Wiharja, Pelatih Kepala Angkat Besi Pelatnas, mengapresiasi keberhasilan anak asuhnya itu dalam meraih medali. “Ini baru ajang pemanasan. Kami harus lebih intens lagi berlatih untuk menghadapi event sesungguhnya Agustus nanti,” jelasnya. Ia menambahkan pihaknya masih memiliki waktu memperbaiki kelemahan guna meraih hasil terbaik di Asian Games 2018. “Kami masih punya waktu memperbaiki kelemahan. Dan, ketika Asian Games nanti seluruh lifter diharapkan akan tampil dengan kemampuan terbaik mereka untuk memberikan hasil terbaik bagi Merah Putih,” tutupnya. (adt)

Naik Gunung; Bersyukur dan Merayakan Manfaatnya

naik-gunung

“Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung”, penggalan kutipan Soe Hok Gie, dalam Catatan Seorang Demonstran. Bumi ini sangat luas. Bumi ini juga banyak keajaiban dan keindahan dari ciptaan sang Maha Kuasa. Salah satunya adalah pegunungan dan gunung yang tersebar di berbagai benua dan pulau. Di Indonesia sendiri, juga banyak gunung yang sudah didaki ataupun belum sama sekali didaki. Saat ini banyak sekali orang yang jatuh cinta dengan dunia pendakian. Keindahan alam yang tersaji lewat hijaunya hutan, sepinya puncak gunung, dan misteriusnya lembah, terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Meskipun melelahkan, kedinginan, dan sekian penderitaan yang dialami oleh pendaki, tetapi kegiatan mendaki gunung atau hiking banyak manfaat bagi kesehatan. Tak Cuma kebugaran fisik, tetapi juga kegiatan ini dianggap untuk kesehatan mental. Berikut adalah beberapa dari manfaat mendaki gunung bagi kesejahteraan jiwa. 1. Mengurangi stress Tak perlu disanggah lagi hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa tinggal ditempat metropolitan, padat penduduk, asap dimana-mana meningkatkan resiko kecemasan bahkan depresi. Menurut penelitian, bahwasanya berjalan-jalan di hutan atau alam selama 90 menit mampu membuat kita lebih tenang dan rileks. Hasil pemindaian otak pada mereka yang berjalan di hutan juga menunjukkan penurunan aliran darah ke area otak tertentu. Ini menandakan mereka lebih tenang. 2. Memori lebih kuat Aktivitas fisik bisa membawa perubahan pada otak secara positif, misalnya saja meningkatkan kemampuan mengingat dan menajamkan kemampuan berpikir. Jika Anda tak suka berolahraga, melakukan jalan santai dan juga hiking bisa jadi alternatif yang menyenangkan. 3. Mengurangi Resiko Diabetes Diabetes merupakan suatu penyakit di mana tubuh tidak bisa menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) sehingga mengakibatkan gula darah meningkat. Menurut penelitian, aktivitas fisik dan makan yang teratur adalah cara terbaik untuk mengatasi diabetes. Mendaki gunung mampu menjadi pengganti aktivitas fisik sebagai pencegah diabetes. 4. Membuat Bahagia Sebuah studi terbaru yang dimuat dalam jurnal PLOS One mengungkap, berjalan dalam durasi agak panjang di luar ruang akan menimbulkan rasa bahagia dibanding menggunakan treadmill atau olahraga di gym. 5. Lebih Kreatif Dalam sebuah percobaan yang membandingkan antara sekelompok orang yang diminta berjalan-jalan di hutan sebelum mengerjakan tugas kreativitas dengan yang hanya di dalam ruangan saja, menunjukkan perbedaan signifikan. Mereka yang sudah melakukan kegiatan hiking memiliki skor lebih baik dalam hal kreativitas. Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa didapat selain lima di atas. Namun, anda harus siap merogoh ongkos yang lumayan untuk bisa menkmati panorama alam di gunung. Tetapi, hal itu bisa di atasi jika anda berpergian bersama-sama; keluarga, kerabat, kekasih, atau bahkan mantan sekalipun. Mari rayakan segudang manfaat mendaki gunung. (Dre) Sumber: nationalgeographic.co.id dan phinemo.com

Sejarah Etnis Tionghoa dalam Sepakbola Indonesia

sutanto-tan

Beberapa bulan yang lalu, dunia politik dikejutkan dengan isu SARA. Terbaru adalah soal pernyataan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Anies Baswedan yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI tentang kata ‘pribumi’ menjadi polemik di tengah masyarakat. Ketika dunia politik, isu suku, ras, dan agama menjadi topik hangat, berbeda halnya dengan dunia si kulit bundar –sepak bola-. Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan semboyan dari Negara Indonesia. Frasa yang berasal dari bahasa Jawa Kuno ini diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14 ketika zaman kerajaan Majapahit. Mpu Tantular menulisnya untuk mengajarkan sikap yang toleran antara umat Hindu Siwa dan Buddha. Semboyan dan makna frasa “Bhinneka Tunggal Ika” juga dapat berlaku untuk dunia sepak bola, terutama pada zaman ketika etnis Tionghoa masih aktif menjadi bagian dari timnas Indonesia. Sejarah Singkat Etnis Tionghoa dalam Sepakbola Indonesia Etnis dari keturunan Tionghoa mempunyai sejarah yang sangat panjang di Indonesia, khususnya dalam bidang sepakbola. Etnis Tionghoa mulai bermunculan dan terlibat dalam sepakbola Indonesia seiring lahirnya klub sepakbola yang bernama Union Makes Strength (UMS) pada tanggal 19 Desember 1905. Memang sejatinya sepakbola bukan hanya urusan menendang bola atau mengangkat trofi saja. Sepakbola dapat dijadikan alat pemersatu bangsa dan menunjukan identitas suatu bangsa. Pada 1938 ketika Indonesia menggunakan nama Hindia Belanda dan berhasil “mentas” pada ajang Piala Dunia yang digelar di Prancis, banyak nama-nama etnis Tionghoa yang bermunculan seperti Tan Mo Heng, Tan See Handi, dan Tan Hong Djien. Dalam ajang itu, Hindia Belanda (Indonesia) belum bisa berbicara banyak setelah dikalahkan Hungaria empat gol tanpa balas. Legenda sepakbola Indonesia keturunan Tionghoa, Tan Liong Houw pernah melontarkan kalimat seperti ini “Jangan tanyakan masalah nasionalisme orang-orang Tionghoa. Kami siap mati di lapangan demi membela Indonesia melalui sepakbola,”. Kalimat penuh semangat tersebut ternyata bukan hanya sekedar omong kosong belaka. Dalam sejarah sepakbola Indonesia sendiri, penulis buku Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola (2010) karya Bayu Aji, menuturkan bahwa kelompok etnis Tionghoa Surabaya sudah mendirikan sebuah klub sepak bola pada 1915. Pergerakan rintisan etnis Tionghoa pernah berperan membawa negeri ini, meski masih menenteng nama Hindia-Belanda saat itu, berlaga di Piala Dunia 1938 di Perancis. Romantisme etnis Tionghoa dengan sepak bola Indonesia mulai terkubur di awal 1960-an. Hal ini begitu memanas ketika situasi politik tahun 1965. Yang dipuncaki dengan meletusnya Gestapu dan genosida membuat etnis Tionghoa kian terpojok. Sentimen terhadap etnis Tionghoa di lapangan hijau semakin membuat mereka enggan menjadikan sepakbola sebagai pilihan utama. Setelah puluhan tahun peristiwa 1965, dalam beberapa tahun terakhir mulai muncul kembali pemain etnis Tionghoa ke lapangan hijau di Indonesia, seperti Juan Revi, Kim Jeffrey Kurniawan, dan yang terbaru adalah Sutanto Tan. Kemunculan pemain keturunan etnis Tionghoa di persepakbolaan Indonesia beberapa tahun terakhir, memperlihatkan bahwasanya mampu memberi ruang kepada etnis Tionghoa mampu berbicara di kancah sepak bola Indonesia kembali seperti terdahulu mereka. Semoga ini tetap terjaga dan berlanjut. (Dre) Sumber: panditfootball.com dan fourfourtwo.com

Pemerintah Optimis Test Event Asian Games 2018 Lancar

Wakil Ketua INASGOC, Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) memeriksa kesiapan venues jelang berlangsungnya Test Event Asian Games 2018. (net)

Jakarta- Pemerintah melalui Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto dan Ketua INASGOC Erick Thohir serta Wakil Ketua Sjafrie Sjamsoeddin, pada Kamis (8/2) meninjau beberapa venue untuk Test Event Asian Games di Jakarta, 8-15 Februari 2018. Gatot menyatakan bahwa secara umum venue pertandiangan sudah siap. Namun, lanjutnya, ada beberapa kekurangan yang perlu segera diselesaikan secara maksimal oleh masing-masing penanggung jawab venue pada sore ini. Mulai Kamis sore ini, beberapa cabang dipertandingkan di test event. Gatot dan pimpinan INASGOC mengadakan cek fisik terakhir beberapa venue yang akan dipakai, mulai dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) hingga beberapa tempat lainnya. Diantaranya Tenis Indoor untuk cabang olahraga (cabor) bola voli, Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Basket, Panahan, dan Atletik, kemudian JIExpo Kemayoran untuk Taekwondo serta Padepokan Pencak Silat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Hari ini kami beserta seluruh pimpinan INASGOC mengadakan cek fisik terakhir, khususnya venue-venue yang dipakai test event atau invitation tournament, dan dipastikan seluruh fasilitas yang ada betul-betul siap,” ujar Gatot. “Secara umum (persiapan) 95% fine. Nanti ada cek lagi dari tim monitoring, karena janji mereka (penanggung jawab venue) sore ini siap. Secara umum kami puas dan optimis, itu fungsinya test event untuk mengantisipasi kekurangan, agar saat event sesungguhnya tak ada lagi kendala,” tambahnya. Selain itu, Gatot juga menekakan pentingnya papan-papan petunjuk arah (sign board), mengingat peserta dari negara-negara asing sangat membutuhkan hal itu. “Kelemahan kita di signing, apalagi orang asing yang tak tahu utara-selatan sangat memerlukan hal tersebut,” tutupnya. (adt)

Menginspirasi! Belajar Sepak Bola Dari Eks Striker Timnas Inggris

Michael Owen, mantan striker timnas Inggris datang ke Indonesia dan bercerita mengenai perkembangan sepak bola di tanah airnya. Menurut lansiran dari tempo.co pada Senin (5/2), Owen bercerita di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Inggris menjadi salah satu produsen pemain bola handal dunia. Kunci kesuksesan Inggris yang telah menjadi poros pesepakbola dunia adalah sebuah pembinaan sejak dini. Owen berkata saat masih muda gunakanlah untuk belajar teknik, seperti teknik dasar dan kontrol bola dalam permainaan sepak bola. Setelah itu, di Inggris usia 12-13 tahun, para bibit muda kemudian dilatih teknik dengan aspek-aspek sepak bola yang lebih tinggi dan mendalam. Menurut eks penyerang Liverpool tersebut, kualitas sepak bola di suatu negara akan bertambah baik apabila punya pelatih banyak, daya partisipasi tinggi dan juga ada fasilitas yang memadai. Pada umur 20 tahun, akan menjadi fase ujian. Tingkat keberanian serta mental di lapangan akan banyak teruji di umur tersebut. Owen berkata di Inggris pada zaman ia dulu, Ada banyak, sekitar 15 pemain muda potensial setiap tahunnya. Namun, hanya sedikit yang mampu bertahan dari ujian mental tersebut pada level senior bahkan saat masuk ke tim nasional (timnas). Seperti yang dilansir dari tempo.co, ia mengatakan pemain bola yang sukses berkembang yaitu mampu menjaga talentanya dan memanfaatkan kesempatan. Kedua hal tersebut merupakan kombinasi untuk masuk ke level yang lebih tinggi Eks mantan striker timnas Inggris berkata Indonesia punya peluang mengembangkan sepak bolanya. Hal ini karena masyarakat Indonesia sangat antusias terhadap sepak bola. Sampai-sampai Owen berencana akan membuat sekolah sepak bolanya di Indonesia. Michael Owen Michael James Owen, seorang eks striker timnas Inggris yang punya pengalaman hebat dan menginspirasi. Pemain kelahiran Chester, Inggris 14 Desember 1979, tampil di even tiga Piala Dunia ini menorehkan 40 gol dari 89 penampilan bersama Timnas. Pada 2001, saat menginjak usia 22 tahun, Owen menjadi salah satu pemain termuda yang menyabet gelar pemain terbaik Ballon d’Or. Usai membela Liverpool, Owen sempat berkarir di Real Madrid, Newcastle United, Manchester United, dan Stoke City. Akibat cedera lutut yang diderita, ia harus mengakhiri karirnya cukup cepat. “Kami harus menjadi pemain multitalenta. Ketika kamu ingin sukses, harus belajar dan saya rasa jika sudah ada talenta, akan lebih mudah lanjutnya,” -Michael Owen-

Kota ‘Drag Bike’ Milik Kota Tangsel

Tangsel-kota-drag-bike

Tangsel-Event Satlantas Tangsel Drag Bike, merupakan salah satu cara agar meminimalisir balap liar. Karena, banyak para pemuda yang melakukan balap liar di hari weekend dan selalu kejar-kejaran dengan anggota kepolisian. Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, H Ipul Syaepullah, berharap lebih dengan adanya event ini dapat berjalan rutin. Ditambah, harus ada event safety riding untuk para pembalap di Tangsel. “Saya harap, ini bisa meminimilasir balap liar di Tangsel. Antusias yang bagus, semoga event ini rutin untuk membantu tidak ada balap liar lagi. Saya sempat utarakan ke Kasat Lantas Polres Tangsel, agar setiap akhir minggu di adakan safety riding buat pelampiasan mereka (pembalap),” tututnya, Sabtu (27/1) petang. Menurutnya, ada data yang diperolehnya bahwa Tangsel dijuluki sebagai Kota Drag Bike. Maka dari itu, banyak yang berharap banyak event drag yang digelar di Tangsel ini. “Event ini, banyak yang bilang jangan hanya sekali. Sempat pesimis, apakah mereka tidak bosan jika diadakan terus menerus. Tapi, saya dapat info kalau Tangsel itu dijuluki Kota Drag Bike, karena 80% pembalap drag berasal dari Tangsel dan nomor duanya Jakarta,” jelasnya. Hal senada juga diutarakan oleh salah satu penonton, Irfan Maulana yang sangat mendukung kegiatan ini berlangsung rutin. “Saya sangat mendukung event ini, semoga event ini rutin. Saya sebagai pecinta balap motor, sekali lagi sangat-sangat mendukung jika event ini rutin diadakan,” kata Irfan. (pah)

Juara Awal Tahun, Anthony Ginting Bidik Rangking Top Five

Anthony Sinisuka Ginting, Pemain tunggal putra Indonesia telah berhasil menjuarai Indonesia Masters 2018, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, 28 Januari 2018. Dilansir dari tempo.co (28/01/2018), kesuksesannya mengalahkan pemain Jepang, Kazumasa Sakai tersebut dipersembahkan untuk keluarga dan pemain tunggal putra Indonesia lain. Gelar tersebut merupakan gelar kedua Ginting di tingkat Superseries. Tahun 2017, ia berhasil menjuarai Korea Open 2017. Prestasi ini menjadi pacuan “semangat” bagi pemusatan latihan nasional tunggal putra Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia yang sedang minim prestasi. Pelatih Ginting berkata harus tetap rendah hati, karena setelah juara satu, akan ada juara-juara lain. Prestasi-prestasi tersebut buat Ginting merupakan motivasi tersendiri baginya. Ia pun bersemangat untuk terus meningkatkan pretasinya, dengan berada di peringkat 16 dunia, juga menargetkan meningkatkan rangkingnya di tahun 2018 ini. Untuk rangking Ginting ingin masuk top ten atau top five. Namun, Ginting tidak memikirkan menggebu-gebu, ia tetap mencoba maksimalkan setiap pertandingan yang ada.

Marcus/Kevin Berhasil Raih Gelar Perdana 2018

Pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo raih kemenangan pada Indonesia Master 2018, di Istora Senayan, Minggu (28/01/2018) Dilansir dari sports.sindonews.com (28/01/2018), meski sempat tertekan di game pertama dan kalah 11-21, akhirnya Marcus/Kevin menang atas Li Junhui/Liu Yuchen. Pada game kedua, Marcus/Kevin tampil lebih agresif, dengan banyak memaksa Li Junhui/Liu Yuchen bermain bola-bola atas. kedua pasangan ini menampilkan strategi permainan cepat, silih berganti melakukan serangan smes kencang. Akhirnya, sukses di game tersebut dengan 10-21. Game ketiga, Marcus/Kevin memimpin 5-1. Dengan penampilan konsisten, sukses mengalahkan perlawanan pasangan China tersebut dengan skor 21-16. Kemenangan itu menjadi gelar perdana di 2018.

Ajang JSFL 2018, Asah Mental Bertanding Siswa SD Al Fath

JSFL-2018

Tangsel-Ajang tournament sepakbola untuk usia-usia dini, memang sangat diperlukan dengan tujuan dapat menemukan bibit-bibit berbakat yang nantinya dapat menjadi pemain Nasional dan membela timnas Indonesia. Sepertia halnya, JSFL (Jakarta School Football League) yang merupakan liga sepak bola bagi siswa yang mewakili sekolah. Terdapat puluhan sekolah di Jabodetabek ikut bersaing untuk menjadi pemenang. Seperti halnya, SD Al Fath yang baru pertama kalinya mengikuti event JSFL. Pelatih SD Al Fath, Eko Rahmat Hermanto, mengatakan para siswa yang ikut merupakan siswa kelas 3 dan 4. “Ini merupakan tahun pertama kami mengukuti JSFL. Persiapanya kurang lebih 2-3 bulan. Tim kami, terdiri dari siswa kelas 3 dan 4, kelahiran 2007-2009,” ujar Herman, sapaanya kala dihubungi nysnmedia.com, Selasa (30/1) Meski baru pertama kalinya mengikuti JSFL, Al Fath sukses menduduki posisi dua klasemen sementara. Dalam tiga laga, Al Fath meraih dua kemenangan melawan Al Azhar Cikarang dengan skor 6-2 dan menang melawan ACG International dengan skor 9-3. Herman menjelaskan, dengan berpartisipainya Al Fath di JSFL bertujuan untuk meningkatkan mental para siswanya. Selain itu, target tiga besar ingin diraih pasukan Al Fath ini. “Salah satu target kami mengikuti JSFL adalah selain menambah jam terbang bertanding siswa, juga untuk meningkatkan mental bertanding siswa. Target kami bisa peringkat 3 besar di akhir kompetisi,” paparnya. Guna mencapai target tersebut, Herman akan memberikan arahan kepada siswanya disaat bermain agar lebih baik dari segi transisi menyerang dan bertahan. Salah satu orangtua siswa Al Fath, Faiqoh Faqih selalu mendampingi sang anak Moh. Fawwaz Nabih bertanding. Dengan begitu, sang anak akan termotivasi untuk tampil baik. “Tentunya untuk mendukung anak saya dan Al Fath dong. Semoga bisa menjadi juara Al Fath,” ujarnya. (pah)

Turnamen Masih Terbatas, Rully Nere: Pembinaan Usia Dini Di Tangan Asprov

Nivea Men TopSkor

Jakarta- Atmosfir kegiatan sepakbola di Indonesia saat ini, perlahan mulai tertata dengan rapih. Kompetisi dan Turnamen kelompok usia muda mulai ramai dan berjalan dengan baik. Pembinaan ini gencar dilakukan mengejar ketertinggalan dari Negara kuat seperti Thailand dan Vietnam yang baru saja mencetak sejarah sebagai tim Asean pertama yang lolos ke babak final Piala AFC 2018 di China. Seperti yang diutarakan oleh Legenda Timnas Indonesia 80-an, Rully Nere. Rully yang hadir dalam pembukaan Liga Nivea Men TopSkor U-16 mengapresiasi kompetisi ini, guna menambah pengalaman bagi pemain di usia muda. “Ini sangat baik, masih jarang turnamen rutin diusia muda. Dengan adanya turnamen Liga Nivea Men TopSkor U-16, anak-anak bisa menambah jam terbang. Juga, memperkaya mental dan karakter mereka dalam bertanding,” paparnya di Lapangan Pertamina, Simprug, Jakarta Selatan, Sabtu (3/2). Rully mengatakan, dalam membentuk sepakbola Indonesia yang kuat harus bekerjasama dengan elemen-elemen yang mampu meningkatkan prestasi sepakbola Indonesia. “Misalkan, bekerjsama dengan instansi pendidikan. Jika, membangun sendiri sepakbola Indonesia, itu sangat berat. Sekolah Sepakbola (SSB) hanya wadah dan kompetisi ini sangat baik untuk mereka,” ucapnya. Pembinaan usia muda, terbantu dengan adanya SSB. Namun, SSB hanya menempuh ilmu bermain sepakbola hingga usia 16 tahun. Setelah itu, pemain seolah bingung ingin mengarah kemana. Ini yang masih menjadi kendala di sepakbola Indonesia. Lanjutnya, peran Asosiasi Provinsi (Asprov) disetiap wilayah harus bekerja untuk mencari dan membina atlet-atlet sepakbola yang potensial. “Askot (Asosiasi Kota) dan Asprov harus menjadi landasan tebentuknya para atlet muda. Asprov harus akitf bergerak, menyediakan instrumen pertandingan usia muda,” jelas Rully. (pah)

Hentikan Laga saat Azan, Mantan Wasit Liga Primer Inggris Banjir Pujian

Mantan Wasit Laga Primer Inggris, Mark Clattenburg, di banjiri pujian usai menghentikan pertandingan Piala Arab Saudi antara Al Feiha melawan Al Fateh, ketika azan berkumandang. Babak tambahan laga Al Feiha melawan Al Fateh yang berlangsung di Stadion King Salman, Al Majma’ah, Rabu (24/1),  baru berlangsung lima menit ketika Clattenburg tiba-tiba menangkat tangan meniup peluit. Para pemain kedua tim sempat bingung dengan tindakan Clattenburg karena wasit 42 tahun itu mebunyikan peluit saat tidak terjadi pelanggaran. Dikutip dari CNNIndonesia, sambil meminta bola Clattenburg lalu menjelaskan kepada para pemain bahwa keputusannya untuk menghentikan pertandingan karena terdengar suara Azan yang berkumandang dari masjid yang berada dari sekitar stadion. Pertandingan yang terhenti sekitar tiga menit. Setelah kumandang azan berhenti Clattenburg kemudian meniup peluit tanda pertandingan kembali dimulai. Ratusan penonton yang berada di Stadion King Salman pun memberi pujian atas keputusan Clattenburg dengan bertepuk tangan. Tak hanya mendapat pujian dari penonton di stadion, wasit terbaik dunia tahun 2016 itu juga dibanjiri pujian dari netizen di media sosial. Netizen merasa keputusan Clattenburg yang berani menghentikan pertandingan karena adzan berkumandang merupakan tindaknya yang patut di tiru oleh wasit lainnya. Mr @clattenburg1975 , What you did today in the Fayha vs Fateh game was really nice , It showed that you are very respectful and you indeed deserve the position you’re in , Good luck to you. — saud aljohani (@saudj99) January 24, 2018 Akun @saudj99 menulis, “Apa yang kamu lakukan di pertandingan Fayha vs Fateh sangat indah. Itu menunjukkan rasa hormat dan Anda memang pantas berada di posisi Anda saat ini.” Clattenburg terbilang memiliki karier yang cukup cemerlang. Wasit asal Consett, County Durham, itu sempat memimpin sejumlah pertandingan besar, seperti Final Liga Champions 2016 dan Final Piala Eropa 2016. Pada Februari 2017, Clattenburg mengambil keputusan mengejutkan. Ia meninggalkan posisi sebagai wasit Liga Primer Inggris dan menerima tawaran Asosiasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Clattenburg kini menjabat sebagai Kepala Wasit SAFF menggantikan posisi Howard Webb. Keputusan itu juga membuat Clatteburg kehilangan lencana wasit FIFA.

H-2 Panpel Satlantas Tangsel Drag Bike Sterilisasi Trek Aspal

Satlantas-tangsel-drag-bike2

Tangsel-Pelaksanaan Satlantas Tangsel Drag Bike tinggal menghitung hari lagi. Ini merupakan, event yang digagas oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H. Satlantas Tangsel Drag Bike sendiri akan digelar pada Sabtu-Minggu (27-28/1) di Lapangan Sunburst BSD, Serpong, Tangsel. Dan, akan mempertandingkan 19 kelas yang dikelompokkan dalam empat kelas, seperti kelas utama, supporting, braket dan eksebisi. Seluruh panitia pelaksana (panpel) pun, terus melakukan segala persiapan agar Satlantas Tangsel Drag Bike bisa berjalan dengan sukses. “Persiapan saat ini sudah mencapai 90% untuk persiapan Satlantas Tangsel Drag Bike,” ujar Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah di Lapangan Sunburst BSD, Kamis (24/1). Panitia pun, akan kebut kekurangan 10% nya. Di H-2, panpel mulai melakukan sterilisasi aspal agar para pembalap tidak tergelincir saat bertanding. Seperti, membersihkan aspal dari debu dan batu-batu kecil yang bisa membahayakan pembalap. “Hari ini, kami melalukan sterilisasi aspal bersama dengan panitia yang lain. Dan, juga melakukan tanda batas atau garis bagi para pembalap,” terangnya. Lanjutnya, Satlantas Tangsel Drag Bike yang digelar selama dua hari (Sabtu-Minggu) akan mendapat respon yang bagus dari pecinta olahraga balap dan para penonton. Penonton yang hadir pun akan dikenakan Harga Tiket Masuk (Htm). “Untuk tiket sendiri kami kenakan biaya sebesar Rp 15 ribu bagi para penonton yang ingin menyaksikan event drag ini,” tutupnya. (pah)