Borobudur Marathon 2017, Event Mancanegara Demi Mempromosikan Olahraga & Pariwisata Indonesia

Peserta Borobudur Marathon 2017 berlari meninggalkan garis start di Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Minggu (19/11). Foto : Kompas

Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 menyisakan sebuah cerita. Menurut lansiran dari kompas.com (19/11/2017), Event ini diawali dengan hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu pagi. Kemudian hujan tersebut tidak menurunkan semangat 8.754 peserta dari berbagai daerah dan negara dalam Borobudur Marathon 2017. Kegiatan Borobudur Marathon ini bisa menggelorakan semangat olahraga masyarakat. Tak hanya itu, setelah berakhirnya kompetisi ini, ternyata juga menyisakan cerita tentang peserta yang tidak sekadar berlomba melainkan juga kekaguman mereka akan keindahan alam, keramahan warga, dan keunikan di seputar cagar budaya dunia Candi Borobudur. Pada Borobudur Marathon tahun ini kompetisi dibagi menjadi tiga kategori, yakni Full Marathon (42 kilometer), Half Marathon (21 kilometer) dan 10 kilometer. Dari tiga kategori, terbagi lagi dalam sub-kategori, yakni Full Marathon Open, Full Marathon Nasional, Half Marathon Open, Half Marathon Nasional, 10K Open, dan 10K Nasional. Total hadiah yang diperebutkan peserta mencapai Rp 2,3 miliar, untuk semua kategori. Lalu siapakah pemenangnya? Full Marathon Open Category Pria Dijuarai oleh Kiprop Tonui (Kenya) dengan waktu 2 jam 26 menit 20 detik. Kemudian, Kennedy Kiproo Lilan dan Cosmas Matolo, yang berasal dari Kenya juga. Full marathon Closed Category pria Ketiganya dimenangkan dari perwakilan Indonesia yaitu Hamdan Syafril Sayuti (2 jam 39 menit 40 detik) Diikuti dengan Asma Bara dan Rudi Febriade. Full Marathon Open Category Perempuan Dimenangkan oleh Elizabeth Rumokol Chekakan (Kenya)  2 jam 43 menit 14 detik. Diikuti oleh Peninah Jepkoech (Kenya) dan Chemutai Immaculate (Uganda). Full Marathon Closed Category Perempuan Dimenangkan oleh Olivia Sadi (waktu 3 jam 10 menit dan 42 detik) Diikuti oleh Irma Handayani dan Maya. Mereka dari Indonesia. Full Marathon Master Closed Category Pria Dimenangkan oleh Suyono (3 jam 5 menit dan 24 detik) Diikuti oleh Heri Poriono dan Abdul Manan.  Indonesia. Full Marathon Master Closed Category Perempuan Dimenangkan oleh Helda Napitupulu (3 jam 41 menit dan 2 detik) Diikuti oleh Siti Muawanah dan Darwati. Half Marathon Open Category Pria Dimenangkan oleh Josphat Kiptanui Too (Kenya) dengan catatan waktu 1 jam 4 menit dan 42 detik. Diikuti oleh Barnaba Sigei (Malaysia) dan Joseph Mwangi Ngare (Kenya). Half Marathon Closed Category Pria Dimenangkan oleh Agus Prayogo (sang atlet lari Nasional) dengan  waktu 1 jam 12 menit dan 3 detik. Diikuti oleh Nurshodiq dan Difta Ibrula Gratina Unbanu. Half Marathon Open Category Perempuan Dimenangkan oleh Rosemary Mumo Katua (Kenya) dengan catatan waktu 1 jam 13 menit 46 detik. Diikuti oleh Kipsanai Naomi Jepkorir, dan Too Mercy Jelimo. Half Marathon Close Category Perempuan Afriana Pajio dengan catatan waktu 1 jam 22 menit 59 detik. Diikuti dengan Odekta Elvina Naibaho dan Ferly Marince Subnafeu. 10K Open Category Pria Dimenangkan oleh Tariku Demelash (Ethiopia) dengan catatan waktu 29 menit 20 detik. Diikuti oleh Gachui Daniel Kiarie dan Gilbert Ngench, keduanya dari Kenya. 10K Closed Category Pria Dimenangkan oleh Tio Purwanto dengan catatan waktu 31 menit 53 detik. Diikuti oleh Ridwan dan Jauhari Johan. 10K Open Category Perempuan Dimenangkan oleh Edinah Jeruto Koech (Kenya) dengan catatan waktu 35 menit 13 detik, diikuti oleh Monica Watelu Ndiritu dan Cynthia Chelangat Towett. 10K Closed Category Perempuan Dimenangkan oleh Yulianingsih dengan catatan waktu 38 menit 15 detik, diikuti oleh Meri M Paijo dan Bayu Trianata Sari. Menurut lansiran dari Kompas.com (19/11/2017), dikatakan oleh pelari atlet Indonesia kategori Male Half Marathon Closed, Agus Prayogo, fisik pelari Indonesia berbeda dengan negara lain. Hal ini sudah jadi kebiasaan dalam event serupa, di mana negara-negara lain pasti lebih unggul. Walaupun begitu, pelari Indonesia tetap terus meningkatkan kualitas karena didukung oleh pemerintah yang terus memberikan pembinaan para pelari. Diungkapkan oleh pelari peraih medali emas Sea Games 2017 tersebut, tantangan dalam borobudur marathon adalah saat medan yang naik turun, jalan yang sempit dan banyak tikungan. Meski sempat diguyur hujan, hal tersebut tidak jadi masalah dan bisa dikatakan masih bersahabat, karena tidak dehidrasi juga.

Satlantas Agendakan Kejuaraan Drag Bike Demi Merangkul Para Pembalap

Illustrasi: Drag Bike (Sumber Foto: @twepsbanjar)

Ajang balap motor, terus digandrungi mayoritas kaum remaja. Namun, olahraga yang bisa dikatakan membutuhkan nyali besar ini banyak disalah gunakan oleh para pecinta kebut-kebutan. Mereka, biasanya mengadu kecepatan di lintasan yang bukan pada tempatnya dan tidak memperhatikan keamanan dirinya sendiri maupun orang lain. Bahkan mereka, selalu kejar-kejaran dengan pihak kepolisian karena mengganggu ketertiban. Melihat itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tangsel dibawah pimpinan Kasat Lantas AKP Lalu Hedwin H.SH.SIK akan merangkul para pembalap ini dalam sebuah kejuaraan Drag Bike. “Ya, kami sudah melakukan diskusi dengan beberapa klub motor yang ada untuk menggelar event kejuaraan Drag Bike. Untuk kapan dilaksanakannya, kami akan rundingkan kembali,” ujar AKP Lalu. Pria kelahiran Malang ini, mengaku ingin mengajak para pembalap untuk terlibat. Dengan tujuan, merangkul para pembalap dan menjadi wadah bagi para pembalap untuk menunjukan bakatnya. “Saya ingin menyatukan mereka dalam kejuaraan Drag Bike nanti. Dari pada mereka melakukan kebut-kebutan di jalan raya dan melakukan hal yang negatif, lebih baik kami fasilitasi serta mengasah bakat mereka dalam sebuah kejuaraan. Dan, bukan hanya dari Tangsel saja, kami akan menyambut baik pembalap dari luar Tangsel untuk berpartisipasi,” paparnya. Lanjutnya, segala persiapan sudah mulai dilakukan dari mulai tempat, perhitungan jarak, keamanan dan lainnya. “Kami sudah melakukan persiapan-persiapan untuk menggelar kejuaraan drag bike. Kami sudah mengatur jarak, memperhitungkan pengereman, keselamatan dan semuanya agar berjalan dengan lancar,” jelasnya. Ia pun mengatakan, jika kejuaraan ini nantinya akan berhasil, bukan tidak mungkin akan dijadikan ajang tahunan Satlantas Polres Tangsel. “Semoga bisa menjadi ajang tahunan Satlantas Polres Tangsel,” tutupnya.(pah/adt)

Rangkaian Semarak Hut Tangsel, Ribuan Atlet Bersaing Dalam Porkot Kota Tangsel 2017

Walikota-Tangsel,-Airin-Rachmi-Diany-ditemani-Ketua-KONI-Tangsel,-Rita-Juwita,

Dalam keseriusannya membina atlet-atlet pelajar, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel mengadakan ajang Perlombaan Olahraga Kota (Porkot) Tangsel. Porkot Kota Tangsel 2017 untuk tingkat pelajar ini dibuka langsung oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany di Lapangan Cilenggang, Serpong, Minggu (19/11). Porkot 2017 yang digagas oleh Dispora Tangsel ini, merupakan rangkaian HUT Tangsel ke-9. Pembukaan Porkot dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Tangsel, E Wiwi Martawijaya, Ketua KONI Tangsel serta ribuan pelajar yang mewakili tujuh kecamatan di Tangsel yang akan mengikuti Porkot 2017. Sebanyak 17 cabang olahraga yang di perlombakan, diantaranya ada renang, pencak silat, karate, taekwondo, voli, dayung, panahan, dan lainnya. Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menjelaskan perlombaan ini dalam rangka memeriahkan HUT Kota Tangsel ke-9. Dimana kegiatan ini dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai tingkat Kota. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bukti keperdulian pemerintah dalam membudayakan olahraga di masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT Kota Tangsel,” ungkap Airin. Airin pun sangat berharap, agar masyarakat Tangsel bisa membudayakan olahraga sehat. Dan, untuk para pelajar bisa menjadi pengalaman berharga sekaligus memberikan wadah bagi mereka untuk menunjukan bakat yabg dimilikinya. “Olahraga di Tangsel menjadi salah satu budaya sehat. Sedangkan bagi para pelajar bisa memberikan pengalaman bertanding, juga bagi para atlet muda dalam rangka meningkatkan potensi yang optimal,” tuturnya. Sementara itu, Kadispora Tangsel, E. Wiwi Martawijaya menjelaskan, kegiatan tersebut dibuka untuk pelajar dan umum. Namun yang mendominasi adalah para pelajar yang mewakili kecamatannya masing-masing. “Perlombaan ini dalam rangka untuk mencari bibit-bibit atlet. Sehingga telah diketahui sejak dini. Nantinya mereka akan meneruskan perlombaan di tingkat yang lebih tinggi,” katanya. Wiwi dengan tegas, akan rutin melaksanakan Porkot ini tiap tahunnya demi membangkitkan budaya olahraga bagi masyarakat maupun pelajar. “Kegiatan ini, akan dilaksanakan setiap tahun, untuk membangkitkan budaya olahraga agar merata,” jelasnya. (pah/adt)

KONI Sebut Porkot Tahun 2017 Sebagai Langkah Terobosan

Ketua-KONI-Tangsel-Rita-Juwita2

Perlombaan Olahraga Kota (Porkot) Tangsel tahun ini yang digagas oleh Dispora Tangsel dalam rangka menyambut HUT Tangsel ke-9, disambut baik oleh Ketua KONI Tangsel, Rita Juwita. Rita mengatakan, Porkot tahun 2017 merupakan suatu terobosan yang baru untuk Kota Tangsel. Dimana, para pelajar akan membela Kecamatannya untuk mendapatkan Piala bergilir Walikota Tangsel. “Ini sangat baik, dimulai dari perlombaan tingkat Kelurahan berlanjut ke tingkat Kota. Jadi, para pelajar ini tidak sembarang atlet karena ada tahapan-tahapannya. Ajang ini merupakan suatu terobosan yang sangat baik sekali bagi Tangsel,” ujar Rita, atau yang biasa disapa Bunda Rita kepada nysnmedia.com. Bunda Rita juga menjelaskan, ajang ini bisa menambah jam terbang bagi para atlet, terutama untuk atlet-atlet junior. Dan, mencari bibit untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2018 dan Pekan Olahraga Provinsi. “Atlet junior bisa menambah jam terbang, dan untuk yang senior bisa mengetahui kemampuan dirinya. Lalu, ajang ini kan banyak dari pelajar, jadi bisa sekaligus mempersiapkan atlet pelajar Tangsel untuk Popda (pekan olahraga pelajar daerah) 2018 dan Porprov (pekan olahraga provinsi). Tentunya, moment ini sangat baik, untuk nantinya atlet mengikuti TC (Training Center),” paparnya. Meski ini pagelaran Dispora, KONI Tangsel akan terus mendukung dan bekerjasama demi kemajuan olahraga di Tangsel. “KONI dan Dispora tidak bisa dipisahkan, semua harus kerja sama demi meraih kejayaan dan sukses,” ujarnya. (pah/adt)

Selalu Buat Kejutan, Tim Futsal Putri SMAN 12 Tangsel Patut Diperhitungkan

Tim-futsal-putri-SMA-Negeri-12-Tangsel

Futsal selalu identik dengan olahraga laki-laki, tetapi mulai saat ini wanita sudah mulai menggeluti olahraga futsal. Para wanita ini biasanya mulai bermain di ekstrakulikuler (Ekskul) di sekolah. Ekskul futsal untuk putri di sekolah sudah mulai menjamur. Seperti di SMA Negeri 12 Tangsel. Tim futsal putri SMAN 12 Tangsel ini, mempunyai segudang prestasi yang mengharumkan nama baik sekolah. Di bawah arahan pelatih Fathurohman, tim futsal SMAN 12 Tangsel terus menggeber prestasi maupun latihannya. Fathur mengatakan, futsal putri di SMAN 12 Tangsel sudah mulai banyak pemain yang potensial. “Alhamdulillah, kita selalu regenerasi dan selalu menemukan pemain-pemain yang potensial. Baik itu dikelas 1, kelas 2 maupun kelas 3,” ujar Fahtur. Meski latihan futsal putri, hanya seminggu sekali. Tak membuat tim futsal putri SMAN 12 Tangsel meraih prestasi. “Kami, meraih juara 1 dan 2 di kejuaraan futsal yang di gelar STIKES dan juara 1 di Insan Rabbani. Alhamdulillah itu, kejuaraan antar Jabodetabek maupun wilayah Tangsel,” paparnya. Dengan raihan prestasi itu, kini tim futsal putri SMAN 12 Tangsel mulai di takuti oleh sekolah lain. Fahtur pun, berharap futsal SMAN 12 Tangsel dapat dukungan dari kepala sekolah. (pah/adt)

Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017, LIMA Football Rancang Peraturan Ketat

Manajer-Departemen-Kompetisi-dan-Pertandingan-LIMA

LIMA akan mulai menghelat cabor sepakbola, karena antusias universitas untuk sepakbola semakin tinggi. Bertajuk LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017, rencananya akan mulai dilaksanakan pada 16 November hingga 23 November mendatang yang berlokasi di Stadion Universitas Indonesia (UI), Depok. LIMA pun, tak mau main-main soal peraturan yang ada. Manajer Departemen Kompetisi dan Pertandingan LIMA, Azwar Mukhlis akan memperketat peraturan LIMA Football sama dengan cabor LIMA lainnya. “Di season 5 ini, kami berusaha menjaga konsistensi peraturan di LIMA, mulai dari verifikasi, kostum, dan peraturan di lapangan,” jelas Azwar. Lanjutnya, LIMA Football akan memakai sistem setengah kompetisi. Dan, ketujuh tim ini akan saling bertemu. “Sistem kompetisi yang digunakan oleh LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta and Nusantara Conference 2017 ini menggunakan setengah kompetisi. Ketujuh tim tersebut akan saling berhadapan di pertandingan yang digelar di UI ini,” tambahnya.(pah/adt)

Kupas Tuntas Kontroversi Liga 1 Indonesia

kontroversi-liga-1

Tanggal 15 April 2017 menjadi sejarah bangkitnya sepakbola Indonesia. Dua tahun lamanya, sepakbola Indonesia telah mati suri setelah di hukum oleh FIFA. November 2016 pula, lahirnya ketua umum PSSI periode 2016-2020 yakni Edy Rahmayadi. Edy terpilih sebagai Ketua Umum PSSI untuk periode 2016-2020 dalam Kongres PSSI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016). Dalam pemungutan suara, Edy, yang juga merupakan Pangkostrad TNI, meraih 76 suara. Dia mengalahkan Moeldoko yang hanya meraih 23 suara. Sementara itu, calon lainnya, Eddy Rumpoko, hanya mendapatkan satu suara. Edy yang juga aktif sebagai TNI berpangkat Letnan Jendral menjabat Pangkostrad ini, diharapkan oleh pecinta sepakbola Indonesia bisa memajukan sepakbola Indonesia dengan ketegasannya. Dalam kutipan cnn.indonesia (10 November 2016) setelah terpilih, Edy memiliki target untuk timnas Indonesia. Edy berjanji akan segera bekerja agar target-targetnya tercapai, salah satunya targetnya adalah timnas tampil di Olimpiade dalam kurun waktu delapan tahun dari sekarang. “Mungkin itu sulit sekali bagi pemain-pemain yang saat ini masih kita ketahui bersama (kemampuannya), tetapi Insya Allah di 2024 kita sudah bisa berkiprah.” “Di saat ini kami harus segera bekerja. Di kelompok U-15, ini kita booming-kan, kami meriahkan, sehingga delapan tahun yang akan datang pemain-pemain yang berusia 23 tahun sudah bisa berkiprah di internasional,” ucapnya melanjutkan. Benar saja, enam bulan memimpin PSSI, tepatnya 15 April dibukanya Liga 1 Indonesia yang memainkan antara Persib Bandung melawan Arema Malang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (SGBLA). Namun, sebelum Liga 1 bergulir banyak kontroversi yang terjadi yakni mengenai regulasi. Regulasi yang diterapkan di liga yaitu tim diwajibkan mengontrak sedikit-dikitnya lima pemain U-23, kemudian hanya bisa mengontrak maksimal tiga pemain asing, di mana dua merupakan pemain non-Asia dan satu pemain Asia atau disebut aturan dua plus satu. Selanjutnya, jumlah pemain berusia 35 tahun ke atas tidak boleh lebih dari dua orang di setiap tim. Peraturan lainnya yaitu setiap klub bisa mengontrak satu “marquee player” yaitu pesepak bola asing yang dianggap berkelas dunia yang pernah bermain setidaknya dalam tiga putaran Piala Dunia terakhir (untuk hal ini pada tahun 2006, 2010 dan 2014) atau pernah berkiprah di klub elite Eropa. Persib Bandung contohnya, mereka menggaet Michael Essien eks Chelsea dan Carlton Cole bintang Timnas Inggris sebagai pemain marquee player mereka. Sementara, regulasi yang mewajibkan klun memainkan pemain U-23 menuai beberapa pro dan kontra. Regulasi ini dibuat memang dipersiapkan untuk timnas Indonesia berlaga di Sea Games Kuala Lumpur, Malaysia. Setiap klub, diwajibkan memainkan tiga pemain U-23. Pelatih pun, mau tidak mau menurunkan pemain U-23. Banyak komentar miring dengan regulasi ini, ada yang beranggapan bahwa jika pemain tidak siap bisa merugikan klub dan pemain U-23 bisa bermain di tim senior bukan karena aturan melainkan karena kesiapan pemain serta prestasi pemain. Setengah musim berjalan, masyarakat Indonesia mulai mengenal wonderkid Febry Haryadi dan Gian Zola (Persib), M Rezaldi Hehanusa (Persija), Kurniawan Kartika Ajie (Persiba Balikpapan). Bisa dikatakan sukses? Mari kita telaah kembali. Kebijakan PSSI membuat regulasi U-23 memang dipersiapkan untuk Sea Games Malaysia, namun ekspektasi berlebih hanya membuahkan medali perunggu saja bagi Indonesia yang dipimpin pelatih asal Spanyol Luis Milla. Muncul kembali peraturan dari PSSI yang membingungkan. Setelah Sea Games berlangsung, PSSI menghapus regulasi U-23 di Liga 1. Keputusan ini, sontak membuat para klub dan pelatih berang. Para pelatih dan klub, menganggap keputusan awal yang dibuat oleh PSSI dengan seenaknya di hapus. Namun, ada juga klub yang bisa dikatakan ketiban durian runtuh dengan adanya penghapusan regulasi U-23. Tak hanya itu, regulasi saja yang membuat kisruh, suporter pun masih belum cukup dewasa. Almarhum Riko Andrean suporter Persib yang tewas pada saat laga big match melawan Persija Jakarta menjadi pusat perhatian kancah dunia sepakbola. PSSI pun, menghukum bobotoh. Sudah seharusnya, suporter Indonesia dewasa. Kepemimpinan wasit pun, menjadi fokus pembenahan PSSI. Wasit Indonesia seharusnya bisa mengambil keputusan dengan tegas tanpa takut di intervensi oleh tim maupun pemain. Puncaknya, PSSI menghadirkan wasit asing pada bulan Agustus. Tujuan PSSI dengan hadirnya wasit asing, bisa memberikan contoh kepada wasit asal Indonesia. Lagi dan lagi, hadirnya wasit asing menjadi pro dan kontra. Seperti pelatih PSM Makasar, Robert Rene Albert yang mengatakan bahwa Indonesia tidak butuh wasit asing tetapi membutuhkan teknologi VAR (Video Assintant Referee). Benar saja, puncaknya pada laga big match antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung kesalahan fatal dibuat wasit asing. Shaun Evan merupakan yang memimpin laga big match tersebut. Wasit asal negeri kangguru Australia, menganulir gol dari penyerang Persib, Ezechiel N’Douassel pada menit ke-27. Sundulan N’Douassel terlihat sudah melewati garis dan sundah menyentuh jaring gawang. Namun, Shaun menganggap bola tersebut belum gol. Kontroversi dari wasit Evans, masih berlanjut. Bek Persib Bandung, Vladimir Vujovic, mendapatkan kartu merah pada menit ke-82 setelah terlihat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada wasit yang memberinya kartu kuning karena melanggar Bruno Lopes. Pemain Persib yang tidak terima, bergerak kepinggir lapangan. Namun, Evans menganggap pemain Persib mogok bertanding dan menyudahi pertandingan pada menit 83. Ini menjadi perbincangan hangat bagi para pecinta sepakbola. Polemik wasit belum usai, kini giliran penentuan juara yang menjadi pusat perhatian. Bhayangkara FC dinobatkan menjadi juara Liga 1 2017. Kepastian tersebut didapat setelah Bhayangkara FC unggul atas pesaingnya Bali United yang bertengger di posisi kedua. Klub berjuluk The Guardians itu unggul agregat dari dua pertemuan kontra Bali United meski di klasemen memiliki poin yang sama yaitu 68 poin. Namun, terjadi kontroversi juara Bhayangkara. Pada saat melawan Mitra Kukar yang berkesudahan imbang 1-1, Bhayangkara mengajukan banding dengan alasan Mitra Kukar memainkan pemain ilegal yakni Mohammed Sissoko yang sebelumnya mendapatkan hukuman sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Hasil putusan pun, Bhayangkara menang dengan skor 3-0 dan membuatnya naik kepuncak klasemen menggeser Bali United. Ini yang menjadi perdebatan para tim, khususnya Bali United dan PSM Makasar yang bersaing dalam perebutan gelar juara. Di laga terakhirnya, Bhayangkara memastikan juara Liga 1, meski kalah dari Persija Jakarta dengan skor 1-2. Bhayangkara yang sudah dipastikan juara, menjadi gonjang ganjing. PT LIB (Liga Indonesia Baru) belum memastikan Bhayangkara FC juara Liga 1 Indonesia. Tak hanya itu, laman resmi FIFA pun, secara mengejutkan mengeluarkan klasemen yang menyatakan Bali United FC yang menjadi juara di Liga 1 Indonesia. Namun, pada akhirnya FIFA merubah laman tersebut dengan menyatakan Bhayangkara FC sebagai juara Liga 1. … Read more

Raih Peringkat Tiga di Kejurnas, Olahraga Rugby Banten Tunjukan Tajinya

Tim Rugby Banten berhasil meraih peringkat ketiga di ajang Kejurnas Rugby beberapa waktu lalu.

Mungkin bagi sebagian kalangan masyarakat masih banyak yang belum mengenal Olahraga rugby. Permainan tim yang bisa dikatakan menjurus permainan keras cenderung kasar ini, sedang berkembang di Indonesia. Seperti yang sedang di lakukan dalam lingkup wilayah Banten. Tim rugby Banten, baru saja mengikuti ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rugby bulan Oktober lalu. Tim rugby Banten ini berhasil meraih peringkat tiga. Tentunya prestasi ini, sangat membanggakan bagi Provinsi Banten, dari 11 provinsi yang mengikuti kejurnas, Banten berhasil meraih peringkat tiga. Kapten rugby Banten, Christoper Aditya Hardwika merasa sangat puas bisa meraih peringkat tiga dalam ajang Kejurnas. Persiapan selama dua bulan tak menjadi sia-sia untuk tim rugby Banten yang dilatih langsung oleh pelatih asal Fiji. “Dari tim Banten sendiri, merasa cukup puas dengan apa yang telah diperoleh di Kejurnas. Walaupun kamu peringkat ketiga, tapi menurut saya itu hasil yang sangat memuaskan bagi kami, bila dilihat dari persiapan dan juga permainan yang telah dikeluarkan oleh rekan satu tim,” papar Christoper. Berlatih hanya satu kali dalam seminggu ,rugby Banten bisa menunjukan tajinya di Kejurnas olahraga Rugby. Meski begitu, rugby Banten bisa bersaing. Dan, selain kendala latihan, rugby Banten juga kesulitan dalam mencari pemain. “Kami latihannya hanya seminggu sekali, mungkin berbeda dengan Provinsi lain. Cuman, selama latihan yang berlangsung 2 jam pemain tidak pernah menyiakan latihannya, jadi kita latihan dengan serius. Kendala lain, karena olahraga ini sedang berkembang, jadi kemarin agak susah untuk mencari pemain, dan juga lapangannya yang kadang susah dicari untuk latihan,” jelasnya. Perlu diketahui, rugby Banten sudah mempunyai prestasi yang membanggakan. Seperti meraih medali perak di Exhibition PON Jawa Barat. Sukses dan maju terus Rugby Banten. (pah/adt)

Nivea Men TopSkor Cup U-16 Dipantau Pelatih Timnas Fakhri Husaini

Direktur-TopSkor-Indonesia,-Yusuf-Kurniawan

Mempunyai visi yang sama dalam meningkatkan dan memajukan persepakbolaan di usia dini, Nivea Men dan TopSkor menggelar tournament Nivea Men TopSkor Cup U-16 yang berlokasi di Stadion Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (11/11). Tournament ini diikuti 22 perpaduan antara Sekolah Sepakbola (SSB) dan sekolah formal nasional dan internasional (SMU/SMK) dari wilayah Jabodetabek. Total pemain & tim ofisial yang terlibat di kompetisi ini sekitar 650 orang. Direktur TopSkor Indonesia, Yusuf Kurniawan menjelaskan, bahwa Nivea Men dan TopSkor mempunyai visi sama dalam mengembangkan bakat sepakbola muda. Tak hanya tournament saja, dalam event ini juga digelar coaching clinic. “NIVEA MEN dan TopSkor memiliki visi yang sama untuk mengembangkan bakat anak-anak muda Indonesia. Selain dukungan penuh 1 bulan ke depan, kami juga menyediakan coaching clinic dan juga hadiah khusus kepada setiap pemain terbaik (Man of The Match) di setiap pertandingan,” papar pria yang biasa disapa Bung Yusuf ini. Bung Yusuf yang juga komentator sepakbola ini, berharap dengan kompetisi ini para pemain dapat memberikan dan menunjukan bakat mereka. Karena, event ini akan dipantau oleh Pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini. “Kami berharap, melalui apresiasi ini, para peserta makin bersemangat menunjukkan kemampuan mereka. Apalagi ajang ini akan dipantau oleh pelatih Tim Nasional U-16 dalam rangka mencari pemain potensial untuk dipersiapkan menuju putaran final Piala Asia U-16 tahun 2018,” jelasnya. NIVEA MEN, yang merupakan merek perawatan kulit pria terkemuka di dunia, bekerja sama dengan TopSkor untuk menyelenggarakan kompetisi sepakbola. Ajang ini juga nantinya akan diikuti oleh, para pemain Timnas U-16, sebut saja Rendy Juliansyah dan Ahmad Rusadi yang akan membela panji ASIOP Apacinti. Ada pula Andre Oktaviansyah (Pelita Jaya), Yudha Febrian (Cibinong Putra), Yadi Mulyadi, Hamsa Lestaluhu, Sukrayatul Fajra, dan Ahluz Dzikri (ASAD Purwakarta). Nantinya, pertandingan akan digelar dengan sistem setengah kompetisi dimana ke-24 peserta akan dibagi ke dalam enam grup. Juara dan runner-up grup (12 tim) serta empat peringkat tiga terbaik akan lolos ke fase 16 besar hingga selanjutnya bersaing hingga final. Presiden Direktur PT Beiersdorf Indonesia, Holger Welters, mengatakan Nivea Men yang juga menjadi sponsor klub raksasa Spanyol, Real Madrid sangat bangga dalam event ini. Dan, Nivea Men siap membantu mempersiapkan generasi muda untuk mengasah bakatnya. “NIVEA MEN sebagai merek perawatan kulit terkemuka di dunia dan juga sebagai sponsor resmi klub sepakbola internasional REAL MADRID, sangat bangga dapat berpartisipasi dalam kompetisi ini karena kami mendukung penuh pertumbuhan sepak bola di Indonesia dalam hal ini mempersiapkan generasi muda untuk dapat mengeksplorasi potensi mereka semaksimal mungkin dalam olahraga sepak bola,” ujar Holger. Sementara itu, Marketing Direktur PT Beiersdorf Indonesia, Tomasz Schwarz menjelaskan, Nivea Men sangat cocok untuk pemain sepakbola. Sehabis bermain, para pemain membutuhkan wajah yang cerah dan badan yang segar. “NIVEA MEN menyadari sepakbola memang aktivitas yang maskulin dan menyenangkan, namun wajah dan badan kita pun harus menghadapi situasi yang berat. Sebut saja, minyak yang berlebih, tanah kotor, debu, keringat berlebih, lumpur, terik matahari, dan sebagainya, situasi yang pasti dialami juga oleh para pemain NIVEA MEN TopSkor Cup nantinya. Dengan demikian, kita semua sama-sama membutuhkan produk perawatan kulit, seperti sabun muka dan deodoran, yang memang benar-benar efektif untuk membersihkan secara menyeluruh dan juga melindungi dari bau badan,” pukasnya.(pah/adt)

Peringati Hari Pahlawan, Ribuan Peserta Ikuti Lari Marathon Kota Tangerang

Lari-Marathon-kota-Tangerang

Hari Pahlawan pada 10 November disambut dengan penuh semangat dan mengenang jasa-jasa pahlawan semangat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Seperti di wilayah Kota Tangerang yang tengah menyelenggarakan lomba lari marathon 10 kilometer, yang berlokasi di Jalan Santri Sudirman, Kota Tangerang, Minggu (12/11). Sebanyak 3000 peserta mengikuti lari marathon 10 kikometer dengan tiga kategori yakni 10 kilo untuk umum, 5 kilo untuk pelajar SMA dan SMP, serta 2,8 kilo untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Pada kesempatan itu, Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, tak hanya dari peserta lokal namun ada peserta lain dari warga asing. Dengan begitu. Arief berharap, nantinya menjadikan Tangerang sebagai Kota Layak Dikunjungi dan memperkenalkan budaya di Tangerang. “Ada beberapa orang dari Warga Negara Asing (WNA) mengikuti lari maraton ini. Semoga kegiatan ini bisa menjadi Kota Tangerang sebagai Kota Layak Dikunjungi,” pukas Arief. Arief menambahkan, dengan lari maraton ini, kita tingkatkan semangat Kemerdekaan Bangsa Indonesia, sehingga akan tercipta semangat perjuangan yang luar biasa. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangerang, Dedi Suhada mengatakan, antusias peserta sangat luar biasa. Sekitar 3.300 peserta mengikuti event lari maraton ini. “Untuk memperingati Hari Pahlawan, maka kita gelar lari maraton 10 kilometer yang dibuka untuk umum. Dan, kami menyiapkan hadiah secara keseluruhan sebesar Rp 53 juta,” jelas Dedi. Dedi juga menambahkan, bahwa lomba lari maraton dibuka secara gratis. Dan, event ini merupakan kali kedua digelar dan sangat mendapatkan antusiasme yang baik dari peserta. “Ada warga negara asing yakni dari Kenya ikut mendaftar dalam event lari maraton ini. Dan, event ini dibuka secara gratis. Event ini pun, kali kedua diselenggarakan,” ujar Dedi.(pah/adt)

Futsal: SMAN 3 Tangerang Selatan Unggul 5-1 Atas SMK Yapipa

SMAN-3-vs-Yapipa

Pertandingan futsal di event olahraga FUSION SMAN 7 Tangerang Selatan, tengah memasuki babak penyisihan menuju semi final. Pertandingan pertama hari ini (13/11) dibuka oleh SMAN 3 Tangerang Selatan melawan SMK Yapipa. SMAN 3 Tangerang Selatan yang berhasil menang dengan skor 5-1. Di buka oleh gol Adi, dengan nomor punggung 77 menyumbangkan gol pertama di 5 menit awal. Tak lama kemudian, Adi berhasil memberikan gol kedua setelah kiper dari SMK Yapipa lengah. Gol ketiga diberikan oleh pemain bernomor punggung 10, dan selang beberapa saat, Adi kembali membobol gawang dan memberikan gol keempatnya. Dibabak kedua, SMK Yapipa berhasil membalaskan dendamnya dengan membobol gawang SMAN 3 Tangerang Selatan, dan memberikan gol pertama untuk SMK Yapipa. Pertandingan babak kedua ditutup dengan gol kelima dari Ridho untuk SMAN 3 Tangerang Selatan.(put/adt)

Ciptakan Peluang Baru, Hapkido Optimis Sanggup Mengibarkan Sang Merah Putih Di Ajang Internasional

Ade-Muhammad-Sujud,-selaku-Ketua-Pelatih-Hapkido-Banten

Cabang olahraga Hapkido merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang saat ini berkembang di Indonesia dan bersekeretariat berpusat di Yogyakarta. Salah satu sosok penggerak yang bernama lengkap Vincentius Suryadi, dirinya merupakan master Taekowondo dan juga yang memperkenalkan olahraga bela diri asal Korea ini di Indonesia. Ia menjelaskan kepada nysnmedia.com bahwa Indonesia sangat memiliki peluang yang besar untuk maju dalam kompetisi Internasional Hapkido. “Untuk ikut kejuaaran internasional, saya kira untuk Indonesia memiliki tipikal sendiri, seperti postur tubuh orang-orang Asia Tenggara pada umumnya. Saya kira untuk kelas bawah dan menengah kita punya kesempatan yang besar sekali untuk ke kompetisi internasional. Kalau untuk kelas menengah ke atas kayaknya jarang ada orang Indonesia yang menang, bahkan ukurun Se-Asia Tenggara juga jarang.”ujarnya Sementara itu di tempat yang sama Ade Muhammad Sujud, selaku Ketua Pelatih Hapkido Banten menjelaskan bahwa Provinsi Banten saat ini sudah mengikuti Kejuaraan Nasional untuk cabang olahraga Hapkido. Walaupun baru di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. “Untuk Banten memang sebuah hal yang baru, dan berkembangnya hanya di kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Kita memang berkembang sedikit lambat, karena kita tidak ingin memaksakan perkembangan. Kalau dari jumlah kita di Banten hampir 400 orang. Untuk base atlet kita ada di Mall Bale Kota. Kita sudah ikut Kejuaraan Nasional pertama di Yogyakarta, dan ternyata Banten membawa pulang 4 emas, dan di Kejuaraan Nasional yang kedua, kita dapat 5 emas. “ujarnya Tak hanya itu, Ade Muhammad Sujud juga berharap kota dan kabupaten lain di Banten bisa bergabung di Hapkido. Selain itu ia juga berharap dapat pengakuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). “Harapan untuk jangka pendek 2 tahun kedepan kita bisa bergabung di KONI Banten, yang sedang kita usahakan untuk mendapatkan pengakuan sebagai cabang olahraga baru. Di 2020 kita berharap bisa masuk eksibisi Pekan Olahraga Nasional (PON).” tutupnya (put/adt/rjl)

PSSI Luncurkan Buku Tentang Pembinaan Sepakbola Di Indonesia

danurwindo-01-ist_a39582e

PSSI merilis buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia. Buku yang memiliki 166 halaman ini berisikan tentang sejarah sepakbola di Indonesia dan cara membina pemain-pemain muda dari usia 6 hingga 19 tahun. Buku ini diharapkan dapat menjadi pedoman untuk membangun sepakbola di Indonesia. Peluncuran buku yang dilaksanakan pada 9 November lalu diselenggarakan di Kantor PSSI, Grand Rubina, Kuningan, Jakarta Selatan. Direktur Teknis PSSI yang menjadi salah satu penulis, Danurwindo menuturkan ajakan kepada seluruh pihak untuk membangun dan peduli terhadap sepakbola Indonesia. “Kami mengajak semua pihak yang peduli dengan sepakbola di Indonesia untuk bersama-sama menyebarkan buku ini. Sehingga tercetak banyak pelatih berkualitas untuk mendidik lebih banyak pemain muda, dan akhirnya akan membentuk tim nasional Indonesia seperti yang kita harapkan,” tutur Danurwindo. Buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia yang memiliki 6 bab ini, akan menjelaskan bagaimana melakukan latihan yang baik sesuai dengan umur para pemain. Danurwindo juga berharap para pelatih dapat menerapkan pola latihan yang baik agar perkembangan pemain akan maksimal dan pemain dapat mengambil keputusan dalam sepakbola, tidak hanya mengandalkan skill. “Pemain sekarang ini tidak hanya harus punya skill yang bagus, tapi juga cerdas. Mereka harus belajar aksi-aksi sepakbola dengan mengambil keputusan yang tepat,” ucap Danurwindo. Buku ini juga sudah mulai disosialisasikan dalam kursus pelatihan lisensi D dan sudah menjangkau ratusan pelatihan akademi dan sekolah sepakbola sejak awal tahun 2017. PSSI berencana akan memprioritaskan guru SMP secara bertahap dan akan di mulai pada 12 November 2017 kepada 90 guru di Sawangan Depok. PSSI akan tetap melakukan kerja sama kepada berbagai pihak akan buku tentang pembinaan sepakbola di Indonesia ini dapat cepat menyebar luas ke seluruh Indonesia.(put/adt)

MP Tangsel Bawa Pulang 9 Emas dan 9 Perak Dari Pencak Silat

MP-Tangsel-bela-diri-pencak-silat

Baru saja diresmikan 22 Oktober lalu, Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong (PPS BETAKO) Merpati Putih (MP) cabang Tangsel sudah menunjukan taringnya dalam ajang perlombaan Tangerang Selatan Pencak Silat Championship, Sabtu-Minggu (11-12/11) bertempat di GOR Ciputat. Ribuan peserta dari berbagai klub beladiri tangan kosong unjuk kebolehan dalam bertanding di Tangerang Selatan Pencak Silat Championship 2017 yang merupakan event pertama yang ada di Tangsel. PPS BETAKO MP cabang Tangsel sendiri mengirimkan 18 atletnya baik putra maupun putri dan masih duduk di bangku SD serta SMP. Wakil Ketua Cabang MP Tangsel, Richard Kartiko mengatakan, semenjak diresmikan bulan Oktober lalu, MP Tangsel terus intens berlatih dan mempersiapkan atlet binaan dengan penuh keseriusan. Dan, hasilnya dapat menyumbangkan prestasi yang sangat membanggakan. “Persiapan bisa dikatakan tidak lama, tetapi kami intens dalam berlatih. Terus mempersiapkan atlet dengan baik. Apalagi ini event pertama, bisa dikatakan ajang pemasan dan hasilnya sangat menggembirakan,” ujar Richard. MP Tangsel berhasil mendapatkan sembilan emas dan sembilan perak dari pencak silat. Sungguh prestasi yang patut di acungi jempol, bagi MP Tangsel yang baru saja dibentuk. Hal ini, membuat Richard tak menyangka dan sangat terkesan dengan fighting para atlet MP Tangsel. “Gak menyangka juga, karena ini kan event pertama yang kami ikuti. Dan, hasilnya diluar dugaan sembilan emas dan sembilan perak. Atlet mampu fighting dengan penuh semangat juang dan juga memberikan penampilan yang terbaik,” terangnya. Richard pun, berharap event pertama dan prestasi ini dijadikan pengalaman bagi para atlet agar nantinya di event selanjutnya bisa memberikan prestasi yang lebih lagi. “Jangan cepat puas, jadikan ini sebagai pengalaman yang berharga. Semoga, para atlet bisa memberikan prestasi yang lebih baik di event selanjutnya,” tutur Richard.(pah/adt)

150 Peserta Gowes Resmi Dilepas Pada Acara Car Free Day

Gowes-Bareng-2017

Sejak pagi hari, Minggu (12/11) para peserta gowes tumpah ruah di acara Car Free Day (CFD) Tangsel. Dengan seragam hijau tosca dan putih, pesepeda itu bersiap untuk menempuh jarak 12 kilometer. Pada kesempatan itu Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, mengangkat bendera tanda dimulainya gowes bareng 2017 yang diikuti ratusan peserta. Gowes bareng dengan rute mengambil start dari Lapangan Malibu, ITC BSD menuju bundaran Alam Sutera lalu putar arah dan finish di lokasi start atau sejauh 12 kilometer. Kegiatan kerjasama Pemkot Tangsel, Comunity bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel ini merupakan rangkaian Hari jadi Kota Tangsel yang ke-9 diperingati pada 26 November. Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dalam sambutannya mengatakan, HUT Kota Tangsel ke-9 ini, masyarakat dapat menikmati berbagai event yang melibatkan langsung masyarakat. “Selain gowes bareng, banyak event-event yang melibatkan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Bang Ben. Salah satu kegiatan memeriahkan HUT Kota Tangsel yang ke-9 ini dengan mengadakan sepeda santai atau gowes bareng. Bang Ben mengharapkan masyarakat dapat terlibat serta lingkungan sekitar di setiap eventnya. “Kita harapkan seluruh masyarakat bisa menikmati perayaan hari jadi ini. Dengan menjaga lingkungan dan keamanan tentunya,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KONI Tangsel, Rita Juwita menambahkan, atlet asal Kota Tangsel dapat berprestasi diajang nasional maupun internasional. Rita juga berharap, atlet Tangsel bisa berlaga di Asian Games 2018. “Saya harapkan atlet Tangsel menjadi peserta di ajang olahraga tingkat internasional seperti Asian games. Sebagai pemanasan, atlet Tangsel akan mengikuti ajang PorProv (Pekan Olahraga Provinsi) yang sebentar lagi digelar,” terangnya. Para peserta Gowes Bareng 2017 ini, sangat antusias, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua menikmati Gowes Bareng ini. Tak hanya itu, para peserta dapat menikmati drorprize utama yakni satu unik sepeda motor, sepeda, televisi dan yang lainnya. Hal ini, di tegaskan oleh Ketua Panitia Gowes 2017, Amrizal yang mengatakan para peserta gowes tak hanya dari Tangsel tetapi datang dari luar Tangsel. “Gowes bareng 2017 ini merupakan yang kedua kalinya. Peserta pun sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain itu, banyak door prize yang kita siapkan,” tandasnya. (pah/adt)

Berlari Sambil Berdonasi, Nusanta.run Chapter 5 Digelar Demi Pendidikan Di Indonesia

Nusanta.run Chapter 4 yang digelar Cirebdion-Purwokerto tahun lalu

Nusanta.run adalah gerakan lari demi mengumpulkan donasi untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Jarak lari yang ditempuh adalah jarak ultra atau lebih dari 42 kilometer. Setiap tahunnya, misi yang dilakukan oleh Nusanta.run berbeda-beda, seperti pembangunan sekolah, bantuan untuk anak-anak yang putus sekolah ataupun pengembangan kualitas guru. Tahun ini, menjadi tahun kelima bagi Nusanta.run untuk mengembangkan kualitas 400 guru di Dieng, Jawa Tengah yang akan diadakan pada 15-17 Desember 2017 yang akan diikuti 222 pelari. Tak hanya itu, target untuk tahun ini akan mengumpulkan donasi sebesar 2 Miliyar Rupiah. Adji Dara Vania salah satu pelari menjelaskan misi dari Nusanta.run tahun ini. “Ditahun sebelumnya kita sudah berdonasi untuk pembangunan sekolah. Tahun ini kita berdonasi untuk pembinaan dan pengembangan 400 guru di Dieng dan sekitarnya. Waktu itu disana ada tes standar mengajar untuk guru dan 75% guru di Dieng tidak lulus tes. Makanya kita bantu untuk berkembang karena pastinya juga sebagai guru mereka ingin murid-muridnya dapat kualitas yang terbaik dan pastinya kalau gurunya memilki kualitas yang baik, muridnya juga akan berkualitas baik.” Ujarnya https://www.instagram.com/p/BbbEAMilapc/?taken-by=nusanta.run Nusanta.run sebelumnya sudah melewati Jakarta-Bogor ditahun pertama dengan jarak 53,5 kilometer, tahun kedua Bogor-Bandung dengan jarak 118 kilometer, tahun ketiga dari Bandung ke Cirebon dengan jarak 135 kilometer, dan tahun keempat Cirebon-Purwokerto dengan jarak 145 kilometer. Gerakan lari ini akan dibagi menjadi 2 kategori yaitu Full Course dengan jarak 127,9 kilometer dan Half Course kurang lebih menempuh 64 kilometer. Adji Dara juga menjelaskan harapannya dari diadakannya Nusata.run ini. “Nusanta.run ini juga sebagai wujud kecintaan kita sama Indonesia, jadi Nusanta.run akan keliling Indonesia dimulai dari Jakarta. Kalau tahun ini kan titiknya sudah di Dieng dan diharapkan tahun-tahun setelahnya akan terus berlanjut sampai seluruh pelosok Indonesia akan terlewatkan.”tutupnya(put/adt)

Ingin Berbeda Dari Sebelumnya, Kejurda Drag Bike Banten Open Targetkan 1.000 Starter

Ajang balap Kejurda Drag Bike Banten Open 2017 akan meriahkan HUT Tangsel ke-9. (sumber foto: balapmotor.net)

Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangsel tinggal menghitung hari. Berbagai acara pastinya akan memeriahkan HUT Tangsel ke-9 ini. Seperti acara Kejuaraan Daerah (Kejurda) Drag Bike Banten Open yang akan diselenggarakan di Lapangan Udara TNI AU Cicangkal selama dua hari, rencananya pada 25-26 November mendatang. “Agenda ini sekaligus Final Kejurda Drag Bike Banten,” ujar Ketua Harian IMI Korwil Tangsel, Bahrudin. Bahrudin menargetkan, 1.000 starter pada Kejurda Drag Bike Banten Open dan akan melombakan 22 kelas. Ia, menambahkan, bahwa ingin memperingati HUT Tangsel dengan lebih berbeda dari sebelumnya. “Kami ingin peringatan HUT Tangsel tahun ini lebih berbeda, lebih bermakna bagi semua,” ucapnya. Bahrudin pun, berharap dengan acara ini dapat menampung pembalap drag dan juga membuat perkembangan drag bike maju di Kota Tangsel. “Saya berharap, dunia drag bike makin maju di Tangsel,” tambahnya. Gelaran event Drag Bike ini, menurutnya melibatkan sejumlah instansi. Antara lain Pemkot Tangsel, KONI Tangsel, ATS Bogor, Bravo90, Polsek Rumpin dan IMI Banten. “Untuk pendaftaran sampai 25 November. Kita juga siapkan hadiah utama berupa 1 unit Yamaha NMAX dan 1 unit Yamaha XRIDE,” tandasnya. Berikut Kelas yang Dilombakan: KELAS POINT 1 -BBK 4T 130 TU 2 -BBK 4T 200 TU 3 -MTC 155 TU 4 -MTC 200 TU 5 -SPORT 2T 155 FRAME STDR 6 -RXKING 140 FRAME STDR KELAS POINT LOKAL 7 -MTC 200 TU LOKAL 8 -RXKING 140 FRAME STDR LOKAL 9 -SPORT 2T 155 FRAME STDR LOKAL 10-MTC 130 FRAME STDR KELAS SUPPORTINH 11-BBK 2T 130 TU 12-BBK 4T 200 NON DOHC 13-SPORT 2T 140 TU 14-SPORT 2T 155 TU 15-FFA CAMPURAN 16-BRAKET 7,5 DETIK 17-BRAKET 8 DETIK 18-BRAKET 9 DETIK 19-BRAKET 10 DETIK 20-MINI GP OPEN 21-FFA VESPA 22-BBK 2T 130 NON BU (pah/adt)

Brotherhood Siap Mendorong Nasib Atlet Bela Diri Untuk Mendapatkan Hidup Layak

Brotherhood-Siap-Mendorong-Nasib-Atlet-Bela-Diri-Untuk-Mendapatkan-Hidup-Layak

Berlatar belakang ingin membuat standart gaji atau bayaran para atlet bela diri, organisasi yang bernama Brotherhood menjadi wadah perjuangan para atlet bela diri. Brotherhood yang bermarkas di ruko bidex Serpong membuka pendaftaran kepada para atlet dan petarung untuk bersama-sama bergabung menyuarakan dan menggelorakan beladiri dalam negeri. Irwan Taufik yang menggagas Brotherhood mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa dirinya sudah menginisiasikan ini sejak tahun 2013. “iya, Brotherhood, merupakan organisasi atau wadah khusus untuk atlet petarung. Saya dan teman-teman sudah punya wacana sejak tahun 2013 lalu, intinya apapun latar belakang beladiri yang di tekuni boleh bergabung, dan mari kita buat menjadi lebih berwarna,” tegas Irwan Irwan menambahkan bahwa di Indonesia belum ada management untuk nasib atlet yang solid, dan stabil. “Menurut saya, di Indonesia sendiri belum ada yang mewadahi itu secara global, dan professional sehingga nasib atlet beladiri semakin tidak jelas, dan kami sedang mengarah kesana,” ucap Irwan. Lebih lanjut Irwan menambahkan dari masing-masing pengurus dan anggota Brotherhood merupakan atlet-atlet berbakat yang pernah mengharumkan nama daerah, wilayah dan negara Indonesia. “Kami yang berhimpun dalam wadah ini diantaranya merupakan atlet bela diri dari berbagai jenis beladiri, diantaranya wushu, MMA, Karate, Taekwondo, tinju, muaythai, kick boxing, hapkido dan pencak silat. Dari situ kita akan melakukan improve, create improve ajangnya misalnya pencak silat, akan kami buat ajang modern pencak silat,” jelas Irwan. Sementara itu Gunawan yang tak lain adalah atlet kebanggaan jawa timur di nobatkan menjadi duta petarung Brotherhood. Sambil mengatakan dengan logat jawanya yang kental, Gunawan juga menjelaskan tentang minatnya bergabung di Brotherhood dan prestasinya yang pernah di capai selama menjadi atlet bela diri wushu. “Terus terang saya sangat senang bergabung dalam keluarga besar brotherhood, disini kami di ajarkan berbagi dan bermanfaat untuk orang banyak yang kebanyakan orang tidak mampu, seperti pemuda jalanan, anak tidak mampu di latih dengan sukarela. Karena saya sendiri juga dari keluarga yang tidak mampu. Tapi alhamdullilah prestasi yang pernah saya capai dari wushu diantaranya, PON 2008 saya mendapatkan perak, pada tahun 2009 saya ikut kejuaraan di Kanada dapat perunggu, Seagame 2009 juga dapat perunggu, 2010 Indonesia Open saya kembali mendapatkan perunggu, PON 2012 dapat perak, 2013 mendapatkan juara nasional, di kejuaraan islamic soledarity games dapat perak, 2014 masuk Kejurnas, 2014 kejuaraan dunia di Jakarta, 2016 saya ikut PON Jabar perunggu, dan kejuaraan dunia di china dapat perunggu,” tutup Gunawan. (adt/rjl)

Cerita Stadion Mini Ciputat Dulu dan Sekarang

Stadion-mini-ciputat

Pembangunan stadion sepakbola, selalu mempunyai cerita tersendiri sebelum berdiri kokoh seperti saat ini. Di Kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yakni Kota Tangsel, juga mempunyai sejarah sebelum berdirinya Stadion sepakbola kebanggan warga Tangsel. Ya, stadion itu bernama Stadion Mini Ciputat. Berbagai cerita datang sebelum berdirinya Stadion Mini Ciputat. Dahulu, Stadion Mini Ciputat hanyalah pasar untuk berjualan ikan. Keberadaan pasar ikan itu, tak lepas dari keberadaan Pasar Ciputat, Tangsel. Remaja-remaja yang tinggal di kawasan Jalan Pendidikan, Ciputat, Tangsel dahulu tempat berjualan ikan. Namun, sebelum itu, tempat mereka berjualan di lahan terminal angkutan kota (angkot). Memang, pada saat dijadikan terminal maupun pasar ikan, tempat tersebut sudah berbentuk lapangan sepakbola yang hanya beralaskan tanah dan rumput yang belum sepenuhnya mengelilingi lapangan. Lapangan bola tersebut, selalu digunakan oleh para pemuda setempat bermain bola menjelang sore. Melihat para pemuda yang rutin bermain sepakbola setiap sore, akhirnya pada tahun 1975, ada tiga tokoh masyarakat mempunyai keinginan untuk menyelamatkan tradisi sepakbola dari kepentingan ekonomi. Tiga tokoh tersebut yakni, Wowo Ibrahim, yang pada saat itu menjabat sebagai pembina persatuan sepakbola remaja Ciputat, H Djawahir ketika itu sebagai lurah Ciputat dan terakhir H Yitno yang menjabat sebagai camat Ciputat. Dari gagasan tiga tokoh tersebut, akhirnya masyarakat Ciputat dan Tangsel dapat berolahraga serta bermain sepakbola dengan nyaman. Kini, Stadion Mini Ciputat mempunyai luas lebar 80 meter dan panjang 96 meter dengan kapasitas penonton 6 ribu orang. Bahkan, saat ini Stadion Mini Ciputat dilengkapi lampu, sehingga bisa digunakan pada malam hari untuk bermain sepakbola. Dan tidak hanya itu, Stadion Mini Ciputat saat ini menjadi home base atau markas tim kebanggaan masyarakat Tangsel yakni Persitangsel. Bahkan, Stadion Mini Ciputat, selalu digunakan dalam perhelatan Piala Walikota Cup, Liga Pelajar tingkat Banten, Liga Nusantara dan masih banyak kegiatan lainnya. Salah satu warga, Dinilhaq berharap kedepannya Stadion Mini Ciputat dapat menjadi stadion berkelas di masa depan. “Dari sejarahnya yang ada, saya harap Stadion Mini Ciputat bisa menjadi Stadion yang berkelas,” tuturnya. Mari masyarakat Tangsel yang tinggal tak jauh dari Stadion Mini Ciputat, untuk sama-sama membangun dan merawat Stadion kebanggan milik Tangsel. (pah/adt)

Hapkido, Bela Diri Asal Korea Mulai Merambah Di Indonesia

Hapkido,-Bela-Diri-Asal-Korea-Mulai-Merambah-Di-Indonesia

Barangkali, kebanggaan sesungguhnya adalah ketika kita mampu memenangkan ajang internasional dari olahraga bela diri dimana perwakilan petarung dari negara pencetusnya dapat kita kalahkan dalam sebuah ajang tersebut. Hapkido, olahraga bela diri asal Korea yang sudah sangat populer ini, mulai merambah ke Indonesia dan semakin mendapatkan respon baik di terima oleh masyarakat Indonesia. Sekertaris Umum Hapkido Banten, Irwan Taufik menegaskan bahwa hapkido masuk ke Indonesia sejak tahun 2015. “Ya, Hapkido memang tergolong baru di Indonesia, sekitar tahun 2015-2016, dan Hapkido ini lebih banyak mengadopsi tehnik dari Taekwondo dan Yongmoodo, lalu Hapkido hasil penggabungan di keduanya, hanya saja saat ini gaya-gaya MMA malah membooming di semua cabang olahraga petarung,” jelas Irwan. Mantan atlet ini juga mengatakan optimis, bahwa Hapkido di terima dengan baik oleh sebab memiliki gaya bertahan yang berbeda. “Iya, di Hapkido sendiri punya ciri khas yang unik, diantaranya self defend systemnya, gaya bertahan praktis. Sangat cepat di pelajari guna mencegah penjambretan, ataupun kekerasan dalam rumah tangga, ini yang paling efektif, karena Hapkido merupakan bela diri asal Korea dengan kecepatan tinggi,” tegas Irwan. Sambung Irwan, jajaran pengurus besar Hapkido Indonesia (PBHI) sudah mengirimkan surat kepada KONI pusat agar olahraga ini masuk di bawah naungannya. “Jajaran PBHI sendiri sudah mengirimkan surat kepada KONI, tinggal menunggu saja, dan harapannya semoga Hapkido yang saat ini pengurusnya berjumlah 1300, dapat memberi warna baru di dalam olahraga bela diri Indonesia,” tutupnya (adt/rjl)