South Region DBL Jakarta Series 2018 Bergulir, Pekan Ini Jadi Show Time Anak Jaksel

Point Guard SMA Cita Buana, Rafael Adwel (26), tampak berusaha melewati pemain SMA Al Izhar, pada laga pembuka Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, Sabtu (13/10), di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. SMA Cita Buana takluk dengan skor akhir 28-46. (DBL)

Jakarta- Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region resmi dibuka pada Sabtu (13/10). GOR Bulungan menjadi saksi ketatnya persaingan 32 tim basket sekolah di wilayah Jakarta Selatan, untuk menjadi yang terbaik pada liga basket pelajar terbesar di tanah air ini. Honda DBL 2018 berlangsung di 30 kota di 22 provinsi. Seri DKI Jakarta mendapat keistimewaan, karena mulai 2018 diselenggarakan di masing-masing regional. Usai sukses terselenggara di West Region dan North Region, South Region akan digeber pada 13 hingga 20 Oktober 2018. Lalu East Region, yang berlangsung 26 Oktober – 2 November. Dengan label ‘Anak Jaksel’, sebagai barometer basket di Ibu Kota. hal itu dibuktikan dengan torehan gelar terbanyak Honda DBL DKI Jakarta yang dipegang tim Jakarta Selatan, SMAN 3 Jakarta. Tak hanya itu, antusiasme dari para suporter, serta kreativitas para dancer makin melengkapi mewahnya regional Selatan ini. Atmosfer itu langsung terasa pada hari pertama Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, yang digelar di GOR Bulungan, Sabtu (13/10). Lima pertandingan seru tersaji. Tim putra SMA Al Izhar menjadi sekolah pertama yang berhasil melangkah ke babak selanjutnya. Tim asal Pondok Labu, Jakarta Selatan itu menundukkan lawannya, SMA Cita Buana dengan skor akhir 46-28. Laga sore hari itu berjalan ketat di awal laga. Hanya saja Al Izhar mampu memperlihatkan mental juara. Dan mengungguli lawannya di dua kuarter terakhir Pada pertandingan selanjutnya, tim putra SMAN 8 Jakarta menyusul keberhasilan Al Izhar. Tim asal Bukit Duri itu memperpanjang kutukan SMAN 82 Jakarta yang selalu gagal di babak awal. Pertarungan itu ditutup dengan skor 43-20 untuk SMAN 8. Setelahnya, big match antara tim putri SMAN 3 kontra SMAN 70, berakhir untuk kemenangan Teladan (julukan SMAN 3) dengan skor 28-16. Keberhasilan Teladan, jadi ulangan partai empat tahun silam. Seventy (julukan SMAN 70) yang tampil di kandang sendiri dan didukung ratusan suporternya, tak berkutik oleh tim polesan Jakcy Ignatius. Kekalahan Seventy ini disesalkan oleh sang kapten, Savira Alifa. Namun, Savira menyatakan ini bukanlah akhir perjuangan. “Kami berterima kasih buat teman-teman yang sudah datang untuk mendukung. Kekalahan ini jadi evaluasi besar-besaran buat kami. Dan buat Teladan, tunggu kami tahun depån,” pungkas cewek 16 tahun itu. Di sisi lain, meskipun hasil positif ditorehkan srikandi Teladan, sang kapten, Insyira Kesha mengungkapkan kemenangan atas Seventy mash terlalu dini untuk dirayakan. “Meski menang, performa kami hari ini jauh dari memuaskan. Dan jika ingin menjadi juara di Selatan, kami harus bermain lebih ekstra,” ucapnya usai bertanding. Di pertandingan putri lainnya, SMAN 32 masih belum mampu membendung kokohnya pertahanan SMAN 28. Sophia Rebecca Adventa dkk bahkan langsung tancap gas. Skuat asal Jati Padang tersebut tampil ngotot kala menggilas SMAN 32 dengan skor 44-11. Hasil ini membawa mereka bertengger ke babak selanjutnya. Hari penuh euforia itu ditutup oleh kemenangan tim putra SMA Pangudi Luhur atas lawannya, SMK Kartika X-2, dengan skor mencolok 62-11. Dengan raihan ini, Pangudi Luhur bakal berhadapan dengan SMAN 43 Jakarta di babak selanjutnya. (Adt)

Cari Bibit Pebasket SMA Berbakat, Kadispora Cup 2018 Tingkat Nasional Jadi Ajang Regenerasi Atlet Bali

Eks pebasket Nasional, Cokorda Raka Satrya Wibawa bersama ASW (All Star Winners) siap menggelar turnamen bola basket antar SMA (putra putri) tingkat nasional Kadispora Cup 2018, di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 22 - 28 Oktober 2019. (ilustrasi)

Denpasar- Pada era 90’an hingga awal 2000, nama-nama pebasket putra seperti Cokorda bersaudara, I Made Lolik Sudiadnyana, Riko Hantono, Tri Adnjaadi Lokatanaya, Suwandi Menara, merupakan legenda basket dari Pulau Dewata yang tak hanya dikenal sebagai pemain kunci di klub mereka, namun juga pilar di timnas Indonesia. Eksistensi Bali sebagai penghasil pemain basket putra dilanjutkan oleh junior mereka saat ini yakni IGN Teguh Putra Negara, IGN Rusta Wijaya dan yang sekarang masih aktif bermain adalah Ponsianus “Koming” Nyoman Indrawan. Ironisnya, Bali yang dulu dikenal dengan para pebasket handalnya disektor putra, kini mulai redup. Menjawab keresahan sekaligus kerinduan untuk regenerasi pebasket Bali, baik putra dan putri, Cokorda Raka Satrya Wibawa bersama ASW (All Star Winners) akan menggelar turnamen bola basket tingkat nasional Kadispora Cup 2018, antar SMA (putra putri) yang berlangsung di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 22 – 28 Oktober 2019. Cokorda mengatakan, adanya Kadispora Cup 2018 tidak hanya untuk menghidupkan kembali kompetisi basket di Bali semata, melainkan juga untuk upaya regenerasi pebasket Bali dimasa mendatang sekaligus untuk evaluasi kemampuan talenta muda kita saat ini. “Saya sering ditanya mengapa Bali tak punya klub basket putra yang berlaga di Kobatama, NBL, IBL, padahal menurut mereka, Bali itu gudangnya talenta pebasket handal di tanah air. Adanya Kadispora Cup ini, kami bisa menemukan bibit baru,” ujar Wiwin panggilan akrab Cokorda Raka, awal Oktober lalu. Wiwin sudah berpengalaman di basket tanah air. Sebagai pemain ia pernah memperkuat Aspac Jakarta, Garuda Bandung dan Satria Muda. Setelah pensiun sebagai pemain, Wiwin dipercaya untuk menangani Satria Muda. Hasilnya ia berhasil membawa tim ini menjadi juara NBL Indonesia 2014-2015. Kembali ke Bali dan mengembangkan basket di daerahnya, menjadi fokus Wiwin saat ini. “Semoga para pemain yang tampil di Kadispora Cup 2018 nantinya, bisa menggantikan kami dan muncul pemain baru untuk bermain di kejuaraan pelajar, PON, bahkan di kompetisi profesional,” ucap Wiwin. Pria yang bekerja sebagai staf di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bali, sekaligus Direkur ASW Sport ini, berharap Kadispora Cup 2018 rutin digelar setiap tahunnya. Hal itu juga disampaikan Ali Santoso Wibowo, pemilik ASW Sport, yang peduli perkembangan bola basket, khususnya di Provinsi Bali. Melalui ASW Sport, Ali ingin memasyarakatkan olahraga serta meningkatkan prestasi dan memupuk sportivitas dikalangan siswa dan pelajar. Tak hanya itu, kedepannya ASW Sport berkomitmen ingin menggelar berbagai kejuaraan basket di Bali secara konsisten. “Kami ingin menjaring talenta basket pelajar di Provinsi ini baik sektor putra dan putri. Tak hanya itu, ASW ingin berperan mencetak generasi muda Bali yang baik jauh dari narkoba lewat berbagai olahraga khususnya basket,” komentar Ali, yang juga mantan atlet basket Bali dalam event tingkat nasional pada masanya. (Adt)

Tak Pikirkan Paralimpiade 2020 Tokyo, Tim Wheelchair Basketball Indonesia Langsung Fokus ke ASEAN Para Games di Filipina

Indonesia vs Thailand di ajang Asian Para Games 2018 (Rizal/NYSN)

Jakarta- Tim nasional (Timnas) wheelchair basketball Indonesia telah menuntaskan seluruh pertandingan di pesta multi sport terbesar bagi para penyandang disabilitas di kawasan Asia. Selama berlaga di ajang Asian Para Games 2018, Donald Pura Santoso dan kawan-kawan tak sekalipun meraih kemenangan. Terakhir, mereka harus mengakui ketangguhan Malaysia, pada Jumat (12/10), di Hall Basket, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dengan skor 23-79. Hasil itu membuat anak didik Fajar Brillianto berada diposisi paling buncit dari 10 tim peserta yang berlaga di cabang olahraga basket kursi roda (wheelchair basketball) Asian Para Games 2018. Sebelumnya, di pertandingan perdana, pada Minggu (7/10), Indonesia takluk dari Iran, dengan skor 17-117. Kekalahan skuat Garuda berlanjut di pertandingan kedua, pada Selasa (9/10), saat berjumpa dengan China. Danu Kuswantoro Cs kalah dengan skor 20-106. Hasil negatif juga dialami Indonesia ketika berhadapan dengan Irak. Mereka tak berdaya menghadapi salah satu negara di kawasan Timur Tengah itu, dengan skor 27-97. Ketika ditanya akan dibawa kemana timnas basket kursi roda (wheelchair basketball) Indonesia usai Asian Para Games 2018, Fajar mengatakan pihaknya belum memikirkan untuk membawa Donald Cs ke ajang Paralimpiade di Tokyo, Jepang, pada 2020. “Kalau untuk ke depan, kami belum memikirkan untuk membawa tim ke pertandingan di Tokyo 2020,” ujar Fajar, Jumat (12/10). Pihaknya, diakui Fajar, akan fokus membawa anak didiknya tersebut melakukan persiapan menghadapi ASEAN Para Games yang dihelat di Filipina, pada awal 2020. “Kami menargetkan untuk mengejar untuk ASEAN Para Games 2020 di Filipina. Target kami adalah ke ajang itu,” tukas Fajar. Sementara itu, Donald menyebut Indonesia butuh melakukan seleksi lagi untuk menghadapi event selanjutnya, dengan usia pemain yang lebih muda. Menurutnya, selain bisa menambah kekuatan juga untuk regenerasi. Apalagi, antusiasme masyarakat dengan olahraga basket sangat luar biasa. Ini bisa terlihat dari antusiasme penonton yang hadir di Hall Basket Senayan pada setiap Indonesia bertanding. Tribun Hall Basket berkapasitas hampir 3.000 itu selalu dipenuhi penonton. “Euforianya di sini luar biasa. Saya belum pernah melihat sepeti ini selama saya di Amerika. Terima kasih atas dukungannya,” cetus Donald yang tinggal lama di Negara Paman Sam itu. “Saya tidak beban menjadi tumpuan tim. Semua sebenarnya bergantung pada skema offense-nya. Jika semua berjalan lancar, semua pasti berakhir dengan poin,” tambah pria penyumbang total 58 poin dari total 97 poin dicatatkan selama Asian Para Games 2018 itu. (Adt)

Turnamen Pramusim IBL 2018-2019 Digelar di Solo, Jadi Ajang Kemampuan Pemain Ruki

Indonesia Basketball League (IBL) menggelar draft pemain asing dan rookie musim depan dari ajang LIMA, yang akan meramaikan persaingan kompetisi basket di Tanah Air untuk musim 2018-2019. (Pras/NYSN)

Jakarta– Basket Tanah Air kembali diramaikan Indonesian Basketball League (IBL) yang akan menggelar turnamen pramusim di Solo. Sekitar enam bulan, kompetisi basket di Indonesia menjalani masa jeda kompetisi, tanpa Indonesian Basketball League (IBL). Ajang IBL GO-JEK Pre-Season Tournament 2018 menurut rencana akan digelar selama sepekan, pada 14-21 Oktober 2018. Sebanyak 10 tim peserta IBL, dijadwalkan bakal mengikuti kompetisi pramusim, yang berlangsung di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah. Turnamen Pra-Musim IBL GO-JEK 2018-2019 ini memakai sistem setengah kompetisi. 10 kontestan dibagi menjadi dua grup, yakni Merah dan Putih, lalu dua peringkat teratas dari masing-masing grup berhak lolos ke semifinal. Finalis IBL musim lalu, SM Pertamina Jakarta (Juara) dan Pelita Jaya Jakarta (Runner Up), bakal ditempatkan pada grup terpisah. Sementara delapan tim peserta lain, baru akan mengetahui nasib mereka, setelah technical meeting dilangsungkan. Menariknya, dalam turnamen ini semua tim menurunkan pemain lokal. Sebab pemain asing yang dipilih pada Draft IBL pada minggu lalu, belum datang. Hasan Gozali, Direktur Utama IBL, berharap jika turnamen pramusim ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh tim dengan sebaik mungkin. Meski tak seluruh pemain asing tampil, kompetisi ini digunakan menguji komposisi tim dan kemampuan pemain baru, terutama yang berstatus ruki. “IBL GO-JEK Tournament ini jadi kegiatan off season yang dapat dijadikan sebagai pemanasan jelang kompetisi IBL GO-JEK musim 2018-2019,” kata Hasan, dikutip BolaSport.com dari IBL. Dari daftar nama pemain (roster) yang dirilis IBL, beberapa tim tampak sudah melakukan perubahan. Ada beberapa pemain yang pindah dan kembali tampil, usai menghilang dari basket Indonesia. Bima Perkasa Yogyakarta diperkuat ada nama R. Azzaryan Pradhitya, Airlangga Sabara dan Galank Gunawan. Di tim Bogor Siliwangi, muncul nama Andy “Batam” Pedjakesuma, Daniel Timothy Wenas dan Andrey Rido Mahardika. Di kubu Garuda Bandung, ada nama Fendi Yudha Pratama, yang sudah bergabung di Turnamen Ulang Tahun Pacific Caesar Surabaya. Sedangkan Hangtuah, NSH Jakarta dan Pacific Caesar Surabaya, tidak mengubah susunan pemainnya. Namun, Pacific Caesar kehilangan Nuke Tri Saputra, yang memutuskan berhenti berkarir di basket profesional. Pelita Jaya memasukkan 13 nama pemain untuk Turnamen Pra-Musim. Dari daftar tersebut tidak ada nama baru, selain pemain ruki. Hal yang sama juga dilakukan oleh Juara IBL 2017-2018, Satria Muda Pertamina. Satya Wacana juga tidak mengubah susunan pemainnya. Hanya ada tambahan pemain ruki saja. Sementara itu, Stapac Jakarta, ada nama Kaleb Ramot Gemilang dan Yan Steven Pattikawa. Sementara itu, pihak panitia menyediakan sejumlah tiket bagi pencinta basket Indonesia yang ingin menyaksikan laga tersebut. Tiket terbagi dalam tiga kelas, dan harganya dibedakan antara tiket laga babak penyisihan, dengan partai semifinal serta final. (art)

Takluk Dari Negeri Gajah Putih Akibat Kelelahan, Timnas Wheelchair Basketball Indonesia Janji Tampil All Out di Partai Pamungkas Kontra Irak

Indonesia vs Thailand di ajang Asian Para Games 2018 (Rizal/NYSN)

Jakarta- Tim nasional (Timnas) wheelchair basketball putra Indonesia harus menelan kekalahan ketiga saat berhadapan dengan Thailand, di Hall Basket, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Rabu (10/10). Donald Pura Santoso dan kawan-kawan tampil kurang greget saat meladeni skuat Negeri Gajah Putih. Hasilnya, Indonesia harus takluk dengan skor 10-62. Sebelumnya, berdasarkan catatan, tim wheelchair Indonesia sudah dua kali berjumpa dengan Thailand. Pertemuan pertama yakni di kualifikasi Asian Para Games 2018, Maret lalu. Ketika itu, Danu Kuswantoro Cs kalah dengan skor 17-82. Perjumpaan kedua terjadi di Invitation Tournament. Indonesia kembali tumbang dengan skor 12-60. Nuruz Zaman, Asisten Pelatih Timnas Wheelchair Basketball Putra Indonesia, mengakui bila anak didiknya itu tampil kurang semangat ketika melawan Thailand. “Mereka kelelahan. Saya melihat beberapa pemain juga tidak disiplin memanfaatkan waktu istirahat,” ujar Nuruz usai laga, Rabu (10/10). “Ini kelihatan ketika masuk lapangan, kurang bergairah, tidak seperti saat melawan Iran atau China. Meski kalah dari Iran atau China, tapi pemain bisa mengeluarkan semangat perlawanan yang luar biasa. Mereka kelihatan dari mulai masuk lapangan,” lanjutnya. Di Pertandingan terakhir penyisihan Pool A, skuat Merah Putih akan menghadapi Irak. Nuruz meminta punggawanya bermain maksimal. Sebab, mereka ditonton ratusan orang yang hadir ke Istora Senayan, serta memberikan dukungan semangat tak putus selama Donald Cs melakoni pertandingan. “Kami akan berusaha yang terbaik, tapi kalau untuk memberikan kemenangan, kami tidak janji,” cetusnya. Menurutnya, secara kualitas permainan tim Indonesia masih di bawah Irak. Terlebih, tambah Nuruz, dengan postur tubuh pemain Irak yang tinggi dan besar, maka akan sangat sulit pemain Indonesia mengimbangi lawan. “Pemain Irak memiliki keunggulan yang sama dengan Iran. Kami sudah siapkan strategi untuk meredam keunggulan postur tubuh dan power pemain Irak,” terangnya. “Kami akan berusaha menahan pemain Irak agar tidak mudah masuk dan berada di bawah ring. Pemain harus jaga zona, pertahanan di zona three point saat ditekan,” tukas Nuruz. (Adt)

Satria Muda Pertahankan Dior Lowhorn dan Jamarr Andre Johson, Rookie IBL 2018-2019 Gunakan Pemain LIMA

Indonesia Basketball League (IBL) menggelar draft pemain asing dan rookie musim depan dari ajang LIMA, yang akan meramaikan persaingan kompetisi basket di Tanah Air untuk musim 2018-2019. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia Basketball League (IBL) menggelar draft pemain asing yang akan meramaikan persaingan kompetisi basket tertinggi di Tanah Air itu untuk musim 2018-2019, di Hotel Premiere Slipi, Jakarta, pada Jumat (5/10). Klub peserta memutuskan pilihan mereka untuk pemain asing dan rookie musim depan. Terdapat 186 pemain asing, serta 26 pemain debutan atau rookie, yang dipilih klub profesional itu. Untuk draft pemain rookie lokal, para pemain disaring melalui ajang Liga Mahasiswa (LIMA). Satria Muda Pertamina Jakarta, kampiun IBL Pertalite 2017-2018, mempertahankan Dior Lowhorn dan Jamar Andre Johnson dalam draft 2018. Sedangkan Wayne Bradford tetap menghuni skuat Pelita Jaya Jakarta, dan Satya Wacana Salatiga masih memakai jasa Maddarious Gibbs. “Pilihan pemain asing memberikan dampak signifikan pada penampilan klub-klub saat kompetisi IBL Pertalite 2018-2019. Dan, dengan pelatihan dan pembinaan yang baik, maka para rookie pun bisa berkembang dengan baik,” ujar Hasan Gozali, Direktur IBL, Jumat (5/10). Menurutnya, setiap klub mendapatkan jatah dua pemain asing, termasuk pemain naturalisasi, dengan gaji yang telah ditetapkan, sesuai mekanisme. “Gaji total dua pemain asing setiap klub, tidak boleh lebih dari 4 ribu dollar AS (Amerika Serikat),” terangnya. Dalam kesempatan itu, Gatot S. Dewa Broto, Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), berharap aura Asian Games 2018, khususnya di cabang oalahraga (cabor) basket dapat terbawa, pada saat kick-of f IBL musim 2018-2019. “Ini momentum yang bagus. Karena pada saat Asian Games 2018 lalu, kalau melihat auranya, gaduhnya, serta kehebohannya di basket, sangat luar biasa. Kita semua melihat para rising star dari China hadir, juga dari beberapa negara pesertalainnya. Semoga aura itu ada saat IBL kick-off pada 30 November bergulir,” terang Gatot. Sementara itu, Hasan juga menyebut jika kompetisi pra-musim Liga Bola Basket Indonesia (IBL), direncanakan akan berputar 9-14 Oktober 2018. “Jadwal itu setelah draft pemain lokal debutan. Saat ini semuanya sedang dipersiapkan,” ujar Hasan. Dia melanjutkan, seluruh laga di turnamen yang menjadi ajang pemanasan tim-tim peserta IBL menyongsong musim baru 2018-2019 itu, kemungkinan besar digelar di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah. Menurut Hasan, pemilihan Solo menjadi tempat tunggal penyelenggaraan adalah atas permintaan sponsor kompetisi pra-musim yakni perusahaan aplikasi transportasi Go-Jek. “Pihak sponsor memilih Solo dari beberapa kota yang kami usulkan. Arena di Solo juga tersedia untuk kegiatan di rentang waktu yang dijadwalkan,” tutur dia. Kompetisi pra-musim IBL ini akan diikuti 10 kontestan IBL 2017-2018 yakni Satria Muda Pertamina, Garuda Bandung, BSB Hangtuah, Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja, NSH, Pelita Jaya Basketball, Stapac Jakarta, Pacific Caesar Surabaya, Satya Wacana Salatiga dan Siliwangi Bandung. Nantinya di turnamen tersebut, semua tim peserta hanya diperkenankan menggunakan jasa para pemain Indonesia. “Kami berharap event pra-musim ini dimanfaatkan sebagai ajang uji coba kemampuan para pemain ‘rookie’ (debutan). Namun, keputusan terkait itu kami kembalikan ke masing-masing klub,” pungkasnya. (Adt) Hasil IBL Draft 2018 Pemain Asing Siliwangi Bandung: 1. Martaviuos Tarell Irving 2. Michael Vigilance Jr NSH: 1. Anthony Simpson 2. Dashaun Najee Wiggins Bima Perkasa Jogja: 1.Zachary David Allmon 2. Leshaun Murphy Satya Wacana Salatiga: 1. Madarious Gibbs 2. Ronald Whitaker BSB Hangtuah: 1. Jarad Lee Scott 2. Gary Jacobs Jr Pacific Caesar: 1. Anthony Dennel January 2. Matthew Douglas Van Pelt Garuda Bandung: 1. Jamal Ray 2. Dallarian Williams Stapac Jakarta: 1. Keenan Allah Peterson 2. Jordin Mayes Satria Muda: 1. Dior Lowhorn 2. Jamarr Andre Johnson Pelita Jaya: 1. Wayne Bradford 2. Kore Ricardo White Hasil IBL Draft 2018 Pemain Rookie Siliwangi Bandung: 1. Sabdayagra Ahessa (University of Notre Dame/22 Tahun) 2. Gustav Leopold (SMA PSKD 1/29 Tahun) NSH: 1. Rizky Agung Pranata (STIE Bhakti Pembangunan/20 Tahun) 2. Dio Freedo Putra P (Universitas Ma Chung/20 Tahun) Bima Perkasa Jogja: 1.Tidak memilih 2.Faried Andy Brata (Universitas Negeri Malang/22 Tahun) Satya Wacana Salatiga: 1. Daniel Anggoro (Institut Teknologi Harapan Bandung/23 Tahun) 2. Tidak memilih BSB Hangtuah: 1. Tidak memilih 2. Syechfi Nuzula Ramadhani (Institut Teknologi Harapan Bandung/23 Tahun) Pacific Caesar: 1. Ananda Syahputra Caesar (Universitas Widyatama/22 Tahun) 2. Tidak memilih Garuda Bandung: 1. Irwanto (Universitas Muhammadiyah Malang/21 Tahun) 2. Tidak memilih Stapac Jakarta: 1. Tidak memilih 2. Bilal Al Nauval (Universitas Pendidikan Indonesia/19 Tahun) Satria Muda: 1. Tidak memilih 2. Kelvin Tirta Sanjaya (Universitas Heritage/21 Tahun) Pelita Jaya: 1. Muhammad Basith Ravi (ABFI Institute Perbanas/21 Tahun) 2. Tidak memilih

Saling Unggul di Semifinal, Dua Debutan Tebar Ancaman di Babak Final

Center tim putri SMAN 30 Jakarta, Gabriella Abigael (15/biru), menjadi kontributor terdepan bagi timnya, saat menundukkan SMAN 7 dengan keunggulan 27-14, dalam laga semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, di GOR Cempaka Putih, pada Kamis (27/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Sorak sorai para pemain SMAN 30 Jakarta tak terbendung, usai buzzer akhir berbunyi, di GOR Cempaka Putih, Kamis (27/9). Tim putri SMAN 30 mengalahkan SMAN 7 dengan keunggulan 27-14, menjadi torehan luar biasa bagi Deflover (julukan SMAN 30). Berstatus sebagai tim debutan di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, mereka berhasil melangkah ke fnal North Region. Deflover akan ditantang oleh SMAN 18 Jakarta, tim berstatus debutan lainnya, yang berhasil membuat kejutan dengan lolos ke fnal North Region. Labas (julukan SMAN 18) melaju usai mengalahkan SMAN 15 Jakarta, dengan skor 32-10. Sebagai finalis, baik Defover maupun Labas, otomatis menjadi wakil Nort Region pada babak puncak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, di GOR Soemantri, 10-17 November. Menghadapi finalis dari tiga region lainnya (West, South, dan East). Gabriella Abigael menjadi garda terdepan bagi Defover, saat memimpin timnya dalam perebutan tiet fnal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, pada Kamis (27/9). Pemain berposisi center itu mencetak double-double, dengan 10 poin dan 10 rebound. Dara bernomor punggung 15 itu, juga cerdik membaca permainan lawan. Abigael bisa menorehkan steal sebanyak 6 kali dalam pertandingan kontra Smanju. Laga yang berjalan ketat itu dibuka oleh torehan dua poin serta ditutup manis tiga poin dari Abigael. Usai jalannya pertandingan, Abigael mengaku siap memompa semangat rekan-rekannya, guna menjadi juara di North Region. “Aku memantau betul perkembangan tim region lain. Target terdekat kami adalah juara di North Region. Lalu, membidik Championship,” ungkap siswi kelas XI itu. Sementara pada laga sebelumnya, SMAN 18 akan menjadi pen-antang Deflover di fnal. Tim yang bermarkas di Warakas, Tanjung Priok itu menekuk perlawanan dari SMAN 15 Jakarta. Sang kapten, Alvio Saftri, tak mampu menahan rasa bahagia setelah berhasil membawa timnya lolos ke final. “Sangat bersyukur kami lolos babak final (North Region) dan akan berlaga pada Championship. Akhirnya perjuangan dan latihan yang selama ini kami lakukan tidak sia-sia,” ucapnya. Meski hasil positif ini membawa Labas jadi wakil North Region di babak Championship, tim asuhan Muhammad Fachrul tetap berusaha ingin menjadi yang terbaik di regional Utara. Menurutnya, kemenangan timnya masih terlalu dini untuk dirayakan. “Perjalanan kami masih jauh, SMAN 30 sangat bermain baik tadi. Tentu kami ingin jadi juara, bukan hanya lolos ke babak Championship,” ujar pelatih berusia 21 tahun itu. (Adt)

Drama Detik Akhir Warnai Laga Semifinal, SMAK 5 Penabur Singkirkan Favorit Juara

Forward SMAK 5 Penabur Jakarta, Stanley Hidayat (10/putih), menjadi motor kemenangan timnya, saat menundukkan tim favorit juara, SMA Kolese Kanisius, dengan skor 47-43, dalam laga semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, di GOR Cempaka Putih, pada Kamis (27/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Tren positif terus ditorehkan SMAK 5 Penabur. Datang sebagai debutan, tim asal Kepala Gading itu berhasil mengandaskan laju salah satu favorit juara di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, SMA Kolese Kanisius. Kemenangan ini membawa mereka melaju ke final Honda DBL DKI Jakarta, regional Utara. Keberhasilan ini menjadi sejarah penting internal tim. Pasalnya, The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) selalu tunduk dalam kurun lima tahun dari Kanisius. Pertarungan sudah terlihat ketat sejak awal. Namun, drama pertandingan benar-benar panas saat kuarter akhir berlangsung. Pada awal kuarter keempat musibah menimpa Kanisius. Samuel James Pinaringan, pemain center dari Kanisius harus diganti karena mengalami cedera bahu. Kerugian yang dialami oleh Kanisius dimanfaatkan dengan baik oleh The Lions untuk memperlebar skor. Kapten The Lions, Nathan mampu memanfaatkan peluang serta memperlihatkan visi bermain yang ciamik. Ditambah performa garangnya pemain nomor 10 The Lions, Stanley Hidayat, yang bisa melihat peluang di paint area lawan, makin membuat Kanisius terdesak. Tapi, Kanisius tidak diam. Tim polesan Turindro Baru Cahyono ini, membaca permainan The Lions. Pada menit kelima kuarter keempat, skuat Kanisus menempel ketat pergerakan Stanley, sehingga dia dipaksa melakukan offensive foul. Pelanggaran Stanley ini membuatnya berada dalam situasi foul trouble, sehingga pemain berposisi forward tersebut bermain lebih hati-hati, kala Kanisius menyerang. Memanfaatkan kelemahan lawan, shooting guard Kanisius, Ariel Leonardo menyamakan kedudukan melalui akurasi tembakannya, skor pun berubah imbang menjadi 38-38. Sang pelatih, Turindro Baru Cahyono mencoba kembali memasukan Samuel. Pemain yang sempat cedera itu justru menebar ancaman di dekat ring The Lions. Lima poin beruntun diceploskan pemain bernomor 14 tersebut. Kanisius terus menempel ketat perolehan poin. Sempat leading 2 poin, tidak membuat Kanisius berada di atas angin. Tim yang bermarkas di Menteng Raya itu justru dibuat repot oleh Stanley. Siswa kelas XI ini melakukan solo run untuk drive bola ke jantung pertahanan lawan. Imbasnya, enam poin beruntun mampu membawa The Lions mengembalikan keadaan. Lima detik sebelum akhir pertandingan, pelatih The Lions mengambil dua kali time out untuk menenangkan para pemain. Hasilnya, laga ketat tersebut berakhir dengan skor 47-43 untuk keunggulan The Lions. Stanley menjadi player of the match pada malam itu, dengan meraih double-double dari 21 poin dan 11 rebound. “Di luar dugaan, drama detik-detik akhir bisa kami lalui. Kanisius bukan lawan mudah. Tapi hasil ini bisa membuat saya tidur nyenyak malam ini,” ucap Wahyudi A. Nugarah usai pertandingan. Di laga lain, drama pertandingan seru juga terjadi kala SMA Permai bertemu dengan SMA IPEKA Sunter. Aldy Adrian kembali menjadi pahlawan bagi timnya saat memperebutkan tiket menuju final. Meskipun dirinya sempat menemui kebuntuan di kuarter pertama sampai ketiga. Namun, Aldy mampu menunjukkan tajinya di satu menit akhir. Mencetak produktivitas sebesar 21 poin dan 9 rebound pemain bernomor punggung 26 tersebut menjadi momok bagi Ipsun (Julukan IPEKA Sunter).Sempat tertinggal pada kuarter pertama dengan skor 13-9, Permai coba bangkit. Bermain dengan sabar, Permai mulai memangkas selisih poin menjadi satu angka pada kuarter kedua menjadi 20-21. Bak mesin diesel, para pemain Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) tak mampu membendung laju Aldy. Dengan kemampuan dribble serta layup ciamik. Pemain berusia 17 tahun itu dapat mengembalikan keadaan. Akurasi tembakan dua angka Aldy di dua detik akhir membuat Permai menutup kemenangan timnya atas Ipsun skor 48-45 Permai menang. Hasil ini turut membawa The Lions dan Permai lolos ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta. Kedua tim juga akan bentrok di laga final Honda DBL DKI Jakarta regional Utara pada hari Sabtu (29/9) di GOR Cempaka Putih. (Adt)

Beri Inspirasi Siswa Saint John’s Catholic School, Event Meet & Greet Freestyle Basketball Workshop Hadirkan Juara Dunia BUG dan Kirill

Saint John’s Catholic School Gelar Meet & Greet Freestyle Basketball Workshop, pada Kamis (27/9), yang menghadirkan Takumi Maekawa (World Championship 2011 dan 2014), dan Kirill Kuprenko (World Championship 2016 dan 2017). (Adt/NYSN)

Serpong- Freestyle? Apakah yang dimaksud dengan kata yang satu ini? Selain sepak bola, gaya yang paling populer dengan istilah freestyle pada masa sekarang ini adalah basket. Freestyle basketball menjadi salah satu olahraga trendsetter yang sangat digemari, dan tak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan, saat ini tengah naik daun. Gaya yang ditampilkan saat bermain di lapangan sedikit berbeda dengan olahraga basket konvensional pada umumnya, seperti three on three (3×3), maupun kontes slam dunk. Demi memotivasi generasi muda mencintai passion mereka dalam dunia basket, Saint John’s Catholic School menggelar Meet & Greet Freestyle Basketball Workshop, pada Kamis (27/9). Event di Lantai 4 JHS Hall sekolah yang berlokasi di kawasan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), menghadirkan dua bintang dunia freestyle basketball. Yakni bintang asal Jepang, Takumi Maekawa, atau yang lebih dikenal dengan sebutan BUG (World Championship 2011 dan 2014), dan freestyle basketball asal Rusia, Kirill Kuprenko (World Championship 2016 dan 2017). Kehadiran mereka untuk berbagi pengalaman sebagai juara dunia freestyle basketball. BUG dan Kirill juga mempertontonkan berbagai trik mereka memainkan bola basket memakai beberapa bagian tubuh. “Intinya mereka sharing freestyle. Karena freestyle juga ada manfaatnya di basket, dan trik-triknya bisa dipelajari di formal game,” ujar Agung Christyantho, Pelatih Basket Saint John’s Catholic School itu, Kamis (27/9). Agung berharap kehadiran duo juara dunia freestyle itu mampu memberikan energi positif, sekaligus memberikan inspirasi kepada generasi muda, khususnya pada siswa-siswi Saint John’s Catholic School. “Seperti BUG misalnya, dia membiayai hidupnya dan keluarganya dari freestyle basket. Ini sangat menginspirasi, dan ada nilai positif dari event ini. Antusiasme siswa juga sangat tinggi. Semoga kedepan kami bisa menggelar event lainnya yang bisa memberi semangat menjalankan hidup dengan passion mereka masing-masing,” pugkasnya. (Adt)

The Lions Mengaum Dan Tundukkan Mars, Stanley Hidayat On Fire Cetak 21 Poin

Forward SMAN 27, Ahmad Abi Hamzah (putih) mencoba menghentikan gerakan kapten tim SMA IPEKA Sunter, Joash Nathanael (hitam) pada lanjutan pertandingan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region, di GOR Cempaka Putih, Rabu (26/9). (DBL)

Jakarta- Aksi student athelete Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region mulai unjuk kemampuan. Stanley Hidayat menjadi pahlawan kemenangan untuk timnya, saat SMAK 5 Penabur berjumpa SMAN 18 Jakarta. Berkat aksi gemilangnya, The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) sukses menundukkan SMAN 18 dengan skor 51-14. Berposisi forward, Stanley jadi momok menakutkan untuk Labas (julukan SMAN 18). Tampil dengan minute play terbanyak diantara rekan-rekan timnya (25:52), Stanley tampil paling produktif dengan menceploskan 21 poin. Sebagai pemain yang punya mental serta jam terbang yang tinggi, tak salah jika pelatih kepala The Lions, Wahyu Adi Nugroho, mempercayai Stanley memimpin rekan-rekannya di lapangan. Cara bermain serta visi mencetak poin yang garang membuat pertahanan Labas beberapa kali mudah ditembus. Skema run and gun dari Wahyu, dapat diterapkan dengan baik oleh anak asuhnya. The Lions memang mengutamakan kecepatan serta transisi ketika menyerang dan bertahan. Hal ini dibuktikan, banyaknya poin yang tercipta dari Stanley, melalui easy lay up yang dibangun dari fast break. Pemain bernomor punggung 10 itu tak hanya eksplosif saat menyerang, namun juga agresif dalam bertahan. Ia berkontribusi 6 kali mencuri bola lawan (steal) dan melakukan 4 rebound. Menurut Stanley keberhasilan dirinya mendulang banyak poin, tak serta merta karena usaha sendiri. “Strategi bermain kami tak akan berjalan baik tanpa dukungan rekan-rekan satu tim. Saya bermain lepas karena pengertian di antara kami, sudah menyatu,” ungkap pemain berusia 17 tahun itu. Selain performa on fire dari Stanley, kemenangan The Lions juga tak lepas dari peran krusial sang kapten, Nathan. Pemain bernomor punggung 34 itu ikut menorehkan 6 poin dan 3 assist untuk timnya. Kontribusi penting juga diberikan oleh Andrew Gunawan yang membubuhkan tambahan 10 poin. Sementara itu, tim putra SMA IPEKA Sunter berhasil menorehkan catatan gemilang saat meladeni SMAN 27 Jakarta di GOR Cempaka Putih, Rabu (26/9). Tim polesan Herbert Wijaya itu melaju ke babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 North Region, usai unggul 30-19. Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) langsung mengambil inisiatif bermain cepat. Melalui tembakan three point dari sang kapten Joash Nathanael, Ipsun membuka kran poin. Saat kuarter pertama selesai, Ipsun memimpin 11-4 atas Mars (julukan SMAN 27 Jakarta). Pelatih kepala Ipsun, Herbert Wijaya sengaja menyimpan Joash pada kuarter kedua. Namun, dominasi Ipsun masih terjaga. Mereka tetap konsisten bermain dengan tempo tinggi. Ipsun menutup kuarter kedua dengan keunggulan 19-7. Joash kembali masuk pada kuarter ketiga. Dengan kondisi kebugaran yang lebih baik, ia makin garang dan mengemas total 11 poin. “Joash pemain yang sangat kami andalkan. Dia tahu kapan harus menembak dan drive untuk menerobos pertahanan lawan ucap,” Edwin Kurniawan, kapten tim Ipsun. Hasil ini turut membawa Ipsun memantapkan diri sebagai salah satu tim yang lolos menuju semifnal. Mereka akan berhadapan dengan SMA Permai pada laga sore ini. (Adt)

Juara Bertahan Mundur Dari Srikandi Cup Musim 2018/2019, Owner Surabaya Fever Jadi Manajer Timnas SEA Games

Klub Surabaya Fever, kampiun Srikandi Cup musim 2017/2018, memilih mundur di ajang Srikandi Cup musim 2018/2019. Alasannya karena sang pemilik klub, Christoper Tanuwidjaja, ditunjuk menjadi Manajer Tim Nasional (Timnas) Basket Putri SEA Games 2019, yang akan berlangsung di Manila, Filipina. (Pras/NYSN)

Jakarta- Jelang bergulirnya kompetisi basket putri tertinggi di Tanah Air, Srikandi Cup musim 2018/2019, pada akhir Desember, klub Surabaya Fever justru menyatakan pengunduran diri. Hal itu merujuk pada surat yang dikirimkan Christoper Tanuwidjaja. Hal ini disampaikan Koordinator Srikandi Cup, Deddy Setiawan, tertanggal 25 September 2018. Pengunduran diri itu dikarenakan Christoper, sebagai pemilik klub Surabaya Fever, ditunjuk oleh Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menjadi Manajer Tim Nasional (Timnas) Basket Putri SEA Games 2019 Danny Kosasih, Ketua Umum PP Perbasi, membenarkan jika Christoper segera bertanggung jawab sebagai Manajer Timnas Basket Putri, dalam ajang multi event yang akan berlangsung di Manila, Filipina, pada 2019. “Saudara Christoper, kami tugaskan sebagai manajer tim nasional. Surat Keputusan dan dokumen legal terkait penunjukan beliau akan dikeluarkan pada Jumat (28/9) oleh PP Perbasi, saat ini surat tersebut sudah dalam proses,” ujar Danny, dikutip dari situs resmi Srikandi Cup, Rabu (26/9). “Secara prinsip, PP sudah menentukan Saudara Christoper akan didaulat sebagai Manajer Tim Nasional untuk SEA Games 2019,” lanjutnya. Dalam surat pengunduran dirinya, Christoper menyebut ia hanya ingin memfokuskan diri dalam program pelatihan intensif dan untuk menghindari konflik kepentingan dalam menjalankan tugas. “Dengan berat hati kami menyatakan tidak mengikuti kompetisi Srikandi Cup,” tulis Christoper. Sedangkan Deddy menegaskan sebelum surat pengunduran diri Surabaya Fever disampaikan, sesungguhnya ada beberapa tim yang mengajukan proposal untuk bisa berpartisipasi pada ajang Srikandi Cup. “Pengunduran diri Surabaya Fever, secara kebetulan, membuka kesempatan bagi kontestan baru untuk dapat berpartisipasi dalam Srikandi Cup,” jelas Deddy. Kendati begitu, Deddy belum bersedia mengungkapkan nama-nama tim baru yang memiliki peluang, menjadi kontestan di ajang Srikandi Cup musim 2018/2019. “Tim-tim yang berminat bergabung merupakan tim-tim yang secara tradisi sangat aktif dalam basket nasional di Indonesia, termasuk tim dari Asia Tenggara, salah satunya Thailand yang sedang kami pertimbangkan,” urainya. Ia menegaskan mundurnya Surabaya Fever yang merupakan kampiun musim 2017/2018, tak menjadi soal. Baginya, Srikandi Cup bakal tetap berjalan sesuai kesepakatan klub-klub anggota yang telah dirumuskan sebelum musim 2017/2018 berakhir. “Musim baru Srikandi Cup akan dimulai di Denpasar (Bali), pada akhir 2018, yang sesuai dengan rencana yang telah kami sepakati bersama,” pungkas Deddy. (Adt)

Punya Sandhita Bersaudara, SMA Bunda Mulya Menangi Duel Ketat Kontra SMKN 4 Jakarta

Shooting guard SMA Bunda Mulya, Dyllon Barlie (7/putih), turut membantu timnya menundukkan SMKN 4 dengan skor tipis 38-34, dalam laga Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, di GOR Cempaka Putih, pada Selasa (25/9). (DBL)

Jakarta- Menginjak hari keempat, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 — North Region, laga makin kompetitif. Pertandingan dengan skor ketat tak terhindarkan. Seperti yang tersaji saat tim putra SMA Bunda Mulya, harus berhadapan dengan SMKN 4 Jakarta, di GOR Cempaka Putih, Jakarta Timur, pada Selasa (25/9). Lewat perjuangan esktra, Jaguars (julukan SMA Bunda Mulya) sanggup menyudahi perlawanan SMKN 4 Jakarta dengan skor tipis, 38-34. Beruntung, Jaguars memiliki Sandhita bersaudara yang mengemas kombinasi total 24 poin. Sang kakak, Dhani Sandhita yang bermain sebagai forward, mencetak 10 poin dan 8 rebound. Sedangkan sang adik, Dhven Sandhita berposisi sebagai center, mengemas 14 poin dan 7 rebound. Berkat kontribusi Sandhita bersaudara itu, Jaguars berhasil menjinakkan Four (julukan SMKN 4) dan memastikan langkah ke babak selanjutnya. Jaguars mengawali laga dengan mulus. Dheven Sandhita yang didaulat sebagai pengatur serangan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Selain itu, sang kakak Dhani Sandhita pun tampil prima untuk membantu timnya memperlebar selisih poin. Duet kakak-adik tersebut dapat membawa timnya unggul dengan skor 16-6 di kuarter pertama. Pelatih Four (julukan SMKN 4), Steve Elfianus langsung memberikan arahan untuk bermain lebih rapi dalam transisi antar pemain. Alhasil, usai jeda kuarter pertama Four dapat memangkas ketertinggalan menjadi enam poin pada menit ketiga pertandingan. Kuarter kedua berakhir, Jaguars masih unggul 24-16. Memasuki dua kuarter akhir, pertandingan semakin memanas. Momen krusial banyak tercipta. Bak mesin diesel pemain Four bernomor punggung 11, Ishak, terus mendulang poin untuk timnya. Beberapa kali Ishak dilanggar oleh pemain Jaguars. Personal foul yang didapat Ishak tidak disia-siakan. Dengan tenang, melalui tembakan bebas, Ishak memangkas jarak ketertinggalan. Hal ini membuka asa bagi Four untuk menang dalam laga itu. Namun, mental kuat para pemain Jaguars terus membuat mereka menjaga keunggulan. Total torehan 17 poin dari Ishak pun belum mampu membawa Four terhindar dari kekalahan. Satu menit jelang perandingan usai, pemain bernomor punggung 0, Dheven Sandhita menutup kemenangan Jaguars, melalui aksi rebound yang diakhiri under basket. Hingga buzzer, skor akhir pertandingan menjadi 38-34, Jaguars unggul atas Four. “Pertandingan yang luar biasa ketat. Semangat yang luar biasa juga ditunjukkan pemain saya. Walau kalah, saya bangga dengan usaha dan perjuangan mereka,” ucap pelatih kepala Four, Steve Elfianus. Menyusul keberhasilan mengalahkan SMKN 4, SMA Bunda Mulya mengamankan langkah mereka untuk tetap berada pada persaingan, menjadi wakil North Region untuk berlaga pada babak puncak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Sementara itu, langkah mulus juga ditunjukkan oleh salah satu tim favorit juara, SMA Kolese Kanisius. Didukung ratusan Alaska (sebutan untuk suporter fanatik Kanisius) yang selalu hadir saat timnya tampil, Kanisius berhasil menumbangkan SMAN 30 dengan skor telak 43-4. (Adt)

Laga DBL 2018 Jakarta Series Berlangsung Seru, Eben Jadi Inspirator Kemenangan Mars Atas SMAN 7

Small forward SMAN 27 Ebenezer Sahala Ryan Hutabalian (2/biru) menjadi motor kemenangan timnya dalam laga Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region di GOR Cempaka Putih, pada Minggu (23/9). (DBL)

Jakarta- Keseruan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region berlanjut di GOR Cempaka Putih, pada Minggu (23/9). Empat laga tersaji dalam lanjutan kompetisi basket pelajar terbesar tanah air seri ibu kota, untuk regional Jakarta Pusat dan Utara ini. Salah satu laga sengit, mempertemukan tim putra SMAN 7 Jakarta kontra SMAN 27 Jakarta. Sengitnya pertarungan dua tim basket dari sekolah negeri di Jakarta Utara ini memicu para suporter mengerahkan energinya, agar sekolahnya tetap berada pada performa yang prima. Sejak tip off kuarter pertama dimulai, Smanju (julukan SMAN 7) langsung mengambil alih penguasaan bola. Namun, upaya tim polesan Hendra Wijaya ini untuk melakukan penetrasi terbentur solidnya defense lawan. Kedisipilinan para pemain Mars (julukan SMAN 27) dalam melakukan man to man, justru membuat mereka unggul atas Smanju. Mars beruntung memiliki Ebenezer Sahala Ryan Hutabalian. Small forward yang akrab disapa Eben ini, menjadi motor kemenangan Mars dalam laga ini. Eben membuka sekaligus menutup poin, bagi keunggulan Mars. Tampil dengan minute play 26:34 (26 menit 34 detik), pemain dengan jersey nomor dua ini mengemas total 10 poin. Ditambah 8 rebound, 2 steal dan 1 assist. Eben membuka keunggulan Mars lewat dua kali tembakan free throw saat baru berjalan 2 menit. Berkat tambahan 2 poin darinya melalui lay up, Mars menutup kuarter pembuka, dengan skor 4-1 atas Smanju. Pada kuarter kedua Eben menjadi perhatian lawan, dan mendapat penjagaan ketat. Pada kuarter ini Eben scoreless, alias tak mencetak angka sama sekali. Namun, Mars tetap menjaga keunggulan dengan menutup kuarter kedua 15-6. Eben menambah 2 poin pada kuarter ketiga. Dan, tambahan 4 poin lagi pada kuarter penutup. Akhirnya Mars mengunci skor dengan kemenangan 29-11. Selain Eben, empat pemain lain ikut andil menyumbang poin atas kemenangan Mars. Yakni Numero Kenichi yang mencetak 8 poin. Dimas Lopam, pelatih Mars, tak mau jumawa atas hasil positif yang dipetik tim asuhannya, pada laga perdana. Menurutnya, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi timnya menghadapi laga selanjutnya. “Koirdinasi pertahanan masih berantakan. Kurang komunikasi antar pemain membuat strategi man to man belum benar-benar optimal,” ucapnya. Sementara itu,tim putri SMAN 7 menjaga harapan sekolahnya berlaga di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, paska menekuk perlawanan SMAN 20, dengan skor mencolok 17-5. Kemenangan putri Smanju masih menjaga harapan besar untuk 7 Famiglia (nama suporter SMAN 7). Usai tim putra takluk dari SMAN 27, semangat putri Smanju tak kendur, mereka justru makin terbakar. Carmelia Andreana jadi bintang pertandingan sore itu. Pemain bernomor punggung 17 itu berhasil menorehkan 7 poin untuk timnya. Meski atmosfer mencekam, Carmelia tetap tenang dalam memainkan tempo permainan. Point guard andalan Smanju itu pun turut dalam duel udara. Dirinya mampu menenangkan rebound sebanyak 8 kali. Di sisi lain, Point Guard dari SMAN 20, Amelia Dhamayanty, juga menonjol. Baru melakoni debutnya di Honda DBL, siswi kelas X itu mampu menorehkan 5 poin untuk timnya. “Sebenarnya, tim lawan memiliki kelemahan di sisi kiri. Hanya saja, kami kurang optimal dalam mencetak poin,” pungkasnya. Usaha keras Zwanzig (julukan SMAN 20) mengejar angka, harus pupus hingga kuarter keempat berakhir. Skor akhir 17-5 untuk kemenangan Smanju membawa mereka melaju ke babak selanjutnya. Torehan positif ini tidak membuat pelatih kepala Smanju, Hendra Wizaya menjadi tenang. Hendra mengatakan timnya masih perlu berbenah diri. “Kemampuan individu dari tim kami masih perlu diasah. Saya akan berikan porsi lebih mereka, agar tim kami makin kuat di Honda DBL dan melaju ke babak berikutnya,” ujarnya setelah pertandingan usai. (Adt)

Duel North Region Dimulai, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region Dibuka Tiga Laga Seru

Tim SMA Kolese Kanisius (hijau) menjajal tim berstatus debutan, SMAN 110 Jakarta, dalam laga perdana Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, regional Jakarta Utara dan Pusat (North Region), di GOR Cempaka Putih, pada 22-29 September. (Pras/NYSN)

Jakarta- Perjalanan panjang mencari champion putra dan putri Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, berlanjut ke Jakarta Utara. Setelah merampungkan pelaksanaan regional Jakarta Barat (West Region), kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini, digelar di GOR Cempaka Putih, pada 22 hingga 29 September. Klik disini untuk melihat galeri foto pembukaan Honda DBL North Region DKI Jakarta 2018 Venue itu terpilih sebagai tempat berlangsungnya Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region. Sebanyak 28 tim dari sekolah di kawasan Jakarta Utara dan Pusat akan saling bersaing. Diawali oleh tiga laga seru, tersaji pada opening party Sabtu (22/9) sore, sekaligus menandai dimulainya persaingan North Region. Dari persaingan putra, tim SMA Kolese Kanisius menjajal tim berstatus debutan, SMAN 110 Jakarta. Dilanjutkan laga SMA Gandhi Ancol versus SMA IPEKA Sunter. Serta tak ketinggalan laga perdana tim putri antara SMAK 5 Penabur yang akan jumpa SMAN 30 Jakarta. Datang sebagai predikat tim berpengalaman, Kanisius tidak besar kepala. Kenneth Nicholas Kusno dkk justru mawas diri demi menjaga asa di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Perubahan format pada tahun ini, membuat mereka lebih waspada terhadap lawan-lawan baru. “Setiap tim pasti memiliki tujuan untuk menjadi juara. Namun, saya yakin, tim kami lebih siap dari segi mental dan pengalaman,” ujar Kenneth, kapten tim SMA Kolese Kanisius. Selain dari segi pengalaman, Kanisius juga dikenal memiliki supporter setia dan militan dalam mendukung timnya berlaga. Alaska (sebutan untuk suporter Kanisius) selalu hadir ketika timnya bertanding di Honda DBL DKI Jakarta. Suporter yang suka bikin ‘gaduh’ itu akan membuat mental tim lawan jatuh. Tahun lalu, Alaska mampu membuat lawan menjadi ciut. Kala itu, Kanisius mampu menumpaskan perlawanan SMAN 60 dengan skor telak 41-8. “Dukungan dari Alaska selalu membuat kami membara. Kehadrian mereka (re: Alaska) membuat kami merasa bermain dengan enam orang di lapangan,” ujar siswa kelas XI tersebut. Kendati melawan salah satu tim tangguh, sang penantang SMAN 110 tak patah arang. Menanggapi hal itu kapten dari Spuls (julukan SMAN 110) Fazjri Abdillah menganggap bahwa mereka harus tetap tenang saat melawan Kanisius nanti. “Harus diakui, mereka (re: Kanisius) memiliki nama besar di Honda DBL, apalagi dengan dukungan Alaska. Tapi, kami tetap tenang dalam menghadapi mereka. Saling dukung antar pemain serta kepercayaan diri akan jadi kunci utama untuk raih kemenangan,” cetusnya. Tak kalah ketat, pertandingan tim putra lainnya. Dua debutan saling berjumpa antara SMA Gandhi Ancol kontra SMA IPEKA Sunter. Keberhasilan SMA IPEKA Puri maju ke babak semifinal wilayah Jakarta Barat lalu, membuat tim polesan Herbert Wijaya ini optimis mampu menorehkan hasil memuaskan. “Saya termotivasi keberhasilan IPEKA Puri tembus ke semifinal. Hal itu membuat kami makin berani berhadapan semua lawan,” cetus shootingguard SMA IPEKA Puri, Edwin Kurniawan Agung. Dari sektor putri, laga sengit siap disaksikan. SMAK 5 Penabur bakal berduel kontra SMAN 30 Jakarta di babak awal Honda DBL DKI Jakarta wilayah Utara. Kedua tim yang akan bersua ini memiliki sejarah pertandingan sendiri. Mereka sering head to head baik pada suatu kompetisi ataupun sekedar scrimmage. Kapten tim putri SMAN 30, Gabriella Abigael membeberkan materi pemain dari SMAK 5 Penabur. “Kami sering berjumpa dengan mereka (re: SMAK 5). Pemain mereka memang tak besar, tapi kecepatan serta keberanian mereka mendrive bola patut diwaspadai,” pungkasnya. Tim lawan pun juga sangat memantau permainan dari para punggawa Deflover (julukan SMAN 30). Belajar dari pengalaman sebelumnya, SMAK 5 tidak mau kecolongan dari sang lawan. Tim yang digawangi Jihan Na’amin sebagai kapten tim, telah melihat tempo permainan dari Deflover. “Mereka memiliki postur tubuh tinggi dan besar. Chemistry tim mereka juga telah terbentuk. Permainan pass to pass mereka jadi pekerjaan rumah untuk kami,” ungkap dara berusia 17 tahun itu. Memenangi setiap laga adalah keharusan bagi para kontestan. Dengan sistem gugur, tiap peserta menjalani partai do or die tiap laga, hingga tembus final North Region. Hanya tim putra dan putri yang lolos ke final North Region menuju Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 di GOR Soemantri, 10-17 November mendatang. Pada babak puncak nanti, para finalis dari empat region, Jakarta Barat (West Region), Jakarta Utara dan Pusat (North Region), Jakarta Selatan (South Region), dan Jakarta Timur (East Region) akan dibagi menjadi dua grup dengan format setengah kompetisi untuk mencari the real champion seri Ibu Kota. Sementara ini, Jakarta Barat yang telah meloloskan wakilnya. Dari kategori putra ada SMA Bukit Sion yang berstatus juara West Region, serta SMAN 2 Jakarta (runner-up). Sementara untuk putri diwakili oleh SMK Yadika 2 Jakarta (champion) dan SMAN 16 Jakarta (runner-up). Bintang Asian Games Meriahkan Charity untuk Korban Gempa Lombok Bersamaan dengan opening party North Region sore ini, akan digelar juga acara penggalangan dana untuk korban gempa Lombok, NTB. Salah seorang bintang timnas basket Indonesia pada Asian Games 2018, Andakara Prastawa Dhyaksa, akan ikut hadir dan memeriahkan charity ini. Shooting guard Pelita Jaya Jakarta itu akan mengikuti Honda DBL 2 Ball Challenge bersama penonton. Setiap poin yang dihasilkan pada tantangan ini, akan dikonversi menjadi sejumlah rupiah. Nantinya, dana yang terkumpul akan disalurkan bertepatan dengan pelaksanaan development camp di Mataram, pada bulan November mendatang. (Adt)

Digulung Kazakhstan 65-93, Timnas Basket Putri Masih Keluhkan Perbedaan Postur Tubuh

Pebasket Kazakhstan, Tamara Yagodkina (7) dibantu Center Anna Vinokurova (13), berusaha melewati hadangan Center Timnas Indonesia, Vonny Hantoro (15), dalam laga pemeringkatan bola basket putri Asian Games 2018 di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8). (INASGOC)

Jakarta- Hasil basket putri Asian Games 2018 antara Timnas Indonesia versus Kazakhstan, pada Selasa (28/8) berakhir dengan skor 65-93. Tampil di Basket Hall Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, timnas basket putri kalah di semifinal play-off perebutan tempat kelima. Kazakhstan pun melaju ke pertandingan perebutan posisi kelima. Hasil itu jadi kemenangan kedua yang diraih Kazakhstan atas Indonesia di Asian Games 2018. Sebelumnya mereka menang 85-73 di babak penyisihan Grup X. Tamara Yagodkina kembali menjadi bintang kemenangan Kazakhstan, dengan perolehan double-double lewat 20 poin dan 10 rebound, dibantu 17 poin dan 6 rebound milik Zalina Kurazova. Sementara bagi Indonesia, Natasha Debby Christaline menjadi top skor 17 poin dibantu 14 poin dari Christine Aldora Tjundawan. Dalam laga ini, Arif Gunarto, pelatih tim basket putri Indonesia masih mempermasalahkan perbedaan menyolok postur badan.”Kami kalah postur dengan Kazakhstan, meski sejak awal untuk berusaha menekan ke daerah pertahanan mereka. Namun ya itu, kami kalah postur, jadi sulit bermain leluasa,” ujarnya, Selasa (28/8). Namun, ia optimis melawan Mongolia. “Mongolia posturnya nyaris serupa dengan kita, semoga menang untuk ambil posisi ke-7,” tambahnya. Laga perebutan tempat kelima antara Thailand vs Kazakhstan, dan laga perebutan tempat ketujuh Mongolia melawan Indonesia, akan digelar di Istora GBK, Senayan, Jakarta, pada Jumat (31/8). (Dre)

Bermula dari Ekstrakulikuler, Hendra mampu bergabung dengan Timnas Indonesia U-18

Hendra, mahasiswa semester 6 jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul ini mulai terjun ke dunia olahraga basket sejak duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama

Tangerang – Universitas Esa Unggul merupakan salah satu kampus favorit dari sekian banyak kampus yang ada di kawasan Jabodetabek, kampus ini tidak hanya menghasilkan banyak lulusan berkualitas, namun juga banyak melahirkan menghasilkan atlet berpotensi. Hendra salah satunya, mahasiswa semester 6 jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul ini mulai terjun ke dunia olahraga basket sejak duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Saat itu ikut ekstrakulikuker dan belum ikut klub, kalau sekarang sudah bergabung di Indonesia Falcon” jelas Hendra. Berawal dari sang ayah yang juga senang olahraga, dirinya mulai tertarik dengan olahraga basket. Semakin yakin saat bergabung di klub dan bertemu dengan kawan sebaya yang juga memiliki hobi serupa. Proses yang dilaluinya pun dalam berlati basket tentu tidak mudah, perlu kerja keras, berani jatuh dan bangkit kembali jika memang ingin memperoleh hasil terbaik. “Pernah cidera cukup parah sampe harus off main basket, itu dislock dimana jari kelingking bener-bener bengkok dan gak bisa main. Itu kejadiannya 5 tahun lalu, kalau cidera ringan kyk keseleo sih sering ya” ungkap Hendra saat ditemui NYSNMedia.com pada Senin (2/7) di Sport Center Universitas Pelita Harapan, Karawaci. Remaja kelahiran Pontianak tersebut mengatakan untuk proyeksi ke depan tidak terlalu berambisi menjadi pemain basket profesional. Pasalnya, ketika menjadi profesional, fokus hanya akan tertuju pada olahraga saja. Akan sulit membagi fokus untuk pendidikan dan karir. “Mungkin setelah lulus kuliah ya tetep main tapi gak intens kayak sekarang ini, mau lebih fokus cari kerjaan yang lebih pasti. Soalnya di indonesia atlet belum ada yang terjamin kesejahteraannya ya” tukas remaja kelahiran 3 April 1996 tersebut. Hendra juga pernah menjuarai beberapa kompetisi, diantaranya pada tahun 2015 pertama kali menjadi mahasiswa dirinya berhasil meraih juara 2 Liga Mahasiswa tingkat Nasional. Sedangkan prestasi individu yang pernah diraih yaitu pada tahun 2013 sempat bergabung dengan Timnas Indonesia U-18 dan bermain membela Sang Garuda melawan Malaysia. “Proses bisa masuk timnas saat itu dari pemanggilan, ketika lagi ada kejuaraan nasional U-18 dan ada proses seleksi sampai pemanggilan, berangkatlah saya ke Jakarta” kata Hendra. Selain itu dirinya juga menjalani persiapan selama dua bulan bersama dengan Timnas guna menghadapi negara-negara Asean seperti Filiphina, Singapura dan Malaysia di ajang SEABA (South East Asean Basket Ball). Alasan mengapa tidak fokus di olahraga saja meski sudah berhasil bergabung di tim selevel Timnas Indonesia yaitu karena fokus karir dan pendidikan tidak bisa seimbang untuk dijalani, karena ketika lulus kuliah dirinya ingin memiliki pekerjaan yang lebih pasti. “Kalau atlet di Indonesia sudah dapat jaminan kesejahteraan yang memadai mungkin saya mau menekuni basket lebih jauh lagi” tutup Hendra. (Ham) Profil singkat Nama : Hendra Tempat/tgl lahir : Pontianak, 3 April 1996 Orang Tua :Heryanto (ayah) Susanti (ibu) Tempat Tinggal : Taman Apel 2 Tanjung Duren, Jakarta Barat Nomor Ponsel : 081649216448 Akun Media Sosial: Instagram @hendrathio9 Prestasi Bergabung Timnas Indonesia U-18 tahun 2013 Mengikuti SEABA bersama Timnas Indonesia U-18 tahun 2013 Juara 2 Liga Mahasiswa Tingkat Nasional tahun 2015

Berkat Motivasi Tinggi, Ronald berhasil bergabung di Timnas Bola Basket Indonesia

Ronald Firdaus Puadawe, mahasiswa baru jurusan Manajemen Institut Perbanas ini ikut berkontribusi membela Perbanas di ajang Liga Mahasiswa 2018.

Tangerang – Olahraga basket merupakan salah satu cabang olahraga yang digemari kaum remaja, mulai dari usia dini hingga tingkat lanjut. Ronald Firdaus Puadawe salah satunya, mahasiswa baru jurusan Manajemen Institut Perbanas ini ikut berkontribusi membela Perbanas di ajang Liga Mahasiswa 2018. Bermula dari sang kakak sepupu yang menekuni olahraga basket, Ronald mulai tertarik untuk mengikuti jejaknya saat memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Dia panutan saya, makanya saya termotivasi untuk fokus bermain basket dari nol hingga bisa bermain di Liga Mahasiswa sekarang” kata Ronald. Selain memulai karirnya di bangku SMP, dirinya tidak hanya mengikuti ekstrakulikuler di sekolah namun juga bergabung di klub basket Fielders di Rawamangun. Proses yang dijalani juga tidak mudah, dari tekanan yang dihadapi dari senio-senior rekan tim hingga intensitas latihan yang cukup sering sehingga harus pintar membagi waktu antara olahraga dan pendidikan. Namun hal tersebut membuahkan hasil yang manis, remaja kelahiran Jakarta tersebut mendapatkan pemanggilan dari Timnas Indonesia U-18. “Ikut bergabung juga dengan timnas indonesia, kemarin dapet kabar melalui pemanggilan sejak satu bulan lalu, jadi nanti mulai latihan tanggal 5 Juli 2018” imbuh Mahasiswa Baru Institut Perbanas itu. Ronald mengatakan bedanya latihan antara Perbanas dengan Timnas yaitu dari segi intensitas dan tekanan latihan, saat mengikuti latihan bersama Perbanas anggota tim terdiri dari rekan sebaya dan juga senior. Dirinya kerap diberikan arahan serta edukasi ketika menjalani latihan, pasalnya ada beberapa pemain muda yang baru bergabung di klub Perbanas. “Kalau di timnas kan seumuran jadi sedikit santai dan gak terlalu tegang, tapi tekanannya sama juga kerasnya” tambahnya. Remaja yang mengidolakan Arki Wisnu dari Satria Muda, LeBron James dan Kobe Bryant itu juga mengungkapkan kalau dirinya saat ini akan fokus bermain basket, mengingat usianya masih sangat muda dan memiliki prestasi segudang yang pernah diraihnya. (Ham) Profil Singkat Nama : Ronald Firdaus Puadawe Tempat/Tgl lahir : Jakarta, 16 Februari 2000 Alamat : Perum THB Blok S 17 No. 1 Kota Bekasi Orang Tua : Gunawan Puadawe (ayah) Paulina Mariantje Fanggidae (ibu) Nomor Ponsel : 087884843261 Akun Media Sosial : Instagram @ronaldfirdausp Pendidikan : SDN 04 Pagi Ujung Menteng SMPN 193 Jakarta SMAN 116 Ragunan Prestasi Juara 1 Kejurnas U-14 2014 Jakarta JRNBA ASIA 2014 Beijing China Timnas SEABA U-16 2015 Philipphines Juara 1 Kejurnas U-16 2015 Jakarta Juara 1 Kejurnas U-16 2016 Yogyakarta Juara 1 Popwil 2016 Jakarta Juara 1 Popnas 2017 Jateng Juara 1 3×3 Under Armour 2017 3×3 U-18 Asia Cup Cyberjaya Malaysia 3×3 Worldcup Championship, Chendu China