Dilirik Klub Liga 2 Belgia, Firza Andika Susul Pemain Timnas U-16 Ikut Berlatih di Eropa

Full bek kiri Timnas U-19, Firza Andika, mengaku bersyukur mendapat kesempatan berlatih di salah satu klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Firza menjadi pemain lain dari level Timnas Junior yang berangkat ke Eropa. (Pras/NYSN)

Jakarta- Full bek kiri Timnas U-19, Firza Andika, mengaku bersyukur mendapat surat undangan berlatih di salah satu klub Belgia, AFC Tubize. Pemain PSMS Medan itu pun bertekad tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. “Kalau lolos, saya bakal main di sana. Makanya, saya harus terus bekerja keras dan berdoa agar bisa bermain di Liga Belgia,” kata Firza, pada Sabtu (13/10). Dalam surat itu, AFC Tubize memberi kesempatan untuk Firza berlatih di markas mereka, kurang lebih selama tiga pekan, mulai 5 hingga 25 November 2018. Program itu adalah sesi latihan di markas AFC Tubize, Stade Leburton, di Tubize, Belgia. Ia juga mendapat kesempatan trial di tim profesional. Surat yang ditandatangani General Manager AFC Tubize, Josselin Croise, berbunyi jika klub akan segera menyediakan segala keperluan Firza, jika menerima tawaran itu. Mulai dari sarana akomodasi, makan, hingga transportasi, selama menjalani latihan di Belgia. Namun, belum dijelaskan, apakah biaya transportasi dari dan ke Indonesia menuju Belgia, juga akan ditanggung oleh klub. AFC Tubize merupakan klub yang tampil di kasta kedua Liga Belgia. Pemuda kelahiran Medan, 11 Mei 1999 ini, lalu menceritakan proses dirinya mendapatkan undangan berlatih itu. “Saya punya agen, dan kebetulan NorthCliff mendapatkan undangan itu. Mereka mau carikan saya tim di luar negeri, jika saya bersungguh-sungguh untuk bermain sepak bola,” tukas kawan karib Egy Maulan Vikri di Timnas U-19 ini. Ia menyatakan siap bekerja keras selama berlatih, demi memenuhi impiannya berkarier di Eropa. “Makanya, saya tak akan sia-siakan kesempatan ini. Bermain di Eropa adalah impian saya,” tuturnya. “Saya juga sudah mulai latihan tambahan sendiri saat waktu kosong. Dan tak lupa selalu berdoa,” ujarnya menambahkan. Kabar kepindahan Firza ke Belgia, makin menambah panjang daftar pemain Timnas usia muda, yang menimba ilmu di Eropa. Menyusul Egy, pemain Timnas U-16 juga berbondong-bondong bakal ke Eropa, selepas Piala Asia U-16 September lalu. Pertama, gelandang lincah asal Surabaya, Mochammad Supriadi. Pemuda kelahiran 23 Mei 2002 ini, mengaku akan ke Liverpool selepas membela tim Garuda Asia. “Rencananya minggu depan, akan berangkat ke Liverpool bersama dengan beberapa pemain junior lainnya, dari Surabaya,” kata Supriadi, pada Kamis (4/10). Nantinya, pemain berposisi winger itu, akan berangkat dengan 10 pemain lainnya dari Surabaya. “Saya yang paling besar yang berangkat ke sana. Sisanya usianya sekitar 12 sampai 15 tahun,” ucap Supriadi menambahkan. Selain Supriadi, pilar Timnas U-16 lainnya, Sutan Diego Zico, juga bakal menyusul Supriadi ke Eropa. Zico berpeluang bermain bersama Firza lantaran dia berencana pergi ke Belgia. “Iya, agen sudah bilang kepada saya, dan rencananya mau bawa saya ke Belgia atau Belanda,” kata Zico, beberapa waktu lalu. Tak hanya dirinya, Zico pun menyebut pemain-pemain Timnas U-16 juga berpeluang mengikuti jejaknya. Mereka adalah Brylian Aldama, serta duo kembar, Amiruddin Bagus Kahfi, dan Amiruddin Bagas Kaffa. “Karena kami dulu berempat sempat berlatih akademi Chelsea yang ada di Singapura, jadi kami mau dibawa sama pihak mereka,” jelasnya. “Mungkin nanti, kami bisa bersama-sama ke salah satu akademi di Eropa, atau saya sama Brylian ke Belanda, sementara Bagus bersama Bagas ke tempat lain,” ucap striker bernomor punggung 9 tersebut. Meski begitu, Zico mengatakan dirinya belum memutuskan kapan akan bertolak ke Eropa, sebab dia masih harus menyelesaikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bogor, Jawa Barat, serta memulihkan cidera pahanya. (art) Daftar Pemain yang bakal menimba ilmu di Eropa: 1. Sutan Diego Zico (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Striker 2. Brylian Aldama (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Gelandang 3. Amiruddin Bagus Kahfi (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Striker 4. Amiruddin Bagas Kaffa (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Bek Kanan 5. Mochammad Supriadi (Inggris) –> Timnas U-16/Winger 6. Firza Andika (Belgia) –> Timnas U-19/Bek Kiri

Ada Kompetisi Sepak Bola SMP Se-Indonesia, Juara Gala Siswa Indonesia 2018 Berlatih di Juventus

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat kompetisi bernama Gala Siswa Indonesia (GSI). Kompetisi untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) ini diharapkan menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul pemain sepak bola masa depan. (kabarjatim.com)

Jakarta- Liga Junior Sepakbola Siswa Indonesia (Gala Siswa Indonesia) yang memulai kick off pertandingan sejak Maret 2018, hingga kini mencapai fase nasional, telah menjadi ajang yang begitu besar. Ajang GSI oleh para partisipannya dimaknai tak sekadar kompetisi biasa. Gala Siswa sejatinya merupakan wadah bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui olahraga, dalam hal ini sepak bola, yang dikembangkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan, bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan PSSI. “GSI merupakan ajang kompetisi usia dini untuk pemain-pemain muda bermain di level yang lebih tinggi. Dengan adanya GSI mudah-mudahan ke depan pemain-pemain muda yang bisa berpartisipasi dalam Tim Nasional,” kata pelatih tim Sulawesi Utara, Yudas Ugu, di Stadion Cendrawasih, Sabtu (13/10). Dimulai sejak Selasa (9/10), ada 64 pertandingan sepak bola pada perhelatan Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Nasional. Pertandingan dilaksanakan di Jakarta pada dua stadion yakni di GOR Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, dan GOR Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan. Liga yang mensyaratkan peserta duduk di bangku SMP, bakal rampung pada Minggu (21/10). “GSI adalah sebagai wujud nyata menuju percepatan pembangunan persepakbolaan nasional,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, pekan lalu Dengan format Kompetisi, ajang sepak bola yang diselenggarakan untuk kali pertamanya melibatkan seluruh SMP dan sederajat di seluruh Indonesia ini, sudah dilaksanakan secara bertahap mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi Sebelum memasuki kompetisi tingkat nasional, GSI diikuti 2.872 kecamatan, 257 kabupaten/kota, dengan jumlah peserta 11.435 sekolah, masing-masing tim 18 orang, dan offisial 4 orang. Jumlah pertandingan GSI yang telah digelar untuk tingkat kecamatan, yakni sebanyak 2.588 pertandingan, dan tingkat kabupaten/kota 737 pertandingan. Sedangkan, pada tingkat provinsi tercatat sebanyak 165 pertandingan. Sehingga, total pertandingan GSI yang telah digelar di 34 provinsi mencapai 3.490 pertandingan. Di tingkat nasional, GSI akan berisi 34 tim dari 34 provinsi. Seluruh tim terbagi delapan grup mulai A sampai dengan H. Babak penyisihan berlangsung pada 10-15 Oktober 2018. Para juara grup otomatis lolos ke babak perempat final. Fase 16 Besar ini akan berlangsung di GOR Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/10), dilanjutkan dengan babak semifinal di tempat yang sama, pada Kamis (18/10). Perebutan juara 3 dan babak final akan diselenggarakan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, pada Sabtu (20/10). Pada babak puncak ini, rencananya, Presiden Joko Widodo berkesempatan hadir. Presiden sekaligus mengalungkan medali dan trofi kepada juara GSI 2018. Sementara, kata Hamid, Juara I Tingkat Nasional GSI 2018 juga akan berkesempatan mengikuti pelatihan dan mitra tanding bersama klub raksasa Liga Italia, Juventus dan beberapa klub di Turin, Italia. (art) Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018 Fase Nasional Grup A -Sumatera Utara -Lampung -Kalimantan Timur -Sulawesi Tenggara -Papua Barat Grup B -Aceh -Jawa Barat -Kalimantan Barat -Sulawesi Tengah Grup C -Kepulauan Riau -Jawa Tengah -Bali -Sulawesi Barat Grup D -Jambi -Bengkulu -Nusa Tenggara Timur -Sulawesi Utara Grup E -Sumatera Selatan -Banten -Nusa Tenggara Barat -Sulawesi Selatan Grup F -Sumatera Barat -Jawa Timur -Kalimantan Utara -Papua Grup G -Riau -D.I Yogyakarta -Kalimantan Tengah -Maluku Grup H -Bangka Belitung -DKI Jakarta -Kalimantan Selatan -Maluku Utara -Gorontalo

Bek Kiri Asal Medan Sumbang Dua Gol Kemenangan, Timnas U-19 Masih Kalah Jauh dari Yordania

Full bek kiri Timnas U-22 kelahiran Medan 11 Mei 1999, Firza Andika, dilaporkan sudah sudah lolos seleksi trial dan memilih tim untuk berlabuh di antara klub Spanyol dan Belgia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 akhirnya sukses memutus rentetan hasil minor dalam persiapan jelang tampil di Piala AFC U-19 2018, mulai Kamis (18/10). Usai bermain imbang 2-2 kontra Thailand dan kalah 0-3 dari China pada PSSI Anniversary Cup U-19 2018, Timnas U-19 kembali takluk, saat berjumpa Arab Saudi U-19 di laga uji coba terakhir. Namun, menjamu Yordania U-19, pada Sabtu (13/10) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Nurhidayat dan kolega meraih kemenangan, paska unggul 3-2. Full bek kiri asal PSMS Medan, Firza Andika sukses menjadi aktor dalam pertandingan itu, berkat dua gol cantik yang ia ciptakan melalui sepakan keras, dari luar kotak penalti. Firza adalah generasi baru sepak bola dari Medan, yang memiliki gaya bermain yang lebih modern dari seniornya. Selain cepat, Firza pun memiliki kecerdasan bermain yang sangat baik. Yang paling spesial dari pemuda kelahiran 11 Mei 1999 ini, adalah kotrol bola dan akurasi melepas umpan yang terukur. Meski mampu melumat Yordania, sejatinya Timnas U-19 masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Dari data situs penyedia data statistik labbola, Timnas U-19 masih kalah jauh dalam hal duel udara. Garuda Nusantara hanya mencatatkan 20% aerials won, berbanding 80% milik Yordania. Hal itu harus segera diperbaiki, sebab Indonesia berada satu grup, dengan tim-tim yang unggul duel udara, seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan juga Qatar. Tak hanya itu, dua dari tiga gol kemenengan Timnas U-19 kontra Yordania U-19, justru dihasilkan Firza, yang notabene adalah pemain bertahan. Laga uji coba ini merupakan yang terakhir sebelum Piala Asia U-19 yang dimulai pada 18 Oktober 2018. Di sana, Timnas U-19 berada dalam Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Taiwan. Partai perdana Timnas Indonesia U-19 melawan Taiwan bakal dihelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis (18/10), pukul 19.00 WIB. (Art)

Remaja Belanda Keturunan Wonosobo Ini, Blak-blakan Bicara Peluang Bela Timnas Indonesia

Satu lagi pemain Belanda berdarah Indonesia, menyatakan bersedia membela Timnas Sepak Bola Indonesia. Ia adalah Darren Sidoel, pemain 20 Tahun yang saat ini membela klub Liga Inggris, Reading. (readingfc.co.uk)

Jakarta- Satu lagi pemain berdarah Indonesia yang menyatakan bersedia membela timnas Indonesia. Ia adalah Darren Sidoel, pemain muda yang saat ini membela klub Liga Inggris, Reading. Dalam wawancara ekslusif dengan Goal, pemuda 20 tahun itu menceritakan asal-usulnya yang mempunyai garis keturunan Indonesia. “Saya lahir di Belanda. Ibu saya berasal dari Suriname, dan ayah saya adalah orang Jawa. Kakek buyut saya dari kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah, kami masih memiliki keluarga di sana,” ujarnya dilansir BolaSport.com dari Goal. Dirinya juga tak menampik peluang membela Timnas Indonesia karena merasa dirinya masih menjadi bagian dari Indonesia. “Jika PSSI ingin mengundang saya membela Timnas, maka saya akan senang untuk berbicara dengan mereka soal peluang tersebut, dan mempertimbangkan bermain untuk Timnas Indonesia,” ujarnya. Sidoel mengawali karier di tim muda kota kelahirannya, Ado Den Haag, di Den Haag, sejak musim 2012-2013. Semusim kemudian ia bergabung dengan Ajax U-17 hingga 5 tahun dan menembus sejumlah level dari U-19 hingga U-21. Pada Juli 2018, klub asal Inggris, Reading membelinya dan mengontrak sang pemain dengan durasi 3 tahun. Kini pemuda kelahiran The Hague, 10 Maret 1998 ini, membela Reading U-23 di Premier League 2, sebuah kompetisi untuk tim cadangan Liga Inggris. Pada musim 2018-2019, pemain yang sanggup bermain di 3 posisi bertahan (Bek, Libero dan Gelandang bertahan) ini telah mengoleksi 4 penampilan. “Ada beberapa klub yang tertarik pada saya, tetapi Reading datang dengan rencana menarik. Ketika saya mengunjungi mereka, saya tahu akan menjadi klub yang tepat bagi perkembangan saya,” ujarnya. (art)

Tiga Kali Uji Coba Internasional Tanpa Kemenangan, Timnas U-19 Masih Percaya Diri

Winger Timnas U-19, Todd Rivaldo Ferre (25), saat ditempel ketat bek Arab Saudi U-19, dalam laga uji coba jelang Piala AFC U-19 2018, di Stadion Wibawa Mukti, Rabu (10/10). Timnas U-19 harus menelan kekalahan 1-2 pada pertadingan ini. (Pras/NYSN)

Jakarta- Laga Timnas U-19 kontra Arab Saudi berakhir 1-2, pada laga uji coba di Stadion Wibawa Mukti, Rabu (10/10). Hasil negatif ini menegaskan langkah tim asuhan Indra Sjafri terseok-seok jelang perhelatan Piala AFC U-19 2018. Dua gol kemenangan Arab Saudi dicetak oleh Abdullah Alhamdan pada menit ke-37 dan 69′. Tim Merah-Putih hanya mampu membalas satu lewat gol Saddil Ramdani, menit ke-45. Secara beruntun, ini kali ketiga Timnas U-19 gagal meraih kemenangan di laga uji coba jelang Piala AFC U-19 2018. Sebelumnya, Tim Garuda Nusantara imbang 2-2 kontra Thailand, dan takluk 0-3 dari China, pada ajang PSSI Anniversary Cup U-19 2018. Namun, Indra tak risau dengan pencapaian kurang memuaskan ini. “Saya tak cari kemenangan di laga uji coba. Fokus saya membangun tim. Memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada, agar saat berlaga di ajang sesungguhnya timnas bisa menyajikan permainan terbaik,” ujar pelatih asal Sumatra Barat itu. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah Piala AFC U-19 2018 yang dihelat 18 Oktober-4 November 2018. Indonesia berada di Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Taiwan. Tim Merah-Putih dibebani target lolos ke semifinal, agar bisa berlaga di Piala Dunia U-20 pada 2019, di Polandia. Piala Dunia U-20 2019 yang digelar di Polandia, akan berlangsung pada bulan Mei-Juni tahun depan. AFC mendapat jatah empat wakil untuk turnamen ini. Bertindak sebagai tuan rumah Piala Asia U-19 jelas menguntungkan posisi Indonesia, untuk merebut tiket ke Piala Dunia. Syarat untuk bisa lolos ke Polandia adalah menjadi semifinalis Piala Asia U-19 2018. Untuk bisa mencapai target itu, jelas tak mudah. Pertama, Timnas U-19 harus lolos dulu dari Grup A. Setelah itu, Timnas U-19 harus menang di babak perempat final, melawan juara atau runner-up Grup B. Timnas U-19 menyisakan satu uji coba lagi sebelum turun di Piala Asia U-19 2018. Garuda Nusantara ini akan berhadapan dengan Yordania, pada Sabtu (13/10). Sebagai catatan, prestasi tertinggi Yordania di ajang Piala Asia remaja ini adalah lolos semifinal Piala Asia U-19 2016. Indonesia sekali bertemu dengan Yordania saat Piala Asia U-19 1978. Saat itu, merah putih muda sukses membekap Yordania 4-0, dan Indonesia lolos ke Piala Dunia U-20 1979 di Jepang, menggantikan posisi Irak. (Art)

Skuat Timnas U-16 Bubar, Striker Ini Berpeluang Gabung Akademi di Belgia

Striker Timnas U-16, Sutan Zico, dikabarkan mendapat tawaran menggiurkan dari manajemen JSSL Chelsea FC. Zico santer dikabarkan akan menempuh pendidikan sepakbola di Belgia. (AFC.com)

Jakarta- Para pemain Timnas U-16 makin mengkilap sejak menjuarai Piala AFF U-16 2018, Agustus lalu. Bahkan meski gagal merebut gelar Piala AFC U-16 2018 di Malaysia dan gagal lolos ke Piala Dunia U-17 2019, tim asuhan Fakhri Husaini itu tetap mendapat apresiasi yang luar biasa. Timnas U-16 memang telah dibubarkan. Namun, tak berarti mereka berhenti berkiprah di dunia sepak bola. Winger lincah asal Surabaya, Jawa Timur, M. Supriadi, rencananya pekan depan terbang ke Liverpool, Inggris, untuk menuntut ilmu sepakbola. Sedangkan empat pemain skuad asuhan Fakhri lainnya, tengah diproyeksikan bergabung dengan akademi di Eropa. Empat pemain itu adalah Sutan Zico, Brylian Aldama, Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa. Zico menjadi salah satu bomber andalan Timnas U-16 pada Piala Asia U-16 2018. Total pemuda bernama lengkap Sutan Diego Armando Ondriano Zico ini mencetak dua gol dari empat gol yang dicetak Timnas U-16 di Piala Asia U-16. Selain Zico, keempat pemain itu, berada dalam naungan agensi yang berasal dari Singapura. Zico santer dikabarkan akan menempuh pendidikan sepakbola di Belgia. Pemain kelahiran Jakarta, 7 April 2002, memang mendapat tawaran dari manajer JSSL Chelsea FC. Hanya, Zico belum mengiyakan tawaran itu. Kabar itu dibenarkan oleh ayah Zico, Oriyanto Jhosan. Menurut Oriyanto, Zico belum sembuh total dari cedera pangkal pahanya. ”Ada tawaran ke Belgia atau Australia. Tapi Zico memilih untuk memulihkan cedera pahanya terlebih dahulu. Mungkin nanti bulan November atau Desember, dia bisa menerima tawaran itu,” tutur pria yang juga eks pemain Semen Padang itu. Itu juga yang menjadi alasan Zico jarang di turunkan di ajang Piala AFF U-16 2018. Bahkan di Piala AFC U-16 September lalu, Sutan Zico hanya sekali turun full time. Itu saat Garuda Asia ditahan Imbang 0-0 oleh India (27/9). ”Ada ototnya yang sobek dan tak bisa dioperasi, harus istirahat. Itu berpengaruh di pergerakan dia (Zico, Red) saat di lapangan,” ucap Oriyanto. Selain itu, ada beberapa tim Liga 1 yang melakukan pendekatan ke Sutan Zico. Salah satunya Persija Jakarta. Namun, lagi-lagi tawaran itu masih belum diiyakan oleh Zico. (art)

Jelang Uji Coba Internasional, Skuat Final Timnas U-19 Diumumkan Hari Senin

Witan Sulaeman (10), Saddil Ramdani (11), dan M. Rafli Mursalim (13), bakal mendapat kepastian tampil membela Timnas U-19 di ajang Piala Asia U-19, pada Senin (8/10), sebelum melewati dua laga uji coba. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri menyebut, Senin (8/10), menjadi momen pengumuman skuat final untuk tampil di Piala Asia U-19. Pengumuman itu dilakukan dua hari, sebelum pertandingan uji coba melawan Arab Saudi, pada Rabu (10/10), di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Skuat Timnas U-19 berkekuatan 29 pemain, termasuk Egy Maulana Vikri, yang masih bermain di klub Polandia, Lechia Gdansk. “Kami lakukan evaluasi dari latihan, dan laga termasuk uji coba. Tim sudah ingin ditentukan 29 pemain, termasuk Egy, yang akan diciutkan tanggal 8,” ujar Indra di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10). “Hari per hari, akan kami lihat terus siapa pemain yang akan didaftarkan. Karena, nanti tidak bisa diubah lagi, setelah resmi didaftarkan,” tandasnya. Selain beruji coba dengan Arab Saudi, Skuat Garuda Nusantara beruji tanding kontra Yordania, pada Sabtu (13/10). Uji coba melawan Yordania, menjadi yang terakhir sebelum turun di ajang Piala Asia U-19, 18 Oktober-4 November. Nurhidayat Haji Haris dan kawan-kawan akan memulai petualangan melawan Taiwan pada Kamis (18/10), di Jakarta. Meski gagal pada babak kualifikasi, Timnas U-19 tetap bisa tampil di putaran final. Jatah wild card diberikan karena Indonesia sebagai tuan rumah. Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah dilakukan AFC pada 25 Juli 2017 lalu. Putaran final Piala Asia U-19 2018 diikuti oleh 16 tim yang dibagi ke dalam 4 grup. Indonesia berada di Grup A bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Taiwan. Sejak pertama kali digelar 1959 lalu, Indonesia sudah tiga kali melaju ke final. Pada Piala Asia U-19 yang berlangsung di Thailand 1961 lalu, Indonesia bahkan keluar sebagai juara bersama Myanmar, usai kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak final. Indonesia kembali melaju ke final pada 1967. Namun, Timnas U-19 gagal mengangkat trofi, setelah di babak final, kalah 0-3 dari Israel. Sementara pada Piala Asia U-19 yang berlangsung di Filipina 1970 lalu, Indonesia juga sampai di babak puncak, tapi takluk 0-3 dari Myanmar. Tahun ini, Tim Merah Putih Remaja mendapat target dari PSSI untuk lolos hingga babak semifinal. Empat semifinalis Piala Asia U-19 pada edisi 2018, akan mewakili Asia di Piala Dunia U-20 di Polandia, pada 2019. (art) Fase Grup Piala Asia U-19 2018 Grup A 18 Oktober 2018 Indonesia vs Taiwan 18 Oktober 2018 Uni Emirat Arab Vs Qatar 21 Oktober 2018 Taiwan vs Uni Emirat Arab 21 Oktober 2018 Qatar vs Indonesia 24 Oktober 2018 Indonesia vs Uni Emirat Arab 24 Oktober 2018 Qatar vs Taiwan Fase Gugur Perempat Final 28 Oktober 2018 Pemenang Grup A vs Runner-up Grup B (perempat final 1) 28 Oktober 2018 Pemenang Grup B vs Runner-up Grup A (perempat final 2) 29 Oktober 2018 Pemenang Grup C vs Runner-up Grup D (perempat final 3) 29 Oktober 2018 Pemenang Grup D vs Runner-up Grup C (perempat final 4) Semifinal 1 November 2018 Pemenang Perempat Final 1 vs Pemenang Perempat Final 3 (semifinal 1) 1 November 2018 Pemenang Perempat Final 2 vs Pemenang Perempat Final 4 (semifinal 2) Final 4 November 2018 Pemenang Semifinal 1 vs Pemenang Semifinal 2

Pemerintah Jamin Pendidikan Pemain Timnas U-16 hingga Kuliah, Menpora : Harus Ada BUMN Yang Bantu

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menerima kedatangan kontingen Timnas U-16, yang baru saja tampil di ajang Piala Asia U-16 2018, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10). (Liputan6.com)

Jakarta- Apresiasi terus mengalir Timnas U-16 setelah performa apik di Piala Asia U-16 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menjanjikan jaminan pendidikan untuk David Maulana dan kolega. Dengan mayoritas usia yang menginjak 16 tahun, jalan para pemain memang masih panjang. Banyak tahap yang dilalui, hingga kelak tampil bersama Timnas Indonesia di level senior. Termasuk pendidikan. Mayoritas skuat Timnas U-16, masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan, untuk menjamin masa depan para pemain di luar olahraga, Imam coba memberikan beasiswa kepada mereka. “Ini pelajar. Pelajar bukan dapat bonus, tapi apa ya namanya, beasiswa,” tutur Imam, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10). “Kami harap sampai selesai, kalau bisa harapannya bisa sampai kuliah. Tentu seperti arahan Pak Presiden (Joko Widodo, red) harus ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dampingi mereka,” tambahnya. Kedatangan Imam ke Istana bertujuan mendampingi Timnas U-16 yang diundang langsung oleh Jokowi. Dalam kesempatan itu, Jokowi berjanji mencarikan BUMN sebagai penopang pembiayaan Timnas U-16. Dengan begitu, anak asuh Fakhri Husaini tak perlu mengkhawatirkan faktor fulus saat menjalani uji tanding atau turnamen resmi. Lantas, bagaimana mekanismenya? Imam menyatakan tak ada payung hukum yang bisa menjegal BUMN untuk membantu Timnas U-16. “Enggak. Langsung saja, mereka ‘kan punya CSR (corporate social responsibility, red), ya. Itu otomatis. Selain itu ada pula sponsor,” ucap Imam menambahkan. Meski gagal membawa tiket ke Piala Dunia U-17, penampilan Garuda Asia di Piala Asia U-16 telah menarik banyak perhatian. Permainan yang diperagakan Bagus Kahfi dan kawan-kawan mencerminkan masa depan yang cerah bagi masa depan sepak bola Indonesia. Sejak ditangani Fakhri, Timnas U-16 sudah meraih setidaknya tiga trofi. Mereka pernah menjuarai tiga event, yakni Tien Phong Plastic Cup 2017, yang digelar di Da Nang City, Vietnam, lalu turnamen Jenesys Japan U-16 2018 di Jepang, dan Piala AFF U-16 2018, di Sidoarjo, Indonesia. Di Piala Asia U-16 2018, tim Merah Putih remaja juga tak tampil buruk. Selama babak penyisihan, Amiruddin Bagus Kahfi dkk mencetak sejarah tak terkalahkan. Indonesia menjadi juara Grup C dengan hasil sekali menang dan dua kali imbang. (Adt)

Pendidikan dan Nasib Timnas U-16 Dipantau Pemerintah, Fakhri Husaini : Harus Konkrit Pembinaan Usia Muda

Usai berlaga di Piala AFC U-16 2018, Kuala Lumpur, Malaysia, Skuat Timnas Indonesia U-16 berfoto bersama, saat disambut Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, di gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (3/10). (Antaranews)

Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan Timnas U-16 memiliki potensi besar dan masa depan yang masih panjang untuk meningkatkan performa mereka ke jenjang yang lebih tinggi, usai berlaga di Piala AFC U-16 2018, Kuala Lumpur, Malaysia. “Pemerintah terus fokus bagaimana rencana pendidikan dan latihan pemain Timnas U-16, akan dipantau terus, baik sekolah, pendidikan formal, maupun latihan sehari-hari, karena perjalanan masih panjang,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, saat menyambut Garuda Asia di kantor Kemenpora, Rabu (2/10). Mewakili Menpora Imam Nahrawi yang berhalangan hadir, Isnanti menyampaikan apresiasi, dari pemerintah untuk tim asuhan Fakhri Husaini ini, karena mampu menorehkan hasil delapan besar di Piala Asia U-16. “Ada impian masuk Piala Dunia U-17. Impian itu belum terwujud, tapi sesungguhnya, masuk delapan besar Asia dan Asia Tenggara, ini dahsyat,” kata Isnanta. “Bukti Garuda Asia itu sudah benar-benar bisa disejajarkan dengan kekuatan Asia. Inilah progres yang memang harus diapresiasi,” kata Isnanta. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, mengemukakan David Maulana dkk akan kembali ke klub mereka masing-masing, kembali ke sekolah dan menjadi satu elemen masyarakat yang bisa menunjukkan nilai sepak bola, yakni “respect”, disiplin dan sportifitas. “Kita tak berhenti di sini. Perjuangan kita menuju ranking 25 besar dunia pada 2045 dimulai dari kaki anak-anak kita. Ini yang harus dibantu dengan sistem sepak bola yang baik di sekitar kita,” kata Ratu Tisha. Sementara Fakhri Husaini menambahkan, di level usia muda yang jadi perhatian utama bukan banyaknya piala yang bisa diraih. “Bagi saya ini pelajaran penting. Kami bisa memetakan peluang-peluang Indonesia, dengan tim-tim yang tampil di World Cup kelompok umur 17 tahun,” ucap Fakhri. Di Piala Asia U-16, tak ada satu negara pun yang mendominasi, ungkap eks gelandang era 90’an ini. Indonesia bisa menang melawan Iran yang sebelumnya adalah runner up Piala Asia, dan meladeni India. “Artinya, peluang itu bisa kami ambil, jika bekerja keras lagi, di masa yang akan datang,” jelasnya. Setelah pertemuan dengan Kemenpora dan PSSI, Fakhri berharap nantinya ada langkah-langkah konkret terkait sistem pembinaan sepak bola usia muda yang terintegrasi dan berkelanjutan dari semua pemangku kebijakan. Hal senada ditegaskan Ratu. “Kami memang tak menerapkan sistem pelatnas jangka panjang, setelah ini para pemain kembali ke klub masing-masing, sambil menunggu program pelatnas berikutnya. Kita akan tetap memperhatikan jenjang pembinaan dan pembibitan, untuk skuad pelatnas kita,” ujar Ratu. Timnas U-16 di Piala Asia U-16 terhenti di babak perempat final, setelah kalah 2-3 dari Australia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (1/10). Dengan hasil tersebut, mereka gagal mengamankan peluang untuk mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-17 2019, yang akan berlangsung di Peru. (Adt)

AIA Championship for Women 2018 Digelar 1 Desember, 16 Wanita Terbaik Bersaing Menuju Tottenham Hotspur

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan wanita dalam olahraga, terutama sepakbola, PT AIA Financial menggelar ajang AIA Championship for Women, pada 1 Desember 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola wanita mengalami perkembangan yang cukup baik di dunia. Bahkan berbagai kompetisi sepak bola wanita juga digelar dan mampu menarik antusiasme penggemar sepak bola. Dan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pemberdayaan wanita dalam olahraga, terutama sepakbola, PT AIA Financial menggelar AIA Championship for Women, pada 1 Desember 2018. Melalui event ini, salah satu perusahaan asuransi tersebut makin mempertegas dukungannya terhadap persepak bolaan di Tanah Air dengan memperluas partisipasi bagi perempuan untuk menunjukkan bakat mereka dalam sepak bola. “AIA Championship for Women diluncurkan untuk mengakomodasi minat para wanita terhadap sepak bola dan membantu mengembangkan potensi mereka,” ujar Kathryn Monika Parapak, Head of Brand and Communication PT AIA Financial, di Kawasan Episentrum, Jakarta Selatan, Selasa (2/10). Dengan kompetisi ini, Kathryn berharap melihat lebih banyak talenta pwsepak bola putri Indonesia, berlaga di kancah nasional hingga internasional, dan menginspirasi lebih banyak wanita untuk berpartisipasi dalam olahraga, terutama sepak bola. “Terselenggaranya kompetisi ini sekaligus membuka kesempatan masyarakat dan talenta-talenta muda agar mereka mengetahui tentang AIA Championship. Semoga informasi ini bisa tersebar luas,” lanjut Kathryn. Proses pendaftaran bakal dibuka mulai 16 November, dan AIA akan mencari 16 tim terbaik untuk berlaga di kejuaraan tingkat regional Asia. Finalis kejuaraan tingkat regional akan diboyong ke kejuaraan tingkat dunia, yang bakal diselenggarakan di markas Tottenham Hotspur di London, Inggris. “Nanti sehari penuh pada 1 Desember 2018, kejuaraan dilangsungkan, dan kami akan menyiapkan dua tim mewakili Indonesia di kejuaraan tingkat regional, di Bangkok pada Maret 2019,” ujar Kathryn. “Selama Desember hingga Maret, kami berikan pendampingan pelatih profesional dala persiapan kejuaraan regional tersebut,” tegasnya. Gelaran Asian Games XIII/2018 menjadi momentum besar bagi dunia sepak bola putri Indonesia. Timnas sepak bola putri mampu menduduki peringkat 77 dalam FIFA World Cup Ranking yang dirilis Juni 2018, sedangkan timnas sepak bola putra menghuni peringkat 164 dunia. Sementara itu, Zahra Muzdalifah, gelandang serang Timnas Putri Indonesia, menyambut baik event AIA Championship for Women. Menurutnya, banyak talenta-talenta muda sepak bola putri yang potensial di Indonesia, namun belum memiliki wadah, untuk berkompetisi. “Sebenarnya banyak talenta muda, terutama yang berusia di bawah 15 tahun. Termasuk yang dewasa, namun belum ada wadah, dan mereka juga bingung untuk berlatih dimana. Event ini sangat mendukung bagi wanita-wanita di Indonesia untuk gemar sepak bola. Apalagi ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga ajang seleksi,” cetusnya. Nantinya, AIA Championship for Women akan mempertandingkan 16 tim, guna meraih gelar juara nasional. Dari turnamen ini, akan dipilih 16 orang pemain terbaik yang akan dibentuk menjadi 2 tim, untuk bertanding di tingkat regional di Bangkok, Thailand. Jika, sukses menjadi finalis di kompetisi di Negeri Gajah Putih itu, maka tim Indonesia berlaga dalam babak final yang diselenggarakan di markas Tottenham Hotspur, di London, Inggris. “Tottengam Hotspur dan saya sangat senang dapat mendukung AIA dalam memajukan persepak bolaan wanita di Asia melalui AIA Championship for Women,” ucap Anton Blackwood, International Development Coach, dari klub Tottenham Hotspur. “Selama 2 tahun bekerjasama dengan AIA di Asia, saya telah melihat banyak bakat hebat dalam sepak bola junior. Sungguh kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk dapat terlibat dalam pengembangan kemampuan pesepak bola usia dewasa,” tukasnya. (Adt)

Cetak Sejarah Pertama Kali Jadi Juara Grup, Timnas U-16 Realistis Tatap Tiket Piala Dunia U-17 2019

Timnas U-16 (merah) akhirnya melangkah ke babak perempat final Piala Asia U-16 2018, usai bermain imbang 0-0 melawan Timnas India U-16, pada laga pamungkas Grup C, di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis (27/9). (AFC.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 akhirnya lolos ke perempat final Piala AFC U-16 2018. Anak asuh Fakhri Husaini bermain 0-0 dengan Timnas India U-16. Dalam klasemen akhir Grup C, Indonesia berada di puncak klasemen dengan nilai 5. Meladeni India dalam partai terakhir penyisihan Grup C di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis (27/9). Bagus Kahfi dkk lebih banyak menyerang dan membahayakan gawang India, tapi gol tak kunjung tercipta hingga berujung skor “kacamata” pada babak pertama. “Kami lega lolos ke babak berikutnya. Terima kasih pada para pemain, yang memberikan seratus persen bahkan seribu persen tenaganya untuk laga ini. Seperti yang sudah saya katakan ke pemain, meski kami tidak menang, setidaknya kami bisa mendominasi jalannya pertandingan,” ucap Fakhri, paska laga. India masih mendampingi Indonesia sebagai runner-up Grup C dengan nilai 5, namun kalah selisih gol. Pada hari dan jam yang sama, tampil di Stadion Arena UM, Kuala Lumpur, Timnas Iran U-16 mengamuk dan membantai Timnas Vietnam U-16 dengan skor 4-0, pada babak pertama. Di babak kedua, Iran menambah gol hingga akhirnya menang 5-0 atas Vietnam. Lantaran partai India kontra Indonesia berakhir imbang, maka berapa pun skor yang dicetak Iran, tetap tak bisa mengganggu kedua tim itu maju ke perempat final. Saat ini, sudah ada enam tim yang ke perempat final, yaitu Jepang, Tajikistan, Korea Utara, Oman, Indonesia, dan India. Dua tim lagi akan ditentukan dari Grup D, pada Jumat (28/9). Indonesia menanti runner-up Grup D. Dalam klasemen sementara Grup D, Australia berada di posisi kedua, disusul Irak, dan Afghanistan. Jika posisi itu bertahan hingga hasil akhir besok, maka Irak akan menjadi lawan Indonesia di perempat final. Irak adalah juara bertahan Piala Asia U-16. Selain lolos fase 8 besar, hasil ini juga menjadi sejarah pertama kalinya, menjadi juara grup pada Piala Asia U-16 atau AFC U-16. Lolos ke babak gugur merupakan prestasi terbaik Indonesia sejak 1990. Sejak Piala Asia U-16 pertama kali digelar pada 1985, inilah kali pertama Indonesia bisa berada di puncak klasemen grup, sekalipun dibandingkan 1990. Pada Piala AFC U-16 edisi 1990, sejatinya, Indonesia bisa melangkah ke semifinal. Saat itu, Eko Purjianto dan kolega mengumpulkan dua poin. Torehan itu didapat dari hasil imbang melawan Qatar dan Korea Selatan. Mereka finis di posisi kedua Grup B di bawah Qatar, di atas Korea Selatan. Piala Asia U-16 ini merupakan ajang kualifikasi Piala Dunia U-17. Namun, sejak 1992 hingga 2006, ajang ini berubah nama menjadi Piala Asia U-17. Paska berganti format menjadi Piala Asia U-17, Indonesia tak pernah lolos ke putaran final. Setelah kembali memakai format U-16 pada 2008, Indonesia lolos dalam tiga kesempatan, yakni pada 2008, 2010, dan 2018. Agar lolos ke Piala Dunia U-17 2019, Indonesia harus bisa lolos ke babak semifinal. Korea Selatan, Australia, dan Irak adalah tiga calon lawan tim merah putih remaja di perempat final. Laga pamungkas Grup D dimainkan pada Jumat (28/9). Jadwal perempat final antara wakil Grup C dan Grup D akan dimainkan pada Senin (1/10). Indonesia akan menghadapi peringkat kedua Grup D pada Senin sore, pukul 15.30 WIB. (art) Tim Yang Sudah Lolos Perempat Final Piala AFC U-16 2018 1. Jepang (Juara Grup A) 2. Tajikistan (Runner-up Grup A) 3. Korea Utara(Juara Grup B) 4. Oman (Runner-up Grup B) 5. Indonesia (Juara Grup C) 6. India (Runner-up Grup C) Kiprah Timnas U-16 Indonesia di Piala AFC U-16/U-17: 1985 – Tidak lolos 1986 – Juru kunci grup 1988 – Juru Kunci grup 1990 – Semifinalis 1992 – Tidak lolos 1994 – Tidak lolos 1996 – Tidak lolos 1998 – Tidak lolos 2000 – Tidak lolos 2002 – Tidak lolos 2004 – Tidak lolos 2006 – Tidak lolos 2008 – Juru kunci grup 2010 – Peringkat ketiga grup 2012 – Tidak lolos 2014 – Tidak lolos 2016 – Tidak lolos 2018 – Perempat final* Keterangan: *) Turnamen masih berjalan

Hujan Petir Dahsyat Batalkan Laga Penentuan Tuan Rumah Malaysia di Piala AFC U-16 2018, Fans Kecewa Berat

Pertandingan penentu babak penyisihan grup A Piala AFC U-16 2018 antara Timnas Malaysia U-16 vs Jepang U-16, pada Rabu (26/9), akhirnya harus ditunda karena terhalang oleh derasnya hujan disertai petir dahsyat. (goal.com)

Kuala Lumpur- Pertandingan penentu babak penyisihan grup A Piala AFC U-16 2018 antara Timnas Malaysia U-16 vs Jepang U-16, pada Rabu (26/9), akhirnya harus ditunda lantaran terhalang oleh derasnya hujan disertai petir dahsyat. Seharusnya, laga kedua tim yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, mulai pukul 15.30 WIB atau 16.30 waktu setempat. Namun, akibat hujan yang amat deras, dan berakibat pada masalah pencahayaan, akhirnya dimundurkan satu jam menjadi 16.30 WIB. Ternyata alam sedang tak bersahabat dengan tuan rumah Malaysia, sehingga laga tak kunjung digelar hingga waktu itu tiba. Panitia akhirnya memutuskan untuk membatalkan laga, dengan alasan faktor keamanan dan keselamatan, serta menjadwal ulang menjadi Kamis (27/9) pukul 10.00 WIB, atau 11.00 waktu setempat. Namun, hal ini memicu kekecewaan para penonton, khususnya suporter timnas U-16 Malaysia. Mereka langsung menuangkannya di akun media sosial Twitter. Salah satu cuitan kekecewaan itu ditulis oleh Menteri Belia dan Sukan alias Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Abdul Rahman, dengan akun @SyedSaddiq. Menurutnya, pelaksanaan penjadwalan ulang pertandingan yang ditetapkan di pagi hari, oleh pihak panitia dinilai tidak efesien. Alasannya, banyak para suporter timnas U-16 Malaysia yang sedang melakukan aktivitas seperti sekolah, bahkan bekerja. “Match ditangguhkan ke esok 11am, entry ke stadium Bukit Jalil PERCUMA,” cetus aktivis dan politikus muda itu. “Ini kerana perlawanan di antara Tajikistan-Thailand di PJ tak dapat dijalankan serentak kerana hujan lebat dan padang tak boleh digunakan. Both matches must be played together,” cuitnya lagi. Usai cuitan Syed Syaddiq, banyak beberapa suporter tim negri Jiran turut melampiaskan kekecewaannya. “Kami faham game cancel sebab hujan guruh semua. TAPI KENAPA ESOK PAGI??? Aduh abis duit burn, kayalah depa, kalau esok malam cun. Adalah juga semangat tu nak pergi,” tulis akun @Nas41519716. Namun demikikan, pihak panitia meminta penonton yang sudah membeli tiket laga Timnas U-16 Malaysia vs timnas U-16 Jepang, datang kembali membawa tiket yang sama. Duel ini sangat menentukan nasib tuan rumah Timnas U-16 Malaysia, ke perempat final. Tim berjuluk Harimau Muda itu berstatus wajib menang atas Jepang, untuk lolos ke delapan besar. Jika imbang kontra Jepang, Malaysia hanya bisa lolos ke perempat final andai Thailand kalah dari Tajikistan. Selain itu, partai Timnas U-16 Thailand versus Timnas U-16 Tajikistan pada jam yang sama, juga dibatalkan, meski tampil di Stadion Arena UM, Kuala Lumpur. Duel ini pun ikut dijadwal ulang, menjadi Kamis (27/9) pukul 10.00 WIB, atau 11.00 waktu setempat. Malaysia sejauh ini masih berada di urutan ke-3 klasemen sementara grup A Piala Asia U-16 2018. Mereka membutuhkan kemenangan atas Jepang, guna memastikan lolos, atau meraih hasil imbang, dengan catatan Thailand kalah atas Tajikistan. (art) Klasemen lengkap Piala U-16 Asia 2018 sampai Selasa (25/9): Grup A (main, selisih gol, nilai): No.      Tim               Main    Gol      Poin 1.  Jepang U-16           2       5 : 2       4 2.  Thailand U-16         2       6 : 7       3 3.  Malaysia U-16         2       8 : 6       3 4.  Tajikistan U-16        2       2 : 6       1 Grup B No.      Tim                 Main    Gol      Poin 1.   Oman U-16              2      4 : 2       4 2.   Korea Utara U-16     2      3 : 2       4 3.   Yordania U-16          2      4 : 4       2 4.   Yaman U-16             2      0 : 3      0 Grup C No.      Tim                    Main      Gol       Poin 1.   Indonesia U-16       2          3 : 1        4 2.   India U-16                2          1 : 0         4 3.   Vietnam U-16            2          1 : 2        1 4.   Iran U-16                  2          0 : 2        1 Grup D No.              Tim               Main       Gol        Poin 1.   Korea Selatan U-16        2         10 : 0        6 2.   Australia U-16                2           2 : 4        3 3.   Irak U-16                       2           3 : 3        3 4.   Afghanistan U-16            2           1 : 9        0

Final Sesama Univ Muhammadiyah, UMJ Tekuk UMM 1-0, Dan Segel Titel Juara LIMA Football Nationals 2018

LIMA Football Nationals 2018 telah selesai. Di partai final, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) unggul 1-0 atas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan menyegel Titel Juara LIMA Football Nationals 2018, pada Selasa (25/9), di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur. (LIMA)

Malang- LIMA Football Nationals 2018 telah selesai. Perhelatan akbar yang digelar di Stadion Gelora Brantas, Batu, Malang, Jawa Timur, telah bergulir 18-25 September 2018. Sebelumnya, fase conference telah digelar dengan keikutsertaan dua regional, yakni Greater Jakarta Conference (GJC) dan East Java Conference (EJC). Sebanyak delapan tim putra saling beradu kemahiran dalam ajang sepak bola nasional antarmahasiswa ini. Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengakhiri kompetisi LIMA Football musim kedua ini sebagai yang terbaik. Hadir di LIMA Football Nationals 2018 sebagai runner-up GJC, UMJ bisa menyingkirkan juara GJC, Univ. Negeri Jakarta (UNJ) di semifinal dan menyingkrikan juara EJC di tempat yang sama dua pekan sebelumnya, Univ. Muhammadiyah Malang (UMM). Duel sesama Universitas Muhammadiyah itu menjadi sajian pamungkas Liga Mahasiswa (LIMA) Football Nationals 2018, pada Selasa (25/9). Walau merupakan dua saudara, kedua tim menampilkan permainan terbaik mereka kali ini, bahkan dengan kengototan. Pada menit ke-67, tendangan bebas bek UMJ, Didit Tri Gustoro (17), mengenai pemain UMM, sebelum menerpa mistar dan bola keluar lapangan. Usai dilakukan sepak pojok, terjadi kemelut di depan gawang UMM, yang dimanfaatkan penyerang UMJ, Tio Darmawan (9), menjadi gol. UNJ, juara LIMA Football GJC yang sekaligus Nusantara Conference (NC) di musim perdana tahun lalu, kali ini terpaksa finis di peringkat ketiga LIMA Football Nationals 2018. Univ. Pelita Harapan (UPH) Banten, juru kunci GJC-NC tahun lalu, merupakan semifinalis keempat. Skor 1-0 untuk UMJ, bertahan hingga akhir laga. “Alhamdulillah. Kami bersyukur meraih juara LIMA Football Nationals tahun ini. Anak-anak bermain baik dan berjuang habis-habisan,” ujar Lebry Hidayatullah, pelatih UMJ. “Kami akan berusaha dan berlatih untuk musim depan agar bisa mempertahankan gelar ini,” pungkasnya. Selain memberikan penghargaan untuk tim terbaik, LIMA juga mengapresiasi student athlete yang berprestasi cemerlang. Gelar all academic player disematkan untuk student athlete peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. LIMA juga memberi gelar bagi top scorer, kiper terbaik, pemain terbaik, dan manajemen terbaik. (Adt) Hasil LIMA Basketball Nationals 2018. Putra Juara – Universitas Muhammadiyah Jakarta Peringkat 2 – Universitas Muhammadiyah Malang Peringkat 3 – Universitas Negeri Jakarta Peraih gelar individual LIMA Basketball Nationals 2018. Best Management Univ. Muhammadiyah Jakarta All Academic Player Ravi Prananda Rinaldy (Universitas Pertamina, Teknik Logistik, IPK 3.93) Top Scorer Bima Fachri (Univ. Negeri Jakarta) Best Goalkeeper Reynold Septian Multhy Yuana (Univ. Muhammadiyah Malang) Best Player Tio Darmawan (Univ. Muhammadiyah Jakarta)

IDGEN-Uni Papua Gelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian 2018, Semai Benih Perdamaian Dalam Diri Generasi Muda Indonesia

Yayasan Generasi Indonesia Internasional (IDGEN) dan Komunitas Sepak Bola Uni Papua, resmi menggelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian (Football for Peace Festival) 2018, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Sabtu (22/9). (Riz/NYSN)

Jakarta- Yayasan Generasi Indonesia Internasional (IDGEN) dan Komunitas Sepak Bola Uni Papua, resmi menggelar Festival Sepak Bola untuk Perdamaian (Football for Peace Festival) 2018, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Sabtu (22/9). Event ini bertujuan menyemai benih perdamaian dalam diri generasi muda Indonesia, sekaligus agen diplomasi budaya. “Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) atau Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta wajib mendukung, termasuk memberi fasilitas lapangan sepak bola milik Jakarta,” ujar Ratiyono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Sabtu (22/9). Menurutnya, event ini mampu membangkitkan semangat guna mempererat persatuan dan kesatuan, serta kebhinekaan, dalam sepak bola. “Sepak bola mampu memberikan edukasi nilai sportifitas. Satu sisi menjadi lawan bertanding di lapangan, tapi disisi lain sesungguhnya kawan dalam bermain. Ini filosofi dari sepak bola,” lanjutnya. “Kedepan semua pihak yang terlibat seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), serta kementerian lain bisa bersinergi, sehingga kedepannya event Football for Peace Festival makin kuat dalam menyemai persatuan dan persahabatan,” terang Ratiyono. Sementara itu, Harry Widjaja, CEO Uni Papua, mengatakan tahun ini adalah penyelenggaraan yang kedua kalinya, dan Football for Peace Festival 2018 digelar satu hari penuh yakni pada Sabtu (22/9). “Kami bersama dengan Kemenlu dan Kemenkopolhukam menyelenggarakan event Football for Peace Festival ini dengan melibatkan 19 tim yang terdiri dari Kedubes negara sahabat, komunitas sepak bola lokal, komunitas ekspatriat, dan sekolah berbasis agama yakni pesantren dan sekolah Katolik,” cetus Harry. Ia menambahkan event sepak bola untuk perdamaian ini adalah pertama kali dihelat di 4 kota, yakni Banda Aceh dan Manokwari (24-28 September), Jakarta (1-5 Oktober), dan Tabanan (18-21 Oktober). Selain itu, pihaknya melibatkan unsur TNI (Tentara Nasional Indonesia), Polri (Kepolisian Republik Indonesia), BNN (Badan Narkotika Nasional), Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga), serta LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), sebagai narasumber workshop kebangsaan. “Dan untuk peserta, kami mengundang para praktisi sepak bola, guru-guru olahraga, organisasi dan komunitas kepemudaan, perguruan tinggi, dan sekolah sepak bola, sebagai peserta training of trainers dan festival sepak bola untuk perdamaian di 4 regional itu. Total yang terlibat dalam kegiatan ini sekitar 1000 orang,” jelasnya. Harry menyebut event ini nantinya akan memilih 2 anak dari masing-masing regional ditambah 1 orang pendamping dari setiap regional untuk diberangkatkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam rangka coaching clinic dan trauma healing bagi anak-anak korban gempa, dan pihaknya juga akan menyerahkan 1000 bola. “Anak-anak yang terpilih sekaligus dinobatkan sebagai duta sepak bola untuk perdamaian dan akan bertugas mengkampanyekan nilai-nilai perdamaian dan toleransi melalui sepak bola kepada rekan-rekan mereka,” tukas Harry. (Adt)

Nyaris Lolos Piala Dunia U-17 di Italia, Timnas U-16 Pernah Selevel Raksasa Asia Pada 1990

Eko Purjianto (kanan) besama Evan Dimas (kiri) saat dalam sesi latihan Timnas U-19 pada 2013 lalu. Eko merupakan salah satu skuad Timnas U-16 pada 1990 yang tampil dalam putaran final Piala Asia U-16, yang berlangsung di Uni Emirat Arab (UEA). (antarafoto)

Jakarta- Timnas U-16 di bawah komando Fakhri Husaini mengarungi ajang besar Piala Asia U-16 2018, di Malaysia, pada 20 September sampai 7 Oktober 2018. Skuat Garuda Asia tergabung dalam Grup C bersama Iran, India, dan Vietnam. Partai perdana David Maulanda dan kolega yang berjumpa Iran, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Jumat (21/9) berkesudahan 2-0 untuk tim merah putih. Pada ajang Piala Asia U-16, sejatinya Timnas Indonesia bukan tak memiliki prestasi apik. Meski belum pernah menjadi juara, bahkan finalis, namun Indonesia pernah masuk empat besar. Pada 28 tahun silam, tepatnya saat Piala Asia U-16 1990, di Uni Emirat Arab (UEA), Indonesia pernah mejadi sorotan. Skuat yang saat itu ditangani trio pelatih Parmin, Muhardi, dan Indra Tohir, sukses menembus babak semifinal. Pada fase grup, Indonesia tergabung dalam Grup B bersama tim-tim kuat seperti Korea Selatan, Qatar, dan Arab Saudi. Namun Arab Saudi saat itu memilih mundur karena masalah internal negara yang berkaitan dengan politik negeri. Kontra Korea Selatan, skuat asuhan Parhim-Muhardi-Indra Tohir, bermain imbang 1-1. Laga kedua juga berakhir seri 0-0 lawan Qatar. Hasil itu membuat Indonesia lolos ke fase empat besar dengan status runner up Grup B. Namun nahas, menghadapi Uni Emirat Arab di babak semifinal, Indonesia kalah 0-2. Indonesia pun harus puas menempati peringkat keempat setelah dalam perebutan peringkat ketiga, takluk dari China 0-5. Padahal, jika Indonesia sukses merebut peringkat ketiga, maka skuat Garuda Muda berhak tampil di Piala Dunia U-17 1991, yang berlangsung di Florence, Italia. Beberapa nama yang berada di skuat Tmnas U-16 saat itu, ada yang meredup namun ada juga yang bersinar. Diantaranya Dahlan Jalil, Kapten dan bintang utama Persiraja Banda Aceh era 1990-2000an, yang mengangkat Persiraja promosi dari Divisi I ke divisi utama pada 1992. Lalu ada Hendra komara, yang akhirnya menjadi bagian salah satu tim Persib Bandung terbaik 1990-2000an. Tak ketinggalan winger kelahiran Kuningan, Uci Sanusi, yang setia bersama Persita Tangerang di periode waktu yang sama. Dan yang paling cemerlang adalah Eko Purjianto. Eko adalah salah satu pemain dalam rombongan PSSI Primavera pertama, bersama Kurnia Sandi, Kurniawan dan Bima Sakti pada 1993. Dirinya juga merupakan satu, dari enam punggawa Primavera yang diambil dari Jawa Tengah. Aktif berposisi sebagai stopper, selain rutin membela Timnas, ia juga bergabung dengan sejumlah klub besar tanah air, di antaranya Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru dan PSIS Semarang. Saat kariernya berakhir sebagai pemain, Eko juga mengikuti jejak mayoritas rekan-rekan seangkatannya, yakni menjadi pelatih, atau staf kepelatihan. Pria kelahiran Semarang 1 Februari 1976 itu, merupakan aktor dibalik kesuksesan Timnas U-19 merajai Piala AFF U-19 pada 2013. Eko adalah asisten Indra Sjafri di Timnas U-19 sejak 2013. Kini, usai tak lagi melatih timnas di tingkat junior, ia menangani salah satu klub Liga 1, Bali United, sebagai asisten pelatih. (art) Daftar Timnas U-16 1990 Manajer : H. Nuni Martasaputra Asisten manajer : Drs. Sofyan Rosyad Pelatih: Parmin, Muhardi, dan Indra Tohir Pemain : Aziz Agus Eko Purjianto Albert Rudiana Hendra Komara Surono Abdul Rachman Agus M. Alfandi Sugandi Abraham Aufa Desman Sagala Uci Sanusi Solikhan Sugih Utomo Erry Dahlan Jalil Hendro Kisworo Nur Syamsu Dhori Muhamad Yani

Kosisntensi Fisik Meski Diguyur Hujan Deras, Kunci Timnas U-16 Bungkam Iran 2-0

Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi, melakukan selebrasi dan membantu timnya secara meyakinkan menang 2-0 atas Iran U-16, dalam duel perdana Grup C Piala Asia U-16 2018, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Jumat (21/9). (AFC.com)

Kuala Lumpur- Timnas U-16 mengawali perjalanan di Piala AFC U-16 2018 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan hasil positif. Anak asuh Fakhri Husaini berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Iran dan memperlihatkan perubahan besar dalam permainan di babak kedua. Kejutan sudah dibuat Tim Garuda Asia sejak menit-menit awal pertandingan. Baru berjalan empat menit, Amiruddin Bagus Kahfi langsung memastikan keunggulan Timnas merah putih, usai memanfaatkan umpan silang Supriadi. Tak sampai di situ, kejutan juga dibuat saudara kembar Bagus, Bagas Kaffa. Bek kanan Timnas U-16 itu mencetak gol kedua pada menit ke-90, setelah maju dan mengecoh tiga pemain bertahan Iran. Kemenangan David Maulana dan kolega di laga pertama Grup C Piala AFC U-16 2018 itu berbanding lurus dengan statistik akhir pertandingan. Kondisi signifikan diperlihatkan mereka, di babak kedua pertandingan. Timnas U-16 secara statistik cukup mendominasi permainan. Tercatat di 45 menit pertama, mereka sanggup mencatat 59 persen penguasaan bola. Namun, bicara peluang yang dihasilkan, Timnas U-16 hanya mencetak dua tembakan ke arah gawang, sementara Iran mengemas empat tembakan ke gawang Ernando Ari. Namun, peningkatan diperlihatkan Timnas Indonesia U-16 saat menjalani babak kedua. Dari statistik yang dicatat Labbola, Tim Garuda Muda berhasil mengemas total tujuh tembakan akurat ke arah gawang, mengungguli Iran, yang hanya mengemas empat tembakan ke arah gawang. Peningkatan juga terlihat dari bagaimana bersihnya tekel yang dilakukan Juara AFF U-16 2018 ini yang mampu mengimbangi permainan kasar pemain Iran. Di babak pertama, terjadi enam tekel tanpa mendapatkan kartu kuning, sedangkan Iran melakukan 15 tekel dengan hasil dua kartu kuning. Jelang laga berakhir, tercatat Timnas U-16 melakukan 20 tekel tanpa satu pun kartu keluar dari saku wasit. Sementara Iran mengemas 31 tekel dan total mendapatkan tiga kartu kuning di pertandingan pertama mereka. Fakhri menyebut jika kunci timnya memenangi pertandingan ini adalah keunggulan duel fisik. “Ini pertandingan adu fisik, tetapi fisik bukan hanya postur. Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi dalam 2×45 menit dan itu tidak mudah. Para pemain bisa konsisten dan itu menjadi kelebihan kami,” ujar Fakhri usai laga. Pelatih berusia 53 tahun itu menyebut anak asuhnya bekerja sangat keras di pertandingan lawan Iran. Selain soal teknis, laga berjalan lebih sulit karena kondisi lapangan basah akibat hujan yang mengguyur sepanjang pertandingan. Para pemain Timnas U-16 pun mengakui, jika mereka lebih berat berlari saat lapangan dalam keadaan basah akibat hujan. “Memang jadi lebih berat, tetapi kondisi lapangan secara umum bagus,” kata Kapten sekaligus gelandang Timnas U-16, David Maulana. Kemenangan 2-0 atas Iran membuat Timnas U-16 memimpin klasemen sementara Grup C Piala AFC U-16 2018. Di parti lain, India U-16 diluar dugaan menekuk Vietnam U-16, dengan skor tipis 1-0. Berikutnya, pada Senin (24/9), Indonesia meladeni Vietnam U-16, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, mulai pukul 20.45 waktu setempat. (art) Statistik Timnas U-16 vs Iran U-16 Penguasaan Bola Timnas U-16 unggul dalam penguasaan bola (56 persen) berbanding timnas u-16 Iran (44 persen). Tembakan tepat sasaran Timnas U-16 mencatatkan 7 tembakan tepat sasaran, lebih banyak dari lawan mereka (4). Pemain dengan jumlah tembakan terakurat Amiruddin Bagus Kahfi mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran sepanjang laga dan mencetak satu gol. Jumlah shot on target sang pemain melebihi pemain-pemain dari kedua kubu. Pemain dengan jumlah operan terakurat Gelandang Timnas U-16, Andre Oktaviansyah, mencatat 82 persen operan sukses di laga ini, terbanyak dari semua pemain yang memulai laga Piala Asia U-16 2018. Sementara, Sutan Zico menorehkan 100 persen pass accuracy (3 dari 3) selama 12 menit turun dari bangku cadangan. Angka ini jadi yang terbaik dari pemain lain termasuk pengganti. Permainan bertahan Timnas U-16 sangat solid dalam bertahan, mencatatkan 26 intersep dan 31 sapuan bola ketimbang masing-masing 21 dan 26 dari lawan mereka tersebut.

Kalah 1-3 Dari Taiwan, Timnas Putri U-16 Gagal Tembus Kualifikasi Piala Asia U-16

Timnas Putri U-16 (merah) dipastikan gagal lolos ke Piala Asia Putri U-16 2019, usai kalah 1-3 dari Taiwan, pada laga penutup kualifikasi Grup D, di Stadion Dolen Omurzakov, Bishkek, Jumat (21/9). (twitter)

Bishkek- Timnas Putri U-16 dipastikan gagal lolos ke Piala Asia Putri U-16 2019, usai kalah 1-3 dari Taiwan, pada laga penutup kualifikasi Grup D, di Stadion Dolen Omurzakov, Bishkek, Jumat (21/9). Indonesia harus kebobolan lebih dulu melalui Chen Jin-wen pada menit ke-20. Garuda Pertiwi muda berhasil menyamakan kedudukan pada menit akhir babak pertama, melalui Safira Ika Putri dari titik putih. Pada babak kedua, permainan Taiwan makin merajalela. Taiwan akhinya bisa membrondong dua gol lagi melaluo Song Yu-ting (menit 52′) dan Wu Dai-ling (57′). Indonesia pun harus menelan kekalahan dari Taiwan. Dengan hasil ini membuat Srikandi U-16 gagal lolos ke putaran kedua ajang ini. Sebab, untuk sementara, Indonesia berada di peringkat ketiga dengan raihan enam poin. Dua kemenangan diraih saat menang 3-2 atas Palestina dan 2-0 dengan Kirgizstan. Sementara Taiwan nyaman menghuni puncak klasemen Grup D dengan raihan sembilan poin. Pada laga terakhir, mereka menantang Australia, dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke putaran kedua, kualifikasi AFC U-16 Womens U-16 Championship 2018. Usai laga, pelatih Timnas Putri U-16, Rully Nere mengakui bahwa anak asuhnya sudah berjuang maksimal dan tim lawan lebih beruntung. Meski begitu ia tetap apresiasi anak asuhnya. “Kami minta maaf kepada rakyat Indonesia atas kekalahan dan hasil ini yang membuat kita gagal lolos ke babak selanjutnya. Pemain saya rasa sudah memberi yang terbaik di ajang ini, namun hasil belum berpihak ke kami,” kata Rully. (art) Klasemen Kualifikasi Putaran Pertama Piala Asia Putri U-16 2018 Grup D Stadion Dolen Omurzakov, Bhiskek, Kirgizstan No.        Tim             Main      Gol        Poin 1.   Taiwan U-16          3       13  : 3         9 2.   Australia U-16       2       22  : 0         6 3.   Indonesia U-16      4         7 : 16       6 4.   Kirgizstan U-16      2         1 : 5         0 5.   Palestina U-16       3         2 : 22        0