Jack Brown Cetak Dua Gol, Garuda Muda Gilas Makedonia Utara 4-1

Jack Brown Cetak Dua Gol, Garuda Muda Gilas Makedonia Utara 4-1

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali raih catatan positif. Setelah beberapa hari lalu sukses mengandaskan NK Dugopolje 3 gol tanpa balas, kali ini skuat arahan Shin Tae-yong sukses menaklukkan Timnas Makedonia Utara U-19 dengan skor 4-1 dalam lanjutan laga uji coba di Stadion NK Njunak Sinj, Split, Minggu (11/10/2020). Pada pertandingan kali ini, pemain keturunan Indonesia-Inggris, Elkan Baggott yang sudah bergabung ke pemusatan latihan (TC) pada Rabu (7/10/2020), turun sebagai starter. Elkan tampil sebagai tandem dari Rizky Ridho di jantung pertahanan Timnas Indonesia U-19. Sejak peluit dibunyikan, Timnas Indonesia tampil cukup menggebrak. Peluang pertama hadir melalui Irfan Jauhari yang mencoba menanduk umpan tendangan bebas Witan Sulaeman, tetapi bola masih melebar ke sisi kiri gawang Makedonia Utara. Terus tampil menekan, gol perdana bagi Timnas Indonesia pun hadir pada menit ke 13′. Kerja sama apik Saddam Emiruddin dan Braif Fatari berhasil dituntaskan oleh Witan Sulaeman sekaligus merubah skor menjadi 1-0 untuk Timnas Indonesia. Usai unggul satu gol, Timnas Indonesia tidak mengendurkan serangan. Melalui pergerakan lincah Irfan Jauhari dan Witan Sulaeman di sisi sayap, keduanya terlihat beberapa kali merepotkan pertahanan lawan. Sayang, pada menit ke 20′ Braif Batari harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Jack Brown. Jual beli serangan terjadi di sisa babak pertama. Makedonia Utara terus berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, barisan pertahanan Timnas Indonesia tampil solid. Kedudukan 1-0 untuk keunggulan Timnas Indonesia U-19 pun bertahan hingga peluit babak pertama berakhir dibunyikan. Memasuki babak kedua, Makedonia Utara mendapatkan tendangan penalti setelah salah satu pemain mereka dijatuhkan Bagas Kaffa di dalam kotak terlarang. Adisatryo yang bertugas di bawah mistar gawang Indonesia sempat menepis tendangan penalti kapten Makedonia Utara, Dimitar Todorovski. Namun, eksekusi harus diulang karena Adisatryo bergerak lebih dahulu. Tak menyia-nyiakan kesempatan kedua, Todorovski sukses menjalankan tugasnya dengan baik. Makedonia Utara menyamakan skor menjadi 1-1. Pada menit ke 58′, Timnas Indonesia kembali unggul. Kali ini pemain pengganti, Jack Brown, sukses mencatatkan namanya di papan skor usai memanfaatkan kemelut di depan gawang Makedonia Utara. Peluang emas kembali hadir, kali ini giliran Saddam Gaffar yang melepaskan tembakan voli pada menit 65. Sayang, tembakan volinya masih membentur tiang gawang. Empat menit berselang, Jack Brown kembali menjadi bintang usai mencetak gol keduanya. Umpan tarik Bagas Kaffa dari sisi kanan berhasil diselesaikan dengan manis olehnya. Skor berubah menjadi 3-1 dan membuat Indonesia kian menjauh. Garuda Muda menutup pesta kemenangan mereka lewat gol Irfan Jauhari pada menit ke 83′. Irfan berhasil memanfaatkan bola muntah hasil sepakan keras Beckham Putra. Skor 4-1 bertahan hingga pertandingan usai. Ini merupakan kemenangan ke-4 Timnas Indonesia U-19 selama melakukan TC di Kroasia. Usai memetik dua kemenangan beruntun ini, semoga Garuda Muda kian percaya diri dalam bermain. Selanjutnya, mereka kembali akan menghadapi Timnas Makedonia Utara pada hari Rabu, 14 Oktober 2020. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Bagas Kaffa, Rizky Ridho, Elkan Baggott, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, David Maulana (Brylian Aldama 54′), Mohammad Kanu (Beckham Putra 54′), Irfan Jauhari; Saddam Emiruddin (Khairul Zakiri 81′), Braif Fatari (Jack Brown 20′) | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Selangkah Lagi Jadi WNI, Marc Klok Ingin Menginspirasi Pesepak Bola Muda Indonesia

Selangkah Lagi Jadi WNI, Marc Klok Ingin Menginspirasi Pesepak Bola Muda Indonesia

Gelanda Persija Jakarta, Marc Klok selangkah lagi resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Proses naturalisasi pemain berusia 27 tahun tersebut nampaknya bakal segera rampung dalam waktu dekat. Pemerintah sudah memberikan lampu hijau untuk Marc Klok untuk segera mengantongi paspor Indonesia. Marc Klok sebelumnya sudah mengajukan proses naturalisasi sejak masih berseragam PSM Makassar pada tahun 2019 lalu. Proses yang dilalui Marc dalam pengajuan naturalisasi memang terbilang panjang. Bahkan, proses itu masih belum selesai hingga dia pindah ke Persija pada musim ini. Sejak Januari 2020, Kemenkumham kembali membahas proses naturalisasi sang pemain. Hanya saja, proses tersebut tak berjalan mulus, pemerintah bersama DPR baru memberikan lampu hijau pada bulan Oktober ini, saat kompetisi masih terhenti akibat pandemi COVID-19. Akhirnya, PSSI melalui Ketua Umum, Mochamad Iriawan pun turut membantu proses naturalisasi Marc. Pada Senin (5/10/2020), Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan didampingi Plt Sekjen Yunus Nusi dan Marck Klok berada di kantor PSSI, Jakarta, untuk menjalani virtual rapat kerja pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia bersama Komisi III DPR bersama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkunham), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ketiga lembaga negara tersebut telah menyetujui Marck Klok menjadi WNI. Selanjutnya, Marc tinggal menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo untuk kemudian sah menjadi WNI seutuhnya. Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI menyambut baik keinginan Marc untuk menjadi WNI. Terlebih pemain tersebut nantinya bisa bergabung dan memperkuat Tim Nasional Indonesia. “PSSI ikut senang Marck Klok selangkah lagi menjadi warga negara Indonesia. Tentu ini hal yang positif bagi PSSI karena Klok bisa saja dipanggil memperkuat timnas Indonesia. Klok merupakan pemain hebat, dia sudah menunjukkan talentanya saat bermain di beberapa liga di Eropa, lalu PSM Makassar dan saat ini bermain di Persija Jakarta,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Sementara itu, Marc mengungkapkan rasa syukurnya karena selangkah lagi menjadi WNI. Ia pun turut mengutarakan keinginannya untuk menjadi inspirasi bagi pesepak bola Indonesia. “Saya berharap membawa pengaruh positif untuk sepak bola nasional dan menjadi inspirasi para pemain muda Indonesia,” kata Klok, dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Rabu (7/10/2020). Selain itu, Marc juga berharap bisa memberikan banyak prestasi bagi persepakbolaan Indonesia. Ia ingin membawa Persija dan, jika dipanggil, tim nasional Indonesia meraup berbagai gelar juara. “Saya mau memberikan banyak piala,” ujar Marc. Biodata Marc Klok Nama Lengkap: Marc Anthony Klok Tempat, Tanggal Lahir: Amsterdam, 20 April 1993 Posisi Bermain: Gelandang Karir Junior: AVV Zeeburgia Jong FC Utrecht Karir Senior: Tahun Tim Jumlah Penampilan Gol 2011-2013 Jong FC Utrect U-21 17 2 2013-2014 Ross County 6 0 2014-2016 Cherno More 37 0 2016 Oldham Athletic 10 0 2017 Dundee 2 0 2017-2019 PSM Makassar 83 14 2020- Persija Jakarta 2 0  

Pangdam Cup Rampung, Sekolah Khusus Sepak Bola Segera Dibentuk

Pangdam Cup Rampung, Sekolah Khusus Sepak Bola Segera Dibentuk

Turnamen sepak bola U-12 dan U-14 bertajuk Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih Cup rampung digelar usai laga final yang mempertemukan SSB Papua United kontra SSB Mac Arthur, Senin (5/10/20) di lapangan sepak bola Makodam. SSB Mac Arthur mampu tempil sebagai juara usai mengandaskan SSB Papua United dengan skor tipis 1-0. Melalui Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab yang diwakili Kajasdam Kodam Letkol Inf Asep Supriyanto mengatakan, turnamen ini digelar untuk mencari bibit-bibit sepak bola muda yang akan dimasukkan ke dalam program pembentukan sekolah khusus sepak bola. “Mereka yang terbaik akan melanjutkan ke program pembentukan sekolah sepakbola seperti Diklat ragunan di Jakarta dengan berkerjasama bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura di jenjang level mulai U-14,” ujar Asep, dilansir dari Jubi.co.id. Lebih lanjut, Asep berharap program tersebut akan melahirkan pesepakbola handal yang mampu berprestasu ditingkat nasional maupun Internasional. Selain itu, Pangdam Cup direncanakan akan digelar rutin setiap tahun. “Ini akan menjadi agenda tahunan yang mungkin bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah. Tapi kalau Pangdam Cup sendiri masih akan berlanjut nantinya. Soal pembentukan sekolah sepakbola kita masih sementara penjajakan dan masih sebatas mencari bibit atletnya dulu,” lanjutnya. Sementara itu, pada waktu yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilat, sangat mengapresiasi turnamen yang di gagas oleh Pangdam XVII/Cenderawasih ini. Menurutnya, acara olahraga seperti ini sangat dirindukan oleh masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Christian Sohilat juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Pangdam Cendrawasih terkait pembentukan sekolah khusus sepak bola bagi para atlet muda berpotensi. “Pangdam cup ini telah menggelorakan kembali sepakbola di turnamen U-12 sampai U-14 tahun karena itu kita dinas pendidikan sangat mengapresiasi turnamen ini. Kami juga sudah mendiskusikan dengan Pangdam soal rencana membentuk sekolah yang khusus sepak bola,” ujar Sohilait.

Timnas U-19 Gilas NK Dugopolje 3 Gol Tanpa Balas

Timnas U-19 Gilas NK Dugopolje 3 Gol Tanpa Balas

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 berhasil memetik kemenangan telak saat melawan klub asal Kroasia, NK Dugopolje, dengan skor 3-0 di di Stadion NK Sukok Klis, Uskok, Kroasia, Kamis (8/10/2020). Tampil dengan formasi andalan 4-4-2, Indonesia langsung tampil menenkan sejak peluit awal pertandingan berbunyi. Pada menit ke 3′, Timnas Indonesia sudah mampu mencetak gol pertama mereka melalui penyerang Braif Fatari. Memanfaatkan umpan Bagas Kaffa dari sisi kanan, Braif langsung menyontek masuk bola ke gawang lawan. Indonesia memimpin 1-0 atas NK Dugopolje. Unggul satu gol tidak membuat anak asuh Shin Tae-yong mengendurkan serangan. Alhasil, pada menit ke 15′ Indonesia mendapat penalti usai Rizky Ridho dijatuhkan oleh pemain lawan. Brylian Aldama yang ditunjuk sebagai eksekutor, mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik sekaligus membuat skor menjadi 2-0. Garuda Muda kian mendominasi permainan. Menit ke 26′, terciptalah gol ke-3 untuk Indonesia yang semakin membuat NK Dugopolje tertinggal jauh. Memanfaatkan bola rebound hasil sundulan Irfan Jauhari yang membentur mistar, Witan Sulaeman sukses menceploskan gol ketiga Indonesia melalui sundulan terarah. Usai unggul 3-0, Indonesia harus kehilangan M. Supriadi. Winger Persebaya Surabaya itu mengalami cedera, dan harus digantikan Khairul Zakiri dan harus mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tak berselang lama, Indonesia mendapatkan penalti kedua setelah pemain NK Dugopolje membuat handball. Namun, Rizky Ridho yang menjadi eksekutor gagal memaksimalkannya. Skor 3-0 pun menutup jalannya babak pertama. Memasuki babak kedua, NK Dugopolje bermain cenderung keras. Beberapa kali pemain lawan melancarkan tekel ke pemain Indonesia. Alhasil, Timnas Indonesia kembali harus kehilangan pemainnya karena cedera, kali ini giliran Bagas Kaffa yang mengalami cedera karena kena tekel keras pemain lawan. Bagas Kaffa pun tak bisa melanjutkan pertandingan karena mengalami kesakitan pada bagian ankle-nya dan harus digantikan oleh Bayu Fiqri. Usai insiden tersebut, kedua tim silih berganti melancarkan serangan. NK Dugopolje beberapa kali memiliki peluang emas untuk mempekecil skor, namun, eksekusi yang terburu-buru menggagalkan peluang tersebut. Sementara Timnas Indonesia masih bisa mencatat beberapa peluang meski ditekan. Dimotori oleh Witan dan Irfan Jauhari, keduanya kerap merepotkan barisan pertahanan NK Dugopolje. Akan tetapi, skor 3-0 tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Ini merupakan kemenangan ke-3 Timnas Indonesia U-19 selama melakukan TC di Kroasia. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Timnas Makedonia Utara pada hari Minggu, 11 Oktober 2020. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo (Yofandani Damai); Bagas Kaffa (Bayu Fiqri), Rizky Ridho, Komang Teguh, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, David Maulana (Mohammad Kanu), Brylian Aldama (Beckham Putra), M Supriadi (Imam Zakiri); Irfan Jauhari, Braif Fatari | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Inilah Jadwal Terbaru Timnas Indonesia U-19 di Kroasia

Inilah Jadwal Terbaru Timnas Indonesia U-19 di Kroasia

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 tengah bersiap untuk melakoni enam laga uji coba dalam lanjutan pemusatan latihan (TC) di Split, Kroasia. Pertandingan perdana bagi skuat arahan Shin Tae-yong tersebut direncanakan digelar pada hari Kamis (8/10/2020). Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Ia mengatakan bahwa Timnas Indonesia U-19 akan menjalani 6 pertandingan selama bulan Oktober. “Ada total enam uji coba yang akan dijalani timnas U-19 pada bulan Oktober. Kami akan melawan klub NK Dugopolje, dua kali melawan Makedonia Utara, lalu dua kali dengan Bosnia Herzegovina dan satu lawan lagi masih menunggu kepastian dari federasi sepak bola Kroasia,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Lebih lanjut, Iriawan berharap jika rangkaian pertandingan uji coba lanjutan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pemain. Mengingat mereka sedang dipersiapkan untuk mengikuti dua ajang bergengsi yakni Piala Asia U-19 yang digelar di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 yang berlangsung di Indonesia. Keduanya direncanakan akan berlangsung tahun depan. “Enam laga uji coba ini harus dimanfaatkan dengan baik bagi timnas U-19. Apalagi saat ini pemain terus berproses dan terus mengalami perkembangan yang positif. Pemain harus terus bekerja keras dan semangat untuk raihan prestasi timnas U-19,” kata Iriawan. David Maulana dkk telah menggelar TC di Kroasia sejak 30 Agustus lalu. Mereka sebelumnya telah menjalani 7 pertandingan uji coba di Kota Svati Martin na Muri dan Zagreb. Dari tujuh laga uji coba itu, Timnas Indonesia U-19 meraih dua kemenangan, dua imbang, dan tiga kali kalah. Sejatinya Timnas Indonesia U-19 direncanakan untuk pindah ke Turki untuk menjalani TC. Namun, ada beberapa kendala yang menyebabkan mereka batal untuk ke sana. Sebagai gantinya, Garuda Muda melanjutkan TC di Kroasia dan pindah ke Kota Split pada Jumat (3/10) dengan menempuh jalur darat selama enam jam menggunakan bus. Jadawal Pertandingan Uji Coba Timnas U-19 Oktober 2020:  Kamis, 8 Oktober 2020 Indonesia vs NK Dugopolje Minggu, 11 Oktober 2020 Indonesia vs Makedonia Utara Rabu, 14 Oktober 2020 Indonesia vs Makedonia Utara Selasa, 20 Oktober 2020 Indonesia vs Bosnia Herzegovina Jum’at, 23 Oktober 2020 Indonesia vs Bosnia Herzegovina Senin, 26 Oktober 2020 to be confirmed Skuad Timnas Indonesia U-19 di Kroasia: Penjaga Gawang Adi Satryo, Erlangga Setyo, Yofandani Damai Pemain Belakang Pratama Arhan, Yudha Febrian, Komang Tri, Ahmad Rusadi, M. Fadhil, Bayu M. Fiqri, Rizky Ridho, Bagas Kaffa, Komang Teguh Pemain Tengah Andre Oktaviansyah. David Maulana, Brylian Aldama, Beckham Putra, M. Kanu, Braif Fatari, Andi Irfan, Sandi Arta, Witan Sulaeman, Jack Brown, M. Supriadi Pemain Depan Irfan Jauhari, Khairul Zakiri, Saddam Gaffar, Moh. Bahril Pelatih: Shin Tae-yong (KOR)

Timnas U-16 Terancam Batal TC di Luar Negeri

Timnas U-16 Terancam Batal TC di Luar Negeri

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 telah menyelesaikan pemusatan latihan (TC) bulan September yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Skuat arahan Bima Sakti itu telah berlatih selama kurang lebih dua minggu. Namun, hingga sesi TC bulan September berakhir, Bima belum bisa mengonfirmasi jadwal pasti rencana TC Timnas Indonesia U-16 di luar negeri. Jika melihat pada agenda sebelumnya, Timnas Indonesia U-16 direncanakan untuk mengadakan TC di luar negeri pada bulan Oktober-November 2020. TC ini digelar dalam rangka mematangkan persiapan menjelang bertanding di Piala AFC U-16 2020 yang rencananya akan digelar pada awal tahun 2021 mendatang. Bima menyebut segala keputusan nantinya berada di PSSI. Selain itu, masih belum meredanya pandemi COVID-19 di seluruh dunia membuat rencana tersebut kian sulit untuk terwujud. “Untuk pemusatan latihan di luar negeri sampai sekarang belum pasti. Kami sekarang hanya menunggu kabar dari PSSI saja,” kata Bima Sakti, dilansir dari Bola.com. “Sebenarnya memang sudah direncanakan. Akan tetapi, situasi pandemi seperti sekarang membuat semuanya agak sulit jadinya,” tegas Bima Sakti. Berkaca pada hal tersebut, Bima merencanakan untuk kembali menggelar TC di dalam negeri sebagai alternatif pada bulan November mendatang. “Iya, rencananya untuk TC berikutnya di bulan November, awal Minggu atau di minggu kedua,” tutup Bima. Pada Piala AFC U-16 2020, Timnas Indonesia U-16 tergabung di Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan Cina. Empat tim semi-final Piala AFC U-16 2020 akan lolos ke Piala Dunia U-17 2021 mendatang di Peru. Indonesia merupakan satu-satunya negara dari ASEAN yang tampil pada salah satu turnamen usia muda bergengsi di Asia tersebut.

Batal ke Turki, Timnas Indonesia U-19 Lanjutkan TC Di Kroasia

Batal ke Turki, Timnas Indonesia U-19 Lanjutkan TC Di Kroasia

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 dipastikan batal ke Turki dan melanjutkan pemusatan latihan atau training center (TC) di Kroasia. Keputusan Timnas U-19 untuk memperpanjang durasi TC di Kroasia selama bulan Oktober dikonfirmasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. “PSSI memutuskan Timnas U-19 terus melanjutkan TC di Kroasia. Mereka tidak jadi ke Turki karena belum ada kepastian lawan uji coba,” jelas Iriawan, dikutip dari laman resmi PSSI. Ketum PSSI yang kerap akrab disapa Iwan Bule ini mengatakan bahwa dirinya akan selalu memantau perkembangan timnas U-19 setiap harinya. “Saya senang pemain terus meningkat kemampuannya dan berproses dengan baik. PSSI akan terus mendukung program pelatih Shin Tae-yong demi torehan hasil yang maksimal timnas U-19,” lanjutnya. Timnas Indonesia U-19 telah menggelar TC di Kroasia sejak 30 Agustus lalu. Dalam kurun waktu satu bulan lebih, David Maulana cs juga telah merampungkan tujuh pertandingan uji coba melawan Bulgaria, Kroasia, Arab Saudi, Qatar dua kali, Bosnia-Herzegovina, serta terakhir Dinamo Zagreb. Dari tujuh pertandingan uji coba terakhir, Indonesia mampu meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Sementara untuk selisih gol yang didapat, Indonesia memasukkan delapan gol dan kemasukan 16 gol. Pada lanjutan pemusatan latihan di Kroasia nanti, Timnas Indonesia U-19 akan memiliki program yang sama dengan periode September lalu. Selain berlatih, Garuda Muda juga akan kembali mendapatkan uji coba selama di Kroasia. “Kami sudah mempersiapkan lawan-lawan uji coba yang berkualitas untuk timnas U-19 selama bulan Oktober ini di Kroasia,” ujar Iriawan. Timnas Indonesia U-19 saat ini tengah digodok jelang Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar awal 2021 mendatang. Selain itu, Garuda Muda juga akan berlaga pada ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 di Jakarta, Indonesia.

Timnas U-19 Kalahkan Dinamo Zagreb

Timnas U-19 Kalahkan Dinamo Zagreb

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 mampu meraih kemenangan pada laga pamungkas mereka dalam rangkaian uji coba di Kroasia. Kemenangan mampu direngkuh David Maulana cs atas klub tuan rumah, Dinamo Zagreb U-19, yang berlangsung Senin (28/9/2020) pukul 21.00 WIB. Berlangsung di Kompleks Stadion Maksimir, Dinamo Zagreb Academy, Timnas U-19 langsung tancap gas sejak peluit dibunyikan. Tampil dengan formasi andalan 4-4-2, Indonesia beberapa kali melancarkan serangan melalui area sayap. Peluang pertama hadir dari Irfan Jauhari yang menerima umpan Pratama Arhan dari kiri lapangan. Sayang, peluang Irfan tersebut masih bisa diamankan oleh penjaga gawang lawan. Pada menit ke 6′, Timnas U-19 kembali mendapatkan peluang, kali ini berawal dari sepak pojok yang menghasilkan bola datar mengarah ke Brylian Aldama yang kemudian melepaskan sepakan. Sayang, bola masih melenceng ke sisi kanan gawang lawan. Tak mau terus diserang, Dinamo Zagreb perlahan mulai bangkit dan membangun serangan. Alhasil, pada menit ke 15′ Dinamo Zagreb mendapat sepak pojok dan menghadirkan kemelut di depan gawang Indonesia. Pemain depan Dinamo Zagreb, Ante Grigic, nyaris saja mencetak gol, namun dirinya sudah terperangkap offside. Menit ke-18, Witan Sulaeman mendapat peluang bagus di dalam kotak penalti Dinamo Zagreb seusai memanfaatkan skema tendangan sudut. Akan tetapi, sepakan Witan masih bisa dihalau pemain lawan. Witan kembali mengancam pertahanan Dinamo Zagreb pada menit ke-28. Kali ini, tendangan kaki kirinya melebar tipis di sisi kiri gawang lawan. Gol yang dinanti pun hadir. Berawal dari umpan jauh dari Braif Fatari, Witan yang sedari tadi merepotkan pertahanan Dinamo Zagreb mampu menusuk ke kotak penalti sebelum melepaskan sepakan akurat kaki kiri yang menjebol gawang Dinamo Zagreb pada menit ke 38′. Skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan Timnas U-19 sekaligus bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong memasukkan Mochammad Supriadi untuk menggantikan Imam Zakiri. Pergantian tersebut hampir membuahkan hasil. Supriadi nyaris menggandakan skor Indonesia lewat tendangan kerasnya pada menit ke 57′. Sayang, bola hanya melebar ke sisi kanan gawang Dinamo Zagreb. Sementara itu, Dinamo Zagreb juga terus menggempur pertahanan Timnas U-19 pada sisa babak kedua. Namun, barisan pertahanan Indonesia bermain disiplin sehingga mampu membendung agresivitas lawan. Beberapa kali tim lawan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti untuk membongkar pertahanan Indonesia. Indonesia nyaris menutup pertandingan dengan gol kedua. Namun sayang, Witan Sulaeman yang menerima operan Supriadi gagal menceploskan bola ke gawang Dinamo Zagreb yang sudah kosong. Hingga pertandingan selesai, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Hasil ini merupakan kemenangan kedua bagi armada Shin Tae-yong selama melakukan pemusatan latihan di Kroasia. Kemenangan pertama mampu diraih ketika melawan Qatar dengan skor 1-2. Selebihnya Timnas U-19 meraih 3 kali kekalahan dan 2 hasil imbang. Sementara itu, PSSI telah memutuskan Timnas U-19 akan melanjutkan pemusatan latihan di Turki setelah AFC resmi menunda Piala Asia U-19. Rencananya, Garuda Muda akan bertolak ke Turki pada 2 Oktober mendatang. Di Turki, Timnas U-19 kemungkinan bakal tampil pada mini turnamen lagi. Setidaknya sudah ada tiga negara yang mereka undang selain Turki untuk ikut turnamen dan menjadi lawan uji tanding Timnas U-19. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Bagas Kaffa, Rizky Ridho, Komang Teguh, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, Brylian Aldama (Muhammad Kanu 86′), David Maulana (C), Imam Zakiri (Mochammad Supriadi 51′); Braif Fatari, Irfan Jauhari (Saddam Emiruddin Gaffar 86′) | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Dinamo Zagreb (4-5-1): Ivan Mandic (Karlo Duvnjak 77′); Moris Valincic, Ivan Tezacki (Tino Agic 67′), Marijan Starcic (Anes Muratovic 77′), Marko Novak-Stanko (Marko Soldo 61′); David Carapina (Viktor Kanizaj 34′ – Karlo Ivancin 67′), Filip Borovac (C), Tomo Razum, Tomislav Duric, Ante Grgic; Halid Alghoul | Pelatih: Andrej Miokovic (CRO) Rapor Timnas U-19 di Kroasia: International Friendly Tournament: Bulgaria U-19 vs Indonesia U-19 (3-0) International Friendly Tournament: Kroasia U-19 vs Indonesia U-19 (7-1) International Friendly Tournament: Indonesia U-19 vs Arab Saudi (3-3) Friendly Match: Qatar U-19 vs Indonesia U-19 (1-2) Friendly Match: Indonesia U-19 vs Qatar U-19 (1-1) Friendly Match: Indonesia U-19 vs Bosnia-Herzegovina (0-1) Friendly Match: Indonesia U-19 vs Dinamo Zagreb U-19 (1-0) Main: 7 | Menang: 2 | Seri: 2 | Kalah: 3 | Selisih Gol: 8-16

Gol Bunuh Diri Buat Garuda Muda Kalah Tipis dari Bosnia-Herzegovina

Gol Bunuh Diri Buat Garuda Muda Kalah Tipis dari Bosnia-Herzegovina

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali harus menelan pil pahit usai takluk dari Bosnia-Herzegovina U-19 dengan skor tipis 0-1. Gol semata wayang lawan hadir melalui kesalahan yang dilakukan oleh Komang Tri pada menit ke 19′. Bertanding di Igraliste NK Polet Stadium, Kroasia, Jumat (25/9) malam waktu Indonesia, Shin Tae-yong melakukan rotasi pemain seperti yang sudah ia janjikan sebelumnya. Beberapa nama yang sebelumnya jarang diturunkan seperti Erlangga Setyo, Andre Oktaviansyah, Mohammad Bahril Fajar, termasuk pemain blasteran Indonesia-Inggris, Jack Brown, mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi. Pada awal pertandingan, Timnas Indonesia tampil menyerang. Beberapa kali serangan mereka mampu merepotkan barisan pertahanan Bosnia-Herzegovina, termasuk peluang emas Andre Oktaviansyah pada menit ke 13′ yang masih melebar ke sisi kiri gawang lawan. Bosnia-Herzegovina tak tinggal diam, menusuk melalui sisi sayap, armada Slaven Musa bermain dengan umpan-umpan pendek yang dikombinasikan dengan umpan lambung. Terus menekan, Bosnia-Herzegovina akhirnya memecahkan kebuntuan. Berawal dari tendangan bebas yang dilakukan Ivan Basic, Komang Tri salah mengantisipasi bola yang justru membuat masuk ke gawang Erlangga Saputra. Timnas Indonesia U-19 tertinggal 0-1. Ivan Basic nampaknya menjadi momok bagi pertahanan Timnas Indonesia, pemain berusia 18 tahun itu nyaris mencetak gol keduanya pada menit ke 34′ melalui tendangan jarak jauh. Beruntung bola masih meleset tipis di sisi kanan gawang Erlangga Saputra. Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, skor 0-1 untuk keunggulan Bosnia-Herzegovina tetap bertahan. Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong merubah strategi. Pelatih asal Korea Selatan tersebut memasukkan beberapa pemain pengganti seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, Brylian Aldama, Bagas Kaffa, Pratama, Irfan Jauhari, Saddam Gaffar dan Rizky Ridho. Pergantian tersebut membuat Timnas Indonesia memegang kendali pertandingan. Beberapa serangan mampu dilancarkan. Namun, pertahanan Bosnia-Herzegovina bermain begitu rapat. Tensi pertandingan pun meningkat di sisa waktu babak kedua. Pada menit ke 64′ Bosnia-Herzegovina terpaksa bermain dengan sepuluh pemain setelah Amar Drina diganjar kartu merah oleh wasit akibat menjatuhkan Irfan Jauhari dan langsung memberikan sikutan. Unggul jumlah pemain membuat Timnas Indonesia semakin gencar melakukan serangan. Beberapa peluang emas mampu hadir. Pada menit ke 72′ David Maulana nyaris membuat skor kembali imbang melalui eksekusi tendangan kaki kiri jarak jauhnya yang masih melebar dari gawang lawan. Peluang emas berikutnya hadir pada menit 78′ kali ini melalui aksi Witan Sulaiman yang sukses melewati hadangan dua pemain belakang Bosnia-Herzegovina, namun sayang tendangan kaki kanannya masih melambung di atas gawang. Skor 0-1 pun bertahan hingga peluit panjang babak kedua berbunyi. Ini adalah kekalahan ketiga Timnas U-19 Indonesia dari enam laga uji coba terakhir di Kroasia. Pada laga uji coba berikutnya, Garuda Muda akan menjajal kekuatan tim muda klub Dinamo Zagreb pada Senin (28/9). Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Erlangga Setyo; Bayu M Fiqri, Ahmad Rusadi, Komang Tri, M Yudha Febrian; Andi Irfan, Andre Oktaviansyah, David Maulana (c), Sandi Arta Samosir; Jack Brown, M Bahril Faresa | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Bosnia-Herzegovina U-19 (4-5-1): Nikola Cetkovic (c); Luka Jankovic, Patrik Bosnjak, Salih Husic, Amar Drina; Aid Tabakovic, Adi Alic, Faruk Durakovic, Ivan Basic, Niksa Silic; Alden Suvalija | Pelatih: Slaven Musa (BIH)

Bima Sakti Panggil 30 Pemain Untuk Mengikuti Pemusatan Latihan

Bima Sakti Panggil 30 Pemain Untuk Mengikuti Pemusatan Latihan

Pelatih Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16, Bima Sakti Tukiman, telah memanggil 30 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) bulan September yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, mulai Senin (21/9/2020). TC Timnas U-16 Indonesia masih dalam rangka menjaga kekompakan untuk persiapan menuju Piala Asia U-16 2020. Meski Piala Asia U-16 2020 secara resmi telah ditunda pelaksanaannya hingga awal 2021 nanti, Timnas U-16 Indonesia tetap akan menjalani TC setiap bulannya Pada TC kali ini, Bima mengungkapkan, kalau komposisi pemainnya, tidak akan banyak berubah. Beberapa diantaranya merupakan pemain yang terpanggil dari TC sebelumnya. “Atas instruksi dan dukungan bapak Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) kami akan menjalani program pemusatan latihan lanjutan di bulan September ini. Seperti biasa kami terlebih dahulu menjalani berbagai swab test sebagai bagian dari protokol kesehatan yang disiapkan oleh PSSI untuk pemain dan ofisial,” ungkap Bima dilansir dari laman resmi PSSI. “Beberapa pemain masih dari TC sebelumnya, sekitar tiga hingga lima pemain baru akan saya lihat kemampuannya untuk di seleksi dan mencari posisi-posisi yang bisa dimanfaatkan oleh tim ini agar persiapan kami semakin lengkap dari komposisi pemain,” lanjutnya. Lebih lanjut, Bima berharap pada TC kali ini para pemain dapat lebih optimal dan semakin lebih baik lagi. “Harapan saya, semoga di pemusatan latihan bulan ini, kami bisa lebih optimal dan saya ingin meningkatkan intensitas latihan yang lebih tinggi lagi. Hal ini sebagai bekal persiapan kami untuk menghadapi Piala AFC U-16 mendatang,” ungkapnya. Pemusatan ini rencananya digelar selama tiga pekan kedepan. Sebelumnya, Marcell Januar Putra cs telah menggelar latihan pada 9 Agustus sampai 28 Agustus 2020. Sementara itu, pada Piala Asia U-16 mendatang, Indonesia merupakan satu-satunya wakil dari ASEAN danberada di Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan Cina. Empat tim semi final Piala AFC U-16 2020 akan lolos ke Piala Dunia U-17 2021 mendatang di Peru. 30 Pemain Pemusatan Latihan Timnas U-16 I Made Putra Kaicen – Bali United Raka Octa Bernanda – PSS Sleman Muhammad Raufa Aghastya – SSB POR Uni Bandung Mohamad Indra Pramana – Persija Jakarta Kadek Arel Priyatna – Bali United Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya Surabaya Marcell Januar Putra – Bali United Mikael Alfredo Tata – Waanal Bintuka FC Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera Ferre Murarri – Bhayangkara FC Aditya Daffa Al Haqi – Barito Putera Dimas Juliono Pamungkas – Persib Bandung Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta Mochammad Faizal Syaifullah – Persela Lamongan Raka Cahyana Rizky – Persija Jakarta Marselino Ferdinan – Persebaya Surabaya Diandra Diaz Dewari – Persib Bandung Ahmad Athallah Araihan – SKO Ragunan Vito Ramadyzky – Persikabo Muhammad Valeron – Persib Bandung Muhammad Tezar Briantama – SSB Asiop Jakarta Bani Satriani Nurdin – SSB POR Uni Bandung Rafli Ikram Selang – SSB Insan Cendikia Tiriec Adriano Manuri Jr – Wanaal Bintuka FC Wibi Alfrahmudi – SSB Gemars Felix M – Safin Patifa Sandy Kusuma Triandy – SSB New Star Salam Fahmi Alvin Styawan – PSS Sleman Iput Nur Hasan – PSS Sleman Farenno Lefrandy Jovan – Akademi SKS

Bek Fiorentina Ini Batal Bela Timnas Indonesia

Bek Fiorentina Ini Batal Bela Timnas Indonesia

Belakangan ini, PSSI selaku induk sepak bola Indonesia kembali menggencarkan proses pewarganegaraan (naturalisasi) terutama bagi pemain muda di bawah 20 tahun untuk membela Timnas Indonesia. Hal tersebut senada diungkapkan oleh pelatih Shin Tae-yong yang ingin memberikan kesempatan untuk setiap pemain yang memiliki darah keturunan untuk membela Tim Nasional Sepak Bola Indonesia. Memprioritaskan pemain di bawah 20 bukan tanpa alasan, PSSI tengah mempersiapkan diri jelang Piala Dunia U-20, yang akan digelar Mei-Juni 2021 di Indonesia. Beberapa nama telah masuk radar PSSI. Salah satunya yaitu Kevin Diks Bakarbessy. Kevin Diks adalah pemain Belanda keturunan Indonesia (Maluku). Kevin memiliki darah Indonesia yang berasal dari kakek dan neneknya. “Mamaku berasal dari Indonesia. Nama belakangnya Bakarbessy. Opa dan oma saya dari Indonesia. Mereka pergi ke Belanda di usia lima atau enam tahun,” ucap Kevin seperti dilansir dari laman resmi PSSI. Sejatinya, Kevin telah masuk pantauan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada tahun 2018 lalu untuk dinaturalisasi saat itu. Akan tetapi, segala perencanaan tersebut timbul tenggelam. Ia pun tak kunjung mendapatkan surat resmi pemanggilan dari PSSI. Padahal, Kevin mengaku menantikan pemanggilan tersebut. “Aku selalu mengatakan terbuka untuk gabung Timnas Indonesia,” ujar Kevin, seperti dikutip NYSN dalam wawancara di kanal YouTube Yussa Nugraha. Ditengah ketidakpastiaan yang dialami oleh Kevin, PSSI akhirnya buka suara. Melalui Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, PSSI menjelaskan bahwa Kevin Diks tidak bisa membela Timnas Indonesia. “Usia yang tidak mungkin kita masukkan ke dalam skuad Timnas Indonesia di Piala Dunia 2021. Karena kita mencari pemain yang masih berumur 18 dan 19 tahun,” ujar Yunus Nusi. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Di bawah kepemimpinan Mochamad Iriawan, PSSI saat ini lebih mementingkan untuk menaturalisasi pemain muda (di bawah umur 20 tahun) agar bisa ditampilkan di Piala Dunia 2021 di Indonesia. Selain itu, Kevin ternyata pernah bermain untuk timnas Belanda saat berumur 21 tahun. Pasal 5 Ayat 2 Statuta FIFA menyebutkan, seorang pemain yang pernah membela sebuah negara pada kompetisi resmi FIFA tidak berhak untuk membela asosiasi lain pada pertandingan internasional. Lebih lanjut, dalam Statuta FIFA tentang status pemain yang berganti asosiasi disebutkan bahwa pemain hanya boleh sekali berganti kewarganegaraan sehingga dia diperkenankan membela negara lain dalam pertandingan internasional. Itu pun ada syarat yang harus dipenuhi. Pemain tersebut tidak pernah bermain di pertandingan resmi Level A bersama asosiasi sebelumnya, termasuk hanya sebagai pengganti. Apabila dia pernah bermain untuk negara lain, dia tidak berhak bermain lagi untuk asosiasi barunya. Kasus serupa juga pernah dialami oleh Ezra Walian yang tercatat pernah membela Timnas Belanda U-17 pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa U-17 2014. Ezra pernah tampil sebanyak dua kali bersama De Oranje. Masing-masing pada saat melawan San Marino pada 19 Oktober 2013 juga pada pertandingan versus Georgia tiga hari berselang. “Ini yang pernah dialami Ezra Walian sehingga gagal melakoni pertandingan-pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2020. Ezra tidak bisa memperkuat Indonesia karena dia pernah bermain di timnas Belanda di level yunior pada kompetisi resmi UEFA,” imbuh Yunus Nusi. Profil Kevin Diks: Nama lengkap: Kevin Diks Bakarbessy Tanggal Lahir: 6 Oktober 1996 Tempat Lahir: Apeldoorn, Belanda Tinggi Badan: 1,82 m Posisi Bermain: Bek Kanan Klub Saat Ini: Fiorentina Karier junior Musim Klub 2002–2004 VIOS Vaassen 2004–2005 AGOVV 2005–2014 Vitesse Karier senior Musim Klub 2014–2016 Vitesse 2016–Sekarang Fiorentina  

Drama Menit Akhir, Timnas U-19 Ditahan Imbang Qatar

Drama Menit Akhir, Timnas U-19 Ditahan Imbang Qatar

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 harus puas bermain imbang melawan Qatar pada laga uji coba, Minggu (20/9) malam WIB. Sempat unggul lebih dulu, Garuda Muda gagal menang akibat gol penalti di menit akhir. Laga ini merupakan uji coba kedua antar kedua tim, setelah sebelumnya Indonesia mampu unggul tipis 2-1 pada Kamis (17/9/2020) lalu. Bermain di Stadion Velika Gorica, Zagreb, Kroasia, Timnas U-19 Indonesia tampil percaya diri sejak mulai laga. Tampil dengan formasi andalan yakni 4-42, Shin Tae-yong kembali mengandalkan kecepatan Mochammad Supriadi di sisi kiri dan Witan Sulaeman di sisi kanan untuk menebar ancaman ke lini pertahanan Qatar. Peluang pertama Indonesia hadir pada menit ke 6′. Berawal dari serangan balik, Supriadi mengirimkan sebuah umpan ke Sadam Gaffar yang kemudian berhasil melepas sepakan keras dari dalam kotak penalti. Namun, usahanya mampu diblok oleh bek lawan sehingga bola mudah saja diamankan kiper Qatar. Qatar sebenarnya juga sering memberi tekanan ke Indonesia, beberapa kali Lotfi Madjer terlihat merepotkan barisan pertahanan pemain belakang Indonesia yang dikomandoi oleh Rizky Ridho. Termasuk peluang emasnya pada menit ke 12′. Beruntung, Adi Satryo masih sigap menghalau peluang tersebut dengan kakinya. Meski kedua tim saling jual beli serangan pada pertandingan ini, namun hingga peluit panjang babak pertama ditiup tidak ada gol yang terjadi. Pada babak kedua, Shin Tae-yong memasukkan David Maulana untuk menggantikan Beckham Putra. Pergantian tersebut menghasilkan permainan yang lebih seimbang terutama di lini tengah Indonesia. Gol yang ditunggu pun hadir pada menit ke 63′. Berawal dari lemparan jauh Pratama Arhan, bola disambut oleh sundulan Saddam Gaffar yang mengarah ke tiang jauh Qatar sekaligus merubah skor 1-0 untuk keunggulan Indonesia. Usai tertinggal, Qatar berusaha untuk keluar dari tekanan dan membangun serangan demi serangan untuk mengejar gol penyama kedudukan. Skuad asuhan Lucas Nardi tersebut melakukan tiga pergantian sekaligus pada 15 menit sisa laga. Ketiga pemain tersebut semuanya dari lini serang. Pergantian tersebut membuahkan hasil, Qatar mendapatkan hadiah penalti di menit ke 89′ setelah Mohammed Ali Surag dilanggar oleh Rizky Ridho. Ali Al-Tairi yang maju sebagai eksekutor dengan baik menjalankan tugasnya. Skor menjadi imbang 1-1 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Pada pertandingan uji coba berikutnya di Kroasia, timnas U-19 Indonesia akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada 25 September serta Dinamo Zagreb pada 28 September. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Bagas Kaffa, Rizky Ridho (C), Komang Teguh, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, Beckham Putra, Brylian Aldama, Mochammad Supriadi; Saddam Gaffar, Braif Fatari | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Qatar U-19 (4-3-3): M Balideh; A Yousif, S Kadira, Faisal Mohammad Azadi, Hadi Ali Tabasideh; O Alhadrami, M H Al-Mehairi, M H Al Sulaiti; Diyah Haroon D Taha, J A Al Marri, Lotfi Madjer | Pelatih: Lucas Nardi (ARG) Possession: Indonesia 39% Qatar 61% Shots: Indonesia 8 Qatar 13 Shots on Target: Indonesia 3 Qatar 3 Corner: Indonesia 6 Qatar 8 Yellow Cards: Indonesia 4 Qatar 3 Red Cards: Indonesia 0 Qatar 0

Timnas U-19 Raih Kemenangan Perdana di Kroasia

Timnas U-19 Raih Kemenangan Perdana di Kroasia

Tim Nasional Sepak Bola U-19 Indonesia akhirnya mampu meraih kemenangan perdana mereka selama menjalani pemusatan latihan (TC) di Kroasia. David Maulana cs berhasil mengalahkan Qatar dengan skor 2-1 dalam laga uji coba yang digelar di Stadion SRC Mladost, Cakovec, Kroasia, pada Kamis (17/9/2020) malam WIB. Indonesia tampil agresif dengan berani menguasai bola dan menekan pertahanan Qatar sejak menit pertama. Indonesia bahkan hampir unggul pada menit ke 3′ melalui dua peluang yaitu sundulan Irfan Jauhari yang memanfaatkan lemparan ke dalam Pratama Arhan, dan tendangan Witan Sulaeman yang mendapatkan bola liar. Namun, kedua peluang tadi masih dapat diantisipasi oleh lawan. Qatar pun bangkit setelah berada di bawah tekanan Indonesia. Melalui dua pemain sayap mereka yaitu Hadi Tabasideh dan Jassim Al-Mehairi, Qatar mulai coba untuk membangun serangan. Hasilnya, Qatar mampu mencuri gol pertama pada menit ke 12′ melalui Tembakan keras Jassim Al-Mehairi dari ujung kotak penalti Indonesia yang gagal diamankan oleh Adi Satryo. Usai tertinggal satu gol, Indonesia kian melancarkan serangan. Alhasil, pada menit ke 18′ Indonesia mendapatkan penalti karena pelanggaran yang terjadi pada Supriadi usai dilanggar oleh Naif Alhadhrami di sisi kiri pertahan Qatar. Brylian Aldama yang maju sebagai algojo mampu menuntaskan tugasnya sekaligus membuat skor kembali imbang 1-1. Kedua tim saling menyerang di sisa waktu babak pertama. Indonesia hampir balik unggul melalui peluang emas Irfan Jauhari pada menit 26’ hasil umpan terobosan dari Brylian Aldama. Namun, kiper Qatar mampu dengan sigap menghalau peluang tersebut. Hingga babak pertama selesai, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Memasuki babak kedua, tempo permainan Indonesia dan Qatar cenderung menurun. Shin Tae-yong akhirnya merubah formasi anak asuhnya dengan memasukan Beckham Putra Nugraha, Saddam Emiruddin Gaffar dan Moh Bahril Fajar. Pergantian pemain dan strategi tersebut membuahkan hasil. Berawal dari kesalahan pemain belakang Qatar, Beckham Putra kemudian mengirimkan umpan mendatar ke Supriadi yang tanpa kesulitan memasukkan bola ke dalam gawang lawan pada menit ke 84’. Garuda Muda berbalik unggul 2-1. Keunggulan tersebut tidak membuat Indonesia menggendorkan serangan. Mereka tetap gencar membangun serangan terhadap lini pertahanan Qatar. Akan tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Kemenangan ini tentu sangat berarti untuk mengangkat mentalitas dan kepercayaan diri para punggawa timnas U-19 Indonesia. Karena sebelumnya, Indonesia mendapatkan hasil kurang maksimal pada tiga laga perdana mereka yakni kalah dari Bulgaria dan Kroasia, lalu seri 3-3 ketika bertemu Arab Saudi. Indonesia dijadwalkan kembali bertemu Qatar dalam laga uji coba kedua antara kedua tim di Kroasia. Laga tersebut akan berlangsung pada hari Minggu (20/9/2020). Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Bagas Kaffa, Rizki Ridho, Komang Teguh, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, David Maulana (C) (Beckham Putra Nugraha 69′), Brylian Aldama, Mochammad Supriadi; Irfan Jauhari (Moh. Bahril Fajar 79′), Braif Fatari (Saddam Emiruddin Gaffar 74′) | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Qatar U-19 (4-5-1): Yousef Abdullah Balideh; Abudurrahman Elsadig, Abdalla Yousif, Diyab Taha, Mostafa Kadira; Hadi Tabasideh (Jassim Al-Zarra 74′), Naif Alhadhrami (C) (Mostafa Abouelela 83′), Faisal Azadi (Osamah Al Altairi 61′), Ali Al-Marri (Talal Faraj 61′), Jassim Al-Mehairi; Mohamed Surag (Lotfi Madjer 46′) | Pelatih: Lucas Nardi (ARG)

Resmi, Ini Jadwal Lanjutan TC Timnas U-19 Indonesia di Kroasia

Resmi, Ini Jadwal Lanjutan TC Timnas U-19 Indonesia di Kroasia

Usai mengikuti tiga pertandingan International U-19 Friendly Tournament 2020, Tim Nasional Sepakbola U-19 Indonesia bersiap dengan empat pertandingan lanjutan dalam rangkaian pemusatan latihan (TC) mereka di Kroasia. Pada tiga pertandingan terakhir, Timnas U-19 Indonesia mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Bagas Kaffa dan kawan-kawan harus menelan dua kali kekalahan dan satu kali imbang. Dua kekalahan tersebut masing-masing dari Timnas U-19 Bulgaria dengan skor 0-3 dan dari Timnas U-19 Kroasia dengan skor telak 1-7. Sementara untuk hasil imbang diperoleh usai menahan Timnas U-19 Arab Saudi dengan skor 3-3. Laga tersebut berlangsung sengit, karena Timnas U-19 Indonesia sempat tertinggal 1-3 pada babak pertama dan berhasil menyamakan kedudukan pada injury time babak kedua. Meski mendapatkan hasil yang kurang maksimal sejauh ini, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan melihat jika para Garuda Muda sudah menunjukkan perkembangan yang positif selama berada di Kroasia. “Tiga uji coba kemarin memang dari segi hasil kami tidak bisa menang, namun tim ini sedang berproses dan terus berkembang. Kami harap pemain terus berjuang keras dan bersemangat menjalani pemusatan latihan. PSSI akan terus mendukung penuh program dari pelatih Shin Tae-yong untuk timnas U-19,” ujar Mochamad Iriawan dilansir dari laman resmi PSSI. Lebih lanjut, Iriawan memastikan jika Timnas U-19 Indonesia akan menjalani serangkaian pertandingan uji coba lanjutan di Kroasia selama bulan September. “Selanjutnya kami telah siapkan pertandingann uji coba untuk timnas U-19 bulan September ini di TC Kroasia. Mereka akan dua kali melawan Qatar pada tanggal 17 serta 20, lalu Bosnia dan Herzegovina tanggal 25, dan terakhir Dinamo Zagreb tanggal 28,” ungkap Iriawan. Timnas U-19 Indonesia sedang dipersiapkan untuk menghadapi dua kompetisi internasional yang direncanakan berlangsung pada awal 2021 mendatang yakni Piala AFC U-19 yang digelar di Uzbekistan dan Piala Dunia U-20 yang mana Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.

Timnas U-19 Tahan Imbang Arab Saudi pada Laga Pamungkas

Timnas U-19 Tahan Imbang Arab Saudi pada Laga Pamungkas

Drama 6 gol terjadi saat Tim Nasional Sepakbola U-19 Indonesia bertemu Arab Saudi pada laga pamungkas International U-19 Friendly Tournament 2020. Tertinggal 1-3 lebih dulu di babak pertama, Garuda Muda berhasil menyamakan kedudukan pada injury time. Bermain di Stadion Igraliste NK Polet, Sveti Martin na Mauri, pertandingan antara kedua tim berlangsung dengan tempo cepat. Baik Garuda Muda dan sang lawan bermain dengan tempo cukup tinggi. Timnas U-19 Indonesia hampir mencetak gol pertama melalui peluang Brylian Aldama. Namun sayang, sepakannya masih tipis melayang di atas gawang Arab Saudi. Pada menit ke 20′ Arab Saudi mendapatkan penalti pertama usai Komang Tri melakukan handball. Namun eksekusi lawan masih membentur tiang kiri gawang. Petaka kembali hadir 7 menit berselang, Komang Tri lagi-lagi melakukan handball yang berbuah penalti kedua bagi Arab Saudi. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, kali ini penalti bisa dieksekusi dengan sempurna oleh Ibrahim Alabsi. Skor 0-1 Arab Saudi memimpin. Arab Saudi kembali mendapat penalti pada menit ke 33′ usai pelanggaran yang dilakukan oleh Aldama di kotak terlarang. Khallel Althekralla yang maju sebagai algojo berhasil menuntaskan tugasnya sekaligus membuat skor 0-2 untuk keunggulan Arab Saudi. Timnas Arab Saudi semakin menjauh pada menit 37′ setelah sontekan jarak dekat penyerang mereka, Essa Khaleel Al Thekralla, berhasil membobol gawang Adi Satryo. Skor pun berubah menjadi 0-3. Tertinggal tiga gol tidak membuat Timnas Indonesia U-19 mengendurkan serangan. Alhasil pada injury time babak pertama, mereka bisa membalas satu gol melalui Irfan Jauhari yang memanfaatkan bola liar hasil umpan silang Witan Sulaeman. Skor 1-3 pun menutup babak pertama. Memasuki babak kedua, permainan Timnas U-19 lebih agresif berkat pergantian taktik dan pemain yang dilakukan oleh Shin Tae-yong. Perubahan tersebut berbuah manis pada menit ke 52′. Berawal dari pergerakan Bagas Kaffa dari sayap kanan, ia kemudian berhasil mengirimkan umpan mendatar ke tengah kotak penalti yang disambut dengan baik oleh pemain pengganti Saddam Gaffar yang berdiri bebas dan menceploskan bola dengan mudah ke gawang yang sudah lepas dari pengawalan. 2-3 Indonesia memperkecil ketinggalan. Setelah gol tersebut, pertandingan menjadi lebih ketat dan berjalan cukup keras. Beberapa kali serangan dari Timnas U-19 Indonesia berhasil menciptakan kemelut di depan gawang namun masih belum bisa benar-benar mengancam gawang Arab Saudi. Sebaliknya, Arab Saudi nyaris mencetak gol keempat berkat tendangan dari dalam kotak penalti pada menit ke 87′. Beruntung, Adi Satryo masih dengan sigap menghalau peluang tersebut. Perjuangan tanpa lelah Garuda Muda akhirnya membuahkan hasil. Mendapat umpan dari sayap kanan, Braif Fatari mengontrol bola melewati satu bek lawan dan kiper sebelum menendang bola ke gawang kosong dari sudut sempit. Skor pun berubah menjadi 3-3 sekaligus menjadi hasil akhir pertandingan. Ini menjadi poin pertama timnas di International U-19 Friendly Tournament 2020. Pada dua laga sebelumnya Timnas U-19 Indonesia mendapat hasil kurang memuaskan yakni kalah 0-3 dari Timnas U-19 Bulgaria dan kalah 1-7 dari tuan rumah, Timnas U-19 Kroasia. Selepas International U-19 Friendly Tournament 2020, Garuda Muda direncanakan untuk menjalani laga uji coba melawan Qatar, Bosnia dan Herzegovina, dan klub Dinamo Zagreb. Selain itu, mereka juga direncanakan untuk melanjutkan training camp di Turki, Spanyol, dan Portugal. Mengingat Piala Asia U-19 mengalami pergeseran jadwal maka Timnas U-19 memiliki waktu cukup panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi Piala Dunia U-20 di Indonesia dan juga Piala Asia U-19 yang keduanya akan berlangsung pada awal tahun depan. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Pratama Arhan, Ahmad Rusadi, Komang Tri Arta, Mochamad Yudha Febrian; Witan Sulaeman, David Maulana (c), Brylian Aldama, Khairul Zakiri; Braif Fatari, Irfan Jauhari | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Arab Saudi U-19 (4-3-3):  Raed Hussain Ozaybi; Ali Fuad Hasan, Bandar Derwish Ahmed, Faisal Abdulrahman Alghamdi (c), Mohammed Khalil Marran; Khalil Ibrahim Alabsi, Ahmed Mazen Alghamdi, Nawaf Abdullah Almutairi; Essa Khaleel Althekralla, Saad Fahad Alnasser, Manaf Mohammed Abuyabs | Pelatih: Damien Hertog (NED) Klasemen Akhir International U-19 Friendly Tournament 2020 Tim Main Menang Selisih Gol Poin Kroasia U-19 3 3 14-6 9 Bulgaria U-19 3 2 8-5 6 Arab Saudi U-19 3 o 8-10 1 Indonesia U-19 3 o 4-13 1            

Resmi, AFC Tunda Pelaksanaan Piala Asia U-16 dan U-19 2020

Resmi, AFC Tunda Pelaksanaan Piala Asia U-16 dan U-19 2020

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) memutuskan untuk menunda pelaksanaan Piala Asia U-16 dan U-19 2020. Keputusan tersebut hadir setelah Rapat Eksekutif AFC yang digelar secara virtual pada Kamis (10/9). Penyebab mundurnya jadwal dua kejuaraan tersebut tak lain karena belum berakhirnya pandemi virus corona yang melanda dunia saat ini. Komite Eksekutif AFC pun akhirnya memutuskan menggeser kedua kejuaraan junior itu ke awal tahun 2021. Awalnya, Piala Asia U-16 dijadwalkan berlangsung pada 25 November hingga 12 Desember 2020 di Bahrain. Sementara, Piala Asia U-19 seharusnya berlangsung mulai 14-31 Oktober di Uzbekistan. “Ini adalah masa-masa sulit bagi semua pihak yang berhubungan dengan sepakbola dan olahraga. Kami mengambil langkah-langkah ini untuk memastikan kesejahteraan finansial AFC dan anggota lainnya,” ucap Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa. “Saya yakin bahwa dengan persatuan dan solidaritas yang membuat AFC dikagumi di seluruh kalangan sepakbola, kami dapat mengatasi tantangan terbaru ini,” sambungnya. Dengan penundaan ini, jadwal timnas Indonesia U-16 dan U-19 bisa berubah. Mengingat Timnas U-16 harus menunda aksi mereka di Piala Asia U-16. Sementara Timnas Indonesia U-19 yang saat ini tengah training camp (TC) di Kroasia, harus menunda untuk bisa tampil di Piala Asia U-19 2020. Khusus untuk Timnas U-19, mereka sudah memiliki rencana cadangan apabila Piala Asia U-19 tahun ini batal digelar yakni dengan melanjutkan TC di Eropa. Turki, Spanyol, dan Portugal menjadi negara yang dipilih oleh Timnas U-19. David Maulana cs juga tengah dipersiapkan untuk mengikuti Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni 2021.

Garuda Muda Kembali Raih Hasil Kurang Memuaskan

Garuda Muda Kembali Raih Hasil Kurang Memuaskan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali harus mengakui keunggulan lawannya pada laga uji coba yang bertajuk International U-19 Friendly Tournament 2020. Kali ini, timnas harus takluk dari tuan rumah Kroasia dengan skor 7-1 di Stadion SRC Mladost, Cakovec, Selasa (8/9/2020). Timnas Indonesia U-19 sebetulnya bermain tanpa beban bahkan beberapa kali memberikan perlawanan sengit di menit-menit awal. Namun, petaka hadir pada menit 26′ Kroasia mampu membuka skor melalui Filip Zrilic. Lima menit berselang, Kroasia mampu menggandakan keunggulan mereka melalui Arijan Brkovic. Permainan Indonesia semakin dikuasai oleh lawan, alhasil gol ketiga bagi Kroasia pun hadir melalui gol Marco Boras pada menit 44’ sekaligus menutup babak pertama dengan skor 3-0. Pada babak kedua, Kroasia tampil semakin “menggila”. Serangan bertubi-tubi ke gawang Indonesia yang dikawal M. Adi Satryo akhirnya mampu menghadirkan 4 gol tambahan bagi Kroasia. Keempat gol tersebut hadir dari Antonio Marin pada menit 47′ dan 73′, Bruno Zdunic pada menit 66′, dan Ivan Brnic pada menit 88′. Satu-satunya gol Indonesia pada pertandingan tersebut hadir dari Bagas Kaffa pada menit ke 72′. Gol Bagas ini menjadi gol perdana Timnas U-19 dalam dua laga International U19 Friendly Tournament 2020. Sementara itu, Shin Tae-yong mengatakan bahwa kekalahan telak ini membuat anak asuhnya mendapat pelajaran berharga. “Ada beberapa momen di pertandingan tadi bahwa para pemain bermain cukup baik dibanding laga melawan sebelumnya (Bulgaria). Namun secara hasil pasti ini mengecewakan karena kami kalah telak,” kata Shin Tae-yong seperti dikutip laman resmi PSSI. “Kami harus segera perbaiki kekurangan yang ada. Yang jelas tim masih berproses karena materi latihan dengan intensitas tinggi,” lanjutnya. Kekalahan telak dari Kroasia ini membuat Timnas Indonesia U-19 masih terpuruk di posisi 4 klasemen sementara International U-19 Friendly Tournament 2020. Sedangkan Kroasia kian mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen berkat raihan 3 kali kemenangan. Pada pertandingan lain Belgia sukses menundukkan Arab Saudi dengan skor 2-3. Timnas Indonesia tinggal menyisakan satu laga sebelum melanjutkan ke rangkaian uji coba lain. Adapun yang menjadi lawan David Maulana cs pada laga pamungkas yakni Arab Saudi yang saat ini berada di peringkat 3. Sama-sama belum mengoleksi poin, Arab Saudi mampu unggul selisih gol dari timnas. Pertandingan antara Timnas Indonesia U-19 melawan Arab Saudi akan berlangsung pada 11 September mendatang. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Adi Satryo; Bayu M. Fiqri, Rizki Ridho Ramadhani, Komang Tri Arta, Pratama Arhan Alif Rifai; David Maulana, Sandi Artha Samosir, Komang Teguh, Witan Sulaeman, Irfan Jauhari, Saddam Gaffar| Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Kroasia U-19 (4-3-3): Renato Josipovic; Filip Braut, Ruka Jurisic, Marco Boras, Nikola Soldo; Arijan Brkovic, Ivan Brnic, Bruno Jenjic; Ivan Saric, Antonio Marin, Filip Zrilic | Pelatih: Josip Simunic (CRO) Klasemen Sementara International U-19 Friendly Tournament 2020 Tim Main Menang Selisih Gol Poin Kroasia U-19 3 3 14-6 9 Bulgaria U-19 3 2 8-5 6 Arab Saudi U-19 2 o 5-7 o Indonesia U-19 2 o 1-10 o  

Garuda Muda Akui Keunggulan Bulgaria

Garuda Muda Akui Keunggulan Bulgaria

Tim Nasional Sepak Bola U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria pada laga perdana mereka dalam International U-19 Friendly Tournament 2020. Bermain di Stadion Igraliste NK Polet, Sveti Martin na Mauri, Sabtu (5/9/2020), timnas harus takluk dengan skor akhir 0-3. Kekalahan ini sekaligus membuat Timnas Indonesia U-19 menempati peringkat bawah di klasemen sementara. Timnas Bulgaria U-19 tampil lebih dominan sepanjang babak pertama. Unggul dari segi postur tubuh yang rata-rata tinggi besar, mereka beberapa kali mengancam gawang Indonesia sekaligus membuat skuad Garuda Muda terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Namun, beberapa serangan dari Bulgaria mampu dimentahkan dengan baik oleh para bek Timnas Indonesia U-19. Pertandingan pun berakhir dengan skor 0-0 hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong merubah formasi anak asuhnya untuk tampil lebih menyerang dengan memasukkan M. Supriadi. Kendati demikian, Bulgaria masih menguasai jalannya pertandingan. Beberapa peluang emas Bulgaria masih mampu dihalau oleh Indonesia. Usai beberapa kali mengancam gawang Indonesia, pada menit 78, tandukan Martin Petkov berhasil menembus gawang Indonesia yang dikawal Adi Satryo. Bulgaria unggul 0-1 atas Indonesia. 15 menit berselang, gawang timnas kembali kebobolan, kali ini giliran Stanislav Shopov yang menggandakan keunggulan Bulgaria lewat tendangan dari luar kotak penalti. Unggul 2 gol membuat Bulgaria semakin percaya diri saat melancarkan serangan. Alhasil, pada menit ke 82, Martin Petkov kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membuat Bulgaria unggul 3 gol atas Indonesia. Skor ini pun bertahan hingga pluit panjang dibunyikan. Usai pertandingan, Shin Tae-yong mengatakan bahwa para pemain sudah berjuang pada pertandingan kali ini. Pelatih asal Korea Selatan itu pun mengakui jika ia tidak mempermasalahkan kekalahan ini. “Hasil pertandingan seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kami tidak masalah bagi meski harus kalah. Yang jelas tim masih berproses karena materi latihan dengan intensitas tinggi dan para pemain sudah menunjukkan kerja kerasnya di pertandingan ini,” kata Shin Tae-yong dilansir dari lama resmi PSSI. Dengan hasil ini, Bulgaria mampu naik ke urutan 2 klasemen sementara di bawah tuan rumah Kroasia yang tetap menguasai puncak usai menaklukkan Arab Saudi dengan skor 4-3 pada laga keduanya. Sementara Timnas Indonesia U-19 yang menelan kekalahan di laga perdana belum mengumpulkan poin dan kebobolan tiga gol. Sebetulnya raihan poin Indonesia sama dengan Arab Saudi, namun mereka unggul dari jumlah selisih gol sehingga mereka berhak untuk menempati posisi 3 klasemen sementara. Pada laga selanjutnya, Timnas U-19 Indonesia akan menantang Kroasia pada 8 September, dan Arab Saudi pada 11 September mendatang. Starting Line-up U-19 Indonesia vs Bulgaria Indonesia U-19: M. Adi Satryo, Bayu M. Fiqri, Rizki Ridho Ramadhani, Komang Tri Arta, Yudha Febrian, David Maulana, Andri Irfan, Komang Teguh, Witan Sulaeman, Irfan Jauhari, Saddam Gaffar| Pelatih: Shin Tae-yong (KOR). Bulgaria U19: Viktor Nikolov, Alexander Ganchev, Dimitar Zhekov, Hristian Petrov, Georgi Alexandrov, Pavel Georgiev, Martin Atanasov, Alexander Todorov, Dimitar Stoyanov, Vladimir Nikolov, Christian Dobrev | Pelatih: Angel Stoykov (BUL). Klasemen Sementara International U-19 Friendly Tournament 2020 Tim Main Menang Selisih Gol Poin Kroasia U-19 2 2 7-5 6 Bulgaria U-19 2 1 5-3 3 Arab Saudi U-19 1 o 3-4 o Indonesia U-19 1 o 0-3 o  

Timnas U-19 vs Bulgaria, Shin: Laga Yang Tidak Mudah Bagi Kami

Timnas U-19 vs Bulgaria, Shin: Laga Yang Tidak Mudah Bagi Kami

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 akan menghadapi Bulgaria sebagai ujian perdana mereka dalam rangkaian Training Camp (TC) di Kroasia. Pertandingan yang bertajuk International U-19 Friendly Tournament 2020 tersebut berlangsung di Stadion Igraliste NK Polet, Sveti Martin na Mauri, Sabtu (5/9/2020), pukul 22.00 WIB. David Maulana cs sudah hampir sepekan menggelar latihan di Kroasia. Setiap hari ia dan rekan-rekan Timnas U-19 lainnya digenjot latihan tiga kali pada pagi, sore dan malam hari. Pelatih Shin Tae-yong menyatakan anak asuhnya menjalani latihan dengan intensitas tinggi untuk peningkatan kekuatan fisik. “Saat ini kami sedang menjalani latihan dengan intensitas yang tinggi dengan menu fisik yang sangat keras. Jadi besok akan menjadi pertandingan yang tidak mudah bagi kami. Namun, kami harus membentuk mental dan intinya tim ini masih berproses,” kata Shin Tae-yong seperti dilansir dari laman PSSI. Pelatih asal Negeri Gingseng itu mengaku telah mengamati pertandingan uji coba antara skuad Bulgaria dan Kroasia pada Rabu, 2 September lalu. Kesimpulannya: Bulgaria merupakan tim kuat. “Bulgaria secara postur tubuhnya besar dan tinggi. Secara fisik juga staminanya bagus. Intinya pertandingan besok tidak mudah bagi kami, tetapi memang kami TC ke Eropa untuk mencari pengalaman dan melihat perkembangan tim,” jelas Shin Tae-yong. Setelah menjalani laga melawan Bulgaria, Timnas U-19 Indonesia dijadwalkan menantang Kroasia pada 8 September 2020 dilanjutkan dengan meladeni Arab Saudi, tiga hari kemudian. Kemudian, Timnas U-19 direncanakan menjalani laga uji coba kontra Qatar, Bosnia dan Herzegovina, dan klub Dinamo Zagreb. Sementara itu, tiga laga Timnas U-19 pada International U-19 Friendly Tournament 2020 akan disiarkan secara live di NET dan live streaming di Mola TV. Mola TV dan NET sama-sama telah merilis jadwal live streaming dan siaran langsung laga Timnas U-19 Indonesia vs Bulgaria besok. Pertandingan melawan Bulgaria U-19 dapat disaksikan lewat siaran langsung NET atau live streaming Mola TV pada Sabtu (5/9/2020) mulai pukul 21.30 WIB.

Cari Bibit Pesepak bola Junior, Arema Kembali Adakan Seleksi Akademi

Cari Bibit Pesepak bola Junior, Arema Kembali Adakan Seleksi Akademi

Arema FC kembali menggelar Seleksi Akademi Arema. Tim kebanggaan Aremania ini tergolong getol melakukan seleksi pesepak bola muda agar bisa menjadi pemain yang berbakat dan membanggakan Kota Malang. Ini merupakan Seleksi Akademi Arema edisi kedua setelah sebelumnya berlangsung pada bulan Maret lalu. Seleksi yang berlangsung di lapangan Institut Teknologi Nasional (ITN) pada hari Minggu (30/08/2020) tersebut, diikuti sebanyak 170 calon peserta Seleksi Akademi Arema yang berasal dari Malang Raya dan juga peserta asal luar kota seperti Jakarta, Pontianak dan Samarinda. Sementara itu, Wakil Rektor III ITN Malang, Fourry Handoko, ST.,SS.,MT.,Ph.D, mengungkapkan, ITN mendukung penuh kegiatan Seleksi Akademi Arema ini yang merupakan salah satu bentuk kerjasama antara ITN Malang dan Arema FC. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk menginspirasi mahasiswa ITN Malang agar lebih giat berolahraga dan juga mencetak prestasi di bidang olahraga selain akademik,” ungkap Fourry seperti dikutip dari Momentum.com. Pada kesempatan yang sama, Riyan Meidi Wijaya selaku Wakil Manager Operasional Akademi Arema menyampaikan jika seleksi kali ini ditujukan untuk angkatan 2005 sampai 2011 dan dibagi dalam tiga kelompok usia. “Seleksi ke dua ini merupkan angkatan 2005 sampai 2011, yang dibagi dalam tiga kelompok usia U-12, U-14 dan U-16,” jelasnya. Para peserta yang telah selesai mengikuti seleksi akan menunggu pengumuman dari pihak Arema. Jika lolos, mereka akan melakukan tahap registrasi ulang untuk kemudian bisa mulai latihan bersama Akademi Arema yang sudah mulai menggelar latihan sejak bulan Juli lalu.