Breaking News! FIFA Resmi Tunda Piala Dunia U-20 dan U-17

Logo FIFA

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) akhirnya memberikan kejelasan mengenai kelanjutan Piala Dunia FIFA U-20 dan Piala Dunia FIFA U-17 putra edisi 2021. Akibat pandemi COVID-19 yang belum juga mereda, Biro Dewan FIFA hari ini (24/12/2020) akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan dua ajang bergengsi bagi para pemain muda tersebut menjadi tahun 2023. Mengutip pernyataan di laman resmi FIFA, pandemi COVID-19 terus menghadirkan tantangan bagi penyelenggaraan acara olahraga internasional dan berdampak pada pembatasan perjalanan internasional. Oleh karena itu, FIFA secara teratur berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk Asosiasi Anggota tuan rumah serta Konfederasi yang terlibat dalam kedua turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada tahun 2021. Dengan demikian, menjadi jelas bahwa situasi global saat ini gagal untuk dinormalisasi ke tingkat yang memadai dalam mengatasi tantangan terkait dengan penyelenggaraan kedua turnamen, termasuk kelayakan jalur kualifikasi yang relevan. Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengapresiasi dan menghormati keputusan FIFA, mengingat kelancaran acara serta keselamatan dan keamanan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2021 adalah prioritas utama. “Sebetulnya seluruh persiapan terkait penyelenggaraan dan menyambut Piala Dunia U-20 Indonesia tahun 2021 sudah kami lakukan dengan maksimal dan matang. PSSI menghormati dan mendukung keputusan FIFA untuk membatalkan Piala Dunia U-20 FIFA pada tahun 2021. Bersama dengan FIFA, INAFOC, dan kota-kota tuan rumah di seluruh Indonesia, PSSI berharap dapat bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk menyelenggarakan turnamen edisi berikutnya pada tahun 2023,” kata Iriawan. Iriawan pun berharap dengan pembatalan ini, Timnas Indonesia bisa memanfaatkan waktu untuk mematangkan persiapan sebelum bertanding di turnamen 2023 mendatang. “Menyusul pembatalan Piala Dunia U-20 FIFA pada 2021, Timnas yang akan kita persiapkan nantinya, dapat memanfaatkan waktu tambahan dan melanjutkan program untuk persiapan Piala Dunia U-20 FIFA pada 2023. Saya berharap semoga persiapannya bisa lebih menyeluruh, matang, dan nanti bisa menjadi juara,” tambah Iriawan. Sementara itu, Wakil Ketua PSSI, Iwan Budianto, menyatakan bahwa FIFA akan terus berkoordinasi dengan PSSI dan Local Organizing Committee (LOC) demi kelancaran ajang ini di tahun 2023. “Agar pada tahun 2023 program akan berjalan dengan lancar, komunikasi dan koordinasi yang erat antara FIFA, PSSI, dan LOC tetap berjalan. Sesuai keputusan Biro Dewan FIFA, PSSI segera melapor kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, sembari menunggu surat resmi tentang pembatalan ini dari FIFA,” kata Iwan. Iwan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua INAFOC menambahkan, PSSI sangat mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2021 dan memastikan koordinasi antara PSSI dan INAFOC terus berjalan dengan lancar. “PSSI mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia khususnya Presiden Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan semua pihak yang telah mendukung persiapan FIFA U-20 World Cup Indonesia 2021. PSSI dan LOC akan terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan INAFOC untuk memastikan semuanya berjalan lancar di tahun 2023,” tutup Iwan.

PSSI dan Kemenpora: Piala Dunia U-20 Masih Sesuai Jadwal!

Logo Piala Dunia U-20

Belum meredanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat beredar kabar pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021 yang akan berlangsung di Indonesia mengalami penundaan dari jadwal semula yang rencanya digelar pada 20 Mei sampai 12 Juni 2021. Pasalnya, hingga lima bulan jelang kick-off Piala Dunia U-20 2021, perwakilan FIFA belum juga datang ke Indonesia. Namun, PSSI dan Kemenpora mengumumkan jika hingga saat ini Piala Dunia U-20 masih akan berlangsung sesuai jadwal. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa perhelatan Piala Dunia U-20 2021 masih on schedule. “Sebelum ada surat pernyataan resmi dari FIFA, Piala Dunia U-20 2021 masih on schedule,” kata Yunus Nusi saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (15/12/2020). Lebih lanjut, saat ditanya bagaimana kabar terakhir komunikasi dengan FIFA khususnya soal kehadirannya ke Indonesia, Yunus mengatakan hal itu bukan lah kewenangan PSSI. “Itu ranahnya Inafoc,” singkat Yunus. Senada, Kemenpora memastikan bahwa belum ada pengumuman perubahan agenda Piala Dunia U-20 2021. Seskemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan sejauh ini FIFA masih on the track menjalankan ajang piala dunia usia muda itu pada 20 Mei-12 Juni 2021. Oleh karena itu pemerintah tetap berusaha untuk menyelesaikan proses renovasi venue Piala Dunia U-20 sesuai dengan tahapan bahwa ajang ini dihelat pada 20 Mei-12 Juni. “Sepanjang tidak ada perubahan (jadwal Piala Dunia U-20, red) dari FIFA, seperti arahan Pak Menteri Zainudin Amali, show must go on, renovasi terus berjalan,” ucap Gatot, Rabu (16/12). Sejauh ini PSSI dan pemerintah telah menunjuk enam Stadion sebagai perhelatan Piala Dunia U-20. Stadion-stadion tersebut pun kini tengah dikebut proses renovasinya. Keenam stadion tersebut yakni Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Surakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion I Wayan Dipta (Bali).

Tiga Pemain Muda Ini Akan Jalani Trial di Klub Turki

Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna

Pesepakbola muda asal Indonesia kembali mendapat kesempatan untuk menjalani trial atau uji coba di Eropa. Rencananya, Mereka akan menghabiskan waktu selama delapan bulan mengikuti trial bersama Antalya Hal Spor. Klub tersebut merupakan jawara kompetisi U-19 di Turki. Ketiga pemain tersebut adalah Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna. Tiga pemain muda ini difasilitasi tiga pihak dan akan berangkat 22 Desember mendatang. Pihak pertama adalah Futboltours yang merupakan agen perjalanan sepak bola. Kedua, Xten Indonesia, yang merupakan penyedia apparel lokal, yang turut serta menyediakan peralatan latihan. Dan terakhir yakni ACT See Com sebagai pengurus keberangkatan pemain Indonesia ke luar negeri. Selain mendapat kesempatan untuk trial, kesempatan untuk bermain di Eropa juga terbuka lebar. Antalya Hal Spor memiliki akses langsung menyediakan pemain muda untuk klub Turki Super Lig, Antalyaspor. Selama menjalani trial nanti, Muhammad Yoan Saputra Arifin, Emir Eranoto Dipasena, dan Aryandra Senna akan ditangani langsung oleh pelatih profesional. Mereka akan bertanggung jawab langsung dengan metode latihan, gaya hidup, hingga gizi dari para pemain Indonesia itu. “Kegiatan ini menawarkan training session untuk menjadi pesepak bola profesional. Program ini bakal dikontrol langsung oleh pelatih Antalyaspor U-19 yang merupakan klub Super Lig Turki,” kata perwakilan dari Futbol Tours, Margie Ferrari, dalam konferensi pers, Senin (14/12/2020). “Pelatih dari Antalyaspor akan selalu datang selama latihan bersama Antalya Hal Spor. Dia bertanggung jawab dan akan melihat siapa saja yang nantinya layak untuk direkrut Antalyaspor. Namun, dalam perjalanannya mereka nanti akan bermain di Antalya U-19 League bersama Antalya Hal Spor,” tegas Margie Ferrari. Eropa sebenarnya bukan tempat yang asing buat ketiga pemain. Yoan pernah menimba ilmu di Spanyol bersama klub Palamos CF, Emir di ISM Academy, Perugia, sementara Senna di Valencia Soccer Academy. Sementara itu, Emir mengaku antusias menyambut kesempatan ini. Ia berharap bisa mengikuti jejak-jejak pemain muda Indonesia lainnya yang sudah lebih dulu ke Eropa. “Kesempatan ini adalah langka karena tidak banyak pemain Indonesia yang bisa seperti ini. Kalau saya sendiri melihatnya sebagai step saya ke depan untuk belajar sebanyak mungkin,” tutur Emir. “Ketika kembali ke Indonesia saya bisa memberikan ilmu yang sudah didapat di Eropa sana. Serta ke depannya bisa memberikan tidak hanya keluarga saya sendiri tetapi bangsa Indonesia agar mempunyai nama di Eropa,” ucapnya.

Timnas Indonesia U-19 Hampir Dipastikan Lakukan TC di Negara Ini

Timnas Indonesia U-19 Hampir Dipastikan Lakukan TC di Negara Ini

Dalam rangka persiapan jelang Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20, timnas Indonesia U-19 kembali akan melakukan pemusatan latihan atau training camp (TC) di luar negeri. Sebelumnya, anak asuh Shin Tae-yong ini telah melakukan TC di Krosia selama kurang lebih satu bulan. Selama di Kroasia, Timnas Indonesia U-19 sudah melakukan deretan laga uji coba. Setidaknya sudah 10 laga uji coba telah mereka lalui. Sepuluh laga uji coba yakni melawan Bulgaria (0-3), Kroasia (1-7), Arab Saudi (3-3), serta dua kali melawan Qatar (2-1 dan 1-1), Bosnia Herzegovina (0-1), Dinamo Zagreb (1-0), NK Dugopolje (3-0), dan Makedonia Utara (4-1 dan 0-0). Kali ini, Garuda Muda rencananya kembali akan ke Eropa tepatnya ke Spanyol. TC tersebut akan dimulai Desember ini, namun PSSI belum bisa memastikan tanggal keberangkatan timnas U-19. Sejauh ini PSSI masih menunggu kehadiran Shin Tae-yong selaku pelatih dari timnas U-19. Sosok asal Korea Selatan itu akan menyempurnakan rancangan program untuk timnas U-19, termasuk untuk TC di Spanyol. Yunus Nusi selaku pelaksana tugas sekretaris jenderal PSSI menyatakan, belum ada lawan uji coba yang bisa dikonfirmasi untuk menghadapi Garuda Muda. Namun, PSSI sudah punya daftar siapa saja yang akan dilawan. “Kami dalam proses komunikasi dengan beberapa klub, kami belum bisa memastikan karena ada permintaan mereka untuk jangan menyampaikan karena mereka dalam proses izin ke Federasi Spanyol (RFEF),” ujar Yunus Nusi, dilansir dari DetikSport, Kamis (10/12/2020). “Karena ini kan menyangkut kerja sama antar federasi. Kami kemudian ingin Federasi Spanyol menghubungi klub-klub dan kami secara langsung ke klub-klub. Nanti kalau sudah resmi kami umumkan,” ujarnya menambahkan. PSSI baru bisa memastikan Spanyol sebagai destinasi Timnas U-19 setelah melakukan korespondensi dengan pihak di sana. Spanyol diklaim PSSI siap menerima Timnas U-19 dengan tangan terbuka. Yang masih menjadi kendala saat ini adalah proses pengurusan visa. Selain itu, PSSI juga masih menunggu kedatangan Shin Tae-yong ke Jakarta. “Kami dalam proses administrasi. Korespondensinya sudah tuntas dengan Federasi Spanyol, kami akan ke Catalunya. Kami masih menunggu visa anak-anak dan kedatangan Shin Tae-yong,” tutur Yunus Nusi. “InsyaAllah sebelum tahun baru anak-anak sudah berangkat ke Spanyol. Harapan kami sih ada beberapa negara yang di Eropa dan sekitar Spanyol bisa ikut (beruji coba melawan Timnas U-19),” ucapnya.

Beckham Putra Diharapkan Dapat Tampil di Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20

Beckham Putra Diharapkan Dapat Tampil di Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20

Pesepakbola muda asal Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha, terpaksa harus menepi dari lapangan lantaran cedera. Seperti diketahui Beckham mengalami cedera saat menjalani latihan virtual bersama tim nasional Indonesia U-19 pada awal November. Persib Bandung telah memeriksa cedera yang dialami oleh gelandang mudanya tersebut, dan diketahui bahwa yang bersangkutan menderita masalah meniskus, bukan anterior cruciate ligament (ACL). Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts berharap cedera meniskus yang dialami Bekcham bisa segera pulih. Tim medis pun bergerak cepat agar ia bisa tampil bersama Timnas U-19 di Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021. “Beckham memang menjadi pemikiran kami, karena kami mencoba untuk mendukungnya sebisa mungkin supaya dia bisa bermain bersama tim nasional Indonesia dan bermain di Piala Dunia U-20,” kata Robert, dilansir dari Bola.com, Kamis (10/12/2020). Robert berharap Beckham bisa segera bergabung kembali bersama tim asuhan Shin Tae Yong tersebut. Saat ini adik dari Gian Zola Nasrulloh itu terus mendapatkan perhatian khusus dari dokter tim agar bisa segera pulih. “Tim medis kami, dokter Rafi, Beni (fisioterapis), dan dokter Alvin (dokter olahraga) terus memantau Beckham. Kami selalu berkomunikasi dengannya dan mencoba memastikannya agar tidak kehilangan kepercayaan dirinya,” ucap Robert. Pelatih asal Belanda ini berharap pemulihan Beckham berjalan dengan lancar, sehingga pemain yang akrab disapa Etam ini segera pulih. “Untungnya dia tidak operasi dan itu menjadi suatu keuntungan. Kami juga tidak boleh lupa bahwa laga internasional menuntut banyak. Jadi saya harap Beckham bisa memenuhi itu dan tidak menderita cedera lagi,” harap Robert. Rencananya, Piala Dunia U-20 2021 akan dihelat di Indonesia pada sekitar mulai bulan Mei 2021. Sementara untuk Piala Asia U-19 yang sebelumnya ditunda akan diselenggarakan di Uzbekistan antara 3 hingga 20 Maret 2021. Pelatih Shin Tae-yong pun telah menyiapkan dan meramu skuad untuk dua ajang bergengsi tersebut. Biodata Nama Lengkap: Beckham Putra Perdana Tanggal Lahir: 29 Januari 2001 Tempat Lahir: Bandung Klub: Persib Bandung Posisi: Pemain Tengah Pesepakbola Idola: Andik Vermansyah dan Firman Utina Fact Beckham Putra pernah menyabet gelar top skor Liga 1 U-19 2018.

Jalani Latihan Perdana, Timnas Indonesia U-16 Langsung Digembleng

Jalani Latihan Perdana, Timnas Indonesia U-16 Langsung Digembleng

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 menggelar latihan perdana pada pemusatan latihan di Yogyakarta, Senin (7/12/2020) pagi WIB. Pada latihan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman itu, para pemain langsung digenjot materi penting oleh pelatih Bima Sakti. Pemusatan latihan di Yogyakarta ini merupakan lanjutan dari program Timnas Indonesia U-16. Kegiatan ini dilakukan untuk mematangkan persiapan jelang tampil di Piala AFC yang bakal digelar tahun depan. Sebanyak 26 pemain diberikan latihan-latihan evaluasi dari latihan sebelumnya dan juga dua kali uji coba Internasional melawan Uni Emirat Arab U-16 beberapa bulan yang lalu. Adapun pada latihan perdana mereka dijejali beberapa materi latihan penting. “Latihan perdana hari ini kami isi dengan small sided game, drill masalah penguasaan bola dan juga transisi negatif,” kata Bima Sakti, Senin (7/12/2020). “Kami masih terus mempertajam permainan tim, serta terus evaluasi diri dari beberapa pemusatan latihan sebelumnya dan juga dari dua kali uji coba melawan UAE U-16,” ujar Bima. “Intensitas latihan yang kami lakukan masih sedang, karena ini masih awal latihan setelah libur beberapa hari dari sejak TC sebelumnya, jadi belum banyak materi terkait taktik,” tambah Bima. Selain itu, pelatih Bima Sakti juga memberikan materi tes fisik untuk pemain Timnas Indonesia U-16, Hal ini dilakukan Bima Sakti untuk mengukur kondisi fisik para pemainnya. “Dengan test ini saya dan tim pelatih jadi mengetahui sejauh mana kondisi fisik pemain. Saya harapkan nanti hasilnya semua baik, pemain melakukannya dengan tertib, dan semua pemain turut ikut menjalani test fisik ini,” ucap Bima Sakti. Timnas U-16 tengah disiapkan untuk menghadapi tantangan berat di Piala AFC nanti. Tim Merah Putih berada di Grup D Piala AFC U-16 bersama Jepang, Arab Saudi, dan China. 26 Pemain Pemusatan Latihan Timnas U-16 I Made Putra Kaicen – Bali United (Kiper) Muhammad Raufa Aghastya – Persib Bandung (Kiper) Raka Octa Bernanda – PSS Sleman (Kiper) Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera (Bek) Ferre Murarri – Bhayangkara FC (Bek) Kadek Arel Priyatna – Bali United (Bek) Marcell Januar Putra – Bali United (Bek) Mikael Alfredo Tata – Waana Bintuka FC (Bek) Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya Surabaya (Bek) Muhammad Tezar Briantama – SSB Asiop Jakarta (Bek) Jovan Adestya – PSS Sleman Aditiya Daffa Al Haqi – Barito Putera (Gelandang) Fidelis Davin Dhaniswara – PSS Sleman Arkhan Fikri – Barito Putera (Gelandang) Diandra Diaz Dewari – Persib Bandung (Gelandang) Dimas Juliono Pamungkas – Persib Bandung (Gelandang) Marselino Ferdinan – Persebaya Surabaya (Gelandang) Mochammad Faizal Syaifullah – Persela Lamongan (Gelandang) Muhammad Rafly Ikram Selang – SSB Cipta Cendikia (Gelandang) Raka Cahyana Rizky – Persija Jakarta (Gelandang) Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta (Gelandang) Sandy Kusuma Triandy – SSB New Star Salam (Gelandang) Victor Jonson Benjamin Dethan – PSM Makassar Lugas Satrya Pratama – SSB Gasliko (Depan) Ronaldo Joybera Kwateh – Persib Bandung (Depan) Farhan Arif Musthofa – PSS Sleman

Cegah Pemain Cedera Jelang Piala Asia, Timnas U-16 Terapkan Sport Science

Cegah Pemain Cedera Jelang Piala Asia, Timnas U-16 Gunakan Sport Science

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 yang saat ini sedang menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta menerapkan sport science yang bertujuan untuk melihat kekurangan pemain serta sebagai upaya untuk mengurangi potensi cedera. Apalagi, Marcell Januar dkk tengah dipersiapkan untuk mengikuti Piala Asia awal tahun mendatang. PSSI menggandeng team ahli kinetics dari Surabaya yang bekerjasama dengan Vald Performance, lembaga sport science technology dari Australia. “Dengan test ini saya dan tim pelatih jadi mengetahui sejauh mana kondisi fisik pemain, dan saya harapkan nanti hasilnya semua baik, pemain melakukannya dengan tertib, dan semua pemain turut ikut menjalani test fisik ini,” kata pelatih timnas U-16, Bima Sakti, dilansir dari laman resmi PSSI. Ada beberapa komponen tes yang dilakukan yaitu, tes komposisi tubuh (persentase lemak tubuh, massa otot, dll), tes kekuatan eksentrik otot hamstring (nordbord test), tes kekuatan + vertical jump dengan force plate, tes kekuatan otot isometric hip abductor-adductor dengan force frame, 3D movement analysis dengan humantrack system. “Harapannya, bisa mempermudah fisioterapis dan pelatih fisik untuk membuat program pencegahan cedera serta peningkatan kemampuan dari si pemain itu sendiri,” ujar Bima. “Terima kasih kepada PSSI, KINETICX, dan Vald Performance dimana mereka sudah membantu tim kami,” lanjutnya. Timnas U-16 akan tampil di putaran final Piala AFC U-16 yang rencananya akan berlangsung di Bahrain awal tahun 2021 mendatang. Garuda Muda tergabung di D bersama Jepang, Arab Saudi, dan China. Sebagai tambahan, Indonesia merupakan satu-satunya negara dari ASEAN yang tampil pada salah satu turnamen usia muda Asia bergengsi ini dan tergabung di grup D bersama Jepang, Arab Saudi dan Tiongkok.

Kemenpora Optimis Persiapan Stadion Untuk Piala Dunia U-20 Akan Tepat Waktu

Kemenpora Optimis Persiapan Stadion Untuk Piala Dunia U-20 Akan Tepat Waktu

Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yang rencananya akan berlangsung pada bulan Mei mendatang. Berbagai persiapan pun telah dilakukan jelang event dua tahunan itu. Salah satunya yaitu pembangunan dan renovasi fasilitas yang digunakan, dari mulai pembenahan stadion yang bakal menjadi venue, hingga perbaikan lapangan untuk latihan tim. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia rutin meninjau untuk memastikan venue rampung tepat waktu. Setelah beberapa waktu lalu Menpora Zainudin Amali menyambangi langsung beberapa kota yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, kali ini giliran Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, yang melakukan inspeksi. Ia menyambangi Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari yang berada di Solo, Rabu (3/12/2020). Dalam hasil pantauannya, Gatot menilai puas dengan progres pengerjaan dari Kementerian PUPR. “Kami sangat puas dan mengapresiasi, dengan pihak Kementerian PUPR bersama dengan kontraktor yang mendapatkan kepercayaan untuk melakukan renovasi di beberapa stadion utama dan stadion pendukung di beberapa kota. Di Kota Solo ini Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari,” ujar Gatot, dilansir dari laman resmi Kemenpora. Tak hanya menilai puas, ia juga optimistis pengerjaan bakal selesai tepat waktu. Sesuai dengan target yang pernah disampaikan oleh Kementerian PU PR saat penandatanganan kontrak dan kick off renovasi stadion dan lapangan sepakbola, baru-baru ini. Renovasi pembangunan venue Piala Dunia U-20 ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan. “Dalam Kepres Piala Dunia penanggung jawab masalah infrastruktur adalah Menteri PUPR. Infrastruktur akan selesai di bulan April 2021. Sejauh ini kami optimis untuk itu,” ujarnya. Gatot lantas menjelaskan setelah venue rampung nantinya akan dilakukan uji coba lebih dulu. Dengan begitu jika ada kekurangan bisa diantisipasi sebelum digunakan untuk acara sebenarnya. “Semisal April selesai, maka di bukan itu digunakan oleh klub dari sini, entah Persis atau yang lainnya, karena tidak bisa dinyatakan selesai tanpa adanya percobaan terlebih dahulu,” dia menjelaskan. “Jadi seumpama sudah ada yang pakai dan masih ada kekurangan itu masih dalam masa pemiliharaan. Sama dengan infrastruktur PON di Papua. Venuenya disana sudah selesai dan dinyatakan hingga 6 bulan kedepan sebagai masa percobaannya,” Gatot menegaskan. Sementara itu, ajang Piala Dunia U-20 direncanakan terselenggara di Indonesia pada 20 Mei-12 Juni 2021 dan akan menggunakan enam stadion yakni Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion I Wayan Dipta (Bali).

Melalui Jirex’s Football Academy, Kementerian Perdagangan Bina Talenta Muda Sepak Bola

Melalui Jirex's Football Academy, Kementerian Perdagangan Bina Talenta Muda Sepak Bola

Jirex’s Football Academy Indonesia yang merupakaan binaan dari Kementerian Perdagangan hadir sebagai wadah pembinaan dan mengembangkan potensi anak-anak daerah yang berprestasi di sepak bola, guna mewujudkan mimpinya menjadi pemain profesional. Akademi sepak bola yang dibentuk pada 6 Januari 2019 lalu ini mengakomodir anak-anak daerah yang potensial, yang kurang terakomodir untuk bersaing di nasional. Mereka akan dibina secara profesional dan masuk program reguler. Tentu dengan fasilitas yang tergolong bagus dan lengkap. Usia yang dibina mulai dari anak kelahiran tahun 2006, 2007 dan 2008. Bagi anak-anak yang lolos ke akademi ini akan tinggal di dalam mes. Selain latihan (termasuk gym), sekolah anak-anak pun diperhatikan. Selain itu, anak-anak tidak hanya diasah bakat sepak bola, mereka juga akan diperhatikan dari sisi karakter. Harapannya, para anak-anak ini tidak hanya berbakat di lapangan saja melainkan di luar lapangan juga memiliki karakter yang baik. “Senin mereka latihan sore, Selasa latihannya pagi dan sore, hari Rabu mereka renang, hari Kamis latihan pagi dan sore, di Jumat, mereka akan Gym, Sabtu ada latihan pagi dan sore, sedangkan Minggu ada game, baik itu ikut turnamen, trofeo dll,” ujar Yendra Gandi selaku ketua Jirex’s Football Academy Indonesia, yang juga ASN di Kementerian Perdagangan, dilansir dari Tribun News. Ingin memberikan sumbangsih bagi negara di bidang sepak bola, akademi ini pun ketat dalam mengontrol anak khususnya berkaitan dengan sosial media. Di dalam mes tim, aturan belajar, berlatih pun telah tertata. Anak-anak hanya memegang handphone saat jam belajar baik pagi dan malam. “Di mes, kala pagi anak-anak latihan, kemudian belajar. Disini kami mengizinkan mereka menggunakan Handphone karena belajar saat ini kan sistem online. Setelah belajar usai, handphone kami kumpulkan. Sore kami salat berjamaah. Malam kami makan bersama dan baca Alquran bagi agama muslim, setelahnya kami memberikan handphone guna mereka belajar online, lalu akan kami kumpulkan jam 21.00 WIB,” ucapnya. Etika seorang atlet pun diajarkan kepada anak-anak. Karakter seorang atlet, baik disiplin dan sikap menjadi program utama di akademi ini sebelum masuk ke tahap teknik dan taktikal. Saat ini, dalam tim reguler berisikan 18 pemain yang berasal dari daerah Surabaya, Sidoarjo, Yogyakarta, Bengkulu, Sumatera Barat dan Riau.

Sukses Digelar, Program Kemenpora RI ‘Main Bola Yuk’ Dibanjiri Peserta

Sukses Digelar, Program Kemenpora RI 'Main Bola Yuk' Dibanjiri Peserta

Sebanyak 310 anak-anak mengikuti kegiatan “Main Bola Yuk” yang merupakan program Kemenpora RI dan Youth Fun Juggling Competition di Ballroom Grand Artos Hotel Magelang, Jawa Tengah, Minggu (29/11). “Main Bola Yuk” menurut Menpora RI, Zainudin Amali, program ini merupakan bagian dari program untuk memberikan semangat kepada pemain usia dini. Program ini menjadi perhatian dan fokus pemerintah bersama PSSI dan seluruh stakeholder sepakbola Indonesia dalam rangka meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia menuju pentas dunia. Selain itu, “Main Bola Yuk” juga merupakan salah satu bentuk respon dari Instruksi Presiden (Inpres) No.3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional. “Tak cukup hanya slogan saja. Melalui program tersebut para pemain usia dini pun akan berkompetisi melalui Youth Fun Junggling Competition untuk menarik minat dan mencari bakat anak-anak muda Indonesia di sepak bola,” ujarnya dari laman resmi kemenpora.go.id, Senin (30/11). Menpora RI berharap, persepakbolaan nasional akan mendapatkan dukung secara penuh dari masyarakat. “Itulah tujuan Kemenpora RI melaksanakan Youth Fun Juggling Competition. Penyelengaraan ini kami gelar di 36 Kota dan Kabupaten. Khususnya daerah yang sepakbolanya sedang bergairah. Tidak menutup kemungkinan, ke depan di tempat lain juga akan kita gelar program semacam ini,” tambah Menpora RI. Sementara itu, kegiatan ini bagi Kabupaten Magelang dianggap sebagai sarana mencari bibit unggul pemain sepakbola usia dini. Lebih lanjut, Kadisparpora Magelang, Iwan Sutiarso, berharap jika nantinya akan bermunculan pesepakbola berprestasi asal Magelang seperti Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa. “Terima kasih kepada Kemenpora RI. Kesempatan ini luar biasa, dari sekian banyak kabupaten/kota, Magelang terpilih menjadi salah satunya. Kegiatan ini merupakan bagian untuk mencari bibit unggul pemain sepak bola usia dini,” ujar Iwan Sutiarso saat membuka acara ‘Main Bola Yuk’. “Semoga adik-adik peserta semua juga bisa menjadi seperti Bagus, Bagas bahkan bisa lebih hingga ke tingkat internasional, semua butuh proses panjang dari usia dini, kami apresiasi kegiatan seperti ini. Ini juga sebagai adaptasi baru cara berlatih di tengah pandemi,” tutur Iwan menambahkan. Mantan pemain PSIS Semarang, M. Irfan, yang turut hadir juga mengapresiasi upaya Kemenpora menggelar acara ‘Main Bola Yuk’ dan Youth Fun Juggling Competition ini. “Kemenpora luar biasa menggelar kegiatan ini sebagai dasar pembinaan atlet usia dini. Dan merupakan sejarah membangun enam stadion untuk mendongkrak prestasi sepak bola nasional menuju pentas dunia,” ujar pria yang saat ini juga menjadi pelatih PON Jateng ini. “Fase grassroad seperti ini (pengenalan bakat, penemuan bakat, pembentukan bakat dan penetrasian bakat) bagus sekali dan harus ditaati dengan sesuai kurikulum yang baik. Makanya lisensi pelatih itu penting untuk melakukan pengembangan agar tidak sembarangan. Persepsinya untuk anak-anak usia 16 tahun kebawah ini adalah pengembangan, jangan ada tekanan, karena mereka akan berkreasi dengan sendirinya. Tetapi, harus tetap ditetapkan mental pemenang, kejujuran, patuh dan hormat kepada pelatih, guru dan orang tua,” terangnya. Sedangkan Ketua Askab PSSI Magelang, Rohman Rokhim, merasa bangga dan apresiasi kepada Kemenpora atas acara ‘Main Bola Yuk’ dan Youth Fun Juggling Competition yang digelar di Magelang. “Kegiatan ini menambah semangat dan motivasi kepada kami dan memberikan semangat kepada anak-anak bermain sepak bola. Semoga Kemenpora akan lebih banyak menggelar acara seperti ini, terlebih ada kompetisi yang sebenarnya maka anak-anak akan lebih semangat menggelorakan sepak bola ini,” jelasnya. Kegiatan ini diikuti peserta dengan usia 12-16 tahun dari 14 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Magelang. Karena adanya dampak Pandemi Covid-19, maka hanya ada 30 peserta yang mengikuti secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, sementara 280 peserta lainnya mengikuti secara virtual. Anugrah Rizky dari SSB Indonesia Muda berhasil menjadi pemenang usai melakukan jugling selama 2 menit 13 detik. Pemenang akan mendapat hadiah berupa jersey resmi Tim Nasional Sepak Bola Indonesia.

Sempat “Tarik-Ulur”, Barito Putera Izinkan Bagus ke FC Utrecht

Usai "Tarik-Ulur", Barito Putera Izinkan Bagus ke FC Utrecht

Polemik antara Barito Putera dengan Bagus Kahfi terkait kepindahan sang pemain ke klub Belanda, FC Utrecht, akhirnya menemukan “titik terang”. Pihak Barito menyatakan pihaknya sudah melepas Bagus ke FC Utrecht. Hal ini diutarakan langsung oleh pemilik Barito Putera, Hasnuryadi Sulaeman, saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan Bagus Kahfi di kawasan Kebayoran, Jakarta, pada Selasa (1/2/2020) malam. Hasnur menegaskan Barito sudah mengirimkan surat resmi ke FC Utrecht. “Kami sudah bersurat ke Utrecht semoga secepatnya karena ini juga untuk menangani cederanya bukan untuk bermain tapi buat tangani itu,” ucap Hasnur. Hasnur menegaskan, Barito akan menepati janji awalnya, yakni selalu mendukung pemainnya yang hendak bermain di luar negeri. Terlebih dengan bermain di Eropa bisa membawa perubahan untuk Bagus dan juga untuk Timnas Indonesia nantinya. “Bagus sebelumnya sudah silahtuhrami ke Banjarmasin terus kami minta waktu, kemarin trial dia merasa sudah cocok,” beber Hasnur. “Barito putera mendukung dan InsyAllah memberikan yang terbaik untuk karier Bagus bergabung dengan Utrecht semoga berkah dan membawa kebaikan untuk timnas indonesia,” pungkas Hasnur. Sementara itu, PSSI yang diwakili oleh Mochamad Iriawan mengaku mengapresiasi keputusan yang diambil oleh Barito Putera. Tentu PSSI selaku Federasi Sepak bola Tertinggi di Indonesia sangat mendukung keputusan Barito Putera. “Terima kasih dari PSSI kepada Barito Putera yang sudah membesarkan Bagus selama ini dan membikin klub Eropa tertarik untuk mengambilnya. Kami mendukung Bagus Kahfi berkarier di Eropa,” kata Iriawan. “Keikhlasan beliau (Hasnuryadi Sulaiman) luar biasa dan saya angkat topi. Ini tentu menjadi tauladan bagi tim yang lain. Untuk Bagus, kami berharap ia terus bersemangat, kerja keras dan selalu bermain maksimal. Dan saat panggilan ke timnas Indonesia ia harus kembali,” tambah Iriawan. Sebelumnya, FC Utrecht telah memberikan tawaran hingga Jumat (27/11/2020) kepada Barito Putera untuk melepas Bagus Kahfi. Namun, tim asal Banjarmasin itu belum bisa melepas Bagus. Rencana proses perpindahan ini dibantu oleh Mola TV. Seperti diketahui, Mola TV bekerja sama dengan PSSI membuat program Garuda Select untuk memberikan pelatihan terbaik kepada pemain Indonesia di Inggris selama enam bulan. Biodata: Nama: Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri Tanggal Lahir: 16 Januari 2002 Tempat Lahir: Magelang Posisi: Pemain Depan Prestasi: Top Skor Piala Soeratin U-15 (2017) Top Skor Piala AFF U16 (2018) Fun Fact: Bagus Kahfi memiliki saudara kembar yang juga merupakan seorang pesepakbola bernama Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi. Keduanya lahir pada tanggal dan tempat yang sama. Bagus merupakan kakak dari Bagas. Bagas dan Bagus secara fisik punya kemiripan yang identik. Namun, bila diamati lebih seksama, postur tubuh Bagas lebih tinggi daripada Bagus. Bagas juga memiliki codet bekas luka jahitan di bawah mata.

Tolak Panggilan Timnas Indonesia, Pemain Ini Ingin Fokus ke Timnas Belanda

Tolak Panggilan Timnas Indonesia, Pemain Ini Ingin Fokus ke Timnas Belanda

PSSI sebagai induk sepak bola tertinggi di Indonesia memang tengah gencar mencari pemain keturunan Indonesia yang tengah berkarier di luar negeri. Nama-nama seperti Elkan Baggot dan Jack Brown yang sudah masuk dalam daftar pemain timnas U-19 Indonesia merupakan contoh sukses proses naturalisasi yang dilakukan PSSI. Namun, tak semua pemain “mau” menerima panggilan dari PSSI. Salah satu pemain keturunan Indonesia menolak panggilan PSSI untuk memperkuat Timnas U-19 adalah Jayden Oosterwolde dari klub FC Twente. Kabarnya ia akan dipanggil Timnas Belanda sehingga menolak panggilan Indonesia. Jayden yang berposisi sebagai bek kiri tersebut, merupakan salah satu incaran utama dari Shin Tae-yong untuk memperkuat skuatnya. “Sementara kan masih ada sembilan pemain (keturunan), satu sudah dipastikan tidak bisa. Satu yang tidak bisa itu dipakai Timnas Belanda, Jayden bek kiri Twente. Dia lebih pilih ke Belanda, padahal Shin mau banget sama dia,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi, dilansir dari Detik Sport. Dengan begitu, kini tersisa enam dari sembilan pemain keturunan yang tersedia untuk dicoba kemampuannya bersama Timnas Indonesia U-19. Dua di antaranya, yakni Mahessa bersaudara, sudah dicoba pada penghujung Pemusatan Latihan Timnas U-19 di Kroasia pada akhir Oktober lalu. Dari tujuh pemain keturunan tersisa, Jayden Oosterwolde termasuk salah satunya. Selain Jayden, mayoritas pemain keturunan tersisa yang akan dicoba berasal dari Belanda juga. Mereka akan dicoba dalam Pemusatan Latihan (TC) lanjutan yang kemungkinan besar akan digelar di Spanyol. “Mudah-mudahan (pemain keturunan) yang dari Belanda bisa masuk ke Spanyol, Shin (Tae-yong – pelatih timnas) kan inginnya bisa lihat langsung, tatap muka,” lanjut Yunus Nusi. Jayden juga punya darah Suriname sehingga pemain 19 tahun itu bisa memperkuat tiga negara. Laporan menyebut ia sudah mantap memilih Timnas Belanda. Pemain kelahiran Zwolle, Belanda, itu baru mencuat di tim senior Twente mulai musim 2020/2021. Total ia kini telah memperkuat Twente sebanyak sembilan kali di Eredivisie.

Setelah EPA dan Akademi, PSS Sleman Berencana Kembangkan SSB

Setelah EPA dan Akademi, PSS Sleman Berencana Kembangkan SSB

PSS Sleman semakin menaruh perhatian khusus terhadap pembinaan talenta-talenta pesepak bola muda Indonesia melalui Development Center-nya. Sebelumnya, Development Center PSS telah merintis Elite Pro Academy (EPA) yang sudah tampil di Liga 1 berbagai level usia pada 2019. Setelah itu, PSS juga sudah gencar melakukan pembinaan usia muda melalui akademi klub. Ke depannya, klub yang bermarkas di Stadion Maguwaharjo ini juga berencana mengembangkan soccer school atau sekolah sepak bola (SSB). Hal tersebut diutarakan oleh Guntur Cahyo Utomo selaku Kepala Development Center PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Jum’at (27/11/2020). “Di Development Center PSS ini ada tiga program yang kaitannya langsung dengan pengembangan pemain,” ujarnya, dilansir dari Detik Sport. Kemudian apa perbedaan dari EPA, akademi klub, dan SSB di PSS Sleman? Menurut Guntur, soccer school atau SSB diperuntukkan bagi anak-anak yang ingin mengenal sepak bola. Terutama bagi anak-anak yang ingin merasakan latihan ala PSS. “Tujuan pertama tetap memfasilitasi lebih banyak anak untuk merasakan metodologi PSS Sleman. Merasakan bagaimana berlatih lalu berproses dengan pengelolaan yang jauh lebih intensif,” jelasnya. Sementara EPA merupakan atlet-atlet yang memang dinilai memiliki potensi cukup besar untuk bisa dikembangkan ke level permainan yang lebih tinggi. “Jadi ini memang hasil seleksi, hasil rekomendasi, serta banyak hal yang kami lakukan. Kami berharap ke depan bisa mendapatkan talenta-talenta top yang memang bagus di sepak bola. Mereka bisa kami tingkatkan dengan cepat agar dapat bergerak lebih cepat ke level top,” kata Guntur. Berbeda dengan EPA, akademi klub lebih fokus mematangkan potensi talenta muda untuk memulai karier profesional. “Di layer kedua ada akademi. Di pembinaan sepak bola itu ada yang namanya late developer, jadi perkembangan anak-anak yang relatif lambat. Di masa mudanya mereka tidak begitu terlihat, cenderung diragukan apakah bisa mencapai level top atau tidak,” kata Guntur. “Tujuan akademi ini salah satunya adalah memfasilitasi talent-talent yang seperti itu. Sudah tampak potensinya, tetapi belum maksimal. Masih harus menunggu satu dua tahun untuk mencapai titik optimal mereka dalam berkembang. Mereka ini yang juga harus dipelihara karena seringkali bakatnya sangat bagus tetapi belum begitu tampak,” lanjutnya. Namun, Guntur menjelaskan jika SSB ini masih embrio. Pihaknya baru mematangkan semua persiapannya karena direncanakan untuk jangka panjang. “Jadi soccer school ini masih embrio, mungkin belum akan berjalan tahun ini atau tahun depan, tetapi untuk jangka panjang,” ucapnya. Mekanismenya, yaitu pihaknya akan mengelola SSB secara sistematis. Sehingga SSB bisa tertata dan profesional. “Saya tidak mengatakan bahwa teman-teman di SSB tidak sistematis, bukan. Tetapi, kami memperkenalkan metodologi, memperkenalkan cara berlatih, memperkenalkan cara bermain sesuai dengan apa yang kami yakini benar,” tegasnya.

Selangkah Lagi Brylian Aldama Gabung Klub Eropa

Selangkah Lagi Brylian Aldama Gabung Klub Eropa

Pemain Timnas Indonesia U-19, Brylian Aldama, selangkah lagi akan mewujudkan mimpinya untuk bermain di Eropa. Pemain berusia 18 tahun itu bakal bergabung dengan klub Kroasia, HNK Rijeka. Ketertarikan HNK Rijeka kepada Brylian Aldama bermula dari rekomendasi Garuda Select. Direktur teknik Dennis Wise mempromosikan potensi sang gelandang kepada klub asal Kroasia tersebut. Bak gayung bersambut, tawaran itu disambut oleh Rijeka yang tertarik dengan kemampuan Brylian. Pemain kelahiran Surabaya itu punya kesempatan dikontrak selama 18 bulan. “Brylian Aldama sudah mendapatkan undangan dari klub Kroasia. Kami sudah mendapatkan klub untuk dia yaitu HNK Rijeka,” kata perwakilan Mola TV sekaligus penggagas Garuda Select, Mirwan Suwarso, dilansir dari Detik Sport. “Brylian tinggal menunggu dokumen resminya saja, seperti visa dan paspor pemain dari PSSI. Lalu dia berangkat ke Kroasia. Dia akan bergabung dengan tim U-23 HNK Rijeka,” ujarnya menjelaskan. Datangnya tawaran dari Rijeka bukan hal yang tiba-tiba datang. Pihak Mola TV gencar mempromosikan pemain-pemain Indonesia hasil didikan Garuda Select ke klub-klub Eropa. Brylian Aldama salah satunya. Dennis Wise yang menjabat Direktur Sepakbola Garuda Select kerap turun langsung bernegosiasi dengan klub. Maklum, statusnya sebagai legenda Chelsea bisa membuat klub-klub Eropa percaya dengan pemain yang dipasarkan Mola TV. “Kami carikan satu klub yang berjanji mengembangkan pemainnya. Artinya, kalau mereka berjanji mengembangkan, berarti mereka rela melepaskan satu slot pemain non-Uni Eropa,” tutur Mirwan. “Kebetulan pelatih mereka juga sudah berbicara dengan Dennis Wise untuk memberikan kesempatan buat Brylian Aldama. Harusnya begitu dokumennya beres, dia langsung berangkat. Secepatnya dia akan ke sana. Dia sudah ditunggu. Tinggal menunggu visa dan paspor pemain dari PSSI,” ucapnya. Jika terealisasi, Brylian Aldama akan menyusul Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman yang sudah lebih dulu bergabung ke klub Eropa. Egy tercatat sebagai pemain Lechia Gdansk di Polandia sementara Witan direkrut Radnik Surdulica di Serbia. Saat ini, Brylian Aldama masih mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-19. Dia berstatus tanpa klub setelah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan Persebaya U-20. Biodata: Nama Lengkap: Brylian Negietha Dwiki Aldama Tanggal Lahir: 23 Februari 2002 Tempat Lahir: Surabaya Tinggi/Berat: 171 cm/54 kg Posisi: Pemain Tengah Debut Timnas Indonesia: 21 Mei 2017 Bersama Indonesia U-17 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 21 Mei 2017 dalam Laga Persahabatan melawan Filipina U-17.

Indisipliner, Shin Tae-yong Kembali Coret Dua Pemain Timnas U-19 Indonesia

Indisipliner, Shin Tae-yong Kembali Coret Dua Pemain Timnas U-19 Indonesia

Pelatih Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19, Shin Tae-yong kembali memperlihatkan sikap tegasnya dengan memulangkan dua pemain dari pemusatan latihan (TC) timnas U-19 Indonesia. Kedua pemain ini disebut melakukan tindakan indisipliner yang berat. Dua pemain tim nasional Indonesia U-19 yakni Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian resmi dipulangkan dari pemusatan latihan (TC) timnas U-19 di Jakarta mulai Senin (23/11/2020). “Dua pemain yakni Serdy dan Yudha telah melakukan tindakan indisipliner yang berat. Untuk itu, kami langsung memulangkan mereka,” kata pelatih timnas U-19, Shin Tae-yong, dilansir dari laman resmi PSSI. Khusus untuk Serdy, ini adalah pemulangan yang kedua yang menimpa dirinya. Sebelumnya pemain kelahiran 29 Desember 2002 tersebut pernah dipulangkan saat TC timnas U-19 bulan Agustus lalu. Ia dipulangkan tepat beberapa jam sebelum berangkat ke Kroasia. Sementara itu, tindakan tegas dari pelatih asal Korea Selatan tersebut didukung penuh oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Mochamad Iriawan menegaskan bahwa tak ada tempat untuk para pemain yang suka melanggar aturan ataupun indisipliner di timnas U-19 Indonesia. Bahkan dengan sikap yang ditunjukan Shin Tae-yong tersebut diharapkan para pemain bisa lebih serius. “Tidak ada tempat di timnas U-19 Indonesia bagi pemain yang melakukan Indisipliner,” ujar Iriawan. Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut juga menegaskan bahwa sebagai pemain harus serius menjalani kegiatan di timnas U-19 Indonesia. Hal itu karena kegiatan skuad Garuda Nusantara dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Tentu saja hal itu tanggung jawab besar untuk para pemain. “Uang yang digunakan ini dari rakyat. Jadi seluruh pemain harus serius. Jangan main-main. Kalau main-main pasti dicoret, contohnya yang menimpa dua pemain tersebut,” tuturnya. Senada, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, juga setuju apabila pemain memang harus disiplin. Menurutnya dengan disiplin akan menjadi kunci sukses untuk bisa membangun sebuat tim. “Dengan disiplin yang kuat, untuk menuju prestasi akan lebih mudah ketimbang pemain yang suka indisipliner,” ucap Indra Sjafri. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi pelanggaran apa yang dilakukan oleh Serdy dan Yudha. Shin Tae-yong memang dikenal sebagai pelatih paling disiplin yang pernah melatih timnas Indonesia. Di awal kedatangannya, Shin Tae-yong langsung menerapkan banyak peraturan yang sebelumnya jarang dilakukan di tim Garuda. Tim Nasional Sepak Bola Indnonesia U-19 sendiri saat ini tengah digembleng untuk  menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar awal 2021 mendatang. Selain itu Garuda Muda juga akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah.

Jelang Porprov, Kabupaten Beltim Gelar Seleksi Atlet Futsal

Jelang Porprov, Kabupaten Beltim Gelar Seleksi Atlet Futsal

Kabupaten Belitung Timur (Beltim) telah melakukan seleksi untuk calon atlet futsal yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi VI di Bangka Barat 2022 mendatang. Dari seleksi tersebut, terpilih 18 orang yang merupakan hasil seleksi saat turnamen futsal divisi II, divisi I dan utama beberapa waktu lalu. Lebih lanjut, 18 atlet terpilih tersebut merupakan hasil pemilihan dari dua Pelatih Tim Nasional Futsal U-20 Indonesia, Ade Lesmana dan Wahyu Kocoy. Bahkan selama dua hari, para pelatih ini memberikan pelatihan teknis baik teori maupun praktek. Ketua Pengurus Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Beltim Heri Susanto mengatakan mayoritas materi pemain futsal Porprov berusia muda. Atlet futsal yang terpilih merupakan pemain kelahiran tahun 2001 hingga 2005. “Awalnya kita pilih dan pelatih lokal 50 orang pemain, kemudian diambil hanya 27. Yang sisa 18 ini merupakan hasil pilihan dari coach Ade dan Coach Wahyu, kita tidak turut campur,” ungkap Heri, dilansir dari Kumparan. Seluruh pemain terpilih akan mulai diikutan dalam latihan insentif untuk persiapan Porprov. Latihan fisik dan teknik akan berlangsung hingga jelang Porprov 2022 mendatang. “Dibandingkan 3 tahun lalu saat persiapan Porprov 2018, kita agak susah cari pemain. Namun saat ini dengan liga futsal yang terus bergulir kita punya banyak pemain berbakat,” kata Heri. Saat Porprov V tahun 2018 di Bangka Tengah, tim futsal Kabupaten Beltim hanya mampu berada di peringkat ke 4. Namun untuk Porpov 2022 mendatang, Heri optimis tim futsal Kabupaten Beltim mampu minimal masuk babak final. “Saya rasa tim kita akan ikut Porprov nanti dengan lebih meyakinkan. Target kita final, dan Insyallah emas,” ujar Heri.

Ini Calon Lawan Timnas U-19 di Korea Selatan

Ini Calon Lawan Timnas U-19 di Korea Selatan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 saat ini tengah mempersiapkan diri jelang pemusatan latihan (TC) kembali. Belum diketahui secara pasti di mana Bagas Kaffa dan kawan-kawan akan menjalani TC. Namun, beredar kabar jika Timnas Indonesia bakal menjalani TC di Negara Gingseng. Kabar tersebut disampaikan oleh salah satu media Korea Selatan, Yeongnam. Rencanannya, Garuda Muda bakal menggelar TC di Kota Daegu, yang dikenal sebagai kota industri di Korea Selatan. Dari pihak Kota Daegu menjelaskan bahwa salah satu staf Timnas Indonesia telah mencari akomodasi hingga yang lainnya dari Kamis, 12 November lalu. Rencananya sebanyak 50 orang dari 30 pemain dan 20 staf pendamping itu akan datang ke Korea Selatan pada 25 November mendatang. Setelah itu rombongan Timnas Indonesia akan menjalani karantina selama 15 hari dan memulai latihan perdana pada 10 Desember 2020. TC yang dijadwalkan bakal berakhir Januari 2021 itu juga memiliki agenda uji coba yang telah disiapkan oleh Shin Tae-yong. Dalam kabar tersebut, disebutkan bahwa Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan persahabatan dengan tim Divisi 2 Daegu FC selama masa latihan yang berlangsung hingga akhir Januari 2021. “Selain itu, mereka merencanakan pertandingan persahabatan dengan tim sepak bola Universitas Yeungnam, Universitas Daegu, dan Universitas Gyeongil,” tulis media Yeongnam. Selain sederet jadwal uji coba yang berlangsung hingga akhir Januari 2021 nanti, Shin Tae-yong juga telah menyiapkan program latihan juga untuk para anak asuhnya. Penguatan fisik hingga semangat kompetitif dalam setiap pertandingan ditekankan pada TC lanjutan di Korea Selatan nantinya. Sementara itu, Garuda Muda sudah berkumpul di Jakarta sejak Jumat (13/11/2020) lalu di Hotel Fairmont. Kemudian pada hari Senin (17/11/2020) mereka telah menjalani latihan perdana di Stadion Madya, Jakarta. Pada latihan perdana ini, pelatih Shin Tae-yong memantau anak asuhnya secara virtual. TC di Jakarta ini berlangsung hingga 23 November 2020 mendatang. Timnas Indonesia memiliki agenda cukup padat di tahun 2021. Mereka tengah dipersiapkan untuk menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar bulan Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Selain itu, Garuda Muda akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah.

Shin Tae-yong Panggil 38 Pemain Ikuti TC Timnas U-19 di Jakarta

Shin Tae-yong Panggil 38 Pemain Ikuti TC Timnas U-19 di Jakarta

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali menggelar pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada 13-23 November 2020. Pelatih Shin Tae-yong memanggil 38 nama untuk mengikuti pemusatan latihan tersebut. Skuat Garuda Nusantara akan menjalani latihan di Stadion Madya, Jakarta. David Maulana dan kawan-kawan mulai berkumpul pada Jumat (13/11/2020). Sebelum TC di Jakarta, timnas U-19 menjalani virtual home training sejak 5 November lalu. “Kami memanggil sebanyak 38 pemain untuk TC di Jakarta. Para pemain merupakan pemain yang ikut serta pada virtual home training yang sudah berjalan hampir dua pekan ini,” kata Shin Tae-yong seperti dikutip situs resmi PSSI, Jumat (13/11/2020). “Mereka akan memulai latihan di lapangan pada hari Senin (16/11/2020). Saya memantau latihan secara virtual karena masih berada di Korea Selatan. Di lapangan nanti dibantu tim pelatih dari Indonesia,” tambahnya. TC di Jakarta ini sebagai persiapan menghadapi Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar bulan Maret 2021 mendatang di Uzbekistan. Selain itu, Garuda Muda akan berlaga di ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah. Sementara itu, salah satu pemain yakni Syukran Arabia Samual sangat senang dipanggil pelatih Shin Tae-yong pada TC kali ini. “Ini menjadi pemanggilan pertama saya untuk timnas. Saya bertekad untuk bekerja keras dan tentu memberikan hal yang terbaik. Kesempatan ini sangat penting bagi karier saya,” kata Syukran. 38 Nama Pemain Timnas U-19 di TC Jakarta, 13 – 23 November 2020 Rizky Ridho (Persebaya Surabaya) Erlangga Setyo (Persib Bandung) Bagas Kaffa (Barito Putra) Beckham Putra (Persib Bandung) Mohammad Kanu (Babel United) M. Adi Satrio (PSMS Medan) Mochammad Supriadi (Persebaya Surabaya) Irfan Jauhari (Bali United) Pratama Arhan (PSIS Semarang) Braif Fatari (Persija Jakarta) Bayu M Fiqri (Persib Bandung) Khairul Imam Zakiri Yudha Febrian (Barito Putra) Saddam Gaffar (PSS Sleman) Muhammad Fadhil (Semen Padang) Irfan (Tiga Naga) Sandi Samosir (Persija Jakarta) Komang Tri (Bali United) Andre Oktaviansyah Komang Teguh (Borneo FC) Brylian Aldama David Maulana (Barito Putra) Jack Brown Yofandani Damai (PSIS Semarang) Moh. Bahril Fajar PSIS Semarang) Salman Alfarid (Persija Jakarta) Rendy Juliansyah Titan Agung Bagus (Arema FC) Kakang Rudianto (Persib Bandung) Alfrianto Nico (Persija Jakarta) Genta Alparedo (Semen Padang) Fajar fathur Rahman (Borneo FC) Risky Sudirman (Persija Jakarta) Hamsa Lestaluhu (Bhayangkara FC) Serdy Fano (Bhayangkara FC) Pualam Bahari (Borneo FC) Arya Gerryan (Borneo FC) Syukran Arabia

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

Inilah 21 Pemain yang Terpilih Masuk Tim Garuda Select Jilid Ketiga

PSSI akhirnya resmi mengumumkan 21 nama pemain yang terpilih masuk ke tim Garuda Select jilid ketiga. Mereka terpilih usai melewati proses pencarian bakat dan rangkaian seleksi yang dimulai 29 Oktober 2020 dan selesai pada Selasa 3 November 2020 lalu. Para pemain ini nantinya akan mengikuti pemusatan latihan secara intensif yang rencananya akan berlangsung di Inggris hingga Mei 2021. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI bersyukur kembali melaksanakan program Garuda Select di tengah situasi pandemi Covid-19. “Alhamdulillah program seleksi Garuda Select jilid ketiga yang dilakukan PSSI bersama Mola TV berjalan lancar. PSSI terus berkomitmen untuk pengembangan sepak bola usia muda di Tanah Air. Selamat kepada 21 pemain yang terpilih berangkat ke Inggris. Yang belum terpilih kami harap tetap bersemangat, jangan menyerah, terus berlatih dan kerja keras,” ujar Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. “Selama proses seleksi, para pemain berjuang keras dan memperlihatkan kemampuan terbaik di hadapan pelatih. Tentu hal ini bagus untuk perkembangan sepak bola Indonesia. PSSI berharap pemain yang terpilih untuk berangkat ke Inggris nantinya bisa menimba ilmu sebanyak mungkin serta menjadi pemain masa depan timnas Indonesia nantinya,” lanjut pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut. Para pemain yang mengikuti seleksi Garuda Select berasal dari kompetisi yang dilakukan PSSI sebelum pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut seperti Piala Soeratin U-15 dan rekomendasi klub-klub anggota Elite Pro Academy U-16. Selain itu ada dari hasil pantauan dari Dennis Wise serta tim pelatihnya. Sementara itu, Dennis Wise selaku Direktur Sepakbola Garuda Select telah melihat kemampuan semua peserta. Menurutnya, banyak yang harus dipertimbangkan untuk menentukan pemain yang akan masuk skuad di musim ketiga ini. “Tim pemandu bakat Garuda Select telah berkeliling ke berbagai daerah Indonesia untuk mencari bakat-bakat terbaik yang ada pada kompetisi Piala Soeratin dan kompetisi lain seperti Liga Topskor. Kami juga sudah melihat pemain-pemain yang dikirimkan oleh klub Elite Pro Academy Liga 1 U16. Indonesia memiliki banyak pemain potensial yang masih bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana menuntun mereka ke arah yang tepat,” kata Wise dalam rilis Mola TV. “Kami sudah melakukan seleksi dan akhirnya terpilih 21 pemain terbaik yang akan diberangkatkan ke Eropa. Inilah pemain terbaik hasil seleksi yang sudah kami pilih berdasarkan pengamatan kami selama di Indonesia. Mereka adalah pemain-pemain terbaik yang akan melakukan serangkaian pelatihan intensif dan akan melawan tim-tim usia muda terbaik di Inggris dan Eropa,” sambungnya. Garuda Select merupakan program akselerasi pengembangan bakat-bakat muda terbaik Indonesia. Tujuan utama program Garuda Select bukan untuk membentuk sebuah tim, tapi untuk menanamkan profesionalisme sehingga mereka bisa berkembang dalam dunia sepak bola profesional baik di dalam maupun di luar negeri. Di setiap musim, Garuda Select memilih bakat-bakat terbaik Indonesia untuk ditempa secara intensif di Eropa. Mengejar segala ketinggalan mereka baik dari sisi mental, fisik, teknik, atau pun taktik. Kriteria pemilihan bakat dilakukan berdasarkan penilaian atas potensi mereka untuk berkembang di masa depan, bukan berdasarkan kemampuan yang mereka tunjukkan sekarang. Selamat kepada Garuda Muda yang terpilih! Berikut nama-nama pemain Garuda Select Jilid Ketiga: Wahyu Agung Drajat Mulyono – ex Persebaya U16 Hokky Caraka – PSS U16 Frezy Al-Hudaifi – Astam I Gusti Made Rendi Sanjaya Putra – Persebaya U16 Muhammad Faqih Maulana – Tajimalela Noval Junior Iskandar – FASS Junior Krisna Sulistia Budianto – SSB Djarum Kudus Adre Arido Geovani – Bina Taruna Ridwan Ansori – Persib U16 Dustin Pratama Bramantio – Persela U16 I Putu Dipa Yogi Arta- Bali United Ridho Syuhada Putra – PSIS U16 Daniel Naa – Bhayangkara U16 Kakang Rudianto – Garuda Select II Rafli Asrul – Garuda Select II Fernando Pamungkas – Garuda Select II Edgar Amping – Garuda Select II Ibnu Murarak – Kalimantan Timur I Gede Aditya Juli Antara – Persebaya U16 Muhammad Faiz Maulana – Bina Taruna Roki – Gabsis Sambas

Dukung Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, PSSI-Kemenpora Rancang Database Statistik Pemain Muda

Dukung Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, PSSI-Kemenpora Rancang Database Statistik Pemain Muda

PSSI selaku induk sepak bola tanah air dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sepakat akan segera menyusun database yang berisi statistik para pemain muda sejak berada di tingkatan sekolah sepak bola (SSB) hingga nasional. Database itu nantinya akan digunakan untuk memantau pemain yang berpotensi sehingga bisa dilibatkan dalam berbagai program pengembangan bakat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dalam webinar yang berlangsung Rabu, 4 November 2020. “Database yang sedang kami benahi, dulu sudah ada tapi mungkin kelengkapan dan tempat penyimpanannya. Sekarang ada di deputi teknik (PSSI) sedang melakukan itu, sehingga kita bisa tahu sesuai data mulai dari Asprov pemain mana yang berpotensi,” ujar Iriawan. Iriawan mengatakan pencarian bakat melalui teknologi olahraga atau sport science harus mulai dilakukan demi memonitoring bakat-bakat yang ada di seluruh penjuru negeri. Nantinya dalam database tersebut segala statistik seperti jumlah menit bermain, gol, stamina, hingga statistik pemain lainnya bisa dilihat secara terbuka. Dengan begitu, tak sulit bagi PSSI untuk memberi kesempatan bergabung di program yang dimiliki. “Itu menjadi sorotan kita sehingga kita tinggal buka saja seperti di AFC atau FIFA. Kita bisa tahu pemain ini bermain berapa menit menggolkan berapa-berapa. Ini menjadi bahan kami untuk mencari pemain yang kita butuhkan,” pungkas Iriawan. Senada dengan Iriawan, Menpora Zainudin Amali menyebut database itu sesuai dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional. Dalam Inpres itu pemerintah melalui Kemenpora mendesain pembinaan sepak bola secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan. Namun kata dia, program ini harus terus berjalan meski terjadi perubahan rezim agar upaya yang dilakukan tak menjadi sia-sia. “Saya berharap nanti saatnya berganti pemerintahan, Menko ganti, Menpora ganti, pemerintahan berganti, program ini akan tetap berjalan,” kata dia. “Jangan lagi kita mengulangi apa yang terjadi pada masa lalu. Kalau itu terus terjadi, kita tidak akan mungkin dapat sistem pembinaan yang sistematis, berkesinambungan, berkelanjutan, dan berjangka panjang,” ujarnya menambahkan.