Demi Pembinaan Pemain Masa Depan, Robby Darwis Buka Akademi Sepakbola

Demi Pembinaan Pemain Masa Depan, Robby Darwis Buka Akademi Sepakbola

Legenda Persib Bandung, Robby Darwis, resmi membuka akademi sepakbola. Akademi ini diharapkan dapat memunculkan bibit-bibit baru pemain sepakbola berkualitas di Tanah Air, khususnya di daerah Jawa Barat. Akademi sepakbola yang dinamakan ‘Robby Darwis Football Academy’ ini dibuka di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) AD, Kota Cimahi. Tak tanggung-tanggung, akademi ini dipersiapkan untuk membina pemain muda dengan fasilitas yang lengkap. “Pokoknya dengan fasilitas ini jarang di Bandung, saya optimistis bisa memberi kontribusi yang bagus bagi pemain yang ingin maju dan mencari bibit-bibit untuk klub dan juga tim nasional,” kata Robby, Jumat (5/2), dilansir Republika.com. “Fasilitas lainnya, ada mes, masjid, lapangan indoor dan outdoor, menurut saya itu sudah cukup membuat akademi dan ada ruangan pertemuan untuk diskusi orang tua dan untuk belajar dari instruktur guna memperdalam pelatih-pelatih. Itu semua sudah dipersiapkan. Jadi semua yang menjadi syarat berdirinya akademi, saya rasa sudah cukup di Pusdikpom,” papar Robby Darwis. Diakui oleh Robby, akademi itu memang lebih fokus kepada fasilitas dulu, baik indoor maupun outdoor, agar para siswa, terutama yang masih bersekolah bisa merasa nyaman. Siswa yang dari luar Kota Cimahi dan Bandung bisa sekaligus bersekolah karena adanya kerjasama antara akademi dengan lembaga pendidikan. “Jadi kami bekerjasama dengan sekolah, baik SMP maupun SMA, hingga antar-jemputnya juga siap. Jadi akademi sepak bola yang kami buat ini tidak asal bikin,” jelas Robby. Mengenai pemilihan tempat akademi, yaitu kompleks Pusdikpom Cimahi, Robby mengatakan agar para siswanya bisa menjaga mental dan membangun karakter. “Nanti akan ada kedisiplinan dari Pusdikpom, yang mana untuk membangun mental itu bisa kuat dan memahami karakter sebagai pemain sepak bola,” ujar Robby. Robby membuka akademi ini untuk peserta kelompok usia 9-10 tahun dan 16-17 tahun. Setelah itu, kata dia, rencananya dibuat program berkelanjutan sehingga para peserta akademi bisa diteruskan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan lebih jauh. Untuk membantunya menjalankan akademi, Robby menggandeng sejumlah mantan pemain Persib Bandung. Beberapa di antaranya disebut Yudi Guntara, Asep Sumantri, Anwar Sanusi, Cecep Supriatna, serta Dede Iskandar. “Untuk pelatih, saya mengambil dari mantan Persib yang memang bisa bantu saya,” bebernya. “Mereka juga dengan senang hati ingin memajukan akademi dan membagi pengalaman bagi siswa di sini,” pungkas Robby.

Syahrian Abimanyu Resmi Perkuat Klub Australia

Syahrian Abimanyu Resmi Perkuat Klub Australia

Akhir pekan ini, media massa olahraga disibukkan dengan berita-berita kepindahan pemain antar klub. Tak terkecuali para pesepakbola asal Indonesia yang telah merampungkan proses kepindahan mereka. Salah satunya Syahrian Abimanyu yang telah resmi bergabung dengan klub Australia, Newcastle Jets. Abimanyu bergabung dengan status pinjaman dari klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT). Ia akan bertanding di kasta tertinggi Liga Australia yakni A-League hingga akhir musim ini. “Newcastle Jets dengan bangga mengumumkan kedatangan Syahrian Abimanyu dengan status pinjaman untuk musim 2020/21,” tulis pernyataan resmi Jets. Pemain berusia 21 tahun tersebut bergabung bersama Newcastle Jets sebagai bagian dari kebijakan JDT. Dalam klausul kontrak dengan JDT, Abimanyu disebut bakal dipinjamkan ke klub lain pada musim pertama untuk menambah jam terbang. Selain itu, karena slot pemain asing JDT sudah terisi penuh. Dengan bergabungnya Abimanyu, ia diharapkan bisa membantu Newcastle Jets bangkit di sisa musim. Sejauh ini, tim asal New South Wales itu sedang berada di urutan terbawah klasemen sementara A-League dengan 4 poin dari 6 laga. “Dia masih muda tapi memiliki teknik bermain yang dibutuhkan sebagai pemain bernaluri menyerang,” ujar Manajer Operasional Sepakbola untuk Newcastle Jets, Joel Griffiths. “Dia juga pemain yang tak egois. Mentalitas bermain di tim utama yang dimiliki olehnya membuat saya yakin dia akan langsung cocok dengan tim kami,” sambungnya. Saat ini, Syahrian Abimanyu sedang menjalani karantina di Sydney. Ia juga baru bisa bermain membela Newcastle Jets setelah bursa transfer Liga Australia dibuka pada 16 Februari mendatang. Berposisi sebagai gelandang, Abimanyu mengawali karir sepakbolanya bersama SSB Jaya Mandiri Bogor dan Jakarta Football Academy. Kemudian, pada tahun 2016, ia melanjutkan karir juniornya bersama klub La Liga, Spanyol, Levante. Pada tahun 2017, ia kembali ke Indonesia untuk merumput bersama Persija Jakarta. Usai dari Persija, Abimanyu memulai karir seniornya bersama Sriwijaya FC pada tahun 2018. Pada debutnya tersebut, Abimanyu tampil sebanyak 8 kali. Pada musim yang sama, Abimayu pindah ke Madura United usai mencatatkan 20 penampilan dalam dua musim di sana. Setelah dari Madura United, barulah ia mencoba peruntungan dengan bergabung bersama JDT. Di level tim nasional, Syahrian Abimanyu adalah langganan timnas sejak Timnas Indonesia U-16. Ia juga terdaftar dalam skuat Timnas Indonesia untuk SEA Games 2019 di Filipina. View this post on Instagram A post shared by newcastlejetsfc (@newcastlejetsfc)

Mengenakan Batik, Bagus Kahfi Resmi Diperkenalkan FC Utrecht

Mengenakan Batik, Bagus Kahfi Resmi Diperkenalkan FC Utrecht

FC Utrecht telah resmi memperkenalkan Bagus Kahfi sebagai pemain mereka pada Jumat (5/1/2021) sore WIB. Dalam perkenalannya tersebut, Bagus tampak mengenakan batik berwarna coklat-hitam sembari difoto dengan memegang kostum kebanggaan FC Utrecht. Bagus Kahfi akan bersama dengan klub yang bermarkas di Stadion Galgenwaard tersebut hingga pertengahan tahun 2022 dengan opsi perpanjang kontrak selama dua tahun.   Meski dikenalkan oleh akun tim utama, Bagus Kahfi tak akan langsung tampil bersama FC Utrecht senior. Dia akan lebih dahulu diasah performanya di Jong FC Utrecht, tim usia muda yang tampil di Jupiler League, atau kompetisi kasta kedua Liga Belanda. Nama Bagus Kahfi mulai santer dibicarakan pencinta sepak bola Indonesia sebagai bakat muda usai penampilannya di timnas Indonesia kategori U-16 dan U-19 besutan Fakhri Husaini. Kala berada di timnas Indonesia U-16, dia membawa skuad Garuda Muda juara Piala AFF U-18 tahun 2018. Kemudian pada timnas Indonesia U-19, nama Bagus Kahfi tercatat sebagai pemain tersubur di ajang Piala U-18 AFF tahun 2019. Kemampuan tersebut yang membuat Bagus mendapatkan pujian dari Direktur Teknik FC Utrecht, Jordy Zuidam. “Bagus itu pemain yang kreatif dan mempunyai kemampuan teknik, dengan dribble yang bagus,” kata Zuidam di situs resmi FC Utrecht. “Dia sudah terbukti di klub dan tim muda Indonesia bahwa dia mempunyai kemampuan mencetak gol. Untuk Bagus, melangkah dari Indonesia ke Eropa merupakan salah satu yang besar,” lanjutnya. “Oleh karena itu, kami akan memberinya kesempatan untuk melakukan aklimatisasi dengan tim U-18. Di sana dia bisa beradaptasi dan menyatu dengan program kami. Kami akan melakukan apapun yang kami bisa untuk bisa melakukan pengembangan lebih lanjut, Bagus bersama kami dan melihat kesempatan dari ini,” kata dia menambahkan. Bagus Kahfi menjadi segelintir pemain muda Indonesia yang berkarier di Benua Eropa seperti Egy Maulana Vikri (Lechia Gdanks/Polandia), Witan Sulaeman (FK Radnik Surdulica/Serbia), dan Brylian Aldama (HNK Rijeka/Kroasia). View this post on Instagram A post shared by FC Utrecht (@fc_utrecht)

Resmi! Asnawi Bela Ansan Greeners FC

Resmi! Asnawi Bela Ansan Greeners FC

Setelah kabar mengenai kepindahannya kian kencang, Asnawi Mangkualam Bahar akhirnya secara resmi telah dipinang oleh Ansan Greeners FC, klub K-League 2 di Korea Selatan. Asnawi telah mengucapkan salam perpisahan kepada PSM Makassar klub yang telah ia bela selama 4 tahun. Ia mengaku jika bermain di luar negeri merupakan cita-citanya sejak kecil. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa klub luar negeri yang menginginkannya. Namun, Ansan Greeners FC, lah, yang paling serius. Ketika kesempatan tersebut datang, ia pun seakan tidak mau melewatkannya begitu saja. Terlebih, PSM sangat mendukung keputusan Asnawi untuk bermain di luar negeri dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. “Karena memang impian saya sejak kecil bermain di luar negeri. Alhamdulillah baru sekarang mendapat tawaran bermain di luar,” kata Asnawi, dilansir dari Detik.com. “Saya sudah 4 tahun menunggu dan Alhamdulillah tahun ini bisa terwujud. Ada beberapa, sih, cuman yang lebih serius yah Ansan,” ujar pemain berusia 21 tahun tersebut. Bagi Asnawi, kiprahnya di kompetisi dalam negeri sejauh ini serasa kurang lengkap karena belum bisa mewujudkan impian masa kecil. “Karena prinsip saya percuma saya berprestasi di Indonesia tapi salah satu impian saya belum terwujud,” tegasnya. Dalam kesempatan berbeda sebelumnya, PSM Makassar yang menjadi klub Asnawi Mangkualam sebelum menuju Ansan Greeners FC sudah turut menyatakan harapannya agar pemain timnas Indonesia itu bisa unjuk gigi di Korea. “PSM Makassar dan Klub K-League 2 Ansan Greeners FC menyepakati melepas pemain Asnawi Mangkualam Bahar,” kata Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim saat dikonfirmasi, Jumat (29/1/2021). “Meski kontraknya masih tersisa semusim, PSM Makassar bersedia melepas demi pengembangan karier sang pemain. Apalagi di tengah situasi sepakbola dalam negeri yang tidak pasti,” tambahnya. “PSM Makassar berterimakasih atas dedikasi Asnawi dan mendoakannya sukses di Ansan Greneers FC, bisa mengharumkan nama PSM Makassar dan Indonesia. Semoga Ansaan Greneers terus meraih kesuksesan di masa-masa mendatang,” pungkas Sulaiman. Asnawi dikabarkan telah menandatangani kontrak berdurasi 1+1 pada tanggal 19 Januari lalu. Kabar kepindahannya pertama kali ditulis oleh KBS, sebuah media Korea Selatan beberapa waktu lalu. Ada fakta menarik dibalik kepindahan Asnawi. Rupanya ada peran pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dalam transfer itu. Shin Tae-yong rupanya memberi rekomendasi buat Asnawi Mangkualam, yang ia sebut sangat layak untuk bermain di kompetisi Korsel setelah beberapa kali melihat permainannya. “Pemain ini (Asnawi) nomor 1 di hati saya. Dia pemain yang tak akan saya sesali (untuk direkomendasikan),” kata Shin Tae-yong.

Kapolres Jayapura Beri Dukungan Kepada Atlet Timnas U-15 Asal Papua

Kapolres Jayapura Beri Dukungan Kepada Atlet Timnas U-15 Asal Papua

Papua menjadi daerah penyumbang pesepak bola penuh talenta dalam sejarah sepak bola di Indonesia. Banyak pemain yang akhirnya punya nama besar yang berasal dari provinsi paling timur di Indonesia ini. Regenerasi pesepakbola asal Papua pun terus berlangsung. Baru-baru ini, ada 9 wonderkid asal Papua yang tergabung di Timnas Indonesia U-15. Ke-9 pemain tersebut yaitu, Mikael Tata, Rhoben Pulanda, Sewori Aisoki, Marcello Buara, Kosmas Kamarka, Richardo Kaka Youwe, Donny Yoku, Desman Wakerkwa dan Adriano Manuri. Mereka diundangan untuk datang bersama orang tua masing-masing ke Command Centre Polres Jayapura dan dilanjutkan ke Stadion Lukas Enembe di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, untuk memenuhi panggilan dari Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon, Kamis, 28/01 pagi. Menurut Victor, undangan khusus ini sengaja dilakukan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para pemain yang akan kembali menempuh pendidikan umum dan sekolah sepak bola di Bandung Jawa Barat, usai liburan natal 2020. “Ini adalah momen yang tidak datang dua kali, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik. Tetap berkarya dan berjuang dengan membawa nama baik keluarga dan Papua pada umumnya,” kata Victor kepada 9 pemain sepak bola U-15 asal Papua. Victor meyakinkan ke-9 atlet muda asal Papua bahwa mereka tak salah jalan dengan membangun karakter yang baik sejak usia remaja. “Pintar saja tidak cukup jika tidak mempunyai karakter yang baik. Sebagai anak Papua harus maju, terus bersaing dengan hal – hal positif dan selalu berdoa. Jika masih ada yang kurang, masih ada yang salah, tetap harus berdoa,” Victor terus memberikan motivasi. Dirinya juga memberikan dukungan kepada orangtua pemain yangtetap berperan aktif untuk mengingatkan apa yang kurang maupun hal-hal positif yang harus dilakukan kepada anak-anaknya dalam berprestasi. Pertemuan yang dilakukan Kapolres Jayapura bersama ke-9 pemain sepak bola muda asal Papua bukan yang pertama kali. Tahun 2019 juga pernah dilakukan pertemuan kepada atlet sepak bola muda Papua sebelum berangkat mengikuti turnamen internasional Iber Cup Estoril di negara Portugal.

Peringati Hari Gizi Nasional, Persija Development Luncurkan Program Panduan Nutrisi Untuk Pemain Muda

Hari Gizi Nasional diperingati setiap tanggal 25 Januari. Pada tahun 2021 ini, peringatan Hari Gizi Nasional memasuki tahun yang ke-61. Guna memperingati Hari Gizi Nasional yang ke-61 ini, Persija Development meluncurkan Program Panduan Nutrisi untuk para pemain Persija khususnya para pemain muda mereka. Program tersebut merupakan inisiasi dari Persija Development untuk memandu para pemain terkait kebutuhan nutrisi dan gizinya sebagai seorang atlet sepak bola. Hal tersebut harus dilakukan agar para pemain mendapatkan asupan gizi yang ideal dari makanan yang mereka konsumsi. Apalagi sudah sejak dini, para pemain harus sudah dibiasakan untuk mengatur pola makannnya. “Performa maksimal dalam sepak bola membutuhan latihan berkualitas yang konsisten. Dukungan nutrisi menjadi hal penting yang wajib diperlihatkan,” ujar Heri Komarudin, Nutrisionis Persija Development, dilansir dari laman resmi Persija. “Pengaturan asupan makanan akan membantu atlet memenuhi kebutuhan energinya. Pola makan optimal adalah bagian dari proses latihan itu sendiri,” kata Heri. View this post on Instagram A post shared by Persija (@persija) Tidak hanya itu, dalam panduan tersebut dijelaskan hal-hal seputar asupan makanan yang dibutuhkan oleh seorang pesepak bola. Begitu juga contoh pola makan harian yang dijelaskan sangat detail dalam panduan tersebut. Hal ini dilakukan agar para pemain yang ada di Persija Development bisa menjalani hal tersebut dengan baik. “Dengan adanya panduan ini, harapannya dapat menjadi langkah awal untuk perubahan pola makan para pemain di Persija Development,” tutur dia. “Tidak hanya itu, dengan perubahan makan ini juga diharapkan bisa mewujudkan impian mereka menjadi pesepak bola profesional di kemudian hari,” pungkas Heri.

Tiga Garuda Muda di Eropa On Fire!

Tiga Bintang Timnas di Eropa On Fire!

Tiga pesepakbola muda Indonesia yang saat ini tengah merumput di Eropa sedang on fire. Ketiga pemain tersebut ialah Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman dan Elkan Baggott. Masing-masing pemain mendapat menit bermain dan berkontribusi besar dalam laga yang mereka mainkan bersama klubnya. Dimulai dari Egy Maulana Vikri yang akhirnya mencetak gol perdana di skuat utama Lechia Gdansk. Egy menjadi penyumbang 1 gol dan 1 assist dalam kemenangan telak Lechia Gdansk atas Olympia Grudziadz dengan skr 9-1 pada laga uji coba di Sopot, Selasa (19/1/2021). Tak mau kalah, Witan Sulaeman juga mencetak gol untuk timnya, FK Radnik Surdulica juga dalam partai uji coba. Witan Sulaeman mencetak gol untuk Radnik Surdulica dalam laga ujicoba melawan klub Rusia, FC Khimki di Antalya, Turki pada Rabu (20/1/2021) atau Kamis dini hari WIB. Pada laga yang berkesudahan 4-3 untuk kemenangan FC Khimki itu, Witan mencetak gol ketiga FK Radnik Surdulica pada menit ke-88. Sementara itu, pemain terakhir yang tengah on fire yakni Elkan Baggott. Tampil 90 menit bersama Ipswich Town U-23 dalam laga Professional Development League Two melawan Millwal, Senin (18/1/2021). Elkan tak hanya membantu timnya meraih 3 poin, melainkan mencatatkan cleansheet di kandang Millwall dengan skor 1-0. Tambahan tiga poin tersebut membuat Baggott dan rekan-rekannya berjaya di puncak klasemen Professional Development League Two. Mereka mengoleksi 23 poin dari 12 pertandingan, unggul tiga poin dari The Lions (Millwall FC) yang menempati peringkat kedua.

Pemain Muda Indonesia Banyak Dilirik, Giliran Asnawi Diincar Klub Korea Selatan

Pemain Muda Indonesia Banyak Dilirik, Giliran Asnawi Diincar Klub Korea Selatan

Beberapa waktu lalu, banyak pemain muda Indonesia yang mendapat kesempatan untuk berkarir di luar negeri. Seperti Bagus Kahfi (FC Utrecht), Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk), dan Witan Sulaeman (Radnik Surdulic). Kali ini giliran pemain PSM, Asnawi Mangkualam Bahar, yang dikabarkan segera bergabung ke klub Korea Selatan, Ansan Greeners. Ia dikabarkan bakal diikat kontrak selama setahun. Kabar mengenai perekrutan Asnawi ini diungkap oleh situs berita Negeri Ginseng, KBS. Lewat salah satu petingginya, Joo Chan-yong, Ansan Greeners FC mengungkapkan perekrutan bek berusia 21 tahun itu. “Pada tanggal 19, sudah diputuskan untuk mendatangkan pemain bertahan tim nasional Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar. Kontrak diatur dengan durasi 1 tahun (dengan opsi perpanjangan 1 tahun,” kata Chan-yong mengenai perekrutan Asnawi. Asnawi akan menjadi pemain Indonesia pertama yang memperkuat klub Korsel. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, rupanya memang sangat menyarankan pemain asal Makassar itu untuk bisa berkiprah di K-League. “Sebagai seorang pemain bertahan, dia merupakan pemain dengan determinasi dan semangat,” kata Shin Tae-yong di KBS. “Sebagai pemain yang menjanjikan, yang menembus Timnas dengan usianya di Indonesia, dia saat ini aktif bermain di Timnas U-23 dan Timnas senior. Dia beroperasi di sisi kanan pertahanan dan kemampuan bertahannya luar biasa dengan menempel pemain depan di hadapannya agar tak bisa menunjukkan kemampuannya dengan baik,” kata dia menambahkan lagi. Klub Asnawi saat ini yakni PSM telah memberi respons terkait rumor tersebut. Melalui Media Officer mereka, Sulaiman Abdul Karim, meski baru sekadar rumor, PSM mendukung Asnawi jika ingin berkarir di luar negeri. Apalagi pemain bertahan timnas Indonesia itu masih sangat muda dan kondisi sepakbola dalam negeri dinilainya masih tak pasti. “Kalau ada peluang untuk pengembangan karier pemain, ya itu bagus untuk pemain. PSM sendiri mendukung perkembangan pemain muda yang berkarier terutama untuk bermain di luar negeri, apalagi dengan kondisi sepakbola dalam negeri yang belum pasti,” jelasnya. Lebih lanjut rumor tersebut juga bagus jika Asnawi dilirik oleh klub luar negeri. Asnawi bahkan disebut sebagai ikon PSM Makassar. “Tapi ini adalah sesuatu yang bagus karena pemain muda asli produk PSM Makassar dan bisa dikatakan sebagai ikon PSM, dikait-kaitkan dengan klub luar negeri,” terangnya. Biodata: Nama: Asnawi Mangkualam Bahar Tanggal Lahir: 4 Oktober 1999 Tempat Lahir: Makassar Posisi: Pemain Belakang Klub: PSM Makassar Fun Fact: Asnawi merupakan anak dari legenda sepak bola asal Makassar, Bahar Muharram.

Pemkot Salatiga Mulai Jalankan Program Satu Kelurahan Satu Lapangan Sepak Bola

Pemkot Salatiga Mulai Jalankan Program Satu Kelurahan Satu Lapangan Sepak Bola

Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga melakukan langkah serius guna mencari bibit atlet muda potensial khususnya pesepakbola dengan membangun fasilitas berupa lapangan sepak bola. Terbaru, Salatiga kini punya lapangan dengan rumput sintetis yang cukup bagus. Lapangan ini berada di UPTD SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Salatiga. Menurut Wali Kota Yuliyanto, ini merupakan upaya pemerintah dalam membangun  sarana prasarana olahraga di Salatiga, khususnya di cabang olahraga sepak bola “Lapangannya cukup bagus untuk berlatih anak-anak bermain bola. Remaja, pelajar dan masyarakatpun bisa menggunakan dan menyewanya. Nanti kita akan buatkan aturan sedemikian rupa, agar bisa digunakan. Lapangan juga saya minta dibuat bagus dan standar,” papar Yuliyanto, dilansir dari Radar Semarang. Lebih lanjut, Kota Salatiga juga akan terus membangun lapangan sepak bola mini di tiap kelurahan di Kota Salatiga. Menurutnya, ini adalah bagian dari membangun manusia dan masyarakat yang cedas secara intelektual dan fisiknya. Harapannya dengan dibangunnya fasilitas olahraga yang ada, akan muncul atlet muda baru dan potensial nantinya. Selain itu, Yuliyanto juga akan membangun gedung olahraga indoor, sehingga bisa menampung para penonton dalam  menyaksikan olahraga favoritnya secara indoor. Di sisi lain, Albian Saputra perwakilan dari SSB Pandawa mengaku senang bisa mencoba lapangan baru ini. Dirinya berharap agar lapangan ini tetap terawat dengan baik dan bisa digunakan bersama-sama. “Lapangannya bagus, rumputnya juga bagus dan enak buat main sepak bola,” jelasnya. Hal sama diungkapkan Joko Prasetyo. Anaknya yang suka bermain sepak bola sangat senang dengan adanya lapangan baru ini. “Memakai rumput sintetis sehingga lapangan rata. Mengurangi risiko cedera pemain,” tutur Joko.

Resmi, AFC U-16 dan U-19 Tahun Ini Dibatalkan

Resmi, AFC U-16 dan U-19 Tahun Ini Dibatalkan

Komite Konfederasi Sepak Bola Asia (Asian Football Confederation – AFC) secara resmi membatalkan turnamen Piala AFC U-16 dan Piala AFC U-19 yang sedianya digelar tahun ini. Pandemi Covid-19 yang belum mereda menjadi alasan dan menambah jumlah turnamen yang dibatalkan setelah sebelumnya Piala Dunia U-20 juga urung untuk dilaksanakan tahun ini. Pembatalan ini sebenarnya sudah diprediksi jauh-jauh hari, terutama setelah pembatalan Piala Dunia U-20 2021. Apalagi, Federasi Sepakbola Yaman (YFA) sudah mengabarkan hal ini melalui Twitter dengan sumber informasi dari AFC. الاتحاد الاسيوي لكرة القدم يُقرر رسمياً إلغاء كأس آسيا للشباب والناشئين بسبب تداعيات انتشار جائحة كورونا ، مع احتفاظ اوزباكستان والبحرين بحق الاستضافة في النسختين القادمتين. pic.twitter.com/trxDh8mbD3 — YemenFA (@Yemenfa) December 31, 2020 Saat digelar pada 2023 nanti, sudah tidak ada lagi Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19. Hal itu sesuai keputusan AFC yang melakukan branding ulang 12 kejuaraan sebagaimana diumumkan pada 2 Oktober 2020. Ada 12 kejuaraan yang di-branding ulang oleh AFC dengan nama dan format baru. Titel ‘Championship’ dalam setiap kejuaraan di bawah naungan AFC diganti menjadi ‘Cup’. Misalnya, AFC U-23 Championship (Piala Asia U-23), diubah nama kejuaraannya menjadi AFC U-23 Asian Cup atau Piala Asia U-23. Selain itu, AFC juga memutuskan Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19 2020 menjadi edisi terakhir untuk kategori usia itu. Mulai 2023, Piala Asia U-16 akan menjadi Piala Asia U-17. Sementara Piala Asia U-19 juga akan diubah menjadi Piala Asia U-20 mulai 2023. Hal yang serupa juga terjadi di Piala Asia U-19 Putri yang akan berganti menjadi Piala Asia U-20 Putri mulai 2022. Piala Asia U-19 Putri 2019 menjadi edisi terakhir kejuaraan ini dengan kategori U-19. Khusus 2023, Bahrain dan Uzbekistan tetap akan menjadi tuan rumah Piala Asia U-17 dan Piala Asia U-20. Bahrain seharusnya menjadi tuan rumah Piala Asia U-16 tahun ini, sementara Uzbekistan untuk Piala Asia U-19. PSSI selaku induk olahraga sepak bola Indonesia, menerima keputusan ini dan memutuskan untuk fokus dengan persiapan dari timnas U-16 dan U-19. “Kita hormati keputusan ini. PSSI akan tunduk dan patuh terhadap apapun keputusan dari AFC. Penundaan ini membuat kita punya waktu yang panjang untuk mempersiapkan tim U-16 dan U-19,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Timnas U-19 Pulang Lebih Cepat Dari Spanyol

Timnas U-19 Pulang Lebih Cepat Dari Spanyol

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 tak kunjung menggelar laga uji coba selama berada di Spanyol. PSSI akhirnya memilih memulangkan mereka lebih cepat pada, Rabu (13/1/2021). Awalnya, David Maulana cs direncanakan menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol hingga 31 Januari 2021 mendatang. Hal ini dipastikan oleh Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, setelah melihat perkembangan di Spanyol serta berkomunikasi dengan pelatih timnas U-19, Shin Tae-yong dan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri. “Kami akhirnya memulangkan timnas U-19 lebih cepat. Hal ini karena timnas U-19 tidak dapat menjalani pertandingan uji coba yang sudah direncanakan. Keputusan ini dilakukan usai kami berkomunikasi dengan Pelatih Shin Tae-yong dan Direktur Teknik Indra Sjafri,” kata Yunus Nusi, dilansir dari laman resmi PSSI. Yunus menambahkan bahwa tujuan PSSI mengirimkan timnas U-19 ke Spanyol untuk menjaga mental skuat Garuda Muda. Ia menegaskan PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain-pemain ini akan menjadi pemain timnas U-23 atau timnas senior nantinya. “Semua uji coba tidak bisa dilaksanakan karena tidak mendapat izin dari pemerintah setempat karena Spanyol pandemi Covid-19 nya masih tinggi. Kami menghormati keputusan pemerintah setempat dan tidak bisa memaksakan berlama-lama di Spanyol. PSSI juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia yang sudah membantu kami agar dapat TC di Spanyol,” tambahnya. Yunus juga mengapresiasi semangat dan perjuangan pemain selama menjalani TC di Spanyol. Tentu ini menjadi pengalaman yang luar bisa dan meningkatnya skill, fisik dan lain-lainnya bagi pemain selama di Spanyol. “Memasuki pekan ketiga TC Spanyol, saya mendapat update bahwa pemain terus berkembang, disiplin dan bekerja keras. Tentu ini hal yang sangat baik dan menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemain profesional nantinya dan generasi penerus timnas U-23 atau timnas senior,” tukas Yunus. Timnas U-19 direncanakan akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Kamis, 14 Januari 2021. Selama di Spanyol, timnas U-19 hanya melakukan latihan di lapangan, gym dan pertandingan internal game. Pada awalnya, PSSI telah menjadwalkan serangkaian agenda untuk Timnas U-19 bertanding. Mereka adalah Gimnastic Tarragona, Lleida Esportiu U-19, Sabadell U-19, Ceuta U-19, dan Arab Saudi U-19 yang juga terpaksa harus membatalkan seluruh agenda uji coba mereka.

Peran Ganda Zakiri Bersama Timnas U-19

Peran Ganda Zakiri Bersama Timnas U-19

Khairul Imam Zakiri merupakan salah satu Garuda Muda yang sedang menjalani pemusatan latihan/training camp di Spanyol sejak bulan Desember lalu. Namun, selain menjalani latihan seperti rekan-rekan lain, Zakiri ternyata memiliki peran lain bersama Timnas U-19. Peran ganda yang dimaksud adalah sebagai penerjemah pemain, pelatih dan ofisial bila menemui kesulitan berkomunikasi dengan orang disini. Seperti yang diketahui, Zakiri sudah cukup lama berada di Spanyol. Zakiri pernah merasakan ketatnya kompetisi Liga Spanyol. Ia tergabung bersama Gynnastica Ceuta, klub yang bermain di Division de Honor atau kasta tertinggi kompetisi U-19 Spanyol Grup 4. Ia juga pernah bermain di klub Spanyol seperti Real Valladolid dan Leganes, juga klub Ucam Murcia bersama Rendy Juliansyah. “Ya, saya cukup lama tinggal di Spanyol karena sekolah dan membela klub di sini jadi saya bisa berbahasa Spanyol. Saya senang Timnas U-19 dapat menjalani TC di sini,” kata Zakiri dalam laman resmi PSSI. Tak hanya lihai soal bahasa Spanyol, Zakiri juga cukup cemerlang saat melakoni TC kali ini. Pada laga uji coba internal terakhir, Minggu (10/1/2021), di Complex Esportiu Futbol Salou, Zakiri mencetak dua gol dan membawa timnya menang 2-1 atas tim ungu. Pemain kelahiran 19 Desember 2001 itu pun menyatakan bahwa ia bertekad untuk dapat terus berseragam Tim Nasional Indonesia. Meski ia sadar tidak mudah karena dibutuhkan kerja keras, disiplin dan selalu memberikan yang terbaik. “Saya bangga selalu dipanggil Timnas U-19 sejak 2019 hingga saat ini. Awalnya pada 2017 lalu saya sempat ikut seleksi Timnas U-19, namun saya belum dapat menembus tim utama. Hal tersebut menjadikan saya termotivasi untuk terus belajar dan tidak cepat puas,” tambah pemain kelahiran Jakarta tersebut. Biodata Nama: Khairul Imam Zakiri Tanggal Lahir: 19 Desember 2001 Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia Posisi: Pemain Tengah Klub Saat Ini: Club Gimnastica Ceuta (Spanyol)

Šimić Ingin Bangun Akademi Sepak Bola Dinamo Zagreb di Indonesia

Šimić Ingin Bangun Akademi Sepak Bola Dinamo Zagreb di Indonesia

Penyerang andalan klub Persija Jakarta, Marko Šimić, mengaku memiliki keinginan untuk pensiun di Persija dan menjadi legenda. Selain itu, pemain berusia 32 tahun ini berniat untuk membangun akademi sepak bola di Indonesia. Šimić saat ini sedang liburan di Serbia, sambil menunggu kepastian lanjutan Liga 1 2020 yang sampai sekarang masih belum ada kejelasan. Selain menjalani latihan mandiri, Šimić juga mulai mempersiapkan masa depannya. Dalam wawancara dengan Radio-televizija Srbije (RTS), ia menyadari karir sepakbolanya mendekati akhir. Membangun akademi sepakbola bagi anak-anak terlintas dalam benaknya saat ini. Bahkan, ia telah diajak oleh klub Kroasia, Dinamo Zagreb, untuk mengadakan kamp pelatihan sepakbola di Indonesia. “Saya sudah mempunyai gambaran. Saya sudah mulai membangun akademi untuk anak-anak berusia delapan hingga sepuluh tahun. Dinamo Zagreb menghubungi saya, mereka ingin mengadakan kamp untuk anak-anak di Indonesia bersama saya,” tutur Simic. “Saya juga mendapat tawaran dari beberapa klub, baik sebagai pemain atau menjadi pelatih. Sebetulnya ada beberapa opsi, karena saya sudah mulai berada di ujung karir. Saya harus mempunyai visi dan rencana,” lanjut Šimić. Marko Šimić bergabung dengan Persija pada awal 2018. Kontraknya baru diperpanjang selama tiga tahun oleh manajemen Macan Kemayoran pada akhir 2019. Sepanjang kariernya berseragam Persija, berbagai prestasi diberikannya. Seperti trofi Piala Presiden dan Liga 1 2018. Simic juga mengantarkan Persija menjadi runner-up Piala Indonesia 2018/2019, Sementara untuk prestasi individu, Šimić merupakan pemain terbaik di Piala Presiden 2018. Sementara dalam urusan gol, pemain kelahiran Rijeka, Kroasia, ini adalah top skor Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2019. Sebagai catatan tambahan, Marko Šimić merupakan pencetak gol terbanyak kedua tim setelah legenda hidup Persija, Bambang Pamungkas. Total, pemain bernomor punggung sembilan itu telah mencetak 82 gol. Sementara Bambang Pamungkas sepanjang kariernya bersama Persija membuat 200 gol. Torehan itulah yang mau dilewati Simic sehingga namanya akan tercatat dalam sejarah klub. “Bahwa saya menjadi pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah klub dalam dua musim. Saya ingin mengakhiri karier saya di sana,” kata Šimić dalam lanjutan sesi wawancaranya bersama RTS. “Tujuan saya mencatatkan diri dalam sejarah dan ditulis di sana selamanya,” pungkasnya.

PSSI Pastikan Tidak Ada Praktik Jual Beli Manajer Timnas

PSSI Pastikan Tidak Ada Praktik Jual Beli Manajer Timnas U-19

Beberapa waktu lalu sepak bola Indonesia digemparkan dengan isu praktik jual beli untuk jabatan manajer timnas Indonesia U-19 untuk Piala Dunia U-20 2021. Namun, Badan Yudisial PSSI telah bergerak cepat dan menggelar sidang pada 7 Januari 2021 untuk mengklarifikasi isu tersebut. Isu jual beli tersebut muncul setelah beredar kuitansi penyetoran uang 100 ribu dolar Singapura (setara Rp1 miliar) di media sosial. Dalam keterangannya tertulis pemesanan tiket Piala Dunia U-20, dengan nama Achmad Harris (rekan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin), dan diterima oleh Djoko Purwoko (staf khusus Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan). Kedua orang tersebut dipanggil Badan Yudisial PSSI untuk diminta klarifikasi tentang isu yang beredar. Harris mengakui menyetor uang itu kepada Joko, tapi bukan untuk membeli jabatan manajer timnas Indonesia U-19. Harris menyatakan uang tersebut diberikan untuk bisnis probadi yakni bisnis tiket dan merchandise. Namun, karena Piala Dunia U-20 tahun ini dibatalkan FIFA, Joko akhirnya mengembalikan uang itu. FIFA memutuskan Piala Dunia U-20 2021 tidak jadi digelar karena belum berakhirnya pandemi virus corona. Indonesia tetap ditunjuk sebagai tuan rumah saat Piala Dunia U-20 dihelat 2023. Berikut kesimpulan Badan Yudisial PSSI: 1. Kedua pihak yakni Sdr Joko Purwoko dan Sdr Achmad Harris mengakui adanya transaksi senilai Rp1 miliar dalam bentuk mata uang dollar Singapura, yang diserahkan di Jakarta untuk kepentingan bisnis dalam gelara Piala Dunia U-20. 2. Bahwa tidak ada jual beli jabatan (manajer timnas Indonesia) di lingkungan PSSI. Berdasarkan keterangan Sdr Achmad Harris dan keterangan Sdr Joko Purwoko, bahwa berkaitan penyerahan uang sebesara 100.000 dollar Singapura hanya sebatas hubungan bisnis pribadi (bisnis tiket dan merchandise) dan sejak adanya keputusan FIFA untuk menunda Piala Dunia pada tahun 2023, maka uang sebesar 100.000 dollar Singapura telah dikembalikan dari Sdr Joko Purwoko kepada Sdr Achmad Harris, sehingga tidak ada kaitannya dengan PSSI dan tidak melibatkan ketua umum, sesuai dengan yang tertera dalam kuitansi yang ditandatangani oleh Sdr Joko Purwoko dari Sdr Achmad Harris yaitu untuk pembelian tiket sesuai copy kuitansi terlampir. 3. Kepentingan bisnis menyangkut penjualan tiket dan merchandise dimana kedua pihak menegaskan bahwa kepentingan bisnis murni yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan jual beli jabatan Manajer tim nasional U-19 untuk Piala Dunia U-20, dan mengatasnamakan bisnis pribadi tanpa melibatkan Bapak Dody Reza. 4. Presiden Joko Widodo melalui KEPPRES No. 19 Tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 membentuk panitia nasional penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2021 yang disebut sebagai Indonesia FIFA U-20 World Cup 2021 Organizing Committee (INAFOC) dan melibatkan perwakilan lintas kementerian. INAFOC bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Kepres No 19 Tahun 2020 Pasal 5 Ayat (1) huruf b, Ketua panitia Pelaksana INAFOC dijabat Menpora, Ketua panitia pelaksana bidang sarana dan perasarana Menteri PUPR dan Ketua pelaksana peningkatan prestasi Timnas U 20 dijabat Ketum PSSI, bahwa manajer timnas sampai saat ini berdasarkan Keppres Nomor 19 Tahun 2020 masih dipegang Ketua Umum PSSI berkaitan dengan Peningkatan Prestasi PSSI pada ajang Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang, demikian pula berkaitan dengan pertanggungan jawaban Anggaran APBN yang tidak memungkinkan jabatan Manager Timnas diserahkan kepada pihak lain.

Elkan Baggott Jadi Incaran Klub Raksasa Liga Inggris

Elkan Baggott Jadi Incaran Klub Raksasa Liga Inggris

Pemain belakang andalan timnas Indonesia U-19, Elkan Baggott, dirumorkan menjadi incaran beberapa klub Liga Premier Inggris. Elkan tengah dirumorkan diincar oleh empat klub Inggris yaitu Manchester United, Everton, Leeds United dan West Ham United sebagai target transfer musim dingin. Leeds dinilai paling serius, karena membutuhkan pemain belakang, mengingat tiga bek mereka dalam kondisi tidak bugar. Kabar kepindahan sang pemain makin berhembus kencang setelah Elkan dilaporkan menolak perpanjangan kontrak di Ipswich Town yang akan berakhir pada Juni 2021 mendatang. Namun, menurut media lokal Ipswich bernama East Anglian Daily Times mengklaim jika Elkan akhirnya menolak tawaran-tawaran tersebut dan setuju dengan penawaran kontrak baru di Ipswich Town. “Leeds dan West Ham termasuk di antara mereka yang tertarik kepada Elkan Baggott. Namun, bertentangan dengan laporan Football Insider, Elkan Baggott diperkirakan tidak menolak tawaran perpanjangan kontrak dan negosiasi sedang berlangsung,” tulis East Anglian Daily Times. “The Blues dipahami tetap yakin kesekapatan akan dilakukan. Baggott dan perwakilannya saat ini sedang mempertimbangkan tawaran kontrak klub,” imbuhnya. Salah satu penyebab Elkan begitu diminati adalah performanya yang mampu meningkatkan penampilan Ipswich Town, khususnya Ipswich Town U-18 dan U-23. Dalam semua laga yang diikutinya setelah pulang dari pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia pada Oktober lalu, Baggott selalu memperoleh kemenangan. Saat menjalani debut bersama Ipswich Town Senior pada 6 Oktober 2020, pemain berpostur 195 cm itu membantu timnya menang 2-0 atas Gillingham FC. Bahkan ia turut mengantarkan Ipswich Town U-18 menembus putaran keempat dalam gelaran FA Youth Cup musim ini. Biodata: Nama: Elkan Baggott Tanggal Lahir: 23 October 2002 Tempat Lahir: Bangkok, Thailand Posisi: Pemain Belakang Klub Saat Ini: Ipswich Town (Inggris) Idola: Virgil van Dijk

Tinjau Stadion Jatidiri, Ganjar Pranowo Ajak Tim Junior PSIS

Tinjau Stadion Jatidiri, Ganjar Pranowo Ajak Tim Junior PSIS

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengajak tim Elite Pro Akademi PSIS Semarang berlatih di Stadion Jatidiri, Kamis (7/1). Mereka jadi yang pertama kali merumput di Stadion Jatidiri, pasca renovasi. Ajakan itu diberikan Ganjar saat menyambangi mess pemain PSIS Semarang di Jalan Durian Selatan, Banyumanik. Saat itu, mereka sedang bersiap untuk latihan rutin di Lapangan Telo Banyumanik. Usai sarapan bersama, mereka pun kemudian bertemu di Stadion Jatidiri. Ganjar, mempersilakan para pemain dari Elite Pro Akademi PSIS untuk masuk dan menengok stadion yang mulai direnovasi pada 2017 lalu. “Besok stadion utama yang belum selesai ini akan ditinjau lembaga yang kompeten yakni PSSI, biar dinilai layak untuk kompetisi atau latihan,” kata Ganjar, dilansir Tribun Jateng. Stadion yang baru selesai 80% ini menurut rencana akan dilanjutkan pembangunan pada tahun ini dan selanjutnya akan dipacu percepatan penyelesaiannya sebagai prioritas utama. Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan pihaknya sedang menyiapkan tiga hal yang terkait dengan penggunaan Stadion Jatidiri maupun Gor Jatidiri secara keseluruhan. “Kita lagi minta otoritas yang mengerti tentang konstruksi dan pembangunan, apakah yang seperti ini sudah boleh dipakai, baik latihan atau pertandingan, membahayakan apa nggak karena ada konstruksi yang belum selesai,” ujar Ganjar. Kedua, pihaknya juga tengah meminta pada ororitas teknis penggunaan lapangan dalam hal ini PSSI. Tujuannya untuk mengetahui dan agar PSSI bisa memberikan kelayakan terhadap lapangannya. “Bahkan yang ketiga tentu soal administrasi, seandainya masyarakat mau menggunakan, siapapun, itu bagaimana caranya. Tiga hal ini yang sedang kita siapkan,” tuturnya. Di sisi lain, dia juga memperhatikan kesiapan venue olahraga lainnya sehingga dalam waktu dekat akan melibatkan pra atlet dari masing-masing cabang olahraga untuk mencoba venue mereka. “Jadi kita mau coba, jadi nanti beberapa atlet kita minta untuk ngetes dulu. Kira-kira kalau kondisi seperti ini nantinya bisa dipakai apa tidak, sudah bisa atau belum, sehingga biar publik semuanya tahu inilah kondisi yang ada,” ujarnya. Sementara, pelatih tim Elite Pro Akademi PSIS, M Ridwan, mengatakan sangat senang. Bahkan menyebut ini kesempatan langka dan bangga karena jadi yang pertama mencoba. Apalagi banyak dari pemain Elite Pro Akademi yang belum pernah merumput di Stadion Jatidiri. “Kita senang sekali, banyak dari para pemain yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Jatidiri, baik sebelum direnovasi atau setelah direnovasi, dan saya juga sudah lama sekali tidak menginjak rumput Jatidiri,” ujar Ridwan. Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng N Rachmadi, yang juga turut hadir menyampaikan jajarannya akan terus mengawal upaya percepatan penyelesaian konstruksi stadion sekaligus kelayakan untuk pemakaiannya. “Mohon doa restunya,” kata Sinoeng.

Kembali Dipanggil Timnas U-19, Pemain Keturunan Jerman Ini Antusias

Kembali Dipanggil Timnas U-19, Pemain Keturunan Jerman Ini Antusias

Kelana Noah Mahessa menjadi salah satu pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan/training camp (TC) di Negeri Matador, Spanyol. Seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Kelana langsung memenuhi panggilan tersebut dan mengaku bangga. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab ini merupakan panggilan kedua baginya setelah sebelumnya mengikuti TC di Kroasia. Namun, pada pemanggilan kali ini hanya dirinya saja, sang saudara kandung, Luah Fynn Jeremy Mahesa, tidak termasuk ke dalam skuat Garuda Muda. “Ya saya senang dan bangga dapat kembali bergabung bersama Timnas U-19 setelah sebelumnya ikut TC saat di Kroasia lalu. Saya dalam kondisi baik dan tidak masalah dalam kebugaran,” kata Kelana Noah Mahessa dikutip dari laman resmi PSSI. “Saya bertekad untuk memberikan yang terbaik selama TC ini. Tentu saya harus selalu bekerja keras dan berjuang demi sebuah tempat di timnas Indonesia,” ujar Kelana. Sementara itu, Shin Tae-yong, dalam keterangan pers di Jakarta, menyebut masih akan memanggil salah satu dari Mahessa bersaudara. Saat itu ia menilai Kelana bermain lebih baik ketimbang adiknya. Saat ini Kelana masih memegang paspor Jerman dan harus melepas jika mau memperkuat Timnas Indonesia di ajang resmi. Belum diketahui apakah ia masih akan mau melakukannya setelah ia tak punya kesempatan lagi tampil di Piala Dunia U-20. Kelana sudah tak punya peluang tampil karena usianya sudah mencapai 22 tahun saat Piala Dunia U-20 digelar pada 2023 mendatang. Biodata: Nama: Kelana Noah Mahessa Tanggal Lahir: 30 Januari 2001 Tempat Lahir: Köln Posisi: Gelandang Klub Saat Ini: Bonner SC (Jerman) Idola: Hector Bellerin & Thiago Alcantara

Laga Uji Coba Kembali Batal, Timnas U-19 Lanjut Latihan

Laga Uji Coba Kembali Batal, Timnas U-19 Lanjut Latihan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali batal menggelar laga uji coba pertamanya di Spanyol. Ini adalah pembatalan kedua uji coba Garuda Muda di Negeri Matador. Sebelumnya, Bagas Kaffa cs dijadwalkan untuk melawan Gimnastic Tarragona, Minggu (3/1), namun diundur menjadi Kamis (7/1). Karena penundaan tersebut, maka yang menjadi lawan timnas berikutnya yaitu Lleida Esportiu U-19, pertandingan yang seharusnya digelar hari ini, Selasa (5/1). Namun, laga yang direncanakan digelar di Stadium of CE Futbol Salou ini ternyata juga mengalami penundaan. “Timnas U-19 pada, Selasa (5/1) belum akan melakoni laga uji coba. Sebelumnya Garuda Nusantara dijadwalkan akan menjalani laga uji coba melawan Lleida Esportiu U-19, namun harus ditunda,” tulis pernyataan resmi PSSI. Tak ada informasi lanjutan soal nasib penjadwalan ulang laga melawan Lleida Esportiu U-19 yang ditunda. Mau tak mau Timnas U-19 pun cuma akan melanjutkan latihannya. “Untuk itu tim pelatih kembali menggenjot latihan kepada David Maulana dan kawan-kawan,” lanjut keterangan tertulis PSSI. Tim nasional Indonesia U-19 saat ini sedang menjalani pemusatan latihan/training camp (TC) di Spanyol. TC yang berlokasi di kota Salou, Tarragona tersebut direncanakan hingga 31 Januari 2021 mendatang. Selain menjalani TC, skuat Garuda Nusantara rencananya akan melakoni beberapa laga uji coba. Rangkaian TC ini pada awalnya merupakan bagian dari persiapan jelang dua ajang besar yakni Piala Dunia U-20 dan Piala AFC U-19. Namun, beberapa waktu lalu, FIFA telah secara resmi menunda gelaran Piala Dunia U-20 dikarenakan pandemi yang belum juga mereda. Sementara Piala AFC U-19 masih simpang siur dan berembus kabar jika akan diundur sama seperti Piala Dunia U-20. Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan juga mengatakan bahwa PSSI tetap berkomitmen terhadap timnas U-19. Meskipun Piala Dunia U-20 diundur ke tahun 2023, pemain ini adalah cikal bakal timnas U-23 maupun timnas senior nantinya. “Kami berharap pemain terus bersemangat dan terus bekerja keras. TC Spanyol juga jadikan ajang untuk menambah pengalaman, skill, fisik dan lain-lainnya,” kata Iriawan.

PSSI Mendapat Pujian Dari AFC Berkat Empat Pilar Strategi

PSSI Mendapat Pujian Dari AFC Berkat Empat Pilar Strategi

Federasi sepak bola Asia (AFC) memberikan apresiasi untuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pembinaan usia dini pemain. PSSI sendiri sebelumnya menjalankan strategi pengembangan komprehensif yang fokus pada empat pilar. Empat pilar tersebut adalah kemitraan, program untuk pemain, kompetisi usia dini dan pendidikan kepelatihan. Tentu saja hal tersebut untuk memaksimalkan potensi dalam negeri khususnya pengembangan sepak bola usia dini. Menurut Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dengan adanya AFC Grassroot Charter menjadi hal baik untuk pihaknya. PSSI juga telah menyediakan panduan dalam pengembangan usia dini. Selain itu PSSI juga akan membangun kerja sama lebih erat lagi dengan AFC. “Saya yakin ini menjadi tolak ukur yang baik dalam meningkatkan pengembangan sepakbola usia dini di Indonesia. Dengan adanya AFC Grassroot Charter, PSSI telah menyediakan panduan untuk pengembangan sepak bola usia dini di Indonesia dan Asia,” katanya seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Selasa (5/1/2021). “PSSI akan melanjutkan kerja sama yang lebih erat lagi dengan AFC dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk memaksimalkan manfaat yang akan didapatkan bagi pegiat sepak bola Indonesia melalui sepak bola,” lanjutnya. PSSI menjadi anggota asosiasi AFC ke-31 yang telah disahkan oleh AFC Grassroots Charter, dimana program yang ada akan digunakan sebagai acuan bagi para anggota asosiasi AFC lainnya dalam upaya mendukung dan meningkatkan kualitas dari pengembangan program sepak bola usia dini. Sebelumnya, PSSI mengajukan aplikasi pada AFC Grassroot Charter panel Desember 2020. Penilaian AFC ini tidak hanya berdasarkan dari kegiatan-kegiatan pengembangan usia dini yang telah dilaksanakan PSSI, namun juga dari hasil menganalisa permasalahan yang terjadi pada sepak bola usia dini di Indonesia, solusi serta rencana program ke depan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut rincian empat pilar PSSI untuk pengembangan sepak bola usia dini: Kemitraan Komitmen PSSI dalam menjalankan program pengembangan sepakbola usia dini secara penuh didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Asosiasi Provinsi, sponsor, dan akademi sepak bola usia muda. Dengan bekerja sama dengan berbagai pihak otoritas setempat, PSSI telah melaksanakan berbagai aktivitas serta membuat buku panduan yang bisa digunakan oleh para guru olahraga, pembina pelatih dan anak-anak dengan tujuan mempromosikan sepak bola itu sendiri. Program untuk Pemain PSSI juga telah meluncurkan Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) yang berkesinambungan dengan kurikulum pengembangan sepakbola Indonesia. Itu dilakukan dengan tujuan menjangkau semua komunitas sepak bola di seluruh Indonesia secara merata. Dalam upaya mempromosikan filanesia kepada para pelatih dan pemain, PSSI menginisiasi program Filanesia On The Road, yang diikuti oleh lebih dari 750 anak dan 250 pelatih dari lima kota, yakni Jakarta, Padang, Banjarmasin, Kupang dan Ambon. PSSI juga menyelenggarakan program pengembangan sepak bola usia dini lainnya seperti AFC Grassroots day dan festival sepak bola usia muda untuk anak-anak perempuan dan laki-laki. Kompetisi Usia Muda PSSI mengategorikan usia muda dalam tiga fase, yakni menyenangkan, akuisisi kemampuan dan permainan. Anak-anak berusia enam sampai sembilan tahun diperkenalkan dengan permainan terlebih dahulu sebelum diperkenalkan lebih lanjut pada fase pengembangan kemampuan yang dimulai pada kelompok usia 10 hingga 13 tahun. Fase permainan akan diterapkan pada kelompok usia 14 hingga 17 tahun, di mana pada fase ini menjadi langkah awal untuk melakukan seleksi bagi pemain. PSSI juga menyelenggarakan kompetisi secara regular untuk kelompok usia di bawah 8 tahun (U-8) dan di bawah 20 tahun (U-20), yang secara keseluruhan diikuti oleh 7.444 pemain dari 278 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Pendidikan Kepelatihan PSSI melaksanakan program pendidikan kepelatihan pada tahun 2018 yang dimulai dengan pendidikan kepelatihan AFC, yang memiliki tujuan jangka panjang, yakni melatih banyak instruktur lokal dalam upaya mempromosikan filanesia. Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 3.500 pelatih untuk sepakbola usia dini yang mendapatkan ilmu dan manfaat dari 137 pelaksanaan pendidIkan kepelatihan yang digelar oleh PSSI.

Federasi Sepakbola Yaman Beri “Bocoran” Kejelasan Piala Asia U-19

Logo Piala Asia.

Setelah Piala Dunia U-20 sudah resmi diundur, kini Piala Asia U-19 tampaknya juga akan bernasib sama seperti Piala Dunia U-20. Kabar itu mulai tercium setelah Federasi Sepak Bola Yaman (Yemen FA), mengumumkannya di akun twitter resmi mereka. Bahkan, diduga kuat pembatalan tak hanya menimpa Piala Asia U-19, namun Piala Asia U-16 pada tahun ini juga disebut bakal diundur. Sekadar informasi, Piala Asia U-19 sedianya digelar di Uzbekistan pada 14-31 Oktober 2020, namun akhirnya ditunda ke 3-20 Maret 2021. Sementara Piala Asia U-16 di Bahrain seharusnya sudah digelar pada 16 September-3 Oktober, menjadi ditunda ke awal tahun 2021. الاتحاد الاسيوي لكرة القدم يُقرر رسمياً إلغاء كأس آسيا للشباب والناشئين بسبب تداعيات انتشار جائحة كورونا ، مع احتفاظ اوزباكستان والبحرين بحق الاستضافة في النسختين القادمتين. pic.twitter.com/trxDh8mbD3 — YemenFA (@Yemenfa) December 31, 2020 “Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) telah resmi memutuskan membatalkan Piala Asia U-19 dan Piala Asia U-16 karena penyebaran pandemi corona. Uzbekistan dan Bahrain akan tetap berhak menjadi tuan rumah pada edisi selanjutnya.” tulis akun Twitter @YemenFA. Sama seperti Piala Dunia U-20 2021, yang sebelumnya sudah batal digelar tahun ini dan mundur ke 2023, pembatalan Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19 2021 juga tak mengubah nasib tuan rumah penyelenggara. Meski begitu, belum keluar jadwal pasti yang diumumkan oleh AFC. Timnas Indonesia U-16 dan Timnas U-19 telah melakukan persiapan panjang untuk tampil di ajang ini. Timnas U-16 terakhir menggelar latihan di Yogyakarta hingga 22 Desember 2020, sementara Timnas U-19 kini tengah menggelar latihan di Spanyol sejak 26 Desember.