Tekad Football Academy Anima Mengembangkan Potensi Atlet di Binjai

Tekad Football Academy Anima Mengembangkan Potensi Atlet di Binjai

Berangkat dari keinginan untuk mengembangkan bakat anak muda khususnya di bidang olahraga kota Binjai, Nico Malau dan pembina Anton Hasibuan mendirikan Football Academy Anima. Sejak berdiri pada Agustus 2020 lalu, Football Academy Anima resmi menyelesaikan proses pembelian lahan untuk pembangunan fasilitas pelatihan. “Kini Academy Anima sedang dalam proses mendirikan sejumlah arena pendukung latihan, seperti lapangan futsal, asrama, gym dan beberapa sarana lain, guna menunjang bakat siswa yang bergabung disini, dan ini sah milik yayasan Anima sendiri,” beber Nico, Jum’at (23/4), dilansir dari Bratapos.com. Untuk lokasinya sendiri, berada di Jalan Markisa Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara. “Kami telah berkordinasi dengan Camat Binjai Barat Samuel Lumbantoruan dan Pembina Yayasan ibu Sri Ulina Ginting S.Pd untuk mendukung apa yang telah direncanakan,” ujar mantan punggawa timnas itu. Pria yang sempat membela klub Semen Padang musim 2011-2012 itu menyampaikan bahwa pihaknya masih membuka seleksi bagi calon siswa yang berprestasi, dimana mereka akan mendapat beasiswa berupa pelatihan Acedemy Boarding School untuk kategori SMP dan SMA. “Nantinya Anima akan berjalan selaras dengan pendidikan, mengingat para siswa akan memasuki tahun ajaran baru. Selain itu, kami juga membuka kategori senior untuk persiapan Liga Futsal Nusantara (LFN),” ucap Nico. Untuk junior, pihaknya berencana mengadakan turnamen antar pelajar yang akan berlangsung bulan Mei mendatang. Bagi para siswa yang ingin sukses di bidang futsal dan sepak bola, baik dari daerah maupun luar daerah, Niko Malau masih membuka pendaftaran. Disisi lain, Kepala Dinas Pendidikan kota Binjai, Sri Ulina Ginting S.Pd mengaku mendukung gagasan Nico. Mnurutnya, apa yang direncanakan Yayasan sepak bols Anima memiliki korelasi terhadap program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Saya sangat mendukung program Anima, karena itu merupakan suatu cara dalam mambentuk karakter anak. Artinya, sejalan dengan misi Kementrian Pendidikan,” pungkas Lina.

Persiapan Piala AFF, Timnas Indonesia U-16 Seleksi Pemain

Persiapan Piala AFF, Timnas Indonesia U-16 Seleksi Pemain

Pelatih timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, mulai menyeleksi puluhan pemain di Lapangan D, komplek Gelora Bung Karno Jakarta selama dua pekan untuk dipilih masuk ke dalam pemusatan latihan (TC) pada awal bulan depan. Seleksi yang berlangsung sejak 21 April hingga 2 Mei ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi Piala AFF U-15 tahun ini di Indonesia. Di dua hari pertama, pemain seleksi ini menjalani gim internal. “Hari ini kami langsung melakukan internal game. Kita memberikan waktu dua hari, sekarang dan besok sore. Kemudian, di hari Sabtu dan Minggu nanti ada sesi kedua, hari Senin masuk sesi ketiga, begitu seterusnya hingga kelima di hari Minggu depan tanggal 30 April dan 1 Mei 2021,” ujar Bima, dilansir dari laman resmi PSSI. “Saya ingin memberikan kesempatan semua pemain yang kita seleksi di seluruh Asprov kemudian ada juga dari luar, kita berikan kesempatan juga dan itu memang sudah kita lihat sebelumnya, mendata, kita mengharapkan mereka bisa memberikan yang terbaik untuk bisa kita lihat dan kita pilih untuk di seleksi saat TC bulan Mei,” lanjutnya. Selain mencari yang terbaik, mantan kapten Timnas Indonesia ini menjelaskan jika TC ini nantinya kemungkinan akan diikuti 30 pemain. Bima berharap para pemain yang mengikuti seleksi dapat menjaga performanya, sehingga TC bisa berjalan dengan mulus. “Kalau memang dapatnya 30 pemain kita akan ambil, soalnya kita masih ada waktu untuk persiapan dan menjaring pemain-pemain terbaik. Tim ini dibentuk, sebagai persiapan menghadapi turnamen Piala AFF timnas U-15 di Indonesia sebagai tuan rumah, jadi kita memang mencari pemain-pemain kelahiran di 2006 dan 2007. Jadi timnas yang kemarin 2004 dan 2005 sudah lewat umurnya,” tegasnya. “Tentunya dengan tetap tampil luar biasa seperti saat hari pertama ini. Mereka bisa menikmati latihan dan internal game. Semoga juga mereka bisa lebih baik lagi, saya juga sarankan kepada mereka untuk enjoy saja, jangan takut salah dan kita nanti akan melihat, semoga bisa mendapatkan pemain-pemain yang terbaik,” ucapnya.

AFC Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia Wanita U-17

AFC Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia Wanita U-17

Indonesia resmi ditunjuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebagai tuan rumah Piala Asia Wanita U-17 2022. Hal tersebut dipastikan setelah AFC menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) di Manama, Bahrain, Rabu (7/4/2021) lalu. Sementara, kepastian ini baru diumumkan PSSI melalui laman resminya pada Kamis (8/4/2021). Pada rapat Exco tersebut diambil sejumlah keputusan, diantaranya terkait tuan rumah Piala Asia Wanita U-20 dan U-17 tahun 2022. “Exco AFC memutuskan memberikan hak tuan rumah dari Piala Asia Wanita U-20 2022 kepada Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan dengan tanggal baru yakni dari 4-17 April 2022. Sementara, Piala Asia Wanita U-17 2022 akan dihelat oleh PSSI pada 9-22 Mei 2022,” tulis pernyataan resmi AFC. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI siap menyelenggarakan event bergengsi tersebut. Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah, PSSI pun akan berkoordinasi dengan semua pihak demi sukses ya gelaran tersebut. “Alhamdulillah bersyukur PSSI mendapat kepercayaan dari AFC untuk menggelar Piala Asia Wanita U-17 tahun 2022. Turnamen tersebut menjadi persiapan PSSI untuk menggelar Piala Dunia U-20 2023 mendatang agar sama-sama berjalan sukses dan lancar,” kata Iriawan. Iriawan berharap pada tahun depan pandemi Covid-19 sudah mereda dan tidak tertutup kemungkinan Piala Asia Wanita U-17 dapat dihadiri penonton secara langsung. “Tentu kami akan mempersiapkan dengan baik Timnas Wanita U-17 agar dapat bersaing dan berprestasi di turnamen tersebut. PSSI akan bekerja keras agar menjadi tuan rumah yang baik dan sukses dalam penyelenggaraan,” tambahnya. Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat pada gelaran AFC Champions League 2020 di Doha, Qatar, dijadikan dasar yang dapat digunakan pada tahun kompetisi di tahun 2021. Ia pun berterimakasih kepada seluruh anggota AFC yang menujukkan antusiasnya untuk menjadi tuan rumah penyelenggara kompetisi Asian Qualifiers, AFC Champions League dan AFC Cup dengan format sentralisasi. “Suksesnya penyelenggaraan AFC Champions League 2020 telah memberikan contoh sebagai dasar mengawali kompetisi tahun 2021 dengan keyakinan yang lebih baik. Terima kasih dan apresiasi yang tulus kami sampaikan kepada seluruh anggota AFC yang sudah sepakat untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kompetisi baik untuk pertandingan tim nasional dan klub pada tahun 2021 ini,” kata Sheikh Salman. “Merupakan hal yang penting bagi kita semua untuk menunjukkan kepada dunia bahwa sepak bola Asia sudah siap untuk kembali. Untuk para pemain, tim dan suporter dari berbagai benua, dan sama pentingnya bahwa, kita harus membuktikan bahwa AFC terus berupaya melakukan semua hal terbaik untuk mewujudkan kompetisi yang aman dan bertaraf kelas dunia seperti yang tertuang pada visi AFC. Kami juga mengucapkan apresiasi tinggi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, yang hadir pada rapat Exco AFC di Bahrain. Selain itu berterimakasih kepada FIFA atas dukungan yang terus diberikan kepada AFC beserta anggotanya, khususnya pada masa-masa penuh tantangan seperti sekarang ini,” tukas Sheikh Salman.

Muhammad Dzaky, Pemain Termuda Pada Turnamen ePiala Indonesia 2021

Muhammad Dzaky, Pemain Termuda Pada Turnamen ePiala Indonesia 2021

Turnamen ePiala Indonesia 2021 yang digelar PSSI di Hotel Ibis Slipi, Jakarta telah resmi berakhir pada Sabtu (3/4) malam. Ajang eFootball resmi FIFA yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia ini memunculkan Moehamd Zulisar sebagai juara. Namun, ada satu orang yang mencuri perhatian. Ya, dia adalah Muhammad Dzaky asal Sulawesi Selatan. Pada turnamen yang diikuti oleh 48 peserta tersebut, sebetulnya ada dua pemain termuda yang ikut berpartisipasi dalam gelaran ini dan lolos ke babak 8 besar. Mereka adalah Kevin Naufal Firmansyah asal Jawa Barat dan Muhammad Dzaky Firdaus asal Sulawesi Selatan. Keduanya diketahui masing-masing berusia 20 tahun dan 17 tahun. Meski usia mereka terbilang muda, namun keduanya mampu menumbangkan lawan-lawan yang sarat pengalaman dan menembus babak 8 besar turnamen ePiala Indonesia. Pada babak 16 besar, Kevin berhasil mengalahkan Muhammad Ikhsan dari DKI Jakarta dengan skor 6-3, sementara Dzaky menumbangkan perlawanan Guntur Wicaksono dengan skor tipis 5-4. Keikutsertaan keduanya dalam turnamen ini terasa istimewa karena pengalaman yang didapat terutama ketika bertemu dengan pemain-pemain pro lainnya. “Saya merasa deg-degan ketika mengikuti turnamen ini. Apalagi untuk lolos ke babak 8 besar saya bertemu dengan kak Guntur Wicaksono. Kak Guntur adalah pemain yang cukup dikenal di kalangan pemain FIFA, sementara saya jarang menggunakan mode permainan FIFA Ultimate Team (FUT). Saya senang sekali bisa ikut turnamen ini dan mengalahkan salah satu pemain kuat di turnamen,” ungkap Muhammad Dzaky. Hal yang sama juga diutarakan Kevin Nauval yang berhasil mengalahkan salah satu unggulan Muhammad Ikhsan. Kevin yang mengidolakan salah satu pemain pro Muhammad Egga Aditya atau Eggsy merasa bersyukut biasa berpartisipasi dengan pemain idolanya. “Saya sangat excited mengikuti turnamen ini. Dapat pengalaman baru untuk bertemu dan bertanding dengan pemain-pemain pro yang sudah biasa mengikuti kompetisi internasional. Diluar kompetisi dan sebelum pandemi, biasanya kami bertemu dengan beberapa pemain untuk membahas permainan atau main PlayStation bersama. Tapi untuk berada dalam satu turnamen sangat jarang. Senang karena salah satu pemain pro favorit saya juga ikut dalam turnamen resmi dari FIFA ini bersama saya,” ujar Kevin. Dihari ketiga penyelenggaraan turnamen, sayangnya langkah Kevin harus terhenti di babak 8 besar, pada Sabtu (3/4) pagi. Sementara Muhammad Dzaky, harus terhenti di babak semifinal. “Menurut saya kompetisi yang ada sudah bagus. Kompetitor yang dihadapi semuanya sama kuat sejak awal turnamen. Saya bukan dari Jakarta dan jauh-jauh ke sini untuk ikut turnamen ini. ini sangat berharga untuk pengalaman dan saya pribadi. Pemain FIFA bukan hanya dari Jakarta, banyak pemain diluar sana yang ingin merasakan atmosfer kompetisi juga. Semoga turnamen-turnamen seperti ini kedepannya akan sering dilakukan,” tutup Dzaky.

Usai Beli Cilegon United, Raffi Ahmad Ingin Bentuk SSB

Usai Beli Cilegon United, Raffi Ahmad Ingin Bentuk SSB

Artis sekaligus presenter ternama Indonesia, Raffi Ahmad tengah menjadi sorotan setelah membeli klub sepak bola Cilegon United. Belum selesai sampai disitu, suami Nagita Slavina itu juga kabarnya akan membentuk Sekolah Sepakbola (SSB) dalam waktu dekat. Lewat label RANS Entertainment, Raffi akan membuat lapangan sepak bola yang nantinya bakal berbarengan dengan pengelolaan SSB. Kabarnya, Raffi bersama Rudy Salim siap menggelontorkan uang sebesar 300 M untuk akademi dan SSB tersebut. Raffi sepertinya benar-benar serius untuk terjun ke dunia sepak bola. Pasalnya, sejumlah rencana telah ia siapkan salah satunya dengan menunjuk mantan kapten Timnas Indonesia, Hamka Hamzah sebagai pelatih di SSB yang akan dibentuknya nanti. “Jadi kan kami mau coba, RANS mau bikin ada SSB, sekolah sepak bola, siapa tahu kan nanti banyak melahirkan bibit-bibit baru,” ujar Raffi seperti dikutip dari kanal Youtube miliknya. “Ini kalau misalnya lapangan bola RANS jadi, ini kali kita bikin sekolah sepak bola mantap tidak? Akademi, kami ajakin yang muda-muda belajar. Pelatihnya Hamka Hamzah,” ucapnya lagi di depan Hamka. Hamka yang mengetahui hal tersebut pun merespon dengan begitu antusias. Ia menyambut positif rencana Raffi Ahmad yang ingin menunjukknya sebagai pelatih di SSB yang akan dibentuk nanti. “Wah boleh. Itu salah satu cita-cita saya juga,” ujar Hamka. “Siapa tahun dari akademi kita ini bisa memunculkan bibit-bibit untuk sepakbola nasional,” lanjut mantan kapten Timnas Indonesia tersebut. Sebelumnya, Raffi Ahmad juga mendapat perhatian usai resmi membeli tim konstestan Liga 2, Cilegon United. Hal tersebut diketahui usai dirinya mengunggah foto bersama Presiden Cilegon United, Yudhi Apriyanto, serta dua orang lainnya yakni Rudy Salim dan Dony Oskaria.

Sabreena Dressler Bicara Soal Tantangan Di Timnas Wanita

Sabreena Dressler Bicara Soal Tantangan Di Timnas Wanita

Pesepakbola putri, Sabreena Dressler merupakan satu dari sekian nama yang dipanggil ikut pemusatan latihan timnas Indonesia putri di Jakarta pada 8-31 Maret 2021. Dara berusia 20 tahun tersebut mengakui tak mudah menjalani program yang diberikan pelatih Rudy Eka Priyambada. Saat ini, Sabreena dan 37 pemain lain sedang mengikuti (TC) Timnas Wanita Indonesia untuk proyeksi SEA Games 2021 Vietnam. Sabreena tak pernah menyangka satu dari sekian banyak mimpinya terwujud. Pemain asal DKI Jakarta ini tak berhenti bersyukur karena salah satu impiannya untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan (TC) timnas wanita Indonesia bisa tercapai di awal tahun 2021 ini. Dilansir laman resmi PSSI, Sabreena mengaku jika minat terhadap olahraga sepakbola yang ia miliki berawal dari hobi berolahraga saja. “Dari kecil saya sudah menyukai olahraga tetapi sejujurnya saya tidak pernah main sepak bola. Saya baru mulai bermain sepakbola sejak usia 12 tahun. Saat itu di sekolah saya tidak ada tim sepak bola putri, karena tidak ada yang suka bermain bola. Saya bergabung dengan tim putra dan mulai mengikuti turnamen kecil sepakbola putri antar sekolah,” kata Sabreena. Setelah menyadari dirinya mampu bermain sepakbola, Sabreena memutuskan untuk mengasah kemampuannya di Pro Direct Academy pada tahun 2018. Namun sayangnya tak lama berselang ia bergabung bersama Pro Direct, pemain berdarah campuran Jerman-Indonesia ini dibekap cedera selama delapan bulan, hingga akhirnya menetap beberapa waktu di Jerman. Setelah sedikit pulih dari cedera, Sabreena pun kembali ke Indonesia dan tak lama setelah itu tepatnya pada tahun 2019, dirinya pun dipanggil untuk memperkuat Persija Putri pada kompetisi tertinggi sepakbola putri di Indonesia, Liga 1 Putri 2019. “Saat saya dikontrak dengan Persija, rasanya sungguh luar biasa senang, karena bertepatan dengan sembuhnya saya dari cedera. Seperti momen comeback dan keajaiban yang ditunggu-tunggu. Sayangnya saat di Persija saya memang belum banyak mendapatkan kesempatan bermain karena kondisi yang belum fit seratus persen,” ujar Sabreena. Kini Sabreena masuk dalam seleksi dan pemusatan latihan Timnas Wanita. Tiga pekan sudah pemain yang berposisi sebagai gelandang sayap ini berada dalam TC dibawah asuhan pelatih Rudy Eka Priyambada. Ini menjadi pencapaian yang luar biasa untuk Sabreena selama dirinya berkarier dalam dunia sepakbola. “Senang sekali saya bisa masuk seleksi dan TC. Keinginan untuk masuk ke timnas sudah ada sejak lama, tapi saya sadar fisik dan skill saya belum cukup bagus untuk bisa diperhitungkan di timnas, apalagi pernah dibekap cedera. Dipanggil ikut TC saja sudah sangat bersyukur. Saya aku coba menunjukkan yang terbaik dan berusaha lebih keras lagi,” lanjutnya Sabreena pun menyadari latihan yang dijalani bersama timnas jauh lebih intens dan berat daripada latihan lainnya. Anak keempat dari empat bersaudara ini mengaku materi yang diberikan selama pemusatan latihan menjadi tantangan tersendiri untuk dirinya. “Materi yang diberikan tentu lebih susah daripada yang di klub apalagi dari segi fisik. Di sini benar-benar dilatih fisiknya. Drill-drill yang diberikan juga intens dan menantang. Namun yang terpenting adalah pembentukan mental. Mental kita benar-benar ditempa disini. Di sini kami dituntut untuk selalu fokus, baik saat latihan atau pertandingan, karena kita bermain untuk negara,” tambah Sabreena “Tidak ada kesulitan beradaptasi sama teman-teman karena saya orangnya mudah bersosialisasi dengan orang lain dan saya tahu berbicara bahasa Indonesia dengan lancar juga, jadi tidak ada kesulitan untuk bergabung dengan yang lain selama TC ini,” tutupnya.

Misi BaPSPI Membantu Percepatan Pembangunan Sepak Bola Indonesia

Misi BaPSPI Membantu Percepatan Pembangunan Sepak Bola Indonesia

Badan Pembinaan Sepak Bola Prestasi Indonesia (BaPSPI) melakukan rapat kerja pengurus pusat di Hotel Grand Zury, Serpong Tangerang Selatan, Minggu 28 Maret 2021. Ketua umum BaPSPI periode 2020-2025, Eko Setyawan mengungkapkan, agenda rapat kerja membahas Inpres No 3 tahun 2019 dan membahas program kerja BaPSPI 2021 serta penyerahan SK kepada beberapa wakil ketua dan kepala bidang “Alhamdulillah hari ini komplet dan sudah tercukupi susunan kepengurusan BaPSPI pusat dengan di serahkan nya SK masing-masing posisi dan dijelaskan serta disosialisasikan program kerja BaPSPI serta dibahas tuntas AD, ART, JUKLAK, JUKDIS, seluruh pengurus pusat dapat menjalankan tugas-tugas nya sesuai tupoksi masing masing,” kata Eko. Ketua Umum BaPSPI Eko Setyawan mengatakan ada beberapa target yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Salah satunya adalah melantik seluruh pengurus ketua BaPSPI provinsi hingga ke kabupaten. Eko juga meminta Sekjen BaPSPI, H Yudo Hadiyanto untuk mempercepat pelantikan ketua BaPSPI provinsi. Tujuannya agar cita-cita BaPSPI untuk menjadi badan organisasi dan punya andil dalam membantu pemerintah dalam membangun percepatan pembangunan sepak bola Indonesia. Eko juga menjelaskan, bahwa saat ini sumber dana BaPSPI masih mandiri dan beberapa sponsor. “Saat ini masih mandiri dan dari sponsor, kita masih terus rumuskan dan kordinasi dengan beberapa kementrian terkait Inpres No 3 tahun 2019 semoga saja beliau beliau yang terkait bisa melihat dan mendukung kami BaPSPI yang nyata untuk anak bangsa dalam pembangunan sepak bola Indonesia,” pungkasnya. Sumber: Medcom.id

Gelora 10 November Siap Disulap Jadi Akademi Sepak Bola

Gelora 10 November Siap Disulap Jadi Akademi Sepak Bola

Kota Surabaya bakal memiliki pusat latihan cabang (Puslatcab) olahraga sepak bola. Puslatcab yang juga disebut Akademi Sepak Bola (ASB) itu diharapkan mampu melahirkan dan mencetak kembali talenta-talenta muda dalam bidang olahraga sepak bola. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya Afghani Wardhana mengatakan, rencananya, pelatihan ASB dipusatkan di Gelora 10 November (G10N), Tambaksari Surabaya. Pelaksanaannya baru dapat berjalan dalam 6 bulan ke depan. Sebab, masih terkendala undercontrol kontraktor pelaksana. ”Sehingga Puslatcab baru dapat kita laksanakan setelah 6 bulan ke depan,” tutur Afghani pada Sabtu (20/3). Dispora Surabaya juga tengah menyiapkan atlet menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022. Stadion G10N pun disiapkan untuk tempat latihan para atlet untuk cabang olahraga sepak bola. ”Artinya pemkot melalui Dispora punya keperluan untuk penggunaan Stadion Tambaksari (G10N) selama beberapa waktu ke depan,” ungkap Afghani. Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dispora Surabaya, Eddy Santoso menjelaskan, dari beberapa dekade ke belakang muncul legenda-legenda sepak bola asal Surabaya. Hal itu berbeda dengan kondisi saat ini. Sehingga, pemkot berencana mendirikan akademi sepak bola. ”Gagasan itu sudah lama ketika bertemu mantan-mantan pemain. Kenapa? Karena legenda sepak bola semakin tahun semakin habis. Mulai 2012 sampai sekarang nyaris tidak ada kompetisi seperti dulu sehingga Dispora punya keinginan membangkitkan lagi sepak bola Surabaya,” kata Eddy. Melalui Puslatcab tersebut, Eddy berharap, ke depan Kota Surabaya dapat kembali menelurkan atlet-atlet berprestasi. Khususnya dalam bidang olahraga sepak bola. Untuk mendukung pendidikan latihan sepak bola di G10N, pemkot bakal menggandeng Unesa (Universitas Negeri Surabaya) beserta mantan pemain asal klub di Surabaya untuk melatih. ”Kita akan coba kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sudah akan membuka kursus olahraga sepak bola. Artinya ketika pendidikan di akademi jalan, pendidikannya kita bawa ke sana. Jadi keduanya harus seiring antara prestasi dan akademik,” kata Eddy.

Belum Ada Kompetisi, Akademi PS Sleman Tetap Berlatih

Guntur Cahyo Utomo

Kompetisi sepak bola di Indonesia dari segala usia masih belum bergulir karena izin dari pihak Kepolisan RI belum dikeluarkan. Namun, akademi PSS Sleman tetap menggelar latihan dan kegiatan pembinaan pemain muda. Mereka tetap mempersiapkan tim menghadapi kompetisi tahun 2021. Tim U-16, U-18 dan U-20 tetap berlatih sejak September 2020. Kepala Development Center PSS, Guntur Cahyo Utomo, menjelaskan saat ini terdapat lebih dari 70 pemain yang berstatus trial. Mereka berlatih dengan didampingi tim pelatih, analis dan kitman. Menurut Guntur, terhentinya kompetisi tentu merugikan bagi tim. Karena menghambat perkembangan pemain akibat tak adanya pertandingan yang kompetitif. Akan tetapi, Guntur juga melihat sisi positif dari tidak adanya kompetisi ini. “Terhentinya kompetisi usia muda memang merugikan karena tak adanya medium untuk bertanding secara kompetitif,” kata Guntur kepada wartawan, Minggu (13/12/2020). “Namun, pada sisi lain didapatkan keuntungan untuk mengembangkan dan bereksperimen berbagai hal, tanpa dikejar kompetisi,” lanjutnya. Peran penting akademi sepakbola, kata Guntur, tak hanya dilihat dari aspek pembinaan. Tapi juga pengembangan bisnis sebuah klub. Saat ini manajemen PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) juga mempersiapkan lapangan latihan untuk para pemain Akademi PSS. Lapangan itu berlokasi di daerah Prambanan. “Memang dibutuhkan modal tidak kecil untuk mewujudkan sebuah akademi yang benar-benar siap dan profesional. Namun keuntungan yang didapatkan bagi sebuah klub tidaklah sedikit, baik untuk bibit atau calon-calon pemain yang akan memperkuat tim senior maupun dari aspek bisnis,” paparnya. Para pemain Akademi PSS pada 2020 ini juga menorehkan catatan tersendiri. Terdapat 6 pemain yang terpilih bergabung dengan tim senior PS Sleman, dan 5 pemain ke klub lain. Selain itu 6 pemain muda dipanggil tim nasional. Satu pemain ke Timnas U-19, 4 peman saat ini mengikuti seleksi Timnas U-16 dan 1 pemain terpilih dalam skuat Garuda Select III. “Catatan itu membuat Akademi PSS makin bersemangat untuk terus mengembangkan bibit-bibit pemain muda ke level yang lebih tinggi,” kata Guntur. Selain itu, keberhasilan para pemain Akademi PSS berhasil menembus timnas juga membuktikan bahwa pembinaan pemain tidak bisa dilakukan secara instan. Bibit-bibit pemain usia muda harus dicermati, diberikan jalan untuk bisa lebih berkembang, dan salah satunya melalui Akademi PSS. Menurut Guntur yang pernah menjadi asisten pelatih timnas U-19, tim Development Center PSS juga menyiapkan buku “Super Elja Method”. Buku ini merupakan panduan mengembangkan pemain terutama dalam tataran teknis. Tujuan buku ini, tambahnya, agar ada ukuran apakah metode yang sudah diterapkan sukses atau tidak. Buku tersebut nantinya bisa disebarluaskan agar ada keseragaman, terutama untuk sepakbola di akar rumput. “Kami berharap akhir Desember 2020 buku itu sudah selesai cetak,” pungkasnya.

Kapuas Hulu Kirim 3 Atlet Untuk Ikuti Seleksi Timnas U-19 di Pontianak

Kapuas Hulu Kirim 3 Atlet Untuk Ikuti Seleksi Timnas U-19 di Pontianak

PSSI kembali melakukan pencarian bakat baru pemain untuk skuat Timnas U-19. Tiga atlet sepak bola Kapuas Hulu ikut seleksi Timnas U-19. Seleksi dilakukan hingga ke setiap daerah di Indonesia salah satunya Seleksi Pemain Timnas U-19 yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam kesempatan seleksi Timnas U-19 kali ini tiga orang atlet sepak bola Kapuas Hulu Kalimantan Barat mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi Tim Nasional (Timnas) di bawah usia 19 tahun (U-19) di Pontianak. “Tiga atlet kita itu sudah berangkat ke Pontianak mengikuti seleksi Timnas U-19, sesuai permintaan dari Persatuan sepak bola seluruh Indonesia (PSSI) Pontianak,” kata Ketua Asosiasi kabupaten (Askab) PSSI Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat, di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu. Menurut Wahyudi, tiga pemain sepakbola muda asli Kalimantan Barat tersebut memang memiliki potensi dan sering mengikuti turnamen atau kejuaraan sepak bola seperti Gala Siswa Indonesia dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Wahyudi menyebutkan ketiga pemain muda tersebut terdiri dari Gabriel Batistuta Lawing, Fanni Muhammad dan Lecovic Renold Uvaan. “Pelatih Timnas U-19 ingin melihat langsung secara fisik, sehingga mereka bertiga kita kirim ke Pontianak, dengan harapan ketiganya bisa lolos seleksi dan mengharumkan nama daerah dan Timnas,” kata Wahyudi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kapuas Hulu. Ketiga atlet sepak bola itu dua orang berasal dari daerah Mendalam Kecamatan Putussibau Utara dan satu pemain lainnya berasal dari Kedamin Kecamatan Putussibau Selatan. Wahyudi berharap ketiga pemain asal Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ini bisa mendapat kesempatan untuk lolos mengikuti pemusatan latihan Timnas U-19 dibawah asuhan langsung pelatih Timnas asal Korea Selatan Shin Tae-yong.

Jadi Pemain Termuda di TC Timnas Wanita, Salwa Wujudkan Mimpi Bermain dengan Idola

Jadi Pemain Termuda di TC Timnas Wanita, Salwa Wujudkan Mimpi Bermain dengan Idola

Timnas Indonesia putri memang tengah melakukan pemusatan latihan. Sebanyak 38 pemain berlatih di bawah arahan komando pelatih Rudy Eka Priyambada. Dalam pemusatan latihan kali ini, Rudy Eka Priyambada memang memanggil wajah-wajah baru. Bahkan tak sedikit dari mereka yang baru pertama kali dipanggil oleh timnas Indonesia. Salwa Rafidatun Nabila menjadi salah satu pemain yang dipanggil pelatih Rudy Eka Priyambada pada seleksi dan pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Wanita di Jakarta. Pemain yang akrab disapa Salwa ini tidak pernah menyangka bahwa kecintaannya terhadap dunia sepak bola, ternyata berhasil membawanya terbang dari kampung halaman ke Jakarta demi mengikuti rangkaian seleksi. Salwa memang menarik perhatian karena dirinya menjadi pemain termuda yang ikut pada seleksi Timnas wanita saat ini. Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang ini memang bersaing dengan beberapa nama yang tidak asing dibawah mistar gawang skuat Garuda Pertiwi, seperti kiper Timnas Norffince Boma, serta dua kiper lain yang juga pernah mengikuti Timnas Putri U-16, Adinda Citra dan Fani. Salwa yang masih berusia 15 tahun ini merasa bersyukur karena mendapat kesempatan untuk merasakan atmosfer seleksi dan TC hingga level Tim Nasional. “Waktu saya dapat kabar dipanggil untuk seleksi dan ikut TC, saya dan orang tua sangat kaget karena dapat kesempatan ikut seleksi ke Jakarta. Sampai sekarang rasanya masih campur aduk antara gugup, takut dan senang sekaligus bangga karena bisa dipanggil ikut seleksi ini,” ungkap Salwa. Pemain yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP Negeri 1 Kretek, Bantul ini mengaku baru satu tahun terakhir menekuni sepakbola. Itu pun berawal dari kompetisi internal di sekolah yang memainkan anak-anak perempuan dalam kompetisi mini sepak bola. “Awal saya bermain sepakbola saat saya masih kelas 7, tepatnya saat pertandingan kecil antar kelas. Di kompetisi itu sebenarnya saya menjadi pemain depan, tetapi pelatih saya di sekolah mengarahkan saya jadi kiper. Sempat tidak mau, tapi saya coba untuk jadi kiper dan kebawa sampai sekarang, saya pun latihan di klub Protaba Bantul dengan posisi yang sama hingga saat ini” lanjut Salwa. Ada hal menarik ketika Salwa tiba di Jakarta untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan Timnas Wanita. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini bertemu dengan pemain sepakbola wanita idolanya yakni Zahra Muzdalifah. “Masuk dalam seleksi sudah luar biasa bersyukur karena mendapat ilmu baru dari pelatih yang ada. Masuk TC ini juga ada pemain idola saya kak Zahra Muzdalifah. Masih tidak menyangka bisa latihan bersama,” ujar Salwa. Mendapat suntikan motivasi dengan berlatih dengan sang idola, Salwa pun berkomitmen untuk menjalani latihan bersama tim yang sedianya diproyeksikan untuk SEA Games 2021 di Vietnam ini. “Ini kesempatan langka bagi saya untuk berlatih bersama pelatih dan kakak-kakak senior. Awalnya saya masih malu-malu, tetapi alhamdulillah bisa beradaptasi dengan cepat dengan semuanya. Saya akan latihan dengan sungguh-sungguh dan fokus selama seleksi ini” tutup Salwa. Sebelumya pelaksanaan TC untuk timnas Wanita diapresiasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Ia menyebut ini adalah momentum yang baik. Apalagi timnas wanita satu tahun lebih belum ada kegiatan karena pandemi Covid-19. “Alhamdulillah TC untuk timnas wanita bisa digelar di awal tahun ini. Saya berharap para pemain bekerja keras, disiplin dan berlatih secara maksimal di TC ini,” kata Iriawan. Iriawan pun mengingatkan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan ketat bagi semua pihak yang menjadi TC ini. “Kesehatan dan kedisiplinan menjadi hal terpenting saat penyelenggaraan TC di tengah pandemi. Mari kita sama-sama disiplin, baik saat latihan maupun menerapkan protokol kesehatan untuk keselamatan kita bersama” pungkasnya.

Menangi Dua Laga Uji Coba, Timnas Diminta Tingkatkan Fisik, Mental dan Kerja Keras

Menangi Dua Laga Uji Coba, Timnas Diminta Tingkatkan Fisik, Mental dan Kerja Keras

Tim nasional Indonesia persiapan SEA Games 2021 meraih kembali kemenangan di laga uji coba. Pada Minggu (7/5/2021), skuat Garuda menang dengan skor 3-1 atas Bali United di Stadion Madya Senayan, Jakarta. Sebelumnya, Skuad Garuda juga mampu meraih kemenangan atas Tira-Persikabo pada Jumat (5/5/2021) lalu dengan skor 2-0. Pada pertandingan melawan Tira-Persikabo, gol kemenangan timnas dicetak oleh Kadek Agung pada menit ke-45’ dan Muhammad Rafli menit 49’. Sementara pada laga kemarin melawan Bali United, gol timnas dicetak oleh K. H Yudo menit ke-35, Koko Ari menit ke-70 dan Osvaldo Haay menit ke-75. Sementara gol dari Bali United dicetak oleh Lerby Eliandri menit ke-83. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi timnas Indonesia yang meraih dua kali kemenangan di ajang uji coba. Namun, ia berpesan agar para pemain tidak cepat puas dan terus bekerja keras. “Alhamdulillah para pemain terus menunjukkan performa yang positif. Fisik menurut pelatih Shin Tae-yong masih dikisaran 60%-70%. Ini wajar karena mereka lama vakum setelah kompetisi Liga 1 dan 2 tidak berjalan selama satu tahun terakhir. Meskipun di 20 menit awal, timnas kesulitan untuk menembus pertahanan Bali United, masuknya Adam Alis membuat lini tengah makin hidup dan akhirnya menang,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong juga senang dengan performa yang ditunjukkan para pemain timnas. Menurutnya, Andy Setyo dan kawan-kawan bermain lebih baik dibanding melawan Tira Persikabo. “Jadi pergerakan pemain semakin baik, kami senang dengan penampilan mereka dia dua laga uji coba ini. Namun mental dan fisik harus terus ditingkatkan. Selain itu, duel satu lawan satu juga harus diperbaiki. Jangan mudah kehilangan bola dan gampang dilewatin lawan saat bertahan,” kata Shin Tae-yong. “Apa yang mereka pelajari di timnas Indonesia harus jadi contoh kepada pemain di klub masing-masing. Setahun tidak ada liga untuk peforma dan fisik pemain sangat menurun. Untuk itu pemusatan latihan kali ini fokus ke fisik, jadi pemain bekerja keras dalam latihan dan dua laga ini juga sangat kerja keras,” tambahnya. Setelah laga ini, pemain akan dikembalikan ke klub masing-masing untuk mengikuti Piala Menpora yang dimulai 21 Maret mendatang. Empat kota akan menjadi tuan rumah, yakni Surakarta (Jawa Tengah), Sleman (DIY), Malang (Jawa Timur), dan Bandung (Jawa Barat) di ajang tersebut.

Indosiar Akan Siarkan TIMNAS U-23 MATCH DAY

Jakarta, 26 Februari 2021Setelah melewati musim libur yang panjang akan kehadiran pertarungan dari lapangan hijau di layar TV, pecinta sepakbola tanah air akhirnya dapat melepas kerinduan menyaksikan pertandingan sepakbola lokal bermutu dan berkelas. Tidak tanggung-tanggung, Indosiar menghadirkan Timnas U-23 kebanggaan Indonesia yang dipersiapkan berlaga di SEA GAMES 2021 melawan 2 klub Liga 1. Tayangan bergengsi ini akan hadir bertajuk “Timnas U-23 Match Day” pada tanggal 3 dan 5 Maret 2021 LIVE mulai pukul 19.30 WIB. Laga perdana “Timnas U-23 Match Day” mendatang, skuad Garuda Muda U-23 Evan Dimas dkk akan menantang langsung Tira Persikabo. Klub asal kota Bogor termasuk klub Liga 1 yang disegani dan menjadi salah satu klub Liga 1 yang telah menggelar latihan untuk menghadapi turnamen bergengsi Piala Menpora di bulan Maret 2021. Pertandingan Timnas U-23 vs Tira Persikabo akan menjadi pembuktian hasil latihan kedua tim dalam menghadapi turnamen besar yang akan mereka ikuti. Pemirsa dapat menyaksikan keseruan pertandingan ini dengan tetap di rumah saja melalui layar kaca Indosiar pada hari Rabu, 3 Maret 2021 secara LIVE dan Eksklusif atau Live Streaming di aplikasi Vidio. Selanjutnya, Timnas U-23 akan menghadapi lawan yang lebih berat Bali United salah satu klub Liga 1 yang sangat ditakuti. Juara Liga 1 2019 Bali United akan menjadi lawan yang siap menundukkan Timnas U-23. Pertandingan dipastikan akan berlangsung sengit dengan jual beli serangan. Mampukah pasukan Garuda Muda pimpinan pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong menjebol pertahanan Serdadu Tridatu yang diasuh pelatih asal Brazil Stefano Cugurra Teco? Saksikan Timnas U-23 vs Bali United pada hari Jumat, 5 Maret 2021 pukul 19.30 WIB LIVE dan Eksklusif di Indosiar atau Live Streaming di aplikasi Vidio. Dua pertandingan kandang ini akan mejadi salah satu tolak ukur kesiapan Pasukan Garuda Muda menuju SEA GAMES 2021. Seluruh pertandingan “Timnas U-23 Match Day” akan diselenggarakan di Stadion Madya Gelora Bung Karno sesuai protokol kesehatan dengan tanpa supporter ataupun penonton langsung. Pemirsa dapat menyaksikan Timnas U-23 melawan Tira Persikabo dan Bali United dari rumah saja melalui layar kaca Indosiar dan Vidio. Pertandingan dipastikan kian menarik karena “Timnas U-23 Match Day” akan dipandu langsung oleh sportcaster yang sangat khas dengan jargonnya yakni Valentino Jebreeet Simanjuntak.

Timnas U-23 Akan Jajal 2 Klub Indonesia

Timnas U-23 Akan Jajal 2 Klub Liga 1

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 terus melakukan persiapan tampil di SEA Games 2021 Vietnam. Skuat Garuda pun mencari lawan tanding dan ingin menjajal dua klub Indonesia. PSSI sendiri telah menentukan dua lawan yang akan dihadapi pada uji coba nanti. Kedua klub tersebut ialah PS Tira Persikabo dan Bali United. Rencananya, dua laga itu bakal digelar pada awal Maret mendatang. Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengatakan timnas pada bulan depan akan mengagendakan sedikitnya dua kali uji coba, yakni dengan dua tim sepak bola Indonesia. Uji coba akan dimulai pada 3 Maret melawan PS Tira Persikabo. Kemudian pada 5 Maret menghadapi Bali United. “Dua laga uji coba itu akan dipertandingkan di Jakarta,” ujar Indra Sjafri, dilansir dari laman resmi PSSI. Uji coba itu sekaligus menjadi penutup edisi kedua pemusatan latihan (TC) Timnas di Jakarta. Usia uji coba, para pemain akan dikembalikan ke klub masing-masing untuk persiapan mengikuti Turnamen Menpora 2021 pada 20 Maret hingga 25 April. Sementara itu, pelatih Shin Tae-yong mengatakan saat ini fokus untuk meningkatkan fisik serta performa pemain. Setelah itu konsentrasi baru beralih ke laga uji coba. “Fisik pemain menjadi titik perhatian. Kompetisi yang tidak jalan membuat fisik mereka melempem. Setelah fisik kembali tentu laga uji coba menjadi penting,” tegasnya. Jadwal Timnas Indonesia 1. Timnas Indonesia Vs PS Tira Persikabo – 3 Maret 2021 2. Timnas Indonesia Vs Bali United – 5 Maret 2021

Miftah Resmi Direkrut Oleh Klub Bosnia-Herzegovina

Miftah Resmi Direkrut Oleh Klub Bosnia-Herzegovina

Pemain belakang asal Persita, Miftah Anwar Sani, resmi diumumkan bergabung bersama klub Bosnia-Herzegovina, FK Sloboda Tuzla, Selasa (16/2/2021). Tentu saja kabar ini sedikit mengejutkan karena sebelumnya sang pemain telah membantah kabar soal dirinya yang akan bergabung bersama klub Eropa. Saat itu Miftah Anwar Sani menyebutkan bahwa dirinya tidak mungkin bisa bermain di Eropa mengingat statusnya adalah anggota TNI aktif. Belakangan diketahui bantahan Miftah ini hanyalah upayanya agar tidak menimbulkan kegaduhan. Faktanya, pada Selasa (16/2/2021) lalu, Miftah menggelar konferensi pers di Kedutaan Besar Bosnia-Herzegovina. Duta Besar Bosnia-Herzegovina, Mehmed Halilovic, mengatakan bahwa Miftah akan menjadi pemain Indonesia pertama yang akan berkompetisi di Bosnia. “(Miftah) segera menandatangani kontrak dengan salah satu klub Bosnia-Herzegovina, FK Sloboda Tuzla,” kata Mehmed, Selasa (16/2/2021). “Setahu saya Miftah adalah pemain Indonesia pertama yang akan bermain di Bosnia, kalau di Eropa mungkin sudah ada, tapi Miftah yang pertama ke Bosnia,” jelasnya. FK Sloboda Tuzla sendiri adalah klub yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Bosnia-Herzegovina. Miftah Anwar Sani dikabarkan dikontrak selama enam bulan hingga akhir musim 2020/21, yaitu Juni 2021. Dengan bergabungnya Miftah bersama FK Sloboda Tuzla maka menambah panjang daftar Garuda Muda yang berhasil menembus Eropa. Sebelumnya ada Witan Sulaeman yang merumput bersama klub Serbia, FK Radnik Surdulica, Egy Maualana Vikri (Lechia Gdansk/Polandia), Elkan Baggott (Ipswich Town/Inggris), Brylan Aldama (HNK Rijeka/Kroasia), dan Bagus Kahfi (FC Utrecht/Belanda). Biodata: Nama: Miftah Anwar Sani Tempat, Tanggal Lahir: Salatiga, 19 September 1995 Posisi: Pemain belakang Karir Sepak Bola: 2017-2019: TIRA-Persikabo 2017: PPSM Magelang (Dipinjamkan Dari TIRA-Persikabo) 2018: Madua (Dipinjamkan Dari TIRA-Persikabo) 2019: Badak Lampung 2020-2021: Pesita Tangerang 2021: Sloboda Tuzla

AFCON U20: Kamerun gilas Mozambik 4-1

Etienne Eto'o putra Samuel Eto'o yang membela timnas Kamerun U-20.

Dua gol dari Etienne Eto’o menginspirasi Kamerun untuk meraih kemenangan 4-1 atas Mozambik dalam pertandingan terakhir Grup A Piala Afrika U-20 Total di Stade Cheikha Boidiya di Nouakchott. Kamerun yang sudah pasti lolos setelah pertandingan kedua, memastikan posisi teratas dengan penampilan yang solid melawan debutan yang berada di urutan terbawah grup A tanpa poin. The Young Lion, julukan tim Kamerun, menuju jeda dengan keunggulan 2-0 dalam usaha mereka menuju babak delapan besar. Etienne, putra pencetak gol terbanyak sepanjang masa Kamerun – Samuel Eto’o menandai debut turnamennya dengan dua gol di babak pertama. Etienne memecahkan kebuntuan dengan tendangan bebas yang menakjubkan setelah 8 menit berjalan. Upaya tendangan melengkung dengan kaki kanannya mampu mengalahkan Belarmino di tiang dekat. Mozambik berusaha untuk menyamakan kedudukan dan hampir membuahkan hasil ketika Ivan Mario melihat kiper Kamerun, Wilfried Bedfian, keluar dari garisnya. Pemain sayap tersebut mencoba untuk mengalahkan Bedfian dengan upaya jarak jauh yang melebar. Kamerun mempertegas dengan gol kedua di akhir babak pertama. Pemain tengah Mozambik, Cardoso melakukan pelanggaran sehingga membuahkan tendangan penalty untuk Kamerun. Etienne Eto’o melakukan eksekusi penalty dengan baik yang membuat Kimiss, kiper Mozambik, salah langkah untuk membawa timnya memimpin 2-0 menuju jeda. Kemarun menambah keunggulan mereka setelah turun minum ketika Eto’o membuat assist. Sang playmaker memberikan umpan terobosan yang rapi kepada Milla yang mencetak gol berikutnya pada percobaan kedua. Kesempatan Eto’o untuk mencetak hattrick hampir berhasil ketika Felix Kekoh Ndifor memberikan umpan dan Eto’o tidak dikawal di luar kotak penalti, namun tendangan rendahnya ke arah tiang dekat masih bisa diselamatkan oleh Kimiss. Kegigihan Mozambik terbayar ketika Gianluca Lorenzoni yang masuk menggantikan Simon di menit 68 membalaskan satu gol lima menit sebelum pertandingan usai melalui tendangan bebas yang spektakuler. Gol briliannya hanya cukup sebagai hiburan karena Kamerun kembali mencetak gol keempat semenit kemudian. Pemain sayap Kamerun Bemol Apam, berhasil mengecoh bek dan kiper Mozambik sebelum mengumpan ke Abdoulaye Yahaya ke gawang yang tidak dijaga. Kemenangan tersebut mengirim Kamerun ke puncak Grup A dengan sembilan poin dari tiga pertandingan. Sementara Uganda berada di urutan kedua dengan enam poin. Tuan rumah Mauritania harus menunggu hasil lain untuk mencapai perempat final dengan tiga poin, Mozambik berada di urutan terbawah tanpa poin.

Ohee: SSB Harus Jadi Tumpuan Utama Pembinaan Atlet Usia Dini

Silas Ohee: SSB Harus Jadi Tumpuan Utama Pembinaan Atlet Usia Dini

Mantan pesepak bola profesional sekaligus pelatih kepala Sekolah Sepak Bola (SSB) Petra Sentani, Silas Iskandar Ohee menjelaskan pentingnya peran SSB sebagai tumpuan utama untuk menemukan dan mengasah para pemain sepak bola muda berbakat di tengah situasi semakin jarangnya kompetisi sepak bola usia dini yang berjenjang dan berkelanjutan. Ohee berharap, SSB mampu menciptakan sendiri program pelatihan sepak bola yang rutin dan berkelanjutan. SSB semakin menjadi tumpuan untuk menemukan dan mengasah pemain muda berbakat, karena pembinaan olahraga usia dini sulit mendapatkan dukungan dari pemerintah. Ohee menyatakan proses pembinaan atlet usia dini sesungguhnya lahir dari sistem kompetisi yang berjenjang. Idealnya, pemerintah daerah menyiapkan dukungan bagi pembinaan olahraga usia dini, baik dalam bentuk kompetisi rutin dan berjenjang, ataupun menyediakan fasilitas pendukungnya. “Seiring berjalannya waktu, kami sebagai pembina menyadari kalau pemerintah punya terlalu banyak fokus [perhatian]. Risiko kurang perhatian itu [semakin terasa] wajar bagi kami,” ujar Ohee dilanisir dari Jubi.co.id. Di sisi lain, mantan Kiper Arema Malang itu mengakui bahwa pembinaan dan pelatihan sejumlah SSB berjalan tanpa konsep yang jelas. Konsep itu termasuk kesiapan seluruh SSB untuk melaksanakan, mengikuti, serta mengelola kompetisi rutin yang berjenjang dan berkelanjutan. Kelemahan itu membuat pemerintah menjadi kebingungan, tidak mengetahui bagaimana cara untuk mendukung pembinaan atlet sepak bola usia dini. “[Kebanyakan dari] kita lebih suka tampil dengan kebiasaan ‘tiba masa, tiba akal’. Ada kegiatan, lalu  dadakan disesuaikan. Itu bagian dari [contoh] mengerjakan pembinaan dengan tidak terkonsep,” jelasnya. Berkaca dari berbagai kelemahan itu, mantan pemain Persidafon era 1990-an itu menyusun konsep kerja SSB Petra terencana dan berkesinambungan. Ohee kini mulai menyosialisasikan konsep itu dengan sejumlah koleganya yang juga menjadi pembina sejumlah SSB di Kabupaten Jayapura. “Saya sedang menyusun program kerja pelatih dengan sistem peer coaching. Program itu berfokus kepada penyebaran dan pengembangan ilmu kepelatihan sepak bola, termasuk sistem kerja sama terpusat. [Setiap] pelatih [harus] belajar menjadi pengajar dan pelatih sepak bola, [sekaligus] menjadi mitra pemantau kinerja pelatih yang lain,” kata Ohee. Ohee optimis penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua akan menguntungkan bagi pembinaan olahraga usia dini di Papua, karena menambah jumlah sarana dan prasarana olahraga di Papua. Akan tetapi, para pemangku kepentingan olahraga di Papua harus mempersiapkan konsep yang jelas dalam memanfaatkan berbagai sarana dan prasarana yang telah dibangun itu. “Saya optimis, kejayaan sepak bola Kabupaten Jayapura akan muncul kembali, pastinya dengan perencanaan yangg terukur. Hampir belasan tahun kami [melakukan] pembinaan, tapi hasilnya belum kelihatan. Itu cukup menjadi pelajaran berharga bagi kami,” ucapnya. Secara terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura, Yaan Yoku mengaku pembinaan olahraga bagi anak usia dini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Yoku berharap pembinaan atlet usia dini itu dimulai dari inisiatif komunitas, termasuk SSB. “Kalau pada tingkatan atlet yang sudah siap, bukan tanggung jawab kami. Itu tanggung jawab KONI. Kami hanya melakukan pembinaan usia dini,” kata Yoku.

Nasihat Marc Klok Untuk Pemain Muda Indonesia

Nasihat Marc Klok Untuk Pemain Muda Indonesia

Pemain Persija Jakarta, Marc Klok, memberikan nasihat kepada para pesepakbola muda Indonesia. Gelandang berusia 27 tahun itu menuturkan bahwa seorang pesepakbola harus berani untuk keluar dari “zona nyaman”. Hal itu diungkapkan Klok dalam wawancaranya dengan konfederasi sepakbola Asia (AFC). Klok berharap, pemain muda harus “berani” ketika ada tawaran untuk berkarir di luar negeri demi meningkatkan kemampuan diri sendiri. AFC sebelumnya menyoroti sejumlah pemain muda Indonesia yang memilih berkarir di Eropa maupun Asia. AFC menyebut ada lima pemain muda memilih berkarir di Eropa, yakni Witan Sulaeman yang merumput bersama klub Serbia, FK Radnik Surdulica, Egy Maualana Vikri (Lechia Gdansk/Polandia), Elkan Baggott (Ipswich Town/Inggris), Brylan Aldama (HNK Rijeka/Kroasia), dan Bagus Kahfi (FC Utrecht/Belanda). Sedangkan tiga lainnya memilih berkarir di kompetisi Asia, seperti Todd Rivaldo Ferre yang memperkuat klub Thailand, Lampang FC, Syahrian Abimanyu (Newcastle Jets/Australia), dan Asnawi Mangkualam Bahar (Ansan Greeners/Korea Selatan). “Jika kita bicara dari sisi profesionalisme dan struktur, ada beberapa liga yang bagus di Asia. Jika pemain Indonesia mendapatkan pengalaman di sana, itu akan sama seperti bermain di Eropa,” ujar Klok. “Bukan berarti Eropa itu lebih bagus dibandingkan negara-negara [Asia] itu. Jika mereka pergi ke kompetisi elit Asia, atau Eropa, itu hanya membuktikan mereka berani keluar dari zona nyaman.” lanjutnya. “Itu merupakan faktor paling penting buat mereka untuk berkembang. Jika selalu berada di zona nyaman, mereka tidak akan pernah mendapatkan didikan dan perkembangan dengan cara yang berbeda, karena mereka tidak pernah mendapatkan dorongan yang bisa mereka peroleh di liga yang berbeda.” kata pemain kelahiran Amsterdam, Belanda, tersebut. Klok menambahkan, keberanian keluar dari zona nyaman bakal mendatangkan keuntungan tersendiri bagi sang pemain, terutama karir mereka di masa depan. Sebab, para pemain ini nantinya mempunyai pengalaman yang dapat meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia. “Sebagai pemain muda, Anda perlu bermain dan mengambil kesempatan berkarir di luar negeri. Mendapatkan kesempatan bermain di Eropa atau bahkan liga-liga terbaik di Asia dengan organisasi yang bagus dan level lebih tinggi, itu akan menjadi keuntungan buat mereka,” tutur Klok. “Itu akan menjadi modal dalam karir mereka. Sebab level struktur dan profesionalisme yang akan mereka lihat, bermain dengan cara berbeda, serta bagaimana cara hidup seorang atlet, tidak bakal mereka peroleh bila tetap menghabiskan karir di Indonesia.” “Saya sangat senang dengan mereka [yang berkarir di luar Indonesia], karena itu akan mencerahkan masa depan mereka. Saya berharap lebih banyak lagi yang mengikuti jejak pemain-pemain itu. Pada akhirnya, ini akan memberikan keuntungan tersendiri untuk persepakbolaan Indonesia agar menjadi lebih baik.” pungkasnya.

Jelang SEA Games, PSSI Ingin Timnas U-23 Lakoni Minimal Tiga Laga Uji Coba

Jelang SEA Games, PSSI Ingin Timnas U-23 Lakoni Minimal Tiga Laga Uji Coba

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 tengah melakukan pemusatan latihan/training camp (TC) di Stadion Madya dan Lapangan D, Jakarta. Saat ini, TC sudah memasuki pekan kedua. Berbagai menu latihan pun sudah diberikan tim pelatih demi perkembangan positif pemain timnas. Selain menggelar latihan, Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, meminta agar timnas U-23 menjalani tiga laga uji coba sebelum mengakhiri pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada akhir Februari. Menurutnya, sudah ada beberapa tim yang bersedia menjadi lawan. “Saya meminta minimal ada tiga kali pertandingan persahabatan. Kalau bisa sebenarnya lima kali, tetapi melihat perkembangannya,” ujar Iriawan kepada awak media di Jakarta, Kamis (18/2/2021). “Kemudian sudah ada yang bersedia (menjadi lawan). Kalau tidak salah, Bali United dan Persib U-23,” tambahnya. Timnnas U-23 yang dipersiapkan untuk mengarungi SEA Games 2021 ini memang dijadwalkan menjalani TC di Jakarta hingga akhir Februari. Namun, hingga pekan kedua pelaksanaan TC, pelatih Shin Tae-yong masih terus membenahi fisik para pemain yang dinilai turun karena tidak bertanding hampir setahun. Iriawan pun mengaku setuju dengan program latihan pelatih asal Korea Selatan tersebut. Sebab menurutnya, bukan hal bagus juga jika para pemain dipaksa bertanding ketika kondisi kebugaran belum sempurna. “Saya juga meminta jangan melakukan ‘sparring’ dengan tim lain kalau fisik belum siap,” pungkas Iriawan. SEA Games 2021 dijadwalkan berlangsung di Vietnam, 21 November- 2 Desember. PSSI menargetkan medali emas dari ajang ini demi mengulangi prestasi serupa yang terakhir kali diraih pada 1991 silam. Saat ini, skuad Timnas Indonesia U-23 sudah lengkap. Dalam sesi latihan Rabu 17 Februari 2021, tiga pemain Osvaldo Haay, Braif Fatari, dan Rizky Pellu, sudah gabung. Mereka melengkapi formasi 36 pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong. Sesuai aturan yang berlaku, SEA Games memberikan kelonggaran kepada para pesertanya untuk mendaftarkan dua pemain senior. Namun, aturan resmi untuk SEA Games kali ini terkait hal tersebut belum muncul sampai sekarang. Sementara untuk ajang SEA Games 2021 sendiri direncanakan akan berlangsung mulai bulan November mendatang di Hanoi, Vietnam. Pada SEA Games 2019 lalu, timnas Indonesia meraih perak usai kalah 0-3 dari Vietnam pada laga final yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial Manila, Filipina.

Jalin Kerja Sama, SSB Bida Taruna Batam dan PSMS Medan Fokus Pembinaan Atlet Muda

Jalin Kerja Sama, SSB Bida Taruna Batam dan PSMS Medan Fokus Pembinaan Atlet Muda

Sekolah Sepak Bola (SSB) Bida Taruna Batam merupakan salah satu dari sekian sekolah sepak bola yang sedang terdampak dari pemberhentian sementara kompetisi reguler dari Asosiasi Kota (Askot) PSSI Batam. Alih-alih rehat sejenak, mereka justru memilih untuk tetap fokus terhadap pembinaan atlet usia dini. Hal ini seperti yang diungkapkan salah satu pembina SSB Bida taruna, Barnov Sihite saat ditemui di lapangan sepak bola Rusun BP Batam Sekupang, Minggu (14/2/2021) kemarin. “Pembinaan pemain itu sangat penting. Ibarat sebuah pohon, pembinaan itu adalah cara merawat akarnya agar tetap bagus sehingga pertumbuhan pohon juga bagus,” tegas Barnov, dilansir Tribun Batam. Lebih lanjut, Barnov menjelaskan jika beberapa program baru untuk para siswa pun telah dirancang oleh Yayasan Bida Taruna. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan salah satu klub ternama di Indonesia, PSMS Medan. “Kami sudah bicara dengan manajemen PSMS Medan. Melalui program itu, anak-anak Bida Taruna yang mau ikut seleksi pemain di sana dipersilakan oleh mereka,” tambahnya. Menurut Barnov, tujuan program itu adalah memberi kesempatan bagi siswa untuk bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi dari biasanya. Mengingat, upaya untuk menyalurkan bakat para pemain muda di Batam masih sangat minim. “Anak-anak di Batam ini hanya perlu kesempatan. Seharusnya kompetisi lokal harus rutin diadakan sehingga pembinaan atlet usia dini tak berhenti begitu saja,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan Usia Muda PSSI Batam pada tahun 2011-2015 lalu. Keprihatinan Barnov terhadap pola pembinaan atlet sepak bola di Batam beralasan. Saat mengikuti Liga 3 tahun 2019 lalu, tim kebanggaan masyarakat Batam, PS Batam, didominasi oleh para pemain cabutan asal Jawa. Hal ini menurut Barnov, seharusnya menjadi pekerjaan rumah (PR) berat bagi seluruh insan sepak bola di Batam. “Pembinaan itu dimulai dari akademi, level 2, baru naik ke tim senior. Jadi berjenjang dan tak putus,” ungkapnya. Ke depannya, ia berharap agar klub senior asal Batam dapat menjalin kerja sama dengan SSB Bida Taruna ataupun SSB lainnya. SSB Bida Taruna sendiri diketahui sempat akan dibubarkan. Akan tetapi, karena tekad yang kuat dari tim pelatih dan seluruh peserta didik, SBB ini masih tetap eksis dan bertahan hingga sekarang. Selain program kerja sama dengan PSMS Medan, SSB Bida Taruna sendiri juga tengah merintis program sosial. Program itu terdiri dari dua kategori. Pertama adalah beasiswa bagi anak panti asuhan dan anak kurang mampu di Batam yang memiliki bakat sepak bola. Sedangkan program kedua adalah program orang tua asuh. “Jadi anak-anak itu diberikan kelonggaran untuk pembiayaan di SSB kami. Selama membawa surat keterangan dari panti asuhan. Kalau untuk kategori tidak mampu cukup dengan surat pengantar dari RT dan RW,” pungkas Barnov.