127 Pelajar Ikuti Seleksi Beasiswa Atlet Sepak Bola

127 Pelajar Ikuti Seleksi Beasiswa Atlet Sepak Bola

Sebanyak 127 peserta mengikuti seleksi beasiswa Akademi Sepak Bola Tugumuda Indonesia (ASTI) Kendal untuk usia SMP dan SMA di Stadion Utama Kendal, kemarin. Peserta berasal dari berbagai daerah, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan bahkan dari Bali. Seleksi dibagi dua kelompok dan masing masing diambil tiga puluh atlet. Pembina Akademi Sepak bola Tugumuda Indonesia Kendal, Rusmono Rudi Nuryawan mengatakan, para atlet sepak bola yang tergabung dalam ASTI Kendal akan mendapat beasiswa sekolah dan tinggal di asrama SMA Muhammadiyah Boja Kendal. Selain sekolah reguler, juga latihan rutin olahraga sepak bola. “Bagi yang lolos akna di training di SMA Muhammadiyah Boja, di sana sudah disiapkan camp untuk dua kelompok usia ini,” katanya. Dengan adanya ASTI Kendal, tentunya akan membawa persekbolaan di Kabupaten Kendal lebih maju. Para atlet dari ASTI Kendal akan diikutkan pada berbagai kompetisi sepak bola, seperti Piala Suratin atau kompetisi lainnya untuk usia 17, U-15, dan U-13. “Nanti sesuai dengan jadwal yang ada di PSSI bergulir, nanti akan ada Liga Pelajar atau Piala Suratin, nanti akan kita ikutkan ke sana,” ungkapnya. Direktur Utama ASTI Kedal, Arif Budianto menargetkan, anak-anak ASTI Kendal nantinya diikutkan di segala kompetisi. Seleksi dilaksanakan satu hari di Stadion Utama Kendal meliputi skill dalam menguasai bola, mental serta kecakapan dalam kerjasama tim. Para atlet yang lolos seleksi tidak hanya akan dididik secara mental dan fisik, namun juga akan dididik akhlaknya. “Ke depannya memang kita mau mencetak talenta-talenta muda sepak bola Indonesia, khususnya yang lahir dari Kendal,” harapnya. Salah satu peserta dari klub sekolah sepak bola Alfatih Provinsi Bali, I Komang Alit Indra Saputra mengatakan, ia mengikuti seleksi ini agar bisa menambah ilmu dan wawasan tentang sepak bola. “Saya ingin mencari pengalaman yang lebih dengan ikut seleksi ini,” ucapnya.

29 Pemain untuk Persiapan Piala AFF U-23 Kamboja

Sebanyak 29 pemain dipanggil pelatih Shin Tae-yong untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-23 jelang mengikuti Piala AFF U-23 2022 di Kamboja. TC ini akan dilakukan di Bali mulai 3 Februari mendatang. Garuda Muda akan digenjot selama sepekan di Bali sebelum bertolak ke Kamboja sekitar tanggal 10 Februari mendatang. “Kami berharap dengan persiapan yang baik, timnas Indonesia dapat meraih juara Piala AFF U-23 2022. Dengan materi pemain yang dipanggil ini serta selalu bekerja keras, disiplin dan fokus, PSSI yakin hal tersebut akan tercapai,” kata Ketum PSSI, Mochamad Iriawan. “Kami terus mendukung program pelatih pelatih Shin Tae-yong demi raihan prestasi timnas Indonesia. Kami juga berpesan kepada semua pemain dan ofisial agar selalu menjaga prokes selama di Bali,” tambahnya. Pada ajang Piala AFF U-23 2022, Indonesia masuk ke Grub B bersama Malaysia, Myanmar dan Laos. Grup A dihuni oleh tuan rumah Kamboja, Timor Leste, Filipina dan Brunei. Sementara itu, Grup C Thailand, Vietnam dan Singapura. 29 Nama Pemain untuk TC Timnas U-23 di Bali 1. Muhammad Adisatryo, Persik 2. Cahya Supriadi, Persija 3. Muhammad Riyandi, Barito Putera 4. Komang Teguh, Borneo FC 5. Alfeandra Dewangga, PSIS 6. Bayu Fiqri, Persib 7. Rizky Ridho, Persebaya 8. Achmad Figo, Arema FC 9. Pratama Arhan, PSIS 10. Komang Tri, Bali United 11. Muhammad Ferrari, Persija 12. Kakang Rudianto, Persib 13. Rachmat Irianto, Persebaya 14. Subhan Fajri, Persiraja 15. Irsan Lestaluhu, Persipura 16. Bagas Kaffa, Barito Putera 17. Syahrian Abimanyu, Persija 18. Marselino Ferdinan, Persebaya 19. Ramai Rumakiek, Persipura 20. Eka Febri, PSIS 21. Genta Alparedo, Arema FC 22. Muhammad Iqbal, Persita 23. Gunansar Mandowen, Persipura 24. Beckham Putra, Persib 25. Muhammad Kanu, PSS 26. Irfan Jauhari, Persija 27. Ronaldo Joybera, Madura United 28. Hanis Saghara, Tira Persikabo 29. Taufik Hidayat, Persija   Sumber: PSSI

Garuda Muda Hadapi Laos di Laga Perdana Piala AFF U-23

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia tak lama lagi akan berlaga di ajang Piala AFF U-23 2022. Timnas Indonesia akan menghadapi Laos, Myanmar dan Malaysia secara berurutan di fase grup Piala AFF U23 2022. Rinciannya, Timnas Indonesia akan menghadapi Laos terlebih dahulu pada 15 Februari 2022. Laga tersebut rencananya akan digelar di Prince Stadium, Phnom Penh, Kamboja. Berselang tiga hari, skuat Garuda akan bersua Myanmar. Laga itu tepatnya akan berlangsung pada 18 Februari 2022. Setelah itu, Timnas Indonesia akan melakoni derby Nusantara melawan Malaysia. Laga Indonesia vs Malaysia akan berlangsung pada 21 Februari 2022. Sebagai catatan, skuat Garuda tergabung di Grup B Piala AFF U23 2022. Turnamen yang akan digelar di Kamboja ini sedikit berbeda dari turnamen Piala AFF level senior. Pasalnya pada ajang ini, para kontestan terbagi dalam tiga grup. Grup A sendiri diisi oleh Kamboja (tuan rumah), Timor Leste, Filipina dan Brunei Darussalam. Sedangkan Grup B dihuni oleh Indonesia, Malaysia, Myanmar dan Laos. Sementara Grup C ada Thailand, Vietnam dan Singapura. Nantinya, hanya negara yang berstatus sebagai juara grup saja yang langsung lolos ke semifinal Piala AFF U-23 2022. Satu tiket tersisa akan diberikan kepada negara yang menyandang status runner-up terbaik. Skuat Garuda sendiri saat ini belum resmi diumumkan. Namun, nama-nama yang turun pada AFF Suzuki Cup 2020 yang berlangsung di Singapura beberapa waktu lalu, diproyeksikan akan tampil kembali pada gelaran AFF U-23 2022 kali ini, ditambah beberapa punggawa yang ikut pada kualifikasi Piala Asia U-23 di Tajikistan Oktober lalu. Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF U-23 2022: Selasa (15/2/2022) Timnas Indonesia vs Laos Jumat (18/2/2022) Myanmar vs Timnas Indonesia Senin (21/2/2022) Timnas Indonesia vs Malaysia

Kiper Muda Panathinaikos Beri Sinyal Tertarik Bela Timnas Indonesia

Kiper muda keturunan Indonesia, Cyrus Margono, terlihat mengunjungi Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Athena, Yunani, Jumat (28/2/2022). Tanda-tanda dia akan membela Timnas Indonesia pun menguat. Kedubes RI di Athena memosting momen lawatan Cyrus Margono lewat Instagram pada Selasa (1/2/2022). Kiper muda yang memperkuat klub top Yunani, Panathinaikos itu pun menemui duta besar Bebeb Djundjunan. View this post on Instagram A post shared by Indonesian Embassy in Athens (@indonesiainath) “Pada 28/1 lalu, Duta Besar LBBP RI @bebebdjundjunan menerima kunjungan Cyrus Margono @cmargono, salah satu atlet sepakbola keturunan Indonesia yang saat ini bermain untuk klub Panathinaikos (@fcpanathinaikos). Suatu pengalaman yang menyenangkan bisa bertukar pikiran dengan salah satu putra keturunan Indonesia yang berkiprah di tingkat internasional. Sukses selalu, @cmargono!” lapor Kedubes RI di Athena lewat Instagram-nya. Cyrus tampak berbincang dengan Bebeb dalam kunjungannya itu. Namun, tidak diketahui apa yang sedang diobrolkan. Menariknya, kunjungan Cyrus dikaitkan dengan naturalisasi yang digalakkan PSSI untuk Timnas Indonesia. Pasalnya sang pemain membuat instastory yang menguatkan gosip dia siap membela skuad Garuda. “Sebentar lagi #KITAGARUDA,” kata Cyrus Margono lewat instastory-nya via akun Instagram @cmargono. Cyrus Margono sendiri adalah kiper berusia 20 tahun kelahiran New York, Amerika Serikat. Berdasarkan wawancara dengan jurnalis Yunani Christos Dimopoulos, ayahnya merupakan asli orang Indonesia sementara ibunya berasal dari Iran. “Saya lahir di New York, di mana saya mulai bermain sepak bola pada usia baru 4 tahun. Ayah dari Indonesia dan ibu dari Persia (Iran modern),” kata Cyrus Margono seperti dilansir dari Prasinostypos. Sejak berumur empat tahun bermain sepak bola, Cyrus Margono langsung memiliki mimpi untuk menjadi pesepak bola profesional. Karena itu, di usia 11 tahun, Cyrus Margono pun serius menekuni sepak bola sebagai kiper. “Sebagai kiper, saya memiliki refleks cepat, keseimbangan badan bagus serta kaki yang aktif dalam membangun serangan dari belakang,” lanjut sosok yang mengidolai David de Gea dan Iker Casillas itu. Cyrus digaet Panathinaikos pada September 2021 lalu. Dia diikat kontrak selama tiga tahun oleh klub Kota Athena tersebut. Sebagai informasi, Panathinaikos bukanlah klub sembarangan. Jagoan Yunani ini cukup sering main di Liga Champions. Selain itu, klub ini juga pernah diperkuat kiper legendaris Yunani saat menjuarai Piala Eropa 2004, yakni Antonios Nikopolidis.

FIFA Match Day Laga Kedua Indonesia 3-0 Timor Leste

Laga kedua FIFA Match Day Indonesia kontra Timor Leste (30/1) yang berlangsung di stadion I Wayan Dipta, Bali, berakhir dengan skor 3-0 untuk Indonesia. Tiga gol kemenangan Indonesia dipersembahkan oleh Terens Puhiri (5′), Ramai Rumakiek (41′), dan Ricky Kambuaya (72′). Dalam keterangan post match press conference pelatih Timor Leste Fabio Joaquim Maciel Da Silva harus mengganti empat pemain karena positif Covid-19. “Bukan permainan yang kita harapkan. Kita tidak bermain dengan baik malam ini. Kita ada masalah pada pemain tim yang akan digunakan. Hari ini sekitar jam lima saya baru tahu para pemain yang akan bermain. Saya tidak tahu karena tim kami diisolasi di hotel. Empat pemain dan satu official dites positif (Covid-19). Jadi kita sudah latihan kemarin, kita sudah menentukan formasi, dan menyiapkan semuanya tiba-tiba sayangnya pagi ini kita mengulangi tes dengan pemain dan semua yang ada di tim. Hasilnya pemain dan official yang sama dites positif. Saya harus mengganti pemain yang tidak biasa bermain karena ini kita merasa tidak bermain dengan baik malam ini” terangnya. Sementara itu pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong mengatakan pemain harus lebih berusaha lagi dalam mengembangkan permainan. “Memang semua pemain bekerja keras walau pun zona bermain dalam skuad kami kurang tetapi memang harus lebih berusaha lebih daripada sekarang agar bisa dilanjutkan perkembangan kami  yang baik dan memang harus ditunjukkan juga permainan yang lebih kuat dari sekarang.”

32 Tim Ikut Serta Dalam Mini Soccer U-16 International

32 Tim Ikut Serta Dalam Mini Soccer U-16 International

Sejumlah 32 tim akan mengikuti Mini Soccer U-16 International Tournament memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Medan Ke-17 dan Piala Kepala BNNP Sumut di Stadion Batak United FC, Jl. Titipapan Medan, 6-27 Maret 2022. Ketua Panitia, Rahudman Harahap, menjelaskan turnamen ini bertujuan membina para generasi muda, khususnya yang hobi dan senang bermain sepakbola. Juga sekaligus menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Rahudman mengatakan turnamen disambut antusias pecinta sepakbola bukan hanya dari dalam tapi juga dair luar negeri. Terbukti event ini nantinya akan diikuti empat tim dari luar negeri, yakni asal Timor Leste, Malaysia, Singapura. “Tentu ini menjadi motivasi bagi kami agar event ini berjalan denan baik. Karena event ini bukan hanya berbicara tentang prestasi, tapi juga ingin mengangkat nama baik Kota Medan di tingkat internasional,” katanya dalam sesi temu pers, Jumat (28/1). Dirinya mengaku prihatin karena saat ini prestasi sepakbola baik di Sumut maupun Kota Medan kurang baik. “Sebagai tambahan untuk dicatat, tidak ada di sini unsur politik. Ini murni tujuan untuk membangun gairah persepakbolaan di Kota Medan,” tutupnya. Ketua BNN Provinsi Sumut, Brigjen Pol Drs Toga H Panjaitan, menyambut baik adanya Mini Soccer U-16 International Tournament. Dari event ini diharapkan dapat mencari bibit-bibit atlet sepakbola muda di Kota Medan. “Juga untuk menghidupkan kembali gairah persepakbolaan di Kota Medan. Melalui event ini semoga akan lahir banyak pesepakbola muda yang nantinya bisa berprestasi,” pintanya. “Terakhir, ini masalah narkoba, seperti diketahui bersama bahwa kalangan muda saat ini cukup dekat dengan narkoba. Untuk itu diharapkan dengan banyaknya aktivitas positif yang dijalani generasi muda, mereka akan lupa dengan barang haram itu,” katanya lagi.

Menang 4-1 Atas Timor Leste STY Masih Kecewa.

FIFA Matchday yang dimainkan di stadion I Wayan Dipta, Bali, mempertemukan Timnas Indonesia dengan Timor Leste. Meski pun menang 4-1 pelatih Shin Tae-Yong menyatakan kecewa atas permainan anak asuhnya. “Memang dari sisi skor menang 4-1 tapi sangat-sangat mengecewakan untuk pertandingan kali ini. Mulai dari coach Shin dan para pemain harus evaluasi diri coach akan berusaha lebih agar permainan berkembang baik, mungkin harus meningkatkan mental para pemain. Jadi tidak semata-mata (menang) pertandingan ini memang mengecewakan.” Indonesia terlebih dahulu kebobolan di menit 34 yang dicetak oleh Paulo Domingos. Sementara itu Pratama Arhan pada saat post match press conference menambahkan. “Secara permainan, secara tim kita kurang kuat juga. Banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Dan kita memperbaiki satu demi satu, ikut instruksi coach Shin.” Berikut match summary FIFA International Match Day.    

FIFA Matchday Indonesia dan Timor Leste Tanpa Penonton

Laga antara Indonesia dan Timor Leste dalam FIFA Matchday pada 27 dan 30 Januari 2022 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dipastikan tanpa penonton. Kepastian itu setelah ada pertemuan dengan Polda Bali, PSSI, dan Satgas Covid-19 pulau Bali. Polda Bali dan Satgas Covid-19 beralasan covid-19 jenis omicron di Bali menunjukkan kenaikan. Mereka pun tak mau ambil risiko jika pertandingan digelar dengan penonton. “Kami (PSSI) menyadari dan memahami masalah ini. PSSI sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait hal tersebut. Ini langkah terbaik untuk melindungi semua pemain, ofisial, panitia pelaksana, dan suporter sendiri terhadap varian omicron,” kata Head of Dept Suporter Development and Engagement, Budiman Dalimunthe. Budiman menambahkan saat ini Seri IV Liga 1 juga sedang berlangsung di Pulau Dewata ini. Itu sebabnya untuk melindungi semua pihak yang terlibat dalam Liga 1, pembatalan adanya penonton di laga antara Indonesia dan Timor Leste bisa dimaklumi. “Di atas semuanya itu ada masalah keselamatan yang lebih penting. FIFA matchday penting, tetapi mentaati protokol kesehatan jauh lebih penting. Itu sebabnya prokes ketat plus tanpa penonton sebagai langkah yang tepat. “Mudah-mudahan di laga FIFA matchday berikutnya bisa ada penonton. Itu pun dengan catatatn varian omicron terus menurun,” pungkas Budiman. Sumber: PSSI

Susunan Pemain AFC Women’s Asian Cup Australia vs Indonesia

Jelang AFC Women’s Asian Cup 2022 di India Timnas Indonesia harus mempersiapkan mental melawan Australia. Sehari sebelumnya pelatih Kurnia Sandy menyatakan anak asuhnya tidak boleh takut akan nama besar Australia. “Antisipasi kemungkinan strategi yang dipakai Australia. Tadi kita latihan bola bola atas, bagaimana kita dealing dengan backpass. Itu yang kita persiapkan untuk pertandingan besok.” “Dari sisi teknis kita sudah mempersiapkan semua tinggal disisi mental aja. Jadi saya menegaskan kepada semua penjaga gawang, kiper-kiper yang ada sekarang, itu tergantung dari kesiapan mental kita menghadapi lawan Australia. Yang penting kita ga usah takut dengan nama besar Australia kita juga sudah mempersiapkan diri dengan baik” ujarnya. Berikut susunan pemain AFC Women’s Asian Cup Australia vs Indonesia

Banyak Diperkuat Pemain Muda, Rani Mulyasari Optimistis

Banyak Diperkuat Pemain Muda, Rani Mulyasari Optimistis

Pemain pilar Timnas Wanita Indonesia, Rani Mulyasari mengaku optimistis dengan skuat kali ini yang akan tampil di Piala Asia Wanita 2020 India, 20 Januari – 6 Februari 2022. Menurut, Rani yang membuat dirinya yakin yakni skuat Timnas Wanita Indonesia saat ini banyak diperkuat pemain-pemain muda yang memiliki skill dan fisik bagus. “Kalau soal fisik ya saya lihat bagus-bagus ya karena rata-rata pemain muda. Jadi kenceng-kenceng,” kata Rani saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2022). “Yang pasti setiap tahunnya pasti ada progres, perkembangan untuk atlet sendiri jadi kalau lihat sekarang ya sepak bola putri sudah berkembang jadi ya mudah-mudahan bisa lah kita,” sambungnya. Seperti diketahui jelang berangkat ke India, pelatih Rudy Eka sudah memilih 23 pemain. Mereka pun masih menjalani pemusatan latihan di Stadion Madya dan dijadwalkan berangkat ke India pada Minggu (16/1/2022). Di ajang Piala Asia Wanita, skuat Garuda Pertiwi berada di grup B bersama dengan Australia, Thailand dan Filipina. Rudy menyadari kualitas tim Australia yang akan jadi lawan pertama timnya memang di atas Indonesia, meski demikian ia tetap optimistis anak asuhnya bisa memberikan perlawanan di pertandingan nanti. “Kesiapan khusus kalau kami ketahui bagaimana Australia bermain luar biasa press, long ball ke center dan striker itu sangat bagus tapi bagaimanapun masih ada kelemahan Australia yang perlu kami maksimalkan karena kemarin Australia uji coba dengan amerika juga kalah di kandang Australia dan juga imbang 1-1,” kata Rudy Eka. Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia Putri di Piala Asia 2022: 1. Ade Mustikiana Oktafiani (Asprov Bangka Belitung) 2. Baiq Amiatun Shalihah (Asprov Nusa Tenggara Barat) 3. Carla Bio Pattinasarany (Asprov DKI Jakarta) 4. Diah Tri Lestari (Asprov Jawa Barat) 5. Fani (Asprov Jawa Tengah) 6. Helsya Maeisyaroh (Asprov Jawa Barat) 7. Insyafadya Salsabillah (Asprov Jawa Timur) 8. Marsela Yuliana Awi (Asprov Papua) 9. Maulina Novryliani (Asprov Banten) 10. Nurhalimah (Asprov Jawa Barat) 11. Octavianti Dwi Nurmalita (Asprov DI Yogyakarta) 12. Pani Tri Oktavianti (Asprov Jawa Barat) 13. Rani Mulya Sari (Persiba Balikpapan) 14. Reva Octaviani (Asprov Jawa Barat) 15. Riska Aprilia (PSS Sleman) 16. Remini Chere Rumbewas (Asprov Papua) 17. Rosdilah Siti Nurrohmah (Asprov Jawa Barat) 18. Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo (Arema FC) 19. Shalika Aurelia Viandrisa (Asprov DKI Jakarta) 20. Tia Darti Septiawati (Asprov Jawa Barat) 21. Viny Silfianus Sunaryo (Asprov DKI Jakarta) 22. Vivi Oktavia Riski (Asprov Bangka Belitung) 23. Zahra Muzdalifah (Asprov Banten)

Gilas Persib Bandung Putri 10-0 Timnas Putri Siap Tampil di Piala Asia Wanita 2022

Pada laga uji coba melawan Persib Bandung Putri di Stadion Madya, Jakarta (13/01) Timnas Putri berhasil menggilas Persib Bandung Putri dengan skor 10-0. Skor dibuat oleh Octavianti Dwi Nurmalita (menit ke-11), Helsya Maeisyaroh (22′, 45′), Ade mustikiana (30′), Carla Bio Pattinasarany (34′, 41′, 43′), Insyafadya Salsabillah (67′), Reva Oktaviani (71′), dan Zahra Muzdalifah (76′). Dengan hasil ini pelatih timnas putri, Rudy Eka, menyebut anak asuhnya siap untuk berlaga di Piala Asia Wanita 2022 baik secara permainan mau pun fisik. Indonesia tergabung dalam grup B bersama Australia, Thailand, dan Filipina. Meski begitu masih ada pekerjaan rumah yang harus di selesaikan. “Sekarang kami sudah satu bulan persiapan, ada peningkatan, kolektivitas, kerjasama, fisik bagus,” kata pelatih Rudy Eka yang juga pernah melatih Tira Persikabo. “Besok sekali lagi main lawan mereka (akademi Persib Bandung) untuk dilihat seberapa kuat anak-anak.” “Tapi ada beberapa bola bisa bolong ke depan, di sebelah kanan, kami waspadai, karena kami ketahui Samantha May Kerr (pemain Australia), pemain terbaik dunia, posisi sebelah kanan, bola jangan sampai kesitu (kanan),” kata Rudy Eka setelah laga usai. Klik disini untuk melihat galeri Timnas wanita vs Persib Bandung wanita

Direkrut Roma CF, Shalika Jadi Pemain Timnas Putri Pertama yang Berkarier di Eropa

Direkrut Roma CF, Shalika Jadi Pemain Timnas Putri Pertama yang Berkarier di Eropa

Roma Calcio Femminile resmi memperkenalkan Shalika Aurelia Viandrisa sebagai rekrutan baru klub talia tersebut, dan sekaligus menjadikan Shalika sebagai pesepak bola putri pertama dari Indonesia yang berkarier di salah satu klub sepak bola Eropa. Dalam laman resminya, Roma CF mengaku terkesan dengan kemampuan Shalika sebagai pemain bertahan, didukung dengan postur fisik yang bagus serta mental juara. “Bermain sebagai bek tengah, dia (Shalika) merupakan salah satu atlet sepak bola keras kepala yang akan melakukan apa saja untuk menang,” tulis pernyataan resmi Roma CF yang dikutip Antara. “Seorang pemain yang fisiknya sangat bagus dan pemimpin yang baik,” tambah klub yang pernah menjuarai Serie A 1969 dan Coppa Italia 1971 itu. Sementara itu, Shalika menyampaikan rasa bangganya karena bisa bermain di klub Serie B Italia tersebut. Ia bertekad untuk mengembangkan kemampuannya bersama klub barunya itu. View this post on Instagram A post shared by Shalika Aurelia (@shalika.aurelia) “Saya sangat ingin meningkatkan kualitas saya dan bisa lebih nyaman memainkan bola serta membangun serangan dari belakang,” ujar atlet berusia 19 tahun itu. “Tim ini merupakan tempat yang hebat bagi saya untuk belajar banyak tentang sepak bola Italia. Saya sangat antusias memulai bermain di Serie B dan akan memberikan kemampuan maksimal untuk tim ini,” tambahnya. Roma CF semula merupakan salah satu tim putri terbaik Italia, namun sejak musim 2011/2012, kualitasnya menurun sehingga degradasi ke Serie B. Adapun Roma CF saat ini menempati posisi ke-12 klasemen sementara Serie B Italia.

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Robin Soeradhiningrat merupakan kiper muda yang saat ini tengah bermain di Liga Jerman. Pria keturunan Jawa tersebut sempat membuat heboh publik lantaran garis keturunannya menuai kontroversi. Salah satu laman penyedia statistik sepak bola dunia, Transfermarkt mengungkap bahwa Robin merupakan pemain keturunan Jerman-Vietnam. Namun dilihat dari nama lengkap Robin yakni, Robin Cristian Soeradhiningrat pasti pecinta sepak bola Indonesia beranggapan bahwa pria usia 20 tahun tersebut keturunan Indonesia berdarah Jawa bukan Vietnam. Keberadaan Robin di Liga Jerman sebagai pemain keturunan Jerman-Indonesia berpotensi dilirik oleh Shin Tae-yong. Pasalnya, pelatih asal Korea tersebut mengakui ingin melakukan naturalisasi pemain keturunan Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia. Dalam sebuah wawancara media Korea Selatan Myeong Jangdeul, Shin mengaku ingin melakukan naturalisasi namun terbentur oleh prosedur dan keinginan para pemain. Di sisi lain, juru taktik skuad Garuda tersebut enggan melakukan naturalisasi tim secara menyeluruh. Hal tersebut karena dirinya meyakini para pecinta bola tanah air menginginkan skuad Garuda mampu berprestasi dengan para pemain lokal. “Saya bisa membuat satu tim bagus dengan pemain keturunan. Akan tetapi, saya juga berpikir orang Indonesia pasti berharap bisa meraih prestasi bagus dengan para pemain yang ada di Indonesia (pemain lokal red.),” ujarnya dikutip dan diterjemahkan dari YouTube BAL pada Selasa, 11 Januari 2022. Seperti diketahui, Robin Soeradhiningrat bermain di Liga Jerman dengan memiliki darah keturunan Jawa dari orang tua. Kedua orang tuanya merupakan asli Warga Negara Indonesia kemudian tinggal menetap di Jerman. Saat ini, Robin sedang menjalankan laga di kasta kelima sepak bola Jerman yakni, Germania Egestorf/Langreder. Kini dirinya berusia 20 tahun berposisi menjadi penjaga gawang. Selain itu, pria berdarah Jawa tersebut pernah menimba ilmu di Akademi Hannover 96. Meskipun menuai kontroversi lantaran dianggap berdarah Jerman-Vietnam. Akun Twitter @FT_IDN mengungkap Robin adalah pemain berdarah asli Indonesia. “Kalau melihat di situs @TMidn_news tertulis kewarganegaraannya Jerman-Vietnam. Namun, itu dibantah Robin karena dia pure Indonesia,” tulisnya. Keberadaan Robin Soeradhiningrat bisa menjadi bahan pertimbangan bagi PSSI maupun Shin Tae-yong untuk merekrutnya membela Timnas Indonesia.

Pratama Arhan Pemain Muda Terbaik Piala AFF 2020

Pratama Arhan Pemain Muda Terbaik Piala AFF 2020

Bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan, terpilih sebagai pemain muda terbaik Piala AFF 2020. Pesepakbola 20 tahun itu berhak memenangkan GOAL NXGN Award untuk Pemain Muda Terbaik. Untuk menjadi pemain muda terbaik, Pratama Arhan harus mengalahkan dua rekannya yang masuk nominasi, yakni Witan Sulaeman dan Alfeandra Dewangga. Pratama Arhan mendapat penilaian tertinggi dengan 60.122 suara, diikuti Witan dan Dewangga di posisi kedua serta ketiga. Pratama Arhan merupakan ancaman bagi tim-tim yang dihadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Ia beberapa kali menjadi penyelamat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Tentu yang paling menjadi perhatian, Pratama Arhan menjadi penyelamat Timnas Indonesia ketika menghadapi Singapura di leg II semifinal Piala AFF 2020. Saat Timnas Indonesia tertinggal 1-2, Pratama Arhan mencetak gol di menit 87, sekaligus memaksa skor berubah menjadi 2-2. Laga pun berlanjut ke babak tambahan. Di 2×15 menit babak tambahan, Timnas Indonesia mencetak dua gol tambahan dan skuad Garuda pun lolos ke final Piala AFF 2020 karena menang 4-2 atas Singapura. Selain itu, Pratama Arhan juga menunjukkan kualitas pertahanan yang baik bagi Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Secara statistik, pemain PSIS Semarang ini memenangkan 80 persen tekel. Ketidakhadirannya di leg I final Piala AFF 2020 karena akumulasi kartu melawan Thailand, juga menjadi mimpi buruk bagi Timnas Indonesia. Akibatnya, skuad Garuda tumbang 0-4 dari Thailand. Secara keseluruhan, penampilan Pratama Arhan di Piala AFF 2020 patut diacungi jempol. Meski baru pertama kali tampil di turnamen tersebut, Pratama Arhan sukses menjadi pemain muda terbaik Piala AFF 2020. Kekalahan di partai final dari Thailand bisa menjadi batu loncatan bagi Pratama Arhan untuk mengembangkan karier sepakbolanya menjadi lebih baik. Kabarnya, Pratama Arhan masuk radar klub kasta teratas Liga Korea Selatan, Seongnam FC.

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mendukung penuh pelatih tim nasional Indonesia saat ini Shin Tae-yong (STY), yang dipertahankan PSSI untuk persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 mendatang. Dukungan pemerintah ini bukan tanpa alasan, beberapa rekam jejak apik dari STY menjadi salah satu alasannya. “Jadi yang memilih ini adalah PSSI sehingga pilihannya kami dukung,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber CNNIndonesia.com secara virtual dari Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (29/12). Menurut Menpora Amali, pelatih STY ini awalnya dikontrak untuk persiapan FIFA U-20 2021 yang ditunda ke tahun 2023. “Pilihan dari federasi kami dukung. Alasannya, kita menjadi tuan rumahnya (FIFA U-20) artinya kita bukan hanya harus sukses menjadi penyelenggara tetapi sukses juga dalam prestasi,” ujar Menpora Amali. “Tentu yang berkontrak antara pelatih timnas Shin Tae-yong itu adalah federasi (PSSI) kemudian pemerintah (Kemenpora) memfasilitasi pembiayaannya,” tambahnya. Menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 menurut Menpora Amali, adalah suatu kesempatan yang luar biasa. Ia menilai kesempatan itu harus dipersiapkan dengan sebaik-sebaiknya. “Bagaimana mempersiapkan timnas ini supaya jangan sampai di babak-babak awal sudah tersingkir, nah butuh pelatih yang berkualitas internasional,” tuturnya. “STY kita tahu bahwa dia adalah pelatih timnas Korea Selatan pada saat Piala Dunia beberapa waktu lalu dan bisa mengalahkan tim Jerman. Kita tahu kekuatan Jerman luar biasa dan saat ini anak-anak kita yang dilatih STY di timnas itu ada banyak perkembangan,” ungkap Menpora Amali. Dari sisi fisik dan mentalitas anak-anak timnas Indonesia lanjut Menpora Amali mengalami banyak kemajuan. “Shin Tae-yong melatih secara komprehensif bukan hanya melatih taktik, strategi tetapi fisik dan mental, kerjasama tim dan sebagainya,” urainya. “Shin Tae-yong sudah mengerti tentang karakter pemain Indonesia dan anak-anak sudah mulai ada chemistry (rasa saling terhubung satu sama lain) dengan STY. Itulah sebabnya, kita tetap pertahankannya meski apapun hasil dari Piala AFF 2020 nanti, STY tetap menjadi pelatih timnas khususnya persiapan kita untuk menuju Piala Dunia U-20 tahun 2023,” urai Menpora Amali menambahkan.

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyebutkan skuad tim nasional yang saat ini berlaga di Piala AFF 2020 awalnya diproyeksikan untuk ikut dalam ajang FIFA World Cup U-20 tahun 2021 dimana Indonesia menjadi tuan rumah dan SEA Games 2020 di Vietnam. Namun karena pandemi COVID-19 mewabah di seluruh dunia, maka dua event olahraga ditunda. FIFA World Cup U-20 ditunda ke tahun 2023 dan Sementara SEA Games ditunda ke tahun 2022. Dengan demikian, skuad tim nasional saat ini usia rata-ratanya lebih muda dari skuad tim lain yang berlaga di ajang AFF 2020. Dengan umur yang masih muda, Menpora Amali menilai, ajang AFF 2020 ini menjadi ajang untuk persiapan mereka menuju multi event SEA Games 2022 mendatang. “Timnas ini kita persiapkan untuk SEA Games. Sehingga mereka sudah mendapatkan pengalaman terlebih dahulu bertemu dengan negara-negara di Asia Tenggara karena SEA Games ada batas maksimal usia. Tentu negara lain belum tentu semua timnya akan turun karena rata-rata pemain senior,” ujar Menpora Amali usai menjadi narasumber dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021 TVRI, Minggu (26/12) malam. Menpora Amali optimistis pada SEA Games 2022 di Vietnam nanti cabang Sepakbola akan meraih prestasi. Apalagi saat ini tim Indonesia sudah lolos ke babak Final dan akan menghadapi Thailand. Meskipun awalnya diremehkan oleh negara-negara lain. “Awalnya timnas ini diremehkan oleh beberpa negara, diremehkan bahwa ini anak-anak muda, Indonesia turun dengan tim yang masih muda, tentu belum punya pengalaman tapi semangat mereka luar biasa. Dan jangan lupa tangan coach Shin Tae-yong,” ucapnya. Menpora Amali pun berharap tim nasional Indonesia teyap bersemangat dan meraih kemenangan dalam laga final di Piala AFF nanti untuk membuktikan bahwa skuad muda bisa meraih juara. “Anak-anak harus semangat dan membuktikan bahwa kita akan bisa menjawab semua keraguan orang termasuk harapan dari publik dalam negeri,” harapnya. Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2020 setelah mengalahkan Singapura dengan skor 4-2 pada leg kedua. Pada leg pertama Indonesia dan Singapura hanya bermain imbang dengan skor 1-1. Indonesia akan menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2020, usai Thailand mengalahkan Vietnam pada leg pertama dengan skor 2-0. Sementara pada leg kedua, kedua hanya bermain imbang tanpa gol. Laga final Indonesia vs Thailand akan dilangsung secara dua leg dan semuanya ditayangkan secara live di RCTI dan iNewsTV. Leg pertama berlangsung pada Rabu 29 Desember 2021 pukul 19.30 WIB dan leg kedua dihelat pada Sabtu 1 Januari 2022 pukul 19.30 WIB.

Naturalisasi Kevin Diks Alot, Shin Tae-yong Incar Pemain Muda Pengganti

Jadi Incaran Shin Tae Yong, Pemain Muda Ini Selangkah Lagi WNI

Program Naturalisasi terus dikedepankan PSSI sesuai permintaan pelatih Shin Tae-yong. Beberapa nama sudah masuk kedalam radarnya. Bahkan, ada yang tinggal selangkah lagi untuk menjadi WNI. Nama Ragnar Oratmangoen, pemain berdarah Belanda-Indonesia jadi salah satu calon pemain naturalisasi yang masuk radar pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong beserta jajarannya. Sosok Ragnar Oratmangoen muncul setelah Kevin Diks tak kunjung merespons niat PSSI untuk melakukan proses naturalisasi. Itu diketahui lewat pengumuman yang dibuat anggota Exco PSSI Hasani Abdulgani. “Pemain keturunan: Karena posisi Kevin Diks dianggap sama dengan Sandy Walsh, akhirnya Coach Shin Tae-yong menukar Diks dengan Ragnar Oratmangoen,” tulis Hasani di Instagramnya “Sampai hari ini dokumen yang sudah 90 persen lengkap baru dari Jordi Amat dan Sandy Walsh. Sedangkan Mess Hilgers belum lengkap. Sedangkan Oratmangoen belum kasih kabar,” tambahnya. Diketahui, Oratmangoen memiliki darah Belanda-Indonesia. Darah Indonesia didapatkan dari sang ayah yang berasal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku. Oratmangoen lahir di Kota Oss, Belanda, pada 21 Januari 1998. Setelah menimba ilmu bersama tim muda Top Oss, Ragnar Oratmangoen berkarier bersama tim NEC Nijmegen U-21. Pemain 23 tahun itu lebih dulu menimba ilmu di NEC sejak 2016 namun gagal menembus tim utama Nijgemen yang saat ini bermain di kompetisi teratas Liga Belanda. Pemain serba bisa yang mampu memainkan posisi winger dan gelandang serang itu kemudian mulai mendapat kepercayaan setelah dipinjam ke TOP Oss pada 2018. Oratmangoen kemudian memutuskan pindah ke klub kasta kedua sepakbola Belanda, Cambuur SC, pada 2019. Merujuk statistik Transfermakt, Oratmangoen sukses mencetak 13 gol dan enam assist dari 50 pertandingan di Cambuur. Pada 2021, Oratmangoen memutuskan pindah ke klub kasta teratas Liga Belanda, Go Ahead Eagles. Dari total 17 penampilan, Oratmangoen sudah mengemas dua assist untuk Eagles. Kehadiran Oratmangoen yang bisa bermain di beberapa posisi, diharapkan bisa menambah kekuatan skuad Garuda era Shin Tae-yong.

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 kembali berlatih di Antalya, Turki, dengan penuh semangat dan antusias. Subhan Fajri yang merupakan lulusan program Garuda Select mengungkapkan rasa syukurnya dapat bergabung pada pemusatan latihan di Turki. Ia juga menceritakan bahwa kondisinya dan para pemain dalam kondisi fit. Latihan tiga kali sehari menjadi menu latihan Garuda Nusantara. Mulai dari latihan fisik di pagi hari, gym di siang ahri, dan latihan di lapangan pada sore hari. “Alhamdulillah, saya bersyukur banget sama Allah SWT dikasih kondisi yang aman, semuanya fit, dan semua pemain fit. Kita sudah menjalani latihan di sini dua hari dan sehari itu kita latihan tiga kali sehari. Paginya kita latihan fisik di pantai, terus siangnya gym, terus sore ini kita latihan strength, taktik, dan semua kondisi anak-anak semua fit dan aman,” kata Subhan. Subhan juga mengungkapkan bahwa ia dan para pemain dapat beradaptasi dengan cuaca di Turki karea suhunya tidak terlalu dingin. Ia juga menambahkan bahwa kondisi rumput latihan di lapangan sangat luar biasa. “Luar biasa sih, kalo cuaca di Turki sih gak terlalu dingin dan gak terlalu lama kita buat beradaptasi di sini setelah kita pindah dari Indonesia karena di sini kita juga ngerasain panas-panas gitu. Terus rumputnya emang luar biasa,” ujarnya. Pemain kelahiran 13 Mei 2003 tersebut juga mengungkapkan bahwa para pemain cukup kaget dengan menu latihan yang diberikan coach Shin Tae-yong. Namun dengan kekompakkan dan semangat juang bersama, para pemain selalu siap dalam menjalani program latihan yang diberikan. “Itu anak-anak pada kaget sih, luar biasa. Soalnya mungkin di klub-klubnya belum ngerasain latihan tiga kali sehari ataupun mungkin belum ngerasain latihan sekeras itu ya. Mungkin anak-anak pada kaget, tapi mereka semuanya siap menjalani latihan tadi, soalnya aman,” jelas Subhan. Pada latihan kali ini, ada tiga pemain yang ikut bergabung latihan bersama dengan Timnas senior untuk beberapa menit, yaitu Subhan, Ronaldo, dan Frezy. “Alhamdulillah seneng bisa disuruh gabung ke senior ya, buat nambah pengalaman juga. Ada dua (idola saya) Arhan dan Bang Asnawi. Idola saya karena kerja keras dan mentalnya kuat,” ungkap pemain asal Persiraja tersebut. Selama menjalani pemusatan latihan di Turki, Subhan berharap dapat meningkatkan kemampuan dan mentalnya. Dengan tambahan jam terbang, ia berharap kemampuannya dapat terbentuk lagi. “Semoga kedepannya mentalitas bermain saya semoga lebih kuat, terlatih di sini dengan porsi latihan coach Shin Tae-yong emang bener-bener keras banget. Jadi mentalitas inshaallah kedepannya bakal lebih baik lagi, bakal terbentuk lagi,” tukasnya.

Elkan Baggott Dapat KTP, Bisa Perkuat Timnas di Piala AFF

Pemain naturalisasi asal Inggris, Elkan Baggott, akhirnya resmi mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Warga Negara Indonesia. Ia kini bisa memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia di ajang resmi internasional. Pemain asal klub Ipswich Town tersebut membuat KTP di kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri, ditemani Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, Selasa, 9 November 2021. “Alhamdulillah Elkan Baggott sudah mendapatkan KTP Warga Negara Indonesia. PSSI mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu Elkan mendapatkan KTP,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, seperti dikutip laman PSSI. “Kami berharap dengan Elkan punya KTP dapat membantu proses administrasinya untuk pertandingan internasional Indonesia. Saat ini pelatih Shin Tae-yong membutuhkan kehadirannya sebagai tembok kokoh pertahanan skuad Garuda,” lanjutnya. Elkan Baggott lahir di Thailand pada 23 Oktober 2002 dari ibu Indonesia dan ayah Inggris. Ia besar di Inggris dan kini memperkuat klub EFL League One Ipswich Town. Ia sudah pernah bermain untuk Timnas U-19 Indonesia pada 11 Oktober 2020 dalam pertandingan persahabatan melawan Makedonia Utara. Ia sempat menerima panggilan untuk bergabung dengan tim nasional sepak bola senior Indonesia pada Mei 2021 tetapi menolaknya karena pembatasan perjalanan COVID-19. Ia kemudian meminta maaf dan Ketua PSSI pun kembali membuka pintu Timnas untuknya. Kini, pemain berusia 19 tahun tersebut saat ini bergabung bersama timnas Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta. Latihan ini sebagai persiapan Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2020 di Singapura. Sebelum berlaga di turnamen itu, laga uji coba melawan Afghanistan (16 November) serta Myanmar (25 November) akan dilakukan di Turki.

Sebanyak 36 Pemain akan Ikuti TC Timnas U-18 Tahap Keempat

Sebanyak 36 Pemain akan Ikuti TC Timnas U-18 Tahap Keempat

Sebanyak 36 pemain akan mengikuti pemusatan latihan (TC) tahap keempat timnas Indonesia U-18. TC ini akan dimulai pada hari ini, Senin (8/11) di Jakarta. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa TC timnas U-18 dilakukan sebagai persiapan menghadapi Piala Dunia U-20 2023 mendatang. “Kami memang mempersiapkan timnas U-18 dari awal untuk persiapan Piala Dunia U-20 2023 mendatang yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah. Ini TC tahap keempat, pada tiga TC sebelumnya pelatih Shin Tae-yong sudah memanggil 108 pemain,” kata Iriawan. Setelah dua hari melakukan TC di Jakarta, pada pekan depan timnas U-18 akan menjalani TC bersama-sama timnas Indonesia senior di Turki hingga awal Desember mendatang. “Nantinya akan ada 36 pemain yang terpilih dari empat TC yang akan berangkat ke Turki. Untuk itu pemain harus bekerja keras, disiplin dan berjuang maksimal demi asa menembus skuad utama timnas U-19. PSSI akan mendukung penuh semua program timnas U-18 agar meraih prestasi,” imbuh pria yang akrap disapan Iwan Bule tersebut. Pada pemanggilan TC timnas U-18 tahap keempat ini, para pemain berasal dari Asosiasi Provinsi (Asprov), tim Liga 1, Liga 2, Liga 3 dan PPLP/SKO. 36 Pemain di TC Timnas Indonesia U-18 Tahap Keempat: Kiper: 1. Fidelis Davin, PSS Sleman 2. Govinda Ryzaqa, PSPS Riau 3. Bryan Bertholino Fomeni, Asprov NTT 4. Andrian Putra Handoko, PS Tira Persikabo Belakang: 5. Ahmad Jaid Kotta, Asprov Maluku 6. Ikhsan Febrian Rizola, Bhayangkara U-18 7. Aditya Aulia Syahputra, SKO Sumatera Barat 8. M. Gazi Al Gifari, Peusangan Raya FC 9. Rivaldi Harim, Asprov Gorontalo, 10. M. Rais Husain, Asprov Maluku Utara 11. Bima Ardiansyah, PSS Sleman 12. Reval Aditya, Taruna Mandiri 13. Romadhona Dwi Kusuma, PSS Sleman 14. Dimas Abdul Hadi, Borneo FC 15. Ikhsan Sabili, PPLP Sumatera Barat 16. M. Zulfadly, Barito Putera Tengah: 17. Fauzan Abbas, Persib Bandung 18. Ahmad Fahd Choir, Persita Tangerang 19. Deni Muhammad, Asprov Jawa Barat 20. Nur Sofyan Daud, Asprov Lampung 21. Viandri MA. Titahelue, Asprov Maluku 22. Mumit Al-Ghory, Asprov Sulawesi Barat 23. Aditya Wendatara Sanjaya, Asprov Lampung 24. M. Figo Fataruba, Asprov Maluku Utara 25. Crespo Halle, Asprov NTT 26. Ferdian Puta Dewanafatara, Asprov D.I Yogyakarta 27. Muh. Dzaky Asraf Huwai, Asprov Sulawesi Tenggara 28. Ricardo Yohosua, Asprov Kalimantan Tengah 29. Fadel Muhammad, Asprov Sulawesi Barat 30. M. Subri Umarella, Asprov Maluku Depan: 31. Yuga Abaryawan, Asprov Jawa Barat 32. Mahesa Zul Jahra P, Asprov Sumatera Barat 33. Rifky Ray Parandi, Asprov Jateng 34. Filah Rohmatulah S, Persita Tangerang 35. Teuku Razza Fachrezi, PS Tira Persikabo 36. Arkhan Fikri, PS Kwarta