PBSI Resmikan Pelatnas Wilayah Barat, Berharap Jaring Pemain Potensial dari Sumatera

PBSI Resmikan Pelatnas Wilayah Barat, Berharap Jaring Pemain Potensial dari Sumatera

Memasuki 2022, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) terus berbenah guna memperbaiki pembinaan atlet. Salah satunya dengan membangun pemusatan latihan nasional (pelatnas) wilayah demi menjaring bibit-bibit potensial di daerah. Rabu (12/1/2022), pelatnas wilayah barat yang berlokasi di Kota Medan, Sumatera Utara, dibuka secara resmi oleh PP PBSI. “Hari ini, kami resmikan PBSI Sumatera Utara jadi pelatnas wilayah bagian barat Indonesia,” ujar Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, dikutip dari Antara. “Rencana kami setidaknya ada tiga pelatwil (pemusatan latihan wilayah), yaitu di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur,” lanjutnya. “Nantinya, ketiga pelatwil ini akan kami sebut dengan Pelatnas Desentralisasi,” pungkasnya. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di Gedung PBSI Sumut, Medan. Selain dihadiri Gubernur Eddy Rahmayadi, hadir pula Ketua Harian PP PBSI, Alex Tirta, Wakil Ketua II Eduart Wolok, dan Ketua Umum Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin. Agung menambahkan, gagasan untuk membentuk Pelatnas Desentralisasi sebenarnya sudah muncul sejak 12 tahun silam. Sayang, ide itu terkendala dengan berbagai alasan. Namun, akhirnya PBSI memberanikan diri untuk mewujujudkannya dengan dimulai dari wilayah barat. “Jadi kami punya pelatnas yang akan melakukan pembinaan dan pengembangan untuk atlet-atlet senior, kemudian diperluas sebagai bagian dari pelatnas junior untuk wilayah Indonesia Barat,” tuturnya. Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua BPK tersebut menyampaikan harapannya agar program ini bisa berjalan optimal dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Pemerintah daerah (pemda) juga sudah berkontribusi dengan memberikan lahan seluas dua hektar yang nantinya bisa dikembangkan jadi lapangan baru. Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin, mengaku sangat bahagia atas pembukaan program ini. Ia pun bertekad mencetak atlet-atlet andal dari Sumatera. “Ini mimpi saya selama 40 tahun di bulu tangkis. Terobosan ini saya rasa akan berhasil,” ujarnya. “Dengan penunjukan ini, saya yakin atlet-atlet Sumatera nanti bisa lebih bersaing lagi,” Suripno memungkasi.  

Banyak Diperkuat Pemain Muda, Rani Mulyasari Optimistis

Banyak Diperkuat Pemain Muda, Rani Mulyasari Optimistis

Pemain pilar Timnas Wanita Indonesia, Rani Mulyasari mengaku optimistis dengan skuat kali ini yang akan tampil di Piala Asia Wanita 2020 India, 20 Januari – 6 Februari 2022. Menurut, Rani yang membuat dirinya yakin yakni skuat Timnas Wanita Indonesia saat ini banyak diperkuat pemain-pemain muda yang memiliki skill dan fisik bagus. “Kalau soal fisik ya saya lihat bagus-bagus ya karena rata-rata pemain muda. Jadi kenceng-kenceng,” kata Rani saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2022). “Yang pasti setiap tahunnya pasti ada progres, perkembangan untuk atlet sendiri jadi kalau lihat sekarang ya sepak bola putri sudah berkembang jadi ya mudah-mudahan bisa lah kita,” sambungnya. Seperti diketahui jelang berangkat ke India, pelatih Rudy Eka sudah memilih 23 pemain. Mereka pun masih menjalani pemusatan latihan di Stadion Madya dan dijadwalkan berangkat ke India pada Minggu (16/1/2022). Di ajang Piala Asia Wanita, skuat Garuda Pertiwi berada di grup B bersama dengan Australia, Thailand dan Filipina. Rudy menyadari kualitas tim Australia yang akan jadi lawan pertama timnya memang di atas Indonesia, meski demikian ia tetap optimistis anak asuhnya bisa memberikan perlawanan di pertandingan nanti. “Kesiapan khusus kalau kami ketahui bagaimana Australia bermain luar biasa press, long ball ke center dan striker itu sangat bagus tapi bagaimanapun masih ada kelemahan Australia yang perlu kami maksimalkan karena kemarin Australia uji coba dengan amerika juga kalah di kandang Australia dan juga imbang 1-1,” kata Rudy Eka. Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia Putri di Piala Asia 2022: 1. Ade Mustikiana Oktafiani (Asprov Bangka Belitung) 2. Baiq Amiatun Shalihah (Asprov Nusa Tenggara Barat) 3. Carla Bio Pattinasarany (Asprov DKI Jakarta) 4. Diah Tri Lestari (Asprov Jawa Barat) 5. Fani (Asprov Jawa Tengah) 6. Helsya Maeisyaroh (Asprov Jawa Barat) 7. Insyafadya Salsabillah (Asprov Jawa Timur) 8. Marsela Yuliana Awi (Asprov Papua) 9. Maulina Novryliani (Asprov Banten) 10. Nurhalimah (Asprov Jawa Barat) 11. Octavianti Dwi Nurmalita (Asprov DI Yogyakarta) 12. Pani Tri Oktavianti (Asprov Jawa Barat) 13. Rani Mulya Sari (Persiba Balikpapan) 14. Reva Octaviani (Asprov Jawa Barat) 15. Riska Aprilia (PSS Sleman) 16. Remini Chere Rumbewas (Asprov Papua) 17. Rosdilah Siti Nurrohmah (Asprov Jawa Barat) 18. Sabrina Mutiara Firdaus Wibowo (Arema FC) 19. Shalika Aurelia Viandrisa (Asprov DKI Jakarta) 20. Tia Darti Septiawati (Asprov Jawa Barat) 21. Viny Silfianus Sunaryo (Asprov DKI Jakarta) 22. Vivi Oktavia Riski (Asprov Bangka Belitung) 23. Zahra Muzdalifah (Asprov Banten)

Gilas Persib Bandung Putri 10-0 Timnas Putri Siap Tampil di Piala Asia Wanita 2022

Pada laga uji coba melawan Persib Bandung Putri di Stadion Madya, Jakarta (13/01) Timnas Putri berhasil menggilas Persib Bandung Putri dengan skor 10-0. Skor dibuat oleh Octavianti Dwi Nurmalita (menit ke-11), Helsya Maeisyaroh (22′, 45′), Ade mustikiana (30′), Carla Bio Pattinasarany (34′, 41′, 43′), Insyafadya Salsabillah (67′), Reva Oktaviani (71′), dan Zahra Muzdalifah (76′). Dengan hasil ini pelatih timnas putri, Rudy Eka, menyebut anak asuhnya siap untuk berlaga di Piala Asia Wanita 2022 baik secara permainan mau pun fisik. Indonesia tergabung dalam grup B bersama Australia, Thailand, dan Filipina. Meski begitu masih ada pekerjaan rumah yang harus di selesaikan. “Sekarang kami sudah satu bulan persiapan, ada peningkatan, kolektivitas, kerjasama, fisik bagus,” kata pelatih Rudy Eka yang juga pernah melatih Tira Persikabo. “Besok sekali lagi main lawan mereka (akademi Persib Bandung) untuk dilihat seberapa kuat anak-anak.” “Tapi ada beberapa bola bisa bolong ke depan, di sebelah kanan, kami waspadai, karena kami ketahui Samantha May Kerr (pemain Australia), pemain terbaik dunia, posisi sebelah kanan, bola jangan sampai kesitu (kanan),” kata Rudy Eka setelah laga usai. Klik disini untuk melihat galeri Timnas wanita vs Persib Bandung wanita

RANS PIK Basketball, Mewah Luar Dalam

RANS PIK Basketball bakal mengarungi musim perdananya di IBL musim depan. Meski tergolong tim baru, orang-orang di balik tim tersebut sudah akrab untuk IBL Fans. Mulai dari jajaran manajemen, ofisial, hingga pemain dengan kedalaman roster yang baik. Semua bakal diuji musim depan. Dari manajer ada nama Alvin Indra, yang sudah malang melintang di basket nasional. Dia juga pernah menjadi manajer timnas muda Indonesia dalam beberapa kesempatan. Kemudian turun ke ofisial ada Koko Heru Setyo Nugroho Setyo Nugroho yang menjabat sebagai pelatih kepala. Dia pernah menjadi asisten pelatih beberapa tim IBL termasuk Hangtuah dan CLS Knights. Koko juga pernah jadi pelatih kepala CLS Knights Indonesia di ABL. Dari jajaran asisten pelatih juga termasuk wajah-wajah familiar di basket Indonesia seperti Bambang Asdianto Pribadi dan Parna Abrizalt Hasiholan. Mereka sebelumnya berkecimpung di basket putri dengan timnya masing-masing. Bambang Asdianto juga pernah jadi pelatih Timnas Putri Indonesia yang meraih medali perak SEA Games 2015. Untuk roster, tim ini juga tampak mewah luar-dalam. Ada nama Januar Kuntara, Christian Gunawan, Oki Wira Sanjaya, Nuke Tri Saputra, dan Rodmundus Ottu Ray di posisi guard. Kemudian David Liberty Nuban, Valentino Wuwungan, Bima Riski Ardiansyah untuk forward. Sedangkan di center ada Valentino Wuwungan yang musim lalu berseragam Pelita Jaya Bakrie Jakarta. Di sisi pemain asing, RANS PIK terbilang jeli dalam mengambil pemain. Mereka mendatangkan Hal Shane Heyward yang pernah membela Satya Wacana Salatiga. Dia dulu pemain andalan Satya Wacana di musim 2020, namun harus pulang ke Amerika Serikat karena cedera. Dua tahun setelah sembuh, Shane tampaknya sudah siap membantu RANS PIK mewujudkan target mereka musim depan. Pemain asing lain adalah Jalil Abdul-Bassit. Enam pemain rookie juga dimasukkan ke dalam tim milik Raffi Ahmad tersebut. Mereka adalah Fatur Dzikri Shihab, Ida Bagus Ananta Wisnu Putra, Alfredo Julianto, Eko Agung Prabowo, Fabio Matheus Mailangkay, dan Agus Salim. Mereka membuat roster RANS PIK genap berjumlah 17 pemain. Dengan komposisi tersebut, RANS PIK bakal punya kombinasi yang bagus di luar dan dalam. Meski begitu, mereka harus membuktikan kalau timnya bisa bersaing di papan atas liga musim depan. Karena persaingan bakal semakin ketat. (www.iblindonesia.com)

Menpora Zaiunudin Amali Apresiasi RANS PIK Basketball

Pada acara Grand Launching RANS PIK Basketball di Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (11/1) sore Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengapresiasi segala upaya-upaya yang dilakukan masyarakat untuk menggiatkan dan menumbuhkan olahraga di Indonesia. “Saya tentu berterima kasih dan sangat senang hadir pada Grand Launching RANS PIK Basketball sore ini,” kata Menpora Amali usai menerima plakat dari chairman RANS PIK Basketball Lebih lanjut Menpora Amali mengatakan senang dan bangga karena olahraga bola basket semakin oleh anak-anak muda. “Sekarang sudah banyak anak muda yang berminat memiliki klub bola basket, kalau dulu sebaliknya. Jadi ini menurut saya kemajuan yang luar biasa.” Turut hadir pula Menteri BUMN Erick Thohir yang juga anggota Central Board FIBA serta chairman RANS PIK Basketball lainnya Rudy Salim dan Dito Aryotedjo. “Pemerintah mengapresiasi untuk upaya-upaya ini. Saya punya keyakinan kalau dipegang Raffi semua akan hidup, sepakbola hidup, basket pasti akan hidup dan bagus,” ujarnya pada acara yang mengusung tema Fly High, Phoenix! ini. Selain bola basket Raffi Ahmad juga telah mengakuisisi klub Liga 2, Cilegon FC, yang kemudian masuk final pada kasta tertinggi sepakbola tanah air Liga 1. Raffi Ahmad menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan mensupport. “Terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya karena kita kan junior dan sekarang zamannya kolaborasi karena sama-sama kita ingin memajukan olahraga basket di Indonesia,” ujar Raffi. “Mudah-mudahan dengan kehadiran RANS PIK Basketball ini bisa memberikan warna baru, terima kasih kepada para sponsor semoga ekosistem basket bisa tetap hidup,” tambahnya. RANS PIK Basketball akan menghadapi West Bandit besutan Gading Martin pada laga awal 15 Desember mendatang di Senayan, Jakarta.  (Kemenpora.go.id)

Dua Pegolf Bali Berjaya di Kejurnas Junior

Dua Pegolf Bali Berjaya di Kejurnas Junior

Dua pegolf Bali merebut gelar juara, dalam Kejurnas Junior, di lapangan golf Gading Raya Jakarta, 4-6 Januari. Due atlet yang juara adalah Abigail Rhe (C putri) dan Quinn Leticia Pangestu (D putri). Sementara itu, Kenneth Henson Sutianto meraih juara II dan Cataleya Soleil Reno harus puas dengan juara III D. Bali sendiri menurunkan 8 atlet, selain mereka juga ada Nathan Keefe Pangestu, Jayden Asher Liem, Axel Keefe Pangestu, dan Margoz Marvin Kamenmau. Wakil Kepala Bidang Pembinaan Junior Pengprov PGI Bali Komang Darmawan, di Denpasar, Sabtu (7/1), mengemukakan, pihaknya bangga atlet junior Bali mampu berkiprah di kancah nasional. Bahkan, Komang Darmawan pata pegolf junior bisa meningkatkan prestasi di ajang Piala Gubernur, di Nusa Dua, 11-13 Januari. “Hingga kini, peserta Piala Gubernur untuk kelompok junior sudah mencapat 90 atlet, sedangkan amatir digelar 14-15 Januari,” jelasnya. Dia juga puas sebab setidaknya Abigail dan Quinn saat ini bercokol di peringkat 1 nasional sesuai dengan kategori umurnya. Dikemukakan, saat ini pegolf Bali junior sedang serius berlatih sekalkgus adaptasi di lapangan Bali National Golf Club, Nusa Dua. Ia mengakui, persaingan di ajang Piala Gubernur sangat ketat, dan pegolf Bali akan menghadapi perlawanan seru meladeni atlet DKI, Jabar, dan Jatim. “Kami harapkan atlet Bali bisa mengukir prestasi gemilang, serta mengharumkan nama Bali di level nasional,” ucapnya. Ia yakin, dengan berlaga di Piala Gubernur, otomatis atlet junior Bali makin menambah pengalaman dan jam terbang. Sumber: Balipost.com

Direkrut Roma CF, Shalika Jadi Pemain Timnas Putri Pertama yang Berkarier di Eropa

Direkrut Roma CF, Shalika Jadi Pemain Timnas Putri Pertama yang Berkarier di Eropa

Roma Calcio Femminile resmi memperkenalkan Shalika Aurelia Viandrisa sebagai rekrutan baru klub talia tersebut, dan sekaligus menjadikan Shalika sebagai pesepak bola putri pertama dari Indonesia yang berkarier di salah satu klub sepak bola Eropa. Dalam laman resminya, Roma CF mengaku terkesan dengan kemampuan Shalika sebagai pemain bertahan, didukung dengan postur fisik yang bagus serta mental juara. “Bermain sebagai bek tengah, dia (Shalika) merupakan salah satu atlet sepak bola keras kepala yang akan melakukan apa saja untuk menang,” tulis pernyataan resmi Roma CF yang dikutip Antara. “Seorang pemain yang fisiknya sangat bagus dan pemimpin yang baik,” tambah klub yang pernah menjuarai Serie A 1969 dan Coppa Italia 1971 itu. Sementara itu, Shalika menyampaikan rasa bangganya karena bisa bermain di klub Serie B Italia tersebut. Ia bertekad untuk mengembangkan kemampuannya bersama klub barunya itu. View this post on Instagram A post shared by Shalika Aurelia (@shalika.aurelia) “Saya sangat ingin meningkatkan kualitas saya dan bisa lebih nyaman memainkan bola serta membangun serangan dari belakang,” ujar atlet berusia 19 tahun itu. “Tim ini merupakan tempat yang hebat bagi saya untuk belajar banyak tentang sepak bola Italia. Saya sangat antusias memulai bermain di Serie B dan akan memberikan kemampuan maksimal untuk tim ini,” tambahnya. Roma CF semula merupakan salah satu tim putri terbaik Italia, namun sejak musim 2011/2012, kualitasnya menurun sehingga degradasi ke Serie B. Adapun Roma CF saat ini menempati posisi ke-12 klasemen sementara Serie B Italia.

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Memiliki Garis Keturunan Indonesia, Kiper Muda Liga Jerman Berpotensi Dilirik Shin Tae-yong

Robin Soeradhiningrat merupakan kiper muda yang saat ini tengah bermain di Liga Jerman. Pria keturunan Jawa tersebut sempat membuat heboh publik lantaran garis keturunannya menuai kontroversi. Salah satu laman penyedia statistik sepak bola dunia, Transfermarkt mengungkap bahwa Robin merupakan pemain keturunan Jerman-Vietnam. Namun dilihat dari nama lengkap Robin yakni, Robin Cristian Soeradhiningrat pasti pecinta sepak bola Indonesia beranggapan bahwa pria usia 20 tahun tersebut keturunan Indonesia berdarah Jawa bukan Vietnam. Keberadaan Robin di Liga Jerman sebagai pemain keturunan Jerman-Indonesia berpotensi dilirik oleh Shin Tae-yong. Pasalnya, pelatih asal Korea tersebut mengakui ingin melakukan naturalisasi pemain keturunan Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia. Dalam sebuah wawancara media Korea Selatan Myeong Jangdeul, Shin mengaku ingin melakukan naturalisasi namun terbentur oleh prosedur dan keinginan para pemain. Di sisi lain, juru taktik skuad Garuda tersebut enggan melakukan naturalisasi tim secara menyeluruh. Hal tersebut karena dirinya meyakini para pecinta bola tanah air menginginkan skuad Garuda mampu berprestasi dengan para pemain lokal. “Saya bisa membuat satu tim bagus dengan pemain keturunan. Akan tetapi, saya juga berpikir orang Indonesia pasti berharap bisa meraih prestasi bagus dengan para pemain yang ada di Indonesia (pemain lokal red.),” ujarnya dikutip dan diterjemahkan dari YouTube BAL pada Selasa, 11 Januari 2022. Seperti diketahui, Robin Soeradhiningrat bermain di Liga Jerman dengan memiliki darah keturunan Jawa dari orang tua. Kedua orang tuanya merupakan asli Warga Negara Indonesia kemudian tinggal menetap di Jerman. Saat ini, Robin sedang menjalankan laga di kasta kelima sepak bola Jerman yakni, Germania Egestorf/Langreder. Kini dirinya berusia 20 tahun berposisi menjadi penjaga gawang. Selain itu, pria berdarah Jawa tersebut pernah menimba ilmu di Akademi Hannover 96. Meskipun menuai kontroversi lantaran dianggap berdarah Jerman-Vietnam. Akun Twitter @FT_IDN mengungkap Robin adalah pemain berdarah asli Indonesia. “Kalau melihat di situs @TMidn_news tertulis kewarganegaraannya Jerman-Vietnam. Namun, itu dibantah Robin karena dia pure Indonesia,” tulisnya. Keberadaan Robin Soeradhiningrat bisa menjadi bahan pertimbangan bagi PSSI maupun Shin Tae-yong untuk merekrutnya membela Timnas Indonesia.

Tebar Semangat Olahraga Renang ke Generasi Muda Melalui Konten TikTok

Tebar Semangat Olahraga Renang ke Generasi Muda Melalui Konten TikTok

Timotius Mulyadi kini tak hanya dikenal sebagai atlet renang saja. Melainkan content creator di TikTok. Pria 23 tahun ini berhasil mendapatkan 3,6 juta pengikut dari konten-konten seputar olahraga renang di TikTok. Timotius Mulyadi juga memenangkangkan challenge TikTok #TauGaSih dari konsistensinya menggarap konten olahraga renang ini. “Renang itu bukan hanya main-main air dan hiburan,” begitulah kata Timotius Mulyadi. Timotius atau yang akrab disapa Timboi ini merupakan seorang atlet renang Pelatda DKI Jakarta sekaligus mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran. Di tengah kesibukannya sebagai atlet dan mahasiswa, Timboi menyempatkan diri untuk memberikan edukasi tentang olahraga renang yang dikemas sedemikian rupa agar dapat menghibur penontonnya. Timboi memulai perjalanannya di TikTok dari challenge “Swimmer Check” dari luar negeri. Kala itu, dia melihat belum banyak atlet renang di Indonesia yang mengikuti tren tersebut. “Dari situ aku coba upload, ternyata banyak yang suka,” kata Timboi dalam kesempatan wawancara, Senin (27/12/2021). Setelah melihat peluang besar tersebut, Timboi pun mengembangkan konten dan memiliki haluan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda terkait bagaimana dunia renang. “Tujuannya agar masyarakat menggemari olahraga renang, terutama di kalangan remaja sehingga mereka bisa berpikir ternyata olahraga renang bukan hanya main-main air dan hiburan, tapi bisa untuk jadi atlet, yang bisa banggain daerah maupun Indonesia,” ujarnya. Sebab, untuk menjadi seorang atlet renang itu tidak mudah, butuh proses panjang dan harus dimulai sedini mungkin. Oleh karenanya, Timboi menyasar para remaja dan generasi muda di kontennya. Dia lantas mencoba telaten menggarap konten dan mengusahakan konten renang setiap harinya di platform TikTok. Tantangan bikin konten di air Membuat konten olahraga renang yang erat kaitannya dengan air ternyata bukan tanpa risiko. Timboi mengaku menemui banyak tantangan saat membuat konten di air. “Itu sebenernya udah termasuk konsekuensi dari konten. Dan buat konten di air itu ya banyak challenging-nya,” akuinya. Terlebih, sebagian besar konten yang dibuat oleh Timboi tidak menggunakan voice over , melainkan berbicara langsung saat merekam. “Itu kadang challenging-nya di situ. Kadang menggigil, kadang kedinginan,” Timboi menyiasati tantangan tersebut dengan membuat variasi konten agar tidak melulu ‘ngonten’ di kolam renang. Selain itu, dia juga kerap membuat konten dengan menjawab tantangan dari penonton. Bikin konten di laut? Pada helatan PON XX Papua 2021 lalu, Timboi berhasil meraih medali perunggu untuk cabang olahraga renang perairan terbuka nomor 3 kilometer kategori putra. “Aku spesialisasinya di renang perairan terbuka. 2016 aku dapet (medali) perak di 10 km, 2021 di 3 km di PON Papua, dapet medali perunggu,” kata Timboi. Kendati demikian, dia lebih kerap membuat konten di kolam renang. Hal ini karena latihan renang memang lebih banyak dilakukan di kolam ketimbang di perairan terbuka seperti laut. “Sesi latihan di laut itu hanya 1-2 kali sesi aja dalam sebulan,” Namun, Timboi tetap mengusahakan untuk membuat konten di laut jika memang sedang latihan di sana. Pun, jika sedang berlibur di pantai, dia juga akan membuat konten di pantai sebagai variasi agar penonton tidak bosan. Menurut Timboi, hal yang paling penting dari konten adalah tetap dapat menginspirasi dan memberikan edukasi terhadap penontonnya.

Raih Gelar Master Catur Wanita, Nishfa Wakili Indonesia di Ajang Catur ASEAN 2022

Raih Gelar Master Catur Wanita, Nisfha Wakili Indonesia di Ajang Catur ASEAN 2022

Usai mendapat gelar Master Percasi Wanita (MPW) di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) V pada bulan November 2021 lalu, pecatur junior asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Nishfa Dayyana Rahmah (13), dijadwalkan bakal kembali mewakili Indonesia di tingkat ASEAN tahun 2022 ini. Kabar tersebut diungkapkan Pelatih Catur HSU sekaligus orang tua Nishfa, Ahmad Raihan Hasa, kepada Kanalkalimantan.com, Senin (3/1/2021) di sela kegiatan Peringatan Hari Amal Bakti ke-76 Kementerian Agama RI tahun 2022, di kantor Kementerian Agama (KanKemenag) HSU. Raihan mengatakan dengan adanya keberhasilan Nishfa menyabet juara I di ajang Kejurnas kemarin, atlet asal HSU akan mewakili Indonesia di tingkat Asean tahun 2022 di Vietnam nanti. “Insyaallah (Nishfa) akan mewakili Tim Garuda Indonesia ke negara Vietnam tingkat Asean akhir bulan Januari ini,” beber Raihan Raihan mengaku optimis anak asuhnya tersebut bakal meraih trand positif saat mewakili Indonesia di tingkat internasional. “Kita akan terus berusaha membimbing atlet kita supaya bisa juara di tingkat internasional Asean dan bisa meraih lagi gelar Internasional Master,” katanya. Terpisah, Ketua Percasi HSU, Almien Ashar Safari, mengucapkan selamat dan sukses kepada Nishfa Dayyana Rahmah yang telah memperoleh Juara I lomba catur tingkat nasional. Menurutnya dengan adanya keberhasilan yang dicapai Nishfa bisa menjadi motivasi kepada atlet-atlet lain untuk terus meningkatkan latihan kemampuan dan mengasah diri di bidang catur. “Kami salaku pembina catur di Kabupaten Hulu Sungai Utara, sangat bangga atas perolehan yang diraih oleh Nishfa Dayyana Rahmah, mudah-mudahan ini menjadi semangat para pecatur-pecatur yang di HSU dan untuk menambah prestasi di bidang catur,” harapnya. Diketahui, keberhasilan Nishfa sendiri ditorehkannya saat mengikuti ajang Kejurnas V yang dihelat di Hotel Bahamas Tanjung Pandan, Provinsi Bangka Belitung pada tanggal 18- 26 November 2021 lalu. Nishfa berhasil menempati peringkat pertama untuk kategori junior kelompok D usia 13 tahun putri, dengan meraup hasil skor tertinggi 6 1/2 setelah melalui pertandingan sebanyak sembilan kali pertandingan. Bahkan, di babak kelima Nishfa berhasil mengalahkan Juara Nasional Tahun sebelumnya MNW Safira Deve Herfisa asal DIY Yogyakarta yang mana bahkan baru saja menjuaraai kejuaraan Asean. Keberhasilan siswi MTs Negeri 2 HSU menjadi juara di Kejurnas Catur ini, tentu saja membuat dirinya senang dan bangga atas perjuangannya selama ini yang berbuah manis sekaligus membawa harum nama Hulu Sungai Utara. “Senang, bahagia dan juga bangga.” Ucap Nishfa, saat menerima penghargaan dari pemerintah daerah di momentum Peringatan Hari Amal Bakti ke-76 di Kankemenag HSU.

Pembagian Kelompok Usia dalam Bulu Tangkis, 2 Kategori untuk Seleknas PBSI 2022

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) bakal menggelar seleksi nasional mulai Senin (10/1/2022). Lantas, bagaimana pembagian kelompok usia pada Seleksi Nasional PBSI 2022? Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI untuk tahun 2022 akan digelar pada 10 hingga 15 Januari di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Adapun, Seleknas PBSI 2022 dijadikan sebagai pengganti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang merupakan amanat dari AD/ART PBSI. Selain itu, Seleknas PBSI 2022 juga menjadi bagian dari proses regenerasi serta promosi dan degradasi tahun 2022. Seleknas tahun ini akan menyasar pemain-pemain muda guna meneruskan regenerasi bulu tangkis Indonesia. “Kami akan mengadakan Seleknas sebagai pengganti dari Kejurnas khusus tahun ini,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky. “Tahun ini kami tidak bisa menggelar Kejurnas karena di setiap provinsi juga tidak mengadakan Kejurprov sebagai syarat menggelar Kejurnas. Ini juga karena dampak pandemi Covid-19 yang membuat kejuaraan-kejuaraan lokal tidak bisa diselenggarakan,” imbuh Rionny. “Seleknas kami gelar sebagai upaya regenerasi dan mengejar ketertinggalan tahun lalu karena pandemi Covid-19,” tutur Rionny menjelaskan. Pembagian Kelompok Usia dalam Bulu Tangkis Dilansir dari akun Twitter Badminton Indonesia, terdapat enam kelompok usia dalam bulu tangkis. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pembagian kelompok usia dalam bulu tangkis: Usia dini: usia di bawah 11 tahun Anak-anak : usia di bawah 13 tahun Pemula: usia di bawah 15 tahun Remaja: usia di bawah 17 tahun Taruna: usia di bawah 19 tahun Dewasa: usia setelah 19 tahun Format dan Kategori Usia Seleknas PBSI 2022 Soal format Seleknas PBSI 2022, Rionny mengungkapkan bahwa format pertandingan yang digunakan adalah round robin dan knock out. Kemudian untuk kategori usia peserta Seleknas PBSI 2022, dua kategori yang akan dipertandingkan adalah Taruna dan Dewasa. Untuk kategori Taruna, atlet yang dapat menjadi peserta Seleknas PBSI 2022 adalah kelahiran 2004 dan seterusnya. Sementara itu, untuk kategori Dewasa adalah bagi atlet bulu tangkis kelahiran 2002 dan 2003. “Atlet kelahiran 2002 dan 2003 akan kami gabung dalam satu kategori kompetisi, dan kategori lain untuk atlet kelahiran 2004 dan seterusnya. Format pertandingan adalah round robin dan knock out,” kata Rionny Mainaky menjelaskan.

Jelang Musim 2022 IBL Simulasi Penonton

Sobat muda NYSN kompetisi Indonesian Basketball League akan dimulai 15 Januari 2022 mendatang. Jakarta akan menjadi kota pembuka seri pertama bertempat di Gedung Basket Gelora Bung Karno, Senayan. “IBL menjadi kompetisi olah raga professional pertama yang akan dihadiri setelah musim lalu harus melakukan kompetisi gelembung tanpa penonton,” kata Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah pada saat peluncuran IBL Tokopedia 2022, Kamis 6 Januari 2022 di CGV FX, Senayan. Dalam simulasi yang dilakukan pada hari Jumat 7 Januari 2022 di Gedung Basket Senayan diperlihatkan rangkaian penonton dari hadir, hingga masuk ke lapangan. Saat tiba di Hall Basket, penonton akan diarahkan ke tempat cuci tangan dan melakukan scan Peduli Lindungi. Hanya kategori hijau dalam aplikasi Peduli Lindungi yang diperbolehkan masuk kedalam venue. Setelah itu, penonton akan diarahkan menuju pintu masuk. Di depan pintu, penonton dicek suhu.”Target awal kami bukan memenuhi stadion dengan penonton. Ada pembatasan jumlah penonton dalam gedung, untuk Jakarta mungkin hanya 500 penonton,” jelasnya. Syarat bagi penonton adalah sudah menjalani dua kali vaksinasi, melakukan tes antigen dan pemesanan tiket hanya melalui online. “Kami tetap akan patuh pada protokol Kesehatan dan tentu pada keputusan pihak berwenang. Setiap kota penyelenggara seri memiliki batas jumlah penonton berbeda tergantung kapasitas gedungnya,” ujarnya. “Kami mengerti kondisinya belum bisa untuk memenuhi GOR tapi kita harus lakukan. Mungkin penonton sudah rindu menyaksikan langsung di lapangan,maka dari itu apa yang kami berikan ini sudah lebih dari cukup,” ujar Junas.

5 Pebulu Tangkis Putra Berpotensi Bersinar di 2022 Versi BWF

5 Pebulu Tangkis Putra Berpotensi Bersinar di 2022 Versi BWF

Tahun 2022 diprediksi bakal menjadi momen bersinarnya sejumlah pebulu tangkis muda dunia di berbagai ajang internasional. Dilansir dari BWF Badminton, Rachel Chan (Singapura), Wang Zhi Yi (Cina), dan Line Christophersen (Denmark) disebut sebagai pemain putri yang jadi sorotan pada 2022. Ketiga pemain muda itu telah terbukti mampu memberi sumbangsih besar untuk tim putri negara masing-masing di ajang Uber Cup 2020 tahun lalu. Selain para pemain putri, BWF Badminton juga merilis lima daftar pebulu tangkis putra yang memiliki potensi semakin berkembang di tahun 2022. “Anak didik” Viktor Axelsen (Denmark) di Dubai, Uni Emirat Arab, seperti Brian Yang dan Lakshya Sen, adalah dua dari lima pemain muda yang patut ditunggu aksinya. Berikut ini lima atlet muda putra yang diperkirakan bakal makin menambah ramai persaingan bulu tangkis dunia tahun 2022: 5. Brian Yang (Kanada) Rekan sparing Viktor Axelsen ini menunjukkan performa apik ketika menjadi tulang punggung Kanada di Sudirman Cup dan Thomas Cup tahun lalu. Pemain 20 tahun tersebut bahkan membuat kejutan ketika menang atas pemain elite seperti Jonatan Christie (Indonesia) dan Kanta Tsuneyama (Jepang). 4. Kunlavut Vitidsarn (Thailand) Seumuran dengan Brian Yang, Kunlavut Vitidsarn juga sudah menjadi salah satu tulang punggung Thailand di ajang Sudirman Cup dan Thomas Cup. Ia pun sudah mampu mengalahkan sejumlah pemain top, seperti Kidambi Srikanth (India), Shi Yu Qi (Cina), Jonatan Christie, Wang Tzu Wei (Taiwan), dan Lee Zii Jia (Malaysia). Tak heran jika BWF menganugerahi Kunlabut Vitidsarn sebagai Eddy Choong Most Promising Player edisi 2020/2021. 3. Lakshya Sen (India) Lakshya Sen juga merupakan rekan sparing Viktor Axelsen yang punya prospek cerah di dunia bulu tangkis terutama usai merebut medali perunggu BWF World Championships 2021. Masih berusia 20 tahun, Lahsya Sen termasuk pemain muda yang cukup konsisten dengan empat kali tembus semifinal dan satu final dari 10 turnamen yang diikuti sepanjang 2021. 2. Christo Popov (Prancis) Tampil rangkap di nomor tunggal dan ganda putra (bersama sang kakak, Toma Junior Popov), membuat Christo Popov memiliki stamina yang luar biasa. Pria 19 tahun initercatat jadi satu-satunya yang mampu mengatasi Viktor Axelsen di Thomas Cup 2020 serta membekuk Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) di Indonesia Open 2021. 1. Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (Indonesia) Pramudya/Yeremia bersaing ketat dengan dua ganda putra seangkatannya, yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, sejak awal 2021. Performa Pramudya/Yeremia makin meningkat menjelang akhir tahun 2021 dan total mengoleksi dua gelar dari Spain Masters dan Belgian International.

Pratama Arhan Pemain Muda Terbaik Piala AFF 2020

Pratama Arhan Pemain Muda Terbaik Piala AFF 2020

Bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan, terpilih sebagai pemain muda terbaik Piala AFF 2020. Pesepakbola 20 tahun itu berhak memenangkan GOAL NXGN Award untuk Pemain Muda Terbaik. Untuk menjadi pemain muda terbaik, Pratama Arhan harus mengalahkan dua rekannya yang masuk nominasi, yakni Witan Sulaeman dan Alfeandra Dewangga. Pratama Arhan mendapat penilaian tertinggi dengan 60.122 suara, diikuti Witan dan Dewangga di posisi kedua serta ketiga. Pratama Arhan merupakan ancaman bagi tim-tim yang dihadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Ia beberapa kali menjadi penyelamat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Tentu yang paling menjadi perhatian, Pratama Arhan menjadi penyelamat Timnas Indonesia ketika menghadapi Singapura di leg II semifinal Piala AFF 2020. Saat Timnas Indonesia tertinggal 1-2, Pratama Arhan mencetak gol di menit 87, sekaligus memaksa skor berubah menjadi 2-2. Laga pun berlanjut ke babak tambahan. Di 2×15 menit babak tambahan, Timnas Indonesia mencetak dua gol tambahan dan skuad Garuda pun lolos ke final Piala AFF 2020 karena menang 4-2 atas Singapura. Selain itu, Pratama Arhan juga menunjukkan kualitas pertahanan yang baik bagi Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. Secara statistik, pemain PSIS Semarang ini memenangkan 80 persen tekel. Ketidakhadirannya di leg I final Piala AFF 2020 karena akumulasi kartu melawan Thailand, juga menjadi mimpi buruk bagi Timnas Indonesia. Akibatnya, skuad Garuda tumbang 0-4 dari Thailand. Secara keseluruhan, penampilan Pratama Arhan di Piala AFF 2020 patut diacungi jempol. Meski baru pertama kali tampil di turnamen tersebut, Pratama Arhan sukses menjadi pemain muda terbaik Piala AFF 2020. Kekalahan di partai final dari Thailand bisa menjadi batu loncatan bagi Pratama Arhan untuk mengembangkan karier sepakbolanya menjadi lebih baik. Kabarnya, Pratama Arhan masuk radar klub kasta teratas Liga Korea Selatan, Seongnam FC.

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Jelang Piala Dunia U-20, Pemerintah Dukung PSSI Pertahankan Shin Tae-yong

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mendukung penuh pelatih tim nasional Indonesia saat ini Shin Tae-yong (STY), yang dipertahankan PSSI untuk persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 mendatang. Dukungan pemerintah ini bukan tanpa alasan, beberapa rekam jejak apik dari STY menjadi salah satu alasannya. “Jadi yang memilih ini adalah PSSI sehingga pilihannya kami dukung,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber CNNIndonesia.com secara virtual dari Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (29/12). Menurut Menpora Amali, pelatih STY ini awalnya dikontrak untuk persiapan FIFA U-20 2021 yang ditunda ke tahun 2023. “Pilihan dari federasi kami dukung. Alasannya, kita menjadi tuan rumahnya (FIFA U-20) artinya kita bukan hanya harus sukses menjadi penyelenggara tetapi sukses juga dalam prestasi,” ujar Menpora Amali. “Tentu yang berkontrak antara pelatih timnas Shin Tae-yong itu adalah federasi (PSSI) kemudian pemerintah (Kemenpora) memfasilitasi pembiayaannya,” tambahnya. Menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 menurut Menpora Amali, adalah suatu kesempatan yang luar biasa. Ia menilai kesempatan itu harus dipersiapkan dengan sebaik-sebaiknya. “Bagaimana mempersiapkan timnas ini supaya jangan sampai di babak-babak awal sudah tersingkir, nah butuh pelatih yang berkualitas internasional,” tuturnya. “STY kita tahu bahwa dia adalah pelatih timnas Korea Selatan pada saat Piala Dunia beberapa waktu lalu dan bisa mengalahkan tim Jerman. Kita tahu kekuatan Jerman luar biasa dan saat ini anak-anak kita yang dilatih STY di timnas itu ada banyak perkembangan,” ungkap Menpora Amali. Dari sisi fisik dan mentalitas anak-anak timnas Indonesia lanjut Menpora Amali mengalami banyak kemajuan. “Shin Tae-yong melatih secara komprehensif bukan hanya melatih taktik, strategi tetapi fisik dan mental, kerjasama tim dan sebagainya,” urainya. “Shin Tae-yong sudah mengerti tentang karakter pemain Indonesia dan anak-anak sudah mulai ada chemistry (rasa saling terhubung satu sama lain) dengan STY. Itulah sebabnya, kita tetap pertahankannya meski apapun hasil dari Piala AFF 2020 nanti, STY tetap menjadi pelatih timnas khususnya persiapan kita untuk menuju Piala Dunia U-20 tahun 2023,” urai Menpora Amali menambahkan.

Bromelia 3×3 Cup Ajang Pencarian Pebasket Muda Potensial

Bromelia 3×3 Cup Ajang Pencarian Pebasket Muda Potensial

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Bogor terus menjalankan roda pembinaan. Untuk menjaring atlet muda potensial, mereka menggelar event Bromelia 3×3 Cup 2021, di Lapangan Basket Bromelia Sport Center, Rabu (28/12/2021). Ketua Perbasi Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, event ini diikuti 25 tim dari masing-masing kategori. “Ada kategori open putra putri, dan usia 16 tahun putra putri juga,” kata Iwan Setiawan. Wakil Bupati Bogor itu berharap dari event ini akan lahir pebasket-pebasket muda potensial yang nantinya bakal menjadi tulang punggung Kabupaten Bogor di berbagai ajang bergengsi. “Pembinaan menjadi kunci utama untuk meraih prestasi. Tim yang ikut serta pun dari klub di bawah Perbasi,” jelas Iwan Setiawan. Sementara itu, Sekretaris Umum Perbasi Kabupaten Bogor, Mabruri Wijaya mengatakan, event ini resmi, dan tercatat di FIBA. “Ini upaya kami untuk mencetak, sekaligus melahirkan pemain muda potensial. Khusus untuk kategori usia 16 tahun, nantinya bakal dijadikan penilaian untuk Porprov 2026 nanti,” kata Mabruri Wijaya. Mabruri menjelaskan, event ini diikuti dari berbagai daerah untuk kategori open. “Ada dari tim Porprov Kota Depok, dan Kota Bogor. Untuk usia 16 tahun kelahiran 2005 khusus klub anggota Perbasi Kabupaten Bogor,” pungkasnya. Hasil turnamen Bromelia 3×3 basketball 2021 Kategori U-16 Putri NKC Fundamental A Dramaga Karadenan Cibinong NKC Fundamental B Dramaga One’C Ciawi Kategori U-16 Putra Karadenan Cibinong One’C Ciawi Garuda Acalapati A & Garuda Acalapati B Bojonggede Kategori Open Putri Karadenan Cibinong YMS Bojonggede Porprov Kota Depok South.B Cigombong Kategori Open Putra YMS Bojonggede PBC Parung Andaz Basketball Bogor & Garuda Acalapati Bojonggede

Sempat Tertunda, Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior Akan Digelar 2022

Sempat Tertunda, Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior Akan Digelar 2022

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior (WJC) akan segera dilangsungkan di Spanyol pada 2022 mendatang. Ajang tertinggi bagi atlet di bawah 19 tahun ini sempat tertunda selama dua tahun. Pandemi virus corona membuat Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior harus tertunda. Turnamen itu terakhir dilangsungkan pada 2019 lalu, setelah itu. Pada 2020 Selandia Baru gagal jadi tuan rumah, setelah itu pada 2021 giliran Tiongkok yang batal melangsungkan Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior karena ketidaklayakan tempat. Rabu (29/12/21) BWF mengeluarkan pernyataan bahwa WJC akan dilangsungkan di Spanyol pada Oktober 2022 mendatang. Kabar tersebut disampaikan oleh BWF melalui laman resminya. “Awalnya, BWF telah menunda acara 2021 dengan harapan untuk menjadwal ulang pada akhir 2021 atau awal 2022, tetapi tidak ada solusi yang dapat ditemukan karena banyaknya kompleksitas COVID-19 seputar perjalanan dan keselamatan atlet muda,” demikian pernyataan dari BWF. “BWF yakin dan berkomitmen untuk Kejuaraan Dunia Junior yang berlangsung pada tahun 2022 dan kami berharap Turnamen Sirkuit Junior juga dapat dilanjutkan ke tingkat yang lebih besar di semua wilayah pada kuartal pertama tahun 2022,” sambungnya lagi. Di edisi terbaru kejuaraan dunia level junior ini, BWF mendapatkan sumbangan lima Piala Eye Level baru untuk diberikan kepada para pemenang di Kejuaraan Dunia Junior BWF 2022. Sumbangan tersebut berasal dari mantan Presiden BWF dan ketua Yayasan Budaya Pemuda Dunia, Dr. Kang Young Joong. Dr Kang pertama kali menyumbangkan Eye Level Cups pada tahun 2011 sebagai bagian dari dukungannya untuk mengembangkan bulu tangkis di kalangan anak muda. Uniknya, pada edisi kali ini, piala yang disumbangkan berbeda bentuknya dari turnamen sebelumnya. Biasanya piala-piala sebelumnya identik dengan memiliki “kuping”. Namun, untuk piala edisi terbaru sumbangan Dr. Kang Young Joong memiliki bentuk tegak lurus dan dibaluti warna emas. Turnamen sendiri akan dimulai dengan event beregu campuran dengan rincian jadwal sebagai berikut: Turnamen beregu Campuran – Senin 17 hingga Sabtu 22 Oktober 2022. Kegiatan Pendidikan / Kebudayaan – Minggu 23 Oktober 2022. Turnamen Perorangan – Senin 24 Oktober hingga Minggu 30 Oktober 2022. Edisi terakhir diadakannya kejuaraan ini tahun 2019, pada Surdinata Cup Indonesia berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Tiongkok pada babak final. Kemudian dari turnamen Eye Level Indonesia pun berhasil meraih 1 gelar juara di nomor ganda putra atas nama Leo Rully Carnando dan Daniel Marthin.

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menpora: Skuad Piala AFF Saat Ini Merupakan Proyeksi Piala Dunia U-20 dan SEA Games

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyebutkan skuad tim nasional yang saat ini berlaga di Piala AFF 2020 awalnya diproyeksikan untuk ikut dalam ajang FIFA World Cup U-20 tahun 2021 dimana Indonesia menjadi tuan rumah dan SEA Games 2020 di Vietnam. Namun karena pandemi COVID-19 mewabah di seluruh dunia, maka dua event olahraga ditunda. FIFA World Cup U-20 ditunda ke tahun 2023 dan Sementara SEA Games ditunda ke tahun 2022. Dengan demikian, skuad tim nasional saat ini usia rata-ratanya lebih muda dari skuad tim lain yang berlaga di ajang AFF 2020. Dengan umur yang masih muda, Menpora Amali menilai, ajang AFF 2020 ini menjadi ajang untuk persiapan mereka menuju multi event SEA Games 2022 mendatang. “Timnas ini kita persiapkan untuk SEA Games. Sehingga mereka sudah mendapatkan pengalaman terlebih dahulu bertemu dengan negara-negara di Asia Tenggara karena SEA Games ada batas maksimal usia. Tentu negara lain belum tentu semua timnya akan turun karena rata-rata pemain senior,” ujar Menpora Amali usai menjadi narasumber dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2021 TVRI, Minggu (26/12) malam. Menpora Amali optimistis pada SEA Games 2022 di Vietnam nanti cabang Sepakbola akan meraih prestasi. Apalagi saat ini tim Indonesia sudah lolos ke babak Final dan akan menghadapi Thailand. Meskipun awalnya diremehkan oleh negara-negara lain. “Awalnya timnas ini diremehkan oleh beberpa negara, diremehkan bahwa ini anak-anak muda, Indonesia turun dengan tim yang masih muda, tentu belum punya pengalaman tapi semangat mereka luar biasa. Dan jangan lupa tangan coach Shin Tae-yong,” ucapnya. Menpora Amali pun berharap tim nasional Indonesia teyap bersemangat dan meraih kemenangan dalam laga final di Piala AFF nanti untuk membuktikan bahwa skuad muda bisa meraih juara. “Anak-anak harus semangat dan membuktikan bahwa kita akan bisa menjawab semua keraguan orang termasuk harapan dari publik dalam negeri,” harapnya. Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF 2020 setelah mengalahkan Singapura dengan skor 4-2 pada leg kedua. Pada leg pertama Indonesia dan Singapura hanya bermain imbang dengan skor 1-1. Indonesia akan menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2020, usai Thailand mengalahkan Vietnam pada leg pertama dengan skor 2-0. Sementara pada leg kedua, kedua hanya bermain imbang tanpa gol. Laga final Indonesia vs Thailand akan dilangsung secara dua leg dan semuanya ditayangkan secara live di RCTI dan iNewsTV. Leg pertama berlangsung pada Rabu 29 Desember 2021 pukul 19.30 WIB dan leg kedua dihelat pada Sabtu 1 Januari 2022 pukul 19.30 WIB.

Mau Ikut Seleknas PBSI? Simak Ketentuannya!

Mau Ikut Seleknas PBSI? Simak Ketentuannya!

Seleksi Nasional (Seleknas) siap digelar oleh PB PBSI selaku federasi yang menangani olahraga bulutangkis nasional melalui klub nasional (Pelatnas) di Cipayung. Pelaksanaan seleksi nasional tersebut akan dilaksanakan pada 10 hingga 15 Januari 2022 sebagai pengganti Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Kejuaraan Nasional tersebut dilaksanakan atas amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PBSI sebagai proses regenerasi dan promosi-degradasi tahun 2022. Maksud digelarnya Seleksi Nasional sebagai program PBSI mencari bibit-bibit baru di dunia olahraga bulutangkis dimulai dari kelahiran 2002 dan 2003. Sedangkan kelahiran tahun 2004 termasuk kedalam kategori taruna. Kedua ketegori tersebut dipersiapkan untuk menghadapi turnamen Kejuaraan Dunia bulutangkis junior tahun mendatang. Hal tersebut dijelaskan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky yang mengatakan bahwa, Seleksi Nasional diadakan sebagai pengganti Kejuaraan Nasional tahun ini. “Kami akan mengadakan Seleknas sebagai pengganti dari Kejurnas khusus tahun ini,” ujar Rionny seperti dikutip Haloyuth pada Minggu, 26 Desember 2021 dari laman PB Djarum. Rionny juga menambahkan, jika tahun ini tidak bisa menggelar Kejurnas karena di setiap provinsi tidak mengadakan Kejurprov sebagai syarat menggelar Kejurnas. “Tahun ini kami tidak bisa menggelar Kejurnas karena setiap Provinsi juga tidak mengadakan Kejurprov sebagai syarat Kejurnas,” imbuh Rionny “Ini juga karena dampak Covid-19 yang membuat kejuaraan-kejuaraan lokal tidak bisa diselenggarakan,” tegasnya Tak sampai disitu, Rionny lebih lanjut mengatakan bahwa, Seleknas digelar sebagai upaya regenerasi untuk mengejar ketertinggalan tahun lalu karena dampak Covid-19. “Seleknas kami gelar sebagai upaya regenerasi dan mengejar ketertinggalan tahun lalu katrena pandemi Covid-19,” tegasnya “Atlet kelahiran 2002 dan 2003 akan kami gabung dalam satu kategori kompetisi, dan kategori lain untuk kelahiran 2004 dan seterusnya. Format pertandingan adalah round robin dan knock out,” jelasnya Dalam Seleknas tersebut, setiap provinsi hanya dibolehkan mengirimkan 5 wakilnya dari setiap sektor per kategori usia. Kesemua peserta berada dalam satu kompetisi. Para atlet yang menjadi juara dalam Seleknas tersebut secara otomatis mengunci tiket masuk kedalam atlet Pelatnas tahun depan. Berbeda bagi atlet yang tidak mengikuti Seleknas namun memiliki bakat tersendiri jika memenuhi kriteria pelatih. Maka, atlet tersebut bisa masuk ke Pelatnas. Rionny berharap Seleksi Nasional (Seleknas) ini berhasil untuk menjaring putra-putri terbaik agar bisa masuk Pelatnas nantinya. Sebab, generasi muda ini adalah sebagai tulang punggung bulutangkis Indonesia. Harapannya lagi, para peserta harus menunjukkan bakat serta kemampuan terbaik yang mereka punya. “Saya juga berharap semua peserta menunjukkan bakat dan kemampua terbaik yang mereka punya. Bertandinglah untuk menang,” tegasnya Diketahui bersama, pada 18 Desember kemarin, atlet penghuni Pelatnas Cipayung sudah dikembalikan ke klub masing-masing. Kemudian, seusai Seleknas selesai diselenggarakan. Maka, mereka akan dipanggil kembali sekaligus pengumumuman promosi dan degradasi.

Albert: Saat Ini Ada Dua Perenang Muda Potensial

Albert: Saat Ini Ada Dua Perenang Muda Potensial

Pelatih Timnas renang Indonesia, Albert C. Sutanto, optimistis dengan masa depan cabor renang Indonesia. Albert C. Sutanto menyebut Indonesia saat ini memiliki banyak perenang muda yang berpotensi menggebrak di level dunia. Dua di antaranya merupakan perenang dari sektor putri, yakni Angel Gabriella Yus dan Flairene Candrea. “Sebenarnya lapis bawah ini banyak sekali. Beberapa sudah menunjukkan potensinya,” ujar Albert dikutip dari Antara. “Tapi kalau untuk level internasional, so far kelahiran 2000 ke bawah kami anggap junior, mungkin baru dua,” ungkapnya. Potensi Angel dan Flairene, ujar Albert, mulai terliihat saat tampil pada PON XX Papua 2021. Keduanya kembali unjuk gigi pada ajang Indonesia Open Aquatic Cgampionship di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 9-12 Desember 2021. Diketahui, Angel adalah peraih emas pada nomor 50m gaya kupu-kupu pada PON Papua. Wakil DKI jakarta tersebut finis dengan catatan waktu 28,20 detik. Sebelum meraih emas, Angel juga memecahkan rekor nasional pada babak kualifikasi nomor tersebut dengan waktu 27,40 detik. Torehan tersebut melampaui catatan yang dibukukan AA Istri Kania Ratih Atmaja di Singapura pada 2018 silam, yakni 27,85 detik. Sementara itu, Flairene memecahkan rekor nasional KU 1 saat turun pada Indonesia Open nomor 100m gaya punggung putri dengan catatan waktu 1 menit 3,81 detik. Catatan ini dibukukan Flairene sebagai perenang pertama nomor estafet 4x100m gaya ganti putri. Adapun rekor sebelumnya dipegang oleh Masniari Wolf, yang membukukan waktu 1 menit 3,89 detik pada 17 Oktober 2021 di Berlin, Jerman. Albert menambahkan, kedua perenang beia ini menjadi harapan baru pada sektor putri pada ajang multievent Asia Tenggara, SEA Games Hanoi 2022. “Gabriella diandalkan pada nomor 50m dan 100m gaya kupu-kupu. Sementara Flairene nomor andalannya adalah 100m gaya punggung,” tuturnya. “Dia adalah atlet kelahiran 2005 yang catatan waktunya sudah melewati seniornya,” ujar Albert memungkasi.