Veda Kejar Status Rookie of the Years dalam Debut Moto3 2026

Red Bull MotoGP Rookies Cup

Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, membidik gelar Rookie of the Year dalam debutnya di kelas Moto3 pada musim kompetisi 2026. Rider berusia 17 tahun tersebut tampil luar biasa sepanjang musim ini dalam ajang Red Bull Rookies Cup 2025. Dia menjadi runner-up di ajang tersebut sehingga mendapat kartu ke Moto3. “Kalau target, bismillah, bisa Rookie of the Year, tetapi saya juga sekalian belajar karena tim baru, mekanik baru, semuanya baru,” kata Veda dilansir dari Antara. Untuk persiapan menghadapi ajang tersebut, Veda pun fokus terhadap beberapa latihan fisik dan adaptasi mengingat persaingan di kelas tersebut lebih ketat. Veda mengatakan bahwa kesiapan fisik dan mental harus lebih kuat ketimbang kelas sebelumnya. Ia melanjutkan bahwa latihan tersebut akan dibarengi dengan latihan di atas motor. “Skill pasti yang diutamakan dan motornya kan ini memang dirancang khusus buat balap, enggak dijual bebas, jadi ini pintar-pintarnya setting motornya juga,” kata dia. Di kelas Moto3 nanti, Veda dipastikan akan terlihat persaingan dengan sejumlah pebalap yang sebelumnya pernah berlaga bareng di Red Bull Rookies Cup, salah satunya ialah Brian Uriarte yang menjuarai kompetisi itu. Uriarte memiliki keuntungan dari pengalaman tampil di Moto3 melalui kesempatan wildcard. Selain itu, ada juga nama Hakim Danish yang sebelumnya juga pernah memiliki pengalaman tampil di Moto3.

Vicky Tahumil Junior Sabet Emas, Bukti Pembinaan Akar Rumput Tidak Pernah Padam

Vicky Tahumil Junior Saat Berada di Podium SEA Games 2025

Keikutsertaan tinju Indonesia pada SEA Games ke-33 Thailand 2025 membuktikan kualitas pembinaan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) yang telah membina tinju di Tanah Air sejak 1959. Ada 7 dari 13 petinju binaan Pertina yang diberangkatkan ke SEA Games Thailand. Mereka adalah Dio Koebano (48 kg putra), Vicky Tahumil Junior (51 kg putra), Flanuari Yerikho Daud (54 kg), Jerki Riwu (69 kg putra), Maikhel Roberrd Muskita (80 kg putra), Merlin Tomatala (48 kg putri), dan Alfianita Kartika Manopo (57 kg putri). Selain petinju binaan Pertina, ada juga atlet lainnya seperti Jill Mandagie ( 57 kg putra), Asri Udin (60 kg putra), Israellah Saweho (50 kg putri), Nabila Maharani (54 kg putri), Manguntu Maria Meisita (60 kg putri), dan Huswatun Hasanah (63 kg putri). Namun begitu, harus diakui bahwa ke-13 petinju tersebut merupakan buah manis dari pembinaan berjenjang Pertina yang telah mengakar di berbagai daerah selama 66 tahun Hampir mustahil melahirkan atlet berkualitas dalam waktu singkat dan tanpa jenjang yang diawali dari akar rumput. Untuk mendapatkan kualitas nasional sejati bukan dibina dalam tempo satu dua bulan, tapi bertahun-tahun. Atlet binaan Pertina, Vicky Tahumil Junior menjadi satu-satunya petinju yang meraih medali emas. Maikhel Mustika, Asri Udin, Nabila Maharani, Huswatun Hasanah merebut perak. Dan, Jill Mandagie, Israellah Saweho, Alfiani Kartika Manopo, Manguntu Maria Meisita, kebagian perunggu. Patut diacungi jempol kepada Vicky Tahumil Junior yang bertanding tiga kali, dan di final mengalahkan petinju tangguh Thailand, Thitisan Panmod dengan skor 3-2. Maikel Roberd Muskita bermain dua kali, dan di final kalah 1-4 dari petinju tangguh Filipina Eumir Marcial yang meraih perunggu di Olimpiade Tokyo 2020. Asri Udin bermain tiga kali, di final kalah telak 0-5 dari petinju tangguh tuan rumah Sakda Ruanthan. Nabila Maharani bermain dua kali karena langsung masuk semifinal mengalahkan petinju Myanmar Htar Htar Nwe dengan skor 5-0, sedangkan di final kalah 1-4 dari petinju Thailand, Natnicha Chongprongklang. Huswatun Hasanah bermain dua kali karena langsung masuk semifinal mengalahkan petinju Filipina, Nesthy Petecio dengan angka 3-2, dan di final kalah 1-4 dari petinju Thailand, Thananya Somnuek. Jill Mandagie bermain satu kali karena langsung masuk semifinal kalah 1-4 dari petinju Vietnam, Nguyen Van Durong. Israellah Saweho bermain satu kali, karena langsung masuk semifinal kalah 1-4 dari petinju Thailand, Chumat Raksat. Alfianita Kartika Manopo bermain satu kali karena langsung masuk semifinal kalah 0-5 dari petinju Thailand, Punrawee Ruenros. Manguntu Maria Meisita bermain satu kali karena langsung masuk semifinal kalah 0-5 dari petinju Vietnam, Ha Thi Linh. Atas kerja keras para atlet, pelatih dan Pertina, Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan terima kasih dan apresiasi. “Selamat kepada Vicky Tahumil yang berhasil membuat Indonesia bangga. Atas prestasinya, membuat Lagu Indonesia Raya berkumandang mengiringi berkibarnya bendera Merah Putih,” katanya. “Saya juga mengucapkan sepada seluruh atlet tinju yang berhasil meraih medali, kalian membanggakan Indonesia. Bagi yang belum berhasil, terus berlatih agar ke depan performa tandingnya lebih baik,” lanjutnya. “Terima kasih atas kerja keras seluruh atlet, pelatih, Pertina yang dipimpin Ibu Hillary Brigitta Lasut serta jajaran, dan juga keluarga besar Pertina di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota yang melakukan pembinaan, penjaringan serta penyaringan atlet potensial,” sambung Ketum KONI Pusat. Tak ketinggalan, Ketum KONI Pusat berterima kasih atas atensi pemerintah melalui Menpora RI Erick Thohir dan jajarannya, yang mendukung upaya Pertina mengantar atlet meraih prestasi.

Emas SEA Games 2025, Persembahan Terakhir Edgar untuk Indonesia

Edgar Xavier Marvelo

Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo mempersembahkan medali emas pada nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gunshu di ajang SEA Games Thailand 2025. Medali ini sekaligus menandai penampilan terakhir Edgar membela Indonesia di pesta olahraga Asia Tenggara tersebut. Edgar tampil gemilang sepanjang pertandingan dan berhasil menunjukkan performa maksimal sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan bersama tim pelatih. Seusai pertandingan pada Minggu, Edgar mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. “Puji Tuhan hari ini saya bisa mendapatkan medali emas. Selama dua hari pertandingan, apa yang kami latih dan persiapkan bisa ditampilkan secara maksimal di arena,” ujar Edgar. Medali emas di Thailand ini menjadi emas keempat yang diraih Edgar sepanjang partisipasinya di ajang SEA Games. Sebelumnya, atlet berusia 27 tahun itu meraih dua emas pada SEA Games 2019 melalui nomor daoshu/gunshu dan duilian, serta satu emas pada nomor changquan di SEA Games 2023. Edgar menegaskan bahwa pencapaiannya tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Menurutnya, medali yang diraih merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh tim dan orang-orang terdekat yang selalu mendukung perjalanan kariernya. “Medali ini kalau dilihat orang mungkin hanya kepingan logam. Tapi cerita di baliknya sangat panjang. Banyak sekali orang yang berkontribusi,” kata Edgar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tuhan, keluarga, pelatih, pengurus, serta rekan-rekan atlet. Edgar menyebut medali emas tersebut memiliki makna khusus karena dipersembahkan untuk Indonesia, keluarga, dan calon anaknya. Selain menjadi emas keempat di SEA Games, capaian ini juga menandai akhir perjalanan Edgar sebagai atlet SEA Games. Ia menyatakan akan mengalihkan fokusnya ke keluarga setelah turnamen ini, meski tetap ingin berkontribusi bagi Indonesia di bidang lain. “Mungkin ini medali terakhir saya untuk Indonesia di SEA Games. Ke depan saya masih ingin berkontribusi untuk Indonesia, tapi di bidang lain. Prioritas saya sekarang adalah keluarga,” ujarnya

Jelang Akhir Tahun 2025, Ini Peringkat FIFA Indonesia

Tim nasional Indonesia U23

Ranking FIFA terbaru sudah dirilis. Indonesia menutup tahun 2025 di urutan 122, masih di bawah Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Posisi Timnas Indonesia tidak mengalami perubahan per 22 Desember 2025. Indonesia ada di urutan ke-122 dengan 1144,73 poin. Indonesia sudah ada di posisi tersebut sejak Oktober 2025. PSSI, selaku federasi sepakbola Indonesia, tidak memanfaatkan agenda FIFA Matchday pada November lalu. Pertandingan terakhir Indonesia adalah melawan Arab Saudi dan Irak di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia kalah dalam dua laga tersebut. Walaupun turun satu peringkat, Thailand menjadi negara di ASEAN yang punya posisi paling bagus setelah ada di tempat ke-96 dengan 1243.27. Vietnam naik tiga peringkat dengan duduk di posisi ke-107 setelah mengoleksi 1189,62 poin. Malaysia berada satu peringkat di atas Indonesia dengan 1145,89. Malaysia diketahui saat ini sedang dalam masalah karena pemalsuan dokumen naturalisasi. Posisi puncak ranking FIFA bulan ini masih ditempati Spanyol dengan 1877,18 poin. Argentina di urutan kedua dengan diikuti Prancis pada posisi ketiga. Sumber: detiksport

Thalita Ramadhani Wiryawan Bersinar di Musim Perdana

Thalita Ramadhani Wiryawan

Tunggal putri muda Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, mencuri perhatian pada musim pertamanya bersama timnas bulu tangkis Indonesia. Atlet kelahiran Surabaya, 21 September 2007, itu mampu menorehkan prestasi gemilang dengan mengoleksi empat gelar internasional sepanjang 2025. Tiga gelar diraih Thalita dari level International Challenge, masing-masing di Cameroon International Challenge, Indonesia International Challenge, dan Astana International Challenge. Sementara satu gelar lainnya dipersembahkan dari ajang Ghana International Series. Pencapaian tersebut menjadi penanda kuat debut Thalita di level senior bersama pelatatnas. Performa konsisten di berbagai turnamen internasional juga mengantarkannya menembus peringkat 74 dunia tunggal putri. Di peringkat itu Thalita memiliki total raihan 25.560 poin berdasarkan rilis peringkat terbaru. Thalita mulai mengenal bulu tangkis sejak usia lima tahun. Proses panjang pembinaan yang dijalaninya kini mulai berbuah manis, seiring peningkatan signifikan performa dan mental bertanding di level internasional. Musim 2025 menjadi fondasi penting bagi Thalita untuk melangkah lebih jauh. Modal empat gelar internasional di tahun pertamanya bersama timnas memberikan kepercayaan diri besar bagi sang atlet muda untuk membidik target yang lebih tinggi pada 2026. Dengan usia yang masih sangat muda dan grafik prestasi yang terus menanjak, Thalita Ramadhani Wiryawan diproyeksikan menjadi salah satu bintang masa depan tunggal putri Indonesia. “Terima kasih kepada semua yang sudah memberi dukungan. Terima kasih untuk orang tua, pelatih, dan tim pendukung,” kata Thalita.

Kejurnas PBSI 2025: Salsabila Sabet Dua Medali

Salsabila Zahra Aulia

Pebulutangkis putri asal Jawa Tengah, Salsabila Zahra Aulia menjadi pemain tersukses di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2025, dengan merebut dua gelar juara. Pada babak final, Sabtu (20/12), Salsabila meraih gelar ganda campuran dengan Ikhsan Lintang Pramudya. Kemudian di ganda putri, Salsabila juga menang dengan pasangannya Adelia Nirul. “Perasaannya happy dan bangga. Karena di akhir tahun di Kejurnas semua pasti mau juara. Terus di sini juga yang main rangking 32 besar, jadi pasti happy bisa menang di dua sektor,” kata Salsabila ditemui di Malang Badminton Arena, Malang, Jawa Timur. “Saya punya motivasi yang besar, karena Kejurnas ini kan penting. Jadi saya benar-benar fokus satu minggu ini untuk Kejurnas. Saya juga sama partner sama-sama mau menang,” ujar Salsabila. Bersama Lintang, Salsabila mengalahkan Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti (Jawa Barat) dengan skor 21-23, 21-17, 21-13. Sementara di ganda putri, Salsabila/Adelia mengalahkan rekannya sesama Jawa Tengah, Selsi Josika/Yasintha Ristyna Putri, 21-18, 21-10. “Hasil ini sesuai target. Kalau di ganda putri pas lihat bagan, sama seperti Sirnas Premier. Dan di finalnya ketemu dengan lawan yang sama. Tapi kalau di mixed kan saya baru main lagi sama Lintang. Jadi saya ada motivasi tersendiri lagi buat juara juga di campuran,” ungkap Salsabila. Salsabila mengatakan, dua gelar ini menjadi modal baik baginya untuk menghadapi Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI tahun depan. Ia berharap bisa terus menunjukkan tren positif dan berhasil lolos menjadi bagian tim nasional di Cipayung, Jakarta Timur. “Ini modal yang bagus buat ke Seleknas. Hasil ini membuat saya lebih percaya diri di Seleknas nanti, dan saya mau terus menjaga konsistensi di lapangan,” pungkas Salsabila.

Astana International Challenge 2025: Indonesia Borong Empat Gelar

Astana International Challenge 2025

Hasil babak final kejuaraan bulutangkis Astana International Challenge 2025 membuat Indonesia tersenyum. Indonesia tampil menjadi juara umum. Empat gelar bisa direbut oleh ponggawa merah putih dari kejuaraan yang dilaksanakan di Beeline Arena, Republik of Kazakhstan. Sektor tunggal putra malah berhasil menciptakan All Indonesian Final. Perang saudara pada babak puncak yang digelar hari ini (21/112) di sektor tunggal putra antara Muhamad Yusuf dengan Prahdiska Bagas Shujiwo memunculkan nama Muhamad Yusuf sebagai pemenang. Yusuf menjadi juara usai menjalani laga tiga gim. Thalita Ramadhani Wiryawan muncul sebagai yang terbaik dari sektor tunggal putri. Thalita mengalahkan unggulan pertama dari Kroasia, Polina Buhrova asal pada babak final. Ganda putra racikan baru Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat tidak mau kalah. Gelar juara ganda putra juga berhasil mereka rebut. Pasangan dari Rusia Rodion Alimov/Maksim Ogloblin bisa mereka taklukan pada babak final dengan dua game langsung. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran dari sektor ganda campuran melengkapi kejayaan Indonesia dari kejuaraan ini. Hanya saja butuh perjuangan lama di karpet hijau. Ganda campuran asal Serbia MihajloTomic/Andjela Vitman memaksa unggulan pertama dari Indonesia bermain tiga gim. Usaha menyapu bersih gelar juara gagal. Pasangan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi belum berhasil meraih gelar juara. Lanny/Amalia dikalahkan pasangan dari Ukraina Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr. Hasil babak final Astana International Challenge 2025 Tunggal putri: Thalita Ramadhani Wiryawan [INA] – Polina Buhrova [KRO] : 21-7, 21-14 Tunggal putra: Muhamad Yusuf [INA] – Prahdiska Bagas Shujiwo [INA] : 21-19, 18-21, 21-16 Ganda campuran: Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran [INA] – MihajloTomic/Andjela Vitman [SER] : skor 19-21, 21-14, 21-13 Ganda putri: Polina Bugrova/Yevheniia Kantemyr [UKR] – Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi [INA] : 21-12, 11-21, 21-13 Ganda putra: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat [INA] – Rodion Alimov/Maksim Ogloblin [RUS] : 21-10, 21-14.

Piala AFF Futsal U19: Gebuk Myanmar, Indonesia ke Semifinal

Timnas Futsal Indonesia

Hasil Timnas Futsal Indonesia vs Myanmar di Grup B Piala AFF U19 2025 berakhir dengan skor 4-1 bagi kemenangan skuad Garuda, Rabu 24 Desember. Empat gol Daffa Erlangga, Reivan Revian, Andi Umayyah, dan Haekal Ayyasy di Nonthaburi Gymnasium, Thailand, membawa Indonesia lolos ke semifinal. Tiket semifinal pasti diraih Timnas Futsal U19 Indonesia dengan satu kemenangan dari Myanmar. Hasil ini membuat Indonesia mengoleksi 3 poin, mengungguli Myanmar dan Malaysia yang masing-masing baru memperoleh 1 poin. Hanya tersisa satu pertandingan yaitu antara Indonesia vs Malaysia pada hari Kamis 25 Desember pukul 14.00 WIB. Artinya, Indonesia tidak mungkin terlempar dari dua besar yang merupakan zona lolos ke semifinal. Lantas, bagaimana dengan jalannya pertandingan Timnas Futsal U19 Indonesia vs Myanmar? Timnas Futsal U19 Indonesia asuhan Naim Hamid berlaga dengan Guntur Rochmatdhani Pratikno sebagai penjaga gawang. Empat pemain lain di starting five adalah Muhammad Fatih Zidan, Ahmad Firdaus, Andi Umayyah Ramadhan, dan kapten Reivan Revian. Sementara itu Myanmar hanya melakukan satu perubahan dibandingkan saat bermain imbang 3-3 melawan Malaysia kemarin. Pelatih Soe Moe Kyaw kini memainkan kiper Zwe Lu Htut menggantikan Aung Htoo Khant. Empat pemain lainnya adalah Hae Mar Htay, Kaung Htet Naing, Nyi Nyi Zaw, dan kapten Lin Thuya Hein. Jalannya pertandingan babak pertama cukup ketat antara kedua tim. Tapi kebuntuan pecah di menit 6 saat tembakan jarak jauh Muhammad Daffa Erlangga membuat gawang Myanmar bobol. Setelah gol itu permainan menjadi lebih cair dan kedua tim saling berbalas serangan. Menit 7 ada sepakan Muhammad Fatih Zidan dan dibalas tembakan Kyaw Zaw Thein yang ditepis Guntur. Dua peluang lantas diperoleh Timnas U19 melalui Andika Ferdiansyah dan Haekal Ayyasy Caserio walau masih melebar. Peluang emas didapatkan Hae Mar Htay di menit 12 namun belum berbuah gol. Guntur kemudian menjadi sangat sibuk saat ia mematahkan dua peluang beruntun Myanmar di menit 15. Salah satunya dari tembakan jarak dekat Khin Zaw Hein. Dua peluang Myanmar berikutnya juga bisa dibendung Guntur. Masing-masing dari Ye Yint Shwe Paul di menit 16 dan Aung Khant Zaw di menit 18. Myanmar lantas menutup babak pertama melalui dua peluang Lin Thuya Hein yang melebar dari gawang Timnas U19. Ketika babak kedua belum lama berlangsung, Revian mencetak gol apik bagi Indonesia. Aksi individu dari sisi flank saat melewati satu pemain Myanmar diakhiri dengan sepakan keras kaki kiri dari sudut sempit. Skor pun berubah menjadi 2-0 bagi Indonesia. Tidak lama kemudian Indonesia nyaris saja mencetak gol ketiga. Bisa merebut bola dari lawan, Muhammad Akran mendapatkan peluang bagus saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan. Sayang, sepakan Akran masih bisa ditepis Lu Htut. Skor akhirnya berubah menjadi 3-0 di menit 26 melalui tendangan bebas Andi Umayyah Ramadhan. Sebelumnya, Indonesia mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti saat Robby ditekel oleh Khin Zaw Hein. Sayangnya dua menit kemudian gawang Guntur bobol. Gol Myanmar bermula saat Haekal kehilangan bola karena dicuri oleh Hae Mar Htay. Dengan tenang ia lantas melewati satu pemain Indonesia dan menaklukkan Guntur dalam posisi satu lawan satu. Setelah itu kedua tim mendapatkan banyak peluang untuk mencetak gol. Myanmar sendiri baru memainkan skema power play di tiga menit terakhir namun tidak berbuah hasil. Justru, Indonesia yang mencetak gol keempat melalui Haekal ketika laga tersisa 20 detik. Gol tercipta ketika sapuan bola pemain Myanmar justru mengenai Haekal dan langsung masuk ke gawang Myanmar. Tidak ada lagi gol yang tercipta hingga wasit Xayavongsy Khampasong asal Laos meniup peluit akhir pertandingan. Bagi Indonesia, pertandingan melawan Malaysia besok akan menentukan apakah mereka lolos sebagai juara atau runner-up Grup B. Myanmar sendiri kini tinggal berharap hasil laga lain untuk bisa lolos. Jika ingin lolos, Myanmar akan berharap Indonesia bisa mengalahkan Malaysia dengan minimal selisih empat gol. Rekap Pertandingan Timnas Futsal U19 Indonesia vs Myanmar Indonesia vs Myanmar 4-1 (Muhammad Daffa Erlangga 6′, Reivan Revian 21′, Andi Umayyah Ramadhan 26′, Haekal Ayyasy Caserio 40′ / Hae Mar Htay 28′) Daftar Pemain Timnas Futsal U19 Indonesia: Guntur Rochmatdhani Pratikno (Kiper) Muhammad Fatih Zidan (Anchor) Ahmad Firdaus (Anchor) Muhammad Sofian Attasauri (Kiper) Muhammad Farhan (Anchor) Andika Ferdiansyah (Flank) Sulaiman Riski Hidayat (Flank) Andi Umayyah Ramadhan (Flank) Muhammad Robby Faturrahman (Pivot) Haekal Ayyasy Caserio (Flank) Samuel Patrice Evra Aibesa (Flank) Muhammad Daffa Erlangga (Anchor) Reivan Revian (Flank) Muhammad Akran (Pivot) Pelatih: Naim Hamid Daftar Pemain Timnas Futsal U19 Myanmar: Aung Htoo Khant Zwe Lu Htut Hae Mar Htay Gwar Dee Kyaw Min Khant Lin Thuya Hein Kaung Htet Naing Ye Yint Shwe Paul Aung Chan Myae Aung Khant Zaw Nyi Nyi Zaw Kyaw Zaw Thein Myo Jet Khin Zaw Hein Pelatih: Soe Moe Kyaw

Deretan rekor yang dipecahkan atlet Indonesia pada SEA Games 2025

Rizki Juniansyah

Indonesia tidak hanya mencatat prestasi dari sisi perolehan medali pada SEA Games 2025 Thailand, tetapi juga menorehkan sejumlah rekor baru, baik tingkat SEA Games maupun dunia. Rekor tertinggi dicetak oleh lifter Rizki Juniansyah pada cabang angkat besi kelas 79 kg putra. Atlet asal Banten itu memecahkan dua rekor dunia sekaligus, masing-masing pada angkatan clean and jerk seberat 205 kg dan total angkatan 365 kg. Pencapaian tersebut mempertajam rekor dunia sebelumnya yang juga atas nama Rizki. Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF 2025 di Forde, Norwegia, Oktober lalu, ia mencatat clean and jerk 204 kg dantotal angkatan 363 kg. Rekor SEA Games lain lahir dari atletik. Diva Renata Jayadi memecahkan rekor lompat galah putri dengan lompatan setinggi 4,35 meter. Hasil tersebut mempertajam rekor nasional atas namanya sendiri 4,30 meter, dan melampaui rekor SEA Games lama 4,25 meter yang dipegang atlet Filipina Natalie Uy pada SEA Games 2019 di Filipina. Deretan rekor tersebut memperkuat kontribusi atlet-atlet Indonesia dalam perolehan medali SEA Games 2025. Indonesia menutup SEA Games 2025 Thailand di peringkat kedua klasemen dengan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Itu runner-up pertama Indonesia dalam 30 tahun terakhir dan salah satu hasil tandang terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia dalam SEA Games. Indonesia juga membuat rekor baru SEA Games cabang menembak. Muhammad Iqbal Raja Prabowo membukukan skor 582 pada babak kualifikasi nomor 10 meter air pistol putra, menyamai rekor SEA Games yang dipegang petembak Vietnam Hoang Xuan Vinh pada SEA Games 2015 di Singapura. Rekor-rekor atlet Indonesia selama SEA Games 2025 Rekor Dunia Rizki Juniansyah Cabang: Angkat besi Nomor: Kelas 79 kilogram putra Clean and Jerk: 205 kilogram (Rekor dunia, sebelumnya 204 kilogram) Total Angkatan: 365 kilogram (Rekor dunia, sebelumnya 363 kilogram) Rekor SEA Games Muhammad Iqbal Raja Prabowo Cabang: Menembak Nomor: 10 meter air pistol putra Skor: 582 poin Keterangan: Menyamai rekor SEA Games yang sebelumnya dicatat Hoang Xuan Vinh (Vietnam) pada SEA Games 2015 di Singapura Diva Renata Jayadi Cabang: Atletik Nomor: Lompat galah putri Hasil: 4,35 meter Keterangan: Rekor SEA Games baru Mempertajam rekor nasional miliknya sendiri (sebelumnya 4,30 meter) Melampaui rekor SEA Games lama 4,25 meter atas nama Natalie Uy (Filipina) pada SEA Games 2019

SEA Games 2025: Kokoh di Posisi Dua, Indonesia Kemas 91 Emas

Atlet dan ofisial kontingen Indonesia

Kontingen Indonesia menutup keikutsertaan di SEA Games 2025 Thailand dengan raihan 91 medali emas. Jumlah medali emas itu melampaui target awal 80 emas dan menjadi catatan penting dalam sejarah partisipasi Indonesia di ajang Asia Tenggara. Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang 333 medali, terdiri dari 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Raihan 91 emas tercatat sebagai jumlah terbanyak ketiga saat Indonesia tampil sebagai peserta tamu sejak pertama kali mengikuti SEA Games pada 1977. Catatan tandang terbaik masih dipegang SEA Games Kuala Lumpur 1989 dengan 102 emas, lalu SEA Games Manila 1991 lewat 92 emas. Capaian di Thailand juga menjadi hasil terbaik Indonesia selama 32 tahun terakhir ketika bertanding di luar negeri. Jumlah emas kali ini melampaui raihan SEA Games Singapura 1993 dengan 88 emas. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan performa Indonesia saat berlaga jauh dari dukungan tuan rumah. Klasemen Akhir Raihan Medali SEA Games 2025: Peringkat Negara Medali Emas Medali Perak Medali Perunggu Total 1 Thailand 233 154 112 499 2 Indonesia 91 111 131 333 3 Vietnam 87 81 110 278 4 Malaysia 57 57 117 231 5 Singapore 52 61 89 202 6 Philippines 50 73 154 277 7 Myanmar 3 21 49 73 8 Laos 2 9 28 39 9 Brunei Darussalam 1 3 5 9 10 Timor-Leste 0 1 7 8

Kontingen Indonesia Peraih Medali SEA Games 2025 Terbanyak

Martina Ayu Pratiwi

Pagelaran SEA Games 2025 berakhir pada Sabtu (20/12). Perjalanan multievent selama 11 hari resmi ditutup. Ada seorang atlet muda Indonesia yang mencatatkan rekor pribadi. Dia adalah Martina Ayu Pratiwi. Atlet berusia 21 tahun itu menjadi atlet dengan raihan medali SEA Games 2025 terbanyak dalam kontingen Indonesia. Kini, setiap kontingen mulai berhitung, merekapitulasi perolehan medali selama kejuaraan multicabang ini digelar. Di satu sisi, perjuangan atlet meraih medali SEA Games 2025 patut diapresiasi tinggi. Salah satunya Martina Ayu Pratiwi dari Indonesia. Martina Ayu jadi sorotan karena mengoleksi medali emas SEA Games 2025 paling banyak, yakni lima keping. Medali-medali itu bertambah karena atlet asal Gresik, Jawa Timur, ini juga mendapatkan dua perak. Total Martina Ayu dapat tujuh medali di SEA Games 2025. Jumlah itu jadi yang terbanyak untuk kontingen Indonesia. Ia ini tampil dalam tiga cabang olahraga (cabor) pada SEA Games 2025: aquathlon, duathlon, dan triathlon. Pada cabang aquathlon, Martina Ayu meraih dua emas melalui nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women. Dua emas juga didapat Martina Ayu dari duathlon melalui nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women. Sementara dari triathlon, Martina Ayu dapat 1 emas dan 2 perak. Medali emas dari triathlon didapat dari nomor individual putri, sedangkan dua perak dari nomor team 3 women relay dan team mixed relay 2 men + 2 women.

SEA Games 2025: Indonesia Capai Target Medali Emas

Medali Emas SEA Games 2025

Kontingen Indonesia sukses kumpulkan 80 emas dan penuhi target yang dicanangkan dalam keikutsertaan di SEA Games 2025 Thailand. Pencapaian target emas ini dipastikan pada Kamis (18/12) petang setelah tim putri kabaddi beranggotakan Ni Komang Tri Meiyoni, Yuni Amirta, Ni Luh Happy Restia, Oktavia Riska Della dan Ni Kadek Ari Wartini mengalahkan Malaysia 24-23 dan berhasil naik podium teratas di nomor women three stars finals. Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora RI), Erick Thohir, bersyukur atas terpenuhinya target emas SEA Games 2025, dan mengucapkan selamat kepada para atlet yang menunjukkan semangat patriotik, kegigihan, pengorbanan, dan performa maksimal demi mempersembahkan emas dan menunjukkan kedigdayaan Indonesia. “Alhamdulillah Indonesia sukses menembus target 80 emas. Ini semua berkat perjuangan para atlet yang gigih, dan tak kenal menyerah. Terima kasih, kalian adalah pahlawan olahraga yang membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya terus berkumandang dari arena ke arena SEA Games. Kemudian juga terima kasih untuk para official, serta para ketua umum federasi yang selama masa persiapan sampai pelaksanaan SEA Games selalu bersama para atlet terus memberikan motivasi,” kata Menpora Erick “Kita juga bersyukur kita menempati peringkat kedua sampai saat ini, di mana setelah tahun 1995, saat kita tidak menjadi tuan rumah, kita hanya bisa maksimal ada di ranking tiga. Artinya kita merangkai kembali sejarah baru catatan baik Indonesia di pentas olahraga Asia Tenggara seperti pesan Bapak Presiden,” ujar Menpora Erick. Sebelumya sejak kamis pagi, keran emas dibuka oleh trio Eva Desiana, Martina Ayu Pratiwi, dan Zahra Bulan Aprillian Putri yang meraih emas pertama hari ini di cabang triathlon. Sumbangan emas kembali bertambah ketika tim triathlon turun di mixed team relay duathlon. Kontribusi dua emas hari ini datang juga dari cabang panahan melalui para srikandi panahan andalan yang turun di women’s team compound dan women’s individual compound. Perahu naga tak mau kalah dengan hadirkan dua emas dari nomor Men Small Boat 200 m dan mixed small boat 200 m. Selanjutnya di modern pentathlon, Dea Salsabila datangkan emas ke-79. Menpora Erick berpesan bahwa keberhasilan di SEA Games ini jangan membuat kita lupa diri, karena ada Asian Games di penghujung tahun depan yang sudah menanti. “Kita boleh berbangga atas pencapaian kita saat ini. Tapi jangan tenggelam dalam euforia, Kita harus segera kembali rapatkan barisan, kembali fokus dan jalani pemusatan latihan untuk kembali berjuang di Asian Games 2026,” pungkas Menpora Erick.

Berkenalan Dengan Atlet Termuda Indonesia di SEA Games 2025

Mikhayla Shanum Caya

Di tengah persaingan ketat antarnegara, perhatian publik tertuju pada sosok mungil namun bernyali besar dari kontingen Indonesia, Mikhayla Shanum Caya. Atlet yang baru berusia 11 tahun ini tidak hanya menyandang status sebagai anggota termuda dalam tim Merah Putih, tetapi juga berhasil membuktikan kualitasnya dengan menembus babak final nomor park putri.​ Penampilan Mikhayla pada babak penyisihan menjadi sorotan tersendiri. Meski harus bersaing dengan atlet-atlet yang jauh lebih senior dan berpengalaman, ia tampil tanpa beban. Dengan gaya bertanding yang eksplosif dan penuh keberanian dalam mengeksekusi trik, Mikhayla sukses mengamankan posisi ketujuh dengan torehan skor 45,93. Walaupun perolehan poinnya belum menembus tiga besar di fase kualifikasi ini, lolosnya Mikhayla ke partai puncak yang akan digelar pada hari Minggu, 14 Desember, adalah sebuah pencapaian fenomenal. “(Sudah) bagus sih. Tapi ‘next’ harus lebih berusaha lagi untuk bisa jadi juara,” ujar Mikhayla. “Kurang puas aku dengan hasil hari ini, tapi aku akan coba lagi besok-besok,” tambah gadis muda itu. Kehadirannya di final bukan sekadar partisipasi, melainkan sinyal kuat bahwa regenerasi atlet skateboard Indonesia berjalan dengan sangat baik.​ Banyak pengamat olahraga menilai SEA Games 2025 hanyalah awal dari perjalanan panjang karier Mikhayla. Dengan usia yang masih sangat muda, ia memiliki waktu luas untuk mengasah kemampuan dan mental. Jika pembinaan berjalan konsisten, bukan tak mungkin Mikhayla Shanum Caya kelak tampil di ajang dunia, bahkan Olimpiade.

SEA Games 2025: Alma Ariella Memanjat Puncak Asia Tenggara

Alma Ariella

Di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Jumat (12/12/2025) malam, Alma memukau nyaris semua orang yang datang. Bagaimana tidak, di antara delapan pemanjat putri dan putra yang berlaga di babak final, hanya Alma yang mampu menggapai puncak. Ketika puncak itu diraih, ketika itu pula medali emas dipastikan ada di tangannya. Prestasi tersebut sekaligus menegaskan potensinya sebagai salah satu bintang masa depan panjat tebing Indonesia di kancah internasional. Meski usianya masih sangat muda, yakni baru berusia 16 tahun, kiprahnya di berbagai kejuaraan menunjukkan kematangan luar biasa. Setahun lalu, Alma tak pernah membayangkan akan berada di puncak Asia Tenggara. Nama Alma baru muncul setelah menggondol lima medali panjat tebing di PON Aceh-Sumut 2024, tiga di antaranya medali emas. Prestasi gemilang itu diraih ketika Alma turun debutan sekaligus salah satu pemanjat termuda di tim Jawa Timur. Total enam pemanjat tebing lead Indonesia yang berlaga di SEA Games Thailand 2025 sudah ditanamkan pola pikir demikian bahwa SEA Games hanya titik awal. Pesta olahraga se-Asia Tenggara ini adalah batu loncatan menuju ke level lebih tinggi, yakni Asia dan dunia. Alma memahami itu. Titik awal itu sekaligus batu loncatan itu telah Alma lalui. Kini, dirinya mantap menatap puncak-puncak lain dengan level lebih tinggi. ”Harus bertahap, tetapi impian aku dan setiap atlet pasti ke Olimpiade,” ujar Alma.

SEA Games 2025: Rizki Juniansyah Persembahkan Medali Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Rizki Juniansyah

Misi lifter andalan merah putih, Letda TNI Rizki Juniansyah, untuk kembali mempersembahkan medali emas dan pecahkan rekor terwujud saat turun di kelas 79 kg putra SEA Games 2025, Senin (15/12). Tampil di hadapan publik yang memenuhi Chonburi Sports School, Chonburi, Rizki menunjukkan kekuatan yang tak tertandingi sejak awal lakukan angkatan snatch semputna seberat 160 kg. Peraih emas Olimpiade Prancis 2024 ini semakin tak terkejar para lawan ketika sukses lakukan angkatan clean & jerk fantastis seberat 205 kg. Catatan ini mengantarkan Rizki pecahkan rekor asia dan rekor dunia untuk angkatan clean & jerk putra kelas 79 kg, yang sebelumnya tercatat seberat 204 kg. Total angkatan Rizki seberat 365 kg juga menjadi rekor baru di Asia dan dunia untuk kelas 79 kg putra, melewati catatan sebelumny seberat 364 kg. Dengan senyum bangga, pria yang resmi mengemban tugas sebagai perwira TNI sejak dua pekan lalu inipun pamerkan selebrasi hormat tunjukkan kebanggaan prestasi untuk negeri. Rizki pun mengucapkan terima kasih atas dukungan dan janji bonus yang diberikan Presiden RI, Prabowo Subianto. “Alhamdulillah kemarin kita pelepasan, dan sangat baik disambut Bapak Presiden dengan hangat dan menyentuh hati banget para atlet dengan motivasinya dan support, ambisi banget Bapak, dan terima kasih untuk motivasi bonusnya. Jadi itu adalah loncatan ke depannya untuk atlet buat lebih semangat lagi latihan, saya sangat bersyukur, makanya saya selebrasi tadi itu khasnya menjadi tentara,” ujar Rizki. Keberhasilan Rizki Juniansyah menambah koleksi emas Indonesia di SEA Games 2025 dan mencetak rekor dunia dinilai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir sebagai bukti kegigihan dan semangat patriotisme duta bangsa berjuang untuk negara. “Selamat untuk Letda TNI Rizki Juniansyah yang konsisten menunjukkan performa fantastis setiap kali bertanding. Emas Olimpiade 2024 ternyata tak membuat Rizki terlena, bahkan malah semakin bersemangat latihan dan terbukti Rizki menunjukkan mental patriotik berjuang demi bangsa dan gigih melawan para pesaing. Inilah mental juara yang menunjukkan kedigdayaan Indonesia,” puji Menpora Erick

Baru Berusia 20 Tahun, Masniari Hattrick Emas SEA Games

Masniari Wolf

Perenang muda Indonesia, Masniari Wolf mencuri perhatian setelah atlet renang putri Indonesia itu sukses meraih medali emas SEA Games tiga edisi beruntun, dari Vietnam 2021, Kamboja 2023, hingga Thailand 2025. Masniari Wolf menjadi yang terbaik pada final renang 50 meter gaya punggung putri SEA Games 2025. Dia melesat ke garis finis dengan catatan waktu 28,80 detik, sekaligus mengunci status sebagai ratu backstroke Asia Tenggara. Sebagai tambahan, catatan waktu 28,80 detik tersebut juga merupakan rekor nasional. Capaian emas ketiga secara beruntun menegaskan konsistensi Masniari Wolf di level regional. Prestasi tersebut mengukuhkan perannya sebagai tulang punggung tim renang Indonesia dalam persaingan internasional. Usai SEA Games 2025, atlet berusia 20 tahun itu langsung mengalihkan fokus ke agenda besar berikutnya. Masniari Wolf mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang, sekaligus menatap Olimpiade Los Angeles 2028. “Setelah SEA Games ini saya akan berenang di banyak kilometer, mungkin 7 sampai 8 kilometer. Itu akan saya lakukan dua kali sehari sampai beberapa bulan kedepan. Saya harap persiapan untuk Asian Games berjalan dengan baik,” katanya.

SEA Games 2025: Koleksi 31 Emas, Indonesia Posisi Dua Klasemen Sementara

Puja Lestari & Susan Nur Hidayah

Torehan medali emas kontingen Indonesia terus meningkat di hari kelima SEA Games 2025 Thailand. Tambahan 11 medali emas membuat Indonesia berhasil menggeser Vietnam dan ada diperingkat dua dengan total 31 medali emas. Indonesia mendapatkan cukup banyak emas di hari kelima SEA Games 2025, Sabtu (13/12), yakni 11 dari berbagai cabang olahraga. Emas terakhir disumbangkan tim tenis putra yang dipimpin Christopher Rungkat usai mengalahkan Thailand di final. Catatan serupa juga dibuat tim tenis putri pimpinan Aldila Sutjiadi yang menang 2-1 atas tuan rumah, Thailand. Cabor bulutangkis sudah memastikan satu tambahan emas lewat All Indonesia Final di nomor tunggal putra, Alwi Farhan vs Muhammad Zaki Ubaidillah. Dari cabor panjat tebing, Indonesia mendapat dua emas dari nomor speed climbing atas nama Puja Lestari dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Lalu ada juga dari atletik, setelah Maria Londa mengungguli atlet tuan rumah Parinya Chuaimaroeng, yang menyabet perak. Medali emas juga diraih oleh Arya Danu Susilo yang berjaya di cabang Taekwondo nomor 74kg putra. Itu menjadi emas ke-25 bagi Indonesia. Setelah itu ada pula keberhasilan lain dari cabang Judo. Keping emas ke-26 bagi Indonesia dipersembahkan oleh I Made Sastra Dharma di nomor 90kg putra. Dengan demikian, Indonesia punya 31 medali emas, 45 perak, dan 39 perunggu untuk menggeser Vietnam dari posisi kedua Klasemen Medali SEA Games 2025. Vietnam punya 30 emas, 27 perak, dan 53 perunggu. Thailand selaku tuan rumah masih dominan di puncak klasemen dengan 94 emas, 59 perak, dan 35 perunggu. “Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan 11 medali emas, tadi dua dari panjat tebing, terakhir tenis dari beregu putri dan putra. Dan ini sesuai dengan target. Memang ada beberapa cabor yang belum maksimal, tapi ada juga cabor yang raihanya luar biasa, salah satunya judo. Saya harapkan semua cabor berikan yang terbaik, karena ini akan jadi bahan evaluasi kedepan untuk seluruh cabor,” kata Menpora Erick.

Seleksi Timnas U20, Nova Arianto Fokus Cari Talenta Baru

Nova Arianto

Pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, mulai mematangkan kerangka tim dengan membuka seleksi pemain melalui pemusatan latihan (TC) dalam dua gelombang. Agenda ini menjadi langkah awal pembentukan skuad menuju kompetisi internasional, sekaligus kesempatan awal bagi Nova menilai potensi generasi baru di kelompok usia muda. “Untuk seleksi tim masuk Timnas U20 kali ini, sekali lagi fokus kami adalah bagaimana kami mencari talenta-talenta baru, terutama pemain kelahiran 2007. Karena saya juga sangat baru di Timnas U20, pastinya saya belum mengenal secara menyeluruh pemain-pemain dengan kelahiran 2007,” kata Nova Arianto. Seleksi yang diikuti total 46 pemain ini berlangsung di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, mulai tanggal 2 hingga 10 Desember 2025. Seleksi tahap pertama digelar pada 2-5 Desember, sementara tahap kedua dijadwalkan pada 7-10 Desember 2025. Dalam proses ini, Nova ingin melihat lebih dari sekadar kekuatan fisik atau kemampuan teknik semata. “TC kali ini fokus kami adalah melihat talenta-talenta baru dari pemain kelahiran 2007 sehingga ke depannya kita bisa benar-benar mendapatkan pemain yang secara kualitas bukan hanya tentang fisik, teknik ataupun taktik, tapi bagaimana mereka bisa bermain secara gameplay yang akan kita rencanakan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Nova menegaskan penilaian tidak berdasarkan latar belakang klub atau asal pemain. “Sekali lagi saya tidak pernah melihat secara background, tetapi saya sampaikan kepada pemain adalah bagaimana saya mencari pemain-pemain yang bisa bermain secara gameplay, secara filosofi yang akan kami buat, sehingga pemain bisa memahami dan bisa menunjukkan yang terbaik,” ujar eks pelatih Timnas U17 tersebut. “Siapapun pemain yang masuk pastinya adalah pemain-pemain yang bisa sesuai dengan yang kami inginkan, termasuk dari standar-standar yang kita berikan, dan harapannya pemain bisa tampil maksimal selama TC kali ini,” tambahnya. Dalam rencana jangka menengah, Nova menjelaskan persiapan tidak hanya terfokus pada seleksi. Ia bersama Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, telah menyiapkan 11 pertandingan uji coba sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Piala Asia U20 2027 mendatang. “Kami sudah berkomunikasi dengan Direktur Teknik, Coach Alex, bagaimana mempersiapkan ada 11 kali uji coba sebelum kita sampai di kualifikasi Piala Asia, termasuk di Piala AFF yang menjadi bagian dari uji coba kami menuju ke kualifikasi,” kata Nova. “Untuk selanjutnya, TC kami rencanakan ada di bulan Januari atau mungkin di bulan Maret, karena itu sesuai dengan roadmap yang kita berikan kepada PSSI. Dan saya harapkan semuanya bisa berjalan baik sehingga kita bisa lebih mempersiapkan tim ini dengan sangat baik menuju ke kualifikasi Piala Asia U20 nanti,” tutupnya.

SEA Games 2025: Kontingen Indonesia Tambah 7 Medali Emas Hari Keempat

Dina Aulia

Kontingen Indonesia berhasil menambah 7 medali emas di hari keempat SEA Games 2025 Thailand, Jumat (12/12). Torehan medali emas tersebut membuat posisi Indonesia masih bertahan di posisi ketiga klasemen sementara. Medali emas pertama yang diraih Indonesia pada hari ketiga SEA Games 2025 direngkuh Dinny Febriany yang turun berlaga di cabang olahraga judo. Dinny berhasil mendapatkan medali emas di nomor women’s 57 kg. Medali emas kedua direngkuh Abiyu Rafi yang tampil di cabor senam artistik. Keberhasilan tersebut disusul Muhammad Rizqi Maulana (judo), Syerina (judo), Dina Aulia (atletik), Alma Ariella Stany (sport climbing), dan Ardana Cikal Damarwulan (sport climbing). Sayangnya dihari keempat beberapa cabor yang memiliki peluang medali emas terpaksa gagal. Tim Woodball Indonesia meraih dua medali perak pada nomor Men’s Team Fairway dan Women’s Team Fairway yang berlangsung di Royal Thai Fleet Golf Course, Sattahip. Raihan ini menegaskan konsistensi Indonesia sebagai salah satu kekuatan woodball di Kawasan Asia Tenggara. Termasuk Canoe yang harus menutup perjalanan di SEA Games Thailand 2025 dengan raihan tiga medali perunggu pada hari terakhir pertandingan disiplin canoe. Tiga nomor tersebut adalah Women’s Canoe Double 200 m, Men’s Canoe Four 200 m, dan Men’s Kayak Four 200 m. Dengan raihan tersebut, Indonesia kini telah mengoleksi total 72 medali, dengan perincian 20 medali emas, 28 medali perak, dan 24 medali perunggu. Thailand yang ada diperingkat pertama sudah mengumpulkan 137 medali, dengan perincian 65 medali emas, 44 medali perak, dan 28 medali perunggu. Adapun Vietnam yang ada diperingkat dua mengoleksi 24 medali emas, 17 medal perak, dan 43 medali perunggu. Tambahan 7 Medali Emas Indonesia 1. Dinny Febriany (Judo – Women’s 57 Kg) 2. Abiyu Rafi (Senam Artistik – Palang Tunggal Putra) 3. Muhammad Rizqi Maulana (Judo – Men’s 55 Kg) 4. Syerina (Judo – Women’s 70 Kg) 5. Dina Aulia (Atletik – Lari Gawang 100 meter putri) 6. Alma Ariella Stany (Sport Climbing – Women’s Lead) 7. Ardana Cikal Damarwulan (Sport Climbing – Men’s Lead)

SEA Games 2025: Pundi Medali Emas Indonesia Terus Bertambah

SEA Games 2025

Pundi medali emas Indonesia di SEA Games 2025 Thailand terus bertambah. Hingga Kamis (11/12) malam, Indonesia berhasil menambah 9 medali emas, 14 perak dan 8 perunggu. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengucapkan terima kasih kepada para atlet dan cabor yang sudah memberikan kontribusi medali emas untuk Indonesia. Bahkan untuk target medali yang hari ini hanya 6 emas bisa melebihi target. “Alhamdulillah target hari saya sampaikan tadi 8 sampai 9 medali emas, ternyata maksimal 9 emas untuk hari ini. Dua dari renang, basket 3×3 putri, Cycling MTB, Canoe, Karate hingga atletik yang bahkan pecah rekor SEA Games dan dari cabor yang lain,” kata Menpora Erick usai menyaksikan pertandingan renang di SAT Swimming Pool, Hua Mak, Bang Kapi, Bangkok, Kamis (11/12) malam. “Jadi saya ucapkan terima kasih kepada federasi yang sudah serius, dan para atlet yang sudah berjuang untuk Indonesia. Ini saya harapkan tetap konsisten hingga akhir karena kita target 80 medali emas. Artinya kita harus mendulang emas-emas baru dari cabang olahraga lainnya,” tambah Menpora Erick. Tambahan medali emas untuk hari ini datang dari cabor balap sepeda. Atlet balap sepeda Indonesia, Rendy Varera sukses meraih medali emas pada nomor Mountain Bike (MTB) Men’s Cross Country di SEA Games 2025 Thailand. Emas berikutnya datang dari cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA). Atlet putri Dwi Ani Retno Wulan yang turun pada nomor Traditional -54 kg berhasil meraih medali emas pertama MMA untuk Indonesia setelah menundukkan Thi Thanh Binh Duong dari Vietnam di partai final. Cabang olahraga karate juga berhasil memberikan kontribusi medali emas. Atlet karate Indonesia, Leica Al Humaira Lubis, yang turun di nomor +68kg Women’s berhasil menjadi juara usai mengalahkan wakil dari Laos, Konenyvong Souphaphone, dengan skor 2-0. Canoe juga berhasil menyumbangkan medali emas dari atlet Subhi/Stevani Maysche Ibo lewat nomor ganda campuran kayak 200 meter di The Royal Thai Navy Rowing and Canoeing Training Center, Rayong, Kamis (11/12). Subhi/Stevani meraih finis pertama dengan catatan waktu 36,409 detik, mengungguli wakil Vietnam (37,397 detik), dan Singapura (38,290 detik). Timnas Bola Basket 3×3 Putri catatkan sejarah. Untuk kali pertama sejak bola basket 3×3 dipertandingkan di SEA Games pada 2019 Filipina, Indonesia mengoleksi medali emas. Hasil membanggakan juga datang dari cabor renang yang berhasil menambah dua medali emas dari nomor 50 meter gaya punggung putra dan putri. Jason Donovan Yusuf kembali mencatatkan namanya dalam penyumbang emas bagi Indonesia. Kali ini, perenang debutan di SEA Games itu meraih emas pada nomor 50m gaya punggung putra dengan torehan waktu 25.36 detik. I Gede Siman Sudartawa menambah koleksi medali bagi Indonesia. Perenang 31 tahun itu meraih medali perunggu pada nomor 50m gaya punggung putra. Bukan hanya dari sektor putra, tim putri juga memberikan kebanggaan bagi Indonesia. Masniari Wolf menyumbangkan medali emas usai menjadi yang tercepat pada nomor 50m gaya punggung putri. Dia mencatat waktu 28.80. “Saya kira renang hari ini sangat luar biasa, renang bisa menambah dua medali emas untuk Indonesia. Renang adalah salah satu cabor yang dipilih Presiden untuk masuk 21 cabor unggulan,” kata Menpora Erick.