Rutin Gelar Futsal U-18, Guna Jaring Pemain Berbakat Kewilayahan

Para-panitia-Turnamen-Futsal-Pemuda-05-Cup-III-U-18

Futsal sudah menjadi olahraga yang populer bagi semua kalangan, baik itu anak-anak, remaja hingga orangtua pun aktif bermain futsal. Maka dari itu, mulai banyak turnamen-turnamen guna menyalurkan hobi maupun bakat mereka dan juga menambah pengalaman. Seperti yang di lakukan oleh kumpulan pemuda yang berada di Pamulang Barat yang baru saja menyelesaikan Turnamen Futsal Pemuda 05 Cup III U-18 di Lapangan Pemuda 05 Jalan Kemuning II RT/RW 05/005, Pamulang Barat. Hampir sebulan pertandingan berjalan yang diikuti 32 tim dan dimulai sejak (25/11) lalu. Akhirnya, dua tim terbaik bertemu di final yang mempertemukan Gasad JR vs Lenong FC. Dalam partai final tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Gasad JR berkat gol yang dicetak oleh Lukman nomor punggung (9) pada babak pertama. Gasad JR berhak mendapatkan Piala bergilir Pemuda 05 Cup III Juara 1 yang diberikan oleh H Haryadi sebagai tokoh masyarakat dan mendapat uang pembinaan sebesar Rp 4 juta. Sedangkan juara 2 diberikan langsung oleh Malih Tolib sekalu mantan RT 005/05 Pamulang Barat dan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta dan piagam penghargaan. Dan, untuk juara bersama mendapat Rp.1 juta kepada Darussalam dan Bopang FC dari Pondok Cabe. Ketua Panitia Pemuda 05 Cup, Robby Maulidi Agustiar mengatakan kegiatan ini sudah yang ketiga kali. Tujuannya untuk mewadahi pemuda yang memiliki hoby dan kemampuan dalam bermain bola, tentu dengan pertandingan ini bisa memberikan banyak pengalaman bagi mereka. “Kegiatan ini yang diadakan pada tahun ketiga, setiap tahun kami mengelar ini dan diikuti berbagai tim se Kota Tangsel. Ajang ini selain mencari pengalaman juga memberikan tempat untuk mereka yang memiliki kemampuan bagus dalam bola,” katanya. Selain melibatkan pemuda, pihaknya juga melibatkan banyak tokoh masyarakat terutama para RT/RW setempat. Paling tidak mereka yang sudah banyak pengalaman berbagai hal bisa memberikan dukungan kepada generasi muda dalam melakukan hal-hal yang positif dan mengurangi kegiatan negatif. “Kami melibatkan banyak tokoh masyarakat setempat terutamanya para RT dan RW. Mereka menyematkan hadiah saat malam pengumuman pemenang. Ini menjadi, kesan yang menyenangkan bagi kami dan bagi orang-orang yang telah mendukung kegiatan ini,” tambahnya. Tokoh masyarakat setempat, H Haryadi mengatakan kegiatan positif harus diberikan ruang, mengapa karena untuk menyekat kegiatan negatif. Generasi muda saat ini rentan maka dari itu para orangtua dan para tokoh wajib memberikan dorongan kepada anak-anak muda untuk berkreatif. “Banyak hal yang dapat dipetik, selain menumbuhkan jiwa sportifitas, membangun mentalitas dan menciptakan kegiatan positif bagi generasi muda itu amat penting. maka kegiatan seperti ini harus digelar setiap tahun. Terlebih pesertanya cukup banyak se Tangsel,” saran H Haryadi. Ia mengajak kepada pemuda di kelurahan-kelurahan lain bisa melakukan hal serupa sebagai bentuk sumbangsih bagi perkembangan pemuda di wilayah Tangsel. Pemuda Tangsel harus menjadi generasi yang hebat dan berprestasi. “Pemuda Tangsel harus menjadi pemuda yang memiliki kemampuan baik sebagai generasi kedepan. Kembangkan bakat sesuai dengan kemampuan diri untuk mengisi hal-hal positif,” harapnya (pah/adt)

Awalnya Terpaksa Bermain Voli, Tetapi Dinda Berhasil Raih Juara 1 di Pekan Olahraga Nasional Mahasiswa 2017

Adinda-Wibowo-Voli

Terpaksa mengikuti sesuatu yang awalnya tidak disukai memang tidak menyenangkan. Namun, jika kita tekun menjalankannya, maka kita bisa termotivasi untuk menghasilkan yang terbaik. Wanita belia ini bernama Adinda Wibowo, atau yang diakrab sebagai Dinda. Dinda sudah menjuarai berbagai turnamen seperti Pekan Olahraga Nasional Mahasiswa (POMNas), Kejuaraan Nasional Junior, Livoli Divisi 1, Princess Cup U-19 dan masih banyak lagi. Gadis berusia 19 tahun ini sempat berbagi cerita kepada nysnmedia.com, tentang bagaimana awal mula mengikuti voli. Orang tua dari Dinda merupakan atlet voli, tidak jarang orang tua Dinda mengarahkan agar ia juga mengikuti voli. Awalnya, Dinda terpaksa menjalani voli karena ia menyukai basket. Namun, berkat melihat permainan dari senior-seniornya, Dinda pun menjadi sangat menyukai voli. “Pertama tuh aku itu atlet basket, terus mama papaku atlet voli, mereka pengen aku jadi atlet voli. Padahal dulu aku gak suka voli, dan akhirnya dipaksa latihan. Dan sekarang malah jadi suka sama cabang olahraga voli. Aku melihat kakak-kakak senior mainnya bagus-bagus banget, malah jadi termotivasi untuk bisa kaya kakak senior itu,”ujarnya Dinda sudah menekuni voli sejak 5 tahun lalu. Ia juga menuturkan momen-momen berharga yang ia dapatkan sejak bergabung di cabang olahraga voli. “Banyak momen yang tak pernah terlupakan. Misalnya, saat bermalam bersama dengan teman-teman, saat itu rame-rame, sering ketawa sendiri kalau lagi ngebayangin, cerita-ceritanya seru. Kalau sedang latihan, misalkan 2 atau 3 bulan di mess gitu juga seru, ada saatnya bercanda dan saatnya serius. Bahkan sampai ada yang nangis, perjuangan banget, karena latihan itu di dedikasikan hanya untuk bisa jadi yang terbaik untuk tim,”tutur atlet perwakilan wilayah Jakarta ini Mahasiswi Manajemen Perbanas Institute ini juga sering mengalami kendala ketika harus menjalani pertandingan yang bentrok dengan jadwal kuliah. Namun, Dinda harus bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi atas apa yang ia jalankan. “Kalau waktunya bentrok antara kuliah dan pertandingan, kita harus tanggung jawab sih sebagai mahasiswa dan atlet. Harus rela meninggalkan ujian atau susulan. Kadang juga ada dosen yang gak mengizinkan. Ya kalau begitu harus menerima konsekuensinya baik sebagai atlet atau mahasiswa,”tutupnya(put/adt)

NPC Sulawesi Selatan Gelar Kerjurprov Paralympic Bagi Atlet Difabel

difabel atlet

Guna mempersiapkan para atlet difabel di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) menghadapi event-event di tahun 2018 mendatang. National Paralympic Commite (NPC) Sulsel menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Paralympic, pada 29-30 Desember mendatang. Pada pelaksaan Kejurprov Paralympic kali ini, akan menggunakan dua venue yakni di Mattoanging serta di GOR Sudiang dan akan memperlombakan delapan Cabang Olahraga (Cabor) diantaranya atletik, angkat berat, bulutangkis, catur, renang, tenis meja, tenis meja tunanetra, dan Panahan. Ketua Panitia Kejurprov NPC Sulsel 2017, Muh Sonny Sandra mengungkapkan, dengan waktu yang sedikit tak semua kota maupun kabupaten yang akan berpartisipasi. “Diprediksi dari 24 kabupaten/kota, hanya 12 daerah yang mungkin berpartisipasi. Mengingat waktunya yang mepet,” ungkap Sonny kepada SINDOnews, Jumat, (22/12). Kejurprov ini akan menyaring sebanyak 180 atlet beserta official. Sonny menjelaskan, event ini untuk persiapan atlet menyambut event-event yang bakal digelar pada tahun depan. “Kejurprov ini bukan seleksi secara langsung, tapi seleksi secara alami bagi daerah-daerah untuk melihat kekuatan mereka masing-masing. Jadi mereka sudah memprediksi atlet mana yang bakal di boyong ke Pekan Paralimpyc Provinsi tahun depan,” pungkasnya. (pah/adt)

Bonus “Wah” Menanti Peraih Medali Emas Asian Games 2018

Atlet-bulutangkis-Tontowi-Ahmad-dan-Liliyana-Natsir

Jika pada Olimpiade Rio de Janeiro para atlet penyumbang emas mendapat bonus mencapai Rp 5 miliar, Kini di event terbesar kedua di dunia Asian Games 2018, Kemenpora akan memberikan bonus bagi peraih medali emas, terlebih Indonesia akan menjadi tuan rumah. Dengan begitu, atlet semakin terpacu untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia. “Belum bisa diumumkan, tapi bonus Olimpiade kemarin berapa? 5 miliar kan, jadi yang jelas lebih besar dari Asian Games Incheon, tapi tidak boleh lebih dari Olimpiade,” ujar Kemenpora Imam Nahrawi seperti dikutip oleh Antara. Di Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan, atlet Indonesia yang berhasil meraih medali emas memperoleh bonus Rp 400 juta. Namun, kali ini di Asian Games 2018 para atlet tak hanya mendapatkan uang saja tetapi mendapatkan rumah. “Sesuai arahan Pak Wapres dan Pak Presiden, bonus bagi peraih medali emas Asian Games kali ini akan berbeda dari bonus-bonus yang pernah ada, selain uang, peraih emas juga akan mendapatkan rumah, mobil dan kesempatan menjadi PNS,” kata Imam. Imam menambahkan, semua itu dilakukan untuk meningkatkan semangat para atlet untuk mengharumkan nama bangsa di ajang pesta olahraga se-Asia tersebut. Sebelumnya Ketua Dewan Pengarah Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, menyebutkan akan mendukung para atlet melaksanakan pelatnas. Namun, harus sesuai dengan komitmen prestasi yang diberikan, karena Indonesia memasang target menembus 10 besar. “Kita siapkan 700 miliar untuk itu. Hanya untuk 8 bulan ke depan, jadi setidak-tidaknya mungkin sekitar 100 miliar untuk satu bulan kita pakai pelatihan-pelatihan itu. Silakan anda bikin Pelatnas-Pelatnas, harus Pelatnas, mau try out ke negara mana, silakan. Semua akan kita berikan, tapi tentu kita minta komitmen prestasinya,” papar JK. (pah/adt/ant)

GBK Aquatic Stadium Resmi Ditunjuk Sebagai Markas Pelatnas Menjelang Asian Games 2018

Fasilitas-di-GBK-Aquatik-Stadium-Senayan

Asian Games 2018 akan dimulai pada 18 Agustus mendatang di Indonesia. Tentunya, segala persiapan baik itu segi fasilitas maupun atlet terus digenjot untuk memberikan hasil yang maksimal. Seperti, Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) yang sudah menunjuk GBK Aquatic Stadium Senayan sebagai tempat pemusatan latihan Nasional (Pelatnas). Kepala Bidang pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PB PRSI, Wisnu Wardhana mengatakan, fasilitas di GBK sudah memadai bagi para atlet. Ditambah, atlet akan terbiasa dan mudah beradaptasi dengan venue. “Apalagi inilah venues yang akan digunakan pada event Asian Games mendatang. Jadi para atlet kita akan lebih terbiasa,” ungkapnya. Namun, akan ada atlet yang akan uji coba dan pelatnas ke luar negeri. “Namun kita juga punya rencana para atlet renang akan melakukan uji coba dan pemusatan latihan di luar negeri. Sebagian ke AS dan sebagian ke Australia. Sementara untuk polo air kita akan ke Serbia, dengan loncat indah melakukannya di China,” lanjut Wisnu seperti dikutip kompas.com. Pelatnas atlet renang, selama ini menunjuk Bali sebagai pelatihan bagi para atlet. Dengan menunjuknya Jakarta sebagai pelatnas bagi atlet, pastinya bisa kordinasi dengan mudah. “Ya, kita akan memutuskan pemusatan untuk ada di Jakarta, sehingga lebih memudahkan untuk koordinasi dan efisiensi,” ungkap Wisnu. Perihal mengenai target yang dicanangkan. Wisnu, lebih condong ke tiga nomor yang bisa memberikan kontribusi medali. “Jika prestasi memungkinkan perak, tapi diusahakan emas. Itu ada di 50 meter gaya punggung putra, 50 meter gaya dada putra dan estafet 4×100 meter,” ungkap Wisnu. Di arena SEA Games Kuala Lumpur 2017 lalu, pada nomor 50 meter gaya punggung, emas didapat dari I Gde Siman Sudartawa, sementara di nomor 50 meter gaya dada Indra Gunawan juga mendapatkan emas. Namun di nomor 4×100 meter gaya ganti putera, Indonesia hanya mendapat medali perak di bawah Joseph Schooling cs dari Singapura. Sementara itu, pelatih loncat indah, Harly Ramayani menyambut baik adanya pelatnas di GBK. Karena, selama ini latihan para atlet belum mempunyai tempat yang memenuhi standar. “Kalau bisa seusai Indonesia Open ini, loncat indah langsung latihan di Senayan. Selama ini tempat latihan kami sama sekali tak memenuhi standar. Yang di Senayan ini saja, memang menara masih terlalu tebal, tetapi cukuplah buat kami,” papar Harly. (pah/adt)

Total Hadiah 4,7 Milliar, Indonesia Master 2018 Siap Di Gelar Januari Mendatang

Pekerjaan-Istora-Senayan-terus-dikebut-dan-akan-siap-digunakan-pada-test-event-Indonesia-Master-2018,-23-28-Januari-mendatang

Setelah terkatung-katung perihal perijinan, kini Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sudah mengantongi ijin menyelenggarakan test event Asian Games yakni Indonesia Master 2018. Pagelaran turnamen level dua Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) ini, akan dilangsungkan pada 23-28 Januari 2018 mendatang dan menyediakan total hadiah sebesar USD 350 ribu atau setara dengan Rp 4,7 miliar. Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto, mengatakan, meski turnamen hanya level dua BWF, tetapi akan ada pemain top dunia yang berpartisipasi. “Indonesia Masters 2018 mengkonfirmasi diadakan di Istora Senayan pada 23-28 Januari tahun depan. Prinsipnya INASGOC sudah oke. Jumlah pesertanya pun sudah ada dan atlet-atlet top player ikut semua,” ujar Budiharto seperti dikutip detikSport, Kamis (21/12/2017). Ia, juga menjelaskan, bahwa masyarakat yang ingin menyaksikan Indonesia Master 2018 diharapkan untuk menunggu perihal tiket. “Tidak sebesar Indonesia Open ya. Untuk tiket dijual tapi untuk konfirmasi penjualan belum bisa diumumkan karena masih on progress,” tutupnya. (pah/adt/dtc)

Lima Kandidat Kuat Penerus Boaz Salossa di Timnas Indonesia

penyerang-tim-nasional-indonesia--boaz-solossa_663_382

Siapa yang tak kenal dengan penyerang timnas Indonesia, Boaz Salossa. Duetnya bersama Ilham Jaya Kesuma dalam ajang Piala Tiger (saat ini Piala AFF) 2004 silam, membawa namanya kian melejit. Memiliki nama lengkap Boaz Theofilius Erwin Salossa atau disapa Boci ini sangat garang di depan gawang lawan. Bersama timnas Indonesia, Boci sudah bermain sebanyak 42 penampilan dengan mengemas 14 gol. Tentunya, penampilan Boaz sangat ditunggu oleh pecinta sepakbola Indonesia. Namun, karena faktor usia Boaz yang sudah tak muda lagi, membuat pecinta sepakbola bertanya-tanya adakah pengganti atau penerus Boaz? Berikut adalah beberapa kandidat penerus Boaz di timnas yang dinilai berdasarkan gaya permainan dan prestasi Boaz menurut versi nysnmedia.com, yaitu: Lerby Eliandry Pong Babu Lerby Eliandry Pong Babu atau biasa disapa Lerby lahir di Samarinda, 20 November 1991. Ia kini bermain bersama Pusamania Borneo FC, klub asal Kalimantan Timur, sebagai penyerang tengah. Penampilannya impresifnya di Pusamania Borneo FC sejak 2016 lalu, membuat pelatih kepala Indonesia saat ditangani Alfred Riedl kepincut menggunakan jasanya. Lerby yang memiliki tinggi 180 cm sangat lihai dalam duel udara, selain itu dua kakinya sama baiknya. Lerby yang mampu mencetak satu gol kegawang Thailand, meski akhirnya Indonesia harus kalah dengan skor 4-2. Pada ajang uji coba persahabatan Indonesia lawan Kamboja, 4 Oktober 2017, Lerby dipanggil kembali oleh pelatih Luis Milla. Tak sia-sia, Lerby membayar kepercayaan dengan mencetak satu gol. Usianya yang masih muda, tentunya membuat Lerby bisa terus mengasah kemampuannya. Terens Owang Puhiri Nama Terens Puhiri tiba-tiba kembali menjadi sorotan mata dunia, karena kecepatannya dalam mencetak gol ke gawang Mitra Kukar Hal itu tak lepas dari gol cantiknya ke gawang Mitra Kukar. Rekan satu tim Lerby ini pun, mempunyai kecepatan yang aduhai. Performa apik Terens Puhiri sebenarnya sudah terpantau sejak lama. Ia pernah membela timnas Indonesia U-16 dan mencetak delapan gol pada AFF Cup U-16 tahun 2012. Sempat cedera dan tak bisa membela timnas Indonesia U-19 tahun 2013, membuat Terens tak patah arang untuk terus meningkatkan prestasinya. Usia yang masih terbilang muda, di tahun 2016 membawa Borneo menjuarai Piala Gubernur Kaltim. Di Liga 1 2017, Terens tampil sempurna. Ia, telah mencetak enam gol dan delapan assist. Jika, terus konsisten bukan tidak mungkin kecepatan Terens akan diminati oleh Luis Milla untuk memperkuat timnas Indonesia. Febri Haryadi Febri Haryadi adalah pemuda asli Bandung, ia adalah jebolan SSB Pro UNI Bandung. Pada saat memperkuat Persib U-21, tak butuh waktu lama bagi Febri untuk meyakinkan Djajang Nurjaman pelatih Persib Bandung kala itu, untuk masuk ke tim senior. Pada saat ajang Sea Games Kuala Lumpur, Febri mencetak gol cantik melalui tembakan kerasnya dari luar kotak penalti. Meski bermain di posisi sayap, kecepatan Febri hampir mirip dengan Boaz pada saat muda. Kekuataan kaki kiri dan kaki kanan, membuat pemain lawan harus mencari cara untuk menutup pergerakannya. Egy Maulana Vikri Egy si kelok 9, demikianlah julukannya yang diberikan oleh komentator sepakbola Valentino Jebret. Sosok Egy, sudah mulai mencuat pada saat ajang Piala Soeratin. Dimana, Egy menjadi top skor saat membela Persab Brebes. Indra Sjafri sebenarnya sudah mencium bakat Egy sejak usia yang sangat muda. Akhirnya, Egy kembali mencuat di ajang AFF U-18. Saat ini, nama Egy masih hangat dalam perbincangan Indonesia. Demi menjaga bakatnya, Egy akan dikirim ke Eropa untuk menambah ilmu olah bola. Meski postur tubuh yang kecil, tak membuat Egy takut untuk berduel dengan lawan. Bukan, tidak mungkin Egy akan menjadi penerus Boaz. M Rafli Mursalim Di awal gelaran piala AFF U-18, ia duduk di bangku cadangan, namun seiring berjalannya waktu, M Rafli Mursalim menjelma sebagai striker yang mengerikan dengan berhasil mencetak 6 gol. Si santri asal Kota Tangsel ini, Sosok Rafli kian berkibar dengan torehan gol sebanyak itu. Kecepatan Rafli tak perlu dipernyakan lagi, ditambah dukungan tinggi badan serta postur tubuh yang ideal membuatnya sangat ditakuti lawan. Saat ini, Rafli menjadi incaran klub-klub Liga 1 Indonesia. Insting mencetak gol dan kengototannya merebut bola sangatlah mungkin Rafli bisa menjadi andalan lini depan Timnas Indonesia di masa mendatang. Nah, itu tadi hasil rangkuman tim nysnmedia.com, memberikan lima kandidat pemain yang mungkin akan menjadi penerus Boaz di Timnas Indonesia mendatang. Semoga, mereka nantinya bisa membawa nama harum Indonesia dan membuat Indonesia bersaing dengan Thailand.(pah/adt)

Berkat Latihan Keras, Albi Berhasil Mengalahkan Tim Sepak Takraw Pelajar Tingkat Asean

Albi-Pratama-Sugiharto-sepak-takraw

Berhasil melawan tim kelas internasional merupakan suatu kebanggaan. Sempat dikalahkan tim sepak takraw Jawa Tengah di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas), Albi bersama tim sepak takraw Jakarta membalas di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas). Albi yang memiliki nama panjang Albi Pratama Sugiharto mengaku sangat berlatih keras sejak dikalahkan tim Jawa Tengah. Tim Jawa Tengah memang terdiri dari pemain-pemain Asean Pelajar. “Pertandingan pertama watu itu ketemu di kejuaraan Popnas. Mungkin Jawa Tengah di mayoritasin pemain asean, pelajar juga lebih percaya diri di banding saya dan tim saya. Akhirnya tim saya kalah. Pas kejuaraan Pomnas kemarin saya dan tim menang, karena buat saya perkembangan latihan kita di uji saat pertandingan dan lawan yang kemarin sempat mengalahkan kita,”tuturnya Albi yang sudah menjuarai beberapa turnamen seperti Juara 1 Kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi 2009 dan 2014, Juara 3 ASG (Asean Schools Games) 2012 dan masih banyak lagi. Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta ini, sudah menekuni sepak takraw sejak 10 tahun lalu. Baginya, sepak takraw merupakan olahraga yang menantang. “Sepak takraw itu extreme buat saya karena salto-salto gitu, dan itu seru banget,”ujar cowok yang berusia 20 tahun ini Mengikuti jejak sang kakak untuk menekuni sepak takraw, Albi tidak jauh dari cedera. Ia pernah mengalami cedera dibagian engkel kaki yang masih ia rasakan hingga saat ini. “Kalau cedera saya seringnya engkel dikaki. Malah sampai sekarang masih kerasa. Yang sekarang ini cedera saat uji tanding di Thailand tahun 2016 lalu, saya salah gerakan dan jatuh,” tutupnya(put/adt)

Tiga Pejudo Asal Balikpapan Raih Prestasi Gemilang Saat Kejurnas Judo di Jakarta

judo balikpapan

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Senior, baru saja diselenggarakan pada 15-18 Desember lalu, di Jakarta. Balikpapan yang mengikuti Kejurnas Judo tersebut berhasil memberikan prestasi yang membanggakan yang dipersembahkan oleh tiga pejudo, yakni Okita Karimah (emas), Bagus Satria Putra (perunggu), dan Rizal Arif (perunggu). Pelatih Judo Balikpapan Bripka Lalu Kardiman mengatakan, mereka menjadi salah satu proyeksi untuk regenerasi. Terlebih, mereka diharapkan menjadi ikon Judo di Balikpapan. “Okita Karimah dan Bagus Satria Putra memang kita siapkan buat pengganti seniornya yang sudah berumur, dan mereka kita siapkan buat ikon judo Balikpapan ke depan. Karena, kita akui olahraga Judo ini belum begitu familiar dan masih sulit diterima oleh kalangan muda Balikpapan,” ujarnya seperti dikutip Tribun Kaltim. Kardiman juga berharap kedua atletnya tersebut akan diprioritaskan untuk PON XX di Papua nanti. “Sebagai pelatih, saya berharap kedua Pejudo tersebut bisa memperkuat Kaltim di pesta olahraga nasional yang akan berlangsung 2020 mendatang,” terangnya.(pah/adt/tbnk)

Kemenpora Berikan Penghargaan Kepada Legenda Bulutangkis Versi CWIBC

Imam-Nahrawi-berpasangan-dengan-Kevin-Sanjaya-melawan-Chandra-Wijaya-dan-Ricky-Soebagdja

Bulutangkis Indonesia sangatlah ditakuti oleh Negara-negara dunia. Sebut saja nama Eng Hian, Chandra Wijaya, Ricky Soebagja, Icuk Sugiarto, Taufik Hidayat, Hendrawan, Susi Susanti dan masih banyak lagi atlet legenda bulutangkis Indonesia yang disegani oleh lawannya. Di acara pembukaan Yonex Sunrise Doubles Special Championship 2017 dan peresmian venue Chandra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC), Kemenpora memberikan penghargaan kepada legenda bulutangkis Indonesia yang sudah memberikan prestasi dan membawa nama harum Indonesia. Penghargaan tersebut, diberikan kepada Ketua Umum PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) periode 2008-2012, Djoko Santoso. Penghargaan juga diberikan kepada Ricky Soebagdja serta Rexy Mainaky sebagai pasangan terbaik dan peraih Olimpiade Atlanta 1996. Terakhir, penghargaan diberikan kepada pelatih yang membawa pasangan ganda putra Kevin dan Marcus juara dunia yakni Herry Iman Pierngadi. Kemenpora Imam Nahrawi menjelaskan, luar biasa sesama legenda memberikan penghargaan. Terlebih, pemerintah akan terus mendukung pelaku sejarah sesuai dengan intruksi Presiden, Joko Widodo. “Ini adalah apresiasi yang luar biasa sesama legenda memberi penghargaan. Dalam hal ini, pemerintah terus mensupport dan akan melanjutkan tradisi kemarin, kepada para legenda olahraga di tanah air yang merupakan instruksi langsung dari bapak presiden,” ungkap Imam. Sedangkan, mantan juara dunia bulu tangkis, Chandra Wijaya menuturkan, pihaknya sangat gembira dengan kondisi saat ini artinya pemerintah terus mengapresiasi para legenda bahkan hingga memberikan bonus kepada para atlet. “Kita sebagai mantan atlet gembira sekali namun, jangan sampai sistem yang sudah baik berhenti di tengah jalan tetapi harus terus konsisten karena mencetak para juara tidak bisa instan dan perlu pengorbanan, dedikasi, kerja keras dari atlet itu sendiri,’’ tuturnya. Pada kesempatan itu, sempat pula dilakukan pertandingan eksebisi antara Menpora Imam Nahrawi yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya melawan pasangan Chandra Wijaya-Ricky Soebagdja. (pah/adt)

Asian Para Games 2018, Tiga Ribu Atlet Disabilitas Akan Padati Gelora Bung Karno

Asian Para Games

Asian Para Games (APG) 2018 akan dilaksanakan setelah perhelatan Asian Games 2018 di Indonesia. Asian Para Games (APG) diperuntukan bagi atlet penyandang disabilitas se-Asia. Wakil Ketua Umum Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC), Sylviana Murni menjelaskan, APG merupakan event terbesar dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memberikan hasil yang maksimal. “Acaranya sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 6-13 Oktober 2018. Diperkirakan akan ada 3.000 atlet penyandang disabilitas yang akan bertanding. Menerima sebanyak 3.000 tamu bukan hal yang mudah dan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar memberikan hasil yang maksimal,” paparnya seperti dikutip tribunnews.com. Sementara itu, Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede sangat yakin Gelora Bung Karno bisa bersahabat dengan para atlet. “Salah satu syarat untuk ditunjuk menjadi tuan rumah Para Games adalah venue-nya harus ramah disabilitas, begitu juga fasilitas-fasilitasnya. Komplek Gelora Bung Karno saya pikir sudah ramah bagi disabilitas,” ujar Mangara.(pah/adt/tbn)

Ini Juara dan Daftar Pemain Terbaik JJBC 2017

The-hawk-KU-16-Girls-menjadi-juara-setelah-mengalahkan-Jetz-KU-16-Girls

Ajang tahunan JJBC 2017 berakhir sudah pada Minggu (17/12), sebanyak 14 klub dari 34 team bermain sangat sportif sepanjang perhelatan JJBC 2017, baik di kategori KU (Kelompok Umur) 7 hingga KU 16. Tangsi, tawa, senang, emosi dan berbagai macam gestur ditunjukan para pemain maupun para suporter yang hadir di Jetz Stadium, Gading Serpong, Tangerang. Panitia yang tak kenal lelah, terus memberikan yang terbaik perlu di acungi jempol dan segenap pendukung keberhasilan JJBC 2017. Dan, berikut nysnmedia.com berikan daftar juara dan pemain yang meraih gelar MVP maupun Top Scorer dari berbagai KU: KU 7 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Cakra Sakti Juara 3 : Rockstar Gym KU 9 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Cakra Sakti Juara 3 : Gading Muda Top Scorer : Efrael dari Jetz MVP : Efrael dari Jetz KU 10 Juara 1 : Jetz Juara 2 : Metro Starlight Juara 3 : Eagles Academy Top Scorer : Kenneth dari Jetz MVP: Jayden dari Jetz KU 12 Juara 1 : Indonesia Falcon Juara 2 : Jetz Juara 3 : Eagles Academy Top Scorer : Razrel dari Indonesia Falcon MVP : M Akram dari Indonesia Falcon KU 13 Juara 1 : Learn Juara 2 : Indonesia Falcon Juara 3 : Jetz Top Scorer : Andrew dari Learn MVP : Andrew dari Learn KU 16 Putri Juara 1 : The Hawk Juara 2 : Jetz Juara 3 : The Sky Top Scorer : Kezia dari Jetz MVP : Yosia KU 16 Putra Juara 1 : Metro Starlight Juara 2 : Jetz Juara 3 : The Hawk Top Scorer : Yosua dari Metro Starlight MVP : Yosua dari Metro Starlight Nah, itu dia daftar juara, top scorer dan MVP di JJBC 2017 untuk tim kalian yang belum mendapat juara, jangan berkecil hati yah guys. Terus berlatih dan berlatih untuk meraih prestasi yang membanggakan. Dan, sampai jumpa di JJBC 2018.

Permainan Bagus The Hawk Girl Menjadi Kado Manis Bagi Coach Wiwin

Salah-satu-pemain-jetz-(putih)-berusaha-mengambil-bola-tapi-dibayangi-pemain-the-hawk-(ungu)

Duel klasik antara Jetz melawan The Hawk tersaji di babak final KU-16 girls JJBC 2017. Tak hanya itu, pelatih kedua tim merupakan mantan pemain Nasional yang merumput di ajang Indonesian Basket League (IBL) yakni Rico Hantono yang memimpin Jetz dan Cokorda Raka atau coach Wiwin di The Hawk. Quarter pertama, kedua tim bermain dengan alot. Jetz selaku tuan rumah bermain dengan penuh semangat, sementara The Hawk bermain dengan enjoy. Namun, The Hawk memimpin lebih awal di quarter pertama dengan skor 7-10. Sedangkan pada quarter kedua, The Hawk menemukan ritme permainan apiknya. Joan bernomor punggung 8 menjadi motor serangan The Hawk untuk mendulang poin. Tembakan three point dari pemain The Hawk, membuat mereka menjauh dari kejaran Jetz dengan kedudukan 12-22. Quarter ketiga, masih di dominasi permainan The Hawk. Joan lagi-lagi beraksi dengan three point shootnya. Jetz yang tertinggal kian jauh, mulai melancarkan serangan. Namun, kuatnya defense The Hawk menggagalkan upaya anak-anak Jetz. Quarter tiga pun, ditutup dengan skor 17-30. Pada quarter penentuan yakni quarter keempat. The Hawk masih mendominasi, dari segi permainan. Lemahnya, defense pemain Jetz mampu dimaksimalkan The Hawk untuk mendulang poin. Hasilnya, The Hawk mampu mengunci juara di KU-16 girls dengan kemenangan 26-46. Pelatih The Hawk, Cokorda Raka mengatakan, sangat puas dengan permainan hari ini, dan sesuai dengan instruksi. “Anak-anak bermain dengan bagus. Mereka bermain sesuai dengan intruksi yang saya berikan,” ujar Cokorda atau biasa disapa coach Wiwin. Usai pertandingan pun, para pemain The Hawk memberikan kejutan kepada sang pelatih, karena akan berpisah dengan pemain The Hawk. “Tiga bulan saya melatih dan ini terakhir saya melatih anak-anak, bulan depan saya akan mudik ke Bali. Ini kado manis bagi saya yang diberikan oleh anak-anak,” paparnya. (pah/adt)

Learn Sabet Juara Pertama di KU-13 Boys Pada Ajang JJBC 2017

Pemain-Indonesia-Falcons-(Merah)-dihadang-pemain-Learn-(Abu-abu)-di-final-JJBC

Babak grand final ajang JJBC yang diadakan hari ini (17/12) menyuguhkan pertandingan yang sengit. Learn kembali menyabet gelar juara untuk kelompok umur (KU) 13. Learn yang berhasil mengalahkan tim Indonesia Falcons dengan skor 27-32, semakin tampil percaya diri. Quarter pertama dibuka dengan 3 poin dari Learn. Di sisa waktu 5 menit, Indonesia Falcons masih belum berhasil mencetak angka. Quarter pertama ditutup dengan skor 4-12. Beberapa percobaan tembakan skor dari Indonesia Falcons terus digagalkan oleh tim Learn. Indonesia Falcons pun harus tertinggal 12 poin di akhir quarter kedua. Keadaan mulai berbalik ketika Indonesia Falcons mulai berusaha menyamakan kedudukan. Sementara itu pada quarter keempat, pertandingan semakin panas. Para penonton pun terus menyuarakan dukungannya. Indonesia Falcons berupaya menambah skor namun berhasil di hadang oleh tim Learn. Skor hampir imbang, 27-28. Namun, di waktu 30 detik terakhir, Learn menambah 4 poin hingga keluar menjadi juara untuk KU-13.(put/adt)

JJBC KU-12 Boys, Indonesia Falcons Rebut Juara Dari Tuan Rumah

Pemain-Jetz-(Putih)-berupaya-membawa-bola-saat-melawan-Indonesia-Falcons-(Merah)

Pertandingan kelima kelompok umur 12 tahun hari ini (17/12) di kejuaraan Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) 2017 sudah mencapai partai final. Indonesian Falcons berhasil menumbangkan tuan rumah, Jetz dengan skor cukup jauh 28-51. Sejak awal pertandingan, Indonesia Falcons memang sudah memimpin. Di sisa waktu 3 menit quarter pertama, Jetz belum berhasil mencetak poin. Indonesia Falcons terus melaju hingga quarter kedua. Jetz pun berusaha menyamakan kedudukan. Skor hampir imbang dengan 10-13. Tetapi, Indonesia Falcons terus menambah poin hingga Jetz tertinggal 11 poin. Quarter ketiga, Jetz berupaya untuk membalas. Namun, usaha Jetz terus digagalkan oleh tim Indonesia Falcons. Sementara itu pada quarter keempat, Jetz tertinggal 20 poin dengan skor 28-48. Hingga sisa waktu 10 detik akhir di quarter keempat, Jetz pun gagal untuk menyamakan kedudukan. Indonesia Falcons berhasil menjuarai kompetisi Jetz Junior Basketball Champhionship (JJBC) dengan mengalahkan sang tuan rumah.(put/adt)

The Hawk Boys Rengkuh Juara Tiga di KU-16 JJBC 2017

Pemain-Hang-Tuah-(putih)-bekerja-keras-ketika-menghadapi-The-Hawk-di-perebutan-juara-tiga-KU-16-Boys-JJBC-2017

Perebutan peringkat tiga, kategori KU-16 Boys di ajang JJBC 2017 menjadi milik The Hawk setelah mengalahkan Hang Tuah dengan skor 29-45, Minggu (17/12). Di dua menit quarter pertama, permainan kedua tim sangat alot. Hang Tuah dan The Hawk masing-masing masih membaca ritme permainan lawan. Baru di lima menit quarter pertama, jual beli serangan dan saling berbalas poin tersaji. Namun, Hang Tuah lebih bisa maksimalkan three point shoot dan unggul sementara dengan skor 15-12. Pada quarter kedua, The Hawk yang sempat tertinggal mencoba bangkit. Lima menit quarter kedua, The Hawk bisa memimpin sementara dengan skor 16-18. Namun, bisa disamakan Hang Tuah 18-18. Di sisa waktu yang ada, kedua tim masih bermain dengan ketat. Tetapi, quarter dua kali sekaligus menjadi milik The Hawk dengan skor 20-23. Di empat menit awal quarter ketiga, The Hawk masih memimpin. Hang Tuah sempat memperkecil jarak menjadi 22-23. Namun, The Hawk kembali menjauh 22-25. Setelah itu, saling berbalas serang membuat permainan semakin menarik. The Hawk kembali memimpin dengan skor 25-30. Pada quarter keempat, Hang Tuah bermain dengan ngotot. Sementara, The Hawk bermain dengan enjoy dan beberapa kali berhasil memanfaatkan peluang untuk mendulang poin. Hasilnya, The Hawk mampu merebut quarter keempat dengan skor 29-45. Sekaligus merebut juara tiga di KU 16 Boys JJBC 2017.(pah/adt)

Jetz Mendominasi Pada Laga JJBC 2017 KU-10 Boys

Pemain-Metro-Starlight-(Hijau)-Mencoba-mencetak-angka

Pertandingan keempat JJBC 2017, di partai puncak grand final mempertemukan Metro Starlight melawan Jetz di KU-10 Boys, Minggu (17/12). Metro Starlight yang menggunakan jersey kebanggaannya hijau-hijau, bermain apik di quarter pertama. Sedangkan, Jetz yang menggunakan jersey kebesarannya kuning-kuning, masih terlihat agak demam panggung. Dua menit akhir quarter pertama, Jetz masih tertinggal dari Metro Starlight dengan skor 6-4. Dari ketinggalannya, anak-anak Jetz mulai mencoba bangkit untuk menyamakan kedudukan, bahkan berusaha membalikan keadaan. Namun, skor 6-4 masih tetap bertahan hingga quarter pertama berakhir. Di quarter kedua, Jetz yang tertinggal mencoba bangkit dan mengejar poinnya. Poin demi poin, berhasil diamankan anak-anak Jetz. Tambahan 15 poin, membuat Jetz unggul pada quarter kedua dengan skor 10-19. Awal quarter tiga, Jetz langsung mendulang poin melalui Lebron. Metro Starlight yang senpat tertinggal, mencoba bangkit dan bermain dengan semangat. Namun, lagi-lagi Jetz masih memimpin dengan skor 22-34. Sedangkan pada quarter keempat, poin Jetz tak bisa terkejar oleh tim Metro Stralight. Lebron, Efrael, Jayden, dan Darren terus menambah perolehan poin bagi Jetz. Jetz pun, berhasil merengkuh juara di KU-10 JJBC 2017 dengan skor akhir 28-51.(pah/adt)

Kevin/Marcus Sabet Gelar Juara BWF Super Series 2017

Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon berhasil tampil gemilang dan dapat menjuarai turnamen BWF Super Series Finals 2017. Pasangan ganda putra nomor satu dunia ini mampu mengalahkan pasangan China, Zhang Nan/Liu Cheng dalam dua gim 21-16, 21-15, dalam final yang berlangsung di Hamdan Sports Complex, Dubai, Uni Emirat Arab. Dalam gim pertama poin hingga 16-15, sebelum akhirnya tim Kevin/Marcus melejit ke 21-16. Sedangkan, gim kedua Marcus/Kevin unggul di angka 11 hingga jadi 17-13. Poin tertambah lewat pukulan silang Kevin. Pertandingan final yang berlangsung begitu ketat, tidak menjadi halangan bagi tim Indonesia untuk unggul atas ganda China. Menurut lansiran dari bolaSport.com (18/12/2017), Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI, Aryono Miranat, diakuinya yakin dengan kemenangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di BWF Superseries Finals 2017. Dikatakan Aryono, mereka punya mental yang sangat bagus, di lapangan selalu fight, percaya diri. Kevin/Marcus dikatakan sebagai pasangan pebulutangkis yang saling melengkapi. Saat Kevin tak bisa mengeluarkan permainan, Marcus mengambil alih dan memberi semangat, begitu sebaliknya. “ Tahun depan harus jaga konsistensi, percaya diri boleh, tetapi tetap rendah hati,” tutup Aryono dalam lansiran dari bolaSport.com

Simak Dua Pertandingan JJBC KU-16 Girls, Tuan Rumah Jetz Kalah Oleh The Hawk

Tim-DBC-(Putih)-saat-mencetak-poin-ketika-melawan-tim-Badak-Banten

Pertandingan sengit di JJBC 2017 Season 3, tuan rumah Jetz harus mengakui kekalahannya dari The Hawk untuk kelompok umur 16 tahun girls. Sejak quarter pertama, The Hawk memang unggul hingga quarter akhir. Sabtu (15/12) Di quarter pertama, pemain Jetz nomor 15 Kesia, berhasil memberikan skor pembuka di menit ke-3. Pada quarter kedua, The Hawk mulai bisa unggul dengan skor 9-15. Kesia dan tim kembali mencoba menyamakan kedudukan. Dengan melakukan lay up, kesia berhasil menyumbangkan 2 poin lagi untuk Jetz. Hingga berakhirnya quarter ketiga, Jetz terus mencoba menambah angka, namun upaya tersebut gagal. Sementara itu hingga quarter ketiga berakhir, skor di tutup dengan 16-21. Jetz pun kembali membangun pertahanan untuk menjaga pemain The Hawk. Hingga sisa waktu 10 detik di quarter akhir, The Hawk menambah 2 poin dan berhasil menang dengan skor 21-27. Pertandingan sengit juga terjadi ketika tim DBC melawan Badak Banten untuk kelompok umur 16 tahun girls. Di quarter pertama dan kedua, hanya tim DBC yang unggul dengan skor 4-0. Badak Banten belum mampu berikan perlawanan terbaiknya hingga terjadi foul. Poin pertama berhasil dicetak Badak Banten melalui free throw. Badak Banten pun terus mencoba untuk menambah skor namun tidak berhasil. Lalu, Badak Banten yang tertinggal 15 poin dari DBC, pada detik-detik akhir quarter ketiga DBC kembali menambahkan angka 2 poin. Dan skor sementara menjadi 24-9 akhir quarter ketiga. Sedangkan pada quarter keempat, DBC semakin melaju. Rapuhnya pertahanan tim Badak Banten tak mampu membendung kerja sama tim DBC untuk menambah poin. Sampai tiba di akhir pertandingan Badak Banten belum dapat mencetak skor dan harus takluk dari tim DBC dengan skor 37-9.(put/adt)

Kota Tangerang Menjadi Tuan Rumah Kejurnas Voli Antar Klub U-17

Wakil-Walikota-Tangerang,-Sachrudin-beserta-Ketua-PBVSI-Tangerang-H.-Marsudi

Setelah sukses menyelenggarakan, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PGN Livoli 2017. Kini, Kota Tangerang di percaya menjadi tuan rumah diajang Kejurnas Voli antar klub U-17, pada 14-20 Desember mendatang di GOR Dimyati Tangerang. Ini merupakan kejuaraan pertama yang digelar di Kota Tangerang. Ada 21 tim dari 13 provinsi yang akan bertanding diantaranya Banten, Jabar, Jateng dan provinsi lainnya. Ketua PBVSI Kota Tangerang, H. Marsudi mengatakan, event tersebut dijadikan ajang pencarian bibit voli berbakat untuk menuju Asian Games dan Asia Junior. “Antusiasme peserta sangat luar biasa, biasanya dalam kejuaraan hanya 8-15 tim. Kali ini, sampai 21 tim,” ucapnya. Ia pun, berharap tim Banten bisa mencapai partai final. Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin berharap melalui Kejurnas Bola Voli Indoor Putra Putri Junior ini dapat melahirkan atlet-atlet voli nasional yang mampu mencetak prestasi dan menjadi kebanggan bangsa Indonesia. “Kami berharap agar Kejurnas ini bisa melahirkan atlet-atlet bola voli yang handal dan mampu membawa nama baik Indonesia,” kata Sachrudin. Lanjutnya, di event Kejurnas ini para pemain harus menjunjung tinggi sportivitas bertanding. “Jaga sportivitas dalam bertanding. Dan, wasit pun juga harus sportif dalam memimpin pertandingan,” pungkasnya. Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Panitia Kejurnas Voli antar klub U-17, Ngadino, bahwa ada beberapa alasan kenapa diadakan di GOR Dimyati untuk menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior di Kota Tangerang. “Pertama untuk menghidupkan kembali klub bola voli amatir sebagai ujung tombak, kedua memperkenalkan Kota Tangerang di event tingkat Nasional, dimana Kota Tangerang ini memiliki berbagai sarana yang lengkap untuk menyukseskan kejuaraan,”imbuhnya Ngadino juga berterimakasih kepada PBVSI Provinsi Banten dan Koni Provinsi Banten yang telah memberikan kepercayaan kepada KONI Kota Tangerang untuk menyelenggarakan Kejurnas Bola Voli.(pah/adt)