World Junior Championship 2026: Indonesia Bidik Podium Tertinggi

Tim Indonesia Untuk BWF World Junior Championships 2026

Manajer tim bulu tangkis Indonesia pada BWF World Junior Championships (WJC) 2026, Eskar Tri Denatara, mengatakan tim telah melakukan pemetaan terhadap kekuatan Indonesia dan calon lawan yang akan dihadapi. Pemetaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penentuan target Indonesia pada WJC 2026 yang berlangsung di Kairo, Mesir, 5-10 Oktober. “Terkait target, tentu harapan kita semua atlet kita bisa menjadi yang terbaik dan berdiri di podium tertinggi. Namun, tentu kita sudah melakukan mapping kekuatan kita dan lawan,” katanya melalui siaran pers Humas PP PBSI. Pada nomor beregu, pertandingan akan menggunakan sistem relay 55 poin, dengan masing-masing sektor menyumbangkan 11 poin, serta format three winning games. Sementara untuk nomor perorangan, pertandingan akan menggunakan sistem poin reli 15×3. “Untuk beregu, sebagai unggulan ke-10 atau seeded 9/16, target awalnya adalah bisa masuk semifinal terlebih dahulu. Sementara di nomor individu, kami berharap bisa merebut medali dari sektor tunggal, ganda putra, dan ganda campuran,” jelasnya. Eskar berharap, seluruh atlet dapat memanfaatkan rangkaian persiapan yang telah dilakukan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, persaingan di WJC akan sangat ketat sehingga setiap pertandingan harus dihadapi dengan kesiapan dan fokus penuh. Tim WJC Indonesia dijadwalkan bertolak menuju Kairo, Mesir, Jumat (2/9). Keberangkatan tersebut menjadi tahapan berikutnya dalam persiapan tim sebelum memulai perjuangan di WJC 2026. Dengan telah dilaksanakannya pengukuhan, pelepasan, serta simulasi pertandingan, tim WJC Indonesia kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum bertolak ke Kairo. WJC menjadi salah satu panggung penting bagi para pemain muda Indonesia untuk menguji kemampuan mereka di level internasional sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan menuju jenjang prestasi berikutnya. Skuad Tim WJC 2026 Beregu Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Joseph Marcellino Kyta Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono Anju Siahaan Faizal Pangestu Muhammad Lutfhi Habibi Moses Andar Simanjuntak Jolin angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Selsi Josika Halifia Usni Pratiwi Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani Yasintha Ristyna Putri Dian Ramadhani Mukti Reya Azzahra Yulianti Adelia Niru Perorangan Tunggal Putra Fardhan Rainanda Joe Radithya Bayu Wardhana Fathurachman Yudha Rendra Wijaya Tunggal Putri Jolin Angelia Mayla Cahya Afilian Pratiwi Christabel Calista Purwanto Raisya Affatunisa Ganda Putra Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi Raihan Daffa Edsel Pramono/Anju Siahaan Muhammad Rizki Mubarrok/Faizal Pangestu Ganda Putri Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi Yasintha Ristyna Putri/Aurelia Syakira Putri Atresia Naufa Candani/Adelia Nirul Ganda Campuran Muhammad Lutfhi Habibi/Dian Ramadhani Mukti Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti Erfan Al Bariy/Mellynda Dwi Octavya Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani

Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017, Rinov Dan Erich Menjadi Satu-Satunya Harapan Indonesia

ldy-Yeremia Erich Yoche Yacob_wjc2017_perorangan_19-10_2

Setelah pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Adnan Maulana harus mengakui kekalahan oleh Korea dengan skor 9-21 dan 18-21, kini Rinov Rivaldy/Yeremia Erich Yoche Yacob menjadi satu-satunya harapan pada kategori ganda putra untuk maju ke babak perempat final, pada ajang Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017. Kemenangan Rinov/Yeremia berhasil diraih setelah menaklukkan pemain andalan asal India, Krishna Prasad Garaga/Dhruv Kapila dengan skor 21-17 dan 21-17. Meskipun sebenarnya mereka lebih difokuskan untuk ganda campuran, tetapi Rinov/Yeremia mengaku siap untuk menjadi harapan Indonesia dan keduanya akan berjuang dengan maksimal. “Meskipun latihan ganda putra tidak terlalu maksimal, tetapi kami ingin berusaha menampilkan permainan terbaik saja di babak berikutnya. Yang pasti kami akan tetap fokus di dua nomor tesebut, apalagi menjadi ganda putra satu-satunya yang tersisa, kami semakin termotivasi”, tutur Yeremia yang dilansir pada djarumbadminton.com. Yeremia juga menambahkan, bahwa permasalahan fisik yang terkuras harus memiliki persiapan untuk hari-hari berikutnya dan kelelahan bukanlah alasan. “Kalau masalah fisik pastinya semakin hari semakin terkuras, tapi kami sudah mempersiapkan kemungkinan seperti ini sejak jauh-jauh hari, jadi tidak akan ada alasan kelelahan atau sebagainya, pokoknya main semaksimal mungkin,” ucap Yeremia. Pada babak perempat final nanti Rinov/Yeremia akan berlaga melawan ganda putra asal Taipei Chuang Pu Sheng/Lin Yu Chieh, yang sebelumnya telah menaklukkan dengan 3 game pasangan Christopher/Matthew Grimley asal Skotlandia dengan skor 20-22, 21-17, dan 21-16. (put/adt)

Tiga Pasangan Ganda Putra Indonesia Lolos Ke Babak Ketiga Yonex Sunrise BWF WJC 2017

hibul Fikri dan Adnan Maulana_wjc2017_perorangan_17-10_5

Tiga pasangan ganda putra Indonesia pada ajang Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017 yang sedang diadakan di Yogyakarta, berhasil masuk ke babak ketiga. Mereka adalah Muhammad Shohibul Fikri/Adnan Maulana, Ade Bagus Sapta Ramadhany/Ghifari Anandaffa Prihardika dan Rinov Rivaldy/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Seperti yang dilansir pada situs djarumbadminton.com, pasangan Adnan/Fikri lebih tenang dalam bermain dan mampu menguasai keadaan. “Hari ini mainnya sudah lebih rileks dan tidak tegang. Kami sudah mulai terbiasa dan tidak ada kendala berarti. Kami menjaga no lobnya aja karena mereka bagus di sana” ungkap Adnan. Mereka optimis akan lolos ke babak semifinal dan akan memberikan yang terbaik dalam babak ketiga. “Besok kasih yang terbaik saja. Main lebih safe karena tadi masih banyak mati sendiri. Target awal saat ini semifinal dulu, semoga nanti bisa juara” ucap Fikri. Dalam babak kedua, pasangan Adnan/Fikri mengalahkan pasangan dari Belgia dengan skor 21-15 dan 21-15 dan akan bertemu dengan Robert Cybulski/Tymoteusz Malik pasangan asal Polandia. Selain Adnan/Fikri, pasangan Rinov/Yeremia akan bertemu dengan Jepang setelah menaklukkan Chow Hin Long/Mak Pak Ngai asal Hongkong. Sedangkan pasangan Ade/Ghifari akan bertemu perwakilan dari China, Di Zijian/Wang Chang setelah mengalahkan Mathieu Morneau/Nicolas Nguyen pasangan ganda putra dari Kanada. Itu dia tiga pasangan ganda putra Indonesia yang lolos ke babak ketiga Yonex Sunrise BWF WJC 2017.(put/adt)

Tunggal Putri Indonesia Berhasil Kantongi Tiga Tiket Untuk 16 Besar

thumb-Aurum Oktavia Winata_wjc2017_perorangan_16-10_6

Menyusul keberhasilan dari pasangan ganda putra, 3 tunggal putri Indonesia lolos ke babak 16 besar dalam ajang Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017 yang kini berlangsung di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Kemenangan diawali oleh Gregoria Mariska Tunjung yang menaklukkan Korea dengan skor 21-9 dan 21-5. Disusul oleh Aurum Oktavia Winata yang menang atas Malaysia dengan skor 21-12 dan 21-6. Di tutup dengan tunggal putri Indonesia yaitu Choirunnisa yang berhasil mengalahkan Park Ga Eun setelah melewati tiga games dengan skor 21-18, 20-22 dan 21-14. Kunci kemenangan Aurum pada game kali ini adalah bermain dengan tenang. Selain itu, ia juga menerapkan beberapa strategi yang ia susun bersama pelatih dengan melihat video pertandingan lawan yang akan ia hadapi. “Pertandingan hari ini hawanya lebih tenang. Mungkin karena kemarin-kemarin sudah main, jadinya lebih tenang. Lawan yang tadi sudah lihat di video, saya banyak jagain bola-bola depannya lawan. Di game kedua saya coba servis pendek, karena dia nggak enak nerimanya. Dia lebih nyaman menerima servis panjang,” ucap Aurum, seperti yang dilansir pada djarumbadminton.com Pada game bulutangkis selanjutnya, Aurum akan bertemu dengan tunggal putri asal Vietnam, yaitu Thi Anh Thu Vu. Ia mengaku bahwa Thi Anh Thu Vu bermain dengan bagus dan telah berhasil mengalahkan pemain tunggal putri lain. “Besok lawan Vietnam, dia mainnya lumayan bagus. Di Malaysia (International Junior Open 2017) kemarin dia mengalahkan teman saya (Eprilia Mega Ayu Swastika), tapi dia kalah sama Asty (Dwi Widyningrum). Saya ingin lebih menjaga feeling buat menurunkan bola, buat menyerang. Sama main fokus dan konsentrasi,” tuturnya.(put/adt)