Veda Ega ukir sejarah, pembalap Indonesia pertama naik podium Moto3

Veda Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama mengukir sejarah dengan meraih podium ketiga pada ajang Moto3 Brasil 2026 di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu malam WIB. Pembalap Honda Team Asia itu menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium pada ajang Grand Prix setelah tampil konsisten dalam balapan yang sempat dihentikan akibat bendera merah tersebut. Veda berada di belakang dua pembalap CFMoto Aspar Team Maximo Quiles dan Marco Morelli. “Luar biasa. Saya sempat kesulitan sebelum bendera merah dikibarkan, tetapi ini menjadi pencapaian terbesar saya sejauh ini,” kata Veda dalam wawancara MotoGP setelah balapan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang memberikan dukungan selama balapan berlangsung. “Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, sponsor, serta keluarga yang menyaksikan dari Indonesia. Ini sungguh luar biasa,” ujarnya. Dalam balapan tersebut, Veda yang memulai lomba dari posisi keempat sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan naik ke posisi tiga pada lap-lap awal. Namun, persaingan ketat membuatnya sempat tersenggol pembalap lain sehingga turun ke posisi tujuh. Situasi makin menantang ketika Veda perlahan turun hingga posisi 10. Ia kemudian naik satu peringkat setelah pimpinan lomba David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) terjatuh. Insiden tersebut membuka jalan bagi Maximo Quiles (CFMoto Gaviota Aspar Team) untuk memimpin balapan dengan selisih waktu yang sempat mencapai empat detik dari para pesaingnya. Drama balapan terjadi ketika bendera merah dikibarkan pada lap ke-15 yang memaksa lomba dihentikan sementara. Setelah balapan dilanjutkan dengan tambahan lima lap, Veda kembali memulai perjuangannya dari posisi ke-10. Dalam situasi restart tersebut, Quiles tetap tampil dominan hingga memastikan kemenangan. Sementara Marco Morelli (CFMoto Gaviota Aspar Team) finis di posisi kedua. Veda memanfaatkan momentum restart dengan baik. Ia secara bertahap memperbaiki posisi hingga akhirnya berhasil menembus tiga besar dan mengamankan podium ketiga. Hasil ini sekaligus memperbaiki capaian Veda pada seri pembuka Moto3 musim 2026 di Thailand, di mana ia finis di posisi kelima. Berikut hasil balapan Moto3 Brasil 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu (22/3) malam WIB: Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) Marco Morelli (CFMOTO Aspar Team) +0,143 detik Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) +1,650 detik Alvaro Carpe (Red Bull KTM Factory Racing) +1,741 detik Guido Pini (Leopard Racing) +1,786 detik Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) +1,842 detik Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) +1,949 detik Adrian Fernandez (Leopard Racing) +2,522 detik Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) +2,894 detik Hakim Danish (MT Helmets MSI) +3,083 detik Brian Uriarte (Red Bull KTM Factory Racing) +3,158 detik Joel Kelso (GRYD MLav Racing) +3,791 detik Adrian Cruces (CIP Green Power) +4,001 detik Ryusei Yamanaka (MT Helmets MSI) +4,374 detik Eddie O’Shea (GRYD MLav Racing) +4,750 detik Zen Mitani (Honda Team Asia) +6,438 detik Nicola Carraro (Rivacold Snipers Team) +6,595 detik Cormac Buchanan (Code Motorsports) +12,823 detik Tidak finis (DNF): Ruche Moodley (Code Motorsports), Matteo Bertelle (LEVELUP MTA), Jesus Rios (Rivacold Snipers Team), Joel Esteban (LEVELUP MTA), David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP), Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse), Scott Ogden (CIP Green Power).

Veda Ega Pratama start dari posisi keempat Moto3 Brasil 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama mengamankan posisi start dari posisi keempat pada sesi kualifikasi Moto3 Grand Prix Brasil di Sirkuit Goiania, Minggu dini hari WIB, dengan catatan waktu terbaik dari dua sesi. Torehan waktu yang ditorehkan pembalap Honda Team Asia tersebut menunjukkan konsistensi performa sejak sesi latihan bebas hingga babak penentuan posisi start dengan membukukan waktu terbaik satu menit 26,506 detik atau terpaut 0,265 detik dari peraih pole position, Joel Esteban. Perjalanan Veda di sirkuit Goianaia dimulai dengan hasil impresif pada sesi latihan bebas pertama (FP1) dengan menempati posisi kedelapan. Pada sesi tersebut, dia mengunci selisih waktu +1,673 detik dari Brian Uriarte yang memimpin di posisi pertama. Performa pembalap asal Gunungkidul tersebut semakin tajam pada sesi latihan kedua dengan menembus posisi tiga besar. Veda hanya terpaut tipis 0,050 detik dari pembalap tercepat di sesi latihan, yang sekaligus memastikan langkahnya langsung menuju kualifikasi kedua (Q2). Pada sesi FP2 yang berlangsung dalam kondisi lintasan kering, Veda menempati posisi ke-12. Ia menajamkan catatan waktunya menjadi 1 menit 28,030 detik sebelum akhirnya meledak di sesi kualifikasi utama. Sesi kualifikasi Moto3 Brasil sendiri berlangsung di bawah cuaca cerah berawan dengan suhu udara mencapai 31 derajat Celcius. Kondisi lintasan ini didapati setelah sebelumnya sesi kualifikasi Moto3 dan Koto2 sempat ditunda karena hujan deras yang mengguyur lintasan. Joel Esteban dari tim Level UP – MTA berhasil merebut posisi start terdepan setelah mencatatkan waktu 1 menit 26,241 detik. Di belakangnya, Valentin Perrone dan Hakim Danish melengkapi baris depan di posisi kedua dan ketiga. Veda akan memulai balapan dari baris kedua, tepat di depan Marco Morelli dan Brian Uriarte. Keberhasilan menempati posisi keempat ini menjadi peningkatan awal mula balapan bagi Veda setelah pada seri sebelumnya di GP Thailand mengamankan start posisi kelima. Selisih waktu antara Veda dan penghuni posisi ketiga Hakim Danish yang merupakan rivalnya sejak di RedBull Rookies Cup hanya terpaut sangat tipis yakni 0,058 detik. Posisi start Moto3 Grand Prix Brasil 2026: 1. Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) – 01:26.241 2. Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 01:26.447 3. Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:26.448 4. Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) – 01:26.506 5. Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:26.560 6. Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 01:26.835 7. Joel Kelso (GRYD – MLav Racing) – 01:26.967 8. Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:26.970 9. Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 01:26.990 10. Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 01:27.000 11. Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:27.013 12. Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 01:27.036 13. Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 01:27.041 14. David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:27.044 15. Zen Mitani (Honda Team Asia) – 01:27.061 16. Guido Pini (Leopard Racing) – 01:27.171 17. Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse) – 01:28.131 18. Cormac Buchanan (CODE Motorsports) – 01:28.502.

Indonesia kirim 24 atlet ke turnamen wushu junior dunia 2026

Airlangga Hartarto bersana atlet Taolu Indonesia

Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) mengirimkan 24 atlet untuk memperkuat timnas wushu junior Indonesia pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 di Tianjin, China, 23-31 Maret. Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi di Jakarta, menyebutkan para atlet tersebut merupakan hasil seleksi dari berbagai kejuaraan nasional dan diproyeksikan menjadi generasi penerus atlet senior Indonesia di kancah internasional. “Mereka adalah calon atlet masa depan Merah Putih. Jadi, mereka perlu lebih banyak menambah jam terbang internasional sehingga bisa menggantikan posisi atlet senior di ajang single maupun multievent internasional,” kata Airlangga. “Makanya, saya tidak memberikan target dan hanya berharap mereka bisa tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik di Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 nanti,” lanjutnya. Timnas Wushu Junior Indonesia yang diberangkatkan terdiri dari atlet nomor taolu dan sanda. PB WI telah menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Jakarta untuk nomor taolu dan di Semarang, Jawa Tengah, untuk nomor sanda sebagai bagian dari persiapan menuju kejuaraan dunia tersebut. Indonesia sebelumnya mencatatkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2024 di Brunei Darussalam dengan menempati posisi runner up melalui raihan 10 medali emas, 10 medali perak, dan 9 medali perunggu. Selain itu, PB WI juga tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Asian Games Nagoya 2026 melalui pelatnas yang telah dimulai sejak Januari 2026. Prestasi wushu Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terbilang konsisten, antara lain dengan menjadi juara umum pada SEA Games 2023 di Kamboja dan mempertahankan gelar tersebut pada SEA Games 2025 di Thailand. Pada Asian Games, cabang olahraga wushu turut menyumbangkan medali emas bagi Indonesia, masing-masing pada edisi Jakarta 2018 dan Hangzhou 2022. Daftar timnas wushu junior Indonesia: Taolu Junior A 1. Noah Daiki Santoso (Jateng) 2. Abbas Abdullah Lutfi (DKI Jakarta) 3. Asael Christo Jacob Rondonuwu (DKI Jakarta) 4. Vini Nur Azizah (Jawa Timur) 5. Utiqo Romadhona Ummi Auna (Jawa Timur) 6. Mehrunnisa Nazeeha Migirusan (Jawa Barat) Junior B 7. Leonardo Kimi Anggoman (Jawa Tengah) 8. Bradley Jason (Jawa Timur) 9. Clara Abigail (Jawa Timur) 10. Piper Danielle Tirto (Jawa Timur) Junior C 11. Zivan Abimanyu Rasendria (Jambi) 12. Kay Jayden Rondonuwu (DKI Jakarta) 13. Jenny Ngaserin (DKI Jakarta) 14. Terfi Meisa (Lampung) Sanda 1. Elang Wijaya Panjaitan ( kelas 42kg/Jambi) 2. Zidan Al Malik Angkat (kelas 45kg/Jateng) 3. Muhammad Khayrullah Susilo (48kg/DKI Jakarta) 4. Kiemas Sakti Negara (52kg/Jateng) 5. Shaddam Achmad Assegaf (60kg/Jateng) 6. Randy Putra Akbar (65kg/Jateng) 7. Rafael Samuel Siagian (70kg/Sumut) 8. Adriana Rosa Aurelia Putri (48kg/Jateng) 9. Elvina Marwa Joanda (52kg/Jateng) 10. Sania Silma Faridah (56kg/Jateng)

CGF beri apresiasi mitra lewat Ciputra Golfpreneur Awards 2026

Ciputra Golfpreneur Awards 2026

Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) memberikan apresiasi kepada para mitra dan pendukung melalui ajang Ciputra Golfpreneur Awards 2026 yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (12/3). Acara tersebut menjadi bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang selama ini berkomitmen mendukung kegiatan CGF, khususnya dalam penyelenggaraan Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (CGJWC) dan Ciputra Golfpreneur Tour (CGT). “Kami bersyukur banyak pihak yang terus memberikan dukungan kepada CGF, terutama dalam penyelenggaraan CGJWC dan CGT. Mereka memiliki tujuan yang sama dengan kami, yaitu mendorong perkembangan prestasi olahraga golf di dalam negeri, regional, hingga dunia,” kata pendiri sekaligus ketua Dewan Pengawas CGF Budiarsa, dikutip dari keterangan tertulis. Ia menjelaskan penghargaan tersebut diberikan tidak hanya kepada sponsor pada tahun sebelumnya, tetapi juga kepada individu maupun perusahaan yang telah berkontribusi sejak awal penyelenggaraan kedua turnamen tersebut. Dalam ajang ini CGF memberikan tiga kategori penghargaan untuk perusahaan, yakni gold, silver, dan bronze. Selain itu terdapat kategori khusus bagi individu yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan yayasan. CGJWC merupakan salah satu turnamen golf junior paling bergengsi di Indonesia yang pertama kali digelar pada 1993 atas inisiasi almarhum DR (HC) Ir Ciputra. Turnamen tersebut awalnya berskala nasional sebelum berkembang menjadi ajang Asia Tenggara, Asia Pasifik, hingga tingkat dunia sejak 2007. Sementara itu, CGT merupakan turnamen golf profesional yang menjadi bagian dari rangkaian Asian Development Tour (ADT) dan mulai diselenggarakan pada 2014. Pada edisi ke-10 tahun lalu, total hadiah turnamen ini meningkat menjadi 150 ribu dolar AS. Ketua CGF Nararya Ciputra Sastrawinata mengatakan pihaknya menargetkan suatu saat nanti pegolf Indonesia dapat tampil di Olimpiade. “Selama ini kami memberikan dukungan kepada atlet potensial, mulai dari level junior, amatir, hingga profesional. Kami cukup gembira melihat perkembangan mereka,” katanya. Menurut dia, para atlet mendapatkan fasilitas latihan di Damai Indah Golf PIK dan BSD Course serta Ciputra Golf Surabaya, sekaligus dukungan untuk mengikuti berbagai turnamen profesional. Saat ini terdapat delapan pegolf profesional yang berada di bawah pembinaan CGF, termasuk Naraajie Emerald Ramadanputra, Kevin Caesario Akbar, Alfred Raja Sitohang, dan Fadhli Rahman Soetarso. Selain itu terdapat 23 pegolf dari kategori junior dan amatir yang juga mendapat pembinaan dari yayasan tersebut.

Empat pembalap Indonesia amankan poin awal Moto4 di Buriram

Moto4 Asia Cup 2026

Empat pembalap muda Indonesia binaan Astra Honda Racing School langsung mengamankan poin pada putaran pembuka Idemitsu Moto4 Asia Cup 2026 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu-Minggu. Bintang Pranata Sukma menjadi penyumbang hasil terbaik dengan meraih podium ketiga pada balapan pertama serta finis kelima pada balapan kedua. Raihan tersebut menempatkannya di posisi keempat klasemen sementara dengan 27 poin. “Alhamdulillah, round pertama Moto4 Asia Cup sudah selesai, perjalanan race dua tadi cukup menantang. Beberapa kali saya mencoba mencuri posisi podium bahkan terdepan, sayang di lap akhir banyak insiden yang membuat saya tertahan dan terlibat insiden hingga harus turun 1 posisi menjadi ke-5,” ujar Bintang dalam keterangan resminya, Minggu. Pada sesi kualifikasi, Bintang start dari posisi kelima, Resky Yusuf keempat, Muh Badly Ayatullah ke-11, dan Maulana Malik ke-14. Balapan pertama berlangsung ketat dalam 15 lap. Bintang bersama Resky dan Badly sempat bersaing di kelompok depan. Persaingan posisi terus berubah hingga lap akhir sebelum Bintang memastikan podium ketiga seusai melakukan manuver di tikungan terakhir. Resky finis ke-10, Badly ke-14, dan Maulana ke-15. Pada balapan kedua, Bintang kembali berada di rombongan depan dan sempat memimpin lomba pada lap awal. Badly dan Resky juga masuk dalam persaingan lima besar sebelum insiden terjadi di lap-lap akhir. Resky terjatuh setelah bersenggolan dengan pembalap lain dan tidak dapat melanjutkan lomba. Bintang yang finis keempat harus turun satu posisi akibat penalti sehingga berada di posisi kelima, sementara Badly menyelesaikan balapan di peringkat keenam dan Maulana di posisi ke-14. Hasil dua balapan tersebut membuat Badly menempati peringkat ke-10 klasemen sementara dengan 12 poin, Resky di posisi ke-13 dengan enam poin, dan Maulana di peringkat ke-17 dengan tiga poin. Putaran kedua ajang ini akan digelar pada 10-12 April di Lusail International Circuit, Qatar. “Terima kasih atas dukungannya, saya akan mempersiapkan diri lagi untuk di Qatar,” ujar Bintang.

Veda finis kelima pada debut Moto3

Veda Ega Pratama

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama berhasil finis di posisi kelima pada debutnya di kelas Moto3 musim 2026 setelah bersaing sengit dalam perebutan podium di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Minggu. Veda yang tergabung di Honda Team Asia tampil impresif pada balapan pembuka sepanjang 19 putaran tersebut. Meski sempat tertinggal pada awal lomba, pembalap muda asal Gunung Kidul Yogyakarta ini mampu memangkas jarak dan bergabung dengan rombongan terdepan sejak putaran keenam. Sepanjang balapan, Veda menunjukkan konsistensi dalam duel ketat rombongan depan hingga putaran terakhir. Bahkan, Veda sempat mengamankan posisi tiga untuk beberapa lap sepanjang perlombaan. Veda Ega yang awalnya start dari posisi kelima akhirnya menuntaskan balapan di posisi yang sama setelah mencatatkan selisih waktu 9,687 detik dari pemenang. Dia mendapatkan 11 poin dari hasil balapan pembuka musim tersebut. Meski belum berhasil mengamankan posisi tiga besar saat menyentuh garis finis, capaian posisi kelima ini menjadi sinyal kuat atas potensi Veda di ajang Moto3 musim ini. Pada balapan tersebut, David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) keluar sebagai pemenang setelah mencatatkan waktu 32 menit 14,186 detik. Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) finis kedua hanya terpaut 0,003 detik dari pemenang, sedangkan Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) melengkapi podium di posisi ketiga dengan selisih 9,480 detik. Setelah menyelesaikan seri pembuka di Thailand, para pembalap Moto3 akan menjalani jeda singkat sebelum kembali bersaing pada putaran kedua di Brasil pada 20-22 Maret mendatang. Seri tersebut dijadwalkan berlangsung sebanyak 24 putaran di Autódromo Internacional de Goiania, Ayrton Senna.

China juara umum Kejuaraan Asia Anggar Kadet dan Junior 2026

Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026

Kontingen China keluar sebagai juara umum Kejuaraan Asia Anggar Kadet dan Junior 2026 setelah meraih dua medali emas tambahan dari kategori junior pada hari terakhir penyelenggaraan ajang tersebut di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat. Dua emas tersebut memantapkan posisi China di klasemen akhir kategori junior dengan total koleksi delapan medali emas. China juga telah meraih empat medali emas dari kategori kadet, sehingga mereka keluar sebagai juara umum lewat raihan keseluruhan 12 medali emas, lima perak, dan empat perunggu sejak kejuaraan itu bergulir mulai Jumat (20/2) pekan lalu. Dua emas kontingen China pada hari terakhir datang dari nomor saber beregu putra junior seusai mengatasi Uzbekistan 45-41 dan nomor foil beregu putri junior lewat kemenangan telak 44-18 atas China Taipei. Hasil hari terakhir menegaskan dominasi China di kategori junior lewat koleksi delapan medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Dominasi tersebut menjadi penentu keberhasilan China merebut gelar juara umum, meskipun mereka harus mengakui keunggulan Hong Kong di klasemen akhir kategori kadet. China harus puas duduk di peringkat kedua kategori kadet lewat koleksi empat medali emas, empat perak, dan tiga perunggu, di bawah Hong Kong yang mengumpulkan lima emas, empat perak, dan empat perunggu. Kendati demikian perolehan total di kedua kategori membuat China begitu dominan di klasemen umum akhir kejuaraan yang diikuti oleh 801 atlet dari 26 negara Asia tersebut. Hong Kong yang ada di posisi kedua klasemen umum “hanya” bisa mengoleksi enam medali emas, lima perak, dan lima perunggu. Sementara itu, Korea Selatan finis di peringkat ketiga dengan meraih tiga medali emas, lima perak, dan enam perunggu, menegaskan persaingan ketat di antara negara-negara Asia Timur dalam olahraga anggar. Sementara itu, Indonesia selaku tuan rumah belum mampu berbicara banyak dalam kejuaraan itu. Para atlet Merah Putih harus terhenti di babak 32 besar di berbagai nomor yang diikuti, sehingga belum berhasil menyumbangkan medali. Singapura menjadi satu-satunya negara dari kawasan Asia Tenggara yang mampu menembus dominasi Asia Timur dengan meraih satu medali emas di kategori junior. Berikut klasemen akhir Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di Jakarta: Kategori kadet Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total 1 Hongkong 5 4 4 13 2 China 4 4 3 11 3 Korea Selatan 3 4 2 9 4 Jepang 0 0 6 6 5 Australia 0 0 4 4 6 Kazakhstan 0 0 2 2 7 Thailand 0 0 1 1 7 China Taipei 0 0 1 1 7 Singapura 0 0 1 1   Kategori junior Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total 1 China 8 1 1 10 2 Jepang 1 3 2 6 3 Hongkong 1 2 3 6 4 China Taipei 1 1 2 4 5 Singapura 1 1 1 3 6 Uzbekistan 0 3 3 6 7 Korea Selatan 0 1 4 5 8 Kazakhstan 0 0 2 3

Debut Moto3, Veda start dari posisi kelima

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memulai debutnya di Moto3 dengan start dari posisi kelima pada seri pembuka musim ini di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand. Veda yang memperkuat tim Honda Team Asia, mendapat posisi startnya ini setelah mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik pada sesi Kualifikasi 2 (Q2) di Sirkuit Internasional Chang, Sabtu. Pembalap 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sempat melesat ke posisi ketiga pada fase awal sesi Q2. Ia kemudian turun ke posisi kelima, lalu keenam ketika sesi kualifikasi menyisakan tiga menit. Catatan waktu terbaik Veda pada akhirnya tercipta pada detik-detik akhir, saat ia mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik, terpaut 0,789 detik dari David Almansa dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP yang meraih pole. Di posisi kedua, ada Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo. Pembalap Leopard Racing Adrian Fernandez menempati posisi ketiga, sementara Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar akan memulai balapan di Buriram di posisi keempat. Sebelumnya, Veda yang merupakan runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 itu membuka debutnya di Moto3 saat ia mencatatkan waktu 1 menit 41,854 detik untuk menempati posisi keenam pada sesi Latihan Bebas 1 (FP1), Jumat (27/2). Catatan waktunya membaik menjadi 1 menit 41,508 detik ketika ia lolos ke Q2, setelah menghuni posisi kedelapan pada sesi Latihan di hari yang sama. Adapun, sebelum menyelesaikan sesi kualifikasi di posisi kelima, Veda sempat tercecer ke posisi 13 dengan waktu 1 menit 41,770 detik ketika ia mencari setelan motor terbaiknya pada sesi pembuka hari ini di Latihan Bebas 2 (FP2). Balapan Moto3 akan dimainkan Minggu (1/3) siang pukul 12.00 WIB dengan jumlah 19 lap. Berikut hasil kualifikasi Moto3 di Thailand, Sabtu: David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:40.088 Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 01:40.518 Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 01:40.693 Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:40.697 Veda Pratama (Honda Team Asia) – 01:40.877 David Munoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:41.091 Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.198 Scott Ogden (CIP Green Power) – 01:41.291 Guido Pini (Leopard Racing) – 01:41.319 Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 01:41.337 Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:41.363 Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 01:41.426 Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.694 Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.752 Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.761 Joel Kelso (GRYD – MLav Racing) – 01:41.788 Jesus Rios (Rivacold Snipers Team) – 01:41.794 Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) – 01:41.903.

Hong Kong mantap di puncak klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior

Kejuaraan Anggar Kadet Junior Asia 2026

Kontingen Hong Kong tampil impresif dan semakin mantap memimpin klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior 2026 setelah rangkaian pertandingan hari ketiga di Jakarta Convention Centre, Senayan, Senin. Hong Kong mendominasi klasemen sementara dengan koleksi lima medali emas dari berbagai nomor yang dipertandingkan. Medali emas kelima Hong Kong datang dari nomor floret beregu putri kadet. Dalam partai final yang berlangsung ketat, Hong Kong berhasil menundukkan China dengan skor 45–38. Kemenangan ini menegaskan kekuatan Hong Kong di sektor beregu putri, yang tampil konsisten sejak babak awal hingga partai puncak. Namun, Hong Kong harus mengakui keunggulan Korea Selatan pada final nomor sabel beregu putra kadet setelah kalah dengan skor 39–45, sehingga harus puas hanya membawa pulang medali perak dari nomor tersebut. Dengan tambahan medali pada hari ketiga, Hong Kong kini kokoh di puncak klasemen sementara dengan total 13 medali, yang terdiri atas lima emas, empat perak, dan empat perunggu. Raihan ini menempatkan Hong Kong sebagai kontingen paling produktif sejauh kejuaraan berlangsung. Posisi kedua klasemen sementara ditempati oleh China yang menambah satu medali emas melalui nomor degen beregu putra kadet setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor meyakinkan 45–29 di partai final. Tambahan emas ini membuat kontingen Negeri Tirai Bambu mengoleksi total empat medali emas hingga hari ketiga kejuaraan. Sementara itu, Korea Selatan berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan raihan tiga medali emas, meskipun gagal menambah emas pada nomor degen beregu putra kadet. Hingga berakhirnya pertandingan di nomor beregu kadet, tercatat hanya Hong Kong, China, dan Korea Selatan yang berhasil meraih medali emas yang menandai ketatnya persaingan sekaligus menegaskan dominasi tiga negara tersebut dalam cabang olahraga anggar. Kejuaraan itu sendiri diikuti oleh 801 atlet dari 26 negara, yang bersaing di berbagai nomor kadet dan junior. Setelah menyelesaikan rangkaian pertandingan kategori kadet, persaingan akan kembali dilanjutkan pada Rabu (25/2) dengan mempertandingkan kategori junior. Para atlet dijadwalkan menjalani masa istirahat selama satu hari sebelum kembali bertanding, guna memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan selanjutnya. Berikut klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior 2026 pada Senin: Nomor Negara Emas Perak Perunggu Total 1 Hongkong 5 4 4 13 2 China 4 4 3 11 3 Korea Selatan 3 4 2 9 4 Jepang 0 0 6 6 5 Australia 0 0 4 4 6 Kazakhstan 0 0 2 2 7 Thailand 0 0 1 1 7 Taipei 0 0 1 1 7 Singapura 0 0 1 1  

Juara Dunia Putri Termuda WBC Zamorano Pertahankan Gelar

Camila Zamorano

Juara dunia kelas atom putri (46,2 kg) World Boxing Council (WBC), Camila Zamorano sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan Claudia Veronica Ruiz di Sonora, Meksiko. “Zamorano meraih kemenangan atas Ruiz melalui keputusan bulat saat juri memberikan skor 100–90, 98–92, 97–93 setelah laga 10 ronde,” demikian laporan hasil pertarungan yang dalam kanal YouTube Box Azteca yang dipantau di Jakarta, Senin. Kedua petinju dengan perbedaan usia yang mencolok (Zamorano sebagai juara dunia putri termudah WBC di usia 18 tahun dan Ruiz 28 tahun) masuk dalam pertukaran serangan sejak bel berbunyi. Ruiz melayangkan banyak serangan tetapi selalu kalah oleh jab dan kombinasi pukulan Zamorano dari jarak menengah. Setiap kali Ruiz lengah dari posisi bertahan yang tinggi, remaja itu berusaha menghukumnya dengan berbagai serangan, mulai dari uppercut dan hook, untuk menyerang bagian bawah tubuhnya. Zamoran menghujani pukulan-pukulan telak ke tubuh penantang asa Argentina itu yang membuahkan hasil bagi sang juara di ronde kedua dan keempat. Ruiz sempat berputar untuk merayakan knockdown (KO) palsu di pertengahan ronde ketiga ketika Zamorano kehilangan keseimbangan. Namun, lengan sang penantang tidak terangkat lama ketika Zamorano langsung kembali ke pertukaran pukulan. Zamorano tampil apik di awal ronde keenam dengan lebih banyak pukulan yang membuat sorakan pendukung tuan rumah menggema. Meski demikian, Ruiz yang tak gentar tetap melanjutkan tekanannya untuk melayangkan pukulan dan membuatnya terus bergerak. Ruiz terus memastikan tidak ada kemenangan yang mudah dengan terus memberikan perlawanan ronde ke-10. Saat bel terakhir berbunyi, Ruiz memanjat tali ring untuk merayakan kemenangannya di sudut ring, namun Zamorano keluar sebagai pemenang setelah kerja keras yang tampak mudah tetapi sebenarnya sulit. Dengan hasil itu, Zamorano mempertahankan gelar juara dunia kedua kalinya setelah mencatatkan kemenangan tanpa kebobolan melawan Sana Hazuki pada Oktober 2025. Petinju Meksiko itu kembali mempertegas dominasinya di divisi atomweight putri dengan dua kali mempertahankan gelar dalam waktu empat bulan serta menjaga rekor tak terkalahkan dengan 14 kemenangan termasuk satu KO.

Indonesia Turunkan Atlet Terbaik di Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026

Pertandingan Anggar

Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026. Event ini akan berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, 20-27 Februari 2026. Atlet-atlet anggar terbaik dikerahkan Indonesia agar bisa meraih prestasi membanggakan. Ketua Umum PB Ikasi, Amir Yanto memaastikan tuan rumah menerjunkan 24 atlet di kadet dan 24 atlet di junior. Mereka akan bertanding di tiga nomor, yaitu floret, degen dan sabel baik individu maupun beregu, untuk putra dan putri. “Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan kuota maksimal 24 atlet. Seluruh atlet tersebut akan tampil di semua nomor pertandingan individu dan beregu,” kata Amir Yanto saat jumpa pers di JCC Senayan, Kamis 19 Februari 2026. Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 sendiri diikuti 801 atlet dari 26 negara Asia dan Oceania. Jepang, China dan Korea masih akan menjadi pesaing terberat Indonesia di ajang tersebut. “Kita realistis, mereka masih mendominasi. Tapi mudah-mudahan kita bisa menembus tiga besar sebagai langkah pembelajaran untuk lebih maju lagi,” ujar Amir. Soal persiapan tim Indonesia, Amir Yanto yang merupakan mantan JAM Intel Kejaksaan Agung RI ini menyebut bahwa sejauh ini persiapan dilakukan secara intensif melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Disebutnya, para atlet yang ikut pelatnas sebelumnya menjalani seleksi nasional (Seleknas) yang digelar di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara. Selain itu, beberapa atlet yang berlatih di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, juga dipanggil untuk memperkuat skuad Merah Putih. “Kita ingin membangun kekuatan dari bawah. Mudah-mudahan ke depan bisa membawa kejayaan lagi untuk tanah air. Saat ini kita memang masih merangkak, tetapi dengan kesabaran dan kerja keras, saya yakin hasilnya akan datang,” kata Amir. Kejuaraan ini juga memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari seleksi menuju Youth Olympic (Olimpiade Junior) 2026 di Dakar, Senegal. Karena itu, Amir meminta para atlet tampil maksimal dan tidak rendah diri. “Dengan kepercayaan sebagai tuan rumah, ini harus menjadi kebanggaan dan motivasi untuk berprestasi. Mental harus kuat,” tegasnya. Diketahui, Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia kali ini masuk kalender federasi internasional, dimana juaranya bisa lolos ke Youth Olympic di Dakar. Karenanya, para atlet Indonesia tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sementara itu, atlet anggar putri Indonesia Jessyca Emilia menyatakan kesiapannya tampil maksimal di nomor EP Putri. Meski baru tiba di lokasi pertandingan, ia memastikan persiapan yang dilakukan sejauh ini berjalan dengan sangat baik. “Sejauh ini persiapan sangat baik ya, soalnya kita dari kemarin sore sudah nge-push buat latihan. Memang belum ketemu sama negara lain karena kita datang kemaleman. Tapi hari ini menurut saya sudah maksimal karena kita bisa sparring sama negara Taipe, India, UAE, dan lain-lain,” ujar Emilia. Menurutnya, kesempatan berlatih tanding dengan sejumlah negara tersebut menjadi pengalaman berharga sebelum benar-benar turun ke lapangan pertandingan. Hal itu dinilai penting untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan strategi.

Jakarta Tuan Rumah Asian Cadet & Junior Fencing 2026

Ketua Umum PB Ikasi, Amir Yanto saat ditemui di Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026

Kejuaraan Cadet dan Junior Asia 2026 akan menjadi ajang seleksi atlet anggar Indonesia untuk tampil pada Olimpiade Remaja 2026 di Dakar, Senegal. Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-27 Februari 2026 di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta. Sebanyak 26 negara dari kawasan Asia dan Oseania ambil bagian dalam turnamen yang menjadi salah satu agenda penting kalender anggar Asia tersebut. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia Amir Yanto menegaskan kejuaraan ini memiliki arti strategis bagi pembinaan atlet muda nasional. Menurutnya, hasil yang diraih dalam ajang ini akan menjadi pertimbangan utama untuk menentukan wakil Indonesia ke Olimpiade Remaja di Dakar. “Ini sebetulnya kejuaraan ini adalah sebagai seleksi peserta untuk Youth Olympic Junior di Dakar tahun 2026 ini. Jadi, saya juga sudah sampaikan kepada para atlet untuk maksimal, tidak boleh rendah diri,” kata Amir. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah berdasarkan keputusan Kongres Federasi Anggar Internasional dan Federasi Anggar Asia pada Maret 2024 di Uzbekistan. Penunjukan itu sekaligus menegaskan posisi Indonesia yang kian diperhitungkan dalam penyelenggaraan event internasional. Sebelumnya, Indonesia juga sukses menggelar kejuaraan anggar tingkat senior pada Juni 2025 di Bali. Dalam rentang waktu berdekatan, dua event internasional tersebut menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan sekaligus pembinaan atlet. Amir mengakui kekuatan anggar Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara tradisional seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Namun, ia menilai kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan maksimal untuk menimba pengalaman. “Indonesia saya akui saat ini belum menjadi suatu macan anggar. Jadi, saya kira juga realistis kita melihat China, Jepang, maupun Korea Selatan ini masih mendominasi. Namun, demikian mudah-mudahan nanti kita bisa,” ujarnya. Secara keseluruhan, sebanyak 801 atlet ambil bagian dalam kejuaraan ini. Nomor yang dipertandingkan meliputi floret, degen, dan sabel, baik kategori individual maupun beregu putra dan putri. Indonesia menurunkan 48 atlet yang terdiri atas 24 kategori cadet dan 24 kategori junior. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Jessyca Emilia, yang sebelumnya mampu menembus babak 64 besar nomor perorangan pada Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Nusa Dua, Bali. Kejuaraan ini bukan sekadar perebutan gelar Asia, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi atlet muda Indonesia untuk menatap panggung Olimpiade Remaja di Dakar.

AHM siapkan 10 pembalap muda mengaspal di lintasan dunia

Program Astra Honda Racing School

PT Astra Honda Motor (AHM) menyiapkan 10 pembalap muda melalui jalur pembinaan dalam Program Astra Honda Racing School (AHRS) untuk menjadi pembalap Indonesia yang kelak mengaspal di lintasan dunia. “AHRS menjadi pijakan awal bagi lahirnya pembalap-pembalap Indonesia yang tangguh secara teknik, mental, dan fisik,” kata General Manager Marketing Planning and Analysis PT AHM Andy Wijaya dalam keterangan yang resmi yang diterima di Jakarta, Minggu. Ke-10 pembalap muda itu adalah M Hagy Agasi dari Jawa Barat, Hiroshi Eka Putra Jaya Wisesa dari Yogyakarta, Mikhail Zafran Almi dari Nusa Tenggara Barat, Andrea Dovi Mega Bustomi Jakarta, M Gibran Lalae dari Jawa Barat. Selain itu, Gandewa Abimanyu, Anindya Baskoro Setiawan, dan Edrin Ahza Hartge dari Yogyakarta serta Omar Asyfaq dan Daffa Ikhwanul Dzakwan dari Jawa Tengah. Ke-10 pembalap itu terpilih dari puluhan pembalap yang mengikuti proses seleksi ketat di Astra Honda Safety Riding & Training Center (AHM SRTC) Deltamas, Jawa Barat untuk menjadi siswa AHRS 2026. Seleksi dilakukan secara bertahap dengan penilaian komprehensif terhadap berbagai aspek seperti teknik balap mulai dari posisi balap, teknik pengereman, jalur balap, teknik menikung, pergerakan tubuh, hingga kesadaran terhadap ruang dan posisi sekitar. Andy menjelaskan, Program AHRS hadir dengan pembaruan signifikan pada pola pelatihan. Tidak hanya berpusat di AHM SRTC Deltamas, para siswa juga akan menjalani program latihan di sirkuit permanen, salah satunya adalah Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Langkah ini dilakukan untuk memberikan pengalaman atmosfer balap yang lebih nyata sekaligus mengasah kemampuan kecepatan tinggi dan teknik menikung, sebagai bekal penting menghadapi persaingan di ajang balap tingkat nasional hingga internasional. “Kami ingin memberikan pengalaman balap yang lebih utuh agar para siswa semakin siap menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi dan membawa nama Indonesia dengan penuh kebanggaan,” katanya. Selain latihan teknis di lintasan, siswa AHRS juga dibekali pengetahuan dasar balap yang komprehensif mencakup manajemen balap, komunikasi dengan tim, hingga pembentukan karakter sebagai atlet profesional. Dalam aktivitas latihan harian, para siswa menggunakan NSF100 yang dipadukan dengan CBR150R dan CRF150R untuk melatih kontrol kecepatan dan penguasaan motor. Seluruh program Latihan didampingi oleh instruktur serta pelatih balap nasional berpengalaman. Sebagai bagian dari pembinaan menyeluruh, AHRS juga menggelar program camp yang dirancang untuk memperkuat fisik, mental, dan daya juang para siswa. Berbagai aktivitas seperti latihan fisik terstruktur, lintasan tanah hingga simulasi kompetisi melalui ajang balap turut menjadi bagian penting dalam membentuk mentalitas pembalap sejak usia dini. Pola latihan fisik yang diterapkan mengadopsi standar pelatihan pembalap kelas dunia dengan pendampingan pelatih profesional. Dia menambahkan, sejak pertama kali digelar pada 2010, AHRS telah melahirkan ratusan pembalap yang kini berkiprah di berbagai kejuaraan balap nasional, Asia, hingga dunia. Sejumlah nama seperti Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang saat ini berkompetisi di MotoGP, serta Fadillah Arbi Aditama, Andi Farid Izdihar, juga Gerry Salim merupakan bagian dari alumni AHRS yang terus mengharumkan nama Indonesia di arena.

Pegolf Indonesia Raih Empat Gelar di Black Mountain Asian Junior Masters 2026

Tim Indonesian Junior Golfers

Pegolf junior Indonesia sukses mencatat prestasi yang membanggakan dalam ajang Black Mountain Asian Junior Masters 2026, yang digelar di Black Mountain Golf Club, Pracahukirikhan, 3-5 Februari kemarin. Diwakili 13 pegolf dari berbagai kelompok usia, Indonesia berhasil meraih empat gelar juara. Dari kategori A Boys, Jayawardana Dornan finis sebagai runner up keempat dengan mencatat 216 pukulan. Eugene Tanyongjaya finis di posisi yang sama di kategori B Boys. Total, dia mencatatkan 220 pukulan. Di kategori D Girls, Amira Ajda Khairunnisa Permadi, mampu finis sebagai runner up kedua dengan total 206 pukulan. Sementara itu, kategori Boys Junior Master Team juga mempersembahkan prestasi melalui tim INDONESIA-1 yang diperkuat Eugene, Jaya, dan Rauf, yang finis sebagai second runner up dengan total skor 436 pukulan, empat pukulan di atas par. Kapten dan Manajer Tim Indonesian Junior Golfers, Indra Saiful, memberi apresiasi kepada para pegolf junior yang mampu melewati berbagai situasi sulit di lapangan dan tetap menunjukkan performa maksimal. Khususnya dalam babak final. “Saya salut kepada semua Junos yang bisa melalui berbagai rintangan dan tetap fight till the end. Tidak ada yang menyerah, semuanya all out,” ujarnya. Bukan hanya yang meraih podium. Indra juga memberikan apresiasi untuk pegolf lain. Seperti Abraraza Adriano Musyanif, Andrea Edgina Karoma, Benaya Karan, Calista Allegra Dewantara, Dylano Aokiindy Arsykafah Lubis, Guardiola Simarmata, Javeed Abdul Rauf, Reicher Santoso, Arcelia Rocha Santoso, dan Salvo Mougen Prayogo. Selain capaian podium, keikutsertaan Indonesia di dalam ajang ini pun jadi bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang pegolf junior nasional. Di turnamen level Asia ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang uji mental, konsistensi permainan, serta kemampuan adaptasi atlet muda Indonesia terhadap lapangan internasional yang memiliki karakter berbeda dengan lapangan di dalam negeri. Pengalaman bertanding di bawah tekanan cuaca ekstrem dan kondisi green yang sulit menjadi bekal berharga bagi para atlet dalam menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Keberhasilan meraih empat gelar sekaligus menegaskan daya saing pegolf junior Indonesia di kawasan Asia. Konsistensi performa yang ditunjukkan pada tiga hari pertandingan mencerminkan hasil pembinaan yang berjalan positif, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus meningkatkan kualitas permainan serta memperkuat posisi Indonesia di peta golf junior internasional. Tak lupa, Indra menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang dengan penuh kesabaran dan kekompakan mendampingi putra-putrinya selama turnamen, serta para caddy personal yang bekerja keras membantu para atlet muda Indonesia di ajang Asian Junior Masters 2026. Dia berharap seluruh pegolf junior terus berlatih, mengasah teknik, dan memperkuat mental untuk menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Keren! Veda Resmi Jadi Red Bull Athlete Jelang Moto3 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi menjadi Red Bull Athlete menjelang debutnya di Moto3 pada 2026. Hal ini ‘dibocorkan’ Veda sendiri lewat Instagram pada Senin (19/1/2026). Dalam tiga tahun terakhir, Veda menjadi topik hangat di paddock MotoGP, yakni sejak ia menjuarai Asia Talent Cup (kini Moto4 Asia Cup) 2023 dan bergabung ke Red Bull Rookies Cup pada 2024. Pada 2025, Veda menjalani debut di JuniorGP sekaligus bertahan di ajang Red Bull Rookies Cup, di mana ia sukses menjadi runner up setelah meraih banyak podium dan kemenangan. Kini, ia dikontrak oleh Honda Team Asia untuk berlaga di Moto3 2026. Prestasi mentereng Veda di ajang-ajang ‘Road to MotoGP’ ini membuat Red Bull tertarik mendukungnya. Pada Senin lalu, Veda diundang untuk menyambangi markas Red Bull di Salzburg, Austria, untuk menjalani berbagai kegiatan dengan Red Bull Motorsports. Lewat Instagram, Veda mengunggah foto dirinya mendapatkan berbagai kit dari Red Bull, begitu pula saat ia menjajal simulator mobil Formula 1. Veda juga sempat mengunjungi Red Bull Hangar-7, yang merupakan ‘museum’ Red Bull. Veda tak sendirian, ia juga ditemani oleh beberapa pembalap muda Red Bull lainnya, termasuk debutan Red Bull KTM Tech 3, Rico Salmela. Keduanya dapat kesempatan menumpangi helikopter Red Bull untuk melihat keindahan pegunungan Austria. Kini Veda bergabung dengan sederet bintang dunia balap dalam daftar Red Bull Athlete. Mereka berlaga di berbagai disiplin motorsport, yakni F1, MotoGP, Moto2, Moto3, WorldSSP, motocross, supercross, enduro, rally raid, rallycross, WRC, dan lainnya. Nah, siapa saja sih mereka? Berikut sejumlah nama-nama besar dunia motorsport yang juga merupakan Red Bull Athlete seperti yang dilansir oleh situs resmi Red Bull. Formula 1: Max Verstappen, Isack Hadjar, Liam Lawson, Arvid Lindblad, Yuki Tsunoda MotoGP: Alex Marquez, Jorge Martin, Johann Zarco, Toprak Razgatlioglu, Diogo Moreira, Maverick Vinales, Enea Bastianini, Brad Binder, Pedro Acosta, Dani Pedrosa, Pol Espargaro Moto2: David Alonso, Daniel Holgado, Collin Veijer, Deniz Oncu, Jose Antonio Rueda, Ayumu Sasaki Moto3: Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Valentin Perrone, Guido Pini, Brian Uriarte, Veda Ega Pratama, Rico Salmela WorldSSP: Bahattin Sofuoglu Rally (motor dan mobil): Nasser Al Attiyah, Kevin Benavides, Edgar Canet, Luciano Benavides, Cyril Despres, Carlos Sainz sr, Stephane Peterhansel, Toby Price, Nani Roma, Daniel Sanders, Sam Sunderland, Matthias Walkner, Sebastien Loeb, Theirry Neuville, Sebastian Ogier, Laia Sanz Motocross/Supercross/Enduro: Jeffrey Herlings, Marvin Musquin, Ken Roczen, Tom Vialle, Jett Lawrence, Hunter Lawrence, Andrea Verona, Josep Garcia

Patricia Menolak Puas Usai Debut SEA Games Berbuah Emas

Patricia Geraldine

Sukses mempersembahkan medali emas di SEA Games 2025 Thailand tidak membuat atlet wushu Indonesia Patricia Geraldine puas diri. Usianya yang masih muda 20 tahun membuat perjalanan prestasinya cukup panjang untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Nama Patricia Geraldine tengah menjadi salah satu sorotan paling terang di dunia wushu Indonesia. Maklum saja Patricia berhasil mempersembahkan medali emas dari nomor taolu gabungan changquan/jianshu/qiangshu putri di Ratthaprasasanphakdi Government Building Complex, Bangkok, Sabtu (13/12) lalu. Tampil sebagai debutan level SEA Games, perempuan yang biasa dipanggil Patrice tersebut memperlihatkan performa konsisten dan memukau. Saat menampilkan jurus qiangshu Patrice memimpin jajaran atlet yang berlaga dengan menorehkan nilai 9,750. Patrice meningkatkan penampilannya saat peragaan jurus jianshu pada Minggu (14/12) dengan torehan poin 9,760 di pucuk perolehan angka sementara. Patrice menutup aksinya lewat catatan 9,756 poin dalam peragaan jurus changquan sekaligus mengunci medali emas SEA Games 2025 berbekal total nilai 29,266. Patrice menegaskan keunggulan atas wakil Malaysia Pang Pui Ye yang harus puas dengan medali perak usai mengemas total nilai 29,109 (9,706+9,643+9,760) dan peraih perunggu asal Singapura Le Yin Shuen (29,055). “Saya senang dan terharu bisa menyumbangkan medali emas buat kontingen Indonesia. Apalagi, ini penampilan perdana saya di multi event internasional,” kata Patrice. Ke depan, Patrice masih ingin terus meraih prestasi yang lebih baik lagi. Salah satunya diajang kejuaraan dunia atau Asian Games. “Saya ke depan akan terus berlatih lebih baik lagi agar bisa meraih prestasi di tingkat dunia,” pungkas Patrice.

Veda Kejar Status Rookie of the Years dalam Debut Moto3 2026

Red Bull MotoGP Rookies Cup

Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, membidik gelar Rookie of the Year dalam debutnya di kelas Moto3 pada musim kompetisi 2026. Rider berusia 17 tahun tersebut tampil luar biasa sepanjang musim ini dalam ajang Red Bull Rookies Cup 2025. Dia menjadi runner-up di ajang tersebut sehingga mendapat kartu ke Moto3. “Kalau target, bismillah, bisa Rookie of the Year, tetapi saya juga sekalian belajar karena tim baru, mekanik baru, semuanya baru,” kata Veda dilansir dari Antara. Untuk persiapan menghadapi ajang tersebut, Veda pun fokus terhadap beberapa latihan fisik dan adaptasi mengingat persaingan di kelas tersebut lebih ketat. Veda mengatakan bahwa kesiapan fisik dan mental harus lebih kuat ketimbang kelas sebelumnya. Ia melanjutkan bahwa latihan tersebut akan dibarengi dengan latihan di atas motor. “Skill pasti yang diutamakan dan motornya kan ini memang dirancang khusus buat balap, enggak dijual bebas, jadi ini pintar-pintarnya setting motornya juga,” kata dia. Di kelas Moto3 nanti, Veda dipastikan akan terlihat persaingan dengan sejumlah pebalap yang sebelumnya pernah berlaga bareng di Red Bull Rookies Cup, salah satunya ialah Brian Uriarte yang menjuarai kompetisi itu. Uriarte memiliki keuntungan dari pengalaman tampil di Moto3 melalui kesempatan wildcard. Selain itu, ada juga nama Hakim Danish yang sebelumnya juga pernah memiliki pengalaman tampil di Moto3.

Asian Youth Games 2025: Indonesia Kembali Tambah Emas!

Sashenka Fatimah di Podium Judo Asian Youth Games 2025

Kontingen Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Asian Youth Games 2025. Kali ini, giliran cabang olahraga judo yang menyumbangkan medali emas keempat bagi Tanah Air berkat penampilan gemilang Sashenka Fatimah di nomor -63kg putri. Pertandingan pamungkas berlangsung di Exhibition World Bahrain, pada Kamis (30/10/2025) malam WIB. Di partai final, Sashenka tampil sangat percaya diri menghadapi wakil India, Monika Khuyenthem, yang dikenal tangguh di kelasnya. Dengan teknik ciamik dan strategi matang, Sashenka Fatimah sukses menang by Ippon dan memastikan medali emas untuk Indonesia. Kemenangan ini memperkuat dominasi Sashenka di kelas -63kg sekaligus memperlihatkan kualitas judo muda Indonesia yang kian disegani di level Asia. Raihan dari cabang judo ini membuat Indonesia kini mengoleksi total empat medali emas di Asian Youth Games 2025 yang digelar di Bahrain. Capaian ini membuktikan bahwa semangat juang dan konsistensi atlet muda Indonesia terus membara demi mengibarkan Merah Putih di panggung olahraga internasional.

Kiandra Ramadhipa Juara European Talent Cup Catalunya 2025

Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, tampil luar biasa di ajang European Talent Cup (ETC) Catalunya 2025. Mengutip dari berbagai sumber, meski dijatuhi hukuman start dari posisi ke-24, Ramadhipa justru tampil menggila dan menutup balapan dengan kemenangan dramatis di garis finis. Ramadhipa mendapat penalti bersama sembilan pembalap lain karena melaju terlalu pelan saat sesi kualifikasi. Namun, hukuman itu justru menjadi pemicu semangatnya untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lintasan Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (2/11/2025). Sejak lampu start padam, Ramadhipa langsung tancap gas. Secara perlahan, pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team ini menyalip satu demi satu lawan di tengah kondisi balapan yang kacau akibat banyaknya pembalap terjatuh. Momen itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Rama untuk menembus posisi 20 besar hanya dalam beberapa putaran. Statusnya sebagai rookie terbaik Asia Talent Cup 2024 terbukti bukan tanpa alasan. Di pertengahan balapan, Ramadhipa berhasil menembus posisi delapan besar. Namun perjuangannya belum berakhir. Empat lap terakhir menjadi panggung utama bagi remaja 16 tahun itu. Dengan kecepatan dan ketenangan luar biasa, Rama merangsek ke posisi terdepan dan memimpin balapan. Persaingan sengit pun terjadi di lap terakhir ketika Carlos Cano, sang juara bertahan, mencoba merebut posisi pertama. Rama tetap tenang, membuntuti dalam jarak sangat dekat hingga akhirnya memanfaatkan teknik slipstream di trek lurus terakhir. Aksi tersebut sukses mengantarkannya melintasi garis finis lebih dulu lewat photo finish dramatis. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Ramadhipa di musim debutnya di European Talent Cup 2025.

Berakhir Sukses, DKI Jakarta Raih Gelar Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025

Tim Wushu DKI Jakarta

Kudus, 26 Oktober 2025 – Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 berakhir manis. Selama 16 hari penyelenggaraan sejak Sabtu (11/10) hingga Minggu (26/10) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, sebanyak 2.645 atlet bela diri murni yang berasal dari berbagai provinsi menunjukkan pertarungan sengit demi meraih gelar juara. Hasilnya, kontingen DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan total 99 medali yang terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, mengucap syukur atas kelancaran dan kesuksesan selama penyelenggaraan ajang multi-cabang olahraga tersebut. Ia berharap, kenangan dan kemenangan manis para atlet yang diraih di tengah arena dapat menjadi pelecut motivasi untuk berlatih lebih keras guna meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. “Selama lebih dari dua minggu, kita telah menyaksikan atlet-atlet terbaik Indonesia dari berbagai cabang olahraga bela diri unjuk kemampuan dan bertarung di level terbaik guna meraih juara. Kami berharap, tidak hanya membawa pulang medali, tapi para atlet-atlet ini juga membawa semangat membara untuk tetap mengasah kemampuan agar bisa berprestasi lebih tinggi di masa depan,” ujar Ryan. Selain itu, Ryan juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan juga masyarakat setempat yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan event ini. Ia optimistis, gelaran ajang multi-event skala nasional yang diadakan di Kudus ini, dapat menjadi pendorong terbentuknya sport tourism yang pada akhirnya membuat roda perekonomian masyarakat Kudus semakin berputar. “Selaras dengan misi Pemkab Kudus yang sedang menggiatkan sport tourism bagi kota ini, kehadiran PON Bela Diri Kudus 2025 diharapkan dapat memberi dampak positif baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan sumber daya masyarakat. Karena kami melihat selama penyelenggaraan, berbagai lini bisnis Kudus berputar cukup kuat seperti tingginya okupansi hotel, ramainya tempat wisata hingga rumah makan dan restoran yang dipadati pengunjung. Semoga segenap masyarakat Kudus dapat merasakan manfaat besar dari kegiatan ini,” Ryan menjelaskan. Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyampaikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara atas keberhasilan menggelar PON Bela Diri Kudus 2025 dengan lancar dan sukses. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kudus atas sambutan hangat yang diberikan kepada para atlet dan ofisial dari berbagai daerah di Indonesia, yang turut menciptakan suasana kompetisi penuh semangat dan persaudaraan. Marciano juga menjelaskan, PON Bela Diri Kudus merupakan ajang dua tahunan yang mendapat dukungan penuh dari Djarum Foundation. Ia berharap kolaborasi antara KONI Pusat dan Djarum Foundation dapat terus berlanjut pada penyelenggaraan PON Bela Diri pada 2027, sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong kemajuan, memperluas partisipasi, dan memperkuat ekosistem pengembangan olahraga bela diri di Tanah Air. “Di sini nanti, satu hari, Kudus menjadi rumahnya cabang olahraga bela diri Indonesia,” katanya.  Di sisi lain, Marciano menilai, Djarum Arena yang digunakan sebagai lokasi pertandingan 10 cabang olahraga bela diri selama 16 hari terakhir, sudah sangat representatif, sebagaimana juga diakui oleh sejumlah pimpinan cabang olahraga. Namun, pihaknya akan melakukan sejumlah penyesuaian di masa mendatang agar khalayak dapat lebih leluasa menyaksikan jalannya pertandingan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses yang lebih luas bagi warga Kudus dan sekitarnya untuk menonton, tetapi juga memungkinkan mereka menikmati suasana acara melalui berbagai hiburan serta ragam kuliner khas lokal yang tersedia di sekitar arena. “Tempat ini sudah representatif dan jauh lebih bagus dari perkiraan kita sebelumnya,” Marciano, menjelaskan. Adapun, Bupati Kudus Dr. Ars Sam’ani Intakoris, S T., M.T., menuturkan segenap masyarakat Kudus berterima kasih kepada KONI Pusat dan juga Djarum Foundation yang telah berkolaborasi mendukung sport tourism di Kudus melalui penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ke depannya, pintu Kota Kretek akan selalu terbuka dengan berbagai event olahraga baik skala nasional maupun internasional. “Dengan hadirnya para atlet, ofisial, serta penonton dari berbagai daerah di Kabupaten Kudus, tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Sektor UMKM, perhotelan, hingga jasa transportasi, turut merasakan manfaatnya. Ini merupakan karunia yang luar biasa. Harapannya, penyelenggaraan PON Bela Diri di Kabupaten Kudus pada 2027 dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna,” Sam’ani, menjelaskan. Sementara itu, dari arena pertandingan, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum usai “menyalip di tikungan terakhir” dan menggeser Jawa Barat yang sebelumnya dijagokan keluar sebagai kampiun. Pada tahap ketiga penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Jumat (24/10), yang mempertandingkan ju-jitsu, karate, dan wushu, kontingen ibu kota tampil impresif dengan menambah koleksi medali secara signifikan. Mereka akhirnya menegaskan dominasi pada ajang multi-event bela diri murni tersebut. “Memang cabor-cabor (cabang olahraga) yang di pekan terakhir PON Bela Diri Kudus 2025 ini adalah cabor-cabor unggulan DKI Jakarta,” ujar Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Fatchul Anas. Skuad DKI Jakarta datang ke Kudus berkekuatan 138 atlet dan 45 ofisial. Setelah hanya finis di peringkat kedua pada PON Aceh-Sumut 2024, KONI DKI Jakarta langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga dan menyiapkan program latihan intensif selama satu tahun. Hasil pembenahan itu kini mulai terlihat, seiring keputusan digelarnya PON Bela Diri Kudus 2025, yang menjadi ajang pembuktian bagi para atlet DKI Jakarta. “Kami memang sudah mencanangkan untuk menjadi juara umum di PON Bela Diri Kudus 2025 ini. Selain itu ajang ini menjadi tolok ukur atas hasil latihan tim DKI Jakarta selama setahun terakhir,” Anas, menjelaskan. Lebih lanjut Anas menjelaskan, pada ajang PON Bela Diri 2025, tim DKI Jakarta menurunkan kombinasi atlet lapis pertama dan kedua. Namun, sejumlah atlet andalan yang tergabung dalam tim nasional tidak diturunkan karena tengah dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games 2025 Bangkok. Meski demikian, seluruh cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan pada PON Bela Diri Kudus 2025, sangat membutuhkan peningkatan jam terbang dan frekuensi kompetisi yang lebih rutin. Ia menilai, kehadiran ajang ini menjadi sarana penting bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding, serta meningkatkan mental dan konsistensi performa di level yang lebih tinggi. Di sisi lain, catatan gemilang juga lahir di cabang olahraga wushu yang menjadi satu-satunya cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Olahraga bela diri tradisional yang berasal dari China ini menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur (Jatim). Muhammad Daffa “Golden Boy” Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, duo-atlet wushu andalan … Read more