Pegolf Indonesia Raih Empat Gelar di Black Mountain Asian Junior Masters 2026

Tim Indonesian Junior Golfers

Pegolf junior Indonesia sukses mencatat prestasi yang membanggakan dalam ajang Black Mountain Asian Junior Masters 2026, yang digelar di Black Mountain Golf Club, Pracahukirikhan, 3-5 Februari kemarin. Diwakili 13 pegolf dari berbagai kelompok usia, Indonesia berhasil meraih empat gelar juara. Dari kategori A Boys, Jayawardana Dornan finis sebagai runner up keempat dengan mencatat 216 pukulan. Eugene Tanyongjaya finis di posisi yang sama di kategori B Boys. Total, dia mencatatkan 220 pukulan. Di kategori D Girls, Amira Ajda Khairunnisa Permadi, mampu finis sebagai runner up kedua dengan total 206 pukulan. Sementara itu, kategori Boys Junior Master Team juga mempersembahkan prestasi melalui tim INDONESIA-1 yang diperkuat Eugene, Jaya, dan Rauf, yang finis sebagai second runner up dengan total skor 436 pukulan, empat pukulan di atas par. Kapten dan Manajer Tim Indonesian Junior Golfers, Indra Saiful, memberi apresiasi kepada para pegolf junior yang mampu melewati berbagai situasi sulit di lapangan dan tetap menunjukkan performa maksimal. Khususnya dalam babak final. “Saya salut kepada semua Junos yang bisa melalui berbagai rintangan dan tetap fight till the end. Tidak ada yang menyerah, semuanya all out,” ujarnya. Bukan hanya yang meraih podium. Indra juga memberikan apresiasi untuk pegolf lain. Seperti Abraraza Adriano Musyanif, Andrea Edgina Karoma, Benaya Karan, Calista Allegra Dewantara, Dylano Aokiindy Arsykafah Lubis, Guardiola Simarmata, Javeed Abdul Rauf, Reicher Santoso, Arcelia Rocha Santoso, dan Salvo Mougen Prayogo. Selain capaian podium, keikutsertaan Indonesia di dalam ajang ini pun jadi bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang pegolf junior nasional. Di turnamen level Asia ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang uji mental, konsistensi permainan, serta kemampuan adaptasi atlet muda Indonesia terhadap lapangan internasional yang memiliki karakter berbeda dengan lapangan di dalam negeri. Pengalaman bertanding di bawah tekanan cuaca ekstrem dan kondisi green yang sulit menjadi bekal berharga bagi para atlet dalam menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Keberhasilan meraih empat gelar sekaligus menegaskan daya saing pegolf junior Indonesia di kawasan Asia. Konsistensi performa yang ditunjukkan pada tiga hari pertandingan mencerminkan hasil pembinaan yang berjalan positif, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus meningkatkan kualitas permainan serta memperkuat posisi Indonesia di peta golf junior internasional. Tak lupa, Indra menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang dengan penuh kesabaran dan kekompakan mendampingi putra-putrinya selama turnamen, serta para caddy personal yang bekerja keras membantu para atlet muda Indonesia di ajang Asian Junior Masters 2026. Dia berharap seluruh pegolf junior terus berlatih, mengasah teknik, dan memperkuat mental untuk menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi di masa mendatang.

Keren! Veda Resmi Jadi Red Bull Athlete Jelang Moto3 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi menjadi Red Bull Athlete menjelang debutnya di Moto3 pada 2026. Hal ini ‘dibocorkan’ Veda sendiri lewat Instagram pada Senin (19/1/2026). Dalam tiga tahun terakhir, Veda menjadi topik hangat di paddock MotoGP, yakni sejak ia menjuarai Asia Talent Cup (kini Moto4 Asia Cup) 2023 dan bergabung ke Red Bull Rookies Cup pada 2024. Pada 2025, Veda menjalani debut di JuniorGP sekaligus bertahan di ajang Red Bull Rookies Cup, di mana ia sukses menjadi runner up setelah meraih banyak podium dan kemenangan. Kini, ia dikontrak oleh Honda Team Asia untuk berlaga di Moto3 2026. Prestasi mentereng Veda di ajang-ajang ‘Road to MotoGP’ ini membuat Red Bull tertarik mendukungnya. Pada Senin lalu, Veda diundang untuk menyambangi markas Red Bull di Salzburg, Austria, untuk menjalani berbagai kegiatan dengan Red Bull Motorsports. Lewat Instagram, Veda mengunggah foto dirinya mendapatkan berbagai kit dari Red Bull, begitu pula saat ia menjajal simulator mobil Formula 1. Veda juga sempat mengunjungi Red Bull Hangar-7, yang merupakan ‘museum’ Red Bull. Veda tak sendirian, ia juga ditemani oleh beberapa pembalap muda Red Bull lainnya, termasuk debutan Red Bull KTM Tech 3, Rico Salmela. Keduanya dapat kesempatan menumpangi helikopter Red Bull untuk melihat keindahan pegunungan Austria. Kini Veda bergabung dengan sederet bintang dunia balap dalam daftar Red Bull Athlete. Mereka berlaga di berbagai disiplin motorsport, yakni F1, MotoGP, Moto2, Moto3, WorldSSP, motocross, supercross, enduro, rally raid, rallycross, WRC, dan lainnya. Nah, siapa saja sih mereka? Berikut sejumlah nama-nama besar dunia motorsport yang juga merupakan Red Bull Athlete seperti yang dilansir oleh situs resmi Red Bull. Formula 1: Max Verstappen, Isack Hadjar, Liam Lawson, Arvid Lindblad, Yuki Tsunoda MotoGP: Alex Marquez, Jorge Martin, Johann Zarco, Toprak Razgatlioglu, Diogo Moreira, Maverick Vinales, Enea Bastianini, Brad Binder, Pedro Acosta, Dani Pedrosa, Pol Espargaro Moto2: David Alonso, Daniel Holgado, Collin Veijer, Deniz Oncu, Jose Antonio Rueda, Ayumu Sasaki Moto3: Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Valentin Perrone, Guido Pini, Brian Uriarte, Veda Ega Pratama, Rico Salmela WorldSSP: Bahattin Sofuoglu Rally (motor dan mobil): Nasser Al Attiyah, Kevin Benavides, Edgar Canet, Luciano Benavides, Cyril Despres, Carlos Sainz sr, Stephane Peterhansel, Toby Price, Nani Roma, Daniel Sanders, Sam Sunderland, Matthias Walkner, Sebastien Loeb, Theirry Neuville, Sebastian Ogier, Laia Sanz Motocross/Supercross/Enduro: Jeffrey Herlings, Marvin Musquin, Ken Roczen, Tom Vialle, Jett Lawrence, Hunter Lawrence, Andrea Verona, Josep Garcia

Patricia Menolak Puas Usai Debut SEA Games Berbuah Emas

Patricia Geraldine

Sukses mempersembahkan medali emas di SEA Games 2025 Thailand tidak membuat atlet wushu Indonesia Patricia Geraldine puas diri. Usianya yang masih muda 20 tahun membuat perjalanan prestasinya cukup panjang untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Nama Patricia Geraldine tengah menjadi salah satu sorotan paling terang di dunia wushu Indonesia. Maklum saja Patricia berhasil mempersembahkan medali emas dari nomor taolu gabungan changquan/jianshu/qiangshu putri di Ratthaprasasanphakdi Government Building Complex, Bangkok, Sabtu (13/12) lalu. Tampil sebagai debutan level SEA Games, perempuan yang biasa dipanggil Patrice tersebut memperlihatkan performa konsisten dan memukau. Saat menampilkan jurus qiangshu Patrice memimpin jajaran atlet yang berlaga dengan menorehkan nilai 9,750. Patrice meningkatkan penampilannya saat peragaan jurus jianshu pada Minggu (14/12) dengan torehan poin 9,760 di pucuk perolehan angka sementara. Patrice menutup aksinya lewat catatan 9,756 poin dalam peragaan jurus changquan sekaligus mengunci medali emas SEA Games 2025 berbekal total nilai 29,266. Patrice menegaskan keunggulan atas wakil Malaysia Pang Pui Ye yang harus puas dengan medali perak usai mengemas total nilai 29,109 (9,706+9,643+9,760) dan peraih perunggu asal Singapura Le Yin Shuen (29,055). “Saya senang dan terharu bisa menyumbangkan medali emas buat kontingen Indonesia. Apalagi, ini penampilan perdana saya di multi event internasional,” kata Patrice. Ke depan, Patrice masih ingin terus meraih prestasi yang lebih baik lagi. Salah satunya diajang kejuaraan dunia atau Asian Games. “Saya ke depan akan terus berlatih lebih baik lagi agar bisa meraih prestasi di tingkat dunia,” pungkas Patrice.

Veda Kejar Status Rookie of the Years dalam Debut Moto3 2026

Red Bull MotoGP Rookies Cup

Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, membidik gelar Rookie of the Year dalam debutnya di kelas Moto3 pada musim kompetisi 2026. Rider berusia 17 tahun tersebut tampil luar biasa sepanjang musim ini dalam ajang Red Bull Rookies Cup 2025. Dia menjadi runner-up di ajang tersebut sehingga mendapat kartu ke Moto3. “Kalau target, bismillah, bisa Rookie of the Year, tetapi saya juga sekalian belajar karena tim baru, mekanik baru, semuanya baru,” kata Veda dilansir dari Antara. Untuk persiapan menghadapi ajang tersebut, Veda pun fokus terhadap beberapa latihan fisik dan adaptasi mengingat persaingan di kelas tersebut lebih ketat. Veda mengatakan bahwa kesiapan fisik dan mental harus lebih kuat ketimbang kelas sebelumnya. Ia melanjutkan bahwa latihan tersebut akan dibarengi dengan latihan di atas motor. “Skill pasti yang diutamakan dan motornya kan ini memang dirancang khusus buat balap, enggak dijual bebas, jadi ini pintar-pintarnya setting motornya juga,” kata dia. Di kelas Moto3 nanti, Veda dipastikan akan terlihat persaingan dengan sejumlah pebalap yang sebelumnya pernah berlaga bareng di Red Bull Rookies Cup, salah satunya ialah Brian Uriarte yang menjuarai kompetisi itu. Uriarte memiliki keuntungan dari pengalaman tampil di Moto3 melalui kesempatan wildcard. Selain itu, ada juga nama Hakim Danish yang sebelumnya juga pernah memiliki pengalaman tampil di Moto3.

Asian Youth Games 2025: Indonesia Kembali Tambah Emas!

Sashenka Fatimah di Podium Judo Asian Youth Games 2025

Kontingen Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Asian Youth Games 2025. Kali ini, giliran cabang olahraga judo yang menyumbangkan medali emas keempat bagi Tanah Air berkat penampilan gemilang Sashenka Fatimah di nomor -63kg putri. Pertandingan pamungkas berlangsung di Exhibition World Bahrain, pada Kamis (30/10/2025) malam WIB. Di partai final, Sashenka tampil sangat percaya diri menghadapi wakil India, Monika Khuyenthem, yang dikenal tangguh di kelasnya. Dengan teknik ciamik dan strategi matang, Sashenka Fatimah sukses menang by Ippon dan memastikan medali emas untuk Indonesia. Kemenangan ini memperkuat dominasi Sashenka di kelas -63kg sekaligus memperlihatkan kualitas judo muda Indonesia yang kian disegani di level Asia. Raihan dari cabang judo ini membuat Indonesia kini mengoleksi total empat medali emas di Asian Youth Games 2025 yang digelar di Bahrain. Capaian ini membuktikan bahwa semangat juang dan konsistensi atlet muda Indonesia terus membara demi mengibarkan Merah Putih di panggung olahraga internasional.

Kiandra Ramadhipa Juara European Talent Cup Catalunya 2025

Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, tampil luar biasa di ajang European Talent Cup (ETC) Catalunya 2025. Mengutip dari berbagai sumber, meski dijatuhi hukuman start dari posisi ke-24, Ramadhipa justru tampil menggila dan menutup balapan dengan kemenangan dramatis di garis finis. Ramadhipa mendapat penalti bersama sembilan pembalap lain karena melaju terlalu pelan saat sesi kualifikasi. Namun, hukuman itu justru menjadi pemicu semangatnya untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lintasan Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (2/11/2025). Sejak lampu start padam, Ramadhipa langsung tancap gas. Secara perlahan, pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team ini menyalip satu demi satu lawan di tengah kondisi balapan yang kacau akibat banyaknya pembalap terjatuh. Momen itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Rama untuk menembus posisi 20 besar hanya dalam beberapa putaran. Statusnya sebagai rookie terbaik Asia Talent Cup 2024 terbukti bukan tanpa alasan. Di pertengahan balapan, Ramadhipa berhasil menembus posisi delapan besar. Namun perjuangannya belum berakhir. Empat lap terakhir menjadi panggung utama bagi remaja 16 tahun itu. Dengan kecepatan dan ketenangan luar biasa, Rama merangsek ke posisi terdepan dan memimpin balapan. Persaingan sengit pun terjadi di lap terakhir ketika Carlos Cano, sang juara bertahan, mencoba merebut posisi pertama. Rama tetap tenang, membuntuti dalam jarak sangat dekat hingga akhirnya memanfaatkan teknik slipstream di trek lurus terakhir. Aksi tersebut sukses mengantarkannya melintasi garis finis lebih dulu lewat photo finish dramatis. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Ramadhipa di musim debutnya di European Talent Cup 2025.

Berakhir Sukses, DKI Jakarta Raih Gelar Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025

Tim Wushu DKI Jakarta

Kudus, 26 Oktober 2025 – Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 berakhir manis. Selama 16 hari penyelenggaraan sejak Sabtu (11/10) hingga Minggu (26/10) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, sebanyak 2.645 atlet bela diri murni yang berasal dari berbagai provinsi menunjukkan pertarungan sengit demi meraih gelar juara. Hasilnya, kontingen DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan total 99 medali yang terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, mengucap syukur atas kelancaran dan kesuksesan selama penyelenggaraan ajang multi-cabang olahraga tersebut. Ia berharap, kenangan dan kemenangan manis para atlet yang diraih di tengah arena dapat menjadi pelecut motivasi untuk berlatih lebih keras guna meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. “Selama lebih dari dua minggu, kita telah menyaksikan atlet-atlet terbaik Indonesia dari berbagai cabang olahraga bela diri unjuk kemampuan dan bertarung di level terbaik guna meraih juara. Kami berharap, tidak hanya membawa pulang medali, tapi para atlet-atlet ini juga membawa semangat membara untuk tetap mengasah kemampuan agar bisa berprestasi lebih tinggi di masa depan,” ujar Ryan. Selain itu, Ryan juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan juga masyarakat setempat yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan event ini. Ia optimistis, gelaran ajang multi-event skala nasional yang diadakan di Kudus ini, dapat menjadi pendorong terbentuknya sport tourism yang pada akhirnya membuat roda perekonomian masyarakat Kudus semakin berputar. “Selaras dengan misi Pemkab Kudus yang sedang menggiatkan sport tourism bagi kota ini, kehadiran PON Bela Diri Kudus 2025 diharapkan dapat memberi dampak positif baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan sumber daya masyarakat. Karena kami melihat selama penyelenggaraan, berbagai lini bisnis Kudus berputar cukup kuat seperti tingginya okupansi hotel, ramainya tempat wisata hingga rumah makan dan restoran yang dipadati pengunjung. Semoga segenap masyarakat Kudus dapat merasakan manfaat besar dari kegiatan ini,” Ryan menjelaskan. Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyampaikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara atas keberhasilan menggelar PON Bela Diri Kudus 2025 dengan lancar dan sukses. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kudus atas sambutan hangat yang diberikan kepada para atlet dan ofisial dari berbagai daerah di Indonesia, yang turut menciptakan suasana kompetisi penuh semangat dan persaudaraan. Marciano juga menjelaskan, PON Bela Diri Kudus merupakan ajang dua tahunan yang mendapat dukungan penuh dari Djarum Foundation. Ia berharap kolaborasi antara KONI Pusat dan Djarum Foundation dapat terus berlanjut pada penyelenggaraan PON Bela Diri pada 2027, sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong kemajuan, memperluas partisipasi, dan memperkuat ekosistem pengembangan olahraga bela diri di Tanah Air. “Di sini nanti, satu hari, Kudus menjadi rumahnya cabang olahraga bela diri Indonesia,” katanya.  Di sisi lain, Marciano menilai, Djarum Arena yang digunakan sebagai lokasi pertandingan 10 cabang olahraga bela diri selama 16 hari terakhir, sudah sangat representatif, sebagaimana juga diakui oleh sejumlah pimpinan cabang olahraga. Namun, pihaknya akan melakukan sejumlah penyesuaian di masa mendatang agar khalayak dapat lebih leluasa menyaksikan jalannya pertandingan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses yang lebih luas bagi warga Kudus dan sekitarnya untuk menonton, tetapi juga memungkinkan mereka menikmati suasana acara melalui berbagai hiburan serta ragam kuliner khas lokal yang tersedia di sekitar arena. “Tempat ini sudah representatif dan jauh lebih bagus dari perkiraan kita sebelumnya,” Marciano, menjelaskan. Adapun, Bupati Kudus Dr. Ars Sam’ani Intakoris, S T., M.T., menuturkan segenap masyarakat Kudus berterima kasih kepada KONI Pusat dan juga Djarum Foundation yang telah berkolaborasi mendukung sport tourism di Kudus melalui penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ke depannya, pintu Kota Kretek akan selalu terbuka dengan berbagai event olahraga baik skala nasional maupun internasional. “Dengan hadirnya para atlet, ofisial, serta penonton dari berbagai daerah di Kabupaten Kudus, tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Sektor UMKM, perhotelan, hingga jasa transportasi, turut merasakan manfaatnya. Ini merupakan karunia yang luar biasa. Harapannya, penyelenggaraan PON Bela Diri di Kabupaten Kudus pada 2027 dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna,” Sam’ani, menjelaskan. Sementara itu, dari arena pertandingan, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum usai “menyalip di tikungan terakhir” dan menggeser Jawa Barat yang sebelumnya dijagokan keluar sebagai kampiun. Pada tahap ketiga penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Jumat (24/10), yang mempertandingkan ju-jitsu, karate, dan wushu, kontingen ibu kota tampil impresif dengan menambah koleksi medali secara signifikan. Mereka akhirnya menegaskan dominasi pada ajang multi-event bela diri murni tersebut. “Memang cabor-cabor (cabang olahraga) yang di pekan terakhir PON Bela Diri Kudus 2025 ini adalah cabor-cabor unggulan DKI Jakarta,” ujar Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Fatchul Anas. Skuad DKI Jakarta datang ke Kudus berkekuatan 138 atlet dan 45 ofisial. Setelah hanya finis di peringkat kedua pada PON Aceh-Sumut 2024, KONI DKI Jakarta langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga dan menyiapkan program latihan intensif selama satu tahun. Hasil pembenahan itu kini mulai terlihat, seiring keputusan digelarnya PON Bela Diri Kudus 2025, yang menjadi ajang pembuktian bagi para atlet DKI Jakarta. “Kami memang sudah mencanangkan untuk menjadi juara umum di PON Bela Diri Kudus 2025 ini. Selain itu ajang ini menjadi tolok ukur atas hasil latihan tim DKI Jakarta selama setahun terakhir,” Anas, menjelaskan. Lebih lanjut Anas menjelaskan, pada ajang PON Bela Diri 2025, tim DKI Jakarta menurunkan kombinasi atlet lapis pertama dan kedua. Namun, sejumlah atlet andalan yang tergabung dalam tim nasional tidak diturunkan karena tengah dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games 2025 Bangkok. Meski demikian, seluruh cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan pada PON Bela Diri Kudus 2025, sangat membutuhkan peningkatan jam terbang dan frekuensi kompetisi yang lebih rutin. Ia menilai, kehadiran ajang ini menjadi sarana penting bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding, serta meningkatkan mental dan konsistensi performa di level yang lebih tinggi. Di sisi lain, catatan gemilang juga lahir di cabang olahraga wushu yang menjadi satu-satunya cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Olahraga bela diri tradisional yang berasal dari China ini menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur (Jatim). Muhammad Daffa “Golden Boy” Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, duo-atlet wushu andalan … Read more

Ketua KONI Pusat: Dukungan Warga Kudus Bikin PON Bela Diri Berjalan Lancar

PON Bela Diri Kudus 2025

KUDUS – Di tengah penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman kembali menyambangi dan meninjau pelaksanaan multi-event tersebut di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, pada Selasa (21/10) siang. Sejauh ini, Marciano mengapresiasi positif pelaksanaan perdana PON Bela Diri di Kudus yang telah dimulai sejak Sabtu (11/10) dan direncanakan akan tuntas pada Minggu (26/11) mendatang. Ia mengatakan seluruh rangkaian pertandingan hingga saat ini berjalan dengan lancar berkat dukungan dan antusiasme yang sangat besar dari segenap masyarakat Kudus. Marciano juga menyebut kolaborasi bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation menjadi fondasi yang kuat dibalik kesuksesan penyelenggaraan multi-event perdana bagi cabor bela diri tersebut. “Dukungan masyarakat Kudus itu luar biasa! Kita bisa lihat sejak saat seremoni pembukaan, ada kirab menuju ke Alun-alun Kota Kudus yang langsung dipimpin oleh Bapak Bupati. Respon dari seluruh masyarakat Kudus luar biasa,” ujarnya kepada wartawan di Media Center PON Bela Diri Kudus 2025, Selasa (21/10). Kehangatan warga Kudus, lanjutnya, membuat para atlet dari berbagai provinsi di Tanah Air merasa diterima dan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain berkompetisi, para atlet juga berkesempatan menikmati keindahan Kota Kudus, mencicipi kuliner khas seperti soto Kudus, hingga berwisata religi. Pada kesempatan tersebut Marciano juga menegaskan, KONI berencana untuk terus melanjutkan penyelenggaraan PON Bela Diri pada tahun-tahun mendatang. Penyelenggaraan perdana ajang ini di Kudus, diharapkan menjadi momentum penting untuk terus memperkuat kolaborasi KONI dan pihak swasta dalam pembinaan prestasi atlet bela diri nasional. “Insya Allah PON Bela Diri akan kita gelar dua tahun sekali dan wujudnya adalah kolaborasi dengan Djarum Foundation,” sebutnya. Dia menambahkan, KONI Pusat juga berencana melakukan evaluasi untuk menyusun formula yang lebih baik ke depan. Ajang multi-event ini diharapkan dapat menjadi bagian dari agenda kejuaraan nasional cabang olahraga bela diri, sekaligus berpotensi dijadikan babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Langkah ini dinilai penting untuk memperbanyak event kompetitif yang mendorong peningkatan prestasi atlet. “Dengan semakin banyaknya event seperti ini, saya rasa levelnya nanti tidak 30 persen dari cabang olahraga bela diri sebagai penyumbang medali di SEA Games, tetapi mungkin bisa ke Asian Games dan satu hari nanti kita juga ingin melihat ada atlet-atlet Indonesia dari cabang olahraga bela diri yang juga lolos kualifikasi Olimpiade, dan menjadi kebanggaan kita karena prestasinya di pesta olahraga dunia itu,” Marciano menjelaskan.  Sebanyak tujuh dari total sepuluh cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di PON Bela Diri Kudus 2025 telah rampung digelar. Tahap pertama berlangsung pada Minggu (12/10) hingga Kamis (16/10), dengan mempertandingkan empat cabor, yaitu gulat, judo, tarung derajat, dan taekwondo. Kemudian tahap kedua digelar pada Jumat (17/10) hingga Selasa (21/10), mempertandingkan tiga cabor yaitu pencak silat, sambo, dan shorinji kempo.  Kini PON Bela Diri Kudus 2025 menyisakan tiga cabor lagi, yaitu ju-jitsu, karate, serta wushu, yang dipertandingkan mulai Kamis (23/10) hingga berakhir pada Minggu (26/10). Marciano berharap penyelenggaraan tiga cabor terakhir dapat berlangsung sukses sebagai penutup rangkaian PON Bela Diri Kudus 2025.  Pencak Silat  Pada Selasa (21/10), cabor pencak silat memasuki partai puncak dengan mempertandingkan 15 laga dari berbagai kelas. Salah satu sorotan datang dari Fitri Mawarni, wakil tunggal Kalimantan Timur yang sukses mempersembahkan medali emas pencak silat bagi kontingennya. Fitri tampil impresif di nomor tanding B putri dengan mengalahkan Shelena Cantika Ridwan dari DKI Jakarta. Atlet muda yang masih menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur itu mengaku sempat diliputi rasa gugup sebelum memasuki arena pertandingan, mengingat ia dan lawannya belum pernah bertemu sebelumnya. Namun, persiapan matang dan latihan intensif yang dijalani sejak akhir 2024 menjadi modal berharga untuk mengatasi ketegangan dan akhirnya meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 34-14. “Alhamdulillah dikasih ketenangan dan kemenangan sama Allah. Kemenangan ini untuk orang tua, keluarga, pelatih, serta teman-teman satu kontingen dari Kaltim,” ungkap Fitri. Jawa Tengah menempati posisi teratas dalam daftar tabel medali pencak silat dengan total tujuh medali yang terdiri atas enam medali emas serta satu perunggu. Peringkat kedua ditempati DKI Jakarta dengan delapan medali (tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu), lalu Lampung melengkapi tiga teratas dengan catatan lima medali (dua emas, dua perak, dan satu perunggu). Shorinji Kempo Atlet shorinji kempo asal Papua Barat Kelvin Saweri sukses menutup perjalanan gemilangnya di PON Bela Diri Kudus 2025 dengan medali emas di nomor randori perorangan kelas 75 kg putra. Pada awalnya ia sempat diliputi kecemasan jelang bertanding. Atmosfer pertandingan dengan hadirnya atlet-atlet terbaik dari seantero negeri membuatnya tertekan. “Tapi senang sekali karena semua hasil latihan keras ini terbayar lunas. Usaha yang saya perjuangkan tidak sia-sia. Meski banyak tantangan, saya percaya Tuhan yang menjadi panutan, menempa saya hingga bisa meraih emas,” jelas Kelvin. Di babak final, Kelvin menghadapi atlet Nusa Tenggara Timur, Donatus Fios. Berbekal kepercayaan diri dan penguasaan teknik yang solid, Kelvin mampu mengatasi tekanan dan menutup laga dengan kemenangan. Ia pun bertekad menjadi teladan bagi adik-adiknya, sembari menyampaikan terima kasih kepada pelatih yang telah membimbing dan menempanya hingga mencapai prestasi tersebut. “Lawan saya cukup bagus dan keras. Tapi di atas matras, semua kembali ke penguasaan teknik. Siapa yang lebih tenang, dia yang jadi pemenang,” katanya. DKI Jakarta keluar sebagai juara umum cabor shorinji kempo dengan raihan 11 medali (7 emas, 2 perak, 2 perunggu). Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan lima medali (3 emas dan 2 perak), disusul Maluku di peringkat ketiga dengan empat medali (3 emas dan 1 perunggu). Nusa Tenggara Timur menempati posisi keempat dengan torehan 12 medali (2 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), sementara Kalimantan Timur melengkapi lima besar melalui koleksi 10 medali (2 emas, 3 perak, 5 perunggu). Jateng Kuasai Sambo dan Pencak Silat Jawa Tengah menegaskan dominasinya di cabor sambo dengan torehan lima medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu, sekaligus menambah daftar panjang prestasi mereka pada PON Bela Diri 2025. Peringkat kedua pada cabor ini ditempati oleh Kalimantan Timur (4 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), lalu DKI Jakarta di peringkat ketiga (4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu). Target Jateng berhasil tercapai pada ajang multi-event ini, meski kehilangan peluang medali emas di kelas -88 kg putra. Technical Delegate Sambo, Budi Setianto menilai, pelaksanaan pertandingan berjalan dengan baik dan lancar hingga hari terakhir. Ia memuji sinergi kuat antara panitia … Read more

Jatim Unggul di Gulat, Jakarta Berjaya di Judo, Jabar Mendominasi Taekwondo

Credit photo: PON Bela Diri 2025

KUDUS – Cabang olahraga (cabor) gulat dan judo telah merampungkan rangkaian pertandingan di PON Bela Diri Kudus 2025 pada Rabu (15/10), di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Kontingen Jawa Timur (Jatim) menempati peringkat teratas dalam perolehan medali pada cabang olahraga gulat dengan 10 medali, yang terdiri atas enam medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu. Sementara, peringkat kedua ditempati oleh Kalimantan Timur dengan perolehan akhir medali sebanyak 15 medali (5 emas, 3 perak, 7 perunggu). Adapun, Jawa Barat melengkapi tiga besar perolehan medali teratas dengan torehan sembilan medali (3 emas, 2 perak, 4 perunggu). Salah satu keping emas yang menjadi koleksi kontingen gulat Jatim diraih oleh Varadisa Septi Putri melalui nomor gaya bebas putri -76kg. Di partai puncak, alumnus Universitas Merdeka Malang itu mengalahkan Agata Clara Garcia Br Tarigan dari Sumatera Utara. Varadisa tampil dominan menang dengan skor 6-5. Perjalanan Varadisa di dunia gulat bukan berasal dari garis keturunan atlet, melainkan tumbuh dari rasa penasaran yang muncul sejak masa kecilnya. “Dulu pertama kali itu diajak kakak waktu SD,” tutur pegulat kelahiran 1 September 2002 itu. Meski bukan berasal dari keluarga olahragawan, dukungan dari sang kakak menjadi batu sendi semangatnya. “Orang tua enggak ada yang gulat, cuma aku sama kakak saja,” ujarnya. Ajakan sederhana itulah yang menjadi mula ketertarikannya pada gulat. Sejak itu, ia mulai rutin berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan lokal di Malang dan Jawa Timur. Kemampuannya terus berkembang, hingga akhirnya dipercaya memperkuat tim Jatim di berbagai turnamen dan ajang multi-cabang tingkat nasional. Performa impresifnya kemudian mengantarkan Varadisa menjadi wakil “Merah Putih” di gelanggang internasional, seperti SEA Games Kamboja 2023 dan Korea Open International Wrestling Tournament 2024. Deretan prestasi tersebut menjadi bukti nyata dari kerja keras dan kecintaannya terhadap dunia gulat. “Sepertinya memang sudah passion-nya di sini, ya,” katanya. Pada cabang olahraga judo, dominasi DKI Jakarta tak terbendung dengan torehan 15 medali, yang terdiri atas tujuh medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu. Melengkapi tiga teratas peraih medali pada cabang olahraga judo adalah Jawa Barat dengan 16 medali (5 emas, 4 perak, 7 perunggu), lalu Bali dengan 11 medali (3 emas, 3 perak, 5 perunggu). Salah satu judoka yang mencuri perhatian khalayak pada PON Bela Diri Kudus 2025 ini adalah I Gede Agastya Darma asal Bali. Ia sempat absen cukup lama lantaran cedera lutut kanan sejak September 2024, tetapi pria yang akrab disapa Agas ini tidak pernah hilang dari daftar atlet judo andalan asal Pulau Dewata tersebut. Pada PON Bela Diri di Kudus ini, Agas –yang turun di nomor +100 kg– jadi momentum kebangkitannya dengan berhasil meraih medali emas berkat kemenangan atas judoka DKI Jakarta, Ardo Bambasta. Agas tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya, meski ia mengaku sempat diliputi ketegangan ketika hendak turun ke matras di partai final. Ketegangan itu muncul lantaran Agas baru saja pulih dari cedera, sehingga atlet asal Karangasem berusaha tampil hati-hati sekaligus memberikan performa terbaiknya. “Yang pasti saya bangga. Setelah cedera cukup lama, bisa kembali bertanding dan langsung dapat emas rasanya luar biasa,” tambah peraih medali perunggu pada cabang olahraga judo di nomor beregu campuran pada SEA Games Kamboja 2023 tersebut. Bagi Agas, medali emas PON Bela Diri Kudus 2025 bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi juga menjadi pembuktian bahwa dirinya masih layak bersaing di level tertinggi judo nasional. “Emas ini berarti saya masih ada, masih bisa bertarung, dan saya akan terus berlatih untuk hasil yang lebih baik lagi,” jelas Agas, yang melalui kemenangannya sekaligus menambah koleksi medali bagi kontingen judo Bali, setelah torehan emas dari I Made Sastra Dharma (-90 kg putra) dan Gede Ganding Kalbu (-100 kg putra). Sementara, sehari sebelumnya pada Selasa (14/10), rangkaian pertandingan cabor taekwondo telah lebih dulu rampung. Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum taekwondo dengan raihan total 14 medali, yang terdiri atas; 10 emas dan 4 perunggu. Jawa Tengah, yang mengoleksi total 19 medali (4 emas, 6 perak, dan 9 perunggu), menempati peringkat kedua, lalu peringkat ketiga ditempati oleh DKI Jakarta dengan raihan 11 medali, (3 emas, 4 perak, dan 4 perunggu). Adapun, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Banten masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima dalam klasemen akhir perolehan medali cabang olahraga taekwondo. Komitmen Djarum Foundation Perkuat Ekosistem Kompetisi Olahraga Sementara, dalam dua hari terakhir, Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, turut menyambangi Djarum Arena di Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, untuk memantau langsung jalannya penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Didampingi jajaran KONI Pusat serta para pengurus organisasi olahraga dari berbagai provinsi, Victor meninjau dan menonton jalannya persaingan di empat cabang olahraga yang dipertandingkan di empat GOR tersebut. Kepada awak media, Victor menyatakan dukungannya terhadap penguatan ekosistem kompetisi olahraga di Indonesia. Ia mengatakan Djarum Foundation terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai organisasi olahraga untuk menggelar kejuaraan di Kudus. Jika waktu dan kesiapan fasilitas dinilai memadai, kolaborasi tersebut diharapkan dapat terwujud. Djarum Foundation juga memiliki komitmen kuat untuk menjadikan Kudus sebagai destinasi sport tourism yang semarak, sekaligus menarik lebih banyak masyarakat untuk datang yang akan berdampak positif terhadap roda perekonomian daerah. Dalam cabang olahraga bela diri, lanjut Victor, Djarum Foundation memang memiliki iktikad untuk menggiatkan berbagai ajang olahraga, baik itu single-event maupun multi-event, khususnya pada cabang-cabang yang sudah memiliki kesiapan matang. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pembinaan atlet sekaligus memperkuat ekosistem kompetisi di tingkat nasional. “Semoga bangsa Indonesia semakin giat dalam membina kemampuan bela diri, karena hal ini juga merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas jiwa dan raga bangsa,” Victor berpesan. PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi bersama KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus. Serta didukung penuh oleh Blibli, Caffino, 5 Days Croissant, Hydroplus, Kopi Tubruk Gadjah, Polytron, tiket.com, MIND ID, VIT air mineral, dan media partner Kumparan.com. Seluruh pertandingan di PON Bela Diri Kudus 2025 akan disiarkan melalui giant screen di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, serta live streaming di akun YouTube PONBelaDiri dan siaran langsung di TVRI.

Manfaatkan PON Bela Diri Kudus 2025 untuk Lahirkan Atlet Berprestasi

PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi bersama KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus.

KUDUS – Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyoroti besarnya kontribusi cabang olahraga bela diri terhadap prestasi Indonesia di ajang internasional multi-cabang SEA Games. Ia pun mengajak mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan momentum PON Bela Diri Kudus 2025 sebaik mungkin, guna memperkuat pembinaan dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi. “Sebanyak 30 persen medali yang diraih Indonesia berasal dari cabang olahraga bela diri. Oleh karenanya, saya berharap mari kita manfaatkan PON Bela Diri Kudus 2025 dengan sebaik-baiknya,” kata Marciano dalam kata sambutannya di Djarum Arena Kaliputu, Sabtu (11/10) siang. Ia juga mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Djarum Foundation atas dukungan yang memungkinkan PON Bela Diri Kudus 2025 terlaksana dengan baik. Pada kesempatan yang sama, Marciano juga menyampaikan rasa hormat kepada Bupati Kudus Sam’ani Intakoris serta apresiasi terhadap masyarakat Kudus yang menunjukkan antusiasme dan dukungan atas penyelenggaraan pesta olahraga di Kota Kretek ini. “Sekitar 2.500 lebih atlet serta jumlah ofisial sekitar 1.000. Jadi pada saat ini, Bupati Kudus punya tamu sekitar 3.500 orang yang mengisi penuh hotel-hotel yang ada di Kudus ini. Kemudian juga mereka memanfaatkan semua objek-objek wisata dan juga mereka mengisi tempat-tempat untuk para atlet ini berlatih,” kata Marciano. Ia juga mengapresiasi para pimpinan cabang olahraga dan Ketua KONI dari berbagai provinsi, yang telah berperan aktif dengan mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk berpartisipasi dalam PON Bela Diri Kudus 2025. Marciano tidak pernah membayangkan, akhirnya dapat hadir bersama para atlet dan pelaku olahraga bela diri Tanah Air dalam acara pembukaan pesta olahraga bela diri yang bersejarah ini. “Dinamika menjelang penyelenggaraan event ini luar biasa. Naik turunnya, belum lagi kondisi di daerah masing-masing. Kemudian juga tantangan bagi setiap cabang olahraga yang bertanding pada PON Bela Diri Kudus 2025 ini dalam mempersiapkan atlet-atletnya,” tuturnya. “Tetapi, Alhamdulillah, saudara-saudara semua adalah bagian dari patriot-patriot olahraga. Sehingga kendala yang kita hadapi dapat kita atasi dan kita dapat hadir di Kudus ini, untuk penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Terima kasih atas dukungan saudara-saudara sekalian, kembali saya harapkan agar para pimpinan cabang olahraga juga memanfaatkan event ini untuk melakukan pengamatan kepada atlet-atlet hasil binaan, untuk kelak bisa mewakili Indonesia pada event-event internasional,” demikian Marciano.  Sementara, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris tak dapat menyembunyikan rasa bangganya melihat sambutan luar biasa masyarakat terhadap penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ia menyaksikan langsung gelombang antusiasme warga yang memadati berbagai ruas jalan saat mengikuti defile bersama para atlet, dari Djarum Arena Kaliputu hingga Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. “Tadi kita bersama-sama jalan kaki, kita semua melihat secara langsung antusias masyarakat menyambut para tamu yang datang ke Kabupaten Kudus,” tuturnya,  Kehadiran PON Bela Diri Kudus 2025, lanjut Sam’ani, berdampak pada ekonomi masyarakat di Kabupaten Kudus. Berbagai sektor usaha, khususnya di sektor UMKM, mendapatkan manfaat dari ajang multi-cabang yang berlangsung pada 12-26 Oktober ini. “Masyarakat sangat senang dengan kehadiran dan terselenggaranya Bela Diri  Kudus 2025 ini. Mewakili masyarakat Kudus, saya menyampaikan selamat bertanding kepada para atlet. Jaga sportivitas, dan juara untuk PON Bela Diri Kudus 2025,” pungkasnya. PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi bersama KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus. Serta didukung penuh oleh Blibli, Caffino, 5 Days Croissant, Hydroplus, Kopi Tubruk Gadjah, Polytron, tiket.com, MIND ID, VIT air mineral, dan media partner Kumparan.com. Seluruh pertandingan di PON Bela Diri Kudus 2025 akan disiarkan melalui giant screen di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, serta live streaming di akun YouTube PONBelaDiri dan siaran langsung di TVRI.

Pesta Pembukaan PON Bela Diri Kudus 2025 Tampilkan Kekayaan Budaya, Meriah, dan Spektakuler!

Djarum Arena Kaliputu, Kudus, menjadi pusat pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025, 12–26 Oktober.

KUDUS – Tonggak sejarah baru terukir di Kota Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu, 11 Oktober 2025, dengan dimulainya Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 untuk kali pertama. Seremoni pembukaan pesta olahraga yang mempertandingkan sepuluh cabang bela diri murni ini berlangsung di dua lokasi di Kota Kudus, yaitu Djarum Arena Kaliputu dan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Rangkaian PON Bela Diri Kudus 2025 diawali upacara pembukaan yang dihadiri oleh Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Deputi II Kemenpora Bidang Pengembangan Industri Olahraga Raden Isnanta.  Seremoni pembukaan yang khidmat di Djarum Arena kemudian menjadi megah dan meriah melalui pertunjukan silat memukau dari Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Dua pesilat internasional yang juga dikenal berkiprah di industri film Hollywood itu, menampilkan perpaduan antara keindahan gerak, ketangkasan, serta filosofi mendalam dari seni bela diri silat, yang memukau penonton di arena. Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025 Ryan Gozali menyambut dan memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh kontingen yang mencapai sekitar 2.645 atlet. Mereka yang datang ke Kota Kudus dari berbagai kota di Tanah Air mewakili 38 KONI Provinsi tersebut, bertanding memperebutkan predikat juara dan medali dalam sepuluh cabang olahraga (cabor) bela diri murni yang dipertandingkan, yaitu Karate, Tarung Derajat, Ju-Jitsu, Pencak Silat, Taekwondo, Gulat, Judo, Sambo, Wushu, dan Shorinji Kempo. “Sebagai tuan rumah PON Bela Diri yang perdana dan bersejarah, kami merancang pesta pembukaan ini dengan berbagai konsep dan pertunjukan istimewa. Tujuannya bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi penonton, tetapi juga menjadi sumber motivasi dan pemantik semangat bagi para atlet untuk menampilkan performa terbaik mereka di arena PON Bela Diri Kudus 2025,” jelas Ryan di Djarum Arena, Sabtu (11/10) siang. Seusai pembukaan resmi, dilanjutkan dengan defile perwakilan atlet dari setiap cabor, yang berjalan kaki dari Djarum Arena menuju Alun-alun Simpang Tujuh. Setibanya di alun-alun, para atlet langsung disambut dengan Tari Kretek, tarian tradisional asal Kabupaten Kudus yang melibatkan ratusan penari perempuan. Setelah itu, suguhan aksi bela diri, yang menjadi salah satu pertunjukan yang dinanti-nanti masyarakat Kota Kudus, turut dihadirkan dalam rangkaian seremoni pembukaan ajang multi-event ini. Ribuan warga Kudus dengan antusias memadati pusat kota untuk menyaksikan rangkaian hiburan dan pertunjukan bela diri yang memukau. Suasana semakin semarak dengan pertunjukan kembang api, sementara lantunan pertunjukan musik menggema di Alun-alun Simpang Tujuh, menutup rangkaian pembukaan PON Bela Diri Kudus 2025 dengan penuh kemeriahan. Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyatakan, penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 memiliki sejumlah tujuan strategis, satu di antaranya adalah sebagai wadah kompetisi bagi cabor bela diri non-Olimpiade yang tidak lagi dipertandingkan pada PON reguler mulai 2028. Selain itu, ajang dua tahunan ini dirancang untuk menjaga kontinuitas kompetisi para atlet bela diri di Tanah Air. Lebih dari sekadar olahraga, PON Bela Diri Kudus juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan sports tourism, dengan memadukan semangat olahraga bersama kekayaan budaya dan tradisi lokal. “Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menyukseskan PON Bela Diri perdana ini, baik dari unsur pemerintah hingga swasta dan sponsor,” katanya. “Dengan semangat sportivitas, profesionalisme, dan kebersamaan, kami berharap PON Bela Diri Kudus 2025 tidak hanya melahirkan juara-juara baru, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga bela diri di Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kehadiran ajang multi-event nasional ini juga kami harapkan dapat memberikan efek domino bagi promosi daerah sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar,” Marciano, menambahkan. Djarum Arena Kaliputu, Kudus, menjadi pusat pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025, 12–26 Oktober. Kompleks pertandingan ini dibagi menjadi empat area, dengan Djarum Arena 1 dan Djarum Arena 4 difungsikan sebagai tempat pemanasan dan latihan para atlet. Sementara itu, Djarum Arena 2 dan Djarum Arena 3 menjadi lokasi utama pertandingan, yang dibuka dengan cabor Taekwondo dan Judo, Minggu (12/10), dan dilanjutkan dengan Gulat pada Senin (13/10).

Gwen Borong 3 Emas di The 1st ASEAN-China Women’s Wushu Championship 2025:

Christina Maria Gweneth Samudi

Atlet wushu putri Indonesia, Christina Maria Gweneth Samudi sukses meraih 3 medali emas pada The1st ASEAN-China Women’s Wushu Championship 2025 yang berlangsung di Royale Chulan Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, 21-26 September 2025. Gwen yang merupakan atlet asal Sumatera Utara (Sumut) ini meraih medali emas dari nomor Nangun, Nandao, dan Nanquan kategori junior. Dengan hasil ini, Gwen juga meraih gelar atlet terbaik di kategori junior sedangkan Tan Cheong Min dari Malaysia yang mengoleksi 2 emas dan 1 perak menjadi atlet terbaik di kategori senior. “Saya senang bisa meraih 3 medali emas dan menjadi atlet terbaik,” kata Gwen, panggilan karibnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (25/6/2025). Pelatih Heriyanto memberikan apresiasi kepad Gwen mengingat lawan-lawan yang dihadapi merupakan atlet-atlet terbaik dari negara-negara Asia Tenggara. “Persaingan di kejuaraan ini cukup ketat. Terutama di nomor senior, dimana atlet dari Malaysia dan Singapura yang baru saja tampil di Kejuaraan Dunia Wushu di Brasil bulan Agustus-September lalu,” katanya. Kesuksesan ini, kata Heriyanto, menjadi modal Gwen buat tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) yang akan berlangsung di Jakarta, November mendatang. “Gwen memang perlu pengalaman bertanding internasional. Jadi, kita bisa melakukan evaluasi terhadap penampilannya agar bisa menyumbangkan medali emas bagi Sumut pada POPNAS nanti,” jelas Heriyanto

Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 Digelar

Asian Cadets and Junior Judo Championships 2025

Sejumlah atlet judo beradu kekuatan pada kejuaraan Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (11/9). Kejuaraan ini mempertemukan atlet-atlet usia muda dari kategori cadet (15-17 tahun) dan junior (18-20 tahun), yang diikuti oleh 394 judoka dari 22 negara. Kompetisi ini mempertandingkan 30 kelas berat mulai dari -40 kg hingga +100 kg yang berlangsung hingga 15 September 2025. Selama empat hari ke depan, kejuaraan ini akan mempertandingkan berbagai nomor dalam kategori cadets dan junior, dengan harapan melahirkan bibit-bibit judoka Asia yang tangguh, disiplin, dan berprestasi. Kejuaraan ini dibuka langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang juga menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Judo Seluruh Indonesia (PBJSI) dan Presiden Judo Asia. Pada laga perdana sejumlah atlet langsung menunjukan tajinya dihadapan para penonton yang hadir, mulai dari pejudo Uzbekistan, Mongolia, India, dan Indonesia. Sementara itu, Indonesia menurunkan 11 judoka yang akan bertanding di hari kedua Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat, setelah baru meraih satu perunggu di penyelenggaraan hari pertama kemarin.

IFSC Youth Championships 2025: Emas Pertama Untuk Indonesia!

Podium Speed Putra U17 IFSC Youth Asian Championship Guiyang 2025

Atlet panjat tebing muda Indonesia, Haddan Malik Baqmuhyibar meraih medali emas nomor speed putra U17 dalam IFSC Youth Asian Championship Guiyang 2025 di China, Sabtu. Haddan mengungguli atelt tuan rumah, Zhao Yicheng, dalam final. Atlet berusia 16 tahun asal Jakarta itu mendapatkan wildcard setelah Zhang mengalami false start. Atlet panjat tebing Jepang, Sota Saito, kebagian medali perunggu dengan catatan waktu 5,41 detik, demikian hasil perlombaan yang dicatat federasi panjat tebing dunia IFSC Climbing. Tim panjat tebing muda Indonesia juga meraih dua medali perunggu, masing-masing dipersembahkan oleh Naura Jasmine Rayya dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Naura menyumbangkan perunggu dari nomor speed putri U17 setelah mencatatkan waktu tercepat dari wakil Korea Selatan Ham Juyeon. Atlet DKI Jakarta itu mencatatkan waktu 8,96 detik, sementara lawannya 9,08 detik. Untuk medali emas dan perak speed putri U17 diraih China lewat Chunyouxuan Wang dengan 7,25 detik lebih cepat dari atlet Jepang, Natsumi Hara yang mencatat waktu 8,35 detik. Satu medali perunggu lainnya untuk Indonesia dipersembahkan oleh Antasyafi Robby Al Hilmi yang turun dalam speed putra U-19. Pada laga small final, Robby mencatatkan waktu 5,31 detik mengungguli wakil Khazakhstan Damir Toktarov yang menorehkan waktu 7,00 detik. Medali emas dan perak speed putra U19 disabet atlet Korea Selatan, Sangwon Choi, dengan wildcard setelah atlet Jepang, Haku Oishi mengalami false start. Untuk kejuaraan ini Indonesia mengirimkan 15 atlet di berbagai nomor.

Indonesia Team Girls U15 Raih Medali Perunggu Pony Girls U15 World Series Baseball Championship 2025

Tim wanita baseball Indonesia baru saja menempatkan posisi ke-3 pada pertandingan Pony Girls U15 World Series Baseball Championship 2025. Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah Pony Girls U15 World Series Baseball Championship pada tanggal 12-17 Agustus 2025. Kemenangan Indonesia melawan 2 Tim dari Jepang (U15 dan U13) dan tim dari USA. Score yang sempat tertinggal tidak meruntuhkan semangat tim Indonesia untuk mengejar ketinggalan dengan kemenangan 4-3 saat melawan Jepang-13. Hasil ini memenangkan Indonesia meraih medali perunggu sebagai tuan rumah.

Indonesia Bangga! Tim Wushu Junior Bawa Pulang 12 Emas dan 30 Medali

Wushu Junior Asia 2025

Tim Wushu Junior Indonesia menorehkan prestasi gemilang dengan meraih total 30 medali, terdiri atas 12 emas, 6 perak, dan 12 perunggu dalam ajang Kejuaraan Wushu Junior Asia 2025 yang digelar di Jianjian, China, pada 22–30 Juli. Hasil tersebut menempatkan Indonesia di posisi ketiga klasemen akhir, di bawah China dan Hong Kong. China keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan 17 medali emas dan 2 perunggu, sementara Hong Kong berada di peringkat kedua dengan 14 emas, 4 perak, dan 23 perunggu. Keberhasilan tim nasional Indonesia dinilai sebagai buah dari penerapan program pembinaan atlet muda secara berjenjang dan berkesinambungan. “Ini prestasi yang luar biasa. Semua ini bisa dicapai berkat komitmen dan dukungan dari pengurus dewan kehormatan dan pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, untuk menjalankan program pembinaan. Kita sudah memiliki atlet-atlet muda yang diharapkan bisa menggantikan posisi seniornya kelak,” ujar Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Kompol (Purn) Setyo Wasisto, dalam keterangan persnya. Senada dengan itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Khusus Taolu PB WI, Herman Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada orang tua atlet yang telah memberikan dukungan penuh terhadap anak-anak mereka dalam berlatih. “Ini adalah kejuaraan tingkat Asia untuk kelas junior. Indonesia mendapatkan 12 emas, 6 perak dan 7 perunggu dari nomor Taolu. Sedangkan nomor sanda mendapatkan 5 perunggu,” jelas Herman, yang juga pemilik Sasana Rajawali Sakti Jakarta. Ia menambahkan bahwa kontribusi orang tua dan tim pelatih menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan atlet. “Peran orang tua, pelatih dan timnya itu sangat besar,” tegasnya. Berikut daftar peraih medali dari Indonesia: Junior A Mikhael Nugroho Wibisono (1 emas, 1 perak) Thalia Marvelina Tanzil (2 emas, 1 perak) Vini Nur Azizah (1 emas, 1 perunggu) Junior B Richard Dean Kurnia (2 perunggu) Aaron Hanjaya Tios (1 emas, 1 perunggu) Clara Abigail (1 perak) Majidah Tangguh (1 perak, 1 perunggu) Junior C Zivan Abimanyu Ravendria (2 perak, 1 perunggu) Gavriel Bryan Wijaya (2 emas) Jenny Ngaserin (2 emas) Breene Jeffelin Susanto (3 emas) Sanda Junior Elang Wijaya Panjaitan (1 perunggu – 42kg) Elvina Marwa Joanda (1 perunggu – 52kg) Sania Silma Farida (1 perunggu – 56kg) Sanda Youth Kiemas Sakti Negara (1 perunggu – 52kg) Maulana Saddam Ra’uf (1 perunggu – 65kg). Sumber: Detik

Petinju Muda Asal Buleleng Juara WBC Asia Youth

I Ketut Surya Dharma Adnyana

Petinju muda asal Busungbiu, Buleleng mengharumkan nama Bali di kancah internasional. I Ketut Surya Dharma Adnyana, meraih gelar WBC Asia Youth Super Flyweight Champion setelah mengalahkan petinji dari Thailand. Atas prestasi yang diraih itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, Selasa (22/7/2025) menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap Surya Dharma Adnyana dan memberikan komitmen dukungan penuh terhadap kelanjutan pendidikan Surya Dharma. “Nanti saya support, termasuk pendidikan jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Kita akan bantu beasiswa,” ujar Gubernur Koster saat audiensi di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar. Petinju muda yang akrab disapa “The Pretty Boy” ini sukses mencetak sejarah sebagai satu-satunya orang Bali yang pernah meraih gelar juara WBC Asia Youth. Ia meraih kemenangan spektakuler melalui TKO di ronde pertama saat menghadapi petinju asal Thailand, Puriwat Taosuwat, dalam ajang Byon Combat 5yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1 Juli 2025. Surya Dharma merupakan putra daerah asal Desa Busungbiu, Buleleng, dan merupakan lulusan SMA Negeri 1 Denpasar. Ia mulai menekuni dunia tinju secara serius sejak dua tahun lalu. Meski baru terjun ke dunia profesional, rekornya impresif, belum pernah mengalami kekalahan. Di dunia amatir, ia mencatatkan 10 kali pertandingan dengan hanya sekali kalah, sebelum naik ke level profesional dan menunjukkan ketangguhannya di atas ring. Kisah perjuangan dan keberhasilan Surya Dharma di usia muda ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Bali. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi tinggi, anak-anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional.

PERCASI Kirim 13 Atlet Junior ke Kejuaraan Eastern Asia Youth Chess Championship 2025

Eastern Asia Chess Championship 2025

Ketua Komisi I DPR RI yang juga Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto, mengirim 13 atlet junior mengikuti kejuaraan Eastern Asia Youth Chess Championship 2025 di Zhuhai, China pada 20-30 Juli mendatang. Para atlet yang diterjunkan tersebut merupakan peraih juara di Kejurnas Catur Junior 2024. Pengiriman ini menjadi bukti bahwa PB Percasi selalu berkomitmen memberikan wadah bagi pecatur berprestasi untuk berlaga di event yang skalanya lebih tinggi. Sebelum berangkat ke China, tim catur junior Indonesia tersebut dilepas langsung oleh Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto di Checkmate, SCUA Bekasi, Selasa (15/7). Utut Adianto berharap para atlet Indonesia mendapatkan hasil bagus di kejuaraan nanti. Pihaknya juga mengimbau agar semua atlet membawa papan catur untuk dipakai berlatih selama di Tiongkok. “Ini kan perjalanan. Olahragawan itu perjalanan hidup. Didesain baik belum tentu jadi, kalau gak didesain pasti gak jadi. Kita beri kesempatan, beri pelatihan, hasilnya kita serahkan ke perjalanan hidup masing-masing,” kata Utut Adianto. Di sisi lain, PB Percasi meminta kepada para orangtua atlet untuk mempercayakan putra-putrinya kepada ofisial tim. Utut ingin pecatur fokus menatap setiap pertandingan dan tak mendapat banyak chat dari orangtua. “Biarlah dipimpin Ibu Lisa (Lumondong). Gak perlu banyak WA semangaaatt, makin lemes dia. Itu pressure orangtua. Sekali lagi, beri kepercayaan Bu Lisa. Kalau kita kirim siapa yang pengin juara, kita semua pengin juara. Di sana lawan batu (pecatur berkualitas), apakah kalah? enggak kalah. Pecatur Indonesia pecatur hebat,” ungkap Utut. Harapan senada diutarakan Dewan Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya. Menurut dia, pengiriman atlet ke luar negeri sebagai bentuk konsistensi federasi catur membina para atlet. “Kita tetap konsisten, tetap membina pecatur muda untuk terus berkiprah ke panggung dunia,” ucapnya. Dengan memberikan kesempatan kepada atlet, maka peluang meraih prestasi akan terbuka. “Ini masalah perjalanan yang masih jauh sekali. Percasi paling enggak sudah melakukan pelatihan yang tepat. Saya rasa itu paling penting, kita jalankan semua tahapan dengan baik, semua kelompok umur kita berangkatkan,” kata Eka. Pada pelepasan tim catur junior Indonesia itu, juga dibarengi dengan beragam syukuran, yaitu syukuran prestasi tim Indonesia di ajang ASEAN Age Group (AAG) Chess Championship 2025 dan syukuran prestasi tim SEA Games – uji coba pre SEA Games. Selain itu juga syukuran penghargaan ASEAN Chess Confederation untuk Eka Putra Wirya, Japfa, Gunadarma yang ikut andil memajukan catur Indonesia, serta syukuran HUT SCUA ke-33. Mengenai penghargaan dari ASEAN Chess Confederation, Eka mengaku bersyukur. Eka memaknai award itu bahwa ia akan selalu bertanggungjawab untuk berbuat lebih pada olahraga catur Indonesia. “Ini sebagai tanggung jawab untuk bagaimana lilin yang sudah saya nyalakan ini tidak padam, bagaimana untuk terus membangun catur Indonesia. Saya akan berbuat untuk catur Indonesia,” ujar Eka. Daftar Tim Junior Indonesia ke Eastern Asia Chess Championship 2025 1. Zach Alexander Tjong 2. Alexander Philip Kurniawan 3. Kenny Horasino Bach 4. Fitsal Aswa Muzafkar 5. Arjuna Satria Pamungkas 6. Sofyan Ahmad Zaini 7. Vanessa Koolin Santoso 8. Veronica JSK Makalew 9. Wavina Kamita Putri 10. Claretta Nathania Handoko 11. Zilla Altofun NSA 12. Salwa Nadia Maharani 13. Hillary Rocca Theng

Ratusan Atlet Ikuti Bhayangkara Chess Day 2025

Bhayangkara Chess Day 2025

Sebanyak 510 atlet catur dari berbagai provinsi memeriahkan turnamen Bhayangkara Chess Day 2025 yang digelar Polresta Malang Kota di Gedung Malang Creative Center (MCC), Minggu (13/7/2025). Ajang ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79. Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, mengatakan turnamen ini bertujuan menjaring bibit unggul atlet catur serta membangun karakter generasi muda. “Event ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi pembinaan pola pikir strategis dan kedekatan Polri dengan masyarakat,” ujarnya. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turut mengapresiasi penyelenggaraan turnamen ini. Ia menilai Bhayangkara Chess Day 2025 berpotensi besar melahirkan atlet catur muda bertalenta. “Bahkan ada peserta usia lima tahun yang sudah berani bertanding,” ungkap Wahyu. Turnamen memperebutkan Piala Kapolresta Malang Kota ini memperlombakan enam kategori yakni Polri, pelajar SD dan SMP sederajat (putra-putri), serta umum senior. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Sumatera Barat, Kalimantan, Bali, dan Papua. Nama-nama juara dari masing-masing kategori diumumkan secara resmi dan menerima medali serta uang pembinaan dari Kapolresta Malang Kota. Juara umum diraih Choirul Anam dari Kabupaten Probolinggo. Wali Kota berharap Bhayangkara Chess Day bisa menjadi agenda tahunan Kota Malang. “Kegiatan ini mampu menjadi ruang positif untuk pembinaan generasi muda melalui olahraga,” pungkasnya. Sumber: RRI