Pastikan Kesiapan Cabor, CdM Inspeksi Kondisi Atlet Asian Games 2018

Chief de Mission (CdM) Indonesia, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Syafruddin (kaos puith), meninjau Pelatnas Ju-Jitsu, pada Selasa (10/4). (Pras/NYSN)

Jakarta- Guna memastikan kesiapan cabang olahraga (Cabor) jelang pelaksanaan Asian Games 2018, Agustus-September mendatang, Chief de Mission (CdM) Indonesia, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Syafruddin, meninjau Pelatnas beberapa cabor, mulai dari Ju-Jitsu, Menembak, hingga Panahan, pada Selasa (10/4). Ia meminta semua unsur mulai dari Ketua Kontingen, Official baik Manajer maupun Pelatih, serta Atlet untuk satu hati memenangkan pesta olahraga empat tahunan terbesar se-Asia tersebut. “Saya berpesan agar semua atlet bersatu dengan Official, yang terdiri dari CdM, Manajer, dan Pelatih. Supaya tidak ada perasaan tidak enak. Kalau semua perasaan nyaman, InsyaAllah kita akan memenangkan event (Asian Games) Agustus nanti,” ujar Syafruddin di Jakarta, Selasa (10/4). Ia mengungkapkan kunjungannya ini menyatukan serta berkonsolidasi terkait kesiapan, soal Try Out (ujicoba) maupun Training Camp (TC), masing-masing cabor menuju pesta olahraga edisi ke-18 tersebut. “Hari semakin dekat menuju Asian Games 2018. Saya sebagai Ketua Kontingen, Official seperti Manajer, Pelatih dan Atlet betul-betul harus konkrit kesiapannya. Karena itu, saya akan setiap Minggu mengunjungi Pelatnas cabor secara bergantian,” lanjutnya. Syafruddin memastikan semua cabor yang dipersiapkan ke ajang Asian Games 2018 telah melakukan Try Out maupun Training Camp. Ia juga menambahkan sejauh ini pihaknya tidak menemukan kendala berarti selama tahap persiapan. “Secara umum, sepanjang yang kami tahu semua berjalan dengan lancar. Bahkan semua sudah terakomodasi dengan baik, terutama kesiapan untuk Try Out dan Training Camp. Mungkin masih ada kekurangan, karena tidak ada yang sempurna. Tapi, akan kami benahi,” tutur Syafruddin. (Adt)

Pakai Lapangan D, INASGOC Pastikan Rugbi Asian Games 2018 Digelar di GBK

Lapangan D di kawasan GBK,Senayan, Jakarta, yang akan disulap menjadi venue lapangan rugbi berstandar internasional jelang event Asian Games 2018. (net)

Jakarta– Cabang olahraga (cabor) rugbi dipastikan akan berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK). Hal ini disampaikan Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC), Erick Thohir. Rencana awal, laga rugbi berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, namun akhirnya batal paska Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyanggupi proses pembuatan venue. Perpindahan dari Stadion Wibawa Mukti ke GBK atas saran dari Technical Delegate, yang menginginkan lokasi pertandingan rugbi tak jauh dari stadion utama. Hal ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Karena, untuk pertama kalinya bakal memiliki lapangan rugbi, yang sudah berstandar internasional. “PUPR sudah punya (venue) rugby sevens, di GBK. Malah, delegasi teknis memutuskan kembali ke GBK, karena lebih praktis,” kata Erick, pada Kamis (5/4). Erick juga menjamin jika venue yang disediakan Kementerian PUPR sudah sesuai dengan standar penyiaran. INASGOC tinggal menyediakan bangku penonton di tribune. “Rugby sudah ada di GBK. Tempat latihannya yang pakai rumput, tinggal dikasih lampu dan tempat duduk. Tidak perlu ada renovasi,” ujar Erick. Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, merasa tak ada masalah lagi untuk menyiapkan venue rugbi di GBK. Sebab, pihaknya sudah menyiapkan lahan di Lapangan D di Kompleks SUGBK, dengan standar cabor rugbi yang dibutuhkan. “Kami sudah siapkan di Lapangan D untuk rugbi, sekarang sedang kami tambah lampu 1.500 lux. Kalau tribun temporer akan disediakan INASGOC, karena belum tahu persis kebutuhannya berapa,” kata Iwan. (Art)

Lintasan Sudah 90 Persen Rampung, Timnas Sepeda Jajal Venue Velodrome Awal Mei

Proses pembangunan track Velodrome di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, sudah mencapai 90,88 persen dan akan rampung total pada Juni mendatang. (Pras/NYSN)

Jakarta- Sejumlah tenaga kerja asing dari ES Global dilibatkan dalam pembangunan track Velodrome di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Venue ini sebagai salah satu arena balap sepeda Asian Games 2018, Agustus-September. Para pekerja asing itu khusus untuk memasang kayu jenis Siberian, pada track balapan sepeda. Sebab, tak ada tenaga lokal cukup berpengalaman yang bersertifikat Union Cycliste Internationale (UCI) atau Federasi Balap Sepeda Internasional, untuk pemasangan track. Satya Heraghandi, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), mengatakan kontraktor keseluruhan Velodrome adalah perusahaan asal Inggris. “Khusus pengerjaan lintasan, lalu proses konstruksi serta instalasinya dilakukan di Jerman, oleh kontraktor yang terdiri dari 12-14 orang Jerman. Sebab, kayu yang digunakan berjenis Siberian Wood,” ujar Satya, di Jakarta, awal pekan ini. Satya mengungkapkan progres pembangunan Velodrome Rawamangun sudah mencapai 90,88 persen, dimana utamanya adalah pengerjaan track balapan. “Pengerjaan Eksterior yang utama mendekati selesai. Akhir April, eksterior sudah selesai semua. Tinggal taman, sebab kami butuh waktu sampai hijau betul rumputnya, di pertengahan atau akhir Mei,” sambungnya. Ia mengaku bila pihaknya ditargetkan merampungkan Velodrome 100 persen, pada Juni mendatang. “Tapi, kami percaya diri bisa menyelesaikan pada akhir April,” tambahnya. Satya melanjutkan, usai lintasan track selesai akhir April, Velodrome akan mendapatkan kunjungan dari Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI) untuk mendapatkan sertifikasi arena Velodrome tingkat dunia. “Kami berharap keberhasilan sertifikasi itu. Karena, sejumlah negara gagal mendapatkan sertifikasi, lantaran jenis kayu yang digunakan untuk track berbeda,” cetusnya. “Kemiringan lintasan kayu itu harus sempurna dan penyambungannya dilakukan secara langsung tanpa tahapan amplas. Debu-debu sisa ampelas, berbahaya buat para pebalap sepeda, jika mereka melaju hingga 140 km/jam,” beber pria berkacamata itu. Sementara, Iwan Takwin, Direktur Proyek PT Jakpro, menyebut untuk karakteristik kayu Siberian ini, tingkat kelembabannya tidak boleh lebih dari 70 persen. “Bila kelembaban berada di atas itu, maka kami telah menyiapkan sarana humidity science di teknologi AC, dan di atap akan terbuka, sehingga lebih menghemat listrik,” terangnya. Ia juga memastikan percepatan pembangunan Velodrome ini yang akan rampung pada akhir April, maka track sudah bisa di ujicoba. “Insya Allah, awal Mei sudah bisa dicoba untuk track-nya, sehingga nantinya timnas sepeda juga sudah bisa mencoba track-nya,” tutup Iwan. Setelah rampung, Velodrome Rawamangun bisa menampung 3.500 penonton, terdiri 2.500 kursi, ditambah 1.000 kursi cadangan. Sedangkan, untuk penonton berdiri, kapasitasnya bisa mencapai 5.000 orang. (Adt)

Antisipasi Kegawatan di Ajang Asian Games 2018, Kemenkes Gelar Simulasi

Kemenkes menggelar simulasi Emergency in Sport Events Asian Games 2018. (kumparan)

Jakarta- Guna mengantisipasi kegawatan di ajang Asian Games 2018, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar simulasi ‘Emergency in Sport Events Asian Games 2018’, di lapangan Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (4/4). Pada simulasi ini melibatkan sejumlah dokter, perawat, dan fisioterapis. Mereka melakukan simulasi agar kecelakaan yang mungkin terjadi di lapangan bisa segera diantisipasi. dr. Bobi Prabowo, Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Emergency Indonesia, mengatakan simulasi yang dilaksanakan seolah-olah terdapat sebuah kasus, mulai dari ringan, sedang hingga berat. “Dari penanganan di lapangan, medical station, sampai diangkut di ambulans, sampai ambulans bergerak, dan tiba di UGD (Unit Gawat Darurat),” ujar Bobi. Tim yang terdiri dari Perhimpunan Dokter Ahli Emergency, spesialis kedokteran olahraga, dan Keperawatan Nasional Indonesia itu akan membuat skenario masalah kesehatan di lapangan. “Kita buat skenario, seolah-olah itu real-nya. Jika kita menerima kasus ringan bagaimana, sedang bagaimana, berat bagaimana. Prosesnya paripurna dari awal sampai akhir,” sambungnya. Sementara, drg. Kartini Rustandi, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan, menjelaskan simulasi itu bentuk penyegaran tenaga medis yang terlibat setelah diberikan pelatihan sejak 2017. “Sebelumnya, para petugas medis ini telah dilatih dan kali ini mereka hanya penyegaraan agar tidak lupa prosedur penanganan pasien saat ajang berlangsung,” tukasnya. (Adt)

Venue Equestrian Park Pulomas Senilai 400 Miliar, Sanggup Tampung Ratusan Kuda

Venue Equestrian Park di Kawasan Pulomas, Jakarta Timur, tampak dibuat spesial menyerupai kuda melompat (Jumping horse), sehingga lebih ikonik. (Pras/NYSN)

Jakarta- Venue Equestrian Park di Kawasan Pulomas, Jakarta Timur, terus dikebut pembangunannya. Arena cabang olahraga berkuda Asian Games 2018 itu menghadirkan kemewahan. Pada bangunan utama (main stadium) tampak bentuk bangunan dibuat spesial menyerupai kuda melompat, sehingga lebih ikonik. “Main Tribune terdiri dari 4 lantai, kapasitasnya adalah 1.000 penonton untuk outdoor, lalu 500 untuk VIP. Ini bangunan tribun-nya juga agak spesial karena desain bentuknya seperti kuda melompat (jumping horses). Terlihat lebih ikonik,” ujar Bambang Mursalim, Direktur Utama PT Pulomas Jaya, di Jakarta, Selasa (3/4). Kemudian, lanjut Bambang, untuk kandang kuda yang biasanya satu lantai, dibuat dua lantai, sehingga jumlahnya 156 unit. “Diperkirakan sanggup menampung kuda dari negara-negara peserta Asian Games 2018 itu sekitar 100 sampai 120 ekor kuda,” sambungnya. Soal pembangunan, ia mengaku venue Equestrian Park prosesnya sudah mencapai 95 persen. Yang tersisa, ungkap Bambang, adalah lapangan pasir outdoor arena. “Special footing material tinggal menunggu datangnya pasir dan bahan mix-nya, yang diimport dari Jerman. Serta pembenahan cross country arena, landscape yang sebentar lagi selesai,” paparnya. Sementara, anggaran yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pembangunan Equestrian Park sebesar Rp 417 miliar, termasuk biaya sertifikasi lahan yang mencapai Rp 50 miliar. “Target penyelesaian 100 persen ini, kami perkirakan dibulan Mei. Jadi, kira-kira 3 bulan sebelum penyelenggaran Asian Games 2018, pada Agustus,” tukasnya. Sejauh ini pihaknya tak menemukan kendala berarti dalam pembangunan venue internasional itu. Namun, faktor cuaca menjadi salah satu kendala penyelesaikan konstruksi arena pertandingan. “Selain itu import material. Jadi pasirnya khusus kami cari dari seluruh Indonesia. Karena ukuran dan warnanya itu harus khusus, serta kandungan pasir silica khusus. Ini memakan waktu lama,” bebernya. “Kemudian bahan import geotekstil yang diimport dari Jerman. Sehingga butuh waktu produksi, pengapalan dan shipping untuk bisa sampai ke Indonesia,” urainya. Saat ini, Equestrian Park juga mengejar sertifikat bebas penyakit hewan atau Equine Disease Free Zone (EDFZ) dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE). “Pada Mei, OIE akan menggelar sidang guna memastikan Indonesia bebas dari penyakit hewan. Ini aturan Equestrian Internasional, bahwa kawasan pertandingan, harus bebas dari hewan apapun, termasuk lalat,” tegas Bambang. Diketahui, cabang olahraga Equestrian Asian Games 2018 bakal menggelar tiga disiplin pertandingan, yakni dressage, jumping, dan eventing. (Adt)

Dominan Atlet Srikandi Cup 2018, Timnas Basket Putri TC AG2018 Di Cirebon

Shooting Guard asal Klub Surabaya Fever, Nathasa Debby Christaline (18) kembali terpanggil masuk dalam TC Asiang Games 2018 yang berpusat di kota Cirebon. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) resmi memanggil 16 pemain dan 7 official bergabung dalam Training Center (TC) Timnas basket putri. TC ini menjadi ajang persiapan jelang tampil di Asian Games 2018. PP Perbasi mengeluarkan surat resmi bernomor: 088/III/PP/2018 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih. Deretan nama yang dipanggil begabung TC, nyaris didomonasi pemain yang tampil di Srikandi Cup 2018. Ada pun dua pemain non jebolan Srikandi Cup 2018 yakni Christine Aldora Tjundawan (Jawa Timur/Sahabat Surabaya) dan Adelaide Callista Wongsohardjo (Jawa Timur/Bimasakti Malang). Sementara itu, sebagai Pelatih Kepala dipercayakan kepada Arif Gunarto, sedangkan posisi manajer tim diemban oleh Wahyu Gunarto. TC timnas basket putri rencananya akan digelar di GOR GMC Basketball Arena, Cirebon pada 23 April hingga 8 Juni 2018. Pemilihan venue di Cirebon merupakan momen yang dipilih PP Perbasi, paska sehari rampungnya seri penutup Srikandi Cup yang bergulir di Cirebon, pada 21-22 April 2018. “Manager akan menyediakan akomodasi untuk para pemain di tanggal tersebut. Mengingat TC Pelatnas ini cukup Panjang dan sudah intensif, maka barang bawaan atlet untuk latihan Tim Nasional harap sudah dibawa ke Cirebon, karena sempitnya waktu persiapan tidak memungkinkan untuk pulang kembali ke daerah masing-masing,” bunyi pernyataan surat pemanggilan TC Pelatnas timnas basket putri itu. (Adt) Susunan official dan pemain TC timnas basket putri : Pelatih dan Official : 1. Arif Gunarto – Jawa Barat 2. Tri Prasetiyo Utomo – DKI Jakarta/Pelita Jaya 3. Efri Meldi – Jawa Tengah/Satya Wacana Salatiga 4. Kim Dong Won – Republic of Korea 5. Alvin Indra – Banten 6. Muslihudin – Jawa Barat/Siliwangi Bandung 7. Nur Rizki Fahrul Roji – Ara Physio/Banten/GMC Cirebon Pemain : 1. Priscilla Annabel Karen – DKI Jakarta/Tenaga Baru 2. Tiara Aulia Denaya – DKI Jakarta/Tanago Friesian 3. Helena Maria Elizabeth – DKI Jakarta/Merpati Bali 4. Dora Lovita – DKI Jakarta/Merpati Bali 5. Henny Sutjiono – Jawa Timur/Surabaya Fever 6. Vonny Hantoro – Jawa Timur/GMC Cirebon 7. Christine Aldora Tjundawan – Jawa Timur/Sahabat Surabaya 8. Adelaide Callista Wongsohardjo – Jawa Timur/Bimasakti Malang 9. Clarita Antonio – Jawa Barat/Surabaya Fever 10. Nathasa Debby Christaline – Jawa Tengah/Surabaya Fever 11. Ivonne Febriani Sinatra – Jawa Tengah/Surabaya Fever 12. Dyah Lestari – Jawa Tengah/Sahabat Semarang 13. Gabriel Sophia – Kalimantan Timur/Surabaya Fever 14. Nathania Claresta Orville – Jambi/Surabaya Fever 15. Kadek Pratita Citta Dewi – Bali/Merpati Bali 16. Putu Eka Liana Febiananda – Bali/Merpati Bali

Kunjungi Wisma Atlet Kemayoran Yang Akan Dilengkapi Karaoke, INAGSOC Bakal liburkan Sekolah

INASGOC bakal melengkapi Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan fasilitas hiburan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Demi menciptakan kenyamanan selama penyelenggaraan Asian Games 2018, Agustus-September mendatang, INASGOC bakal melengkapi Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan fasilitas hiburan. Tri Ananta Andrewan, Direktur Wisma Atlet INASGOC, mengatakan panitia akan menempatkan beberapa fasilitas pendukung di Wisma Atlet Kemayoran, seperti ruang karaoke, gym, serta kafe, dan WiFi disekitaran Wisma Atlet Kemayoran. “Nanti ada penambahan fasilitas (di Wisma Atlet). Misalnya karaoke, lalu gym, serta kafe. Supaya oficial dan para atlet bisa menikmati dan rileks,” ujar Tri Ananta di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/4). Namun, fasilitas ini masih belum siap dan dalam proses untuk penyediaan. Untuk soal WiFi, ia menyebut tak hanya ada di dalam kamar, tapi nantinya tersedia diseluruh Kawasan Wisma Atlet. “Pastinya kami masih akan usahakan soal itu,” tambahnya. Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, terdiri dari 10 tower, dan tiga tower mampu menampung lebih dari 7 ribu orang. Tiap tower pertama memiliki 24 lantai dengan jumlah kamar mencapai 650 unit. Di tower kedua, ada 32 lantai serta memiliki 880 kamar, selanjutnya tower ketiga memiliki 24 lantai dengan kapasitas 840 kamar. Masing-masing kamar memiliki dua kamar tidur dan satu toilet atau kamar mandi. Kamar-kamar di Wisma Atlet bertipe 36. Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah sepakat meliburkan sekolah di Jakarta, utamanya yang berdekatan dengan venue pertandingan pesta olahraga akbar empat tahunan di Asia itu. Erick Thohir, Ketua INASGOC, menyebut opsi meliburkan sekolah dilakukan guna mengurangi kemacetan di Jakarta. Ia berharap pelaksanaan event edisi ke-18 olahraga negara-negara se-Asia itu dapat berlangsung dengan lancar. “Soal transportasi, Wakil Gubernur DKI Jakarta (Sandiaga Uno) membuat keputusan dan melaporkan ke Wakil Presiden (Jusuf Kalla), yang akan meliburkan proses belajar-mengajar di Jakarta, terutama sekolah yang berdekatan dengan venue Asian Games 2018,” urai Erick di Jakarta, Selasa (3/4). Ia berharap dengan meliburkan beberapa sekolah tersebut akan meminimalisir kemacetan di Ibukota. “Setidaknya kemacetan di DKI Jakarta selama berlangsungnya Asian Games bisa berkurang sampai dengan 21 persen,” tukasnya. (Adt)

Dukung Asian Games 2018, Kemenkes Siagakan 1.400 Tenaga Medis dan 25 Ambulans VVIP

Menkes Nina Moeloek saat meninjau fasilitas ambulans guna mendukung Asian Games 2018. (Kemenkes)

Jakarta- Setelah 56 tahun, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pesta olahraga terbesar di Asia itu dilaksanakan pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang, di DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Banten. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turut serta melakukan sejumlah persiapan, termasuk memberikan pelayanan kesehatan secara optimal. Sehingga diperlukan persiapan yang matang, dan tenaga medis harus bekerja secara profesional dalam memberikan pelayanan terbaik. Nila Moeloek, Menteri Kesehatan (Menkes), mengatakan pihaknya tak mengharapkan terjadinya kasus cedera, cacat maupun kematian pada atlet yang sedang bertanding. Untuk itu, menurutnya, diperlukan pelatihan khusus terkait ‘Emergency in Sport Event’ guna menguatkan kompetensi petugas kesehatan Asian Games dan Asian Para Games 2018. “Penanganan major event diperlukan pelayanan kesehatan optimal. Jika tidak optimal, selain menyebabkan cacat dan kematian, maka kredibilitas negara tidak baik, dan memberikan dampak buruk bagi citra Negara,” ujar Nila pada pembukaan acara ‘Refreshing Workshop Emergency in Sport Event’ di Jakarta, Senin (2/4). Selain itu, Kemenkes bekerjasama bersama Indonesia Asian Games Committee (INASGOC) bakal menyiapkan 1.400 tenaga medis, di empat daerah lokasi pelaksanaan Asian Games 2018. Nila menyebut 1.400 tenaga medis tersebut terdiri dari 407 dokter, 813 perawat, dan 180 fisioterapis yang akan didistribusikan ke DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Banten. Tak hanya itu, sebanyak 25 unit ambulans VVIP juga turut disiagakan guna mengantisipasi keadaan darurat. “Sebanyak 25 unit ambulans ini dapat melakukan penanganan layaknya di Unit Gawat Darurat (UGD). Jumlah itu bisa bertambah jika disediakan oleh Dinas Kesehatan. di empat provinsi penyelenggara Asian Games,” tukas Nila. (Adt)

Venue Asian Games 2018 Dikebut Hingga Ramadan, INASGOC : Semua Tak Ada Kendala

Sekretaris Jenderal (Sekjen) INASGOC, Eris Hariyanto, saat melakukan pemaparan soal Venue Asian Games 2018 di acara World Press Briefing, pada Senin (2/4). (Pras/NYSN)

Jakarta- Panitia penyelenggara Asian Games 2018 Indonesia (INASGOC), menggelar acara ‘World Press Briefing’, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, selama dua hari, pada 2-3 April 2018. Kegiatan ini diikuti puluhan perwakilan media massa nasional dan internasional, baik cetak, elektronik, maupun online. Event ini juga untuk lebih mensinergikan antara media dan INASGOC. Termasuk, mengenai perkembangan pembangunan venue pertandingan dan latihan untuk para atlet dari negara-negara Asia pada penyelenggaraan Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. Sejumlah venue tersebar di beberapa lokasi, seperti Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat serta Banten. “Saat ini ada 94 venue yang sudah kami siapkan. Dan, ada beberapa venue yang masih dalam fase persiapan untuk pembangunan. Pada April ini, Venue sebagai field of play Asian Games 2018 akan segera rampung,” ujar Eris Hariyanto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) INASGOC, Senin (2/4). Eris menyatakan secara umum venue untuk pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Asia itu telah siap semua. Mungkin yang belum siap, menurutnya, venue untuk latihan para atlet. “Kami yakin dan optimistis, semua venue, baik untuk pertandingan dan latihan, akan segera siap pada waktunya,” sambungnya. Proses pembangunan yang sangat dekat dengan pelaksanaan Ramadan (puasa) pada Mei hingga Juni mendatang, Eris menegaskan bila hal tersebut tak menjadi kendala. “Pembangunan itu tentu tak bisa berhenti dalam satu bulan itu. Mereka (kontraktor) akan tetap melaksanakan pembangunan, mungkin hanya speed pengerjaan-nya saja rendah, tidak seperti diluar Ramadhan. Tapi, kami pastikan semua tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tambah Eris. Sementara, Nasir, Direktur Venue Asian Games 2018, mengungkapkan selain menyediakan venue perlombaan, pihaknya menyiapkan tempat latihan para atlet, yang tersebar di beberapa lokasi, seperti Jakarta, Palembang, Jawa Barat dan Banten. “APM Equestrian Center lokasinya di Tigaraksa, Tangerang akan digunakan sebagai training venue. Lalu, Stadion Universitas Padjajaran Bandung, Lapangan ITB Bandung, GOR Padjajaran serta Gunung Mas Puncak untuk olahraga Paralayang,” papar Nasir. Diketahui, event ‘World Press Briefing’ dimulai pada Senin (2/4) pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Berlanjut pada Selasa (3/4), yakni saat para awak media nasional dan internasional akan meninjau sejumlah venue Asian Games 2018 di Jakarta. Beberapa venue yang akan disambangi dari Athlete Village (Kemayoran), Equestrian Park Internasional (Pulomas), Velodrome (Rawamangun), Aquatic Center (Senayan), Istora (Senayan), dan Stadion Gelora Bung Karno (Senayan). (Adt)

Demi Emas Beruntun, Maria Londa Nekad Curi Ilmu di Negeri ‘Paman Sam’

Maria Natalia Londa akan menjalani latihan di Amerika Serikat (AS) mulai April 2018 demi medali emas Asian Games 2018, Jakarta-Palembang. (Adt/NYSN)

Jakarta- Atlet andalan Indonesia cabang atletik nomor lompat jauh, Maria Natalia Londa, terus menempa kemampuannya jelang pelaksanaan Asian Games 2018. Demi mengejar medali emas beruntun di pesta olahraga negara-negara se-Asia, ia bakal mencuri ilmu di Amerika Serikat (AS). Di negeri ‘Paman Sam’ itu, bersama 12 atlet yang dikirim oleh PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), ia akan digembleng oleh Harry Marra, pelatih terbaik 2016 versi Asosiasi Internasional Federasi Atletik. “Saya ingin curi ilmu atlet-atlet disana. Bagaimana cara pemanasan, persiapan, selama pertandingan dan setelah pertandingan,” ujar Marlon, sapaan atlet asal Bali, akhir pekan lalu. Ia mengaku latihan yang dijalaninya saat ini fokus pada perbaikan lompatan. “Semua latihan yang saya jalani untuk memperbaiki prestasi lompatan. Semoga semua berjalan lancar,” sambung wanita kelahiran Denpasar, 29 Oktober 1990. Diketahui, pada saat test event Asian Games 2018, Februari lalu, catatan terakhir lompatan Marlon adalah 6,43 meter. Soal lawan di Asian Games 2018, anak didik I Ketut Pageh itu mengaku bila Vietnam, China dan Kazakhstan bisa menjadi ‘batu sandungan’ meraih emas beruntun di event olahraga terbesar empat tahunan itu. Bukan tanpa alasan. Buktinya, pada saat Asian Games 2014, Incheon, Korea Selatan, ia harus bersaing dengan atlet asal Vietnam Bui Thi Thu Thai (perak), dan atlet asal China Jiang Yanfei (perunggu). “Tapi Korea dan Jepang juga atletnya bagus-bagus. Saya sekarang latihannya juga masih di fase umum. Nanti sama Harry Marra sudah masuk fase khusus. Di fase ini, titik beratnya selain pada fisik juga mental bertanding,” tukas Maria. (Adt)

Matangkan Asian Games 2018, Timnas Hoki Putri Fokus Daya Tahan

Timnas Hoki Putri terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan Asian Games, Agustus-September 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Cabang hoki terus mematangkan persiapan jelang pesta akbar olahraga negara-negara se-Asia pada Agustus-September 2018. Saat ini, Timnas Hoki Putri Indonesia fokus pada pembenahan daya tahan dan kekuatan. “Tiga bulan pertama kami fokus pembenahan dasar skill, daya tahan, dan kekuatan atlet. Sejauh ini ada perkembangan yang baik dari para atlet, tapi banyak yang perlu diperbaiki,” ujar Yanuar Pribadi, Pelatih Timnas Hoki Putri, di Lapangan Hoki, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (30/3). Soal kekuatan hoki putri, Yanuar menyebut Indonesia masih jauh tertinggal. “Kekuatan di putri saat ini ada 10 tim. Dan 5 tim diantaranya masuk 10 besar dunia, sedangkan Indonesia ada di urutan 60-an. Negara-negara yang kuat seperti Korea, India, China, dan Malaysia,” sambungnya. “Tapi kami tak menyerah begitu saja dan akan berjuang semaksimal mungkin. Mudah-mudahan kami bisa membuat kejutan di Asian Games 2018,” tambahnya. Ia melanjutkan pihaknya akan melakukan seleksi terakhir untuk para atlet pada akhir April mendatang. “Kami juga akan menjalani try out di Malaysia. Kalau di Indonesia cari lawan khususnya putri itu susah, maka kami cari lawan laki-laki, meskipun ada perbedaan fisik,” terang Yanuar. Soal target, ia mengaku dengan kekuatan yang ada pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi Merah Putih, termasuk mendulang medali emas. “Kami harus akui kekuatan kami ada dimana. Selanjutnya, apa yang mesti kami lakukan untuk meraih hasil terbaik. Semua pasti pingin meraih medali emas. Kami akan berjuang keras di Asian Games nanti,” tutupnya. (Adt)

BPK Akui Tata Kelola Keuangan INASGOC Sudah Lebih Baik

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) apresiasi tata kelola keuangan INASGOC jelang bergulirnya Asian Games 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberi perhatian dan pengawasan khusus terhadap pengelolaan keuangan Pantia Asian Games (INASGOC) yang telah ditetapkan sebagai Satuan Kerja (Satker). Hal ini bertujuan agar INASGOC mensukseskan penyelenggaraan dan mempertanggung jawabkan penggunaan keuangan yang bersumber dari APBN seperti keinginan Presiden Joko Widodo. “Saat ini, BPK sudah melakukan pemeriksaan dan menilai pengelolaan keuangan INASGOC tahun ini sudah jauh lebih baik dari tahun lalu,” kata Anggota III BPK-RI, Achsanul Qosasih yang ditemui usai menjadi pembicara dalam Program Indonesia Menyapa Pro 3 RRI Jakarta, Kamis (29/3). Menurut Achsanul, BPK memang telah menempatkan beberapa personel pemeriksa yang bertugas memberikan arahan dan pengawasan mengenai tata kelola keuangan negara. Tujuannya, agar INASGOC terhindar dari politisasi dan kriminalisasi. “INASGOC itu sebuah lembaga yang terdiri dari sejumlah kalangan. Ada dari TNI, politisi, pengusaha, pengusaha, dan LSM yang sama sekali tak memahami Undang-undang keuangan negara dan tata kelola keuangan negara yang baik. Makanya, BPK langsung melakukan pemeriksaan sembari INASGOC melaksanakan pekerjaan agar pengelolaan keuangannya bisa lebih baik. Jadi, INASGOC bisa terhindari dari politisasi dan kriminalisasi,” tegas Achsanul Qosasih. Secara terpisah, Ketua INASGOC, Erick Thohir mengapresiasi keterlibatan BPK yang memberikan perhatian khusus dan pendampingan kepada INASGOC dalam pengelolaan keuangan negara. “Saya sangat apresiasi peran BPK. Dan, saya pastikan INASGOC akan terus berkoordinasi dengan BPK dalam upaya mewujudkan keinginan Presiden Jokowi agar sukses administrasi dan pelaksanaan Asian Games 2018,” katanya. Demi terwujudnya pengelolaan keuangan negara yang baik, kata Erick Thohir, bukan hanya BPK yang dilibatkan, bahkan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) Kejaksaan juga digandeng. Hal ini terkait dimana INASGOC memperoleh anggaran hampir Rp 6,6 triliun yang bersumber dari APBN dan sponsor termasuk pajak. “Kini, INASGOC merasa lebih nyaman dalam mengelola anggaran dalam jumlah besar tersebut jika mendapat pengawalan dan pengamanan dari TP4 Kejaksaan dan dukungan dari BPK,” kata Erick yang sebelumnya menghadap Jaksa Agung H.M. Prasetyo beberapa waktu lalu. “Kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 merupakan tanggung jawab bersama. Sudah sepatutnya, Kejaksaan sebagai bagian dari pemerintah, turut ambil bagian dari sisi hukum,” ujar Jaksa Agung Muda Intelejen Kejaksaan Agung, Jan S Maringka yang mendampingi Jaksa Agung HM Prasetyo. (Art)

Pendaki Legendaris Tularkan Semangat ke Atlet Pelatnas Panjat Tebing

Pendaki legendaris Mohammad Gunawan, atau Kang Ogun (duduk di tengah), mengunjungi Pelatnas Panjat Tebing guna memberi semangat para atlet. (FPTI)

Jakarta- Mohammad Gunawan, atau akrab disapa Kang Ogun, mengunjungi pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Panjat Tebing, di Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Ia bukan nama asing di dunia panjat tebing Tanah Air. Menjadi pengurus pusat pada periodisasi awal Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berdiri, Kang Ogun adalah legenda hidup. Kehadirannya di tengah sesi latihan atlet Pelatnas panjat tebing guna memberikan motivasi serta semangat pada mereka. Kepada para atlet, Kang Ogun, mengatakan jangan pernah kehilangan mimpi. Sebab, menurutnya, mimpi bisa menjadi berarti bagi diri pribadi, keluarga, serta negara. Dan, mimpi yang membuat seorang atlet dapat terus berprestasi. Itu pula yang terjadi pada diri Kang Ogun. Sejak divonis dokter menderita kanker Nasofaring pada tiga tahun lalu, ia justru seperti terlahir kembali sebagai pendaki gunung. Bahkan, pria bersahaja itu ingin sekali menjejakkan kakinya di puncak tertinggi dunia, Everest. Baginya, Everest adalah mimpi. Dua kali melakukan pendakian, dua kali pria paruh baya itu mengalami kegagalan. Pendakian pertama pada 1994, Kang Ogun yang tergabung dalam tim internasional pendakian Everest gagal mencapai puncak setelah badai menerjang. Lalu, pendakian kedua pada 1997, mimpinya nyaris terwujud. Puncak Everest hanya tinggal berjarak 200 meter. Sayang, ia yang tergabung dalam tim utara harus turun atas perintah ketua tim ekspedisi. Kehadiran Kang Ogun di Pelatnas panjat tebing diakui para atlet mampu menyuntikkan energi baru untuk semakin keras berlatih. Sabri salah satunya. Atlet panjat tebing asal Kalimantan Utara itu menyebut Kang Ogun adalah pengejawantahan dari semangat pantang menyerah. “Walaupun kena sakit kanker, tapi semangatnya untuk mengejar mimpi tidak pernah padam. Ini yang patut dicontoh para atlet terutama saya,” ujar Sabri seperti dikutip situs resmi FPTI, Kamis (29/3). (Adt)

Kejar Medali Emas Asian Games 2018, PB PASI Kirim 13 Atlet TC di Amerika

Sebanyak 13 atlet Pelatnas Asian Games 2018 akan menjalani Training Camp (TC) di Amerika Serikat selama satu bulan mulai April 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Persiapan maksimal dilakukan Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) jelang pelaksanaan Asian Games 2018, Agustus-September mendatang. Demi mewujudkan target medali emas, sebanyak 13 atlet bakal menjalani Training Camp (TC) selama satu bulan mulai April nanti di Amerika Serikat (AS). Selain itu, para atlet juga akan mengikuti serangkaian pertandingan di negara ‘Paman Sam’ tersebut. Keberangkatan atlet Pelatnas Asian Games 2018 ke negara Adikuasa itu bukan tanpa alasan. Mohammad Bob Hasan, Ketua Umum PB PASI, mengatakan Amerika Serikat memiliki standart yang tinggi dalam cabang olahraga atletik. “Bertanding di Amerika Serikat, anak-anak punya motivasi tinggi, bahkan kemampuan mereka bisa lebih baik. Disana mereka berlatih dengan pelatih AS Harry Marra,” ujar pria yang akrab disapa Bob Hasan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3). Harry adalah pelatih yang dinobatkan sebagai pelatih terbaik Asosiasi Internasional Federasi Atletik pada 2016. “Harry juga memiliki dua atlet putra dan putri yang merupakan pemegang rekor dunia untuk nomor Dasa Lomba dan Sapta Lomba,” sambungnya. Bob Hasan menyebut sebelum pelaksanaan pesta akbar olahraga negara-negara se-Asia, Harry akan berkunjung ke Indonesia. “Setelah berlatih di Amerika Serikat, nanti Harry datang ke Indonesia pada Juni, hingga pelaksanaan Asian Games 2018,” tukas mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Indonesia ini. Berlatih selama satu bulan di negara Presiden Donald Trumph, dinilai pria berusia 87 tahun itu, sangat efektif. “Mereka disana bisa bertemu dengan musuh-musuh dari Universitas California, yang levelnya dunia. Meskipun kalah disana, setidaknya mereka siap. Ini soal mental untuk para atlet,” paparnya. Sebanyak 13 atlet atletik Pelatnas Asian Games 2018 yang mengikuti pelatihan di AS, yakni Atjong Tio Purwanto, Bayu Kartanegara, Eki Febri Ekawati, Eko Rimbawan, Emilia Nova, Fadlin Ahmad, Idan Fauzan Richsan, Lalu Muhammad Zohri, Maria Natalia Londa, Rio Maholtra, Sapwaturrahman, Suwandi Wijaya, dan Yaspi Boby. Sementara, tiga atlet lain yaitu Agus Prayogo, Triyaningsih, dan Hendro tak berangkat ke AS. “Ketiga atlet ini tidak diakomodir, karena Harry bukan pelatih jarak jauh dan jalan cepat 20 dan 50 Km. Di Amerika tak ada pertandingan untuk nomor itu,” tambah Tigor M Tanjung, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PASI. (Adt)

Cabor Modern Pentathlon TC Asian Games 2018, Pelatih : Masih Pakai Alat Bekas

Sejumlah atlet timnas modern pentathlon Asian Games 2018, berlatih anggar di Jakarta, Selasa (27/3). (AntaraFoto)

Jakarta– Event Asian Games 2018 kurang dari lima bulan lagi. Sebanyak 40 cabang olahraga (cabor) terus melakukan persiapan untuk menampilkan yang terbaik pada pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Salah satunya adalah cabor yang baru masuk di Indonesia, modern pentathlon. Namun, saat semua cabor sudah fokus untuk mengejar prestasi, modern pentathlon justru masih berkutat dengan permasalahan klasik. Cabor yang merupakan gabungan dari lima disiplin (lari, renang, anggar, menembak, berkuda) ini masih terkendala dengan pengadaan alat. Salah satu pelatih modern pentathlon disiplin anggar, Silvia Kristina mengatakan, para atlet pelatnas masih menggunakan perlatan milik sendiri. Terlebih, disiplin anggar yang memang membutuhkan dana yang cukup besar. Lalu, siapa yang harus bertanggung jawab atas permasalahan tersebut? Mengingat Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga sudah mengucurkan dana untuk persiapan Asian Games, termasuk pengadaan alat. “Kami masih terkendala dengan pengadaan peralatan. Untuk sementara ada atlet yang  punya alat dan pakai punya pribadi. Saya juga bawa alat-alat bekas saya, yang bisa mereka pakai. Karena kami tidak bisa menunggu,” ujar Silvia di Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan, Jakarta, Selasa (27/3). Sekadar informasi, cabor modern pentathlon membutuhkan dana yang tak sedikit untuk pengadaan perlatan. Sebagai contoh untuk nomor disiplin anggar, pelindung kepala yang dipakai memiliki harga sekira Rp3 juta. Sedangkan untuk pakaian pelindung antara Rp1,5 juta hingga lebih dari Rp5 juta, dilansir Pantau.com. Cabor modern pentathlon memang tak dibebankan target medali di Asian Games 2018. Mengingat, ini kali pertama kontingen Merah Putih mengirimkan wakilnya di multi-event empat tahunan tersebut. Untuk pelatnas saja modern pentathlon hanya diikuti enam atlet (masing-masing tiga pria dan putri), yang baru berjalan awal Februari 2018. Nantinya, keenam atlet ini akan diseleksi menjadi empat (dua putra dan putri) yang akan berlaga di Asian Games 2018. “Kami memang tak ada target. Tapi, kita usahakan agar anak-anak bisa bermain dengan baik,” tambah Silvia. Lebih lanjut, peraih medali perak Asian Games 1990 Beijing ini juga belum mau berkomentar mengenai peluang timnas modern pentathlon Indonesia untuk turun di Olimpiade Tokyo 2020. Ia mengatakan hanya fokus untuk Asian Games 2018. “Kami belum berbicara untuk Olimpiade (2020). Tapi kalau anak-anak punya potensi, mungkin akan kami persiapkan. Kami lihat dulu di Asian Games bagaimana potensinya,” papar Silvia. (Adt)

Ikut Cabor Modern Pentathlon Asian Games 2018, Timnas Indonesia TC di SKO Ragunan

Timnas Indonesia akhirnya memiliki perwakilan untuk cabang olahraga (cabor) modern pentathlon di Asian Games 2018. (net)

Jakarta- Timnas Indonesia akhirnya memiliki perwakilan untuk cabang olahraga (cabor) modern pentathlon di Asian Games 2018. Namun, Indonesia sangat tertinggal dalam melakukan persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Pelatnas untuk modern pentathlon baru berjalan pada awal Februari 2018. Modern pentathlon sebenarnya bukan olahraga baru. Gabungan dari lima disiplin seperti lari, renang, anggar, menembak, serta berkuda ini sudah terkenal di negara-negara lain, dilansir Pantau.com. “Sejak tahun lalu, kami minta masuk di pelatnas, tapi kan belum disetujui. Baru jalan pelatnas Februari awal. Tapi, kami usahakan agar mereka (para atlet) bisa berkompetisi dengan baik,” ujar salah satu pelatih modern pentathlon, Silvia Kristina di Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan, Jakarta, Selasa (27/3). Silvia yang khusus melatih disiplin anggar melanjutkan, modern pentathlon sebenarnya olahraga yang sangat berat. Pasalnya, setiap atlet harus menjalani lima disiplin dalam satu waktu. Di Indonesia, cabor ini berada dibawah naungan PB Persatuan Modern Pentathlon Indonesia (PMPI). “Jadi satu hari selesai. Misalkan habis renang selesai, dia (atlet) ke anggar. Habis anggar selesai, mereka ke berkuda. Sebelum mereka berkuda, mereka harus melewati anggar yang namanya bonus round. Mereka diberi satu poin, kemudian siapa yang menang, dia bisa milih kuda yang mana,” tambahnya. Saat ini ada enam atlet (masing-masing tiga putra dan putri) yang mengikuti pelatnas modern pentathlon di SKO Ragunan. Nantinya, dipilih masing-masing dua atlet yang akan turun di nomor pertandingan putra-putri. (Adt)

Berlangsung di DIY, Piala Bergilir Presiden Jadi Seleksi Asian Games Wushu

Pada 29 Maret-3 April diadakan Kejurnas Wushu Indonesia Junior & Senior untuk memperebutkan Piala Raja Hamengku Buwono X dan Piala Bergilir Presiden RI di DIY. (Instagram)

Jakarta- Untuk pertama kalinya Piala Bergilir Presiden diperebutkan pada Kejurnas Yunior dan Senior Wushu di GOR Among Raga, Yogyakarta, 29 Maret -3 April. Sebanyak 700 Peserta dari 27 Pengprov WI ikut berpartisipasi pada event yang bertajuk Kejurnas yunior dan senior Piala Bergilir Presiden dan Piala Tetap Raja Sultan Hamengkubuwono X. Sekjen PB Wushu Indonesia (WI) Ngatino mengatakan, jumlah peserta kali ini memecahkan rekor kejurnas sebelumnya. “Peserta kali ini diluar perkiraan biasanya hanya berkisar 600-an karena penggabungan antara yunior dan senior,” ujar Ngatino, pada Senin (26/3). Ngatino mengharapkan dengan diperebutkannya Piala Bergilir Presiden akan lebih memacu perkembangan Wushu di Daerah. “Mudah-mudahan pengprov daerah lebih termotivasi lagi,” jelasnya. Ketua Umum PB Wushu Indonesia Airlangga Hartarto dipastikan akan hadir pada acara pembukaan Kejurnas di GOR Among Raga, Kamsi (29/3) malam. Menurut Ngatino, Ketua Panitia Pelaksana Soekeno didampingi Ketua Pengprov WI Yogyakarta Muwardi, telah bertemu dengan Ketua Umum PB WI. “Panitia juga melalui Ketua Umum meminta kesediaan Presiden bisa hadir, tapi hingga saat ini kami masih menunggu kabar dari protokol Istana,” ujar Ngatino. Kejurnas Wushu Yunior dan Senior Piala Bergilir Presiden dan Piala Raja ini, juga sekaligus merupakan seleksi atlet untuk tim inti Asian Games 2018. Menurut Pelatih Kepala Novita, saat pelatnas Asian Games berjumlah 16 atlet, 9 di nomor Taulo dan 7 Sanda. “Jumlah komposisi tim inti Asian Games 13 atlet, 7 taolu dan 6 Sanda jadi masih harus seleksi untuk menjadi tim inti,” jelas Novita. Adapun yang mengikuti seleksi di nomor Changquan adalah Felda dan Monica. Kemudian nomor Taijiquan + Taijijian putera, Bobie Valentinus dan Nicholas, sedangkan nomor Sanda kelas 52kg puteri ada Rosalina Simanjuntak dan Selviah Pertiwi. (Adt)

Velodrome Kelar April untuk Asian Games 2018, Pelatih : Soal Adaptasi Nggak Masalah

Kemampuan atlet balap sepeda selama Pelatnas Asian Games 2018 mengalami peningkatan. (toptier.id)

Jakarta- Velodrome yang terletak di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, dijadwalkan rampung pada April 2018. Venue ini menjadi salah satu arena yang akan digunakan pada pesta akbar olahraga se-Asia, khususnya cabang balap sepeda. Dengan hanya tersisa waktu tiga bulan sebelum pelaksanaan Asian Games 2018, Agustus-September mendatang, soal adaptasi venue pertandingan cabang balap sepeda tidak menjadi persoalan serius. Hal itu dikatakan Dadang Haries Purnomo, Kepala Pelatih Pelatnas Balap Sepeda Indonesia. “Venue itu selesai memang masih ada waktu tiga sampai empat bulan sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. Bagi kami untuk adaptasi terhadap arena pertandingan sepertinya tidak ada masalah. Ya, InsyaAllah dengan waktu yang ada bisa kita manfaatkan dengan baik,” ujar Dadang, beberapa waktu lalu. Ia juga mengungkapkan bila kemampuan anak didiknya selama menjalani Pelatnas terus mengalami peningkatan. “Sampai saat ini kalau melihat hasil mereka latihan sangat bagus, terutama nomor track dan double track itu lonjakannya cukup signifikan. Lalu di nomor downhill juga sama,” sambungnya. “Yang roadrace meski tidak bisa menyeluruh, tapi ada satu atau dua pebalap yang kapasitasnya di level world class,” tambahnya. Intinya, sebut Dadang, hampir semua disiplin kemampuan yang dimiliki atlet sangat merata. “Sejauh ini tidak ada laporan kemampuan mereka menurun, malah peningkatannya jauh lebih bagus,” tukas Dadang. (Adt)

Minim Ikut Ujicoba, Ibrahim Zarman Yakin Sumbang Emas Taekwondo

Menpora Imam Nahrawi berbincang dengan atlet Taekwondo nomor Kyorugi, Ibrahim Zarman, saat mengunjungi Pelatnas di Gedung POPKI, Jakarta Timur. (Adt/NYSN)

Jakarta- Atlet Taekwondo Indonesia yang tergabung di Timnas Asian Games 2018, Ibrahim Zarman, mengeluhkan minimnya laga ujicoba bagi atlet guna menambah jam terbang serta mematangkan mental bertanding. “Untuk try out (ujicoba) saya rasa masih kurang. Ujicoba itu penting untuk menambah jam terbang dan mental tanding. Karena lawan-lawan seperti China, Thailand itu, mereka sebulan sekali melakukan try out,” ujar Taekwondo asal Riau, saat ditemui di Pelatnas Taekwondo di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/3). “Kalau kebutuhan lain seperti nutrisi, akomodasi, dan uang saku sudah cukup. Justru yang kurang cuma try out,” sambung atlet nomor Kyorugi (Tarung) 63 Kg. Terkait peluang di Asian Games 2018, Ibrahim menyebut saat ini peluang semua negara untuk meraih medali emas, terutama di nomor tarung sama. “Kalau bicara peluang itu untuk nomor tarung sama, mulai dari kelas bawah sampai kelas atas. Tinggal yang lebih siap saja, pasti bisa mendapatkan medali emas. Dan, saya yakin bisa dapat emas,” tukas Taekwondoin berpostur tinggi. Ia mengaku akan mengikuti Kejuaraan Jerman Open, pada April, setelah itu menjalani training camp di Korea Selatan. “Nanti setelah Jerman Open kami akan ke Korea untuk melakukan training camp, kemudian kembali ke Indonesia sebelum tampil di Asian Games 2018,” bebernya. Ibrahim adalah salah satu andalan Merah Putih merebut medali emas ajang multi event se-Asia itu. Ia meraih medali emas di ajang SEA Games 2017, Malaysia, usai menaklukkan atlet asal Vietnam Nguywn Van Duy. Pada event World Taekwondo Malaysia Open G1 2018, pada 1-4 Maret, ia juga sukses mengantongi medali emas. (Adt)

Konflik Induk Organisasi di Cabor Hoki, Kemenpora : Jangan Korbankan Atlet

Dualisme induk organisasi cabang olahraga hoki jangan sampai mengorbankan atlet. (harnas.com)

Jakarta- Tersisa lima bulan, Indonesia akan menggelar hajatan olahraga terbesar se-Asia. Salah satu cabang olahraga masih dihadapkan permasalahan dualisme induk organisasi nasional. Salah satunya yang sedang terjadi antara Pengurus Besar (PB) Persatuan Hoki Seluruh Indonesia (PHSI) dan Pengurus Pusat (PP) Federasi Hoki Indonesia (FHI). Akibatnya, Tim Hoki Indonesia hingga kini belum menggelar Pelatnas Asian Games 2018. Diketahui, dualisme PHSI dan FHI sudah terjadi sejak Agum Gumelar menjabat Ketua Umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat periode 2003-2007. FHI yang kini dipimpin Yus Adi Kamrullah, menjadi organisasi nasional yang sah dan diakui KONI. Namun, mereka tak mendapat pengakuan Federasi Hoki Asia (AHF) dan Federasi Hoki Internasional (FIH). Justru keabsahan diklaim PHSI pimpinan Raj Kumar Singh. “Hoki bisa mengirim atlet di Asian Games 2018. Tapi, atas nama NOC (National Olympic Committee). Kami akan diskusi kembali dan memastikan soal aturannya,” ujar Mulyana, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jumat (23/3). Ditekankan Mulyana, apapun yang terjadi di organisasi olahraga jangan sampai memberi dampak negatif, terutama menurunnya motivasi atlet. “Apalagi ini Asian Games, momen dan peluang untuk berpartisipasi semua cabang olahraga sangat terbuka,” lanjutnya. “Atlet harus jadi kepedulian kami. Mereka harus di support, supaya latihannya tetap berjalan. Intinya, masalah di organisasi jangan sampai mengganggu semangat mereka,” tambah dosen Ilmu Kepelatihan Olahraga di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Mulyana sebelumya sempat memberikan batas waktu hingga Maret, agar konflik internal kedua kubu segera selesai. “Kita sudah serahkan masalah ini ke KOI (Komite Olimpiade Indonesia). Karena KOI yang mempunyai member internasional Asia. Jika ada jaminan surat bahwa hoki bisa dipertandingkan, ya kami akan bantu seperti cabor lain, termasuk mencairkan dana persiapan Asian Games,” tegasnya. (Adt)