Dellie Threesyadinda, Tengok Kiprah Gadis Cantik Ini Hingga Sukses Menjadi Pemanah Kelas Internasional

Dellie Threesyadinda, Gadis cantik yang berhasil meraih medali emas pada ajang Sea Games

Akhir-akhir ini olahraga memanah atau yang biasa disebut panahan mulai digandrungi oleh kaum hawa di Indonesia. Sebenarnya cukup banyak atlet perempuan yang menggeluti panahan, namun Sayangnya tidak banyak yang mengetahui siapa atlet-atlet panahan yang telah berprestasi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Salah satu Atlet Panahan Nasional Indonesia bernama Dellie Threesyadinda, gadis cantik ini mulai belajar memanah sejak umur 7 tahun. Dellie Threesyadinda yang biasa di panggil dinda, lahir di Surabaya 12 Mei 1990, Bakat memanahnya turun dari sang ibunda yang juga seorang atlet Pemanah Legendaris bernama Lilies Handayani yang pernah mendapatkan medali perak pada Olimpiade tahun 1988, sejak kecil sang Ibunda telah mengenalkan Dinda dengan olahraga Panahan. Waktu kecil, Dinda sering diajak sang ibunda berlatih memanah, lama kelamaan kecintaannya pada olahraga panahan pun mulai tumbuh. Seiring bertambahnya usia, minat dinda terhadap olahraga memanah kian bertambah. Hal ini membuat sang ibunda memutuskan untuk melatihnya langsung agar kelak Dinda menjadi atlet panahan profesional. View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) Dinda juga berlatih di salah satu sekolah panahan di Surabaya, di bawah asuhan pelatih Yahya Buari. Dinda mulai menjadi anak didik Yahya sejak tahun 1997. Hebatnya, baru 6 bulan sejak mulai berlatih, Dinda langsung mengikut kejuaraan memanah pertamanya. Sekarang, Dinda adalah salah satu atlet panahan wanita terbaik yang telah berhasil menjadi juara pada berbagai ajang kompetisi panahan baik dalam negeri maupun internasional. Pada tahun 2012 silam, Dinda telah berhasil merebut 2 medali emas. Selain itu, satu tahun kemudian tepatnya pada tahun SEA Games 2013, Dinda berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Penghargaan pun datang berturut-turut, salah satunya adalah dari kejuaraan panahan internasional di Inggris. “memanah itu melatih kesabaran, karena memanah tidak hanya olahraga tapi juga olahrasa. Kalau sedang mood-moodan, memanah akan terasa sulit. Memanah juga membutuhkan fisik yang kuat, karenanya saya rutin ngegym dan lari.” Ujar Dinda kepada wartawan pada jumpa pers Marina Hydro Cool Gel Lotion, tanggal 19-10-2015 lalu. Pada SEA Games Kemarin Dellie Threesyadinda dan tim berhasil menang melawan tim panahan putri Thailand dalam perebutan medali perunggu saat final compound beregu putri SEA Games XXIX di Synthetic Turf Fild, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) Seringnya di banding-bandingkan antara pemanah wanita dengan pemanah pria Walaupun hanya sedikit perbedaannya, namun tidak ada perbedaan yang mencolok antara pemanah pria dan wanita. Bedanya hanyalah pada jarak yang digunakan ketika memanah, untuk wanita jaraknya lebih pendek dari pria. Namun hal ini bersifat situasional. di bio instagramnya dinda menulis quote: Life Balance, Free spirit, Listen to your gut and Be Unstoppable –Dellie Threesyadinda- View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) ditengah kesibukannya berlatih dan bertanding panahan, dinda menyempatkan waktu untuk merileksasikan pikiran dan tubuhnya dengan sering berjalan-jalan atau biasa kita sebut Traveling keberbagai tempat. melalui akun instagram miliknya terlihat banyaknya foto yang ia abadikan dikala Traveling.  

Berhasil Hadiahi Emas Cabang Olahraga Renang Untuk Jawa Barat, Rara Ceritakan Pengalamannya Di Negara Hungaria

Joanita-Mutiara-Hapsari-Renang

Sosok inspirasi kali ini adalah Joanita Mutiara Hapsari, ia merupakan gadis periang asal Jawa Barat yang telah mengikuti cabang olahraga renang pada POMNas 2017 lalu. Gadis dengan panggilan akrab Rara ini sudah mengikuti berbagai kejuaraan dalam cabang olahraga renang dan selam. Dalam kompetisi POMNas 2017 lalu, Rara membawa pulang 2 medali perunggu, 1 medali perak dalam kategori perorangan dan untuk estafet. Rara dan tim berhasil menyumbangkan medali emas untuk Provinsi Jawa Barat. Ia membagikan ceritanya ketika di latihan di Hungaria selama 1 bulan setengah untuk persiapan PON 2016 lalu kepada nysnmedia.com. “Biasanya kan pelatihnya yang datang ke Indonesia, cuma karena dia gak bisa ke Indonesia, jadinya aku dan atlet yang lain pergi ke Hungary. Selama disana aku belajar hidup mandiri itu kayak gimana, aku belajar menghadapi sifat temen-teman yg berbeda-beda dan belajar ngontrol diri biar ngga moody. Terus aku bisa latihan secara maksimal, sempat sehari latihan 4 kali selama seminggu. Asik juga bisa pergi jalan-jalan gitu” tuturnya. Mahasiswi STP NHI Bandung ini sudah mengikuti berbagai kompetisi dalam cabang olahraga renang dan selam yang sudah ia jalanin sejak 2011. Seperti halnya PON, POMNas, Asian Youth Games, Asean School Games, Kejuaraan Nasional dan Asian Finswimming Championship. Meski telah banyak prestasi yang diraih Rara, ia juga pernah mengalami cedera pada bagian pinggangnya akibat kurang pemanasan. “Aku pernah cedera pinggang tahun 2014 Aku sampai susah tidur, mau pembalikan salto gitu malah sakit banget. Sejak itu, 2 kali pertandingan aku mesti pakai pain killer sebelum berenang. Tapi tetap gak berpengaruh. Sampai pada akhirnya, aku stop latihan kira-kira hampir sebulan buat terapi pinggang. Dari situ aku jadi rajin stretching terutama kaki dan pinggang,” tutupnya. (put/adt)

Berkat Prestasinya di Voli Pantai Mia Bisa Berkeliling Nusantara

Mia-Widiayati-Voli-Pantai

Mia Widiayati atau yang sering sapa Mia merupakan salah satu atlet cabang olahraga voli pembawa nama Jawa Tengah pada kompetisi POMNas 2017 lalu. Mia dan tim volinya mendapatkan medali perunggu setelah mengalahkan Sumatera Selatan. Tak hanya voli, Mia juga mengikuti berbagai kompetisi untuk cabang olahraga voli pantai. Gadis berusia 21 tahun ini menuturkan kelebihan menjadi atlet voli, terutama voli pantai alasannya adalah, bisa mengunjungi berbagai destinasi wisata di Indonesia terutama pantai. “Yang paling seru kalo lagi event tanding voli pantai. Gak hanya bisa main voli di pantainya aja tapi juga bisa piknik. Aku pernah ke Padang, Bengkulu dan yang paling berkesan itu ke pulau Bokori di Sulawesi Tenggara. Sekarang itu sudah jadi destinasi wisata” tuturnya Menurut Mia, voli merupakan olahraga yang unik, tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam bermain voli, tetapi lebih karena faktor kerja sama antar anggota tim. “Voli itu unik, karena voli merupakan olahraga beregu dimana kita tidak hanya mengasah skill kita tapi juga belajar untuk bekerja sama, kompak, dan gotong royong dalam tim” ucapnya Kecintaannya terhadap voli sudah tumbuh sejak kelas 5 SD. Berbagai kompetisi dalam cabang olahraga voli pantai sudah ia jalani dengan membawa pulang berbagai medali seperti POPNas, PON Jabar dan POMNas. Mahasiswi Ikip Veteran Semarang ini juga menceritakan bagaimana awal ketika masuk ke club voli Ananta yang turut membesarkan namanya. “Awalnya ikut ekskul di SD. Kebetulan guru olahraga nya pelatih club Ananta namanya Bapak Sutrisno. Nah lama kelamaan tertarik gabung di club. Untuk sekarang ini kebetulan di ikip veteran ada UKM voli nya, gabung disana deh selama ada event mahasiswa.” tutupnya (put/adt)

Bukan Sekadar Therapy Asma, Olahraga Renang Berhasil Membawa Raina ke SEA GAMES 2017

Rania-Saumi-Grahana-Ramdhani-renang

Gadis cantik asal Jawa Barat ini bernama lengkap Raina Saumi Grahana Ramdhani, atau yang akrab disapa Raina. Ia merupakan salah satu atlet renang yang membawa nama Indonesia ke SEA GAMES 2017 lalu. Pada awalnya, olahraga renang berhasil menjadi terapi untuk menyembuhkan penyakit asma yang dideritanya sejak usia 7 tahun. “Awalnya sih disuruh dokter untuk terapi asma. Tapi kebetulan juga aku hobi renang, jadi keterusan. Alhamdulilah asmanya sembuh,” ucapnya Tak hanya SEA GAMES 2017, Raina sudah mengikuti beberapa kompetisi sejak tahun 2003 baik dari tingkat nasional hingga tingkat dunia seperti World Champhionships di Budapest. Bahkan ia juga pernah mencetak rekor nasional 800 m dalam waktu 8.53.71, 400 m dengan 4.20.16 dan 200 m dengan 2.05.15. Dan kini, gadis berumur 22 tahun ini sedang berlaga dalam POMNas mewakili nama Provinsi Jawa Barat yang diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Mahasiswi STIE Dharma Agung Bandung yang sangat menyukai coklat ini mengakui, bahwa bertanding dengan perenang lain dari berbagai negara merupakan pengalaman yang berharga bagi dirinya. “Pergi ke kejuaraan tingkat dunia melihat juga para perenang world class bertanding itu adalah pengalaman berharga,”tutupnya (put/adt)

Joan Putri Callista, Terpilih Untuk Mengikuti Seleksi Basket Di Surabaya

Joan Putri Calista pemain basket putri dari Ora Et Labora, yang akan mengikuti seleksi DBL All Star di Surabaya November mendatang.

Perlu di ketahui perhelatan dari ajang Honda DBL (Development Basketball League) yang di gagas oleh salah satu brand ternama, telah menjadi ajang satu-satunya yang di tunggu oleh pelajar setara SMA (sekolah menengah atas) yang tersebar di berbagai daerah. Dari penilaian yang terbaik dalam kompetisi, ataupun kategori suporter yang kreatif. Menjadi anak yang aktif sejak kecil, sosok Joan Putri Callista memilih menyalurkannya tenaga dan hobbynya dengan bermain basket. Gadis belia yang akrab dengan sapaan Joan ini masih bersekolah di Ora Et Labora BSD Tangerang Selatan, dan akan segera mengikuti seleksi basket DBL yang diadakan di Surabaya sebagai pintu terakhir untuk dikirim ke Amerika Serikat. “aku tuh gak bisa diem suka gerak-gerak. Terus di sekolah ekskul yang suka gerak itu cuma futsal sama basket. Walau aku sempat main futsal tapi aku fokusnya ke basket” tutur Joan kepada nysnmedia.com. Ketertarikan kepada olahraga basket sudah ia rasakan sejak kelas 1 SD, hingga saat ini. Joan sudah mengikuti berbagai pertandingan antar club basket, antar sekolah, kejuaraan nasional seperti Popda, Popnas dan Popwil hingga ke DBL Indonesia. Cewek periang ini menuturkan pengalamannya ketika mengikuti DBL Indonesia. Joan dan tim masuk hingga Fantastic Four. Namun, pertandingan tersebut tidak berjalan mulus. “Saat quarter pertama itu, aku udah foul 3 kali, mainnya juga sudah banyak foul. Jadi kita main untuk mencegah teman-teman yang lain untuk out,” sesal Joan.(put/adt)

Ciptakan Komunikasi Yang Baik, Merupakan Modal Pertama Menumbuhkan Prestasi Anak

Imam nahrawi (Kiri)) Menteri Pemuda Dan Olahraga menyerahkan penghargaan tertinggi dari kepada atlet ice skating Maghrisa Regita Maharrani Trah Gagarin atas prestasinya di olahraga Ice Skating

Sebagai orangtua, kewajiban paling utama yang dilakukan adalah mengikuti perkembangan anak dalam menumbuhkan prestasi anak. Namun, bukan berarti bisa memaksakan kehendak sang anak untuk menentukan prestasi, melainkan hanya mengarahkan. Dengan demikian, anak akan seluwes mungkin untuk menggapai prestasi dengan jalan yang dipilihnya sendiri. Heri Gagarin seorang Jurnalis yang juga ayah dari Maghrisa Regita Maharrani Trah Gagarin sebagai olahragawan Ice Skating tingkat Asia berprestasi memaparkan, dalam keseharian dirinya bersama dengan sang istri, Farisha Zhara menanamkan pola asuh yang wajar-wajar saja, sama dengan apa yang biasa ditanamkan oleh orangtua pada umumnya. Seperti sekolah, les dan latihan, hingga menorehkan penghargaan tertinggi dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi atas prestasi yang diraih Regita selama tahun 2014 dan 2015. “Intinya sih menciptakan komunikasi baik via telepon maupun langsung di rumah, sementara waktu yang paling banyak adalah saat hari libur dan hari sabtu,” ujar Heri. Menurutnya, menumbuhkan prestasi anak adalah melalui komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, akan tumbuh rasa saling percaya dan menghargai akan kewajiban masing-masing dan tidak ada kiat khusus, semua mengalir apa adanya. “Kalau orangtua bekerja dan merawat keluarga, sementara tugas anak adalah belajar, paparnya. Sebelumnya, gadis cantik kelahiran 30 Desember 2001 juga sempat mendapat prestasi sebagai Duta Cintai Indonesia 2012 silam. Selain itu, sebanyak 3 medali emas ajang Skate Bangkok 2014 yang diikuti sejumlah negara Asia, antara lain Indonesia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Hong Kong serta 4 medali emas Ajang Indonesia Ice Skating Open 2015, dan 1 medali emas Ajang The Indonesia Figure Skating National Championship 2015. Kemudian Regita juga menjuarai tiga kategori di nomor Figure Skating Short Program Alpha, Figure Skating Alpha Solo Comp dan Figure Skating Stroking Alpha. Dengan hasil yang sempurna ini, ia berhasil memenuhi janji kepada Menpora untuk mengharumkan nama bangsa. Selain prestasi olahraga, Regita juga berhasil mendapat nilai cukup lumayan pada Ujian Nasional 2017 terutama untuk mata pelajaran Matematika dengan nilai 97,5 dan terpilih sebagai salah satu lulusan terbaik SMP Pembangunan Jaya. (pah/adt)

Ingin Masuk UPH, Dara Cantik Ini Fokus Dengan Olahraga Basket Sebagai Tiket Masuk Jalur Prestasi

vania-pembasket-cantik

Siapa yang tidak jatuh hati kepada wanita cantik yang mempunyai bakat olahraga dan prestasi di olahraga. Apalagi di olahraga basket, mempunyai postur tubuh yang tinggi pasti akan menjadi pusat perhatian para kaum adam ditambah paras cantiknya. Seperti pebasket cantik yang bernama lengkap Vania Valencia. Vanval sapaan akrabnya. Yang saat ini masih tercatat sebagai murid di sekolah menengah atas Stella Duce, Yogyakarta mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa mulai menyukai olahraga terpopuler di Amerika Serikat ini sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Aku sendiri terjun ke olahraga basket sejak SMP kelas 1. Tapi, awalnya cuma ikut ekskul aja, terus karena di SMP ada event JRBL (Junior Basket League), akhirnya pengen bisa jadi pemain JRBL dan mulai seriusin basket,” terang Vania. Setelah itu, Vanval terus berlatih keras. Hasilnya, pada tahapan seleksi JRBL, dirinya dapat lolos menjadi JRBL di sekolahnya. “Sampai akhirnya ada seleksi basket JRBL dan akhirnya kepilih untuk game JRBL pertama terus dapet Champion. Setelah itu, lanjut ikut seleksi Kejurnas, Popda, Porda,” ucapnya. A post shared by Vania Valencia (@vaniavalencia8) on Sep 4, 2017 at 1:59am PDT Setelah SMP, Vanval mulai bisa masuk ke tim DBL dan berhasil menjadi juara. Sekarang, Vanval mulai fokus untuk menyasar beasiswa basket di Universitas ternama yakni UPH. “Saat ini, aku ingin kembangkan diri dan terus berlatih karena aku pengen masuk UPH. Aku, lagi nyasar beasiswa dalam olahraga basket, karena aku punya passion di basket. Rencana bulan November, aku ikut beasiswa di UPH semoga moga dapet jalan di UPH,” terang pebasket cantik ini. (pah/adt)

Sempat Tak Diijinkan Oleh Orangtua, Pembalap Cantik Ini Buktikan Dengan Prestasi

kintananmary

Balap motor biasanya digandrungi oleh kaum pria. Tetapi, saat ini sudah banyak pembalap-pembalap cantik yang turun ke lintasan balap dengan berbagai merk motor. Seperti aktifitas pembalap cantik satu ini, dara muda bernama Kintan Laksana Putri, gadis belia ini mulai tertarik turun ke dunia balap semenjak kelas 1 SMP. Siapa sangka, awal mula Kintan sapaan akrabnya, turun ke lintasan balap yaitu mengikuti balap liar. “Hobi balap dari SMP kelas 1 dan turun di balapan liar. Tapi, semenjak mulai balap resmi tahun 2015, aku udah stop untuk balap liar,” ucap Kintan. Menekuni balap motor sempat mendapat tentangan dari sang orangtua. Bagaimana tidak, gadis cantik ini harus berjibaku di lintasan balap dengan resiko yang tinggi. Namun, secara perlahan orangtua Kintan mulai merestui Kintan untuk menjadi pembalap. View this post on Instagram A post shared by KINTAAN MARY (@kintaanmary) “Pertama sih gak di dukung sama sekali, karena khawatir takut kenapa-kenapa. Tapi, pas pertama balap motor dan gak bilang mamah karena takut dimarahin. Dan, alhamdulillah langsung dapet podium urutan ke-4 dan bawa pulang piala ke rumah. Sehabis itu, langsung di izinin sampai sekarang,” terang Kintan kepada reporter nysnmedia.com Selain balap motor, Kintan juga gemar dan menyempatkan diri untuk bermain futsal dengan teman-temannya, dirinya bahkan mencoba berjualan kecil-kecilan untuk mengisi waktu luang. (pah/adt)

Sempat Jatuh Di Gawang Terakhir, Ayu Ngotot Untuk Terus Mengejar Jati Diri

safrina-ayu-lari-gawang

Berawal turun di kelas 60 meter sprint, Safrina Ayu Melina atau yang biasa disapa Ayu, mulai mencoba-coba turun di beberapa kelas atletik. Semenjak duduk di bangku SMP, Ayu turun di nomor 400 meter dan 200 meter. Namun, tidak adanya peningkatan di dirinya membuatnya mencari peluang untuk mencoba di nomor lari gawang. “Iya, kan dulu di nomor 60m, terus semenjak ke SMP jadi nomer 400m sama 200m. Di nomer itu, saya gak ada peningkatan beberapa tahun, terus saya cari peluang di nomor yang kosong dan lari gawang lagi kosong. Yasudah saya pilih itu,” terang Ayu. Berpindah dari kelas sprinter ke lari gawang, dikatakan Ayu cukup sulit untuk beradaptasi dalam kelas ini. Perlu memakan waktu cukup lama bagi Ayu, untuk bisa adaptasi dan mendapatkan prestasi. “Susah awalnya, dan harus berani. Tapi, yang penting jangan takut jatuh dan fokus. Baru beberapa bulan persiapan, akhirnya di turunin di Jakarta Open 2013 nomor 60m pra remaja. Hasilnya dapet juara dan di 2014 for the first time turun mewakili atas nama Jatim di Kejurnas remaja nomor 100m lari gawang,” ujarnya. View this post on Instagram A post shared by Saprintuls (@safrinaayu_) Pada saat di Kejurnas, Ayu sempat jatuh di gawang akhir, namun karena tekadnya mengejar finish, Ayu bangkit dan berhasil finish di urutan 3. “Di penyisihan saya jatuh di gawang terakhir, tapi saya berdiri lagi soalnya nanggung mau finish dan alhamdulillah masuk dan masuk final dan nomor 3,” tuturnya. (pah/adt)

Cidera Bukan Halangan, Pembalap Cantik Ini Buktikan Wanita Tak Mudah Menyerah

pembalap-cantik-kintan

Cidera dalam olahraga itu yang sangat di takuti oleh penikmat olahraga. Mulai dari olahraga biasa hingga olahraga ekstrem. Namun, bagi pembalap cantik ini Kintan Laksana Putri cedera bukan berarti menyerah. Seperti halnya yang dilakukan baru-baru ini oleh pebalap legenda Valentino Rossi yang cedera patah kaki. Namun, Rossi mampu menunjukan fighting spritnya di Sirkuit Aragon, Spanyol dan mampu finish ke-5 dalam keadaan menahan rasa sakit setelah cedera yang dialaminya. https://www.instagram.com/p/BZQJpfMn7m1/ Kintan sapaan akrabnya, juga pernah mengalami kejadiaan seperti itu. Disaat sedang mengikuti beberapa kejuaraan, mendapati cedera yang bisa dikatakan cukup parah. Namun, dengan jiwa fighting spirit yang dimilikinya, Kintan berhasil mencapai garis finish. “Cidera waktu turun balap di Karawang, yang di belakang sebelah kiri nabrak aku. Aku posisi di sebelah kanan pas mau start warming up. Dan, pergelangan tangan ngegeser nonjol dari situ start ulang. Mulai start di posisi 12 dan bisa finis posisi ke-3. Dan juga baru kemarin di night race Majalengka, lagi latihan resmi siang harinya terus jatuh bahu ngegeser dikit, tapi alhamdulillah pas malemnya final posisi podium 1,” terang Kintan kepada nysnmedia.com. Bukan hanya itu, pembalap cantik yang tergabung di TJM (Tunas Jaya Motor) ini, pernah merasakan balap dengan pebalap pria. Dan, hasilnya sangat baik. “Waktu itu, aku posisi 18 dan pas start banyak yang jatoh aku turun ke posisi 25. Beberapa lap terakhir, akhirnya aku finish di urutan ke-12,” ucapnya. Kintan juga sempat di curangi saat bertanding. Mesin motornya di tukar dengan mesin motor yang lainnya. Namun, itu bukan menjadi persoalan baginya dan bisa dibuktikan dengan hasil yang bagus. “Kadang ya motorku di setting mesin di ukuran yang paling pelan, dan pernah juga dicurangin, dituker mesinnya sama pembalap yang satunya, tapi aku bisa bersaing sama mesin aku. Pada saat mulai start masih urutan ke-9 dan bisa menjadi posisi ke-2,” tutur gadis cantik yang bercita-cita menjadi Polwan. Kintan yang turun di kelas 130cc standar wanita, 115cc standar wanita, dan kadang pula mengikuti 130cc pemula. Dan, saat ini Kintan sedang fokus latihan di kelas bebek. Serta, mempersiapkan untuk ajang Kejurda, HDC Motorprix dan Kejurnas. Tentunya, semangat pantang menyerah Kintan, patut ditiru bagi wanita-wanita. Jangan, kalah dengan kondisi cedera sekalipun dan buktikan bahwa bisa berprestasi. (pah/adt)

Egy Maulana Vikri, “Malaikat” yang Di Temukan Indra Sjafri

Egy Maulana Vikri (Dok. PSSI)

Egy Maulana Vikri,Pemain asal Medan yang menjadi Malaikat penolong atas kemenangan Timnas Indonesia U-19 berkat dua golnya ke gawang Myanmar, Selasa (7/9/2017). Egy yang lahir pada 7 Juli 2000 merupakan atlet hasil bidikan mata elang pelatih Indra Sjafri. Egy sudah menjadi incaran Indra Sjafri sejak lima tahun lalu dan saat ini ia menjadi bintang muda baru timnas U-19. Di kutip dari Bolalop, Egy pernah menimba ilmu di SSB ASIOP Apacinti Jakarta. Ia mengikuti Gothia Cup di Gothenburg, Swedia, pada 2016. Ia membawa timnya juara di turnamen usia muda kelas internasional itu. Egy juga menimba ilmu di Diklat Ragunan. Sempat juga ia menjadi bagian Persab Brebes yang menjuarai Piala Soeratin 2016. Bahkan Egy menjadi top scorer turnamen tersebut dengan total perolehan gol sebanyak 22 gol. Pemain yang mempunyai keajaiban pada kekuatan kaki kiri itu mengikuti seleksi timnas U-19 sejak Februari lalu. Dirinya begitu menonjol saat mengikuti seleksi tersebut. Itulah yang membuat Indra Sjafri tak ragu memilih Egy masuk ke skuat Garuda Nusantara. Ditemukan Indra Sjafri dengan Blusukan Indra Sjafri ternyata sudah terpikat dengan Egy Maulana Vikri sejak tahun 2012. Saat itu Egy yang masuk berusia 12 tahun sudah memikat hati Indra Sjafri. Indra bertemu Egy pada Festival Grassroot 2012 di Medan. Ia sudah mencium bakat Egy sejak dini. Hasilnya, Egy pun dipanggil bergabung dengan Timnas Indonesia U-16 pada 2015. Pelatih timnas U-16 saat itu, Fachri Husaini, menjadikan Egy sebagai kapten tim. Ia mengikuti pemusatan latihan selama satu tahun penuh. Sayangnya ia gagal membela timnas di Piala AFF U-16 karena FIFA menjatuhkan sanksi untuk sepak bola Indonesia. Gagal membela timnas, Egy pun fokus sekolah di Diklat Ragunan, Jakarta. Ia pun terus belajar dan bekerja keras berlatih bersama tim sepak bola Diklat Ragunan. Setelah Indonesia terbebas dari sanksi FIFA, Egy pun kembali dipanggil timnas. Keberhasilan Indra Sjafri membidik bakat Egy kini berbuah manis. Pelatih asal Sumatera Barat itu pun berkesempatan untuk melakukan pembenahan pada Egy hingga ia saat ini menjadi bagian penting dari timnas U-19 di ajang Piala AFF U-18.

Di Kenalkan Olahraga Atletik Dari Sang Ayah, Dara Ini Langsung Jatuh Hati

Safrina-Ayu-Melina

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Mungkin itu peribahasa yang tepat untuk atlet lari gawang putri Safrina Ayu Melina. Sejak masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK), Ayu sapaan akrabnya sudah di kenalkan olahraga atletik oleh sang ayah Riswanto Pamudji. Ayu menceritakan awal mula kecintaannya terhadap atletik kepada nysnmedia.com, bahwa semenjak di ajak sang ayah ke lintasan atletik. Dirinya langsung jatuh hati kepada olahraga lari ini. “Sejak kecil sudah sering di bawa ayah kelapangan, ayah juga kebetulan pelatih atletik di wilayah Jawa Timur,” ucap Ayu. Mulai dari situ, Ayu terus dilatih oleh sang ayah untuk menjadi atlet lari handal. Namun, tahun 2013 akhir, Ayu sudah tidak di latih sang ayah lagi. “2013 akhir aku sudah gak dilatih sama ayah. Nah, waktu masih di latih sama ayah, kejuaraan yang pertama kali ikut itu Pekan Olahraga (POR) tingkat SD se-Surabaya. Dan, hasilnya dapat juara 3 di nomor 60 meter sprint, itu waktu aku kelas 4 SD,” pukasnya. Ayu pun, sangat berterima kasih kepada sang ayah yang sudah melatih dirinya sejak kecil untuk menjadi atlet lari. (pah/adt)

Berhasil Sedot 30 Partisipan Senior High School, St. John’s Catholic School Basketball Competition Masuki Babak Final

Senior High School Competition yang diadakan di St. John Catholic School, BSD

Sekolah yang terletak di Jalan Kencana Loka Raya No.8, Rw. Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Prov Banten ini Gelar turnamen basket antar sekolah. Beberapa diantara sekolah sejabodetabek yang ikut sebanyak 30 sekolah, kompetisi ini cukup rutin di lakukan biasanya dalam pertengahan bulan. Bagian publikasi di ajang kompetisi tahunan st jhon, Stefani mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa dalam bidang olahraga kita punya 3 agenda kegiatan. “Iya, tiap tahun acara ini kami lakukan secara rutin, ada 3 cabang olahraga yang di pertandingkan. Diantaranya adalah anggar, futsal, dan basketball. Dan dalam cabang basket sudah memasuki masa final.”ujar Stefani Stefani menambahkan bahwa setelah basket, senin depan akan di gelar kompetisi anggar dan futsal menyusul. “Selain basket, senin depan akan di gelar acara serupa tapi untuk cabang olahraga anggar, dan futsal menyusul.”tambah Stefani Dari pantauan nysnmedia.com, moment tradisi rutin St.Jhon dalam program tahunannya di khususkan hanya untuk tingkat SMA. Dalam pelaksanaan kompetisi basket berjalan dengan baik tanpa kendala.(adt)

Inilah Juara Baru Honda DBL Jakarta Series 2017

pemenang-honda-dbl-2

Final basketball Honda DBL Jakarta Series 2017, di GOR Soemantri, kemarin (26/8). Di kategori tim putra mempertemukan SMAN 22 Jakarta melawan SMAN 71 Jakarta, sedangkan untuk tim putri mempertemukan SMAN 8 Jakarta melawan SMAN 3 Jakarta di GOR Soemantri, kemarin (26/8). Menurut pantauan tim nysnmedia.com di lapangan, Kuatnya pertahanan SMAN 8 membuat Valerie dan tim sulit beradu duel di udara. Beberapa kali bola muntahan didekap di tangan pemain SMAN 8. Jual beli serangan terjadi menjelang akhir kuarter pertama, hingga kuarter pertama usai, teladan tertinggal dengan skor 4-9. Pada Kuarter kedua tim kembali melancarkan serangan sengit, kejar – kejaran poin terus terjadi, Valerie sempat memangkas skor jadi 21-17, SMAN 8 unggul Memasuki kuarter ketiga, ketegangan makin menjadi. Teladan masih tertinggal 28-36, maka kemenangan SMAN 8 sangat terasa di depan mata. Dan benar saja hingga akhirnya peluit panjang dibunyikan, SMAN 8 unggul 47-40. Di sektor putra, dua tim dari Jakarta Timur bertemu. SMAN 71 kali pertama melawan SMAN 22 di ajang Honda DBL DKI Jakarta Series. Meski begitu, keduanya langsung bermain dengan agresif dan sportif. Arahan pelatih Tezara dapat diserap para pemain, SMAN 22 yang belum mencetak poin mengambil time out. Riverside menunjukkan kemampuannya. SMAN 22 memimpin dengan skor 17-15. Kuarter kedua dan ketiga menjadi ajang jual beli serangan kedua tim yang sama-sama mengandalkan sang kapten. Anthony sukses melakukan tembakan. Tak mau poinnya dikejar, Putra melakukan percobaan three point shoot dan berhasil. Hingga kuarter ke empat, Buzzer berbunyi, skor 58-55 membuat gelar juara untuk kali pertama diraih SMAN 22 Jakarta. (mrd/adt)

Belum Genap 2 Tahun Mendalami Olahraga Panahan, Alda Ayu Amirah Lubah Sukses Torehkan Prestasi

alda-panahan

Olahraga panahan termasuk olahraga ketangkasan pemain, olahraga panahan juga sering dianggap sebagai olahraga statis, namun atlet pemanah atau pemanah kompetitif benar-benar membutuhkan sejumlah besar kekuatan, ketahanan, dan fokus untuk tampil optimal. Atlet cilik Alda Ayu Amirah Lubah, yang lahir di Pamulang, pada tanggal 18 Juli 2006 ini merupakan atlet panahan berprestasi berdarah campuran Poso – Betawi. Dia adalah anak bungsu dari 2 bersaudara dari pasangan Agam Pamungkas yang tak lain adalah mantan ketua DKTS (Dewan Kesenian Tangerang Selatan) dan Irawati. Berikut kejuaraan nasional yang pernah di ikuti Ayu ini, antara lain: Tangsel Archery Championship Cup, 2016-2017 – (Silver Medalion) Porseni Siswa Tangsel, Mei 2016 – (Gold Medalion) SDIT Al Azkar Chup 1 dan 2 – ( Silver Medalion) Tangsel Open Tournament, BSD 12 Juni 2017 – ( Gold Medalion) Indonesia Memanah 2, TMII,15-18 Desember 2016 – (Silver Medalion) PORSIQU JSIT Indonesia 2017, Jakarta 1-5 Mei 2017 Panahan Beregu Putri – (Delapan Besar) Banten Archery Open Tournamen, Serang, 18 Maret 2017 – ( Gold Medalion) Alda Ayu Amirah Lubah mulai menekuni olahraga panahan sejak ia masih berusia 10 Tahun. Berasal dari Tangsel Archery Club (tempat olahraga panahan) di bawah besutan pelatih Dandy, Ayu sukses mempersembahkan banyak prestasi. Selain olahraga panahan, Siswi cantik duduk di kelas 6 Damascus, SDIT Al Azkar Pamulang, ternyata mempunyai hobi mendengarkan musik, ia juga suka dengan menggambar untuk mengisi waktu senggang,” tutupnya.(mrd/adt)

Ajang Supporting Event Kompetisi Basket Antar Sekolah Honda DBL 2017 Menyimpan Aturan Tersendiri

Liga Basket DBL Indonesia yang digelar rutin setiap tahunnya

Umumnya pertandingan kompetisi basket tidak mengenal memberikan kesempatan kepada lawan yang kalah, biasanya peserta dalam posisi menang akan terus menambah keunggulan mereka, dan meninggalkan yang kalah. Peraturan tersendiri di terapkan oleh panitia acara DBL yang di gelar di Gor Pajajaran Cibinong, Kota Bogor. Perbedaannya antara lain seperti memberikan dispensasi atau kesempatan kepada yang kalah dengan cara memberikan keleluasaan dalam penjagaan (defense) Pramana Aditya mengatakan kepada nysnmedia.com peraturan yang di terapkan berbeda dari umumnya, yang lebih di kenal dengan sebutan respect the game. Selasa (22/8) “Iya, kami memiliki peraturan tersendiri yang telah di setujui oleh FIBA, diantaranya dengan penerapan berikan kesempatan untuk memperluas ruang gerak para penyerang dari pihak lawan yang skornya tertinggal dengan selisih 20 point. Yang sering kami sebut dengan istilah respect the game,”ujar Aditya Aditya juga menambahkan bahwa Respect the game ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak seperti Perbasi Kota Bogor. “Acara ini terselenggara berkat kerjasama yang baik dari berbagai pihak, khususnya para sponsor yang terlibat, dan kedepan pada tanggal 25 Agustus mendatang, akan kami umumkan nama 12 pemain terbaik versi DBL.”tutupnya (adt)

Dukung Kesertaraan Gender, Football For Peace 2017 Tampilkan Tim Campuran

Tokoh putri yang tergabung dalam tim JKT69, (Dari Kiri, Erica, Thalia & Adinda), 21/05/17. (NYSN Media)

Berlaga dalam sepak bola adalah sebuah tantangan bagi kaum hawa, terlebih harus menyiapkan fisik yang baik serta istirahat yang cukup. Dari pantauan NYSN di lapangan ternyata ada dari satu Tim yang berisikan wanita yang bercampur dengan laki-laki dalam kompetisi. Tidak hanya 1 orang, tetapi 4 orang yang tergabung dalam komunitas JKT 69. Diantara tim JKT 69 yang di koordinatori oleh Oka, 4 gadis belia diantaranya Thalia, adinda, erika dan musdalifah. Keikut sertaan sosok perempuan bisa di indikasikan bahwa Football For Peace 2017 bukan sebuah tournamen biasa, yang sekedar mencari pemenang, tetapi lebih mengedepankan syarat dengan perdamaian. Di belakang sucsesi acara Football For peace 2017 juga menyimpan sosok kuat seorang ibu sederhana bernama Hirma Amilia Sjarif (43) yang selalu sigap dalam semua tugas kepanitiaan. Hirma yang mengabdikan dirinya menjadi bagian dari keluarga besar Unipapua terus terpanggil melakukan aksi sosial tanpa henti, perempuan dengan tenaga ektra ini terlihat tak pernah memiliki rasa lelah, lemah apalagi mengeluh. Hingga akhir acara kita dapat bercermin bahwa takkan ada acara yang lebih sucses tanpa campur tangan wanita. (adt)

Ingin Menjadi Pembuat Game Online, Pemuda Ini Terus Berprestasi Lewat Olahraga Renang

Rakha-Renang

Alangkah sempurnanya hidup ini jika hobby dan cita-cita dapat berjalan selaras menjalani kehidupan sehari hari dengan mengukir sejarah mempersembahkan prestasi dari tingkat daerah, wilayah, nasional bahkan internasional. Rakha satya mahardhika merupakan siswa SMAN 3 Tangsel, telah mengukir banyak prestasi dalam olahraga renang. Siswa kelas XII ini mengatakan bahwa sudah berlatih renang sejak kelas 1 SMP. “Kalau pulang sekolah, di rumah tidak ada kegiatan. Jadi akhirnya cari-cari kegiatan apa yang bisa mengisi waktu luang saya. Lalu ada yang ajakin ikut renang, terus ikut lomba. Dipikir-pikir seru juga, nih kalo bisa menang dalam perlombaan.” tutur Rakha. (3/8) Tergabung dalam club parisakti jakarta, berikut beberapa prestasi Rakha. 1. Juara 2 O2SN tingkat Provinsi 2. Mendapatkan medali emas, perak dan perunggu dalam Kejurda DKI Jakarta 3. Mendapatkan medali emas kategori estafet gaya ganti 4×100 dan medali perunggu kategori gaya bebas 4×200 dalam Kejuaraan KRAPSI (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia) tingkat nasional di Surabaya Bagi Rakha, teman-teman yang menjadi saingan ketika lomba juga saling memotivasi. “Karena sebenarnya kita semua saling mendukung. Walaupun bersaing ketika lomba, tapi itu hanya menjadi saingan ketika di dalam air, setelah lomba kita tetap berteman.” ujarnya. Saat pertama kali mengikuti kejuaraan olahraga renang, Rakha mengatakan bahwa ia memiliki pengalaman lucu sekaligus sedikit memalukan yang pernah dialaminya. “Pertama kali ikut pertandingan renang, biasa peraturannya tidak kalau sudah lompat dan berada dalam air, harus langsung bergerak dan tidak boleh buang waktu sekalipun kacamata lepas. Tapi tidak sengaja kacamata saya terlepas ketika sudah lompat ke dalam, akhirnya saya perbaiki dulu posisi kacamata padahal harusnya sudah mulai berenang. Itu sebenernya terlihat agak bodoh, tapi maklum masih SMP.” kata Rakha seraya tertawa. Ditanya soal cita-cita, Rakha menuturkan bahwa ia ingin menjadi penemu game online. “Saya ingin menjadi penemu game online, karena saya suka bermain game online. Memang tidak ada hubungannya dengan renang, tetapi saya juga berimpian dapat menjadi pelatih renang untuk mengisi waktu luang dan bisa bayar kuliah sendiri untuk meringankan beban orang tua. Karena kalau kita mau jadi yang terbaik, kita harus berusaha menjadi yang terbaik, jangan puas hanya dengan menjadi yang kedua atau ketiga.”tutup Rakha (crs/adt)

Para Wasit Perempuan Ini Siap Memimpin Jalannya Pertandingan Sepakbola di Inggris

Deliana-Wasit

Emansipasi perempuan saat ini sudah masuk ke dalam hampir seluruh segmen para laki laki, balap motor, balap mobil, basket, bahkan dalam olahraga tinju sekalipun wanita sudah mendominasi. Tak terkecuali dalam sepak bola, sudah banyak dalam suatu pertandingan menggunakan wasit perempuan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa British Council dan Premier league sedang bekerjasama dengan wasit sepakbola Indonesia pada tahapan kursus pengembangan wasit premier skills yang pertama kali di adakan di Jakarta. Dalam kursus tersebut terdapat tiga level atau tiga tahapan dalam program pengembangan wasit, untuk tahun ini sebagai permulaan program level 2 dan 3 di lapangan ISCI Ciputat, Tangsel. Pada pengembangan level 1 adalah tentang pemahaman tentang pengantar peraturan standart law of the game (peraturan permainan) dan juga mengembangkan keterampilan praktis agar dapat memenuhi kualifikasi sebagai wasit. Sedangkan pada level 2 kursus tersebut lebih di tekankan pada jam terbang atau berpengalaman selama1-3 tahun di tiap pertandingan, dalam artian mereka terjun langsung memimpin pertandingan secara rutin. Rutinitas level 2 para wasit ini secara langsung mendemonstrasikan serangkaian kompetisi dan potensi sampai mereka lolos ke tingkat yang lebih tinggi. Dan pada level 3,selain terlibat secara rutin, mereka juga di tuntut untuk terlibat pembelajaran progresif dengan fase masa 4 tahun pengalaman. Serangkaian level tersebut sedang di jalani oleh calon wasit di program premier skills, dari banyaknya yang terlibat dalam program tersebut ada diantaranya 4 orang wasit perempuan. Dia bernama Mimin Mintarsih, Sumarni, Deliana Iman Dewi Gita, Gita Dewi Mulyani. Keempat wasit wanita ini akan di gadang menjadi wasit yang berskala international melalui program premier skills.(adt)

Gadis Ini Sempat Ditolak Saat PON, Ternyata Saat Ini Ia Meraih Gelar Juara di Olahraga Renang

Ratu-Renang

Sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus di lakukan, olahraga adalah kebutuhan tubuh yang mesti di jaga. Apalagi banyaknya pemukiman atau tawaran tempat tinggal ideal yang menawarkan konsep multi fungsi tersedianya kolam renang sebagai bentuk kebugaran orang-orang dalam kategori mapan dalam olahraga renang. Selain untuk menjaga kebugaran, kolam renang yang juga di sediakan untuk umum di percaya sebagai tempat yang dapat menampung minat para penyuka olahraga air, santai, seru, bersifat terapi, dan menyenangkan. Ratu shalsabila merupakan atlet renang yang baru-baru ini memenangkan juara 1 olahraga renang 100m Putri dalam O2SN tingkat Provinsi Banten dan akan melanjutkan pada tingkat nasional dalam waktu dekat ini. Berawal dari mengikuti ajakan teman dan bisa meraih prestasi dalam lomba renang pertamanya, Ratu akhirnya memutuskan untuk fokus dalam olahraga air tersebut. “Saya ikut renang mulai kelas 6 SD. Awalnya karena di komplek ada teman yang ikut renang dan saya diajak ikut latihan. Baru 4 kali ikut latihan, pelatihnya menyuruh saya ikut latihan rutin setiap hari. Satu bulan kemudian, saya langsung disuruh ikut lomba dan mendapatkan medali perak pada lomba renang pertama saya.” kata Ratu. (02/8) Selain Juara 1 renang 100m putri dalam O2SN tingkat Provinsi Banten, ratu juga meraih juara di beberapa kategori dalam Dispora Cup Nasional 2017, antara lain juara 1 gaya bebas 50m putri, juara 1 gaya dada 50m putri, dan juara 2 gaya punggung 50m putri. Ratu mengatakan kepada NYSN bahwa dirinya sangat ingin mengejar cita citanya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan laut. “Saya ingin jadi TNI Angkatan Laut dan olahraga renang tetap saya ikuti, begitupun kejuaraannya. Dalam angkatan laut juga ada latihannya, bahkan jika kita menang dalam kejuaraan-kejuaraan renang tersebut, itu dapat dijadikan untuk menaikan pangkat di angkatan laut.” tutur Ratu. Siswi yang tergabung dalam club renang bernama Parisakti Jakarta ini juga pernah mengalami hal menyedihkan ketika akan mengikuti PON Remaja. “Ketika akan mengikuti PON remaja, nama saya tercatat masuk dalam DKI. Ketika sudah mau berangkat untuk seleksi, tiba-tiba Banten mengakui bahwa saya masih tercatat sebagai atlet mereka. Padahal sudah tidak. Akhirnya nama saya dicoret dari DKI dan saya tidak jadi berangkat. Sampai saat ini saya belum bisa masuk dalam pelatda lagi.” ujar Ratu. Ratu selalu memiliki prinsip untuk langsung kembali bangkit ketika terjatuh, itu pula yang selalu ia terapkan kepada teman-teman seperjuangannya. Sehingga hal tersebut, walaupun terasa menyedihkan bagi Ratu, dirinya tetap terus berjuang untuk berprestasi dalam cabang olahraga renang.(crs/adt)