FGI Cari Atlet Muda Potensial untuk Pelatnas Jangka Panjang

FGI Gelar Pencarian Bakat Gimnastik Muda

Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) menjaring atlet-atlet muda potensial untuk dipelatnaskan secara jangka panjang. Targetnya untuk Olimpiade 2032. Total ada 40 atlet terdiri dari 20 pesenam putra dan 20 pesenam putra yang unjuk kebolehan dalam kegiatan talent scouting yang bergulir di Indonesia Arena, GBK, pada Rabu (23/10/2025). Mereka berasal dari Cibubur Youth Athelete Training Center (CYATC) dan beberapa daerah di antaranya Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Banten, hingga Bangka Belitung. “Hari ini kami mengadakan talent scouting tentu tujuannya adalah untuk melihat potensi dari atlet-atlet muda kita. Jadi kami melihat bahwa ini kesempatan buat kami apalagi saat ini semua expert dari gimnastik ada di Jakarta,” kata Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati dalam keterangannya. Ita menjelaskan, kegiatan ini juga sebagai bagian dari mewujudkan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto yang menginginkan senam bisa menjadi salah satu cabang olahraga prioritas yang dapat dikembangkan ke depannya. Bagaimana pun, senam termasuk salah satu mother of sport. Tapi Indonesia sampai saat ini baru sekali meloloskan atletnya ke Olimpiade melalui Rifda Irfanaluthfi saat di Paris 2024. “Ide ini juga sebetulnya kami dapat dari Pak Menteri dan Pak Okto, jadi kami mengadakannya hari ini. Mudah-mudahan dari talent scouting hari ini kami mendapatkan list of gymnast,” ujarnya. “Jadi dari list 20 (putra) dan 20 (putri) kami akan melihat mana yang paling potensial dan kami buat program jangka panjang untuk training center. Saya belum tahu dipilih berapa tapi kami akan memilih,” tuturnya. Sementara itu, President of the FIG Women’s Artistic Gymnastics Technical Committee, Donatella Sacchi, merasa terhormat dapat dilibatkan dalam kegiatan hari ini. “Kami sangat berhormat diundang untuk melihat gimnastik muda Indonesia dan untuk mendukung Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) untuk mengembangkan gimnastik untuk masa depan dengan targetnya menjadi mungkin salah satunya di Brisbane 2032,” kata Donatella. “Kenapa tidak? Kalian sudah memiliki satu gimnastik di Olympic Games, jadi kami berharap Indonesia akan ada (atlet) lainnya. Saya berpikir dukungan dari Bapak Presiden dan kekuatan kuat dari staf sehingga kami siap untuk mendukung mereka dalam perjalanan ini,” ujarnya. “Ada beberapa atlet gimnastik yang sangat bagus di sini, yang hanya perlu dilatih dengan tujuan masa depan, tapi saya pikir dari yang ada sekarang, bisa diidentifikasi mana talenta yang bagus dan bisa berkembang dengan cepat,” katanya menilai atlet-atlet muda berpotensi. Salah satu peserta talent scouting, Albisma Akbar Frazally dari Jawa Timur memetik banyak pengalaman dari kegiatan hari ini. “Kalau tadi aku ada beberapa gerakan yang harus ditahan beberapa detik dan instruksinya juga bagus terutama body language ya. Tapi itu sangat berguna buat aku dan teman-teman,” kata Bisma.

Asian Youth Games 2025: Syifa Persembahkan Perunggu

Zahrotus Syifa

Indonesia kembali menambah perolehan medali di Asian Youth Games Bahrain 2025. Kali ini, atlet teqball Indonesia, Zahrotus Syifa, meraih medali perunggu setelah berhasil mengalahkan Narjis Al Dulaimi dengan skor 2-0 dalam pertandingan yang digelar di Exhibition World Bahrain. Sejak peluit pertama berbunyi, Syifa seperti menulis ulang nasibnya. Bola demi bola ia pantulkan dengan presisi, menyerang dengan cepat, mengatur ritme permainan hingga lawannya kehilangan arah. Set pertama berakhir 12–4 untuk Syifa, angka yang mencerminkan dominasi, tapi juga ketenangan. Di set kedua, iramanya tak berubah. Setiap sentuhan bola seperti menjadi penegasan: ia datang bukan hanya untuk bermain, tapi untuk menang. Permainan ofensifnya tetap rapi, percaya dirinya tak goyah. Skor 12–4 kembali tercatat, menutup pertandingan dengan kemenangan dua set langsung. Ketika bola terakhir jatuh di sisi lapangan Irak, Zahrotus Syifa menengadah, seolah menyadari bahwa ia baru saja menuliskan satu babak penting dalam perjalanan kariernya. Medali perunggu itu bukan sekadar logam. Bagi Syifa, itu adalah simbol awal perjalanan panjang. “Tadi saya cukup unggul dibanding atlet Irak. Saya bisa menguasai permainan dan menang dua set langsung. Target saya berikutnya adalah bisa meraih medali di Youth Olympic Games,” katanya. Satu medali perunggu lainnya dipersembahkan oleh Aira Martha Ardistri dari cabang olahraga triathlon. Aira mencatatkan waktu 30:54, terpaut 36 detik dari peraih medali emas asal China, Enge Xu. Hingga kemarin (23/10), Indonesia telah berhasil mengumpulkan total 1 medali emas, 1 medali perak, dan 2 medali perunggu.

Keren! Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia Ukir Sejarah di Asia Tengah

Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia

Hockey outdoor memang bukan olahraga yang termasuk beken di Indonesia. Kendati demikian, itu tak menghalangi para atletnya untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Baru-baru ini misalnya, Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia berhasil menorehkan kejutan manis dengan merebut gelar juara pada Central Asian Women’s Hockey Championships 2025 atau Kejuaraan Hockey Piala Asia Tengah 2025. Gelar bergengsi ini diperoleh setelah Pasukan Srikandi tampil luar biasa dengan tak terkalahkan selama perhelatan di Uzbekistan yang berlangsung pada 10 hingga 17 Oktober 2025. Lebih spesialnya lagi, kemenangan ini sontak melampaui target yang dipatok. Awalnya, tim asuhan pelatih asal Malaysia, Dhaarma Raj ini hanya diberi target untuk mencapai babak semifinal turnamen. Siapa sangka, trofi juara ternyata kemudian mampu diraih. Indonesia yang juga sedang mempersiapkan diri untuk tampil di SEA Games Thailand 2025 berhasil memuncaki klasemen akhir dengan mengantongi 12 poin penuh. Prestasi gemilang ini didapat dari empat kemenangan meyakinkan, termasuk menundukkan tuan rumah Uzbekistan dengan skor 4-0 dan Kazakhstan 2-0. Hal yang tak kalah mencengangkan, Indonesia mencatatkan kemenangan besar atas Tajikistan dan Kyrgistan dengan skor yang tak tanggung-tanggung, yakni 31-0 dan 45-0. Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Federasi Hockey Indonesia (PP FHI), Yasser Arafat Suaidy mengutarakan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Apalagi, raihan ini didapat lewat kerja keras yang tak kenal lelah. “Alhamdulillah, Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia bisa melampaui target dengan menjadi juara di Kejuaraan Hockey Asia Tengah 2025. PP FHI mengapresiasi perjuangan keras mereka yang telah meraih tempat terbaik dan memboyong Piala dari Kejuaraan Hockey Asia Tengah 2025,” kata Yasser. Pencapaian luar biasa yang berhasil diraih oleh tim putri ini disebut Yasser sebagai buah dari proses panjang dan disiplin. Skuad yang sebagian besar, yakni 90 persen, diisi oleh pemain-pemain muda hasil binaan tim junior. Mereka telah menjalani program latihan di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) mandiri. Selama masa persiapan, para pemain berlatih selama delapan bulan demi terus mengasah kemampuannya. Yasser menambahkan bahwa program jangka panjang tersebut merupakan kunci keberhasilan para pemain. Tidak hanya itu, agenda latih tanding dan pemusatan latihan yang dilakukan di Australia sebelum bertolak ke Uzbekistan juga dinilai berperan besar. “Program pelatnas jangka panjang itu sangat bermanfaat. Begitu juga dengan Training Camp (TC) dan uji coba yang sudah dilakukan di Ausralia sebelum ke Uzbekistan. Bukan hanya kondisi fisik mereka lebih mumpuni tetapi juga kerja sama tim semakin apik. Tidak gampang mengalahkan tim-tim dari Asia Tengah tersebut,” jelas Yasser. Kini, optimisme besar mengiringi langkah Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia menatap ajang olahraga multicabang olahraga terbesar se-Asia Tenggara. Keberhasilan di Asia Tengah ini menjadi modal berharga bagi skuad Garuda untuk ajang SEA Games ke-33 yang akan diselenggarakan di Thailand, 9–20 Desember 2025. Dengan perolehan medali perunggu pada SEA Games Kamboja 2023, PP FHI berharap ada peningkatan signifikan di Thailand nanti. “Di SEA Games Kamboja 2023, Timnas Hockey Outdoor Putri Indonesia hanya mampu meraih perunggu. Mudah-mudahan mereka bisa meningkatkannya menjadi medali emas di Thailand nanti,” tegas Yasser. Pada pesta olahraga dua tahunan tersebut, cabang olahraga hockey akan memperebutkan total enam medali emas dari nomor Hockey Indoor, Hockey Outdoor, dan Hockey 5s putra dan putri. Indonesia sendiri telah memasang target ambisius, yaitu memboyong dua medali emas dan empat perak. Sumber: GNFI

Woodball Indonesia Juara Umum di Hong Kong

Tim Woodball Indonesia

Tim woodball Indonesia dalam kejuaraan Hong Kong International Open Championship 2025 memborong delapan medali emas, tiga medali perak, dan satu perunggu dari total sembilan nomor yang dipertandingkan pada 18–19 Oktober. Hasil tersebut mengukuhkan posisi Indonesia sebagai juara umum kejuaraan dan salah satu kekuatan utama woodball di Asia serta menjadi modal penting menuju SEA Games 2025 di Thailand. “Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi luar biasa yang diraih tim woodball Indonesia di Hong Kong. Hasil ini adalah buah kerja keras dan kedisiplinan para atlet selama pelatnas,” ujar Ketua umum Pengurus Besar Woodball Indonesia (PBWI), Aang Sunadji melalui keterangan resmi. Tim Indonesia turun dengan kekuatan penuh, terdiri atas 23 atlet, tiga pelatih, dan satu manajer. “Kami optimistis, dengan semangat dan persiapan matang, woodball Indonesia akan kembali mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi,” kata Aang. Dalam kejuaraan yang diikuti lebih dari 15 negara, Indonesia tampil dominan di nomor beregu dan perorangan, baik putra maupun putri. Tim Merah Putih menguasai kategori Gold Cup dan Silver Plate, serta mendominasi nomor stroke di sektor tunggal, ganda, dan campuran. Keberhasilan tersebut menjadi hasil nyata dari konsistensi program pembinaan yang dijalankan PB IWbA bersama tim pelatih nasional. Aang menegaskan pencapaian di Hong Kong bukanlah puncak, melainkan langkah awal untuk membangun tradisi juara woodball Indonesia. “Hasil ini menjaga tradisi emas yang selalu diraih tim woodball Indonesia di berbagai kompetisi, baik dalam maupun luar negeri,” ujarnya seperti dikutip dari Antara. Daftar peraih medali Indonesia di Hong Kong International Open Championship 2025: Medali emas: Team Stroke Women Golden Cup – Aileen Christabel, Celsy Silviana, Falisha Galiana Noya, Febriyanti, Finda Tri S, Siti Mashitah Team Stroke Women Silver Plate – Ni Luh Manik Purwanti, Nur Izza Nova, Ni Luh Made Thalia, Dwi Tiga Putri, Nur Hafifa Syarah Team Stroke Men Golden Cup – Ahris Sumariyanto, Albertys Nathan Y, I Gusti Putu Eddy, I Gede Prabawa D.N. Mapet, M. Khadiq, Rifqi Najmuddin Najib, Surya Aditya Team Stroke Men Silver Plate – Ahris Sumariyanto, Ariska, Ahmad Yopi S, Marga Nugraha Susila, M. Indaka Pia Ramadhan, I Putu Ari Kuncoro Single Stroke Men – Ahris Sumariyanto Double Stroke Men – Albertus Nathan Y. dan Rifqi Najmuddin N. Double Stroke Women – Ni Luh Manik Purwati dan Nur Izza Nova Mindayati Double Stroke Mix – Dwi Tiga Putri dan Marga Nugraha S. Medali perak: ​​​​​​​Double Stroke Mix – I Gede Prabawa D.N.M. & Ni Luh Made Tahlia S. Single Stroke Men – I Gede Prabawa Darma Nugraha Mapet Double Stroke Men – Ahmad Yopi S. dan Muhammad Khadiq

Hasil Drawing SEA Games 2025: Timnas Putra dan Putri Siap Berjuang

SEA Games 2025

Timnas Putra Indonesia dan Timnas Putri Indonesia resmi mengetahui lawan-lawan yang akan dihadapi pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Hal itu dipastikan setelah digelarnya drawing untuk cabang olahraga sepak bola di Deluxe Resort & Spa Hotel, Bangkok, Thailand. Pada sektor sepak bola putra, Garuda Muda tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura. Grup ini menjadi satu-satunya grup dengan empat tim peserta, sekaligus memiliki jadwal pertandingan paling padat di antara seluruh grup. Sementara itu, dari hasil undian sepak bola putri, Timnas Putri Indonesia atau Pertiwi Muda menempati Grup A bersama tuan rumah Thailand, Kamboja, dan Singapura. Ajang ini akan diikuti delapan negara yang terbagi ke dalam dua grup. Menurut agenda, SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand awal Desember mendatang, dengan cabang sepak bola tetap menjadi sorotan utama publik Asia Tenggara. Tentunya, baik Timnas Putra maupun Timnas Putri siap memberikan penampilan terbaik demi meraih hasil maksimal di ajang ini. Berikut hasil lengkap pembagian grup cabang sepak bola SEA Games 2025: Sepak Bola Putra Grup A Thailand Kamboja Timor Leste Grup B Vietnam Malaysia Laos Grup C Indonesia Myanmar Filipina Singapura Sepak Bola Putri Grup A Thailand Kamboja Singapura Indonesia Grup B Vietnam Myanmar Filipina Malaysia

Ketua KONI Pusat: Dukungan Warga Kudus Bikin PON Bela Diri Berjalan Lancar

PON Bela Diri Kudus 2025

KUDUS – Di tengah penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman kembali menyambangi dan meninjau pelaksanaan multi-event tersebut di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, pada Selasa (21/10) siang. Sejauh ini, Marciano mengapresiasi positif pelaksanaan perdana PON Bela Diri di Kudus yang telah dimulai sejak Sabtu (11/10) dan direncanakan akan tuntas pada Minggu (26/11) mendatang. Ia mengatakan seluruh rangkaian pertandingan hingga saat ini berjalan dengan lancar berkat dukungan dan antusiasme yang sangat besar dari segenap masyarakat Kudus. Marciano juga menyebut kolaborasi bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation menjadi fondasi yang kuat dibalik kesuksesan penyelenggaraan multi-event perdana bagi cabor bela diri tersebut. “Dukungan masyarakat Kudus itu luar biasa! Kita bisa lihat sejak saat seremoni pembukaan, ada kirab menuju ke Alun-alun Kota Kudus yang langsung dipimpin oleh Bapak Bupati. Respon dari seluruh masyarakat Kudus luar biasa,” ujarnya kepada wartawan di Media Center PON Bela Diri Kudus 2025, Selasa (21/10). Kehangatan warga Kudus, lanjutnya, membuat para atlet dari berbagai provinsi di Tanah Air merasa diterima dan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain berkompetisi, para atlet juga berkesempatan menikmati keindahan Kota Kudus, mencicipi kuliner khas seperti soto Kudus, hingga berwisata religi. Pada kesempatan tersebut Marciano juga menegaskan, KONI berencana untuk terus melanjutkan penyelenggaraan PON Bela Diri pada tahun-tahun mendatang. Penyelenggaraan perdana ajang ini di Kudus, diharapkan menjadi momentum penting untuk terus memperkuat kolaborasi KONI dan pihak swasta dalam pembinaan prestasi atlet bela diri nasional. “Insya Allah PON Bela Diri akan kita gelar dua tahun sekali dan wujudnya adalah kolaborasi dengan Djarum Foundation,” sebutnya. Dia menambahkan, KONI Pusat juga berencana melakukan evaluasi untuk menyusun formula yang lebih baik ke depan. Ajang multi-event ini diharapkan dapat menjadi bagian dari agenda kejuaraan nasional cabang olahraga bela diri, sekaligus berpotensi dijadikan babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Langkah ini dinilai penting untuk memperbanyak event kompetitif yang mendorong peningkatan prestasi atlet. “Dengan semakin banyaknya event seperti ini, saya rasa levelnya nanti tidak 30 persen dari cabang olahraga bela diri sebagai penyumbang medali di SEA Games, tetapi mungkin bisa ke Asian Games dan satu hari nanti kita juga ingin melihat ada atlet-atlet Indonesia dari cabang olahraga bela diri yang juga lolos kualifikasi Olimpiade, dan menjadi kebanggaan kita karena prestasinya di pesta olahraga dunia itu,” Marciano menjelaskan.  Sebanyak tujuh dari total sepuluh cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di PON Bela Diri Kudus 2025 telah rampung digelar. Tahap pertama berlangsung pada Minggu (12/10) hingga Kamis (16/10), dengan mempertandingkan empat cabor, yaitu gulat, judo, tarung derajat, dan taekwondo. Kemudian tahap kedua digelar pada Jumat (17/10) hingga Selasa (21/10), mempertandingkan tiga cabor yaitu pencak silat, sambo, dan shorinji kempo.  Kini PON Bela Diri Kudus 2025 menyisakan tiga cabor lagi, yaitu ju-jitsu, karate, serta wushu, yang dipertandingkan mulai Kamis (23/10) hingga berakhir pada Minggu (26/10). Marciano berharap penyelenggaraan tiga cabor terakhir dapat berlangsung sukses sebagai penutup rangkaian PON Bela Diri Kudus 2025.  Pencak Silat  Pada Selasa (21/10), cabor pencak silat memasuki partai puncak dengan mempertandingkan 15 laga dari berbagai kelas. Salah satu sorotan datang dari Fitri Mawarni, wakil tunggal Kalimantan Timur yang sukses mempersembahkan medali emas pencak silat bagi kontingennya. Fitri tampil impresif di nomor tanding B putri dengan mengalahkan Shelena Cantika Ridwan dari DKI Jakarta. Atlet muda yang masih menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur itu mengaku sempat diliputi rasa gugup sebelum memasuki arena pertandingan, mengingat ia dan lawannya belum pernah bertemu sebelumnya. Namun, persiapan matang dan latihan intensif yang dijalani sejak akhir 2024 menjadi modal berharga untuk mengatasi ketegangan dan akhirnya meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 34-14. “Alhamdulillah dikasih ketenangan dan kemenangan sama Allah. Kemenangan ini untuk orang tua, keluarga, pelatih, serta teman-teman satu kontingen dari Kaltim,” ungkap Fitri. Jawa Tengah menempati posisi teratas dalam daftar tabel medali pencak silat dengan total tujuh medali yang terdiri atas enam medali emas serta satu perunggu. Peringkat kedua ditempati DKI Jakarta dengan delapan medali (tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu), lalu Lampung melengkapi tiga teratas dengan catatan lima medali (dua emas, dua perak, dan satu perunggu). Shorinji Kempo Atlet shorinji kempo asal Papua Barat Kelvin Saweri sukses menutup perjalanan gemilangnya di PON Bela Diri Kudus 2025 dengan medali emas di nomor randori perorangan kelas 75 kg putra. Pada awalnya ia sempat diliputi kecemasan jelang bertanding. Atmosfer pertandingan dengan hadirnya atlet-atlet terbaik dari seantero negeri membuatnya tertekan. “Tapi senang sekali karena semua hasil latihan keras ini terbayar lunas. Usaha yang saya perjuangkan tidak sia-sia. Meski banyak tantangan, saya percaya Tuhan yang menjadi panutan, menempa saya hingga bisa meraih emas,” jelas Kelvin. Di babak final, Kelvin menghadapi atlet Nusa Tenggara Timur, Donatus Fios. Berbekal kepercayaan diri dan penguasaan teknik yang solid, Kelvin mampu mengatasi tekanan dan menutup laga dengan kemenangan. Ia pun bertekad menjadi teladan bagi adik-adiknya, sembari menyampaikan terima kasih kepada pelatih yang telah membimbing dan menempanya hingga mencapai prestasi tersebut. “Lawan saya cukup bagus dan keras. Tapi di atas matras, semua kembali ke penguasaan teknik. Siapa yang lebih tenang, dia yang jadi pemenang,” katanya. DKI Jakarta keluar sebagai juara umum cabor shorinji kempo dengan raihan 11 medali (7 emas, 2 perak, 2 perunggu). Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan lima medali (3 emas dan 2 perak), disusul Maluku di peringkat ketiga dengan empat medali (3 emas dan 1 perunggu). Nusa Tenggara Timur menempati posisi keempat dengan torehan 12 medali (2 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), sementara Kalimantan Timur melengkapi lima besar melalui koleksi 10 medali (2 emas, 3 perak, 5 perunggu). Jateng Kuasai Sambo dan Pencak Silat Jawa Tengah menegaskan dominasinya di cabor sambo dengan torehan lima medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu, sekaligus menambah daftar panjang prestasi mereka pada PON Bela Diri 2025. Peringkat kedua pada cabor ini ditempati oleh Kalimantan Timur (4 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), lalu DKI Jakarta di peringkat ketiga (4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu). Target Jateng berhasil tercapai pada ajang multi-event ini, meski kehilangan peluang medali emas di kelas -88 kg putra. Technical Delegate Sambo, Budi Setianto menilai, pelaksanaan pertandingan berjalan dengan baik dan lancar hingga hari terakhir. Ia memuji sinergi kuat antara panitia … Read more

Asian Youth Games 2025: Emas Pertama Pencak Silat dan Indonesia

Furgon Habbil

Atlet pencak silat Indonesia, Furgon Habbil, berhasil meraih medali emas di Asian Youth Games Bahrain 2025. Pada hari ini, Senin (20/10/25) sore waktu setempat, Furgon menulis sejarah: mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia di Asian Youth Games Bahrain 2025. Menariknya, ini sekaligus emas perdana bagi cabang pencak silat sepanjang sejarah pesta olahraga remaja Asia itu digelar. Furgon turun di kelas 51–55 kilogram putra. Sejak babak awal, langkahnya mantap. Di semifinal, ia menaklukkan pesilat Kamboja, Daniel Phouk, dengan skor telak 51–1, sebuah kemenangan yang seolah menggambarkan jurang kemampuan antara keduanya. Di final, di hadapan pendukung tuan rumah, Furgon tetap tenang. Setiap gerakan tangannya presisi, setiap tendangan terukur. Ia menutup pertandingan dengan skor 81–10 atas pesilat Bahrain, Abdul Qassim. Layar skor menyala, nama Indonesia di urutan pertama, dan Furgon sujud di atas matras. “Alhamdulillah, sangat senang serasa mimpi jadi kenyataan. Kerja keras selama ini terbayarkan,” ujarnya saat usai pertandingan. Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Akbar Nasution, turut mengomentari prestasi ini. “Kemenangan ini membuktikan bahwa pencak silat kini benar-benar telah menjadi olahraga Asia,” katanya. “Atlet-atlet kita menunjukkan keunggulan dan dedikasi luar biasa untuk mengharumkan nama bangsa,” pungkas Akbar bangga.

Asian Youth Games 2025: Pencak Silat Sumbang Medali Pertama Indonesia

Qiken Dwi Tata Olifia

Atlet muda pencak silat Indonesia, Qiken Dwi Tata Olifia, mencatat prestasi gemilang di ajang Asian Youth Games 2025 yang digelar di Bahrain. Qiken sukses mempersembahkan medali perak, yang juga menjadi medali pertama kontingen Indonesia pada gelaran olahraga multievent tingkat Asia untuk remaja tersebut. Tampil di nomor 51-55 kg putri, Qiken melangkah ke final setelah mengalahkan wakil Uzbekistan, Feruza Bozorova, di babak semifinal. Performa agresif dan teknik menyerangnya yang efektif membawa dia ke partai puncak menghadapi pesilat asal Filipina, Kram Airam Carpio. Partai final berlangsung di Exhibition World Bahrain, Sakhir, pada Senin (20/10/2025) petang waktu Indonesia. Meski tampil percaya diri sejak ronde pertama, Qiken harus mengakui keunggulan lawannya setelah kalah dengan skor 19-33 dalam tiga ronde. Meskipun gagal meraih emas, prestasi Qiken patut diapresiasi. Medali perak yang diraihnya menjadi medali pertama Indonesia di ajang Asian Youth Games 2025, sekaligus bukti bahwa cabang olahraga pencak silat masih menjadi salah satu tumpuan utama Indonesia di level Asia.

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026

Para juara MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 melakukan selebrasi setelah penyerahan piala yang berlangsung di Stadion Tridadi, Minggu (19/10).

Partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026 yang berlangsung di Stadion Tridadi, Minggu (19/10) berlangsung seru dan kompetitif. Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion : MI Baburroyyan Kiyudan Runner-up : SDN 3 Imogiri Semifinalis : SDN Ungaran 1 dan SD Muhammadiyah Sapen Top Scorer : Aqilla Azahra Putri Yuana – MI Baburroyyan Kiyudan (39 gol) Best Player : Gabriella Zeta Tampubolon – SDN Ungaran 1 Best Goalkeeper : Delona Sabita Putri – SDN Ungaran 1 Fairplay Team : SD Muhammadiyah Trini   Kategori Usia 12 Champion : SD Muhammadiyah Karangploso Runner-up : SDN 2 Wonoharjo Semifinalis : SDN Denggung dan SD Tarakanita Bumijo 1 Top Scorer : Nadia Shakila Azzahra – SD Muhammadiyah Karangploso (37 gol) Best Player : Mikaela Fruma Adaninggar – SD Tarakanita Bumijo 1 Best Goalkeeper : Vinsensia Naomi Krisna Annabelle – SD Tarakanita Bumijo 1 Fairplay Team : SD Muhammadiyah Sapen

MI Baburroyyan Kiyudan dan SD Muhammadiyah Karangploso Juara

Aqilla Azahra Putri Yuana tampil sebagai pahlawan yang mengantarkan MI Baburroyyan Kiyudan menjadi juara pada MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 - 2026 sekaligus top skor KU 10 dengan torehan 39 gol.

YOGYAKARTA, 19 Oktober 2025 – Partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026 yang berlangsung di Stadion Tridadi, Minggu (19/10) berlangsung seru dan kompetitif. Pada kelompok usia (KU) 10, MI Baburroyyan Kiyudan sukses menjadi juara usai melakoni pertandingan sengit melawan SDN 3 Imogiri dengan skor 5-4. Sementara pada KU 12, SD Muhammadiyah Karangploso tampil dominan membekuk SDN 2 Wonoharjo yang berstatus sebagai Juara MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 dengan hasil akhir 6-1. Mencuplik jalannya pertandingan final KU 10 MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026 antara SDN 3 Imogiri melawan MI Baburroyyan Kiyudan berlangsung sengit dan menegangkan. Hujan sembilan gol terjadi di pertandingan yang berlangsung terbuka dan saling serang sejak kick-off babak pertama bergulir. Bahkan, SDN 3 Imogiri langsung menciptakan gol cepat yang diciptakan Razqa Hurun Nuha saat laga baru berusia 1 menit melalui skema serangan cepat. Namun, hanya butuh waktu dua menit untuk bisa menyamakan kedudukan 1-1 lewat tembakan jarak jauh yang dilepaskan Aqilla Azahra Putri Yuana.  Kemampuan melepaskan tembakan akurat dari jarak jauh membuat Aqilla kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-9 dan membuat timnya bisa membalikkan keadaan menjadi unggul 2-1. Gol itu sanggup dibayar Viola Jessica Christina setelah berhasil menyarangkan bola ke dalam gawang MI Baburroyyan Kiyudan pada menit ke-11. Skor imbang 2-2 hanya bertahan satu menit karena tembakan langsung Aqilla dari tengah lapangan terlalu sulit dibendung kiper Mysha Adeeva Afsheen. Tambahan satu gol menjadikan MI Baburroyyan Kiyudan bisa menutup babak pertama dengan kedudukan 3-2.  Aksi berbalas gol tidak hanya terjadi di babak pertama, kedua tim sama-sama berhasil menambah torehan dua gol pada 15 menit kedua. Permainan saling serang ditunjukkan kedua tim demi memaksimalkan peluang menjadi juara MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026.  Permainan kerjasama tim yang berpola dari SDN 3 Imogiri membuat mereka bisa membuka keran gol pada menit ke-20 babak kedua yang disumbangkan Nuri Azizah Febriana dan membuat skor kembali imbang 3-3. Namun, Aqilla benar-benar menjadi momok di partai final ini karena mampu membuat dua gol tambahan dan total menyumbang lima gol. Bahkan, satu gol pemain SDN 3 Imogiri, Razqa Hurun Nuha satu menit sebelum pertandingan berakhir tidak cukup untuk menjadikan timnya terhindar dari kekalahan. Aqilla tidak hanya tampil sebagai pahlawan yang mengantarkan MI Baburroyyan Kiyudan menjadi juara pada MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026, ia juga mengukuhkan diri sebagai top scorer KU 10 dengan torehan 39 gol. “Saya sangat bangga karena akhirnya bisa membantu tim menjadi juara setelah di dua seri sebelumnya hanya mencapai babak 32 besar dan delapan besar. Akhirnya di seri ini bisa menjadi juara dan membuat saya semakin yakin untuk mengejar mimpi menjadi pemain timnas putri Indonesia,” ungkap Aqilla. Sementara itu, partai final KU 12 MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026 yang mempertemukan SD Muhammadiyah Karangploso kontra SDN 2 Wonoharjo juga menyuguhkan gelontoran tujuh gol dan aksi-aksi individu atraktif. Namun, mayoritas jalannya pertandingan ini lebih didominasi SD Muhammadiyah Karangploso. Dengan mengandalkan sang pemain bintang, Nadia Shakila Azzahra, SD Muhammadiyah Karangploso tidak butuh waktu lama untuk bisa unggul 3-0 di babak pertama. Nadia menyumbangkan dua gol pada menit ke-1 dan ke-4, sedangkan satu gol lain diciptakan Najwa Azzahra Aprilia Falamulyadi pada menit ke-8. Selama pertandingan, ia kerap menari-nari di atas lapangan dengan kelincahan kaki dan tendangan kencang menjurus ke gawang. Penampilan agresif dalam menyerang sempat ditunjukkan SDN 2 Wonoharjo di babak kedua dan menghasilkan satu gol pada menit ke-16 yang dikemas Chelsia Naura Putri. Namun, kualitas individu di atas rata-rata dari Nadia membuatnya menambah tiga gol untuk SD Muhammadiyah Karangploso di babak kedua. Bahkan pada menit ke-17 lewat aksi solo run, Nadia sanggup melewati semua hadangan dari SDN 2 Wonoharjo sebelum mencetak gol kelima untuk timnya. Ia juga tampil sebagai pemain pemasti kemenangan tim setelah menorehkan gol pada menit ke-23 sekaligus mengantarkan SD Muhammadiyah Karangploso keluar sebagai kampiun di KU 12 MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026. “Seneng banget saya akhirnya bisa menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026. Padahal, sebelumnya tim KU-12 sekolah saya hanya bisa lolos fase grup. Saya ingin mempersembahkan keberhasilan menjadi juara untuk kedua orangtua yang selalu mendukung supaya saya bisa terus mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola sukses dan menjadi bagian dari timnas Indonesia yang tampil di Piala Dunia,” ucap Nadia yang kini berlatih di SSB Putri Mataram Sleman. Juara Silih Berganti MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026 yang bergulir pada 14 hingga 19 Oktober 2025 di Stadion Tridadi dan Lapangan Bola Sidomoyo Sleman diikuti oleh 1.619 siswi dari 84 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Yogyakarta dan sekitarnya, yang terbagi ke dalam 69 tim KU 10 dan 80 tim KU 12. Peningkatan peserta di setiap seri menunjukkan tren positif, seiring dengan kualitas yang semakin merata. Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto menuturkan, roda ekosistem sepak bola putri usia dini di Yogyakarta berputar kian kencang sesuai dengan target yang dipatok penyelenggara. Hal tersebut terlihat dari munculnya tim debutan serta juara setiap seri diraih oleh tim berbeda, kecuali SDN Ungaran 1 KU 10 yang berhasil menjuarai MLSC Yogyakarta Seri 1 2024 dan MLSC Yogyakarta 2025 pada Juni lalu. Ia menilai kemampuan srikandi muda cukup merata dan tidak hanya didominasi oleh satu atau dua sekolah saja.  “Salah satu contoh, sebagai pemegang gelar juara dua kali pada KU 10, SDN Ungaran 1 kalah dengan SDN 3 Imogiri di babak semifinal seri ini. Sementara di seri sebelumnya SDN 3 Imogiri kalah 0-4 dengan SDN Ungaran 1 pada partai final. Artinya ada peningkatan secara kualitas dari sekolah yang turut serta di seri-seri sebelumnya. Kami juga mengapresiasi 11 sekolah baru yang berlaga di seri ini. Semoga antusias dan semangat putri Yogyakarta menekuni sepak bola semakin menyala dan diikuti oleh kota lain penyelenggaraan MLSC,” ujar Edi.   Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta, Tri Wulandari mengatakan, peningkatan jumlah peserta di MLSC Yogyakarta Seri 1 2025 – 2026, selaras dengan bertambahnya kualitas pesepakbola putri. Potensi besar dan daya saing tinggi pun diperlihatkan individu maupun tim yang baru menjajal persaingan di turnamen yang digagas Bakti … Read more

Rekap Kejuaraan Dunia BWF Junior 2025, China Jadi Juara Umum

Chen Jun Ting/Liu Jun Rong

Rekap final Kejuaraan Dunia BWF junior 2025 berakhir pilu bagi wakil Indonesia yang belum mampu mempersembahkan gelar, Minggu (19/10/2025). Zaki Ubaidillah alias Ubed dari sektor tunggal putra yang berhasil ke partai final Kejuaraan Dunia BWF junior 2025 berakhir sebagai runner-up. Otomatis tak ada medali emas yang dibawa pulang oleh delegasi Indonesia dalam gelaran junior ini. Berbanding terbalik dengan China yang tampil digdaya dalam gelaran individu. Sebanyak tiga wakil China lolos ke final dan semuanya keluar sebagai juara. Pertama ada Tan Ke Xuan/Wei Yue Yue (China) dari nomor ganda putri. Kemudian gelar kedua dibukukan oleh penakluk Ubed, Liu, di tunggal putra. Terakhir, Chen Jun Ting/Liu Jun Rong (China) nomor ganda campuran keluar sebagai juara. Chen/Liu mengalahkan utusan Korea, Cho Hyeong Woo/Lee Hyeong Woo, dua gim langsung. Delegasi Asia Timur selain China yang membawa pulang medali emas ada utusan Korea. Yakni Lee Hyeong Woo/Cheon Hye In yang menumbangkan Hung Bing Fu/Chou Yun An (Taiwan). Wajah Asia Tenggara atau ASEAN diselamatkan oleh wakil Thailand di nomor tunggal putri. Anyapat Phichitpreechasak (Thailand) keluar sebagai juara setelah menang dari Tanvi Sharma (India). Hasil laga final BWF World Championships 2025 kategori individu, Minggu (19/10/2025): Tunggal putra Mohammad Zaki Ubadillah (Indonesia, 1) vs Liu Yang Ming Yu (Cina, 3): 10-15, 11, 15 Tunggal putri Tanvi Sharma (India, 1) vs Anyapat Phichitpreechasak (Thailand, 2): 7-15, 12-15 Ganda putra Cho Hyeong-woo/Lee Hyeong-woo (Korea Selatan, 3) vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong (Cina, 4): 14-16, 12-15 Ganda putri Tan Ke Xuan/Wei Yue Yue (Cina) vs Low Zi Yu/Noraqilah Maisarah (Malaysia, 3): 15-13, 19-17 Ganda campuran Hung Bing-fu/Chou Yun-an (Taiwan) vs Lee Hyeong-woo/Cheon Hye-in (Korea Selatan, 2): 9-15, 15-11, 10-15

Perjuangan Zaki Ubaidillah Berbuah Medali Perak

Podium Tunggal Putra BWF World Junior Championships 2025

Sirna sudah harapan Indonesia untuk membawa pulang medali emas dari BWF World Junior Championships 2025. Satu-satunya harapan untuk meraih gelar juara, yakni tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah, takluk di partai puncak. Ubed – begitu sapaan akrabnya – kalah dari wakil Cina, Liu Yang Ming Yu, dua gim langsung, 10-15, 11-15, pada laga di National Centre of Exellence, Guwahati, Assam, India, Minggu (19/10/2025). Meski berstatus unggulan pertama, Ubed gagal memperlihatkan dominasi atas lawan yang sejatinya pernah dia kalahkan di final Asia Junior Championships 2025, Juli lalu. Menurut Ubed, kegagalannya kali ini disebabkan kurangnya fokus dan terlalu bernafsu. “Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan hari ini tanpa cedera. Tapi tadi mainnya kurang maksimal dari segi fokus, dan pikirannya goyang. Mungkin tadi saya terlalu berambisi untuk juara,” kata Zaki Ubaidillah. “Secara teknik, lawan bisa menguasai pukulan bola atas dan dari awal sudah mengontrol speed, saya tidak siap dengan hal itu. Tadi buangan saya juga ragu-ragu, akhirnya saya diserang terus. Dibandingkan dengan pertemuan di AJC kemarin, lawan lebih siap dan tahu apa yang harus dilakukan jika bertemu saya,” tambahnya. Menyusul kekalahan ini, artinya Zaki Ubaidillah sudah dua kali gagal menyabet medali emas di BWF World Junior Championships. Pada 2024, dia hanya membawa pulang medali perunggu usai kalah dari tunggal Cina, Wang Zijun di semifinal. Belum tahu apakah Ubed bakal turun lagi di turnamen yang sama tahun depan. Remaja 18 tahun itu sepertinya sudah memikirkan untuk naik kelas ke level senior. “Banyak yang harus saya perbaiki di level senior, dari fisik hingga mental. Selain itu, main di senior juga butuh pikiran dan tekad yang kuat,” katanya. “Harapan ke depannya, semoga bisa lebih melejit lagi kariernya di level senior nanti,” dia memungkasi. Sementara itu, kompatriot Ubai, Richie Duta Richardo dan Zhi Hang Li asal Cina berbagi podium di posisi ketiga. Kegagalan Indonesia di turnamen individu BWF World Junior Championships 2025 sama seperti kategori beregu campuran alias Piala Suhandinata 2025, pekan lalu. Dipimpin oleh Zaki Ubaidillah sebagai kapten, skuad Merah Putih juga kalah dari Cina pada laga final dan gagal mempertahankan gelar juara.

Janice Tjen Sabet Gelar Juara WTA Pertama di China

Swafoto Janice Tjen Bersama Sang Pelatih

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen berhasil menjuarai WTA 125 Jinan Open di China, Sabtu, seusai mengalahkan petenis Hungaria Anna Bondar dengan 6-4, 4-6, 6-4. Unggulan ketiga dalam turnamen itu sukses menaklukkan lawannya yang merupakan unggulan kedua dalam dua jam 25 menit, demikian catatan WTA. Meski lawan mencatatkan ace lebih banyak, Janice menciptakan lebih banyak peluang break point — mengonversi tiga dari 11 — dengan servis menjadi senjata kuatnya. Dalam perjalanannya meraih gelar di Jinan, Janice harus berjuang keras pada babak pembuka. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu kemudian menang straight set pada babak kedua dan perempat final. Ia sempat kesulitan pada semifinal tetapi sukses menundukkan lawannya yang unggulan keenam untuk mencapai babak akhir. Kemenangan Jinan Open menjadi gelar pertama di sektor tunggal bagi Janice dalam sirkuit tur WTA. Sebelumnya, Janice bersama rekan senegaranya Aldila Sutjiadi meraih gelar ganda WTA 125 Suzhou di China pada awal bulan ini. Sebelum tur Asia, petenis yang kini berada di peringkat 98 dunia itu menjadi runner up dalam debut WTA-nya pada ajang WTA 250 Sao Paulo di Brasil pada pertengahan bulan lalu, yang menjadi batu loncatan peringkatnya dari 130 dunia melesat ke-103 dunia. Gelar Jinan Open juga menambah daftar kesuksesan Janice pada tahun ini setelah berhasil tampil di Grand Slam perdananya, US Open. Di turnamen major lapangan keras Amerika Serikat itu Jancie tidak pernah kalah set pada tiga pertandingan babak kualifikasi untuk lolos ke babak utama. Ia tampil gemilang dengan kemenangan babak pertama atas Veronika Kudermetova sebelum dikalahkan oleh Emma Raducanu di babak kedua. Janice juga mencatatkan sejarah dengan mengakhiri penantian panjang Indonesia akan kehadiran petenis tunggal putri di Grand Slam, setelah terakhir kali diwakili oleh Angelique Widjaja pada US Open 2004. Menurut catatan WTA, sebelum tiba di New York untuk kualifikasi US Open, Janice telah memenangi 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya. Selama periode tersebut, ia mencapai sembilan final ITF, memenangi enam gelar, dan naik lebih dari 200 peringkat — dari nomor 371 ke nomor 149. Sumber: ANTARA

122 Atlet Muda Siap Harumkan Nama Bangsa di AYG dan ISG 2025

Tim Indonesia

Suasana penuh semangat nasionalisme mengiringi pelepasan resmi Tim Indonesia yang akan berlaga di Asian Youth Games (AYG) Bahrain dan Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh tahun 2025. Upacara yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI ini dipimpin langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir dan turut dihadiri oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Kehadiran para pejabat tinggi, pelatih, dan perwakilan atlet dalam acara tersebut menjadi simbol kuat bahwa Indonesia tidak hanya mempersiapkan keikutsertaan secara fisik, tetapi juga membawa semangat diplomasi dan kebudayaan. Untuk AYG 2025, Indonesia akan mengirimkan 122 atlet yang akan berkompetisi dalam 21 dari total 26 cabang olahraga. Dari cabang atletik, badminton, hingga pencak silat dan kurash, mereka akan bertanding membawa nama bangsa di panggung Asia. Dipimpin oleh Chef de Mission Akbar Nasution, tim ini juga didukung oleh 51 pelatih dan ofisial serta 20 anggota tim pendukung lainnya. Sementara itu, ISG 2025 akan diikuti oleh 38 atlet yang dipimpin oleh Chef de Mission Endri Erawan. Enam cabang olahraga menjadi fokus, termasuk renang, angkat besi, pencak silat, dan gulat. Ajang ini bukan hanya tentang persaingan, melainkan juga ruang mempererat solidaritas di antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Salah satu capaian penting adalah pengakuan pencak silat sebagai cabang resmi perolehan medali di AYG 2025. Ini merupakan hasil dari diplomasi panjang yang menunjukkan semakin terbukanya dunia terhadap budaya Indonesia. Langkah ini juga menjadi batu loncatan menuju harapan tampilnya pencak silat di Olimpiade. Keikutsertaan para atlet muda tidak hanya untuk mengejar kemenangan jangka pendek, tetapi sebagai bagian dari pembinaan menuju Youth Olympic Games Dakar 2026 dan visi besar Indonesia Emas 2045. Fokus jangka panjang ini menekankan pentingnya kedisiplinan, sportivitas, dan karakter unggul. Kemenpora menegaskan bahwa ajang internasional seperti AYG dan ISG adalah sarana penting untuk memperkuat citra positif bangsa. Melalui partisipasi aktif ini, Indonesia tidak hanya menampilkan kekuatan atletiknya, tetapi juga nilai-nilai luhur seperti persatuan, solidaritas, dan semangat pantang menyerah

Rakernas KONI Pusat 2025 Resmikan KSMI Sebagai Anggota 

Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) resmi menjadi anggota KONI. Pelantikan Pengurus Pusat Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) periode 2025–2029 berlangsung khidmat dan meriah di Midaz Senayan Golf, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Acara pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, serta disaksikan oleh tamu kehormatan Presiden Federasi Mini Football Internasional (IMF), Dr. Mohammad Al Dosari, yang datang khusus dari luar negeri untuk menghadiri momen bersejarah ini. Dalam pelantikan tersebut, Dr. Ir. H. Yan Mulia Abidin, S.E., M.Sc. resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum KSMI, didampingi Muhammad Nur Huda Ariyanto sebagai Sekretaris Jenderal, beserta jajaran pengurus lainnya. “Terima kasih kepada Menpora dan Ketua Umum KONI atas dukungan yang luar biasa. Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, selamat bekerja. Setelah ini kita akan menghadapi pekerjaan besar — di akhir tahun ini kita akan menggelar Liga Nusantara, dan di awal tahun 2026 Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Soccer,” ujar Yan dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa kesempatan menjadi tuan rumah ajang dunia tersebut merupakan kehormatan sekaligus tantangan besar bagi KSMI untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional. Sementara itu, Presiden IMF Dr. Mohammad Al Dosari mengungkapkan kegembiraannya bisa hadir langsung di Indonesia dan menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras KSMI yang berhasil membawa Indonesia menjadi tuan rumah World Cup Mini Football 2026. Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memberikan apresiasi atas langkah cepat KSMI yang dalam waktu singkat telah membentuk kepengurusan di 22 provinsi seluruh Indonesia. “KSMI secara resmi tergabung dalam KONI dan menunjukkan kinerja luar biasa. Saya bangga karena dalam waktu singkat sudah terbentuk pengurus di berbagai daerah dan berani mengambil langkah besar menjadi tuan rumah Piala Dunia Mini Soccer 2026,” ujarnya. Marciano berpesan agar KSMI segera mempersiapkan diri dengan matang, membangun sinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta menjalin komunikasi erat dengan Presiden IMF demi kesuksesan penyelenggaraan event dunia tersebut. Dalam wawancara terpisah Taufik Jursal Efendi (TJE) sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Komite Sepakbola Mini Indonesia Pengurus Provinsi Banten mengatakan akan melakukan kerja sama dengan Jakabaring Sport City untuk mengembangkan olahraga ini. Selain itu Federasi Minifootball Dunia (WMF) yang didirikan sejak 2008 memiliki 144 asosiasi nasional anggota di seluruh dunia dan berbasis di Swiss. Dalam mini soccer ada tujuh pemain termasuk kiper dan tiga pemain cadangan. Durasi pertandingan terdiri dari dua babak yang berjalan 20-25 menit. Pada mini soccer tidak ada batasan pergantian pemain dan tidak ada pelanggaran off side.    

Aprilia Eka Raih Medali Emas di Uzbekistan

Aprilia Eka Putri Lumbantungkup

Aprilia Eka Putri Lumbantungkup menjuarai Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025. Atlet yang baru berusia 22 tahun ini keluar sebagai juara dunia pada kategori K-1 52 Kg Female. “Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran, kami mengucapkan selamat sebesar-besarnya kepada Bripda Aprilia. Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa semangat juang dan daya saing personel Polri di bidang olahraga, tidak kalah tangguh dengan yang di medan tugas operasional,” kata Kepala Korps Sabhara (Kakorsabhara) Baharkam Polri Irjen Mulia Hasudungan Ritonga dalam keterangan tertulis, Senin (13/10/2025). “Di panggung dunia yang keras, ia tidak hanya bertanding, tetapi menang dan mengharumkan nama Indonesia,” sambung Irjen Ritonga. Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025 berlangsung sejak 7 sampai 12 Oktober 2025. Acara berlokasi di Tashkent, Uzbekistan. Peserta ajang ini adalah atlet-atlet terbaik dari berbagai negara. Dengan raihan juara Bripda Aprilia, Irjen Ritonga menegaskan Komite Olahraga Polri (KOP) berkomitmen membina bakat-bakat unggulan di tubuh Polri. “Komite Olahraga Polri akan terus mendorong dan memfasilitasi personel berprestasi. Kemenangan Bripda Aprilia menjadi inspirasi dan pembuktian bahwa program pembinaan atlet kita berada di jalur yang tepat. Ini baru awal, kita akan terus pertahankan dan tingkatkan prestasi ini. Kami buktikan, Polri turut aktif mengibarkan Merah Putih melalui prestasi olahraga dunia,” tegasnya.

Jatim Unggul di Gulat, Jakarta Berjaya di Judo, Jabar Mendominasi Taekwondo

Credit photo: PON Bela Diri 2025

KUDUS – Cabang olahraga (cabor) gulat dan judo telah merampungkan rangkaian pertandingan di PON Bela Diri Kudus 2025 pada Rabu (15/10), di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Kontingen Jawa Timur (Jatim) menempati peringkat teratas dalam perolehan medali pada cabang olahraga gulat dengan 10 medali, yang terdiri atas enam medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu. Sementara, peringkat kedua ditempati oleh Kalimantan Timur dengan perolehan akhir medali sebanyak 15 medali (5 emas, 3 perak, 7 perunggu). Adapun, Jawa Barat melengkapi tiga besar perolehan medali teratas dengan torehan sembilan medali (3 emas, 2 perak, 4 perunggu). Salah satu keping emas yang menjadi koleksi kontingen gulat Jatim diraih oleh Varadisa Septi Putri melalui nomor gaya bebas putri -76kg. Di partai puncak, alumnus Universitas Merdeka Malang itu mengalahkan Agata Clara Garcia Br Tarigan dari Sumatera Utara. Varadisa tampil dominan menang dengan skor 6-5. Perjalanan Varadisa di dunia gulat bukan berasal dari garis keturunan atlet, melainkan tumbuh dari rasa penasaran yang muncul sejak masa kecilnya. “Dulu pertama kali itu diajak kakak waktu SD,” tutur pegulat kelahiran 1 September 2002 itu. Meski bukan berasal dari keluarga olahragawan, dukungan dari sang kakak menjadi batu sendi semangatnya. “Orang tua enggak ada yang gulat, cuma aku sama kakak saja,” ujarnya. Ajakan sederhana itulah yang menjadi mula ketertarikannya pada gulat. Sejak itu, ia mulai rutin berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan lokal di Malang dan Jawa Timur. Kemampuannya terus berkembang, hingga akhirnya dipercaya memperkuat tim Jatim di berbagai turnamen dan ajang multi-cabang tingkat nasional. Performa impresifnya kemudian mengantarkan Varadisa menjadi wakil “Merah Putih” di gelanggang internasional, seperti SEA Games Kamboja 2023 dan Korea Open International Wrestling Tournament 2024. Deretan prestasi tersebut menjadi bukti nyata dari kerja keras dan kecintaannya terhadap dunia gulat. “Sepertinya memang sudah passion-nya di sini, ya,” katanya. Pada cabang olahraga judo, dominasi DKI Jakarta tak terbendung dengan torehan 15 medali, yang terdiri atas tujuh medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu. Melengkapi tiga teratas peraih medali pada cabang olahraga judo adalah Jawa Barat dengan 16 medali (5 emas, 4 perak, 7 perunggu), lalu Bali dengan 11 medali (3 emas, 3 perak, 5 perunggu). Salah satu judoka yang mencuri perhatian khalayak pada PON Bela Diri Kudus 2025 ini adalah I Gede Agastya Darma asal Bali. Ia sempat absen cukup lama lantaran cedera lutut kanan sejak September 2024, tetapi pria yang akrab disapa Agas ini tidak pernah hilang dari daftar atlet judo andalan asal Pulau Dewata tersebut. Pada PON Bela Diri di Kudus ini, Agas –yang turun di nomor +100 kg– jadi momentum kebangkitannya dengan berhasil meraih medali emas berkat kemenangan atas judoka DKI Jakarta, Ardo Bambasta. Agas tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya, meski ia mengaku sempat diliputi ketegangan ketika hendak turun ke matras di partai final. Ketegangan itu muncul lantaran Agas baru saja pulih dari cedera, sehingga atlet asal Karangasem berusaha tampil hati-hati sekaligus memberikan performa terbaiknya. “Yang pasti saya bangga. Setelah cedera cukup lama, bisa kembali bertanding dan langsung dapat emas rasanya luar biasa,” tambah peraih medali perunggu pada cabang olahraga judo di nomor beregu campuran pada SEA Games Kamboja 2023 tersebut. Bagi Agas, medali emas PON Bela Diri Kudus 2025 bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi juga menjadi pembuktian bahwa dirinya masih layak bersaing di level tertinggi judo nasional. “Emas ini berarti saya masih ada, masih bisa bertarung, dan saya akan terus berlatih untuk hasil yang lebih baik lagi,” jelas Agas, yang melalui kemenangannya sekaligus menambah koleksi medali bagi kontingen judo Bali, setelah torehan emas dari I Made Sastra Dharma (-90 kg putra) dan Gede Ganding Kalbu (-100 kg putra). Sementara, sehari sebelumnya pada Selasa (14/10), rangkaian pertandingan cabor taekwondo telah lebih dulu rampung. Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum taekwondo dengan raihan total 14 medali, yang terdiri atas; 10 emas dan 4 perunggu. Jawa Tengah, yang mengoleksi total 19 medali (4 emas, 6 perak, dan 9 perunggu), menempati peringkat kedua, lalu peringkat ketiga ditempati oleh DKI Jakarta dengan raihan 11 medali, (3 emas, 4 perak, dan 4 perunggu). Adapun, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Banten masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima dalam klasemen akhir perolehan medali cabang olahraga taekwondo. Komitmen Djarum Foundation Perkuat Ekosistem Kompetisi Olahraga Sementara, dalam dua hari terakhir, Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, turut menyambangi Djarum Arena di Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, untuk memantau langsung jalannya penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Didampingi jajaran KONI Pusat serta para pengurus organisasi olahraga dari berbagai provinsi, Victor meninjau dan menonton jalannya persaingan di empat cabang olahraga yang dipertandingkan di empat GOR tersebut. Kepada awak media, Victor menyatakan dukungannya terhadap penguatan ekosistem kompetisi olahraga di Indonesia. Ia mengatakan Djarum Foundation terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai organisasi olahraga untuk menggelar kejuaraan di Kudus. Jika waktu dan kesiapan fasilitas dinilai memadai, kolaborasi tersebut diharapkan dapat terwujud. Djarum Foundation juga memiliki komitmen kuat untuk menjadikan Kudus sebagai destinasi sport tourism yang semarak, sekaligus menarik lebih banyak masyarakat untuk datang yang akan berdampak positif terhadap roda perekonomian daerah. Dalam cabang olahraga bela diri, lanjut Victor, Djarum Foundation memang memiliki iktikad untuk menggiatkan berbagai ajang olahraga, baik itu single-event maupun multi-event, khususnya pada cabang-cabang yang sudah memiliki kesiapan matang. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pembinaan atlet sekaligus memperkuat ekosistem kompetisi di tingkat nasional. “Semoga bangsa Indonesia semakin giat dalam membina kemampuan bela diri, karena hal ini juga merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas jiwa dan raga bangsa,” Victor berpesan. PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi bersama KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus. Serta didukung penuh oleh Blibli, Caffino, 5 Days Croissant, Hydroplus, Kopi Tubruk Gadjah, Polytron, tiket.com, MIND ID, VIT air mineral, dan media partner Kumparan.com. Seluruh pertandingan di PON Bela Diri Kudus 2025 akan disiarkan melalui giant screen di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, serta live streaming di akun YouTube PONBelaDiri dan siaran langsung di TVRI.

Garuda United U17 Jadi Bagian dari Program Pembinaan PSSI

Garuda United U17

PSSI resmi mengumumkan Garuda United U17 sebagai tim program pembinaan pemain muda Indonesia yang akan tampil di EPA Super League U18 musim 2025/26. Tim ini dibentuk untuk mempersiapkan generasi baru Timnas Indonesia menuju Piala Asia U17 dan Piala Dunia U17 mendatang, dua ajang yang menjadi target utama federasi dalam pengembangan sepak bola usia muda. Garuda United U17 akan menjalani laga perdananya pada 11 Oktober 2025 menghadapi Semen Padang FC. Tim ini diisi oleh 35 pemain hasil seleksi dari berbagai klub dan sekolah sepak bola terbaik di Indonesia. Dari 35 pemain yang dipanggil, sebagian besar merupakan hasil pembinaan dari SSB dan akademi seperti ASIOP, Taufiq FA, Asiana, hingga klub profesional seperti Persib, Bali United, Persebaya, Madura United, dan Persija. Komposisi ini menunjukkan komitmen PSSI dalam merangkul seluruh ekosistem sepak bola nasional untuk mencetak pemain potensial. Melalui kompetisi EPA Super League, PSSI berharap para pemain mendapat menit bermain yang konsisten dan pengalaman berharga di level kompetitif nasional. Dalam musim perdananya, Garuda United U17 tergabung di Grup A bersama Semen Padang FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persijap Jepara, Persita Tangerang, Persija Jakarta, Dewa United Banteng FC, Arema FC, Persik Kediri, dan PSBS Biak. Total, Garuda United U17 bakal melakoni 36 pertandingan pada babak pendahuluan EPA Super League U-18 musim 2025/26. Grup ini dianggap sebagai salah satu yang paling kompetitif karena diisi oleh klub-klub besar dan memiliki tradisi pembinaan kuat. Berikut daftar pemain Garuda United U17 musim 2025/26: Penjaga gawang Syahdan Caesar – ASIOP Seta Bayu Cahyaning – Taufiq FA Fahmi Aziz Arifudin – WBFC Academy Bek tengah Waliyuddin Shofa A – Persib Putu Ekayana Yoga P – Bali United Alberto K Ramendei – PPLP Jayapura Farik Rizqi – Farmel Shoyyo Himawan P – Persis Zidane Raditya Chandra – PPLOP Jateng Persis Solo Bek kanan Farrel Luckyta W – PSS Sleman Efaldus Sereuw – Safin Pati Nova Kurniawan – Borneo FC Bek kiri Real Alvaro Salim – Bali United Made Arbi Ananta – Bali United Pandu Aryo Wicaksono – Asiana Gelandang Fardan Faras Prawita – Borneo M. Azhar Muzzaki – Persebaya Girly Andrade Guevara – Asiana Chico Jericho Y – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United M. Rain Rizki Pamungkas – PPLP Kepri Miraj Riski Sulaiman – Madura United Sayap Peres Akwila Tjoe – Persija M. Nur Hasnuryadi – Barito Putra Faisal Ade – Malut United Rohmat Nurhidayat – PSM Makassar Yulius Stanley – Persebaya Gugum Gumilang – Asiana I Komang Semadi – Bali United Penyerang Dava Yunna Adi – Persebaya Raditya Gemal M – PPOP DKI Fardhan Ary – Madura United Yohanes Yapagaimu – Safin Pati Alfaro Dwi Santosa – SKO Surakarta & Persis Solo Sean Rahman Castor – Asiana

Garuda Muda Ditahan India

Timnas U22 Indonesia

Timnas U22 Indonesia bermain imbang 1-1 melawan India dalam laga uji coba kedua di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin 13 Oktober 2025. Seperti diketahui, laga ini menjadi bagian dari persiapan Garuda Muda menuju SEA Games di Thailand pada Desember mendatang. Sejak awal pertandingan, Indonesia tampil agresif dan langsung menekan pertahanan India. Pada menit ke-7, peluang pertama datang dari umpan silang Frengky Missa yang membentur mistar gawang India yang dijaga oleh Chauhan Dipesh. Tiga menit berselang, Rayhan Hannan nyaris membuka keunggulan setelah menyambar bola liar di kotak penalti, namun tendangannya melenceng tipis di sisi gawang. Serangan balik cepat di menit ke-14 juga nyaris membuahkan hasil ketika Hokky Caraka melepaskan sontekan kaki kanan, tapi bola masih melebar tipis. Indonesia terus menekan. Pada menit ke-15, sundulan Kakang Rudianto memaksa kiper India melakukan penyelamatan gemilang. Meski sempat beberapa kali mengancam, Timnas U22 belum mampu memecah kebuntuan. Petaka datang di menit ke-29 saat Rayhan Hannan harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Arlyansyah Abdulmanan. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0. Memasuki babak kedua, pelatih Indra Sjafri melakukan rotasi pemain, salah satunya memasukkan Wigi Pratama. Namun justru India mampu mencetak gol lebih dulu di menit ke-46 lewat pemain pengganti, Thingujam Korou Singh, yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia. Tertinggal satu gol, Indonesia mencoba membalas. Menit ke-52, tembakan keras Frengky Missa dari luar kotak penalti sempat mengenai pemain India dan hanya menghasilkan sepak pojok. Enam menit kemudian, aksi solo run Tony Firmansyah juga hampir berbuah gol, namun kembali membentur pemain lawan. Usaha keras Indonesia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-70. Dony Tri Pamungkas mencetak gol penyeimbang lewat eksekusi tendangan bebas indah. Menariknya, Dony juga mencetak gol pada laga uji coba pertama melawan India beberapa hari sebelumnya. Menit ke-76, Indra Sjafri kembali melakukan sejumlah pergantian untuk menyegarkan tim. Jens Raven, Robi Darwis, Mikael Tata, Rifqi Ray, dan Zanadin Fariz masuk menggantikan beberapa pemain lainnya. Enam menit jelang waktu normal berakhir, Brandon Scheunemann dan Ricky Pratama juga mendapat kesempatan tampil. Meski kedua tim berusaha mencetak gol tambahan, skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Inilah Para Juara Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2025

Salah Satu Podium Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2025

Partai final Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2025 telah selesai digelar di GOR KONI, Kota Bandung. Rangkaian sirnas ke-10 tahun 2025 ini, diikuti sebanyak 1,111 peserta yang bertanding sejak Senin 6 Oktober lalu hingga Sabtu 11 Oktober. PB Djarum dan PB. Jaya Raya Jakarta menyandang status juara umum, disusul tuan rumah, Mutiara Cardinal Bandung, Gideon Badminton Academy, Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya, PELATPROV PBSI Jawa Timur, Putra Mainaky, dan PB. Berkat Abadi. Seri Sirnas selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 1–6 Desember. Sirnas berlevel A ini akan menjadi seri pamungkas dan akan digelar di Kota Jakarta. Daftar Juara Sirnas A Jawa Barat 2025: TRA – Alvin Jefferson Kusuma (Jaya Raya Jakarta) TRI – Kharissa Widyanda Saputri (Mutiara Cardinal Bandung GRA – Dimas Jayawardana Hasan/Hamid (Pelatprov Jatim) GRI – Aqelatul Amaliyah Rahma/ Wilia Renasya (Djarum Kudus) GRC – Hazel Rizqi Prasetyo/ Halifia Usni Pratiwi (Djarum Kudus) TTA – Radithya Bayu Wardhana (Djarum Kudus) TTI – Mayla Cahya Afilian Pratiwi (Mutiara Cardinal Bandung) GTA – Christian Aldo Sanjaya/ Yugo Alvaro Gunawan (Jaya Raya Jakarta) GTI – Sheila Lidia/ Veren Irvana Daula (Jaya Raya Jakarta) GTC – Joseph Marcellino Kyta/ Syafiqa Aliya (Gideon BA) TDA – Krishna Adi Nugraha (DYS Candra Wijaya TDI – Stephanie Widjaja (Jaya Raya Jakarta) GDA – Hafiz Faisal/ Kenas Adi Haryanto (Jaya Raya Jakarta / Berkat Abadi, Banjar) GDI – Gloria Emanuelle Widjaya/Melati Daeva Oktavianti (Djarum kudus) GDC – Alden Lefilson Putra Mainaky/Gloria Emanuelle Widjaya (Putra Mainaky, Tangsel / Djarum, Kudus)