Okky Splash Youth Soccer League U-12 Bergulir, Menpora : Tanpa Swasta, Pemerintah Sulit

Menpora Imam Nahrawi berharap melalui Okky Splash Youth Soccer League (OSYSL) 2018 muncul pesepabakbola berbakat seperti Egy Maulana Vikri. (net)

Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bermitra dengan PT Suntory Garuda Beverage, perusahaan minuman terkemuka tanah air menggelar event sepakbola usia muda U-12. Festival bertajuk Okky Splash Youth Soccer League (OSYSL) 2018 ini akan digelar di enam kota seperti Surabaya, Bandung, Malang, Yogyakarta, Semarang dan wilayah Jabodetabek. OSYSL saat ini memasuki tahun kedua. Pada 2017 pelaksanaannya hanya melibatkan tim di wilayah Jabodetabek semata. Mulai 2018, OSYSL hadir di enam kota. Seri pertama telah sukses digelar di Surabaya sejak 3-11 Maret 2018. Ada 30 klub SSB yang tampil di tiap kota penyelenggara. Berikutnya, OSYSL akan hadir di Malang (30 Maret-8 April), Yogyakarta (21-29 April), Semarang (30 Juni-8 Juli), Bandung (14-22 Juli), dan Jakarta (28 Juli-5 Agustus). Pasca gelaran tiap kota, tim pemenang di tingkat regional maju di Okky Splash National Championship. Fase Nasional, OSYSL 2018 berlangsung pada 11 September di Jakarta. Pihak penyelenggara juga menggandeng Indonesia Junior Soccer League (IJSC). IJSC berpengalaman mengelola berbagai event sepak bola dibawah usia 12 tahun. “Kami pilih pemain-pemain terbaik dan masuk dalam satu tim. Mereka mewakili Indonesia di event Singa Cup 2018 di Singapura,” ucap Head Grup of Cup Suntory Garuda Beverege, Martinus Rezal. Nantinya penyelenggara menyeleksi khusus 16 pemain terbaik yang lolos Okky Splash Youth Soccer Team Indonesia guna bermain di Singa Cup 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mendukung digelarnya OSYSL. Imam berharap, kejuaraan ini bisa diselenggarakan di seluruh kota di Indonesia. “Tahun ini enam kota, semoga selanjutnya bisa diselenggarakan di seluruh 514 kabupaten/kota,” ujar Imam di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3). Imam melihat, gelaran ini sangat bagus dan harus rutin dijalankan. Pria asal Bangkalan, Jawa Timur ini menyebut pemerintah tak bisa jalan sendiri untuk memajukan sepak bola Indonesia. “Okky berpengalaman menyelenggarakan kompetisi usia dini dan pemerintah tak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pihak lain. Fasilitas hanya bisa diberikan 13 persen dari pemerintah, selebihnya disediakan oleh swasta,” katanya. Selain itu, ia berharap para pemain OSYSL dapat semakin terasah kemampuannya. Pria berusia 44 tahun ini yakin akan ada calon pemain tim nasional (timnas) Indonesia yang lahir dari ajang ini. (Dre)

Sebab Cedera Dan Lainnya, Lima Pemain Seleksi Timnas Putri Ini Dipulangkan

Iyya Lovista Paraba (14) akhirnya harus tereliminasi dari seleksi skuad Timnas Putri. (PSSI.org)

Jakarta- Seleksi Timnas Putri Senior akhirnya memulangkan lima orang pemain. Sejak Selasa (6/3), 40 orang pemain seleksi sudah berkumpul di National Youth Training Centre, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Selama lima hari kemudian, dibawah asuhan pelatih kepala Satia Bagja dan pelatih kiper Benny van Breukelen, mereka digembleng pagi sore guna mencari tempat utama dalam tim. “Habis uji coba lawan tim Pelatih Kursus Lisensi B, kita sudah punya gambaran, siapa saja yang terus seleksi dan yang tidak,” tegas Satia pekan lalu. Timnas Putri pun melakukan uji coba perdana melawan tim Pelatih Kursus Lisensi B, pada Sabtu (10/3) di NYTC, Sawangan. Hasilnya laskar Srikandi Indonesia takluk 1-3. Namun bukan hasil yang jadi ukuran. “Ya, ada lima pemain yang dipastikan pulang, mulai pekan ini. Mereka dipulangkan dengan beberapa sebab. Kami pun akan memanggil lima pemain baru,” ucap Satia pada Selasa (12/3). NYSNmedia.com menerima surat pemulangan yang dikeluarkan PSSI kepada mereka yang tereliminasi pada Selasa (12/3) sore. Mereka diantaranya yang terpaksa dipulangkan adalah bek tengah asal Kalimantan Barat, Elli Wati. Berdasarkan surat itu, Elli harus pulang lebih cepat lantaran sejak memulai Seleksi, ia didiagnosa masih memiliki riwayat cedera lutut. Hal serupa juga dialami Jasmine M. Diantoro. Bek kiri cantik asal klub Pro Direct Academy JKT di Jakarta ini, menurut surat keterangan dari dokter butuh waktu satu bulan menyembuhkan cedera plantar (nyeri pada tumit). Untuk Ayu Rizqi Widianti (Persab Brebes), Sherly Eka Dewi (Babel) dan, Iyya Lovista Paraba (Banten) tak bertahan karena peformanya tak sesuai dengan kebutuhan tim. (Dre) Pemain Seleksi yang dipulangkan Elli Wati (Kalbar)-Bek Tengah Alasan : Sejak awal memulai Seleksi TC, masih menyimpan riwayat cedera lutut. Jasmine M. Diantoro (Pro Direct Academy JKT)-Bek Kiri Alasan: Dari surat keterangan dari dokter membutuhkan waktu 1 bulan untuk menyembuhkan cedera plantar (nyeri pada tumit). Ayu Rizqi Widianti (Persab Brebes)-Sayap Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Sherly Eka Dewi (Babel)-Bek Kanan Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Iyya Lovista Paraba (Banten)-Gelandang  Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim.

Delapan Klub Ikut Kompetisi Basket Putri , Dukungan Sponsor Masih Minim

Salah satu pemain klub bola basket putri Flying Wheel Makassar tengah beraksi. (srikandicup)

Jakarta- Terpisahnya pertandingan basket putri dan putra, membuat pihak penyelenggara kompetisi bola basket putri profesional Indonesia, Srikandi Cup, terkendala pada minimnya dukungan sponsor. “Jika ada sponsor yang berani memberi dukungan dana, pasti kemasan Srikandi Cup lebih menarik. Dan memancing animo masyarakat datang menonton,” jelas Deddy Setiawan, Koordinator Srikandi Cup, pada Senin (12/3). Ia mengungkapkan untuk menggelar Srikandi Cup disatu kota, pihak penyelenggara wajib mengeluarkan dana sebesar Rp 200 juta, sementara target gelaran ini dilaksanakan di empat kota (Makassar, Surabaya, Jakarta, Cirebon). “Di satu kota kami gelar Srikandi Cup ini, kurang lebih mengeluarkan bujet Rp 200 juta. Sedangkan target kami berputar di empat kota, totalnya itu Rp 800 juta,” tambahnya. Ia menyebut bila 90 persen tim yang bersaing di kompetisi bola basket putri didukung secara personal, dan hanya tim basket Merah Putih (MP) yang didukung Samator (perusahaan gas industri terbesar di Indonesia). “Saya piker, tim yang didukung secara personal agak sulit untuk bertahan. Jadi memang butuh dukungan dari perusahaan yang memang peduli dengan kemajuan olahraga nasional,” cetusnya. Adanya kerjasama dengan TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menayangkan kompetisi bola basket putri diharapkan menambah popularitas kompetisi, sehingga bisa mengundang sponsor. “Apalagi seri ketiga Srikandi Cup di Jakarta, persaingan makin ketat. Harapannya kompetisi ini juga mendapat dukungan dari semua media,” paparnya. Kompetisi bola basket putri Indonesia kasta tertinggi, Srikandi Cup, yang diikuti delapan klub basket putri dari berbagai daerah telah memasuki seri ketiga. Seri pertama dihelat di Makassar (Sulawesi Selatan), dan seri kedua di Surabaya (Jawa Timur). Sedangkan seri ketiga digelar di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018. (Adt)

Berlatih ke Luar Negeri, 13 Atlet Atletik Dikirim PB PASI ke AS

Atlet Lompat jauh Sapwaturrahman (kaos putih) akan berangkat ke AS melakukan try out dengan 12 atlet PB PASI lainnya. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bakal mengirim para atlet pelatnas ke Amerika Serikat (AS). Namun tak semua atlet penguni pelatnas dikirim ke Negeri Paman Sam. Dari 16 orang yang diproyeksikan Asian Games 2018, hanya 13 yang disertakan. Mereka adalah Sapwaturrahman (lompat jauh), Suwandi Wijaya (lompat jauh), Atjong Tio Purwanto (3000 meter), Fadlin (estafet), Muhammad Zohri (100 meter dan estafet), Eko Rimbawan (estafet), Yaspi Boby (estafet), Bayu Kartanegara (estafet), Rio Maholtra (110 meter gawang), Idan Fauzan Richsan (lompat galah), Maria Natalia Londa (lompat jauh), Emilia Nova (100 gawang), Eki Febri Ekawati (tolak peluru). Menurut Sekjen PB PASI Tigor Tanjung, tiga atlet yang tidak pergi ke AS adalah Triyaningsih (maraton), Hendro (jalan cepat) dan Agus Prayogo (maraton). Hendro saat ini sedang menjalani latihan di Spanyol, lalu Triyaningsih dan Agus Prayogo akan mengikuti Korea Open 2018 pada Juni mendatang. “Mereka juga akan ke China untuk mengikuti maraton. Lalu ke Amerika akan berlatih bersama pelatih asing Harry Marra,” kata Tigor Tanjung saat mendampingi Ketua Umum PB PASI Bob Hasan saat meninjau atlet pelatnas di Stadion Madya Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Selasa (13/3). Sebelum menuju AS, para atlet dikonsentrasikan di Stadion Madya mulai awal pekan ini. Kecuali pelari jarak jauh Agus Prayogo yang berlatih di Pengalengan, Bandung, Jawa Barat. Dari sekian nomor yang diikuti Indonesia pada Asian Games 2018, hanya lompat jauh dan estafet (4 x 100 meter) yang berpeluang meraih medali emas. Para atlet yang tampil di nomor ini juga harus bersaing dengan lawan tangguh dari China, Bahrain, Qatar dan Jepang. Ketua Umum PB PASI Bob Hasan mengemukakan, pihaknya siap menggenjot kualitas teknik para atletnya yang akan terjun di Asian Games 2018. Menurut dia, teknik adalah permasalahan utama yang harus dicari solusinya jika ingin menyabet medali emas. “Contoh, misalnya soal bak lompat di arena yang ada di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Itu kalau pun sudah diperbaiki, teknik atletnya masih tidak bagus, ya tidak akan menang,” ungkap Bob Hasan. (Adt)

Tinjau Pelatnas Sepeda BMX di Yogja, Ini Permintaan Menpora

Menpora Imam Nahraw (kemeja hitam)i meninjau Pelatnas sepeda BMX di Sleman Youth Center, Yogyakarta, Senin (12-3). (kemenpora)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau kesiapan cabang olahraga jelang Asian Games 2018, Agustus – September mendatang. Salah satunya Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Sepeda BMX, di Sleman Youth Center, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (12/3). Imam memperhatikan secara detail terkait kekurangan serta kendala yang dihadapi selama Pelatnas, mulai dari honor, hingga peralatan yang digunakan para atlet. “Berapa atlet yang berlatih disini (Sleman Youth Center)?” tanya Imam. “Di tempat ini ada empat atlet sepeda BMX, tiga putra dan satu putri,” jawab Dadang Haries Purnomo bersama Priyo Susanto, Pelatih Pelatnas Sepeda BMX. “Latihanya jam berapa?” lanjut Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. “Latihan kita di mulai jam 8:00 WIB, tiap hari. Hari Minggu latihan libur ,” sambut Dadang. Dalam kesempatan itu, Imam meminta kepada atlet sepeda BMX agar mengonsumsi makanan yang bergizi. “Kalian harus makan yang bergizi dan jangan maka sembarangan. Terlebih, makan-makanan yang tidak memilik nilai gizi yang berakibat buruk pada performa para pemain,” tukasnya. “Saya berharap Indonesia bisa menyumbang medali yang terbaik, khususnya medali emas. Dengan semangat yang kita miliki, kita harus yakin bisa meraih hasil terbaik,” cetus Imam. Priyo mengatakan persiapannya atlet sepeda BMX sudah matang. Hanya, menurutnya, pihaknya tengah menunggu tempat latihan di Pulomas, Jakarta. “Meski secara fisik mereka sudah siap. Paling hanya tinggal teknik saja. Untuk target kita di Asian Gemas 2018 ini medali perak,” beber Priyo. (Adt)

Timnas Putri Coret Pemain, Pelatih : Kami Panggil Lima Yang Baru

Winger TImnas Putri Zahra Musdalifa (rompi oren) saat berduel dalam latihan di NYTC Sawangan, Depok. (Pras/NYSN)

Jakarta- Usai beruji coba pada akhir pekan lalu, Timnas Putri Indonesia (Seleksi) kembali menggelar latihan pada Senin (12/3) di lapangan National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat. Pelatih Timnas, Satia Bagja, mengatakan latihan kali ini fokus pada pertahanan. “Latihan hari ini lumayan, sudah 40%. Kita hari ini fokus ke pertahanan”, kata Satia. Setelah proses seleksi selama 6 hari, Timnas Putri kini mulai melakukan pengerucutan pemain. Skuad laskar Srikandi berkurang menjadi 36 pemain, termasuk empat kiper. Awal pekan kedua ini, tim pelatih rencananya akan menambah lima pemain baru, untuk mengikuti proses seleksi. “Kita sudah mengurangi 5 pemain dan nanti masuk 5 pemain baru. Satu pemain sudah bergabung mulai Selasa (12/3), sisanya menyusul. Tinggal urus surat panggilannya”, sambungnya. Timnas Putri melakukan uji coba perdana versus tim pelatih kursus lisensi B AFC, di lapangan NYTC, Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (10/3) pagi. Melawan tim yang banyak dihuni mantan pemain timnas semisal Aples Tecuari dan Bonggo Pribadi, Zahra Muzdalifah dkk takluk dengan skor 1-3.  (Dre)

Cetak 123 Gol, Jadi Bekal Timnas U-16 Sabet Trofi Jenesys 2018

Jadi Juara Di Jepang, Timnas Indonesia U-16 tampil amat produktif. (goal.com)

Miyazaki- Di Kirishima Yamazakura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sport Park, Jepang, Timnas U-16 sukses meraih gelar internasional pertama pada 2018. Menghadapi Vietnam U-16 di partai final Turnamen Jenesys 2018, skuat asuhan Fakhri Husaini berhasil menang dengan skor tipis 1-0. Sebiji gol dalam laga ini dicetak oleh Rendy Juliansyah pada menit ke-64. Dilansir kumparan.com, jauh hari sebelum gelar Turnamen Jenesys 2018 diraih, Sutan Zico dan kawan-kawan harus menyusuri jalan yang panjang untuk mendapatkan bekal baik sebelum mengarungi turnamen internasional tersebut. Mulai dari melahap porsi latihan yang banyak, hingga melakoni beberapa uji tanding. Pada pemusatan latihan tahap kedua di Cijantung, Jakarta Timur, pelatih asal Aceh tak hanya menyediakan menu teknik, taktik, dan strategi saja. Pelatih berusia 52 tahun itu juga menempa mental ‘Garuda Muda’ selama dua pekan. Lalu, Timnas U-16 melakukan tiga uji tanding untuk mengukur kekuatan tim sebelum terbang ke Jepang. Pada uji tanding pertama, skuat asuhan Fakhri Husaini harus tumbang dari Diklat Ragunan U-17 dengan skor 2-3. Kekalahan itu menjadi pelajaran dan teguran keras bagi Timnas U-16 untuk terus berlatih dan memperbaiki permainan. Buktinya, di uji tanding selanjutnya melawan Persija Barat U-17, Sutan Zico cs. menang dengan skor telak 9-0. Dua hari sebelum bertolak ke Jepang, Minggu (4/3), Timnas U-16 melakoni uji tanding terakhir melawan Akademi Babek U-17, di Stadion Atang Sutresna, Kompleks Kopassus, Jakarta Timur. Pada laga tersebut, Timnas U-16 kembali unggul dengan skor meyakinkan 8-0. Usai mendapat bekal yang sehat yakni dua kemenangan dari tiga uji tanding, Timnas U-16 tak lantas berpuas diri. Ada satu bekal yang mereka harus bawa ke Jepang, yakni bahasa dan kultur. Perbekalan komplet, 17 pemain dan enam ofisial Timnas U-16 terbang ke Jepang pada Selasa (6/3). Namun, saat pemberangkatan tak ada target besar yang dilontarkan Fakhri Husaini. Pelatih berusia 52 tahun ini hanya berharap pemainnya mengambil banyak pelajaran dan pengalaman dalam perjalanannya. Guna menatap dua turnamen besar di depannya, Piala AFF U-15 dan AFC U-16. Mendarat di Jepang, pemain diberi waktu beradaptasi dengan cuaca di sana. Singkatnya, tak ada menu latihan yang mesti disantap. Bergabung di Grup B bersama Kamboja dan Filipina, Indonesia U-16 begitu tangguh untuk lawan-lawannya. Pada laga pertama melawan Filipina, Timnas U-16 menang telak 7-1. Pada laga selanjutnya, laju Sutan Zico dan kolega tak bisa dihentikan. Lagi-lagi Timnas U-16 menang dengan marjin besar 5-0 atas Kamboja. Dengan catatan 12 gol dan 1 kebobolan, Indonesia U-16 boleh berbangga. Nama Sutan Zico pun keluar sebagai pemain terproduktif usai mengemas 3 gol. Berkat dua kemenangan tersebut, Timnas U-16 mengamankan satu tiket ke babak semifinal. Usai menang dengan skor meyakinkan di dua laga penyisihan grup, Timnas U-16 dihadapkan pada tantangan besar, yakni bermain melawan tuan rumah Jepang di babak semifinal. Selain diuntungkan sebagai tuan rumah, Jepang yang keluar sebagai juara Grup A dengan raihan poin sempurna memiliki produktivitas gol mencapai 23 gol atau rata-rata 11,5 per pertandingan –yang terproduktif pada Turnamen Jenesys 2018. Catatan itu memaksa kans ‘Garuda Muda’ kian sulit. Oleh karenanya, tim besutan Fakhri Husaini ini tak diunggulkan melaju ke partai final. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Keraguan lenyap saat Sutan Zico mencetak satu-satunya gol di menit ke-54. Dan gol itu mengantarkan Indonesia U-16 ke partai puncak. Gol itu pula yang mengawali perjuangan Timnas U-16 berjuang di partai final. Setelah menyusuri jalan panjang, gelar ini tentu amat berarti guna menatap target besar di depan mata: lolos ke Piala Dunia U-17 2019. Indonesia menjuarai turnamen ini dengan rekor memasukkan-kemasukan 14-1 gol dalam empat laga. Total, Timnas Indonesia U-16 sudah mencetak 123 gol dan kemasukan 18 gol dalam 31 pertandingan, terhitung sejak 4 Juli 2017. “Cukup membanggakan. Ini juga berkat dukungan dan doa masyarakat Indonesia. Tentu saja kerja keras para pemain selama pemusatan latihan sampai pertandingan di Jenesys. Para pemain bermain tidak ada takutnya,” ucap Fakhri Husaini seperti menyimpulkan safari dan prestasi pertama Timnas U-16 tahun ini. (Dre)

Paksa UPI Menyerah, Unikom Rebut Titel Kampiun LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018

Unikom Sukses Merebut Gelar Juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 dari UPI. (LIMA)

Bandung- Laga penentuan juara beregu putri LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 pada hari kelima, Senin (12/3), menampilkan dua tim kuat. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali berhadapan dengan Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di final LIMA Badminton fase conference musim keenam ini. Sebelumnya, di musim kelima, kedua tim juga memperebutkan gelar. Putri Unikom berhasil keluar sebagai kampiun LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 yang digelar di lapangan 2 GOR Lodaya Bandung ini. UPI, sang juara musim lalu, harus puas di peringkat kedua. Dianita Saraswati/Dina Rahayu/Merissa Findiani memulai partai pertama dengan apik untuk Unikom. Tripel ini membuka peluang kemenangan Unikom atas UPI. UPI yang menurunkan Dwi Erina/Kesi Soraya/Mira Meliani gagal menunjukkan kekompakan di partai nomor tripel ini. Di gim pertama partai pertama ini, laga sengit disajikan kedua tim. Tripel Unikom sempat unggul 11-6 hingga waktu istirahat. Usai istirahat, UPI terus mengejar hingga lima angka, hingga menyamakan kedudukan menjadi 11-11. Namun, kuatnya permainan Unikom sulit diatasi UPI. Gim pertama pun berakhir dengan kemenangan Unikom 21-15 atas UPI. Unikom masih dominan di gim kedua. Kekuatan pukulan dan kerja sama tripel yang baik memberi keuntungan bagi Unikom. UPI terpaut tujuh poin di bawah Unikom. Gim kedua kembali dimenangi Unikom 21-14. Enggan mengulang kekalahan rekan-rekannya di partai pertama, tunggal UPI, Trya Nur, tampil maksimal di partai kedua. Trya bermain apik di gim pertama saat melawan Novi Indriani, tunggal Unikom. Di gim pertama, Trya mengungguli Novi Indrini dengan skor 21-11. Gim kedua harus berakhir di poin 11-2, dengan keunggulan UPI. Novi tidak bisa melanjutkan pertandingan usai waktu istirahat dan terpaksa mengundukan diri. Akhirnya, laga pun berakhir. Hasil di partai kedua ini membawa UPI imbangi Unikom 1-1. Laga ketat terjadi di partai penentu. Ganda UPI, Dwi Erina/Kesi Soraya, bermain habis-habisan meladeni ganda Unikom, Dina Rahayu/Karina Ria Hardianti. Keduanya bermain dengan tensi tinggi. Partai pamungkas ini menjadi penentu gelar juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Meski diguyur hujan, lapangan 1 GOR Lodaya kian memanas. Permainan bergensi tersaji di gim pertama. Poin-poin yang tercipta merupakan hasil dari reli-reli panjang kedua tim. Saling kejar poin terjadi di gim pertama. Akhirnya, gim pertama dimenangkan Unikom dengan keunggulan tipis 21-19. Di gim kedua, ganda UPI semakin kerepotan meladeni permainan Unikom. Unikom masih terus menyerang dengan pukulan-pukulan kerasnya. Alhasil, Unikom menangi laga gim kedua ini. Gim kedua di partai penentu ini berakhir dengan skor 21-11 untuk Unikom. Unikom mempertegas ketangguhannya di fase conference ini. Padahal, di dua musim sebelumnya, Unikom selalu kalah di partai final melawan UPI. Dengan hasil ini, akhirnya Unikom menduduki juara LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018, disusul UPI di peringkat kedua. “Alhamdulillah kami bisa menang di partai final ini. Kami sering bertemu UPI dan selalu kalah. Saya bersyukur sekali bisa menang dan menjadi juara LIMA Badminton musim ini,” ungkap Ariyanto, pelatih Unikom. Berdasarkan nilai koefisien, WJC mendapat kuota 2 tim yang berhak dikirim ke fase nationals. Kedua tim finalis LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini, yakni Unikom dan UPI, akan melanjutkan perjalanannya di fase Nationals yang segera digelar di Surakarta, bulan Mei nanti. (Adt)

Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 Siap Digelar, Persaingan Makin Kompetitif

Tim Basket Merah Putih Samator Jakarta siap menatap seri ke-3 Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup. (Adt/NYSN)

Jakarta- Perhelatan Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 bakal segera bergulir di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018. Deddy Setiawan, Koordinator Srikandi Cup, mengatakan musim ini kompetisi basket putri yang dijalankan berlangsung cukup sengit dan kompetitif. Ia menyebut delapan tim putri yang berlaga di Srikandi Cup, semuanya akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dan menuju ke jenjang prestasi kedepan. “Seri ini jadi penentuan akhir sebelum masuk ke Play Off di pertengahan April nanti. Beberapa tim juga berbenah dengan menambah amunisi pemain baru,” ujar Deddy di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (12/3). Ia berharap Kompetisi Basket Putri Srikandi Cup Seri 3 ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. “Kami juga berharap Samator bisa berkontribusi membantu prestasi olahraga nasional, salah satunya membantu Kompetisi Srikandi Cup musim depan,” tambahnya. Sementara itu, Rudy Khowara, Ketua Perkumpulan Merah Putih (MP) Samator, mengungkapkan jelang seri ke-3, tim-nya telah melakukan persiapan yang matang dan mengevaluasi segala kekurangan pada seri sebelumnya. “Mohon doa-nya saja, semoga Merah Putih Samator Jakarta bisa meraih hasil yang lebih baik lagi di seri ke-3. Dan lolos masuk fase Play Off April nanti,” tegasnya. Disisi lain, Nina Yunita Nurman, Pelatih Merah Putih Samator, mengungkapkan pada Seri ke-3 ini persiapan tim-nya bakal lebih intensif, dibanding dua seri sebelumnya di Makassar (Seri 1) dan Surabaya (Seri 2). “Kendala kami soal inkonsistensi dan cedera pemain, serta statistik yang buruk. Pada seri ke-3 ini kami fokus untuk melatih akurasi para pemain. Apalagi sebelumnya para pemain kami jarang kumpul bersama, karena ada yang di Bandung dan Jakarta,” cetusnya. Terkait target, Nina tak mau sesumbar. Ia berharap tim-nya mampu menaikkan peringkat yang diraih pada seri sebelumnya. “Target dari petinggi tim, masuk final. Kalau dibilang berat ya berat. Tapi yang penting bisa memperbaiki peringkat. Seri pertama kami peringkat 3, di seri kedua kami peringkat empat. Semoga tim bisa memberikan hasil yang terbaik pada seri ke-3 ini,” papar Nina. (Adt) Pool A: 1. Surabaya Fever 2. Merah Putih Samator 3. Sahabat Semarang 4. Flying Wheel Makassar Pool B: 1. Merpati Bali 2. Tenaga Baru Pontianak 3. Generasi Muda Cirebon 4. Tanago Friesian

Zico Cetak Gol, Timnas U-16 Tekuk Jepang Dan Jumpa Vietnam di Final Jenesys

Sutan Zico, Striker Timnas U-16 mencetak gol tunggal dan meloloskan Indonesia ke babak final turnamen Jenesys. (topskor.id)

Miyazaki- Timnas U-16 lolos ke fase final turnamen Jenesys di Jepang usai mengalahkan tim tuan rumah dengan skor tipis 1-0 di laga semifinal yang digelar di Yamazura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sports Park, Minggu (11/3) sore. Tim asuhan Fakhri Husaini akan menghadapi Vietnam di pertandingan final. Gol tunggal kemenangan Timnas U-16 lahir dari kaki Sutan Zico. Pemain bernama lengkap Sutan Diego Armandoondriano Zico itu mencetak gol saat babak kedua baru berjalan sembilan menit. Kemenangan atas Jepang ini membawa Laskar Garuda remaja ke partai puncak turnamen Jenesys. Tim asuhan Fakhri Husaini akan menantang Vietnam, yang akan digelar Senin (12/3). Vietnam berhasil melaju ke final pasca menyingkirkan Thailand di semifinal melalui drama adu penalti. Kedua tim bermain imbang tanpa gol dalam waktu normal dan Vietnam akhirnya memastikan diri ke final melalui kemenangan 6-5 saat adu penalti. (Dre) Susunan pemain Timnas Jepang U-15 (4-2-3-1) Pelatih: Yoshiro Moriyama Yu Kanoshima (kiper); Sinya Nakano, Kosei Suwama, Hinata Fukuhara, Aoto Osako, Reona Ishi (belakang); Riku Yamane, Naoki Asano, Haruki Toyama, Naoki Nakamura (tengah); Haruki Shimokawa (depan) Timnas Indonesia U-16 (4-2-3-1) Pelatih: Fakhri Husaini Ernando Ari Sutaryadi (kiper); Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi, Ahmad Rusadi, Fadilah Nur Rahman, Muhammad Salman Alrafid (belakang); David Maulana, Andre Oktaviansyah, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi, Hamsa Lestaluhu (tengah); Yadi Mulyadi

Rebut Tiket Fase Nationals, Unikom Bertekat Tekuk Juara Bertahan UPI

Ganda Unikom, Dianita Saraswati/Dina Rahayu, sukses menjadi penentu meraih tiket fase LIMA Badminton Nationals 2018. (LIMA)

Bandung- Laga penting LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference(WJC) 2018 kategori beregu putri tersaji di lapangan 1 GOR Lodaya Bandung, Minggu (11/2). Dua tim kuat, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan, saling berhadapan memperebutkan peringkat kedua, sekaligus tiket menuju LIMA Badminton Nationals. Berdasarkan nilai koefisien conference, WJC hanya memiliki kuota dua tim putri untuk melaju ke fase nationals. Kemungkinan besar satu tiket nationals telah dikantungi tim putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) usai sapu bersih tiga pertandingan di LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018. Di partai pertama, Unikom menyajikan permainan apik. Tripel Unikom, Dina Rahayu/Karina Ria/Merissa Findiani, menang dengan mudah di dua gimnya melawan wakil STKIP Pasundan, Ega Velia/Nazwa Aulia/Revina Nurhasanah. Poin pertama didapatkan Unikom dengan skor 21-11 dan 21-12. Kedudukan pun 1-0 untuk Unikom. Mita Sani (Unikom) membuka partai kedua dengan dua poin lebih unggul dari Mayrina Lukmanda (STKIP Pasundan), 2-0. Seakan baru memanas, Mayrina mulai menekan Mita lewat pukulan kencangnya. Mayrina sempat unggul jau, 7-2, atas Mita. Usai laga sengit dengan saling mengejar poin, akhirnya, Mayrina ungguli Mita 11-10 hingga turun minum. Usai istirahat, Mayrina masih memimpin. Poin-poin Mayrina banyak diperoleh dari kesalahan-kesalahan yang diperbuat Mita. Hingga akhir gim pertama, Mayrina masih unggul dari Mita 21-18. Di gim kedua, Mayrina semakin menunjukkan dominasinya. Wakil tunggal putri dari STKIP Pasundan ini unggul jauh 11-1 atas Mita hingga waktu istirahat. Keunggulan Mayrina berlanjut hingga akhir laga. Gim kedua kembali dimenangi Mayrina 21-11. Kemenangan Mayrina ini imbangi perolehan poin sementara, 1-1. Partai ketiga menjadi penentu. Laga antara ganda Unikom, Dianita Saraswati/Dina Rahayu, melawan Ega Velia/Sinta Arum, wakil STKIP Pasundan, menjadi laga penting. Kedua wakil ganda ini memperebutkan peluang satu tiket menuju ke fase nationals. Menit-menit awal gim pertama diwarnai dengan dominasi tripel STKIP Pasundan. Trio ini sempat unggul 5-0 dari Unikom. Hingga akhir laga, STKIP Pasundan masih dominan. Pasangan Ega Velia/Sinta Arum (STKIP Pasundan) mampu mengalahkan Dianita Saraswati/Dina Rahayu (Unikom) dengan skor 21-16. Laga ketat terjadi di gim kedua. Panasnya pertandingan di lapangan 1 GOR Lodaya ini terlihat dari panasnya perlawanan Unikom, yang sempat mengungguli STKIP Pasundan. Unikom unggul delapan poin dari STKIP Pasundan pada poin 14-6. Pasangan ganda STKIP Pasundan tak lengah. Akhirnya, STKIP Pasundan mampu imbangi Unikom di poin 14-14. Namun, tak bertahan lama, STKIP Pasundan kembali harus melihat ketangguhan Unikom. Akhirnya, gim kedua dimenangi Unikom dengan skor 21-18. Babak tambahan pun dilakukan sebagai penentu kemenangan. GOR Lodaya semakin memanas di babak tambahan antara Unikom lawan STKIP Pasundan. Kedua pasang tampil dengan selisih skor yang sangat ketat. Beberapa kali imbang dengan Unikom, STKIP Pasundan akhirnya harus mengakui ketangguhan lawannya. Skor 11-9 untuk Unikom menutup laga. Kedudukan pun menjadi 2-1 untuk kemenangan Unikom. “Di partai tunggal tadi, kami kurang maksimal. Pemain tunggal kami mengalami musibah, sehingga harus dirawat di rumah sakit. Kami tadi menurunkan pemain ganda di partai tunggal, sehingga kurang maksimal,” kata Ariyanto, pelatih Unikom saat menanggapi partai kedua. Unikom berhasil sapu bersih tiga laga di LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini. Tersisa satu laga lagi yang harus dimenangi Unikom agar bisa juarai kompetisi ini. Besok, Senin (12/3), Unikom akan bertemu juara LIMA Badminton WJC musim lalu, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). “Besok, target kami menang lawan UPI. Kami besok akan mempersiapkan pemain tunggal yang lain untuk sebagai pengganti. Kami targetkan menang 2-1 dari UPI,” tambah Ariyanto. (Adt)

Kalah 1-3 Dari Rombongan Tim Pelatih Lisensi B, Latihan Timnas Putri Diliburkan

Timnas Putri kalah 1-3 dari tim Pelatih Kursus Lisensi B , di laga uji coba perdana. (bola.com)

Jakarta- Memasuki akhir pekan, seleksi Timnas Putri Indonesia melakukan uji coba perdana versus tim pelatih kursus lisensi B AFC, di lapangan National Youth Training Camp (NYTC), Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (10/3) pagi. Melawan tim yang banyak dihuni mantan pemain timnas semisal Aples Tecuari dan Bonggo Pribadi, Zahra Muzdalifah dkk takluk dengan skor 1-3. Namun, pelatih Timnas Putri, Satia Bagdja mengaku cukup puas dengan permainan anak asuhnya. “Dari sisi pemainan saya puas, kan lawannya laki-laki. Dari uji coba ini, kami ingin melihat penerapan materi latihan. Positif hasilnya, dan cukup baik di pertandingan tadi”, ujar Satia usai laga. Meski puas, namun kekalahan Timnas ini mendapatkan catatan khusus dari sang pelatih. Gol satu-satunya Timnas dicetak oleh Tugyati. “Banyak catatan khususnya, semuanya diperbaiki mulai pekan depan. Kami kan baru terhitung latihan bersama selama 3 hari,” sambungnya. Hal serupa juga disampaikan salah satu kandidat winger dan striker Timnas Putri, Zahra Muzdalifah. Wanita berpostur semampai ini mengaku bila kerjasama tim memang masih sangat minim. “Dari fisik dan cara main, kami sudah kalah. Tapi coach Satia ingin melihat transisi pemainan kami dari menyerang ke defence, berjalan atau tidak. Apalagi, lawan kami nanti punya kemampuan longpass and passing control yang baik,” ujar Zahra. Dara kelahiran Jakarta 4 April 2001 ini memahami jika koordinasi permainan masih perlu waktu untuk beradaptasi. Berlatih bersama dengan 40 pemain selama 4 hari, tentu tak mudah menyatukan visi bermain. “Latihan dan berkumpul bersama selama 4 hari terkahir ini, ya pasti belum optimal mainnya. Tapi, kami bisa kontrol bola dari belakang, serta melakukan pergeseran posisi antar lini, bukti kami sudah mulai menyatu,” bilang winger klub tim jakarta 69 FC ini. Setelah melakukan uji coba melawan pelatih kurus lisensi B AFC, pekan depan Timnas Putri memang dijadwalkan kembali menggelar pertandingan uji coba melawan SSB Pelita Jaya. “Nggak pakai persiapan khusus untuk uji coba. Uji coba itu kami anggap seperti latihan biasa saja”, ujar Beny Van Breukelen, pelatih kipper. Selama proses seleksi hingga 5 April nanti, Timnas Putri rutin mengagendakan laga uji coba, setiap akhir pekan dengan beberapa SSB dan klub remaja. Usai laga uji coba perdana ini, Timnas Putri diliburkan dan kembali berlatih pada Senin (12/3). (Dre)

Timnas Putri Minim Lawan Uji Tanding, Akhirnya Diadu Pelatih Kursus Lisensi B

Timnas Putri akan menghadapi tim pelatih kursus Lisensi B AF, sebagai lawan uji coba. (bola.com)

Jakarta- Kondisi pemain seleksi Timnas Senior Putri saat ini sudah memasuki fase persiapan eliminasi skuad. Pelatih Timnas, Satia Bagja memastikan jika beberapa nama sudah mulai disaring. “Proses pemilihan pemain sudah mulai dilakukan. Secara bertahap, lima pemain akan tereleminasi tiap pekan. Itu rencana yang sedang kami siapkan saat ini,” tutur Satia pada Jumat (9/3), Camp National Youth Training Camp (NYTC), Sawangan. Sejak Selasa (6/3), 40 pemain telah melewati 7 sesi latihan ketat secara simultan. Mulai dari fisik, teknik hingga taktik bermain. Lantaran tingginya tingkat intensitas latihan, beberapa pemain mengalami kesulitan. “Selama ini, mereka memang tidak pernah bertemu dengan program latihan yang rutin. Jadi, wajar kondisi mereka saat masuk TC ini mengalami penyesuaian yang luar biasa,” tukas pria berambut putih ini. Tak memiliki klub permanen dan aktif dalam kompetisi, menyebabkan beberapa pemain mengalami problem seperti mudah lelah, hingga kram kaki akut saat melakukan games. Hal ini juga dipahami Satia. “Sengaja tim pelatih menggeber simulasi latihan yang memainkan situasi pertandingan. Supaya mereka terbiasa dalam menghadapi pertandingan yang sesungguhnya. Maklum, jam terbang mereka ini rata-rata minim,” tegas sosok yang dekat dengan Rahmad Darmawan ini. Selain jarang tampil bertanding secara periodik, Timnas Putri juga kesulitan mencari lawan latih tanding. Tak adanya klub sepakbola putri yang berkualitas, memaksa tim pelatih menyiapkan skema melakukan uji coba melawan Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra. Selain itu, pada Sabtu (10/3) pagi, Laskar Srikandi Indonesia yang akan turun di event Asian Games 2018 dan Piala AFF Wanita ini disiapkan menantang rombongan tim Pelatih yang tengah melakukan kursus pelatih lisensi B AFC di NYTC. “Ya itu, karena belum ada lawan yang siap, kami memilih akan menjajal tim pelatih kursus sebagai lawan uji coba,” sebut Benny Van Breuklen, pelatih kiper Timnas Putri. (Dre)

Demi O2SN Tingkat Nasional, Pencak Silat DKI Siap Digembleng Pelatih Nasional

Pencak-silat-DKI-butuh-kerja-keras-menghadapi-persaingan-O2SN-Tingkat-Nasional-di-Yogyakarta-September-2018.-Adt-NYSN

Jakarta- Hasbiallah, Penanggung Jawab Pencak Silat (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) SMK Provinsi DKI Jakarta, mengaku cabang pencak silat butuh kerja keras untuk bisa bersaing di ajang O2SN Tingkat Nasional di Kota Yogyakarta, September 2018. “Melihat hasil dari pertandingan O2SN Tingkat Provinsi DKI Jakarta, saya pikir sangat berat pencak silat bisa meraih juara umum atau minimal mendapatkan medali. Sebab, pencak silat itu harus bisa memainkan nomor tunggal dan tanding. Jadi harus bisa kedua-duanya,” ujar Hasbi, Jumat (9/3). “Meski ada atlet juara satu di tunggal, belum tentu dia lolos mewakili DKI ke tingkat nasional, begitu juga di tanding. Justru atlet yang juara dua di tunggal, lalu juara dua di tanding, mereka yang lolos. Karena bisa kedua-duanya, dan secara poin itu lebih tinggi nilainya,” sambungnya. Ia menegaskan untuk bisa meraih hasil yang diharapkan para atlet yang terpilih mewakili Provinsi DKI Jakarta ke tingkat nasional harus berlatih ekstra keras. Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan peran serta pengurus besar (PB) pencak silat untuk bisa memoles kemampuan para atlet. “Beberapa waktu lalu, kami sempat bertemu dengan meraka yang pernah juara umum DKI tahun 2006, saat para juara-juara itu dilatih oleh masing-masing PB, dan meraih hasil yang baik,” cetusnya. “Pesilat wakil DKI akan kami serahkan ke PB IPSI, untuk dilatih agar kemampuan mereka lebih bagus dan fokus. Di PB ada pelatih dan atlet-atlet nasional, sehingga bisa maksimal dan meraih medali,” tutup pria yang juga menjabat sebagai guru Pendidikan dan Jasmani (Penjas) SMK Amaliyah, Jakarta Selatan itu. (Adt) Atlet Pencak Silat DKI : Putra : 1. Aldi Firmansyah (Juara 1/Poin 40) – SMKN 39, Jakarta Pusat 2. Daffa Abigail Erza (Juara 2/Poin 36) – SMK 3 Perguruan Cikini, Jakarta Pusat 3. Muhammad Ramadhan (Juara 3/Poin 34) – SMKN 1, Jakarta Pusat 4. Tisa Aditya (Harapan 1/Poin 29) – SMKN 24, Jakarta Timur 5. Chandra Aditya Pratama (Harapan 2/Poin 20) – SMKN 26, Jakarta Timur 6. Garang Adi Permana (Harapan 3/Poin 18) – SMKN 56, Jakarta Utara Putri : 1. Nur Alamsari (Juara 1/Poin 27) – SMKN 1, Jakarta Pusat 2. Aulia Rahma Anasya T (Juara 2/Poin 26) – SMKN 21, Jakarta Pusat 3. Salsabila Ardianti (Juara 3/Poin 25) – SMKN 4, Jakarta Utara 4. Putri Anistya Icha (Harapan 1/Poin 25) – SMKN 11, Jakarta Barat 5. Nurul Fadhilah (Harapan 2/Poin 23) – SMKN 58, Jakarta Timur 6. Wulan Oktaviani (Harapan 3/Poin 22) – SMK 13, Jakarta Barat

Hari Kedua LIMA Badminton Blibli WJC 2018, Tim Putri UPI Tak Terbendung

UNPAD (merah) harus bertekuk lutut 3-0 dari UPI dalam laga hari kedua LIMA Blibli WJC 2018. (LIMA)

Bandung- Keseruan laga LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018, berlanjut di hari kedua, Jumat (9/3). Pertandingan beregu putri membuka rangkaian laga yang digelar di GOR Lodaya Bandung ini. Pertandingan LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 tergelar di dua lapangan. Di lapangan 1, hari ini, tersaji laga antara beregu putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melawan Universitas Padjadjaran (Unpad). Sementara itu, di lapangan 2, tim putri Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati harus berhadapan dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan (STKIP Pasundan). Poin pertama diraih UPI dari nomor tripel di partai pertama. Kesi Soraya, Mira Meliani dan Rahma Dewi yang mewakili UPI berhadapan dengan tripel Unpad, Qeqe Lestari, Qorima Diez dan Yushi Roshalia. Tripel UPI bermain dominan di kedua gim pada partai pertama. Selisih skor yang besar menunjukkan ketangguhan pukulan-pukulan tripel UPI. Gim pertama berakhir dengan kemenangan UPI 21-8. Alih-alih menyusul, tripel Unpad justru menambah besar selisih skornya di gim kedua. Gim kedua ini berakhir dengan skor 21-7 untuk UPI. Pada partai kedua yang mempertandingkan tunggal putri, laga harus berakhir di skor 7-1 untuk kemenangan UPI. Dina Mardiana (UPI) sempat memimpin 3-0 atas Muthiara Hasna (Unpad). Akhirnya, Muthiara mampu mencetak poin pertamanya dan mengubah kedudukan menjadi 3-1. Namun, pendaratan yang kurang sempurna dari Muthiara usai mencetak poin pertamanya itu mengharuskan Muthiara mendapatkan perawatan medis. Dengan langkah yang tertatih, Muthiara mencoba melanjutkan laganya di partai kedua ini. Namun, pada poin 1-7, Muthiara terpaksa mengundurkan diri dari lapangan. Partai kedua ini pun dimenangi UPI. Kekuatan UPI kembali terlihat dari pasangan Trya Nur/Verent Nanda. Pada partai kedua yang mempertandingkan nomor ganda, UPI mendominasi pukulan kencang ke arah Anisa Purnama/Bamega Anisa (Unpad). Di gim pertama, Trya Nur/Verent Nanda menang 21-10. Pada gim kedua, selisih tiga poin terjadi hingga istirahat turun minum, 11-7 untuk pasangan UPI. Hingga akhir laga, ganda Unpad hanya mampu menghasilkan satu poin tambahan. Gim kedua kembali dimenangi ganda UPI dengan skor akhir 21-8. “Alhamdulillah kami menang 3-0. Target kami sapu bersih di pertandingan hari ini. Dari segi kualitas, saya yakin tunggal putri kami unggul. Namun, karena tadi tunggal Unpad mengalami cedera, kami mendapat keuntungan juga. Ada kesempatn beristirahat lebih lama,” kata pelatih beregu putri UPI, Cecep Alawi. Laga pada Sabtu (10/3) menjadi partai sengit di lapangan 1 GOR Lodaya, Bandung. Dua tim kuat, UPI dan STKIP Pasundan akan saling berhadapan untuk memamerkan ketangguhannya. (Adt)

Hari Pertama LIMA Badminton Blibli WJC 2018, Tim Putra Widyatama Tampil Apik

Laga Nomor beregu Putra antara STIE Ekuita Melawan Univ Widyatama di LIMA Blibli WJC 2018. (LIMA)

Bandung- Sesi kedua LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 yang digelar di GORK Lodaya Bandung, pada Kamis (8/3), mempertandingkan duel Pul B. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas melawan Universitas Widyatama. Untuk kategori beregu putra mempertandingkan lima partai. Kelima partai tersebut yakni dua nomor tunggal, dua nomor ganda, dan satu nomor tripel. Dari lima partai, Widyatama berhasil memenangi empat partai atas Ekuitas. Pada partai pertama, duel berlangsung cukup berimbang. Namun, Tunggal Ekuitas, Airlangga Trisnoyuwono, berhasil menunjukkan kualitas bermainnya atas Dicky Yaniadi (Widyatama). Pada akhir partai, Airlangga menyumbang satu poin untuk Ekuitas usai laga dengan skor akhir 21-18 dan 21-19. Di partai kedua, Ekuitas menurunkan Muhammad Aldy dan Rizki Dwi di nomor ganda pertama. Pasangan Aldy/Rizki ini belum mampu menyumbang poin kedua untuk Ekuitas. Aldy/Rizki kalah dari ganda kedua Widyatama, Fauzi Ramadhan/Sugeng Adi. Pasangan ganda Widyatama menang atas ganda Ekuitas dengan skor akhir 21-9 dan 21-6. Sehingga, Widyatama berhasil imbangi perolehan poin Ekuitas menjadi 1-1. Poin kedua untuk Widyatama disumbangkan tripelnya, Muhammad Satria, Raka Ashari, dan Renaldy Fachrezzy saat berhadapan dengan tripel Ekuitas, Renaldi Setiawan, Rizki Setiawan dan Yura Teguh. Tripel Widyatama menekuk tripel Ekuitas dengan skor 21-15 di gim pertama. Pada gim kedua partai ketiga, kedua wakil tripel ini bermain sangat ketat. Laga di gim kedua berakhir dengan deuce dengan hasil 24-22 untuk kemenangan tripel Widyatama. Hasil di partai ketiga ini menambah perolehan poin Widyatama menjadi 2-1 atas Ekuitas. Partai keempat, yang mempertandingkan tunggal putra kedua, kembali didominasi permainan Widyatama. Tunggal putra yang diturunkan Widyatama, Sugeng Adi menguasai jalannya pertandingan dengan pukulan-pukulan tanggungnya ke arah Widi Widyan (Ekuitas). Di akhir laga, Sugeng memenangi partai keempat dengan skor 21-15 dan 21-12. Di partai pamungkas, kedua tim bermain cukup ketat. Ekuitas, yang menurunkan Airlangga dan Andy berhasil menangi gim pertama dengan skor 21-15. Namun, di gim kedua, ganda Widyatama membalas. Dicky Yaniadi dan Raka Ashari, pasangan ganda putra Widyatama unggul di gim kedua dengan skor 21-15. Kedua ganda ini pun bermain di babak rubber game. Pada babak rubber game, Dicky/Raka menunjukkan kekompakan permainannya. Pasangan ganda putra ini bermain dominan, sehingga akhirnya dapat menangi babak penentu ini dengan skor akhir 11-5. Poin akhir untuk pertandingan ini pun menjadi 4-1 untuk Widyatama. (Adt)

Optimistis Kualitas Atlet, DKI Jakarta Bidik Juara O2SN Tingkat Nasional

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018. (net)

Jakarta- DKI Jakarta memasang target juara pada edisi ke-11 ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Nasional di Daerah Istimewa Yogyakarta, pada September 2018. Uju Juhiwa, Ketua Pelaksana O2SN Tingkat Provinsi DKI Jakarta, mengatakan pada pelaksanaan O2SN tahun lalu di Kota Medan, Sumatera Utara, kontingen DKI hanya mampu berada di urutan lima besar. “Harapannya di Yogyakarta kami bisa juara satu. Untuk itu, setelah pelaksanaan O2SN ini, para juara akan kami kumpulkan untuk mengikuti training center (TC),” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 22 Jakarta Timur itu, Kamis (8/3). Ia menyebut untuk bisa mewujudkan target tersebut dibutuhkan dukungan semua pihak. Terlebih, lanjutnya, provinsi lain dipastikan juga telah mempersiapkan diri dengan baik guna meraih hasil maksimal. “Provinsi lain itu kalau bisa mengalahkan DKI Jakarta ada kebanggaan tersendiri. Namun kendala yang kami hadapi itu terkadang atlet DKI kurang termotivasi, lain halnya dengan atlet-atlet di daerah. Rasa kedaerahan mereka itu tinggi. Padahal, fasilitas yang dimiliki DKI sangat lengkap dibandingkan fasilitas yang ada di daerah. Tapi, sepertinya animo atlet DKI itu masih kurang,” tambahnya. Provinsi DKI telah menggelar O2SN yang mempertandingkan lima cabang olahraga, yakni bulutangkis, renang, atletik, karate dan pencak silat, pada 7-8 Maret 2018. “Kegiatan ini dimulai dari tingkat Kecamatan, kemudian Kotamadya, lalu ke tingkat Provinsi. Dan, tiap-tiap Kotamadya itu mengirimkan wakilnya untuk berlaga di tingkat Provinsi. Pemenang di tingkat Provinsi inilah yang nantinya akan kami kirim ke tingkat nasional, baik putra maupun putri,” papar Uju. (Adt)

Seleksi Timnas Putri Banyak Usia 19 Tahun, Legenda Indonesia Beri Catatan Khusus

Rahma Wulan (depan), salah satu striker dalam seleksi Timnas Putri Indonesia. (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satia Bagdja, secara bertahap mulai menekankan tentang latihan organisasi permainan serta penguasaan bola yang diberikan pada peserta seleksi. “Ini masih tahap seleksi. Cuma pengenalan taktik dan formasi saja serta mengutamakan penguasaan bola. Postur pemain rata-rata kecil dan ini kelebihannya. Kita punya agility dan kecepatan,” ungkap Satia pada Rabu (8/3) di di kamp pelatihan National Youth Training Centre (NYTC) Sawangan, Depok, Jawa Barat. Namun, di awal pekan tahap seleksi Timnas Putri, masih terkendala adaptasi bermain dan status di klub yang tidak permanen, sehingga jarang latihan. Hal ini disampaikan Papat Yunisal, manajer Timnas Putri Indonesia. “Proses adaptasi antara satu pemain dengan yang lain, masih jadi prolem. Belum lagi status di klub yang tidak permanen, jadi menyesuaikan dulu dengan pola latihan Timnas”, ungkap Papat yang rutin mendampingi proses seleksi ini. Papat menambahkan dengan rataan usia pemain di angka 19 tahun, maka pengamalan berlatih dan bermain dalam tensi tinggi, tentu ini menjadi catatan. Mantan pelatih sepak bola putri Timnas Indonesia, Rully Nere yang hadir di sela-sela latihan pada Selasa (6/3) sore, amat mengkritisi soal ini. “Saran saya, materi timnas kali ini untuk pemain usia muda ya ditahan dulu. Kalau latihan atau seleksi, memang bagus untuk mental. Tapi untuk masuk timnas, terutama untuk event seperti Asian Games dan Piala AFF Wanita 2018, ya nanti dulu,” tegas pria asal Sentani, Papua ini. Ia mengkhawatirkan kondisi psikis pemain muda mudah down, jika bertemu dengan negara lain yang punya jam terbang dan prestasi mapan, seperti Australia, Jepang atau Korea Selatan. “Idealnya, komposisi pemain timnas senior itu usia yang 23 tahun ke atas, supaya mental bermain juga terjaga. Di level sepakbola putri, pengalaman itu salah satu bekal yang utama membangun tim,” tegasnya. (Dre)

Tampil Tenang, Dimas Juara Tunggal Putra O2SN SMK Provinsi DKI Jakarta

Pebulutangkis-tunggal-putra-Dimas-Agus-Suryadi-berhasil-mengalahkan-Alvin-Rayhan-di-ajang-O2SN-Tingkat-DKI-Jakarta.-Adt-NYSNMedia

Jakarta- Pebulutangkis tunggal putra wakil Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 20 Jakarta Timur, Dimas Agus Suryadi, meraih gelar juara di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi DKI Jakarta, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (7/3). Ia sukses menyingkirkan wakil SMKN 15 Jakarta Selatan, Alvin Rayhan, dua gim langsung, dengan skor 21-12, 21-17. “Gim pertama saya main terburu-buru. Di gim kedua saya coba rubah strategi, karena lawan main menyerang, maka saya banyakin main bola turun, dan itu berhasil,” ujar Dimas, usai pertandingan. Dimas menyebut tak ada instruksi khusus dari pelatih di partai pamungkas itu. “Instruksi khusus itu tidak ada. Saya diminta untuk bermain tenang, dan sebisa mungkin untuk jangan banyak membuang bola, karena tahu tipe dia itu mainnya nyerang,” sambungnya. Sementara, di sektor tunggal putri, wakil SMK Strada I Jakarta Pusat, Marccella Malinda, sukses menjadi kampiun usai menaklukkan wakil SMK Kasih Ananda Jakarta Utara, Viyati Alfiani Dianty, dua gim langsung, dengan skor 22-20, 21-11. “Target pribadi harus menang, sehingga saya berusaha keras untuk mencapainya. Kemudian saya juga mengikuti instruksi dari pelatih supaya bermain lebih tenang, fokus, dan jangan kebawa emosi,” tukasnya. “Kalau untuk lawan sebenarnya mainnya bagus, tapi karena mengikuti irama permainan saya, sehingga lawan mainnya jadi kurang fokus. Ini menjadi keuntungan buat saya sehingga bisa ambil poin dan menang di pertandingan ini,” jelas Marccella. (Adt) Daftar Pemenang: Tunggal Putra : 1. Dimas Agus Suryadi (SMK PGRI 20) Jakarta Timur 2. Alvin Rayhan (SMKN 15) Jakarta Selatan 3. Austin Nathanael (SMK Strada I) Jakarta Pusat 4. Rafi Indrajati (SMK Bina Insan Mandiri) Jakarta Barat Tunggal Putri : 1. Marccella Malinda (SMK Strada I) Jakarta Pusat 2. Viyati Alfiani Dianty (SMK Kasih Ananda) Jakarta Utara 3. Tia Safitri (SMKN 43) Jakarta Selatan 4. Risnu Mahesa Putri (SMK Sekesal) Jakarta Pusat

LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 Besok Berputar di Bandung

LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 siap berputar mulai 8 Maret. (facebook.com)

Jakarta- Rangkaian Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton memasuki musim keenamnya pada 2018. LIMA Badminton region Jakarta Raya sukses digelar pada 25 Februari hingga Sabtu (3/6). Pekan ini, LIMA Badminton berputar di region Jawa Barat, dengan titel LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018. Event kompetisi badminton antarmahasiswa ini digelar mulai 8-14 Maret 2018 di GOR Lodaya, Bandung. Sembilan tim putra dan lima tim putri dari region Jawa Barat akan bertanding di LIMA Badmiton: Blibli.com WJC 2018 ini. Selain nomor beregu, LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini juga meampilkan nomor perseorangan. Tercatat 14 wakil tunggal putra dan 10 pasang ganda campuran akan saling bersaing. Pada season 5 (2017 lalu), STKIP Pasundan memenangi LIMA Badminton untuk kategori beregu putra, sedangkan UPI menjadi jawara kategori putri pada fase conference di region Jawa Barat. Ke-9 tim putra yang tampil yakni STKIP Pasundan, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Galuh (Unigal), STIE Ekuitas, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Widyatama (Utama), Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Universitas Parahyangan (Unpar), UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD), dan Universitas Islam Bandung (Unisba). Untuk beregu putri akan disajikan oleh tim dari STKIP Pasundan, Unpad, UPI, Unikom, dan UIN SGD. (Adt)