PP Perbasi Proyeksikan Dua Pemain Muda Senegal Untuk Naturalisasi

PP Perbasi Proyeksikan Dua Pemain Muda Senegal Untuk Naturalisasi

Tim nasional bola basket Indonesia akan melakoni tiga laga sisa untuk kualifikasi FIBA Asia Cup 2021. Ajang itu akan digelar di Clark City, Filipina, Juni mendatang. Pada windows ketiga kualifikasi ini, Indonesia bakal menghadapi tiga lawan sekaligus di Grup A. Babak kualifikasi akan diawali dengan laga melawan Korea Selatan pada 17 Juni, kemudian tuan rumah Filipina pada 19 Juni, dan Thailand sehari berselang. Pada windows pertama Februari tahun lalu, timnas mengawali Kualifikasi FIBA Asia Cup dengan kekalahan atas Korea Selatan dengan skor telak 109-76. Merah-Putih menelan kekalahan keduanya dalam laga Kualifikasi FIBA Asia Cup 2021 dari Filipina juga dengan skor telak, 70-100. Sedangkan di windows kedua di Bahrain, November 2020, Indonesia berhasil mengantongi kemenangan atas Thailand 90-76. Atas hasil itu, Indonesia berada pada peringkat ketiga klasemen sementara Grup A dengan koleksi empat poin di bawah Filipina (4) dan Korea Selatan (4). Meski sudah dipastikan lolos ke FIBA Asia Cup 2021 dengan status tuan rumah, Indonesia punya target bisa menempati peringkat tiga Grup A. Dalam menghadapi windows ketiga kualifikasi nanti, timnas berencana memulai latihan awal Mei dengan memanggil para pemain senior dan junior. Terutama yang memperkuat Indonesia Patriots pada fase pertama liga basket tertinggi nasional, IBL 2021. PP Perbasi juga tengah mengupayakan untuk menambah satu pemain naturalisasi lagi. Saat ini mereka tengah dalam proses seleksi. Sejauh ini, timnas Indonesia sudah memiliki dua pemain naturalisasi, yakni Brandon Jawato dan Lester Prosper. Keduanya sempat tampil membela Merah-Putih dalam Kualifikasi FIBA Asia Cup tahun lalu. Terbaru, PP Perbasi juga telah mendatangkan dua pemain muda berusia 15 tahun asal Senegal, yakni Dame Diagne dan Serigne Modou Kane. FIBA Asia Cup 2021 sendiri akan digelar di Istora Senayan Jakarta, 19-27 Agustus mendatang.

Persiapan Piala AFF, Timnas Indonesia U-16 Seleksi Pemain

Persiapan Piala AFF, Timnas Indonesia U-16 Seleksi Pemain

Pelatih timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, mulai menyeleksi puluhan pemain di Lapangan D, komplek Gelora Bung Karno Jakarta selama dua pekan untuk dipilih masuk ke dalam pemusatan latihan (TC) pada awal bulan depan. Seleksi yang berlangsung sejak 21 April hingga 2 Mei ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi Piala AFF U-15 tahun ini di Indonesia. Di dua hari pertama, pemain seleksi ini menjalani gim internal. “Hari ini kami langsung melakukan internal game. Kita memberikan waktu dua hari, sekarang dan besok sore. Kemudian, di hari Sabtu dan Minggu nanti ada sesi kedua, hari Senin masuk sesi ketiga, begitu seterusnya hingga kelima di hari Minggu depan tanggal 30 April dan 1 Mei 2021,” ujar Bima, dilansir dari laman resmi PSSI. “Saya ingin memberikan kesempatan semua pemain yang kita seleksi di seluruh Asprov kemudian ada juga dari luar, kita berikan kesempatan juga dan itu memang sudah kita lihat sebelumnya, mendata, kita mengharapkan mereka bisa memberikan yang terbaik untuk bisa kita lihat dan kita pilih untuk di seleksi saat TC bulan Mei,” lanjutnya. Selain mencari yang terbaik, mantan kapten Timnas Indonesia ini menjelaskan jika TC ini nantinya kemungkinan akan diikuti 30 pemain. Bima berharap para pemain yang mengikuti seleksi dapat menjaga performanya, sehingga TC bisa berjalan dengan mulus. “Kalau memang dapatnya 30 pemain kita akan ambil, soalnya kita masih ada waktu untuk persiapan dan menjaring pemain-pemain terbaik. Tim ini dibentuk, sebagai persiapan menghadapi turnamen Piala AFF timnas U-15 di Indonesia sebagai tuan rumah, jadi kita memang mencari pemain-pemain kelahiran di 2006 dan 2007. Jadi timnas yang kemarin 2004 dan 2005 sudah lewat umurnya,” tegasnya. “Tentunya dengan tetap tampil luar biasa seperti saat hari pertama ini. Mereka bisa menikmati latihan dan internal game. Semoga juga mereka bisa lebih baik lagi, saya juga sarankan kepada mereka untuk enjoy saja, jangan takut salah dan kita nanti akan melihat, semoga bisa mendapatkan pemain-pemain yang terbaik,” ucapnya.

Usai The Straits Times, Zohri Kini Masuk Forbes 30 Under 30

Usai The Straits Times, Zohri Kini Masuk Forbes 30 Under 30

Sprinter asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri baru-baru ini menjadi salah satu anak muda Tanah Air yang berhasil masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2021. Dalam daftar tersebut, Forbes melakukan kurasi yang menghasilkan 300 anak muda berusia di bawah 30 tahun, yang dinilai berpengaruh. Sebagai informasi, majalah Forbes adalah sebuah majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat yang didirikan pada 1917 oleh B.C. Forbes yang terkenal dengan daftar perusahaan dan orang-orang terkaya di dunia, termasuk di bidang olahraga. Bahkan, belum lama ini pelari asal Lombok kelahiran 1 Juli 2000 itu juga berhasil masuk ke dalam daftar 30 pemuda potensial di Asia versi media kenamaan Singapura, The Straits Times. Capaian Zohri ini bukan tanpa alasan. Zohri, yang dijuluki sebagai “pria tercepat di Asia Tenggara”, merupakan atlet Indonesia pertama yang berhasil meraih medali emas pada gelaran World Athletics U-20 Championships di Finlandia pada 2018. Pada 2019, Zohri juga mencatatkan rekor nasional baru, yakni 10,13 detik untuk jarak 100 meter, sekaligus meraih medali perak pada ajang Asian Athletics Championships di Qatar. Setelah finish di posisi ketiga pada Golden Grand Prix Osaka 2019, Zohri rencananya juga akan berlaga di kompetisi Tokyo Olympics. Uniknya ketika diberi tahu namanya masuk jajaran “30 Under 30 Asia” Forbes tahun ini, Zohri awalnya mengaku tidak tahu majalah Forbes. “Awalnya saya tidak tahu ‘Forbes’ itu majalah apa. Setelah dijelaskan, pastinya saya bersyukur karena bisa masuk di majalah terkemuka, apalagi itu majalah internasional,” ujar Zohri. “Harapan saya, atlet lain dan generasi muda di Indonesia bisa terinspirasi, termotivasi agar terus berkarya dan berprestasi,” tambahnya. Nama Zohri mulai dikenal masyarakat Indonesia setelah dirinya sukses menjadi yang tercepat ketika meraih medali emas di nomor lari 100 meter pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Finlandia 2018. Kegemilangan Zohri berlanjut kala Asian Games 2018 di Jakarta lalu di mana dirinya berhasil membantu Indonesia meraih perak di nomor estafet 4×100 meter di Asian Games. Kini setelah sembuh dari cedera, Zohri tengah fokus mempersiapkan diri guna menghadapi Olimpiade Tokyo yang rencananya akan dihelat pada Juli mendatang. Biodata Nama: Lalu Muhammad Zohri Tempat, Tanggal Lahir: Karang Pansor, Lombok Utara, NTB, 1 Juli 2000 Pendidikan: SD Negeri 2 Pemenang Barat SMP Negeri 1 Pemenang SMA Negeri 2 Mataram Prestasi: Medali emas di Kejuaraan Nasional (2017). Medali emas untuk nomor 100 meter di Gifu Asian Junior Championship Jepang (2018). Medali emas 100 meter putra kejuaraan dunia atletik U-20 oleh IAAF (2018).

Raih Perunggu Kejuaraan Asia, Rahmat Erwin Jaga Peluang ke Olimpiade Tokyo

Raih Perunggu Kejuaraan Asia, Rahmat Erwin Jaga Peluang ke Olimpiade Tokyo

Indonesia membuka peluang untuk menambah tiket Olimpiade Tokyo dari cabang angkat besi. Lifter putra Rahmat Erwin Abdullah meraih medali perunggu di nomor Clean and Jerk pada Kejuaraan Angkat Besi Senior Asia di Tashkent, Uzbekistan, Selasa, 20 April 2021. Bertanding pada kelas 73 kg, lifter berusia 21 tahun tersebut meraih medali perunggu untuk kategori clean and jerk dengan angkatan 187 kg yang dibukukannya pada upaya kedua. Ia gagal menambah berat beban menjadi 190 kg pada percobaan ketiga. Sementara pada kategori snatch, Rahmat menempati posisi kelima lewat 148 kg pada upaya kedua. Ia kembali gagal mengangkat beban seberat 150 kg pada kesempatan terakhir. Untuk kategori total angkatan, Rahmat berada di posisi keempat dengan 335 kg. Ia kalah bersaing dengan lifter asal China Shi Zhiyong yang mencatatkan 363 kg dan berhak atas medali emas. Medali perak untuk kategori total angkatan diraih oleh lifter Turkmenistan Meredov Maksad dengan 336 kg. Sedangkan medali perunggu direbut oleh Miyamoto Masanori asal Jepang dengan catatan 335 kg. Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PABSI, Hadi Wihardja dalam keterangan tertulisnya, total angkatan yang diraih oleh lifter yang juga putra dari mantan lifter nasional Erwin Abdullah itu menunjukkan grafik peningkatan sebanyak 6 kilogram. “Dalam hasil tes progres sebelum berangkat, ia mencatat total angkatan seberat 329 kilogram. Hasil ini cukup menggembirakan,” kata Hadi, Rabu, 21 April 2021. Ia juga mengatakan, dengan hasil ini Rahmat Erwin Abdullah berpeluang untuk menempati urutan 8 besar dunia dan lolos ke Olimpiade Tokyo. “Ia berhasil menambah Poin sebanyak 4332. Sementara saingannya peraih perak dari Turkmenistan baru meraih 4118 poin. Kemungkinan untuk lolos terbuka lebar dengan catatan kita juga harus memonitoring prestasi lifter dari kawasan lainnya seperti Amerika Latin dan Oceania, terutama lifter Kolombia yang juga menjadi saingan kuat,” lanjutnya. Sementara itu, pelatih angkat besi, Dirdja Wihardja mengatakan Rahmat masih ikut kembali pada Kejuaraa Dunia Junior 2021. “Kalau di Kejuaraan Dunia dengan total yang sama akan lolos ke Olimpiade,” ucap Dirdja kepada media, Rabu, 21 April 2021.

Semakin Berprestasi, Nazneen Targetkan Tembus Skuad Indonesia

Semakin Berprestasi, Nazneen Targetkan Tembus Skuad Indonesia

Pembinaan atlet junior di beberapa klub renang yang ada di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau, patut diacungi jempol. Bibit-bibit perenang unggulan kini mulai bermunculan. Hal ini tak lepas dari terarahnya pembinaan atlet junior. Salah satu atlet renang yang sedang mencuri perhatian ialah Nazneen Khalfani Amri. Gadis berusia 13 tahun yang juga merupakan siswi SMP IT Al Ittihad, Rumbai, Pekanbaru tersebut, sudah menorehkan berbagai prestasi. Bahkan koleksi medali di lemarinya, kini sudah menghiasi kamarnya. Terbaru, Nazneen sukses menggondol 5 medali sekaligus di beberapa nomor pada Kejuaraan Riau Aquatic Sprint Challange di Kolam Renang MBC, Pekanbaru pada awal April 2021 kemarin. Lima medali tersebut terdiri dari, 3 medali emas di nomor 50 meter gaya dada, 50 meter gaya bebas, 100 meter bebas, serta 2 medali perak di nomor gaya punggung dan gaya kupu-kupu. “Alhamdulillah, saya bersyukur bisa finis menjadi yang terbaik. Tentunya prestasi ini saya raih, berkat latihan dan arahan pelatih, serta dukungan dari orangtua, pihak sekolah dan teman-teman,” kata Nazneen dilansir dari Tribun Pekanbaru, Selasa (20/4/2021). Dengan prestasi yang sudah diraih ini, tidak membuat putri sulung pasangan Musdalil Amri (Ayah) dan Liza Ariestawaty (Ibu), terlalu jumawa. Sebab, masih banyak event-event lain yang harus diikutinya, sehingga membuat namanya meroket di dunia renang Tanah Air. Bahkan, Nazneen memancang target dirinya bisa masuk skuad Merah Putih, untuk mewakili Indonesia di berbagai event level internasional, seperti para seniornya Azzahra dan Vanessa. “Saya akan ikut jejak perenang senior andalan Riau ini. Karena ingin membuat orangtua dan keluarga saya bangga. Tentunya, selain mengharumkan nama Lancang Kuning, juga bisa mengibarkan bendera Merah Putih di negara lain,” harapnya. Ya, prestasi yang diraih Nazneen sejak beberapa tahun terakhir, karena berlatih renang di bawah komando pelatih kawakan. Berawal bergabung di klub renang Riau Aquatic Club di bawah asuhan Pelatih Fanny Andriana, memantapkan nomor spesialisnya, gaya bebas dan gaya lainnya. Setelah itu, Nazneen kini bergabung di klub renang Megalodon Swimming Club, dengan pelatih Tasya Aqilla. Ayah kandung Nazneen, Musdalil Amri menyebutkan, bahwa dia selaku orangtua, akan terus mensupport penuh anaknya agar berprestasi di cabor renang ini hingga puncak. “Bahkan adik Nazneen, Dastan Dowa Amri yang masih berumur 8 tahun, ikut latihan renang juga. Mudah-mudahan bisa berprestasi nantinya, pasti kami dukung penuh, sampai ke titik prestasi tertinggi,” janji Musdalil. Biodata: Nama: Nazneen Khalfani Amri Tempat, Tanggal Lahir: Pekanbaru ,15 April 2008 Cabor: Renang (spesialis gaya bebas) Klub: Riau Aquatic Club (2013-2019) Megalodon Swimming Club (2019- sekarang) Sekolah: SMP IT Al Ittihad, Rumbai, Pekanbaru Orangtua: Musdalil Amri (ayah) Liza Ariestawaty (ibu)

Sabet Medali, Windy Cantika Aisah Pastikan Tiket Olimpiade

Sabet Medali, Windy Cantika Aisah Pastikan Tiket Olimpiade

Satu lagi atlet Indonesia yang memastikan diri untuk berlaga di Olimpiade Tokyo. Kali ini giliran lifter muda Indonesia, Windy Cantika Aisah. Ia mengunci tiket ke Olimipiade seusai meraih medali perunggu angkatan snatch pada Kejuaraan Asia Angkat Besi 2021 di Tashkent, Uzbekistan, Sabtu, 17 April 2021. Turun di nomor 49 kg putri, lifter berusia 18 tahun itu menempati peringkat ketiga kategori snatch dengan angkatan 87 kg. Di kategori Clean and Jerk, ia berada di peringkat keempat dengan 102 kg. Pada kategori total angkatan, Windy berada di peringkat keempat dengan 189 kg. Manajer tim Indonesia, Pura Darmawan mengatakan raihan perunggu di Uzbekistan membuat Windy mengumpulkan 4038,7198 poin di peringkat Federasi Angkat Besi Internasional (IWF). Ia pun naik dari peringkat tujuh ke peringkat lima. Kini, ia sudah aman berada di delapan besar ranking IWF sehingga tiket Olimpiade Tokyo resmi digenggam. “Ini sudah optimal. Kejuaraan ini (Kejuaraan Asia Angkat Besi 2021) boleh dibilang mini Olimpiade. Jadi, perjuangan Windy Cantika untuk meraih perunggu di snatch cukup berat,” ujar Pura Darmawan, Senin, 19 April 2021. Menurut Pura, pada akhir Mei nanti, ada kemungkinan Windy Cantika kembali tampil di Tashkent pada Kejuaraan Asia Angkat Besi Junior 2021. Peluang Windy Cantika mendapatkan emas di sana tentu sangat terbuka. “Paling tidak, kami sudah punya gambaran apakah Windy Cantika tetap ditampilkan pada Kejuaraan Asia Junior atau tidak,” kata Pura Darmawan. “Jika sukses di kejuaraan tersebut tentu peringkat IWF makin terdongkrak. Yang jelas untuk sekarang, tiket Olimpiade aman dalam genggaman,” lanjutnya. Dengan lolosnya Windy Cantika, total ada enam atlet Indonesia yang sudah memastikan tiket Olimpiade Tokyo 2020. Adapun sisanya masih berjuang untuk mengamankan posisi mereka dalam Race to Tokyo karena kualifikasi masih berjalan. Sedangkan untuk Paralimpiade Tokyo 2020, sejauh ini ada 15 atlet Indonesia yang telah memastikan tempat. Berikut daftar atlet Indonesia dalam Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo (per 19 April 2021): Olimpiade Tokyo 2020 Angkat Besi Eko Yuli Irawan (61 kg putra) Windy Cantika Aisah (49 kg putri) Atletik Lalu Muhammad Zohri (100 meter putra) Menembak Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba (100 m air riffle putri) Panahan Diananda Choirunnisa (Individual putri, mixed team) Riau Ega Agatha (Individua Putra, mixed team) Paralimpiade Tokyo 2020 Atletik Saptoyogo Purnomo Kharisma Evi Tiarani Angkat Berat Ni Nengah Widiasih Balap Sepeda Muhammad Fadli Imammuddin Bulu Tangkis Dheva Anrimusthi Hary Susanto Fredy Setiawan Ukun Rukaendi Leani Ratri Oktila Khalimatus Sa’diyah Menembak Bolo Triyanto Hanik Puji Astuti Renang Syuci Indiriani Tenis Meja David Jacobs Komet Akbar

Buka Turnamen e-Sports, Menpora Berharap Akan Bermunculan Atlet Indonesia di Level Dunia

Buka Turnamen e-Sports, Menpora Berharap Akan Bermunculan Atlet Indonesia di Level Dunia

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali resmi membuka turnamen Youth e-Sports secara daring yang memperebutkan Piala Menpora 2021, Sabtu (17/4/2021). Dalam sambutannya, Zainudin Amali mengapresiasi upaya dari penyelenggara yakni dari organisasi kepemudaan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa timur. Penyelenggaraan turnamen secara daring ini diikuti peserta yang tersebar diseluruh Tanah Air. “Pertama, saya mengapresiasi upaya dari penyelenggara atas inisiatifnya menyelenggarakan suatu kegiatan turnamen e-Sports yang sekarang ini memang sedang marak dilakukan. Apalagi kita tahu sekarang ini dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga protokol kesehatan harus menjadi panduan dari penyelenggara,” kata Zainudin Amali. Menurutnya, e-Sports merupakan salah satu olahraga yang terus berkembang di kalangan milenial. Pada praktiknya, harus mengedepankan konsentrasi, strategi, mental, hingga teknologi. Sehingga, e-Sports dinilai menjadi salah satu olahraga pilihan yang tepat di tengah pandemi Covid-19. “Upaya penyelenggara sangat luar biasa. Panitia sangat siap dan saya rasa penyelenggara mampu melakukan kegiatan ini dengan dibuktikannya peserta tim yang ikut mendaftar. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Sangat luar biasa capaian ini,” ujarnya. Melalui turnamen e-Sports ini, Zainudin berharap, dapat muncul atlet-atlet baru yang nantinya diharap bisa menjadi andalan Tim Nasional Indonesia kedepannya untuk menghadapi kejuaraan di tingkat internasional. “Dengan adanya turnamen ini, semoga muncul atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama bangsa di level dunia,” ucap Zainudin Amali. “Saya dapat laporan, usia yang ikut bertanding dalam turnamen ini berkisar pelajar hingga mahasiswa. Ini berarti masuk kategori pemuda, dan e-Sports memang menjadi kegemaran anak muda kita,” pungkasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum PB e-Sports Indonesia, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh turnamen itu dan berharap akan muncul atlet baru yang nantinya akan mengharumkan nama bangsa. “Kami mendukung sepenuhnya turnamen ini. Melalui turnamen ini, kami berharap dapat muncul atlet yang berprestasi, kelak mengharumkan nama baik bangsa dikalangan e-Sports tingkat internasional. Kepada tim, selamat bertanding dan junjung sportivitas. Mari kita bersatu untuk mendukung e-Sports Indonesia,” ujar Bambang. Mobile Legend terpilih menjadi olahraga elektronik yang dipertandingkan pada Youth e-Sports Tournament kali ini. Turnamen ini berhadiah total Rp 200 juta dan trofi Piala Menpora bagi tim yang juara. Tahapan kualifikasi dan babak 8 besar berlangsung 17 April hingga 9 Mei 2021. Sedangkan, semi final dan grand final akan dilaksanakan di Jawa Timur pada 30 Mei 2021.

Berprestasi di Karate, Pendidikan Tetap Nomor Satu

Berprestasi di Karate, Pendidikan Tetap Nomor Satu

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya dikenal kerap unjuk gigi di bidang akademik. Di bidang lain, seperti olahraga pun mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia juga tidak pernah sepi dalam meraih prestasi. Seperti ditunjukkan oleh karateka muda Universitas Teknokrat Indonesia, Selly Septiani yang telah malang melintang di dunia olahraga bela diri khas Jepang itu. Selly terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP) Universitas Teknokrat Indonesia, Selly Septiani. Segudang prestasi dimiliki siswa yang masuk Universitas Teknokrat Indonesia pada 2017 lalu. Teranyar, karateka cantik ini bakal mengikuti South East Asia Karate Federation di Filipina. Selly menjadi satu dari wakil Indonesia yang mengikuti ajang tersebut. Gadis kelahiran 1999 ini menyebut, selama menjalani kuliah dan tetap bertanding diberbagai kejuaraan dirinya mendapat dukungan penuh dari pihak kampus. “Karena kebetulan aku kan jurusannya pendidikan olahraga, memang ada saat aku nggak bisa hadir dalam ujian. Tapi Alhamdulillah banget dosen di Universitas Teknokrat Indonesia itu membantu aku,” jelas Selly. Salah satu contoh, saat dirinya harus menjalani UTS praktek sepak takraw di lapangan belum lama ini. Karena kondisi Selly masih ikut pelatnas di Bali, maka Selly membeli bola takraw dan menggantikan praktek di kampus dengan mengirimkan video teknik dasar sepak takraw. “Begitu juga saat Selly UAS. Karena kebetulan nggak bisa, akhirnya dosen memperbolehkan aku untuk ujian dengan daring (dalam jaringan). Jadi kalau IPK saya tinggi ya karena ada dukungan dosen-dosennya juga,” tambahnya. Selanjutnya, Selly menyambut agenda terdekat ialah South East Asia Karate Federation di Filipina pada akhir Mei mendatang. Selly juga bakal melanjutkan kegiatan pelatnas di Bali. “Selly mohon doanya untuk kedepan bisa berprestasi lebih baik lagi. Kemudian bisa juga membawa harum nama Universitas Teknokrat Indonesia lagi, sebelumnya juga sudah kejuraan POMNAS di Makassar. Selly berharap kedepan bisa terus membawa harum nama Universitas Teknokrat Indonesia, Lampung dan Indonesia,” jelas Selly. Terkait prestasi Selly, Wakil Rektor III, M. Najib Dwi Satria, S.Kom., M.T. mengucapkan rasa bangganya. Selly tidak hanya membanggakan Universitas Teknokrat Indonesia, namun juga Lampung dan Indonesia. “Selly saya ucapkan selamat dan Selly ini merupakan mahasiswa kebanggaan Universitas Teknokrat Indonesia. Tentu dengan capaian Seli capai sampai saat ini, tidak mudah. Rekam jejak Seli bukan serta merta mewakili timnas karate tanpa proses namun juga proses panjang. Tentu nya Universitas Teknokrat Indonesia, sangat mendukung kegiatan mahasiswa nya, apalagi yang berprestasi,” jelas Najib. Tentu Selly menjadi contoh bagaimana bagi semua mahasiswa agar bisa mencapai prestasi setinggi apapun. “Saya harapap jadi motivasi kita semua terkhusus mahasiswa yang berproses belsjsr untuk mencapai proses lainnya. Tapi tentu Selly jangan berpuas diri dahulu, namun bagaimana terus meningkatkan prestasi kedepannya. Apalagi prestasi Selly sudah luar biasa, sudah mewakili Indonesia bukan hanya Lampung diajang internasional. Ini amanah besar yang Selly bawa,” tambahnya. Atas prestasi yang diraih Selly sejauh ini, menjadi kebanggaan bagi Universitas Teknokrat Indonesia. Karena mahasiswa Teknokrat bisa bersaing bahkan di tingkat nasional-internasional. Wakil Dekan FSIP, Rizki Yuliandra, S.Pd., M.Pd. juga membeberkan prestasi Selly tidak hanya di lapangan sebagai atlit. Prestasi akademik pun diraih, apalagi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Selly cukup tinggi, diatas 3. “Pencapaian Selly cukup baik di akademik, Selly saat ini mahasiswa semester 8 ini memiliki IPK diatas 3. Artinya dalam bidang akademik sendiri Selly bagus, bisa mengikuti perkuliahan dengan dukungan online learning kita,” jelas Rizki. Apalagi, Selly ini hampir setengah tahun ikut pelatnas tim karate Indonesia, di Bali. Selly harus meninggalkan provinsi Lampung yang notabene Selly juga atlet PON Lampung yang siap ikut bertanding pada 2021 di Papua. Tapi meskipun begitu nama Selly tetap ada di atlet PON Lampung.

Meski Ditengah Pandemi, Esa Unggul Cup Sukses Digelar

Meski Ditengah Pandemi, Esa Unggul Cup Sukses Digelar

Esa Unggul Cup edisi ke-2 kembali di gelar di tahun 2021, meski masih dalam masa pandemi, kejuaraan berlevel nasional hasil binaan UKM karate Univesitas Esa Unggul ini sukses digelar secara virtual, pada tanggal 26-28 Maret 2021 lalu. Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA, IPU. menerangkan kompetisi kejuaraan Esa Unggul Cup ke-2 ini merupakan sebuah bukti dari Univesitas Esa Unggul (UEU) yang sangat memperhatikan dan mendorong peningkatan prestasi anak muda terutama mahasiswa UEU dalam menyalurkan bakatnya. “Universitas Esa Unggul dikenal dengan kampusnya para mahasiswa berbakat dan berprestasi, prestasi dan bakat para mahasiswa UEU bukan hanya di bidang akademik melainkan di bidang non akademik pun sangat banyak, terbukti kita menjadi tuan rumah penyelenggaran kejuaraan karate yang levelnya sudah nasional,” ucap Arief Kusuma. Sementara itu, Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan Ari Pambudi ,S.Kom., M.Kom. mengatakan Total 1548 peserta yang mengikuti kejuaraan ini dengan 114 kontingen dari seluruh Indonesia. Ari pun menerangkan dalam kejuaraan ini memperebutkan piala juara umum UEU, kategori open dan festival serta memperebutkan juga beasiswa prestasi pada kategori junior putra dan putri. “Jadi sistem pertandingan virtual ini memiliki sistem para peserta mengirimkan video kepada panitia lalu di nilai oleh juri dari PB FORKI secara offline di kampus Univ. Esa Unggul dan penilaian live di zoom meeting,” ucap Ari. Ketua Karate UKM Karate UEU, Leo berharap Kejuaraan Esa Unggul Cup kembali terselenggara di tahun-tahun selanjutnya, karena selain menjadi wadah bagi para atlet potensial, kegiatan ini juga dapat menjadi semacam seleksi anak muda berprestasi di bidang karate. “Kami berharap kejuaraan ini akan terus berlanjut di tahun depan untuk mencari bibit atlet berprestasi dan kita apresiasi dengan memberikan beasiswa kuliah di Univ. Esa Unggul,” ucapnya. Kejuaraan Karate Universitas Esa Unggul ditutup dengan hasil kontingen UEU menjadi juara umum 1 untuk kategori open dengan total 8 emas 6 perak 10 perunggu dan untuk juara umum kategori festival dengan peserta terbanyak di raih oleh team Inkanas Resmata Jawa Timur.

Resmi Dibuka, Stadion Mini di Bandar Lampung Diharapkan Hasilkan Atlet Berbakat

Resmi Dibuka, Stadion Mini di Bandar Lampung Diharapkan Hasilkan Atlet Berbakat

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, berharap keberadaan stadion mini di dua kecamatan di daerah itu dapat memunculkan atlet-atlet berbakat yang berasal dari Provinsi Lampung. “Dengan adanya stadion mini ini, saya ingin anak muda lebih aktif dan semakin termotivasi untuk dan memberikan yang terbaik untuk Kota Bandarlampung,” kata Walikota Eva Dwiana di Bandar Lampung, Senin (12/4). Ia mengatakan bahwa stadion mini dengan luas 13.600 m2 itu memiliki fasilitas olah raga yang cocok bagi masyarakat seperti lapangan sepak bola, tribun, ruangan pengurus lapangan, dan jogging track, serta taman bermain dan lapangan voli. “Stadion ini kita serahkan kepengurusan kepada camat, semoga juga bisa bermanfaat bagi masyarakat, serta tumbuh bibit-bibit atlet profesional yang bisa membanggakan Bandarlampung, baik dalam kancah lokal, nasional maupun internasional,” kata dia. Ia pun menginginkan ke depan setiap kecamatan di kota ini memiliki stadion mini untuk digunakan masyarakat berolahraga. “Sekarang baru dua kecamatan yang memilki stadion mini yakni Sukarame dan Kemiling. sekarang yang sudah kita resmikan yang di Kemiling menyusul Way Dadi yang sudah jadi dan tinggal diresmikan saja. Mungkin terdekat kita akan bangun stadion mini di Teluk Betung Timur (TBT),” kata Eva. Dia pun meminta masyarakat dapat menjaga stadion mini tersebut bersama-sama dan tidak melakukan perusakan fasilitas yang ada di dalamnya. “Saya juga berharap kepada masyarakat agar menjaga kebersihan, jangan mencoret-coret sehingga keindahan stadion ini tetap terjaga. Karena jika stadion ini indah, bisa nyaman kita berolahraga,” katanya.

Berkenalan Dengan Dwi Apriyani, Calon Bintang Kempo Indonesia

Kempo merupakan salah satu olahraga bela diri berasal dari Jepang yang banyak diminati di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Dwi Apriyani alumni SMK Taruna Negara Wonosobo adalah salah satu gadis yang ikut melestarikan bela diri ini. Pemilik berat badan 47 kg ini menggeluti kempo tepatnya sejak 2016 lalu, saat dia masih berstatus sebagai pelajar. Banyak kejuaraan yang telah diikuti dan mendapatkan prestasi yang cukup memuaskan. Di antaranya Juara 1 Randori perorangan klas 40 kg Pekan Olah Raga Kabupaten Wonosobo 2016, Juara 1 Embu ( Kerapian teknik) berpasangan Porkab Kabupaten Wonosobo 2016, Juara 1 Randori ( perkelahian) kelas 46 kg Kejuaraan Nasional Kempo Bandung 2019, Juara 2 Embu Berpasangan Putri Kejuaraan Nasional Kempo Bandung 2019, dan yang terbaru Juara 1 Kejuaraan E Kempo IKF Portugal April 2021. Saat ini dia tetap fokus berlatih untuk persiapan kejuaraan selanjutnya. Hal ini disebabkan karena angan- angannya suatu saat ingin menjadi atlet nasional yang tampil dalam Asian Games bahkan jika bisa ingin tampil pada Olimpiade di masa mendatang. Di sisi lain orang tuanya ternyata belum mendukung penuh dikarenakan kempo dianggap olahraga keras dan berisiko cedera. Namun dengan semangat tinggi bertekad untuk menunjukkan kepada kedua orang tua bahwa pilihan untuk menggeluti kempo adalah hal yang tepat. Ternyata di balik kerasnya seni bela diri kempo, gadis kelahiran 16 April 2001 ini bercita- cita untuk memiliki usaha di bidang tata rias rambut dan kecantikan. Selain itu berharap ingin memiliki studio musik lengkap untuk menyalurkan hobi bermain musik yang juga merupakan kesenangannya. Di bawah pelatih Robert Hery Prayogo, seorang pelatih dan penguji di Jawa Tengah, yang juga mantan juara nasional, Ariyani juga berharap supaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Pusat memberikan apresiasi lebih baik bagi para atletnya. Hal ini dapat memotivasi dalam berlatih dan bertanding setiap atlet. Pun juga berkeinginan banyak generasi muda ikut membangun negeri tercinta Indonesia lewat olahraga bela diri kempo. Sementara itu, Bonar Novi Priatmoko politisi muda yang juga anggota DPRD Kota Salatiga sebagai Ketua Umum Porkemi Jawa Tengah akan selalu terus mendukung para atlet kempo untuk dapat berlomba di laga daerah hingga internasional. Beliau sangat bangga kepada Dwi Apriyani yang menang Kejuaraan Internasional di Portugal dan berharap ada dukungan lebih dari Bapak Gubernur Jawa Tengah dan Bapak Bupati Wonosobo untuk memberi reward kepada Dwi Apriyani, karena sudah ikut membawa harum nama daerah kita tercinta.

Sukses Digelar, Ketum Pertina Apresiasi Kejurda Tinju Junior Amatir Youth 2021

Sukses Digelar, Ketum Pertina Apresiasi Kejurda Tinju Junior Amatir Youth 2021

Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), Mayjen TNI (Purn) Komarudin Simanjuntak, mengapresiasi pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Junior Amatir Youth 2021. Hal ini disampaikan pada penutupan Kejurda yang berlangsung mulai tanggal 7-10 April 2021 ini, Sabtu (10/4/2021) malam di Sekretariat Pertina Kota Siantar, Jalan Kartini bawah, Kecamatan Siantar Barat. Komarudin juga mengaku bangga, serta mengapresiasi Ketua Pertina Sumatera Utara dan Ketua Pertina Siantar yang telah mampu menyelenggarakan Kejurda itu. “Saya berharap, pertandingan tinju seperti ini terus ditingkatkan dan berkelanjutan di daerah-daerah lain di Sumut. Karena kegiatan ini akan menjaring generasi-generasi muda atlet tinju di Sumut,” sebutnya. Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina Sumut, Romein Manalu mengatakan, akan mengirim wakilnya dari kegiatan Kejurda itu untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Parapat Kabupaten Simalungun pada bulan Juni 2021 mendatang. Sementara Ketua Pertina Siantar, Mayor CPM Binson Simbolon menjelaskan, Kejurda ini telah berjalan dengan baik dan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Menurutnya, pelaksanaan Kejurda ini bertujuan agar olahraga tinju di Siantar bangkit kembali seperti di tahun 1980-1990 an. Binson menuturkan, saat itu Siantar banyak menghasilkan petinju yang disegani. “Dengan Kejurda ini akan lahir atlet tinju dari Siantar yang bisa diandalkan, baik di Kejurnas maupun tingkat internasional,” sebut Dandenpom I/1 Pematangsiantar ini. Dalam penutupan Kejurda itu dilakukan Upacara Penghormatan Pemenang (UPP), penyerahan piala kategori petinju terbaik, harapan, favorit dan piala juara umum. Petinju Terbaik Rivaldo Ferdian Sitanggang (Medan), Petinju Favorit, Aurin Tambunan (Siantar), Petinju Harapan, Rangga Rezeki Sembiring (Binjai) dan Juara Umum diraih Pertina Medan. Hadir dalam penutupan kejurda itu, Ketua DPRD Siantar Timbul Marganda Lingga, Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani, Wakil Wali Kota, Togar Sitorus, mewakili Kapolres Siantar Kasat Intel, AKP Basri Lubis, mewakili Danrem 022/Pantai Timur, Pasi Intel, Mayor Czi PM Panjaitan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Siantar, Jayadi Sagala, Ketua KONI Medan, Edi Sibarani, Ketua Panitia Kejurda Lettu CPM T Sijabat.

Petembak Muda Omar Rawiendra Tampil di Piala Danjen Kopassus

Petembak Muda Omar Rawiendra Tampil di Piala Danjen Kopassus

Dalam rangka memperingati HUT Kopassus ke-69, Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Surakarta, Solo, bekerja sama dengan Pengprov Perbakin Jawa Tengah dan Kiky Shooting Club (KSC) menggelar lomba tembak The International Practical Shooting Confederation (IPSC) Level III Danjen Kopassus Open Championship 2021. Kejuaraan tersebut digelar pada Jumat 9 April 2021 hingga Minggu 11 April 2021 di Lapangan Tembak Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan – Kartasura, Solo. Kejuaraan yang melombakan beragam kelas ini mengundang antusiasme ratusan penembak, tidak hanya di level elite namun juga di level junior. Salah satu petembak yang ikut dalam kejuaraan ini adalah Omar Rawiendra Harnoko. Omar menjadi salah satu petembak muda potensial yang turut serta dalam ajang menembak tingkat nasional ini. Belum banyak yang mengenal Omar, akan tetapi petembak berusia 16 tahun dari Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) DKI Jakarta ini sudah seringkali mengikuti kejuaraan menembak. Selama 2021, tercatat Omar sudah mengikuti kejuaraan menembak sebanyak empat kali. Di antaranya adalah Piala Dankormar, Piala Gubernur Jabar, Piala Kasau, dan Piala Danjen Kopassus. “Motifasi saya mengikuti kejuaraan IPSC ingin mencari tantangan dalam hidup saya dan ingin mendapatkan prestasi baik di nasional maupun internasional. Semoga saya bisa mengharumkan bangsa Indonesia di dunia menembak internasional,” ujar Omar, Minggu 11 April 2021. Pemuda yang baru satu tahun lebih bergelut menjadi atlet menembak ini menyampaikan, dukungan yang diberikan oleh orang tua menjadi pemacu dan motivasi bagi dirinya untuk menjadi atlet menembak yang bisa sampai ke level internasional. “Saya berharap semoga kejuaraan IPSC bisa banyak digelar, sehingga sehingga atlet-atlet muda seperti saya bisa mendapatkan ilmu dan pelajaran berharga serta kejuaraan IPSC dengan kelas tembak reaksi yang jadi favorit dalam ajang ini bisa lebih di kenal oleh masyarakat luas,” tutup Omar.

Pulih Dari Cedera, Zohri Mulai Persiapan Olimpiade

Pulih Dari Cedera, Zohri Mulai Persiapan Olimpiade

Sekjen Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyatakan sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri sudah pulih dari cedera lutut dan sudah menjalani latihan persiapan menuju Olimpiade Tokyo 2021 di Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. “Cedera Zohri sudah pulih total dan dia sudah menjalani persiapan menuju Olimpiade Tokyo 2021 mulai April ini,” kata Tigor Tanjung yang dihubungi Kamis (8/4/2021). Sampai saat ini, Zohri menjadi satu-satunya atlet atletik indonesia yang sudah meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2021. Dia lolos ke Tokyo setelah meraih perunggu nomor 100 meter di Seiko Golden Grand Prix 2019, Osaka, Minggu (19/5/2019). Pada babak final yang berlangsung di Stadion Yanmar, Zohri finis ketiga dengan catatan waktu 10,03 detik. Sprinter 18 tahun itu finis di belakang Justin Gatlin (Amerika Serikat) yang meraih emas dengan 10,00 detik dan Yoshinide Kiryu (Jepang) yang meraih perak dengan 10,01 detik. Gatlin merupakan sprinter veteran Amerika Serikat. Gatlin merupakan peraih medali emas 100 meter Olimpiade 2004 dan perak di Olimpiade 2016 setelah dikalahkan Usain Bolt. Catatan 10,03 detik membuat Zohri kembali memecahkan rekor nasional sekaligus Asia Tenggara untuk nomor 100 meter. Sebelumnya, Zohri mencatatkan waktu 10,13 detik pada ajang yang berlangsung di Qatar, April lalu. Dengan catatan waktu 10,03 pula Zohri dipastikan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Kepastian itu diungkapkan humas PB PASI, Hendri Firzani.

Jaring Bakat-bakat Pesepeda Tanah Air, ASC Cycling Challenge Seri 2 Sukses Digelar

Berawal dari curahan hati para atlet sepeda yang merasa kurangnya event saat pandemi, pengusaha sekaligus anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ahmad Sahroni, menggelar kompetisi balap sepeda. Bertajuk “Tercepat Challenge Crit Race Series”, kompetisi tersebut digelar di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dan diikuti oleh 126 atlet dari berbagai daerah, Kamis (8/4/2021). Dalam keterangannya, Sahroni menyebut bahwa dirinya dan komunitas sepeda binaannya ASC Cycling menggelar kompetisi ini untuk terus mengembangkan prestasi para atlet dan menjaring bakat-bakat pesepeda di tanah air. “Awalnya, atlet sepeda curhat ke saya bahwa selama pandemi ini, mereka kurang event. Kemudian dua minggu lalu, kami mengadakan kompetisi sepeda di Sentul, Bojong Koneng, dan Alhamdulillah berjalan sangat baik. Sekarang kembali kita adakan lagi di Jakarta, dengan tujuan untuk terus mengembangkan prestasi para pesepeda tanah air,” ujar Sahroni dalam keterangannya. Sahroni menambahkan, bahwa selain untuk meningkatkan prestasi para atlet, kompetisi ini juga digelar untuk menjaring bakat-bakat muda yang siap berkompetisi di level yang lebih tinggi. “Hari ini juga kita kedatangan beberapa peserta yang masih muda namun sudah jago-jago banget untuk ikut berkompetisi. Kami terus berkomitmen untuk memfasilitasi pengembangan bakat para bibit muda ini agar mereka bisa menjadi kebanggaan bangsa kedepannya,” sambungnya. Terakhir, Sahroni juga menyampaikan bahwa untuk terus bisa mengembangkan prestasi sepeda di Indonesia, ASC Cycling akan terus mengadakan kompetisi serupa di berbagai daerah. “Ini kegiatan yang positif, dan kita lihat banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan dari para atlet muda ini. Karenanya rencananya, ASC Cycling akan terus mengadakan kompetisi serupa di tempat lain,” demikian Sahroni. Sebagai informasi tambahan, berikut nama-nama pemenang yang berhasil mencapai finish lebih dulu dalam ASC Cycling seri kedua ini: Kategori Wanita: Posisi pertama: Ayustina Delia (Brotherspeed 113) Posisi kedua: Ratu Afifah Nur Indah (Manta Racing) Posisi ketiga: Liontin Evangelina Setiawan (Cycle Up) Kategori Pria: Posisi pertama: Elan Riyadi (Voila Cycling) Posisi kedua: Dealton Nur Arif Prayogo (KGB Racing Team) Posisi ketiga: Kevin Pradita Gotami (MCT) Posisi keempat: Terry Yudha Kusuma (KGB Racing Team) Posisi kelima: Julian Abimanyu (ASC Monster)

AFC Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia Wanita U-17

AFC Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia Wanita U-17

Indonesia resmi ditunjuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebagai tuan rumah Piala Asia Wanita U-17 2022. Hal tersebut dipastikan setelah AFC menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) di Manama, Bahrain, Rabu (7/4/2021) lalu. Sementara, kepastian ini baru diumumkan PSSI melalui laman resminya pada Kamis (8/4/2021). Pada rapat Exco tersebut diambil sejumlah keputusan, diantaranya terkait tuan rumah Piala Asia Wanita U-20 dan U-17 tahun 2022. “Exco AFC memutuskan memberikan hak tuan rumah dari Piala Asia Wanita U-20 2022 kepada Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan dengan tanggal baru yakni dari 4-17 April 2022. Sementara, Piala Asia Wanita U-17 2022 akan dihelat oleh PSSI pada 9-22 Mei 2022,” tulis pernyataan resmi AFC. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI siap menyelenggarakan event bergengsi tersebut. Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah, PSSI pun akan berkoordinasi dengan semua pihak demi sukses ya gelaran tersebut. “Alhamdulillah bersyukur PSSI mendapat kepercayaan dari AFC untuk menggelar Piala Asia Wanita U-17 tahun 2022. Turnamen tersebut menjadi persiapan PSSI untuk menggelar Piala Dunia U-20 2023 mendatang agar sama-sama berjalan sukses dan lancar,” kata Iriawan. Iriawan berharap pada tahun depan pandemi Covid-19 sudah mereda dan tidak tertutup kemungkinan Piala Asia Wanita U-17 dapat dihadiri penonton secara langsung. “Tentu kami akan mempersiapkan dengan baik Timnas Wanita U-17 agar dapat bersaing dan berprestasi di turnamen tersebut. PSSI akan bekerja keras agar menjadi tuan rumah yang baik dan sukses dalam penyelenggaraan,” tambahnya. Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat pada gelaran AFC Champions League 2020 di Doha, Qatar, dijadikan dasar yang dapat digunakan pada tahun kompetisi di tahun 2021. Ia pun berterimakasih kepada seluruh anggota AFC yang menujukkan antusiasnya untuk menjadi tuan rumah penyelenggara kompetisi Asian Qualifiers, AFC Champions League dan AFC Cup dengan format sentralisasi. “Suksesnya penyelenggaraan AFC Champions League 2020 telah memberikan contoh sebagai dasar mengawali kompetisi tahun 2021 dengan keyakinan yang lebih baik. Terima kasih dan apresiasi yang tulus kami sampaikan kepada seluruh anggota AFC yang sudah sepakat untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kompetisi baik untuk pertandingan tim nasional dan klub pada tahun 2021 ini,” kata Sheikh Salman. “Merupakan hal yang penting bagi kita semua untuk menunjukkan kepada dunia bahwa sepak bola Asia sudah siap untuk kembali. Untuk para pemain, tim dan suporter dari berbagai benua, dan sama pentingnya bahwa, kita harus membuktikan bahwa AFC terus berupaya melakukan semua hal terbaik untuk mewujudkan kompetisi yang aman dan bertaraf kelas dunia seperti yang tertuang pada visi AFC. Kami juga mengucapkan apresiasi tinggi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, yang hadir pada rapat Exco AFC di Bahrain. Selain itu berterimakasih kepada FIFA atas dukungan yang terus diberikan kepada AFC beserta anggotanya, khususnya pada masa-masa penuh tantangan seperti sekarang ini,” tukas Sheikh Salman.

Atlet Muda Indonesia Borong Emas Kejuaraan Dunia Kempo Virtual 2021

Atlet Muda Indonesia Borong Emas Kejuaraan Dunia Kempo Virtual 2021

Tim Kempo Indonesia menorehkan prestasi apik di Kejuaraan Dunia Kempo Virtual 2021. Merah-Putih membawa pulang lima emas. IKF (Federasi Kempo Internasional) mengadakan E-Kempo IKF World Championship 2021, yakni kejuaraan kempo internasional yang dihelat secara virtual pada 2-3 April. Ini jadi edisi kedua setelah tahun lalu yang diselenggarakan secara virtual karena pandemi virus corona. Kompetisi ini mempertandingkan dua divisi utama, yaitu kata dan weapon kata. Setiap divisi kembali dibagi menjadi dua kelompok, yaitu hard dan soft. Prosedur untuk berpartisipasi dalam kompetisi itu adalah dengan mengirimkan rekaman video saat atlet memperagakan gerakan kata, dan video tersebut akan dinilai oleh tiga orang juri. Untuk memastikan penilaian yang adil, juri tidak boleh menilai atlet dari negara yang sama, dan video yang dikirimkan pun harus merupakan satu video utuh dan tidak boleh diedit. Indonesia sebagai salah satu pesertanya meraih hasil apik. Dari 36 nomor kata yang dipertandingkan, Indonesia turun di 28 nomor untuk merebut total 16 medali. Rinciannya adalah lima emas, enam perak, dan lima perunggu. Salah satu peraih emas ajang tersebut adalah M Salahuddin Kevin Santosa, atlet asal Jawa Timur yang meraih emas di nomor hard kata putra 16-18 tahun. Selain lima emas, Indonesia juga merebut enam medali perak dan lima medali perunggu. Torehan medali juga tersebar dalam berbagai kategori usia, dari yang paling muda kategori usia 5-7 tahun hingga yang tertua kategori usia di atas 37 tahun. Ketua Dewan Pengawas dan Pertimbangan Anggota Porkemi, Timbul Thomas Lubis, mengatakan torehan itu merupakan peningkatan prestasi signifikan, mengingat Indonesia hanya mendapatkan satu perak dan satu perunggu pada kejuaraan pertama. “Meski baru berusia dua tahun, Porkemi telah berkembang dan ada di 24 provinsi dengan lebih dari 100 graha, dan lebih dari 2.500 anggota. Tapi bukan jumlah anggota yang kami kejar karena kami mementingkan kualitas,” kata Timbul. Hasil kejuaraan dunia kempo virtual berencana akan dilaporkan Porkemi ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam waktu dekat. Timbul yakin kempo akan menjadi penyumbang medali bagi Indonesia jika dipertandingkan pada ajang multievent, seperti Asian Games dan Olimpiade. Ia menambahkan Porkemi juga sudah mendapat persetujuan dari IKF untuk menggelar Kejuaraan Asia pertama, yang rencananya akan digelar pada 2022 atau 2023. Jika kompetisi tingkat Asia berhasil digelar, maka target berikutnya adalah masuk dalam ajang multievent Asia. “Lupakan SEA Games. Kami sudah berbicara kepada Komite Olimpiade Indonesia bahwa IKF setuju untuk kejuaraan Asia pertama di Indonesia. Semoga dengan adanya kejuaraan Asia, kami bisa mendorong kempo masuk ke Asian Martial Arts Games dan setelah itu Olimpiade,” tegas Timbul. “Kami sudah tekankan pada para ksatria untuk tidak mengedit video yang mereka kirimkan. Format yang diminta adalah format MP4 dan ukuran satu video cukup besar. Penyelenggara memiliki tim kontrol kualitas yang memeriksa metadata setiap video untuk memastikan video tersebut tidak diedit,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal I Porkemi, Musashi Nainggolan.

Muhammad Dzaky, Pemain Termuda Pada Turnamen ePiala Indonesia 2021

Muhammad Dzaky, Pemain Termuda Pada Turnamen ePiala Indonesia 2021

Turnamen ePiala Indonesia 2021 yang digelar PSSI di Hotel Ibis Slipi, Jakarta telah resmi berakhir pada Sabtu (3/4) malam. Ajang eFootball resmi FIFA yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia ini memunculkan Moehamd Zulisar sebagai juara. Namun, ada satu orang yang mencuri perhatian. Ya, dia adalah Muhammad Dzaky asal Sulawesi Selatan. Pada turnamen yang diikuti oleh 48 peserta tersebut, sebetulnya ada dua pemain termuda yang ikut berpartisipasi dalam gelaran ini dan lolos ke babak 8 besar. Mereka adalah Kevin Naufal Firmansyah asal Jawa Barat dan Muhammad Dzaky Firdaus asal Sulawesi Selatan. Keduanya diketahui masing-masing berusia 20 tahun dan 17 tahun. Meski usia mereka terbilang muda, namun keduanya mampu menumbangkan lawan-lawan yang sarat pengalaman dan menembus babak 8 besar turnamen ePiala Indonesia. Pada babak 16 besar, Kevin berhasil mengalahkan Muhammad Ikhsan dari DKI Jakarta dengan skor 6-3, sementara Dzaky menumbangkan perlawanan Guntur Wicaksono dengan skor tipis 5-4. Keikutsertaan keduanya dalam turnamen ini terasa istimewa karena pengalaman yang didapat terutama ketika bertemu dengan pemain-pemain pro lainnya. “Saya merasa deg-degan ketika mengikuti turnamen ini. Apalagi untuk lolos ke babak 8 besar saya bertemu dengan kak Guntur Wicaksono. Kak Guntur adalah pemain yang cukup dikenal di kalangan pemain FIFA, sementara saya jarang menggunakan mode permainan FIFA Ultimate Team (FUT). Saya senang sekali bisa ikut turnamen ini dan mengalahkan salah satu pemain kuat di turnamen,” ungkap Muhammad Dzaky. Hal yang sama juga diutarakan Kevin Nauval yang berhasil mengalahkan salah satu unggulan Muhammad Ikhsan. Kevin yang mengidolakan salah satu pemain pro Muhammad Egga Aditya atau Eggsy merasa bersyukut biasa berpartisipasi dengan pemain idolanya. “Saya sangat excited mengikuti turnamen ini. Dapat pengalaman baru untuk bertemu dan bertanding dengan pemain-pemain pro yang sudah biasa mengikuti kompetisi internasional. Diluar kompetisi dan sebelum pandemi, biasanya kami bertemu dengan beberapa pemain untuk membahas permainan atau main PlayStation bersama. Tapi untuk berada dalam satu turnamen sangat jarang. Senang karena salah satu pemain pro favorit saya juga ikut dalam turnamen resmi dari FIFA ini bersama saya,” ujar Kevin. Dihari ketiga penyelenggaraan turnamen, sayangnya langkah Kevin harus terhenti di babak 8 besar, pada Sabtu (3/4) pagi. Sementara Muhammad Dzaky, harus terhenti di babak semifinal. “Menurut saya kompetisi yang ada sudah bagus. Kompetitor yang dihadapi semuanya sama kuat sejak awal turnamen. Saya bukan dari Jakarta dan jauh-jauh ke sini untuk ikut turnamen ini. ini sangat berharga untuk pengalaman dan saya pribadi. Pemain FIFA bukan hanya dari Jakarta, banyak pemain diluar sana yang ingin merasakan atmosfer kompetisi juga. Semoga turnamen-turnamen seperti ini kedepannya akan sering dilakukan,” tutup Dzaky.

DBL Indonesia Lirik Potensi Pebasket Muda Kota Ambon

DBL Indonesia Lirik Potensi Pebasket Muda Kota Ambon

Guna mencari atlet basket berbakat se-Indonesia, Developmental Basketball League (DBL) Indonesia kini melirik potensi pebasket muda di Kota Ambon. Menggandeng komunitas anak muda Voor Maluku, DBL berkeinginan kuat untuk membangkitkan potensi generasi muda Ambon dengan menyasar pembinaan bagi pemain, pelatih, wasit, dan manajer. Hal ini disampaikan perwakilan DBL Indonesia, Yondang Tubangkit saat berkunjung ke kota Ambon, akhir pekan lalu. Dalam kesempatan tersebut, Yondang Tubangkit dan rombongan juga bertemu dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang dihadiri oleh Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, yang didampingi Sekretaris Kota (Sekot), A.G Latuheru, dan Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga, Richard Luhukay, di Balai Kota. Yondang mengatakan, Kota Ambon memiliki banyak potensi di bidang olahraga, dan basket adalah salah satunya, ini dilihat dari keberadaan atlet basket asal Maluku yang bermain di liga profesional. DBL Indonesia telah punya pengalaman panjang dalam melaksanakan kompetisi basket bagi Siswa SMP dan SMA di berbagai kota di Indonesia namun baru kali ini berkesempatan datang ke Ambon “Kami memulai liga basket tahun 2004, seiring dengan berjalannya waktu DBL bukan hanya kompetisi basket tetapi bertransformasi sebagai ajang representasi sekolah, kita sudah hadir di 30 dan 22 provinsi di Indonesia,” katanya. DBL sendiri, kata Yondang, selain melaksanakan kompetisi Basket antar SMP dan SMA juga memiliki sejumlah even anak muda dan program pembinaan bagi anak usia 5 hingga 17 tahun. “Kita punya junior DBL bagi siswa SMP, kompetisi jurnalis sekolah, juga ada Youth Con, semacam olimpiade kreatif dengan lomba mading, poster, art, vocal grup, robotic, film, dan lain sebagainya, meski baru dilaksanakan di jawa timur, kita sangat berharap bisa dikembangkan di seluruh indonesia, termasuk di Ambon,” kata dia. Ditambahkan, dalam satu musim kompetisi DBL dapat melibatkan kurang lebih 40 ribu pelajar, dan ada 2 juta anak muda, guru, dan orang tua yang terlibat. Tidak sampai disitu saja, setiap tahun akan disaring atlet terbaik yang dikirim untuk menimba ilmu dan bertanding di Amerika Serikat. Pertemuan dengan Syarif Hadler, ungkap Yondang, menjadi entry point yang baik, selanjutnya DBL Indonesia akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, dalam persiapan sarana dan prasarana untuk memulai pembinaan olahraga basket bagi pelajar di kota Ambon. Sementara itu, Syarif Hadler, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian dan kehadiran DBL Indonesia bagi kota Ambon. Dirinya menjelaskan, jelang HUT Kota Ambon, Pemkot selalu menggelar berbagai kompetisi olahraga, salah satunya adalah kompetisi basket bagi Pelajar SMP dan SMA, namun kegiatan tersebut pada tahun 2020, terhenti karena pandemi Covid 19. “Kami berharap dengan kehadiran DBL Indonesia, akan menggali atlet basket berbakat untuk dibina sehingga dapat mengharumkan nama Maluku di event nasional maupun internasional. Bahkan jika ada atlet basket yang DBL kirimkan ke Amerika kita berharap salah satunya adalah dari Ambon,” ujar Syarif Hadler.

Muhammad Uchida, Atlet Muaythai Calon Bintang Masa Depan Indonesia

Muhammad Uchida, Atlet Muaythai Calon Bintang Masa Depan Indonesia

Usia muda tidak menghalangi Muhammad Uchida untuk berprestasi. Beberapa waktu lalu, Uchida berhasil menjadi Juara 1 pada Kejurnas Muaythai yang dihelat di Kota Kendari. Bukan tidak mungkin, ke depan Uchida sanggup mengumpulkan lebih banyak medali dan piala serta bisa mengharumkan Ibu Pertiwi di kancah internasional. Memang sudah banyak terbukti pepatah yang menyebut buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Seperti itulah ibaratnya seorang anak yang mewarisi keterampilan dan diasah dalam bimbingan orang tuanya. Bakat olahraga jelas mengalir deras di tubuh Uchida. Di usia yang masih sangat muda sudah mampu menjadi juara. Deretan raihan juara juga sudah berderet rapi di lemarinya dari kejuaraan nasional hingga Asia. Prestasi yang diraih Uchida berkat latihan keras dan juga arahan kedua orang tuanya. Ayahnya Dr Sudirman MH, adalah Ketua Umum PB Muaythai Indonesia. Dulu ayahnya juga seorang atlet berprestasi. Tercatat, Sudirman pernah meraih emas di ajang SEA Games dua kali. Tahun 1997 dan 2001. “Selain bakat, kami tetap menanamkan jiwa kesatria dan nilai sportivitas dalam diri Uchida. Di luar urusan prestasi, lebih penting bagaimana nilai yang terkandung dalam olahraga itu mampu menuntun dan membentuk jiwanya,” kata sang ayah, Sudirman saat di Kendari. Selain itu, baginya sebagai ayah, Uchida juga harus mampu mencerminkan perilaku yang santun. Peka terhadap keadaan sosial dan sedapat mungkin bisa membantu serta bermanfaat bagi siapa pun. “Jadi dia (Uchida) diharapkan menjelma menjadi figur yang punya fisik kuat sebagai atlet, disertai keteguhan jiwa dalam mempertahankan nilai yang dianut dan punya hati yang peka,” imbuhnya. Sementara prestasi sang ayah yang juga Ketum PB MI adalah Peringkat 4 Dunia World Karate Federation Tahun 1992, Medali Perunggu ASIA APUKO Tahun 1993, Medali Perunggu Sea Games 1995, Medali Perak Pesta Sukan Merdeka Games Tahun 1996, Medali Emas Sea Games Tahun 1997, Medali Emas Sea Games Tahun 2001 dan Atlet Asian Games. Biodata Uchida: Nama: Muhammad Uchida Sudirman TTL: Jakarta/25 Maret 2003 Nama Ayah: Sudirman Nama Ibu: Wiana Bachtiar Alamat : Jl.Manila No.9 Jakarta Pusat Pendidikan: TK Fantasia SD Negeri 12 BENDHIL Jakarta Pusat SMP Negeri 19 Jakarta SMA Negeri 70 Jakarta Prestasi Muaythai: Juara 1 Kejurnas Seri II GOR Volley Ball Senayan Jakarta JUARA 1 Liganas Makassar THE BEST WAIKRU Makassar JUARA 1 Kejuaraan Asia Muaythai di Twin Plaza Jakarta Kejuaraan Dunia Tahun 2015 THAILAND Kejuaraan Dunia Tahun 2016 di BUCHAREST RUMANIA Juara III SEA GAMES 2019 PHILIPINA Juara 1 KEJURNAS SERI X 2019 di Kedaton Jawa Barat Juara 1 Kejurnas SERI XI 2021 di Kendari. Sumber: Wartakini.co