Hempaskan Merpati Bali, Dominasi Surabaya Fever Belum Terbendung di Srikandi Cup Seri 3

Menpora Imam Nahrawi memberikan Piala kepada Surabaya Fever yang menjadi kampiun Srikandi Cup Seri ke-3 di Jakarta. (Pras/NYSN)

Jakarta- Dominasi Surabaya Fever di ajang Srikandi Cup belum terbendung. Tim asal Jawa Timur (Jatim) itu sukses menghempaskan Merpati Bali pada final seri ke-3 Jakarta, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (24/3). Diawal kuarter pertama, Merpati Bali  bisa meredam agresifitas Surabaya Fever. Bahkan tim asuhan Bambang Asdianto Pribadi ini sukses tiga kali menghujani tembakan tiga angka, dua diantaranya dilepaskan Kadek Pratita Citta Dewi. Enggan tinggal diam, Surabaya Fever membalas lewat serangan cepat, hingga unggul lima angka atas lawannya, di detik penghabisan sebelum pertandingan usai (24-19). Memasuki kuarter kedua, Tim Kota Pahlawan itu mulai menemukan ritme terbaiknya. Mereka unggul 21 poin diakhir kuarter (48-27). Lemahnya Rebound menjadi titik rapu Tim Pulau Dewata itu. Selain itu, selalu kebobolan dalam serangan fastbreak lawan. Selepas 20 menit pertama, Merpati Bali memperbaiki kinerjanya khususnya disektor pertahanan. Bambang mencoba memainkan pola full court press untuk menekan Surabaya Fever. Namun kematangan para pemain Surabaya Fever, dimana sebagian besar merupakan eks punggawa timnas, hingga mereka mampu lepas dari perangkap jebakan defense yang dibuat Merpati Bali. Bahkan, Natasha Debby Christaline, Gabriel Sophia, Wulan Ayuninggrum secara bergantian mencetak angka dengan leluasa untuk membawa margin keunggulan 23 poin menutup kuarter ketiga (67-44). Tertinggal cukup jauh dan banyak melakukan kesalahan membuat skuat Merpati Bali kehilangan akal guna mengejar ketertinggalannya. Surabaya Fever yang berada di atas angin akhirnya kembali menambah 18 angka serta menutup kemenangan dengan skor 85-57. Kemenangan Surabaya Fever makin lengkap pasca Wulan Ayuninggrum menjadi MVP pada seri 3 ini. Bermain selama 28 menit, ia mencetak 20 angka, 5 asist dan 4 rebound. Sedangkan rekannya, Natasha Debby Christaline menorehkan 19 angka, 7 asist dan 5 rebound. Dikubu Merpati Bali, Kadek Pratita Citta Dewi menjadi peraih topskor dengan torehan 14 angka, 6 rebound dan 4 steal. Dari statistik, kemenangan Surabaya Fever banyak ditentukan dari fast break points (28), selain itu para pemain cadangan mereka juga tampil lugas dengan sumbangsih total 40 poin. Wellyanto Pribadi, Pelatih Surabaya Fever, mengaku jika pemain seniornya tampil sangat bagus. Sejak latihan di Surabaya, ungkapnya, timnya menyiapkan strategi andai lawan bermain full court press. “Mungkin kami akan benahi persentase tembakan tiga angka. Memang diseri ini ada peningkatan, tapi saya belum terlalu puas,” cetusnya. Sementara Bambang, memuji performa anak didiknya. Menurutnya, game final kali ini, jauh lebih baik dari game sebelumnya. “Lagi-lagi kami dibunuh oleh turnovers, khususnya dikuarter kedua. Lawan memang bermain dengan baik, “ tukasnya. Dipartai sebelumnya, Tim Tenaga Baru Pontianak berhasil meraih peringkat tiga usai mengalahkan Sahabat Semarang, dengan skor 43-36. “Good defense, kuncinya. Point guard Fergie Kawengian juga tampil tenang. Play off bulan depan, kami berusaha coba meraih hasil lebih baik lagi,“ tutur Irma Amelya, juru latih Tenaga Baru Pontianak. Disisi lain, Xaverius Wiwid, arsitek Sahabat Semarang, mengaku puas dengan pencapaian timnya pada seri ini. Meski begitu, ia menjelaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. “Pemain lawan yang kami hadapi lebih berpengalaman, sedangkan tim ini masih muka baru dan baru merasakan atmosfir semifinal. Saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan mereka,” tukasnya. Pada seri berikutnya yakni babak playoff akan berlangsung di Kota Cirebon, Jawa Barat, pada 18-21 April 2018. (Adt).

Demi Kejuaraan Dunia 2023, Pemerintah Minta Kompetisi Basket Putri Diperbanyak

Jelang event Kejuaraan Dunia Basket di Indonesia pada 2023, Menpora Imam Nahrawi berharap kompetisi basket putri semakin diperbanyak. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Bola Basket pada 2023. Demi menyongsong ajang itu, pemerintah melalui Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meminta kompetisi bola basket diperbanyak, terutama di sektor putri. Hal itu, kata Imam, guna mempertajam kemampuan pemain serta menambah pengalaman dan mental bertanding para atlet. “Kami ingin kompetisi basket itu diperbanyak, bukan hanya lokal tapi juga di luar negeri. Dengan kompetisi yang rutin akan menambah daya mental dan daya dobrak bagi atlet,” ujar menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (24/3). Ia mengapresiasi gelaran kompetisi bola basket putri profesional Srikandi Cup, yang digelar selama sepekan ini, mulai dari 19 hingga 24 Maret 2018, di GOR, Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat. “Saya senang dengan Srikandi Cup. Ini inisiasi yang sangat hebat. Penonton juga datang tanpa mereka harus membeli tiket. Yang paling penting ajang ini mendapat support dari Perbasi (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia),” sambung pria berusia 44 tahun. Imam juga menyebut Indonesia memiliki potensi luar biasa di cabang olahraga bola basket. Untuk itu, ayah 7 anak itu berharap kedepan cabang bola basket bisa berprestasi di kancah internasional. “Apalagi prestasi cabang basket semakin membaik di SEA Games. Ini juga bisa menjadi motivasi menuju Asian Games dan Kejuaraan Dunia Basket pada 2023 di Indonesia,” tambahnya. “Yang penting kompetisi harus tetap bergulir. Sehingga saya optimis di Asian Games 2018 ada hal yang bisa diraih secara maksimal. Begitu juga dengan Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023,” tutur Imam. (Adt)

Gelaran Srikandi Cup Seri Ke-3 Jakarta Sukses, Cirebon Sambut Fase Play Off

Gelaran Seri 3 Jakarta event Srikandi Cup terbilang sukses, berikutnya kota Cirebon menyambut fase Play Off. (Pras/NYSN)

Jakarta- Gelaran Srikandi Cup Seri Ke-3, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, 19-24 Maret 2018, berlangsung sukses. Cirebon bakal bersiap menggelar Fase Play Off kompetisi basket putri profesional pada pertengahan April mendatang. Deddy Setiawan, Koordinator Srikandi Cup, mengatakan penyelenggaraan Srikandi Cup Seri Ke-3 di Jakarta terbilang sukses, ditambah animo penonton sangat tinggi untuk menyaksikan setiap pertandingan pada seri ke-3 ini. “Dari sisi penyelenggaran, bagi kami sangat sukses. Bila dilihat animo dari penonton yang menyaksikan laga final juga sangat tinggi. Sebagian besar tempat duduk di GOR Lokasari ini penuh,” ujar Deddy, usai partai final antara Surabaya Fever vs Merpati Bali, Sabtu (24/3). Ia berharap pada penyelenggaran Fase Play Off di Cirebon, Jawa Barat, pada pertengahan April nanti, antusiasme penonton untuk menyaksikan setiap pertandingan harus lebih besar dibandingkan Jakarta. “Kami berharap di kota kecil seperti Cirebon, antusias penonton harus lebih besar dari Jakarta. Ya, kita lihat nanti seperti apa disana,” sambungnya. Yang pasti, menurutnya, saat ini kompetisi basket putri sudah mulai dikenal oleh masyarakat. “Dengan jumlah penonton banyak itu mengindikasikan kompetisi bola basket putri sudah mulai dikenal. Apalagi dengan kehadiran Imam Nahrawi (Menpora), pasti membawa dampak positif bagi perkembangan basket di Tanah Air,” tutup Deddy. (Adt)

Catat Rekor Sempurna, Putri UINSA Wakili Surabaya Subconference di LIMA Badminton Nationals 2018

Putri UINSA Menjadi Wakil Surabaya Subconference di LIMA Badminton Nationals 2018. (LIMA)

Surabaya- Lapangan 2 GOR Universitas Airlangga (Unair) kembali menjadi saksi ketangguhan para srikandi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA). Tampil sebagai tim debutan tak menyurutkan semangat UINSA bertanding di LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018. Di laga terakhirnya ini, UINSA yang berstatus tim debutan ini menang dengan skor sempurna, 3-0.. Sang tuan rumah, Unair, justru gagal mengalahkan UINSA. Kekompakan tripel UINSA, Maulindah Eva/Rya Chitra/Sukma Anggreani, dalam partai pertamanya mampu menekuk sang lawan, Alfi Rahmawati Mufidah/Jessica Margaretha Zebua/Zahrina Atika. Poin pertama UINSA didapat usai permainan di partai tripel dengan skor 21-6 dan 21-11. Sebuah catatan apik lagi, dengan lima pemain saja, UINSA mampu merotasi tanpa kehilangan taji. Di laga partai kedua ini, Zhinatul Widad kembali tampil sebagai tunggal, bergantian dengan Maulindah Eva, yang kemarin berperan di nomor tunggal. Tak diragukan, pukulan-pukulan Zhinatul mampu mematikan lawan, Cessara Raam dengan skor akhir 21-13 dan 21-9. Lewat duet Aisyah Sal Sabilla/Maulindah Eva, UINSA menyempurnakan perolehan poinnya di partai terakhir. Ganda Unair, Aprilia Ika/Mita Puspitasari, harus menerima keunggulan UINSA. Ganda UINSA ini mennyudahi perlawanan Unair dengan skor 21-16 dan 21-15. UINSA mengukuhkan kemenangan keempat, sekaligus menjadi tim tak terkalahkan di LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Conference 2018. Tim debutan ini mencatatkan rekor kemenangan penuh di seluruh partai, dengan poin sempurna. Dengan peforma positif ini, UINSA menjadi perwakilan subregion Surabaya untuk melaju ke fase nationals. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil ini. Apa yang kami persiapkan akhirnya dapat terwujud. Otomatis kami akan melaju ke nationals, namun kami masih belum tahu untuk peluang di nationals. Target kami, semoga di nationals nanti kami tidak langsung pulang tanpa gelar,” kata Swidi, manajer tim UINSA. (Adt)

Jumpa Merpati Bali, Surabaya Fever Kembali Lakoni Final Jilid Tiga

Natasha D.C top skor kemenangan Surabaya Fever atas Tenaga Baru Pontianak dengan 26 poin, 7 rebound, 3 assist dan 4 steal. (meilinda)

Jakarta- Tim basket putri Surabaya Fever melakoni laga final jilid tiga ajang Srikandi Cup Seri Ke-3. Mereka berjumpa dengan Merpati Bali. Pada laga semifinal di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (23/3), Surabaya Fever mengalahkan Tenaga Baru Pontianak, 98-58. Dan, Merpati Bali menyudahi perlawanan Sahabat Semarang, dengan skor 46-40. Sejak wasit melakukan jump ball tanda permainan dimulai, permainan Surabaya Fever sulit dibendung oleh Tenaga Baru. Dua kuarter awal permainan didominasi Surabaya Fever yang dilatih pelatih kawakan Wellyanto Pribadi guna mendulang poin sebanyak-banyaknya. Di half time, Surabaya Fever unggul dengan skor jauh 50-24. Kunci kemenangan Surabaya Fever pada partai semifinal akibat permainan serangan cepat yang kerap dilakukan Henny Sutjiono dkk. Hingga babak pertama, mereka mampu meraih total 18 poin lewat fastbreak. Natasha Christaline Debby menjadi top skor untuk timnya pada paruh babak pertama. Pemain yang musim lalu memperkuat Sahabat Semarang itu dapat mencetak sembilan poin, empat rebound dan tiga steal. Sedangkan dari kubu lawan pemain nomor punggung 9, yakni Delaya Maria menjadi mesin pencetak angka untuk timnya. Bermain selama 20 menit penuh Delaya mampu menyumbangkan sembilan poin, tiga rebound dan masing-masing satu assist, block shot dan steal. Debby kembali menjadi pemain yang bersinar dibabak kedua. 17 poin tambahan lagi berhasil dikemasnya di 20 menit berikutnya (total 26 angka). Ia juga mampu mencetak empat kali tembakan tiga angka. Dua pemain pilar tim kebanggaan Kota Surabaya lainnya juga ikut andil memberi kemenangan pada pertandingan tersebut. Keduanya adalah Sumiati (bermain selama 17 menit 47 detik) dan Gabriel Sophia (16 menit 59 detik), masing-masing menorehkan 16 dan 14 angka. Kalah fisik, menyebabkan Tenaga Baru hanya mampu menambah 34 poin, sedangkan Surabaya Fever yang memang lebih superior dipertandingan semifinal kedua ini, menutup kemenangan dengan mencetak 48 angka. Delaya Maria mejadi topskor untuk tim Tenaga Baru Pontianak. 19 angka berhasil dikemasnya pada pertandingan hari ini, sementara pemain cadangan Tenaga Baru Sarce Buaim juga tampil baik, ia dapat meraih double-double (10 poin dan 10 rebound). “Anak-anak sejauh ini sudah bermain bagus. Tapi masih ada kesalahan teknis kecil. Beberapa pemain juga semakin baik dan konsisten seperti Clarita dan Sumi. Final pada Sabtu (24/3) lawan Merpati Bali kami harus siap dari menit awal. Mereka kerap memainkan full court press, harusnya dengan levelan pemain kami saat ini, kami bisa melewatinya, asalkan kami tidak boleh sedikitpun meremehkan lawan,” ujar Wellyanto Pribadi, Pelatih Surabaya Fever usai pertandingan. Sementara, Merpati Bali lolos ke final usai menang atas Sahabat Semarang berselisih tiga bola. Dua pemain Merpati Bali Dora Lovita dan Kadek Pratita Citta Dewi sama-sama mencetak 11 angka, sedangkan Ratnani Pertiwi menorehkan 14 poin untuk tim Sahabat Semarang, diikuti Sitha Marino dan Dyah Lestari, yang membuat 10 angka. Lepas kuarter pertama, Bambang Asdianto Pribadi mengganti strategi pertahanan yang berbeda untuk meredam para pemain Sahabat Semarang, khususnya Dyah Lestari dan Ratnani Pertiwi untuk bisa membuat poin dengan leluasa. Dari pinggir lapangan pelatih berkacamata itu mengirim isyarat kepada Helena Cs agar bermain full court press. Meski sebenarnya para pemain Kota Atlas itu masih bermain dengan baik dikuarter kedua ini, tapi mereka harus mengakui lawannya yang lebih agresif untuk menambah angka. Kuarter keempat pertengahan, Sahabat Semarang sempat menipiskan kedudukan hanya menjadi lima angka (37-42). Tembakan tiga angka yang dilepaskan Tania Rasidi eks pemain Sritex Solo yang tahun ini comeback pasca tiga tahun absen, mendongkrak kembali mental permainan timnya. Namun, Sahabat Semarang tak menyerah begitu saja. Tiga tambahan angka berhasil mereka raih. Tapi itu belum cukup mengejar Merpati Bali, hingga waktu berakhir, Merpati Bali dapat menjaga kemenangan sekaligus melaju kebabak final pada Sabtu (24/3). “Sejak awal saya merotasi semua pemain, intinya supaya mereka waspada. Tak masalah skor menangnya tipis, yang penting kami mengamankan babak final. Dan, Merpati Bali akan bermain dengan ciri khas sesungguhnya” ucap pelatih Surabaya Fever, Bambang Asdianto Pribadi. “Kita bersyukur bisa meraih kemenangan ini. Semua pemain juga punya andil. Sebagai pemain senior tugas saya mengingatkan mereka dilapangan untuk bermain keras, lebih baik “membunuh” daripada “dibunuh” dan kalah, “ timpal Dora Lovita, pemain forward Merpati Bali yang dimainkan selama 26 menit. (Adt)

Minim Ikut Ujicoba, Ibrahim Zarman Yakin Sumbang Emas Taekwondo

Menpora Imam Nahrawi berbincang dengan atlet Taekwondo nomor Kyorugi, Ibrahim Zarman, saat mengunjungi Pelatnas di Gedung POPKI, Jakarta Timur. (Adt/NYSN)

Jakarta- Atlet Taekwondo Indonesia yang tergabung di Timnas Asian Games 2018, Ibrahim Zarman, mengeluhkan minimnya laga ujicoba bagi atlet guna menambah jam terbang serta mematangkan mental bertanding. “Untuk try out (ujicoba) saya rasa masih kurang. Ujicoba itu penting untuk menambah jam terbang dan mental tanding. Karena lawan-lawan seperti China, Thailand itu, mereka sebulan sekali melakukan try out,” ujar Taekwondo asal Riau, saat ditemui di Pelatnas Taekwondo di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (23/3). “Kalau kebutuhan lain seperti nutrisi, akomodasi, dan uang saku sudah cukup. Justru yang kurang cuma try out,” sambung atlet nomor Kyorugi (Tarung) 63 Kg. Terkait peluang di Asian Games 2018, Ibrahim menyebut saat ini peluang semua negara untuk meraih medali emas, terutama di nomor tarung sama. “Kalau bicara peluang itu untuk nomor tarung sama, mulai dari kelas bawah sampai kelas atas. Tinggal yang lebih siap saja, pasti bisa mendapatkan medali emas. Dan, saya yakin bisa dapat emas,” tukas Taekwondoin berpostur tinggi. Ia mengaku akan mengikuti Kejuaraan Jerman Open, pada April, setelah itu menjalani training camp di Korea Selatan. “Nanti setelah Jerman Open kami akan ke Korea untuk melakukan training camp, kemudian kembali ke Indonesia sebelum tampil di Asian Games 2018,” bebernya. Ibrahim adalah salah satu andalan Merah Putih merebut medali emas ajang multi event se-Asia itu. Ia meraih medali emas di ajang SEA Games 2017, Malaysia, usai menaklukkan atlet asal Vietnam Nguywn Van Duy. Pada event World Taekwondo Malaysia Open G1 2018, pada 1-4 Maret, ia juga sukses mengantongi medali emas. (Adt)

Masuk Tahun Kelima, Jr. NBA 2018 Kembali Hadir di Indonesia

Sejumlah anak mengikuti selection camp Jr. NBA Indonesia pada 2017 lalu. (kompas.com)

Jakarta- Junior (Jr) NBA, adalah program pembinaan global NBA yang bertujuan memperkenalkan olahraga basket dan gaya hidup aktif anak-anak. Program ini kembali hadir di Indonesia yang memasuki tahun kelima. Program ini diperluas dengan diadakannya coaches clinic (pelatihan bagi guru olahraga) tambahan yang menjangkau lebih dari 5.700 guru olahraga dari 4.600 sekolah di seluruh Jakarta dan Sumatera Selatan (Sumut). Frisian Flag, salah satu merek Royal FrieslandCampina, kembali menjadi mitra penyelenggara program Jr. NBA di Indonesia. Jr. NBA yang dipersembahkan oleh Frisian Flag akan berlangsung hingga Juli 2018. Diharapkan dapat menjangkau lebih dari 12.000 anak laki-laki dan perempuan di lebih dari 200 sekolah di tahun ini. Keutamaan program ini, yakni para peserta akan belajar mengenai pengetahuan dasar olahraga basket dan juga nilai-nilai utama yang diterapkan di Jr. NBA. Seperti nilai Sportmanship (sportivitas), Teamwork (kerjasama tim), a Positive Attitude (sikap positif) dan Respect (saling menghargai). Jr. NBA Indonesia 2018 yang dipersembahkan oleh Frisian Flag akan dimulai dengan coaches clinic dan open clinic (pelatihan terbuka) bagi anak-anak pada 24-25 Maret di Cilandak Sports Center, Jakarta. Serangkaian klinik tambahan itu akan diadakan menjelang Selection Camp pada 21-22 Juli, yang akan memilij 32 anak laki-laki dan 32 anak perempuan terbaik usia 10-14 tahun mengikuti serangkaian penilaian karakter dan keterampilan yang selanjutnya akan turut berpartisipasi dalam National Training Camp pada 27-29 Juli 2018. National Training Camp, yang akan dihadiri oleh pemain atau legenda NBA serta menghadirkan program kepedulian sosial NBA Cares. Puncak dari program ini adalah terpilihnya delapan anak laki-laki dan delapan anak perempuan berbakat, yang nantinya akan dinobatkan sebagai Jr. NBA Indonesia 2018 All-Stars. Sementara, anak-anak terpilih ini akan berkesempatan merasakan pengalaman unik bersama NBA di luar negeri, bersama dengan teman-teman dari negara di Asia Tenggara lainnya pada akhir tahun ini. (Adt)

Konflik Induk Organisasi di Cabor Hoki, Kemenpora : Jangan Korbankan Atlet

Dualisme induk organisasi cabang olahraga hoki jangan sampai mengorbankan atlet. (harnas.com)

Jakarta- Tersisa lima bulan, Indonesia akan menggelar hajatan olahraga terbesar se-Asia. Salah satu cabang olahraga masih dihadapkan permasalahan dualisme induk organisasi nasional. Salah satunya yang sedang terjadi antara Pengurus Besar (PB) Persatuan Hoki Seluruh Indonesia (PHSI) dan Pengurus Pusat (PP) Federasi Hoki Indonesia (FHI). Akibatnya, Tim Hoki Indonesia hingga kini belum menggelar Pelatnas Asian Games 2018. Diketahui, dualisme PHSI dan FHI sudah terjadi sejak Agum Gumelar menjabat Ketua Umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat periode 2003-2007. FHI yang kini dipimpin Yus Adi Kamrullah, menjadi organisasi nasional yang sah dan diakui KONI. Namun, mereka tak mendapat pengakuan Federasi Hoki Asia (AHF) dan Federasi Hoki Internasional (FIH). Justru keabsahan diklaim PHSI pimpinan Raj Kumar Singh. “Hoki bisa mengirim atlet di Asian Games 2018. Tapi, atas nama NOC (National Olympic Committee). Kami akan diskusi kembali dan memastikan soal aturannya,” ujar Mulyana, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jumat (23/3). Ditekankan Mulyana, apapun yang terjadi di organisasi olahraga jangan sampai memberi dampak negatif, terutama menurunnya motivasi atlet. “Apalagi ini Asian Games, momen dan peluang untuk berpartisipasi semua cabang olahraga sangat terbuka,” lanjutnya. “Atlet harus jadi kepedulian kami. Mereka harus di support, supaya latihannya tetap berjalan. Intinya, masalah di organisasi jangan sampai mengganggu semangat mereka,” tambah dosen Ilmu Kepelatihan Olahraga di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Mulyana sebelumya sempat memberikan batas waktu hingga Maret, agar konflik internal kedua kubu segera selesai. “Kita sudah serahkan masalah ini ke KOI (Komite Olimpiade Indonesia). Karena KOI yang mempunyai member internasional Asia. Jika ada jaminan surat bahwa hoki bisa dipertandingkan, ya kami akan bantu seperti cabor lain, termasuk mencairkan dana persiapan Asian Games,” tegasnya. (Adt)

Rebut Tiga Partai Awal, Unitomo Tuntaskan Perlawanan Sengit Udayana

Pasangan Triple Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menjadi kunci kemenangan atas Univesitas Udayana (Udayana). (LIMA)

Surabaya- Laga sengit terjadi di hari ketiga pergelaran LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018, pada Kamis (22/3). Dua tim kuat, Universitas Udayana dan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bertemu di pertandingan ketiga yang digelar di lapangan 1 GOR Universitas Airlangga (Unair). Di partai pertama, tunggal Unitomo, Androw Yunanto, tampil apik dengan pukulan-pukulan kencangnya yang mematikan Muhammad Mohdar, tunggal Udayana. Nomor tunggal pertama ini pun membuka kemenangan Unitomo dengan skor 21-11 dan 21-5. Unitomo kembali unggul di partai kedua usai bertanding di babak rubber game. Di gim pertama, ganda Udayana, I Wayan Govinda/Romario Jeremia, berhasil kalahkan wakil Unitomo, Komandani Maytri/Ragawa Tamasuta dengan skor 21-17. Namun, kedudukan berimbang di gim kedua. Unitomo membalas, hingga akhirnya dapat memenangi gim kedua ini dengan skor 21-9. Di babak tambahan, Unitomo masih tangguh. Ganda Unitomo inipun memenangi partai kedua dengan skor di 11-5 di babak tambahan. Tripel Unitomo, Hiski Rumengan/Irsyad Hadyan/Setiawan Yogi, membuat kemenangan ketiga. Mereka tuntaskan laga di partai ketiganya melawan I Made Bagus Panji/Kholid Hidayatullah/Muhammad Mohdar dengan skor 21-13 dan 21-23. Udayana baru memanas di partai keempat. Peforma nomor tunggal keduanya, berhasil merebut poin pertama. Romario Jeremia (Udayana) kalahkan Muhammad Syahputra Ahmad (Unitomo) dengan skor 21-18 dan 21-8. Melanjutkan kemenangannya di partai keempat, Udayana kembali apik di partai terakhir. Lewat ganda kedua yang diturunkan, Dennis Prasetya/Putu Jery, partai kelima ini pun berakhir dengan kemenangan Udayana dengan skor 21-18 dan 21-17 atas Irsyad Hadyan/Setiawan Yogi Putera. Meski menang di dua laga terakhir, Udayana gagal merebut kemenangan atas Unitomo. Pertandingan ini harus berakhir dengan kemenangan tipis Unitomo atas Udayana, 3-2. (Adt)

Tak Tersentuh Kekalahkan, Putri UINSA Kandaskan Perjuangan Ubaya

Tim Putri Universitas Surabaya (Ubaya) harus mengakui keunggulan Tim Universitas Islam Negri Sunan Ampel (UINSA). (LIMA)

Surabaya- Tim putri Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali menegaskan keunggulannya di pertandingan hari ketiga LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018, Kamis (22/3). UINSA lagi-lagi menekuk Universitas Surabaya (Ubaya) di pertemuannya yang kedua dengan kemenangan telak, 3-0. Aisyah Sal Sabilla/Sukma Anggreani Dwi Putri/Zhinatul Widad, yang mewakili tripel UINSA, membuka kemenangan di partai pertama. Tripel UINSA tampil impresif di dua gim dengan selisih jauh diatas trio Ubaya, Darmatya Muthi’Ah/Anisa Alifiawardani/Mega Prasasti Putri. Skor 21-3 dan 21-3 untuk keunggulan UINSA mengakhiri laga partai pertama. Keunggulan UINSA dipertegas dengan penampilan tunggalnya, Maulinda Eva. Seakan tak rela memberi kesempatan untuk tunggal Ubaya, Lulu, unggul, Maulinda hanya kecolongan tiga poin di dua gim partai kedua. Maulinda mengalahkan Lulu 21-3 dan 21-3. Di partai terakhir, Ubaya sedikit agresif lewat gandanya. Setidaknya, ganda Ubaya, Darmatya Muthi’Ah/Mega Prasasti Putri, tidak mengulang perolehan skor partai pertama dan keduanya. UINSA kembali unggul di nomor ganda lewat kekompakan Rya Chitra Argadilla/Zhinatul Widad dengan skor 21-9 dan 21-13. “Permainan dari UINSA terasa cepat. Kami coba main dengan tempo yang cepat, agar terbiasa bermain dengan lawan yang permainannya cepat maupun lambat. Kami akan bertemu Unair. Kami belum dapat memastikan bahwa kami akan menjuarai dan melaju ke fase nationals,” ungkap Swidi, manajer UINSA. Dari empat laga, UINSA memastikan kemenangan di tiga laga dengan skor sempurna tak terkalahkan. Tim debutan di LIMA Badminton: McDonald’s EJC Surabaya Subconference 2018 ini berpeluang memenangi kompetisi badminton antar mahasiswa yang digelar di GOR Universitas Airlangga (Unair) ini. Tersisa satu laga lagi yang harus dimenangi UINSA untuk merebut tiket menuju fase nationals. Jumat (23/4), UINSA akan bertemu sang tuan rumah, Unair. (Adt)

Tonton Uji Tanding Pelatnas Taekwondo, Menpora Minta Fisik Atlet Ditingkatkan

Sejumlah atlet Taekwondo menjalani Pelatnas di bawah bimbingan pelatih asal Korea Selatan jelang Asian Games 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), melakukan kunjungan ke Pelatnas cabang olahraga (cabor) Taekwondo, di Gedung POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (22/3). Ia meminta tim pelatih untuk meningkatkan fisik para atlet. “Saya lihat langsung tadi uji tandingnya. Menurut saya, para atlet perlu ditingkatkan lagi fisiknya,” ujar pria berusia 44 tahun. Bagi Imam, kondisi fisik sangat penting untuk pertandingan. Ia menegaskan peningkatan fisik tidak hanya ditujukan untuk cabor Taekwondo, tapi juga untuk cabang-cabang olahraga lainnya. “Semua atlet yang menjalani Pelatnas agar memperhatikan dan meningkatkan kondisi fisiknya dengan baik. Tapi, kalau catur sama bridge nggak perlu fisik kan?” tuturnya. Sementara, Rahmi Kurnia, Pelatih Pelatnas Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), mengatakan ada lima atlet yang berangkat ke Korea Selatan guna menjalani Training Camp (TC) sekaligus persiapan mengikuti Kejuaraan Asia di Vietnam, pada 21-28 Mei nanti. Ia menambahkan kemungkinan besar sejumlah atlet yang kini masih berlatih di Pelatnas segera melakukan TC di Korea Selatan. “Jelang Asian Games 2018, kami datangkan beberapa mantan atlet Taekwondo dari Korea sebagai sparing partner (latih tanding). Mereka berbagi teknik dan ilmu baru terkait perkembangan Taekwondo,” beber Rahmi. (Adt)

Diisi Skuat Anak Muda, Sahabat Semarang Tak Mau Menyerah di Laga Semifinal

Laga semifinal Srikandi Cup Seri Ke-3, Jakarta, Jumat (23/3), bakal seru. (meilinda)

Jakarta- Laga Semifinal Srikandi Cup Seri Ke-3, Jakarta, bakal mempertemukan Merpati Bali versus Sahabat Semarang (14.00 WIB), dan Surabaya Fever menghadapi Tenaga Baru Pontiank (16.00 WIB), di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, pada Jumat (23/3). Bagi Sahabat Semarang pencapaian semifinal merupakan kejutan. Namun, jika berkaca pada perkembangan dua seri sebelumnya, Sahabat Semarang memiliki kedalaman pemain yang mumpuni. Meskipun sebagian besar merupakan muka-muka baru yang pertama kali mentas di ajang Srikandi Cup. Ditinggal oleh beberapa pilarnya seperti Astrid dan Natasha Debby Christaline (Surabaya Fever) dan belum pulihnya Yuni Anggraeni dari cedera lutut saat membela Tim Nasional (Timnas), tak membuat semangat tim Kota Lumpia itu turun. Terseok-seok di Seri Ke-1 dengan hanya membawa tujuh orang pemain, membuat kinerja Dyah Lestari dkk turun drastis. Secara perlahan Sahabat Semarang bisa bangkit. Puncaknya pada pertandingan Rabu (20/3), mereka mengalahkan tim kuat penghuni empat besar di dua seri sebelumnya Merah Putih (MP) Samator Jakarta. “Jangan pernah anggap remeh mereka. Dari pertama saya dan coaching staff melihat penampilan mereka, saya sudah punya catatan bahwa Sahabat akan merepotkan MP Samator dan itu terbukti digame penyisihan akhir kemarin,” ujar Bambang Asdianto Pribadi, Pelatih Merpati Bali, mengomentari calon lawannya, pada Kamis (22/3). Sementara Pelatih Sahabat Semarang, Xaverius Wiwid memilih bersikap realisitis. Diantara empat tim semifinalis, ia mengaku jika timnya yang paling muda secara rata-rata usia. “Kami masih naik turun dan belum konsisten. Tapi, saya berharap melawan Merpati Bali, anak-anak tetap bermain seperti di dua game terakhir, ngotot dan tidak menyerah sampai peluit akhir berbunyi,” terang Wiwid. Semifinal kedua juga sengit, Tenaga Baru Pontianak akan meladeni juara bertahan Surabaya Fever. Meski dimata sang pelatih Irma Amelyia, kans Tenaga Baru kecil untuk bisa mengalahkan Surabaya Fever, tapi bukan berarti ia lempar handuk sebelum laga dimulai. “Fever memang sangat dominan. Kedalaman pemain lapis keduanya juga merata. Saya nothing to lose saja dalam artian mengingatkan kepada para pemain saya untuk bermain lepas dan enjoy. Kami akan bertarung untuk mempertahankan pertingkat tiga,” tukas Irma. Surabaya Fever yang diunggulkan untuk juara seri 3, sekaligus menjadi kampium Srikandi Cup musim ini, enggan jumawa menerima segala pujian dari tim lainnya. Sang pelatih berkarakter tenang, Wellyanto Pribadi menjelaskan jika timnya selalu ada kekurangan meskipun mereka terlihat dominan dan belum terkalahkan sejauh ini, “Kami tidak mau besar kepala dengan segala pujian. Masuknya Wulan (Ayuningrum) semakin membuat tim ini berwarna. Fever juga tidak terlalu pusing siapa yang akan menjadi pemain inti. Melawan Tenaga Baru Pontianak kita harus fokus sejak menit awal dan semua pemain mereka juga harus diwaspadai,” ungkap pelatih rendah hati. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan akan kembali terjadinya ulangan final Seri Satu dan Dua yakni Surabaya Fever melawan Merpati Bali. Buat Wellyanto, tak menampik Merpati Bali merupakan salah satu ancaman untuk timnya, tetapi ia memilih untuk fokus terlebih dulu melawan Tenaga Baru Pontianak. (Adt)

Kemenpora Kolaborasi Dengan AIA Lewat “AIA Sepak Bola Untuk Negeri”

Kolaborasi Kemenpora Dengan AIA menjadi sarana baru kepedulian pihak swasta memajukan gairah perkembangan olahraga di Indonesia. (net)

Jakarta- Bersama dengan PT AIA Financial (AIA), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengekspresikan keseriusan mereka memberi pengaruh yang besar untuk masa depan persaingan sepak bola di Tanah Air dalam kegiatan bertajuk “AIA Sepak Bola Untuk Negeri”. Kegiatan yang diadakan di Stadion Soemantri Brodjonegoro Minggu (25/3), membawa misi untuk meningkatkan daya saing nasional para pemuda serta keolahragaan mereka, terutama untuk pengembangan bakat bidang sepak bola di Indonesia. Imam Nahrawi, Menpora, mengatakan butuh upaya kolaborasi yang baik dari pemerintah maupun sektor swasta dalam memastikan bahwa pengembangan olahraga terutama sepak bola, tetap berada pada jalur yang positif. “Kami berharap inisiatif ini mendorong lebih banyak partisipasi dari institusi lain untuk turut berperan dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan olahraga di Indonesia,” ujar Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur saat jumpa pers di Kantor Kemenpora, Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (22/3). Rista Qatrini Manurung, Direktur Hukum, Kepatuhan dan Risiko, PT AIA Financial (AIA), menyebut pihaknya mengapresiasi dukungan penuh dari Kemenpora serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Sungguh suatu kehormatan bagi kami untuk dapat memiliki kesempatan menggelar berbagai inisiatif yang merepresentasikan komitmen kami untuk membantu masyarakat untuk hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik, melalui partisipasi aktif dalam kegiatan olahraga,” terangnya. “Kami berharap acara ini dapat membantu dampak positif bagi bangsa kita,” sambung Rista. Dalam kegiatan “AIA Sepak Bola Untuk Negeri” yang menjadi sorotan adalah hadirnya legenda sepak bola Inggris sekaligus AIA Global Ambassador, David Beckham. Dalam kegiatan itu juga bakal diserahkan donasi 10.000 bola untuk Indonesia. Selain itu, pemberian penghargaan untuk legenda sepak bola Indonesia, serta menggelar pertandingan amal yang melibatkan AIA Junior Cup All-Stars, legenda sepak bola Indonesia, dan Tim Nasional (Timnas) U-16. Dan, dana yang diperoleh dalam kegiatan tersebut nantinya bakal disumbangkan untuk pembangunan infrastruktur sepak bola di Tulehu, desa sepak bola di Maluku. (Adt)

Hempaskan Tuan Rumah, Unitomo Calon Serius Juara EJC Surabaya 2018

Tim Putra Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menjadi kandidat serius Juara Lima Bandminton EJC Surabaya 2018 usai mengandaskan tuan rumah Universitas Airlangga (Unair) 4-1. (LIMA)

Surabaya- Absennya juara bertahan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pada LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC Surabaya) 2018, menghadirkan tim calon kuat juara lain. Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) tampil sebagai kandidat serius peraih gelar usai menorehkan kemenangan kedua mereka. Pada Rabu (21/3), hari kedua di GOR Kampus C Universitas Airlangga, Unitomo mengalahkan tuan rumah, Universitas Airlangga (Unair). Di hari pertama, Unitomo, yang bermasalah dalam verifikasi musim lalu, menang 4-1 atas Universitas Hang Tuah. Sementara Unair takluk dari Universitas Udayana. Unitomo membuka kemenangan via Androw Yunanto Prakasa. Tunggal Unair, Bagus Bayu Aji, gagal mengimbangi tunggal pertama Unitomo itu. Androw menang telak dalam dua gim, 21-6 dan 21-6. Ganda pertama Unitomo, Komandani Maytri Sugiarto/Ragawa Tamasuta Ayodya, terlalu dominan bagi pasangan tuan rumah, Boby Julio Akbar/Dyon Franstian. Komandani/Ragawa bahkan kerap terlihat terlampau santai meladeni lawan sebelum menang 21-7 dan 21-6. Unitomo memutuskan melepas partai ketiga, tripel. Androw, salah satu pengisi tripel Unitomo, tak dapat tampil karena statusnya sebagai pemain profesional. Peraturan LIMA Badminton mewajibkan pemain pro tidak bermain rangkap. Walau demikian, Unitomo bisa memastikan kemenangan setelah tunggal kedua mereka, Muhammad Syahputra Ahmad, menang atas Alfian Putra Tirtana. Kemenangan ini mesti melalui proses yang berat karena Alfian memberikan perlawanan sengit. Setelah kedudukan 19-19, M. Syahputra menang 21-19 di gim pertama. Alfian kembali memperlihatkan determinasi di gim kedua ketika menyamakan skor menjadi 20-20 dari tertinggal 16-20. Hanya, M. Syahputra memperlihatkan lagi ketangguhan mentalnya hingga menang 22-20. Di partai terakhir, Unitomo memperbesar kedudukan menjadi 4-1. Hiski Rumengan/Setiawan Yogi Putera unggul 21-8 dan 21-16. Hasil ini menempatkan Unitomo sebagai kandidat kuat peraih tiket ke LIMA Badminton Nationals. Mereka menempati puncak klasemen beregu putra. Bagi Unair, kekalahan kedua ini mempersulit mereka lolos ke LIMA Badminton Nationals 2018 di Surakarta pada 1-8 Mei nanti. Peluang Unair tersisa untuk mempertahankan peringkat ketiga yang dicapai musim lalu. (Adt)

Target Lolos Fase Nasional, Udayana Tekuk Ubaya Dengan Skor Ketat

Regu Putra Universitas Udayana (Udayana) menekuk Universitas Surabaya (Ubaya) dan mengincar tiket lolos putara nasional di Surakarta. (LIMA)

Surabaya- Memasuki hari kedua, LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (Surabaya Subconference) 2018 berlangsung semakin ketat. Dua tim putra yang mengincar tiket ke LIMA Badminton Nationals, Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Udayana (Udayana), bertemu di lapangan 2 GOR Kampus C Universitas Airlangga pada hari kedua, Rabu (21/3). Ubaya merupakan runner-up tahun lalu. Seturut absensi juara bertahan, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ubaya patut menyasar gelar juara. Namun, Udayana datang dengan ambisi lolos ke LIMA Badminton Nationals yang digelar di Surakarta pada 1-8 Mei mendatang. Musim silam, Udayana hadir di LIMA Badminton: McDonald’s EJC (Malang Subconference), tapi hanya finis di peringkat ketiga sehingga gagal lolos ke Nationals. Benturan dua ambisi ini membuat duel keduanya berjalan menarik dan ketat. Kedua tim juga membukukan sebuah kemenangan pada hari pertama. Udayana mengambil partai pertama melalui tunggalnya, Romario Jermia Sorongan. Romario unggul 11-2 sebelum jeda pertengahan gim pertama. Romario menutup gim pembuka ini dengan keunggulan 21-8. Evan memberikan perlawanan yang lebih berarti pada gim kedua. Romario unggul 11-9 saat rihat tengah gim. Namun, pada akhirnya Romario mampu memperlihatkan keunggulannya hingga bisa menang 21-15 di gim kedua ini. Udayana unggul 2-0 via ganda pertamanya melalui rubber game. Pasangan Udayana, Dennis Prasetya Wijaya/I Wayan Govinda Gotama Putra, mengambil gim pertama dengan skor 21-15 atas Hendrik Sri Atmono/Yodi Agung Pambudi. Hendrik/Yodi menyamakan kedudukan dengan menang di gim kedua, 21-19. Hendrik/Yodi sempat mengejar menjadi 9-10 setelah 6-10. Namun, Dennis/I Wayan Govinda bisa menaklukkan kegugupan dan akhirnya menang 11-9 untuk membawa Udayana unggul 2-0. Tripel Ubaya, Hariyo Panjawi/Kevin Oktavian Didik Prasetya/Richard Kuncoro, memperkecil ketertinggalan timnya. Trio Ubaya ini menang 21-17 dan 21-12 atas Kholid Hidayatullah/Muhammad Emil Ibrahim/Muhammad Mohdar (Udayana). Ubaya membuat kedudukan menjadi 2-2 melalui tunggal kedua, Hendrik Sri Atmono. Hendrik mengambil gim pertama, 21-15. Kadek Bayu Kusuma (Udayana) tak berniat menyerah. Hendrik yang sempat unggul 20-18 akhirnya kalah 23-25 dari Kadek Bayu Kusuma. Namun, Hendrik bisa membayarnya saat rubber game dan menang 11-4. Kedudukan 2-2 membawa partai terakhir, ganda kedua, menjadi penentuan. Putu Jery Fridaniswara/Romario akhirnya mampu membuat Udayana menang 3-2. Ganda tim dari Bali itu mengungguli Kevin/Richard dengan skor 21-16, 21-15. Kemenangan ini memperbesar peluang Udayana lolos ke Surakarta. Namun, mereka mesti menghadapi Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), kubu terkuat berikutnya, pada Kamis (22/3). Sementara Ubaya akan menghadapi Unitomo, sehari kemudian. (Adt)

Sapu Bersih Laga Kedua, Tim Putri Unair Bukukan Poin Awal

Tim Beregu Putri Universitas Airlangga (Unair) akhirnya sukses merebut poin perdana. (LIMA)

Surabaya- Usai takluk dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) di laga perdana, tim putri Universitas Airlangga (Unair) akhirnya berhasil mencetak poin pertama di laga kedua event LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Surabaya Subconference 2018, Rabu (21/3). Unair menyapu bersih seluruh partainya melawan Universitas Surabaya (Ubaya) di lapangan 1 GOR Unair Kampus C. Sebagai tim tuan rumah, di pertandingan keduanya ini, Unair bermain apik. Sejak partai pertama, sang tuan rumah telah menunjukkan dominasinya atas Ubaya. Tripel Unair, yang diwakili Alfi Rahmawati Mufidah/Aprillia Ika/Mita Puspitasari, dengan mudah mengalahkan trio Ubaya, Darmatya Muthi’Ah/Mega Prasasti Putri/Winda Dwi Oktaviani dengan skor 21-12 dn 21-10. Poin kedua Unair didapat dari pertarungan tunggal putrinya, Zahrina Atika, melawan Lulu, wakil Ubaya. Zahrina unggul 11-6 di partai pertama. Namun, Lulu mengejar, hingga dapat mengimbangi perolehan poinnya menjadi 14-14. Lulu sempat unggul dua poin, 16-14, namun kembali disusul Zahrina. Akhirnya, Zahrina tetap unggul dengan skor akhir 21-19. Lulu memimpin di awal partai kedua dengan skor 8-2. Zahrina mengejar, namun hingga turun minum, Zahrina belum mampu mengimbangi perolehan poinnya dari Lulu. Skor sementara 11-9 untuk Lulu. Usai istirahat, Zahrina mendapat banyak poin dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan Lulu. Zahrina mengimbangi Lulu di poin 12-12. Pada akhirnya, Zahrina kembali membuktikan ketangguhannya. Skor 21-12 untuk Zahrina menutup laga partai kedua ini. Di partai terakhir, Ubaya mencoba bangkit. Laga di nomor ganda ini berlangsung sengit. Terjadi saling mengejar poin di laga ini. Ganda Ubaya, Mega Prasasti/Winda Dwi, dapat mengimbangi perolehan skornya dengan Alfi Rahmawati/Aprillia Ika (Unair), 8-8. Namun, di akhir gim pertama, Unair berhasil menang tipis 21-19 atas Ubaya. Gim kedua masih berlangsung ketat. Kedua ganda ini seakan tak mau saling mengalah. Sang pendatang, Ubaya, lagi-lagi harus mengakui ketangguhan sang tuan rumah di gim terakhir ini. Skor 21-18 untuk tim tuan rumah menutup laga di lapangan 1 GOR Unair ini. Sang tuan rumah akhirnya merebut poin pertamanya. Bahkan, Unair mampu mencatat sapu bersih seluruh partai di pertandingan keduanya ini, dengan skor 3-0. Selanjutnya, Unair akan kembali berhadapan dengan UINSA pada Jumat (23/3). Akankah Unair bisa menaklukkan UINSA di pertemuan keduanya? (Adt)

Menangi Laga Hidup Mati, Sahabat Semarang Mulus ke Semifinal

Sahabat Semarang lolos ke semifinal Srikandi Cup Seri Ke-3, usai menyingkirkan Merah Putih Samator, dengan skor 51-46, pada pertandingan Rabu (21/3). (meilinda)

Jakarta- Sahabat Semarang menancapkan kaki ke semifinal Srikandi Cup Seri Ke-3, usai memenangi laga hidup mati melawan tuan rumah Merah Putih (MP) Samator Jakarta, pada pertandingan Pool A, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (21/3), dengan skor 51-46. Pertarungan sengit diantara kedua tim dimulai sejak kuarter pertama. MP Samator mampu unggul terlebih dahulu 12-11. Tak mau menyerah, klub asal Jawa Tengah memimpin dikuarter berikutnya dengan skor 23-20. Tim tuan rumah sempat membentang asa di kuarter ketiga. Tim asuhan Nina Yunita Nurman itu unggul selisih satu bola 37-35. Namun, keunggulan itu belum menjadi jaminan. Dimana pada 10 menit kuarter akhir, menjadi pertarungan yang begitu ketat dan melelahkan bagi mereka. Tim Ibukota sempat berada diatas angin di lima menit sisa waktu berjalan. Sayang, Dyah Lestari membunuh mimpi tuan rumah untuk bisa melaju kebabak berikutnya, lewat dua kali tembakan tiga angkanya. Prosesi itu dimulai disaat waktu menunjukan sisa 1 menit 28 detik. Dyah Lestari yang sempat bermain diposisi bawah ditarik keluar untuk menciptakan peluang pick and roll. Strategi jitu pelatih Sahabat Xaverius Wiwid terbukti ampuh. Dyah Lestari dengan leluasa melepaskan tembakan tiga angka hingga membuat margin angka menjadi selisih setengah bola 45-46, tetap untuk keunggulan tuan rumah MP Samator. Pertandingan berlanjut, MP Samator tidak bisa mengambil momentum kembali. Sebaliknya, Dyah Lestari kembali memainkan peranan penting untuk kemenangan timnya. Tembakan tiga angka fenomenal dari jarak 1 meter diluar garis pelangi tepat 1 menit waktu tersisa, Sahabat Semarang unggul 48-46. MP Samator hampir saja menyamakan kedudukan angka dari under basket Calista Elvira. Tapi, eksekusi yang dilakukannya tidak sempurna, bolapun keluar dan direbut oleh pemain Sahabat Semarang. Tim kota berjuluk Venetie van Java itu mendapat angin untuk menambah tiga angka kembali dan menutup pertandingan ini dengan sempurna. Pahlawan kemenangan Sahabat Semarang, Dyah Lestari berhasil membuat double-double, 18 angka dan 11 rebound. Sementara dari MP Samator Christie Rumambie mencetak sembilan poin dan 11 rebound. Dyah Lestari mengatakan dirinya oleh pelatih diinstruksikan untuk bermain keluar agar bisa mendapat bola pick and roll. Tapi, dirinya justru mendapatkan peluang menembak dengan leluasa. “Saya senang dengan kemenangan ini, kami mencapai target lolos ke Semifinal. “ ujar pebasket yang mengecap pendidikan di UNIKA Semarang, Jawa Tengah. Xaverius Wiwid menyebut diantara tim yang lolos semifinal, mungkin hanya timnya yang muda-muda. “Kemenangan ini pantas diraih karena mereka kerja keras dilapangan,” ucap Xaverius. Sementara, Nina Yunita, mengakui bila Sahabat Semarang pantas untuk meraih kemenangan di pertandingan tersebut. “Hari ini mental pemain saya lagi down. Tapi apapun hasilnya saya hargai setiap tetes keringat seluruh pemain MP Samator,” tukas Nina. Terpisah, dipertandingan lain Merpati Bali berhasil meraih peringkat pertama Pool B usai mengalahkan Tenaga Baru Pontianak, dengan skor 61-37. Bambang Asdianto Pribadi, Pelatih Merpati Bali, mengungkapkan pada kuarter pertama anak didiknya merasa kaget. Selanjutnya, kata dia, timnya bermain dengan baik. “Melawan Sahabat pada pertandingan Semifinal nanti, kami harus tetap respek kepada mereka, karena mereka semakin improve disetiap seri,” bebernya. Sedangkan Citta, salah satu andalan Tim Pulau Dewata itu, mengaku bila diawal pertandingan dirinya dkk tidak menjalankan instruksi pelatih. “Tapi kami akhirnya mulai mendapatkan ritme di kuarter kedua pertengahan,” cetusnya. Irma Amelya, Pelatih Tenaga Baru Pontianak, menerangkan timnya kalah dari segi fisik, sehingga mempengaruhi team work defense. “Lawan Fever di semifinal nanti kita akan nothing to lose. Target kami mempertahankan peringkat 3,” tegasnya. (Adt) Hasil Pertandingan Rabu (21/3) : Pool A : 1. Flying Wheel Makassar vs Surabaya Fever (33-102) 2. Sahabat Semarang vs Merah Putih Samator Jakarta (51-46) Pool B : 1. Tenaga Baru Pontianak vs Merpati Bali (37-61) 2. Tanago Fresian Jakarta vs Generasi Muda Cirebon (69-46) Jadwal Pertandingan Srikandi Cup Seri Ke-3, Jumat (23/3) :  1. Merpati Bali vs Sahabat Semarang (14.00 WIB) 2. Surabaya Fever vs Tenaga Baru Pontianak (16.00 WIB) 3. Generasi Muda Cirebon vs Merah Putih Samator (18.00 WIB) 4. Flying Wheel Makassar vs Tanago Friesian Jakarta (20.00 WIB)

Intip Kekuatan Lawan di Asian Games 2018, Perbakin Kirim Atlet ke Kejuaraan Dunia

Atlet menembak bakal mengikuti kejuaraan dunia guna meraih hasil terbaik di Asian Games 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin), mengirimkan atlet mengikuti Kejuaraan Dunia di Korea, pada akhir April, dan Munich, Jerman, pada akhir Mei mendatang. Hal itu dilakukan guna mengukur kekuatan lawan di ajang pesta akbar olahraga empat tahunan se-Asia, Agustus-September 2018. “Jelang Asian Games 2018 ini, agenda kami mengirimkan atlet mengikuti seri World Cup di Korea, akhir April, dan Munich, Jerman, akhir Mei,” ujar Robby Atmadja, Manajer Tim Nasional Menembak Indonesia, saat ditemui di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Selasa (20/3). Ia menyebut alasan mengirimkan atlet ke seri dunia itu sebagai tolak ukur guna melihat peta kekuatan lawan di Asian Games 2018. “Lawan-lawan di Asian Games bakal bertemu di kejuaraan dunia, seperti Korea dan China. Bahkan mereka training camp disana. Jadi, setelah kembali dari Kejuaraan Dunia, kami langsung ke Palembang untuk melakukan adaptasi venue pertandingan,” lanjutnya. Robby menjelaskan cabang menembak di Asian Games mendatang mempertandingkan 20 nomor, dan Indonesia berpartisipasi di 6 nomor. “Kami turun di nomor angin, 10 meter air rifle, 10 meter air pistol, dan 10 meter running target. Dimana kontingen terdiri dari 10 atlet, 3 pelatih dan 1 manajer,” ungkapnya. “Peluang medali emas ada. Tapi kami tidak bisa menyebutkan darimana. Nanti kasihan atletnya kalau kami sebutkan, bisa stres,” tambahnya. Meski begitu, Robby mengaku bila saat ini peluang terbesar ada pada Muhammad Naufal Mahardika di nomor 10 meter air rifle. “Saat ini Naufal masih yang terbaik, karena berhasil meraih emas di SEA Games 2017 (Malaysia). Namun bila atlet bisa masuk ke final (8 besar), termasuk Naufal dan atlet yang lainnya, kesempatan mendapatkan medali sangat besar. Soal medalinya apa? Ya, kita tunggu saja,” tutup pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Tembak Sasaran PB Perbakin. (Adt)

Klub Gading Muda Konsisten Cetak Bibit Basket Unggul dan Berkarakter

Pemilik klub Basket Gading Muda sekaligus pelatih, Jap Ricky Lesmana, yang konsisten membina usia muda guna menjadi bibit pebasket handal masa depan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Berdiri sejak 2005, klub basket Gading Muda (GM) hingga kini tetap konsisten mencetak bibit basket unggul yang memiliki karakter kuat. Berawal dari mimpi seorang bernama Jap Ricky Lesmana untuk berpartisipasi maksimal dalam dunia basket Indonesia, kini Gading Muda telah memiliki banyak pebasket binaan. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai lebih dari 100 pebasket. “Gading Muda berdiri ditahun 2005-2006. Kebetulan setelah saya resign dari perkumpulan bola basket Buana Jaya, dimana klub basket ini ada dan cukup populer juga ditahun itu. Dahulu berdiri belum ada nama klub, dan kebetulan ketika itu saya sebagai pelatih sekaligus pemilik. Kemudian saya bertemu dengan pemilik Gading Muda sebelumnya. Mulai saat itu kami memutuskan untuk bekerjasama dan memakai nama Gading Muda untuk ikut kompetisi di wilayah Jakarta Barat,” ujar Ricky, sapaan Jap Ricky Lesmana, pemilik Gading Muda, saat ditemui di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (15/3). Mengikuti kompetisi di awal 2006, Gading Muda belum meraih hasil memuaskan. Setahun kemudian, hasil dari kerja keras itupun mulai berbuah manis, Gading Muda berhasil menjadi kampiun di kompetisi basket kelompok umur 16 tahun. “Kami berhak mewakili DKI Jakarta ke kejuaraan nasional (Kejurnas). Dan, pada 2008 awal menjadi kejurnas pertama kali untuk Gading Muda dan berhasil menjadi yang terbaik,” ungkapnya. “Waktu itu kami meminjam pemain seperti Andakara Prastawa Dhyaksa (W88 Aspac Jakarta), Daniel Timothy Wenas (Pelita Jaya), dan William Darma Saputra (Satria Muda). Darisitu, kami mulai menancapkan ‘kuku’ di bola basket, khususnya di Jakarta Barat,” papar Ricky. Ricky menjelaskan klubnya fokus melakukan pembinaan yang dimulai dari kelompok umur 5-6 tahun, hingga umur 18 tahun. “Visi dan misi kami yakni selain bermain bola basket dengan baik, mereka juga harus memiliki attitude (sikap) yang baik. Dan, terpenting bertanggung jawab, terutama dalam pendidikan. Sebab, pendidikan bagi kami nomor satu. Sedangkan untuk Gading Muda sudah harus bisa mencetak pemain dan pelatih yang terbaik serta memiliki karakter kuat untuk bola basket Indonesia,” tuturnya. Demi menghasilkan pemain berkualitas, Ricky mengkritisi minimnya gelaran kompetisi basket. Ia mengatakan tak semua daerah memiliki kompetisi basket yang baik, termasuk Jakarta Barat. “Kompetisi harus diperbaiki dan diperbanyak. Atlet bisa semakin maju. Klub-klub basket makin berkembang. Jam terbang sangat dibutuhkan oleh atlet,” urainya. Baginya, bibit basket di Tanah Air tak pernah kekurangan. Tugas berat adalah bagaimana mengolah dan melatih bibit yang sudah ada. “Kami sudah mencetak atlet berbakat. Seperti Darryl Sebastian Winata, yang bermain di kelompok umur 16 SEABA (Souteast Asia Basketball Association). Sebelumnya, ada Nathan Abraham yang ikut FIBA Asia di tahun 2015-2016,” papar Ricky. (Adt)

Cetak Dobel-dobel All England, Pelatih : Kevin/Marcus Itu Fighter

Menpora menyambut kedatangan pasangan ganda Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon usai meraih gelar All England 2018. (kemenpora)

Jakarta- Indonesia patut bangga atas duet ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Mereka memecahkan rekor 22 tahun ganda putra yang mampu juara All England dua kali beruntun setelah Ricky Soebagja/Rexy Mainaky. Herry Iman Pierngadi, Pelatih Ganda Putra PBSI, mengatakan anak didiknya itu memiliki komitmen luar biasa dan tidak mau mengalah serta menyerah terhadap lawan. “Saya bilang mereka berdua itu fighter sekali,” ujar Herry. Ia menyebut fighting spirit yang dimiliki duet Kevin/Marcus memang menjadi modal utama. Apalagi, tambahnya, mampu merebut gelar secara beruntun di turnamen bergengsi seperti All England, semakin meningkatkan kepercayaan diri bagi pasangan berjuluk ‘The Minions’ itu. “All England itu salah satu ujian buat seorang pebulutangkis. Kalau dia sudah menjuarai All England, Kejuaraan Dunia, Olimpiade, maka level dan kepercayaan diri mereka pasti meningkat,” cetusnya. Berkat keberhasilannya mempertahankan gelar All England, pasangan nomor satu dunia itu mendapatkan bonus dari pemerintah masing-masing sebesar Rp 250 juta, dan pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi sebesar Rp 100 juta. “Kami bangga bisa juara dua kali berturut-turut dan membuat sejarah. Senang dan bangga buat Indonesia di luar negeri,” tutur Marcus. “Saya tak menyangka bisa mempertahankan juara. Rasanya itu luar biasa,” timpal Kevin. Kini, prestasi keduanya harus menjadi role model untuk pemain lainnya di tim ganda putra. (Adt)