Kandaskan Juara Musim Lalu, SMAN 14 Impresif Di Laga Perdana DBL 2018 Jakarta East Region

SMAN 14 Jakarta (putih) sukses di laga perdana Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Miqdad Ismail dan kolega sukses mengalahkan SMAN 22 Jakarta, dengan skor 29-20 di GOR Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (26/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- SMAN 14 Jakarta berhasil tampil gemilang di laga perdana Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Miqdad Ismail dan kolega sukses mengalahkan SMAN 22 Jakarta, dengan skor 29-20 di GOR Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (26/10). Pelatih tim basket SMAN 14 Jakarta, Andi Ilham, mensyukuri keberhasilan anak asuhnya yang meraih kemenangan di partai pembuka. Padahal, lawan yang mereka hadapi adalah kampiun East Region musim lalu. Namun, Andi tak puas dengan kinerja yang ditunjukan oleh anak asuhnya di lapangan. “Sebenrnya sedikit kecewa dengan penampilan mereka, karena apa yang sudah diberikan di latihan tapi diterapkannya hanya beberapa,” kata Andi Ilham, Jumat (26/10). Andi menilai perfoma anak asuhnya belum menunjukan penampilan terbaik karena mengalami demam panggung lantaran bermain di laga pembuka. “Mungkin karena pertandingan pertama, jadi grogi, Grogi ikut turnamen bergengsi seperti ini, ditambah lawannya juara tahun kemarin. Kesempatan menang itu 50-50 dalam lapangan, gimana mereka bisa mengaplikasikan yang saya berikan di dalam lapangan,” kata Andi menambahkan. Lebih lanjut, Andi siap mengevaluasi beberapa kesalahan yang ditunjukan di laga perdana kali ini. “Lumayan, tapi tadi puas karena ada faktor cedera nanti kita evaluasi kekurangannya. Kekurangan lainnya yaitu kerja sama antar pemain di lapangan harus ditingkatin lagi,” papar Andi. (Adt)

Tekuk Mutiara Cardinal 3-1, Exist Jakarta Tantang Juara Bertahan Djarum Kudus di Final Junior Pembangunan Jaya Cup 2018

Putri Kusuma Wardani, wakil tunggal PB Exist Jakarta, akhirnya menjadi penentu kemenangan klubnya, usai sukses mengalahkan Saifi Rizka Nurhidayah (PB Mutiara Cardinal Bandung), 21-17, 19-21, 21-17. (Adt/NYSN)

Ciputat- PB Exist Jakarta mengunci tiket final kejuaraan bulutangkis nasional antar klub beregu junior ‘Pembangunan Jaya Cup 2018’. Mereka menyingkirkan PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat, di semifinal, pada Jumat (26/10), dengan skor 3-1. Di pertandingan lain, PB Djarum Kudus menembus partai puncak, usai menyingkirkan tuan rumah PB Jaya Raya Jakarta, dengan skor tipis 3-2. Putri Kusuma Wardani, wakil tunggal PB Exist Jakarta yang diturunkan pada partai keempat, menjadi penentu kemenangan klubnya. Namun, sukses dara kelahiran 20 Juli 2002 itu tak mudah. Menghadapi Saifi Rizka Nurhidayah, Putri dipaksa kerja keras melakoni pertarungan melelahkan tiga gim, selama 75 menit. Mampu memetik kemenangan di gim pertama, dengan skor 21-17, namun Putri justru tak berdaya di gim kedua. Ia takluk dengan skor 19-21. Pertandingan di gim ketiga pun juga berlangsung sengit. Bahkan kedua pemain kerap melakukan rally panjang. Melalui smash keras yang tak mampu dikembalikan Saifi dengan sempurna, membuat Putri berhasil menyegel kemenangan dengan skor 21-17. “Tadi, saya mainnya agak tegang. Mungkin karena kebawa pikiran, misalkan kehilangan satu poin, tapi yang ada dipikiran itu kayak hilang sampai lima poin. Jadi makin tegang kalau sampai banyak buang poin,” ujar Putri ditemui usai laga, di Gelanggang Olahraga (GOR), Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten itu. “Lawan juga memiliki kontrol serta motong bolanya bagus, jadi waktu gim ketiga, meski tegang menjelang akhir permainan, tapi saya berusaha main nekat saja,” lanjutnya. Runner-up Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018 itu berjanji akan tampil maksimal, jika dirinya dipercaya bermain di partai pamungkas. “Harapannya tampil maksimal dan menyumbang poin untuk tim. Semoga klub juara di kejuaraan beregu junior ini,” tambah Putri. Kemenangan PB Exist juga disumbang Yonathan Ramlie. Tungga putra yang memainkan partai kedua itu menekuk wakil PB Mutiara Cardinal Bandung Arya Kusuma, straight game, dengan skor 21-18, 21-17, selama 45 menit. Duet Caesar Bagus Sadewa/Dejan Ferdinansyah berhasil menambah keunggulan PB Exist. Mereka menghentikan Ari Kusuma/Bagas Febrian Sani, usai memainkan laga selama 39 menit, straight game, dengan skor 21-13, 21-13. Sedangkan satu-satunya kekalahan diperoleh dari dobel campuran yang memainkan Dejan Ferdinansyah/Nita Violina Marwah. Mereka takluk dari Alif Rafsyah Mauthuthihona/Rayhan Vania Salsabila, straight game, 20-22, 15-21, di partai pertama. Dan, partai kelima yang sejatinya mempertemukan ganda putri Nita Violina Marwah/Putri Syaikah Ulima Hidayat (PB Exist) dengan Amalia Cahaya Pratiwi/Rayhan Vania Salsabila, tidak dimainkan. Sementara itu, di partai semifinal lainnya, juara bertahan PB Djarum Kudus unggul lebih dahulu lewat Leo Rollycarnando/Indah Cahya Sari Jamil. Dobel campuran yang turun di partai pertama itu mampu membungkam wakil tuan rumah, Ghifari Anandaffa Prihardika/Dinda Dwi Chayaning, rubber game, 19-21, 21-16, 21-16. Pertandingan ini berlangsung 80 menit. PB Jaya Raya lalu mampu menyamakan kedudukan 1-1, setelah Karono menyingkirkan Muhammad Aldo Apriyandi dalam duel berdurasi 56 menit, straight game, dengan skor 21-16, 21-16. Diakui Karono, jika kondisi fisiknya masih kurang fit, namun sudah jauh lebih baik dibandingkan hari sebelumnya. “Saya bersyukur bisa memberikan poin untuk tim. Ini sesuai target pelatih,” ujar Karono. Ia menyebut kemampuan lawan seimbang dengan dirinya. “Kami sama-sama taruna, sehingga levelnya juga sama dengan lawan,” lanjutnya. Pada partai ketiga, duet Daniel Marthin/Leo Rollycarnando memperlebar jarak atas PB Jaya Raya menjadi 2-1. Daniel/Leo menang dalam duel ketat tiga gim dari Ferdian Mahardika Ranialdy/Ghifari Anandaffa Prihardika, dengan skor 21-16, 22-24, 21-19. Tunggal putri PB Jaya Raya Maharani Sekar Batari menyamakan kedudukan 2-2. Ia menyudahi Nandini Putri Arumni setelah unggul rubber game, dengan skor 21-16, 15-21, 21-19, selama 65 menit. Di partai kelima sekaligus penentuan, PB Djarum Kudus berhak melangkah ke partai final, usai wakilnya Indah Cahya Sari Jamil/Lisa Ayu Kusumawati memastikan kemenangan, straight game, dengan skor 21-19, 21-11, atas Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia. Pertandingan itu berlangsung dalam 35 menit. Laga puncak antara PB Exist dan PB Djarum Kudus bakal berlangsung pada Sabtu (27/10), mulai pukul 14.00 WIB. Dan, pertandingan PB Jaya Raya dengan PB Mutiara Cardinal Bandung yang memperebutkan posisi ketiga juga berlangsung pada hari yang sama, yakni mulai pukul 10.00 WIB. (Adt)

Atlet 9 Tahun Kelahiran Kepri, Berpeluang Sabet Juara Gokart Asia 2018 di Malaysia

Pegokart cilik Indonesia andalan tim Gandasari Racing, Aditya Wibowo (9 tahun), berpeluang menjuarai kelas Micro Max seri Rotax Asia Max Challenge (AMC) 2018, di sirkuit Elite Speedway Plus, Subang Jaya, Malaysia, akhir pekan ini. (inilah.com)

Subang Jaya- Pegokart cilik dari Indonesia, Aditya Wibowo, berpeluang menjuarai kelas Micro Max seri Rotax Asia Max Challenge (AMC) 2018. Andalan tim Gandasari Racing kelahiran Tanjungpinang, Kepri, 30 Juli 2009, hanya berselisih 4 poin dari pimpinan klasemen, Ranvir Singh, asal India. Seri 6 yang merupakan penentuan balapan, akan dilangsungkan di sirkuit Elite Speedway Plus, Subang Jaya, Malaysia, pada Sabtu (27/10) dan Minggu (28/10). Peringkat siswa kelas 4 SD Bakti Mulia, Pondok Indah, Jakarta Selatan ini didapat, dengan asumsi menghitung 4 hasil balapan terbaiknya, dari 5 seri yang telah dilangsungkan. Seperti diketahui, regulasi penentuan juara umum AMC 2018, dengan menentukan 5 terbaik hasil balapan, dari total 6 seri yang telah diselesaikan. Dengan demikian, seri 6 pada akhir pekan ini, menjadi sangat menentukan. Saat ini, Ranvir mengumpulkan poin 346 berada pada peringkat pertama, lalu Aditya dengan 342 (kedua), serta pegokart Indonesia lainnya, Kimi Rae Fitriansyah dengan 321 (keempat), dan Calvin Wibowo dengan 316 (keenam). Sebenarnya, dengan perolehan poin yang relatif rapat ini, pegokart di posisi 6 besar, memiliki peluang hampir sama untuk menyandang gelar juara Asia 2018. Hanya saja, Aditya masih berusia 9 tahun ini, paling berpengalaman di antara 3 pegokart, yang berlaga di Micro Max tahun ini. Pada 2016 lalu, Adit, sapaanya, mencuri perhatian kalangan olah raga motor. Meski berusia 7 tahun, ia meraih IMI Award 2016, berkat prestasinya menjuarai sejumlah even gokart tingkat nasional dan level internasional. Salah satunya, menjadi juara nasional termuda kelas Kadet Rok Kejurnas Eshark Rok Cup National Championship 2016. (Adt)

Proyeksi Event Internasional, Kemenpora Dorong Atlet Junior Isi Kuota 60 Persen Skuat Indonesia di SEA Games 2019

Dua pelari asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Zohri (belakang), dan Muhammad Fadlin, melakukan selebrasi, usai meraih medali perak di nomor lari estafet 4x100 meter, pada Asian Games 2018 lalu. Zohri yang masih berusia 17 tahun, menjadi atlet prioritas guna mengisi kuota 60 persen, skuat Indonesia di ajang SEA Games 2019 Filipina. (Riz/NYSN)

Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga akan mewajibkan komposisi atlet junior 60 persen dari total atlet yang diajukan pengurus cabang olahraga untuk mengikuti SEA Games 2019, di Filipina. “Kata kuncinya, prestasi itu bisa meningkat saat atlet sering bertanding dengan negara lain dengan puncak penampilan di kejuaraan multi-cabang olahraga, seperti SEA Games. Kami mendorong atlet junior, agar punya pengalaman dalam SEA Games,” kata Menpora Imam Nahrawi, usi Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Kamis (25/10).. Kemenpora kini menganggarkan pembinaan atlet jelang SEA Games 2019, ASEAN Para Games 2019, dan kualifikasi Olimpiade 2020 dalam bidang peningkatan prestasi olahraga terutama sebesar Rp500 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. “Hasil dalam SEA Games 2019 akan menjadi batu loncatan ke Olimpiade 2020 serta Asian Games 2022 di China,” kata Menpora. Menpora mengatakan Indonesia telah memiliki atlet-atlet yang masuk kualifikasi Olimpiade 2020, dan Paralimpiade 2020 yang juga memakai anggaran Rp500 miliar itu. “Bujet Rp500 miliar itu tidak semuanya untuk atlet yang mengikuti SEA Games 2019, melainkan juga bagi atlet yang mengikuti kualifikasi Olimpiade,” kata Menpora. Ia mengakui anggaran pemusatan latihan nasional pada 2019, lebih kecil dibanding anggaran pada 2018. “Pada 2018, anggaran sebesar Rp735 miliar, itu naik karena ada Asian Games. Anggaran menjadi tantangan bagi Kemenpora, untuk mencari terobosan lain. Dan ini waktu yang tepat untuk meyakinkan publik, agar terlibat dan bagaimana menyiasati pendapatan atau bantuan dari sponsor,” tegas pria asal Bangkalan, Madura ini. Anggaran pelatnas untuk 2019 turun dibandingkan tahun ini.Penurunan itu berimbas pada anggaran yang akan dikucurkan kepada federasi cabang olahraga, yang bertanggung jawab membina atlet. Pada 2019, Indonesia sudah ditunggu dua multievent besar, yakni SEA Games Filipina dan kualifikasi Olimpiade 2010 Tokyo, untuk sebagian cabang olahraga. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana, berharap prestasi tak turun meskipun dana berkurang. Dia menekankan agar kualifikasi olimpiade dan persiapan SEA Games terpadu dan linier. “Latihannya ‘kan satu paket. Seperti atletik nomor lari 100 meter, ada Lalu Muhammad Zohri. Usianya masih 17 tahun dan dia ikut kualifikasi olimpiade, serta SEA Games juga. Tentu, selain untuk event SEA Games, ya juga lolos kualifikasi. Itu yang dimaksud keterpaduan linier,” jelasnya “Makanya, ada prioritas, khususnya untuk sport olympic. Tapi, itu pun bukan cabornya, melainkan number of eventnya, yang potensi medali yang dilihat. Itu yang akan prioritas untuk mendapatkan dana lebih,” dia menjelaskan. (Adt)

PP PBVSI Yakini Kejurnas Voli Antarklub U-17 Bakal Sengit, Menuju Persiapan Kejuaraan Junior Asia 2019

Tim Putra Vobgard DKI Jakarta (hijau) menjadi juara pada Kejurnas Voli Antarklub U-17, edis 2017 lalu, usai menekuk Pasundan Jabar dengan skor 3-0, di GOR Amongrogo, Yogyakarta. Pada 2018, event ini akan berlangsung di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 20-24 November 2018. (bolapsort.com)

Jakarta- Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) meyakini Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Antarklub U-17, pada 20-24 November, bakal berlangsung sengit. Hal itu dikatakan Hanny S. Surkatty, Ketua Bidang Pertandingan PP PBVSI, di Jakarta, pada Kamis (25/10). “Kejurnas U-17 lebih sengit, karena itu memang turnamen yang mempertemukan klub dengan materi pemain muda,” ujar Hanny. Diungkapkannya, saat ini negara lain di dunia tengah gencar melakukan pembinaan pemain usia muda. “Sekarang itu dunia memang sedang menggalakan pembinaan di bawah U-17. Sehingga mau tidak mau, Indonesia juga harus fokus untuk melakukan hal yang sama dengan negara-negara lain. Supaya nantinya jangan sampai tertinggal prestasinya,” jelasnya. Turnamen voli junior ini akan berlangsung di Jakarta, tepatnya di Gelanggang Olahraga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 20-24 November 2018. Ajang bergengsi yang masuk agenda PBVSI itu, akan melibatkan total 32 tim dari seluruh Provinsi di Tanah Air, dengan rincian, 16 tim putra dan 16 tim putri. Event ini sebelumnya dihelat di Malang, Jawa Timur (2015-2016), dan Yogyakarta (2017), serta diharapkan melahirkan bibit-bibit unggul voli Indonesia. “Dari event ini nantinya yang menjadi juara, akan kami ikutsertakan, pada Kejuaraan yunior Asia untuk tahun depan,” tukas Hanny. Untuk kategori U-17, beberapa klub tanah air sudah menyiapkan skuatnya. Diantaranya klub Maluku dan JVC, yang akan mewakili tim putra DKI Jakarta, pada event ini. Disusul Klub Vobgard dan Satria Muda, di bagian putri. Lalu Bali, yang akan diwakili Klub putra Kartini Batik Club (KBC) asal Gianyar. Sementara, tim asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan diwakili oleh tim Yuso Yogya putri remaja U-17, yang pada medio Juli 2018, berhasil menjadi juara pada event Kejurda bola voli remaja antarklub se-DIY. (Adt)

Jonatan Christie Nikmati Permainan, Gregoria Mariska Main Sabar di French Open 2018

Gregoria Mariska Tunjung. (Rizal/NYSN)

Paris- Melakoni duel di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Perancis, pada Kamis (26/10), tunggal Merah Putih Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung berhasil menjejak ke perempat final kejuaraan bulutangkis French Open 2018 BWF World Tour Super 750. Di babak kedua (16 besar), Jonatan sukses membuat wakil India Sai Praneeth B, tak berkutik. Pemegang medali emas Asian Games XVIII/2018 itu menang dua gim langsung yang memakan waktu 42 menit, dengan skor 21-16, 21-14. Hasil positif itu menambah catatan keunggulan penghuni Pelatnas PBSI Cipayung tersebut atas Praneeth menjadi 2-1. Pemain India ranking 26 dunia itu mengalahkan Jonatan pertama kali di Thailand Open 2017, rubber game, dengan skor, 17-21, 21-18, 21-19. Lalu, Jonatan membalas di ajang New Zealand Open 2018, rubber game, dengan skor 14-21, 21-19, 21-8. “Puji Tuhan saya main lebih enak dari kemarin. Jujur saya agak trauma dengan kekalahan di babak pertama, babak kedua. Sekarang saya nggak mau sia-siakan kesempatan. Saya mengatur pola pikir bahwa main di Paris ini enak, harus nikmati permainannya,” ujar Jojo, sapaannya, dikutip situs resmi PBSI, Jumat (26/10). Selanjutnya, Jojo bakal menantang wakil China sekaligus unggulan enam Chen Long. “Saya memang kurang konsisten, ini yang saya jaga terus. Saya jaga pola pikir di lapangan, nggak pikirkan yang kemarin-kemarin, yang penting hari ini,” lanjutnya. “Sekarang saya fokus recovery dan akan diskusi sama Anthony (Sinisuka Ginting) yang dua pertemuan terakhir bisa menang dari Chen. Tapi, speed saya dan Anthony kan beda, jadi harus saya sesuaikan juga dengan pola main saya sendiri,” tambah Jojo. Sementara itu, Gregoria sukses mengamankan tiket perempat final usai menyingkirkan pemain Denmark Mia Blichfeldt. Anak didik Minarti Timur itu butuh waktu 55 menit untuk mengunci kemenangan dalam duel tiga gim, dengan skor 13-21, 21-14, 21-11. “Di gim pertama lawan lebih menekan, sepertinya dia sudah mempelajari permainan saya di pertemuan sebelumnya. Dia dapat start-nya dan saya terbawa permainan dia yang cepat. Dia posturnya tinggi, jadi maunya ‘sabet-sabet’ saja,” terang Gregoria. “Saya mencoba main lebih sabar di gim kedua dan ketiga. Kalau sudah bisa lewati ini, lawan seperti bingung sendiri,” tambah pemegang gelar juara dunia junior 2017 itu. Berikutnya, Gregoria akan berduel dengan unggulan dua asal Jepang Akane Yamaguchi. Berdasarkan statistik, pemain kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus 1999 itu masih memimpin rekor pertemuan dengan pebulutangkis Negeri Sakura itu. Kemenangan Gregoria tercipta ketika tim beregu putri Indonesia berjumpa Jepang di Asian Games XVIII/2018. Gregoria menang rubber game, dengan skor 21-16, 9-21, 21-18. Diakuinya, Akane merupakan tipikal pemain kuat serta ulet, sehingga dirinya harus siap capek melakoni laga nanti. “Saya tidak berpikir kalau pernah menang dari dia. Siapa tahu sebelumnya dia sedang tidak in. Jadi kalau ketemu lagi, anggap saja skornya 0-0,” tukas peraih gelar juara Singapore International Series 2015 itu. (Adt)

Tembus Perempat Final Indonesia International Challenge 2018, Remaja 17 Tahun di Luar Dugaan Berhasil Tumbangkan Lawan Seniornya Dari Negeri Sakura

Surabaya- Tunggal Putra besutan PB Djarum Kudus Syabda Perkasa Belawa, sukses menembus perempat final kejuaraan bulutangkis ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challenge 2018’. Melakoni laga babak ketiga (16 besar), pada Kamis (25/10), ia berhasil memulangkan wakil Jepang Takuma Obayashi, dua gim langsung, lewat duel berdurasi 50 menit, dengan skor 21-16, 22-20. Remaja kelahiran Jakarta, 25 Agustus 2001 itu, mengaku tak menyangka bisa memenangi duel dengan pemain asal Negeri Sakura itu. Sebab, menurutnya, lawan memiliki ranking lebih baik darinya. Berdasarkan catatan, Obayashi menempati ranking 201 dunia, sedangkan Syabda merupakan penghuni ranking 473 dunia. “Hasil ini di luar dugaan. Kalau dilihat dari ranking lawan lebih baik, dia juga lebih senior dari saya. Tak menyangka saja bisa menang,” ujar Syabda di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman Surabaya, Jawa Timur, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Kamis (25/10). Lolos ke perempat final, semifinalis India Junior International Grand Prix 2018 (tunggal putra) itu, berharap bisa terus menghadirkan kejutan. “Masuk perempat final belum puas. Harapannya bisa terus melaju,dan memberikan perlawanan,” imbuh lulusan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2013 itu. Berikutnya, ia akan saling ‘bunuh’ dengan wakil Indonesia lainnya, Chico Aura Dwi Wardoyo, yang menempati unggulan 11, guna memperebutkan tiket semifinal. “Besok (Jumat, 26/10) ketemu Chico. Kalau melihat peluang, tentu saja masih ada. Tinggal bagaimana di lapangannya saja nanti. Saya harus siap main alot,” tukas Syabda. (Adt)

Empat Pertandingan Duel Penuh Gengsi, Buka Laga DBL 2018 DKI Jakarta East Region

Juara bertahan Seri Jakarta 2017, SMAN 22, akan bergabung bersama 29 tim (21 putra dan 8 putri) guna mengarungi perjalanan panjang Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region. Bertempat di GOR Pulo Gadung, Jakarta Timur, liga basket Pelajar se tanah air seri DKI Jakarta ini akan dihelat 26 Oktober - 2 November. (DBL)

Jakarta- Sebanyak 29 tim (21 putra dan 8 putri) siap mengarungi perjalanan panjang Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Bertempat di GOR Pulo Gadung, liga basket bergengsi se tanah air seri DKI Jakarta akan dihelat 26 Oktober – 2 November. Empat laga pada sektor putra akan tersaji pada opening party, Jumat (26/10). Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region jadi rangakain terakhir, dari tiga regional lainnya, sebelum babak Champoonship. West Region (area Jakarta Barat), North Region (area Jakarta Utara dan Pusat), dan South Region (area Jakarta Selatan), telah lebih dulu menyelesaikan rangkaian pertandingan. Empat tim (dua tim putra dan dua tim putri) yang masuk babak final, nantinya akan bergabung dengan tiga region lainnya. Mereka akan bertarung di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 pada 10-17 November mendatang di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta Selatan. Petualangan panjang itu dibuka oleh laga antara sang juara bertahan, SMAN 22 Jakarta, yang akan meladeni SMAN 14 Jakarta. Lalu, dilanjutkan laga dua debutan yang baru ambil bagian di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. Antara SMAN 12 Jakarta kontra SMA Labschool Jakarta. Serta salah satu big match di Jakarta Timur, yang mempertemukan SMAN 21 Jakarta kontra SMAN 36 Jakarta. Laga opening party akan ditutup oleh SMA Fons Vitae 1 melawan SMAN 42 Jakarta. Sebagai juara bertahan, SMAN 22 Jakarta berjanji akan tampil ngotot demi menjaga asa mempertahankan gelar. Kapten tim Riverside (julukan SMAN 22) merasa beruntung bisa bermain di hari pembuka. “Jujur, saya deg-degan menghadapi opening. Tapi, ya ini adalah langkah awal demi mempertahankan gelar,” ujar Daffa Rizky, kapten tim SMAN 22. Duel penuh gengsi pun jadi tajuk utama pada salah satu laga opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 East Region, pada Jumat (26/10), di GOR Pulogadung. Finalis tiga tahun silam, SMAN 21 Jakarta, akan meladeni perlawanan dari sang rival, SMAN 36 Jakarta. Kedua tim sudah sering berjumpa sebelumnya. Termasuk pada Honda DBL DKI Jakarta edisi 2014. Pada pertemuan terkhir itu, tim asuhan Rizqy Almushaddieq harus bertekuk lutut di hadapan SMAN 36. Mereka takluk dengan skor tipis 28-26, SMAN 21 kalah satu bola. Kekalahan yang sangat membekas bagi Dust (julukan SMAN 21) itu, jadi misi utama mereka untuk menebusnya. Ditambah, prestasi tim yang bermarkas di daerah Kayu Putih itu terus tergerus usai menembus babak final pada 2015 lalu. Setahun setelah masuk final, Dust tersungkur oleh SMAN 3 Jakarta. Lalu, pada tahun 2017, lagi-lagi mereka harus angkat koper di awal usai kalah dengan lawan yang sama di tahun sebelumnya. Sebagai kapten tim Dust, Rizki Andika menuturkan pertandingan hari ini merupakan laga hidup mati bagi timnya. “Kemenangan melawan SMAN 36 itu hal mutlak yang harus dicapai oleh kami. Target kami tahun ini juara. Artinya, kami harus bermain dengan lebih fokus dan all out untuk dapat memenangkan laga hari ini,” tegasnya. Rizki menilao, SMAN 36 bukanlah lawan yang mudah. Kedua tim saling membunuh saat head to head. Rizki menyatakan SMAN 36 memiliki skuat yang kompeten. “Semua pemainnya bagus sih, hanya saja sang kapten Bari Daffa patut dikawal dengan ketat,” ujar student athlete berusia 17 tahun itu. Sementara dari sang lawan, SMAN 36. Bertemu salah satu rival menjadi hal yang menarik bagi tim asal Rawamangun tersebut. Bukti bila mereka mampu menyingkirikan salah satu pesaing terberatnya demi trofi di Jakarta Timur. “Kami telah ikut DBL dari tahun 2014, namun belum pernah menyicipi final. Karena itu, jika kami bisa mengalahkan mereka, tentu kami lebih percaya diri menggapai juara, ujar Bari Daffa, kapten tim SMAN 36. Jika menilik pada sejarah, prestasi terbaik SMAN 36 adalah lolos babak 8 besar Honda DBL DKI Jakarta tahun 2016. Namun, kala itu perjalanan mereka terhenti oleh salah satu tim kuat SMAN 3 Jakarta. Sementara pada tahun 2017, mereka harus menelan pil pahit dari SMAN 34 Jakarta, pada babak awal. “Mereka (re: SMAN 21) memiliki first dan second team yang sama bagusnya. Terutama salah satu pemainnya yang menonojol, Irfan Fadilah, kami tak boleh lengah demi meraih Championship. Kami tak mau gagal lagi,” tegas Bari. Sang pelatih SMAN 36, Frangky de Fretes berharap agar timnya berjuang hingga akhir. “Intinya jangan nyerah dan nggak perlu takut. Team work dan percaya sama Tuhan,” ujarnya untuk para anak asuhnya. Dengan persiapan serta motivasi juara dari kedua tim, tentu mereka siap saling terkam pada laga pembuka. Bersamaan dengan itu, terdapat pula tiga pertandingan yag tak kalah seru. Di antaranya SMAN 12 Jakarta kontra SMA Labschool Jakarta, lalu ada SMAN Fons Vitae 1 Jakarta yang akan menjajal SMAN 42 Jakarta. Dan tentunya laga antara sang jaura bertahan SMAN 22 Jakarta melawan SMAN 14 Jakarta. (Adt)

Demi Komposisi Skuat Yang Lebih Matang, PP PGSI Gelar Kejurnas Gulat U-23 Pada Awal Desember

Jelang persiapan SEA Games 2019 Filipina, Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) akan menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas) gulat U-23, pada 6-10 Desember 2018, di Grobogan, Jawa Tengah. (bolapsort.com)

Jakarta- Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) akan menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas) gulat U-23 pada 6-10 Desember 2018 di Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit pegulat masa depan Indonesia. “Salah satu agenda PP PGSI pada 2018 adalah mengadakan Kejurnas U-23. Setelah itu, akan ada lagi Kejurnas level junior, senior, dan kader. Ini Kejurnas pertama kali di level U-23, tampil di Grobogan, Jawa Tengah,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PGSI, Gusti Randa, dalam rilisnya, pada Kamis (24/10). Menurut Gusti Randa, Grobogan dipilih sebagai tuan rumah karena Jawa Tengah adalah provinsi yang paling siap menggelar kejuaraan ini. Namun, ia belum bisa memastikan berapa banyak atlet yang akan berpartisipasi pada ajang ini. Gusti menjelaskan, PP PGSI tengah fokus mempersiapkan atlet lebih dini untuk nantinya memiliki persiapan yang matang pada SEA Games 2019 di Filipina. Terlebih, cabang olahraga gulat kemungkinan besar dapat dipertandingkan di event olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara itu. “Persiapan kita untuk seleksi atlet timnas, saat ini sudah bisa dilakukan sedini mungkin. Karena kami tak mau, hal yang sama terjadi seperti situasi timnas gulat di Asian Games 2018. Saat ada kepengurusan baru, tiba-tiba sudah tersedia atletnya,” ujarnya lagi. PP PGSI, kata Gusti, tak sempat menjaring atlet muda sejak terbentuk kepengurusan baru, karena mereka langsung berhadapan dengan event Asian Games 2018. Akibatnya, mereka mengandalkan atlet-atlet yang sudah tersedia. “Untuk persiapan SEA Games 2019, kami mendapatkan atlet yang banyak. Selain Kejurnas, bisa dari Pra PON (Pekan Olahraga Nasional), Porprov (Pekan olahraga Provinsi), atau dari mana saja, sehingga kita banyak mendapatkan atlet dan seleksinya lebih enak,” terang salah satu Exco di kepengurusan PSSI pimpinan Edy Rahmayadi itu. Pada bagian lain, Gusti menjelaskan, sebelum Kejurnas tersebut, PP PGSI juga akan menggelar rapat kerja nasional pada 4-6 Desember 2018. Baik Kejurnas maupun rapat kerja nasional, diputuskan dalam rapat yang dipimpin Ketua Umum PP PGSI, Trimedya Panjaitan, pada Senin (22/10) lalu. (Adt)

16 Tim Ramaikan Persaingan Livoli 2018, Ajang Seleksi Atlet Muda SEA Games 2019 Filipina

PP PBVSI kembali menggelar kejuaraan nasional Livoli 2018, pada 28 Oktober - 4 November 2018, sekaligus menjadi ajang seleksi atlet muda untuk SEA Games 2019, Manila, Filipina. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) kembali menggelar kejuaraan nasional Livoli, pada 28 Oktober – 4 November 2018. Sebanyak 16 tim, terdiri dari 8 tim putra dan 8 tim putri bakal meramaikan persaingan event rutin tahunan itu. Sekaligus ajang seleksi jelang SEA Games 2019, Manila, Filipina. “Mudah-mudahan di ajang Livoli ini kami dapatkan pemain muda berbakat untuk regenerasi mengikuti event internasional. Ada waktu 10 bulan sebelum SEA Games Manila,” ujar Hanny S. Surkatty, Ketua Bidang Pertandingan PP PBVSI (demisioner), di Jakarta, Kamis (25/10). Livoli 2018 mengikutsertakan klub Divisi Utama dan Divisi Satu sebagai ajang pemanasan sebelum memulai Proliga 2019. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) masih menjadi sponsor utama untuk Livoli 2018. Pada Livoli 2018, delapan tim putra akan tampil yakni Bhayangkara Samator Surabaya, TNI AU Jakarta, Indomaret Sidoarjo, Sukun Yuso Gunadarma Yogyakarta, Berlian Bank Jateng Semarang, Surya Muda Salatiga, dan dua tim promosi dari Divisi Satu, yakni PU Grobogan Jateng, serta Bina Cijaura Bogor. Sedangkan delapan tim putri adalah Bank Jatim Surabaya, PGN Popsivo Polwan, TNI AU Jakarta, Petrokimia Gresik, TNI AL Jakarta, Alko Bandung, serta dua tim promosi dari Divisi Satu, yaitu JWS Sulut, dan LNG Bontang. Untuk Livoli Divisi Utama bakal dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ki Mageti, Magetan, Jawa Timur, pada 28 Oktober – 4 November 2018. Dan, Livoli Divisi Satu bakal digelar di GOR Dimyati, Kota Tangerang, Banten, pada 12-18 November 2018. Hanny menegaskan Livoli tak kalah menarik dengan Proliga, sebab akan terjadi persaingan ketat diantara para peserta. Menurutnya, dua tim terbawah pada kejuaraan di Magetan, Jawa Timur, akan terkena degradasi ke Divisi Satu. Sedangkan dua tim teratas pada Livoli 2018 Divisi Satu, lanjut Hanny, bakal mendapatkan promosi di Divisi Utama. “Jadi dipastikan kejuaraan di Magetan nanti akan berlangsung ketat. Sebab, semua tim tidak ingin terlempar ke Divisi Satu,” tegas Hanny. Sementara itu, Santiaji Gunawan, Group Head Strategic Stakeholder Manajemen PT PGN, menyebut PGN Livoli memiliki peran strategis bagi pembinaan atlet nasional. Melalui kompetisi Livoli, ungkap Santiaji, para pemain muda dapat menimba ilmu dari para atlet senior yang telah berlaga di Proliga. “Seperti tahun lalu, Livoli juga berperan dalam meningkatkan kualitas para pemain untuk Asian Games. Kami menyadari untuk memajukan olahraga nasional khususnya bola voli dibutuhkan banyak kompetisi yang berjenjang, untuk itu PGN tetap berkomitmen menyelenggarakan PGN Livoli 2018,” terang Santiaji. (Adt)

Syaratkan 70 Negara Jadi Anggota Federasi, Pemerintah Perjuangkan Pencak Silat ke Olimpiade

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berupaya memperjuangan cabang olahraga (cabor) pencak silat bisa dipertandingkan di pentas dunia, Olimpiade. (Kemenpora)

Den Haag- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berupaya memperjuangan cabang olahraga (cabor) pencak silat agar dipertandingkan di pentas dunia, Olimpiade. Syarat untuk bisa dipertandingkan di pesta multievent negara-negara se-dunia itu, federasi olahraga pencak silat internasional minimal memiliki 70-75 negara anggota. Sebelumnya, pencak silat sukses dipertandingkan di Asian Games XVIII/2018, pada Agustus-September lalu. “Bagi saya pencak silat adalah warisan olahraga dan budaya Indonesia yang harus terus dikembangkan. Dan sebagai wakil pemerintah, saya terus mendorong pencak silat masuk olimpiade,” ujar Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Den Haag, Belanda, pada Selasa (23/10). Dalam kesempatan itu, Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, didampingi YM. I Gusti Agung Wesaka Puja (Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda), dan Olivier Blancquaert (Ketua Pencak Silat Belanda). Melihat pesatnya perkembangan pencak silat, pemerintah Indonesia tak ingin kehilangan momentum mempromosikan olahraga pencak silat keseluruh dunia. Kini, federasi olahraga pencak silat internasional telah memiliki 49 negara anggota yang terdiri dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia. Di kawasan Asia terdapat 25 negara anggota, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Jepang, Korea, India, Laos, Myanmar, Pakistan, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakstan, Tajikistan, Turkmenistan, Kyrgyztan, Yordania, Kuwait, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Sedangkan Afrika yakni Mesir, Maroko, Afrika Selatan, dan Suriname. Kemudian Kanada, Chili, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru (Oseania). Sementara negara Eropa, seperti Austria, Belgia, Bosnia, Denmark, Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Norwegia, Portugal, Spanyol, Swiss, Turki, dan Inggris. Imam menyebut di pentas Asian Games 2018, pencak silat mendapat sambutan dan perhatian yang luar biasa dari negara-negara Asia. Sehingga, menurutnya, untuk bisa masuk Olimpiade, pemerintah tidak akan pernah berhenti untuk mendorong pencak silat ke pentas dunia. “Kemenpora bersama Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) nanti akan terus bekerja bersama-sama untuk mengembangkan ke negara-negara lainnya, karena persyaratan untuk bisa dipertandingkan pada Olimpiade yakni minimal terdapat 70-75 negara anggota,” tukas Imam. (Adt)

Pakai Shuttlecock Synthetic, Choirunnisa Singkirkan Yuki Suzuki di Indonesia International Challenge 2018

Choirunnisa menyingkirkan wakil Jepang Yuki Suzuki, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada babak pertama (32 besar) 'Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challenge, dengan skor 21-12, 21-19. (PBSI)

Surabaya- Tunggal putri Indonesia Choirunnisa tanpa kesulitan melaju ke babak kedua (16 besar) kejuaraan bulutangkis ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challenge 2018’, pada Rabu (24/10). Remaja putri kelahiran 31 Agustus 1999 itu, butuh waktu 32 menit untuk menyingkirkan wakil Jepang Yuki Suzuki, di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada babak pertama (32 besar), dengan skor 21-12, 21-19. Usai laga, Choirunnisa mengaku tak menemukan kendala di pertandingannya kali ini. “Hanya saja tadi harus sedikit beradaptasi dengan shuttlecock, karena di sini memakai shuttlecock synthetic, sehingga butuh penyesuai dulu,” ujar pemain tunggal besutan PB Mutiara Cardinal Bandung, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Rabu (24/10). Di laga selanjutnya, Kamis (25/10), Choirunnisa ditantang wakil Indonesia lainnya, yakni Made Dea Surya Saraswati yang menang atas Silvi Wulandari, rubber game, dengan skor 19-21, 21-19, 25-23. “Buat besok lebih siap lagi, lebih fokus, dan harus siap capek karena lawan tidak bisa dianggap remeh. Semoga saya bisa tampil maksimal disetiap laga, dan berharap bisa juara,” tukas pemegang gelar Singapore International Series 2018 itu. (Adt)

Jelang Kejurnas Anggar Pada November, IKASI DKI Jaya Gelar Kejurprov 27-28 Oktober

Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) DKI Jaya di bawah komando Ketua Umum Suradji periode 2018-2022 yang terpilih dalam Musprov, segera menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada 27-28 Oktober. (tribunnews.com)

Jakarta- Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) DKI Jaya di bawah komando Ketua Umum yang baru, Suradji, periode 2018-2022 yang terpilih dalam Musprov, segera menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada 27-28 Oktober. Ketua Pengprov Ikasi DKI Jaya, Suradji mengatakan tujuan kejurprov ini digelar yakni  persiapan kejuaraan nasional (Kejurnas) pada 1-7 November yang akan berlangsung di Jakarta, dan ajang seleksi atlet pelatda menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. “Kami harus bergerak cepat, karena kami harus mempersiapkan atlet menghadapi kejurnas yang waktunya sudah dekat. Selain itu, kami harus menggelar pelatda menghadapi PON 2020 mendatang,” kata Suradji, di sela-sela Rapat Persiapan Kejurprov di Jakarta, pekan lalu. Kejurprov mempertandingkan nomor, pra-kadet U-12-14 tahun (foil), kadet 14-17 (foil, EP, saber) putra-putri, yunior 17-20 tahun semua nomor, senior 20 tahun ke atas semua nomor. Sementara untuk pembinaan, akan dilangsungkan nomor usia dini di bawah 12 tahun, khusus untuk nomor foil. Sekretaris Umum Pengrov Ikasi DKI Jaya, Ganefiono mengatakan, diharapkan prestasi para atlet DKI Jaya menjadi barometer daerah lainnya. Ia juga mengatakan, khusus untuk Kejurprov ini, atlet SEA Games dan Asian Games, mendapat fasilitas wild card dalam kejurnas nanti. “Selama ini Ikasi DKI Jaya belum memberikan kontribusi yang maksimal untuk DKI Jaya maupun nasional. Namun, dengan kepengurusan baru ini prestasi akan lebih baik. Dan mudah-mudahan permintaan Ketua Umum Ikasi Pusat, agar DKI Jaya menjadi barometer bisa terjawab,” paparnya. (Adt)

Pegolf Amatir 11 Negara Bersaing di Depok, Indonesia Andalkan Ribka Vania Paska Tampil di Olimpiade Remaja Argentina

Ketua Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) Mudjo Suwarno (kiri), Deputi III Kemenpora Raden Isnanta (kedua kiri), Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Golf Indonesia (PGI) I Gusti Putu Gede (ketiga kanan), perwakilan Emeralda Golf Club Fajarudin Simanjuntak (kedua kanan), dan CEO Rych Water Grup Rudy Chandra, dalam jumpa pers Turnamen Piala Menpora-Emeralda 2018 bersama atlet-atlet golf nasional, di Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Selasa (23/10). (Antaranews.com)

Jakarta- Sebanyak 144 pemain golf amatir dari 11 negara akan saling bersaing dalam Turnamen Piala Menpora-Emeralda 2018, yang akan berlangsung di lapangan Emeralda Golf Club, di Tapos, Depok, pada 25-27 Oktober. “Dengan kompetisi yang semakin intensif dan pembinaan merata, cabang golf di Indonesia akan semakin merata prestasinya dan makin banyak atlet yang akan mengikuti seri internasional,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Raden Isnanta di Jakarta, Selasa (23/10). Isnanta mengatakan turnamen Piala Menpora-Emeralda yang telah hadir selama tiga tahun berturut-turut itu membangkitkan semangat atlet untuk terus berkompetisi sehingga mampu mewakili Indonesia dalam setiap kejuaraan bergengsi internasional. Sejumlah negara yang akan mengikutsertakan pegolf amatirnya dalam turnamen bertajuk “Road to Asia-Pacific” itu antara lain dari Australia, China, India, Korea Selatan, Malaysia, dan Swedia. Ketua Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) Mudjo Suwarno, selaku penyelenggara Turnamen Piala Menpora-Emeralda 2018 mengatakan, hanya 36 peserta terpilih yang akan masuk pada babak final dari 144 pemain yang menyatakan akan turun di Depok itu “Kami akan memberikan hadiah berupa pengiriman tiga pemain terbaik putra dan tiga pemain terbaik putri, ke turnamen tingkat ‘A’ di Jepang, Korea Selatan, atau Australia dengan biaya sepenuhnya dari PAGI,” kata Mudjo. Indonesia, lanjut Mudjo, akan mengikutsertakan atlet-atlet golf terbaiknya dari 24 provinsi. “Kami akan memberikan fasilitas bebas biaya pendaftaran, fasilitas antar-jemput dari bandara-hotel-bandara dan selama turnamen, serta bebas biaya akomodasi hotel,” katanya. Sedangkan Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Golf Indonesia (PGI) I Gusti Putu Gede mengatakan, event ini menjadi salah satu turnamen uji coba bagi atlet Pelatnas seperti Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Kevin Akbar, Almay Rayhan, Marcella Pranovia, serta Ribka Vania, yang baru mengikuti Olimpiade Remaja di Argentina. “Kami berharap atlet-atlet nasional kami, bisa juara dalam turnamen itu, sehingga mereka dapat dikirim mengikuti turnamen Asia-Pasifik, sehingga menambah jam terbang untuk menyiapkan diri dalam SEA Games 2019,” tukas Putu Gede. Salah satu atlet muda potensial yang diproyeksikan PGI adalah Vania, atlet kelahiran Bandung 25 April 2000. Dara lulusan SMA Katolik Trinitas di Bandung ini, selain tampil di Argentina, juga menjadi andalan timnas Indonesia dalam event Asian Games 2018 lalu. Ia kini menjadi anggota skuat Pelatnas SEA Games 2019. Pemusatan latihan nasional PGI membidik keikutsertaan atlet nasional dalam dua turnamen hingga Desember 2018, sebagai bekal persiapan jelang SEA Games 2019. “Kami akan tampil di Piala Menpora-Emeralda 2018, dan kejuaraan di Pondok Indah pada akhir tahun nanti,” jelasnya Ia memastikan bila atlet-atlet Indonesia memang tak akan mengikuti event internasional hingga akhir 2018, dan hanya fokus mengikuti dua kejuaraan di Jakarta dan Depok itu. Pelatnas PGI terdiri dari 11 atlet yang terdiri dari enam atlet putra dan lima atlet putri, yang akan terus berlatih dan mengikuti SEA Games 2019, tanpa ada promosi ataupun degradasi. “Kami ingin pemain-pemain pelatnas dapat meraih gelar juara Piala Menpora-Emeralda 2018, sehingga mereka dapat mengikuti kejuaraan Asia-Pasifik dan menambah ilmu dalam kompetisi internasional,” pungkasnya. (Adt)

Kondisi Belum Fit, Pemain 17 Tahun Asal PB Djarum Kudus Lolos ke Babak 32 Besar International Challange

Syabda Perkasa Belawa berhasil menaklukan Dean Bencha Wijaya, 21-6, 21-12, pada babak 32 besar 'Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challange 2018', di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (23/10). (PB DJARUM)

Surabaya- Syabda Perkasa Belawa, tunggal putra PB Djarum Kudus, berhasil lolos ke babak kedua (32 besar) dalam event kejuaraan bulutangkis bertajuk ‘Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challange 2018’, pada Selasa (23/10). Pemain kelahiran Jakarta, 25 Agustus 2001 itu, mampu menaklukan kompatriotnya Dean Bencha Wijaya, straight game, 21-6, 21-12, dalam tempo 21 menit, di babak pertama (64 besar), di Gelanggang Olahraga (GOR) Sudirman, Surabaya, Jawa Timur. Semifinalis Malaysia Junior International Challenge 2018 itu mengaku kondisinya belum fit usai membela tim putra U-19 pada Superliga Junior 2018, pekan lalu. “Kalau musuh tidak menyulitkan saya. Tapi, kondisi belum fit usai pertandingan Superliga kemarin,” ujar Syabda, usai laga dikutip situs resmi PB Djarum, Selasa (23/10). Namun, ia berharap maksimal pada turnamen berhadiah total 25.000 dollar Amerika Serikat (AS) itu. ”Ingin tampil maksimal, dan mengeluarkan kemampuan yang dimiliki,” lanjutnya. Di babak 32 besar, pada Rabu (24/10), pemain berpostur 1,63 meter itu akan berjumpa dengan Jia Wei Tan, asal Malaysia sekaligus unggulan 15. “Lawan memang diunggulkan dari saya. Tapi, dipertandingan besok, ya sebisa mungkin saya akan memberikan perlawanan. Semoga bisa meraih kemenangan,” tukas pemuda yang kini duduk di rangking 468 dunia versi WBF. (Adt)

Jadi Runner-up di SYNC 2018, Saint John’s Catholic School Akui Kualitas Skuat SMA YP Karya

Kiper SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang (Hijau), saat menghadang pemain SMA Saint John’s Catholic School, dalam laga final ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’ cabang futsal. SMA YP Karya menjadi juara, usai menang dengan skor telak 10-2, pada Selasa (23/10). (Riz/NYSN)

Serpong- SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang, Banten, menjadi kampiun di ajang ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’. Tim futsal putra yang dimotori Bagus Setiadi itu, sukses mengalahkan SMA Saint John’s Catholic School, Serpong, dengan skor telak 10-2, di laga final, pada Selasa (23/10). Di partai krusial, pesta gol SMA YP Karya diawali oleh aksi Bagus yang melakukan tendangan terarah dan tepat bersarang disisi kanan gawang SMA Saint John’s Catholic School, membuat skor berubah 1-0. Gol yang diciptakan SMA YP Karya itu berhasil meruntuhkan mental bermain tim besutan Randy Djielyandi ini. Meski begitu, tim tuan rumah berusaha keras mengejar ketertinggalan. Sempat mendapatkan peluang, namun tembakan pemain SMA Saint John’s Catholic School masih jauh dari sasaran. Alih-alih mengejar ketertinggalan, justru gawang SMA Saint John’s Catholic School kembali bobol oleh sepakan Bagus. Bahkan tim sekolah yang berlokasi di Cipondoh, Kota Tangerang itu, kembali memanen gol masing-masing melalui Hasnan Habib, Ikhsan Nurhidayat, Abdul Kholis, dan Bagus. Babak pertama berakhir dengan skor 6-0. Memainan babak kedua, para pemain SMA Saint John’s Catholic School mencoba bangkit. Mereka menebar ancaman ke jantung pertahanan lawan. Hasilnya, Ariel Jetro Christo Manurung berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. Skor berubah 1-6. Tak butuh waktu lama, SMA YP Karya mampu membalas lewat aksi individu Aris Sunandar. Satu gol kembali tercipta melalui kaki Bagus, yang tampil impresif sepanjang laga berlangsung. SMA Saint John’s Catholic School akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol ‘hiburan’ dari pemain yang akrab disapa Thegar. Meski berada di atas angin, tim tamu tak mengendurkan serangan. Bahkan, mereka berhasil menambah dua gol lewat Dendi Nugraha Prasetyo, dan Hasnan Habib. Skor 10-2 untuk SMA YP Karya ini bertahan hingga wasit meniup pluit tanda pertandingan berakhir, sekaligus memastikan meraih gelar juara di ajang ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC) 2018’. Sedangkan posisi tiga diraih SMK Al-Amanah, Setu, Kota Tangerang Selatan, yang menang atas SMKN 1 Kota Tangerang, Banten. Randy, juru racik tim futsal SMA Saint John’s Catholic School, menyebut tim lawan memiliki kualitas permainan yang bagus. “Peluang di pertandingan tadi sebenarnya ada, tapi kami mengakui lawan memiliki kualitas pemain yang bagus, baik secara individu maupun tim,” ujar Randy, usai laga. Namun, ia tetap memberi apresiasi anak asuhnya yang berjuang keras di final ini. “Kami tetap apresiasi para pemain yang sudah berusaha dan berjuang dengan keras untuk bisa meraih kemenangan. Tapi, memang hasilnya belum maksimal. Kedepan, mereka harus lebih fokus,” lanjutnya. Sementara itu, Hikmat, arsitek tim futsal SMA YP Karya, mengaku belum puas terhadap penampilan Bagus Setiadi Cs. Sebab, menurutnya, para pemain belum menemukan lawan yang seimbang, sehingga kualitas permainan mereka bisa lebih teruji. “Belum puas 100 persen melihat penampilan mereka tadi. Karena mungkin lawan pernah mereka kalahkan disaat penyisihan, sehingga karena sudah tahu kemampuan lawan, jadi mereka menganggap remeh,” terang Hikmat. “Inilah yang membuat masing-masing pemain ingin menunjukkan skill pribadi, bukan secara tim. Mungkin lain cerita kalau misalkan lawan memiliki kemampuan di atas tim kami, bisa lebih teruji,” tambahnya. Di pertandingan lainnya, tim futsal putra SMP Annisaa Kota Tangerang Selatan, menyabet gelar juara usai menaklukan tuan rumah SMP Saint John’s Catholic School, dengan skor 7-2. Dan, peringkat ketiga direbut SMP Global Islamic School, Serpong, Tangerang Selatan, usai menyudahi SMP Ehipassiko, Serpong, Tangerang Selatan. Nur Illahi, pelatih tim futsal SMP Annisaa, mengatakan prestasi skuatnya itu sudah sesuai target. “Hasil ini sesuai target bahwa kami harus juara. Padahal, di babak penyisihan kami ketemu dan kalah dengan skor 1-3. Tapi, hari ini anak-anak bermain lebih lepas dan enjoy,” tutur pria yang juga guru pendidikan jasmani (Penjas) itu. Disisi lain, Randy yang juga menukangi tim futsal SMP Saint John’s, menegaskan timnya hanya kalah mental, dan tak beruntung. “Kami juara pool, dan lawan runner-up pada saat penyisihan. Mental kami jelek, beberapa kali kebobolan, akibat bola lambung dari kiper yang dilempar langsung ke pertahanan kami,” imbuhnya. “Dipertandingan tadi para pemain juga kurang siap, dan sering ragu-ragu, sehingga hasilnya kurang memuaskan. Yang pasti kualitas permainan mereka meningkat sejak dari penyisihan hingga ke final,” pungkas Randy. (Adt)

Nivea Men Liga TopSkor U-17 Siap Bergulir, Pemain Bakal Tampil Dengan Jam Terbang Tinggi

Nivea Men Liga TopSkor U-17 segera bergulir mulai 28 Oktober 2018 hingga pertengahan April 2019. Laga perdana musim 2018/2019 ini, akan dibuka pada Minggu (28/10), di Stadion Bea Cukai Rawamangun, Jakarta. (Pras/NYSN)

Jakarta- Nivea Men Liga TopSkor U-17 segera bergulir. Laga perdana musim 2018/2019 ini, akan dibuka pada Minggu (28/10), di Stadion Bea Cukai Rawamangun, Jakarta. Jumpa pers penyelenggaraan kompetisi yang sebelumnya menggelar kompetisi untuk U-16 ini, dilakukan di Wisma Kemenpora RI Jakarta, pada Selasa (23/10). Hadir dalam acara tersebut adalah Deputi III Kemenpora Raden Isnanta, Direktur Liga TopSkor M. Yusuf Kurniawan, pelatih Timnas U-16 Indonesia Fakhri Husaini, serta dua pemainnya yakni Rendy Juliansyah dan Andre Oktaviansyah. Raden Isnanta atas nama Menpora RI Imam Nahrawi mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Nivea Men Liga TopSkor U-17 musim ini. Diharapkan dari kompetisi ini makin banyak pemain yang terpantau ke timnas usia muda Indonesia. Sedangkan Yusuf mengungkapkan usaha menggelar kompetisi ini tidaklah mudah. Namun, dengan segala usaha dan didukung Nivea Men, gelaran kompetisi usia muda ini kembali bisa diselenggarakan dan berlangsung hingga pertengahan April 2019. Rencananya ada 20 tim yang bertanding di Nivea Men Liga TopSkor U-17. Jumlah tim itu dibagi ke dala dua grup. Nantinya dari penyisihan dua grup, akan dipecah menjadi 5 grup berdasarkan peringkat. Dengan begitu akan terdapat banyak pertandingan yang dijalani pemain. Dan, memang itulah yang diharapkan karena pemain butuh jam terbang tinggi dalam berkompetisi. Fakhri sebagai pelatih yang nantinya akan menangani Timnas U-17, berharap dari kompetisi ini bisa memunculkan pemain yang pantas untuk direkrut. Tapi dipastikan para pemain yang berkompetisi, harus menunjukkan kemampuan optimal. Pasalnya para pesaing dari banyak daerah juga punya peluang yang sama untuk masuk ke timnas. Sementara Rendy dan Andre yang sejak lama berkiprah di Liga TopSkor sejak U-13, menyambut positif kompetisi seperti ini. Dengan ada kompetisi yang berjenjang, membuat para pemain tidak khawatir kehilangan tempat untuk mengasah kemampuan. “Kompetisi ini benar-benar memicu kami untuk memberikan yang terbaik. Semangat yang sama membakar kami sehingga dapat mengharumkan nama Indonesia di Piala AFF U-16 dan AFC U-16 kemarin, bersama pelatih dan teman-teman timnas,” ungkap Rendy. (Adt)

Gelar Kadispora Cup 2018, Turnamen Basket SMA Tingkat Nasional Yang Jadi Seleksi Atlet Pra PON Bali

Sebanyak 18 Tim Putra-Putri tampil dalam Turnamen Basket SMA tingkat Nasional, dengan titel Kadispora Cup 2018. Turnamen ini digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar, mulai 22-28 Oktober dan memperebutkan Piala Kadispora. (republika.co.id)

Denpasar- Bali sejak lama dikenal sebagai lumbung pemain basket top Indonesia. Cokorda bersaudara, I Made Lolik Sudiadnyana, dan Riko Hantono menjadi nama pebasket kebanggaan Tanah Air pada masanya. Dan untuk melestarikan tradisi tersebut, Bali kini menggelar Kadispora Cup 2018. Sebanyak 18 Tim SMA Putra-Putri akan berlaga di kejuaraan bola basket SMA tingkat Nasional itu. Turnamen ini akan digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar, mulai 22-28 Oktober dan memperebutkan Piala Kadispora. Hajatan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bali dan menggandeng All Star Winners (ASW) sebagai mitra. Turnamen ini diharapkan mencetak bibit-bibit pebasket baru khususnya di Provinsi Bali. “Prestasi diasah dari kompetisi yang berjalan dengan baik dan konsisten. Kejuaraaan ini akan kami jadikan sebagai ajang seleksi pemain Pra PON Bali. Mereka nantinya adalah penerus kami di generasi selanjutnya,” ucap Cokorda Satrya Wibawa, selaku ketua panitia dalam rilis kepada media. Tidak hanya peserta asal Bali, event ini ternyata juga diminati sekolah dari luar Bali, seperti SMK 1 Bina Bakti Bandung dan SMA Kesuma Mataram (putra) dan tim putri SKO Ragunan Jakarta. “Kepada seluruh peserta saya ucapkan selamat bertanding. Silakan berkompetisi namun tetap menjaga sportivitas dan persaudaraan. ASW dan Dispora Bali ingin melihat dan mencetak Cokorda Bersaudara, Lolik, Riko Hantono yang baru agar nama Bali tetap disegani di Indonesia,” ujar Ali Santoso Wibowo, mantan pebasket Bali era 90an. Pelatih SMA Negeri 1 Denpasar, IGN Rusta Wijaya, menyambut baik diadakannya Kadispora Cup 2018. Eks pebasket Pelita Jaya yang membawa timnya juara back to back DBL tersebut merasa kompetisi harus digelar secara rutin. “Semoga turnamen ini menjadi agenda tahunan. Harapan kita semua, turnamen yang pertama ini bisa sukses dan menjadi salah satu turnamen yang bergengsi di Pulau Bali”, ujar Rusta. Panitia Kadispora Bali juga berencana mempertandingkan eksebisi basket antar sekolah dasar, yang diikuti oleh empat SD antara lain SD Cipta Dharma, SD Saraswati 2, SD Saraswati 3, SD Bali Public School. Selain itu juga akan ada hadiah bagi suporter SMA terbaik selama ajang Kadispora 2018 berlangsung. (Adt)

Bukti Keangkeran Denmark Terbuka 2018, Juara Di Semua Nomor Berstatus Rangking 1 Dunia

Duet berstatus rangking satu dunia, yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi kampiun di kejuaraan Bulutangkis Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750, setelah di final menang mudah atas wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-15 dan 21-16, di Odense Sport Park, pada Minggu (21/10). (Badzine.net)

Odense– Odense Sport Park, venue Denmark Terbuka, memang sangat angker bagi pebulutangkis level dunia. Buktinya semua yang juara di kejuaraan Bulutangkis Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750, hanyalah pebulutangkis pemegang rangking 1 dunia. Juara tunggal putra Denmark Terbuka, merupakan juara dunia pemegang rangking 1 BWF, yaitu Kento Momota. Di partai final, pebulutangkis asal Jepang ini, mengalahkan pemegang rangking 4 dunia asal Taiwan, Chou Tien Chen, dalam pertarungan ketat rubber game, 22-20, 16-21 dan 21-15 selama 77 menit. Juara di tunggal putri juga dipegang rangking satu dunia, yakni Tai Tzu Ying. Pebulutangkis asal Taiwan ini menjuarai Denmark Terbuka, setelah di final mengalahkan pemain India, Saina Nehwal. Dalam pertandingan tiga gim itu, akhirnya Tzu Ying menang dengan poin akhir 21-13, 13-21 dan 21-6. Hal yang sama juga terjadi di ganda putra. Pasangan yang menjuarai kategori ini juga berstatus rangking satu dunia, yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Kevin/Marcus mengunci gelar Denmark Terbuka, setelah di final menang mudah atas wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-15 dan 21-16. Sedangkan di dobel putri, pasangan rangking satu dunia, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota juga unggul dari duet senegaranya, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto dalam dua gim dengan poin 21-19 dan 21-16. Dan di ganda campuran, pemegang rangking 1 dunia di kategori ini juga naik podium juara, yakni pasangan China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Mereka merebut juara, setelah mengalahkan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, dua gim dengan poin 21-16 dan 21-13. (Adt)

Sepeda Nusantara 2018 Etape Manakarra, Cetak Generasi Emas Olahraga Mamuju

Sepeda Nusantara 2018 etape Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, yang dilepas Irwan Satya Pababari (Wakil Bupati Mamuju), diharapkan bisa mencetak generasi emas olahraga di Kota Mamuju. (istimewa)

Mamuju- Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, dipenuhi ribuan orang. Mereka adalah peserta yang melakukan senam ria disela event Sepeda Nusantara 2018, pada Minggu (21/10). Sepeda Nusantara merupakan salah satu program andalan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), di bawah komando Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga). Memulai start di depan Monumen Gong Perdamaian, Kota Mamuju, ribuan peserta larut dalam kemeriahan Sepeda Nusantara 2018 etape Manakarra, yang dilepas Irwan Satya Putra Pababari (Wakil Bupati Mamuju), bersama Abdul Rafur (Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Pengawasan Kepramukaan Kemenpora), dengan menempuh jarak sepanjang 10 km melintasi Kota Mamuju. Dalam event itu, semua kalangan, baik anak-anak, remaja, hingga orang tua, memenuhi tiap sudut jalan di Kota yang menjadi jembatan ekonomi maupun budaya diantara Kota Palu (Sulawesi Tengah) dan Makassar (Sulawesi Selatan) itu. Seluruh peserta berbaur bersama dengan Wakil Bupati, dan perwakilan Kemenpora, serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), maupun pejabat Muspida Mamuju. Hingga garis finish, para peserta tetap semangat meski panas matahari menyengat. “Kami mengapresiasi kegiatan Sepeda Nusantara dari Kemenpora dengan program andalannya ‘Ayo Olahraga’. Melalui kegiatan ini, kita bisa bertemu, bersilaturahmi melalui olahraga sepeda,” ujar Irwan. “Sepeda Nusantara ini merupakan gerakan masyarakat untuk hidup sehat,” lanjutnya. Ia menyebut sekitar 1500 peserta yang mendaftar bukan hanya dari Mamuju, namun ada yang berasal dari luar daerah. Menurutnya, antusias peserta terjadi karena olahraga sepeda ini terbilang murah, dan hampir semua masyarakat Mamuju memiliki sepeda, terlebih masyarakat Mamuju juga gemar berolahraga. “Gabungan ini diharapkan akan membuat generasi Mamuju makin sehat dan menjelma menjadi generasi emas olahraga Mamuju. Untuk itulah, kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Kemenpora tetap kami nantikan,” ungkapnya. Irwan menjelaskan Mamuju terus membenahi sarana dan prasarana olahraga yang ada. Dan, dengan adanya Sepeda Nusantara ini pembenahan itu bisa makin digalakkan. Apalagi, tambah Irwan, bila pemerintah pusat memberikan perhatian dan dukungan, sehingga ada pemerataan sarana olahraga di seluruh daerah. Sementara itu, Rafur mengatakan jika kegiatan bersepeda melalui Sepeda Nusantara ini merupakan kebiasaan yang baik di masyarakat. “Dulu ada slogan, Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyaakat, maka kini Kemenpora memantapkannya dengan tagline ‘Ayo Olahraga’. Masyarakat di seluruh Tanah Air perlu terus berolahraga untuk tetap sehat dan meningkatkan prestasi Indonesia di tingkat internasional,” ungkap Rafur. “Kita baru saja sukses penyelenggaraan dan prestasi di Asian Games XVIII dan Asian Para Games III. Bukan saja harus dipertahankan, namun perlu ditingkatkan. Mamuju diharapkan bisa melahirkan atlet dengan prestasi nasional dan internasional,” kata Abdul Rafur. Disisi lain, ia menyoroti bahwa dengan olahraga sepeda ini masyarakat bisa makin bergairah berolahraga dan beraktifitas. Rafur berharap suatu hari nanti ada Hari Wajib Sepeda di Mamuju. “Jadi melalui Sepeda Nusantara dengan tagline ‘Ayo Olahraga’ dari Kemenpora ini diharapkan masyarakat Mamuju makin semangat berolahraga,” tegas Rafur. (Adt)