Tekuk Unggulan Empat, Duet Lucky/Helena Asal PB Djarum Rebut Tiket Perempat Final Sirnas U-19 Jakarta Open 2018

M. Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari (PB Djarum Kudus) melaju ke perempat final usai menang atas Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso (PB Exist Jakarta/4), 21-14, 17-21, 21-13, di ajang Sirnas Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 19 Tahun (U19), Selasa (11/9). (PB Djarum)

Jakarta- Duet taruna M. Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari asal PB Djarum Kudus menghadirkan kejutan pada ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 19 Tahun (U19). Berlaga di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), Selasa (11/9), Lucky/Helena merebut tiket perempat final usai memulangkan wakil PB Exist Jakarta sekaligus unggulan empat, Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso, dalam duel rubber game 45 menit, dengan skor 21-14, 17-21, 21-13. Di pertandingan babak kedua (16 besar), kendati mampu mencuri kemenangan di gim pertama, dengan skor 21-14, namun Lucky/Helena harus mengakui ketangguhan lawan di gim kedua, dengan skor 17-21. Memainkan gim penentu, Lucky/Helena berusaha bangkit dan tidak mudah menyerah. Hasilnya, mereka menutup gim penentu dengan kemenangan meyakinkan 21-13. Usai laga, Helena menyebut kunci kemenangan mereka adalah yakin dan fokus. “Kami yakin dan fokus. Permainan depan lawan tadi sangat bagus, tapi saya berusaha untuk ambil alih,” ujar pebulutangkis putri kelahiran Sleman, 1 Maret 2001 itu. Lucky menambahkan, dirinya dan kolega mampu merebut gim pertama karena menerapkan tempo permainan cepat serta tidak mau kalah start dari lawan. Namun, akibat salah menerapkan tempo di gim kedua, mereka dipaksa menyerah oleh Dejan/Tsavanne. “Di gim ketiga coba dipaksain mainnya, karena kami tak mau kalah lawan mereka,” terang Lucky. Di perempat final, Lucky/Helena akan menantang Viorel Joan Fernando/Dhea Bunga Anjani asal PB Jaya Raya Jakarta yang menyingkirkan wakil PB Djarum Yoggi Pamungkas/Fauzia Kartikasari, rubber game, 12-21, 21-13, 21-12, dalam tempo 41 menit. Ini menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan. “Pertandingan nanti kami yakin dan optimis saja,” tegas Lucky. Sedangkan Helena mengungkapkan akan berusaha maksimal pada laga perempat final nanti. “Semoga bisa memberikan permainan terbaik,” tukas Helena. (Adt) Hasil 16 Besar Ganda Campuran Sirnas Premier Jakarta Open 2018, Kategori Usia 19 Tahun (U19): M. Juan Elgiffani/Windi Siti Mulyani (PB Victory Bogor/1) vs Caesar Bagus Sadewa/Nur Aisyah (PB Exist Jakarta) Skor : 21-9, 22-20 Muchammad Choirunnizar Chan/Denisa Dwi Syawaliah Budiani (PB Jaya Raya Jakarta) vs Ari Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (PB Mutiara Cardinal Bandung/5) Skor : 21-14, 25-23 Naufal Ligo Saufik/Ayu Gary Luna Maharani (PB Djarum Kudus/3) vs Genta Gusti Pidriansyah/Hilda Nur Fadilah (PB SGS PLN Bandung) Skor : 22-20, 21-14 Ferdian Mahardika Ranialdy/Annisa Mubarokah (PB Jaya Raya Jakarta-PB Fifa BC Sidoarjo/6) vs Ghiyats Afif Waliyudin/Alma Andrawina A (PB Victory Bogor) Skor : 21-18, 21-14 Viorel Joan Fernando/Dhea Bunga Anjani (PB Jaya Raya Jakarta) vs Yoggi Pamungkas/Fauzia Kartikasari (PB Djarum Kudus) Skor : 12-21, 21-13, 21-12 M. Lucky Andres Apriyanda/Helena Ayu Puspitasari (PB Djarum Kudus) vs Dejan Ferdinansyah/Tsavanne Bethalia Putri Mertoso (PB Exist Jakarta/4) Skor : 21-14, 17-21, 21-13 Dwiki Rafian Restu/Aldira Rizki Putri (PB Djarum Kudus/8) vs Yoga Prasetyo/Regina Abela Rullyanda (PB Daihatsu Candra Wijaya) Skor : 21-18, 19-21, 21-16 Alif Rafsyah Mauthuthihona/Rayhan Vania Salsabila (PB Mutiara Cardinal Bandung/2) vs Joshua David Wardana/Tessa Anjali Karouw (PB Tangkas Intiland Jakarta) Skor : 19-21, 21-9, 21-19

Timnas Pelajar Putri Tumbang Dua Kali, Pelatih Akui Gara-Gara Salah Strategi

Pelatih Cecep Firmansyah sedang memberikan instruksi, kepada timnas basket pelajar putri Indonesia yang bertanding di ajang Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018 di Yogyakarta, 7-15 September. (tempo.co)

Yogyakarta– Tim Basket Pelajar Putri Indonesia terpaksa menjadi lumbung poin bagi lawan-lawannya pada Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018, di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Ini karena mereka tidak mampu bersaing hingga game kedua, hingga akhirnya menyerah Thailand 58-76, pada Senin (10/9). Sehari sebelumnya, Srikandi Indonesia itu takluk dari China 50-62. Tanda-tanda Indonesia inferior atas Thailand bisa dilihat sejak tip off. Adelaide Wongsohardjo dkk tidak bisa mengimbangi permainan tim asal Negeri Gajah Putih di kuarter pertama. Hingga akhirnya kuarter pertama ditutup dengan skor 25-11, untuk kemenangan Thailand. Superioritas Thailand berlanjut di kuarter kedua. Tim pelajar Indonesia hanya mampu mencetak 14 poin sementara Thailand melesat dengan 19 poin. Kuarter kedua ini pun menjadi milik Thailand dengan kedudukan 44-25. Pelatih tim Srikandi Indonesia mendapatkan wejangan dan motivasi di pinggir lapangan memasuki kuarter ketiga. Harapannya, waktu istirahat 12 menit dan suntikan motivasi itu meledakkan permainan Adelaide Wongsohardjo dkk di kuarter ketiga. Sempat membuka kran poin di kuarter ini melalui dua kali free throw Salsabila Oktavia Adi Tisar. Konsistensi ini tidak bertahan lama. Namun, Ledakan di awal itu tidak membuat perolehan poin Indonesia membalikkan kondisi. Para Srikandi Muda Indonesia itu dipaksa akui kehebatan tim asal Negeri Gajah Putih 35-57. Hegemoni berlanjut sampai kuarter akhir. Para Srikandi Indonesia yang tampak lelah, semakin sulit mengimbangi permainan cepat Thailand. Pertandingan ini pun ditutup dengan kedudukan 76-58 untuk Thailand. Dengan hasil ini, berat bagi tim puteri Indonesia melaju ke final mengingat Thailand sudah mengemas dua kemenangan. “Kita parah (bermain buruk) di kuarter 1 dan 2. Mental anak-anak down sejak kuarter pertama kalah terlalu jauh. Sehingga ke sininya mudah baca lawan. Ini salah saya yang salah terapkan game plan,” ungkap Pelatih Timnas Basket Pelajar Putri, Tjetjep Firmansyah, usai pertandingan. Kesalahan yang dimaksud Tjetjep adalah game plan saat defense. Dia berpatokan permainan Thailand melawan Hongkong sehari sebelumnya. Ketika itu, shooter three point mereka jelek. Strategi zona defense pun dipakai untuk meredam amukan pemain Thailand. Eh ternyata, saat melawan Indonesia shooter three point mereka hidup. “Kita salah pakai zona marking di awal, setelah melihat three point mereka saat lawan Hongkong sepertinya gak bagus. Eh pas mereka lawan kita, malah three point nya bagus. Inilah basket. Cina yang mengalahkan kita saja, bisa takluk 81-73 kepada Hongkong,” jelasnya. (Adt)

Susul Tim Basket Pelajar Putri, Indonesia Juga Kalah Dari China di Laga Perdana

Tim basket Pelajar Indonesia (putih), saat melakukan sesi ujicoba dengan klub NSH Jakarta, jelang tampil di 8th Asian school Basketball Championship 2018, di GOR Among Rogo, Yogyakarta. (jakartainformer.com)

Yogyakarta- Tim basket pelajar Indonesia harus kembali menelan kekalahan, di hari pertama 8th Asian school Basketball Championship 2018. Kali ini, giliran tim basket pelajar Putra merah putih yang kembali takluk dari Cina. Bermain di GOR Amongrogo, pada Minggu (9/9), Indonesia belum mampu mengalahkan lawan mereka di hari pertama, yakni Cina. Sebelumnya, tim basket pelajar putri Indonesia juga menelan kekalahan dari lawan yang sama, siang tadi. Berharap bisa membalas kekalahan tim srikandi muda, tim basket pelajar putra malah mengalami hal yang sama. Michael James dan kawan-kawan harus takluk dengan skor 71-99. Di kuarter pertama, Indonesia secara mengejutkan bisa mengimbangi permainan para pebasket muda Cina. Namun, sama seperti tim putri, faktor perbedaan postur tubuh yang kentara dan stamina, membuat anak asuh Rifki Antolyon itu pun harus mengakui keperkasaan pelajar negeri tirai bambu. Tim basket pelajar Indonesia akan menghadapi Thailand pada hari kedua, kejuaraan basket Pelajar Asia ke-8 ini. Pada Senin (10/9), tim putri akan bermain lebih dulu di sesi siang, sedangkan tim putra akan bermain di sesi sore. (Adt)

50 Peserta Lolos Final Audisi Umum, Mulai Besok Masuk Karantina di Asrama PB Djarum

50 peserta Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, yang berakhir pada Minggu (9/9), akhirnya dinyatakan lolos ke babak grand final, dan memasuki tahap karantina, mulai 10 - 15 September 2018. (antaranews.com)

Kudus– Rangkaian Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, berakhir pada Minggu (9/9). Sebanyak 50 peserta akhirnya dinyatakan lolos ke babak grand final, dan akan memasuki tahap karantina, mulai 10 hingga 15 September 2018. Puluhan calon peraih beasiswa bulutangkis dari Djarum Foundation itu, akan berpisah dari orangtua, dan berdomisili di Asrama PB Djarum. Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menyatakan, para peserta akan diliburkan selama sehari, pasca rangkaian pertandingan di babak grand final. Keesokan harinya, di bawah pengawasan pelatih PB Djarum, atlet belia ini mulai menjalani berbagai jenis latihan. “Program yang kami terapkan mencakup tes fisik, yang melibatkan ahli nutrisi dan gizi serta pelatih fisik, dan kami pantau konsistensi dan semangat adik-adik selama Tahap Karantina,” ujar Fung, pada Minggu (9/9) Final Audisi Umum dimulai pada Jumat (7/9), mempertemukan 219 pebulutangkis hasil Audisi Umum di delapan kota. Para pelatih tim PB Djarum sepakat untuk meloloskan para peserta tersebut. Keesokan harinya, Babak I digelar dengan hasil 91 peserta lolos di fase awal ini. Para pebulutangkis yang lolos, masih harus melalui Babak II yang digelar pada hari yang sama. Di babak ini, para finalis menuntaskan satu pertandingan. Pada Sabtu, 8 September 2018, tim pelatih PB Djarum meloloskan 65 peserta yang kemudian akan bertanding di Babak Grand Final, Minggu 9 September 2018. Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan mengucapkan terima kasih kepada para orangtua yang mengantarkan anaknya untuk mengikuti Audisi Umum ini, menyalurkan dan mengembangkan bakat anak-anaknya melalui olahraga bulutangkis. “Melalui Audisi Umum yang kami gelar tiap tahunnya di berbagai kota di Indonesia, merupakan tahap awal merintis cita-cita menjadi pebulutangkis yang andal,” katanya. Melalui program tahunan Djarum Foundation ini, lanjut Budi, diharapkan kelak muncul pemain-pemain bulutangkis yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. “Bagi kami akan jadi sebuah kebanggaan tersendiri jika anak-anak hasil Audisi Umum yang kemudian dibina di PB Djarum, dapat menjadi bagian dari sejarah dunia melalui prestasi bulutangkis,” ujar Budi. (Adt) U-11 Putri 0032 – Jolin Angelia (Kota Medan) 0049 – Rumaisya Farra Assajida (Kabupaten Boyolali) 0052 – Khalisha Nur Hanifah Ramadhani (Kabupaten Klaten) 0065 – Mayla Cahya Afiliani Patiwi (Kabupaten Bandung) 0111 – Madinah Dell Azzahra (Kota Kendari) 0115 – Azifa Ploy Stacy (Kabupaten Klaten) 0127 – Charlieta Aline Sumarko (Kota Semarang) 0151 – Jane Maira Faiza (Kabupaten Banyumas) 0158 – Halifia Usni Pratiwi (Kabupaten Kudus) 0188 – Nathania Prasetya (Kota Kediri) U-13 Putri 0001 – Iffah Amalia Azzahra (Kabupaten Cirebon) 0002 – Chelsea Veby Andela (Kabupaten Ngawi) 0005 – Aura Zalfa Syafiya (Kabupaten Bekasi) 0039 – Delvi Tasya Subrata (Kota Jakarta Selatan) 0042 – Lintang Ari Rahmawati (Kabupaten Sukoharjo) 0063 – Renata Dama Kusuma (Kabupaten Banyumas) 0119 – Sheila Lidia (Kabupaten Nganjuk) 0138 – Sausan Dwi Ramadhani (Kota Depok) 0156 – Salsabila Amiradana (Kota Jakarta Selatan) 0180 – Laudya Chelsea Griselda (Kabupaten Sleman) 0205 – Elsa Auriya (Kota Balikpapan) 0211 – Azranaysha Pandya Adhita (Kabupaten Sukoharjo) 0215 – Nadia Pritasari (Kabupaten Tanah Laut) U-15 Putri 0007 – Meylissa Dwi Auliya (Kabupaten Pati) 0056 – Septia Ningrum Rahmadani (Kabupaten Jepara) 0061 – Aurelia Salsabila (Kota Surabaya) 0121 – Chelsea Putri Mairera Sensa (Kabupaten Banyuwangi) U-11 Putra 0004 – Muhammad Hazeral Masyhur (Kota Gorontalo) 0026 – Alvin Febryan Santoso (Kota Tangerang Selatan) 0053 – Raziq Ibnu Sabri (Kabupaten Karanganyar) 0062 – Fredy Marcello Cesar (Kabupaten Wonogiri) 0067 – Muhammad Nashrulloh Alhabsyi (Kabupaten Boyolali) 0081 – Briliano Taufiq Daffa Al Rasyid (Kabupaten Pati) 0090 – Muhammad Arya Bimasena (Kabupaten Banyumas) 0102 – Grendly Alkatib Lumintang (Kota Kotamobagu) 0110 – Nazwan Abdillah (Kota Samarinda) 0133 – Calvin Chandra Irawan (Kota Bekasi) 0137 – Radithya Bayu Wardhana (Kota Tanjung Pinang) 0141 – Satria Adi Nugroho (Kabupaten Banyumas) 0145 – Livio Cicero Benedicto Paat (Kota Manado) U-13 Putra 0006 – Mohamad Rafly (Kabupaten Gorontalo Utara) 0089 – Muhammad Raihan Nur Alamsyah (Kota Bekasi) 0099 – Devin Artha Wahyudi (Kabupaten Merangin) 0186 – Bryan Dave Limbowo (Kabupaten Parigi Moutong) 0196 – Kevin Satrio Wibowo (Kabupaten Kudus) 0198 – Alfa Wahyudinata (Kabupaten Banyumas) 0212 – Muhammad Pranandha Adhitya (Kabupaten Cilacap) U-15 Putra 0060 – Muhammad Faqih Anshori (Kota Samarinda) 0168 – Fabian Dimas Indrastata (Kabupaten Batang) 0199 – Muhamad Gayuh Wijaya (Kabupaten Sragen) Rincian jumlah peserta berdasarkan kategori usia: U-11 PUTRI = 10 U-13 PUTRI = 13 U-15 PUTRI = 4 U-11 PUTRA = 13 U-13 PUTRA = 7 U-15 PUTRA = 3 TOTAL = 50

Stamina Kendor dan Takluk dari China, Tim Pelajar Putri Indonesia Raih Hasil Minor di Laga Perdana

Sesi foto bersama jelang laga pertandingan 8th Asian School Basketball Championship (ASBBC) 2018 antara tim basket putri pelajar Indonesia (putih) melawan China. Pada laga Kejuaraan basket pelajar Asia 2018 ini, Indonesia takluk 50062. (krjogja.com)

Yogyakarta- Meski sempat memimpin sepanjang babak pertama, tim basket putri pelajar Indonesia akhirnya gagal merobohkan tembok China dan menyerah 50-62 (30 – 27) pada pertandingan pertama kejuaraan basket pelajar Asia di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Minggu (9/9). Sejak awal kuarter pertama, tim asuhan mantan pelatih nasional dan klub Aspac Cecep Firmansyah itu selalu memimpin perolehan angka tanpa pernah tersusul. Tapi memasuki pertengahan kuarter ketiga, China mulai mengancam dan secara perlahan mengejar ketinggalan. Untuk pertama kalinya, China pun menyusul perolehan angka 37-36 ketika kuarter ketiga terisa tiga menit Walau kembali unggul, putri Indonesia yang dimotori anggota tim Asia Games 2018 Adelaide “Lady” Wongsohardjo menyerah 44 – 46 pada kuarter ketiga. Memasuki kuarter terakhir, kembali terjadi pertarungan ketat dan China berhasil mempertahankan keunggulan perolehan angka. Ketika pertandingan menyisakan dua menit, tembok China semakin sulit dirobohkan dan memperbesar jarak keunggulan 56-50. Stamina menjadi salah satu titik lemah tim Indonesia menghadapi China dan akhirnya menyerah dengan skor akhir 50-62. Lady yang menjadi inspirator tim berkat pengalaman sebagai anggota tim Asian Games Indonesia, menyumbang 13 angka dan delapan rebound, disusul Lydia Maulida dengan mencetak delapan angka. Sementara angka tertinggi untuk tim China diraih pemain jangkung Zhang Ye Yao (20), disusul Liu Qi Yan (11). Usai pertandingan, pelatih Cecep Firmansyah mengaku sudah cukup puas dan permainan anak asuhnya karena setidaknya mereka sudah memperlihatkan daya juang dan pantang menyerah. “Pada babak pertama sudah bagus, tapi kondisi stamina sangat berpengaruh terhadap permainan, sehingga sulit mengembangkan permainan saat lawan sudah menemukan ritme mereka,” kata Cecep. Melihat peforma anak asuknya saat menghadapi China yang sejak awal memang sudah diunggulkan, Cecep berkeyakinan tim asuhannya bisa tampil lebih baik saat berhadapan dengan Thailand, Senin (10/9). “Menghadapi Thailand kita harus habis-habisan dan saya yakin bisa mengatasi lawan,” kata Cecep yang pernah mengantar tim senior putra Indonesia ke tangga juara Asia Tenggara (SEABA) pada 1996 di Surabaya. Setelah laga ini, srikandi Indonesia akan menjajal kekuatan Tim Putri Thailand pada Senin (10/9). Perjuangan tak kalah berat karena Thailand sebelumnya menang atas Tim Putri Hongkong China 70-69. Mereka dipastikan berjuang total guna memetik kemenangan untuk amankan posisi puncak di kejuaraan edisi kedelapan ini. (Adt)

Jadi Host Fase Nasional, Enam Tim Ikuti LIMA Football Region Jawa Timur di Malang

LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 akan meramaikan Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Jawa Timur, pada 9-15 September 2018. Enam Universitas turut meramaikan kompetisi sepak bola tahunan antarmahasiswa ini. (LIMA)

Malang- Sukses menggelar LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018 pada 23-30 Agustus lalu, pada musim keenam ini, LIMA menunjuk Malang Raya sebagai lokasi kedua penyelenggara LIMA Football, selain di Jakarta. Event yang bertajuk LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 itu akan meramaikan Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada 9-15 September 2018. Enam tim turut meramaikan kompetisi sepak bola tahunan antarmahasiswa ini. Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang pada musim lalu bergabung di Greater Jakarta Conference, kini masuk ke dalam peta persaingan regional Jawa Timur. Tak hanya UII, Universitas Darussalam (Unida) Gontor, juga menjadi peserta dari luar kota pergelaran. Empat tim lainnya yakni Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, dan Universitas Negeri Malang (UM). Prosesi upacara pembukaan LIMA Football: McDonald’s EJC 2018 menandakan dimulainya ajang ini. Rida Achmad, selaku General Manager LIMA, menegaskan bahwa LIMA tak hanya datang untuk menggelar kompetisi, tapi juga menjadi agen perkembangan manusia. “Ini kali pertama kami menggelar LIMA Football di Malang. Sebagai human development agents, kami tak hanya mencari prestasi, tapi juga mengajarkan pada mahasiswa soal pentingnya memiliki hard skill dan soft skill,” kata Rida pada sambutannya dalam upacara pembukaan yang digelar di Stadion Gelora Brantas, Batu, Minggu (9/9). Tak hanya dihadiri seluruh peserta dan perangkat pertandingan, perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Rita Triana, juga turut memberi kata sambutan dalam prosesi ini. “Kami berterima kasih kepada LIMA karena memberikan kontribusi perkembangan sepak bola, khususnya di tingkat mahasiswa di Jawa Timur. Kami berharap bisa melakukannya secara optimal dengan bersinergi antara perangkat pertandingan dan juga para peserta di sini. Kalian adalah tiket kemajuan Indonesia,” kata Rita. LIMA Football: McDonald’s EJC 2018 telah resmi bergulir. Nantinya, empat dari enam tim terbaik dari fase conference ini, akan kembali membuktikan kemampuannya di LIMA Football Nationals, yang masih akan berlangsung di tempat yang sama, pada 18-25 September 2018. (Adt)

Uji Coba Kedua Timnas U-19 Menang, Indra Sjafri Tunggu Satu Laga Lagi Jelang Mini Turnamen di Jakarta

Striker Timnas U-19 Todd Rivaldo Ferre (20), berebut bola dengan pemain Persibara Banjarnegara, pada laga uji coba kedua TC Piala Asia U-19, di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (8/9). Timnas U-19 menang tipis 2-1 pada laga ini. (kampiun.id)

Yogyakarta- Sebelum tampil di Piala Asia U-19 yang akan berlangsung 18 Oktober hingga 4 November, skuat Timnas U-19 melakukan persiapan demi meraih hasil maksimal. Tim asuhan Indra Sjafri itu menjadwalkan sejumlah pertandingan uji coba. Salah satunya kontra tim Liga 3, Persibara Banjarnegara, yang berlangsung pada Sabtu (8/9) sore. Bertanding di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta, Saddil Ramdani dan kolega menang tipis dengan skor 2-1. Pada babak pertama, Indra banyak menurunkan para pemain lapis keduanya. Hanya nama Rifad Marasabessy, kiper Muhammad Riyandi, dan Muhammad Rafi Syarahil yang turun sebagai starter. Sedangkan Saddil Ramdani, Syahrian Abimanyu, hingga Todd Rivaldo Ferre, masih duduk di bangku cadangan. Dengan komposisi tersebut, Timnas U-19 kerap tertekan, namun Garuda Nusantara berhasil unggul lebih dulu di babak pertama. Sriker Aji Kusuma, sukses mengkonversi umpan mendatar dari Aulia Hidayat di menit ke 32 dan menghasilkan gol bagi Tim merah putih. Memasuki babak 2, Timnas U-19 mulai memainkan skuat utama yang di proyeksikan tampil di piala Asia 2018. Hasilnya, Todd Rivaldo Ferre menambah keunggulan. Persibara hanya mampu memperkecil ketertinggalan, di menit-menit akhir pertandingan. Skor 2-1 tak berubah hingga laga usai. Dalam uji coba sebelumnya, Timnas U-19 takluk dari Semen Padang, 25 Agustus lalu. Indra menilai, kini ada perkembangan pemain selama latihan. “Secara keseluruhan ada peningkatan dari pemain setelah latihan selama ini. Saya yakin semua pemain akan lebih bekerja keras dalam latihan,” ujarnya usai laga, Sabtu (8/9). Dalam laga ji coba ini, pelatih berusia 53 tahun itu menurunkan dua tim berbeda, pada masing-masing babak. Menurutnya, langkah itu dilakukan guna mencermati performa pemain secara individu. Sebanyak 30 pemain dipantau Indra selama TC di Yogyakarta. “Kami lihat seminggu lagi dan mungkin ada dua pemain yang dipulangkan. Kami ambil 28 pemain, dan nanti ikut Timnas U-19 dalam mini turnamen di Jakarta. Namun, sebelum itu akan ada pencoretan,” tegas pelatih asal Padang itu. Timnas U-19 pun berencana menggelar satu partai uji coba lagi, sebelum hijrah ke Jakarta. Indra mengaku masih menunggu status lawan, dalam uji coba pamungkas bagi Nurhidayat dan kawan-kawan. “Kami berencana ada satu uji coba lagi, pada Sabtu (15/9). Tapi masih belum tahu siapa lawannya,” ungkapnya. Paska menjalani satu uji coba yang direncanakan pada 15 September, Tim Merah putih akan langsung berpindah latihan ke Jakarta. Sedangkan, Egy Maulana Vikri, dipastikan tampil bersama Timnas U-19, dalam turnamen Piala Asi U-19. Indra mengaku telah berkomunikasi intens dengan pemain yang kini bermain untuk klub Polandia, Lechia Gdansk itu. “Insya Allah, Egy datang tanggal 15 (September),” bilangnya. Sebelumnya sempat beredar kabar Egy bakal absen membela Garuda Muda dalam Piala Asia U-19. Hal ini menyusul dengan munculnya kritik media setempat di Polandia yang menyesalkan, jika Egy terus bolak balik ke Indonesia, mengikuti berbagai kompetisi internasional. Namun Indra, mengaku secara personal sudah berkomunikasi intensif dengan Egy, sehingga optimistis pemain itu bisa kembali ke tanah air, untuk mengikuti pemusatan latihan sementara, bersama Timnas U-19. Komunikasi personalnya dengan Egy juga didukung dengan komunikasi institusional, antara PSSI dengan klub Egy, Lechia Gdansk. “Saya berharap Egy segera bisa ikut pada ujicoba Timnas U-19 berikutnya,” ujarnya. Saat ini, ia mengizinkan para pemain yang sekarang mengikuti pemusatan latihan di Yogya, untuk membela klub masing-masing jika diperlukan. Namun, kebebasan itu hanya berlaku hingga Sabtu (15/9). Indra ingin persiapan Piala Asia U-19 dilakukan penuh semua pemain, selama sebulan. (art)

Indonesia Kuasai Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018, Korsel Rebut Tiga Gelar

Bobby Setiabudi, pemain tunggal asal PB Djarum harus mengakui ketangguhan Karono (1), di Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018, straight game, 21-15, 21-8. (PB Djarum)

Jakarta- Indonesia raih hasil positif, pada kejuaraan bulutagkis bertajuk ‘Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018′, di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), yang dihelat pada 3-8 September. Di kategori Usia 19 Tahun, skuat Merah Putih berhasil merebut tiga gelar juara, masing-masing dari nomor tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putra. Sedangkan Korea Selatan (Korsel) mengantongi gelar juara, dari nomor ganda putri dan ganda campuran. Di tunggal putra, wakil tuan rumah Karono (1) jadi kampiun, usai menekuk kompatriotnya Bobby Setiabudi (3). Memainkan laga berdurasi 35 menit, Karono menang straight game, dengan skor 21-15, 21-8. Bobby, pemain asal PB Djarum itu, mengaku kurang puas terhadap penampilannya pada pertandingan kali ini. “Terlalu kebawa pikiran mainnya. Padahal, lawan itu mainnya kuat. Tapi, saya sudah takut duluan,” ujar Bobby usai laga. “Coba main lepas, tapi malah nggak gereget juga mainnya, ya kurang melawan juga. Intinya kurang puaslah di pertandingan tadi,” lanjut pebulutangkis kelahiran Situbondo, Jawa Timur (Jatim), 22 Maret 2001 itu. Hasil positif juga diperoleh Yasnita Enggira Setiawan. Pemain tunggal unggulan enam asal tuan rumah itu menyingkirkan wakil Korsel Da Jeong Chung, rubber game, 21-19, 11-21, 21-14, dalam tempo 62 menit. Sedangkan di ganda putra, duet Viorel Joan Fernando/Ferdian Mahardika Ranialdy (2) hanya butuh waktu 44 menit, guna memastikan gelar juara usai mengandaskan perlawanan rekan senegara non unggulan, Dwiki Rafian Restu/Bernadus Bagas Kusuma Wardana, rubber game, 21-18, 14-21, 21-10. Sementara itu, Eun Seo Jang/Jung Hyun Lee (1) asal Negeri Ginseng, berhasil meraih gelar ganda putri, setelah melewati hadangan wakil tuan rumah, Rayhan Vania Salsabila/Putri Andini Wahyuningrum, dalam drama pertarungan rubber game berdurasi 59 menit, dengan skor 21-23, 21-15, 21-17. Dan, sektor ganda campuran, Korsel juga mengantongi gelar, melalui Dong Ju Ki/Jung Hyun Lee (1). Mereka terlalu perkasa bagi wakil tuan rumah non unggulan, Ferdian Mahardika Ranialdy/Annisa Mubarokah. Dong/Ju menang rubber game, 21-9, 16-21, 21-18, pada laga selama 45 menit. (Adt) Hasil Final Victor Exist Jakarta Open Junior International Championship 2018: Usia 17 1. Tunggal Putra Sulistio Tegar (Indonesia) vs Riki Takei (Jepang) : 21-10, 21-19 2. Tunggal Putri So Yul Lee (Korea Selatan/2) vs Aisyah Sativa Fatetani (Indonesia/5) : 21-17, 21-17 3. Ganda Putra Galuh Dwi Putra/Gabriel Christopher Winta Wijaya (Indonesia/3) vs Naufal Daffa Dio Risqullah/Christopher David Wijaya (Indonesia/1) : 21-9, 29-27 4. Ganda Putri Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia (Indonesia/2) vs Hye Jin Choi/So Yul Lee (Korea Selatan) : 21-11, 21-12 5. Ganda Campuran Crissandy Santosa/Melanni Mamahit (Indonesia/3) vs Muhammad Gibran Arfiansyah/Aisyah Salsabila Putri Pranata (Indonesia) : 21-16, 21-16 Usia 15 1. Tunggal Putra Justin Shou Wei Hoh (Malaysia/1) vs Mohamad Razif M. Fazriq (Malaysia/3) : 21-19, 21-16 2. Tunggal Putri Pitchamon Opatniput (Thailand/8) vs Tasya Farahnailah (Indonesia/1) : 14-21, 21-18, 21-15 3. Ganda Putra Justin Shou Wei Hoh/Mohamad Razif M. Fazriq (Malaysia/1) vs Deandra Ikhsan Gunawan/Zaidan Arrafi Nabawi (Indonesia/7) : 21-18, 21-17 4. Ganda Putri Nethania Irawan/Jessica Maya Rismawardani (Indonesia/7) vs Meilysa Trisas Puspita Sari/Rachel Allessya Rose (Indonesia/2) : 21-19, 21-15

Masuk Skuat Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018, Siswa Sekolah Kharisma Bangsa Tangsel Optimis Indonesia Bisa Bersaing

Saddam Asyurna (kaos hitam) saat mengikuti training center jelang keberangkatan tim basket putra sekolah Kharisma Bangsa ke Paris, Perancis, mengikuti kejuaraan dunia basket antar SMA, Juli lalu. (Adt/NYSN)

Yogyakarta- Kejuaraan basket pelajar Asia, Asian School Basketball Championship (ASBBC) 2018 resmi dibuka. Peresmian ini dilakukan di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Sabtu (8/9) malam. Ini merupakan kali kedelapan Asian School Basketball Championship digelar. Sebelum di Yogyakarta, ASBBC ketujuh digelar di Thailand. Dalam pembukaan kejuaraan basket pelajar ini, turut hadir juga Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana, yang mewakili Menpora Imam Nahrawi. Turut hadir juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Yogyakarta, Kadarmana Baskara Aji, yang mewakili Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Lewat Kadarmana, Sri Sultan Hamengkubuwuno X berharap, kompetisi seperti ini melahirkan atlet berprestasi bagi negara masing-masing. “Saya harap, dari kegiatan sekolah seperti ini, masing-masing negara bisa menghasilkan atlet yang berprestasi di masa depan,” tutur Kadarmana, mewakili pak gubernur. Kejuaraan ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Among Rogo, Yogyakarta. Kendati level Asia, namun kejuaraan tahunan ini hanya diikuti empat negara, yakni tuan rumah Indonesia, China, Hongkong, dan Thailand. Salah satu skuat tim basket putra, Saddam Asyurna, yang merupakan siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengaku pada kejuaraan basket pelajar Asia edisi kedelapan ini lawan yang dihadapi merupakan tim tangguh. Namun, remaja kelahiran 19 November 2001 itu tetap optimis bila Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara peserta lainnya. “Meski waktunya mepet , karena persiapan untuk TC (training center) itu hanya 10 hari, apalagi lawan yang dihadapi juga merupakan tim-tim tangguh,” ujar Saddam, Sabtu (8/9). “Tapi, kami sudah berlatih secara intensif. Mudah-mudahan semua bisa saling support untuk memberikan yang terbaik, sehingga bisa bersaing dengan peserta dari negara lain,” tambahnya. Ajang ini menggunakan sistem round robin, dimana tim yang bertanding saling bertemu. Menurutnya, China dan Hongkong memiliki kualitas materi pemain di atas Indonesia. Dan lawan juga unggul postur tubuh. “China dan Hongkong permainannya beda dengan Indonesia. Untuk Thailand, mudah-mudahan bisa imbang. Modal kami ya skill bagus, chemistry diantara sesama anggota tim, serta gameplay yang baik,” tegas Saddam. Hal senada diungkap Adelaide Callista Wongsohardjo. Penggawa putri Indonesia itu masih buta dengan kekuatan lawan. Menurut siswi SMA Katolik Santo Albertus Malang, Jawa Timur (Jatim), dirinya dan kolega belum pernah bertemu maupun menyaksikan permainan tim yang ikutserta, dalam kejuaraan pelajar Asia tersebut. “Semaksimal mungkin kami akan berusaha menampilkan permainan terbaik di kejuaraan Asia ini,” urai pebasket kelahiran Malang, Jatim, 12 Oktober 2001 itu. Diakui dara cantik yang baru saja memperkuat timnas basket putri Indonesia di Asian Games XVIII/2018 itu, waktu yang mepet membuat ia dan kawan-kawan sulit beradaptasi. Namun, Lady, sapaan akrabnya, meyakini saat pertandingan nanti bisa lebih baik. “Chemistry sekarang sudah mulai terbentuk. Semoga saat pertandingan nanti bisa lebih baik,” tukas amunisi klub Bima Sakti Malang itu. (Adt)

Sepekan Bertanding, Petenis Nasional Dominan di Kejurnas Tenis Junior Pelti Pati Open 2018

Para petenis yunior andalan tuan rumah, mendominasi daftar juara di beberapa kelompok umur (KU), pada kejuaraan nasional (kejurnas) bertajuk Junior Pelti Pati Open 2018, pada 3–9 September, di Lapangan Tenis Bakorwil I Pati, Jawa Tengah. (ISKnews.com)

Pati– Kejuaraan nasional (Kejurnas) Tenis Junior Pelti Pati Open 2018 benar-benar menjadi ajang kebolehan para petenis di Indonesia, khususnya Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dari kejuaraan tersebut, pengurus Pelti Pati mengaku bangga, karena banyak bibit petenis dari Pati, untuk level KU-10 dan KU 12. Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Pelti Pati, Joni Kurnianto di sela penyerahan hadiah juara tunggal putra mengatakan, banyak atlit tenis dari Pati yang naik mengikuti level di atasnya. Ia mencontohkan petenis berbakat tuan rumah, Diah Ayu Novita Yosri Saputri, yang seharusnya masuk KU-14, namun juga turun dinomor KU-16. “Ini berarti mereka ingin menguji kemampuan dengan para pemain level di atasnya. Mereka ini ingin mendapat tantangan yang lebih,” ujar Joni, pada Sabtu (8/9). Ia menambahkan, capaian ini merupakan hal yang positif, mengingat pembinaan yang sudah dilakukan Pelti Pati selama ini. All Pati Final terjadi di nomor tunggal putra KU 12, yang mempertemukan Andika Rizky Putra melawan Michael Ihsan Wicaksana. Duel sekota itu akhirnya dimenangkan Andika Rizky Putra dengan skor 8-1, di Lapangan Tenis Bakorwil I Pati, Jawa Tengah. Andika, siswa kelas 7 SMP Negeri 2 Pati, melenggang ke babak puncak setelah juga memenangi pertarungan menghadapi rekannya dari Pati, Natanael Santoso, 8-4. Sedangkan Michael Ihsan Wicaksana melaju ke final setelah mencatatkan kemenangan atas Ahmad Bey Nurmultazam. Petenis yunior Pati juga berhasil menjadi yang terbaik di nomor tunggal putra KU 10 tahun, yaitu Christian Dwi Widianto. Petenis yang saat ini bertengger di peringkat 9 nasional itu, menjadi juara setelah membukukan kemenangan atas Wicaksono Wahyu Trijati. Sementara itu, petenis asal Sukoharjo, Lucky Candra mengaku, jika kejurnas kali ini diikuti lebih sedikit pesera dari tahun sebelumnya. Namun, kualitas petenis jauh lebih baik. “Lebih sedikit dari tahun lalu, tapi kualitas pesertanya terbaik di Indonesia,” ungkap pemuda, yang menyabet juara dua ganda putra KU-18 ini. Selain itu, kejurnas yang diselenggarakan 3–9 September, ini dinilai para Pembina dan orang tua atlit sebagai kejuaraan dengan hadiah yang besar, dibanding kejuaraan serupa di daerah lain. Dalam kejuaraan tersebut, tak sedikit petenis nasional yang ikut ambil bagian, salah satunya Diah. Diah adalah petenis masa depan asli Pati, yang pernah mewakili Indonesia di ITF World Junior Tennis Competition, ITF Asia 14, dan Under Development Championship 2018. Remaja bertubuh kecil yang seharusnya turun pada KU-14, pada kejurnas kali ini memilih bertanding dinomor tunggal putrid KU-16. Meski ‘naik kelas’ di level usia bertanding, Diah sanggup mengunci partai final, meski akhirnya meraih juara kedua. Sementara dinomor ganda KU-16, petenis kelahiran Pati 9 November 2004, juga sukses membuat prestasi dan menyabet juara satu. (Adt)

219 Pebulutangkis Muda Bersaing di ajang Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018

219 peserta Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 saling bertarung meraih beasiswa bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Final ini digelar sejak Jumat (7/9) pagi di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. (tribunnews.com)

Kudus- Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 mulai digelar sejak Jumat (7/9) pagi di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 219 peserta saling bertarung untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation. Para atlet muda ini akan dipantau langsung para pelatih PB Djarum, selama tiga hari Final Audisi Umum. Pada acara seremonial pembukaan Final Audisi Umum, turut hadir Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Debby Susanto, Ihsan Maulana, Muhamad Ahsan, dan Kevin Sanjaya. Para atlet bulutangkis Indonesia hasil binaan PB Djarum yang berlaga di Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang tersebut, menyampaikan pesan motivasi kepada para finalis calon penerima beasiswa bulutangkis. “Masuk ke PB Djarum ini bagi kami adalah sebuah hal yang luar biasa. Adik-adik sudah melihat langsung prestasi yang dicapai kakak-kakak ini. Mereka adalah atlet-atlet yang sama seperti kalian nantinya, yang berasal dari PB Djarum,” jelas Tontowi. Sementara, Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi menyatakan apresiasi kepada ratusan peserta yang datang 107 provinsi tersebut. Fung juga mengucapkan terima kasih kepada orangtua serta para pelatih, yang telah mempersiapkan dan melatih calon-calon penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 tersebut. “Selamat datang pada peserta yang sudah jauh-jauh datang ke Kudus. Siapkan diri kalian, tak hanya fisik. Karena ini adalah tahap akhir dari rangkaian Audisi Umum pada tahun ini,” ungkap Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, saat membuka Final Audisi Umum untuk kota Kudus. “Selamat bertanding, keluarkan semua kemampuan kalian pada Final Audisi Umum kali ini,” tutur atlet peraih gelar juara Kanada Terbuka 1990, Jerman Terbuka 1990, dan Swiss Terbuka 1993 ini. Selain Fung, para pelatih PB Djarum yang terlibat dalam pemantauan terhadap atlet-atlet bulutangkis ini. Diantaranya yakni Ari Yuli Wahyu Hartanto, Hastomo Arbi, Lukman Hakim, Agung Susilo, Imam Tohari, Ellen Angelina, Engga Setiawan, Ferry, Roy Djojo Effendy, Sulaiman, Rusmanto Djoko Semaun, Juniar Setyo Trenggono, dan Bandar Sigit Pamungkas. Pada hari pertama Final Audisi Umum, Jum`at (7/9), digelar Babak I. Para peserta akan bertanding sebanyak dua kali, sesuai kategori umur dengan sistem full games(poin 21 atau sampai dengan selesai). Berlanjut ke Babak II digelar pada Sabtu (8/9), saat para peserta kembali bertanding sebanyak dua kali sesuai kategori umur, juga dengan sistem full games. Usai pertandingan di masing-masing hari tersebut, akan diumumkan para peserta yang lolos ke babak berikutnya. Keputusan tim pencari bakat mutlak, tidak dapat diganggu gugat. “Keputusan lolos atau tidak lolos, bukan semata berdasarkan atas hasil menang atau kalah dalam permainan. Sebab yang menjadi tolak ukur adalah teknik, strategi, dan daya juang, dari para peserta,” jelas Fung. Babak III digelar pada Minggu (9/9). Khusus babak ini, para peserta akan dipertandingkan sebanyak satu kali, sesuai kategori umur, juga dengan sistem full games (poin 21 atau sampai dengan selesai). Setelah tiga hari gelaran Final Audisi Umum, para pelatih PB Djarum akan mengumumkan para atlet yang lolos ke Tahap Karantina. Peserta yang lolos ke Tahap Karantina akan langsung masuk ke asrama atlet pada 10-15 September 2018. (Adt) Data jumlah peserta berdasarkan kota-kota Audisi Umum, dengan provinsi dan kabupaten/kota: PEKANBARU Provinsi 13 Kabupaten 53 BALIKPAPAN Provinsi 17 Kabupaten 41 MANADO Provinsi 7 Kabupaten 25 PURWOKERTO Provinsi 9 Kabupaten 53 SURABAYA Provinsi 12 Kabupaten 60 CIREBON Provinsi 12 Kabupaten 63 SOLO RAYA Provinsi 12 Kabupaten 59 KUDUS Provinsi 25 Kabupaten 113

Rider 15 Tahun Asal Lumajang, Ikut Undangan Latihan Bersama Valentino Rossi

Yamaha Indonesia mengutus Muhammad Faerozi Toreqottullah, pembalap 15 tahun asal Lumajang, Jawa Timur, mengikuti pelatihan balap dari Yamaha Motor Co. Ltd di markas Valentino Rossi, melalui program Yamaha VR46 Master Camp. (aripitstop.com)

Jakarta- Untuk kali keenam akademi Valentino Rossi, VR46 Academy menggelar Master Camp. Kali ini, Master Camp VR46 2018 bergulir pada 12-16 September di MotoRanch, Tavullia, Italia. Pembalap asal Indonesia, Muhammad Faerozi Toreqottullah (15) dipastikan ikut meramaikan. Akademi Valentino Rossi memang rutin menggelar Master Camp, untuk mengasah bakat-bakat pembalap muda. Pada edisi 2018, ada empat pembalap muda dari Asia, yang akan ikut terlibat, salah satunya adalah Faerozi. Tiga pembalap lain yang bakal latihan bersama Rossi adalah Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (16), Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (18) asal Malaysia, dan Shota Yokoyama (16) asal Jepang. Keempatnya aktif sebagai pembalap di Asia Road Racing Championship. Seperti edisi sebelumnya, tujuan Master Camp dibuat adalah untuk menemukan dan mengembangkan bakat pembalap muda. Para peserta yang terpilih akan menjalani pelatihan selama satu pekan di Italia, di bawah bimbingan staf serta pembalap VR46 Riders Academy. Keterampilan mereka akan diuji langsung di tempat latihan Valentino Rossi, yakni Motor Ranch. Mereka akan diminta mengendarai Yamaha YZ250Fs di lintasan datar dan di lintasan motorcross dengan Yamaha YZ125s. Nantinya, mereka juga berkesempatan mengendarai Yamaha YZF-R3, di Sirkuit Marco Simoncelli. Serta menjajal Yamaha YZ85s di lintasan go-kart Misanino KCE. Selain latihan balapan, mereka juga diajarkan soal bagaimana menjaga fisik, dalam kondisi prima dengan sesi latihan di Fisio Gym. “Pekan depan kami memulai edisi keenam proyek Yamaha Master Camp VR46 yang merupakan pekan penuh aksi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Valentino, VR46 Riders Academy, dan semua sponsor yang berkontribusi dalam program pelatihan,” kata Lin Jarvis, Managing Director Yamaha Motor Racing, dilansir Yamaha MotoGP. Bagi Faerozi, menjadi peserta Master Camp VR46 tentu pengalaman yang berharga. Pemuda kelahiran Lumajang, Jawa Timur, pada 15 Desember 2002, itu bisa meningkatkan pengalamannya di lintasan. Sebelumnya, Faerozi sempat mengarungi petualangan di AARC AP250 2018 dan Indospeed Race Series Sport 250cc. (Adt)

Liga 1 ELite U-16 Bergulir 15 September, PSSI Sebar Bibit Profesional Untuk Timnas

Persija Jakarta U-16 tergabung di Grup B, pada kompetisi Liga 1 Elite Pro Academy U-16 20188. Kompetisi tersebut mulai bergulir pada Sabtu (15/9), di beberapa kota di Indonesia. (media persija jakarta)

Jakarta– Terobosan baru digulirkan PSSI dengan melangsungkan Turnamen Liga 1 Elite Pro Academy U-16 2018, mulai 15 September hingga 16 Desember. Sebanyak 18 tim dibawah usia 16 tahun (U-16) dari klub peserta Liga 1 2018, akan mengikuti kompetisi remaja, yang dibagi dalam tiga grup ini. Managers meeting telah diselenggarakan di Sawangan, Depok, dan dihadiri perwakilan 18 klub yang akan bertanding. Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Direktur Teknik Danurwindo, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ratu Tisha Destria ikut hadir. “PSSI bangga dapat menyelenggarakan kompetisi U-16, yang mulai berlangsung di bulan September ini. Ini menjadi sejarah, yang untuk pertama kalinya mengadakan kompetisi di level usia tersebut,” kata Joko Driyono. Kompetisi ini adalah lanjutan dari festival Liga 1 Elite Pro Academy U-16 2018, yang telah diselenggarakan pada Juli lalu. Saat itu, 15 tim junior Liga 1 2018, ikut dalam festival yang diadakan di Sawangan, Depok. “Dari kompetisi ini, kami juga melakukan kerja sama dan koordinasi dengan Kemendikbud. PSSI berharap dengan adanya event ini, bisa membantu Tim Nasional atau klub-klub profesional, mencari pemain,” ungkap mantan Sekjen PSSI asal Ngawi itu. Pada turnamen yang juga disebut Liga 1 Elite U-16 2018 ini, tiap tim di grup A dan B bakal menjalani dua kali laga kandang dan tandang, dengan lawan yang sama di babak penyisihan grup. Pertandingan akan dilaksanakan tiap akhir pekan. Ini dilakukan, agar tiap tim memperoleh laga sebanyak 20 pertandingan. Khusus grup C, digelar dengan format home tournament, yang dilaksanakan dalam empat seri, dan sebanyak lima pertandingan tiap serinya. Namun, saat ini, belum ditentukan siapa yang akan menjadi tuan rumah grup C. Liga 1 Elite U-16 akan berdurasi 2×30 menit, dengan waktu turun minum selama 10 menit. Juara, runner-up, dan dua peringkat ketiga terbaik, akan melaju ke babak 8 besar. Pada fase ini, delapan tim akan masuk ke dalam dua grup, dengan sistem satu seri home tournament. Dua tim dari setiap grup, melaju ke babak semifinal, dan pemenang pada babak itu, akan melaju ke pertandingan final. Sementara itu, Persija Jakarta U-16 tergabung di Grup B dan akan bersaing dengan Bali United, Arema FC, Persela Lamongan, Barito Putera dan Madura United. Sedangkan 12 klub lainnya tergabung di Gru B dan Grup C yang juga diisi enam klub. Pelatih Persija U-16, Blitz Tarigan menyebut lolos ke 8 besar bukan tugas mudah. Meski Persija tak segrup dengan Persib Bandung, yang merupakan rival bebuyutan, namun aroma persaingan tetap hangat. Tim Macan Muda terbentuk sejak Juli lalu. Fajar Firdaus dan kawan-kawan bahkan sudah melakoni beberapa uji coba dengan klub junior Liga 1. “Siapa pun lawannya, kami pasti berusaha keras, untuk lolos ke babak 8 besar. Memang bukan tugas mudah, tapi saya memiliki keyakinan dengan usaha keras anak-anak, kami akan meraih hal itu,” ujar Blitz. (art) Grup Liga 1 Elite U-16 2018 GRUP A Bhayangkara FC PSIS Semarang PS Tira Persib Bandung Sriwijaya FC PSMS Medan GRUP B Bali United Arema FC Persija Jakarta Persela Lamongan Barito Putera Madura United GRUP C Borneo FC Perseru Serui Persipura Jayapura PSM Makassar Mitra Kukar Persebaya Surabaya

Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Basket Pelajar Asia, Indonesia Siapkan Dua Tim Hanya Sepekan

Kemenpora melepas keberangkatan tim pelajar Indonesia yang akan tampil dalam ajang 8th Asian School Basketball Championship, Kamis (6/9). Bertempat di GOR Among Rogo, Yogyakarta, event ini akan dihelat dari 7 hingga 15 September 2018. (Kemenpora)

Jakarta- Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah kejuaraan basket pelajar Asia. Bertempat di Yogyakarta, 8th Asian Schools Basket Ball Championship 2018, akan dihelat dari 7 hingga 15 September 2018. Tim basket pelajar Indonesia dipimpin oleh Surono, yang merupakan Kepala Bidang Pembinaan PPLP. Dan didampingi oleh pelatih putra, Rifki Antolion dan Cecep Firmansyah, mantan pelatih nasional dan klub Aspac Jakarta, yang akan menangani tim putri. Namun, sebagai tuan rumah, Indonesia tidak dibebani target. Asisten Deputi Bidang Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora, Washinton Galingging, mengatakan tim ini berlatih untuk berkompetisi, bukan untuk menang. Perlu dicatat, Indonesia membawa pulang medali perunggu, pada 7th Asian School Basketball Championship, di Thailand “Sebagai pelajar, tim ini memang tidak dibebankan target juara, sesuai dengan kategori usia mereka. Itu karena mereka berlatih untuk berkompetisi, bukan berlatih untuk menang,” ujar Washinton, saat melepas keberangkatan kontingen, di Jakarta, Kamis (6/9). Berbicara peluang juara di kejuaraan pelajar ini, Cecep yang menangani tim putri, mengatakan dirinya sulit memprediksi kekuatan lawan, karena belum pernah berhadapan sebelumnya. “Kejuaraan pelajar memang beda, dibandingkan dengan kejuaraan senior, karena kekuatan mereka sulit dipantau,” tutur Cecep. Hal senada juga disampaikan Rifki Antolion. Ia mengaku faktor kesulitan yang dihadapi adalah sulitnya memantau kondisi kekuatan lawan. Apalagi Kejuaraan pelajar punya batasan usia 18 tahun, sehingga komposisi pemain, pasti berubah dibandingkan kejuaraan sebelumnya. “Kami tidak tahu kekuatan lawan, karena mereka bukanlah tim nasional di negara masing-masing. Persiapan kami juga cepat, sejak 29 Agustus, hanya 8-9 hari persiapan, putra dan putri. Tapi kami geber sehari dua kali latihan, dengan andalan dua pemain yang berlaga di ASEAN School Games 2018 Juni lalu,” kata Rifki. Ini kali kedelapan kejuaraan basket pelajar Asia digelar. Sebelumnya, 10 negara sudah mendaftar berlaga di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Namun, 6 negara mengundurkan diri, dan hanya menyisakan Cina, Hongkong, Thailand dan Indonesia. Ajang ini menggunakan sistem round robin, yang mengharuskan setiap tim saling bertemu. (Adt)

Raih Emas di Usia 20 Tahun, Empat Atlet Ini Turut Ukir Sejarah Indonesia Dalam Asian Games 2018

Sebagai pebulutangkis nomor 15 dunia, Jonatan Christie tak diunggulkan di nomor perorangan Asian Games 2018. Namun, lajunya tak terhentikan melawan pemain-pemain unggulan, hingga akhirnya ia meraih emas nomor tunggal putra. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia mengukir prestasi dalam ajang multievent Asian Games 2018. Kontingen Tanah Air melampaui target yang ditetapkan pemerintah karena mendulang total 31 medali emas hingga Sabtu (1/9) atau H-1 penutupan. Pencak silat menjadi pendulang emas terbanyak bagi Indonesia. Dari 16 nomor yang dipertandingkan, 14 di antaranya dijuarai para atlet Tanah Air. Torehan 31 emas ini, menempatkan Indoensia di peringkat keempat klasemen akhir. Kontingen Tanah Air mengungguli Uzbekistan, yang duduk diposisi kelima dengan selisih 10 emas. Prestasi ini jauh lebih baik, dibandingkan saat Indonesia menjadi host Asian Games 1962. Kala itu, Indonesia hanya 11 kali menjadi juara. Kesuksesan Indonesia tentunya tidak lepas dari peran para atlet-atlet muda. Usia belia bukan menjadi halangan bagi mereka untuk mengukir prestasi. Setidaknya, ada empat atlet muda Indonesia yang usianya belum genap 21 tahun, namun sudah mencuri perhatian karena berprestasi di Asian Games 2018. Siapa sajakah mereka? Berikut ini adalah ulasannya. Rio Rizki Darmawan Jumat (24/8), venue dayung Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, kembali riuh. Anak-anak asuh pelatih Boudewijn van Opstal dan Muhammad Hadris, berhasil meraih medali emas pada laga final nomor dayung kelas ringan delapan putra di ajang Asian Games 2018. Kontingen Merah Putih yang beranggotakan Tanzil Hadid, Muhad Yakin, Jefri Ardianto, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi, Ujang Hasbulah, dan Rio Rizki Darmawan, mengalahkan Uzbekistan dan Hong Kong dengan catatan waktu 6 menit dan 08,88 detik. Pundi-pundi emas kembali disumbangkan untuk Indonesia. Di antara ingar-bingar di Jakabaring, di antara riuh-rendah sorakan penonton, nama Rio menjadi sorotan. Putra kebanggaan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi yang termuda di antara teman-temannya. Semula memang tak terpikir di benak Rio, untuk mengharumkan nama Indonesia melalui olahraga dayung. Andai ia menolak ajakan Jufri, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako Palu, mungkin teriakan ‘Rio’ ‘Rio’ ‘Rio’ dari penonton di venue tak akan muncul. Postur tubuhnya yang besar dan berprestasi selama di SMANOR, membuat Jufri yakin, bila pemuda asal Desa Tompi Bugis, Sigi, 27 November 1998 itu, bisa menjadi atlet dayung. Jonatan Christie Sebagai pebulutangkis tunggal putra nomor ke-15 dunia, Jonatan Christie memang kurang diunggulkan di nomor perorangan Asian Games 2018. Namun, lajunya tak terhentikan melawan pemain-pemain unggulan. Dia mengalahkan Shi Yuqi (peringkat kedua dunia asal China) di babak kedua, dan Khosit Phetpradab (runner-up SEA Games 2017) di babak ketiga. Di fase perempat final, giliran Wong Wing Ki Vincent (Hong Kong), yang dilewati Jojo, sapaannya. Lanjut ke semifinal, ia melumat peringkat ke-10 dunia asal Jepang, Kenta Nishimoto. Jojo, lalu menyudahi perlawanan sengit Chou Tienchen (Taiwan), di babak final, di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Selasa (28/8). Tunggal nomor enam dunia itu menyerah dari Jojo, usai melewati drama pertarungan ketat tiga gim, dengan skor 21-18, 20-22, 21-15. Dari lompatan Asian Games ini, pemuda kelahiran Jakarta 15 September 1997, boleh optimistis menatap target selanjutnya, yakni turnamen BWF World Tour Super Series. Di Indonesia Open 2018 Juli lalu, ia langsung gugur di babak pertama oleh Viktor Axelsen (Denmark). Raihan tertinggi Jojo adalah final New Zealand Open 2018 pada Mei, meski kandas dari Lin Dan (China). Rifki Ardiansyah Arrosyiid Rifki Ardiansyah Arrosyiid mengharumkan nama Indonesia pada Asian Games 2018. Peraih emas cabang olahraga Karate nomor kumite 60kg itu turut membanggakan kesatuannya sebagai anggota di korps Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Rifki yang saat ini berpangkat sersan dua (serda) akan naik pangkat menjadi sertu pada 1 Oktober nanti, usai mendapat penghargaan percepatan kenaikan pangkat, merupakan prajurit TNI peraih emas di Asian Games 2018. Rifki menetap di Surabaya, dan sehari-harinya bertugas sebagai Babanmin 2 Pokbanmin Jasdam Kodam V/Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Putra dari pasangan Surya dan Dwi ini menempuh pendidikan Bintara pada 2016 lalu. Ajang Asian Games 2018 bukan hanya menjadi pembuktian bagi para atlet dari kalangan sipil. Sejumlah atlet berlatar belakang militer pun berjuang dalam ‘pertempuran’ di arena olahraga demi mengangkat prestasi Merah Putih. Rifki adalah salah satu prajurit yang juga bersaing dengan para atlet luar negeri di ajang olahraga multicabang se-Asia tersebut. Arek Suroboyo kelahiran 24 Desember 1997 ini, mampu meraih emas bagi Indonesia usai mengalahkan karateka asal Iran, Amir Mahdi Zadeh, di fase final dengan skor 9-7. Sebelumnya, Rifki pernah meraih medali perunggu di SEA Games 2017, dan medali Emas dari kelas Kumite 55 Kg, dalam Kejurnas Karate Piala Panglima TNI tahun 2017 lalu. Hanifan Yudani Kusumah Pencak Silat menambah lagi pundi-pundi medali Indonesia di Asian Games 2018. Kali ini atas nama Hanifan Yudani Kusumah. Dalam laga perebutan medali emas nomor Tarung Putra Kelas C (55-60Kg) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8), Hanifan menang 3-2, atas pesilat Vietnam, Thai Linh. Dalam pertarungan tiga ronde itu, Hanifan sempat mendapat kartu merah, karena dinilai menyerang wajah lawannya. Hanifan adalah pesilat berusia 20 tahun, namun sudah berhasil mengharumkan nama Indonesia. Remaja yang tumbuh di Bandung ini lahir pada 25 Oktober 1997. Sebelum tampil di Jakarta, Hanifan tercatat sebagai pesilat yang meraih medali emas pada Silat World Championships 2016 di Denpasar, Bali. Pada 2017, ia menyabet perunggu di Asian Championships yang digelar di Korea. Hanifan juga membawa perunggu pada Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Atlet asal Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang dikenal usai selebrasinya yang membuat calon presiden Prabowo Subianto, dan Presiden Indonesia Joko Widodo, saling berpelukan dan berselimutkan bendera Merah-Putih, ternyata merupakan seorang jockey balap motor handal, saat masih duduk di SMA. (Adt)

Siapkan Event Pemanasan Piala Asia U-19, PSSI Gelar Turnamen Mini Timnas U-19 di Pakansari

Jelang berlangsungnya Piala Asia U-19 2018, PSSI mengajak dua negara yakni China dan Thailand, dalam sebuah event turnamen mini, di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 21-26 September. (goal.com)

Jakarta- Jelang event Piala Asia U-19 2018, PSSI berencana menggelar turnamen mini untuk Timnas U-19, bersama tiga negara lainnya. Indonesia akan menjadi tuan rumah ajang Piala Asia U-19 yang digelar pada 18 Oktober – 4 November, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Garuda Jaya diharapkan meraih target empat besar, demi lolos ke Piala Dunia U-20 setahun kemudian. Untuk mencapai target itu, anak asuh Indra Sjafri telah menjalani serangkaian laga uji coba dengan tim lokal. Teranyar, Timnas U-19 menghadapi klub Liga 2, Semen Padang. Pada pertandingan yang digelar di Stadion H. Agus Salim, Padang, Sumatra Barat, pada Sabtu (25/8), Nurhidayat dan kawan-kawan, akhirnya harus kalah adu penalti 3-4, setelah dalam waktu normal, kedua tim bermain imbang 3-3. Usai uji coba di Padang, PSSI mengajak dua negara Asia dalam event turnamen mini, di Stadion Pakansari, Cibinong, pada 21-26 September. “Kami sudah menghubungi Sekjen PSSI untuk melaporkan agenda ini. Dua negara sudah past ikuti, yakni Thailand dan China. Satu negara lainnya antara Korea Selatan dan Suriah,” ujar Manajer Timnas U-19, Daconi Chotob, pada Rabu (5/9). Turnamen ini akan menjadi persiapan terakhir bagi Timnas U-19, sebelum tampil di Piala Asia U-19. Tim merah putih, berada di Grup A bersama Taiwan, Uni Emirat Arab, serta Qatar. Daconi menyebut, jika Tim Garuda Jaya ingin meraih hasil yang lebih baik dibanding edisi 2014. “Semuanya merupakan lawan tangguh. Meski demikian, kami akan berupaya keras untuk bisa lolos dari babak penyisihan grup. Ini momen yang pas, apalagi bermain di hadapan publik sepakbola Indonesia,” kata Daconi. (art)

Bagus Kahfi Cetak Hattrick, Timnas U-16 Pede Jajal Oman di Laga Uji Coba Terakhir

Timnas U-16 meraih kemenangan kedua 4-0 atas tim remaja, Felda United FC U-17, di di Stadion MMU, Selangor, pada Selasa (4/9). Striker Timnas U-16, Amiruddin Bagus Kahfi mencetak hattrick pada laga itu. (PSSI.org)

Kuala Lumpur– Jelang tampil di Piala Asia U-16 2018 yang berlangsung di Malaysia, pada 20 September – 7 Oktober 2018, Timnas U-16 menjalani pemusatan di Negeri Jiran sejak Kamis (30/8). Selama pemusatan latihan di Kuala Lumpur itu, tim asuhan Fakhri Husaini tak hanya menjalani game internal. Garuda Asia –julukan Timnas U-16– juga mengagendakan tiga laga uji coba. Pada Jumat (31/8), Timnas U-16 menjalani laga uji coba perdana, kontra tim lokal, yakni Sime Darby FC U-17. Pada laga itu, David Maulana dan kolega menang 4-0. Gol-gol Timnas Indonesia U-16 dilesakkan Brylian Aldama, Rendy Juliansyah, Mochammad Supriadi dan Amiruddin Bagus Kahfi. Dalam laga itu, Fakhri menurunkan semua 23 pemain yang dibawa ke Malaysia, termasuk empat personel baru. Mereka ialah Fatah Aji (PPLP DKI), Muhammad Uchida Sudirman (Patriot 165 FC), Subhan Fazri (Posila Lokhseumawe) dan Cecep Maulana (ASAD 313). Selanjutnya di uji coba kedua, Timnas U-16 meraih kemenangan 5-0, atas Felda FC U-17, di Stadion MMU, Selangor, pada Selasa (4/9). Gol Indonesia dicetak oleh hattrick Amiruddin Bagus Kahfi pada babak pertama. Lalu dua gol lagi dilesakkan oleh Amanar Abdillah, dan Muhammad Salman. Dan Rabu (12/9), peraih titel kampiun Piala AFF U-16 2018 ini, dijadwalkan meladeni kontestan Piala Asia U-16 2018, Oman, sekaligus menutup rangkaian laga uji coba merah putih, di Kuala Lumpur. Fakhri mengaku cukup senang dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Ia berharap dua kemenangan itu menjadi stimulus bagi para pemain untuk tampil maksimal saat berlaga di Piala Asia U-16. “Saya berharap kemenangan ini menjadi suntikan motivasi bagi para pemain, sekaligus menjaga konfedensi mereka, jelang uji coba lawan Oman,” ujar Fakhri, pada Rabu (5/8). Persiapan matang memang wajib dilakukan Timnas U-16. Sebab, target besar diberikan PSSI kepada mereka. Tim merah putih remaja ditargetkan lolos ke fase semifinal agar ikut ambil bagian di Piala Dunia U-17 2019, yang berlangsung di Peru. (art)

Kandaskan SMK PGRI 1 Cibinong Di Laga Pembuka, Tim Basket Putra Kharisma Bangsa Unggul Pengalaman

Tim putra SMA Kharisma Bangsa (putih) mengalahkan SMK PGRI 1, Cibinong, dengan skor 91-22, dalam laga pembuka turnamen bola basket ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, di lapangan Basket SMAN 13, Depok, pada Sabtu (1/9). (Adt/NYSN)

Depok- Tim putra SMA Kharisma Bangsa mengawali laga pembuka kompetisi bola basket bertajuk ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, pada Sabtu (1/9), dengan hasil positif. Bermain di Lapangan Basket SMAN 13 Depok, Jawa Barat, Fajar Satria dan kolega menang telak 91-22 atas SMK PGRI 1, Cibinong, Jawa Barat. Satria, Kapten Tim, mengatakan performa timnya pada pertandingan itu dalam kondisi baik. “Di kuarter pertama kami masih butuh adaptasi dengan lapangan. Tapi, selebihnya kami bermain sangat baik,” ujar Satria. Menurutnya, lawan merupakan tim yang cukup bagus. “Mungkin mereka kurang pengalaman, sehingga kami bisa manfaatkan kondisi itu meraih kemenangan,” lanjutnya. Senada, Abdurrasjid Juzar mengungkapkan, pada pertandingan perdana ia dan kolega masih diberi kemudahan dalam memenangkan laga. “Jam terbang dan pengalaman kami mungkin lebih banyak dibanding lawan,” terangnya. “Apalagi sebagian pemain kami juga berhasil dalam mengeksekusi lemparan tiga angka ke jaring lawan,” tukas Abdurrasjid. (Adt)

Satelite Cup 2018 Resmi Digelar, Ajang Pebasket Pelajar di Depok Tambah Pengalaman Tanding

Pemain tim basket putra tuan rumah SMAN 13 Depok, Bagas Nugroho (99) tengah melakukan tembakan ke arah jaring SMAN 26. Tim tuan rumah akhirnya unggul denga skor yang cukup jauh 61-31, pada laga perdana Satelite Cup 2018 Volume 2, pada Sabtu (1/9). (doc. SMAN 13)

Depok- Turnamen basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jabodetabek bertajuk ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, yang diselenggarakan SMAN 13 Depok, Jawa Barat (Jabar), resmi digelar pada 1-23 September. Ajang ini menjadi kesempatan terutama kalangan pelajar yang memiliki bakat bermain basket untuk menambah pengalaman bertanding. “Event ini kedua kalinya diselenggarakan di sekolah kami. Pada Satelite Cup sebelumnya, berlangsung lancar dan bisa dijadikan sebagai upaya untuk menambah pengalaman bertanding, terutama bagi pelajar yang memang memiliki passion di basket, di Kota Depok,” ujar Bagus Kumala Aji, Humas ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, Rabu (5/9). Ia melanjutkan bahwa ajang ini sebagai upaya agar Pemerintah Kota Depok memberikan perhatian pada olahraga basket, mengingat banyak potensi pebasket di Kota peyangga Jakarta itu. “Sayangnya belum mempunyai wadah yang bagus untuk para pecinta basket ini. Kami berpikir untuk menggelar event ini secara berkala,” tambahnya. Terdapat 22 tim putra dan putri dari SMA se-Jabodetabek yang bersaing untuk menjadi yang terbaik. Bagus berharap event ini dapat berlangsung sukses. “Kompetisi ini digelar pada Sabtu dan Minggu, di Jalan P nomor 72, Kalimulya, Depok,” terang Bagus. “Untuk pertandingan pekan pertama, yakni pada 1 dan 2 September terlaksana dengan sukses. Dan laga berjalan sengit. Semua pemain menujukkan skill yang mereka miliki,” terangnya. “Semoga menjadi tolak ukur sekolah lain juga untuk membantu memberikan wadah bagi para pecinta basket, untuk berkembang lebih jauh lagi,” tegasnya. Sementara itu, pada laga perdana, tim basket putra tuan rumah SMAN 13 Depok meraih kemenangan usai menaklukkan SMAN 26 Jakarta, dengan skor 61-31. Duel kedua tim di pertandingan itu berjalan seru. Meski saling kejar mengejar angka, namun SMAN 13 Depok mampu menutup paruh kuarter dengan keunggulan 27-17. Tak tinggal diam, skuat SMAN 26 Jakarta berusaha menebar ancaman pada tim tuan rumah. Namun, Farid dan kolega masih terlalu tangguh bagi lawan. Mereka akhinrya mampu menutup dua kuarter sisa dengan skor akhir 61-31. Farid , Kapten Tim SMAN 13 Depok , mengatakan timnya bermain dengan kepercayaan diri penuh, terlebih mereka tuan rumah. “Kami juga lebih banyak memiliki pemain-pemain yang mau berkerja sama sebagai team bukan sebagai individu,” tukas Farid. (Adt)

Efek Domino Piala AFF U-22 2019, Kunci Tongkat Estafet Skuat Junior Timnas Indonesia

Salah satu event yang jadi terobosan baru AFF adalah event Piala AFF U-22, yang akan diselenggarakan di Kamboja, sekaligus menjadi negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah perdana. Nama Egy Maulana Vikri yang memperekuat klub Polandia, Lechia Gdansk, menjadi kandidat skuat Timnas Indonesia di ajang itu. (goal.com)

Jakarta- Dewan AFF menggelar sidang ke-16 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (25/8). Dalam sidang itu diputuskan beberapa negara yang menjadi tuan rumah kejuaraan, mulai Piala AFF U-15, Piala AFF U-18, sampai Piala AFF U-22, untuk penyelenggaraan 2019. Hasil sidang memutuskan Piala AFF U-15 2019 akan berlangsung di Thailand, Piala AFF U-18 2019 di Vietnam. Dan, Piala AFF U-22 digelar di Kamboja. Dari sekian banyak agenda kejuaraan AFF pada 2018, Indonesia tak kebagian satupun sebagai penyelenggara. Sebab, pada 2018, Indonesia sudah banyak menjadi tuan rumah agenda AFF. Salah satu event yang menjadi terobosan baru AFF adalah pelaksanaan perdana ajang Piala AFF U-22. Rencananya kejuaraan itu bakal diselenggarakan di Kamboja, sekaligus menjadi negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah pertama. Namun, untuk kepastian bulan atau tanggal pasti penyelenggaraannya, AFF belum bisa memutuskan. Meski demikian ada opsi yang disiapkan, yakni sebelum, atau sesudah SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina. Khusus bagi Indonesia, mengikuti Piala AFF U-22 bakal dibutuhkan perombakan besar di skuat tim nasional. Maklum, sebagian besar penggawa Asian Games 2018 sudah melewati batas usia 22 tahun, pada 2019. Sebagai contoh di lini belakang, hanya ada nama Andy Setyo (20 tahun) dan Bagas Adi Nugroho (21 tahun) yang pada 2019, belum melewati umur 22 tahun. Lalu di posisi kiper, tinggal menyisakan Awan Setho (21 tahun), dan Satria Tama, jika ia masih dipanggil Timnas. Sementara itu di lini tengah, Indonesia kehilangan generasi yang menjuarai Piala AFF U-19 2013. Trio Evan Dimas, Hargianto, dan Zulfiandi, tahun depan akan menginjak usia 23-24 tahun, yang tentunya tak bisa diturunkan di Piala AFF U-22. Dua pemain yang berpotensi tampil adalah Hanif Sjahbandi dan Septian David Maulana. Keduanya sekarang berumur 21 tahun. Justru, yang paling mengkhawatirkan adalah komposisi lini depan. Indonesia sampai detik ini belum memiliki penyerang kategori U-22 dengan kualitas mumpuni. Bahkan, di gelaran Asian Games 2018, pun merah putih sampai harus menggunakan jasa Beto Goncalves, sebagai pemain senior naturalisasi. Opsi terbaik sementara ini adalah Saddil Ramdani, yang belum genap berkepala dua, itupun sebagai penyerang sayap. Untuk penyerang tengah, ada dua nama populer yakni Ezra Walian (20 tahun), dan Egy Maulana Vikri (18 tahun), meski sebaiknya tidak terlalu berharap, karena belum tentu mereka dilepas klubnya. Lalu bagaimana jika memanggil nama Amiruddin Bagus Kahfi, yang tampil gemilang di Piala AFF U-16? Tidak menutup kemungkinan ia mendapat panggilan ke timnas U-22, tapi juga tidak bisa dibebani ekspektasi yang tinggi, lantaran usianya yang masih sangat belia. Pada 2019, Indonesia akan ditinggal sejumlah besar pemain U-23 yang tampil di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Artinya, Garuda Muda akan memasuki era baru dengan para pemain baru. Sayangnya, saat ini belum terlihat pemain yang berpotensi menjadi andalan di Timnas U-22 tahun depan. Persoalan ini sebelumnya juga pernah dihadapi Indonesia, jelang SEA Games 2017. Minimnya jumlah pemain U-22 yang cukup menit bermain di klubnya, ‘memaksa’ PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) meneken regulasi anyar, yang mewajibkan seluruh tim Liga 1, harus memainkan pemain U-23 sebagai starter. Regulasi itu memang berhasil. Ada banyak pemain muda yang meroket seperti Rezaldi Hehanussa, Hanif Sjahbandi, Febri Hariyadi, Osvaldo Haay, hingga Marinus Wanewar. Itu menunjukkan, andai klub lebih berani memberikan porsi bermain pada pemain muda, akan ada banyak bakat besar yang terus berkembang. Langkah serupa seharusnya diterapkan jelang Piala AFF U-22. Tentu menimbulkan pro dan kontra, meski tak dipungkiri muncul efek negatifnya, bagi beberapa klub. Tapi, jika kesadaran untuk memainkan pemain muda, masih belum dimiliki klub, maka kelak akan muncul kembali, aturan yang “memaksa” untuk melakukannya. Timnas junior Indonesia terus menyabet prestasi dan hasil membanggakan. Sebagian besar skuat juara, kemudian menjadi tulang punggung di kategori usia selanjutnya. Jika trofi juara bisa disabet di Piala AFF U-22 2019, bukan tak mungkin, Timnas Indonesia akan memiliki calon generasi juara di Piala AFF senior. (Art)