Inilah Daftar 30 Nama Pemain Timnas U-19 yang Mengikuti TC di Kroasia

Inilah Daftar 30 Nama Pemain Timnas U-19 yang Mengikuti TC di Kroasia

Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong telah menetapkan 30 nama yang akan dibawa untuk mengikuti rangkaian kegiatan pemusatan latihan atau training camp (TC) Timnas U-19 Indonesia di Kroasia. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, usai mendapat laporan dan update dari Shin Tae-yong. “Sebanyak 30 pemain telah dipilih pelatih Shin Tae-yong untuk diberangkatkan ke Kroasia. Ia (Shin Tae-yong) juga memberikan laporan bahwa saat ini pemain mengalami perkembangan yang bagus dan grafik meningkat selama pemusatan latihan,” kata Iriawan dikutip dari website resmi PSSI. Timnas U-19 Indonesia rencananya akan bertolak ke Kroasia pada akhir Agustus nanti. Setibanya di Kroasia nanti, Garuda Muda dijadwalkan akan mengikuti sebuah mini turnamen yang diikuti tuan rumah Kroasia, Bulgaria, dan Arab Saudi pada 2-8 September 2020. Latar berlakang pemilihan Kroasia sebagai lokasi TC karena paling cepat menanggapi surat PSSI dan pemain timnas U-19 tidak harus menjalani karantina. Selain itu, iklim di sana yang tak jauh berbeda dengan Uzbekistan yang berkisar antara 19-23 derajat celcius. Selepas TC, timnas U-19 Indonesia memang dipastikan akan langsung bertolak ke Uzbekistan untuk berjuang di Piala Asia U-19 yang dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 31 Oktober mendatang. Maka dari itu, kesempatan TC ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh timnas U-19 untuk beradaptasi. Pada TC ini, Mochamad Iriawan juga berharap para Garuda Muda dapat berlatih lebih keras dan berjuang secara maksimal dalam rangka persiapan jelang Piala AFC U-19 dan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia. “TC di Kroasia ini, kami harap bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain. Mereka harus bekerja keras dan terus bersemangat demi torehan positif di Piala AFC U-19 dan tentunya Piala Dunia U-20. PSSI selalu mendukung program dari pelatih Shin Tae-yong untuk timnas,“ kata Iriawan. Sementara itu, pelatih Shin Tae-yong mengatakan bahwa 30 pemain dipilih berdasarkan penilaiannya selama pemusatan latihan. “Kami memilih 30 pemain untuk dibawa ke Kroasia. Pemain saat ini dalam kondisi bagus dan terus mengalami perkembangan yang positif setiap harinya. Saya yakin selama di Kroasia, fisik, teknik, dan permainan timnas U-19 akan makin meningkat.” ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut. Pada Piala Asia U-19, timnas U-19 Indonesia tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Pertandingan perdana timnas U-19 akan melawan Kamboja pada 14 Oktober. Selanjutnya melawan Iran 17 Oktober dan menantang tuan rumah Uzbekistan pada 20 Oktober. Meski hasil Piala Asia U-19 nanti tidak memengaruhi posisi timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 karena berstatus sebagai tuan rumah, Shin Tae-yong ingin anak asuhnya tetap bermain maksimal. bukan berarti kami seenaknya saja bermain di Uzbekistan. Kami tetap menargetkan hasil maksimal di sana (Uzbekistan),” tegasnya. Daftar 30 Nama Pemain Timnas U-19 yang Mengikuti TC ke Kroasia Adi Satryo – PSMS Medan Erlangga Setyo – Persib Bandung Yofandani Damai – PSIS SEmarang Pratama Arhan – PSIS Semarang Yudha Febrian – Barito Putera Komang Tri – Bali United Elkan Baggot – Ipswich Town Ahmad Rusadi Muhammad Fadhil – Semen Padang FC Bayu M. Fiqri – PON Jatim Rizky Ridho – Persebaya Bagas Kaffa – Barito Putera Komang Teguh – Diklat Ragunan Andre Oktaviansyah David Maulana – Barito Putera Brylian Aldama Beckham Putra – Persib Bandung Mohammad Kanu – Babel United FC Braif Fatari – Persija Jakarta Andi Irfan – AS Abadi Tiga Naga Sandi Arta – Persija Jakarta Witan Sulaeman – FK Radnik Surdulica Jack Brown – Lincoln City Mochammad Supriadi – Persebaya Irfan Jauhari – Bali United Khairul Zakiri – Gymnastica Cueta Saddam Gaffar – PSS Sleman Ahmad Afhridrizal – Vamos Indonesia Moh. Bahril – PSIS Semarang Serdi Fano – Bhayangkara FC

Shin Tae-yong Mengaku Puas Dengan Hasil Latihan Anak Asuhnya

Shin Tae-yong Mengaku Puas Dengan Hasil Latihan Anak Asuhnya

Timnas Indonesia U-19 telah merampungkan pemusatan latihan (TC) yang sudah bergulir sejak sejak 23 Juli lalu. David Maulana cs memperlihatkan progres yang baik pada pada pemusatan latihan (TC) kali ini. Hal tersebut membuat Shin Tae-yong selaku pelatih-manajer timnas U-19 mengaku sangat puas. “Pada TC kali ini mental dan semangat pemain sangat tinggi. Tentu ini sangat bagus untuk perkembangan timnas Indonesia,” kata Shin Tae-yong dikutip dari PSSI.org. Untuk agenda selanjutnya, pelatih asal Korea Selatan tersebut akan memberikan waktu istirahat kepada pemain timnas U-19 mulai Minggu (16/8/2020) hingga Rabu (19/8/2020) mendatang. “Pemain akan kembali latihan pada hari Kamis, 20 Agustus mendatang hingga berangkat TC ke luar negeri,” tukas Shin. Adapun lokasi tujuan utama Timnas U-19 untuk menjalani pemusatan latihan itu adalah Korea Selatan sesuai keinginan Shin Tae-yong. Namun, PSSI juga tengah membidik Prancis, Jerman, dan Belanda sebagai alternatif lain. Saat ini Timnas U-19 belum mengetahui kapan mereka akan berangkat untuk menjalani TC di luar negeri. Namun, jika izin dari PSSI sudah keluar pada bulan ini, Timnas U-19 bisa menjalani pemusatan latihan dengan durasi cukup panjang di luar negeri karena rencananya memang langsung berangkat ke Uzbekistan untuk ajang Piala Asia U-19 2020. “Setelah TC di luar negeri kami langsung berangkat menuju Uzbekistan untuk mengikuti turnamen Piala AFC U-19 2020 mulai 14 Oktober mendatang,” ungkap pelatih berusia 51 tahun tersebut. Seperti yang diketahui sebelumnya, pada ajang Piala AFC U-19 2020, Garuda Muda berada di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Jika sesuai agenda, pertandingan perdana Timnas U-19 akan berjumpa Kamboja pada 14 Oktober mendatang. Selanjutnya melawan Iran 17 Oktober dan menantang tuan rumah Uzbekistan pada 20 Oktober.

Jelang Pemusatan Latihan di Luar Negeri, Timnas U-19 Pulangkan 11 Pemain

Jelang Pemusatan Latihan di Luar Neger, Timnas U-19 Pulangkan 11 Pemain

Sebanyak 11 pemain telah dipulangkan pada lanjutan pemusatan latihan (TC) tim nasional Indonesia U-19 di Jakarta. Keputusan perombakan tersebut diambil oleh Shin Tae-yong usai menjalani TC sejak 7 Agustus 2020 lalu. 11 pemain ini dipulangkan ke klubnya masing-masing sejak Senin (10/8/2020). Dengan dipulangkannya 11 pemain, sekarang timnas U-19 Indonesia hanya menyisakan 35 pemain. Kabarnya, Shin Tae-yong harus melakukan pencoretan beberapa pilar sebelum menjalankan pemusatan latihan di luar negeri (Korea Selatan atau Eropa). Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan “Setelah mendapat informasi dari pelatih Shin Tae-yong, 11 pemain ini kami kembalikan ke klub. Sisa pemain yang ada akan mengikuti TC hingga kami berangkat ke luar negeri (Korea Selatan/Eropa),” kata Mochamad Iriawan dikutip dari PSSI.org. Lebih lanjut, Iriawan berpesan meski tidak terpilih, 11 pemain harus tetap bersemangat dan bekerja keras karena tidak menutup kemungkinan pelatih Shin Tae-yong akan memanggil kembali. Sementara itu, Shin Tae-yong pun menegaskan kalau 11 pesepak bola muda yang dicoret dari timnas U-19 Indonesia itu tidak bisa dikatakan karena kalah bersaing. Ia akan tetap mengikuti perkembangan 11 pemain tersebut maupun pemain diluar lainnya yang belum dipanggil ikut TC timnas U-19. “Mereka tidak bisa dikatakan kalah bersaing, namun kami harus mengurangi dan memilih pemain yang akan lanjut ke TC selanjutnya terutama ke luar negeri (Korea Selatan/Eropa),” kata Shin Tae-yong. Seperti diketahui, timnas U-19 ini sedang dipersiapkan untuk mengikuti Piala AFC U-19 2020 yang akan berlangsung 14 hingga 31 Oktober mendatang di Uzbekistan. Garuda Muda tergabung di Grup A bersama tuan rumah Uzbekistan, Kamboja, dan Iran. Berikut daftar 11 pemain muda yang dipulangkan dari timnas U-19 Indonesia: Sutan Diego Zico (Persia Jakarta) Hamsa Medari Lestaluhu (Bhayangkara FC) Kartika Vedhayanto Putra (PSIS Semarang) Muhamad Rifaldo Lestaluhu (Mitra Kukar) Muhammad Darmawan (PPLP DKI) Arya Putra Gerryan S. (Borneo FC) Figo Sapta Fahrezi (Persija Jakarta) Miftahul Husyen (Bhayangkara FC) Deka Muhammad Toha (ASAD 313) Mahmud Cahyono (PPLP DKI Jakarta) Alif Jaelani (Barito Putera)

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Pemain Ipwich Town, Elkan Baggott Dipanggil Untuk Membela Kandang Timnas U-19

Elkan Baggott merupakan salah satu dari 46 pemain yang dipanggil ke pemusatan latihan Timnas U-19 Indonesia. Pemilik nama lengkap Elkan William Tio Baggott itu menjadi satu-satunya pemain blasteran yang masuk ke dalam daftar pemain asuhan Shin Tae-yong. Pemain berpostur 194 cm tersebut memiliki darah Indonesia dari sang ibu dan ayahnya merupakan pria berkewarganegaraan Inggris. Namun, ia juga sempat diberitakan akan dipanggil oleh Timnas Thailand karena ia lahir di Bangkok. Akan tetapi akhirnya Elkan memutuskan untuk membela Timnas Indonesia. Ia mengaku senang dan bangga karena dapat membela tanah kelahiran ibunya tersebut. “Saya merasa bangga dan terhormat bahwa saya dapat mewakili negara saya dan saya ingin segera menyatu dengan tim dan memenangkan beberapa kompetisi dan piala.” Ungkap Elkan dalam video wawancara eksklusif bersama PSSI. “Semua keluarga terdekat saya tinggal di sini dan saya ingin membela negara saya (juga) membuat bangga negara dan kedua orang tua saya, itulah mengapa saya memilih Indonesia,” lanjutnya. Perlu diketahui, Elkan saat ini merumput di Inggris bersama klub Ipswich Town U-18. Pemain yang baru berusia 17 tahun tersebut nantinya akan menambah kekuatan pada sektor pertahanan timnas U-19 Indonesia. Saat ditanya harapan kedepannya, Elkan mengaku ingin terlebih dahulu fokus untuk lebih menyatu dengan tim dan memenangkan Piala AFC serta melakukan yang terbaik untuk Piala Dunia U-20. Elkan dan 45 pemain lain yang dipanggil pemusatan latihan kali ini memang diproyesikan untuk tampil di Piala AFC U-19 2020 pada 14-31 Oktober dan Piala Dunia U-20 2021 yang akan berlangsung di Jakarta. Sebelum pemusatan latihan Timnas U-19 yang digelar sejak akhir bulan lalu, PSSI dan pelatih Shin Tae-yong, memang sudah bergerak aktif mencari pemain keturunan. Beberapa nama sudah masuk list, sebelum akhirnya Elkan Baggott menjadi nama pertama yang dipilih. Menurut Shin, ada salah satu keunggulan Elkan yang menarik minatnya, yaitu terkait postur. “Setelah melihat Elkan, postur tubuhnya tinggi. Bagus. Saya pilih dia,” ujar Shin usai latihan perdana timnas (7/8/2020).

Training Virtual Sejak Mei 2020, Sutan Diego Tetap Semangat

Sutan-Zico

Sejak 14 Mei 2020, Tim Nasional U-19 Indonesia di bawah manajer Shin Tae-yong sudah mengikuti training secara virtual bersama. Pandemi Covid-19 membuat timnas U-19 harus menyesuaikan diri supaya tetap fit dan berlatih secara maksimal. Di bulan Oktober 2020, laga Piala AFC U-19 yang diadakan di Uzbekistan sudah menunggu dan juga persiapan menuju Piala Dunia U-20 tahun 2021 yang harus tetap dilakukan. Dilansir dan situs resmi PSSI, Sutan Diego dan tim tetap bersemangat mengikuti setiap sesi yang diberikan pelatih. “Kami terus berlatih hampir setiap hari bersama teman-teman Timnas U-19. Pelatih memberikan berbagai variasi menu latihan dan kami menikmatinya,” kata Sutan Zico. Sutan pun menambahkan, “Yang terpenting saat ini bagaimana semuanya menjaga kesehatan serta disiplin berlatih. Kami juga menjaga asupan makanan dengan begitu kondisi kita dapat terjaga,” Sesi virtual training ini berlangsung setiap hari dari jam 09.00 – 10.00 WIB dan diikuti oleh 44 pemain. Timnas U-19 berhasil menjadi juara Group K dan masuk dalam Pot 2 dalam pengundian bersama Jepang, Australia dan Tajikistan. Tim Garuda Muda berpotensi untuk bertemu satu di antara 4 negara yang masuk dalam Pot 1 yang terdiri dari tim tuan rumah Uzbekistan, Arab Saudi, Korea Selatan dan Qatar. Jika sesuai rencana, pengundian akan dilakukan pada tanggal 18 Juni 2020 mendatang di Kuala Lumpur.

Bagus Kahfi Cetak Gol Penentuan, Indonesia Lolos Putaran Final Piala AFC U-19 2020

Bagus Kahfi Mencetak skor penyeimbang lewat tendangan penalti. (NYSN/Prass)

Indonesia berhasil lolos ke putaran final piala AFC U-19 2020 setelah meraih hasil imbang saat melawan Korea Utara di Stadion Utama Glora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (10/11/2019) malam. Hasil itu sudah cukup meloloskan Timnas U-19 dengan status juara Grup K kualifikasi piala AFC U-19 2020. Total Indonesia mengoleksi 7 poin, diikuti Korea Utara 5 poin, Hong Kong 4 poin dan Timor Leste 0 poin. Bermain dihadapan hampir 17ribu penonton, Timnas U19 langsung optimis lancarkan serangan. Peluang pertama Indonesia didapatkan di menit 5 lewat tendangan Serdy Ephy tak lama berselang terjadi kemelut di depan gawang Korea Utara yang akhirnya hanya menghasilkan tendangan kiper. Pada menit ke-16 giliran Fajar fathur mendapatkan kesempatan menembak ke gawang namun masih bisa dihalau kiper Korea Utara, Sin Kwang Guk. Bagus CS terus berupaya menekan pertahanan Korea Utara sampai pada akhirnya Indonesia kecolongan dimenit ke-40. Lewat sontekan berkelas dari sang kapten Korea Utara, Kim Kwang Chong. Bola yang mengarah kencang ke pojok kanan gawang tak bisa dihalau kiper Indonesia, Ernando Ari. Skor 1-0 untuk Korea Utara menutup jalannya pertandingan babak pertama. Pada babak kedua, pelatih Fakhri Husaeni mengganti Serdy Ephy dengan Mochammad Supriadi. Masuknya Supriadi membuat daya serang Indonesia menjadi lebih kuat. Di menit ke-60 Indonesia mendapatkan hadiah tendangan pinalti setelah Bagus Kahfi dijatuhkan oleh Chae Yu Song di kotak penalti Korea Utara. Bagus yang jadi algojo berhasil menuntaskan misinya menyamakan skor menjadi 1-1. Tak ada gol tambahan sampai laga usai. Hasil imbang menutup laga Indonesia kontra Korea Utara pada laga terakhir Grup K Kualifikasi Piala Asia U-19 2020. SUSUNAN PEMAIN: Timnas U-19 Indonesia (4-3-3): 21-Ernando Ari Sutaryadi; 2-Bagas Kaffa, 23-Rizky Ridho Ramadhani, 19-Alfeandra Dewangga Santosa, 15-M. Salman Alfarid; 5-Theo Fillo Numberi, 6-David Maulana, 7-Beckham Putra Nugraha; 20-Bagus Kahfi, 17-Serdy Ephy Fano, 14-M. Fajar Fathur Rachman. Pelatih: Fakhri Husaini Korea Utara (4-4-2): 1-Sin Kwang Guk; 2-Choe Kwang Hwi, 6-Ri Kum Hyon, 12-Chae Yu Song, 22-Ra Nam Hyon; 10-Kim Kwang Chong, 14-Pak Kwang Sok, 16-Kim Ju Song, 9-Kim Chol Guk; 7-Ri Jo Guk, 19-Kim Kang Song Pelatih: Pak Kyong Bong  

Hasil Timnas U-19 Indonesia vs Timor Leste Kualifikasi AFC U19 Berakhir Dengan Skor 3-1

Hasil Timnas U-19 Indonesia vs Timor Leste Kualifikasi AFC U19 berakhir dengan skor 3-1. Gol skuat Garuda dicetak brace Fajar dan David Maulana. (NYSN/Pras)

Timnas Indonesia U-19 berhasil meraih poin penuh atas lawannya Timor Leste dalam ajang Kualifikasi AFC U19 2020 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (6/11/2019) malam. Skuat Garuda mengalahkan Timor Leste dengan skor akhir 3-1. Gol tersebut dicetak oleh M Fajar Fathur (3’,76’) dan Septian David maulana (62’) sedangkan Timor Leste hanya mampu membalas satu gol yang dicetak oleh Mouzinho De Lima (53’). Timnas Indonesia langsung inisiatif menyerang sejak pluit babak pertama ditiup. Hasilnya Indonesia langsung membuka keunggulan pada menit ke-3 lewat sepak pojok Beckham Putra Nugraha yang di eksekusi baik oleh M Fajar Fathur lewat sundulan kepala. Tak tinggal diam, Timor Leste mencoba menekan dengan serangan balik. Usaha yang dilakukan Paulo Domingos setelah melewati beberapa pemain Indonesia namun gagal karena tendangannya melambung dari gawang Ernando Ari. Indonesia mendapatkan peluang di menit ke-22 lewat kerjasama si kembar, Bagas dan Bagus. Namun bola masih melebar kesamping gawang. Skuat garuda mendapatkan tendangan bebas setelah pergerakan Salman dihentikan oleh Jamito yang berujung kartu kuning untuk dirinya. Ridho sebagai eksekutor gagal setelah tendangannya berhasil diantisipasi oleh kiper Timor Leste, Manuel Pereira. Timnas Indonesia masih menekan, jelang babak pertama berakhir kembali mendapatkan peluang berturut-turut dari tendangan Beckham dan sundulan Bagus yang mengenai mistar gawang. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk Indonesia. Babak kedua baru berjalan 3 menit Timor Leste langsung mendapatkan hadiah penalti oleh wasit. Ernando menjegal laju Mauzinho di kotak 12 pas Indonesia yang membuat wasit menunjuk titik putih. Peluang itu tidak disia-siakan Mauzinho, sukses jadi eksekutor membuat Timor Leste menyamakan kedudukan 1-1. Pada menit ke-58 Timor Leste harus kehilangan satu pemain menyusul kartu merah yang diterima Nelson Pinto. Pelanggaran keras yang dilakukan ke Bagus membuatnya harus keluar lapangan. Bermain dengan 10 orang membuat pertahanan Timor Leste menjadi kurang kokoh, terbukti pada menit ke-60 Indonesia berhasil menambah kedudukan lewat sepakan sang kapten Septian David dari mulut gawang. Skor menjadi 2-1 untuk Indonesia. Meski unggul, tim asuhan Fakhri Husaini ini tidak mengendorkan intensitas serangan. Tampak pada menit ke-70 upaya Supriadi yang mengirimkan bola ke jantung pertahanan Timor Leste, namun gagal dikonversikan rekannya. Tak berselang lama Beckham kembali menciptakan peluang untuk menambah keunggulan, tendangannya masih menyentuh gawang tim tamu. Upaya menjauh dari kejaran Timor leste berhasil pada menit ke-76. Umpan Supriadi dari sisi kiri lapangan dapat dieksekusi baik oleh M Fajar. Skor 3-1 untuk Indonesia bertahan sampai akhir pertandingan. Susunan Pemain Timnas U-19 Indonesia Ernando, Bagas, Ridho, Dewangga, Salman, Theo, David Maulana, Beckham, Bagus, Zico, Fajar. Pelatih Fakhri Husaini Timor Leste Manuel Pereira, Orcelio N Moises, Gumairo Da Silva, Nelson Pinto, Jaimito A Soares, Jhon Frith Ornai Liu, Osario Angelo, Mauzinho de Lima, Expedito Boares, Elias Joao, Paulo Domingos. Pelatih: Lee Minyoung Daftar nama 23 pemain Timnas U-19 di Kualifikasi Piala Asia U-19 Kiper: Ernando Ari Sutaryadi – Persebaya Surabaya Muhammad Risky Sudirman – Persija Jakarta Muhammad Adisatryo – PPLP Jakarta Belakang: Komang Teguh Trisnanda – Diklat Ragunan Muhammad Salman Alfarid – Diklat Ragunan Bayu Mohamad Fiqri – ASIFA Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi – Barito Putera Mochammad Yudha Febrian – Barito Putera Rizky Ridho Ramadhani – Persebaya Surabaya Muhammad Fadhil Adhitya Akshah – PPLP Jakarta Alfeandra Dewangga – PPLP Jawa Tengah Tengah: Brylian Negiehta Dwiki Aldama – Persebaya Surabaya Theo Fillo Da Costa Numberi – Persipura Jayapura David Maulana – Barito Putera Beckham Putra Nugraha – Persib Bandung Khairul Imam Zakiri – Leganes Academy Rendy Juliansyah Braif Fatari – Persija Jakarta Mochammad Supriadi – Persebaya Surabaya Depan: Muhammad Fajar Fathur Rahman – ASAD 313 Amiruddin Bagus Kahfi Alfikri – Barito Putera Sutan Diego Armandoondriano Zico – Persija Jakarta Serdy Hepyfano – PPLP Maluku Utara Hasil Kualifikasi AFC U19 Korea Utara 1-1 Hong Kong Indonesia 3-1 Timor Leste Jadwal Kualifikasi AFC U19 Jumat (8/10/2019) Timor Leste vs Korea Utara, Pukul 15.30 WIB Hong Kong vs Indonesia, Pukul 19.00 WIB Minggu (10/10/2019) Hong Kong vs Timor Leste, Pukul 15.30 WIB Indonesia vs Korea Utara, Pukul 19.00 WIB

Dicoret dari Timnas U-22, Nadeo Argawinata Masuk Daftar Seleksi Timnas U-23

Nadeo Argawinata (kiri) akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Alasan utamanya karena minim jam terbang interasional. (kumparan.com)

Bangkalan- Nadeo Argawinata akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Padahal, Nadeo termasuk pemain yang sejak awal mengikuti pemusatan latihan bersama Andy Setyo dkk. Kondisi ini tentu sangat berat buat kiper 187 cm. Dalam situasi ini, kiper Madura United, Muhammad Ridho Djazulie, memberi dukungan bagi Nadeo. “Saya selalu memberikan support untuk Nadeo. Selama ini, saya dekat dengan dia. Karena dia kiper muda, saya harus selalu memberikan dukungan buat dia,” kata Ridho pada Kamis (14/2). Ridho dan Nadeo pernah berada dalam satu tim di Borneo FC musim lalu. Tak heran keduanya menjalin kedekatan. Mereka selalu bergantian tampil di bawah mistar Borneo FC, saat satu dari keduanya harus membela Timnas Indonesia. Musim ini, Ridho memutuskan meninggalkan tim Pesut Etam. Namun, keduanya terus menjalin komunikasi. Terbaru, Ridho dan Nadeo saling berhadapan saat uji coba Madura United kontra Timnas U-22 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan (12/2). “Saran saya buat dia, tetap semanagat dan bekerja keras. Masih banyak kesempatan. Selalu tetap jaga kondisi dan mulai fokus kembali membela klub,” imbuh Ridho. Nadeo akan kembali memperkuat Borneo FC yang tengah melakukan agenda pramusim. Di klub Pesut Etam, kiper kelahiran Kediri 9 Maret 1997 ini akan kembali bersaing dengan Alfonsius Kelvan dan Gianluca Padenyewu. Timnas U-22 akan mengandalkan tiga kiper dalam turnamen antarnegara ASEAN itu. Mereka adalah Muhamad Riyandi (Barito Putera), Satria Tama (Madura United), dan Awan Setho Rahardjo (Bhayangkara FC). Indra menyebut minimnya pengalaman internasional jadi alasan tercoretnya Nadeo dari skuat akhir yang bakal diboyong ke Kamboja. Diakui Indra bahwa Nadeo tersingkir karena kalah bersaing dari Riyandi. “Riyandi punya pengalaman internasional yang banyak, alasan saya itu,” kata Indra usai sesi latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Kamis sore. Tercoretnya Nadeo memang sempat memancing komentar dari warganet, mengingat kiper jebolan SSB Macan Putih Kediri itu musim lalu cukup kerap dimainkan oleh Borneo FC di Liga 1 Indonesia. Nadeo juga tampil cukup prima ketika menjaga gawang Timnas U-22 dalam laga uji coba terakhir menghadapi Madura United, meski kemasukan gol Slamet Nurcahyo lima menit jelang babak pertama usai. Indra menegaskan gol tersebut bukan menjadi alasan pencoretan Nadeo, sebab penilaiannya menyeluruh termasuk tiap sesi latihan yang diikuti. “Akumulasi semua, ada kesehatan, psikotes, sesi latihan, hingga uji coba. Dari rekapitulasi semua itu, ada yang kita pilih,” ujar Indra. Pun demikian, nama Nadeo, lanjut Indra, masuk daftar 40 pemain yang akan diseleksi kembali saat Timnas U-23 tampil di kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam pada Maret nanti. (Adiantoro)

Tunggu Saddil dan Osvaldo, Indra Sjafri Masih Enggan Coret Pemain Timnas U-22

Bek Timnas U-22 sekaligus kapten, Andy Setyo (2/merah), tengah berduel dengan tim Bhayangkara FC, pada laga uji coba jelang Piala AFF U-22, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). Kedua tim akhirnya bermain imbang 2-2. (Bola.com)

Bekasi- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, belum memutuskan terkait pencoretan pemain. Indra berujar harus menunggu kepastian Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay. Timnas U-22 bermain dengan skor akhir 2-2 melawan Bhayangkara FC pada uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). “Kami sedang mendiskusikan mengenai pencoretan pemain. Saya juga sedang menunggu kepastian Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay,” kata Indrai dalam konferensi pers seusai pertandingan. Saddil sebenarnya sudah tidak diizinkan Pahang FA untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-22. Namun, PSSI ternyata masih melobi agar bisa menggunakan jasa Saddil di Piala AFF U-22 2019. Sementara Osvaldo saat ini sedang menjalani latihan bersama klub kasta kedua Spanyol, CD Numancia. Indra masih menunggu apakah sang pemain bisa bergabung dengan timnya atau tidak. Selain itu, adanya cedera pemain membuat Indra enggan melakukan perjudian dalam pencoretan pemain. “Jadi, strategi pencoretan pemain masih harus saya pertimbangkan. Masih ada satu pemain yang cedera, yakni M. Rafli. Apakah dicoret sebelum kami ke Malang atau nanti? Mungkin besok pagi akan saya informasikan,” ujarnya. Pada pertandingan ini, Timnas U-22 sejatinya berhasil unggul 2 gol lebih dulu melalui aksi Andi Setyo dan tendangan penalti Gian Zola. Namun, begitu beberapa pemain diganti permainan Timnas menurun. Sebaliknya, Bhayangkara FC mampu bangkit dan mencetak dua gol penyeimbang melalui aksi Ilham Udin dan Mahir Radja Menurut Indra, tim pertama yang bermain pada babak pertama, memiliki kelebihan dalam serangan. Namun, permainan tim kedua yang menjadi sorotan adalah skema serangan balik yang lambat. “Tim pertama, serangannya lebih rapi dan bermain dengan position yang lebih progresif. Adapun tim kedua, kami meminta untuk bermain dengan counter attack. Namun, saat transisi counterattack-nya lambat,” tukas pelatih kelahiran 2 Februari 1963, usai pertandingan. “Saat deep-defending dan melakukan counter, mereka seharusnya bangun serangan. Tapi ini tak terjadi. Ketika deep-defending keluar dengan konvesional counterattack, seharusnya cepat. Orang pertama yang harus lihat adalah Beni Oktaviansyah, dia paling ujung, kalau tidak bisa, dia harus keluar dengan channel yang ada,” tegasnya. Selain itu, ia juga menyoroti kesalahan mendasar yang dilakukan tim kedua. Contohnya kesalahan ketika kiper sudah berniat membangun serangan, namun dua center back malah mengembalikan lagi bola. “Kiper sudah mulai serangan, tapi kedua center back mengembalikan bola ke kiper. Ini konyol. Kenapa? Ketika bola dikembalikan ke kiper, maka kiper sudah kehilangan senjata yakni tangannya. Harusnya lebih progresif ke depan. Tim yang kedua juga kurang smooth ketika keluar dari tekanan,” ucap pelatih asal Sumatra Barat itu. “Kami akan mencoba lagi pada tanggal 10 melawan Arema FC. Saya yakin Timnas Indonesia U-22 ini bisa lebih baik lagi. Saya dan tim pelatih sudah melihat apa yang harus diperbaiki kedepan,” pungkasnya. (Adt)

Timnas U-22 Hadapi Bhayangkara FC di Bekasi, Tiga Winger Terbaik Absen Piala AFF 2019

Pemain Timnas U-22, Osvaldo Haay, saat melakukan latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, pada Selasa (22/1). Gelandang 21 tahun itu dikabarkan menerima tawaran trial dari klub Segunda Division Spanyol, CD Numancia, sehingga terancam absen tampil di Piala AFF U-22 2019. (Bola.com)

Jakarta- Direktur Teknik Bhayangkara FC, Yeyen Tumena, mengungkapkan pertandingan uji coba timnya melawan Timnas U-22 digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). Meski mengungkapkan jadwal dan tempat agenda uji coba, Yeyen belum membocorkan terkait harga dan jumlah tiket laga ini. Pertandingan melawan Timnas U-22 akan digelar di Stadion Patriot pada 6 Februari 2019 pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini bisa disaksikan umum dan kami akan jual tiket,” kata Yeyen kepada wartawan. “Kami mau koordinasi dengan PSSI. Panpelnya itu dari Bhayangkara FC, tapi perangkat pertandingan dan tanggung jawab dari PSSI,” ujar Yeyen. Melawan Bhayangkara FC merupakan agenda pertama Timnas U-22 setelah pemusatan latihan, sejak 7 Januari 2019. Laga ini digelar untuk mempersiapkan Garuda Muda tampil di Piala AFF U-22 2019. Setelah itu, Timnas U-22 kembali melakoni uji coba melawan Arema FC, pada Minggu (10/2). Sayangnya, anak asuh Indra Sjafri ini berpotensi tak diperkuat winger-winger terbaiknya, di Piala AFF 2019. Kepastian itu terjadi, usai mereka tak mendapat izin dari klubnya. Piala AFF 2019 yang berada di luar kalender FIFA, membuat klub-klub luar negeri tak berkewajiban melepas pemainnya ke Timnas Indonesia. Kabar terbaru, Pahang FA berkirim surat dengan PSSI, yang isinya dengan berat hati tak bisa meminjamkan Saddil Ramdani. Pahang FA hanya mau melepas Saddil, untuk Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, pada Maret mendatang. Langkah yang dilakukan Pahang FA, serupa dengan Lechia Gdansk. Selain karena bukan agenda FIFA, Lechia Gdansk enggan melepas Egy Maulana Vikri, karena mereka berada pada pekan-pekan krusial di Liga Polandia. Hal ini tentu saja menjadi kabar buruk buat Timnas U-22. Selain kedua nama itu, belakangan Osvaldo Haay, juga diyakini absen pada ajang Piala AFF 2019. Pemain 21 tahun itu justru menerima tawaran trial, dari klub Segunda Division Spanyol, CD Numancia. Situasi ini tentu saja membuat Indra gamang. Apalagi ketiga pemain-pemain tersebut sangat cocok dengan karakterisik permainan yang diusung arsitek asal Sumbar itu. Pelatih kelahiran 2 Februari 1963 itu pun belum memutuskan apakah mengandalkan sumber daya pemain yang ada, atau memanggil nama baru. Keputusan itu akan diambil Indra, setelah Timnas U-22 melakukan uji coba. “Indonesia punya banyak pemain. Kami akan melihat perkembangan setelah uji coba nanti,” tegas Indra. (Adt)

Pakai Jersey Nomor 38, Firza Andika Pilih AFC Tubize Karena Sepi

Usai resmi menandatangani kontrak dengan klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize, Firza Andika, akan memakai nomor punggung 38. Ia akan membela tim berjuluk Les Sang et Or (Si Merah Darah dan Emas) itu selama dua musim. Tampak Firza (kiri), dan CEO AFC Tubize, Shim Chan Koo, di Kantor Northcliff, Jakarta, pada Jumat (25/1). (bolasport.com)

Jakarta- Eks Timnas U-19 yang tengah mengikut Pelatnas Timnas U-22, Firza Andika resmi menandatangani kontrak dengan klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Firza telah menandatangani kontrak berdurasi dua musim dalam acara seremoni yang digelar di Kantor Northcliff Indonesia, SCBD, Jakarta, Jumat (25/1). Hadir dalam kesempatan ini berbagai perwakilan pihak-pihak yang mendukung Firza merumput dan berkarir di Eropa. Yakni Shim Chan Koo selaku CEO AFC Tubize, dan Khairul Asyraf selaku Consultant of Northcliff Sport. Selain resmi menandatangani kontrak berdurasi dua musim, Firza juga mendapatkan nomor punggung 38. “Pakai nomor 38 karena sebenarnya mau pakai 11 atau 29. Tapi, nomor itu sudah dipakai,” ujar pemuda kelahiran Medan 11 Mei 1999. “Kalau 3 ditambah 8 ‘kan jadinya 11 juga dan itu adalah tanggal lahir dan di timnas pun pakai nomor 11,” ujar bek sayap yang mengawali karir dari SSB Tasbih dan SSB Asamkumbang di Medan. “Terima kasih untuk Northcliff yang mendukung saya selama ini. Terima kasih juga manajemen Tubize. Mungkin anak Indonesia bisa bermimpi seperti saya. Intinya bekerja keras untuk bisa menggapai mimpi,” tukas jebolan Akademi Semen Padang dan Sekolah Semen Padang ini. Firza punya dua pilihan sebelum akhirnya menerima tawaran klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Selain menjalani trial di Tubize, pemain yang pernah menjadi bek kanan, gelandang, sayap kiri dan striker ini, sempat menunjukkan kemampuannya bersama klub kasta keempat Liga Spanyol yakni UD Alzira. Kedua klub itu kemudian sama-sama menyatakan minatnya kepada eks bek kiri PSMS Medan itu. Ia akhirnya lebih memilih AFC Tubize dan menandatangani kontrak berdurasi dua musim di Kantor Northclifff, Jakarta, Jumat (25/1). Lalu apa alasan Firza memilih berkarier di klub dengan Stadion Leburton sebagai kandang itu ? “Saya pilih Tubize karena permainan timnya sangat bagus. Orang-orangnya juga bisa berkomunikasi dengan baik dan sangat terbuka,” bilangnya paska tandatangani kontrak. “Jadi, saya sangat ingin bermain di sana. Selama trial, di sana juga tak ada kendala berarti, seperti misalnya cuaca,” terang pemain yang punya kecepatan ini. Kota Tubize, berada sekitar 33 km ke arah selatan Brussel, ibu kota Belgia. Suasana sepi Tubize, juga jadi salah satu faktor pilihannya. Firza bisa fokus mengembangkan karier dan bakatnya. “Lingkungan di sana juga bagus karena sepi, jadi bisa lebih fokus. Apalagi saya orangnya tak terlalu suka main keluar,” tuturnya. (Adt)

Teken Kontrak Dua Tahun, Bek 19 Tahun Asal Medan Bela Klub Kasta Kedua Belgia

Bek sayap serba bisa milik Timnas U-19 dan mantan pemain PSMS Medan, Firza Andika (kiri), resmi dikontrak Klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Pemain Kelahiran Medan 11 Mei 1999 ini bergabung usai tampil di Piala AFF U-22. (foxsports.co.id)

Jakarta- Pesepakbola asal Medan, Firza Andika mewujudkan mimpinya bermain di Eropa. Klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize resmi mengontrak eks pemain PSMS tersebut, pasca mengikuti proses trial selama dua minggu pada November 2018. Hal tersebut dibenarkan Khairul Asyraf, agen Firza yang juga Direktur 2Touch. “Iya benar (sudah deal) di sana. Dia dikontrak dua tahun,” ujarnya via WhatsApp, Kamis (24/1) petang. Konsultan Sepak Bola Divisi Olahraga NorthCliff ini menambahkan pilihan jatuh ke AFC Tubize juga lantaran klub tersebut sangat bagus untuk perkembangan pemain muda. “Klub yang sangat bagus untuk mengembangkan potensi pemain muda di sana,” jelasnya. Namun, Firza belum bisa bergabung dengan klub barunya, karena mengikutui pemusatan latihan Timnas U-22 di Jakarta. Mantan bek sayap kiri PSMS itu berpeluang tampil di Piala AFF U-22 bulan depan di Kamboja. Klub Tubize didirikan pada tahun 1990 dan saat ini bermain di First Divison B (kasta kedua) Belgia di bawah asuhan manajer Philippe Thys. Pemain Kelahiran Medan 11 Mei 1999 ini akan memulai transisi dari tim cadangan (reserve), sebelum bergabung dengan tim senior tahun ini. First Division B di Belgia saat ini berada di tahap paruh kedua musim, selayaknya kompetisi lain di Eropa, dan klub ini juga memiliki relasi yang kuat dengan raksasa Inggris, Manchester City. Ernest Agyiri dan Aaron Nemane adalah pemain Tubize yang dipinjam dari tim Premier League Inggris, sementara putra dari legenda Liverpool Ronny Rosenthal, yakni Tom Rosenthal, akan menjadi salah satu rekan satu tim bek sayap serba bisa milik Timnas U-19 dan PSMS Medan, di Tubize nanti. Kini Firza segera menyusul rekannya di Timnas U-19 yaitu Egy Maulana Vikri yang lebih dulu bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk sejak tahun lalu. Indonesia kini telah menarik banyak minat para pencari bakat dari klub-klub di sepakbola Eropa. (Adt)

Pulangkan Lima Orang dari TC Tahap Kedua, Timnas U-22 Punya 30 Pemain

Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, resmi memulangkan lima pemain dari pemusatan latihan yang berlangsung di Jakarta. Kini Timnas U-22 memiliki skuat untuk Piala AFF U-22 2019, yakni 30 pemain plus tiga nama yang sedang berkarier di luar negeri. (bola.com)

Jakarta- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, akhirnya resmi memulangkan lima pemain dari pemusatan latihan yang berlangsung di Jakarta. Pemain yang dipulangkan adalah Indra Mustafa (Persib Bandung), Syafril Lestahulu (Persib Bandung U-19), Jayus Hariono (Arema FC), Anan Lestaluhu (Persija Jakarta), dan Wahyudi Hamisi (Borneo FC). Pencoretan kelima pemain itu dilakukan Indra, setelah mempertimbangkan berbagai aspek. Dengan demikian, Timnas U-22 telah menemukan skuat untuk Piala AFF U-22 2019, yakni berjumlah 30 pemain plus tiga nama yang sedang berkarier di luar negeri. “Kami kembalikan lima pemain ke klub, jadi sekarang kami memiliki 30 pemain. Mulai Senin (21/1), kami sudah memulai periodisasi persiapan menuju Piala AFF U-22 di Kamboja,” kata pria 55 tahun ini, seperti dikutip situs resmi PSSI, pada Sabtu (19/1). Syafril Lestahulu dan Jayus Hariono merupakan pemain yang baru bergabung pada tahap kedua. Adapun Indra Mustafa, Wahyu Hamisi, dan Anan Lestaluhu dikembalikan ke klub karena dianggap belum bisa menunjukkan kualitasnya. “Ada empat kriteria pemain yang kami pilih di Timnas U-22, yakni kemampuan skill, fisik, taktik kecerdasan, dan mental. Itu ditambah informasi mengenai kesehatan dan fisioterapi, dan psikotes mereka, dengan semua aspek lainnya,” imbuh Indra Sjafri. Dengan demikian, Timnas Indonesia U-22 sudah bisa fokus dalam persiapan menuju Piala AFF 2019 yang akan dimulai pada pekan ketiga pemusatan latihan, Senin (21/1). Hal itu akan didukung dengan satu agenda uji coba pada akhir Januari 2019. (Adt)

Resmi Lolos Trial, Eks Bek Timnas U-19 Ini Segera Merumput di Eropa

Full bek kiri Timnas U-22 kelahiran Medan 11 Mei 1999, Firza Andika, dilaporkan sudah sudah lolos seleksi trial dan memilih tim untuk berlabuh di antara klub Spanyol dan Belgia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Full bek kiri Timnas U-22, Firza Andika, dilaporkan sudah memilih tim untuk berlabuh di antara Spanyol dan Belgia. Sebelumnya, Firza sempat mengikuti trial terlebih dahulu bersama dengan AFC Tubize, selaku klub kasta kedua di Belgia, pada November 2018. Pada awal Desember 2018, ia pun mencoba trial di klub kasta ketiga Spanyol, UD Alzira. Setelah menanti pengumuman, bek PSMS Medan ini mengaku sudah lolos seleksi trial di kedua klub tersebut. “Jadi kemarin pas saya trial di Spanyol dan Belgia Alhamdulilah hasilnya saya diterima,” tukasnya. Agen Firza, Khairul Asyraf, juga mengonfirmasi bahwa kliennya itu berhasil lolos seleksi di AFC Tubize dan UD Alzira. “Lolos. Kami sedang menunggu proses Visa,” ujar Khairul, dilansir BolaSport.com. Lebih lanjut, Khairul juga menyebut bila rekan karib Egy Maulan Vikri itu, telah memilih satu dari kedua klub tersebut. “Sudah (memilih klub), tapi kami belum mau umumkan sampai visa sudah di-approve,” ujar Direktur Agensi 2 Touch International itu. Tak hanya dua klub tersebut, pemuda kelahiran Medan 11 Mei 1999 ini, juga mengaku ditawar oleh klub luar negeri lain dan sejumlah klub papan atas Liga 1. “Banyak tawaran baik dalam klub luar negeri ataupun Indonesia. Kita lihat saja karena saya mau fokus seleksi timnas U-22 Indonesia dahulu,” tegasnya. Firza memang saat ini sedang berada di Jakarta dan fokus dengan Timnas U-22 untuk menembus skuat ke Piala AFF U-22 2019. (Adt)

Hari Sabtu Ini, Indra Sjafri Rilis Skuat Timnas U-22

Jakarta- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri akan menciutkan pemain pada akhir pekan nanti. Namun, tak ada pemain promosi untuk TC pekan ketiga mendatang. Saat ini, Timnas U-22 sudah masuk dalam pemusatan latihan tahap kedua, di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, mulai Senin (14/1). Pada latihan kali ini, Indra kembali memfokuskan materi fisik dan taktik. Sebab, ada tiga pemain yang baru masuk, yakni Nadeo Argawinata, Jayus Hariono dan M Syafril Lestaluhu. Mereka menggantikan Hilman Syah, Dalmiansyah Matutu, dan Yoga Pratama, yang terdegradasi, usai TC tahap pertama. Materi latihan seperti ini, disebutkan Indra, masih terus dilakukan hingga akhir pekan ini dan akan diakhiri dengan internal game sebelum melakukan evaluasi secara menyeluruh. “Kami akan latihan pagi terus sampai Jumat. Setelah itu akan ada sesi yang sama seperti kemarin dan diakhiri dengan sesi internal game,” ujar Indra. Namun, berbeda dengan pekan pertama, pada akhir pekan ini, pelatih asal Sumatera Barat itu tak bakal melakukan promosi pemain. Dia akan memulangkan pemain dan langsung menentukan 30 pemain, yang diproyeksikan untuk Piala AFF U-22 yang digelar pada Februari mendatang. Saat ini, tercatat 35 pemain mengikuti TC. Pria kelahiran Batang Kapas, Pesisir Selatan, 2 Februari 1963 ini mengatakan para pemain Timnas U-22 yang dipanggil saat ini akan terus berlatih sampai Jumat (18/1). Lalu, pada Sabtu (19/19), akan ada sesi internal game, serta diakhiri dengan pencoretan pemain “Di akhir pekan kedua, kami akan ciutkan lagi dengan beberapa pemain. Mungkin hanya ada degradasi, sementara promosi kami lakukan usai AFF,” lanjutnya. Ia memiliki alasan khusus tak bakal melakukan promosi pemain. “Karena saya ingin minggu ketiga itu, kami sudah fokus periodesasi untuk AFF,” pungkas pria 55 tahun ini. (Adt)

Jelang Umumkan Hasil Seleksi Tahap Pertama, Indra Sjafri Pulangkan 3 Pemain TC Timnas U-22

Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, sudah memulangkan tiga pemain pada akhir pekan pertama, pemusatan latihan Timnas U-22. Indra juga mengungkapkan bila hasil seleksi tahap pertama Timnas U-22, akan diumumkan pada Sabtu (12/1) malam. (tirto.id)

Jakarta- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri memulangkan tiga pemain pada akhir pekan pertama pemusatan latihan. Meskipun memulangkan tiga pemain, pelatih 55 tahun itu memanggil tiga pemain baru untuk menggenapi pemain yang telah ada. Tiga pemain yang dipulangkan dari pemusatan latihan pekan pertama timnas U-22 Indonesia ialah, kiper Hilman Syah (PSM Makassar), lalu dua gelandang Damiansyah Matutu (Arema FC), dan Yoga Pratama (PSIM Yogyakarta). Sementara tiga pemain yang akan menggantikan tiga pemain yang dipulangkan itu ialah kiper Nadeo Argawinata (Borneo FC), serta dua gelandang yakni Jayus Hariono (Arema FC) dan M Syafril Lestaluhu (Persib U-19). Dengan masuknya Nadeo, Jayus, dan M Syafril, komposisi skuat timnas U-22 Indonesia masih berjumlah 35 pemain. Sebelumnya PSSI merilis total 38 pemain yang mengikuti TC yang dimulai sejak Senin (7/1), namun hingga saat ini tiga pemain masih belum hadir. Tiga pemain yang masih belum bergabung ialah Egy Maulana Vikri (Lechia Gdansk), Ezra Walian (RKC Waalwijk), dan Saddil Ramdani (Pahang FA). Dilansir Kompas.com, Indra menentukan empat faktor sebagai patokan untuk memilih pemain yang akan berlaga di Piala AFF U-22 2019. Empat hal itu adalah skill, fisik, taktikal dan kecerdasan mental, serta info medis. Info medis tidak hanya kondisi kesehatan pemain, namun juga catatan cedera yang pernah dialami. Termasuk juga hasil psikotes. Indra mengungkapkan bila hasil seleksi tahap pertama, akan diumumkan pada Sabtu (12/1) malam. “Tadi malam saya sudah diskusi (dengan tim kepelatihan). Ada beberapa kesimpulan yang sudah kami dapat,” tukas pria kelahiran 2 Februari 1963 usai sesi latihan di Lapangan ABC,Jakarta, Sabtu (12/1) pagi. Indra menyebut taak hanya menilai pemain dari informasi yang didapat saat pertandingan 2×30 menit di sesi latihan. “Bukan hanya informasi pertandingan 2×30 menit (di sesi latihan). Kalau itu terlalu naif untuk menentukan dia bagus atau tidak. Saya ingin tiada dusta di antara kita,” ujar Indra menambahkan. Soal pemain yang nantinya dicoret, pria asal Batang Kapas, Sumatra Barat ini, berpesan untuk tak berkecil hati. Ia menegaskan pencoretan bukan akhir dari kesempatan pemain untuk membela timnas. “Saya akan bilang, saya akan report ke pelatih klub bahwa dia sementara belum dan kekurangannya ini. Clear kan,” pungkasnya. (Adt)

Waktu Mepet Jelang Piala AFF U-22, Timnas Hanya Uji Coba 2 Kali

Timnas U-22 melakukan latihan perdana di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Senin (7/1). Mereka akan mengikuti Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, akan memilih 23 pemain terbaik dan dijadwalkan menjalani dua kali uji coba lebih dulu. (bola.com)

Jakarta- Timnas U-22 akan mengikuti Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Skuat Garuda dijadwalkan menjalani dua kali uji coba lebih dulu. Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, memanggil 38 pemain untuk mengikuti seleksi tahap pertama. Indra akan memilih 23 pemain terbaik. Pertaruhan terdekat Timnas U-22 ada di Piala AFF U-22 di Kamboja, pada Februari 2019. Indonesia berada di Grup B bersama tuan rumah Kamboja, Myanmar, Malaysia dan Singapura. Namun, waktu persiapan yang dimiliki terbilang mepet, karena mereka sudah harus berangkat ke Kamboja pada 14 Februari 2019. Indra menyebut Timnas bakal menjalani dua kali uji coba untuk mematangkan persiapan. Pertama, Timnas menghadapi salah satu konstestan Liga dan, yang kedua, melawan tim di luar Asia Tenggara. Dua-duanya direncanakan dilaksanakan pada awal Februari. “Ada dua uji coba, yakni lokal dan internasional. Belum bisa saya sebutkan, yang pasti satu dari Asia Tenggara. Kalau lokal, tunggu saja karena mereka juga persiapan kompetisi. Semua uji coba, digelar sebelum kami ke Kamboja,” ujar Indra, usai latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Senin (7/1). Lawan pertama yang akan dihadapi Timnas U-22 kemungkinan adalah Timnas China U-22. Anggapan itu berlatar pernyataan PSSI yang berencana mempertemukan tim Merah Putih dengan kesebelasan tersebut. Kemudian, Persija Jakarta juga ditengarai bakal menjadi lawan uji coba Tim merah putih muda. Tim Macan Kemayoran disinyalir akan menjadikan ajang itu sebagai persiapan Liga 1 2019. Sementara itu, Egy Maulana Vikri absen pada latihan perdana Timnas U-22 ini. Tak hanya Egy yang absen pada latihan kali ini. Firza Andika, Saddil Ramdani, Osvaldo Haay, dan Ezra Walian juga tidak nampak kehadirannya. Pada latihan perdana Timnas U-22 yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut, Indra didampingi dua asistennya, yakni Nova Arianto dan Yunan Helmi. Indra juga menunjuk Hendro Kartiko, sebagai pelatih kiper Timnas U-22. Pria berusia 45 tahun itu bertugas menangani empat penjaga gawang seleksi. Sejatinya, pemusatan latihan (TC) ini digelar Indra untuk menyongsong tiga agenda pada 2019. Pertama adalah Piala AFF U-22 di Kamboja, 17 Februari sampai 2 Maret mendatang. Garuda muda kemudian tampil di Kualifikasi Piala Asia U-23 (22-26 Maret), serta multievent SEA Games 2019 di Filipina (30 November-10 Desember). (Adt)

Menuju Piala AFF U-22 di Kamboja, PSSI Gelar Seleksi Singkat 38 Pemain

Osvaldo Haay (25) masuk seleksi Timnas U-22. Ia masyhur sebagai winger berkecepatan tinggi. Namun pemuda 20 tahun asal Jayapura ini pernah menghuni pos striker murni bersama timnya, Persebaya Surabaya, di Liga 1 2018. Ia pun pemain multifungsi. Empat pos sanggup dimainkannya, yakni bek kiri, gelandang, sayap, dan penyerang. (medcom.id)

Jakarta- Piala AFF U-22 akan segera bergulir pada 17 Februari hingga 2 Maret 2019, di Kamboja. Menghadapi turnamen penting itu, PSSI memanggil sekaligus menseleksi 38 pemain, yang bakal memperkuat skuat Garuda Muda, di bawah asuhan Indra Sjafri. Para pemain ini memulai pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk Timnas U-22 mulai 7 Januari, di Jakarta. Dari 38 nama yang rencananya dipanggil, sebagian besar merupakan skuat Timnas U-19. Di antaranya Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Todd Rivaldo Ferre. Selain itu, terdapat nama Ezra Walian, yang saat ini bermain untuk klub Belanda, Almere City. Namun, pemain berpostur 177 cm itu sedang menjalani masa pinjaman di RKC Waalwijk. Ezra sempat menjadi bagian dari Timnas U-22 di SEA Games 2017. Namun, pada Piala AFF 2018, ia gagal mendapatkan izin dari klub untuk membela Timnas Indonesia senior. Selain Ezra, PSSI turut memanggil bomber Persik Kediri sekaligus pemegang titel topskor Liga 3, Septian Satria Bagaskara. “Kami memilih pemain yang bermain di kompetisi Liga 1, 2, dan 3, sehingga memiliki jam terbang. Ini jadi landasan utama kami dalam menentukan pemain. Kami juga sudah mengumpulkan data dari tim HPU (high performance unite),” ujar Indra, di Jakarta, pada Jumat (4/1). Juru racik tim kelahiran Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), 2 Februari, 55 tahun silam itu, mengatakan semua pemain dari U-19 masuk ke dalam skuat Garuda. “Semua pemain dari Timnas U-19 yang kemarin itu masuk, tapi minus striker. Banyak striker bagus, dan paling tidak, kini ada 4 striker yang kami siapkan,” tambah pelatih yang mengecap karir junior di PSP Padang 1981-1986. Sementara itu, terkait sempitnya waktu persiapan timnas, Indra tak mempermasalahkan. “Training center untuk timnas tak perlu lama. Saya inginnya satu, dua, tiga hari. Harusnya mereka yang dipanggil pemain yang pembinaan di klubnya bagus, sehingga kami hanya tinggal memantapkan program saja kepada para pemain ini,” jelas Indra. Untuk staf pelatih, mayoritas staf Indra dari Timnas U-19 akan disertakan. Namun, Indra juga membawa dua asisten pelatih baru yang dipastikan sudah memiliki lisensi kepelatihan yang sesuai arahan AFC. “Tim ini adalah tim yang terbaik, termasuk team behind the team, pelatih yang kami pilih adalah yang terbaik karena mengikuti standar arahan dari AFC. Asisten satu nanti akan dibantu oleh Yunan Helmi dari Barito (Putera),” papar Indra. “Asisten dua, yakni Nova Arianto dari Lampung Sakti, dan kebetulan sekarang dalam posisi tidak dalam kontrak. Seluruh pelatih itu masuk kriteria AFC soal sertifikasi,” tukas pria yang memulai karir sebagai pelatih U-12 ini. Sedangkan Ratu Tisha, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI, menyebut jika Indra memiliki beban berat dalam mempersiapkan Timnas U-22. Sebab, menurutnya, selain Piala AFF U-22 pada 2019 ini, tim merah putih muda juga akan berlaga di kualifikasi Piala Asia U-23 pada 2020, dan SEA Games 2019 Filipina. “Ada beberapa target dari PSSI, seperti Piala AFF di Kamboja, AFC U-23 Qualifiers, juga menyongsong target emas di SEA Games 2019. Mulai 7 Januari akan ada rangkaian program-program itu,” cetus Tisha. “Kami harapkan dukungan, doa, serta semangat dari masyarakat demi kejayaan sepak bola Indonesia,” lanjutnya. Timnas U-22 akan menjalani laga perdana pada 18 Februari kontra Timnas U-22 Myanmar, pada babak penyisihan grup Piala AFF U-22 2019. Setelah itu, skuat Garuda bakal berjumpa dengan Singapura, Malaysia, dan tuan rumah Kamboja. (Adt) Daftar 38 pemain Timnas Indonesia U-22: Kiper 1. Hilman Syah (PSM Makassar) 2. Awan Setho (Bhayangkara) 3. Satria Tama (Madura United) 4. M Riyandi (Barito Putera) Belakang 5. Nurhidayat (Bhayangakara) 6. Rachmat Irianto (Persebaya Surabaya) 7. Bagas Adi (Arema FC) 8. Dallen Ramadhan (Bali United) 9. Dandi Maulana (Barito Putera) 10. Andi Setyo (PS TIRA) 11. Fredyan Wahyu (PSMS Medan) 12. Indra Mustafa (Persib Bandung) 13. Firza Andika (PSMS Medan) 14. Asnawi Mangkualam (PSM Makasar) 15. Adnan Lestaluhu (Persija Jakarta) 16. Samuel Christianson (Sriwijaya FC) Tengah  17. Hanif Sjahbandi (Arema FC) 18. Wahyudi Hamisi (Borneo FC) 19. Rafi Syaharil (Barito Putera) 20. Todd Rivaldo (Persipura Jayapura) 21. Gian Zola (Persela Lamongan) 22. Saddil Ramdani (Persela Lamongan) 23. Sani Riski Fauzan (Bhayangkara) 24. M Luthfi Kamal (Mitra Kukar) 25. Witan Sulaeman (SKO Ragunan) 26. Egy Maulana (Lechia Gdansk) 27. Osvaldo Haay (Persebaya Surabaya) 28. Rifal Lastori (PSS Sleman) 29. Kadek Agung (Bali United) Striker 30. Billy Keraf (Borneo FC) 31. Yoga Pratama (PSIM Yogyakarta) 32. Dalmiansyah Matutu (Arema FC) 33. Dimas Drajad (PS TIRA) 34. Beni Oktaviansyah (Kalteng Putra) 35. Marinus Wanewar (Bhayangkara) 36. Ezra Walian (RKC Waalwijk) 37. Septian Satria Bagaskara (Persik Kediri) 38. M Rafli (Arema FC)