Garuda Muda Tahan Imbang Pantai Gading

Pemain Timnas Indonesia U17 vs Pantai Gading U17

Hasil Timnas Indonesia U17 vs Pantai Gading U17 berakhir imbang tanpa gol. Laga uji coba ini digelar di Dubai pada Senin (27/10/2025) waktu setempat. Ini menjadi pertandingan uji coba kedua bagi skuad asuhan Nova Arianto. Sebelumnya, Garuda Muda menelan kekalahan tipis 1-2 dari Paraguay U17. Timnas U17 sebenarnya tampil solid dan menciptakan beberapa ancaman. Namun, pertahanan kokoh Pantai Gading terbukti sulit ditembus. Rangkaian uji coba ini merupakan persiapan akhir jelang Piala Dunia U17 2025. Turnamen tersebut akan berlangsung di Qatar pada 3-27 November mendatang. Timnas Indonesia U17 masih menyisakan satu agenda uji coba terakhir. Lawan berikutnya yang akan dihadapi adalah Panama U17. Pertandingan ini diprediksi akan kembali berlangsung sengit. Laga ini menjadi kesempatan terakhir mengasah strategi dan mental. Duel melawan Panama U17 akan kembali dihelat di Dubai. Pertandingan dijadwalkan pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 22.00 WIB. Setelah merampungkan laga tersebut, Garuda Muda akan segera bertolak. Mereka akan berangkat ke Qatar untuk fokus ke Piala Dunia U17 2025. Perjuangan Timnas Indonesia U17 di Qatar dipastikan tidak akan mudah. Hasil undian menempatkan mereka di Grup H. Lawan-lawan tangguh sudah menanti di fase grup. Garuda Muda akan bersaing melawan Brasil, Honduras, dan Zambia. Laga perdana Timnas Indonesia akan tersaji pada 4 November 2025. Skuad asuhan Nova Arianto akan menantang wakil Afrika, Zambia. Selanjutnya, Indonesia akan melawan favorit juara Brasil (7/11). Laga terakhir grup akan menghadapi Honduras pada 10 November.

Garuda Muda Kalah di Laga Uji Coba Kontra Paraguay

Indonesia U17 vs Paraguay U17

Timnas Indonesia U17 harus mengakui keunggulan Paraguay U17 dalam laga uji coba jelang mengikuti Piala Dunia 2025. Garuda Muda dikalahkan Albirroja 1-2. Pertandingan persahabatan kelompok umur bertajuk U17 Dubai Youth Challenge 2025 mempertemukan Indonesia vs Paraguay. Pertandingan digelar secara tertutup di Lapangan 2 Kompleks Klub Al Hamriyah, Uni Emirat Arab, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. Informasi jalannya pertandingan dirilis Federasi Sepakbola Paraguay (APF) selepas laga tuntas digelar. Timnas Indonesia U17 sempat unggul 1-0 di babak pertama, tapi APF tak menyebut siapa pencetak gol Garuda Muda. Paraguay U17 mengganti beberapa pemainnya di babak kedua demi mengejar ketertinggalan. Hasilnya, skor berubah menjadi 1-1 setelah pemain pengganti, Jose Buhring, mencetak gol lewat bola sundulannya. Gol kemenangan dicetak Paraguay di menit injury time. Striker Mauricio de Carvalho membobol gawang Indonesia U17 dan memastikan kemenangan timnya 2-1. Ini menjadi pertandingan uji coba pertama Indonesia U17 di Uni Emirat Arab. Evandra Florasta cs selanjutnya bersua Pantai Gading (27/10) dan Panama (31/10). Timnas Indonesia U17 tergabung di Grup H dalam Piala Dunia U17 2025. Pasukan Nova Arianto satu grup bersama Zambia, Brasil, dan Honduras. Susunan Pemain Indonesia U17: Dafa Algazemi, Lucas Lee, Putu Panji, Matthew Balxer, Evandra Florasta; Nazriel Alvaro, Eizar Jacob, Fabio Irawan, Alberto Henga; Gholy Zahaby dan Mierza Firjatulloh. Paraguay U17: Matias Fernandez; Thiago Aranda, Mauro Coronel, Leo Cristaldo dan Ymanol Ruiz; Milan Freyres, Aldo Sanabria, Alan Ledesma dan Pedro Villalba; Carlos Franco, Mauricio de Carvalho.

Hasil Drawing SEA Games 2025: Timnas Putra dan Putri Siap Berjuang

SEA Games 2025

Timnas Putra Indonesia dan Timnas Putri Indonesia resmi mengetahui lawan-lawan yang akan dihadapi pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Hal itu dipastikan setelah digelarnya drawing untuk cabang olahraga sepak bola di Deluxe Resort & Spa Hotel, Bangkok, Thailand. Pada sektor sepak bola putra, Garuda Muda tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura. Grup ini menjadi satu-satunya grup dengan empat tim peserta, sekaligus memiliki jadwal pertandingan paling padat di antara seluruh grup. Sementara itu, dari hasil undian sepak bola putri, Timnas Putri Indonesia atau Pertiwi Muda menempati Grup A bersama tuan rumah Thailand, Kamboja, dan Singapura. Ajang ini akan diikuti delapan negara yang terbagi ke dalam dua grup. Menurut agenda, SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand awal Desember mendatang, dengan cabang sepak bola tetap menjadi sorotan utama publik Asia Tenggara. Tentunya, baik Timnas Putra maupun Timnas Putri siap memberikan penampilan terbaik demi meraih hasil maksimal di ajang ini. Berikut hasil lengkap pembagian grup cabang sepak bola SEA Games 2025: Sepak Bola Putra Grup A Thailand Kamboja Timor Leste Grup B Vietnam Malaysia Laos Grup C Indonesia Myanmar Filipina Singapura Sepak Bola Putri Grup A Thailand Kamboja Singapura Indonesia Grup B Vietnam Myanmar Filipina Malaysia

Garuda United U17 Jadi Bagian dari Program Pembinaan PSSI

Garuda United U17

PSSI resmi mengumumkan Garuda United U17 sebagai tim program pembinaan pemain muda Indonesia yang akan tampil di EPA Super League U18 musim 2025/26. Tim ini dibentuk untuk mempersiapkan generasi baru Timnas Indonesia menuju Piala Asia U17 dan Piala Dunia U17 mendatang, dua ajang yang menjadi target utama federasi dalam pengembangan sepak bola usia muda. Garuda United U17 akan menjalani laga perdananya pada 11 Oktober 2025 menghadapi Semen Padang FC. Tim ini diisi oleh 35 pemain hasil seleksi dari berbagai klub dan sekolah sepak bola terbaik di Indonesia. Dari 35 pemain yang dipanggil, sebagian besar merupakan hasil pembinaan dari SSB dan akademi seperti ASIOP, Taufiq FA, Asiana, hingga klub profesional seperti Persib, Bali United, Persebaya, Madura United, dan Persija. Komposisi ini menunjukkan komitmen PSSI dalam merangkul seluruh ekosistem sepak bola nasional untuk mencetak pemain potensial. Melalui kompetisi EPA Super League, PSSI berharap para pemain mendapat menit bermain yang konsisten dan pengalaman berharga di level kompetitif nasional. Dalam musim perdananya, Garuda United U17 tergabung di Grup A bersama Semen Padang FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, Persijap Jepara, Persita Tangerang, Persija Jakarta, Dewa United Banteng FC, Arema FC, Persik Kediri, dan PSBS Biak. Total, Garuda United U17 bakal melakoni 36 pertandingan pada babak pendahuluan EPA Super League U-18 musim 2025/26. Grup ini dianggap sebagai salah satu yang paling kompetitif karena diisi oleh klub-klub besar dan memiliki tradisi pembinaan kuat. Berikut daftar pemain Garuda United U17 musim 2025/26: Penjaga gawang Syahdan Caesar – ASIOP Seta Bayu Cahyaning – Taufiq FA Fahmi Aziz Arifudin – WBFC Academy Bek tengah Waliyuddin Shofa A – Persib Putu Ekayana Yoga P – Bali United Alberto K Ramendei – PPLP Jayapura Farik Rizqi – Farmel Shoyyo Himawan P – Persis Zidane Raditya Chandra – PPLOP Jateng Persis Solo Bek kanan Farrel Luckyta W – PSS Sleman Efaldus Sereuw – Safin Pati Nova Kurniawan – Borneo FC Bek kiri Real Alvaro Salim – Bali United Made Arbi Ananta – Bali United Pandu Aryo Wicaksono – Asiana Gelandang Fardan Faras Prawita – Borneo M. Azhar Muzzaki – Persebaya Girly Andrade Guevara – Asiana Chico Jericho Y – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United M. Rain Rizki Pamungkas – PPLP Kepri Miraj Riski Sulaiman – Madura United Sayap Peres Akwila Tjoe – Persija M. Nur Hasnuryadi – Barito Putra Faisal Ade – Malut United Rohmat Nurhidayat – PSM Makassar Yulius Stanley – Persebaya Gugum Gumilang – Asiana I Komang Semadi – Bali United Penyerang Dava Yunna Adi – Persebaya Raditya Gemal M – PPOP DKI Fardhan Ary – Madura United Yohanes Yapagaimu – Safin Pati Alfaro Dwi Santosa – SKO Surakarta & Persis Solo Sean Rahman Castor – Asiana

Garuda Muda Ditahan India

Timnas U22 Indonesia

Timnas U22 Indonesia bermain imbang 1-1 melawan India dalam laga uji coba kedua di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin 13 Oktober 2025. Seperti diketahui, laga ini menjadi bagian dari persiapan Garuda Muda menuju SEA Games di Thailand pada Desember mendatang. Sejak awal pertandingan, Indonesia tampil agresif dan langsung menekan pertahanan India. Pada menit ke-7, peluang pertama datang dari umpan silang Frengky Missa yang membentur mistar gawang India yang dijaga oleh Chauhan Dipesh. Tiga menit berselang, Rayhan Hannan nyaris membuka keunggulan setelah menyambar bola liar di kotak penalti, namun tendangannya melenceng tipis di sisi gawang. Serangan balik cepat di menit ke-14 juga nyaris membuahkan hasil ketika Hokky Caraka melepaskan sontekan kaki kanan, tapi bola masih melebar tipis. Indonesia terus menekan. Pada menit ke-15, sundulan Kakang Rudianto memaksa kiper India melakukan penyelamatan gemilang. Meski sempat beberapa kali mengancam, Timnas U22 belum mampu memecah kebuntuan. Petaka datang di menit ke-29 saat Rayhan Hannan harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Arlyansyah Abdulmanan. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0. Memasuki babak kedua, pelatih Indra Sjafri melakukan rotasi pemain, salah satunya memasukkan Wigi Pratama. Namun justru India mampu mencetak gol lebih dulu di menit ke-46 lewat pemain pengganti, Thingujam Korou Singh, yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia. Tertinggal satu gol, Indonesia mencoba membalas. Menit ke-52, tembakan keras Frengky Missa dari luar kotak penalti sempat mengenai pemain India dan hanya menghasilkan sepak pojok. Enam menit kemudian, aksi solo run Tony Firmansyah juga hampir berbuah gol, namun kembali membentur pemain lawan. Usaha keras Indonesia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-70. Dony Tri Pamungkas mencetak gol penyeimbang lewat eksekusi tendangan bebas indah. Menariknya, Dony juga mencetak gol pada laga uji coba pertama melawan India beberapa hari sebelumnya. Menit ke-76, Indra Sjafri kembali melakukan sejumlah pergantian untuk menyegarkan tim. Jens Raven, Robi Darwis, Mikael Tata, Rifqi Ray, dan Zanadin Fariz masuk menggantikan beberapa pemain lainnya. Enam menit jelang waktu normal berakhir, Brandon Scheunemann dan Ricky Pratama juga mendapat kesempatan tampil. Meski kedua tim berusaha mencetak gol tambahan, skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Garuda Muda Takluk Dari India

Timnas Indonesia U22

Timnas Indonesia U22 harus mengakui keunggulan India dengan skor 1-2 dalam laga uji coba internasional yang digelar di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat 10 Oktober 2025 malam. Meski hasil akhir belum berpihak pada Garuda Muda, pertandingan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi dan evaluasi menjelang SEA Games 2025 di Thailand. Pelatih Indra Sjafri menurunkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman untuk menguji berbagai skema permainan. Sejak menit awal, pertandingan berjalan cepat dan terbuka. Namun, kesalahan di lini belakang membuat Indonesia kebobolan cepat pada menit ke-4. Umpan yang tidak sempurna berhasil dicuri oleh Suhail Ahmad Bhat, yang kemudian menuntaskannya dengan tembakan keras ke gawang Cahya Supriadi. India unggul 1-0. Indonesia berupaya bangkit. Menit ke-10, Toni Firmansyah hampir menyamakan kedudukan setelah berhasil mencuri bola di area pertahanan lawan, namun tembakannya masih diblok bek India. Tak lama kemudian, Hokky Caraka mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh, namun bola masih bisa diamankan kiper India, Kaithamalai Mohanraj. Petaka kembali datang di menit ke-25. Melalui skema serangan balik cepat, India menambah keunggulan lewat Suhail yang mencetak gol keduanya malam itu. Indonesia tertinggal 0-2. Namun semangat juang Garuda Muda tidak surut. Tim asuhan Indra Sjafri terus menekan hingga akhirnya Dony Tri Pamungkas memperkecil ketertinggalan lewat sepakan keras kaki kanannya di menit ke-41. Bola melesat deras ke pojok kanan atas gawang India tanpa mampu dijangkau kiper. Skor 1-2 menutup babak pertama. Memasuki babak kedua, Indra Sjafri melakukan rotasi besar untuk memberikan kesempatan bermain kepada seluruh pemain. Victor Dethan, Cahya Supriadi, Frengky Missa, Ananda Raehan, Toni Firmansyah, dan Alfharezzi Buffon ditarik keluar, digantikan oleh Ardiansyah, Rahmat Arjuna, Raka Cahyana, Arkhan Fikri, Mikael Tata, dan Rivaldo Pakpahan. Menit ke-59, Jens Raven masuk menggantikan Hokky Caraka sebagai target man. Pergantian tersebut membuat permainan Indonesia lebih dinamis. Pada menit ke-64, Rahmat Arjuna melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, namun umpannya gagal disambut rekan setim. Peluang kembali hadir di menit ke-74 melalui situasi bola mati, ketika Arkhan Fikri mengirimkan umpan dari tendangan bebas yang menghasilkan tendangan sudut. Meski terus menekan, Indonesia belum mampu menambah gol hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-2 bertahan untuk kemenangan India. Garuda Muda dijadwalkan kembali menghadapi India pada Senin, 13 Oktober 2025, di Stadion Madya, Jakarta. Laga kedua ini akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki hasil sekaligus menguji kesiapan para pemain menjelang SEA Games 2025.

Kualifikasi Piala Dunia 2026: Indonesia Takluk Atas Arab Saudi

Kualifikasi Piala Dunia 2026

Hasil Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Grup B Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 (WCQ) Zona Asia, berakhir 2-3 untuk The Green Falcons. Pertandingan di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, berlangsung Kamis (9/10/2025). Timnas Indonesia tampil menyerang sejak pluit babak pertama dibunyikan. Menit 5, Indonesia membuka peluang yang berawal dari skema set piece tendangan bebas. Tandukan Jay Idzes terkena tangan pemain Arab Saudi. Cek VAR, Tim Garuda mendapat hadiah penalti. Kevin Diks maju sebagai eksekutor, berhasil melaksanakan tugas dengan baik. 1-0 Indonesia memimpin pada menit 7. Timnas Arab Saudi meningkatkan tekanan. Menit 17 tuan rumah menyamakan skor lewat tembakan jarak jauh oleh Saleh Abu Al Shamat. Skor Indonesia vs Arab Saudi kembali imbang 1-1. Menit 23, Arab Saudi mendapat peluang emas. Diawali oleh penetrasi Nawaf Bu Washl dari sayap kanan. Beruntung tembakan keras yang ia lepaskan masih bisa diselamatkan Maarten Paes. Menit 34, Yakob Sayuri menarik jersey pemain Arab Saudi di kotak terlarang. Cek VAR, Arab Saudi mendapat penalti. Firas Al Buraikan sukses menjadi eksekutor. Saudi berbalik memimpin 1-2. Awal babak kedua, tim pelatih Patrick Kluivert menarik keluar Beckham Putra, digantikan Eliano Reijnders. Gelombang serangan para pemain Arab Saudi masih mengalir pada babak kedua. Menit 56, tandukan Firas Al Buraikan dari posisi yang sangat ideal, sanggup diselamatkan oleh Paes. Tak lama berselang. Menit 62, Firas Al Buraikan kembali menjebol gawang Maarten Paes, lewat rebound dari bola muntah usai Paes melakukan penyelamatan. Skor 1-3 untuk Arab Saudi. Menit 86, Nawaf Bu Washl hands ball di kotak terlarang. Cek VAR, Timnas Indonesia kembali mendapat penalti. Kevin Diks berhasil memperkecil ketinggalan, 2-3. Skor tak berubah sampai wasit meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan. Skor akhir Indonesia vs Arab Saudi 2-3. Kekalahan ini membuat posisi Tim Garuda kian sulit di Grup B Ronde 4 WCQ 2026 Asia. Pasalnya regulasi di babak ini hanya memberikan tiket lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 kepada tim juara grup. Selepas ini Tim Garuda akan melakoni matchday 2 Grup B kontra Irak, pada Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 WIB. Timnas Indonesia wajib menang demi memelihara kans lolos lewat playoff, dengan cara mengamankan posisi runner-up grup. Starting Line-up Indonesia vs Arab Saudi Timnas Indonesia (4-3-3): Maarten Paes (GK); Yakob Sayuri, Kevin Diks, Jay Idzes, Dean James; Joey Pelupessy, Marc Klok, Ricky Kambuaya; Miliano Jonathans, Ragnar Oratmangoen, Beckham Putra Pelatih: Patrick Kluivert. Timnas Arab Saudi (4-2-3-1): Nawaf Al Aqidi (GK); Nawaf Boushal, Jehad Thakri, Hassan Al Tambakti, Moteb Al Harbi; Abdullah Al-Khaibari, Musab Al-Juwayr; Nasser Al-Dawsari, Saleh Abu Al-Shamat, Salem Al-Dawsari; Firas Al Buraikan Pelatih: Herve Renard.

Ditutup Menpora, Inilah Juara Piala Presiden U12 dan U15 2025

Menpora Erick Saat Menyerahkan Hadiah di Festival Sepak Bola U12 dan U15.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir menghadiri Upacara Penutupan Festival Sepak Bola U12 dan U15 Piala Presiden 2025 di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Kamis (2/10) lalu. Dalam kesempatan itu Menpora menyaksikan secara langsung laga final kategori U-15 yang mempertemukan tim Asti Kudus melawan PS Malaka Kupang. Seusai laga yang dimenangkan Asti Kudus 1-0 tersebut, Menpora Erick melakukan penyerahan piala kepada tim-tim juara dalam turnamen ini. Menpora Erick mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekolaborasi menyelenggarakan kejuaraan ini. Mulai dari Kemenpora, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan juga PSSI. Hal ini membuktikan bahwa apabila dilakukan dengan bekerja sama maka semua pekerjaan akan terasa ringan. “Apalagi kerja sama ini untuk masa depan anak muda Indonesia. Tidak hanya tadi bermain sepak bolanya, tetapi pembentukan karakter anak muda,” jelas Menpora Erick. “Kita harus bisa menciptakan anak muda yang berani bermimpi, berkarya dan cinta Tanah Air, dan kita tanamkan ke mereka, nilai-nilai patriotik, gigih, tetapi juga empati,” imbuh Menpora. Menpora Erick menegaskan Kemenpora akan terus menjalankan program-program seperti Piala Presiden ini di daerah. Bukan hanya untuk cabang olahraga sepak bola, melainkan juga untuk cabang-cabang olahraga lainnya. Apalagi para peserta kejuaraan ini begitu antusias dan berharap kejuaraan seperti ini terus digelar. Salah satunya disampaikan Lionel Watekukly dari SSB Petra Sentani Papua. Dalam surat kepada Menpora yang dibacakannya, mengharapkan Kemenpora bisa melanjutkan Piala Presiden ini untuk generasi-generasi sepak bola usia dini berikutnya. Apalagi menurutnya Piala Presiden ini membuatnya memiliki banyak saudara dari Aceh hingga ke Papua. “Bapak, kami mohon teruskan dan lanjutkan program Piala Presiden ini sampai nanti adik-adik kami merasakannya. Bapak, dengan harapan baru di tangan Bapak sebagai Menpora, kami yakin sepak bola usia dini akan semakin berkembang dan maju,” ujar Lionel yang bermain di kategori U12. “Lanjutkan ya Pak, Piala Presiden setiap tahun. Sampaikan kepada Bapak Presiden, terima kasih dari kami anak-anak indonesia,” sambungnya. Diketahui dalam Piala Presiden ini untuk kategori U12 diikuti 18 tim dengan 252 pemain. Sementara untuk kategori U15, diikuti 16 tim dengan 288 pemain. Secara keseluruhan, hadir 34 tim dengan 540 pemain yang datang dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Ternate, Makassar, dan Jayapura hingga Medan, Padang, Jakarta, Surabaya, dan Lombok.

Djarum Foundation dan PSSI Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Lisensi D Nasional

KUDUS, 4 Oktober 2025 – Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife bekerjasama dengan PSSI menyelenggarakan sertifikasi kepelatihan lisensi D Nasional yang diikuti oleh 30 pelatih maupun guru olahraga di Kudus. Berlangsung selama satu pekan mulai dari 29 September hingga 5 Oktober 2025 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, kegiatan ini dikomandoi oleh Muhammad Hanafing Ibrahim selaku Coach Educator PSSI yang juga memiliki lisensi AFC Pro.   Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, kegiatan ini digagas guna meningkatkan kualitas pelatih maupun guru olahraga, khususnya dalam memberikan pembinaan sepak bola yang lebih baik bagi anak didiknya. Pelaksanaan sertifikasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC), dengan harapan kualitas peserta MLSC di Kudus pada edisi mendatang akan semakin meningkat. “Inisiasi ini berawal dari gelaran MLSC yang mendapat sambutan baik di Kudus. Kami melihat banyak guru olahraga yang belum memiliki kemampuan melatih sepak bola secara formal. Karena itu, kami berkoordinasi dengan PSSI pusat maupun Asprov Jateng dan Askab Kudus untuk mengadakan kursus lisensi D. Harapannya, program ini bisa menjadi pijakan awal bagi lahirnya lebih banyak pelatih berkualitas,” ungkap Teddy. Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi ini, para pelatih diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan lisensi yang diperoleh guna mendukung perkembangan sepak bola usia dini di daerah masing-masing. Hal tersebut selaras dengan visi Bakti Olahraga Djarum Foundation maupun MilkLife untuk memajukan sepak bola putri Tanah Air.  “Kami berharap para pelatih yang mengikuti sertifikasi ini dapat menularkan ilmu yang didapatkan kepada anak didiknya. Dengan semakin banyak pelatih berlisensi, ekosistem sepak bola di daerah akan berkembang lebih sehat dan berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pertumbuhan sepak bola putri yang kini juga semakin mendapat perhatian,” Teddy menjelaskan. Jadwal kepelatihan terbagi menjadi dua tahapan, yaitu sesi teori dan praktek. Melalui metode ini, para peserta tidak hanya mendapatkan bekal ilmu kepelatihan di kelas, tetapi juga kesempatan untuk langsung mengaplikasikannya di lapangan.  Pada sesi praktek, sejumlah atlet juga dilibatkan untuk menjadi peraga di lapangan. Coach Hanafing didampingi oleh asisten pelatih Yayat R. Hidayat dan Pamungkas Yuli Kurniawan sepanjang rangkaian sertifikasi kepelatihan. Beberapa kelas teori yang diberikan mulai dari filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia), peran seorang pelatih, prinsip bertahan & menyerang, game management, fase akuisisi skill, fase pengembangan permainan, hingga fase penampilan. Sementara untuk sesi praktek diantaranya passing & first touch, dribbling & running with the ball, attacking build up, defending high press, defending prevent goal, game management preparation, sampai football conditioning 11v11. Coach Educator PSSI, Muhammad Hanafing Ibrahim menegaskan pentingnya sertifikasi ini dalam menyiapkan pelatih yang kompeten. Pria kelahiran Makassar tersebut menuturkan, bahwa untuk melatih atlet usia dini faktor paling utama adalah teknik. Pada kesempatan ini, terdapat enam teknik dasar yang ia berikan, yakni passing, control, dribbling, running with the ball, heading, dan scoring. “Lisensi D adalah pintu masuk bagi siapa pun yang ingin serius berkarier di dunia kepelatihan sepak bola. Melalui kursus ini, para peserta dibekali pondasi dasar agar bisa melatih sesuai standar PSSI, sehingga nantinya para pemain usia dini yang mereka latih mendapatkan bimbingan yang benar sejak awal. Karena pelatih hebat akan melahirkan pemain yang hebat pula,” ujarnya. Menariknya, sertifikasi lisensi D yang biasanya membutuhkan biaya hingga Rp3 juta, pada kesempatan ini peserta hanya mengeluarkan biaya yang jauh lebih terjangkau, yakni Rp750 ribu. Inisiatif ini dilakukan agar semakin banyak pelatih dan guru olahraga di Kudus yang memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya.  Salah satu peserta, Just Nurkha Habibi, guru olahraga SD Muhammadiyah Birrul Walidain, mengaku terbantu dengan adanya program ini. Ia mengaku bahwa materi yang diberikan sangat menarik dan menuntutnya untuk aktif berpikir juga berdiskusi antar pelatih, sehingga banyak input positif yang didapat untuk meningkatkan kemampuan kepelatihan. “Biasanya biaya lisensi sangat mahal dan sulit dijangkau. Kalau ini harga terjangkau murah untuk ilmu yang sangat mahal. Dengan adanya program ini, kami bisa belajar langsung dari instruktur PSSI. Saya berharap ilmu yang saya dapat bisa saya terapkan di sekolah untuk membimbing anak-anak agar bermain bola dengan lebih baik dan disiplin. Selain itu juga program ini berkelanjutan dan ke depannya ada untuk lisensi C,” ungkapnya.

Indra Sjafri Panggil 32 Pemain untuk TC Timnas SEA Games 2025

Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri memanggil sebanyak 32 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) untuk persiapan SEA Games 2025. TC ini berlangsung di Jakarta pada 2 hingga 14 Oktober 2025. Garuda Muda juga dijadwalkan menjalani dua laga uji coba internasional melawan India pada 10 dan 13 Oktober 2025 di Stadion Madya, Jakarta. Ada empat kiper yang dipanggil yakni Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta, Daffa Fasya Sumawijaya dari Borneo FC, Erlangga Setyo Dwi S. dari PSPS Pekanbaru, dan Muhammad Ardiansyah dari PSM Makassar. Untuk pemain belakang ada Kadek Arel Priyatna, Muhammad Ferrari, Muhammad Dzaky Asraf, dan Muhammad Alfarezzi Buffon. Selain itu, ada Dony Tri Pamungkas, Dion Marxx dan Tim Geypens, Kakang Rudianto, Frengky Deaner Missa, Ahmad Rusadi dan Raka Cahyana Riski. Pada sektor gelandang terdapat nama, Rivaldo Enero Pakpahan, Robi Darwis, Toni Firmansyah, dan M. Rayhan Hannan. Selain itu, Ananda Raehan Alief, Ivar Jenner, Arkhan Fikri, dan Zanadin Fariz. Posisi penyerang diisi oleh Victor Dethan, Rafael Struick, Hokky Caraka, Jens Raven, Arlyansyah Abdulmanan, Rahmat Arjuna, Adrian Wibowo, Ricky Pratama dan Wigi Pratama. SEA Games 2025 akan berlangsung di Thailand yang rencananya digelar pada tanggal 9 hingga 20 Desember 2025 mendatang. Daftar 32 Pemain untuk TC Timnas U-23 bulan Oktober: Kiper Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) Daffa Fasya Sumawijaya (Borneo FC) Erlangga Setyo Dwi S. (PSPS Pekanbaru) Muhammad Ardiansyah (PSM Makassar) Belakang Kadek Arel Priyatna (Bali United) Muhammad Ferrari (Bhayangkara Presisi FC) Muhammad Dzaky Asraf (PSM Makassar) Muhammad Alfarezzi Buffon (Borneo FC) Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) Dion Marxx (TOP Oss – Belanda) Kakang Rudianto (Persib Bandung) Frengky Deaner Missa (Bhayangkara Presisi FC) Tim Geypens (FC Emmen – Belanda) Ahmad Rusadi (Madura United) Raka Cahyana Riski (PSIM Yogyakarta) Gelandang Rivaldo Enero Pakpahan (Borneo FC) Robi Darwis (Persib Bandung) Toni Firmansyah (Persebaya Surabaya) M. Rayhan Hannan (Persija Jakarta) Ananda Raehan Alief (PSM Makassar) Ivar Jenner (FC Utrecht – Belanda) Arkhan Fikri (Arema FC) Zanadin Fariz (Persis Solo) Penyerang Victor Dethan (PSM Makassar) Rafael Struick (Dewa United) Hokky Caraka (Persita Tangerang) Jens Raven (Bali United) Arlyansyah Abdulmanan (Persija Jakarta) Rahmat Arjuna (Bali United) Adrian Wibowo (Los Angeles FC – Amerika Serikat) Ricky Pratama (PSM Makassar) Wigi Pratama (Persik Kediri)

Indra Sjafri Pelatih Timnas U23 untuk SEA Games 2025

PSSI & Indra Sjafri

PSSI menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U23 untuk SEA Games 2025 pada Desember mendatang yang digelar di Thailand. Hal ini diumumkan Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali yang didampingi Sekjen PSSI, Yunus Nusi di Jakarta pada Senin (29/9). “PSSI sudah siap menjadi bagian dari kontingen Indonesia cabor sepak bola yang akan berlaga di SEA Games 2025. Akhirnya diputuskan yang akan memimpin timnas Indonesia di SEA Games 2025 adalah pelatih kepala, Indra Sjafri,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali. Amali menambahkan bahwa salah satu dasar penunjukan Indra Sjafri sebagai pelatih untuk SEA Games 2025 adalah keberhasilan Indra Sjafri membawa Indonesia meraih medali emas pada SEA Games 2023 yang berlangsung di Kamboja. “Kami berharap adanya dukungan dari segala pihak, terutama suporter, dalam perjuangan timnas di bawah arahan pelatih Indra Sjafri. SEA Games ini sangat berbeda, nuansa dan atmosfernya. Dan publik sangat berharap betul, tentang kembalinya medali emas SEA Games,” tambahnya. Sementara itu, Indra Sjafri menyambut dengan semangat soal penunjukkan ini. Dia mengakusiap menjawab penunjukkan ini dengan sebuah prestasi untuk Timnas U23. “Kalau namanya tugas negara, tentu harus dilaksanakan dengan rasa tanggung jawab dan perjuangan yang maksimal. Dengan pengumumannya hari ini, tentu kami membangun rangka pertama,” kata Indra Sjafri. “Kemarin siang saya membaca semua regulasi tentang SEA Games, handbook SEA Games. Bahwasanya nanti mulai dari jumlah pemain seperti yang sampaikan tadi, dan sistem kompetisinya dan juga kapan kami harus datang ke sana,” ujarnya. “Terus respons kami setelah diumumkan ini adalah berdiskusi dengan kesekjenan PSSI nanti untuk menutup team behind the team para asisten pelatih dan ofisial yang nanti akan membantu kami dan Insya Allah nanti dalam waktu dekat kami akan umumkan siapa-siapa saja yang akan kami rekrut untuk membantu kami,” pungkasnya. Rencananya pada pekan ini juga, timnas U23 sudah menjalani pemusatan latihan di Jakarta.

Ratusan Pesepakbola Muda Ikut Grassroots Football Festival di Gorontalo

Grassroots Football Festival Gorontalo

PSSI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan Grassroots Football Festival di Lapangan Sumpah Pemuda, Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Minggu 21 September 2025. Kegiatan bertema “Satu Langkah di Lapangan untuk Membangun Masa Depan” ini menghadirkan 140 anak laki-laki dan perempuan yang berasal dari lebih dari 30 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Pohuwato. Festival ini juga diisi dengan Workshop Coach Educator & Safeguarding serta dipandu langsung oleh para pelatih berpengalaman seperti Bima Sakti, Indra Sjafri, dan Marwal Iskandar. Coach Marwal Iskandar, salah satu instruktur pelatih yang hadir, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman latihan komprehensif bagi pemain usia dini. “Materi yang kami ajarkan di sini terdiri dari 10 pos latihan, seperti passing, exercise, game workshop, hingga analitical game. Para pemain berlatih secara bergiliran di setiap pos selama sekitar 7 menit per pos, sehingga total waktu mereka bermain dan berlatih bisa mencapai 70-80 menit,” jelasnya. Eks pelatih Timnas U16, U19, U20 dan U23, Indra Sjafri menilai Gorontalo memiliki potensi besar dalam pengembangan sepak bola usia dini. “Alhamdulillah hari ini kita berada di Provinsi Gorontalo untuk melaksanakan Grassroot Football Festival. Ini adalah kesempatan berharga bagi Provinsi Gorontalo karena kegiatan ini akan kami laksanakan di setiap provinsi, dan Gorontalo menjadi provinsi pertama yang kami pilih,” ungkap Indra. “Banyak potensi luar biasa yang kita temukan, termasuk di Gorontalo. Saya pribadi terkejut melihat pemain-pemain usia 12 tahun ke bawah yang potensinya luar biasa. Tentu PSSI berkomitmen agar potensi ini terbina dengan baik, melalui infrastruktur yang memadai, pelatih yang kompeten, dan kurikulum pembelajaran yang tepat,” tambahnya. Sementara itu, Sekjen PSSI, Yunus Nusi menegaskan komitmen PSSI untuk membawa sepak bola hingga ke pelosok Indonesia. “Alhamdulillah hari ini PSSI menyelenggarakan Grassroot Football Festival di Provinsi Gorontalo. Antusiasme anak-anak sangat tinggi dan semoga ini menjadi titik awal untuk sepak bola mendunia dan benar-benar hadir di seluruh pelosok tanah air,” ujarnya. “Kegiatan kali ini berada di sudut geografis Provinsi Gorontalo, tepatnya Kabupaten Pohuwato, PSSI tetap memegang prinsip bahwa sepak bola harus hadir di seluruh Indonesia. Kami berharap dukungan ini mampu melahirkan anak-anak bangsa dari seluruh pelosok tanah air, termasuk dari Gorontalo, yang kelak menjadi bagian dari tim nasional di masa depan,” pungkasnya.

SSB Bimba AIUEO Juara Piala Soeratin U15 2025

SSB Bimba AIUEO

SSB Bimba AIUEO SS (DK Jakarta) sukses menjadi juara Piala Soeratin U15 2025 Putaran Nasional setelah mengalahkan PS Freeport Indonesia (Papua Tengah) dengan skor 2-1 di laga final yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, Senin 16 September 2025. Sementara itu, di hari yang sama, PSDS Deli Serdang (Sumatera Utara) meraih peringkat ketiga setelah menang adu penalti 5-3 atas PFA Sukoharjo (Jawa Tengah) setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal. Seperti diketahui, turnamen kelompok usia tahunan ini telah berlangsung sejak 2 September hingga partai puncak pada 16 September 2025 di Malang dan melibatkan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Tak hanya menyajikan tim juara, ajang ini juga memberikan sejumlah penghargaan individu. Muhammad Rifqy Arifin dari SSB Bimba AIUEO SS terpilih sebagai top skor dengan koleksi 15 gol, sedangkan gelar pemain terbaik diraih Dolvinus Theofilus Bochrit Solossa dari PS Freeport Indonesia. Sedangkan tim Persipan Pandeglang (Banten) mendapatkan penghargaan Fair Play Team atas sportivitas mereka sepanjang turnamen. Pelatih PS Freeport Indonesia, Ardiles Rumbiak, tetap bangga meski timnya harus puas sebagai runner-up. Ia menilai pencapaian ini sebagai sejarah baru sepak bola usia muda Papua. “Anak-anak bisa membuat sejarah dari beberapa puluh tahun lamanya untuk Piala Soeratin di kelompok usia baru. Pencapaian tahun ini adalah sebuah rekor yang baik,” ujarnya setelah pertandingan. Ardiles juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan dan penyesuaian gaya bermain dengan standar tim nasional agar talenta muda bisa dipantau secara serius. Sementara itu, pelatih SSB Bimba AIUEO SS, Dedy Doreis, menyebut keberhasilan timnya berangkat dari filosofi bermain yang sehat dan membentuk karakter anak sejak dini. “Saya selalu tekankan kepada mereka jangan menjadikan tujuan hanya menang dan juara, tapi bagaimana bermain baik, benar, dan selalu bahagia. Bermain itu tujuannya mencari kebahagiaan. Kemenangan nomor sekian,” kata Dedy. Ia menegaskan pembinaan berkelanjutan dan pengalaman bertanding menjadi bekal penting untuk masa depan anak-anak asuhnya. Begitu juga dengan peraih top skor turnamen, Muhammad Rifqy Arifin. Dirinya membagikan kesan dan harapannya usai membawa timnya juara. Pemain muda asal Jakarta itu tercatat mencetak 9 gol di tingkat regional dan 14 gol di tingkat nasional. “Kunci kesuksesan tim Bimba menjadi juara adalah kerja keras. Harapannya setelah Piala Soeratin ini kita harus latihan terus, karena perjalanan masih panjang. Tetap rendah hati, jangan sombong, tetap bahagia,” ungkap Rifqy yang mendedikasikan gelar juara ini untuk orang tuanya. Awarding Piala Soeratin U15 2025 Putaran Nasional: – Winner : SSB Bimba AIUEO SS ( DK Jakarta) – Runner-up : PS Freeport Indonesia (Papua Tengah) – 3rd Place : PSDS Deli Serdang (Sumatera Utara) – Fair Play Team: Persipan Pandeglang (Banten) – Top Skor: Muhammad Rifqy Arifin (SSB Bimba AIUEO SS/DK Jakarta) 15 Gol – Best Player: Best Player : Dolvinus Theofilus Bochrit Solossa (PS Freeport Indonesia)

Cetak Sejarah, Persika Karanganyar Juara Piala Soeratin U17 2025

Persika Karanganyar

Persika Karanganyar menorehkan sejarah di sepak bola usia muda dengan menjuarai Piala Soeratin U17 2025 Putaran Nasional di Surakarta. Dalam partai final yang digelar di Stadion Sriwedari Surakarta, Rabu 17 September 2025, tim asal Jawa Tengah ini mengalahkan Persikota Tangerang (Banten) dengan skor tipis 2-1. Pada perebutan tempat ketiga, Persija Jakarta (DKI Jakarta) tampil dominan dengan mengalahkan Juang FC (Aceh) 3-0 di hari dan tempat yang sama. Selain penentuan juara, panitia juga mengumumkan sejumlah penghargaan individu terhadap turnamen yang digelar dari tanggal 3 hingga 17 September 2025 itu. Tim Fair Play diraih PSS Sleman (DI Yogyakarta). Sedangkan, Top Skor jatuh kepada Rifqi Zulianur (Persikota Tangerang) dengan 9 gol dan gelar Best Player diraih Davin Armadheni Herdiansa dari Persika Karanganyar. Pelatih Persika U17, Syaiful Bachri, mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian yang diraih timnya. “Pertama saya ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Gusti Allah yang Maha Esa. Semoga ke depannya Persika terus mencetak sejarah. Tahun ini kami berhasil menjadi juara Piala Soeratin U17 2025,” ungkapnya seusai laga. “Kunci kemenangan tim sejak awal saya tekankan kepada anak-anak adalah jangan pernah mau kalah. Tetap disiplin posisi selama 90 menit permainan. Harapan saya gelar ini bisa menjadi batu loncatan agar anak-anak naik level , entah ke Elite Pro Academy (EPA), U18, atau U20, sehingga ke depannya mereka bisa lebih sukses lagi,” lanjutnya. Di sisi lain, pelatih Persikota Tangerang, Mulya Saputra, yang timnya harus puas keluar sebagai runner-up, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. “Alhamdulillah, inilah hasilnya. Saya bersyukur anak-anak berjuang luar biasa selama 2×45 menit,” ujarnya. “Secara evaluasi, permainan anak-anak kali ini berbeda dari biasanya. Biasanya kami bermain bola-bola pendek, tapi kali ini lebih banyak bola panjang karena cuaca dan kondisi lapangan licin. Rencana setelah Piala Soeratin, kemungkinan anak-anak akan terus dilatih untuk persiapan Porprov Kota Tangerang. Harapan saya mereka terus berproses agar cita-citanya tercapai. Semoga di Porprov nanti bisa memberikan hiburan, bahkan meraih juara, Insya Allah,” tambahnya. Sementara itu Best Player turnamen, Davin Armadheni Herdiansa dari Persika Karanganyar, juga mengungkapkan rasa bahagia. “Alhamdulillah saya sangat senang sekali tim kami bisa menjuarai Piala Soeratin dan saya terpilih sebagai Best Player. Ini semua berkat bantuan teman-teman, coach, official, dan tentunya Allah SWT. Kunci kemenangan tim kami adalah fokus dan disiplin posisi sepanjang pertandingan. Harapan saya setelah Piala Soeratin, bisa menjadi pemain sepak bola profesional dan mendapat panggilan tim nasional. Kemenangan ini saya persembahkan terutama untuk orang tua saya, kemudian untuk sahabat-sahabat dan saudara-saudara saya,” ungkap pemain berposisi bek tersebut. Awarding Piala Soeratin U17 2025 Putaran Nasional, Surakarta 3-17 September 2025: – Winner : Persika Karanganyar – Runner-up : Persikota Tangerang – 3rd Place : Persija Jakarta (D.K.I. Jakarta) – Fair Play Team: PSS Sleman (D.I. Yogyakarta) – Top Skor: Rifqi Zulianur (Persikota Tangerang ) – 9 Gol – Best Player: Davin Armadheni Herdiansa (Persika Karanganyar)

Persib Bandung Juara Piala Soeratin U13 2025

Persib Bandung Juara Piala Soeratin U13 2025

Persib Bandung U13 menutup Piala Soeratin U13 2025 Putaran Nasional dengan pencapaian gemilang. Tim muda Maung Bandung sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan ASIOP DKI Jakarta dengan skor 2-1 pada laga final yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin 15 September 2025. Laga ini berlangsung ketat sejak menit awal, mempertemukan dua tim akademi yang selama turnamen tampil konsisten dan mendominasi grup masing-masing. Sementara itu, Mataram Utama FC dari D.I. Yogyakarta memastikan posisi ketiga setelah menang telak 6-0 atas Terang Bangsa Semarang. Hasil ini melengkapi catatan positif tim tuan rumah yang sepanjang turnamen juga dikenal sebagai tim dengan permainan paling bersih. Seperti diketahaui, turnamen ini digelar sejak 1 hingga 15 September 2025 dan menjadi wadah penting pembinaan pemain muda di Indonesia yang mempertemukan talenta-talenta potensial dari berbagai daerah. Tak hanya menobatkan sang juara, ajang Piala Soeratin U13 Putaran Nasional tahun ini juga menghadirkan sejumlah penghargaan individu. Predikat Fair Play Team jatuh kepada Mataram Utama FC, sedangkan Mahargia Ananta Putra dari Terang Bangsa Semarang keluar sebagai Top Skor dengan torehan 13 gol. Untuk gelar Best Player, Davin Dwi Ardian dari Persib Bandung terpilih berkat performanya yang konsisten sepanjang turnamen. Pelatih Persib U13, Jejen Zaenal Abidin, mengaku bangga sekaligus bersyukur usai timnya mengangkat trofi. “Alhamdulillah, kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selawat dan salam kami limpahkan kepada junjungan kita. Alhamdulillah kita diberi keberhasilan kemenangan dengan penuh emosional,” ujarnya setelah laga. Jejen menjelaskan bahwa kunci kemenangan Persib bukan hanya strategi, tetapi juga mentalitas pemain. “Yang menjadi kunci itu melawan diri sendiri, antar pemain juga saling mendukung,” tambahnya. Ia berharap para pemainnya tetap konsisten untuk level selanjutnya dan membuka jalan seleksi ke tim nasional. “Semoga sebanyak-banyaknya anak-anak ini bisa di-talent scouting timnas,” imbuhnya. Di sisi lain, pelatih ASIOP, Febrizqio, tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski harus puas dengan posisi runner-up. Menurutnya, semangat juang timnya tetap tinggi sepanjang turnamen. “Menurut saya, pemain saya selalu semangat berlebih dan memainkan pertandingan yang bagus. Hanya memang masih ada sedikit yang harus diperbaiki. Sejauh ini tim saya bermain sangat baik. Kita kembali reset lagi, mulai dari nol lagi, dan mencoba menyiapkan plan ke depan serta target-target di kompetisi liga di daerah kami sendiri,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa target berikutnya adalah meningkatkan kualitas permainan dan memperbaiki berbagai aspek teknis maupun mental pemain. “Harapan saya tim bisa bermain lebih baik lagi, berkembang, dan memperbaiki banyak aspek untuk pertandingan di kemudian hari,” pungkasnya. Awarding List Piala Soeratin U13 2025 Putaran Nasional: Winner : Persib Bandung (Jawa Barat) Runner-up : ASIOP (D.K. Jakarta) 3rd Place : Mataram Utama FC (D.I. Yogyakarta) Fair Play Team: Mataram Utama FC – D.I. Yogyakarta Top Skor: NPG 10 Mahargia Ananta Putra – Terang Bangsa Semarang (13 gol) Best Player: NPG 97 Davin Dwi Ardian – Persib Bandung

Garuda Muda Takluk Atas Makedonia Utara

Timnas U17 Indonesia

Timnas U17 Indonesia dikalahkan Makedonia Utara dalam laga uji coba persiapan Piala Dunia U17 2025 di Dragalevtsi Stadium, Bulgaria, pada Sabtu (13/9). Skor akhir 0-1. Umpan satu dua di depan pertahanan Makedonia Utara masih tetap gagal membuahkan gol sampai babak pertama berakhir. Dalam laga ini, 11 pemain pertama yang diturunkan Nova Arianto adalah Dafa Al Gasemi, Putu Panji, Lucas Lee, Al Gazani Dwi Sugandi, Eizar Tanjung, Fabio Azka, Evandra Florasta, Nazriel Alfaro, Alberto Henga, Dimas Adi, dan Mierza Firjatullah. Awal-awal pertandingan, kedua tim sempat bermain dengan tempo yang tidak terlalu cepat, seperti masih meraba strategi satu sama lain. Setelah 10 menit, kedua tim mulai saling mencoba membangun build up serangan. Makedonia mencetak gol di menit 30. Putu Panji melepas backpass dengan sangat pelan, bola berhasil dicuri oleh pemain Makedonia Utara nomor 20 dan ditendang olehnya ke gawang Timnas U17. Ketinggalan satu gol, Timnas U17 coba membalas. Namun, tidak mudah melewati pertahanan Makedonia Utara, terlebih mereka memiliki keunggulan fisik. Timnas U17 mempunyai peluang di menit 42. Lucas Lee melepas sepakan dari sudut sempit samping gawang, bola masih bisa dimentahkan kiper Makedonia Utara. Skor 0-1 bertahan sampai jeda. Pada babak kedua, Timnas U17 masih terus berusaha mencari gol. Makedonia Utara pun tidak puas dengan satu gol saja. Akan tetapi, permainan kedua tim alot karena sama-sama kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Timnas U17 terus berusaha membangun serangan, tetapi kesulitan menembus sepertiga akhir pertahanan lawan. Mereka juga sesekali memanfaatkan lemparan jauh Fabio, tetapi juga tetap susah dimanfaatkan untuk menciptakan peluang. Salah satu peluang berbahaya dari Makedonia Utara hadir di menit 79. Kapten mereka, pemain nomor punggung 10, melepas sepakan akurat dari luar kotak penalti, tetapi Dafa bisa menyelamatkan gawang Timnas U17. Timnas U17 juga mencoba melepas tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-86. Namun, akurasi sepakan Panji masih sedikit melenceng. Timnas U17 terus mengurung Makedonia Utara jelang akhir laga. Namun pada akhirnya, skor 0-1 bertahan sampai bubar. Dengan hasil ini, usai sudah rangkaian TC Timnas U17 di Bulgaria. TC ini memberi gambaran nyata bagi pelatih Nova Arianto dalam mematangkan tim sebelum menghadapi Piala Dunia U17 yang akan digelar di Qatar pada 3–27 November mendatang.

CFA International Futsal Tournament 2025: Indonesia Juara!

Timnas Futsal Indonesia juara CFA International Tournament 2025

Para pemain Timnas Futsal Indonesia berhasil menjuarai ajang CFA International Tournament 2025 setelah mengalahkan Denmark dengan skor 4-2, pada pertandingan final di Shijiazhuang College Sports, Shijiazhuang, Cina, Kamis, 11 September 2025. Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Setelah peluang-peluang milik Dewa Rizki dan Muhammad Fajriyan gagal membuahkan gol, akhirnya tim Garuda membuka keunggulan pada menit kedua saat Dewa memanfaatkan umpan Reza Gunawan untuk diteruskan dengan sepakan keras merobek gawang Denmark. 1-0 untuk Indonesia. Keunggulan satu gol membuat tim Indonesia tampil semakin percaya diri. Hasilnya, jala gawang Denmark kembali bergetar pada menit ke-10, melalui sepakan akurat Reza Gunawan. 2-0 untuk keunggulan Indonesia. Reza kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-17. Ia mengecoh kiper Denmark, William Kristian, pada situasi satu lawan satu dan memaksa sang kiper kemasukan untuk ketiga kalinya. 3-0 untuk keunggulan Indonesia. Denmark sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-19. Kali ini gawang Indonesia dibobol melalui gol yang diukir Scott Rasmussen. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 3-1 bagi Indonesia. Tim Indonesia tetap menerapkan permainan berintensitas tinggi pada awal babak kedua. Hasilnya dipetik pada menit ke-22, saat Andres Dwi Persada sukses memaksimalkan kesalahan pemain Denamrk untuk mengemas gol keempat bagi Indonesia. 4-1 untuk keunggulan Indonesia. Denmark berhasil memangkas keunggulan Indonesia, melalui gol Mikkel Foged Hansen pada menit ke-38. Namun keunggulan 4-2 untuk Indonesia bertahan sampai laga selesai, dan memastikan tim asuhan pelatih Muhammad Amril menyelesaikan turnamen ini sebagai juara. Perjalanan Timnas Futsal Indonesia di CFA International Tournament 2025 Fase Grup Indonesia 5-1 Kamboja Myanmar 0-5 Indonesia New Zealand 1-2 Indonesia. Semifinal Indonesia 3-0 Korea Selatan. Final Indonesia 4-2 Denmark.

Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Indonesia Kalah Tipis

Indonesia v Korea Selatan

Timnas Indonesia U-23 menutup perjalanan di Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dengan kekalahan tipis 0-1 dari Korea Selatan. Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa 9 September 2025. Korea Selatan membuka skor cepat pada menit keenam lewat sepakan Hwang Doyun. Bola hasil tendangan terukur sempat mengenai mistar sebelum masuk ke gawang Cahya Supriadi. Skuat Garuda Muda merespons lewat sejumlah peluang. Hokky Caraka dua kali mengancam pertahanan Korea, pertama melalui solo run menit ke-12 yang dipatahkan bek lawan, lalu lewat tendangan ke tiang dekat di menit ke-24 yang masih mengenai jaring luar. Percobaan lain datang dari sepakan jarak jauh Dion Markx, tendangan bebas Arkhan Fikri, hingga sundulan Kadek Arel dan Rahmat Arjuna menjelang turun minum. Namun hingga babak pertama usai, skor 1-0 tetap bertahan. Di babak kedua, pelatih Gerald Vanenburg melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Kakang Rudianto, Robi Darwis, dan Jens Raven. Frengky Missa juga dimainkan menggantikan Dion Markx. Tekanan Indonesia semakin meningkat memasuki menit ke-70, tetapi rapatnya lini belakang Korea membuat upaya penyama kedudukan belum berbuah hasil. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 bertahan untuk keunggulan Korea Selatan. Dengan hasil ini, Timnas Indonesia U-23 belum berhasil melangkah ke putaran final Piala Asia U-23 2026. Garuda Muda hanya mengoleksi 4 poin hasil satu menang, satu imbang dan satu kekalahan.

Daftar 25 Pemain Timnas U17 Indonesia TC di Bulgaria

Nova Arianto

Daftar 25 pemain Timnas U17 Indonesia yang menjalani TC di Bulgaria terdapat lima pemain abroad. Secara keseluruhan, pelatih Nova Arianto masih membawa para pemain yang sudah biasa ia panggil membela Timnas U17. Gelaran Piala Dunia U17 2025 semakin dekat saja. Turnamen tersebut akan digelar pada 3-27 November 2025 di Qatar. Artinya, tidak banyak lagi waktu persiapan yang dimiliki Indonesia dan negara peserta lainnya. Bagi Timnas U17 sendiri, terbang ke Bulgaria menjadi persiapan lanjutan mereka setelah bermain di Piala Kemerdekaan 2025 pada 12-18 Agustus lalu. Walau sayangnya dalam pemusatan latihan di Bulgaria ini pelatih Nova Arianto tidak bisa membawa seluruh pemain terbaiknya. Perlu dipahami bahwa skuad yang dibawa ke Bulgaria belum merupakan skuad final menuju Piala Dunia U17 2025. Dengan kata lain Nova masih akan mencari komposisi terbaik timnya untuk Piala Dunia nanti. Beberapa pemain abroad juga belum bisa dibawa ke Bulgaria termasuk Matthew Baker. Selain melakoni pemusatan latihan di Bulgaria mulai 1-14 September, Timnas U17 juga akan melakukan pertandingan uji coba di sana. Pada 7 dan 10 September akan digelar uji coba tertutup. Kemudian pada 13 September akan ada pertandingan melawan Makedonia Utara pukul 21.30 WIB. Laga tersebut juga tidak ada perubahan akan tayang live di Indosiar dan Vidio. Daftar Pemain Timnas U17 Indonesia TC Bulgaria Kiper Mike Rajasa (FC Utrecht/Belanda) Dafa Gasemi (Dewa United) Rendy Razzaqu (Madura United) Bek I Putu Panji Apriawan (Bali United) Lucas Lee (Ballistic United MLS Next U19/Amerika Serikat) Putu Ekayana Yoga (Bali United) Pandu Aryo (Asiana) Ida Bagus Putu Cahya (Bali United) Azizu Milanesta (Asiana) Fabio Azkairawan (Persija Jakarta) Daniel Alfredo (Persik Kediri) Eizar Jacob (Sydney FC/Australia) Dafa Zaidan (Borneo FC) Gelandang Ilham Romadona (Barito Putera) Evandra Florasta (Bhayangkara FC) Noha Pohan (NAC Breda/Belanda) Nazriel Alvaro (Persib Bandung) Striker Rafi Rasyiq (Semen Padang) Josh Holong (Persija Jakarta) Fandi Ahmad (Persija Jakarta) Muhammad Zahaby Gholy (Persija Jakarta) Nicholas Indra (Rosenborg BK/Norwegia) Mierza Firjatullah (Persik Kediri) Dimas Adi Prasetyo (PSM Makassar) Fadly Alberto Hengga (Bhayangkara FC)

Kualifikasi Piala Asia U23 2026: Indonesia Gilas Makau

Timnas U23 Indonesia vs Makau

Hasil Timnas U23 Indonesia vs Makau di Kualifikasi Piala Asia U23 2026 Grup J malam ini, Sabtu (6/9/2025), berakhir telak 5-0 untuk Tim Garuda Muda. Hasil positif di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, kembali membuka harapan lolos Tim Merah Putih ke AFC U23 2026. Gol pertama hadir berkat kesalahan tim lawan, Ieong Lek Hang, yang salah mengantisipasi crossing dari Rahmat Arjuna di menit ke-3. Tak mengendurkan serangan, Arkhan Fikri menambah keunggulan Garuda Muda lewat sepakan kerasnya di menit-17 sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Di menit ke-47, Rayhan Hannan mencatatkan namanya di papan skor dan membuat skor menjadi 3-0. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Garuda Muda. Zanadin Fariz, yang masuk dari bangku cadangan tambah keunggulan di menit ke-68. Skor 4-0 untuk Indonesia. Rafael Struick yang juga masuk dari bangku cadangan, mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-74 dan membuat Indonesia unggul atas Makau 5-0. Keunggulan itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Sementara itu hasil pertandingan lain di Grup J antara Korea Selatan U23 vs Laos U23 pada sore tadi, juga berakhir dengan kemenangan telak 7-0 untuk skuad muda Taegeuk Warriors. Berkat hasil ini Timnas Korsel U23 masih memimpin klasemen Grup J Kualifikasi AFC U23 2026, dengan koleksi 6 poin. Kemudian diikuti Indonesia U23, mengantongi 4 poin. Jika ingin lolos langsung ke putaran final Piala Asia U23 2026, Tim Garuda Muda wajib memetik kemenangan pada pertandingan terakhir kontra Korsel U23. Jadwal Indonesia U23 vs Korsel U23 pada matchday 3 Kualifikasi AFC U23 2026, akan berlangsung Selasa, 9 September 2025. Laga masih menggunakan venue di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Starting Line-up Timnas Indonesia U23 vs Makau U23 Indonesia U23 (4-3-3): Cahya Supriyadi (GK); Kakang Rudianto, Dion Markx, Alfharezzi Buffon, Frengky Missa; Toni Firmansyah, Ananda Raehan, Arkhan Fikri; Rahmat Arjuna, Rayhan Hannan, Hokky Caraka | Pelatih: Gerald Vanenburg Cadangan: M Ardiansyah, Daffa Fasya, Kadek Arel, Ferarri, Mikael Tata, Doni Tri, Robi Darwis, Zanadin Fariz, R Pratama, Salim, Rafael Struick, Jens Raven Makau U23 (5-3-2): Lam Chak (GK); Si Hou, Huang Cho, Ieong Lek, Lam Weng, Leong Kun; Wong Kit, Leong Wai, Kou Pak; Pan Si, Lei Man | Pelatih: Kwok Kar Lok Cadangan: Alex Ao, Botelho Felicio, Lei Ho In, Wong Chon Nam, Vong Sai Hou, Wong U Hin, Sou Hin Nang, Gu Soi Hou, Li Ion Hou, Lam Nok Io, Lei Cheng Lam, Chen Si Tin