Ketua KONI Pusat: Dukungan Warga Kudus Bikin PON Bela Diri Berjalan Lancar

PON Bela Diri Kudus 2025

KUDUS – Di tengah penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman kembali menyambangi dan meninjau pelaksanaan multi-event tersebut di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, pada Selasa (21/10) siang. Sejauh ini, Marciano mengapresiasi positif pelaksanaan perdana PON Bela Diri di Kudus yang telah dimulai sejak Sabtu (11/10) dan direncanakan akan tuntas pada Minggu (26/11) mendatang. Ia mengatakan seluruh rangkaian pertandingan hingga saat ini berjalan dengan lancar berkat dukungan dan antusiasme yang sangat besar dari segenap masyarakat Kudus. Marciano juga menyebut kolaborasi bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation menjadi fondasi yang kuat dibalik kesuksesan penyelenggaraan multi-event perdana bagi cabor bela diri tersebut. “Dukungan masyarakat Kudus itu luar biasa! Kita bisa lihat sejak saat seremoni pembukaan, ada kirab menuju ke Alun-alun Kota Kudus yang langsung dipimpin oleh Bapak Bupati. Respon dari seluruh masyarakat Kudus luar biasa,” ujarnya kepada wartawan di Media Center PON Bela Diri Kudus 2025, Selasa (21/10). Kehangatan warga Kudus, lanjutnya, membuat para atlet dari berbagai provinsi di Tanah Air merasa diterima dan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain berkompetisi, para atlet juga berkesempatan menikmati keindahan Kota Kudus, mencicipi kuliner khas seperti soto Kudus, hingga berwisata religi. Pada kesempatan tersebut Marciano juga menegaskan, KONI berencana untuk terus melanjutkan penyelenggaraan PON Bela Diri pada tahun-tahun mendatang. Penyelenggaraan perdana ajang ini di Kudus, diharapkan menjadi momentum penting untuk terus memperkuat kolaborasi KONI dan pihak swasta dalam pembinaan prestasi atlet bela diri nasional. “Insya Allah PON Bela Diri akan kita gelar dua tahun sekali dan wujudnya adalah kolaborasi dengan Djarum Foundation,” sebutnya. Dia menambahkan, KONI Pusat juga berencana melakukan evaluasi untuk menyusun formula yang lebih baik ke depan. Ajang multi-event ini diharapkan dapat menjadi bagian dari agenda kejuaraan nasional cabang olahraga bela diri, sekaligus berpotensi dijadikan babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Langkah ini dinilai penting untuk memperbanyak event kompetitif yang mendorong peningkatan prestasi atlet. “Dengan semakin banyaknya event seperti ini, saya rasa levelnya nanti tidak 30 persen dari cabang olahraga bela diri sebagai penyumbang medali di SEA Games, tetapi mungkin bisa ke Asian Games dan satu hari nanti kita juga ingin melihat ada atlet-atlet Indonesia dari cabang olahraga bela diri yang juga lolos kualifikasi Olimpiade, dan menjadi kebanggaan kita karena prestasinya di pesta olahraga dunia itu,” Marciano menjelaskan.  Sebanyak tujuh dari total sepuluh cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di PON Bela Diri Kudus 2025 telah rampung digelar. Tahap pertama berlangsung pada Minggu (12/10) hingga Kamis (16/10), dengan mempertandingkan empat cabor, yaitu gulat, judo, tarung derajat, dan taekwondo. Kemudian tahap kedua digelar pada Jumat (17/10) hingga Selasa (21/10), mempertandingkan tiga cabor yaitu pencak silat, sambo, dan shorinji kempo.  Kini PON Bela Diri Kudus 2025 menyisakan tiga cabor lagi, yaitu ju-jitsu, karate, serta wushu, yang dipertandingkan mulai Kamis (23/10) hingga berakhir pada Minggu (26/10). Marciano berharap penyelenggaraan tiga cabor terakhir dapat berlangsung sukses sebagai penutup rangkaian PON Bela Diri Kudus 2025.  Pencak Silat  Pada Selasa (21/10), cabor pencak silat memasuki partai puncak dengan mempertandingkan 15 laga dari berbagai kelas. Salah satu sorotan datang dari Fitri Mawarni, wakil tunggal Kalimantan Timur yang sukses mempersembahkan medali emas pencak silat bagi kontingennya. Fitri tampil impresif di nomor tanding B putri dengan mengalahkan Shelena Cantika Ridwan dari DKI Jakarta. Atlet muda yang masih menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur itu mengaku sempat diliputi rasa gugup sebelum memasuki arena pertandingan, mengingat ia dan lawannya belum pernah bertemu sebelumnya. Namun, persiapan matang dan latihan intensif yang dijalani sejak akhir 2024 menjadi modal berharga untuk mengatasi ketegangan dan akhirnya meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 34-14. “Alhamdulillah dikasih ketenangan dan kemenangan sama Allah. Kemenangan ini untuk orang tua, keluarga, pelatih, serta teman-teman satu kontingen dari Kaltim,” ungkap Fitri. Jawa Tengah menempati posisi teratas dalam daftar tabel medali pencak silat dengan total tujuh medali yang terdiri atas enam medali emas serta satu perunggu. Peringkat kedua ditempati DKI Jakarta dengan delapan medali (tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu), lalu Lampung melengkapi tiga teratas dengan catatan lima medali (dua emas, dua perak, dan satu perunggu). Shorinji Kempo Atlet shorinji kempo asal Papua Barat Kelvin Saweri sukses menutup perjalanan gemilangnya di PON Bela Diri Kudus 2025 dengan medali emas di nomor randori perorangan kelas 75 kg putra. Pada awalnya ia sempat diliputi kecemasan jelang bertanding. Atmosfer pertandingan dengan hadirnya atlet-atlet terbaik dari seantero negeri membuatnya tertekan. “Tapi senang sekali karena semua hasil latihan keras ini terbayar lunas. Usaha yang saya perjuangkan tidak sia-sia. Meski banyak tantangan, saya percaya Tuhan yang menjadi panutan, menempa saya hingga bisa meraih emas,” jelas Kelvin. Di babak final, Kelvin menghadapi atlet Nusa Tenggara Timur, Donatus Fios. Berbekal kepercayaan diri dan penguasaan teknik yang solid, Kelvin mampu mengatasi tekanan dan menutup laga dengan kemenangan. Ia pun bertekad menjadi teladan bagi adik-adiknya, sembari menyampaikan terima kasih kepada pelatih yang telah membimbing dan menempanya hingga mencapai prestasi tersebut. “Lawan saya cukup bagus dan keras. Tapi di atas matras, semua kembali ke penguasaan teknik. Siapa yang lebih tenang, dia yang jadi pemenang,” katanya. DKI Jakarta keluar sebagai juara umum cabor shorinji kempo dengan raihan 11 medali (7 emas, 2 perak, 2 perunggu). Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan lima medali (3 emas dan 2 perak), disusul Maluku di peringkat ketiga dengan empat medali (3 emas dan 1 perunggu). Nusa Tenggara Timur menempati posisi keempat dengan torehan 12 medali (2 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), sementara Kalimantan Timur melengkapi lima besar melalui koleksi 10 medali (2 emas, 3 perak, 5 perunggu). Jateng Kuasai Sambo dan Pencak Silat Jawa Tengah menegaskan dominasinya di cabor sambo dengan torehan lima medali emas, empat perak, dan tujuh perunggu, sekaligus menambah daftar panjang prestasi mereka pada PON Bela Diri 2025. Peringkat kedua pada cabor ini ditempati oleh Kalimantan Timur (4 emas, 3 perak, dan 7 perunggu), lalu DKI Jakarta di peringkat ketiga (4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu). Target Jateng berhasil tercapai pada ajang multi-event ini, meski kehilangan peluang medali emas di kelas -88 kg putra. Technical Delegate Sambo, Budi Setianto menilai, pelaksanaan pertandingan berjalan dengan baik dan lancar hingga hari terakhir. Ia memuji sinergi kuat antara panitia … Read more

Asian Youth Games 2025: Emas Pertama Pencak Silat dan Indonesia

Furgon Habbil

Atlet pencak silat Indonesia, Furgon Habbil, berhasil meraih medali emas di Asian Youth Games Bahrain 2025. Pada hari ini, Senin (20/10/25) sore waktu setempat, Furgon menulis sejarah: mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia di Asian Youth Games Bahrain 2025. Menariknya, ini sekaligus emas perdana bagi cabang pencak silat sepanjang sejarah pesta olahraga remaja Asia itu digelar. Furgon turun di kelas 51–55 kilogram putra. Sejak babak awal, langkahnya mantap. Di semifinal, ia menaklukkan pesilat Kamboja, Daniel Phouk, dengan skor telak 51–1, sebuah kemenangan yang seolah menggambarkan jurang kemampuan antara keduanya. Di final, di hadapan pendukung tuan rumah, Furgon tetap tenang. Setiap gerakan tangannya presisi, setiap tendangan terukur. Ia menutup pertandingan dengan skor 81–10 atas pesilat Bahrain, Abdul Qassim. Layar skor menyala, nama Indonesia di urutan pertama, dan Furgon sujud di atas matras. “Alhamdulillah, sangat senang serasa mimpi jadi kenyataan. Kerja keras selama ini terbayarkan,” ujarnya saat usai pertandingan. Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Akbar Nasution, turut mengomentari prestasi ini. “Kemenangan ini membuktikan bahwa pencak silat kini benar-benar telah menjadi olahraga Asia,” katanya. “Atlet-atlet kita menunjukkan keunggulan dan dedikasi luar biasa untuk mengharumkan nama bangsa,” pungkas Akbar bangga.

Asian Youth Games 2025: Pencak Silat Sumbang Medali Pertama Indonesia

Qiken Dwi Tata Olifia

Atlet muda pencak silat Indonesia, Qiken Dwi Tata Olifia, mencatat prestasi gemilang di ajang Asian Youth Games 2025 yang digelar di Bahrain. Qiken sukses mempersembahkan medali perak, yang juga menjadi medali pertama kontingen Indonesia pada gelaran olahraga multievent tingkat Asia untuk remaja tersebut. Tampil di nomor 51-55 kg putri, Qiken melangkah ke final setelah mengalahkan wakil Uzbekistan, Feruza Bozorova, di babak semifinal. Performa agresif dan teknik menyerangnya yang efektif membawa dia ke partai puncak menghadapi pesilat asal Filipina, Kram Airam Carpio. Partai final berlangsung di Exhibition World Bahrain, Sakhir, pada Senin (20/10/2025) petang waktu Indonesia. Meski tampil percaya diri sejak ronde pertama, Qiken harus mengakui keunggulan lawannya setelah kalah dengan skor 19-33 dalam tiga ronde. Meskipun gagal meraih emas, prestasi Qiken patut diapresiasi. Medali perak yang diraihnya menjadi medali pertama Indonesia di ajang Asian Youth Games 2025, sekaligus bukti bahwa cabang olahraga pencak silat masih menjadi salah satu tumpuan utama Indonesia di level Asia.

Indonesia Posisi Tiga 3rd Junior Asian Pencak Silat Championship 2025

Tim Indonesia Untuk 3rd Junior Asian Pencak Silat Championship 2025

Kontingen Indonesia menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Junior Asia yang berlangsung di Kashmir, India, Kamis – Selasa (25-30/9/2025). Kejuaraan yang igagas Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antar-Bangsa) ini diikuti sekitar 300 peserta dari 11 negara, antara lain India, Indonesia, Filipina, Vietnam, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Thailand, Sri Lanka, Bangladesh, Nepal, dan Kazakhstan. Indonesia mampu meraih total 8 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Juara umum diraih Vietnam (8-3-6), disusul Filipina (8-1-6). Pelatih asal Jateng, Sapto Purnomo yang mendampingi Timnas menilai, kunci sukses para pesilatnya adalah semangat juang tinggi. Dia mencontohkan, Krisnanto sudah kena sanksi pengurangan angka 15 poin pada babak pertama melawan pesilat Vietnam di final. Meski demikian, Krisnanto tak menyerah, dan hingga akhir pertandingan unggul poin. “Kami berharap performa mereka tetap stabil, dan menjadi pesilat masa depan Jateng di panggung nasional dan internasional,” kata Sapto saat dihubungi, Rabu(1/10/2025). Mantan pendekar juara dunia 2010 itu menambahkan, hasil kejuaraan ini juga menempatkan Qiken di kelas D untuk mewakili Tim Indonesia pada Asian Youth Games Oktober 2025 di Bahrain. Untuk pertama kalinya, cabang pencak silat akan dipertandingkan pada ajang multievent junior tingkat Asia itu. Sementara, Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia(IPSI) Jateng, Harry Nuryanto melalui Wakil Ketua Umum II Indro Catur Haryono menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian tersebut. “Pokoknya keren, kontingen Indonesia datang dengan kekuatan minimal, namun hasilnya maksimal,” katanya. PEROLEHAN MEDALI Vietnam: 8 Emas, 3 Perak, 6 Perunggu (Trophy Juara Umum) Filipina: 8 Emas, 1 Perak, 6 Perunggu Indonesia: 8 Emas, 1 Perak, 3 Perunggu India: 7 Emas, 18 Perak, 26 Perunggu Kazakhstan: 4 Emas, 5 Perak, 12 Perunggu Uzbekistan: 1 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu Thailand: 4 Perak, 2 Perunggu Nepal: 5 Perunggu

13 Pesilat Bertarung pada Kejuaraan Junior Asia 2025 di India

Tim pencak silat Indonesia

Tiga belas pesilat muda Indonesia bertarung pada Kejuaraan Junior Asia di Kashmir, India, Kamis-Selasa (25-30/9/2025). Mereka didampingi tiga pelatih, yakni Sapto Purnomo, Johanes Edisson Buru dan Yulinar Tikasari Wardah pada ajang bertajuk Junior Asian Pencak Silat Championship 2025 itu. Rombongan itu juga dikawal komandan delegasi Iwan Hermawan, Manajer Irul Trishima Atias, serta seorang masseure sebagai pendukung, Eko Wahyono. “Tujuh dari 13 pesilat yang berangkat itu berasal dari Jawa Tengah. Rinciannya, empat orang merupakan juara pada kejurnas yunior beberapa waktu lalu, dan tiga lainnya yang selama ini penghuni Cibubur Youth Athlete Training Center atau CYATC,” kata Sapto Purnomo, dikutip Solo Suara Merdeka, Kamis (25/9). Tujuh pesilat junior Jateng itu adalah Abdul Fauzan Nur Adhima yang akan turun di kelas B putra (Klaten), Krisnanto Suryo Koco (F putra/Solo), Qiken Dwi Tata Olifia (D putri/Pati), Ghina Salsabila (H putri/Purbalingga), Nurisa Mutiara Azka (G putri/Boyolali, CYATC), Navizi Kurnia Al Dika (C putra/Banjarnegara, CYATC) dan Raja Edgina Phalosa Yongsheng (G putra/Pemalang, CYATC). Atlet-atlet lainnya yakni Furgon Habbil Winata (D putra/Sumatera Barat), Muhamad Ridho Rofi (E putra/CYATC), Muhammad Iqbal (H putra/Kaltim), Az Zahra Arlesta Palestin (B putri/DKI Jakarta), Balqis Duratul Hikmah (E putri/CYATC) dan Farahdina Hamdi (F putri/Jawa Timur). Disinggung tentang target tim, Sapto Purnomo menyebut tidak ada target khusus pada ajang yang merupakan rangkaian program Pencak Silat Road to Olympic tersebut. “Kami minta para atlet bisa tampil maksimal. Mereka kan juga butuh jam terbang dan pengalaman bertanding di arena internasional,” tutur pelatih asal Solo itu.

Indonesia Juara Umum Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2024

Tim Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang setelah tampil sebagai juara umum di ajang World Pencak Silat Championship ke-20 dan Junior World Pencak Silat Championship ke-5 yang berlangsung di Abu Dhabi. Indonesia tampil sebagai juara umum dalam dua kategori kompetisi. Di ajang World Pencak Silat Championship ke-20, Indonesia memimpin perolehan medali dengan 11 emas, 7 perak, dan 5 perunggu. Diikuti Vietnam dengan 10 emas, 3 perak, dan 3 perunggu, serta Malaysia di peringkat ketiga dengan 6 emas, 9 perak, dan 4 perunggu. Di kategori Junior World Pencak Silat Championship ke-5, Indonesia kembali menjadi yang terbaik dengan raihan 11 emas, 3 perak, dan 2 perunggu, disusul oleh Singapura di posisi kedua dengan 9 emas, 3 perak, dan 8 perunggu, dan Kazakhstan di tempat ketiga dengan 5 emas, 7 perak, dan 10 perunggu. Trofi untuk Juara Umum Senior World Pencak Silat Championship ke-20 diserahkan langsung Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, yang juga Deputi Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa) pada acara penutupan yang berlangsung di Abu Dhabi National Exhibition Centre (ADNEC), Minggu 22 Desember 2024. Sedangkan, trofi Juara Umum Junior World Pencak Silat Championship ke-5 diserahkan oleh Menteri Negara UAE, HE Ahmed Ali Al Sayegh. Kejuaraan ini melibatkan peserta dari 57 negara dengan total 1.100 peserta yang bertanding di enam arena di ADNEC Abu Dhabi. Dalam kejuaraan ini, tiga kategori utama dipertandingkan, yaitu Tanding, Seni, dan Eksebisi. Peserta dibagi ke dalam beberapa kategori, termasuk Pre-Junior, Junior, Senior, dan Master (eksebisi), yang dikelompokkan lebih lanjut berdasarkan kelas berat badan. Pada kategori Seni, pertandingan terdiri dari Perorangan, Ganda, dan Beregu (3 orang), yang juga dibagi dalam kategori putra dan putri. Struktur ini menunjukkan luasnya cakupan dan fleksibilitas Pencak Silat, serta mengakomodasi berbagai tingkat keahlian dan spesialisasi. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, yang juga menjabat sebagai Deputi Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa), mengatakan, prestasi Muhammad Wildan dan Nouval Zaid Fernando di Abu Dhabi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan seni bela diri tradisional Indonesia. Dengan semangat juang dan dedikasi, pencak silat tak hanya mampu bersaing di tingkat internasional tetapi juga menjadi kebanggaan bangsa.

Sebanyak 2.001 Pelajar Ikuti Turnamen Terbuka Pencak Silat

Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Aminudin, S.I.P., menghadiri Open Tournament Pencak Silat Junior dalam rangka HUT Ke-79 TNI Tahun 2024. Acara dibuka oleh Dansesko TNI Marsekal Madya TNI Arif Widianto, S.A.B., M.Tr.(Han)., CHRMP., di Gedung Merampit Sesko TNI Jl. R.A.A. Martanegara No. 11 Bandung, Jum’at (25/10/2024). Kejuaraan Pencak Silat Junior digelar pada tanggal 25 hingga 27 Oktober 2024. Jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 2.001 atlet dari tingkat SD, SMP dan SMA. Turnamen bertujuan untuk membangun kebersamaan dan meningkatkan prestasi para atlet, sekaligus mencari bibit-bibit atlet pada cabang olahraga Pencak Silat. TNI berkomitmen untuk berkontribusi serta berperan aktif dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional melalui berbagai event olahraga. Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara yang telah mewujudkan kegiatan kejuaraan Pencak Silat. “Kepada para atlet saya berharap dapat mengikuti pertandingan dengan sungguh-sungguh. Junjung tinggi sikap Kesatria sebagai olahragawan sejati, sesuai dengan jiwa dan semangat juang, motivasi dan sportivitas,” ucap Panglima TNI, disampaikan Dansesko TNI, Marsekal Madya TNI Arif Widianto. Turut hadir dalam pembukaan Wadan Sesko TNI, Danpussenkav, Kasgartap II/Bdg, Dirlem Seskoad, Dirbinjemen Seskoad, para Direktur Sesko TNI, Dansat Brimob Polda Jabar, Kadisdik Prov. Jabar, Kadispora Jabar dan Kota Bandung. Sumber;: RRI

International Indonesian Student Pencak Silat Open Championship 2024 Resmi Dibuka

Mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono membuka International Indonesian Student Pencak Silat Open Championship 2024 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin (8/7). Deputi Surono mengapresiasi kejuaraan tersebut sebagai ajang pengembangan bakat atas pembinaan yang dilakukan oleh perguruan pencak silat di Tanah Air. Sehingga nantinya mereka akan disiapkan untuk kejuaraan SEA Games maupun Asian Games yang akan datang. “Adanya kejuaraan internasional usia muda seperti ini tentu akan lebih mudah untuk melakukan identifikasi terhadap atlet potensial yang ujungnya nanti kita siapkan untuk kejuaraan-kejuaraan internasional lainnya,” ujarnya. Deputi Surono mengatakan, pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Oleh karenanya, diharap olahraga seni bela diri ini kedepan bisa dipertandingkan di Olimpiade yang akan datang. “Ini adalah usaha kita bersama agar bagaimana pencak silat bisa bertanding di Olimpiade. Pencak silat harus digemari diseluruh dunia dan Indonesia harus menjadi pionir pengembangannya,” terangnya. Lebih lanjut, Deputi Surono ingin International Indonesian Student Pencak Silat Open Championship 2024 bisa berlangsung sukses dan lancar. Wasit juga diharap bertindak adil dalam memimpin laga. “Selamat bertanding dan junjung tinggi sportivitas. Kami harap kolaborasi dengan federasi pencak silat Indonesia bisa terus lebih baik lagi,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, kejuaraan pencak silat ini penting untuk menambah jam terbang atlet dalam bertanding. “Apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus pencak silat untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan perkembangan atlet. Mari sama-sama menata strategi untuk membuat jalan menuju Olimpiade. Saya harap dari sini akan lahir atlet masa depan untuk Indonesia,” bebernya. International Indonesian Student Pencak Silat Open Championship 2024 ini berlangsung pada 8-11 Juli. Kemudian dilanjutkan dengan 2nd International Indonesia Open Pencak Silat Championship 2024 berlangsung 12-16 Juli. Ajang ini diikuti 4 ribu atlet. Adapun negara yang ikut berpartisipasi selain Indonesia adalah Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Amerika dan Brunei Darussalam.

1.868 Atlet Muda Berpartisipasi dalam Kejuaraan Pencak Silat SBCC

Pergelaran Silat Benteng Cisadane Championship (SBCC) ketiga kali ini ramai diikuti 1.868 atlet muda pencak silat dari berbagai daerah. Acara ini diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang di Tangerang Sabtu mengatakan SBCC ketiga dilaksanakan di Mall Balekota tanggal 1- 3 Maret 2024. “SBCC telah bertahun-tahun dikenal sebagai perhelatan pencak silat paling bergengsi di Kota Tangerang. Tidak hanya hadiah bergengsi, perhelatan ini telah terbukti menghasilkan banyak atlet muda pencak silat kebanggaan Kota Tangerang,” kata Kaonang, dikutip dari ANTARA, Sabtu, 2 Maret. Perhelatan SBCC 3 dinilai menjadi ajang pencarian bibit-bibit atlet muda pencak silat, khususnya di Kota Tangerang. Ajang ini berisi kategori perlombaan yang berjenjang mulai dari kategori umur Sekolah Dasar (SD), kategori umur Sekolah Menengah Pertama (SMP), kategori umur Sekolah Menengah Atas (SMA), sampai kategori umum yang diikuti perwakilan dari organisasi atau perguruan resmi anggota IPSI. “Alhamdulillah, antusiasme di perhelatan ini terlihat luar biasa. Bahkan, sudah terdapat ribuan atlet muda di berbagai kategori dari berbagai daerah yang siap bertanding dan menguji kemampuannya, mulai dari Tangerang Raya, Banten, Jakarta, sampai beberapa dari luar Jawa,” ujarnya. Pj Wali Kota Tangerang, Nurdin mengapresiasi antusias para atlet dan perguruan silat yang berpartisipasi dalam kejuaraan yang juga dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 Kota Tangerang. Ia berharap kejuaraan tersebut dapat semakin menambah minat dan semangat serta motivasi masyarakat khususnya generasi muda untuk melestarikan seni dan budaya lokal terutama pencak silat yang merupakan budaya asli Indonesia. “Silat saat ini kan sudah ada di 71 negara dan ini bukti bahwa kebudayaan kita diapresiasi oleh negara lain. Oleh karena itu, kita harus terus mengembangkan semangat dan kebanggaan terhadap silat yang merupakan budaya asli Indonesia dengan event-event seperti ini,” katanya. Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus mendukung dan menyemarakkan event-event yang diselenggarakan di Kota Tangerang. “Kemarin pada perayaan HUT Kota, Pemerintah Kota Tangerang telah meluncurkan Calendar Event Kota, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi event-event apa saja yang dapat dikunjungi termasuk salah satunya Kejuaraan SBCC ini,” pungkasnya. Sumber: VOI

Usai Juara Dunia 2022, Ini Target Selanjutnya Safira

Usai Juara Dunia 2022, Ini Target Selanjutnya Safira

Kebahagiaan dirasakan Safira Dwi Meilani yang baru menerima bonus sebesar Rp40 juta dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Apresiasi tersebut diberikan, menyusul kesuksesannya meraih medali emas di 19th World Pencak Silat Championships 2022 di Malaysia. Wanita yang menimba ilmu di Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu menjadi yang terbaik pada Kelas B kategori 50-55 kg putri. Safira mengaku berterima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus dan bertekad menjaga semangat ini untuk terus berprestasi. “Mudah-mudahan bermanfaat buat saya dan bisa lebih berprestasi nantinya karena dalam waktu dekat juga ada beberapa kompetisi,” ucapnya. Setelah menjadi juara dunia di Malaysia, target Safira selanjutnya adalah meraih medali emas di Paris Open dan SEA Games 2023 Kamboja. Indonesia keluar sebagai juara umum 19th World Pencak Silat Championships 2022 dengan 29 medali (11 emas, 9 perak, dan 8 perunggu). Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memberi bonus Rp40 juta kepada Safira di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (8/8/2022). Bonus tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Kudus Hartopo yang mengaku sangat bangga dengan prestasi pesilat cantik itu. “Bonus ini jangan dilihat nilainya, tetapi perhatian dan kepedulian pemerintah daerah,” kata Hartopo seperti dilansir dari Antara. Hartopo pun berharap semakin banyak atlet-atlet Kudus yang mampu menorehkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun dunia. Atas dasar itu pula, KONI Kudus diharapkan semakin gencar menjaring atlet-atlet muda berpotensi seperti Safira Dwi Meilani.

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa Kembali Digelar, Ini Harapan Kemenpora

Kejurnas Pencak Silat Pagar Nusa, Ini Harapan Kemenpora

Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama akan kembali menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Festival IV di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur pada 25-27 Maret 2022. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap kejurnas pencak silat ini bisa melahirkan atlet nasional. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni’am Sholeh, mengapreasi Kejurnas dan Festival IV yang diselenggarakan Pagar Nusa NU secara luring ini. “Kegiatan ini sangat positif untuk menfasilitasi talenta-talenta muda berprestasi di bidang olah raga silat. Diharapkan dapat menjadi salah satu sumber SDM untuk menyuplai atlet nasional,” ujar Asrorun saat dihubungi Republika.co.id, Senin (21/3/2022). Setidaknya ada 300 lebih medali yang akan diperebutkan dalam Kejurnas IV Pagar Nusa, yang terdiri dari kategori seni, jurus baku, dan festival. Kejurnas berdasarkan usia terbagi atas pra remaja, remaja, dan dewasa dengan empat kategori yakni perorangan putra, perorangan putri, berpasangan, dan berkelompok. Asrorun menjelaskan, selama ini Pagar Nusa NU juga telah banyak berkiprah untuk bangsa dan negara. Menurut dia, para pandekar Pagar Nusa telat ikut mengawal kemerdekaan dan menjaga para ulama. “Pagar Nusa telah berkiprah dalam khidupan berbangsa dan bernegara, dalam mengawal kemerdekaan RI, menjaga tetap tegaknya NKRI, dan mengawal para ulama,” kata Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah Depok ini. Kejurnas dan Fesival IV Pagar Nusa tahun ini mengangkat tema “Berdikari Berprestasi”. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa NU, Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil, mendorong kepada para pesilat NU untuk selalu memiliki karakter berdikari tersebut. “Sesungguhnya berdikari atau mandiri itu adalah karakter yang tertanam di dalam jiwa seorang pesilat, seorang pendekar. Pagar Nusa ingin meneguhkan itu, dan Pagar Nusa tidak ingin menjadi beban bagi siapapun. Oleh karenanya, Pagar Nusa harus mandiri,” kata Gus Nabil. Kejurnas Pagar Nusa merupakan bagian dari sarana evaluasi pembinaan yang rutin digelar di lingkungan Pagar Nusa. Kejurnas ini diharapkan bisa menghasilkan atlet terbaik, dengan penjurian yang adil dan professional, sehingga akan menghasilkan atlet yang bermutu dan berkualitas. Untuk memeriahkan Kejurnas dan Festival ini, Pagar Nusa juga menggelar Lomba Foto untuk wartawan fotografer dan masyarakat umum. Tidak hanya itu, Pagar Nusa juga menggelar Lomba Karya Tulis untuk wartawan dan penulis di Indonesia dengan total hadiah Rp 35 juta.

Pesilat Bali Raih Emas di Singapura

Pesilat Bali Raih Emas di Singapura

Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Pesilat asal Bali, Kadek Andrey Nova Prayada, beberapa waktu lalu, ia mampu menyumbangkan satu medali emas di kelas D bagi tim silat Indonesia dalam ajang SEA Pencak Silat Championship. Satu medali emas Kadek Andrey itu melengkapi tiga medali emas perolehan tim Merah Putih dalam kejuaraan yang digelar pada 22-28 Februari di Singapura . “Hasil akhir perolehan tim silat Indonesia mendapatkan tiga medali emas,” ujar pelatih tim silat Indonesia Indro Catur Haryono melalui pesan singkatnya, Senin (28/2). Ketiga emas itu disumbangkan dua pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia, yakni Kadek Andrey Nova Prayada di kelas D dan Safira Dwi Meilani di kelas B putri, serta pesilat Pelatnas SEA Games Rahmawati di kelas F putri Indro Catur mengatakan, Kadek Andrey memperoleh medali emas tidak terlepas dari permainannya yang sangat bagus. Bahkan, sesuai instruksi saat menghadapi pesilat Singapura Muhammad Riansyauqi Bin Mistam di final, Kadek Andrey menang dengan skor 43-21. Berbeda dengan pesilat Pulau Dewata lainnya I Kadek Adi Budiasta di kelas G yang tidak mendapat medali. Kadek Adi kalah di babak awal dari pesilat tuan rumah Sheik Ferdous bin Sheik Alauddin dengan skor 15-17. “Andre mainya sangat bagus sesuai dengan instruksi. Kadek Adi main juga bagus, tapi kurang pintar karena kurang pengalaman,” terang Indro Catur. Saat sudah unggul nilai pada lima detik pertandingan terakhir, Kadek Adi melakukan teknik jatuhan jenis guntingan. Namun hal itu justru mengakibatkan nilai diberikan pada lawan. “Padahal, waktunya sudah mau selesai. Sementara lawan dari Singapore selalu mencari celah yang bisa menguntungkan,” jelas Indro Catur. Selain meraih tiga medali emas, tim Indonesia juga meraih tiga medali perak dari Pesilat Pelatnas SEA Games tunggal putra Asep Yuldan Sani, Pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia Hendra Wakhyu Hidayat di kelas I dan Pesilat PPLOP Jateng Keiran Taruna Alfresh di kelas F junior. Tim Indonesia juga mendapatkan tiga medali perak dan tiga medali perunggu. Tiga perunggu dari pesilat Pelatnas SEA Games Ronaldo Neno di kelas H dan Pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya di kelas F dan Pesilat Pelatnas Kejuaraan Dunia Dinda Nuraidha di kelas A putri.

Sabet Medali Emas PON, Atlet Muda Ini Penuhi Nazar

Atlet Pencak Silat asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Khoirudin Mustakim, membayar nazarnya karena ia berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga Pencak Silat kelas B putra dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang baru saja resmi berakhir. Rupanya, pesilat berusia 20 tahun tersebut memiliki nazar untuk berlari sejauh 62 kilometer apabila mampu meraih medali emas. Karena mimpinya tersebut terwujud, maka ia pun menepati nazarnya tersebut pada Senin (18/10/2021). Putra bungsu dari empat bersaudara pasangan dari Paini Kismo Suwito dan Samiyem memulai aksinya berlari dari Salatiga sekitar pukul 04.30 WIB. Mustakim panggilan akrab tiba di kediaman Dusun Jurangkajong RT 023/ RW 003, Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah sekitar pukul 15.00 WIB, setelah menempuh sekitar 12 jam perjalanan. Kedatangan Mustakim di Dusun Jurangkajong disambut dengan meriah warga sekitar. Jalan menuju ke rumahnya juga dipasangi bendera Merah-Putih untuk menyambut atlet pencak silat itu. Mustakim mengaku bersyukur masih diberikan kesehatan dan bertemu kembali dengan kedua orangtua di rumah. Pemuda kelahiran 2001 itu sudah dua bulan tidak bertemu dengan keluarga demi mengharumkan nama Bangsa Indonesia. “Alhamdulillah, masih diberikan keselamatan sampai di rumah. Senang rasanya bisa ketemu orangtua dari dua bulan lama tidak ketemu,” kata dia ditemui di rumahnya. Mustakim mengatakan sudah mempersiapkan nazarnya tersebut sejak lama. Dia juga sudah meminta izin kepada kedua orangtua jika berhasil mendapat medali emas dirinya akan berlari dari Salatiga-Klaten. Selama di perjalanan, Mustakim mengalami sembilan kali keram kaki dan sembilan kali beristirahat untuk melesmaskan otot kaki. “Persiapan tiga hari, Jumat, Sabtu dan Minggu. Saya sudah bilang sama mama dan bapak dari jauh-jauh hari. ‘Mak kalau aku juara PON aku mau lari Salatiga ke rumah’,” ucap Mustakim. “Mpun direstoni (sudah direstui) saya juga bersemangat. Tambah semangat,” tambah dia. Mustakim yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Olahraga Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini, sedang mempersiapkan untuk mengikuti seleksi nasional SEA Games 2022 di Vietnam. Dia berharap pada penyelenggaraan SEA Games 2022 bisa meraih prestasi yang terbaik. “Target ke depan Seleknas di SEA Games 2022 di Vietnam,” kata dia. Mustakim beberapa kali memenangi kejuaraan cabor Pencak Silat di tingkat internasional, antara lain kejuaraan dunia junior 2018 di Thailand, juara I kejuaran Asia 2018 di India. Kemudian juara II kejuaraan dunia 2018 di Singapura, juara I kejuaraan dunia pantai 2018 di Thailand, juara I Belgia Open 2019 dan juara II SEA Games 2019 di Philipina.

DBL Bajak Sekolah Episode 3, Augie Belajar Bela Diri bersama Jagoan Silat SMAN 31 Jakarta.

DBL Bajak Sekolah episode 3 terasa berbeda. Sebab, DBL Indonesia bersama Augie Fantinus mendatangi SMAN 31 Jakarta. Mereka “membajak” anak-anak ekskul pencak silat. Loh kok pencak silat? Ya, acara reality show ini memang tak hanya berkaitan dengan basket. Dalam setiap episodenya DBL Bajak Sekolah akan menonjolkan nilai cerita dari setiap sekolah yang “dibajak”. Terlepas cerita itu berkaitan dengan basket atau tidak. SMAN 31 Jakarta sudah dua kali berpartisipaisi di Honda DBL DKI Jakarta Series. Menariknya, sekolah tersebut punya banyak ekskul. Selain basket, ada juga pencak silat. Sekolah yang ada di bilangan Kayumanis, Jakarta Timur itu juga dikenal memiliki murid berprestasi di cabang silat. Itulah alasan kenapa Kak Augie membajak SMAN 31. Di episode 3 ini juga bercerita tentang salah satu anak yang memang berprestasi di bidang silat. Anak tersebut bernama Aliyaef Karzaiy Balya. Sejak kelas 5 SD, pesilat andalan SMAN 31 Jakarta sudah menyukai seni bela diri pencak silat. Berawal dari kesukaan, Alif panggilan akrabnya mulai cinta dengan silat, karena melihat sang kakak berhasil menjadi langganan juara pencak silat tingkat SMA. Sejak itu, dirinya bertekad supaya bisa berhasil seperti kakaknya. Alif sendiri fokus di dua kategori, yaitu tanding dan seni. Memasuki tingkat SMP pada tahun 2016, dirinya membuktikan konsistensi di bidang silat mampu mendulang prestasi. Dirinya keluar menjadi juara 1 tanding Jakarta Championship 5. Di tahun yang sama pula Alif berhasil menjadi runner up seni tunggal di event internasional Jakarta Pencak Silat Championship (JKTC). Torehannya medalinya terus bertambah pada event tingkat regional dan juga pertandingan antar sekolah. Rentetan prestasi yang didapat Alif bukan tanpa hambatan. Cowok berusia 16 tahun tersebut pernah jatuh terkapar dan harus menepi dari dunia silat saat kelas 8. Lututnya sempat mengalami gangguan saat dirinya bertanding. Alhasil Alif sempat absen lebih dari 3 bulan. “Aku memiliki tujuan untuk memperkenalkan budaya pencak silat di mata dunia. Saat mentalku jatuh, orang tua dan kakakku mengingatkan apa yang menjadi tujuanku. Dari situ aku bisa kembali bangkit dan kembali bertanding,” ucapnya. Sementara prestasi di tingkat SMA juga tidak kalah mentereng. Dirinya sudah berhasil meraih empat medali.  Diantaranya adalah peringkat 3 tanding Indonesian Youth & Sport. Juara 1 tanding Jakarta Pusat Champion (JPC). Lalu ada juara 1 tanding Kejuaraan Pencak Silat Jakarta Utara (KPJU), dan juara 1 seni tunggal KPJU. Namun, dirinya masih memiliki keinginan untuk bisa juara di level Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Dan satu lagi mimpinya yan masih dia kejar saat ini adalah bisa membela Indonesia di level internasional salah satunya Asian Games. Saksikan DBL Bajak Sekolah episode 3 di Channel Youtube DBL  

Thunder11 Martial Arts Bawa Karambit Ke Workshop Pencak Silat

Iko Uwais, Kol. Infanteri Susilo, Kombes. Pol. Indarto, Letkol Arm. Abdi Wirawan, Wakil Walikota Tri Adhianto

Bekasi 9 Juli 2019 – Thunder11 Martial Arts menggelar sesi workshop Pencak Silat bertajuk Karambit: From Indonesia to The World pada Minggu, 7 Juli 2019 di Hotel Aston Imperial Bekasi. Acara ini merupakan inisiatif dari Thunder11, pusat pelatihan bela diri milik aktor dan pesilat, Iko Uwais, yang berkolaborasi dengan Kodim 0507/Bekasi. Mengangkat tema senjata tradisional Karambit, acara ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan generasi penerus bela diri Indonesia terhadap warisan budaya nusantara, serta melestarikan penggunaaan Karambit sendiri dalam dunia pencak silat. Dalam kesempatan ini, Cecep Arif Rahman, pesilat dan aktor John Wick 3, terlibat sebagai pengajar. “Karambit memiliki banyak kelebihan yang dapat diandalkan untuk menyerang lawan sebagai bentuk pertahanan diri. Namun peran alat ini harus diimbangi dengan bekal ilmu yang mumpuni serta mental yang bijaksana. Saya berharap generasi muda dapat terus melestarikan penggunaaan karambit dalam dunia pencak silat Indonesia, khususnya di tengah-tengah hadirnya ragam jenis bela diri dari negara lain.” ujar Cecep. Sementara itu, sebagai pendiri, Iko Uwais mengungkapkan motivasinya dalam mendirikan Thunder11 “Bela diri merupakan seni mengendalikan diri yang dapat membentuk kepribadian mengayomi pada diri seseorang. Kami percaya hal ini dapat meredam premanisme secara dini. Kontribusi utama kami adalah membuka akses pendidikan bela diri yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.” Senada dengan Iko, Letkol Arm. Abdi Wirawan selaku Komandan Dandim 0507/Bekasi turut menyampaikan harapannya, “Saya berharap generasi muda senantiasa mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme lewat pencak silat.” Acara ini juga dihadiri oleh segenap pejabat Pemerintah Kota Bekasi, antara lain Wakil Walikota Tri Adhianto Tjahyono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ahmad Zarkasih, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Tedi Hafni Tresnadi, kemudian Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes. Pol. Indarto, Danrem 051/Wijayakarta Kolonel Infanteri Susilo, dan tak ketinggalan Ketua KONI Bekasi Abdul Rosyad Irwan.

Merpati Putih Open 2019 Piala Panglima TNI Resmi Ditutup, Pecahkan Rekor MURI

Abdul Kharis Almasyhari (Ketua Umum Panitia MP Open 2019), mengatakan kejuaraan pencak silat MP Open 2019 berjalan sukses. (Adt/NYSN)

Jakarta- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Merpati Putih (MP) Open 2019, resmi ditutup, pada Sabtu (4/5), di Lapangan Olahraga Ciracas, Jakarta Timur. Event pencak silat nasional ini diikuti 1.615 pesilat dari 26 perguruan silat dari seluruh Indonesia serta perwakilan dari mancanegara yakni Singapura. Tim pencak silat Pelatda DKI Jakarta berhasil meraih juara umum kategori dewasa usai mengoleksi 7 medali emas dan 2 perak. Posisi kedua dihuni PPOP DKI Jakarta dengan 3 medali emas dan 1 perak. Dan PPLD NTT berhak menempati peringkat tiga dengan 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu. Atas prestasinya, Pelatda DKI Jakarta mendapatkan Piala Bergilir Panglima TNI serta uang pembinaan Rp 15 juta. Untuk pesilat dewasa putra terbaik diraih Ronaldo Neno pesilat kelas F putra PPLD NTT. Ia berhak menerima Piala Tetap Kepala Staf TNI AU dan uang pembinaan Rp 2,5 juta. Sedangkan pesilat terbaik putri diraih Widya Faranisa pesilat kelas A putri dari PPOP DKI Jakarta yang berhak menerima Piala Tetap Kepala Staf TNI AL dan uang pembinaan Rp 2,5 juta. Dan untuk Piala Tetap Kepala Staf TNI AD diberikan kepada juara umum I, II, dan III. “Bagi para pemenang untuk tidak bangga dan tinggi hati. Sedangkan yang belum juara harus berlatih lebih keras lagi untuk menjadi yang terbaik di masa depan,” demikian amanat tertulis Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dihadapan ribuan pesilat yang hadir di acara penutupan MP Open 2019. Sementara itu, Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Umum Panitia MP Open 2019, menyebut pelaksanaan kejuaraan pencak silat MP Open 2019 berjalan lancar. “Kejuaraan MP Open 2019 sudah berlangsung sejak Rabu (1/5), dan penutupan Sabtu (4/5). Alhamdulillah kejuaraan nasional ini berjalan lancar,” terang Abdul Kharis. Dijelaskannya, MP Open 2019 merupakan kejuaraan silat tingkat nasional yang dikuti peserta tak hanya dari Indonesia, tapi juga mancanegara seperti Singapura yang mengirimkan 20 atlet pencak silat. Menurut Abdul Kharis, event ini sebagai ajang pembibitan atlet disamping untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antar perguruan silat yang ujungnya adalah untuk pembinaan prestasi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. “Even ini untuk mencari bibit atlet pencak silat tangguh dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” lanjut pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI. Selain menggelar kejuaraan pencak silat, event ini juga memasukan unsur entertainment dengan menggelar marching band, reog Ponorogo, sisingaan, dan silat bercerita. Dan, sebagai puncak acara dilakukan pencatatan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), dimana sebanyak 1.500 pesilat secara serentak melakukan peragaan Jurus Tunggal Tangan Kosong IPSI dari berbagai perguruan silat di Tanah Air. “Ini bukan hanya memecahkan rekor MURI, tapi juga tercatat sebagai rekor dunia,” tukas perwakilan MURI. (Adt)

Merpati Putih Open 2019 Piala Panglima TNI Resmi Dibuka

Kejuaraan MP Open 2019 Piala Panglima TNI resmi dibuka oleh Ketua Umum Panitia Pelaksana DR. H. Abdul Kharis Almasyhari, Rabu (1/5). (Istimewa)

Jakarta- Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih (MP) Open 2019 yang diselenggarakan Perguruan Pencak Silat (PPS) Bela Diri Tangan Kosong (Betako) Merpati Putih di Gedung Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, resmi dibuka, pada Rabu, 1 Mei 2019. Pembukaan Kejuaraan MP Open 2019 yang dilakukan Ketua Umum Panitia Pelaksana MP Open 2019 DR. H. Abdul Kharis Almasyhari, MM. AK ditandai dengan seremonial pemukulan gong. “Merpati Putih Open 2019 merupakan kejuaraan silat tingkat nasional yang juga diikuti peserta dari luar negeri. Ini merupakan suatu even untuk pembibitan atlet disamping untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antar perguruan silat yang ujungnya adalah untuk pembinaan prestasi demi mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujar Abdul Kharis yang juga Ketua Komisi I DPR RI ini usai pembukaan MP Open. Abdul Kharis menegaskan, event MP Open 2019 ini memadukan tiga unsur yaitu Kompetisi, Edukasi dan Entertainment. Unsur Edukasi yang dimasukan dalam ajang ini yaitu dengan menggelar Seminar Parenting oleh psikolog, ahli olahraga dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan sasaran peserta adalah orang tua, guru dan pelatih. “Seminar Parenting ini dilakukan untuk mengarahkan orangtua bahwa anak-anak yang sehat itu berpeluang lebih tinggi berprestasi dibanding anak yang tidak sehat. Sehingga silat sebagai salah satu cabang beladiri dan olah raga dapat juga membuat anak berprestasi,” tegasnya. Sedangkan unsur Entertainment, lanjut Abdul Kharis, dengan menggelar Marching Band, Reog Ponorogo, Sisingaan, Silat Bercerita, Live Music oleh Grup Band disamping pencatatan Rekor MURI atas peragaan jurus tunggal oleh seluruh peserta MP Open. Menurut Abdul Kharis, saat ini jumlah peserta MP Open tercatat ada 1.615 pesilat dari 26 perguruan silat dari seluruh Indonesia disamping satu peserta dari perwakilan Singapura. Sementara itu, 15 provinsi yang berpartisipasi diantaranya: DKI Jakarta, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jambi, Lampung , Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. Rangkaian kegiatan MP Open yang memperebutkan Piala Panglima TNI ini telah mulai dilaksanakan pada Sabtu, 27 April 2019. Dimana pada hari itu telah dimulai pemasalan dilanjutkan pada Selasa, 30 April dengan TM Prestasi. Dan, pada Rabu, 1 Mei ini langsung dilakukan tanding prestasi hingga 2 Mei 2019. Sedangkan pada 3-4 Mei akan dilakukan tanding pemasalan hingga closing ceremony yang juga akan dilaksanakan pada 4 Mei 2019. (Adt)

Jaring Bibit Muda Berprestasi, Ribuan Pesilat Perebutkan Piala Panglima TNI di Merpati Putih Open 2019

Perguruan Silat Merpati Putih menggelar MP Open 2019, di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada 28 Februari-2 Maret 2019. Abdul Kharis Almasyari (kedua dari kiri) mengatakan event ini bertujuan untuk mencari bibit pesilat tangguh dan berprestasi. (Adt/NYSN)

Jakarta- Perguruan Pencak Silat (PPS) Beladiri Tangan Kosona (Betako) Merpati Putih (MP) akan segera menggelar Kejuaraan Pencak Silat Merpati Putih Open 2019, pada 28 Februari hingga 2 Maret mendatang. Event yang diikuti ribuan pesilat ini, dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, dan memperebutkan Piala bergilir Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tujuannya, yakni mencari bibit pesilat yang tangguh dan berprestasi untuk menjadi atlet nasional yang mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Bersamaan dengan event ini, juga akan dilakukan pencatatan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) peragaan jurus tunggal. Aksi peragaan jurus tunggal ini akan melibatkan 2000 orang pesilat sekaligus. Abdul Kharis Almasyari, Ketua Umum Panitia MP Open 2019, mengatakan penyelenggara event ini adalah PPS Betako Merpati Putih Pengurus Daerah (Pengda) Jawa Barat (Jabar) bekerjasama dengan Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat lndonesia (IPSI) dan Korps Lembaga Wasit Juri DKI Jakarta. “Kegiatan Kejuaraan ini adalah Kejuaraan Pencak Silat Nasional dengan sistim pertandingan prestasi dan pemasalan. Juga diadakan pencatatan rekor MURI untuk peragaan Jurus Tunggal Tangan Kosong yang diikuti 2000 pesilat,” ujar Kharis, di Padepokan Pencak Silat Nasional TMII (Taman Mini Indonesia Indah), Jakarta, pada Kamis (17/1). “Peserta berasal dari perguruan silat seluruh Indonesia. Bahkan beberapa negara mengonfirmasi untuk hadir, seperti Korea, Jepang, Thailand. Dan, biasanya yang tidak pernah absen itu Malaysia serta Singapura. Sedangkan yang juga menyatakan minat untuk hadir, namun belum mengonfirmasi adalah Arab Saudi,” terangnya lagi. Lebih lanjut, pria yang juga menjabat Ketua Komisi I DPR RI itu, akan membatasi jumlah peserta sebanyak 1500 orang. Selain kejuaraan,juga diadakan Seminar Parenting dengan tema ‘Pendidikan Anak melalui Olahraga akan membentuk manusia Indonesia yang berkarakter dan berbudi luhur’. Sedangkan Yuwono Darpito Hudoyo, Ketua Pelaksana MP Open 2019, menjelaskan event bertajuk ‘Kejuaraan antar Perguruan Pencak Silat Nasional Merpati Putih Open 2019 dalam rangka mewujudkan semangat paseduluran, saling hormat dan mental juara’ adalah event persembahan Merpati Putih Pengda Jawa Barat untuk insan Pencak Silat Dunia. “MP Open 2019 adalah pertandingan yang pertama kalinya digelar oleh Perguruan Merpati Putih dan juga pertama kalinya diadakan event pertandingan silat memadukan tiga unsur, yakni kompetisi, edukasi, dan entertainment,” tutur Yuwono. Disebutkannya, untuk kompetisi akan dibagi menjadi dua, yakni pemasalan dan prestasi. Untuk pemasalan terbagi menjadi dua, yakni kategori tanding yang akan diikuti pesilat tingkat SD dan SMP. Sedangkan kategori kedua ialah jurus tunggal tangan kosong. Selain itu, event ini akan memperebutkan total uang pembinaan Rp 50 juta bagi juara, yang penentuannya diperhitungkan dari jumlah medali terbanyak tiap kontingen. “Kategori kanding, pembagian kelasnya akan diklasifikasikan dan disesuaikan dengan data dari surat keterangan dokter, dan formulir pendaftaran. Sementara jurus tunggal tangan kosong, pengelompokan maksimal 3 bagian untuk jenjang SD dan SMP, dengan kuota 100 peserta,” tutur pria yang juga menjabat Ketua Pengda Merpati Putih Jabar itu. Sedangkan untuk nomor prestasi, akan memakai sistim gugur dengan usia 17-27 tahun, atau atlet dengan tahun kelahiran 1992-2002, serta menggunakan sistim bagan dari penyisihan, perempat final, semi final dan final. “Untuk prestasi, Piala Bergilir Panglima TNI diberikan kepada Juara Umum 1, selain Piala Tetap Kepala Staf TNl-AD. Juara Umum II dan III meraih Piala Tetap. Sementara bagi pesilat terbaik putra mendapat Piala Tetap Kepala Staf TNl-AU, dan bagi pesilat terbaik putri diberikan Piala Tetap Kepala Staf-TNl-AL,” tegas Yuwono. (Adt)

Sambut SEA Games Dan Olimpiade, PSTD Kembali Menggeliat Setelah 22 Tahun Vakum

Sebanyak 400 pesilat muda, tampil di Kejuaraan Nasional (kejurnas) Perguruan Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD) 2018, di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, (TMII), pada 13-16 Desember. (indopos.co.id)

Jakarta- Sebanyak 400 pesilat muda, tampil di Kejuaraan Nasional (kejurnas) Perguruan Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD), di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, (TMII) Jakarta Timur pada 13-16 Desember. Kejurnas kali ini dihadir dari berbagai peguruan di 14 Pengurus Daerah PSTD dari seluruh Indonesia. Ketua Umum Perguruan PSTD, Hariadi Anwar mengatakan, ada dua misi yang diusung dalam kejurnas kali ini. Pihaknya berharap bisa meningkatkan kemampuan kompetisi pesilat PSTD menurut aturan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Apalagi, pencak silat sedang gencar dipromosikan untuk ditampilkan dalam Olimpiade 2032, maka harus didukung. “Kita tengah meningkatkan kemampuan pertarungan pesilat PSTD untuk ditampilkan dalam ajang MMA yang saat ini sedang berkembang,” kata Hariadi Anwar di Jakarta, Jumat (14/12). Selain mempertandingkan semua nomor laga dan TGR, kejurnas juga mempertandingkan nomor khusus combat. Hariadi berharap, dengan adanya Kejurnas PSTD 2018 ini, membuat silat kian memasyarakat. Bisa dipahami mengingat cabang olahraga (cabor) ini sukses menyumbangkan 14 medali emas pada Asian Games 2018. Jumlah tersebut nyaris setengah dari yang diraih Indonesia. Pada edisi ke-18 pesta olahraga antarnegara Asia itu, Merah Putih meraih 31 emas sekaligus jadi rekor terbaik dalam sejarah. PSTD memiliki ciri utama pada pertarungan, combat pencak silat. Itu merupakan kemampuan bertarung dari anggota PSTD yang harus dituangkan. Hariadi menambahkan kejuaraan ini merupakan penyelenggaraan ke-4. Namun, ajang itu menjadi yang pertama kali setelah vakum selama 22 tahun. Ia mengatakan bahwa masalah pembinaan tetap terjaga. Buktinya, ada 14 Pengurus PSTD di tanah air, membuktikan pencak silat tenaga dalam sebenarnya masih eksis, khususnya di berbagai daerah. “Terakhir kali kami menggelar kejurnas, terjadi pada 1996 lalu. Jadi, sebenarnya sudah cukup lama vakum. Tapi bukan berarti pembinaan tidak jalan selama ini. Di daerah justru lebih banyak kejuaraan di gelar. Jadi, kita berinisiatif untuk kembali menyelenggarakan kejuarana nasional di sini,” tukasnya. Harapan Kejurnas ini bisa rutin berlangsung juga bergulir. “Kejurnas PSTD 2018 ini merupakan yang keempat sejak kali pertama diselenggarakan pada 1990. Setelah lama absen, kami berharap, event ini rutin diselenggarakan,” ujar Ketua Panitia Kejurnas PSTD 2018, Rudi Trianto, menambahkan. “Apalagi, Kejurnas PSTD merupakan proyeksi ke tingkat nasional untuk internal IPSI. Misalnya dalam rangka menghadapi berbagai event,” tuturnya dalam menyambut berbagai event penting pada 2019, mulai dari SEA Games di Filipina, hingga PON 2020 Papua. (Adt)

Syaratkan 70 Negara Jadi Anggota Federasi, Pemerintah Perjuangkan Pencak Silat ke Olimpiade

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berupaya memperjuangan cabang olahraga (cabor) pencak silat bisa dipertandingkan di pentas dunia, Olimpiade. (Kemenpora)

Den Haag- Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berupaya memperjuangan cabang olahraga (cabor) pencak silat agar dipertandingkan di pentas dunia, Olimpiade. Syarat untuk bisa dipertandingkan di pesta multievent negara-negara se-dunia itu, federasi olahraga pencak silat internasional minimal memiliki 70-75 negara anggota. Sebelumnya, pencak silat sukses dipertandingkan di Asian Games XVIII/2018, pada Agustus-September lalu. “Bagi saya pencak silat adalah warisan olahraga dan budaya Indonesia yang harus terus dikembangkan. Dan sebagai wakil pemerintah, saya terus mendorong pencak silat masuk olimpiade,” ujar Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Den Haag, Belanda, pada Selasa (23/10). Dalam kesempatan itu, Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, didampingi YM. I Gusti Agung Wesaka Puja (Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda), dan Olivier Blancquaert (Ketua Pencak Silat Belanda). Melihat pesatnya perkembangan pencak silat, pemerintah Indonesia tak ingin kehilangan momentum mempromosikan olahraga pencak silat keseluruh dunia. Kini, federasi olahraga pencak silat internasional telah memiliki 49 negara anggota yang terdiri dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia. Di kawasan Asia terdapat 25 negara anggota, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Jepang, Korea, India, Laos, Myanmar, Pakistan, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakstan, Tajikistan, Turkmenistan, Kyrgyztan, Yordania, Kuwait, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Sedangkan Afrika yakni Mesir, Maroko, Afrika Selatan, dan Suriname. Kemudian Kanada, Chili, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru (Oseania). Sementara negara Eropa, seperti Austria, Belgia, Bosnia, Denmark, Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Belanda, Norwegia, Portugal, Spanyol, Swiss, Turki, dan Inggris. Imam menyebut di pentas Asian Games 2018, pencak silat mendapat sambutan dan perhatian yang luar biasa dari negara-negara Asia. Sehingga, menurutnya, untuk bisa masuk Olimpiade, pemerintah tidak akan pernah berhenti untuk mendorong pencak silat ke pentas dunia. “Kemenpora bersama Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) nanti akan terus bekerja bersama-sama untuk mengembangkan ke negara-negara lainnya, karena persyaratan untuk bisa dipertandingkan pada Olimpiade yakni minimal terdapat 70-75 negara anggota,” tukas Imam. (Adt)