Alvin, Pemuda 18 Tahun ini Optimis Dapat Menjadi Juara Dunia Bulutangkis All England

Alberto Alvin Yulianto. ikut mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan Badminton Asia Junior Championship 2018.

Jakarta- Indonesia memiliki banyak potensi atlet-atlet usia muda dari masing-masing cabang olahraga, baik dari laki-laki maupun perempuan. Salah satunya adalah Alberto Alvin Yulianto atau “Alvin” sapaan akrabnya. Tergabung di Pelatnas Cipayung sejak tahun 2017 lalu, Ia turut serta dalam mengharumkan nama Indonesia di kejuaraan Badminton Asia Junior Championship 2018. Memulai karirnya di olahraga bulutangkis sejak usianya 7 tahun, ketika itu dirinya diajak oleh sang ayah dan ibu ke lapangan untuk bermain bulutangkis hingga akhirnya menyukai olahraga tersebut. “Udah merasa nyaman ya di bulutangkis, dulu kan suka dapet bonus kalo juara jadi makin semangat latihannya” kata Alvin. Berkat kemampuannya dalam bermain bulutangkis yang kian terasah Alvin akhirnya terrgabung dalam PB Kartika di Purwokerto, disini Ia mengikuti kejuaraan pertamanya saat masih berusia 10 tahun pada tingkat Propinsi Jawa Tengah, kemudian pada tahun 2011 Alvin bergabung dengan PB Djarum yang berlokasi di ‘Kota Kretek’ Kudus. “Saya 6 tahun di PB Djarum dari tahun 2011, saat itu ada pemanggilan untuk gabung ke pelatnas ditahun 2017 saya mulai gabung.” ujar remaja berusia 18 tahun itu. Bermain di area tunggal putra menjadi pilihannya sejak kecil, merasa nyaman dan sudah mendapatkan alur yang tepat menjadi alasannya untuk berjuang seorang diri di lapangan. Saat ini dirinya sudah lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dan akan segera menentukan jalannya untuk lebih terjun ke dunia pendidikan atau fokus untuk menjadi atlet. “Kalau sekarang fokusnya masih badminton sih, kalau kuliahnya masih belom terlalu dipikirin. Kalau harus milih sekolah dan badminton, saya pilih badminton” ungkap remaja kelahiran Purwokerto tersebut. Alasan lebih memilih menjadi atlet karena sudah menjadi rutinitas sejak kecil dan sudah memfokuskan diri untuk terus berlatih, membuat dirinya optimis menjadi seorang atlet. Selama menjadi atlet ada banyak cobaan  yang dilalui, bahkan Alvin pun sempat mengalami cidera di bagian pinggang yang cukup parah pada tahun 2015. Cidera ini mengakibatkan dirinya harus beristirahat penuh selama kurang lebih satu bulan. “Suka duka jadi pemain sih, dari sukanya banyak yang dukung kayak penonton, orang tua, keluarga, dapet bonus kalau juara. Kalau duka sih waktu habis untuk latihan ya, orang-orang pada liburan bareng keluarga kita harus latihan” pungkas remaja yang mengidolakan Lee Chong Wei dan Anthony Ginting itu. Dalam waktu dekat Alvin menargetkan dirinya untuk lolos bahkan menjadi juara di event Asia Junior dan juga event World Junior, bahkan untuk jangka panjang Alvin optimis bisa meraih medali emas di kompetisi internasional seperti All England.(Ham) Profil Singkat Nama : Alberto Alvin Yulianto Tempat/Tgl Lahir : Purwokerto, 7 Januari 2000 Alamat Tinggal : Pelatnas Cipayung jl Damai Raya Jakarta Timur Alamat Rumah : Perum. Puri Hijau P16 no. 17 Purwokerto Selatan Orang Tua : Lilik (ayah) Sucien (ibu) Nomor Ponsel : 087888703977 Media Sosial : Ig @albertoalvinyulianto Pendidikan SD Santo Yoseph purwokerto SMP Taman Dewasa Kudus SMA Keluarga Kudus Prestasi Juara 1 Sirkuit Nasional Semarang Tahun 2016 Juara 1 Sirkuit Nasional Medan Tahun 2016 Runner Up Sirkuit Nasional Makassar Tahun 2016 Semi Final Sirkuit Nasional Cirebon Tahun 2016 Semi Final Victor Exist Junior Tahun 2016 Juara 1 Junior Master Cup Tahun 2016 Juara 3 International Junior Championship Tahun 2017 Juara 3 International Series Peru Tahun 2017 Juara 1 Pembangunan Jaya Raya Cup Tahun 2017 Juara 1 Super Liga Junior Tahun 2017 Kuarter Final Grand Prix Dutch Belanda 2018 Kuarter Final Grand Prix Jerman Junior 2018 Kuarter Final Grand Prix Thailand Junior 2018

Dari Merauke, Yusran Bertekad Keras Gabung Pelatnas Bulutangkis

Jakarta- Indonesia bagian timur umumnya selalu menghasilkan bibit-bibit atlet berprestasi di bidang olahraga, namun didominasi cabang olahraga yang sangat populer. Sangat jarang atlet cabor bulutangkis berasal dari Indonesia Timur. Yusran Arfan adalah salah satunya. Remaja berdarah Makassar yang menetap Merauke, menjadi peserta klub blutangkis Perkumpulan Bulutangkis (PB) Racket , yang berlokasi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, dari luar pulau Jawa. Sekedar catatan, kabupaten Merauke adalah kabupaten terluas di provinsi Papua, dan Indonesia, sekaligus daerah ujung paling timur di Indonesia. Yusran menyukai olahraga bulutangkis sejak usia 5 tahun, karena sering diajak oleh Arfan, ayahnya yang gemar bermain bulutangkis bersama kawan-kawannya. Yusran tertarik untuk terjun lebih serius untuk bercita-cita menjadi seorang atlet. “Proses gabung ke PB Racket awalnya diajak oleh teman ayah saya. Dia menawari saya ikut latihan di jakarta, asalkan serius berlatih. Akhirnya berangkat kesini sama bapak dan temennya bapak, diongkosin juga” jelas Yusran. Sejatinya, orangutua Yusran berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Karena pekerajan, keluarga Yusran hijrah ke Merauke, Papua. Yusran pertama kali bermain bulutangkis langsung bergabung dengan PB Perkasa Merauke, sejak kelas 1 Sekolah Dasar. Lalu pindah ke PB Mandiri Merauke saat SMP, sebelum akhirnya memutuskan menuju Ibukota dan bergabung di PB Racket Jakarta. “Saya pindah ke PB Racket, sudah sekitar dua tahun lalu dari lulus SMP, sekarang udah kelas 2 SMA,” tambah remaja murah senyum ini. Ketika masih tinggal di Papua, Yusran berpartisipasi di beberapa kejuaraan bulutangkis usia dini hingga pemula. Seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Bupati Merauke Cup, dan Sirkuit Nasional (Sirnas) Yogyakarta. Remaja yang mengidolakan Lee Chong Wei dan Anthony Ginting ini bermain di posisi tunggal putra dan ganda, namun Yusran mengakui lebih tertarik bermain di posisi tunggal. “Main tunggal saya bisa main lebih leluasa. Kalau ganda, bermainnya mengharapkan keputusan dari teman juga, kalau tunggal bisa berjuang sendirian,” uajr Yusran, saat ditemui awal Juli lalu. Menjaga kondisi tubuh agar tetap prima menjadi fokus remaja 16 tahun ini. Dalam waktu dekat, Yusran akan melakoni Kejurkot PBSI Jakarta Barat, pada 8-12 Agustus, di GOR Kembangan, Jakarta Barat. Pendidikan pun tak luput dari perhatiannya. Format sekolah Homeschooling menjadi pilihan karena waktu belajar yang fleksibel sehingga bisa menyesuaikan dengan jadwal latihan. “Saya pribadi lebih suka latihan dibanding bersekolah yang padat dengan materi pelajaran. Tapi, saya harus sekolah, agar pendidikan tidak terlantar. Tetapi, target utama saya ingin segera bergabung di pelatnas bulutangkis,” kata kelahiran 16 Juli 2002 itu. Porsi latihan yang berbeda antara PB Jakarta dan Papua membuatnya harus berlatih lebih ekstra mengingat cita-cita dan targetnya bergabung bersama Timnas Indonesia masih butuh waktu dan perjuangan yang panjang. (Ham) Profil singkat Nama : Yusran Arfan Tempat/Tgl Lahir : Makassar, 16 Juli 2002 Alamat Rumah : Jl. Raya Mendala Bampel Merauke, Papua Orang Tua : Arfan (ayah) Rostini (ibu) Nomor Ponsel : 081398096728 Media Sosial : Ig @ysrnarfn161 Pendidikan SDN 1 Merauke SMP Muhammadiyah Merauke SMA Home Schooling Prestasi Juara 2 O2SN tingkat pemula di Papua tahun 2015 Mengikuti Bupati Cup di Merauke tahun 2011/2012 Mengikuti kejurnas Sirkuit Nasional Daihatsu Astec di Bali Mengikuti kejurnas Sirkuit Nasional Daihatsu Astec di Yogyakarta

Tiga Hal ini Paling di Nantikan pada Turnamen Bulutangkis All England 2018

Turnamen bulutangkis kelas All England 2018 sedang digelar di Birmingham, Inggris, mulai tanggal 14 hingga 18 Maret 2018. Indonesia mengirim 14 pemain Indonesia untuk turun berlaga, dengan empat wakil saling berhadapan pada dua nomor. Di lansir dari Tempo, Ada sejumlah hal yang ditunggu dari para atlet Indonesia di turnamen bergengsi ini. Berikut beberapa di antaranya: 1. Akankah target satu gelar juara akan tercapai? Dalam dua penyelenggaraan terakhir, Indonesia selalu bisa meraih gelar juara di turnamen ini. Pada 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi juara. Di tahun berikutnya, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya yang menyumbang kemenangan. Tahun ini, PBSI kembali menargetkan satu gelar juara, yang di harapkan dari sektor ganda putra dan ganda campuran. 2. Apakah Hendra/Ahsan akan torehkan kemenangan setelah kembali diduetkan? Tahun 2018 menjadi jalan bangkitnya Pasangan ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, yang pernah merajai dunia. Mereka pernah menjadi semifinalis pada Jerman Open lalu. Kini mereka diharapkan bisa kembali bicara di All England, seperti pada 2014. Sejauh ini mereka masih berusaha mengembalikan performa terbaik mereka, termasuk soal kelemahan di sektor pertahanan. 3. Apakah sektor tunggal dapat tampil dengan baik? Tunggal putra dan putri Indonesia pernah jadi kekuatan disegani di All England. Rudy Hartono pernah juara 8 kali. Susy Susanti sempat jaura dua kali. Belakangan Penurunan tajam yang di alami sektor ini. Tahun ini, penyeleksian ditentukan melalui peringkat, hanya satu tunggal putri yang lolos, yakni Fitriani. Sedangkan di sektor tunggal putra ada tiga wakil, yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto. Pada turnamen-turnamen sebelumnya para pemain tunggal bermain tidak konsisten. Namun, mereka diharapkan dapat membuat gebrakan mengejutkan di turnamen bergengsi ini.

Buat Lawan Kamu Terkecoh Dengan Teknik Drop shot Ini

Dropshot terkesan sama dengan teknik smash. Letak perbedaannya hanya pada saat kamu melakukan pukulan, shuttlecock dipukul dengan dorongan yang halus (sedikit pelan). Tujuannya agar kok kamu jatuh tepat di lapangan lawan yang berada dekat net. Biasanya kamu menggunakan teknik ini untuk mengecoh lawan yang posisinya berada di belakang. Tahukah kamu teknik dropshot memiliki karakter yang unik, karena bisa mengecoh lawan kamu alias dapat menghasilkan gerakan tipu daya. Posisi tubuh, gerak kaki serta perpindahan badan yang harmornis menjadi penentu dari keberhasilan jatuhnya shuttlecock di net daerah lawan. Selain itu, diperlukan juga pengamatan yang tepat dimana posisi lawan, agar hasil dropshot kamu semakin hebat. Berikut beberapa kiat tahap-tahap untuk kamu agar pukulan dropshot makin hebat: 1. Perhatikan pegangan raket kamu dengan posisi tangan menggunakan pegangan forehand. cara memegang raket yang benar, yaitu pegang raket dengan rileks, dan posisi raket berada di samping bahu kemudian untuk posisi tubuh kamu harus menyamping dari arah net. 2. Perhatikan juga posisi kaki kanan dan kiri. Untuk kaki kanan berada di belakang sedangkan kiri berada di depan. 3. Saat melakukan dropshot, pukulan menggunakan posisi tangan yang lurus, kemudian dorong atau sentuh shuttlecock dengan halus. Pokoknya shuttlecock melengkung ke sebelah kanan jika  dropshot forehand dan  melengkung ke kiri jika backhand. Ingat, tumpuan tubuh pada kaki juga berubah. Yang berada di kaki kanan pindah ke kaki kiri. Jadi, upayakan untuk gerak cepat agar badan kamu berada di belakang shuttlecock’nya ya. 4. Posisi akhir dari raket mengikuti arah bola, posisi gerak langkah setelah memukul pun harus diperhatikan, karena teknik ini mengandung aspek gerak tipu yang membuat lawan terkecoh. Biasanya keberhasilan dalam mengecoh lawan dengan teknik dropshot ini, ditentukan karena pergerakan yang cepat dan harmonis. Jika lawan terkecoh, ia akan terpaksa menjatuhkan diri agar bisa menjangkau bola kok hasil dropshot-an kamu. Semoga berhasil.

Buka Kemenangan Lewat Partai Tripel, Putri UPI Unggul 3-0 Atas UIN SGD

Diawali Nomor Triple, Universita Pendidikan Indonesia unggul atas UIN SGD. (LIMA)

Bandung- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) catat kemenangan pertama dalam laga LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 pada Kamis (8/3). UPI mengadaskan perlawanan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung dengan skor 3-0, di lapangan 2 GOR Lodaya Bandung. UPI mendapatkan poin pertamanya dari partai tripel. UPI menurunkan Dwi Erina, Kesi Soraya dan Mira Meliani sebagai wakil tripelnya. Sementara itu, Reni Putri, Rosita Noor dan Siti Rizki mewakili UIN SGD di partai pertama. Pertandingan partai pertama berakhir dengan kemenangan tripel UPI 21-4 dan 21-4. Pada partai kedua di nomor tunggal putri, UPI kembali dominan. Partai kedua nomor tunggal kembali dimenangi UPI yang menurunkan Dina Mardina. Dina tampil cemerlang melawan Rofi Farijah (UIN SGD) di dua gim partai kedua dengan skor 21-5 dan 21-8. Ini menjadi poin kedua untuk UPI. Di partai terakhir, UIN SGD masih belum mampu imbangi permainan UPI. Di nomor ganda putri ini, UPI, yang diwakili pasangan Triya Nur dan Verent Nanda berhasil sapu bersih di dua gim. Triya/Verent (UPI) mengalahkan Nafilah Mayyasya/Sarah Syahirah dengan skor 21-5 dan 21-7. “Para pemain bermain sesuai harapan saya. Kami dapat meraih poin penuh. Hasil pertandingan hari ini bisa menjadi modal untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Cecep Alawi, pelatih tim badminton putri UPI, pada Kamis (8/3). Pada Jumat (9/3), UPI akan berhadapan dengan Universitas Padjadjaran (Unpad). Sebelumnya, Unpad kalah dari Unikom 0-3. “Melawan Unpad besok, saya mempersiapkan anak-anak untuk tetap semangat. Meski tadi Unpad kalah melawan Unikom, tapi kami tetap harus berjuang dan tidak meremehkan lawan,” tambah Cecep. (Adt)

Hari Pertama LIMA Badminton Blibli WJC 2018, Tim Putra Widyatama Tampil Apik

Laga Nomor beregu Putra antara STIE Ekuita Melawan Univ Widyatama di LIMA Blibli WJC 2018. (LIMA)

Bandung- Sesi kedua LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 yang digelar di GORK Lodaya Bandung, pada Kamis (8/3), mempertandingkan duel Pul B. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas melawan Universitas Widyatama. Untuk kategori beregu putra mempertandingkan lima partai. Kelima partai tersebut yakni dua nomor tunggal, dua nomor ganda, dan satu nomor tripel. Dari lima partai, Widyatama berhasil memenangi empat partai atas Ekuitas. Pada partai pertama, duel berlangsung cukup berimbang. Namun, Tunggal Ekuitas, Airlangga Trisnoyuwono, berhasil menunjukkan kualitas bermainnya atas Dicky Yaniadi (Widyatama). Pada akhir partai, Airlangga menyumbang satu poin untuk Ekuitas usai laga dengan skor akhir 21-18 dan 21-19. Di partai kedua, Ekuitas menurunkan Muhammad Aldy dan Rizki Dwi di nomor ganda pertama. Pasangan Aldy/Rizki ini belum mampu menyumbang poin kedua untuk Ekuitas. Aldy/Rizki kalah dari ganda kedua Widyatama, Fauzi Ramadhan/Sugeng Adi. Pasangan ganda Widyatama menang atas ganda Ekuitas dengan skor akhir 21-9 dan 21-6. Sehingga, Widyatama berhasil imbangi perolehan poin Ekuitas menjadi 1-1. Poin kedua untuk Widyatama disumbangkan tripelnya, Muhammad Satria, Raka Ashari, dan Renaldy Fachrezzy saat berhadapan dengan tripel Ekuitas, Renaldi Setiawan, Rizki Setiawan dan Yura Teguh. Tripel Widyatama menekuk tripel Ekuitas dengan skor 21-15 di gim pertama. Pada gim kedua partai ketiga, kedua wakil tripel ini bermain sangat ketat. Laga di gim kedua berakhir dengan deuce dengan hasil 24-22 untuk kemenangan tripel Widyatama. Hasil di partai ketiga ini menambah perolehan poin Widyatama menjadi 2-1 atas Ekuitas. Partai keempat, yang mempertandingkan tunggal putra kedua, kembali didominasi permainan Widyatama. Tunggal putra yang diturunkan Widyatama, Sugeng Adi menguasai jalannya pertandingan dengan pukulan-pukulan tanggungnya ke arah Widi Widyan (Ekuitas). Di akhir laga, Sugeng memenangi partai keempat dengan skor 21-15 dan 21-12. Di partai pamungkas, kedua tim bermain cukup ketat. Ekuitas, yang menurunkan Airlangga dan Andy berhasil menangi gim pertama dengan skor 21-15. Namun, di gim kedua, ganda Widyatama membalas. Dicky Yaniadi dan Raka Ashari, pasangan ganda putra Widyatama unggul di gim kedua dengan skor 21-15. Kedua ganda ini pun bermain di babak rubber game. Pada babak rubber game, Dicky/Raka menunjukkan kekompakan permainannya. Pasangan ganda putra ini bermain dominan, sehingga akhirnya dapat menangi babak penentu ini dengan skor akhir 11-5. Poin akhir untuk pertandingan ini pun menjadi 4-1 untuk Widyatama. (Adt)

LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 Mulai Terapkan Sistem Nilai Koefisien

LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 kin memakai sistem nilai koefisien bagi para pesertanya. (facebook.com)

Jakarta- Event LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018 mulai bergulir pada Kamis (8/3). Sebelum bertanding di GOR Loday, Bandung, seluruh perwakilan tim mengikuti technical meeting (TM). TM dilakukan untuk melakukan persiapan sebelum memulai pertandinganada Rabu (7/3), bertempat di Hotel Malaka, Bandung, pada Rabu (7/3). Sembilan tim putra dan lima tim putri dari region Jawa Barat akan saling bersaing. Selain di nomor beregu, LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 juga mempertandingkan nomor perseorangan. David Leopold, Staf Kompetisi dan Pertandingan LIMA, membuka proses TM LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 ini. Ia menjelaskan seluruh aturan pertandingan LIMA Badminton 2018 kepada para perwakilan peserta. Pada musim keenam ini, LIMA memberlakukan sistem nilai koefisien untuk seluruh perguruan tinggi yang pernah, dan baru mengikuti LIMA Badminton. Nilai koefisien ini ditentukan dari intensitas keikutsertaan perguruan tinggi dalam kompetisi LIMA. Perolehan gelar dan penghargaan mempengaruhi nilai koefisien ini. Keuntungan nilai koefisien tinggi untuk conferencenya guna menentukan banyaknya tim yang akan dikirim melaju ke fase Nasional. Nilai koefisien ini digunakan untuk pembagian tim di tiap grupnya. Sehingga, perguruan tinggi yang memiliki nilai koefisien, tak perlu lagi melakukan undian untuk menentukan posisi grupnya. Di ajang LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 ini, enam perguruan tinggi nomor beregu putra sudah mengantungi nilai koefisien. Mereka yakni UPI, STKIP Pasundan, Unisba, Unikom, Widyatama dan Unpad. Untuk tim putra Unigal, STIE Ekuitas, dan UIN SGD, masih harus melakukan pengundian, karena ketiga tim tersebut belum memiliki nilai koefisien. Sistem kompetisi dalam LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 ini yaitu setengah kompetisi untuk kategori beregu, dan sistem gugur untuk kategori perseorangan. (Adt) Hasil Undian LIMA Badminton Blibli.com WJC 2018 untuk kategori beregu   Beregu Putra Pul A: UPI STKIP Pasundan Unisba Unigal Pul B: Unikom Utama Unpad STIE Ekuitas UIN SGD   Beregu Putri Pul X: UPI Unikom STKIP Pasundan Unpad UIN SGD

LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 Besok Berputar di Bandung

LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference 2018 siap berputar mulai 8 Maret. (facebook.com)

Jakarta- Rangkaian Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton memasuki musim keenamnya pada 2018. LIMA Badminton region Jakarta Raya sukses digelar pada 25 Februari hingga Sabtu (3/6). Pekan ini, LIMA Badminton berputar di region Jawa Barat, dengan titel LIMA Badminton: Blibli.com West Java Conference (WJC) 2018. Event kompetisi badminton antarmahasiswa ini digelar mulai 8-14 Maret 2018 di GOR Lodaya, Bandung. Sembilan tim putra dan lima tim putri dari region Jawa Barat akan bertanding di LIMA Badmiton: Blibli.com WJC 2018 ini. Selain nomor beregu, LIMA Badminton: Blibli.com WJC 2018 ini juga meampilkan nomor perseorangan. Tercatat 14 wakil tunggal putra dan 10 pasang ganda campuran akan saling bersaing. Pada season 5 (2017 lalu), STKIP Pasundan memenangi LIMA Badminton untuk kategori beregu putra, sedangkan UPI menjadi jawara kategori putri pada fase conference di region Jawa Barat. Ke-9 tim putra yang tampil yakni STKIP Pasundan, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Galuh (Unigal), STIE Ekuitas, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Widyatama (Utama), Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Universitas Parahyangan (Unpar), UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD), dan Universitas Islam Bandung (Unisba). Untuk beregu putri akan disajikan oleh tim dari STKIP Pasundan, Unpad, UPI, Unikom, dan UIN SGD. (Adt)

Awalnya Tegang, Pebulutangkis 19 Tahun Buka Jalan Runtuhkan Tembok China

Fitriani turut andil saat tim Indonesia menundukkan tim China 3-2 dalam even Badminton Asia Team Championship 2018. (net)

Kedah- Tim ‘Merah Putih’ sukses meruntuhkan tim bulutangkis China 3-2 pada babak penyisihan di ajang Badminton Asia Team Championship 2018. Fitriani, yang turun di partai pertama sukses mematahkan perlawanan pebulutangkis Chen Yufei, tiga gim dengan skor 16-21, 21-12, dan 21-15, di Stadion Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Kedah, Malaysia, Kamis (8/2). Kemenangan atlet kelahiran Garut, Jawa Barat (Jabar), 19 tahun silam itu membuka jalan bagi rekan setimnya untuk membawa ‘skuat’ Pelatnas Cipayung itu jadi pemuncak Grup Z. “Alhamdulillah, sumbang angka untuk tim. Awalnya agak tegang karena saya jadi tunggal pertama. Apalagi rekor pertemuan saya 1-3,” beber Fitri, sapaan akrabnya, seperti dilansir Badmintonindonesia.org, Kamis (8/2). Dia melanjutkan, pada gim pertama dirinya mengaku masih ragu-ragu, karena faktor tiupan angin. “Gim kedua, saya lebih berani relinya. Pukulan lawan yang susah itu bisa saya kembalikan, lama-lama dia nggak percaya diri juga sama pukulannya,” tambahnya. Di partai kedua, duet ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu menambah keunggulan tim usai menundukkan Du Yue/Li Yinhui, dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-12. Dobel Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta di partai keempat, mengandaskan Cao Tong Wei/Yu Zheng, melalui drama tiga gim dengan skor 21-14, 19-21, dan 23-21. Sedangkan China mampu mencuri kemenangan yakni dari tunggal putri He Bingjiao dan Chen Xiaoxin. Bingjiao mengandaskan Gregoria Mariska Tunjung, dua gim langsung dengan skor 23-21, 21-10. Dan, Chen menyudahi perlawanan Ruselli Hartawan, dengan skor 21-17, 21-17. Sebelumnya, pada Selasa (6/2), Srikandi Indonesia melipat tim Singapura dengan skor 5-0. Hasil akhir 3-2 atas China ini membuat tim putri Indonesia terhindar dari para juara grup lainnya pada babak delapan besar, yang kembali bertanding pada Jumat (9/2). (adt) Hasil Babak Penyisihan Grup Z: Indonesia vs China 3-2 Indonesia vs Singapura 5-0

Setahun Berpasangan, Greysia Polli Dan Apriyani Rahayu Bidik Emas Asian Games 2018

Greysia-Polii-Apriyani-Rahayu

Jakarta- Duet ganda putri kebanggaan Indonesia, Greysia Polli dan Apriyani Rahayu menjadi salah satu pasangan yang ditargetkan membawa pulang emas untuk Indonesia di Asian Games 2018. Mereka belum setahun dipasangkan, namun berbagai prestasi sudah mereka raih. Salah satunya menjadi juara di Perancis Terbuka Super Series 2017, yang merupakan gelar pertama bagi ganda putri Indonesia sejak 20 tahun tidak berhasil menjadi juara. Mereka juga pernah menjadi juara di ajang GrandPrix Gold di Thailand Terbuka dan menjadi pasangan ganda putri peringkat ke-11. Dengan modal ini, tak heran mereka percaya diri dan santai menghadapi Asian Games yang dilaksanakan Agustus mendatang. “Beban sih nggak. Saya enjoy saja, karena kak Greysia juga tak harus menuntut ini itu. Jalani saja dan tunjukkan yang terbaik,” ungkap Apriyani pada Kamis (18/1) dalam lansiran detik.com Apriyani merasa ia sudah sangat klop dengan Greysia meski belum genap setahun dipasangkan. Tinggal mematangkan kekurangan masing-masing bersama Greysia. “Kami sudah sama-sama tahu pola main dilapangan sudah klop tinggal mematangkan kekurangan masing-masing saja,” tambahnya Bagi Apriyani, negara-negara lain juga sudah menyiapkan strategi untuk bisa menang terutama untuk China dan Jepang yang sangat kuat bermain dilapangan. (put)

Penerus Keluarga Sugiarto di Bulutangkis Indonesia

Penerus-Sugiarto-di-Bulutangkis-Indonesia

Bagi para penggemar bulutangkis Indonesia, pastinya sudah tak asing dengan nama legenda hidup Icuk Sugiarto. Icuk merupakan atlet tunggal putra terbaik kepunyaan Indonesia di era 80-an. Berbagai prestasi mampu di dulangnya, untuk membawa nama harum Indonesia. Dikenal dengan staminanya yang kuat, membuat dirinya mampu memenangi Kejuaraan Dunia III di Denmark pada tahun 1983 melawan Liem Swie King. Pada tahun 1989, Icuk memutuskan pensiun sebagai atlet. Tetapi, generasi Sugiarto tak akan pernah sirna untuk membawa nama bulutangkis Indonesia berprestasi. Tommy Sugiarto dan Jauza Fadhilla Sugiarto, melanjutkan karir sang ayah sebagai pemain bulutangkis. Tommy Sugiarto – Tunggal Putra Indonesia Pria kelahiran 31 Mei 1988 ini merupakan, anak kedua dari legenda bulutangkis Indonesia. Di usiannya yang masih belia, Tommy sudah membawa klub Pelita Bakrie menjadi jawara di kejuaraan tingkat cabang PBSI Jakarta Barat. Bahkan di tahun 2008, Tommy masuk sebagai tunggal putra keempat tim Piala Thomas. Sering berjalannya waktu, Tommy mampu meraih gelar superseries pertamanya di tahun 2013 tepatnya di kejuaraan Singapura Open Superseries. Kini, prestasinya mulai sedikit meredup. Tommy masih kalah saing dengan juniornya seperti Jonatan Cristie yang menduduki peringkat 14 dunia dan Anthony Sinisuka Ginting peringkat 13 dunia. Sedangkan, Tommy hanya menduduki peringkat 25 dunia. Walaupun ia juga sempat menduduki peringkat tiga dunia pada tahun 2014. Jauza Fadhilla Sugiarto – Ganda Putri Indonesia Anak bungsu Icuk Sugiarto yakni, Jauza Fadilla Sugiarto sudah mulai menemukan prestasi bulutangkisnya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) DKI Jakarta tahun 2017. Dimana, Jauza mendapat tiga medali emas dari kategori tunggal putri, ganda putri dan beregu. Jauza lebih memilih bermain di sektor ganda putri berpasangan dengan Ribka Sugiarto. Ada yang unik, Ribka Sugiarto yang menggunakan nama belakang Sugiarto, ternyata bukan anak dari Icuk Sugiarto. Kendati demikian, pasangan cantik ini mampu memenangi Malaysia Internasional Junior Open 2017. Jauza dan Ribka kini menduduki peringkat 217 dunia. Tentunya, bagi masyarakat Indonesia hanya bisa berdoa agar penerus Sugiarto di bulutangkis bisa menyamai pencapain sang ayah, Icuk Sugiarto.(pah/adt)

Kemenpora Berikan Penghargaan Kepada Legenda Bulutangkis Versi CWIBC

Imam-Nahrawi-berpasangan-dengan-Kevin-Sanjaya-melawan-Chandra-Wijaya-dan-Ricky-Soebagdja

Bulutangkis Indonesia sangatlah ditakuti oleh Negara-negara dunia. Sebut saja nama Eng Hian, Chandra Wijaya, Ricky Soebagja, Icuk Sugiarto, Taufik Hidayat, Hendrawan, Susi Susanti dan masih banyak lagi atlet legenda bulutangkis Indonesia yang disegani oleh lawannya. Di acara pembukaan Yonex Sunrise Doubles Special Championship 2017 dan peresmian venue Chandra Wijaya International Badminton Centre (CWIBC), Kemenpora memberikan penghargaan kepada legenda bulutangkis Indonesia yang sudah memberikan prestasi dan membawa nama harum Indonesia. Penghargaan tersebut, diberikan kepada Ketua Umum PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) periode 2008-2012, Djoko Santoso. Penghargaan juga diberikan kepada Ricky Soebagdja serta Rexy Mainaky sebagai pasangan terbaik dan peraih Olimpiade Atlanta 1996. Terakhir, penghargaan diberikan kepada pelatih yang membawa pasangan ganda putra Kevin dan Marcus juara dunia yakni Herry Iman Pierngadi. Kemenpora Imam Nahrawi menjelaskan, luar biasa sesama legenda memberikan penghargaan. Terlebih, pemerintah akan terus mendukung pelaku sejarah sesuai dengan intruksi Presiden, Joko Widodo. “Ini adalah apresiasi yang luar biasa sesama legenda memberi penghargaan. Dalam hal ini, pemerintah terus mensupport dan akan melanjutkan tradisi kemarin, kepada para legenda olahraga di tanah air yang merupakan instruksi langsung dari bapak presiden,” ungkap Imam. Sedangkan, mantan juara dunia bulu tangkis, Chandra Wijaya menuturkan, pihaknya sangat gembira dengan kondisi saat ini artinya pemerintah terus mengapresiasi para legenda bahkan hingga memberikan bonus kepada para atlet. “Kita sebagai mantan atlet gembira sekali namun, jangan sampai sistem yang sudah baik berhenti di tengah jalan tetapi harus terus konsisten karena mencetak para juara tidak bisa instan dan perlu pengorbanan, dedikasi, kerja keras dari atlet itu sendiri,’’ tuturnya. Pada kesempatan itu, sempat pula dilakukan pertandingan eksebisi antara Menpora Imam Nahrawi yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya melawan pasangan Chandra Wijaya-Ricky Soebagdja. (pah/adt)

Eagle, Merek Sepatu Olahraga Lokal Yang Banyak Digunakan Di Indonesia

Eagle-Merek-Sepatu-Olahraga-Lokal-Yang-Banyak-Digunakan-Di-Indonesia-1

Bagi kamu pecinta olahraga pasti sudah tahu merek Eagle. Merek lokal yang memproduksi berbagai sepatu olahraga untuk lari, jogging, badminton dan futsal. Selain itu, Eagle juga memproduksi sepatu untuk sehari-hari dan sepatu sekolah. Eagle sudah berdiri sejak tahun 1986 dengan misi untuk menjadi merek terdepan di dunia olahraga. Dibawah naungan PT. Global Fashion Indonesia (GFI), Eagle saat ini masuk 5 besar top brand tahun 2017 untuk kategori sepatu olahraga. Eagle sempat tenggelam di tahun 2000, namun di tahun 2006 Eagle bangkit kembali dengan mengeluarkan inovasi-inovasi baru. Di tahun 2006 merupakan tahun bersejarah bagi merek Eagle, dimana Eagle memunculkan logo baru dan melakukan perubahan total untuk memperhatikan kualitas sepatu untuk menaikkan merek Eagle lebih jauh lagi. Eagle sudah mendukung berbagai kegiatan olahraga seperti Indonesian Youth Olympic Games di Singapura, Futsal competition 2010 di Medan, Aerobic Competion Tabloid Nyata Grup di Surabaya, Liitle League Baseball and Softball Jakarta tahun 2011 dan masih banyak lagi. Dengan mengedepankan kenyamanan pemakai, Eagle membuat sepatu dengan bahan karet yang bisa menyesuaikan bentuk kaki. Selain itu, sepatu Eagle memiliki lubang-lubang kecil sebagai sirkulasi udara agar terhindar dari bau kaki. Desain sepatu Eagle sangat bervariatif dan sangat berwarna. Tak hanya itu, sepatu Eagle sangat ringan dan lentur saat digunakan. Namun, untuk penggunaan yang rutin, sepatu Eagle kurang awet dan cocok digunakan hanya untuk berolahraga yang ringan. Merek Eagle menyasar kepada masyarakat menengah kebawah, sepatu Eagle dijual dari harga Rp. 149.900 hingga Rp. 499.000. Saat ini, sepatu-sepatu sudah banyak ditemukan di toko-toko olahraga, departemen store bahkan di berbagai situs penjualan online. Eagle merupakan salah satu  merek lokal yang bisa mendominasi di Indonesia. Nah,apa jenis sepatu Eagle favorit kamu? (put)

Bulutangkis: Sosok Ibunda Menambah Semangat Rezha Meraih Prestasi

Rezha-Arzhan-Hidayat-Saat-Bertanding-Di-Liga-Mahasiswa

Kerja keras seorang ibu memang tidak bisa terbayarkan oleh apapun yang ada di dunia ini. Kasih sayang dan ketulusan menjadi dasar bahwa cinta yang di miliki seorang ibu, niscaya sebuah cahaya dalam kegelapan yang dapat menuntun menuju arah kesuksesan. Rezha, cowok dengan nama lengkap Rezha Arzhan Hidayat ini merupakan salah satu atlet bulutangkis Indonesia yang pernah mengikuti berbagai kejuaraan seperi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas), Brawijaya Malang Open, Liga Mahasiswa Nasional dan masih banyak lagi. Rezha yang juga adalah salah satu mahasiswa berprestasi di Universitas Negeri Yogyakarta, baginya perjuangan sang ibunda yang mengantarkan ia dari Yogyakarta ke Gunung Kidul merupakan pengalaman yang tidak pernah ia lupakan. “Dulu saya pernah diantar mama naik motor dari Jogja ke Gunung Kidul. Saya menginap disana tapi mama langsung pulang, karena masih ada kerjaan. Terus mama nyusul lagi, dan ikut menginap dengan teman-teman satu tim saya. Saya gak nyangka saat itu saya mendapatkan juara pertama ditingkat provinsi. Sosok mama memberikan kesan semangat, yang mengantar dan menjaga saya untuk terus fokus dipertandingan,”ujarnya Ibunda Rezha selalu hadir disetiap pertandingan Rezha, baik yang diselenggarakan di dalam ataupun luar kota. Namun, saat bertanding di Semarang adalah pertandingan terakhir yang ibunda Rezha hadiri dan ikut menginap. Sehabis pulang dari Semarang, ibunda Rezha di vonis mengalami gagal ginjal. “Semenjak mama sakit, mama hanya hadir berikan support, tapi ketika saya masuk babak semi final atau final. Saya sangat semangat, dulu sebenarnya sebelum mama sakit agak gak seneng, karena pasti bikin saya gak tenang. Namun semenjak mama sakit, saya pengennya ditonton mama, karena mama juga senang nonton saya dan bisa jadi hiburan untuk mama.”tutur cowok yang berusia 22 tahun ini Rezha yang saat ini menempuh pendidikan di jurusan Pendidikan Olahraga, sudah menggeluti bulutangkis sejak 13 tahun lalu. Meski pernah mengalami cedera, Rezha mampu bangkit jika menginggat bahwa cedera atau kalah merupakan rezeki dari Tuhan. “Saya ingat kalau rezeki sudah Allah atur. Ingat saya juga banyak dikasih rezeki dan bisa diluar dugaan saya.”tutupnya(put/adt)

Lima Merek Raket Bulutangkis Yang Banyak Digunakan di Indonesia

Lima-Merek-Raket-Bulutangkis-Yang-Banyak-Digunakan-di-Indonesia-1

Berbagai merek raket sudah memenuhi pasar cabang olahraga bulutangkis. Untuk membeli raket dapat ditentukan dari gaya pemain dalam menyerang, bertahan dan menjaga keseimbangan. Selain itu, berat dari raket, fleksibilitas dan ukuran genggaman tangan juga menentukan kenyamanan saat bermain bulutangkis. Berikut 5 merek raket yang sudah banyak digunakan di Indonesa. 1.Yonex Merek asal Jepang ini sudah sangat populer di dunia. Yonex telah menciptakan raket dengan kualitas tinggi dan banyak digunakan pada pertandingan internasional. Yonex diyakini sudah mendominasi hingga 80% penggunaan raket di Indonesia. Para atlet bulu tangkis Indonesia juga sudah menggunakan merek ini, seperti Tommy Sugiarto, Greysia Polii Taufik Hidayat dan Candra Wijaya Di tahun 2007, Yonex merayakan ulangtahun yang ke 25 dengan menjadi sponsor utama  kompetisi internasional All England. Yonex juga banyak digunakan diberbagai pertandingan seperti Olimpiade Beijing, Sudirman Cup dan juga menjadi partner Badminton World Federation (BWF). Salah satu jenis yang menjadi produk terlaris dari Yonex adalah jenis Yonex Arcsaber FB yang memiliki berat yang ringan dan dapat menghasilkan keseimbangan yang baik.

Badminton: Di Pasangkan Oleh Orang Yang Belum Di Kenal, Beno Tetap Mampu Raih Medali Emas

Beno-Drajat-Badminton

Prestasi cemerlang berhasil diukir Beno pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017. Pasalnya ia meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Beno yang pada saat itu mewakili wilayah Jawa Barat dalam cabang olahraga badminton. Cowok dengan nama lengkap Beno Drajat ini sudah menekuni badminton sejak duduk dibangku sekolah dasar. Dalam ajang POMNas di kategori ganda putra, Beno dipasangkan bersama partner yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Meski begitu, ia tetap mampu membawa pulang medali emas. “Di ganda putra saya bersama teman sekampus saya dan saya sebelumnya belum pernah main. Tapi alhamdulilahnya kita dapat medali emas. Emang sebelumnya kita bisa rame main lawan tuan rumah, tapi waktu itu emang harus adaptasi lagi sama partner. Sesudah itu kita bisa main enak sampai ke final,”ujarnya Meski sempat berhenti bermain badminton karena latihan fisik yang cukup keras, Beno pun kembali bangkit berkat dukungan keluarga dan teman-teman dekat. Beno yang kini telah meninggalkan club badmintonnya telah berfokus untuk mewakili kampus yang memberikannya beasiswa, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di Bandung. “Setelah saya keluar dari club dan memulai kuliah karena prestasi saya waktu itu lagi turun, saya harus banting setir. Tapi di kuliah masih badminton jadi ya sekarang kalo pertandingan bawa nama kampus. Apalagi saya dapat beasiswa juga, jadi saya harus banyak ngasih yang terbaik untuk Unikom,”ucap cowok yang berusia 20 tahun ini Beno yang saat ini mengambil jurusan Manajemen pun memiliki pandangan tentang bagaimana badminton di Indonesia. Menurutnya, olahraga badminton dalam sektor tunggal putri di Indonesia masih belum menonjol. “Pastinya badminton lebih bagus ya apalagi sebelumnya di ganda putri lagi turun dan sekarang sudah mulai naik lagi. Cuma tinggal di tunggal putri saja kayaknya masih belum terlalu menonjol gitu. Tapi kalau lebih giat dan berusaha yang maksimal pasti lebih bagus lagi dari sebelumnya,”tutupnya(put/adt)

Mentari, Atlet Cantik Pembawa Medali Emas Pada Ajang BWF World Junior Championships 2017

Mentari-Atlet-Cantik-Pembawa-Medali-Emas-Pada-Ajang-BWF-World-Junior-Championships-2017

Ajang Blibli.com BWF World Junior Championships 2017 telah usai. Indonesia membawa pulang 5 medali. Salah satu yg membawa medali emas adalah Pitha Haningtyas Mentari yang dipasangkan dengan Rinov Rivaldy. Pitha Haningtyas Mentari merupakan atlet muda badminton asal Jakarta yang berusia 18 tahun. Gadis cantik dengan nama panggilan Mentari ini menuturkan rasa senangnya ketika membawa emas untuk Indonesia. “Bersyukur dan seneng banget pastinya bisa dapet medali emas di World Junior Championships (WJC) pertama dan terakhir dalam tahun ini” tuturnya Tak hanya dengan Rinov, Mentari juga dipasangkan dengan Serena Kani dalam kategori ganda putri. Tak mudah harus disandingkan dengan 2 pasangan sekaligus dalam satu ajang. Namun, Mentari tidak butuh latihan khusus untuk menyatukan kesamaan dengan pasangannya. “Latihan khusus sih gak ada, cuma kan memang untuk ganda campuran saya dengan partner hanya punya waktu 2 minggu untuk latihan. Kalau ganda putri memang sudah partneran dari Asian Junior Championships dan memang sudah sering latihan. Kuncinya komunikasi, saling support, tenang, sabar, yakin dengan partner, percaya sama kemampuan yg kita punya dan yang pasti harus fokus” ujarnya Atlet yang sudah bermain badminton sejak usia 7 tahun ini menceritakan pengalaman berkesan ketika mengikuti World Junior Championships di Yogyakarta lalu. Tak hanya itu, ia juga menuturkan perasaannya ketika bertemu wakil Indonesia juga saat babak final. “Yang berkesan saat lawan Lee Yu Rim / Kim Won Ho asal Korea. Kim Won Ho pemain yang bagus dan tahun ini dia sudah juara Grand Prix. Lee Yu Rim pun bukan pemain yg biasa biasa saja, mereka seeded 1 kemarin dan kami bisa menang 2 set langsung. Kalau yang final, ya diluar kita memang teman tapi di dalam lapangan kan kita musuh, jadi ya gak ada yg mau kalah dan juara ini pun untuk Indonesia” ucapnya Mentari juga memberikan pesan bagi para anak-anak yang memiliki cita-cita sebagai atlet terutama cabang olahraga badminton. “Semangat terus, jangan pernah nyerah, kejar terus cita cita nya” tutupnya

Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017, Rinov Dan Erich Menjadi Satu-Satunya Harapan Indonesia

ldy-Yeremia Erich Yoche Yacob_wjc2017_perorangan_19-10_2

Setelah pasangan Muhammad Shohibul Fikri/Adnan Maulana harus mengakui kekalahan oleh Korea dengan skor 9-21 dan 18-21, kini Rinov Rivaldy/Yeremia Erich Yoche Yacob menjadi satu-satunya harapan pada kategori ganda putra untuk maju ke babak perempat final, pada ajang Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017. Kemenangan Rinov/Yeremia berhasil diraih setelah menaklukkan pemain andalan asal India, Krishna Prasad Garaga/Dhruv Kapila dengan skor 21-17 dan 21-17. Meskipun sebenarnya mereka lebih difokuskan untuk ganda campuran, tetapi Rinov/Yeremia mengaku siap untuk menjadi harapan Indonesia dan keduanya akan berjuang dengan maksimal. “Meskipun latihan ganda putra tidak terlalu maksimal, tetapi kami ingin berusaha menampilkan permainan terbaik saja di babak berikutnya. Yang pasti kami akan tetap fokus di dua nomor tesebut, apalagi menjadi ganda putra satu-satunya yang tersisa, kami semakin termotivasi”, tutur Yeremia yang dilansir pada djarumbadminton.com. Yeremia juga menambahkan, bahwa permasalahan fisik yang terkuras harus memiliki persiapan untuk hari-hari berikutnya dan kelelahan bukanlah alasan. “Kalau masalah fisik pastinya semakin hari semakin terkuras, tapi kami sudah mempersiapkan kemungkinan seperti ini sejak jauh-jauh hari, jadi tidak akan ada alasan kelelahan atau sebagainya, pokoknya main semaksimal mungkin,” ucap Yeremia. Pada babak perempat final nanti Rinov/Yeremia akan berlaga melawan ganda putra asal Taipei Chuang Pu Sheng/Lin Yu Chieh, yang sebelumnya telah menaklukkan dengan 3 game pasangan Christopher/Matthew Grimley asal Skotlandia dengan skor 20-22, 21-17, dan 21-16. (put/adt)

Wakil Indonesia Akan Bertemu Di Perempat Final Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017

Gregoria Mariska Tunjung_wjc2017_perorangan_19-10_1

Laga Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017 yang berlangsung hari ini di GOR Among Rogo, Yogyakarta sudah memasuki babak perempat final. Namun yang menarik dari tim Indonesia adalah dua wakil Indonesia pada kategori tunggal putri, yaitu Gregoria Mariska Tunjung dan Aurum Oktavia Winata yang akan bertemu dan memperebutkan posisi untuk semifinal. Seperti yang dilansir pada djarumbadminton.com kemarin, Gregoria akan siap menghadapi pertandingan hari ini walaupun ia sempat kurang fit. Ia juga tidak memiliki strategi khusus untuk melawan Aurum karena sudah mengetahui cara bermainnya. “Untuk pertandingan besok tentunya saya siap untuk menghadapinya. Habis ini saya akan istirahat, jaga makan, dan minum obat yang sudah dianjurkan. Untuk besok tidak ada strategi khusus lawan Aurum, soalnya kita sudah sama-sama tahu kelebihan dan kekurangannya. Yang pasti saya akan berusaha semaksimal mungkin, karena Aurum pun pasti ingin menang di pertandingan besok” ungkap Gregoria. Pada pertandingan sebelumnya, Gregoria melewati 3 game melawan Wang Zhiyi asal Tiongkok dan berhasil menang dengan skor 21-18, 19-21 dan 21-12. Sedangkan Aurum berhasil menaklukkan pemain Vietnam, Thi Anh Thu Vu dengan skor 21-13 dan 21-9. Kini keduanya akan berlaga pada babak 8 besar Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017. (put/adt)

Tiga Pasangan Ganda Putra Indonesia Lolos Ke Babak Ketiga Yonex Sunrise BWF WJC 2017

hibul Fikri dan Adnan Maulana_wjc2017_perorangan_17-10_5

Tiga pasangan ganda putra Indonesia pada ajang Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017 yang sedang diadakan di Yogyakarta, berhasil masuk ke babak ketiga. Mereka adalah Muhammad Shohibul Fikri/Adnan Maulana, Ade Bagus Sapta Ramadhany/Ghifari Anandaffa Prihardika dan Rinov Rivaldy/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Seperti yang dilansir pada situs djarumbadminton.com, pasangan Adnan/Fikri lebih tenang dalam bermain dan mampu menguasai keadaan. “Hari ini mainnya sudah lebih rileks dan tidak tegang. Kami sudah mulai terbiasa dan tidak ada kendala berarti. Kami menjaga no lobnya aja karena mereka bagus di sana” ungkap Adnan. Mereka optimis akan lolos ke babak semifinal dan akan memberikan yang terbaik dalam babak ketiga. “Besok kasih yang terbaik saja. Main lebih safe karena tadi masih banyak mati sendiri. Target awal saat ini semifinal dulu, semoga nanti bisa juara” ucap Fikri. Dalam babak kedua, pasangan Adnan/Fikri mengalahkan pasangan dari Belgia dengan skor 21-15 dan 21-15 dan akan bertemu dengan Robert Cybulski/Tymoteusz Malik pasangan asal Polandia. Selain Adnan/Fikri, pasangan Rinov/Yeremia akan bertemu dengan Jepang setelah menaklukkan Chow Hin Long/Mak Pak Ngai asal Hongkong. Sedangkan pasangan Ade/Ghifari akan bertemu perwakilan dari China, Di Zijian/Wang Chang setelah mengalahkan Mathieu Morneau/Nicolas Nguyen pasangan ganda putra dari Kanada. Itu dia tiga pasangan ganda putra Indonesia yang lolos ke babak ketiga Yonex Sunrise BWF WJC 2017.(put/adt)