Inilah Skuad Tim U-16 Yang Berangkat ke Yogyakarta

Inilah Skuad Tim U-16 Yang Berangkat ke Yogyakarta

Yogyakarta akan menjadi tempat tujuan bagi anak-anak asuh Bima Sakti untuk menimba ilmu dalam rangkaian pemusatan latihan tim U-16 Indonesia bulan Juli 2022. Kegiatan mereka tersebut nantinya berlangsung dari tanggal 11 Juli hingga 13 Agustus 2022 di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). 30 pemain disiapkan oleh Bima Sakti dalam TC bulan Juli ini, mereka rata-rata adalah para pemain yang juga pernah mengikuti TC di bulan sebelumnya. Untuk diketahui, tim ini terakhir melaksanakan TC pada bulan April 2022 di Stadion Madya, Senayan dengan menggunakan 40 pemain. “Alhamdulillah tim U-16 bisa kembali mengadakan pemusatan latihan lanjutan di bulan Juli. Saya berpesan kepada pemain, untuk selalu semangat dan kerja keras dalam latihan. Ini juga sebagai persiapan jelang AFF U-16, jadi saya mau mereka maksimal,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada UNY karena sudah menyiapkan lapangan latihan bagi anak-anak saya ini,” lanjutnya. Sementara bagi Bima, TC kali ini akan sangat berbeda, karena dia sudah membawa tim dengan kerangka tim yang dibentuknya dari hasil TC beberapa bulan sebelumnya. “Alhamdulillah kami bersyukur dan berterimakasih kepada Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) karena kami telah difasilitasi lapangan latihan dan bisa melaksanakan pemusatan latihan sebagai persiapan untuk turnamen terdekat, yaitu AFF U-16. Beberapa pemain dari TC bulan April kemarin masih kami pertahankan, kami akan lebih siap menghadapi turnamen nanti,” tutur Bima. “Kami juga akan berusaha maksimal untuk mencapai tujuan, yaitu memenangi setiap laga di turnamen nanti. Tentunya, kami terus menerus melaporkan perkembangan TC setiap hari, sambil meminta arahan dari Ketum untuk kelancaran TC,” tambahnya. Selain sebagai persiapan menjelang AFF U-16, pemusatan latihan ini juga sebagai persiapan anak-anak asuh Bima Sakti itu untuk menghadapi Kualifikasi turnamen Piala AFC U-17 tahun ini. “Harapan saya, bisa membentuk tim U-16 yang kuat,” tutup Bima. 30 Pemain Tim U-16 Indonesia TC Yogyakarta: 1. M. Riski Afrisal – Golden Soccer Blitar 2. I Komang Ananta Krisna Putra – Bali United 3. Andre Pangestu – Bali United 4. Ridzar Nurviat Subagia – Borneo FC 5. Narendra Tegar Islami – Borneo FC 6. Muhammad Yanuar Sanusi – Borneo FC 7. Muhammad Kafiatur Rizky – Borneo FC 8. M. Ridho Al Ikhsan – Borneo FC 9. Habil Akbar – PPLOP Jawa Tengah 10. Ibnu Yazid Al Mustaufiz – Persija 11. Figo Dennis Saputrananto – Persija 12. Femas Aprian Crespo – Persija 13. Muhammad Sultan Akbar – Persija 14. Wally Ma’rifat – Persija 15. Seva Ditya Rangga – Persib Bandung 16. Muhammad Bagus Cahaya Islami – Persib Bandung 17. Zulkifli Lukmansyah – Persib Bandung 18. Fadel Ahmad Arrafi – PSS Sleman 19. Sulthan Zaky Pramana – PSM Makasar 20. Arjuna Tri Wahyudi – PSM Makasar 21. Andhika Putra Setiawan – Madura United 22. Arkhan Kaka Putra – Persis Solo 23. Ji Da Bin – ASIOP Football Academy 24. Ikram Al Giffari – PPLP Sumbar 25. Muhammad Ridho Pratama Supita – PSSA Asahan 26. Ruben Asoka Jaya Prayitno – Bhayangkara 27. M. Iqbal Gwijangge – Bandung Pro United 28. Azzaky Esa Erlangga – PPSP Punggur United 29. M. Hanif Ramadhan – Cipta Cendekia 30. Yanuar Eka Permana – Asifa Malang

Bulutangkis: Sosok Ibunda Menambah Semangat Rezha Meraih Prestasi

Rezha-Arzhan-Hidayat-Saat-Bertanding-Di-Liga-Mahasiswa

Kerja keras seorang ibu memang tidak bisa terbayarkan oleh apapun yang ada di dunia ini. Kasih sayang dan ketulusan menjadi dasar bahwa cinta yang di miliki seorang ibu, niscaya sebuah cahaya dalam kegelapan yang dapat menuntun menuju arah kesuksesan. Rezha, cowok dengan nama lengkap Rezha Arzhan Hidayat ini merupakan salah satu atlet bulutangkis Indonesia yang pernah mengikuti berbagai kejuaraan seperi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas), Brawijaya Malang Open, Liga Mahasiswa Nasional dan masih banyak lagi. Rezha yang juga adalah salah satu mahasiswa berprestasi di Universitas Negeri Yogyakarta, baginya perjuangan sang ibunda yang mengantarkan ia dari Yogyakarta ke Gunung Kidul merupakan pengalaman yang tidak pernah ia lupakan. “Dulu saya pernah diantar mama naik motor dari Jogja ke Gunung Kidul. Saya menginap disana tapi mama langsung pulang, karena masih ada kerjaan. Terus mama nyusul lagi, dan ikut menginap dengan teman-teman satu tim saya. Saya gak nyangka saat itu saya mendapatkan juara pertama ditingkat provinsi. Sosok mama memberikan kesan semangat, yang mengantar dan menjaga saya untuk terus fokus dipertandingan,”ujarnya Ibunda Rezha selalu hadir disetiap pertandingan Rezha, baik yang diselenggarakan di dalam ataupun luar kota. Namun, saat bertanding di Semarang adalah pertandingan terakhir yang ibunda Rezha hadiri dan ikut menginap. Sehabis pulang dari Semarang, ibunda Rezha di vonis mengalami gagal ginjal. “Semenjak mama sakit, mama hanya hadir berikan support, tapi ketika saya masuk babak semi final atau final. Saya sangat semangat, dulu sebenarnya sebelum mama sakit agak gak seneng, karena pasti bikin saya gak tenang. Namun semenjak mama sakit, saya pengennya ditonton mama, karena mama juga senang nonton saya dan bisa jadi hiburan untuk mama.”tutur cowok yang berusia 22 tahun ini Rezha yang saat ini menempuh pendidikan di jurusan Pendidikan Olahraga, sudah menggeluti bulutangkis sejak 13 tahun lalu. Meski pernah mengalami cedera, Rezha mampu bangkit jika menginggat bahwa cedera atau kalah merupakan rezeki dari Tuhan. “Saya ingat kalau rezeki sudah Allah atur. Ingat saya juga banyak dikasih rezeki dan bisa diluar dugaan saya.”tutupnya(put/adt)