PP Pesti lepas dua atlet ke kejuaraan dunia junior di China

Ketua Umum PP PESTI, Brigadir Jenderal Polisi Awal Chaeruddin melepas dua atlet soft tenis junior Indonesia Saiful Fadilah dan Febyaro Ribby Rantara ke kejuaraan dunia The 4th World Junior Soft Tennis Championship di Jingshan Hubei, China, 2-6 November. Kejuaraan dunia yang digelar setiap empat tahun sekali oleh International Soft Tennis Federation (ISTF) kali ini diikuti 30 negara dari empat benua, yaitu Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika. “Ini adalah ajang yang pertama buat atlet junior soft tennis Indonesia mengirim ke kejuaraan dunia di China. Pesan saya apa pun nanti hasil pertandingannya, sebagai bekal pengalaman internasional dan mengasah mental menghadapi atlet dari berbagai negara. Jaga kesehatan, ikuti aturan-aturan di sana,” kata Ketua Umum Awal Chaeruddin dalam keterangan resmi, Kamis. Wakil Ketua Umum (Waketum) PP Pesti, Qamariah Ferly Montolalu mengatakan pada kejuaraan dunia junior kali ini, Indonesia mengirimkan dua atlet yang terpilih melalui seleksi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. “Memang pada kejuaraan dunia ini kami tidak ada persiapan khusus, namun kami ambil saat mereka ikut PON. Ini adalah keikutsertaan Indonesia yang pertama pada kategori junior, jadi tidak ada target tertentu. Peserta ada 30 negara, tentu negara terberat dari Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan,” kata Ferly. Nantinya pada kejuaraan dunia ini, tim soft tenis Indonesia mengirim empat delegasi yang dipimpin oleh Ferly Montolalu (Waketum PP Pesti) dan Noor Asnan (pelatih), Saiful Fadilah (atlet putra, Kalimantan Timur), dan Febyaro Ribby Santara (atlet putri NTB). Saiful Fadilah dan Febyaro Ribby merasa senang dan bahagia bisa terpilih mewakili Indonesia di ajang kompetisi Junior tingkat dunia di China dan sekuat tenaga akan memberikan yang terbaik. “Senang dan tidak menyangka bisa terpilih mewakili Indonesia di ajang kejuaraan dunia di China, ini yang pertama dan saya akan sekuat tenaga tampil semaksimal mungkin untuk nama harum bangsa Indonesia,” ujar Ribby. “Seperti pesan Pak Ketum, semaksimal mungkin serta akan memberikan yang terbaik untuk nama harum bangsa Indonesia,” kata Saiful Fadilah. Sumber: ANTARA

Jakarta Cycling Challenge 2024: Ajang Cari Bibit Atlet Muda

Pagelaran Jakarta Cycling Challenge 2024 jadi ajang pembibitan menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025 di Sumatera Utara. Berlangsung tiga seri! Jakarta Cycling Challenge 2024 diketahui merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta dengan Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) DKI Jakarta. Setelah digelar 27 Oktober 2024, event balap sepeda ini bakal berlanjut November mendatang. Adapun event tersebut bagian dari upaya pembinaan prestasi, edukasi, serta eksistensi olahraga sepeda di Jakarta. Sekaligus menyediakan hiburan keluarga. Di gelaran pertamanya tersebut, tercatat sekitar 120 peserta yang terlibat dalam seri perdana yang mempertandingkan nomor BMX Race Open. Mereka tampil di 14 nomor pertandingan, mencakup berbagai kelompok umur. Itu adalah KU23 (Putra/Putri), KU 17-18 (Putra/Putri), KU 15-16 (Putra/Putri), KU 13-14 (Putra/Putri), KU 11-12 (Putra/Putri), KU 9-10 (Putra/Putri), dan KU 7-8 (Putra/Putri). Ketua Umum ISSI DKI Jakarta, Novian Herbowo, mengatakan Jakarta Cycling Challenge 2024 menjadi wadah talent scouting bagi atlet muda yang berlatih di pusat pelatihan seperti Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMON) dan Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP). “ISSI DKI Jakarta berharap kegiatan ini dapat meningkatkan jumlah atlet potensial di cabang BMX Race, mengingat saat ini ISSI DKI hanya memiliki dua atlet unggulan BMX Race Putri, yaitu Shahnaz dan Stellina,” kata Novian dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/10/2024). “Jakarta Cycling Challenge akan berlangsung dalam tiga seri pada 2024, yang akan dilanjutkan November yang menambahkan konsep night race,” ujarnya. Novian menambahkan, keberagaman nomor yang dipertandingkan dapat memperkaya pengalaman tanding dan mencetak atlet-atlet sepeda potensial dari berbagai disiplin, mengingat balap sepeda termasuk dalam cabang prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Sementara itu, Kepala Bidang Prestasi Dispora DKI Jakarta, Lucky Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah event kedua yang diselenggarakan oleh Pengprov ISSI DKI Jakarta bersama Dispora DKI Jakarta. “Penyelenggaraan event ini sangat bermanfaat karena tahun depan akan dilaksanakan POPNAS 2025 di Sumatra Utara, dengan kelompok usia peserta yang sesuai dengan Jakarta Cycling Challenge, sehingga mempermudah seleksi atlet,” ujar Lucky. Sumber: Detiksport

Gala Siswa Indonesia 2024 Sukses Digelar, PSSI Siap Dukung Perkembangan Talenta Muda

Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2024 kembali berhasil diselenggarakan dengan meriah. Mengusung slogan “Merdeka Berprestasi, Talenta Sepakbola Menginspirasi,” ajang ini menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di dunia sepak bola. Ajang ini melibatkan 5.284 sekolah di 273 kabupaten/kota dan 36 provinsi, dengan total partisipasi 60.695 siswa di seluruh Indonesia. Sebanyak 576 siswa terbaik lolos hingga babak final yang digelar di ASIOP Stadium. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti dalam acara penutupan, Sabtu 26 Oktober 2024 menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendukung lahirnya talenta-talenta sepak bola berbakat dari kalangan pelajar. Menurutnya, GSI tingkat nasional ini adalah upaya untuk menciptakan sumber daya manusia unggul yang diakui secara global dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, juga mengapresiasi semangat sportivitas seluruh peserta selama penyelenggaraan GSI. Dalam acara ini, peserta tidak hanya bertanding tetapi juga mendapat bimbingan dari pelatih berpengalaman, termasuk sesi meet and greet bersama pelatih Timnas Indonesia U20, Indra Sjafri, dan bintang muda Timnas Indonesia, Marselinus Ama Ola. Indra Sjafri, yang turut hadir untuk memberi motivasi, menyampaikan harapannya agar ajang GSI melahirkan generasi pesepakbola berkualitas di Indonesia. “Semoga ajang ini terus melahirkan generasi pesepakbola Indonesia yang lebih baik dari waktu ke waktu,” ujar Indra di momen yang sama. Dalam ajang ini, Provinsi Jawa Barat keluar sebagai juara pertama kategori tim GSI, disusul Kalimantan Timur sebagai juara kedua, D.I Yogyakarta sebagai juara ketiga, dan Sumatra Barat di posisi keempat. Penghargaan tim fair play diberikan kepada D.I Yogyakarta. Pada kategori Gala Siswi, Jawa Barat juga meraih juara pertama, dengan Papua Pegunungan sebagai juara kedua. Kategori individu GSI menobatkan beberapa pemain terbaik, antara lain: Penjaga Gawang Terbaik: Muhamad Fadli (Sumatra Barat) Penyerang Terbaik: M Ilyas Fauzi (Jawa Barat) Pemain Bertahan Terbaik: Khivlan Phidias (D.I Yogyakarta) Pemain Gelandang Terbaik: Nazril Arifin (Jawa Barat) Pencetak Gol Terbanyak: Frizky Argyano Ryon (Sumatra Barat) Pelatih Terbaik: M. Qodrat Maulana (Jawa Barat) Untuk kategori Gala Siswi, penghargaan pemain terbaik diberikan kepada Siti Sahra Balqis Saharuddin dari Sulawesi Selatan, sementara pencetak gol terbanyak diraih oleh Pujja Keysha Girisuly dari DKI Jakarta, dan pelatih terbaik dinobatkan kepada Aloisius Doalekma Matuan dari Papua Pegunungan.

Kualifikasi Piala Asia U17 2025: Imbang Lawan Australia, Indonesia Lolos Putaran Final

Timnas Indonesia U17 bermain imbang 0-0 melawan Australia dalam laga matchday ketiga kualifikasi Piala Asia U17 2025 yang berlangsung di Stadion Abdullah Alkhalifa Alsabah, Kuwait, Minggu 27 Oktober 2024. Hasil ini membuat Timnas Indonesia bertengger sebagai runner up Grup G dengan 7 poin dan memastikan lolos ke putaran final melalui jalur peringkat kedua terbaik. Sementara The Socceroos muda berhasil lolos ke putaran final sebagai juara grup dengan nilai poin yang sama dengan Garuda Muda. Pada awal pertandingan, Australia tampil agresif dengan langsung mengambil inisiatif serangan, sementara Timnas Indonesia U17 memilih bermain lebih bertahan dan berhati-hati. Serangan bertubi-tubi Australia di awal babak pertama berhasil diantisipasi oleh lini pertahanan Indonesia. Peluang emas pertama untuk Garuda Muda lahir di menit ke-12 ketika Zahaby Gholy melepaskan tendangan keras dari kaki kanan, namun sayangnya tembakan itu dapat ditepis oleh penjaga gawang Australia. Dua menit berselang, kesempatan lain kembali hadir. Umpan dari Mierza Firjatullah berhasil disambut oleh Gholy dengan first time shot, tetapi bola yang kemudian disambar Evandra Florasta melambung tipis di atas mistar. The Socceroos muda berulang kali mencoba menekan pertahanan Indonesia dengan tak kurang dari lima tembakan yang diarahkan ke gawang Dafa Al Gasemi. Namun, kokohnya pertahanan yang digalang anak asuhan Nova Arianto mampu menghalau serangan-serangan tersebut. Di menit ke-31, Australia hampir mencetak gol ketika Anthony Didulica lepas dari pengawalan di dalam kotak penalti Indonesia, namun tendangan mendatarnya berhasil dihalau dengan sigap oleh Dafa. Hingga akhir babak pertama, skor tetap 0-0. Memasuki babak kedua, kedua tim bermain dengan tempo sedang. Tim Garuda Muda mendapatkan peluang di menit ke-61 melalui skema serangan balik, namun umpan crossing dari Mierza gagal dituntaskan dengan sempurna oleh Daniel Alfredo, sehingga bola hanya melambung di atas mistar. Memasuki menit ke-70, permainan semakin lambat karena kedua tim lebih berhati-hati dan minim kontak fisik. Australia banyak menguasai bola di area pertahanan sendiri, sementara Timnas U17 menunggu dengan sabar di lini pertahanan. Hingga peluit panjang berbunyi, kedudukan imbang 0-0 tetap bertahan dan mengantarkan Garuda Muda ke putaran final Piala Asia U17 2025 yang bakal digelar di Arab Saudi.

Inilah Para Kampiun MilkLife Soccer Challenge – Yogyakarta Seri 2 2024

Laga final MilkLife Soccer Challenge – Yogyakarta Seri 2 2024 di Stadion Tridadi Sleman pada Minggu (27/10) berlangsung sengit dan sarat perjuangan. Melalui berbagai momen – momen menegangkan di lapangan hijau, juara baru pun lahir dalam turnamen yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini. Di kategori KU 12, MIS Al Islamiyah Grojogan tampil sebagai juara usai menang dramatis atas pemenang seri pertama SDN 2 Wonoharjo. Sedangkan SD Muhammadiyah Sapen keluar sebagai kampiun dari kategori KU 10 setelah mengalahkan SD Muhammadiyah Sokonandi 2. Di KU 12, gelar juara yang diperebutkan MIS Al Islamiyah Grojogan dan SDN 2 Wonoharjo harus ditentukan lewat drama adu penalti. Sejak kick-off, kedua tim bermain dengan tempo tinggi untuk mendobrak pertahanan lawan. Namun, gol baru tercipta sesaat sebelum jeda turun minum saat pemain SDN 2 Wonoharjo, Talita Afra Arkhana, melepaskan tembakan jitu jarak dekat yang tidak mampu diantisipasi penjaga gawang Azeline Aisy Khumaira Warsito. Unggul 1-0 saat memasuki babak kedua, SDN 2 Wonoharjo bermain semakin percaya diri. Hanya butuh lima menit buat mereka menggandakan skor menjadi 2-0 ketika aksi individu cantik yang diperlihatkan Khanza Eliyani Pramudita terlalu sulit diredam. Ia melakukan penetrasi dengan melewati dua pemain bertahan MIS Al Islamiyah Grojogan dan melepaskan tembakan ke arah pojok gawang Azeline. Dalam situasi tertinggal, MIS Al Islamiyah Grojogan mencoba bangkit dengan menyerang lebih agresif. Upaya keras mereka membuahkan hasil saat pemain SDN 2 Wonohargo melakukan kesalahan karena menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti pada menit ke-25. Sari Rahmawati yang maju sebagai eksekutor pun menunaikan tugasnya dengan baik. Alih-alih menjaga keunggulan 2-1 di sisa pertandingan babak kedua, Talita Afra Arkhana dkk. malah kembali melakukan kesalahan fatal di dalam kotak penalti. Berawal dari situasi lemparan ke dalam, Alfina Harumi Fatussunah berhasil mencatatkan namanya di papan skor satu menit sebelum paruh kedua dituntaskan. Kedudukan imbang 2-2 dalam 2×15 menit memaksa pertandingan berlanjut ke adu tendangan penalti. Cedera yang dialami kiper SDN 2 Wonoharjo saat tendangan penalti menjadi keuntungan besar MIS Al Islamiyah Grojogan. Eka Anisa Putri yang tampil sebagai algojo terakhir mampu mencetak gol penentu kemenangan timnya pada MilkLife Soccer Challenge – Yogyakarta Seri 2 2024 kategori 7 vs 7. MIS Al Islamiyah Grojogan merupakan juara baru yang meraih kesuksesan lewat kerja keras tim saat berlatih dan kompak ketika bertanding di lapangan. “Senang sekali karena bisa membantu sekolah menjadi juara, apalagi kami bisa mengalahkan pemenang seri pertama dan saya mencetak gol. Kemenangan ini juga saya persembahkan untuk orang tua, sekolah, dan pelatih yang sudah mendukung tim sampai kami bisa menjadi juara,” kata Sari Rahmawati. Sementara itu, di kategori KU 10, SD Muhammadiyah Sapen membuat kejutan sejak semifinal saat berhasil membalas kekalahan melawan SDN Ungaran 1 B pada MilkLife Soccer Challenge – Yogyakarta Seri 1 2024. Mampu mengalahkan juara seri 1 di babak empat besar pun langsung meningkatkan kepercayaan diri Shima Putri Larasati dkk. saat melakoni partai pamungkas melawan SD Muhammadiyah Sokonandi 2. Walau berstatus sebagai tim favorit di final, SD Muhammadiyah Sapen tetap bermain hati-hati di awal laga. SD Muhammadiyah Sokonandi juga bisa memberikan perlawanan sehingga permainan pun berlangsung alot di babak pertama dan tidak banyak peluang yang tercipta. Skor kacamata di paruh pertama membuat SD Muhammadiyah Sapen langsung memperlihatkan taji mereka pada 15 menit kedua. Baru tiga menit laga bergulir, tembakan jarak jauh yang dilepaskan Shima berhasil menggetarkan gawang Shakila Nada Yasmina dan mengubah kedudukan menjadi 1-0. Berada dalam situasi tertinggal, SD Muhammadiyah Sokonandi berusaha menyerang lebih agresif dan menghasilkan beberapa peluang. Salah satunya, yang diciptakan Alrinsya Najwa Wicaksono ketika melepaskan tendangan dari tengah lapangan dan gagal dihalau kiper Yafina Alyzta Ufaira, namun bola masih memantul tipis di atas mistar gawang. SD Muhammadiyah Sapen yang dipaksa bermain bertahan sesekali masih sanggup memberikan serangan balasan. Skema permainan itu justru membuat mereka kembali mengubah papan skor tepat pada menit ke-30. Gol yang mengunci kemenangan itu kembali dicetak sang penyerang andalan, Shima usai melakukan serangan balik cepat dan melepaskan tembakan keras terukur. “Saya tidak menyangka akhirnya kami bisa menjadi juara setelah pada seri pertama hanya sampai semifinal. Saya bangga banget karena di final juga menyumbangkan dua gol buat kemenangan tim. Kemenangan ini juga menjadi pembuktian saya kepada orang tua karena ingin mengejar cita-cita sebagai pesepakbola putri profesional, meski mama juga menyarankan agar saya menjadi pengusaha nantinya,” kata Shima. Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sleman, Kusno Wibowo S.T., M.Si. yang turut menyaksikan jalannya partai final MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Series 2 2024 memberi apresiasi kepada para siswi yang telah menunjukkan minat dan bakatnya menggeluti sepak bola putri. Ia berharap, gelaran turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini dapat menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. “Keberhasilan pembinaan atlet sepak bola putri tidak hanya karena latihan dan sarana serta prasarana yang baik, tapi juga adanya kesempatan bertanding dan kompetisi untuk mematangkan teknik dan strategi yang tentunya didasari dengan semangat sportivitas. Kemenangan bukan tujuan akhir yang dicapai segala cara, tapi untuk memberikan motivasi dalam mengembangkan kemampuan dan membangun kerja sama tim yang solid hingga mampu mencapai prestasi yang lebih baik.” tandas Kusno Wibowo. Pemain Terbaik Bertanding di Laga ‘Perang Bintang’ Sari Rahmawati dan Shima Putri Larasati adalah dua dari beberapa nama yang sudah dikantongi tim talent scouting lantaran memiliki bakat gemilang selama gelaran Miklife Soccer Challenge Seri 2 Yogyakarta. Penilaian tim talent scouting berfokus pada penguasaan teknik dasar bermain bola, atletisme, postur, agility, kepercayaan diri, kerja sama tim, konsistensi dan pantang menyerah. Tak hanya memantau bakat para peserta, tim talent scouting juga mengumpulkan para pemain bertalenta untuk mengikuti MilkLife Extra Training. Program pelatihan khusus dengan target peningkatan kemampuan dasar bermain sepak bola ini diarahkan oleh Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann yang telah memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman sejak tahun 2007. Adapun di Yogyakarta terdapat 28 peserta yang akan menjalani MilkLife Extra Training yang berasal dari Seri 1 dan Seri 2. “Pada seri pertama kami cukup kesulitan menemukan putri-putri berkualitas karena jumlah partisipasinya belum banyak. Namun, pada Seri 2 ini jumlah siswi yang berkualitas melonjak karena partisipasinya juga lebih masif. Terbukti, kami bisa menemukan pemain-pemain yang sangat spesial,” tutur Coach Timo. … Read more

Djarum Foundation & Fadil Imran Beri Apresiasi Juara World Junior Championships (WJC) 2024 Piala Suhandinata

Tim bulu tangkis junior Indonesia di podium World Junior Championships 2024 Piala Suhandinata.

Surabaya, 28 Oktober 2024 – Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan apresiasi bagi para atlet muda, pelatih, dan tim pendukung yang sukses mengharumkan Tanah Air pada World Junior Championships (WJC) 2024 Piala Suhandinata dengan total nilai tak kurang dari Rp457 juta. Supremasi tertinggi kejuaraan bulutangkis tingkat junior internasional ini sukses direngkuh skuad Garuda Muda usai mengalahkan tuan rumah yang sekaligus unggulan pertama, China. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengapresiasi capaian dari para atlet, pelatih, dan tim pendukung yang telah berjuang selama kejuaraan berlangsung pada 30 September hingga 5 Oktober 2024 di Nanchang, China. Meski mengadaptasi format baru dari sistem skoring atau relay point, yakni dengan total 110 poin, Yoppy menilai, skuad Merah Putih mampu menunjukkan kemampuan maksimal dengan capaian gemilang. “Kami selalu berkomitmen untuk memberikan apresiasi bagi para atlet berprestasi. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dan kita berada di Kota Pahlawan, kami berharap agar di masa mendatang pahlawan-pahlawan bulu tangkis masa depan akan lahir meneruskan tongkat estafet prestasi pendahulunya. Semoga dengan apresiasi ini mampu menambah motivasi dan semangat untuk meraih juara lebih banyak lagi di kejuaraan internasional #TeruskanSemangatJuara,” ujar Yoppy disela acara Talkshow dan Pemberian Penghargaan Juara WJC 2024 Piala Suhandinata di Hotel Santika Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/10). Tidak hanya Bakti Olahraga Djarum Foundation, Ketua Umum Terpilih PP PBSI, Fadil Imran juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim senilai total Rp200 juta. Ia ‘angkat topi’ atas keberhasilan tim bulu tangkis junior Indonesia di kejuaraan bergengsi internasional tersebut. Fadil berharap agar kejayaan bulu tangkis Tanah Air tetap terus terjaga dan semakin bersinar. “Keberhasilan dari tim yang mewakili Indonesia pada WJC 2024 tentunya menjadi kebanggaan bangsa. Sebagai bentuk penghormatan atas torehan prestasi ini, saya memberikan penghargaan kepada mereka yang merupakan putra dan putri terbaik bangsa di bidang bulu tangkis. Saya harap mata rantai prestasi bulu tangkis Indonesia terus kokoh dan kian berkilau,” ungkap Fadil. Mutiara Ayu Puspitasari sebagai kapten tim Merah Putih pada WJC 2024, menyambut bangga apresiasi yang diberikan kepada tim yang telah berpeluh keringat berjuang sekuat tenaga demi meraih Piala Suhandinata. Mengingat, keberhasilan ini sekaligus menobatkan Indonesia sebagai negara yang berhasil dua kali menjadi juara Piala Suhandinata, dimana sebelumnya diraih pada tahun 2019. “Sebagai kapten tim tentu menjadi tanggung jawab yang besar, apalagi bermain beregu di kejuaraan internasional yang tensinya sangat tinggi. Yang terpenting ialah menjaga komunikasi tim agar tetap baik dan saling sharing, serta menentukan strategi. Meski saya kalah di partai pertama, tapi untungnya mental tim tidak down dan itu menjadi semangat tersendiri bagi saya untuk menebus kekalahan pada partai berikutnya. Sampai akhirnya tim kami bisa menjadi juara dan mengalahkan China di depan pendukungnya sendiri,” tegas atlet lulusan Audisi Umum PB Djarum 2016. Mohammad Zaki Ubaidillah yang turun pada nomor beregu sektor tunggal putra berhasil menundukkan wakil China, Hu Zhe An di dua partai mengucap syukur atas capaian tim. Ia mengatakan, bahwa keberhasilan ini tak lepas dari pengorbanan dan gotong royong tim selama menjalani laga. Menjalani debut di kejuaraan WJC, Ubed, sapaan karibnya juga sukses meraih medali perunggu di nomor perorangan.   “Di nomor beregu. poin-poin awal saya masih belum begitu dapat feel bermainnya karena masih agak tegang (melawan China). Tapi mulai 3 poin ke atas saya berusaha lebih tenang dan berusaha semaksimal mungkin tidak melakukan kesalahan sendiri. Medali ini saya persembahkan untuk bangsa Indonesia,” ucap Ubed. Sementara itu, ganda putri Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine yang juga menjadi penentu keberhasilan tim meraih Piala Suhandinata sukses menorehkan capaian gemilang pada nomor beregu. Kekalahan Mutiara Ayu Puspitasari pada partai pertama melawan Xu Wen Jing, tak membuat mereka patah arang menjalani partai kedua ketika berhadapan dengan Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue. Pasangan asal PB Djarum ini justru membawa angin segar bagi rekan setim usai memastikan kemenangan.  “Waktu kami turun di partai kedua, kami hanya memikirkan untuk fokus bermain sebaik mungkin dan menyumbang poin sebanyak-banyaknya. Baik itu tertinggal atau unggul poin, kami berdua tetep fight apapun keadaan poinnya,” tutur Isyana yang juga berhasil meraih medali perunggu bersama Rinjani di nomor perorangan WJC 2024. Mereka sepakat bahwa harus menyesuaikan pola permainan dengan format pertandingan baru yang diterapkan pada WJC 2024. Namun keduanya punya kiat untuk mensiasatinya. “Dengan format baru sistem relay point kan hanya sampai 11 poin, jadi persiapan kami lebih banyak di pemanasan karena ketika sudah di lapangan kami udah harus tune in dan tidak boleh yang namanya mati sendiri. Kita di lapangan saling adu mental, jadi kami berdua sebisa mungkin menjaga poin demi poin,” ujar Isyana. “Karena sistem beregunya berbeda dengan biasanya, di awal-awal kita cukup kesulitan untuk adaptasi di relay point tersebut, tapi kita bisa mengatasi dengan baik. Hingga di pertandingan saat melawan tuan rumah China, kita juga tidak nyangka bisa mengalahkan mereka karena menjalani pertandingan dengan nothing to lose. Begitu pun di nomor perorangan kita bermain dengan cukup baik di setiap match. Meski hanya sampai di semifinal kami sangat bersyukur dan bangga,” timpal Rinjani. Sebagai informasi, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Ketua Umum Terpilih PP PBSI Fadil Imran memberikan apresiasi senilai Rp457.500.000 dan Rp200.000.000 untuk 20 atlet, manager tim, wakil manager tim, pelatih tunggal putra & putri, pelatih ganda putra & putri, pelatih ganda campuran, pelatih fisik, serta tim pendukung yang meliputi dokter, psikolog, fisioterapis, masseur, hingga sport science. Berikut rekap pertandingan Indonesia vs China: WS1: Mutiara Ayu Puspitasari vs Xu Wen Jing 7-11 WD1: Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine vs Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue 22-15 XD1: Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana vs Lin Xiang Yi/Liu Yuan Yuan 33-31 MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs Hu Zhe An 44-40 MD1: Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan vs Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi 55-48 WS2: Mutiara Ayu Puspitasari vs Xu Wen Jing 66-55 WD1: Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine vs Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue 77-62 XD1: Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana vs Lin Xiang Yi/Liu Yuan Yuan 88-77 MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs Hu Zhe An 99-87 MD1: Anselmus Breagit Fredy Prasetya/Pulung Ramadhan vs Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi 110-103

Timnas Bola Tangan Indonesia Raih Perunggu di Bangkok

Tim nasional bola tangan putri Indonesia U-16 meraih perunggu di 3rd Men-Women Youth Beach Handball Championship 2024 di Bangkok yang berlangsung sejak 16 hingga 25 Oktober. Melalui keterangan resmi, Sabtu, Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI), Zulfydar Zaidar Mochtar mengatakan medali perunggu tersebut menjadi modal penting untuk tim Merah Putih membidik emas SEA Games 2025. “Meraih medali perunggu bagi tim junior U-16 merupakan langkah untuk mengejar prestasi optimal saat tim bola tangan Indonesia tampil di SEA Games tahun 2025 di Thailand,” kata Ketua Umum PB ABTI, Zulfydar Zaidar. Zulfydar menguraikan bahwa dengan modal medali perunggu ini, maka susunan pemain junior yang nantinya juga akan dikombinasikan dengan senior mampu berbicara banyak di ajang empat tahunan tersebut. Pasalnya para atlet junior yang terdiri dari Xenna Aura Maulida, Nayla Zarifa Anjani, Azka Kamila Aufanashira, ⁠Najwa Rizqa Tihani, Rahma Ajeng Pembayun dan Riska Cahyaningtyas bisa bergabung dengan para seniornya yang juga mempunyai catatan impresif usai meraih medali perunggu di kejuaraan ASEAN di Thailand 2022 dan Asia tahun 2023 di Bali. Dengan tiga kekuatan para atlet bola tangan Indonesia itu, Zulfydar optimistis tim bola tangan Indonesia akan berkiprah begitu tinggi di multi event internasional, baik SEA Games maupun di event internasional lainnya. Zulfydar mengatakan tim junior yang dikirim ke kejuaraan Asia kali ini, hanya melakukan persiapan sekitar dua Minggu dan jumlahnya cukup minim. Meski demikian mampu menghasilkan medali. Menurut Zulfidar, peranan pemerintah disini sangat diperlukan dalam memberikan latihan jangka panjang untuk atlet bola tangan. Karena sebelumnya PB ABTI melakukan pelatnas mandiri yang dibiayai sendiri dengan waktu terbatas. Kapten timnas Indonesia, Rahma Ajeng Pembayun mengatakan bangga atas medali perunggu yang diraihnya. Rahma berharap ke depannya dapat melakukan persiapan yang cukup panjang pasalnya di kejuaraan kali ini sudah mampu bersaing dengan Hong Kong maupun memberikan perlawanan ketat menghadapi China. “Kami berharap, kedepannya dapat melakukan latihan persiapan cukup panjang. Dengan begitu, bisa memadukan permainan, seperti di Thailand nantinya,” kata Rahma. Untuk itu Rahma berharap dukungan pemerintah, dengan harapan saat tampil di babak kualifikasi SEA Games biar lebih kompak lagi, bila mendapat waktu Pelatnas cukup panjang menuju berbagai event internasional. Sumber: ANTARA

Sebanyak 2.001 Pelajar Ikuti Turnamen Terbuka Pencak Silat

Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Aminudin, S.I.P., menghadiri Open Tournament Pencak Silat Junior dalam rangka HUT Ke-79 TNI Tahun 2024. Acara dibuka oleh Dansesko TNI Marsekal Madya TNI Arif Widianto, S.A.B., M.Tr.(Han)., CHRMP., di Gedung Merampit Sesko TNI Jl. R.A.A. Martanegara No. 11 Bandung, Jum’at (25/10/2024). Kejuaraan Pencak Silat Junior digelar pada tanggal 25 hingga 27 Oktober 2024. Jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 2.001 atlet dari tingkat SD, SMP dan SMA. Turnamen bertujuan untuk membangun kebersamaan dan meningkatkan prestasi para atlet, sekaligus mencari bibit-bibit atlet pada cabang olahraga Pencak Silat. TNI berkomitmen untuk berkontribusi serta berperan aktif dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional melalui berbagai event olahraga. Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara yang telah mewujudkan kegiatan kejuaraan Pencak Silat. “Kepada para atlet saya berharap dapat mengikuti pertandingan dengan sungguh-sungguh. Junjung tinggi sikap Kesatria sebagai olahragawan sejati, sesuai dengan jiwa dan semangat juang, motivasi dan sportivitas,” ucap Panglima TNI, disampaikan Dansesko TNI, Marsekal Madya TNI Arif Widianto. Turut hadir dalam pembukaan Wadan Sesko TNI, Danpussenkav, Kasgartap II/Bdg, Dirlem Seskoad, Dirbinjemen Seskoad, para Direktur Sesko TNI, Dansat Brimob Polda Jabar, Kadisdik Prov. Jabar, Kadispora Jabar dan Kota Bandung. Sumber;: RRI

Suwandewi Bikin Sejarah untuk Kriket Indonesia

Ni Made Putri Suwandewi mencetak sejarah sebagai atlet pertama asal Indonesia yang bergabung dengan klub Perth Scorchers untuk kompetisi Women’s Big Bash League (WBBL) musim 2024-2025. Keberhasilan ini tentu turut menjadi kebanggaan untuk kriket Indonesia. Suwandewi, yang akrab disapa Tori, merupakan salah satu hasil pembinaan intensif dari Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI). Lewat program pelatihan dan kompetisi berjenjang yang diadakan PCI, Suwandewi mampu berkembang dan menembus level internasional. Suwandewi membuktikan kemampuannya dengan catatan impresif dalam 42 pertandingan T20I. Dia meraih 49 wicket dengan rata-rata 8,18 per wicket dan tingkat ekonomi 2,97 per over. Salah satu momen puncaknya terjadi ketika ia mencatatkan 5/8 melawan negara Asia Tenggara, memperkuat reputasinya sebagai bowler andal dalam menghadapi tekanan. Suwandewi bangga dengan pencapaian ini. “Saya sangat bersemangat bergabung dengan Perth Scorchers menjelang WBBL|10, salah satu kompetisi T20 terbaik di dunia. Scorchers adalah klub yang sangat sukses, dan saya tak sabar untuk bekerja bersama tim serta pelatih musim ini,” kata Suwandewi dalam keterangan persnya. Langkah besar ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara WA Cricket dan PP PCI. Dalam beberapa tahun terakhir, PCI telah bekerja keras mengembangkan kriket di Indonesia dengan fokus pada pembinaan pemain putri. General Manager Perth Scorchers, Kade Harvey, menyebut perekrutan Suwandewi bukan hanya memperkuat tim, tetapi juga memperdalam hubungan strategis antara Australia dan Indonesia. “Langkah ini membuktikan bahwa kricket adalah olahraga yang semakin inklusif. Atlet dari negara-negara berkembang juga bisa bersaing di liga profesional elit,” ujar Harvey. Ketua Umum PP PCI, Abhiram Singh Yadav, menyebut pencapaian Suwandewi sebagai hasil nyata dari upaya federasi dalam membina atlet cricket putri. Dia yakin bahwa pencapaian ini akan menginspirasi generasi muda, khususnya atlet perempuan. “Ini adalah awal dari perjalanan Indonesia menuju panggung global, membuktikan bahwa negara-negara berkembang pun memiliki tempat di kompetisi elit,” ujar Abhiram. Profile Suwandewi  Nama Lengkap: Ni Made Putri Suwandewi Tanggal Lahir: 18 Juli 1998 Usia: 26 tahun Batting Style: Tangan Kanan Playing Role: Allrounder Sumber: Detiksport

Kualifikasi Piala Asia U17 2025: Timnas Gilas Kep. Mariana Utara

Timnas Indonesia U17 sukses meraih kemenangan telak pada laga kedua Kualifikasi Piala Asia U17 2025, Jumat 25 Oktober 2024. Bermain di Abdullah Alkhalifa Alsabah Stadium, Mishref, anak asuh Nova Arianto tampil mendominasi dan membungkam Kepulauan Mariana Utara dengan skor 10-0. Pertandingan baru berjalan satu menit, Garuda Muda langsung membuka keunggulan melalui gol Zahaby Gholy yang berhasil menyelesaikan peluang lewat satu sentuhan kaki kanannya tanpa pengawalan. Tidak butuh waktu lama, Zahaby mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya pada menit ke-9 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Indonesia semakin agresif dengan tambahan gol dari Aldiyansyah Taher pada menit ke-15. Berkat tembakan kaki kirinya, Indonesia memimpin 3-0. Pada menit ke-21, Zahaby Gholy kembali berperan penting dengan memberikan assist kepada Evandra Florasta yang sukses mengonversinya menjadi gol keempat. Selang satu menit, I Komang Gelgel turut mencetak gol kelima setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Tidak lama berselang, Aldiyansyah Taher kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-24 melalui bola muntah, menjadikan Indonesia unggul 6-0. Di menit ke-42, I Komang Gelgel mencatatkan dwigol, membawa Timnas Indonesia U17 memimpin 7-0 hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia tetap mempertahankan intensitas serangan. Gol kedelapan dicetak Ida Bagus Putu Cahya pada menit ke-69. Menjelang akhir laga, Daniel Alfredo menambah keunggulan menjadi 9-0 pada menit ke-88 setelah menyambut umpan tarik dari sisi kanan. Kemenangan Indonesia disempurnakan oleh Alberto Hengga yang mencetak gol kesepuluh di masa perpanjangan waktu (90+1) dengan tembakan keras kaki kanannya di depan mulut gawang. Dengan kemenangan ini, Timnas Indonesia U17 mengoleksi 6 poin di Grup G dan masih akan berhadap dengan Australia dalam pertandingan penentu.

Kualifikasi Piala Asia U17 2025: Timnas Catatkan Kemenangan Perdana

Timnas Indonesia U17 sukses mencatatkan kemenangan 1-0 atas Kuwait dalam laga pembuka Grup F Kualifikasi Piala Asia U17 2025 di Abdullah Alkhalifa Alsabah Stadium, Rabu (23/10). Gol kemenangan Garuda Muda dicetak oleh Mathew Baker pada menit ke-7, membawa timnya meraih tiga poin penting. Indonesia langsung tampil menyerang sejak menit awal. Peluang pertama datang pada menit ke-3 setelah Mochammad Mierza dijatuhkan di area dekat kotak penalti. Zahaby Gholy mengambil tendangan bebas, namun usahanya membentur pagar betis. Tak butuh waktu lama, gol perdana Indonesia tercipta pada menit ke-7. Zahaby Gholy mengirimkan tendangan sudut terukur yang mengarah ke Mathew Baker. Berdiri bebas di tiang jauh, Baker sukses menyundul bola masuk ke gawang Kuwait, membuat Indonesia unggul 1-0. Setelah kebobolan, Kuwait berusaha membalas melalui serangan balik cepat. Namun, lini pertahanan Indonesia mampu mementahkan setiap serangan yang dibangun oleh tim tuan rumah. Peluang untuk menggandakan keunggulan datang pada menit ke-34 lewat tendangan bebas Zahaby Gholy dari sisi kiri, tetapi bola berhasil ditangkap kiper Kuwait. Satu menit kemudian, Kuwait nyaris menyamakan kedudukan melalui tembakan keras yang berhasil dihalau oleh kiper Indonesia, Dafa Algasemi. Hingga babak pertama berakhir, Indonesia tetap unggul 1-0. Di babak kedua, pertandingan semakin sengit. Zahaby Gholy dan Evandra Florasta beberapa kali mengancam pertahanan Kuwait, sementara Kuwait mencoba mencetak gol penyama kedudukan lewat beberapa tembakan spekulasi, namun masih melenceng dari sasaran. Pada menit ke-60, Indonesia kembali mengancam melalui situasi sepak pojok yang dieksekusi Zahaby Gholy. Bola liar di depan gawang Kuwait disambar oleh Fabio Azkairawan, namun tendangannya melambung di atas mistar. Pelatih Nova Arianto melakukan pergantian pemain di menit ke-73, memasukkan Fandi Ahmad untuk menggantikan Alberto Hengga. Menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-84, Kuwait nyaris menyamakan kedudukan, tetapi Dafa Algasemi kembali tampil gemilang dengan menepis sepakan keras lawan. Di menit ke-87, Zahaby Gholy mencoba peruntungan dengan tembakan jarak jauh, namun bola ditepis oleh kiper Kuwait dan hanya menghasilkan tendangan sudut. Hingga peluit panjang dibunyikan, Indonesia berhasil mempertahankan keunggulan 1-0, sekaligus meraih kemenangan perdana di Grup F.

Ini Dia 23 Pemain untuk Kualifikasi Piala Asia U17 2025

Timnas Indonesia U17 resmi mengumumkan daftar 23 pemain yang akan bertanding dalam babak Kualifikasi Piala Asia U17 2025. Turnamen ini akan berlangsung di Kuwait dari 19 hingga 27 Oktober 2024. Skuad Garuda Muda bakal bersaing di Grup F, bersama tim kuat lainnya seperti tuan rumah Kuwait, Australia, dan Kepulauan Mariana Utara. Di antara para pemain yang dipanggil, terdapat dua pemain diaspora, yakni Mathew Baker dan Lucas Lee, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi penting bagi tim. Sebelumnya, pelatih kepala Nova Arianto telah menggelar beberapa sesi pemusatan latihan guna menentukan komposisi tim terbaik yang siap bertanding. Selain mematangkan persiapan di Spanyol, tim juga menggelar dua pertandingan uji coba melawan Qatar belum lama ini. Dengan segala persiapan yang sudah dijalani, Indonesia menargetkan untuk lolos ke putaran final Piala Asia U17 yang akan digelar di Arab Saudi pada April 2025 mendatang. Berikut 23 pemain Timnas U17 untuk Kualifikasi Piala Asia U17 2025: Kiper: M. Nur Ichsan – Asiana Rendy Razzaqu – Nusantara Youth Dafa Gasemi – Dewa United Pemain Belakang: I Putu Panji Apriawan – Bali United Ida Bagus Putu Cahya – Bali United Raihan Apriansyah – Asiana Andi Faith – Asiana Mathew Baker – Melbourne City Azizu Milanesta – Asiana Daniel Alfredo – Asiana Fabio Azkairawan – Persija Dafa Zaidan – Borneo FC Pemain Tengah: Algazani Dwi – FIFA Farmel Evandra Florasta – Bhayangkara FC Lucas Lee – De Anze Force Tristan Raisa – Dewa United Nazriel Alvaro – Persib Fandi Ahmad – Persija Komang Mardian G – Bali United M Zahaby Gholy – Persija Pemain Depan: M Mierza F – Asiana M Aldiyansyah Taher – PPLOP DKI Fadly Alberto – Bhayangkara FC

Cetak Sejarah, Ini Dia Pebalap Pertama Indonesia yang Juara World Supersport 300

Indonesia kembali mencetak sejarah di dunia balap internasional. Ini berkat prestasi gemilang Aldi Mahendra, seorang pebalap Republik Indonesia yang berhasil memenangkan World Supersport 300. Aldi Mahendra tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga memecahkan berbagai rekor dalam kejuaraan tersebut. Beberapa waktu lalu, Aldi Satya Mahendra berhasil menorehkan prestasi luar biasa di ajang World Supersport 300. Sebagai seorang pebalap Republik Indonesia, Aldi menjadi salah satu pebalap muda paling menjanjikan di panggung balap dunia. Dalam balapan ini, Aldi tidak hanya sekadar menang, tetapi juga memecahkan beberapa rekor, termasuk perolehan poin tertinggi dalam satu musim. Prestasi ini menjadi sorotan dunia dan membawa Indonesia ke panggung utama balap motor internasional. Aldi berhasil mengumpulkan poin pada race 1 yang digelar Sabtu kemarin, dengan memastikan podium 3. Kemudian pada race 2, Aldi Mahendra finis di posisi keenam. Sementara, pesaing terdekatnya di klasemen, Loris Veneman asal Belanda, menyudahi balapan dengan finis di posisi kelima Hal ini memengaruhi Hasil dengan menambah 10 poin mencapai total 221 poin di puncak klasemen. Sementara, Loris Veneman memiliki 200 poin. “Sejarah tercipta, Aldi Satya Mahendra menjadi juara World Supersport 300 2024 dan menjadi pebalap Indonesia pertama yang meraihnya,” tulis pernyataan WSBK, yang dilansir oleh Kumparan Sport. Keberhasilan Aldi Mahendra mencatatkan prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan konsistensi. Setiap tampil impresif di setiap seri, menunjukkan keterampilan luar biasa dalam menavigasi lintasan yang menantang, serta menjaga strategi balap yang matang. Aldi juga dikenal dengan gaya balap yang agresif namun tetap tenang, memungkinkannya untuk terus mendominasi setiap balapan. Keberhasilan ini menempatkan Aldi Satya Mahendra sebagai pebalap Republik Indonesia pertama yang memenangkan gelar di ajang World Supersport 300, sebuah pencapaian yang tentunya sangat membanggakan bagi Indonesia. Kemenangan tersebut tidak hanya membuat namanya dikenang dalam sejarah balap motor, tetapi juga membuka peluang baginya untuk melangkah lebih jauh ke kelas-kelas balap yang lebih tinggi. Berikut Profil: Nama: Aldi Satya Mahendra Tempat Lahir: Bantul, Yogyakarta Tanggal Lahir: 27 Juni 2006 (18 tahun) Orangtua: Dicky Restu dan Desy Prasanti Karier Balap Aldi pertama kali terjun ke dunia balap motor melalui ajang-ajang di Indonesia dan mulai mencuri perhatian lewat kemampuan dan kecepatan yang ia tunjukkan di lintasan. Karier internasionalnya mulai mencuat ketika ia bergabung dengan tim Astra Honda Racing Team (AHRT) pada tahun 2021. Aldi kemudian turut serta dalam ajang Asia Talent Cup (ATC), sebuah ajang balap motor bergengsi yang menjadi batu loncatan bagi pembalap muda di kawasan Asia menuju kompetisi kelas dunia. Di ATC, Aldi Satya Mahendra terus menunjukkan peningkatan signifikan. Ia sering kali menempati posisi podium dan menjadi salah satu pembalap yang patut diperhitungkan di masa depan. Kemampuan Aldi dalam mengendalikan motor, kecepatan, dan taktik balapnya membuat banyak pihak optimistis bahwa ia akan menjadi salah satu pembalap terbaik dari Indonesia.

Kejurnas Karate GABDIKA SHITO RYU KAI di Tangsel

Padatanya kegiatan olahraga di Kota Tangerang Selatan yaitu PORKOT (Pekan Olahraga Kota) Tangsel 13 – 19 Oktober 2024 tetapi Kejurnas Karate GABDIKA SHITO RYU KAI tetap dilaksanakan di Kota Tangeran Selatan yaitu yang tepatnya diselenggarakan di Mall Teras Kota BSD. Dimana peserta diikuti Dari Pulau Jawa yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI, Banten dan Banyak Juga Yang Hadir Dari Luar Jawa Termasuk Aceh, Kepulauan Riau, Sumatra Utara, Maluku dan masih Banyak lagi. Ketua Teknik GABDIKA TANGSEL DAN BANTEN yaitu Sensei R. Sukma Aji Abimanyu, SH sebagai motor Dari kegiatan ini cukup bekerja keras dalam menyelenggarakan Kejunas ini, Karena Sensei R. Sukma Aji Abimanyu, SH juga sebagai Ketua Pelaksana PORKOT Tangsel 13 – 19 Oktober 2024 dan Bersamaan dengan Kejurnas Karate GABDIKA SHITO RYU KAI 13 Oktober 2024. Tetapi Berkat dukungan Para Pembina GABDIKA SHITO RYU KAI dari Ketua Umum KONI Tangsel Bapak Letkol (Purn) M. Hamka Handaru, Sekum KONI Tangsel Bapak Djoko Nugroho, Ketua Umum GABDIKA BANTEN Bapak H.M Salman Faris, SE. Penasehat Hukum GABDIKA Bapak Prahoro Agus Sukarno, SH. MH, Komisaris PT. Gading Semesta Utama Bapak Benny Wibowo, SE, Dansat Bravo 90 Bapak Kolonel Pas Ruly Arifian, S.E., M.Han., Bapak Mayor Pas Kurniawan Adi Subakti, Bapak Dedi Rafidi dan Ketua Umum GABDIKA Kota Tangerang Bapak Wahyu Prabowo, Lalu Dari FORKI Tangsel Wa Dadang Rahayu, SH. MH, Sensei Marwato, Sensei Sugeng dan Kang Aggiat Ondo Semua berjalan dengan maksimal. Selain itu Suport Yang luar biasa dari KONI Tangsel, FORKI Tangsel, PT. Adhimix RMC, Kantor Pengacara PAS, PT. Gading Semesta Utama, Dinas Kesehatan Tangsel, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Mall Teras Kota, Asa Sport, Esaikaido dan BPJS Sehingga Acara ini Dapat Teselenggara Dengan Baik. Walaupun tuan rumah yang padat dengan kegiatan tetapi GABDIKA Tangsel Meraih Juara Umum 3 Kejuaraan Nasional Karate GABDIKA SHITO RYU KAI Dengan Perolehan Medali 7 Emas, 9 Perak dan 6 Perunggu. Adapun yang mendapat medali adalah sebagai berikut : 1. Kata Peroranga Usia Dini Putra : – Aflah Rezki Pratama Juara 2 – Zidan Ridho Alfarez Juara 3 2. Kata Perorangan Pra Pemula Putra : – Ahmad Enzo Rajani Juara 1 3. Kata Perorangan Pemula Putri : – Syafina Lailanada Juara 2 4. Kata Perorangan Kadet Putra : – Gagah Thopan Andreas Juara 1 5. Kata Perorangan Kadet Putri : – Khayla Nabila Salsabila Juara 3 6. Kata Perorangan Junior Putra : – Muhammad Yasir Aliimi Juara 1 7. Kata Beregu Pra Pemula Putra : – Ahmad Enzo Rajani Cs Juara 1 8. Kata Beregu Pra Pemula Putri – Salsa Cs Juara 2 9. Kata Beregu Kadet Putri : – Syafina Laila Nada Cs Juara 2 10. Kata Beregu Junior Putra : – Gagah Thopan Andreas Cs Juara 2 11. Kumite Pra Usia Dini -25 Kg Putra – Berkah Thito Andreas Juara 3 12. Kumite Pra Usia Dini – 20 Kg Putri : – Tri Tamara Putri Ayu Juara 1 13. Kumite Usia Dini – 30 Kg Putra : – Zidan Ridho Alfarez Juara 2 14. Kumite Usia Dini +30 Kg Putra : – Aflah Rezki Pratama Juara 1 15. Kumite Usia Dini -25 Kg Putri : – Alissa Putri Salsabila Juara 3 16. Kumite Pra Pemula Putra + 35 Kg : – Ahmad Enzo Rajani Juara 3 17. Kumite Pemula Putri – 47 Kg : – Syafina Lailanada Juara 3 18. Kumite Pemula Putri – 52 Kg – Fahirah Khanza Harahap Juara 2 19. Kumite Kadet Putra -63 Kg – Gagah Thopan Andreas Juara 1 – Evan Joerainata Juara 2 20. Kumite Juniaor Putra +55 Kg – Muhammad Yasir Aliimi Juara 2 Demikian Para Peraih Medali Dari Atlet GABDIKA CABANG KOTA TANGSEL dan Selanjutnya Mereka meraih medali pada PORKOT (Pekan Olahraga Kota) Tangsel Hari Jum’at 18 Oktober 2024 Antara Lain : 1. Gagah Thopan Andreas – Juara 1 Kata Perorangan Putra – Juara 1 Kata Beregu Putra 2. Muhammad Yasir Aliimi – Juara 1 Kata Beregu Putra – Juara 3 Kata Perorangan Putra 3. Evan Joerainata – Juara 1 Kata Beregu Putra 4. Khaira M – Juara 2 Kata Beregu Putri 5. Khayla N S – Juara 2 Kata Beregu Putri Semua Atlet Karate GABDIKA TANGSEl Tidak lepas dari bimbingan Pelatihnya yaitu Sensei R. Sukma Aji Abimanyu, SH.

Pendiri dan Guru Besar Gabdika Shito Kai Tampil Memukau di Tangsel

Pendiri dan Guru Besar Perguruan Karate dan Kobudo Shihan dr. Markus Basuki tampil luar biasa pada Demonstrasi Kata Bersama Para Atlet GABDIKA dan Demontrasi Kobudo yaitu beladiri senjata tradisional Jepang pada pembukaan Kejurnas GABDIKA SHITO RYU KAI 13 Oktober 2024 di Mall Teras Kota BSD Kota Tangerang Selatan. Sebelum Kegiatan Demonstrasi Pendiri Perguruan Karate dan Kobudo GABDIKA SHITO RYU KAI Shihan dr. Markus Basuki melantik Sabuk Hitam Para Pembina yaitu Ketua Umum GABDIKA Banten Bapak H.M Salman Faris, SH (DAN III Nasional), Penasehat Hukum GABDIKA SHITO RYU KAI Bapak Prahoro Agus Sukarno, SH. MH, (DAN III Nasional), Ketua Umum KONI Tangsel Bapak Letkol (Purn) M. Hamka Handaru, S.I.P., MBA (DAN III Nasional), Sekum KONI Tangsel Bapak Djoko Nugroho (DAN III Nasional), Dansat Bravo 90 Kopasgat TNI AU Bapak Kolonel Pas Ruly Arifian, S.E., M.Han. (DAN III Nasional), Pembina GABDIKA SHITO RYU KAI Bapak H. Benny Wibowo, SE (DAN III Nasional), Pembina GABDIKA Satbravo 90 Kopasgat TNI AU Bapak Mayor Pas Kurniawan Adi Subakti (DAN I Nasional), Audit Internal KONI Tangsel Bapak Dedi Rafidi (DAN I Nasional), Ketua GABDIKA Kota Tangerang Bapak Wahyu Prabowo (DAN I Nasional). Setelah proses pembukaan Kejuaraan Nasional GABDIKA SHITO RYU KAI dimulai kembali, Dimana Kejuaraan Nasional Tersebut Juga Hadir Dari Luar Jawa Seperti Maluku, Aceh, Kepulauan Riau dan Sumatra Utara.

SDN Tempel Surakarta & SD Kristen Manahan Surakarta Juara Bertahan

MilkLife Soccer Challenge – Solo Seri 2 2024 di Lapangan Kota Barat yang berlangsung pada Rabu (16/10) hingga Minggu (20/10) sukses digelar. Penyelenggaraan turnamen sepak bola putri KU 10 dan KU 12 yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum dan MilkLife memunculkan sejumlah talenta-talenta potensial yang akan menjadi pemain profesional di masa depan. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, pada turnamen ke-13 dari total 17 penyelenggaraan rangkaian MilkLife Soccer Challenge di tahun 2024 ini, berlangsung kompetitif dan penuh kejutan. Selaras dengan peningkatan peserta pada MilkLife Soccer Challenge – Solo Seri 2 2024, dibarengi juga dengan kualitas para siswi yang cukup merata. “Kami sangat mengapresiasi putri-putri Solo yang #BeraniCetakGol dari hari pertama hingga akhir turnamen ini bergulir. Terlebih kuantitas berbanding lurus dengan kualitas, sehingga upaya kami untuk memasyarakatkan sepak bola khususnya dari grassroot, perlahan membuahkan hasil positif,” ujar Yoppy. Kendati demikian, ia berharap agar penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di empat kota berikutnya animo peserta juga mengalami peningkatan, serta para siswi yang bertanding juga bisa mengerahkan seluruh kemampuan. Dengan begitu, persaingan pada MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Januari 2025 mendatang. “Kepada para peserta maupun yang baru mau mendaftar MilkLife Soccer Challenge di kota Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan Tangerang sekitarnya, siapkan kemampuan terbaik kalian dengan banyak berlatih. Persaingan tidak hanya sampai di MilkLife Soccer Challenge saja, tapi yang lebih prestisius lagi ialah MilkLife Soccer Challenge All-Stars di mana prestasi kalian akan membanggakan kota masing-masing,” ungkap Yoppy. Sebelum MilkLife Soccer Challenge All-Stars, skuad di setiap kota yang terdiri dari siswi potensial yang masuk dalam radar Tim Talent Scouting diberikan pelatihan khusus di bawah arahan Kepala Pelatih MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheneumann pada MilkLife Extra Training. Program MilkLife Extra Training mengadopsi sistem promosi degradasi pemain. Di setiap kota akan terjaring 21 pemain yang dipantau perkembangannya. Sehingga apabila terdapat peserta yang memiliki kemampuan stagnan, posisinya akan tergantikan oleh pemain potensial lain yang memenuhi kriteria. Hal ini tak lepas sebagai upaya untuk mendorong para siswi untuk lebih mengembangkan kemampuan mereka dalam bermain sepak bola. “Program MilkLife Extra Training sangat penting di samping MilkLife Soccer Challenge dengan visi pemassalan, sebab para siswi yang potensial dan berbakat harus selalu diasah dan dilatih oleh pelatih yang berdedikasi sehingga dapat terarah dengan baik. Kami juga mendorong agar para siswi bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB) agar dapat ikut liga secara berkesinambungan di KU 14 dan KU 16,” jelas Coach Timo. Upaya Pertahankan Gelar Juara Sementara itu, partai final MilkLife Soccer Challenge – Solo Seri 2 2024 yang tersaji di Lapangan Kota Barat, Minggu (20/10) siang berlangsung kompetitif dengan semangat juang yang tinggi. Di sektor KU 12, SDN Tempel Surakarta mampu tampil impresif hingga berhasil menyingkirkan MIN 9 Sragen. Sedangkan usaha tim KU 10 SD Kristen Manahan Surakarta berbuah manis setelah menekuk SDN Cemara Dua Surakarta. Kedua sekolah tersebut sukses mempertahankan gelar juara yang mereka sandang pada seri sebelumnya. Mencuplik jalannya pertandingan, tim KU 12 SDN Tempel Surakarta berhasil mempertahankan gelar juara dalam laga alot melawan MIN 9 Sragen. Pada pertandingan yang dipimpin oleh wasit Sunaryo itu, Adinda Resti Widayati yang mengisi posisi tengah, membuka pundi gol tepat saat kick off babak pertama. Keunggulan ini menambah motivasi Adinda dkk untuk melancarkan serangan ke jantung pertahanan lawan. Namun, tim KU 12 MIN 9 Sragen pun tak mau kalah untuk mengejar ketertinggalan poin. Penggawa lini tengah MIN 9 Sragen, Afiqa Zahra Dewi Kumaira akhirnya berhasil keluar dari kemelut depan gawang yang dijaga Athiyyah Aprilia dengan sontekan kaki kanannya berhasil menyarangkan bola yang tepat berada di mistar gawang. Kedua tim langsung menerapkan skema serangan terbuka yang membuat jalannya pertandingan cukup menegangkan, lantaran penguasaan bola antara kedua tim menjadi imbang. Berkat kerja sama tim yang baik, akhirnya Adinda menciptakan brace yang memanfaatkan tendangan penjuru rekan satu timnya. Tak lama kemudian, Afiqa kembali menyeimbangkan kedudukan usai memanfaatkan lengahnya pertahanan kiper SDN Tempel Surakarta. Kedudukan imbang 2-2 bertahan hingga turun minum. Memasuki 15 menit kedua, Adinda dkk langsung mempertebal lini pertahanan menyambut serangan bertubi-tubi dari tim MIN 9 Sragen. Kedua tim bahkan tidak memberikan peluang sedikit pun untuk menambah poin. Kebuntuan terpecah saat Adinda dengan sigap menggiring lembut bola liar yang sempat ditepis kiper Asifa Khanza Putri Dewi yang membuat kedudukan unggul 3-2 hingga wasit meniup peluit panjang menutup babak kedua. Bagi Adinda, kemenangan ini merupakan hasil kerjasama tim yang baik di lapangan dalam menciptakan peluang gol. Meski sempat imbang, dia terus memberi motivasi agar pertahanan tidak lengah. “Seneng banget bisa mempertahankan gelar juara di seri kedua. tadi sempat deg-degan waktu skor seri. Terima kasih untuk teman-teman satu tim yang sangat kompak, ayo lebih semangat lagi, dan terus berlatih,” ucap Adinda yang juga mendapat gelar Top Scorer KU 12 dengan mengemas 18 gol. Sementara itu di sektor KU 10, Ika Wonda penggawa yang memperkuat lini tengah SD Kristen Manahan Surakarta menjadi penentu kemenangan usai menekuk SDN Cemara Dua Surakarta dengan skor 6-3. Di awal babak pertama, tim SD Cemara Dua Surakarta mampu mendominasi penguasaan bola. Namun keadaan itu mampu dibalik pada menit ketiga saat Ika Wonda berhasil melakukan intercept dan membawa bola melewati garis pertahanan lawan dengan mulus. Sontekan dari kakinya pun manis menembus gawang yang dijaga Bilqis Ardhana. Pada menit selanjutnya, Ika Wonda mencatatkan poin kedua lewat tendangan langsung dari tengah lapangan yang tak mampu ditepis kiper lawan. Agresivitas ini memaksa tim SDN Cemara Dua mempertebal lini pertahanan sembari melancarkan serangan balasan. Upaya itu menghasilkan satu poin lewat sepakan Elora Latisha Sinanta yang berhasil keluar dari kemelut perebutan bola di depan gawang. Menariknya gol balasan SD Kristen Manahan yang menjadi hattrick bagi Ika Wonda tercipta kurang dari satu menit kemudian. Lagi-lagi Ika Wonda menutup babak pertama dengan menambah keunggulan skor menjadi 4-1. Pada babak kedua, laga yang dipimpin oleh wasit Fajar Setiawan langsung berbuah gol melalui tendangan jauh akurat yang dilesatkan oleh Ika langsung menukik ke gawang lawang. Saling balas gol pun terjadi antara skuad SD Kristen Manahan dan SDN Cemara Dua yang membuat kedudukan 6-3 hingga akhir babak kedua. Peluit panjang sang pengadil lapangan menjadi penanda kemenangan kali kedua bagi SD Kristen Manahan. Torehan angka di papan … Read more

Pemain Muda Indonesia Resmi Bergabung dengan Sevilla D

Pemain muda Indonesia, Darrel Nathan Ang, mendapat kesempatan mengadu nasib di sepak bola Eropa. Ia direkrut oleh salah satu klub papan atas Spanyol, Sevilla, untuk bergabung dengan tim internasional D mereka. Darrel Nathan Ang saat ini berada di bawah bimbingan The Gate Football Enterprise, pimpinan eks pelatih Persiba Balikpapan Jaino Matos. The Gate Football Enterprise berfokus untuk pengembangan karier pemain muda Indonesia. Jaino Matos mengatakan, proses Darrel untuk bergabung dengan Sevilla tak gampang. “Untuk bergabung ke Tim D Sevilla FC, prosesnya panjang berbulan-bulan. Kami koordinasi dengan Sevilla, mengirim laporan dan video tentang kemampuan Darrell dan akhirnya diterima serta adaptasi dia di Spanyol berjalan lancar,” kata agen pemain berlisensi FIFA itu kepada Skor.id, Jumat. Ini bukan pertama kalinya Darrel Nathan Ang bermain di klub Eropa. Pemain berusia 20 tahun yang berposisi sebagai bek kiri ini juga pernah bermain di beberapa klub Jerman seperti SV Pforzheim, Friedrichstal, serta VfL Kurpfalz. Darrell tak bisa menutupi rasa senangnya bisa begabung dengan Sevilla D. “Saya merasa luar biasa, saya sudah berada di sini sekitar tiga atau empat hari. Saya mendapatkan pengalaman yang bagus dari rekan setim, pelatih, dan staf di sini,” kata Darrell Nathan Ang, dalam video wawancaranya yang diunggah @academy_sfc. “Saya melihat tidak jauh berbeda soal teknik antara sepak bola Spanyol dan Indonesia. Namun memang secara taktik di Spanyol lebih advance dan sangat intensif.” “Saya merasa bangga bisa mendapatkan kesempatan ini. Saya rasa ini luar biasa, bisa melihat setiap pemain dari negara dan budaya yang berbeda. Ada teman saya dari Afrika begitu kuat secara fisik, dan rekan dari Spanyol punya teknik yang bagus,” kata dia lagi. Darrell Nathan Ang juga mengungkapkan pemain dari Sevilla yang menjadi idolanya saat ini adalah Jesus Navas. “Dia memiliki mental yang bagus dan bisa memimpin tim. Dia bisa menjadi contoh yang bagus,” tuturnya. Selain itu, dia juga memberikan pesan kepada para pesepak bola muda yang ingin menjadi pemain profesional sepertinya. “Jangan menyerah dengan mimpimu, tetap bekerja keras, dan Tuhan akan mengarahkan ke tujuanmu di waktu yang tepat,” kata dia.

Tahan Cedera, Fathan Raih Gelar Juara Piala Menpora U-16

Fathan Nugraha menjadi kampiun tunggal putra bulutangkis Piala Menpora U-16 dalam seri nasional. Prestasi yang diraih wakil regional Jawa ini terbilang tak mudah, sebab dia mengalami cedera saat laga berlangsung. Pertandingan final tunggal putra ini digelar di GBK Arena, Jakarta, Jumat (18/10). Fathan berhasil menang dengan skor 2-1 (15-21, 21-19, 21-16) saat berhadapan dengan kompatriotnya yaitu Rafif Ismail. “Alhamdulillah bisa juara, kemenangan ini untuk orang tua dan orang-orang yang telah mendukung saya,” ujar Fathan. Dia mengatakan tak mudah untuk menghadapi partai puncak ini. Sebab dia lebih dulu tertinggal. Bahkan di set kedua Fathan mengalami cedera pada kakinya. “Set kedua sempat keram kaki. Tapi sudah tanggung, saya tahan saja sampai pertandingan selesai. Untungnya bisa tahan dan hingga akhirnya bisa juara,” ujar Fathan. Dia menyampaikan, kehadiran orang tuanya menjadi tambahan motivasi saat bertanding. Fathan tak ingin mengecewakan orang-orang disekelilingnnya. “Orang tua datang kesini untuk lihat saya bertanding. Apapun itu saya harus tampil baik sekalipun keram. Saya harus tahan cedera, karena juga nanggung kan sudah di final. Saat cedera, pelatih bilang main bagus dan ingat orang tua sudah datang ke sini,” jelasnya. Atas kemenangan ini, Fathan berhak membawa hadiah berupa uang tunai senilai Rp 12 juta. “Hadiah ini buat orang tua. Semoga kedepan turnamen seperti ini bisa digelar lagi,” pungkasnya.

Fakhira Juara Tunggal Putri Bulu Tangkis Piala Menpora U-16

Fakhira Syakhira keluar sebagai juara tunggal putri bulutangkis Piala Menpora U-16 dalam seri nasional yang digelar di GBK Arena, Jakarta, Jumat (18/10). Dia menjadi kampiun setelah mengalahkan Shabrina Luthfiyyah dengan skor 2-1. Fakhira yang menjadi wakil regional Kalimantan itu mendapatkan kemenangan yang tidak mudah. Sebab, dia harus kalah lebih dulu pada set pertama saat berhadapan dengan wakil regional Sulawesi 18-21. Kemudian, Fakhira mampu bangkit dan membalikkan keadaan. Dia tampil begitu dominan dan berhasil menyamakan kedudukan di set kedua dengan skor 21-11. Laga berlanjut ke set tiga. Fakhira lagi-lagi mampu menjaga momentumnya. Dia terus menjauh hingga akhirnya menutup pertandingan dengan 21-14. “Tadi set pertama sempat unggul, tapi akhirnya kalah. Sebabnya adalah tadi main buru-buru, kurang tenang. Terus set kedua dan ketiga main lebih tenang dan akhirnya mampu membalikkan keadaan,” ujar Fakhira. Fakhira mengungkapkan, hasil ini merupakan prestasi pertamanya di level nasional. Oleh karenanya, dia ingin membuktikan jika dia mampu bersaing dengan atlet regional lainnya. “Motivasi saya cuma ingin juara, makanya tadi main all out berjuang dan akhirnya juara. Kedepan tentu prestasi ini menjadi modal bagus saya untuk menghadapi berbagai kejuaraan berikutnya,” jelasnya. Sementara itu, pelatih Fakhira, Bryan Sydney Elohim mengapresiasi perjuangan anak didiknya hingga mendapatkan juara pertama. Menurutnya, hasil ini didapat setelah Fakhira berlatih dengan keras dan disiplin. “Faktor kemenangan Fakhira adalah fisik dan stamina. Dia lebih unggul dari lawannya. Secara permainan saya kira sama baiknya. Prestasi ini menjadi modal berharga Fakhira untuk menatap kejuaraan-kejuaraan lainnya,” terangnya. Atas kemenangan ini, Fakhira berhak mendapatkan hadiah berapa uang tunai Rp 12 juta. Sedangkan juara ketiga diraih dari wakil regional Jawa yakni Alexandra Anggraini.

Inilah Para Juara Sirkuit Nasional 3×3 Piala Menpora KU-16

Gelaran Sirkuit Nasional 3×3 Piala Menpora kategori KU-16 Putra dan Putri yang berlangsung di halaman Kantor Kemenpora, Sabtu (19/10) telah mencapai puncaknya dengan babak final yang berlangsung sengit. Pada pertandingan final kategori putra, tim M2 Blue Medan berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Dulukala Riau dengan skor ketat 12-9. Kedua tim menampilkan permainan penuh semangat dan aksi-aksi memukau. Pertandingan berlangsung dengan ketat hingga menit-menit akhir, namun M2 Blue Medan akhirnya mampu unggul dan meraih gelar juara pertama, sementara Dulukala Riau harus puas di posisi kedua. Usai pertandingan, Pelatih M2 Blue Medan, Jenny, mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan ini. “Kami sangat bersyukur anak-anak bisa menjuarai Sirkuit Nasional 3×3 Piala Menpora. Terima kasih banyak kepada Kemenpora yang telah mengadakan acara ini, sehingga anak-anak dari daerah bisa menunjukkan potensinya,” ujarnya. Ia menyampaikan pentingnya kompetisi ini untuk menjadi ajang rutin tahunan. “Acara seperti ini sangat diperlukan, bahkan jika bisa digelar setahun sekali. Ini akan memotivasi anak-anak daerah untuk mempersiapkan diri lebih baik. Dari ajang seperti ini, kita bisa melihat potensi atlet-atlet berbakat yang mungkin bisa memperkuat Timnas Indonesia di masa depan,” katanya. Di kategori putri, tim Warriors Jakarta sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan Tenaga Baru “A” Riau dengan skor telak 15-5. Para penonton disuguhi aksi-aksi penuh semangat dari pemain-pemain muda yang menunjukkan semangat tinggi untuk meraih prestasi. Meskipun Tenaga Baru “A” Riau berusaha memberikan perlawanan, Warriors Jakarta tampil dominan sepanjang pertandingan dan berhasil mengunci kemenangan. Kapten tim Warriors Jakarta, Asyila, mengungkapkan rasa gembiranya atas kemenangan ini. “Pastinya senang banget karena lawan-lawan dari daerah juga sangat tangguh dan sulit dikalahkan. Tapi, kami berhasil menambah pengalaman dan membawa pulang kemenangan,” ujarnya. Asyila juga menambahkan bahwa acara ini memberikan semangat untuk terus memajukan basket, khususnya di kategori 3×3 di Indonesia. “Saya berharap dengan adanya acara ini basket 3×3 bisa lebih berkembang lebih jauh lagi, apalagi dengan banyaknya bakat-bakat yang muncul dari ajang seperti ini,” tambahnya. Menurutnya, acara ini sangat meriah dan persiapannya sangat baik. Kompetisi ini menjadi kesempatan bagi Kemenpora untuk menemukan potensi atlet muda berbakat. “Ajang seperti ini sangat penting diadakan setiap tahun karena banyak bakat yang harus digali dan dikembangkan,” tuturnya. Sirkuit Nasional 3×3 Piala Menpora diharapkan terus menjadi wadah untuk mencari dan mengembangkan potensi pemain muda dari berbagai daerah di Indonesia.