Timnas Soft Tennis Indonesia Raih Dua Medali Perunggu

Tim Nasional Soft Tennis Indonesia

Tim Nasional Soft Tennis Indonesia menunjukkan perkembangan positif dalam persiapan menuju agenda internasional tahun ini. Mengawali rangkaian turnamen di Korea Selatan, skuad Merah Putih berhasil membawa pulang dua medali perunggu dari ajang Korea Cup 2026 yang berlangsung di Incheon. Dua medali tersebut dipersembahkan oleh pasangan Fernando Sanger dan Allif Nafiiah di nomor ganda campuran, serta pasangan Allif Nafiiah dan Siti Nur Arazy di nomor ganda putri. Selain itu, atlet Indonesia Tio, Bagus, Reza, dan Philip juga mampu menorehkan hasil positif dengan tampil kompetitif pada babak consolation game. Pencapaian ini menjadi sinyal menggembirakan bagi tim pelatih dan manajemen setelah para atlet menjalani pemusatan latihan nasional (TC) selama kurang lebih tiga bulan. Hasil di Incheon sekaligus menjadi tolok ukur awal untuk melihat perkembangan performa atlet sebelum menghadapi agenda yang lebih besar pada musim kompetisi internasional tahun 2026. Manajer Timnas Soft Tennis Indonesia, Ferly Montolalu, menilai hasil yang diraih di Korea Cup menjadi modal penting bagi tim dalam menyusun komposisi terbaik menuju turnamen-turnamen berikutnya. “Ini merupakan awal yang baik setelah tiga bulan menjalani pemusatan latihan. Hasil di Korea Cup memberikan gambaran mengenai perkembangan atlet sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih. Kami masih memiliki satu turnamen lagi di Korea Selatan untuk mencoba berbagai kombinasi pasangan dan melihat formasi yang paling efektif sebelum menentukan skuad final,” ujar Ferly Montolalu. Usai menyelesaikan pertandingan di Incheon, Timnas Soft Tennis Indonesia langsung melanjutkan program uji coba ke Kota Sunchang pada 23-29 Juni 2026. Turnamen kedua tersebut akan dimanfaatkan untuk menguji sejumlah pasangan baru dan memperluas opsi strategi di berbagai nomor pertandingan. Menurut Ferly, dua turnamen di Korea Selatan memiliki peran penting dalam proses seleksi dan pematangan tim. Pasalnya, pada Juli mendatang Indonesia sudah harus mengirimkan daftar nama atlet yang akan didaftarkan secara resmi untuk tampil di berbagai nomor pertandingan internasional. “Di Sunchang kami akan mencoba beberapa kombinasi pasangan yang berbeda. Setelah dua turnamen ini selesai, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh karena pada bulan Juli kami sudah harus memasukkan nama-nama atlet yang akan turun di masing-masing nomor pertandingan. Karena itu, setiap hasil dan performa atlet di Korea menjadi sangat penting dalam proses penentuan tim,” kata Ferly. Sebelumnya, program pemusatan latihan yang dijalankan tim nasional difokuskan pada peningkatan kualitas teknik, kekuatan fisik, serta kematangan taktik menghadapi persaingan ketat di level Asia. Korea Selatan dipilih sebagai lokasi try out karena dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dunia dalam cabang olahraga soft tennis. Dengan raihan dua medali perunggu di Incheon dan masih tersisanya satu turnamen di Sunchang, Timnas Soft Tennis Indonesia optimistis dapat terus meningkatkan performa. Hasil ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam upaya membangun tim yang lebih kompetitif untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional pada tahun 2026.

PP Pesti lepas dua atlet ke kejuaraan dunia junior di China

Ketua Umum PP PESTI, Brigadir Jenderal Polisi Awal Chaeruddin melepas dua atlet soft tenis junior Indonesia Saiful Fadilah dan Febyaro Ribby Rantara ke kejuaraan dunia The 4th World Junior Soft Tennis Championship di Jingshan Hubei, China, 2-6 November. Kejuaraan dunia yang digelar setiap empat tahun sekali oleh International Soft Tennis Federation (ISTF) kali ini diikuti 30 negara dari empat benua, yaitu Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika. “Ini adalah ajang yang pertama buat atlet junior soft tennis Indonesia mengirim ke kejuaraan dunia di China. Pesan saya apa pun nanti hasil pertandingannya, sebagai bekal pengalaman internasional dan mengasah mental menghadapi atlet dari berbagai negara. Jaga kesehatan, ikuti aturan-aturan di sana,” kata Ketua Umum Awal Chaeruddin dalam keterangan resmi, Kamis. Wakil Ketua Umum (Waketum) PP Pesti, Qamariah Ferly Montolalu mengatakan pada kejuaraan dunia junior kali ini, Indonesia mengirimkan dua atlet yang terpilih melalui seleksi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. “Memang pada kejuaraan dunia ini kami tidak ada persiapan khusus, namun kami ambil saat mereka ikut PON. Ini adalah keikutsertaan Indonesia yang pertama pada kategori junior, jadi tidak ada target tertentu. Peserta ada 30 negara, tentu negara terberat dari Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan,” kata Ferly. Nantinya pada kejuaraan dunia ini, tim soft tenis Indonesia mengirim empat delegasi yang dipimpin oleh Ferly Montolalu (Waketum PP Pesti) dan Noor Asnan (pelatih), Saiful Fadilah (atlet putra, Kalimantan Timur), dan Febyaro Ribby Santara (atlet putri NTB). Saiful Fadilah dan Febyaro Ribby merasa senang dan bahagia bisa terpilih mewakili Indonesia di ajang kompetisi Junior tingkat dunia di China dan sekuat tenaga akan memberikan yang terbaik. “Senang dan tidak menyangka bisa terpilih mewakili Indonesia di ajang kejuaraan dunia di China, ini yang pertama dan saya akan sekuat tenaga tampil semaksimal mungkin untuk nama harum bangsa Indonesia,” ujar Ribby. “Seperti pesan Pak Ketum, semaksimal mungkin serta akan memberikan yang terbaik untuk nama harum bangsa Indonesia,” kata Saiful Fadilah. Sumber: ANTARA

Hadapi Kejuaraan Dunia, Soft Tennis Mulai Jaring Atlet Lewat Kejurnas

Indonesia akan mengikuti kejuaraan dunia soft tennis di Korea Selatan pada September 2024 nanti. Persatuan Soft Tennis Seluruh Indonesia (PESTI) pun mulai menjaring pemain. Salah satunya lewat Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang dilaksanakan pada 11-13 Juli di Lapangan Tenis Hotel Borobudur Jakarta. Kejurnas Soft Tennis 2024 ini diikuti 115 atlet dari 17 provinsi. Ada tujuh nomor yang dipertandingkan yakni tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, ganda campuran, beregu putra dan putri. Menurut ketua umum PESTI, Brigjen Polisi Dr. Awal Chaeruddin, saat pembukaan, kejurnas ini menjadi try out Pekan Olahraga Nasional 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. PESTI juga akan menjaring pemain untuk kejuaraan dunia dari Kejurnas ini. “Kejurnas Soft Tennis kali ini bertujuan sebagai ajang try out menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 yang pertama kali digelar. Selain itu untuk menjarimg atlet terbaik untuk Kejuaraan Dunia Soft Tennis di Korea Selatan pada bulan September nanti,” papar Awal Chaeruddin, Kamis (11/7/2024) usai pembukaan Kejurnas yang dihadiri pula Ahmad Saifudin, Wasekjen KONI, dan Krishna Bayu, Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Persiapan tim yang tangguh untuk mewakili Indonesia perlu dilakukan karena kemungkinan soft tennis juga akan dipertandingkan di SEA Games 2025. “Saat ini sudah ada enam negara mendukung soft tennis dipertandingkan di SEA Games Thailand 2025,” ungkap Awal. Sumber: Liputan 6