Pemilik Tempat Rencanakan Permanenkan Fasilitas Olahraga Menembak di Lapangan Al Zahra

Lapangan olahraga menembak di sekolah Al-Zahra yang akan dicanangkan untuk menjadi lapangan menembak permanen

Tak adanya lahan atau fasilitas yang menunjang untuk olahraga menembak, membuat pemerintah harus putar otak untuk bisa mengembangkan olahraga menembak. Berlangsungnya Kapolres Tangsel Cup Open Shooting Tournament 2017 di Lapangan SMP Al Zahra bisa menjadi titik temu mengenai fasilitas. Pembina Perbakin Tangsel, Adi Sunaryo yang lebih akrab di panggil H Yoyok mengatakan, akan mempermanenkan fasilitas atau lapangan tembak yang bertempat di Sekolah Al Zahra Pamulang. “Saya berharap ada hasilnya dari ajang ini. Saya melihat dan fasilifas ini akan kami permanenkan serta saya bikin yang bagus. Maka dari itu, kami masih menunggu perijinian,” terang H Yoyok kepada nysnmedia.com. Keinginan di permanenkannya lapangan tembak di Sekolah Al Zahra mendapat perhatian dari Ketua CSR Tangsel, Ali Samson Pane. Pada kesempatan itu Pane mengatakan, akan mendukung niatan baik untuk bisa memiliki lapangan tembak permanen di Tangsel. “Kita akan mendukung dengan niatan baik ini, kita sudah duduk dengan Dispora. Mudah mudahan, hasilnya bisa disampaikan ke Walikota agar nantinya kita undang pengusaha-pengusaha untuk meningkatkan Kota Tangsel dalam bidang peningkatan sarana olahraga,” tutur Pane. Pane juga menambahkan, bahwa sudah seharusnya Tangsel mempunyai sport center. Nantinya, jika terdapat event-event besar tidak menggangu pengguna jalan yang melintas dan membuat macet.tutupnya (pah/adt)

Tim Jabar Mendominasi Kemenangan Renang Popnas 2017

Kemenangan didominasi Tim Jawa Barat (Jabar) pada hari kedua dalam cabang olahraga renang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV / 2017 di Kolam Renang Jatidiri Semarang. Menurut lansiran dari Kompas.com (17/09/2017), Jabar meraih 4 medali emas yang disumbang oleh nama-nama berikut: Pertama, Athalarik Maulidio di nomor 1500 meter gaya bebas putra dengan catatan 16 menit 32,31 detik. Kedua, Azel Zelmi juga meraih emas di nomor  50 meter gaya kupu-kupu putra dengan waktu 25,93 detik. Ketiga, pada nomor 200 meter gaya ganti perorangan putra, emas diraih Erick Ahmad Fathoni (Jabar) dengan catatan 2 menit 08,63 detik. Keempat,  Farel Armandio Tangkas di nomor 200 meter gaya punggung putra dengan waktu 2 menit 07,81 detik. Sedangkan untuk Perak oleh Joe Aditya (DKI) 16 menit 40,26. Kemudian, Medali perak dari Daniel Setyawan (DKI) 2 menit 09,86 detik dan Di renang nomor 50 meter Perak diperoleh Angel Gabriel Yus (DKI) 29,07 detik. Perolehan perunggu pertama, Rashief Amila Yaqin (Jabar) 16 menit 44,94 detik. Kedua, Dwiki Anugrah (DKI) 2 menit 11,23 detik. Ketiga, Perunggu Danandra Indra (DKI) 26,55 detik dan Keempat, di nomor 800 meter gaya bebas putri perunggu Prada Hanan Farmadini (Jabar) 9 menit 43,21 detik. Dengan demikian, di klasemen umum Jabar memperoleh dengan raihan 5 emas, 3 perak, 4 perunggu.

Kevin/Marcus Sukses Singkirkan Lawan Kuatnya dan Melaju ke Final Japan Open Super Series 2017

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Lolos ke Final Japan Open Super Series 2017 (Dok. PBSI)

SemiFinal Japan Open Super Series 2017 yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Sabtu (23/9) kemarin menjadi kesuksesan besar yang di raih pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Pasalnya pada Pertandingan ini Kevin/Marcus akhirnya bisa mengalahkan lawan kuat mereka asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dua game langsung dengan perolehan skor 21-15 dan 21-14. Dengan begitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses melaju ke babak final Japan Open Super Series 2017. Rekor pertemuan mereka mencatat, Kevin/Marcus tertinggal 1-4 dari Boe/Mogensen. Keduanya bahkan kalah di tiga pertemuan terakhirnya. Kekalahan terakhir terjadi pada final ajang Korea Open Super Series 2017 pekan lalu. Setelah merebut kemenangan, Herry Iman Pierngadi yang merupakan pelatih ganda putra mengatakan bahwa hal ini tidak terlepas dari penerapan strategi baru oleh Kevin/Marcus. Herry mengaku banyak mempelajari permainan Boe/Mogensen dari laga terakhir mereka di Korea. Beruntung rupanya, strategi tersebut bisa berjalan dengan sukses dan membuahkan kemenangan. “Belajar dari kekalahan Kevin/Marcus kemarin di Korea, saya amati dan pelajari, ada beberapa strategi baru yang harus kami terapkan hari ini. Ternyata Kevin/Marcus juga bisa menjalankan dengan bagus. Kemudian dari lawan juga dari segi kekuatan otot sudah lebih menurun. Sementara Kevin/Marcus sudah lebih segar dibanding di Korea kemarin,” ujar Herry yang dilansir dari badmintonindonesia.org. Selanjutnya di babak final, Kevin/Marcus akan berhadapan dengan pasangan Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Herry pun sudah mempersiapkan strategi lain, agar Kevin/Marcus bisa mengungguli pertandingan dan merebut gelar juara. “Namanya final, segala kemungkinan bisa terjadi. Peluangnya fifty-fifty. Tapi ada nilai plusnya mungkin buat Kevin/Marcus, karena ini kan levelnya super series, Jepang tampil sebagai tuan rumah, pasti tekanannya lebih tinggi buat lawan,” kata Herry. “Ada beberapa pukulan-pukulan mereka memang yang perlu diantisipasi. Terutama mungkin pemainnya yang kidal, karena depannya dia cukup bagus,” pungkasnya.

Indonesia Sabet Empat Gelar di Singapura International Series 2017

Ganda Campuran: Andika Ramadiansyah/Mychelle Chrystine Bandaso (Dok: PBSI)

Tim bulu tangkis Indonesia berhasil menyabet empat gelar di Singapura International Series 2017 yang berlangsung di Singapore Badminton Hall, Sabtu 23 September 2017. Empat gelar berhasil dikoleksi Tim Merah Putih pada turnamen tersebut. Di kutip dari badmintonindonesia.org, Empat gelar itu didapat dari nomor ganda campuran, tunggal putri, ganda putri dan ganda putra. Satu gelar yang lepas dari genggaman Indonesia ialah dari sektor tunggal putra, yang dikuasai oleh tuan rumah lewat pertandingan All-Singapore Final. Pada pertandingan ganda campuran, gelar Indonesia menjadi milik pasangan pelatnas Andika Ramadiansyah/Mychelle Chrystine Bandaso. Tak di sangka pasangan non unggulan itu berhasil menjadi juara usai mengalahkan ganda Campuran asal Hong Kong, Chang Tak Ching/Ng Wing Yung dengan perolehan skor 21-16 dan 21-18. Pada pertandingan tunggal putri menjadi milik Ruselli Hartawan setelah melalui partai pertandingan panjang dan menciptakan kejutan. Unggulan tujuh tersebut menaklukkan peraih emas SEA Games 2017, Goh Jin Wei asal Malaysia dengan rubber set 21-13, 10-21, 21-19. Sementara Dua gelar lainnya diperoleh melalui “perang saudara” pada sektor ganda putri dan ganda putra. Gelar ganda putri yang memainkan All-Indonesian Final berhasil dimiliki Nisak Puji Lestari/Rahmadhani Hastiyanti Putri. Pasangan baru dari pelatnas itu keluar sebagai juara usai menaklukkan Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco dengan skor 21-19 dan 26-24. Sedang ganda putra yang juga mempertandingkan All-Indonesian Final dimenangkan oleh Kenas Adi Haryanto/Moh Reza Pahlevin Isfahani yang mengalahkan Akbar Bintang Cahyono/Giovani Dicky Oktavan. Unggulan satu itu menang dua set langsung dengan skor 21-18 dan 21-18. Sementara satu gelar yang direbutkan tuan rumah lewat “Perang saudara” pada pertandingan tunggal putra. Pada Akhirnya gelar juara menjadi milik Kean Yew Loh setelah mengalahkan Ng Zin Rei Ryan dengan skor 21-15 dan 21-15.

Ingin Populerkan Olahraga Handball, Coach Albara Yakin Olahraga Ini Dapat Diterima Masyarakat

coach-albara-handball

Olahraga handball sekarang banyak di minati oleh kaum muda dan anak-anak kecil. Dengan ukuran lapangan sepak bola mini, membuat permainan ini cukup mudah untuk di populerkan di tiap sekolah. Pemain handball 1 tim terdiri dari 7 orang dan gaya permainan kebalikan dari permainan sepak bola, jika sepak bola bermain dengan mengunakan kaki, permainan ini cenderung mengunakan tangan. Di tanah air masih banyak daerah yang belum mengenal dengan olahraga ini. Seperti yang di katakan oleh coach muda yang bernama panjang Albara Mahatma Nasri yang sering di panggil coach Albara. Selain aktifitas seorang guru olahraga di berbagai tingkat sekolah, ia juga aktif menjadi pengurus cabang ABTI OKU (Asosiasi Bola Tangan Indonesia Kabupaten OKU) yang terbentuk pada tahun 2015 lalu. “Saya termotivasi untuk mengembangkan olahraga ini karena olahraga handball ini baru lahir dua tahun ini di kabupaten OKU, Sumatera Selatan, jadi harapan saya semoga handball ini dapat berkembang dan di terima oleh masyarakat,”papar coach albara. Untuk markas latihan tim coach Albara berlokasi di lapangan SMAN 6 OKU Desa Semanding Kec. Pengandonan Kab. Ogan Komering Ulu. Atas keterampilanya dalam melatih, coach 24 tahun ini mendapatkan sertifikat lisensi kepelatihan nasional “B” dari ketua umum ABTI (Asosiasi Bola Tangan Indonesia Kabupaten OKU) bapak Ir.Ramawala. Ia bertekad membangun generasi muda kabupaten ogan komering ulu (OKU) dalam berolahraga, dan perlahan mengenalkan handball kepada masyarakat melalui bidang olahraga dan pendidikan. Dalam kompetisi eksebisi handball junior Kabupaten OKU, telah di selengarakan di GOR Baturaja,Sumatera Selatan,Kemarin (26/2/17). Coach Albara dan timnya berhasil menyabet 4 piala sekaligus di dalam kompetisi tersebut di antaranya. Juara tingkat SMA : 1. Piala juara 1 SMA N 06 OKU (putra) Juara tingkat SMP : 1. Piala juara 1 SMP 4 N OKU (putra) 2. Piala juara 1 SMP N 28 OKU (putra) 3. Piala juara 1 SMP N 4 OKU (putri) Dan hingga saat ini tim U-16 dari SMAN 6 OKU, tengah berlatih untuk persiapan kompetisi tingkat provinsi yang akan di adakan bulan oktober di Palembang mendatang.(mrd/adt)

Indonesia Keluar Menjadi Juara Umum ASEAN di ajang Para Games 2017

Indonesia berhasil keluar menjadi juara umum,  pada penutup pertandingan indonesia menambah 9 medali emas dan kokoh di puncak klasemen dengan raihan 126 medali emas, atau selisih 36 medali dengan tuan rumah Malaysia pada posisi kedua. Di kutip dari tribunnews, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi sangat bersyukur atas raihan atlet-atlet Indonesia dengan mengekspresikan rasa sukacitanya atas raihan ini, di sela-sela kegiatannya saat mengunjungi Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON), Sabtu (23/09) Kemarin. “Alhamdulillah, Indonesia Juara umum Asean Para Games 2017, inilah pencapaian terbaik Indonesia,” seru Menpora bangga. Dari 11 cabang yang diikuti, ada 36 rekor baru ditorehkan oleh para atlet, yakni, 28 rekor dari cabang renang, 4 rekor dari atletik dan 4 rekor dari angkat berat. “Sebuah perjuangan dan dedikasi luar biasa, untuk tidak sekedar jadi juara tapi juga hadirkan kebanggaan bagi kita,” ucap Imam. Ke depannya, Ia memastikan komitmen pemerintah untuk terus mendukung dan memberi perhatian penuh pada perjuangan atlet Indonesia, termasuk dukungan kepada atlet dengan  kebutuhan khusus atau disabilitas. “Dukungan tidak hanya terkait proses latihan dan pemenuhan kebutuhan atlet untuk menghadapi pertandingan, tetapi termasuk kesetaraan dalam memenuhi apa yang menjadi hak-hak atlet termasuk pemberian bonus, “tegasnya. Menurutnya bonus bukan tujuan awal, tetapi bonus akan menjadi tambahan semangat untuk terus meningkatkan kemampuan diri dalam berbagai event dan kejuaraan yang diikuti hingga level tertinggi olimpiade. Minggu sore (24/9), seluruh atlet Indonesia di ASEAN Para Games, akan kembali ke Solo, Jawa Tengah dengan pesawat dan akan langsung disambut oleh Menpora. Seluruh Atlet juga direncanakan akan melanjutkan pemusatan latihan di Solo dan bersiap menghadapi multievent yang akan datang yakni Asian Para Games 2018. “Raihan positif dalam ASEAN Para Games akan menjadi modal yang baik untuk menghadapi Asian Para Games 2018 dimana kita menjadi tuan rumah,” tutup Menpora.

Berkat Kiper Jadi Striker, Tim Jateng Maju ke Semifinal Popnas 2017

Tim sepak bola Jawa Tengah (Jateng) melaju ke semifinal Popnas 2017 setelah gol tunggal dari Sang Kiper Rakasurya Handika diciptakan. Jateng Menang dengan skor 1-0 di Stadion Citarum, Sabtu (16/9/2017). Menurut lansiran dari tribunjateng.com (17/09/2017), Raka, penjaga gawang tim tersebut, diturunkan pelatih Jateng di menit 64 untuk menggantikan striker, Ardigo Prasetyo. Hal tersebut dilakukan, karena skuat Jateng kekurangan pemain pengganti. Akhirnya, hanya ada satu pemain pengganti. Asisten Pelatih Tim Jateng, Andreas Tri Widagdo menjelaskan Raka sudah pernah coba dimainkan sebagai striker saat laga penyisihan grup melawan Maluku Utara. Menurut dia, Raka cukup bisa diandalkan sebagai striker pengganti.

Gulat Popnas 2017 Ternyata Menyimpan Cerita Unik Mengenai Sepasang Atlet Yang Merupakan Kakak-Adik

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 digelar di Jawa Tengah. Pada gelaran nasional itu terdapat 21 cabang olahraga (cabor) dan empat cabor eksebisi yang akan digelar. Diantara 21 cabor, ada sepenggal kisah unik dari cabor gulat, yaitu atlet gulat yang siap bertanding rupanya ada yang sepersaudaraan (kakak-adik). Menurut lansiran Tribunjateng.com, dalam cabor gulat, ada kakak-adik bersaudara yang mengikuti Popnas 2017. Mereka bersama satu orang atlet gulat lain asal brebes akan siap bertanding. Ketiga atlet tersebut yakni Tegar Arya Wibisono, Justra Aditya dan Bagas Widianto. Aditya dan Bagas inilah si kakak- adik bersaudara dalam Popnas. Pendamping ketiga atlet gulat asal Brebes, Soewarko mengatakan Bagas dan Adit merupakan kakak adik di SMK NU 3 Larangan, Brebes. Bagas pernah meraih juara 1 Kejurda Remaja 2017, juara 2 Kejurda Yunior 2017, juara 1 Kejurda Remaja 2016, dan juara 1 Kejurda Yunior 2016. Sedangkan Aditya, pernah meraih juara 2 Kejurda Remaja 2017, dan juara 2 Indonesia Open 2016.

WOW! Ternyata Olahraga Favorit Presiden Jokowi adalah Sepak Bola, Olahraga Kebanggaan Indonesia

Masyarakat Indonesia patut berbangga memiliki Presiden yang terlihat dengan jelas sangat menggilai sepak bola. Ya, seperti diketahui, dalam beberapa pertandingan sepak bola di tanah air, Presiden Jokowi kerap hadir dan ikut ambil bagian di dalamnya. dengan hanya menjadi penonton atau bahkan hanya sekedar memberi dukungan dan apresiasi semata, hingga menjadi penyelenggara pertandingan. Di kutip dari Bolasport.com, Presiden Jokowi ternyata juga sebagai pemberi ide dan penggerak terselengaranya gelaran Piala Presiden yang sudah berjalan dua kali, yakni 2015 dan 2017. Bahkan, Jokowi sempat menyampaikan kata-kata yang menggugah hati publik sepak bola Indonesia dalam pidatonya kala membuka Piala Presiden 2017. Dalam pidato pembukaan tersebut, Jokowi menyatakan bahwa sepak bola harus menjadi hiburan rakyat yang sehat dan mempersatukan. “Saya ingin sepak bola mempersatukan, sepak bola yang berorientasi prestasi, jadi hiburan yang sehat bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya. Tak hanya itu, baru-baru ini orang nomor satu Indonesia tersebut juga sering menunjukan kecintaannya terhadap sepak bola dengan kerap menjamu, bahkan mengapresiasi penampilan Timnas Indonesia dalam setiap kompetisi yang dilakoni. baru terjadi beberapa hari yang lalu, Jokowi terlihat dua kali memberikan selamat dan pujiannya kepada penampilan Timnas Indonesia U-19 yang kini berlaga di Piala AFF U-18. Pria asli kelahiran Kota Surakarta tersebut menyematkan apresiasinya terhadap kemenangan yang berhasil diraih Garuda Nusantara menang atas Myanmar dan Filipina. Berikut ucapan selamat Presiden Jokowi untuk Timnas Indonesia U-19: Selamat atas kemenangan Timnas Indonesia yg mengalahkan Myanmar di ajang Piala AFF U-18. Semoga prestasi berlanjut hingga tangga juara -Jkw pic.twitter.com/NGBMg9ybVP — Joko Widodo (@jokowi) September 6, 2017 Wah, kalau penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF U-18 konsisten seperti dengan Filipina hari ini, sangat mungkin kita jadi juara -Jkw — Joko Widodo (@jokowi) September 7, 2017

Egy Maulana Vikri, “Malaikat” yang Di Temukan Indra Sjafri

Egy Maulana Vikri (Dok. PSSI)

Egy Maulana Vikri,Pemain asal Medan yang menjadi Malaikat penolong atas kemenangan Timnas Indonesia U-19 berkat dua golnya ke gawang Myanmar, Selasa (7/9/2017). Egy yang lahir pada 7 Juli 2000 merupakan atlet hasil bidikan mata elang pelatih Indra Sjafri. Egy sudah menjadi incaran Indra Sjafri sejak lima tahun lalu dan saat ini ia menjadi bintang muda baru timnas U-19. Di kutip dari Bolalop, Egy pernah menimba ilmu di SSB ASIOP Apacinti Jakarta. Ia mengikuti Gothia Cup di Gothenburg, Swedia, pada 2016. Ia membawa timnya juara di turnamen usia muda kelas internasional itu. Egy juga menimba ilmu di Diklat Ragunan. Sempat juga ia menjadi bagian Persab Brebes yang menjuarai Piala Soeratin 2016. Bahkan Egy menjadi top scorer turnamen tersebut dengan total perolehan gol sebanyak 22 gol. Pemain yang mempunyai keajaiban pada kekuatan kaki kiri itu mengikuti seleksi timnas U-19 sejak Februari lalu. Dirinya begitu menonjol saat mengikuti seleksi tersebut. Itulah yang membuat Indra Sjafri tak ragu memilih Egy masuk ke skuat Garuda Nusantara. Ditemukan Indra Sjafri dengan Blusukan Indra Sjafri ternyata sudah terpikat dengan Egy Maulana Vikri sejak tahun 2012. Saat itu Egy yang masuk berusia 12 tahun sudah memikat hati Indra Sjafri. Indra bertemu Egy pada Festival Grassroot 2012 di Medan. Ia sudah mencium bakat Egy sejak dini. Hasilnya, Egy pun dipanggil bergabung dengan Timnas Indonesia U-16 pada 2015. Pelatih timnas U-16 saat itu, Fachri Husaini, menjadikan Egy sebagai kapten tim. Ia mengikuti pemusatan latihan selama satu tahun penuh. Sayangnya ia gagal membela timnas di Piala AFF U-16 karena FIFA menjatuhkan sanksi untuk sepak bola Indonesia. Gagal membela timnas, Egy pun fokus sekolah di Diklat Ragunan, Jakarta. Ia pun terus belajar dan bekerja keras berlatih bersama tim sepak bola Diklat Ragunan. Setelah Indonesia terbebas dari sanksi FIFA, Egy pun kembali dipanggil timnas. Keberhasilan Indra Sjafri membidik bakat Egy kini berbuah manis. Pelatih asal Sumatera Barat itu pun berkesempatan untuk melakukan pembenahan pada Egy hingga ia saat ini menjadi bagian penting dari timnas U-19 di ajang Piala AFF U-18.

Di Kenalkan Olahraga Atletik Dari Sang Ayah, Dara Ini Langsung Jatuh Hati

Safrina-Ayu-Melina

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Mungkin itu peribahasa yang tepat untuk atlet lari gawang putri Safrina Ayu Melina. Sejak masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK), Ayu sapaan akrabnya sudah di kenalkan olahraga atletik oleh sang ayah Riswanto Pamudji. Ayu menceritakan awal mula kecintaannya terhadap atletik kepada nysnmedia.com, bahwa semenjak di ajak sang ayah ke lintasan atletik. Dirinya langsung jatuh hati kepada olahraga lari ini. “Sejak kecil sudah sering di bawa ayah kelapangan, ayah juga kebetulan pelatih atletik di wilayah Jawa Timur,” ucap Ayu. Mulai dari situ, Ayu terus dilatih oleh sang ayah untuk menjadi atlet lari handal. Namun, tahun 2013 akhir, Ayu sudah tidak di latih sang ayah lagi. “2013 akhir aku sudah gak dilatih sama ayah. Nah, waktu masih di latih sama ayah, kejuaraan yang pertama kali ikut itu Pekan Olahraga (POR) tingkat SD se-Surabaya. Dan, hasilnya dapat juara 3 di nomor 60 meter sprint, itu waktu aku kelas 4 SD,” pukasnya. Ayu pun, sangat berterima kasih kepada sang ayah yang sudah melatih dirinya sejak kecil untuk menjadi atlet lari. (pah/adt)

Sediakan Kelas Olahraga Bagi Atlet Prestasi, SMPN 1 Tangsel Siap Cetak Bibit Jawara

SMPN-1-Tangsel

Mungkin, banyak yang mendengar jika ingin masuk atau mendaftar ke sekolah maupun universitas ada yang menempuh jalur prestasi bagi atlet-atlet olahraga. Ini yang di terapkan juga oleh SMP Negeri 1 Tangsel sudah lama secara rutin. Setidaknya, ratusan pendaftar ingin menempuh melalui jalur prestasi. Namun biasanya, mereka terlebih dahulu dan harus melalui tahapan tes yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Wakil Kepala Bagian Kesiswaan SMPN 1 Tangsel, Heliana mengatakan, setiap tahun menjaring sedikitnya 32 siswa prestasi di bidang olahraga. “Sekarang ada sekitar 126 siswa prestasi. Tiap kelas ada 32 siswa dari kelas 7, 8 dan 9,” ucap Heliana atau yang biasa disapa Eli. Lebih lanjut, para siswa berprestasi ini memiliki jam khusus untuk berolahraga ketika pulang sekolah. Mereka akan di tentukan jadwalnya sesuai dengan intruksi pelatih, lantaran terdapat atlet prestasi dari cabang olahraga tinju, futsal, taekwondo, karate, voli, bulutangkis, atletik dan pencak silat. “Yang paling menonjol itu ada atlet tinju, karate dan taekwondo karena sudah sampai level yang atas. Saya harap, atlet yang lain bisa terus berlatih dengan giat dan meraih prestasi yang gemilang. Tak lupa, kami terus melakukan pembibitan,” tambahnya. Beberapa alumni SMPN 1 Tangsel pun, saat ini tengah mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV di Semarang, Jawa Tengah. Untuk fasilitas sekolahnya, Eli masih memiliki harapan, menginginkan lapangan futsal yang lebih baik dan juga luas. Menurutnya, dengan begitu para atlet bisa maksimal dalam berlatih. “Sebenarnya sudah ada dua lapangan yang tersedia. Namun, lapangan yang satu belum bisa dipakai meski mempunyai lahan yang luas. Untuk sarana dan prasarana, kami banyak terbantu oleh pengertian orangtua. Kami memang menyediakan perlatan latihan, karena jumlah atlet banyak. Para atlet prestasi membawa perlengkapan sendiri dan orangtua disini sangat mengerti,” papar Eli. (pah/adt)

Terganggu Kesiapan, DKI Jakarta Targetkan 8 Emas Cabor Renang di POPNAS XIV

Suasana_time_trial_renang_di_GOR_Soemantri_Brodjonegoro,_Kuningan,_Jakarta

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) adalah kegiatan olahraga multi event yang merupakan titik kulminasi pembinaan olahraga pelajar di Indonesia. Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1989 di DKI Jakarta, kemudian secara rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali, pada tahun 1997 Jawa Tengah pernah menjadi Tuan Rumah Penyelenggaran POPNAS IV dan di tahun 2017 Provinsi Jawa Tengah ditunjuk kembali sebagai Tuan Rumah POPNAS XIV tepatnya di Semarang, Jawa Tengah. Sebanyak 5567 atlet dari 34 Provinsi, sudah unjuk gigi dalam ajang dua tahunan ini sejak (11/9) lalu dan akan berkahir pada (21/9). Provinsi DKI Jakarta sendiri terlihat mendominasi dalam perolehan medali dengan mengumpulkan 53 emas, 40 perak dan 42 perunggu. Diikuti, Jawa Barat dengan perolehan 46 emas, 41 perak dan 50 perunggu. Untuk di Cabang Olahraga (Cabor) renang, dalam perhelatan POPNAS XIV 2017 kontingen DKI Jakarta pun, mengalami kendala dalam hal persiapan. Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) DKI Jakarta, Felix Sutanto mengatakan, bahwa persiapan untuk POPNAS XIV tidak maksimal. “Atlet kami banyak yang di pelatnas juga dan sempat juga ikut di Sea Games kemarin di Malaysia, jadi persiapannya bisa dibilang persiapan kita kecolongan,” ucap Felix ketika di konfirmasi nysnmedia.com melalui telfon selulernya. DKI Jakarta mengirimkan 20 atlet untuk cabor renang dan menurunkan atlet lapis satu dan dua. Felix sendiri mengaku, bahwa peta kekuatan POPNAS XIV di cabor renang kali ini cukup merata. “Kalau kekuatan cukup merata. Terlihat Jabar sangat mempersiapkan diri dengan baik. Lapis satu kami yang kelahiran tahun 2000 sangat baik dan yang paling menonjol lapis dua kami atlet kelahiran 2003. Meski, belum bisa mendapat medali, tetapi nantinya akan kami persiapkan untuk POPNAS dua tahun mendatang,” terangnya. Jika tahun lalu, DKI Jakarta sanggup meraih 21 emas. Di POPNAS XIV ini, kontingen DKI Jakarta harus kehilangan 10 emas dan menargetkan setidaknya 8 emas. “Banyak kecolongan, 10 emas hilang. Jadi target kami saat ini, hanya 8 emas. Dan, saat ini sudah mendapatkan 5 emas,” pungkas Felix. (pah/adt)

Tinju Bukan Hanya Di Dominasi Oleh Pria, Dara Cantik Asal NTT Inipun Sanggung Menyabet Segudang Prestasi

Erniwati Ngongo, petinju binaan PPLP Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT. Sosok petinju putri yang Pukulan straight dan long hook ditakuti lawan. Ciri khasnya saat berlaga di atas ring tinju cukup lincah. Petinju putri binaan Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang satu ini memiliki gaya bertanding mix antara gaya boxer dan tipe petinju bergaya fighter. Dikutip dari Pos Kupang, Petinju kelahiran Camme, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ini menggeluti cabang olahraga tinju sejak duduk di kelas satu SMP Kristen Waimangura, Kabupaten SBD. ia menuturkan Tentang mengapa tertarik olahraga keras seperti tinju, Erni mengaku awalnya melihat orang latihan tinju dan ia tertarik mengikutinya. “Awalnya saya tertarik ketika melihat orang-orang yang lagi latihan tinju di halaman sekolah. Lalu saya coba-coba latihan. Ternyata saya mampu melayangkan pukulan dengan baik. Saat latihan awal, gaya bertinju saya dipoles oleh pelatih karena saat itu baru duduk di bangku kelas satu,” tutur Erni. Meskipun Erni memang memang menggeluti olahraga keras, ia juga masih memiliki sisi feminim dan juga memiliki sejumlah hobi yang terpendam. “Erni juga hobi menggambar. Dan biasanya hasil gambar Erni simpan di lemari dan juga suka fashion,” akunya Putri pasangan Petrus Wunu K Delo dan Martha Ngongo ini juga ternyata memiliki segudang prestasi yang cukup meyakinkan sejak ia menggeluti olahraga keras ini. Sejumlah prestasi yang pernah diraih Erni, yakni medali emas Youth Girls Kelas 52 Kg pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) TinjuNTT di Kota Maumare tahun 2015. Erni juga meraih medali emas Youth Girls Kelas 57 Kg Kejuaraan Tinju Walikota Kupang Cup tahun 2016. Selain itu, Erni meraih medali emas Youth Girls Kelas 57 Kg Kejurnas PPLP tahun 2016 di Kupang. Masih dalam tahun yang sama, petinju putri berambut ikal ini meraih medali perak pada Kejuaraan Tinju VN Cup Kelas 57 Kg serta meraih medali perak perebutan Piala Ketua Pertina Kota Kupang kelas 60 kg elit women. “Terakhir Erni meraih medali perak di Pekan Olahraga Daerah (Popda) NTT tahun 2016 kelas 57kg. Dan satu prestasi spektakuler yang baru diraihnya, yakni menyabet medali emas klas 57 kg youth girl di Kejurnas Tinju Amatir Junior dan Youth Girls tahun 2017 yang berlangsung 1-7 Agustus 2017 di GOR Oepoi, Kota Kupang,” ujarnya. Erni mengatakan, keberhasilnya meraih medali emas di sejumlah even tinju karena dukungan pelatih Karel Muskanan, dan Yanto Fallo, yang intens melatihnya sejak bergabung di PPLP Dispora NTT. “Semua itu tentu tidak lepas dari sentuhan teknik para pelatih Om Karel Muskanan dan Om Yanto Fallo yang terus melatih kami petinju PPLP NTT secara intensif sejak tahun 2015 lalu. Dan yang paling utama karena campur tangan Tuhan atas semua hal yang terjadi, khususnya prestasi yang diraih Erni,” katanya.

Perolehan Medali di Klasemen Akhir Popnas XIV 2017

Kontingen pelajar Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendapat gelar juara umum Popnas XIV 2017. Jabar berhasil memenangi klasemen akhir dengan perolehan 58 medali emas, 45 medali perak, dan 54 medali perunggu. Menurut lansiran dari solopos.com (21/09/2017), Jabar baru naik menduduki urutan pertama pada hari terakhir pelaksanaan Popnas, Rabu, (20/9). Selama pelaksanaan pesta olahraga multievent bagi pelajar Indonesia tersebut posisi pertama klasemen sementara selalu dikuasai kontingen DKI Jakarta. Namun, pada klasemen akhir DKI Jakarta menempati posisi runner up dengan perolehan medali menutup catatan akhir dengan 56 medali emas, 44 medali perak dan 43 medali perunggu. Sedangkan, tuan rumah, Jawa Tengah tetap bertahan di peringkat ketiga dengan 40 emas, 39 perak, dan 55 perunggu. Sedangkan di posisi keempat klasemen akhir perolehan medali Popnas XIV 2017 ditempati kontingen Jawa Timur dengan 33 emas, 29 perak dan 48 perunggu, sedangkan Riau berada pada posisi kelima dengan 14 emas, 15 perak dan 15 perunggu. Popnas XIV resmi ditutup oleh Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga Gatot S.Dewabroto . Gatot pun menyampaikan terima kasih kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah telah menyukseskan pergelaran ini. “Dengan alokasi yang tidak seberapa, Jateng sanggup menjadi tuan rumah yang sukses,” kata Gatot menurut lansiran dari solopos.com (sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara). Ia juga mengapresiasi sportivitas Jawa Tengah yang tidak memaksa juara umum meski sebagai tuan rumah. Serta mengaku akan mengusulkan Jateng sebagai tuan rumah Asean School Games. Hingga akhirnya, Gatot pun menyampaikan sampai jumpa pada Popnas 2019 di Papua. Ini Dia Perolehan Medali pada Klasemen Akhir Popnas XIV 2017: No. Kontingen Emas Perak Perunggu 1 Jawa Barat 58 45 54 2 DKI Jakarta 56 44 43 3 Jawa Tengah 40 39 55 4 Jawa Timur 33 29 48 5 Riau 14 15 15 6 Lampung 11 9 8 7 Banten 10 15 14 8 Sumatra Barat 8 6 21 9 DI Yogyakarta 7 6 18 10 Kalimantan Timur 7 3 18 11 Sumatra Utara 4 10 16 12 Sulawesi Selatan 4 10 15 13 Nusa Tenggara Barat 4 5 6 14 Maluku 4 3 1 15 Kalimantan Barat 4 2 5 16 Bali 3 10 14 17 Nusa Tenggara Timur 3 5 7 18 Kalimantan Tengah 3 2 0 19 Sulawesi Barat 3 0 1 20 Kalimantan Selatan 2 5 9 21 Bangka Belitung 2 3 3 22 Sumatra Selatan 2 1 9 23 Bengkulu 2 1 5 24 Jambi 1 5 7 25 Maluku Utara 1 3 1 26 Kepulauan Riau 1 0 2 27 Sulawesi Tengah 0 5 4 28 Aceh 0 2 5 29 Papua 0 1 7 30 Sulawesi Utara 0 1 4 31 Sulawesi Tenggara 0 1 3 32 Gorontalo 0 1 3 33 Kalimantan Utara 0 0 1 34 Papua Barat 0 0 0

Popnas 2017: Tim Renang Jabar Unggul

Tim renang pelajar provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi juara umum cabang renang Popnas XIV/2017 di Semarang, Rabu (20/09). Menurut lansiran dari kompas.com (20/09/2017), Tim renang Jabar tahun ini membalas keterpurukan dari Popnas 2015 di Bandung. Di hari terakhir lomba renang Popnas, Jabar menambah 3 medali emas melalui Athalarik Maulidio di nomor 200 meter gaya dada putra, Erick Achamd Fatoni di 50 meter gaya bebas putra serta Azel Zelmi di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra Sedangkan Tim DKI hanya kebagian dua medali emas di hari terakhir lewat atlet SEA Gamesnya, Felicia Angelica di 200 meter gaya dada puteri serta estafet 4×100 meter serta gaya ganti puteri oleh  Sofie Kemala, Felicia Angelica, Angel Gabriella Yus dan Laila Siti Aminah. Tim kontingen Jawa Timur sendiri juga meraih dua emas melalui atlet SEA Games, Adinda Larasati Dewi nomor 50 meter gaya bebas puteri serta 100 meter gaya kupu-kupu puteri.

Walaupun Fasilitas Belum Terpenuhi, Bukan Berarti Tim Voli Pasir Tidak Bisa Berprestasi

voli-pasir

Voli pantai atau voli pasir adalah variasi dari bola voli yang dimainkan di atas pasir. Dua tim yang dipisahkan oleh jaring, dan memukul bola voli menggunakan lengan atau tangan. Aturannya pun tak jauh beda dengan voli indoor, yang membedakan hanya jumlah pemain yang dimainkan, yakni 2 lawan 2. Di Tangsel sendiri, fasilitas untuk voli pasir bisa dikatakan belum terpenuhi. Pengurus PBVSI Tangsel, Momon, ketika dihubungi nysnmedia.com membenarkan bahwa sarana dan prasarana untuk cabang voli pasir masih belum terpenuhi. “Fasilitas di Tangsel masih sangat kurang, apalagi untuk voli pasir kita. Kita tidak punya lapangan untuk berlatih. Kita hanya berlatih di lapangan Indoor,” ucap Momon. Meski fasilitasnya belum terpenuhi dengan baik, bukan berarti para atlet Tangsel kurang berprestasi. Pada ajang Kejurda tingkat Provinsi Banten di Rangkas Bitu, Lebak, Banten, Agustus lalu, atlet voli pasir Tangsel mampu memberikan prestasi gemilang yakni 1 emas. “Tapi, Alhamdulilah, meski minimnya fasilitas yang ada, kami selalu meraih prestasi yang terbaik. Biarpun atlet voli kami latihan di lapangan Indoor. Dan, kita juga berterima kasih kepada para pelatih yang ada di sekolah maupun di klub,” pungkasnya. (pah/adt)

10 Atlet Voli Tangsel Perkuat PON Remaja Banten 2018

Jajaran-pengurus-dan-ketua-umum-PBVSI-Tangsel

PBVSI Tangsel tengah mempersiapkan atlet-atlet untuk mengikuti berbagai kejuaran baik yang digelar tahun 2017 maupun 2018. Setidaknya, ada lima agenda kejuaraan yang akan diikuti oleh atlet-atlet voli Tangsel, baik itu tingkat Kota maupun tingkat Provinsi. Yang paling dekat, atlet-atlet voli Tangsel akan mengikuti Pekan Olahraga Kota (Porkot Tangsel), dan mereka akan membela Kecamatannya masing-masing. “Atlet-atlet saat ini lagi disiapkan untuk kejuaran Gladesa yang merupakan program dari Menpora, Porkot program dari Kota Tangsel, POPDA tahun 2018 untuk pelajar, Porprov 2018 yang insyaallah akan di laksanakan di Kabupaten Tangerang dan PON Remaja program dari KONI Banten,” papar Momon selaku pengurus PBVSI Tangsel kepada reporter nysnmedia.com. Tangsel patut berbangga, 10 atlet voli akan tergabung dalam PON Remaja dan juga 2 pelatih asal Tangsel dipercaya untuk menahkodai PON Remaja Banten. Momon mengakui, ini adalah sebagai prestasi yang membanggakan. Karena terdapat atlet Tangsel yang tergabung di PON Remaja Banten. “Alhamdulillah untuk PON Remaja ini, 8 atlet dari Tangsel tergabung di PON Remaja Banten. Voli indoor putra ada 5 atlet, voli Indoor putri ada 3 atlet dan 2 atlet voli pasir putri,” ucapnya. Berikut nama-nama Atlet yang membela PON Remaja Banten 2018. Voli Indoor Putra 1. Firza Pramudia Mukti 2. Aditya Pandu Wicaksono 3. Ridho Saputra 4. Dimas Ardian Permana 5. Danu Prakasa Voli Indoor Putri 1. Sherena Arabela Chairunisya 2. Syahla Oktaviani 3. Citra Amalia Voli Pasir Putri 1. Sherly Jeane M 2. Shafa Gita M Pelatih Indoor Putra asal Tangsel 1. M Yusuf Pelatih Voli Pasir Putri 1. Agus Supardi Momon pun berharap agar nantinya atlet-atlet Tangsel dapat meraih prestasi yang gemilang, dan mendulang emas. (pah/adt)

Perkembangan Bola Voli di Tangsel Kian Meningkat

pbvsi-tangsel

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Tangsel semakin bersemangat untuk terus meningkatkan prestasi, dan juga mengembangkan olahraga voli melalui berbagai sistem yang telah di susun secara matang oleh PBVSI Tangsel. Diakui pengurus PBVSI Tangsel, Momon, perkembangan olahraga bola voli terus saja meningkat. Terbukti dengan banyaknya prestasi yang diperoleh dari atlet-atlet Tangsel dari berbagai kejuaraan yang diikuti. “PBVSI Tangsel yang dinahkodai oleh Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widiyanto kini perkembangannya semakin baik. Baik itu voli indor maupun voli pasir. Di bulan Agustus yang lalu di ajang Kejurda tingkat Provinsi Banten, Tangsel berhasil mendapatkan 1 emas voli indoor putra, 1 emas voli pasir dan 1 perunggu voli indoor putri,” terang Momon kepada nysnmedia.com. Dengan koleksi 2 emas dan 1 perunggu, Tangsel berhak atas piala bergilir ketua umum PBVSI Banten. Prestasi ini sangat membanggakan bagi Kota Tangsel. Lanjutnya, pembinaan yang dilakukan melalui klub, sekolah-sekolah dan bekerjasama dengan Dispora Tangsel sudah berjalan dengan baik. “Saat ini klub yang tergabung dengan PBVSI Tangsel cukup banyak. Namun klub yg melakukan pembinaan dan pembibitan berjenjang ada 5 klub yaitu Kabeot, Tunas, Putra Wonogiri, Darusalam, MVC Cirendeu. Dan, sekarang kami melakukan pembinaan disekolah melalui ekstrakulikuler voli. Terbukti bulan Agustus lalu, PBVSI dengan Dispora Tangsel mengadakan kompetisi antar sekolah dan mendapatkan antusias yang sangat baik. Ada 23 sekolah untuk tim putra dan tim putri 13 sekolah dari jenjang SMP/SMA baik negeri ataupun swasta,” pungkasnya. (pah/adt)

Indonesia Berhasil sabet Dua Mendali Emas pada Korea Open Super Series 2017

Babak Final Kejuaraan Korea Open Super Series 2017 yang berlangsung  di SK Handball Stadium, Seoul, Minggu (17/09) menjadi ladang keberuntungan bagi Indonesia, pasalanya Indonesia bermain apik dan mendominasi Perolehan mendali. Berkat kerja keras, Indonesia berhasil meraih Dua mendali Emas yang di sumbangkan dari pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan rekannya sendiri, Jonatan Christie. Di kutip dari badmintonindonesia.org, Kemenangan pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto mengalahkan pasangan Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua game langsung dengan total skor 21-17 dan 21-18. ini sekaligus membalas pertemuan pertama mereka yang terjadi di Badminton Asia Championships 2017. Saat itu Jordan/Debby kalah 22-24 dan 19-21 dari Wang/Huang. Tak hanya itu, hasil dari  “perang saudara” yang terjadi di sektor tunggal putra, antara Jonatan Christie yang berhadapan dengan Anthony Sinisuka Ginting. pertandingan ini di menangkan oleh Anthony yang berhasil menyabet mendali Emas melalui pertarungan tiga babak dengan hasil skor akhir 21-13, 19-21 dan 22-20. Atas kemenangan Anthony dengan begitu Jonatan Christie menjadi Runner Up pada pertandingan ini. ia menuturkan kepada badmintonindonesia.org, Korean Open Super Series mungkin belum rejekinya, namun ia bersyukur dapat melaju jauh hingga ke Final. Pertandingan Akhir yang mendebarkan dan menjadi penentu satu perolehan mendali Emas melalui sektor Ganda Putra antara Indonesia vs Denmark. pada pertandingan Ini, Kevin Sanjaya Sukamujo/Marcus Fernaldi Gideon di buat kualahan menghadapi pasangan unggulan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. setelah melalui pertandingan panjang tiga babak, Kevin/Marcus kalah dengan prolehan skor 19-21, 21-19 dan 15-21 dalam 68 menit. walaupun tak berhasil menyabet gelar Juara, Kevin/Marcus menjadi Runner Up atas Pertandingan ini. Dengan begitu Indonesia pada ajang Korean Open Super Series berhasil membawa dua gelar Juara dengan perolehan dua mendali Emas dan dua gelar Runner Up dengan Perolehan dua mendali Perak.