Sediakan Kelas Olahraga Bagi Atlet Prestasi, SMPN 1 Tangsel Siap Cetak Bibit Jawara

SMPN-1-Tangsel

Mungkin, banyak yang mendengar jika ingin masuk atau mendaftar ke sekolah maupun universitas ada yang menempuh jalur prestasi bagi atlet-atlet olahraga. Ini yang di terapkan juga oleh SMP Negeri 1 Tangsel sudah lama secara rutin. Setidaknya, ratusan pendaftar ingin menempuh melalui jalur prestasi. Namun biasanya, mereka terlebih dahulu dan harus melalui tahapan tes yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Wakil Kepala Bagian Kesiswaan SMPN 1 Tangsel, Heliana mengatakan, setiap tahun menjaring sedikitnya 32 siswa prestasi di bidang olahraga. “Sekarang ada sekitar 126 siswa prestasi. Tiap kelas ada 32 siswa dari kelas 7, 8 dan 9,” ucap Heliana atau yang biasa disapa Eli. Lebih lanjut, para siswa berprestasi ini memiliki jam khusus untuk berolahraga ketika pulang sekolah. Mereka akan di tentukan jadwalnya sesuai dengan intruksi pelatih, lantaran terdapat atlet prestasi dari cabang olahraga tinju, futsal, taekwondo, karate, voli, bulutangkis, atletik dan pencak silat. “Yang paling menonjol itu ada atlet tinju, karate dan taekwondo karena sudah sampai level yang atas. Saya harap, atlet yang lain bisa terus berlatih dengan giat dan meraih prestasi yang gemilang. Tak lupa, kami terus melakukan pembibitan,” tambahnya. Beberapa alumni SMPN 1 Tangsel pun, saat ini tengah mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV di Semarang, Jawa Tengah. Untuk fasilitas sekolahnya, Eli masih memiliki harapan, menginginkan lapangan futsal yang lebih baik dan juga luas. Menurutnya, dengan begitu para atlet bisa maksimal dalam berlatih. “Sebenarnya sudah ada dua lapangan yang tersedia. Namun, lapangan yang satu belum bisa dipakai meski mempunyai lahan yang luas. Untuk sarana dan prasarana, kami banyak terbantu oleh pengertian orangtua. Kami memang menyediakan perlatan latihan, karena jumlah atlet banyak. Para atlet prestasi membawa perlengkapan sendiri dan orangtua disini sangat mengerti,” papar Eli. (pah/adt)

Setiap Hari Berlatih SepakBola, Sang Ayah Dorong Bakat Anaknya Sekolah Khusus Sepakbola

herjun-sepakbola

Sepakbola di mata masyarakat Indonesia, sudah menjadi pilihan olahraga utama. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua demam dengan olahraga 11 lawan 11 ini. Seperti yang sedang di tekuni oleh pemuda yang bernama lengkap Herjun Harianja merupakan siswa kelas 8 SMP Negri 1 Tangsel. Herjun, mengenal sepakbola dari sang kakak yang juga merupakan pemain sepakbola di level amatir. Melihat talenta sang putra, ayah Herjun langsung menyekolahkannya ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Serpong Jaya. Berbanding terbalik dari sang ayah, ibunda Herjun justru tak setuju putra ke empatnya bermain bola. “Mamah justru nyuruh aku berhenti untuk bermain sepakbola. Tapi, bapak sama kakak terus dukung aku untuk bermain bola,” ujar Herjun. Demi menunjukan kepada ibunda, Herjun berlatih sepakbola setiap hari selepas pulang sekolah. Ya, setiap hari Herjun berteman dengan si kulit bundar untuk meraih prestasi yang membanggakan. “Puji Tuhan, kemarin aku berangkat ke Magelang untuk membela tim pelajar Banten yang berkompetisi di ajang Liga Pelajar U-14 Menpora. Walau hasilnya kurang bagus, tapi aku bisa buktikan ke mamah bahwa aku bisa berprestasi,” terangnya. Pengidola Vladimir Vujovic (Persib Bandung) dan Kante (Chelsea) ini, terus berlatih untuk meraih hasil maksimal di Liga Top Skor U-14 dan Liga Kompas U-14. Remaja kelahiran 22 Juni 2004 yang berposisi sebagi defender atau pemain belakang ini terus menuai segudang prestasi. Harjun bersama timnya sempat merebut beberapa turnamen formal kewilayahan maupun event sepakbola terbuka. – Membela Piala pelajar provinsi Banten 2017 – Juara 3 di SPH – Juara 1 Kacong Cup di Karawang – Juara 1 di Jagat Arsy – Juara 3 di Indramayu – Juara 1 Filur Cup di Bandung Dengan deretan prestasi yang diraihnya, Herjun sering kali di bujuk untuk membela klub-klub sepakbola ternama untuk menjalani latihan. (pah/adt)

Karate: Belajar Dari Pengalaman Pingsan Di Ajang Kompetisi Kopassus, Kini Rizki Lebih Matang Menyambut Piala Panglima TNI

Rizki Putra Hardyansyah yang mulai berlatih karate sejak kelas 3 SD

Atlet Karate harus tahan terhadap pukulan maupun tendangan. Maka dari itu, seorang karateka harus pandai untuk menyerang lawan maupun menghindar dari serangan lawan. Kisah seorang atlet Karate, Rizki Putra Hardyansyah patut di acungi jempol. Lahir dari keluarga atlet, yakni ayah atlet karate, ibu atlet taekwondo dan sang adik atlet karate, membuat Rizki memiliki nilai plus dan perlu di perhitungkan. Sejak kelas 3 SD, Rizki sudah tergabung dalam klub karate Young Tiger. Selain berlatih bersama klub karate, Rizki selalu berlatih bersama ayah dan juga adiknya. Hingga saat ini, Rizki sudah mengikuti berbagai kejuaraan karate baik level Nasional maupun Internasional. Sederet prestasi yang turut membuat namanya melambung diantaranya: – Juara Internasional Open di Jakarta 2015-2016 – Juara Provinsi Banten 2016 -2017 – Juara 3 Asia di Jakarta 2015 – Juara 2 SBY CUP 2016 – Juara 2 Paspampres 2017 Ada peristiwa yang tak bisa di lupakan oleh pelajar kelas 9 di SMP Negeri 1 Tangsel ini. Ketika Rizki bertanding di kompetisi Danjen Kopassus, Rizki harus terkapar akibat tendangan lawan. Dari pengalaman itu, Rizki terus berlatih untuk fokus di setiap pertandingan. “Uluhati saya kena tendang dan saya pingsan. Dari situ, saya belajar untuk fokus dalam setiap pertandingan dan berusaha lebih baik. Bahkan, saya ingin beringas ketika menghadapi lawan,” tegas Rizki. Remaja kelahiran Tangerang 31 Agustus 2003 ini pun, kini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaran Nasional yang diselenggarakan oleh Panglima TNI. “Persiapannya terus berlatih dan sparing partner sama ayah atau adik. Jaga pola makan, pola tidur sama kesehatan. Ayah juga selalu ngasih saran untuk bisa jatuhkan lawan dan jangan takut sama lawan,” jelasnya. Dalam setiap pertandingan yang diikutinya, Rizki selalu meminta restu dan doa kepada kedua orangtua agar meraih kemenangan. (pah/adt)

Walaupun Kalem Di Sekolah, Remaja Ini Ganas Di Matras Saat Menampilkan Bela Diri Taekwondo

arya-taekwondo

SERPONG – Taekwondo merupakan olahraga yang menggabungkan ketangkasan tangan, kaki dan pergerakan tubuh. Seni bela diri ini, berasal dari Korea. Meski berasal dari Korea, bela diri taekwondo juga di gemari oleh masyarakat Indonesia mulai dari semua kalangan. Tak terkecuali, para pelajar Indonesia. Seperti yang di geluti oleh atlet taekwondo, Arya Danu Susilo yang masih duduk di bangku SMP Negeri 1 Tangsel, Sudah mulai mengenal olahraga bela diri taekwondo sejak duduk di kelas 4 SD. Bermula melihat teman yang berlatih, Arya kemudian langsung tertarik untuk mencoba olahraga yang beresiko cedera ini. “Waktu pas main dirumah, ada temen yang lagi latihan taekwondo. Aku liatin gerakannya, kok kayanya seru dan dari situ aku langsung tertarik buat gelutin olahraga taekwondo,” ujar Arya kepada reporter nysnmedia.com. Arya sapaan akrabnya, Siswa kelas 8 ini, sempat menerima tendangan keras ke arah hidungnya disaat latihan dan mengeluarkan darah. Namun, tendangan tersebut tak membuat Arya kapok. Justru, makin tertantang untuk terus berlatih dan berlatih. “Ini memang resiko yang aku terima, malah saat hidung aku berdarah, orangtua aku semakin mendukung untuk terus berlatih dan berprestasi di bidang bela diri taekwondo,” terangnya. Benar saja, berbagai prestasi sudah Arya raih diantaranya. – Juara 1 Banten Open – Juara 1 O2SN tingkat Kota Tangsel – Juara 2 Budi Luhur Cup Remaja kelahiran Jakarta, 29 Februari 2004 yang terbilang pendiam dan pemalu ini, sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaran Baraduta Cup dan Kejuaran di Solo kategori under 55kg. Namun, jika sudah berdiri di atas matras, sosok pendiam dan pemalu berubah menjadi sangar. (pah/adt)