Januari 2019 Duel Kontra China, PSSI Pastikan Pelatih Timnas U-22 Pada 20 Desember

Osvaldo Haay (25) masuk seleksi Timnas U-22. Ia masyhur sebagai winger berkecepatan tinggi. Namun pemuda 20 tahun asal Jayapura ini pernah menghuni pos striker murni bersama timnya, Persebaya Surabaya, di Liga 1 2018. Ia pun pemain multifungsi. Empat pos sanggup dimainkannya, yakni bek kiri, gelandang, sayap, dan penyerang. (medcom.id)

Jakarta- PSSI berjanji akan menetapkan pelatih untuk menangani Timnas U-22, pada 20 Desember. Hal itu diungkapkan langung oleh Sekretaris Jendral, Ratu Tisha. Jabatan pelatih Timnas U-22 memang menjadi salah satu posisi yang harus segera diisi. Tim ini nantinya akan mengikuti tiga turnamen penting sepanjang 2019, yakni Piala AFF U-22, Kualifikasi Piala Asia U-23 2019, dan SEA Games 2019. Selain itu, PSSI juga akan segera menunjuk arsitek tim, yang akan mengawal Timnas Senior dan Timnas Putri. “Penetapan pelatih (Timnas U-22) saat 20 Desember. Penetapan pelatih ini mekanismenya harus melalui rapat exco. Sudah ada beberapa kandidat untuk segera diangkat sebagai pelatih,” ujar Ratu Tisha, di Hotel Sultan, pada Jumat (7/12). Namun posisi juru racik untuk skuat senior dan timnas Putri, federasi sepak bola Indonesia itu baru akan menetapkannya paling lambat, saat kongres tahunan, Januari mendatang. “Yang mepet agendanya adalah timnas putri, untuk persiapan Pra Olimpiade putaran kedua. Sebab, pada 1 april mereka harus tampil,” tambahnya. Timnas putri Indonesia dipastikan lolos ke putaran kedua Kualifikasi Olimpiade 2020. Itu setelah, mereka lolos dengan status runner-up grup D, di putaran pertama. Pada putaran kedua nanti, akan diikuti 12 tim, yang akan terbagi dalam tiga grup. Babak tersebut akan digelar pada 1-9 April 2019. “Untuk pelatih timnas senior dan wanita, mungkin penjajakannya memerlukan waktu lebih lama. Saya belum tahu bisa diputuskan tanggal 20 atau tidak, tapi kita memiliki deadline sebelum kongres, bahwa tiga timnas itu sudah ada pelatih, dan pada Januari serentak melakukan persiapan,” tegasnya. Pernyataan Tisha tersebut mengisyaratkan kuat, jika PSSI akan segera memisah jabatan pelatih Timnas senior dan Timnas U-22. Sebelumnya, dua jabatan itu diemban oleh Luis Milla, selama hampir dua tahun terakhir. “Jadwalnya, kami akan segera siapkan proses pemusatan latihan pada awal Januari 2019, dan kami sedang menyiapkan agenda uji coba menghadapi China U-22 pada 27 Januari 2019, terlepas siapa pun nanti pelatihnya,” lanjut Tisha. Timnas U-22 menjadi tim yang paling pertama menjalani rangkaian kompetisi internasional, pada 2019. Tim Garuda Muda tampil di event Piala AFF U-22 2019, di Kamboja pada Februari hingga Maret 2019. Di ajang itu mereka tergabung di grup B, menghadapi Myanmar, Singapura, Malaysia, dan tuan rumah, Kamboja. Usai dari Kamboja, dilanjutkan dengan fase kualifikasi Piala AFC U-23 2020, di Vietnam, pada akhir Maret 2019. Dalam Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, Tim merah putih muda akan menghadapi Thailand, Vietnam, dan Brunei Darussalam. (art)

Derby Denpasar di Final Turnamen Basket ASW Cup 2018, Skuat Elite Juara KU-14 Usai Bantai Merpati

Skuat tim Elite Denpasar KU-14, usai menerima kalungan medali dan hadiah, yang diserahkan Owner All Star Winner (ASW) Sport, Ali Santoso Wibowo (kanan), di GOR Ngurah Rai Denpasar, pada Sabtu (8/12). Di final, mereka mengalahkan tim Merpati Denpasar dengan skor telak, 70-31. (wartabalionline.com)

Denpasar- Tim Elite Denpasar tampil sebagai juara Turnamen Basket Antarklub Nasional KU-14 putra All Star Winner (ASW) Cup 2018, setelah pada laga pamungkas turnamen selama sepekan itu, membantai rival sekotanya, tim Merpati Denpasar dengan skor telak, 70-31, di GOR Ngurah Rai Denpasar, Sabtu (8/12). Sejak kuarter pertama hingga keempat, Elite mendominasi jalannya pertandingan. Permainan Michael Owen, Elgi, Gusbim, Renata dan Gung Gus tampaknya membuat sayap-sayap Merpati tak berdaya dalam laga ‘derby Denpasar’ penuh prestise dan gengsi itu. Elite pun pantas menyandang juara sejati. Mereka sukses menyapu bersih lima laga yang dimainkan dengan kemenangan, termasuk mengalahkan dua tim tamu luar Bali, Sonic Samarinda dan Juanda Bogor. Bagi anak-anak Merpati, kekalahan di tangah Elite merupakan yang ketiga, setelah sebelumnya dipecundangi Juanda dan Sonic. Penderitaan Merpati seolah makin lengkap, setelah dalam laga eksebisi KU-12 juga terhempas. Lagi-lagi skuat Merpati KU-12 harus mengakui keunggulan Elite KU-12 dengan skor 26-27. Hasil eksebisi KU-12 lainnya, Tim Tulikup KU-12 berhasil mengungguli Kijang KU-12 dengan skor 21-18. Dengan sukses ini, Elite KU-14 dan KU-12 mendapat kalungan medali emas sekaligus hadiah uang pembinaan Rp 3 juta yang langsung diserahkan Owner ASW, Ali Santoso Wibowo, pengusaha lokal Bali yang juga mantan pemain basket. Ini even kedua yang digeber ASW Sport di pengujung 2018 ini, setelah sebelumnya Kadispora Cup 2018. ASW Sport merupakan merek dagang baru di dunia bola basket tanah air yang didirikan Ali dan sudah lama berkecimpung dalam dunia bisnis. Dengan suksesnya dua even yang sudah berjalan ini, membuat Ali makin berminat menggelar even berikutnya, demi memajukan dunia perbaskaten Bali. Ketua Panitia ASW Cup 2018, Cokorda Raka Satrya Wibawa mengaku bersyukur, turnamen yang dimulai sejak Minggu (2/12) berjalan lancar, meski diwarnai aksi ‘pemboikotan’ wasit-wasit yang ditugaskan Pengprov Perbasi Bali. Dari enam wasit yang diajukan Panpel ke Perbasi Bali, tak satu pun menjalankan tugasya karena alasan kesibukan. (Adt)

Cari Bibit Muda Atlet Dari Kejurnas Estafet 2018, Jabar Dominasi 4×100 Meter U-18 Putri dan 4×400 U-20 Putra

Tim estafet 4x400 meter U-20 kontingen Jawa Barat (biru), sukses meraih gelar juara, pada Kejurnas Estafet 2018, di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (9/12). (istimewa)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) mencari bibi muda atlet estafet Indonesia melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Estafet 2018, di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (9/12). Hal itu dikatakan Eni Sumartoyo, Pelatih Estafet PASI, dalam event ini. Menurutnya, event ini digelar sebagai bagian dari proses regenerasi.”Karena ada atlet-atlet yang sudah harus pensiun. Sehingga yang muda-muda inilah yang nantinya akan menggantikan mereka. Tapi, yang menjadi juara di Kejurnas ini tidak otomatis masuk Pelatnas tahun depan,” ujar Eni. Disebutkannya, masih ada seleksi yang harus dilalui dengan melibatkan tim khusus talent dari PASI guna menilai bakat para atlet muda itu. Selain itu, tambah Eni, dua kejuaraan internasional pada Maret 2019, yaitu SEA Youth di Filipina dan Asian Youth di Hong Kong juga akan menjadi ajang seleksi para atlet muda Indonesia itu. “Dari dua kejuaraan itu, nantinya kami sekaligus menyeleksi siapa saja yang memiliki bakat dan potensi,” terang Eni. Pada Kejurnas Estafet 2018 mempertandingkan tujuh nomor. Yakni 5×80 meter estafet U-14 putra-putri, 4×100 meter estafet U-18 putra-putri, 4×400 meter estafet U-20 putra-putri, dan 4×400 meter estafet senior mix. Sementara itu, kontingen Jawa Barat (Jabar) berhasil mendominasi nomor 4×100 meter estafet U-18 putri dan 4×400 meter estafet U-20 putra. Sedangkan Jawa Timur (Jatim) tampil sebagai yang terbaik di nomor 4×400 meter estafet U-20 putri dan 4×400 meter estafet senior mix. Lalu tim Jawa Tengah (Jateng) sukses membawa pulang juara nomor 4×100 meter estafet U-18 putra. Untuk nomor 5×80 meter estafet U-14 putra, sukses dimenangi sekolah atletik MTR 72. Lalu, sekolah atletik Jayakarta 16 menjadi kampiun di nomor 5×80 meter estafet U-14 putri. (Adt)

Uni Papua Kerja Sama Dengan Sekolah Kristen Calvin, Lakukan Program Pembentukan Karakter Siswa

Pendiri dan CEO Uni Papua, Harry Widjaja, bersama Koordinator sekolah Kristen Calvin Jakarta, Ivan Kristiono (kiri), bersepakat untuk mengadakan kerjasama selama dua tahun, yakni pada 2019-2020. Kesepakatan tersebut dilakukan di Menara Calvin, Komplek RMCI Kemayoran, Jakarta Pusat, pada sabtu (8/12). (Uni Papua)

Jakarta- Perkumpulan sepakbola Uni Papua bekerjasama dengan Sekolah Kristen Calvin Jakarta untuk mengembangkan pembinaan dalam dunia sepak bola. Keduanya pun akan menikat kesepakatan dengan tim kasta kedua Liga Spanyol, RD Numancia, dalam waktu dekat. Perkumpulan sepak bola Uni Papua merupakan organisasi yang menggunakan sepak bola sebagai alat pembentukan karakter. Organisasi yang turut mengkampanyekan “Football For Peace Indonesia” baru saja menandatangani kerja sama dengan Sekolah Kristen Calvin Jakarta untuk menangani program pembentukan karakter siswa. Program tersebuitu berupa pembinaan anak-anak yang mempunyai minat, bakat, dan talenta di sepak bola. Pertengahan 2018, Uni Papua memberikan coaching clinic selama lima hari kepada sekitar 40 pendidik, mulai dari guru-guru, hingga kepala sekolah Kristen Calvin dari SD, SMP dan SMA. Kegiatan itu bertujuan untuk memperkenalkan metode dan materi pelatihan yang akan diberikan kepada siswa-siswi. Sekolah Kristen Calvin adalah salah satu sekolah swasta terbaik di Jakarta, dan salah satu keunggulan sekolah ini adalah dalam bidang science dan musik. Pendiri dan CEO Uni Papua, Harry Widjaja, bersama Koordinator sekolah Kristen Calvin Jakarta, Ivan Kristiono, bersepakat untuk mengadakan kerjasama selama dua tahun pada 2019-2020. Kesepakatan tersebut dilakukan di Menara Calvin, Komplek RMCI Kemayoran, Jakarta Pusat, pada sabtu (8/12). “Kami ingin memperlengkapi murid sekolah Kristen Calvin dengan pendidikan dan pembentukan karakter, yang lebih kreatif dan sesuai minat mereka, salah satunya dengan menggunakan sepak bola yang dimiliki oleh Uni Papua”, ucap Ivan. Ada enam personel dari Uni Papua yang akan terlibat, dan empat asisten pelatih dari cabang Uni Papua Indonesia. “Uni Papua secara konsisten dan telah berkomitmen untuk bekerjasama dengan berbagai pihak yang ingin membina generasi muda Indonesia untuk membentuk karakter mereka. Nilai-nilai hidup dan karakter yang baik adalah modal besar bagi anak-anak untuk mencapai cita-cita mereka,” tukas Harry. Melalui kerjasama ini, Uni Papua berharap akan muncul dari sekolah Kristen Calvin anak-anak yang berminat melanjutkan studi di bidang Sport Science, Sport Management, dan industri olahraga khususnya sepak bola. Uni Papua telah mempersiapkan program selama dua tahun yang akan dikerjakan bersama-sama Sekolah Kristen Calvin. “Dari Uni Papua itu ada Kepala Pelatih sepak bola sosial, Frans Paraibabo, Ahmad Maulana Sirath, Chandra Kuosasih, Germany Bationo, dan Pelatih Pengarah dari Uni Papua berlisensi AFC B yaitu Albert Rudiana nanti juga akan terlibat, serta coach educator, Hirma Sjarif,” lanjut Harry. Uni Papua dan Sekolah Kristen Calvin Jakarta dalam waktu dekat akan mengundang perwakilan La Liga Spanyol, dan kontestan Segunda Division Spanyol, CD Numancia, untuk mulai menjajaki kerja sama. Selain itu, Coaches Across Continents, salah satu organisasi pelatihan dari Amerika Serikat juga siap melakukan coaching pada 2019. (Adt)

Menang Adu Penalti, Bara FC Tundukkan Timnas Pelajar U-15 Dan Juarai Bali IFC 2018

Skuat Badung Ragunan (Bara) FC akhirnya menjuarai Bali International Football Championship (IFC) U-15 2018 Piala Menpora, yang diikuti 12 tim dari sembilan negara. Di partai final melawan Timnas Pelajar U-15, pada Sabtu (8/12), mereka unggul 5-4 (6-5) dalam adu tendangan penalti, setelah di waktu normal kedudukan berahkir sama kuat 1-1. (Kemenpora)

Badung- Tendangan penalti Arya Wijaya yang gagal dihalau penjaga gawang Timnas Pelajar U-15, Muhammad Rafi, membawa Badung Ragunan (Bara) FC juarai Bali International Football Championship (IFC) U-15 2018 Piala Menpora yang diikuti 12 tim dari sembilan negara. Laga final Bali IFC 2018 Piala Menpora di Stadion Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Sabtu (8/12), harus diakhiri dengan adu tendangan penalti, setelah pada pertandingan waktu normal kedudukan sama kuat 1-1. Dari lima pemain yang menjadi algojo, empat tendangan masing-masing tim menjadi gol sehingga kedudukan sama kuat 4-4. Tendangan penalti akhirnya masuk putaran kedua. Bara FC yang menurunkan Arya Wijaya, sukses menjebol gawang timnas yang dikawal oleh Muhammad Rafi, sehingga membuat kedudukan akhir 5-4 (6-5). Sebagai tim yang tak diunggulkan, pemain Bara FC langsung meluapkan kegembiraannya dengan membuka baju untuk merayakan kemenangan. Kondisi berbeda terjadi pada pemain Timnas Pelajar U-15 yang tertunduk lesu di lapangan seakan tak percaya dengan hasil pertandingan. Menpora Imam Nahrawi yang hadir didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta, menyaksikan secara langsung partai puncak ini memang dibuat tertegun dengan pola permainan yang diperagakan pemain-pemain muda Indonesia. Kedua tim bermain maksimal meski sama-sama dari Indonesia. “Bagus. Keren banget. Mereka mainnya lepas. Yang luar biasa, mereka sangat total mainnya tanpa ada beban, dan kita tahu permainan mereka sangat pantas untuk dinamakan sebagai tim yg mewakili Indonesia,” tukas Imam, usai pertandingan. Pertandingan antara Timnas Pelajar U-15 melawan Bara FC berlangsung ketat sejak awal babak pertama. Saling serang terus terjadi karena kedua tim memiliki materi pemain yang hampir sama. Hanya saja timnas yang dilatih oleh Firman Utina harus kebobolan terlebih dahulu, lewat Asdi Ohorella pada menit 13. Kondisi tertinggal membuat skuat Timnas yang dipimpin Syukran Arabia Samual meningkatkan tempo permainan. Akhirnya Ardi Ardiana mampu menyamakan kedudukan pada menit 20. Pertandinganpun bertambah seru setelah kedudukan sama kuat 1-1. Hanya saja hingga babak pertama usai kedudukan tidak berubah. Memasuki babak kedua, kedua tim tetap melakukan hal yang sama. Jual beli serangan terutama dari sayap terus terjadi. Penonton yang setiap di luar pagar juga tak kalah dalam memberikan dukungan.Hanya saja hingga pertandingan usai tidak ada tambahan gol sehingga pertandingan harus diselesaikan dengan adu tendangan penalti . Bali Internasional Football Championship (BIFC) 2018 merupakan turnamen internasional pertama yang digagas Kemenpora. Selain untuk mencari bibit pemain potensial, kejuaraan ini juga untuk meningkatkan sport tourism. “Kami akan dorong supaya sport tourism berjalan bareng. Badung punya potensi luar biasa, lapangannya keren banget. Desa lain di seluruh Indonesia perlu tiru Badung. Di sisi lain, kompetisi ini jadi hal baru bagi kita, karena semakin sering selenggarakan kompetisi internasional maka semakin baik,” pungkas Menpora. (Adt)

Pantau Pemain Berbakat di Astec Open Championship 2018, Susy Susanti : Ini Bibit Pelatnas !

Tunggal putri PB Exist Jakarta, Irgi Apprilia Hizkia Rifa Putri, menjuarai Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018, usai menekuk Gracia Ruth Tri Kusumastuti Sanyoto (Daihatsu Candra Wijaya), 21-10, 21-10. (topskor.co.id)

Jakarta- Kejuaraan Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018 memasuki fase puncak. Ajang ini berlangsung sejak 3 Desember, mencapai final pada Sabtu (8/12), di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Kejuaraan ini menghasilkan pemain berbakat yang berpotensi disumbangkan ke pelatnas. Dalam gelaran tahun ini terlihat banyak pemain potensial. Salah satunya adalah Briliandri Christianto dari Exist Jakarta yang keluar sebagai tunggal putra kelompok taruna. Di final, Briliandri unggul dari Damas Mawardi Putra dari (Candra Wijaya Jayabaya). Skor pertandingan selesai dengan 19-21, 21-10, 21-6. “Saya ingin masuk pelatnas di Cipayung. Itu impian saya sejak kecil,” kata pemuda yang pada 2 Januari nanti genap berusia 17 tahun. Brili adalah kampiun Daihatsu Astec seri Bandung. Lalu ada Irgi Apprilia Hizkia Rifa Putri. Pemain jangkung kelahiran Jakarta 30 Maret 2003, yang membela PB Exist ini, tampil sebagai yang terbaik. Di final tunggal putri remaja putri, Irgi mengalahkan Gracia Ruth Tri Kusumastuti Sanyoto (Daihatsu Candra Wijaya), 21-10, 21-10. “Saya bercita-cita jadi juara dunia. Makanya saya ingin bisa masuk pelatnas,” tutur Irgi. Pada 2017 di event yang sama, Irgi juga menjadi kampiun di nomor ini. Kemudian ganda berbakat di kelompok taruna putra, Maulana Chrissandi/Viorel Joan Fernando menjadi juara. Wakil dari Jaya Raya ini, menghentikan Ali Akbar/Dimas Satria Aji (Daihatsu Candra Wijaya), 21-10, 21-17. Bakat menonjol pun diperlihatkan Hendry Leander, di tunggal anak-anak putra. Pemain binaan Djarum Kudus ini, di final mengalahkan rekan satu klub, yaitu M. Afiq Dzakwan, 18-21, 21-17, 21-12. Ketua panitia Susy Susanti mengatakan, kejuaraan yang didukung Daihatsu ini, diharapkan lahir bibit pemain potensial. Apalagi tahun ini kejuaraan ini digelar di 10 kota besar di Tanah Air. “Turnamen ini digunakan sebagai ajang pembinaan dan penyaringan atlet berbakat guna disumbangkan bagi timnas Indonesia. Semua kami lakukan untuk mengembalikan kejayaan prestasi bulutangkis Indonesia,” kata Susy yang juga Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI. Sementara Tetsuo Miura, President Director PT Astra Daihatsu Motor, mengatakan pihaknya sangat bangga turut terlibat dalam event pembinaan bulutangkis di Indonesia. Itu karena bulutangkis merupakan cabang berprestasi. “Kami berharap dari turnamen Daihatsu Astec Open ini, dapat menjaring dan memunculkan generasi baru atlet bulutangkis Indonesia yang nantinya dapat berkontribusi pada kejayaan bulutangkis nasional hingga ke kancah internasional,” kata Miura. Dan rencananya, turnamen ini mendapat perhatian PB PBSI dengan menaikkan level penyelenggaraannya. PBSI segera menaikkan level Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship menjadi Sirkuit Nasional B, di tingkat regional dan Swasta Nasional, di Jakarta. Kenaikan status turnamen yang merupakan kolaborasi Daihatsu dengan Alan & Susy Technology (ASTEC) menjadi Sirkuit Nasional (Sirnas) B ini, berarti makin membuka peluang bagi para pemain untuk mengikuti seleksi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Event ini digelar secara serial di 10 kota besar di Indonesia yang berlangsung sejak Februari hingga Desember 2018. Penyisihan tingkat regional dilakukan di Bandung, Denpasar, Makassar, Yogyakarta, Pontianak, Batam, Padang, Banjarmasin, Manado dan berakhir di grand final di Jakarta pada 3-8 Desember. Grand final dihelat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Antusiasme atlet mengikuti turnamen ini sangat besar dengan membukukan jumlah peserta mencapai 7.050 pemain dari 10 kota penyelenggara. Tak hanya peserta lokal, turnamen ini juga diikuti pemain dari Malaysia, Jepang, Prancis dan Inggris. Turnamen yang memasuki edisi ketiga ini dibagi menjadi tujuh kategori berdasarkan umur dari U-11, U-13, U-15, U-17, dan U-19. Selain laga, di setiap penyelenggaraan di daerah dilakukan coaching clinic yang melibatkan Susy dan Alan Budikusuma, pasangan peraih emas Olimpiade Barcelona. (Adt)

Dukung Indonesia, Komunitas Golf Filipina Galang Dana Pendidikan Lewat Turnamen

Komunitas Golf Filipina menggalang dana pendidikan lewat turnamen yang berlangsung di Senayan National Golf Club, Jakarta, Minggu (9/12). Event ini untuk menggalang dana pembangunan dan perawatan perpustakaan di Indonesia. (ilustrasi)

Jakarta- Komunitas golf Filipina siap mengikuti turnamen amal Filipino Community in Indonesia (Filcomin) Charity Golf Tournament yang berlangsung di Senayan National Golf Club, Jakarta, pada Minggu (9/12). Dilansir beritsatu.com, Turnamen ini untuk menggalang dana pembangunan dan perawatan perpustakaan di Indonesia. Asosiasi pecinta golf warga Filipina yang tinggal di Indonesia ini mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia. Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Lee Hiong Wee mengatakan turnamen digelar dengan format 18 hole. Ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan sebagai wadah mempererat hubungan masyarakat Filipina dan Indonesia. Dana yang terkumpul nantinya disalurkan untuk membantu sekolah-sekolah umum di Indonesia. “Turnamen golf penggalangan dana bantuan ini menunjukkan simpati Komunitas Filipina di Indonesia, untuk komunitas lokal di Indonesia. Dana yang dikumpulkan bertujuan menghadirkan perpustakaan di sekolah-sekolah umum di Indonesia,” ujar Lee di Kantor Kedutaan Besar Filipina ketika dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (8/12). Lee mengatakan program penggalangan dana untuk membangun perpustakaan itu sudah berlangsung sejak 2013 yang juga bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan Rotary Club Indonesia dan sekretariat ASEAN. “Ini adalah turnamen golf pertama kali yang digelar Filcomin untuk menggalang dana sosial. Kami akan pertimbangkan untuk menghadirkan atlet pada penyelenggaraan tahun berikutnya karena Filipina berhasil meraih 2 medali emas pada cabang golf Asian Games 2018 lalu,” kata Lee. Presiden Asosiasi Golf Filcomin, Riche Tiblani mengatakan, 200 pegolf yang akan mengikuti turnamen di Senayan itu terdiri dari peserta pemain golf dan bukan pemain golf asal Filipina. “Dana yang akan kami kumpulkan nanti cukup untuk biaya pembangunan dan perawatan perpustakaan. Bantuannya pun tak hanya buku, namun peralatan olahraga dan peningkatan kompetisi Bahasa Inggris,” katanya tentang target dana yang akan dikumpulkan dari permainan 18 hole di Senayan itu. Tiblani mengatakan organisasinya bersama Rotary Club telah menggalang dana hingga 1,2 juta dolar yang disalurkan melalui Badan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Dana Darurat bagi Anak-Anak (UNICEF) untuk proyek kesehatan dan pendidikan. “Kami juga turut membantu para korban bencana alam di Palu dengan membangun rumah yang juga bekerjasama dengan organisasi-organisasi internasional,” katanya. Filcomin, lanjut Tiblani, berharap hubungan masyarakat Filipina dan Indonesia akan semakin kokoh dengan penyelenggaraan turnamen golf dan penggalangan dana itu. (Adt)

Bara FC Singkirkan Malaysia, Piala Menpora Bali IFC U-15 2018 Milik Indonesia

Bara FC (merah), sukses mengikuti langkah Timnas Pelajar U-15, yang lolos ke babak final Bali International Football Championship (IFC) U-15 Piala Menpora 2018, setelah menundukkan wakil Malaysia, Felda United, dengan skor 2-0, yang berlangsung di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Jumat (7/12). (kemenpora)

Badung- Bara FC sukses mengikuti langkah Timnas Pelajar U-15 yang melaju ke babak final Bali International Football Championship (IFC) U-15 Piala Menpora 2018, setelah menundukkan wakil Malaysia Felda United dengan skor 2-0, yang berlangsung di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Jumat (7/12). Bara FC, seperti halnya Timnas Pelajar U-15, merupakan wakil Indonesia di ajang Internasional pertama, kejuaraan bagi pesepakbola muda di Tanah Air. Sehari sebelumnya, Timnas Pelajar Indonesia U-15 lolos ke final setelah menang 3-1 dari Hubei, wakil Tiongkok pada Kamis (6/12). Meski menang, perjalanan Bara FC ke final tidak mudah. Felda yang membuat kejutan lolos ke semifinal mampu merepotkan anak asuh Bambang Warsito itu. Hingga akhirnya Muhammad Reza, mampu memecah kebutuhan pada menit 17. Itupun melalui titik pinalti. Kondisi ini bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Bara FC meningkatkan tempo permainan. Tekanan demi tekanam terus dilakukukan terutama dari sayap. Akhirnya upaya untuk menambah gol membuahkan hasil setelah tendangan Ahmad Athallah Araihan, gagal diantisipasi oleh kiper Felda. Bara FC jadi unggul 2-0 dan bertahan hingga pertandingan usai. “Ini sesuai skenario. Lawan menyerang dari sayap dan bisa diantisipasi. Anak-anak bermain dengan tenang. Makanya kita mampu memenangkan pertandingan,” ungkap Bambang usai pertandingan. Menghadapi Timnas Pelajar U-15 di partai final pada Sabtu (8/12), Bambang mengatakan peraih predikat juara pastinya ditentukan oleh kesiapan masing-masing kesebelasan, disamping dia juga sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi tim yang diarsiteki oleh Firman Utina itu. “Timnas Pelajar U-15 punya pertahanan yang kokoh, tapi ada celah di sisi kiri, yang bisa dimanfaatkan. Namun, mereka punya striker dan gelandang yang cepat, sehingga kami harus mengantisipasi itu dan wajib mengunci dua pemain itu,” tegas Bambang. Dalam kesempatan terpisah, Firman mengatakan siap menghadapi tim yang merupakan gabungan antara pemain Badung, SKO Ragunan dan PPLP. Meski demikian, ia sebenarnya lebih suka jika lawannya di babak penentuan merupakan klub luar negeri. Karena bakal ada ilmu baru yang didapat. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku senang dengan terjadinya All Indonesian Final di Bali IFC U-15 Piala Menpora 2018 ini. Deputi III Kemenpora Raden Isnanta mengatakan lolosnya Timnas Pelajar dan Bara membuktikan kualitas sepakbola usia muda Indonesia sudah berlevel internasional. “Kedua tim memperlihatkan perlawanan yang tangguh ketika harus melawan klub asal Malaysia, Thailand, Filipina, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Itu membuktikan kita memang bisa bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara, Asia dan semoga tembus level dunia yang merupakan cita-cita kami selama ini,” kata Isnanta. Turnamen yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diikuti 12 tim dari sembilan negara. Selain Timnas Pelajar dan Bara FC, tuan rumah Indonesia juga menurunkan tim Bali All Stars untuk menggantikan Timor Leste. Hanya saja tim ini gagal lolos ke babak semifinal. Sedangkan tim asing yang turun adalah Jepang (Progresso Sano FC), Cina (Hubei FA), Australia (Western Football), Korea Selatan (Busan Football Academy dan Gyeongnam Changnyeong SC), Filipina (Apuesto Bueno United FC), Thailand (Cruzeiro Academy Asia), Malaysia (Felda United FC) dan Singapura (Sporting CF SA). (Adt)

Usung Konsep Baru, Junior DBL Siap Kolaborasi Internasional di Akhir 2019

Junior DBL atau kompetisi basket pelajar tingkat SMP, yang konsisten digelar sejak 2005, bakal mengusung konsep baru pada 2019 nanti. Serta, akan melibatkan kolaborasi internasional. (DBL)

Surabaya- Konsisten digelar sejak 2005, JRBL (Junior Basketball League) dipastikan akan naik level pada 2019. Kompetisi basket pelajar tingkat SMP ini bakal mengusung konsep baru. Serta, melibatkan kolaborasi internasional. Seperti sang ‘kakak’, Honda DBL (Developmental Basketball League), yang telah diakui sebagai kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air, JRBL akan diawali dengan rebrand atau penggantian nama liga menjadi Junior DBL. Perubahan ini, sudah dirilis sejak November lalu. Pada babak penyisihan dimulai di Surabaya. Babak utama akan digelar pada Januari 2019, di DBL Arena Surabaya. Namun, masih dengan konsep lama seperti tahun sebelumnya. Sedangkan, konsep baru Junior DBL, akan diterapkan penuh pada season 2019. Menurut rencana, Junior DBL 2019 akan digelar di tujuh kota, di tujuh provinsi. Yakni, Surabaya, Jogjakarta, Solo, Bandung, Jakarta, Balikpapan, dan Denpasar. Tip-off musim baru (Junior DBL) dimulai Oktober 2019. “Banyak upgrade yang kami lakukan. Tujuannya, agar kompetisi yang melibatkan student-athlete level SMP ini (Junior DBL) membesar, seperti Honda DBL,” ujar Masany Audri, Direktur DBL Indonesia. Digelar sejak 2005 di Surabaya. Kompetisi basket tingkat pelajar SMP ini semula diputar hanya sebagai pendukung liga SMA (DBL). Lalu, pada 2015, event ini diperluas pelaksanaannya di tujuh kota dari enam provinsi di Indonesia. Lebih dari 6.000 student-athlete berpartisipasi dan melibatkan lebih dari 170.000 penonton. Seiring pertumbuhan secara spektakuler itu. DBL Indonesia selaku penyelenggara, bertekad memperbesar Junior DBL. Mengiringi bentuk model pengembangan DBL yang akhirnya dimainkan di setiap wilayah di Indonesia. Sama seperti DBL, Junior DBL nantinya, tak hanya mengakomodir passion para siswa SMP di bidang basket. Juga ada ajang lain yakni kompetisi dance, serta jurnalistik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ini. (Pras)

Singkirkan Pembuat Kejutan, Gracia Ruth Kantongi Tiket Final Astec Open Championship 2018

Pebulutangkis tunggal remaja putri dari tim Daihatsu Candra Wijaya, Gracia Ruth Tri Kusumastuti Sanyoto (kaos biru) melaju ke final Astec Open Badminton Championship 2018. Ia menang atas Alivia Nadifah Salma (Mutiara Cardinal Bandung), rubber game, 21-14, 17-21, 22-20, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12). (Adt/NYSN)

Jakarta- Pertarungan ketat tersaji pada semifinal Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018, di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/12). Tunggal remaja putri asal Daihatsu Candra Wijaya, Gracia Ruth Tri Kusumastuti Sanyoto, sukses mengantongi tiket final. Gracia menyingkirkan wakil Mutiara Cardinal Bandung, Alivia Nadifah Salma, dalam drama pertarungan melelahkan tiga gim. Melakoni laga empat besar, Gracia sempat meraih kemenangan di gim pertama dengan skor 21-14. Namun, Gracia harus menyerah di gim kedua akibat kelelahan yang membuatnya kehilangan fokus dalam bermain. Alhasil, ia harus melepas gim ini dengan skor 17-21. “Di gim kedua, capek banget, jadi nggak fokus mainnya,” ujar Gracia usai laga. Di awal gim ketiga, Gracia justru seolah sulit berkembang. Akibatnya, Salma yang membuat kejuatan usai menyingkirkan dua pemain unggulan ini, dengan mudah memundi poin demi poin. Namun, seolah tak ingin membuang kesempatan, Gracia pun berusaha fight dan ngotot. Tertinggal 17-20 dari Salma, siswi SMAN 10 Tangerang Selatan ini perlahan mengejar defisit poin. Kesalahan demi kesalahan Salma, memberi keuntungan dara kelahiran Sidoarjo, 29 Desember 2002, hingga memaksa kedudukan imbang 20-20. Dan bola pengembalian Salma yang melebar ke sisi kiri garis pertahanan Gracia, memastikan anak didik Gesti Prayitno itu mengunci laga dengan skor 22-20, sekaligus mengantongi tiket final. “Di gim ketiga, main nahan dan safe. Mikirnya harus fokus sama pertandingan. Lawan juga kewalahan kalau bolanya di cepat,” tukas Gracia. Sementara itu, Gesti mengaku bila anak didiknya tersebut tampil di bawah performa, akibat kondisi fisiknya yang menurun. “Tadi mainnya tinggal mau nahan atau nggak saja. Pelan-pelan dan sabar bisa menambah poin. Apalagi lawan juga sering mati sendiri bolanya,” terang Gesti. “Di gim terakhir, saya bilang ke dia, ayo tahan, satu-satu dulu, karena posisinya sudah ketinggalan 17-20. Lawan juga nafsu mainnya, jadi sering melakukan kesalahan sendiri,” cetusnya. Menghadap laga final, Gesti berpesan agar anak didiknya itu bermain sebaik mungkin. “Recovery fisiknya juga harus cepat, dan main all out. Seharusnya dia bisa juara, karena lawannya pernah dikalahkan saat Superliga Junior 2018 lalu,” tegas Gesti. Di final, Sabtu (8/12), Gracia akan menantang pemain unggulan tiga, Irgi Apprilla Hizkia Rifa Putri, asal PB Exist Jakarta. Irgi menghentikan lajur rekan satu klubnya, Imtiyaz Yasmin (8), rubber game, dengan skor 23-25, 21-10, 21-10, selama 59 menit. “Karena pingin banget masuk final, yang penting main bagus. Untuk besok (Sabtu, 8/12), saya akan kurangi kesalahan sendiri dan harus lebih fokus lagi,” tegas Irgi. (Adt)

Atlet Pelatnas Tampil Lesu di IOC 2018, PRSI : Perenang Junior Bisa Ancam Seniornya

Atlet renang putra gaya punggung, yang tampil dalam event 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018, Stadion Akuatik GBK, Jakarta, 1-5 Desember, berpose sejenak sebelum tampil bertanding. Mereka adalah Farrel Armandio Tangkas (kiri), I Gde Siman Sudartawa dan Rick Anggawijaya. (kompas.com)

Jakarta- Perlombaan renang di 2nd Indonesia Open Aquatic Championship (IOC) 2018 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta berakhir. Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) mengantongi nama-nama perenang baru. PRSI memanfaatkan ajan ini sebagai seleksi awal perenang menuju pelatnas 2019. Hasil dari perenang yang tampil pada Sabtu (1/12) hinngga Rabu (5/12), akan segera dievaluasi. Secara garis besar, penampilan perenang pelatnas kurang sip. Sementara, nonpelatnas memberikan kejutan, yakni mengalahkan senior yang juga pelatnas. Wakil Ketua PRSI, Harlin E. Rahardjo akan mempertimbangkan atlet-atlet non pelatnas yang berprestasi masuk pelatnas 2019, kendati harus disesuaikan juga dengan limit yang ditetapkan PRSI, dilansir detik.com. “Ini banyak perenang baru. Jika juara pasti kami pertimbangkan. Tinggal limitnya disesuaikan dengan kami. Seperti Reza Bayu Prasetyo (18 tahun), dia peringkat dua tapi pantas masuk pelatnas, karena sebagai sparring atlet pelatnas, Aflah Fadlan Prawira,” kata Harlin, di Stadion Akuatik, Senayan, Rabu (5/12). Harlin mengungkapkan beberapa nama lain yang muncul, seperti Farrel Armandio Tangkas (17 tahun), peraih medali emas nomor 200 meter gaya punggung, dengan catatan waktu 2 menit 03,33 detik. Dia mengalahkan seniornya, Ricky Angga Wijaya, yang meraih medali perak 2 menit 05,46 detik. Farrel adalah perenang Jawa Barat, kelahiran Surabaya, 22 Desember 2001. Siswa SMAN 3 Bandung ini merupakan aset renang merah putih yang siap berprestasi. Pada Oktober lalu, Farrel adalah salah satu atlet Indonesia, yang tampil di Buenos Aires, Argentina, dalam event Youth Olympic Games 2018. Lalu, prestasi Reza Bayu, perenang kelahiran Bekasi 21 Februari 2000, yang berhasil mendekati Fadlan, paska membukukan waktu 16 menit 05.25 detik di nomor 1500 gaya bebas putra. Fadlan meraih emas di nomor sama, setelah menjadi yang tercepat, dengan catatan waktu 15 menit 33.96 detik. Kemudian, aksi atlet nonpelatnas asal Sumatra Utara, Muhammad Fachri Tunjung, yang jadi kampiun nomor 50 meter gaya dada, usai membukukan 28.57 detik. Dia mengalahkan atlet pelatnas, Gagarin Nathaniel Yus, yang hanya mencatatkan waktu 28,89 detik. Jauh dari catatannya saat tampil di Asian Games lalu, 28,37 detik. “Yang penting, kami membuat program latihan dan uji coba untuk SEA Games, sekaligus membuat komposisi terbaik. Teknisnya kami susun lebih dulu dari hasil peringkat pertama dan dua nasional, serta memasukkan limit yang kami tetapkan. Lalu kamu ajukan ke Kemenpora sebagai perenang pelatnas,” ujar dia. Meski sudah mengantongi nama, Harlin mengatakan, hasil ini bukan akhir dari pembentukan tim inti SEA Games 2019. Para perenang masih ditunggu dua event lainnya, yang juga sebagai event seleknas atlet, sampai mendekati proses entry by name SEA Games Manila. “April 2019, kami buat seleksi juga lewat festival akuatik. Pasti nanti komposisinya, bisa berubah lagi. Dan September masih ada seleksi lagi. Jadi memang yang betul-betul siap-lah yang berangkat. Iklim ini penting, agar atlet pelatnas tak merasa sudah aman. Mereka harus terpacu, untuk memberikan perfoma terbaik,” pungkasnya. (Adt)

Abdul Kosim Terjatuh di Panjat Tebing, Jadi Juara Lomba Lari Ekstrem OCR 2018

Abdul Kosim sedang bahagia, wajahnya selalu tersenyum karena dia baru saja menjuarai lomba lari halang rintang super ekstrem, Obstacle Course Race (OCR) Spartan Race, di Johor, Malaysia, pada Minggu (1/12). (spartanrace.my)

Jakarta- Abdul Kosim sedang bahagia, wajahnya selalu tersenyum karena dia baru saja menjuarai lomba lari halang rintang ekstrem, Obstacle Course Race (OCR) Spartan Race. Ajang lari ekstrem yang sedang ngetren ini, digelar di Johor, Malaysia, pada Minggu (1/12). Kosim memenangi nomor Beast (21 km) untuk tingkat Asia Tenggara. “Saya senang sekali, sebab ini prestasi pertama untuk saya, juga Indonesia. Tiga bulan lalu, saya ikut kejuaraan di Putra Jaya, Malaysia, namun hanya bisa 10 besar untuk nomor super atau 13 km,” kata Kosim, pelari asal Bima, NTB, dilansir Tempo.co, pada Kamis (6/12). Kosim sejatinya baru 6 bulan menekuni lari OCR. Sebelumnya dia adalah atlet panjat tebing. Kosim melihat peluang baru berprestasi, setelah dia tersisih dari timnas panjat tebing. Di bawah arahan pelatih Rachmat Rukmantara, Kosim perlahan-lahan menekuni cabang olahraga barunya itu. “Melihat postur Kosim, saya yakin dia mampu berprestasi di lari OCR. Cabang ini tak semata memerlukan daya tahan, namun juga kekuatan dan kelenturan seperti selama ini biasa dihadapi Kosim di panjat tebing,” kata Rachmat, soal pelari berusia 26 tahun itu. OCR adalah lari halang rintang ekstrem yang dibagi dalam 5 nomor dalam setiap lomba, yaitu Sprint (5 km), Super (13 km), Beast (21 km), dan Ultra (50 km). Kosim memenangi nomor Beast. OCR mengombinasikan lari lintas alam, halang rintang, dan panjat tebing. Seorang atlet OCR harus menyelesaikan jarak tertentu dan menaklukkan puluhan rintangan yang sengaja dibikin seperti layaknya pelatihan militer. OCR baru berkembang di Asia Tenggara sekitar 3 tahun terakhir, diawali di Malaysia dan Singapura. “Saya tertantang untuk meraih prestasi lebih tinggi, setelah menang di Johor. Saya ingin bersaing dan diakui sebagai pelari OCR elit dunia,” ujar Kosim bertekad untuk cabang lari yang kini ditekuninya. Lantaran mampu berprestasi bagus di tingkat Asia Tenggara, Kosim lantas direncanakan untuk meningkatkan raihannya di level Asia Pasifik dan Dunia. “Tahun depan Kosim dijadwalkan ikut 3 ajang Spartan Race Asia Pasifik. Kalau dapat sponsor, bukan tidak mungkin dia akan mencoba ke tingkat dunia,” cetus Rachmat. Rachmat menambahkan lari halang rintang ultra OCR ini direncanakan tampil di ajang SEA Games 2019 Filipina sebagai cabang eksebisi. “Ini kesempatan Indonesia menambah medali, jika OCR nantinya dikompetisikan secara resmi di SEA Games atau kompetisi multi cabang lainnya,” pungkasnya soal lomba lari ekstrem jenis baru ini. (Adt)

Dramatis, Tunggal Putri 19 Tahun Asal Solo Naik Ranking 14 Dunia Dan Kandidat BWF Player of The Year 2018

Tunggal putri masa depan Indonesia yang berusia 19 tahun, Gregoria Mariska Tunjung, mencetak sejarah. Jorji, sapaannya, baru saja naik ke ranking 14 dunia. Dan menjadi nominator BWF Player of The Year 2018, dalam kategori Eddy Choong Most Promising Player of the Year, atau pemain yang paling menjanjikan di masa depan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Kabar gembira untuk pecinta badminton tanah air, tunggal putri masa depan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, mencetak sejarah baru kariernya. Ia baru saja naik ke ranking 14 dunia. Jorji, sapaan Gregoria, naik 1 peringkat, dari sebelumnya bercokol di ranking 15 dunia. Hal itu didapat dari daftar ranking terbaru yang disiarkan Federasi Badminton Dunia atau BWF, pada Jumat (6/12). Lonjakan ranking dunia Jorji ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya kejadian dramatis, tumbangnya juara dunia junior 2015 dan 2016, Gao Fangjie, lantaran cedera parah di akhir musim turnamen 2018. Ranking pemain kelahiran Nanjing, China, 29 September 1998 ini merosot drastis, usai absen di sejumlah turnamen premium. Pekan lalu, dia masih memegang ranking 13 dunia, dengan poin 74.679. Namun, di pekan 49 ini, poinnya anjlok hingga menjadi 54.076. Ia harus rela posisinya direbut wakil Thailand, Nitchaon Jindapol. Sebelumnya, tunggal putri kelahiran Phuket, Thailand, 31 Maret 1997 ini, terus membayangi Gao di ranking 14 dunia. Selain kehilangan peringkat 13 dunia, Gao terlempar ke ranking 15. Karena itulah, secara otomatis peringkat Jorji terkerek ke ranking 14 dunia. Meski raihan poinnya masih bertahan di jumlah 51.440. Selain itu, bersama Apriyani Rahayu, Jorji masuk dalam nominasi BWF Player Of The Year 2018. Untuk diketahui, malam penganugerahan yang akan dihelat pada Senin (10/12) sebelum bergulirnya World Tour Finals 2018 terdiri dari enam kategori. Para pemenang nantinya ditentukan langsung oleh BWF Awards Commission. Khusus untuk Apri (sapaan Apriyani) dan Jorji, mereka masuk dalam kategori Eddy Choong Most Promising Player of the Year, atau pemain yang paling menjanjikan di masa depan karena grafik performa mereka yang baik di tahun ini. Bersama Greysia Polii, Apri sudah mengoleksi dua medali emas BWF World Tour 2018 di India Terbuka 2018 dan Thailand Terbuka 2018, medali perunggu Asian Games 2018, dan medali perunggu Kejuaraan Dunia 2018. Bagi Apri, ini merupakan tahun keduanya mendapat nominasi tersebut. “Tahun lalu saya belum bisa menang. Semoga tahun ini bisa menang. Perasaannya masuk nominasi tentu senang karena ada yang mengapresiasi saya, semoga menambah motivasi saya agar dapat prestasi lebih baik lagi,” kata Apri, Jumat (7/12). Sementara itu, walau tak meraih satu gelar pun di BWF World Tour 2018, Jorji layak masuk nominasi ini. Mengawali tahun seniornya, penampilan dara kelahiran Wonogori, Solo, 11 Agustus 1999 ini, terus berkembang. Ia sudah bertengger di rangking top 15 dunia, dan mulai membuat para pemain top dunia kesulitan. Selain Apri dan Jorji, wakil lain yang juga masuk nominasi sebagai pemain terbaik adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Anthony Sinisuka Ginting. The Minions masuk nominasi sebagai atlet putra terbaik, sementara Ginting masuk dalam daftar nama atlet paling berkembang di tahun ini. Nominasi juga diberikan kepada atlet para bulu tangkis, Leani Ratri Oktila, yang merupakan peraih medali emas Asian Para Games 2018 untuk kategori ganda putri SL3-SU5 dan ganda campuran SL3-SU5. (Adt) Daftar lengkap Nominasi BWF Player of The Year 2018 – Male Player of the Year : • Kento Momota (Men’s Singles, Japan) • Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuldo (Men’s Doubles, Indonesia) • Zheng Siwei (Mixed Doubles, China) – Female Player of the Year: • Tai Tzu Ying (Women’s Singles, Taipei) • Huang Yaqiong (Mixed Doubles, China) • Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Women’s Doubles, Japan) – Eddy Choong Most Promising Player of the Year : • Apriyani Rahayu (Women’s Doubles, Indonesia) • He Jiting (Men’s Doubles & Mixed Doubles, China) • Han Chengkai/Zhou Haodong (Men’s Doubles, China) • Gregoria Mariska Tunjung (Women’s Singles, Indonesia) • Goh Jin Wei (Women’s Singles, Malaysia) – Male Para-badminton Player of the Year : • Lucas Mazur (France) • Cheah Liek Hou (Malaysia) • Jack Shephard (England) – Female Para-badminton Player of the Year : • Sujirat Pookkham (Thailand) • Yuma Yamazaki (Japan) • Leani Ratri Oktila (Indonesia) – Most Improved Player of the Year : • Seo Seong Jae (Men’s Doubles & Mixed Doubles, Korea) • Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Women’s Doubles, Japan) • Satwiksairaj Rankireddy/Chiraj Shetty (Men’s Doubles, India) • He Jiting (Men’s Doubles & Mixed Doubles, China) • Anthony Sinisuka Ginting (Men’s Singles, Indonesia)

Bungkam Wakil China 3-1, Timnas Pelajar U-15 Kunci Tiket Final Bali IFC 2018

Pada pertandingan di Lapangan Pecatu, Badung, Bali, Kamis (6/12), Timnas Pelajar U-15 berhasil menaklukkan wakil China, Hubei FA, dengan skor 3-1. Anak asuh Firman Utina ini lolos ke final Bali International Football Championship 2018 Piala Menpora U-15, yang rencananya berlangsung pada Sabtu (8/12). (Kemenpora)

Badung- Timnas Pelajar U-15 memastikan satu tiket final Bali International Football Championship (IBC) 2018, usai di semifinal di Stadion Beji Mandala Pecatu, Badung, Bali, membungkam wakil China, Hubei FA, dengan skor 3-1. Perjuangan anak asuh Firman Utina pada Kamis (6/12) ini tidak mudah, karena harus tertinggal dulu. Gelandang serang Hubei FA, Wang Linjie, sukses melesakkan bola ke gawang tim merah putih pada menit tujuh. Kondisi ini membuat Firman memutar otak untuk menyamakan kedudukan, mengingat lawan mempunyai koordinasi permainan yang cukup rapi. Lewat perjuangan yang keras, Ardi Ardiana mampu menyamakan kedudukan pada menit 23. Semangat pemain Indonesia pun lebih meningkat. “Setelah tertinggal, kami langsung meningkatkan tempo permainan. Kami memanfaatkan kekelahan lawan yang kemarin, Rabu (5/12) baru saja bertanding,” kata Firman, usai pertandingan. Dalam kedudukan sama kuat, hujan turun deras. Kondisi ini membuat permainan bertambah ketat. Beruntung lapangan yang digunakan cukup bagus sehingga tidak ada genangan yang bisa mengganggu jalannya pertandingan. Selain meningkatkan tempo serangan, Firman juga mengaku jika pihaknya sudah mengetahui pola yang digunakan untuk lawan. Kondisi ini mempermudah dirinya untuk memberikan instruksi kepada pemain yang saat itu mendapatkan dukungan dari banyak penonton. “Lawan menggunakan pola 3-5-2 dengan tiga bek sejajar. Itu yang kami maksimalkan melalui serangan sayap,” kata pria masih tercatat sebagai pemain klub Kalteng Putra itu. Dengan mengandalkan kecepatan, akhirnya Timnas mampu menambah dua gol lagi, lewat Ardi Ardiana pada menit 49, dan Mohamad Afif Fathoni di menit 59. Di babak final, Timnas Pelajar yang dimotori oleh Syukran Arabia Samual, akan berhadapan dengan pemenang antara tim Badung-Ragunan (Bara FC) melawan wakil Malaysia, Felda United FC. Laga semifinal yang kedua itu, berlangsung pada Jumat (7/12). Jika Bara FC yang merupakan tim gabungan antara pemain Badung, SKO Ragunan dan PPLP ini mampu memenangkan pertandingan, maka bisa terjadi All Indonesia Final, pada Sabtu (8/12), dalam turnamen yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini. (Adt)

Tumbangkan Unggulan Dua Ellena Manaby, Langkah Alivia Mulus Ke Semifinal Astec Open Jakarta 2018

Tunggal remaja putri unggulan dua, Ellena Manaby Yullyana asal PB Djarum Kudus, harus takluk dari pemain non unggulan, Alivia Nadifah Salma (PB Mutiara Cardinal Bandung), dalam laga rubber game, 21-15, 16-21, 21-19, di perempat final Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018 Jakarta, pada Kamis (6/12), di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. (PB Djarum)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal remaja putri PB Djarum Kudus, Ellena Manaby Yullyana, harus mengubur impian naik podium pada kejuaraan bulutangkis Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018. Langkah Ellena, unggulan dua, terhenti di perempat final, pada Kamis (6/12), dalam pertarungan tiga gim, dengan skor 21-15, 16-21, 21-19, dalam tempo 25 menit, atas Alivia Nadifah Salma, pemain non unggulan asal PB Mutiara Cardinal Bandung, di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. “Saya ingin naik podium. Tapi memang target awal adalah perempat final,” ujar Ellena sebelum berjumpa dengan Salma, sapaan Alivia. Sayang langkah juara tunggal putri U-15 di Jaya Raya Indonesia Junior Grand Prix 2018 ini, akhirnya kandas. Pada ajang kelas pemula, Ellena ssebetulnya udah dua kali melangkah hingga masuk ke babak perempat final nomor remaja ini. Pertama saat di ajang Astec Open Batam, dan yang kedua di Astec Open Jakarta ini. Sementara itu, Salma mengatakan bila sejak awal dirinya menargetkan bisa lolos ke babak delapan besar. “Alhamdulillah bisa sampai disini. Ya, step by step dulu. Pasti makin percaya diri karena bisa mengalahkan unggulan. Mental harus lebih siap lagi di laga berikutnya,” ujarnya usai laga. Di semifinal, Jumat (7/12), Salma akan berjumpa dengan Gracia Ruth Kusumastuti Sanyoto, asal klub Daihatsu Candra Wijaya. Ruth sukses memenangi duel atas Dwi Maharani (Eng Hian Badminton Academy), rubber game, dengan skor 23-21, 17-21, 22-20, dalam pertandingan selama 65 menit. “Persiapan lebih maksimal lagi, dan harus optimis. Siapapun lawan harus dihadapi,” cetus remaja putri kelahiran Yogyakarta, 8 Februari 2003 itu. (Adt)

48 Tim Voli Remaja Jakarta Pusat Ramaikan Festival Olahraga Rakyat, Pantau Potensi Atlet Muda

Sebanyak 48 tim bola voli, bakal meramaikan persaingan untuk menjadi yang terbaik di ajang Festival Olahraga Rakyat Sepanjang Tahun (FORST) tingkat Kota Jakarta Pusat, pada 8-9 Desember 2018. (poskotanews.com)

Jakarta- Sebanyak 48 tim bola voli bakal meramaikan persaingan untuk menjadi yang terbaik di ajang Festival Olahraga Rakyat Sepanjang Tahun (FORST) tingkat Kota Jakarta Pusat, pada 8-9 Desember 2018. Nantinya, pada event itu akan mempertandingkan tiga kategori. Yakni, Kelompok Usia (KU) 7-13 tahun putra-putri, dan KU 14-16 tahun putra-putri, serta kategori KU 17-19 tahun. Tedi Cahyono, selaku Kepala Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat, mengatakan untuk KU 7-13 tahun, akan mengambil tempat pelaksanaan di SMA PSKD 1 Jakarta. “Kalau KU 14-16 dan 17-19 putra-putri, pertandingan dilaksanakan di GOR Senen,” ujar Tedi, di Jakarta, pada Kamis (6/12). Lanjut Tedi, pelaksanaan Festival Olahraga Rakyat Sepanjang Tahun ini merupakan event positif, guna melihat potensi atlet muda. “Pembibitan atlet harus dilakukan sejak dini. Tentu saja sesuai tingkatan kelompok usia, dan berjenjang,” tambahnya. Para pemenang akan mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan. Juara pertama mendapat Rp 4 juta, sedangkan juara dua memperoleh Rp 3,5 juta, dan juara tiga menerima Rp 3 juta. “Nantinya yang menjadi juara, mereka berhak mewakili Jakarta Pusat, berlaga di tingkat Provinsi DKI Jakarta pada 18-20 Desember ini,” tukas Tedi. Event ini merupakan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang dilakukan dari tingkat RT hingga Provinsi. FORST terselenggara dengan adanya Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 18 tahun 2018. Dan ajang FORST hanya boleh diikuti warga usia sekolah yakni setingkat SD (7 – 12 tahun), setingkat SMP (13-15 tahun), setingkat SMA (16-18 tahun). “Festival diselenggarakan secara berjenjang, dari mulai RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Kotamadya dan Provinsi,” ujar Kepala Suku Dinas Olahraga Jakarta Timur, Eduward Situmeang, beberapa waktu lalu. Menurut Eduward, cabang olahraga yang dilombakan adalah, futsal, tenis meja dan bola voli. Pelaksanaannya digelar bergantian per cabang olahraga. FORST yang diselenggarakanSuku Dinas Olahraga DKI Jakarta ini, dimulai dari cabang futsal, sejak bulan Januari sampai Maret. Selanjutnya, penyelenggaraan dua cabang lainnya, sampai akhir tahun ini. (Adt)

Millennium Aquatic Jakarta Juara Umum Indonesia Open Aquatic 2018, Zahra Perenang Terbaik Junior

Klub renang millennium aquatic berpose setelah memastikan diri sebagai juara umum pada 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018, di Stadion Akuatik, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12). MNA menjadi juara dengan meraih 29 medali emas, 30 perak dan 25 perunggu. (PRSI)

Jakarta- Perkumpulan renang Millennium Aquatic Jakarta keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia ke-40 atau KRAPSI 2018 bertajuk 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018. Bagi Millennium Aquatic Jakarta, ini menjadi kali ketiga secara beruntun menjadi juara sejak 2016. Dalam kejuaraan yang berlangsung di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, 1-5 Desember ini, Millennium Aquatic Jakarta menjadi juara dengan mengumpulkan poin terbanyak, 3309. HIU Surabaya berada di urutan kedua dengan mengumpulkan 1900 poin, disusul Bali Pari di peringkat ketiga, setelah mengantongi 1595.5 poin. MNA menjadi juara dengan meraih 29 medali emas, 30 perak dan 25 perunggu. HIU meraih 19 medali emas, 14 perak dan 16 perunggu. Adapun Bali Pari mengoleksi delapan emas, 15 perak serta 16 perunggu. Penentuan poin dihasilkan berdasarkan atlet yang berlaga. Untuk nomor perorangan, sang juara meraih 10 poin, peringkat kedua mengantongi sembilan poin, posisi ketiga delapan poin dan seterusnya hingga posisi 10 mengantongi satu poin. Untuk nomor beregu, juaranya akan mengantongi 100 poin, peringkat dua 90 poin, peringkat tiga 80 poin. Hingga posisi 10 akan mengantongi 10 poin. Aflah Fadlan Prawira yang membela klub Aquarius (Bandung) mengunci titel perenang senior putra terbaik, setelah mengoleksi tujuh emas. Gelar perenang terbaik senior sektor putri, jadi milik AT Vanessae Evato dari klub Belibis (Pekanbaru), yang mengantongi empat emas dan dua perak. Untuk perenang terbaik kelompok umur satu putra, diraih atlet Pari Sakti (Jakarta), Joe Aditya, dengan raihan dua emas dan dua perak. Perenang belia yang membela klub Belibis, Azzahra Permatahani, berhasil mengantongi gelar perenang terbaik kelompok umur satu putri. Zahra yang baru berusia 16 tahun mengoleksi delapan emas dan dua perak, sekaligus memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri. Ernest Fabian (Unattached) menjadi perenang terbaik putra kelompok umur dua, dengan raihan tiga emas dan tiga perak. Perenang terbaik kelompok umur dua sektor putri diraih perenang ESC (Jakarta), Adelia, dengan koleksi tiga emas. Untuk yang terbaik kelompok umur tiga putra dikantongi Agung Sulaksono Putro yang membela HIU Surabaya. Agung mengantongi tujuh emas dan dua perak. Izzy Dwifaiva dari TH Malang, meraih perenang terbaik putri kelompok umur tiga, dengan raihan empat emas, tiga perak dan satu perunggu. Perenang putra terbaik kelompok umur empat diraih Ilham Surya Saputra, dari klub Jatayu (Denpasar), setelah menghasilkan empat emas, tiga perak dan satu perunggu. Gelar terakhir yakni perenang terbaik kelompok umur empat sektor putri, jatuh ke tangan Luh Made Budiartini dari klub TSC (Badung), dengan raihan empat emas, dua perak, dan satu perunggu. (Adt)

Thunder11 dan Sahabat Olahraga Gelar Diskusi, Datangkan Pelatih dan Atlet Peraih Emas Asian Games 2018

Dalam acara forum diskusi terbuka di Bekasi, hadiri Iko Uwais (kaos putih/Founder Thunder11), bersama Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto (kaos merah) serta Taufik Krisna (Pelatih Atlet Nasional Taekwondo Indonesia), Anis Fuad (CEO Sahabat Olahraga), Defia Rosmaniar (Peraih Medali Emas Asian Games 2018), dan Sandy Suardi (Pelatih Fisik Atlet Nasional Taekwondo Indonesia). (istimewa)

Bekasi- Thunder11 Martial arts yang didirikan oleh Iko Uwais, berkolaborasi bersama Sahabat Olahraga (sahabatolahraga.com), menggelar forum diskusi terbuka bersama ratusan anggota komunitas olahraga dan beladiri di Bekasi, bertajuk Membangun Generasi Emas Indonesia, pada Senin (3/12). Hadir pada acara ini, Founder Thunder11 Martial Arts Iko Uwais yang baru saja menyelesaikan Musim Pertama Serial Televisi Netflix, berujudul Wu Assassins, mengatakan diskusi ini merupakan wujud nyata dari kontribusi Thunder11, untuk masyarakat Bekasi. “Berdiri pertama kali di kota yang tumbuh dengan sangat pesat, kami berharap Thunder11 mampu menjadi katalis pertumbuhan budaya beladiri dalam masyarakat Bekasi. Salah satu dari katalisasi tersebut adalah event ini yang mampu mengumpulkan para praktisi di bidang beladiri,” ujar Iko. Iko juga turut memberi apresiasinya pada atlet dan pelatih peraih emas cabang beladiri Asian Games 2018, yang hadir dan berbagi materi cerita suskses sebagai motivasi kepada para peserta yang telah hadir. Peraih medali emas nomor poomsae individu putri Asian Games 2018, Defia Rosmaniar, Taufik Krisna (Pelatih Taekwondo Timnas Indonesia nomor kyorugi putri) dan Sandy Suardi (Pelatih Fisik Timnas Taekwondo), tampak dalam diskusi ini. Berlangsung di Hotel Horison Ultima, Bekasi, acara ini dibuka oleh Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bekasi, Tedy Hafni. “Sebagai kota yang berkembang pesat, Bekasi butuh sumber daya manusia yang unggul dan tangguh. Kami butuh lebih banyak generasi emas demi menunjang semua hal itu. Saya optimis bahwa dengan kolaborasi berbagai pihak termasuk hari ini bersama Thunder11 dan Sahabat Olahraga, Kota Bekasi dapat semakin melaju cepat,” ujar Tri. Selama sesi berlangsung, Defia yang hadir sebagai salah satu pembicara, mengutarakan jika perjalanannya meraih emas bukanlah perjalanan yang singkat dan mudah karena membutuhkan semangat juang yang tak kenal lelah. “Sempat saya merasa ingin berhenti kalau sedang latihan, apalagi menjelang kompetisi. Tapi, demi sebuah tujuan yaitu mengharumkan nama bangsa, saya teruskan berlatih sampai saya bisa memetik susesnya suatu saat nanti,” ujar Defia, mengenai kunci suksesnya. Setelah perhelatan pertama ini, Thunder11 juga akan mengadakan sesi diskusi selanjutnya dengan tema serta pembica yang berbeda untuk mendukung majunya martial arts Indonesia. (Pras/NYSN)

Kejutan, Pebulutangkis Remaja Alivia Nadifah Taklukan Unggulan di Astec Open Championship 2018

Alivia Nadifah Salma (Mutiara Cardinal Bandung/kanan), berhasil membuat kejutan, di babak 16 Besar kejuaraan bulutangkis Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018, pada Rabu (5/12). Ia mengalahkan unggulan tujuh, Siti Sarah Azzahra (PB Exist Jakarta), dalam laga rubber game, 21-19, 19-21, 21-18. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal remaja putri, Alivia Nadifah Salma, menghadirkan kejutan di babak ketiga (16 besar), kejuaraan bulutangkis Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018, pada Rabu (5/12). Wakil Mutiara Cardinal Bandung itu menekuk Siti Sarah Azzahra asal PB Exist Jakarta, dalam drama tiga gim, dengan skor 21-19, 19-21, 21-18, dan mengantarkannya maju ke babak perempat final. Usai laga, Salma sapaanya, mengaku puas bisa menundukkan Sarah, yang merupakan unggulan tujuh di turnamen ini. “Pasti senang bisa menang. Sudah sering ketemu dan kalah terus, kalau lawan Sarah. Terakhir, di Sirnas (Sirkuit Nasional) Tasikmalaya, saya kalah straight game,” ujar Salma di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (5/12). Dara kelahiran Yogyakarta 8 Februari 2003 itu, mengaku tak ada instruksi khusus dari pelatih, mengingat dirinya berstatus non unggulan. “Pelatih bilang saya harus main maksimal. Menurut saya kelemahan lawan itu di backhand sama kurang power. Jadinya, saya kasih bola belakang, dan turunin bola baliknya,” ungkapnya. Menghadapi laga berikutnya, menurut Salma, persiapan yang dilakukan lebih pada mental. “Fokus ke mental. Karenamengalahkan unggulan pasti kepercayaan diri meningkat. Target bisa sampai 8 besar. Tapi step by step dulu,” tuturnya. Senada diungkap Sandi Darma Kusuma, Pelatih dari Mutiara Cardinal Bandung. Ia hanya menekankan kepada anak didiknya itu untuk bermain maksimal. “Saya hanya tekankan, supaya dia main maksimal dan semangat. Jangan jadi beban melawan unggulan. Apalagi kalah terus bila bertemu Sarah, jadi mainnya nothing to lose. Mungkin itu yang membuat Salma menang kali ini,” terang Sandi. Sandi menambahkan bila fisik menjadi fokus utama Salma menghadapi laga selanjutnya. “Evaluasi dari pertandingan tadi lebih pada fisik. Kalau dilihat tadi bolanya ada yang pelan dan cepat, sehingga butuh kesiapan fisik saat bermain di lapangan,” cetusnya. “Kalau soal kepercayaan diri pasti meningkat, apalagi sudah mengalahkan pemain unggulan. Memang tidak ada target khusus di turnamen ini untuk Salma, yang penting step by step dulu,” pungkasnya. (Adt)