HYDROPLUS Soccer League Jadi Talent Pool Timnas Putri Indonesia

JAKARTA, 6 Juni 2026 – Kehadiran HYDROPLUS Soccer League dinilai semakin memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola putri Indonesia. Kompetisi yang digelar secara berjenjang di empat regional tersebut tidak hanya menyediakan ruang kompetisi bagi atlet muda, tetapi juga menjadi wadah pemantauan bakat untuk tim nasional putri Indonesia.

Penilaian tersebut disampaikan Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, saat menghadiri penutupan HYDROPLUS Soccer League Jakarta 2025/2026. Menurutnya, format liga yang berlangsung dalam jangka panjang memberikan kesempatan bagi pemain untuk berkembang secara berkelanjutan melalui jam terbang yang konsisten.

Dari kategori U-15, Cipta Cendikia Football Academy sukses menjadi kampiun dengan torehan total 90 poin sebagai pemuncak klasemen.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya HYDROPLUS Soccer League dan Djarum Foundation yang sudah mewujudkan program ini. Kompetisi khusus putri masih sangat terbatas, sehingga kehadiran liga seperti ini memiliki korelasi yang sangat erat dengan perkembangan sepak bola putri Indonesia secara keseluruhan,” ujar Vivin.

Ia menambahkan, kompetisi yang berjalan selama satu musim penuh memungkinkan pemain menunjukkan kualitas mereka secara lebih konsisten dibanding turnamen jangka pendek. Dari kompetisi inilah PSSI dapat memantau talenta-talenta potensial yang siap diproyeksikan ke level nasional.

“Sudah ada beberapa pemain yang kami monitor dan sebagian telah bergabung dengan Timnas Putri U-17. Harapannya semakin banyak pemain yang bisa ditemukan dan direkrut baik untuk timnas junior maupun senior,” tambahnya.

Komitmen pengembangan sepak bola putri juga terus diperkuat oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation melalui berbagai program kompetisi yang saling terhubung. Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa jalur pembinaan yang dibangun saat ini memberikan kesempatan kepada atlet putri untuk berkembang secara bertahap dan berkesinambungan.

Rangkaian kompetisi tersebut akan berlanjut melalui MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025-2026 pada 23–28 Juni, HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 pada 5–12 Juli, serta Srikandi Merdeka Cup pada 14–23 Agustus yang akan melibatkan sejumlah negara Asia seperti Yordania, Malaysia, Filipina, Arab Saudi, Singapura, Thailand, dan Indonesia.

Mesin pencetak gol Cipta Cendikia Football Academy, Albianca Raula mengaku bangga timnya mampu tampil konsisten dan tidak terkalahkan. Terlebih Albianca yang mencatatkan total 1.405 menit bermain ini juga menyandang gelar top scorer HYDROPLUS Soccer League Jakarta 2025/2026 pada U-15 dengan mengoleksi 38 gol.

“Kami berupaya menghadirkan jalur pembinaan yang jelas bagi atlet putri. Harapannya mereka memperoleh pengalaman kompetitif yang berjenjang sehingga mampu mengembangkan bakat dan kemampuan secara optimal,” kata Teddy.

Menurut Teddy, keberhasilan penyelenggaraan HYDROPLUS Soccer League musim ini juga menjadi bukti bahwa sepak bola putri Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kompetisi yang berlangsung di Surabaya, Bandung, Kudus, dan Jakarta berhasil memberikan kesempatan bertanding yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas permainan para atlet muda.

Dengan semakin banyaknya kompetisi yang terselenggara secara berkelanjutan, kolaborasi antara penyelenggara, PSSI, pemerintah daerah, klub, akademi, dan orang tua diharapkan mampu melahirkan generasi baru pesepak bola putri Indonesia yang siap bersaing di level internasional.