Indonesia Menghelat Turnamen Tenis International Junior

Indonesia Menghelat Turnamen Tenis International Junior

Indonesia kembali menggelar turnamen tenis Internasional Junior, mulai kemarin, Sabtu (25/6). Turnamen digelar pada tanggal 25 Juni – 2 Juli 2022 di lapangan tenis Epicentrum Jakarta. Turut hadir sejumlah petenis Junior dari berbagai negara seperti Asia dan eropa. Sebelumnya, Jakarta juga mengadakan turnamen tenis junior nasional dengan tajuk JITA National Junior Tennis Tournament yang diselenggarakan tanggal 19 – 26 Juni 2022 di lapangan tennis Epicentrum, Jakarta. Turnamen yang cukup bergengsi ini mempertandingkan kelas tunggal dan ganda putra dan putri kelompok umur 12 tahun ke bawah, 14 tahun ke bawah dan 16 tahun ke bawah. Ketua Pengda Pelti DKI Jakarta, Erwin Suryadi, yang menyempatkan diri hadir untuk menyaksikan sekaligus memberikan hadiah kepada para pemenang pertandingan ini menyampaikan bahwa Turnamen Junior dengan skala nasional ini merupakan sebuah turnamen yang harus diapresiasi dan didukung oleh Pelti DKI Jakarta. Sebab, ajang ini khususnya untuk menemukan bibit-bibit pemain junior yang nantinya bisa menjadi pemain yang bisa memiliki prestasi internasional maupun nasional. Erwin dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa apreasiasi yang sangat tinggi juga diberikan kepada sekolah tenis JITA (Jakarta International Tennis Academy) yang dikomandani oleh Goenawan T Sutikno dan Revel Yehezkia, di mana selain turnamen Junior nasional ini. “Semoga dengan semakin semaraknya turnamen nasional dan internasional, khususnya di Jakarta akan semakin menggairahkan tenis lapangan di Indonesia ini,” ungkap Erwin. Sumber: Medcom.id

Malaysia Open 2022: Gregoria Tumbangkan Peringkat Satu Dunia

Malaysia Open 2022: Gregoria Tumbangkan Peringkat Satu Dunia

Kemenangan meyakinkan diraih tunggal putri muda Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, pada babak 32 besar turnamen bulutangkis Malaysia Open 2022. Tidak tanggung-tanggung, Gregoria menyingkirkan unggulan pertama sekaligus tunggal putri nomor satu dunia, Akane Yamaguchi asal Jepang. Berlaga di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa (28/6) pagi, Gregoria menang dua gim langsung 21-14, dan 21-14. Kemenangan ini juga sekaligus memutus rekor delapan kali kekalahan beruntun yang dialami Gregoria dari Akane. Walau menang, Gregoria mengaku lawannya tidak tampil maksimal. Ia pun tidak menyangka bisa memenangkan pertandingan dengan relatif cepat. “Puji Tuhan hari ini main lepas, tapi mungkin ada sedikit keuntungan karena lawan di gim pertama belum bisa maksimal. Jadi tidak bisa memberikan saya tekanan. Dia akhirnya tidak bisa berkembang permainannya. Lalu dengan kemenangan yang saya raih di gim pertama, di gim kedua saya lebih percaya diri,” kata Gregoria usai pertandingan. “Saya juga tidak menyangka Akane bermain di bawah levelnya. Di beberapa turnamen terakhir pun saya melihat walau dia tidak juara tapi kalahnya juga selalu tiga gim. Tadi berpikirnya, kalaupun menang hari ini pasti harus dengan usaha yang lebih dengan main tiga gim,” lanjutnya. Di babak 16 besar, Gregoria menunggu pemenang antara dua pebulutangkis Tiongkok, He Bing Jiao dan Wang Zhi Yi. Gregoria tahu calon lawannya tidak mudah, sehingga dia bertekad untuk tampil lebih baik. “Di babak selanjutnya pasti mau lebih baik karena lawan juga tidak mudah. Mau lebih maksimal lagi. Untuk target step by step saja dulu,” pungkas Gregoria.

Jhezekel Jason Wakili Indonesia di Bangkok

Jhezekel Jason Wakili Indonesia di Bangkok

Prestasi membanggakan diukir petenis meja junior Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Jhezekel Jason Christian. Petenis 13 tahun itu jadi salah satu atlet yang akan mewakili Indonesia di ajang Seatta Table Tennis Championships U-15 di Bangkok, Thailand, 17-22 Juni mendatang. Keberhasilan Jason itu didapat setelah dirinya lolos dalam seleksi nasional (Seleknas) kelompok umur 15 tahun di Kudus, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Atas prestasi itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ memberikan apresiasi berupa penghargaan dan uang saku kepada petenis muda asal Kota Jogja itu. Ketua Umum (Ketum) KONI DIJ, Djoko Pekik Irianto mengatakan, prestasi yang dicatatkan Jason di Seleknas sangat membanggakan. Dari banyak atlet muda yang ikut seleksi, wakil DIJ sukses menempati peringkat tiga bersama (empat besar). “Harapannya Jason bisa mengibarkan bendera Merah-Putih di Thailand. Bahkan kalau bisa, jangan hanya mengibarkan bendera, tapi memperdengarkan lagu Indonesia Raya di luar negeri. Artinya, bisa jadi juara, kalau bendera kan bisa peringkat dua atau tiga,” ujarnya di sela acara di ruang rapat KONI DIJ kemarin sore (3/6). Dalam kesempatan tersebut, Djoko mengucapkan rasa terima kasih yang besar kepada Pengda PTMSI DIJ. Menurutnya PTMSI DIJ sukses melakukan pembinaan kepada atlet-atletnya. Itu dibuktikan dengan keberhasilan Jason menembus Seleknas dan masuk tim Indonesia. Sementara itu, Ketum Pengda PTMSI DIJ Bagiya Rakhmadi menuturkan, keberhasilan Jason merupakan kebanggaan dan keberhasilan PTMSI DIJ dalam memenuhi janji ke Ketum PTMSI untuk melahirkan atlet berkualitas. Sebab, kali terakhir DIJ mewakilkan atlet ke nasional yakni pada 2009. “Dan, baru 2022 ini kami kembali mampu mengirimkan lagi,” terangnya. Sementara itu Jason yang didampingi kedua orang tuanya, Andy Kristiyanto dan Yessy Wijaya sangat bangga dan senang bisa mewakili Indonesia di ajang tersebut. Dia pun berjanji akan bekerja lebih keras dan siap memberikan yang terbaik untuk Merah-Putih. “Impian saya bisa masuk tim Indonesia sejak kelas 6 SD, tapi tertunda dan akhirnya masuk saat sudah kelas 1 SMP. Saya bertekad meraih hasil terbaik dan meraih medali emas,” tegas anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Atlet Binaan Akademi Marcus Gideon akan Wakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022

Atlet Binaan Akademi Marcus Gideon akan Wakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022

Kabar gembira datang untuk bulu tangkis Indonesia. Atlet binaan akademi Marcus Gideon yakni Indihome Gideon Badminton Academy (IGBA) akan mewakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022. Indonesia akan diwakili dua atlet dari nomor tunggal putra dan putri di Turkey Junior Championship 2022. Mereka adalah Muhammad Ibrahimnauvic R. Sopyan dan Ardini Cantika Putri yang berasal dari Gideon Badminton Academy (IGBA). Kepastian itu didapat setelah Muhammad Ibrahimnauvic R. Sopyan dan Ardini Cantika Putri menjadi juara pada The Second Pulau Intan Home Tournament Single Junior U-17 South Jakarta Region 2022. Turnamen bulu tangkis yang digelar pada 21 dan 22 Mei 2022 itu diikuti oleh atlet dan klub bulu tangkis yang ada di Jakarta Selatan. Turnamen tersebut dijadikan ajang seleksi untuk mengirimkan atlet yang akan mewakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022. Atlet yang meraih gelar juara akan dikirim untuk mewakili Indonesia pada turnamen bergengsi tersebut. Selain Muhammad Ibrahimnauvic R. Sopyan, ada dua atlet lain Indihome Gideon Badminton Academy (IGBA) yang meraih prestasi. Mereka adalah Kevin F Santoso yang meraih peringkat tiga dari nomor tunggal putra dan Malyaraisa Andaradigdo yang meraih peringkat keempat dari nomor tunggal putri. Turkey Junior Championship 2022 akan digelar pada Oktober mendatang. Ajang ini diprediksi akan melahirkan bakat-bakat baru di dunia bulu tangkis. Sementara itu, untuk tahun ini kalender kejuaraan resmi sudah berlangsung dan berjalan sesuai agenda dari PBSI. Para atlet IndiHome Giedon Badminton Academy (IGBA) akan mengikuti kejuaraan untuk meraih podium juara di tingkat Nasional. Namun, perjuangan para atlet IGBA tak akan mudah. Mereka akan bersaing dengan klub besar di seluruh Indonesia Akademi milik Marcus Gideon yaitu IndiHome Giedon Badminton Academy (IGBA) mengalami perkembangan yang signifikan. Untuk menempa atletnya menjadi profesional dan berkualitas, IGBA mendatangkan pelatih elite. Legenda bulu tangkis Indonesia, Pia Zebadiah Bernadet menjadi satu di antaranya. Pia mulai bertugas di IGBA sejak April 2022. Selain itu, ada pula nama beken bulu tangkis yang menjadi mentor di akademi tersebut. Sebut saja Irfan Fadhilah, Kurniahu Gideon, Muhammad Ali Mu’min, Gusti Ali, Muhammad Rizky, dan Ricky Pehong.

Sembilan Atlet Muda PB Djarum Boyong Berbagi Gelar Juara dari Tiga Turnamen di Eropa

Sembilan Atlet Muda PB Djarum Boyong Berbagi Gelar Juara dari Tiga Turnamen di Eropa

Sejumlah pebulu tangkis muda Tanah Air dari klub PB Djarum menuai prestasi membanggakan yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dengan menyumbang sembilan gelar dari tiga turnamen internasional yang berlangsung di Eropa. Sebanyak 11 atlet unjuk kebolehan di Stockholm Junior International Series 2022, Luxembourg Open International Series 2022, 3 Borders International U19 2022 di Saint Louis, Prancis. “Kemenangan atlet muda di tiga turnamen Eropa membuktikan semangat terbaik dari bulu tangkis untuk terus berprestasi. Kami berharap kemenangan ini dapat semakin merekatkan persatuan di Tanah Air,” kata Ketua Umum PB Djarum Yoppy Rosimin dilansir dari Antara, Jumat (20/5/2022). Yoppy merinci gelar yang diraih yaitu tiga dari Stockholm Junior International Series 2022, satu dari Luxembourg Open, serta lima gelar lainnya disabet dari 3 Borders International U19. Bagi PB Djarum, mengirim atlet muda bertanding di kejuaraan internasional merupakan hal yang rutin dilakukan dengan tujuan menambah jam terbang, meningkatkan ketahanan mental dan kemampuan para atlet dalam menghadapi lawan yang bervariasi sebelum memasuki fase dewasa. Sementara itu, Chiara Marvella Handoyo yang memperoleh gelar dari Luxembourg Open menuturkan bahwa gelarnya ini menjadi yang pertama diraih dari ajang internasional. Atlet kelahiran Klaten, Jawa Tengah menjuarai nomor tunggal putri setelah mengalahkan rekan senegara yaitu Aura Ihza Aulia di babak final. “Tentu sangat senang, selain menjadi gelar juara internasional perdana saya, juga sebagai pembuktian diri dari berbagai proses yang telah saya jalani. Saya juga dapat banyak pelajaran, termasuk tahu bagaimana ketatnya persaingan bulu tangkis di level internasional. Ke depan saya juga harus meningkatkan kemampuan agar bisa terus juara,” kata Chiara. Sedangkan dari sektor ganda putra, pasangan M. Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo meraih gelar di Stockholm Junior dan 3 Borders International U19, serta runner-up Luxembourg Open. “Sangat bangga bisa memenangi gelar juara di level internasional, apalagi ini gelar perdana bagi kami. Ini akan menjadi motiviasi kami untuk meraih gelar juara di turnamen yang lebih bergengsi lagi,” ujar Patra, yang juga menjuarai ganda campuran bersama Titis Maulida di Stockholm. Berikut daftar gelar juara yang diraih pebulu tangkis muda PB Djarum: Stockholm Junior 2022 1. Patra Harapan Rindorindo/Titis Maulida – Juara Ganda Campuran 2. Jessica Maya/Puspa Rosalia – Juara Ganda Putri 3. M. Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo – Juara Ganda Putra Luxembourg Open 2022 1. Chiara M. Handoyo – Juara Tunggal Putri Borders International U-19 2022 1. Jason Christ Alexander – Juara Tunggal Putra 2. Chiara M. Handoyo – Juara Tunggal Putri 3. M. Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo – Juara Ganda Putra 4. Puspa R. Damayanti/Jessica Maya – Juara Ganda Putri 5. Marwan Faza/Jessica Maya – Juara Ganda Campuran

SEA Games 2021. Leo/Daniel Menangkan Laga All Indonesian Final

Pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memenangkan laga all Indonesian final pada ajang bulutangkis SEA Games Vietnam 2021. Laga digelar di Bac Giang Gymnasium hari Minggu (22/5) sore. Mereka mengalahkan ganda putra Indonesia lainnya Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dengan skor 21-17, 21-19. Leo/Daniel mengucap syukur atas pencapaian ini. Mereka pun mempersembahkan medali emas untuk orang tuanya. “Puji Tuhan kita bisa juara di sini. Emas ini saya persembahkan untuk Mama saya yang dari kemarin menanti saya juara,” ucap Daniel. “Alhamdulillah sudah dikasih podium tertinggi di SEA Games. Ini untuk seluruh pendukung dan seluruh masyarakat Indonesia. Terus ini juga buat Mama saya yang tahun kemarin sudah tidak ada,” sambung Leo. “Sebenarnya kita tidak terlalu memikirkan teman-teman yang kita yang sudah juara, karena kita tahu pasti akan ada waktunya. Kita tidak mau terlalu terburu-buru, kita nikmati saja prosesnya,” ungkap Daniel. “Belum puas dengan pencapaian ini karena buat saya kalau sudah turun dari podium, semua dari nol lagi. Terus berusaha, terus kerja keras,” kata Leo. Dengan hasil ini bulutangkis Indonesia total meraih sembilan medali dengan rincian dua emas, dua perak dan lima perunggu.   Sumber: PBSI

SEA Games 2021. Apriyani/Fadia Naik Podium Tertinggi

Pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil naik ke podium tertinggi pada ajang bulutangkis SEA Games Vietnam 2021. Mereka menyabet medali emas di nomor perorangan usai mengalahkan pasangan Thailand, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard dengan skor  21-17, 21-14. “Mengucap syukur kepada Allah SWT, kita diberikan kemenangan, diberikan juara tanpa ada cedera. Terima kasih untuk semua doa rakyat Indonesia untuk kita,” kata Apri setelah pertandingan yang berlangsunh di Bac Giang Gymnasium hari Minggu (22/5). “Kita di sini mau menyatukan hati, mau menyatukan pola permainan. Tanpa target apapun. Kita sama-sama belajar, bagaimana berkomunikasi, bagaimana bermain di lapangan. Kita sama-sama mau menaikkan level kita,” lanjutnya. Diungkapkan Apri/Fadia bahwa salah satu kunci sukses mereka menjadi juara di turnamen pertama ini adalah selalu mengeluarkan aura positif. “Saya selalu bilang ke Fadia, kita harus terus mengeluarkan aura positif di luar lapangan sehingga bisa masuk ke dalam lapangan. Itu juga yang saya lakukan di Olimpiade lalu. Semangat itu yang saya bawa ke Fadia,” tutur Apri. Sementara, Fadia merasa Apri selalu membrikan dukungan penuh baginya. Ia menganggap Apri sangat mempercayainya. “Pertama-tama grogi pasti ada pasangan sama kak Apri, tapi balik ke diri sendiri bahwa saya bisa, percaya diri. Kak Apri juga selalu yakinkan saya, itu yang buat saya yakin,” kata Fadia.

Jelang SEA Games 2021, Apriyani Siap Debut Bersama Fadia

Apriyani Rahayu & Siti Fadia Silva Ramadhanti

Setelah tertunda sejak Jerman Terbuka 2022 bulan Maret lalu karena Apri mengalami cedera betis, akhirnya pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti benar-benar akan menjalani debutnya. Tidak tanggung-tanggung, pasangan ini akan debut di Pesta Olahraga Terbesar di Asia Tenggara, SEA Games Vietnam 2021 yang bergulir 16-22 Mei mendatang. Selain Apri/Fadia, Ribka Sugiarto juga menjalani debut bersama Febby Valencia Dwijayanti Gani di ajang ini. Apri, sang peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii mengaku tidak sabar untuk berpasangan dengan juniornya itu. “Saya merasa excited akan bermain bersama pasangan baru yaitu dengan Fadia. Kami mau menunjukkan yang terbaik untuk diri sendiri dan untuk Indonesia jadi fokusnya tidak mau ke banyak hal, fokus ke situ saja,” ucap Apri. “Fadia adalah sosok yang semangat dan saya berharap kiranya dia bisa mempertahankan semangat itu untuk menjadi seorang juara,” tambah Apri. Disinggung mengenai cedera betisnya, Apri menegaskan bahwa ia sudah sembuh total. “Alhamdulillah cedera betis saya sudah sembuh total, sehingga persiapan kami sudah maksimal dan kami sudah siap bertanding,” tutur Apri. “Kalau ditanya fokusnya apa di pertandingan nanti, yang terpenting adalah komunikasi sebagai partner. Di dalam lapangan, di luar lapangan, dan saat evaluasi,” jelas Apri. Sementara, pelatih ganda putri Eng Hian atau yang akrab disapa Didi meyakini tidak ada turnamen pemanasan untuk pasangan racikan barunya, tidak akan mempengaruhi performa mereka. “Persiapan berjalan baik, tidak ada cedera apapun. Menurut saya, semua turnamen sama saja, sama pentingnya,” kata Didi. “Saya fokus memberikan latihan pembentukan pola permainan. Untuk hal-hal lain seperti kemistri atau non teknis yg lain nanti akan terlihat di pertandingan,” jelas Didi. “Ini turnamen pertama Apri/Fadia dan Ribka/Febby, saya akan lebih melihat ke pola permainan dan komunikasi mereka di lapangan,” tutup Didi. SEA Games Vietnam 2021 sedianya digelar tahun 2021 lalu, tapi ditunda ke tahun 2022 ini karena pandemi virus Covid-19.

Bilqis Prasista, Anak Mantan Peringkat 1 Dunia yang Jadi Sorotan Pada Piala Uber

Bilqis Prasista, Anak Mantan Peringkat 1 Dunia yang Jadi Sorotan Pada Piala Uber

Nama Bilqis Prasista mendadak jadi buah bibir Badminton Lovers. Situasi tersebut terjadi setelah dirinya mengalahkan jagoan Jepang Akane Yamaguchi di penyisihan Grup A Piala Uber 2022, Rabu (11/5/2022) pagi WIB. Bilqis dipercaya jadi wakil Indonesia pertama saat melawan Jepang. Dia berhadapan dengan tunggal putri ranking satu dunia, Akane Yamaguchi. Bilqis yang tampil pada partai pembuka, tampil meyakinkan untuk menang dua gim langsung 21-19 dan 21-19 atas ratu bulutangkis dunia itu hanya dalam waktu 35 menit. Lantas siapa sosok Bilqis? Mengutip dari berbagai sumber, ia lahir di Magelang, Jawa Tengah 24 Mei 2003. Bilqis merupakan anak dari pasangan legenda bulu tangkis Indonesia, Joko Suprianto dan Zelin Resiana. Tak bisa dipungkiri, darah bulutangkis sudah mengalir dalam dirinya. Pemilik rangking 333 dunia itu mendapat bakat dan keinginan menjadi atlet olahraga tersebut dari kedua orang tuanya. Supriyanto diketahui mantan pemain pelatnas di era 90an. Salah satu prestasi tertingginya, yakni menjadi juara dunia 1993 pada cabang tunggal putra. Sementara sang ibu, Zelin Resiana juga aktif di awal 90an dan bergabung ke dalam tim putri Indonesia yang menjuarai Uber Cup 1994 dan 1996. Selain itu, Bilqis merupakan keponakan dari mantan peringkat satu dunia ganda putra, Bambang Supriyanto. Bilqis juga ternyata mempunyai saudara kembar dengan nama yang hampir mirip, yaitu Bilqis Pratista. Keduanya sama-sama bermain bulutangkis dan bergabung dengan klub PB Djarum pada 2018. Meski demikian, baru Bilqis yang berhasil menembus pelatnas PBSI. Bilqis bergabung dengan PBSI pada 2020. Ia mampu menyita perhatian tim pelatih PBSI usai menjuarai beberapa kompetisi bergengsi. Kejuaraan itu meliputi, Juara Jakarta Junior International Series 2019 (U-17), Juara Tunggal Remaja Putri Djarum Sirnas Sumatera Selatan Open 2019, Juara di Bangladesh Junior International Series 2021, hingga runner-up Denmark Junior. Selain itu, terbaru yang membuatnya semakin dikenal publik khususnya para pecinta bulutangkis yakni menjadi bagian tim Indonesia yang memenangkan ajang BATC di Malaysia pada 15-20 Februari 2022. Bilqis menjadi bagian dari tim Indonesia yang berjuang di Piala Uber 2022 di Thailand. Dalam tiga laga yang dilakoni, ia selalu berhasil menyumbang angka untuk Indonesia.

Sengit! Syabda Bawa Skuad Garuda Jawara Grup

Sengit! Syabda Bawa Skuad Garuda Jawara Grup

Pemain debutan Syabda Perkasa Belawa jadi penentu kemenangan tim Piala Thomas Indonesia tampil sebagai jawara grup. Kemenangan di partai terakhir, mengantarkan tim Garuda menang 3-2 atas Korea Selatan. Syabda tampil luar biasa. Mentalitasnya juga prima. Kelebihan itu dia tunjukkan saat menghadapi Yun Gyu Lee di partai kelima pertandingan antara Indonesia dan Korea Selatan di penyisihan grup. Siapa yang menang bakal menjadi juara Grup A. Sebagai pendatang baru, Syabda seperti namanya begitu perkasa. Ketika kedudukan sama kuat, 2-2, saat tampil di partai kelima, dia dituntut menang untuk menyelamatkan Skuad Garuda dari kekalahan. Nyatanya, Syabda tampil mengilap. Bertanding di Impact Arena, Bangkok, Rabu (11/5), saat ketinggalan 6-11 di gim ketiga, tak membuat dirinya pasrah. Sebaliknya, bangkit dan akhirnya menang lewat laga tiga gim, 21-14, 11-21, 21-16. “Saat tertinggal 6-11 pada gim ketiga, saya hanya berpikir, seandainya kalah ya sudah kalah. Tetapi saya bertekad saya tidak mau menyerah begitu saja di tengah lapangan. Saya terus berusaha saja,” tutur Syabda. Hasilnya, luar biasa. Dia bisa menyusul dan akhirnya menang. Berkat sumbangan angka dari Syabda, Indonesia pun menang 3-2 dan jadi juara grup. “Senang dan bersyukur saya bisa menang dan bisa menyumbangkan angka penentu kemenangan Indonesia atas Korea 3-2. Pertandingan tadi ada tegang dan ada pressure, karena saya tampil pertama kali di ajang besar seperti Piala Thomas dan tampil di partai penentuan lagi,” sebutnya. “Senior-senior sekaligus idola-idola saya, terus mendukung saya dari pinggir lapangan. Supportnya luar biasa. Mereka mendukung penuh saya. Saya pun jadi tidak mau menyerah. Saya lihat Koh Hendra, Mas Kevin, Babah Ahsan dan lain-lain, berteriak dari pinggir lapangan mendukung saya, saya pun terus fight. Saya tidak mikir apa-apa, pokoknya berjuang terus dan tidak ragu-ragu seperti gim kedua yang membuat saya kalah,” tambah Syabda. Sebelumnya, Shesar Hiren Rhustavito yang turun di partai ketiga, mampu memperpanjang napas tim Indonesia. Kedudukan Indonesia dan Korea Selatan pun menjadi 1-2. Vito, sapaan akrab pemain tunggal ini sukses mengalahkan Jeon Hyeok Jin, 19-21, 21-8, 21-10. “Tadi kunci kemenangan saya, adalah bermain sabar dan tidak buru-buru menyerang. Saya harus bermain seefisien mungkin. Tidak terpancing bermain menyerang terus yang bisa menguras tenaga saya,” ujar Vito. Indonesia pun sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat sumbangan angka dari pasangan ganda kedua, Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto yang mengatasi perlawanan Yong Jin/Na Sung Seong, 23-21, 21-16. “Alhamdulillah bersyukur bisa menyumbang poin bagi Indonesia. Setelah ketinggalan 1-2, jadi 2-2. Di awal gim, kita memang kalah siap. Kita dari awal tertekan terus. Belum bisa mengatasi serangan lawan. Namun setelah itu, kita bermain lebih tenang dan bisa menang,” ucap Rian. Di dua laga awal tm Merah-Putih sempat tertinggal 0-2. Anthony Sinisuka Ginting kalah di tangan Heo Kwang Hee, 16-21, 21-15, 14-21 dan pasangan baru Kevin Sanjaya/Moh. Ahsan takkuk kepada Seo Sung Jae/Kang Min Hyuk, 18-21, 21-13, 12-21. “Kecewa dan sedih juga saya tidak berhasil ambil poin. Sejak dari pertandingan awal, saya juga belum berhasil menyumbangkan poin untuk tim. Saya sebenarnya sudah mencoba yang terbaik untuk bisa dapat poin, namun belum berhasil. Belum rejeki saya,” sebut Ginting. “Kita akui, pasangan Korea itu juga bagus. Mereka layak diwaspadai. Ini menjadi perhatian dan pekerjaan rumah kita. Ke depan, akan kita coba dengan ganda-ganda muda kita yang belum masuk tim ini,” sebut pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi. Piala Thomas Indonesia vs Korea Selatan (3-2) Anthony Sinisuka Ginting vs Heo Kwang Hee, 16-21, 21-15, 14-21. Kevin Sanjaya/Moh. Ahsan vs Seo Sung Jae/Kang Min Hyuk, 18-21, 21-13, 12-21 Shesar Hiren Rhustavito vs Jeon Hyeok Jin, 19-21, 21-8, 21-10. Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto vs Yong Jin/Na Sung Seong, 23-21, 21-16. Syabda Perkasa Belawa vs Yun Gyu Lee, 21-14, 11-21, 21-16.

Piala Uber 2022. Skuad Merah Putih Gilas Jerman 5-0

Para pemain muda Piala Uber Indonesia yang belum banyak memiliki pengalaman ternyata mampu memetik kemenangan 5-0 atas Jerman. Performa para pemain hari ini memang lebih baik dan terasa lebih nyaman. Tidak ada ketegangan lagi seperti ketika lawan Prancis “Senang bisa dipercaya turun dan menyumbangkan angka pembuka bagi Indonesia. Secara permainan, saya juga lebih nyaman dan tidak tegang lagi,” aku Komang Ayu Cahya Dewi, usai menekuk Yvonne Li, 21-15, 21-13. “Cuma sayang pertandingan tadi terganggu lampu yang berkali-kali mati. Lebih dari lima-enam kali lampu mati. Hal ini cukup mengganggu konsenstrasi saya. Untung saya sudah unggul jauh,” tambahnya. Hal serupa dialami Amalia Cahaya Pratiwi yang main bersama Febriana Dwipuji Kusuma. Ganda pertama ini menang atas Linda Efler/Emma Moszczynski, 21-11, 21-2 “Alhamdulillah bisa menang dan sumbang poin yang membuat Indonesia unggul 2-0. Hari ini kami bisa bermain maksimal dan all out, bisa mengeluarkan seluruh kemampuan. Hari ini rasanya bisa lebih baik dibanding penampilan kemarin,” tutur Tiwi, sapaan akrab Amalia Cahaya Pratiwi.   Hasil positif juga ditampilkan Aisyah Sativa Fatetani. Pemain tunggal kedua ini sukses menggusur Ann-Kathrin Spoeri lewat laga rubber game 21-7, 14-21, 21-14 untuk memastikan Indonesia lolos ke perempatfinal. “Kemenangan ini bisa jadi modal saya lawan Jepang besok. Saya juga makin baik beradaptasi dengan lapangan dan tidak tegang lagi seperti kemarin. Kalau diturunkan lagi, saya akan siap dan fight,” ujar Tiva. Pasangan ganda kedua, Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari membawa Indonesia unggul 4-0 dengan mengalahkan Annabella Jaeger/Leona Michalski, 21-10, 21-10. “Alhamdulillah bisa menang dan membawa Indonesia jadi unggul 4-0. Senang dan lega rasanya bisa main baik dan menang. Tadi kami main sangat nyaman. Bisa enjoy karena posisi Indonesia sudah unggul 3-0 dan memastikan lolos ke perempatfinal. Kami bisa tampil maksimal dan bisa menang,” kata Lanny. “Kalau diturunkan lawan Jepang besok, saya tentu siap. Kemenangan ini makin membuat kami lebih semangat untuk lawan Jepang,” tambah Lanny. “Setelah memastikan lolos ke perempatfinal, target berikutnya adalah bisa lolos ke semifinal. Semoga target ini bisa terwujud. Kami siap kerja keras dan penuh semangat menghadapi laga-laga selanjutnya yang tidak enteng. Lawan Jepang, saya juga siap dan main tanpa beban saja,” ujar Nita Violina Marwah. Di partai penutup. Bilqis Prasista menyempurnakan skuad Merah-Putih menang 5-0 atas Jerman setelah menekuk Florentine Schoffski, 21-12, 12-21, 21-7. “Wah lega rasanya bisa menang, meski lewat rubber game. Saya sebenarnya bisa enjoy saat gim pertama. Gim kedua malah tegang sendiri dan membuat permainan kurang fokus hingga akhirnya kalah. Bersyukur di gim ketiga bisa kembali main seperti gim pertama dan menang,” tukas Bilqis. “Untuk lawan Jepang, kalau dipercaya diturunkan saya siap. Saya akan fight dan main tanpa beban saja,” tambahnya.   Piala Uber Indonesia vs Jerman (5-0) Komang Ayu Cahya Dewi vs Yvonne Li, 21-15, 21-13. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi vs Linda Efler/Emma Moszczynski, 21-11, 21-2. Aisyah Sativa Fatetani vs Ann-Kathrin Spoeri, 21-7, 14-21, 21-14. Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari vs Annabella Jaeger/Leona Michalski, 21-10, 21-10. Bilqis Prasista vs Florentine Schoffski, 21-12, 12-21, 21-7.   Sumber: PBSI

Piala Thomas 2022. Duet Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Hempaskan Thailand

Pada pertandingan yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Senin (9/5) malam hingga Selasa (10/5) dini hari tim putra bulutangkis Indonesia sukses menekuk tuan rumah Thailand dengan 4-1. Sebelumnya di pertandingan pembuka penyisihan Grup A, Indonesia juga menang 4-1 atas Singapura. Keberhasilan Tim Merah-Putih dengan mengatasi tuan rumah, juga ditentukan oleh dua pasangan baru yang diturunkan pelatih kepala Herry Iman Pierngadi terbuktibpasanhan Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses menyumbangkan angka kemenangan. Hendra/Ahsan lewat drama seru di gim kedua, berhasil menekuk Chaloempon Charoenkitamorn/Nanthakarn Yordphaisong dengan skor 21-12, 26-28, 21-11. “Alhamdulillah bisa menang dan menyamakan kedudukan 1-1. Lawan kita akui juga tidak mudah dikalahkan dan bermain baik. Mereka memberikan perlawanan ketat, terutama di gim kedua,” kata Ahsan. “Gim pertama kita menang angin dan bisa memegang kendali permainan. Kita langsung start dan memimpin poinnya bisa jauh,” ujar Hendra. “Gim kedua, kita keserang terus karena kalah angin. Sudah berusaha keras, tetapi kalah juga. Di gim ketiga, saat berada di posisi menang angin kita kembali ke permainan kita dengan menyerang dan mengumpulkan angka banyak. Setelah pindah tempat di interval ketiga, biar tidak terserang, kita main panjang-panjang dan itu berhasil hingga akhirnya menang,” tambahnya. Sementara Bagas/Kevin juga sukses memetik kemenangan atas Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, 24-22, 21-11. “Bersyukur bisa menang. Memang meski sering main bareng Bagas, tentu ada beda dengan pertandingan resmi. Cuma dari sisi bagaimana pola permainan sih saya sudah tahu,” komentar Kevin. Dari sektor tunggal, hanya Ginting yang belum berhasil menyumbangkan angka setelah dikalahkan Kunlavut Vitidsarn, 12-21, 21-15, 9-21. “Rasanya sedih juga tidak bisa menang dan sumbang poin. Tadi pertandingannya juga ketat sejak awal. Kita tahu posisinya saling menang dan kalah angin yang berpengaruh besar terhadap permainan. Cuma di gim ketiga saat pindah lapangan, saya sudah tertinggal jauh. Saat mau mengejar, lawan sudah percaya diri,” kata Ginting. Indonesia kemudian unggul 2-1 setelah Jonatan Christie di partai ketiga mengatasi Kantaphon Wangcharoen, 22-20, 21-16. “Puji Tuhan bisa membuat Indonesia unggul 2-1. Tetapi, secara jujur dari sisi permainan saya hari ini masih jauh dari permainan terbaik saya. Meskipun menang pun, terus terang saya tidak puas. Bisa dibilang kalau memakai angka 100, penampilan saya hari ini hanya 50 saja. Tidak memuaskan saya,” ucap Jojo. Shesar Hiren Rhustavito menggenapkan Indonesia menang 4-1 usai menggusur Sitthikom Thammasin, 21-19, 21-14. “Dari awal saya percaya diri bisa mengatasi dia. Sebelumnya, saya juga selalu menang di empat pertemuan,” tutur Vito. Piala Thomas Indonesia vs Thailand (4-1)   1. Anthony Sinisuka Ginting vs Kunlavut Vitidsarn, 12-21, 21-15, 9-21.   2. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Chaloempon Charoenkitamorn/Nanthakarn Yordphaisong, 21-12, 26-28, 21-11.   3. Jonatan Christie vs Kantaphon Wangcharoen, 22-20, 21-16.   4. Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, 24-22, 21-11.   5. Shesar Hiren Rhustavito vs Sitthikom Thammasin, 21-19, 21-14.   Sumber: PBSI

Piala Uber 2022. Jangan Lengah Hadapi Jerman

Setelah menang 5-0 atas Prancis di laga pembuka perebutan Piala Uber 2022 tim Indonesia akan bertemu Jerman dipertandingan kedua. Pertandingan ini sangat penting bagi tim Uber Indonesia untuk maju ke babak berikutnya. Laga kedua babak penyisihan Grup A Piala Uber lawan Jerman ini akan berlangsung pada Selasa (10/5) mulai pukul 09.00 waktu setempat. “Kemenangan atas Prancis pantas disyukuri. Tetapi jangan sampai membuat pemain jadi lengah. Sebaliknya harus lebih waspada dan siap bekerja keras lagi saat lawan Jerman yang kekuatannya di atas kertas saya kira lebih baik dibanding Prancis,” kata manajer tim Hendro Santoso “Karena itu saya meminta kepada para pemain untuk lebih siap dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik. Lawan Jerman itu bisa dibilang partai penentuan bagi tim Uber Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya. Maka, saya meminta pemain tampil habis-habisan,” tambah Hendro. Menurut pelatih tunggal putri, Morico Harda, ketiga pemainnya tampil bagus saat menghadapi Prancis. Komang Ayu Cahya Dewi, Aisyah Sativa Fatetani, dan Bilqis Prasista, meski sempat dicekam ketegangan dan nervous, akhirnya bisa keluar sebagai pemenang. “Secara umum ketiga pemain ini bermain baik saat lawan Prancis. Saya berharap mereka bisa mempertahankan performanya di laga-laga selanjutnya, termasuk saat lawan Jerman,” tutur Morico. Hanya, apakah Komang, Tiva, dan Bilqis akan kembali diturunkan ketika melawan Jerman, Morico belum mau membuka kartu. “Untuk menentukan siapa yang akan diturunkan melawan Jerman, semuanya harus dilihat dari bagaimana hasil latihan Senin sore ini,” ujarnya. “Kalau saya diturunkan lagi melawan Jerman, saya siap menyumbangkan angka lagi,” ucap Aisyah Sativa Fatetani, pemain tunggal putri. Sementara menurut pelatih ganda Prasetyo Restu Basuki, kondisi anak buahnya juga baik. Tidak ada yang sakit atau cedera. “Anak-anak kondisinya oke. Siap tempur lawan Jerman. Kemarin waktu melawan Prancis mereka juga bisa bermain lepas. Untuk menghadapi Jerman besok, harus lebih yakin saja,” kata Prasetyo. Sumber: PBSI

Piala Thomas 2022. Kerja Keras Demi Memenangkan Laga

Meski menang 4-1 atas Singapura di babak penyisihan Grup A perebutan Piala Thomas 2022, Skuad Merah-Putih harus bekerja keras untuk memenangi laga. Bertarung di Impact Arena, Bangkok, Minggu (8/5) sore, Indonesia harus kehilangan angka lebih dulu ketika tunggal pertama, Anthony Sinisuka Ginting takluk kepada Loh Kean Yew, andalan Singapura. Lewat laga selama 37 menit, Ginting menyerah kalah, 13-21, 14-21 dari sang juara dunia 2021 tersebut. Dalam pertandingan ini, tempo dan kontrol permainan semua dikuasi Loh. “Loh Kean Yew dari pertama memang bermain lebih nge-push, serta mengontrol tempo permainan. Dia juga cepat bisa membaca strategi saya. Dia terus menekan,” kata Ginting. “Sebenarnya di gim kedua, saya sudah berusaha keluar untuk meredam kecepatannya, tetapi lawan memang sudah menemukan pola permainan terbaiknya. Saya sendiri juga masih kurang konsisten,” tambah Ginting. Begitu pula di ganda pertama. Pasangan Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto harus berjuang tiga gim sebelum mengatasi Hee Yong Kai Terry/Loh Kean Hean, 21-14, 19-21, 21-12. Indonesia pun bisa menyamakan kedudukan 1-1 lawan Singapura. “Ahamdulillah bisa main bagus dan memenangkan pertandingan. Tadi di gim pertama kami nyaman dan bisa menerapkan strategi dengan baik karena berada di posisi menang angin,” kata Fajar. “Di gim kedua, saat kalah angin, tekanan kami tidak seperti gim pertama. Di gim ketiga, kami tidak mau kalah dan langsung mengambil start lebih dulu dan terus memimpin. Kami terus memegang kendali permainan hingga memenangkan pertandingan,” tambah Fajar. “Saya sendiri tidak terpengaruh dengan kekalahan Ginting di partai pertama. Kami fokus ke penampilan diri sendiri untuk bisa memenangkan pertandingan. Apalagi dari awal, saya selalu ingin berusaha menyumbangkan poin untuk Indonesia,” tutur Rian. Indonesia lalu memimpin 2-1 setelah Jonatan Christie yang tampil di partai ketiga berhasil menang atas Jia Heng Jason Teh, 21-19, 21-13. “Saya senang dengan kemenangan ini karena Indonesia berbalik jadi unggul 2-1. Bagas/Fikri yang akan main di partai keempat, bisa lebih rileks dan tidak tegang-tegang banget,” kata Jojo. Tim Garuda memimpin 3-1 setelah Bagas Maulana/Muh. Shohibul Fikri berhasil mengemas kemenangan. Juara All England 2022 itu menang 24-22, 21-14 atas Danny Bawa Chrisnanta/Jun Liang Andy Kwek di partai keempat. “Tadi di gim pertama, kami harus mengantisipasi hembusan angin lebih dulu. Setelah bisa menguasai keadaan, di gim kedua kami lebih nyaman untuk menerapkan strategi permainan dan menang lebih mudah dibanding gim pertama,” ujar Bagas. “Alhamdulillah bisa menang dan menyumbangkan angka kemenangan,” tutur Fikri. Di partai kelima, Shesar Hiren Rhustavito menggenapkan kemenangan 4-1 Indonesia atas Singapura. Vito, sapaan akrab tunggal ketiga ini berhasil mengatasi perlawanan Jia Wei Joel Koh dengan skor 21-16, 21-7. “Di gim pertama tadi saya memang harus beradaptasi dengan angin. Bagi pemain tunggal, menang angin itu justru menyulitkan. Setelah itu, semua berjalan sesuai rencana,” aku Vito. Skor Piala Thomas Indonesia vs Singapura (4-1) : Anthony Sinisuka Ginting vs Low Kean Yew, 13-21, 14-21.   Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto vs Hee Yong Kai Terry/Loh Kean Hean, 21-14, 19-21, 21-12.   Jonatan Christie vs Jia Heng Jason Teh, 21-19, 21-13.   Bagas Maulana/Muh. Shohibul Fikri vs Danny Bawa Chrisnanta/Jun Liang Andy Kwek, 24-22, 21-14.   Shesar Hiren Rhustavito vs Jia Wei Joel Koh, 21-16, 21-7.   Sumber: PBSI

Sukses Juarai Luxembourg Open 2022, Berikut Profil Chiara

Sukses Juarai Luxembourg Open 2022, Berikut Profil Chiara

Kancah bulutangkis Indonesia kini tengah dibuat bangga, pasalnya salah satu atletnya Chiara Marvella Handoyo berhasil membawa gelar juara dari gelaran turnamen Luxembourg Open 2022 pada Minggu, 8 Mei 2022. Di partai final Luxembourg Open 2022, Chiara Marvella Handoyo harus menghadapi rekan kompatriotnya, Aura Ihza Aulia. Melawan Aura Ihza Aulia di partai final Luxembourg Open 2022, Chiara Marvella Handoyo berhasil menang mudah dua set langsung 21-9 dan 21-9. Atas hasil tersebut secara otomatis, pemain yang kerap disapa Chiara itu keluar sebagai juara pada gelaran turnamen tahun ini. Melihat prestasi yang berhasil diraihnya itu, menarik sekiranya untuk menilik siapa sebenarnya Chiara Marvella Handoyo, sang jawara Luxembourg Open tahun ini. Berikut adalah profil singkat dari pemain binaan PB Djarum, Chiara Marvella Handoyo atau biasa disapa Chiara. Chiara Marvella Handoyo merupakan pemain tunggal putri Indonesia kelahiran Klaten, 14 Juni 2005. Chiara merupakan atlet binaan dari klub asal kota Kudus, PB Djarum tempat para atlet kelas dunia lahir, seperti Praveen Jordan dan Melati Daeva, Kevin Sanjaya, serta peraih gelar juara All England Muhammad Shohibul Fikri dan Bagus Maulana. Chiara yang juga merupakan pemain peringkat ke 111 dunia itu mulai bergabung dengan klub PB Djarum sejak 2016. Diketahui bahwa pemain yang juga merupakan semi finalis Stockholm Junior International Series 2022 itu rupanya hobi dengan makanan Chinese dan Pizza. Selain itu ia pun juga ternyata memiliki bakat lain yang luar biasa, yakni menggambar. Raihan gelar juara Luxembourg Open tahun ini, semakin melengkapi jajaran prestasi yang berhasil ia raih sepanjang perjalanan karirnya di dunia bulutangkis secara profesional. Sebelumnya, selain berhasil menjadi semifinalis Stockholm Junior, Chiara juga pernah berhasil keluar sebagai juara pada ajang turnamen Yuzu Isotonic Akmil Open 2021. Selain bermain di nomor tunggal putri, Chiara pun juga rupanya kerap turun sebagai pemain di nomor ganda putri Indonesia. Terbukti dari 15 gelar yang berhasil dirinya raih, tiga di antaranya adalah di sektor ganda putri. Seperti pada kejuaraan Daihatsu Astec U 13, U 15, U 17 2019 yang mana mereka keluar sebagai semifinalis turnamen tesrebut. Kini dengan di bawah arahan pelatih di akademi PB Djarum, Chiara tengah dipersiapkan sebagai pemain penerus Susi Susanti, tunggal putri terbaik Indonesia yang pernah berhasil merengkuh berbagai gelar juara di ajang kejuaraan bergengsi dunia.

Piala Uber 2022: Tak Hanya Menang, Skuad Muda Uber Petik Pengalaman Penting

Piala Uber 2022: Tak Hanya Menang, Skuad Muda Uber Petik Pengalaman Penting

Kemenangan Indonesia 5-0 atas Prancis di laga pembuka perebutan Piala Uber 2022 di Impact Arena, Bangkok, Minggu (8/5), sangat penting. Ini tak hanya untuk menjaga asa maju ke babak berikut, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para pemain yang melakoni pertandingan debut. Dalam pertandingan babak penyisihan Grup A, para pemain Indonesia tak hanya melawan musuh di tengah lapangan. Mereka juga harus bisa mengatasi tekanan, ketegangan, dan rasa nervous karena menjalani laga debut di Piala Uber. “Benar, saya melihat para pemain begitu tegang, nervous, dan dalam tekanan. Namun saya salut kepada mereka yang akhirnya bisa keluar dari tekanan dan mampu memenangi pertandingan. Ini pelajaran penting yang bisa dipetik dari laga pembuka Piala Uber,” papar manajer tim Hendro Santoso. Memang tidak mudah bagi Komang Ayu Cahya Dewi melakoni pertarungan perdana di perebutan Piala Uber melawan Prancis. Dia sempat dicekam ketegangan karena Komang menjadi pemain pertama yang turun bertarung. Syukurlah dia bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Lewat perjuangan selama 72 menit, Komang sukses mempersembahkan angka pembuka bagi tim Uber Indonesia. Komang menang atas Qi Xuefei dengan skor 22-20, 19-21, 21-18. “Senang bisa menang dan mempersembahkan satu angka kemenangan bagi Indonesia. Tadi tegang juga karena ini untuk pertama kalinya saya tampil di ajang besar sekelas Piala Uber,” aku Komang. “Ketegangan sempat menghinggapi saya, terutama setelah unggul dan dikejar lawan, saya selalu panik dan gampang kehilangan banyak angka. Itu kelemahan saya. Saya lebih senang mengejar dan sering malah dapat angka,” tambah Komang. Angka kedua bagi tim Merah-Putih disumbangkan pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi yang sukses mengatasi perlawanan Vimala Heriau/Margot Lambert. Lewat laga selama 44 menit, Ana/Tiwi menang dengan 21-13, 27-25. “Tadi di gim pertama kita menang angin, sehingga lebih enak menyerang. Sementara di gim kedua, karena kalah angin, shuttlecock-nya kadang goyang sehingga tidak mudah untuk dipukul dan menyerang. Harus lebih hati-hati, tidak bisa sekali pukul bisa mematikan,” ujar Ana. “Yang pasti senang bisa menyumbangkan angka kemenangan. Memang tadi sedikit tegang juga di awal. Tetapi setelah itu karena kami fokus ke permainan, tidak ada tegang. Sebaliknya, termotivasi untuk menang di penampilan pertama kami di Piala Uber,” timpal Tiwi. Pemain tunggal kedua, Aisyah Sativa Fatetani tak mau ketinggalan menyumbangkan angka. Turun di partai ketiga, Sativa sukses mengatasi perlawanan Leonice Huet lewat laga tiga gim dengan 12-21, 21-13, 21-15. Tim Uber Indonesia pun unggul 3-0 atas Prancis. “Tadi di awal-awal sempat nervous juga. Karena ini pengalaman pertama bertanding di event besar. Tetapi setelah itu, saya bisa menemukan pola permainan dan bisa menang,” sebut Sativa. “Alhamdulillah bisa menang, meski sempat tegang dan kalah di gim pertama. Senang bisa menyumbangkan angka kemenangan. Semoga teman-teman yang lain juga bisa bertambah semangat untuk menang,” tutur Sativa. Pasangan kedua, Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari juga tidak mau ketinggalan menyumbang angka. Mereka sukses mengalahkan Flavie Vallet/Emilie Vercelot, 21-14, 21-11 dalam durasi 28 menit. “Senang bisa menang, apalagi hari ini ulang tahun saya. Semoga saya bisa memperoleh kado terbaik dari ajang ini,” sebut Lanny yang tepat merayakan ulang tahun ke-20. Indonesia memastikan menang 5-0 atas Prancis setelah pemain tunggal ketiga, Bilqis Prasista menang lewat rubber game atas Yaelle Hoyaux, 17-21, 21-14, 21-18. “Saya merasa tegang saat di gim pertama. Baru setelah pindah lapangan, saya bisa main lebih baik dan keluar dari tekanan. Di gim ketiga, sebenarnya saya juga sudah unggul. Tetapi karena tegang lagi, tersusul. Syukur akhirnya bisa tenang dan menang,” sebut Bilqis. Hasil Pertandingan Piala Uber Indonesia vs Prancis (5-0) Komang Ayu Cahya Dewi vs Qi Xuefei, 22-20, 19-21, 21-18. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi vs Vimala Heriau/Margot Lambert, 21-13, 27-25. Aisyah Sativa Fatetani vs Leonice Huet, 12-21, 21-13, 21-15. Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari vs Flavie Vallet/Emilie Vercelot, 21-14, 21-11. Bilqis Prasista vs Yaelle Hoyaux, 17-21, 21-14, 21-18.

Resmi, Nita Violina Marwah Jadi Kapten Tim Indonesia di Piala Uber 2022

Resmi, Nita Violina Marwah Jadi Kapten Tim Indonesia di Piala Uber 2022

Pebulu tangkis ganda putri, Nita Violina Marwah terpilih menjadi kapten Tim Indonesia di Piala Uber 2022. Nita pun tampak siap mengemban tugas berat itu dan bakal berjuang sebaik mungkin untuk Tim Putri Indonesia. Prosesnya sama seperti tim Thomas, Nita ditunjuk sebagai kapten tim setelah rekan-rekannya di tim Uber memilih atlet berusia 20 tahun itu. Setelah itu, pelatih ganda putri, Prasetyo Restu Basuki secara resmi langsung memberikan mandat kepada Nita memegang ban kapten. Dengan tanggung jawab barunya, Nita mau tak mau harus siap menerima amanah yang cukup berat itu. Meskipun, ini menjadi beban moral bagi dirinya dengan kekuatan tim yang diisi pemain muda. “Saya tentu harus siap menerima tugas ini,” papar Nita, dilansir dari rilis resmi PBSI, Kamis (5/5/2022). Meski begitu, Nita berharap dengan kepemimpinannya, dia mampu membawa tim Uber menjadi semakin solid. Terlebih, dapat mendulang prestasi yang membanggakan di kompetisi bergengsi itu. “Semoga saja saya mampu dan membawa tim Uber bisa kompak dan berprestasi semaksimal mungkin,” cetus Nita. Terpilihnya Nita karena dia dinilai memiliki jiwa kepemimpinan di lapangan. Selain itu, dia juga punya pengalaman baik setelah sukses merebut juara BATC beregu di Selangor, Februari 2022 silam. Pemilihan kapten tersebut berlangsung saat menjalani latihan sesi sore di lantai 4 Gedung Serbaguna Kantor Sekretaris Tetap Departemen Pertahanan Sri Saman, Bangkok, Kamis (5/5/2022). Sebelumnya, tim Thomas Indonesia pun telah menunjuk Hendra Setiawan sebagai kapten di tempat yang sama. Menariknya, Hendra dan Nita dipilih jadi kapten tim terjadi di hari istimewa. Yaitu bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-71 PBSI pada Kamis, 5 Mei 2022. Piala Thomas dan Uber 2022 sendiri akan digelar di Impact Arena, Bangkok, 8-15 Mei 2022 mendatang. Biodata: Nama lengkap: Nita Violina Marwah Tempat, tanggal lahir: Majalengka, 25 Maret 2001 Umur: 20 tahun Spesialisasi: Ganda putri  Pegangan raket: Kanan Tinggi Badan: 170 cm Prestasi: Runner-Up Akita Masters Super 100 tahun 2019 Winner Turkey International 2018 Winner Iran Fajr International 2019 Winner Vietnam International 2019 Winner Dutch Junior 2019 Runner-Up Indonesia Junior 2019 Winner Badminton Asia Team Championship 2022

Aldila Banjir Prestasi Jelang SEA Games Vietnam

Aldila Banjir Prestasi Jelang SEA Games Vietnam

Petenis putri asal Indonesia, Aldila Sutjiadi, mampu mengukir sejumlah prestasi menjelang tampil pada SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam. Terbaru, Aldila Sutjiadi membawa pulang gelar juara sektor ganda dalam turnamen ITF World Tennis Tour W100 di Charleston, Amerika Serikat, pada Minggu (1/5/2022) pagi WIB. View this post on Instagram A post shared by Aldila Sutjiadi (@dila11) Aldila Sutjiadi meraih gelar tersebut bersama petenis asal Polandia, yakni Katarzyna Kawa. Duet Aldila Sutjiadi dan Katarzyna Kawa sukses membungkam wakil tuan rumah Sophie Chang/Angela Kulikov dengan kemenangan straight set (6-1, 6-4) dalam laga final berdurasi 59 menit. Sebelum mengalahkan Sophie/Angela dan meraih gelar juara, Aldila/Kawa lebih dulu menang telak (6-1, 6-0) pada semifinal kontra pasangan Olivia Tjandramulia (Australia) dan Marcela Zacarias (Meksiko). “Terima kasih dukungannya, kami main solid hari ini meski nyaris kecolongan di set kedua,” kata Aldila Sutjiadi terkait jalannya laga final kontra Sophie/Angela, dikutip dari Antara News. View this post on Instagram A post shared by Aldila Sutjiadi (@dila11) Bagi Aldila, ini merupakan gelar juara kedua sepanjang 2022. Sebelumnya, dia lebih dulu meraih juara pada turnamen WTA Copa Colsanitas di Bogota, Kolombia. Aldila berpasangan dengan petenis asal Australia Astra Sharma ketika menjuarai ajang tersebut. Setelah meraih gelar juara pada WTA 250 Copa Colsanitas, Aldila bertengger di posisi ke-86 dalam tabel peringkat ganda WTA. Selanjutnya, Aldila disebut akan kembali naik peringkat setelah meraih gelar juara pada ITF 100 Charleston. Antara News menulis, Aldila akan menempati peringkat ke-77 dunia pada awal pekan depan. Aldila mengatakan bahwa rentetan prestasi ini bisa menjadi modal berharga untuk tampil pada SEA Games 2021 Vietnam. Selain itu, Aldila juga akan berjuang pada turnamen bergengsi lainnya, yakni Grand Slam Roland Garros. “Modal bagus untuk tampil di SEA Games Vietnam nanti dan Grand Slam Roland Garros,” ujar Aldila. Pada SEA Games 2021 Vietnam, Aldila berpeluang mempertahankan raihan emas yang didapat pada edisi sebelumnya. Aldila berhasil meraih emas tunggal putri pada SEA Games 2019 Filipina. Selain itu, dia juga mampu menyumbangkan medali emas bersama Christopher Rungkat di nomor ganda campuran. Pretasi yang diukir Aldila melengkapi raihan timnas tenis Indonesia yang ketika itu menjadi juara umum. Pada SEA Games 2019 Filipina, timnas tenis Indonesia juga memperoleh emas dari buah perjuangan ganda putri Beatrice Gumulya/Jessy Rompies. Timnas tenis Indonesia bertekad mempertahankan gelar juara umum dalam SEA Games 2021 Vietnam yang akan berlangsung pada 12-23 Mei mendatang.

Indonesia Juara Umum Kejuaraan Bulu Tangkis di Stockholm

Indonesia Juara Umum Kejuaraan Bulu Tangkis di Stockholm

Indonesia menjadi juara umum dalam kejuaraan bulu tangkis FZ Forza Junior Stockholm 2022 di Täby, Stockholm, Swedia. Dalam perhelatan yang digelar 29 April hingga 1 Mei ini, para pemain junior Indonesia telah merebut 14 medali. “Sungguh luar biasa prestasi dan raihan atlet atlet junior Indonesia dalam turnamen internasional di Stockholm, Swedia ini,” kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Stockholm, Kamapradipta Isnomo, dalam keterangan tertulis kepada Diplomasi Republika, Senin (2/5/2022). “Ini membuat warga dan diaspora Indonesia di Swedia bahagia dan bangga,” katanya menambahkan. Perhelatan olahraga ini diikuti 15 atlet bulu tangkis junior Indonesia dari Klub Djarum dan Klub Jaya Raya. Mereka bertanding bersama puluhan atlet junior mancanegara lainnya. Pertandingan berlangsung di lapangan indoor Täby Racket Centre, Täby, Stockholm. Selama tiga hari dan tiga malam, atlet bulu tangkis Indonesia telah memberikan dan bermain yang terbaik untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan hasil yang sangat memuaskan. Cabang bulu tangkis yang di sapu bersih oleh altlet junior Indonesia adalah tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Berikut hasil Kejuaraan FZ Forza Junior Stockholm International 2022: Men’s Single Mohamad Halim Sidiq (INA) vs Jason Alexander (INA): 21-16 & 21 18 Women’s Single Anwesha Gowda [IND] vs Lucia Rodriguez [ESP]: 21-17 & 21-12 Men’s Double Patra Rindorindo dan Putra Erwiansyah [INA] vs Jonathan Gosal dan Adrian Pratama [INA]: 21-19 & 21-11 Women’s Double Jessica Rismawardani dan Puspa Damayanti [INA] vs Titis Rahma dan Bernadine Wardana [INA]: 21-15 & 21-13 Mix Doubles Patra Rindorindo dan Titis Rahma [INA] vs Verrell Mulia dan Bernadine Wardana [INA]: 12-21, 21-14 & 21-9

Pramudya/Yeremia Taklukkan Asia

Pramudya/Yeremia Taklukkan Asia

Pasangan ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menuntaskan Kejuaraan Asia 2022 dengan kalungan medali emas. Hal ini mereka dapat usai di laga final menaklukkan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia dua gim langsung, 23-21, 21-10. Bertanding di Muntinlupa Sports Complex, Manila, Minggu (1/5), Pramudya/Yeremia memulai laga dengan terus tertinggal, 7-11, 10-14 hingga 13-17. Beruntung mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan di akhir-akhir laga. Bermula dari skor 18-18, 19-19 lalu setting dan akhirnya berakhir dengan 23-21. “Di gim pertama kami memang masih kurang tenang, terlalu terburu-buru,” ucap Yeremia. “Tadi di gim pertama kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Tetapi pelan-pelan kami bisa mengejar mereka. Menang di gim pertama menjadi kunci kami bisa mengalahkan mereka. Di gim kedua kami coba menekan terus karena sudah enak mainnya dan mereka sepertinya jadi tidak percaya diri dan goyah,” tambah Pramudya. Gelar ini membuat Merah-Putih melepas dahaga juara Asia selama tujuh tahun. Terakhir, Indonesia meraih gelar di ajang ini adalah pada tahun 2015 melalui ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sedangkan di ganda putra, Pramudya/Yeremia meneruskan takhta Markis Kido/Hendra Setiawan yang menjadi juara di tahun 2009. “Kami sangat senang bisa juara di sini. Kami datang dengan status underdog, bukan unggulan tapi bisa sampai juara. Kemarin setelah final saja kami sudah bersyukur,” kata Pramudya. “Terima kasih untuk semua tim PBSI dan pelatih karena kami bisa juara berkat mereka juga. Dan yang paling penting gelar ini untuk Indonesia,” sahut Yeremia. Pramudya/Yeremia memang pantas menjadi juara. Setelah mendapat bye di babak 32 besar, mereka secara beruntun mengalahkan unggulan-unggulan. Dimulai dari Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (6/Malaysia) di babak 16 besar, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (2/Jepang) di perempat final, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (4/Indonesia) di semi final hingga Aaron Chia/Soh Wooi Yik (5/Malaysia) di final. “Kami melihat Bagas/Fikri luar biasa mampu juara All England. Kami termotivasi dari sana dan ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa,” ungkap Pramudya. “Semoga gelar ini menjadi pacuan kami untuk lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya dan bisa konsisten,” timpal Yeremia.