Rehan/Lisa Raih Gelar Juara Perdana BWF

Rehan/Lisa Raih Gelar Juara Perdana BWF

Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati menjadi juara Hylo Open 2022 usai mengalahkan pasangan China Feng Yangze/Huang Dongping di final. Rehan/Lisa sukses merebut gelar juara BWF usai menang dua gim langsung, 21-17 21-15, atas Feng Yangze/Huang Dongping di Saarlandhalle Saarbrucken, Jerman, Minggu (6/11) waktu setempat. Rehan/Lisa mengawali gim pertama dengan baik dan berhasil unggul 11-8 di interval gim pertama. Kelengahan Rehan/Lisa sempat membuka celah bagi pasangan China untuk menyamakan kedudukan 14-14. Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati menjadi juara Hylo Open 2022 usai mengalahkan pasangan China Feng Yangze/Huang Dongping di final. Rehan/Lisa sukses merebut gelar juara BWF usai menang dua gim langsung, 21-17 21-15, atas Feng Yangze/Huang Dongping di Saarlandhalle Saarbrucken, Jerman, Minggu (6/11) waktu setempat. Rehan/Lisa mengawali gim pertama dengan baik dan berhasil unggul 11-8 di interval gim pertama. Kelengahan Rehan/Lisa sempat membuka celah bagi pasangan China untuk menyamakan kedudukan 14-14. “Alhamdulillah senang sekali rasanya bisa juara di sini. Apalagi, ini gelar pertama pada tahun ini setelah tiga kali tampil ke final. Pastinya senang. Ini bisa menjadi batu loncatan untuk saya dan Lisa ke depan,” kata Rehan dilansir dari PBSI. “Jalannya pertandingan pada gim pertama, kami masih mencari-cari pola permainan lawan seperti apa. Setelah ketemu, pada kedua kami mulai menekan ke pemain Feng Yang Zhe karena dia juga terlihat tegang,” aku Rehan. “Saya katakan kepada Lisa, permainan depannya nekat saja. Tidak usah memikirkan Huang Dong Ping itu juara apa. Yang penting nekat saja. Saya juga bilang ke Lisa, kalau smash lebih diarahkan ke pemain putra karena dia tampak tegang.” lanjutnya. Rehan mempersembahkan kemenangan dia pada Hylo Open untuk keluarga dan pelatih. “Kemenangan ini saya persembahkan terutama buat keluarga, Bunda, dan para pelatih yang sudah membantu saya dan Lisa, dan juga buat Indonesia pastinya,” ucap Rehan yang merupakan putra dari peraih medali perak Olimpiade 2000 ganda campuran, Tri Kusharjanto itu. “Dukungan penonton membuat saya dan Lisa jadi tambah semangat. Apalagi mereka juga semangat terus mendukung kami. Dari awal saya memang main nothing to lose dan all out saja dan terus menekan lawan,” tutur Rehan. Menurut Rehan, kunci kemenangannnya karena terus menekan permainan Feng. “Soalnya Huang Dong Ping sudah pengalaman. Tetapi Feng Yan Zhe kan masih junior. Jadi dia pasti tegang juga. Makanya saya tekan terus dia agar permainannya tidak berkembang.” jelas Rehan. Sementara itu, Lisa menjadikan kemenangan pada Hylo Open 2022 sebagai pembuktian bahwa dia dan Rehan memiliki kemampuan. “Tadi kami tidak memikirkan menang atau kalah. Kami ingin bermain lepas saja karena lawan juga tidak gampang. Saya tidak takut lawan Huang Dong Ping, peraih emas Olimpiade karena kami sudah sering melawan mereka juga,” kata Lisa. “Kami kalah, tetapi tidak tahu tadi kenapa saya hari ini berani main depan terus, seperti enak sekali kakinya bisa cepat juga bergerak. Smash saya juga banyak tembus, mungkin karena shuttlecock-nya enak dan kami tadi sempat menang angin juga. Mereka mungkin tegang juga.” ujarnya. “Kemenangan ini terasa istimewa. Saya persembahkan kepada mama saya yang habis ulang tahun, dan orang-orang tersayang Lisa. Terima kasih juga buat semua yang sudah mendukung kami terus.” ujar jebolan klub PB Djarum tersebut. Lisa juga mengaku semakin bersemangat ketika mendapat dukungan dari penonton yang menyaksikan laga dia pada babak final. “Dari awal, main enak dan nothing to lose. Kami berani dulu dari awal benar-benar tidak berpikir menang apa kalah. Ini juga karena Huang Dong Ping pemain hebat juga. Kunci kemenanganya, kami berani. Kami benar-benar menjaga komunikasi,” tutur Lisa. Titel kedua didapat Anthony Sinisuka Ginting setelah memenangi duel sengit melawan Chou Tien Chen dengan hasil akhir 21-18, 11-21, dan 24-22. Melalui hasil ini, Anthony memperpanjang rekor keunggulan atas Chou menjadi 8-6. Anthony juga memetik gelar kedua tahun ini setelah sebelumnya menjadi juara pada Singapore Open 2022. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memastikan dua wakilnya menjadi juara setelah berjuang melawan negara lain.

Baru 19 Tahun, Raducanu Masuk Daftar Atlet Putri Terkaya Dunia

Baru 19 Tahun, Raducanu Masuk Daftar Atlet Putri Terkaya

Emma Raducanu menjadi salah satu petenis dengan bayaran tertinggi di usia 19 tahun. Berkat citranya yang apik, ia tetap jadi magnet sponsor meski performanya menurun. Petenis remaja itu menjadi sensasi di lapangan usai menjuarai US Open. Predikat sebagai petenis Inggris pertama yang menggondol trofi dari Grand Slam, sejak Virginia Wade di Wimbledon 1977, terus mendongkrak pamornya. Citra sebagai atlet muda enerjik, punya prestasi dan cantik tentu saja menarik bagi perusahaan reksasa tertarik menggaetnya sebagai bintang iklan. Tak tanggung-tanggung, petenis berpostur 175 cm tersebut meraup pendapatan hingga 10 kali lipat dari yang diperoleh di lapangan. Dalam tempo satu tahun, hingga Mei 2022, Raducanu mendulang 2,8 juta pound (sekira RP50,4 miliar) sebagai hadiah dari tenis. Itu termasuk bonus 1,8 juta pound menyusul kemenangan di US Open. Pundi-pundinya menggelembung hingga mencapai 22,8 juta pound. Itu berkat endorse dari merek-merek besar di dunia. Gadis blasteran Rumania-Cina itu menandatangani kontrak jutaan pound dengan produsen mobil Porsche, pembuat perhiasan mewah Tiffany & Co, merek fashion Dior. Ia pun ditunjuk sebagai duta British Airways, minuman Evian, produsen telekomunikasi Vodafone dan bank HSBC. Petenis yang kini mengalami cedera pergelangan tangan juga tampil dalam iklan Sports Direct. Nike dan Wilson pun membayar mahal agar produknya dikenakan Raducanu. Kekayaan yang meroket membawa petenis peringkat ke-76 dunia tersebut ke deretan atlet kaya. Ia masuk dalam tabel petenis dengan pendapatan tertinggi 2022, yakni posisi keenam. Raducanu juga mengisi peringkat ketiga atlet putri dengan pemasukan terbanyak tahun ini. Ia di bawah Naomi Osaka yang mengumpulkan 46 juta pound dan Serena Williams 30,6 juta pound.

Kejurkot Piala Wali Kota PBSI Jakarta Utara Asah Atlet Muda

Kejurkot Piala Wali Kota PBSI Jakarta Utara Asah Atlet Muda

Ajang Kejuaraan Kota (Kejurkot) Piala Wali Kota Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jakarta Utara diikuti oleh ratusan atlet muda yang bertanding di Sarana Olah Raga (SOR) Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/11/2022). Selain dapat mengasah bakat para atlet muda, ajang ini juga menjadikannya sebagai wadah pembinaan atlet muda dalam meraih prestasi gemilang di masa mendatang. Melalui ajang ini, diharapkan juga dapat melahirkan penerus atlet-atlet kebangaan Indonesia. Walikota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, mengatakan Kejuaraan Kota Piala Jakarta Utara menjadi wadah pembinaan para atlet muda. Dengan adanya ajang tersebut, kemampuan atlet muda akan semakin terasah sehingga diharapkan dapat masuk dalam Pelatihan Nasional (Pelatnas). “Saya berharap dari event (kegiatan) ini bisa lahir atlet Jakarta Utara yang mewakili Provinsi DKI Jakarta mewakili nasional dan Insyaallah juga sampai masuk Pelatnas untuk nanti mewakili Indonesia di kancah internasional,” kata Ali Maulana Hakim. Kejuaran ini juga mendapat dukungan pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mendukung pembinaan atlet muda bulu tangkis sedari dini. Ali bangga dan sangat mengapresiasi pengurus PBSI Jakarta Utara yang telah menyelenggarakan Kejuaran Kota Piala Walikota PBSI Jakarta Utara. Ali menyampaikan apresiasinya dengan terus mendukung tiap kegiatan positifnya yang diselenggarakan di Jakarta Utara. “Kita akan mendukung terus kegiatan-kegiatan positif di Jakarta Utara dan mengajak stakeholder juga mendukungnya, seperti halnya olahraga bulu tangkis ini,” ujarnya. Ketua Panitia Kejuaran Kota Piala Walikota PBSI Jakarta Utara, Andi Fajar Asti, menyebutkan terdapat 350 atlet muda yang mengikuti ajang Kejuaran Kota Piala Walikota PBSI Jakarta Utara yang diselenggarakan selama tiga hari, Rabu (2/11) sampai dengan Jumat (4/11). Ratusan atlet muda ini terbagi dalam tujuh kategori pertandingan yakni Pra Usia Dini, Usia Dini, Anak-Anak, Pemula, Remaja, Taruna, dan Ganda Internal Walikota. “Kejuaran Kota Piala Walikota PBSI Jakarta Utara ini sebenarnya kami gelar dalam rangka seleksi untuk menghadapi kejuaraan tingkat Provinsi DKI Jakarta pekan depan. Jadi para juara nanti akan kami ikuti mewakili atlet muda terbaik di Jakarta Utara untuk bertanding di sana,” kata Andi Fajar Asti.

Ganda Putra/Patra Raih Perak Kejuaraan Dunia Junior 2022

Putra/Patra kalah tipis 18-21, 21-14, 20-22 dari Xu Hua Yu/Zhu Yi Jun setelah bertanding 68 menit. Bertanding di Palacio de Deportes de Santander, Santander, hari Minggu (30/10), Kurang tenang dikatakan mereka sebagai faktor kekalahan yang paling utama. “Di gim pertama kita kecolongan. Ada momen di akhir-akhir ketika kami salah membuang bola lalu mereka mendapat poin, dari situ percaya diri mereka naik sementara kita malah jadi tertekan,” kata Patra. “Di gim ketiga kita kurang sabar dan tenang, mainnya terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri padahal secara poin sudah memimpin. Ketika poinnya dikejar dan jadi ketat kita juga jadi gugup dan tegang,” lanjut Patra. Kekecewaan tidak bisa disembunyikan dari raut muka keduanya karena impian menjadi juara dunia junior sirna. Tapi Putra/Patra mencoba berbesar hati. “Kita sangat kecewa dengan hasil ini. Tapi kita sudah mencoba memberikan penampilan yang terbaik, apapun hasilnya kita harus terima,” ungkap Patra. “Puji Tuhan diberikan rezeki medali perak. Ini menjadi motivasi kita untuk lebih banyak belajar, berlatih untuk meningkatkan performa,” ujar Patra. Dengan hasil ini, Garuda Muda meraih total empat medali dari Kejuaraan Dunia Junior 2022. Dengan rincian dua medali perak dan dua medali perunggu. Selain Putra/Patra, medali perak disumbang Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari dari ganda putri. Sedangkan medali perunggu didapat dari tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo dan tim beregu. Berikut hasil lengkap final Kejuaraan Dunia Junior 2022. Ganda Campuran Zhu Yi Jun/Liu Sheng Shu (China) vs Liao Pin Yi/Huang Ke Xin (China) 21-10, 18-21, 21-10 Tunggal Putri Tomoka Miyazaki (Jepang) vs Yuan An Qi (China) 21-14, 20-22, 21-17 Tunggal Putra Kuo Kuan Lin (Chinese Taipei) vs S.Sankar Muthusamy Subramanian (4/India) 21-14, 22-20 Ganda Putri Liu Sheng Shu/Wang Ting Ge (China) vs Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari (1/Indonesia) 21-14, 21-16 Ganda Putra Xu Hua Yu/Zhu Yi Jun (China) vs Muh Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo (4/Indonesia) 21-18, 14-21, 22-20 Sumber: PBSI. Foto: PBSI.

Rachel/Trias Persembahkan Medali Perak di Kejuaraan Dunia Junior 2022

Bertanding di laga final hari Minggu (30/10), Rachel/Trias harus mengakui keunggulan pasangan China Liu Sheng Shu/Wang Ting Ge dengan skor 14-21, 16-21. Pasangan ganda putri ini pada akhirnya merebut medali perak untuk Indonesia. Kalah tenaga menjadi penyebab gagalnya Rachel/Trias berdiri di podium tertinggi. “Yang paling terasa kami memang kalah tenaga dan power dari mereka hari ini. Kami mengakui mereka besar sekali powernya. Lalu kami belum bisa mengatasi ketegangan,” kata Trias seperti dikutip dari halaman resmi PBSI.   “Tadi di gim kedua sebenarnya pola mainnya sudah ketemu tapi kami kurang sabar dan kurang tahan. Lalu malah penasaran mau coba pola gim pertama yang tidak berhasil,” ungkap Rachel. Walau kecewa tidak mampu meraih medali emas, Rachel/Trias mengaku banyak pengalaman dan pelajaran yang mereka dapat di ajang ini. “Kami kecewa belum bisa menyumbangkan medali emas tapi tidak ada alasan untuk sedih yang berlarut-larut karena ini baru awal. Setelah ini kami akan naik senior, tantangan pasti semakin sulit jadi kami jadikan ini pengalaman berharga. Kami juga bisa mengukur kekuatan pemain-pemain negara lain yang seusia kami, bukan tidak mungkin merekalah saingan-saingan kami di senior nanti,” tutur Rachel. “Di sini kami belajar mengontrol diri dan menguatkan mental. Kami kalah di penentuan beregu dan masih harus tampil di perorangan, sungguh tidak mudah. Puji Tuhan bisa melaluinya hingga ke final,” lanjutnya lagi. Tidak lupa, Rachel/Trias mengucapkan terima kasih untuk semua doa dan dukungan dari semua pihak yang terus mempercayai mereka. “Terima kasih untuk semua doa dan dukungan untuk kami. Itu sangat berharga. Mohon maaf kami hanya bisa kasih medali perak,” pungkas Rachel. Sumber: PBSI. Foto: PBSI

Aldila Sutjiadi Raih Gelar Juara WTA 125 Pertama di Meksiko

Aldila Sutjiadi Raih Gelar Juara WTA 125 Pertama di Meksiko

Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi, berhasil meraih gelar juara nomor ganda turnamen WTA 125 Abierto Tampico, Meksiko, Sabtu waktu setempat atau Minggu waktu Indonesia. Duet Aldila bersama petenis Slovakia, Tereza Mihalikova, berhasil mengalahkan pasangan Amerika Serikat Elizabeth Mandlik/Ashlyn Krueger pada babak final. Aldila/Mihalikova, yang menjadi unggulan teratas di turnamen lapangan keras tersebut, melalui laga pamungkas tersebut dengan menang 7-5, 6-2. Dalam unggahan media sosialnya, Aldila mengungkapkan bahwa kemenangan itu adalah gelar WTA level 125 pertama baginya. Dia juga berterima kasih kepada pada Mihalikova yang telah bermain bersama selama sepekan terakhir. Gelar di Tampico melengkapi koleksi trofi tenis milik Aldila pada tahun ini. Pada April lalu, petenis berusia 27 tahun itu berhasil menjuarai ganda putri turnamen WTA 250 Copa Colsanitas di Bogota, Colombia, bersama petenis Australia Astra Sharma. Kemenangan tersebut adalah gelar WTA perdana bagi Aldila. Tidak lama berselang, tepatnya pada Mei, Aldila kembali mengemas gelar ganda putri pada turnamen ITF Charleston, Amerika Serikat, bersama petenis Polandia Katarzyna Kawa. Berdasarkan laman resmi WTA, Aldila pekan ini berada di peringkat 53 WTA ganda dunia, menjadi torehan peringkat tertinggi sepanjang kariernya. Di sektor tunggal Aldila berada di peringkat 516, lebih baik dari pekan sebelumnya, sementara catatan terbaiknya ada di peringkat 344 pada 24 Mei 2021. Terlepas dari turnamen tur, Aldila tahun ini juga berhasil mempertahankan gelar dengan membawa pulang emas ganda campuran SEA Games Vietnam bersama Christopher Rungkat. Sementara itu, di belahan dunia lain, petenis putri Indonesia Priska Madelyn Nugroho menjadi runner up ganda ITF W60 Playford, Australia. Priska, yang berpasangan dengan petenis Korea Selatan Han Na-lae, tidak mampu menghalang wakil tuan rumah Talia Gibson/Alexandra Bozovic pada babak final, Sabtu, dan berakhir 5-7, 4-6.

Ganda Putra Amankan Satu Tempat di Final Kejuaraan Dunia Junior 2022

Ganda putra Muh Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo menjaga asa untuk meraih medali emas Kejuaraan Dunia Junior 2022. Terbaru, mereka sukses memastikan satu tempat di partai pamungkas. Hasil ini didapat Putra/Patra usai mengandaskan pasangan Korea Song Hyun Cho/Beom Soo Park dua gim langsung 21-19, 21-13 di babak semifinal hari Sabtu (29/10). “Tidak mudah memenangkan pertandingan ini, lawan bermain bagus dan kita merasa levelnya seimbang,” ujar Patra. “Setelah menang di gim pertama, kita coba terus untuk menekan lawan. Mungkin mereka jadi tidak nyaman dan akhirnya tidak bisa keluar dari tekanan,” tambah Putra. Sudah tiba di final, Putra/Patra mengaku belum puas. Gelar juara menjadi target selanjutnya yang ingin dicapai. “Puji Tuhan sudah bisa ke final, sudah mencapai target awal. Rasanya luar biasa tapi kita tidak boleh puas karena masih ada laga terakhir besok,” ungkap Patra. “Pastinya mau juara tapi pertandingan besok akan berat. Kita tidak boleh jumawa, harus tetap waspada dan tetap fokus,” lanjut Putra. Lebih lanjut, Putra/Patra menyatakan bahwa tampil di beberapa kesempatan turnamen kelas senior membuat kepercayaan diri mereka meningkat. “Kita tidak berpikir apa-apa sih ketika masuk lapangan, yang penting percaya diri dan yakin saja. Kita juga sudah beberapa kali main di turnamen level senior jadi sudah lebih hafal tekanan-tekanan di turnamen,” jelas Putra. Di final, Putra/Patra masih menunggu lawan antara Xu Hua Yu/Zhu Yi Jun (China) melawan Apiluk Gaterahong/Witchaya Jintamuttha (Thailand).   Sumber: PBSI

Rachel/Trias Maju ke Final Kejuaraan Dunia Junior 2022. Selangkah Lagi Cetak Sejarah

Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari maju ke final Kejuaraan Dunia Junior 2022 setelah mengalahkan unggulan 15 Kiyama/Kanano Muroya di babak semifinal hari Sabtu (29/10). Sejak pertama kali digelar tahun 1992, ganda putri Indonesia belum ada yang mampu menjuarai ajang Kejuaraan Dunia Junior. Hal itu yang akan coba dipecahkan pasangan Indonesia Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari tahun ini. Laga ini berlangsung sengit sehingga harus diselesaikan lewat drama tiga gim. Rachel/Trias menang 12-21, 21-19, 21-14. “Rasanya senang sekali. Bukan hanya karena kami menang dan ke final tapi tadi kami mampu lepas dari tekanan dan ketegangan,” ujar Trias kepada tim Humas dan Media PP PBSI di Palacio de Deportes de Santander, Santander. “Kami tegang saat masuk lapangan tadi, banyak pikiran mengganggu. Kami juga merasa kurang yakin dengan kemampuan diri sendiri. Akibatnya di gim pertama mainnya tidak lepas, banyak out dan nyangkut net,” sambung Rachel. Kekalahan di gim pertama rupanya memantik semangat dan motivasi Rachel/Trias untuk bermain lepas di gim kedua. Permainan rapi dengan banyak variask permainan pun mulai keluar dari keduanya. “Di gim kedua kami coba lebih fokus, lebih yakin dan ngotot. Kami juga bermain dengan banyak variasi dan pola yang kami mau. Dari situ sudah mulai menemukan ritmenya,” cerita Rachel. “Sempat terkejar setelah unggul jauh tapi kami tetap fokus untuk dapat poin demi poin. Semangatnya juga terus dijaga,” kata Trias. Di gim ketiga rupanya pasangan Jepang habis bensin terutama setelah interval. Praktis, Rachel/Trias semakin nyaman dalam mengontrol pertandingan. “Di gim ketiga kami melihat mereka menurun kondisinya. Itu kami manfaatkan untuk terus mengontrol permainan. Saya juga terus bilang ke Trias bahwa kami bisa dan lebih kuat dari mereka. Ayo terus berjuang habis-habisan!,” ungkap Rachel. Di partai final, Rachel/Trias akan ditantang Liu Sheng Shu/Wang Ting Ge asal China. Pasangan Negeri Tirai Bambu ini lolos setelah mengandaskan Kokona Ishikawa/Riko Kiyose 17-21, 21-13, 21-17. Power yang besar dari sang lawan akan benar-benar diwaspadai Rachel/Trias. “Mereka powernya besar dan mainnya terus menyerang. Ini akan kami waspadai dan antisipasi. Diskusi juga dengan pelatih apa strategi yang harus dimainkan,” tutur Rachel. “Kami sudah tidak sabar main di final, kami siap tampil habis-habisan. Tapi tetap tidak boleh terlalu excited,” tutup Rachel.   Sumber: PBSI

Mantap! Dua Pekan, Rahmat/Pramudya Raih Dua Gelar

Mantap! Dua Pekan, Rahmat/Pramudya Raih Dua Gelar

Pasangan Rahmat Hidayat/Pramudya Kusumawardana menorehkan catatan manis. Ganda tuan rumah ini meraih gelar kedua secara beruntun di Malang seusai meraih titel kampiun di ajang bulutangkis KB Financial Group Indonesia Masters 2022. Berlaga di Platinum Arena, Malang, Jawa Tinur, Minggu (23/10) petang, Rahmat/Pramudya menang dua gim langsung atas wakil China, He Ji Ting/Zhou Hao Dong dengan skor 21-18, 21-19. Pada laga final turnamen seri BWF World Tour Super 100 ini, pasangan yang memulai debut di Indonesia International Challenge 2022 itu mengaku sejatinya kewalahan menghadapi Ji Ting/Hao Dong. Dengan pengalaman He Ji Ting yang berstatus sebagai runner up Kejuaraan Dunia 2021 itu bermain taktis dan disiplin, sehingga sempat membuat Rahmat/Pramudya kewalahan. “Pada pertandingan ini kami kewalahan karena lawan punya permainan yang stabil sehingga sulit dipecah konsentrasinya dalam bermain,” sebut Pramudya kepada Tim Humas dan Media PBSI. “Kondisi fisik kami sempat goyah saat ditekan di gim kedua, maklum kami menjalani dua turnamen beruntun di sini dengan kondisi cuaca yang cukup dingin. Kami tetap fokus di sini dan berusaha mencari poin demi poin akhirnya bisa meraih kemenangan,” ungkap Pramudya. Senada dengan Pramudya, Rahmat sendiri senang dengan keberhasilan meraih gelar juara di level turnamen BWF level super 100. Baginya ini gelar juara yang spesial mengingat keduanya baru memulai debut pada pekan lalu. Rahmat sendiri nantinya setelah tampil bersama Pramudya Kusumawardana akan kembali berpasangan dengan Muhammad Rayhan Nur Fadillah. Sama seperti Rahmat yang kembali dengan pasangannya, Pramudya juga akan bersanding bersama Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan yang kemungkinan akan kembali debut pada awal tahun mendatang. “Kami bermain tanpa beban di laga ini. Sempat nervous mengingat lawan levelnya lebih tinggi, tapi kami tidak kenal menyerah sepanjang laga,” ungkap Rahmat, pemain kelahiran Batam, 17 Juni 2003 itu “Nantinya saya akan kembali lagi dengan pasangan lama saya dan akan bersiap menghadapi turnamen berikutnya,” tambah Rahmat. Kemenangan Rahmat/Pramudya diharapkan memberikan inspirasi untuk wakil Indonesia yang tampil di final Denmark Open 2022. Pada turnamen BWF level 750 dari sektor ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan jumpa sesama wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. “Kami melihat final sesama wakil Indonesia di Denmark Open 2022 menjadi inspirasi kami ke depannya untuk bisa bersaing menyamakan level dengan para senior kami,” tambah Pramudya. Kemenangan di kejuaraan berhadiah total 81 ribu dolar AS ni menjadi gelar kedua bagi Rahmat/Pramudya seusai pada pekan lalu berjaya di Mansion Sports Malang Indonesia International Challenge. Kala itu, mereka di final mengalahkan Hiroki Okamura/Masayuki Onodera (Jepang) lewat pertarungan rubber game 23-21, 16-21, 21-15.

Kalah Tipis Indonesia Harus Relakan Piala Suhandinata 2022

Santander, 21 Oktober 2022 Garuda Muda akhirnya harus rela melepas Piala Suhandinata 2022 kepada Chinese Taipei setelah kalah tipis dengan skor 2-3. Indonesia tertinggal 0-2 terlebih dahulu usai Zaidan Arrafi Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (ganda campuran) dan Muhammad Reza Al Fajri (tunggal putra) mengalami kekalahan. Indonesia membalas dengan kemenangan Mutiara Ayu Puspitasari (tunggal putri) di partai ketiga. Lalu, Muh Putra Erwiansyah/Muhammad Rayhan Nur Fadillah (ganda putra) yang turun di partai keempat sukses menundukkan Huang Jui-Hsuan/Tsai Fu Cheng dua gim langsung 21-14, 21-13. “Pastinya tegang saat masuk lapangan. Karena ini pertandingan yang harus kita menangkan. Tapi tadi kita coba percaya sama kemampuan kita, alhamdulillah bisa menang,” ucap Putra. “Kunci kemenangan hari ini kurang lebih sama dengan kemarin. Kita coba memaksa lawan mengikuti pola permainan kami. Kami juga coba konsisten dengan pola no lob menyerang. Tidak boleh tergoda adu power. Power mereka lebih besar,” jelas Rayhan. Asa Garuda Muda melaju ke babak final kembali muncul saat kedudukan menjadi sama kuat 2-2. Tapi sayang wakil ganda putri Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari gagal menjalankan tugasnya. Rachel/Trias harus mengakui keunggulan Nicole Gonzales Chan/Yang Chu Yun lewat pertarungan rubber game 21-13, 16-21, 13-21. Pelatih ganda putri Enroe Suryanto mengungkapkan faktor Rachel/Trias tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. “Di gim pertama sebetulnya Rachel/Trias sudah bagus dan benar mainnya. Baik secara pola maupun mental,” kata Enroe. “Di gim kedua, lawan mengubah pola dan mereka tidak siap dengan perubahan itu,” tambah Enroe. Lebih lanjut, Enroe mengatakan di gim ketiga Rachel/Trias bermain di bawah tekanan. “Di gim ketiga lawan semakin percaya diri dan rapat permainannya, sementara Rachel/Trias tidak bisa keluar dari tekanan. Bermain terlalu terburu-buru,” ujar Enroe. Di partai final hari Sabtu (22/10) besok, Chinese Taipei akan menghadapi Korea. Korea sendiri melaju ke final usai mengalahkan Jepang dengan skor telak 3-0. Berikut hasil pertandingan Indonesia vs Chinese Taipei. Ganda Campuran: Zaidan Arrafi Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Ting Yen-Chen/Yang Chu Yun 21-15, 11-21, 19-21 Tunggal Putra: Muhammad Reza Al Fajri vs Kuo Kuan Lin 21-18, 12-21, 18-21 Tunggal Putri: Mutiara Ayu Puspitasari vs Ruo Hsuan Ko 15-21, 21-15, 21-13 Ganda Putra: Muh Putra Erwiansyah/Muhammad Rayhan Nur Fadillah vs Huang Jui-Hsuan/Tsai Fu Cheng 21-14, 21-13 Ganda Putri: Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari vs Nicole Gonzales Chan/ Yang Chu Yun 21-13, 16-21, 13-21 Sumber: PBSI

Tundukkan China Tim Junior Indonesia Melesat ke Semifinal Piala Suhandinata 2022

Tim junior Indonesia melangkah ke babak semifinal Piala Suhandinata 2022 setelah menundukkan China dengan skor 3-1 di babak perempatfinal. Kemenangan Indonesia ditentukan oleh ganda putra Muh Putra Erwiansyah/Muhammad Rayhan Nur Fadillah usai mengalahkan Xu Hua Ju/Zhu Yi Jun dua gim langsung 21-17, 21-14 di Palacio de Deportes de Santander, Santander hari Kamis (20/10). “Alhamdulillah bisa menjadi penentu tim Indonesia ke semifinal. Tadi sempat tegang juga, soalnya kita tidak tahu permainan mereka seperti apa. Mereka baru main di sini,” ucap Putra. “Setelah pertandingan dimulai, kita coba ambil inisiatif permainan. Memaksa mereka masuk ke pola kita,” tambah Rayhan. “Senang pastinya tapi masih ada pertandingan besok jadi harus tambah semangatnya lagi. Bukan kita saja tapi untuk semua tim,” ujar Putra. “Laga ini kata orang layaknya final jadi kita bersyukur bisa melewatinya. Terima kasih untuk semua tim yang sudah memberikan yang terbaik,” ungkap Rayhan. Di babak semifinal Indonesia akan ditantang Chinese Taipei. Chinese Taipei melaju ke semifinal usai menaklukkan Inggris 3-0. Berikut hasil pertandingan Indonesia vs China. Ganda Campuran: Rafli Ramanda/Az-Zahra Putri Dania vs Zhu Yi Jun/Liu Sheng Su 13-21, 15-21 Tunggal Putra: Alwi Farhan vs Zhu Xuan Chen 21-16, 21-16 Tunggal Putri: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Zhang Xin Ran 21-7, 21-10 Ganda Putra: Muh Putra Erwiansyah/Muhammad Rayhan Nur Fadillah vs Xu Hua Yu/Zhu Yi Jun 21-17, 21-14 Ganda Putri: Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari vs Liu Sheng Su/Wang Ting Ge Tidak Dimainkan Sumber: PBSI

Kejuaraan Dunia Junior 2022: Kalahkan Malaysia, Indonesia Lolos ke Perempat Final

Kejuaraan Dunia Junior 2022: Kalahkan Malaysia, Indonesia Lolos ke Perempat Final

Tim bulu tangkis junior Indonesia memastikan tiket perempat final perebutan Piala Suhandinata 2022 di Santander, Spanyol pada Rabu (19/10/2022). Piala Suhandinata adalah trofi yang diperebutkan dalam rangkaian Kejuaraan Dunia Junior 2022 untuk nomor beregu campuran. Sebanyak 38 negara peserta dibagi ke dalam delapan grup yang memperebutkan masing-masing satu tiket menuju perempat final Piala Suhandinata 2022. Indonesia sebagai juara bertahan harus menang atas Malaysia di laga terakhir Grup A jika menginginkan tiket ke babak delapan besar. Pasalnya, kedua tim sebelumnya sama-sama sudah meraih kemenangan 5-0 atas Swedia dan Latvia. Target tersebut pun tercapai pada hari ini dengan kemenangan 4-1 atas Malaysia yang harus puas finis sebagai runner-up Grup A. Indonesia kecolongan terlebih dahulu ketika Alwi Farhan yang turun di nomor tunggal putra harus mengakui keunggulan Justin Hoh dengan skor identik 18-21, 18-21. Poin pertama untuk kontingen junior Merah-Putih disumbangkan oleh jawara Indonesia International Challenge 2022 di Yogyakarta, Ester Nurumi Tri Wardoyo. Adik dari Chico Aura Dwi Wardoyo tersebut harus melakoni laga tiga game hingga akhirnya mengakhiri perlawanan Siti Nurshuhaini. Setelah kedudukan imbang 1-1, Indonesia berhasil mengamankan kemenangan di tiga sektor ganda yang dimainkan berikutnya. Tiket perempat final untuk Indonesia didapat di partai keempat usai Meilysa Trias Puspita Sari/Rachel Allessya Rose membekuk Ong Xin Yee/Carmen Ting dengan skor 21-15, 21-19. Rafli Ramanda/As-Azahra Putri Dania yang tampil di partai kelima pun menutup laga dengan kemenangan 4-1 Indonesia atas Malaysia di fase grup. Berdasarkan aturan drawing untuk nomor beregu campuran di Kejuaraan Dunia Junior 2022, calon lawan Indonesia di perempat final adalah perwakilan Grup B yang tak lain adalah Tiongkok. Tiongkok sendiri sukses melibas semua pertandingan di Grup B tanpa menelan satu pun kekalahan dari Slovenia, India, Islandia, hingga Australia. Pertandingan Indonesia vs Tiongkok akan berlangsung pada Kamis (20/10/2022) pukul 13.00 waktu setempat atau 18.00 WIB. Berikut ini hasil pertandingan Grup A antara Indonesia dan Malaysia: Tunggal putra Alwi Farhan vs Justin Hoh: 18-21, 18-21 (43 menit) Tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Siti Nurshuhaini: 21-18, 22-24, 21-14 (68 menit) Ganda putra Muh Putra Erwiansyah/Muhammad Rayhan Nur Fadillah vs Choi Jian Sheng/Bryan Jeremy Goonting: 21-8, 21-10 (23 menit) Ganda putri Meilysa Trias Puspita Sari/Rachel Allessya Rose vs Ong Xin Yee/Carmen Ting: 21-15, 21-19 (42 menit) Ganda campuran Rafli Ramanda/As-Azahra Putri Dania vs Wong Vin Sean/Lai Ting Cen: 21-15, 21-13 (26 menit)

Jonatan Christie Susul The Daddies ke Babak Kedua Denmark Open 2022

Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan tunggal putra Jonatan Christie sukses melaju ke babak 16 besar turnamen bulutangkis Denmark Open 2022 di Jyske Bank Arena, Odense, hari Selasa (18/10). Ahsan/Hendra terlebih dahulu menang atas pasangan Chinese Taipei Lee Jhe-Huei/Yang Po Hsuan. The Daddies menang dua gim langsung 21-16, 21-15. “Tadi dari awal kita sudah menyiapkan permainan depannya. Harus pegang lapangan depan karena shuttlecock di sini agak tidak stabil jadi susah dikontrol,” tutur Hendra seperti dikutip dari situs PBSI. “Kalau pegang depan, kita enak untuk mengontrol strategi. Evaluasi hari ini mungkin dari pergerakannya dipercepat, tadi kita merasa masih terlalu lambat. Dan yang pasti harus menyerang duluan,” jelas Hendra. Setelah kemenangan The Daddies, Jojo juga menyusul. Peraih medali emas Asian Games 2018 Jakarta itu menang dengan kerja keras tiga gim 21-8, 19-21, 21-18 atas wakil tuan rumah Hans-Kristian Solberg Vittinghus. “Kunci kemenangan saya hari ini berusaha buat dia capek dulu dan membuat variasi tempo di permainannya,” terang Jojo. “Ada kendala sedikit tentang bagaimana menbaca kondisi lapangan dan shuttlecock. Di sini shuttlecocknya cukup kencang. Tapi secara keseluruhan sudah ok,” tambah Jojo. Selain Ahsan/Hendra dan Jonatan, wakil ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga memetik kemenangan di babak 32 besar. Fajar/Rian menang atas Ruben Jille/Ties Van Der Lecq asal Belanda dengan skor 21-6, 19-21, 21-8. Sayangnya tiga wakil lainnya yang bertanding hari ini harus angkat koper lebih awal. Chico Aura Dwi Wardoyo, Gregoria Mariska Tunjung dan Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela. Sumber: PBSI

Kejuaraan Dunia Junior 2022. Ester dan Putra/Rayhan Bawa Tim Indonesia Bangkit

Santander, 19 Oktober 2022 Tunggal putri Indonesia Ester Nurumi Tri Wardoyo dan ganda putra Muh Putra Erwiansyah/Muhammad Rayhan Nur Fadillah bawa tim Indonesia bangkit dari ketertinggalan 0-1 atas Malaysia di laga penentuan grup A Piala Suhandinata 2022. Keduanya sukses menyumbang poin sehingga kini Garuda Muda balik memimpin 2-1. Ester menyamakan kedudukan setelah menang rubber game 21-18, 22-24, 21-14 atas Siti Nurshuhaini. “Di gim pertama saya sudah enak mainnya, percaya diri juga karena walau tadi tim sedang tertinggal tapi saya mau menunjukkan yang terbaik. Jadi dari mulai ketegangan itu saya coba alihkan jadi motivasi,” kata Ester. “Di gim kedua saya sudah sempat unggul tapi di pertengahan gim fokus saya tiba-tiba hilang, seperti blank jadi lawan naik lagi performanya. Di gim ketiga saya coba fokus lagi dan bermain nekat. Puji Tuhan bisa menang,” tambah Ester. Tidak butuh waktu lama bagi Indonesia untuk berbalik unggul. Pasangan ganda putra Putra/Rayhan yang tampil prima, berhasil menang relatif mudah atas Choi Jian Sheng/Bryan Jeremy Goonting 21-8, 21-10. “Saya sempat tegang sekali tadi pas masuk lapangan. Tapi alhamdulillah setelah mulai pertandingan saya bisa rileks. Senang bisa menyumbang poin untuk Indonesia, semoga Rachel/Trias dan Rafli/Dania juga bisa menang,” kata Rayhan yang juga berperan sebagai kapten tim. “Dari dua pertandingan ini, kami merasa kami sudah cukup kompak. Kami tadi coba terus menekan lawan, tidak memberikan kesempatan mereka berkembang,” timpal Putra. Di partai keempat, ganda putri mempertandingkan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari kontra Ong Xin Yee/Carmen Ting. Rachel/Meilysa sementara unggul 21-15 di gim pertama.   Sumber: PBSI

20 Atlet Indonesia Dikirim ke Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2022

20 Atlet Indonesia Dikirim ke Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2022

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengirimkan 20 atlet ke Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2022 yang akan memperebutkan Piala Suhandinata pada 17-22 Oktober di Palacio de Deportes de Santander, Santander, Spanyol. Kejuaraan Dunia Junior 2022 mempertandingkan dua nomor, yaitu nomor beregu yang memperebutkan Piala Suhandinata akan dimulai pada 17-22 Oktober, dilanjutkan dengan ajang perseorangan pada 24-30 Oktober. Sebanyak 10 pemain putra dan 10 pemain putri tersebut menjadi tumpuan Indonesia di nomor beregu. Eddy Prayitno, Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia, menuturkan bahwa skuad dalam kondisi prima dan sudah siap bertanding. Ia menargetkan Indonesia bisa lolos dari penyisihan grup sebelum membidik target yang lebih tinggi, yaitu mempertahankan gelar Piala Suhandinata yang direbut Garuda Muda pada penyelenggaraan edisi 2019 lalu. “Tim ini kemarin sudah menjalani pertandingan di Yogyakarta selama dua pekan dan hasilnya cukup meyakinkan. Analisis kami semua sudah siap bertanding dan siap juara,” ujar Eddy dalam keterangan tertulis PBSI, Jumat (7/10/2022). “Untuk target, pertama yang pasti kami harus lolos grup dahulu. Setelah itu baru ke target yang lebih tinggi. Mempertahankan gelar,” kata dia menambahkan, mengutip Antara. Pada Kejuaraan Dunia Junior 2022 nomor beregu, Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Swedia, dan Latvia. Tim akan bertolak ke Spanyol pada Kamis (14/10/2022). Berikut skuad Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Junior 2022 Piala Suhandinata: Putra: 1. Alwi Farhan 2. Bodhi Ratana Teja Gotama 3. Muhammad Reza Al Fajri 4. Prahdiska Bagas Shujiwo 5. Raymond Indra 6. Daniel Edgar Marvino 7. Rayhan Nur Fadillah 8. Muh. Putra Erwiansyah 9. Rafli Ramanda 10. Zaidan Arrafi Nabawi Putri: 1. Ester Nurumi Tri Wardoyo 2. Tasya Farahnailah 3. Mutiara Ayu Puspitasari 4. Deswanti Hujansih Nurtertiati 5. Rachel Allessya Rose 6. Meilysa Trias Puspitasari 7. Anisanaya Kamila 8. Az Zahra Ditya Ramadhani 9. Az-Zahra Putri Dania 10. Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

1.011 Atlet Muda Ikuti BNI Sirkuit Nasional A di Purwokerto

1.011 Atlet Muda Ikuti BNI Sirkuit Nasional A di Purwokerto

Ribuan atlet bulu tangkis muda mengikuti kejuaraan BNI Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Tengah 2022 di Purwokerto, Banyumas, yang mulai bergulir pada hari Senin, 3 Oktober, hingga hari Sabtu, 8 Oktober mendatang. Kejuaraan yang dibuka Bupati Banyumas, Achmad Husein di Sasana Krida Raga Satria, GOR Satria Purwokerto, Senin (3/10), diikuti 1.011 atlet bulu tangkis dari berbagai klub/perkumpulan bulu tangkis (PB) seluruh Indonesia. Bupati menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Pusat PBSI yang kembali menunjuk Purwokerto sebagai tuan rumah penyelenggaraan sirnas bulu tangkis. “Nanti akan muncul benih-benih unggul dari sini. Ini akan mendorong semangat masyarakat Banyumas untuk berjaya di cabang olahraga bulu tangkis seperti dahulu,” katanya. Menurut dia, atlet-atlet bulu tangkis asal Banyumas banyak yang berjaya di tingkat nasional maupun internasional, salah satunya Tontowi Ahmad. Sementara itu, Ketua Pengurus Kabupaten PBSI Banyumas, Eko Prijanto, mengatakan kejuaraan tersebut selain digelar di Sasana Krida Raga Satria juga berlangsung Gedung Serbaguna GOR Satria. Dia mengatakan pada Sirnas Purwokerto ada 15 nomor yang pertandingan. Dari 1.011 peserta, kata dia, terbagi atas kelompok pemula sebanyak 392 peserta, kelompok remaja sebanyak 371 peserta, dan kelompok taruna sebanyak 248 peserta dan untuk total hadiah mecapai Rp 396 juta. “Alhamdulillah Purwokerto sudah ketiga kalinya sebagai penyelenggara. Untuk kali ini Sirnas A yang merupakan seri tertinggi,” katanya. Salah seorang peserta BNI Sirnas A Jawa Tengah 2022, Regina (16) mengaku telah berlatih semaksimal mungkin sebagai persiapan untuk mengikuti kejuaraan tersebut. “Cita-cita saya bisa menembus pelatnas dan menjadi atlet bulu tangkis dunia,” kata Regina yang mengidolakan atlet bulu tangkis asal Jepang, Chiharu Shida itu.

Indonesia International Challenge 2022: Ester Raih Gelar Senior Pertama

Indonesia International Challenge 2022: Ester Raih Gelar Senior Pertama

Duel dua pebulutangkis tunggal putri penghuni Pelatnas PBSI di laga final turnamen bulutangkis Indonesia International Challenge 2022 dimenangkan Ester Nurumi Tri Wardoyo. Ester menang atas Komang Ayu Cahya Dewi lewat pertarungan rubber game 15-21, 21-14, 21-15. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Ester meraih gelar senior pertamanya. Atas hasil itu, Ester merasa sangat sennag. “Puji Tuhan rasanya sangat senang bisa jadi juara. Ini juga sebagai pengalaman saya dan motivasi semoga ke depan bisa lebih baik lagi dan lebih berprestasi,” ucap Ester saat ditemui Tim Humas dan Media PP PBSI di GOR Among Raga, Yogyakarta, usai laga hari Minggu (2/10) siang. “Hari ini saya bermain nekat saja, tidak terlalu memikirkan pola terutama di gim ketiga. Kejar terus bola kemana saja, tidak mau kalah pokoknya,” tambahnya. Ester menganggap gelar juara ini merupakan modal sempurna untuk menghadapi Kejuaraan Dunia Junior 2022. Ester yang dipatok target tinggi mengatakan rasa percaya dirinya bertambah. “Pastinya bertambah percaya dirinya. Ini modal saya untuk ke Kejuaraan Dunia Junior 2022 apalagi saya juga ada target kan,” sahut Ester. Adik kandung dari pebulutangkis Chico Aura Dwi Wardoyo ini juga mengaku ada peran sang kakak dalam pengembangan potensinya. “Kak Chico support terus. Dari kemarin dia bilang pokoknya mainnya harus maksimal dan tidak usah berfikir menang kalah. Kasih saja yang terbaik,” ujar Ester. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga saya, PBSI dan seluruh pendukung saya,” kata Ester. Sementara bagi Komang, ia tetap bersyukur dengan hasil runner up yang ia dapat. “Pertandingan hari ini saya sudah melakukan sekuat yang saya bisa. Tapi kondisi badan sudah lumayan capek. Selain itu, dia juga terus memberikan tekanan dan serangan kepada saya. Ada beban karena lawan adalah junior saya, tapi saya akui permainan Ester memang bagus,” ungkap Komang. “Saya tetap merasa senang dan cukup puas dengan hasil ini, setidaknya lebih baik dari pekan lalu di International Series,” lanjut Komang. Sementara itu, Indonesia sukses menjadi juara umum dengan raihan 3 gelar juara. Selain Ester, Indonesia meraih gelar pada sektor ganda putri melalui Anggia Shitta Awanda/Putri Larasati yang berhasil mengalahkan Sung Yu-Hsuan/Wang Szu-Min. Anggia/Putri menang dua game langsung dengan skor 21-19 dan 22-20. Kemudian di sektor ganda campuran, gelar juara didapat oleh Akbar Bintang Cahyono/Marsheilla Gischa Islami. Mereka menang susah payah atas sesama wakil Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Akbar/Marsheilla unggul melalui rubber game dengan skor akhir 21-17, 14-21, dan 21-16. Satu-satu gelar yang lepas adalah dari sektor ganda putra. Gelar juara direngkuh pasangan Jepang Takumi Nomura/Yuichi Shimogami setelah mengalahkan Berry Angriawan/Rian Agung Saputro 21-16 dan 21-15.

Mutiara Ayu Punya Modal Bagus Menuju Kejuaraan Dunia Junior

Mutiara Ayu Punya Modal Bagus Menuju Kejuaraan Dunia Junior

Pebulutangkis Mutiara Ayu Puspitasari bangga bisa menjadi juara di Indonesia International Series 2022. Gelar ini jadi modalnya menuju Kejuaraan Dunia Junior pada akhir Oktober ini. Mutiara seperti diketahui menyegel gelar juara tunggal putri usai mengalahkan rekannya, Stephanie Widjaja, di partai final Indonesia International Series 2022 di GOR Among Rogo, Yogyakarta, pada Minggu (25/9/2022). Dia mengalahkan unggulan ketiga tersebut dalam pertarungan sengit tiga gim 15-21, 21-10, 22-20. “Bersyukur banget bisa juara di turnamen ini. Tadi game pertama pas kalah saya tidak memikirkannya dan berusaha untuk main aman di game kedua. Terus di game ketiga sempat ketinggalan dari lawan, saya berusaha untuk enggak menyia-nyiakan kesempatan,” kata Mutiara dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/9/2022). “Kunci kemenangan tadi bagaimana caranya saya untuk mengarahkan bola ke tengah saja, supaya tidak keluar dan enggak buru-buru ingin cepat matiin. Tadi lawan mainnya bagus, dan pertandingan ini cukup menyulitkan bagi saya,” ujarnya. Meski begitu, Mutiara mengaku hasil ini bisa menjadi bekalnya menjadi Kejuaraan Dunia Junior 2022 yang berlangsung di Santander, Spanyol, pada 17-30 Oktober mendatang. Ia tinggal memperbaiki apa yang menjadi kelemahannya di turnamen mendatang. “Banyak evaluasi yang harus saya tingkatkan lagi, terutama dari segi fokus dan ketahanan di lapangan,” tutur pebulutangkis kelahiran Ngawi, 17 Mei 2006 tersebut. Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, turut mengapresiasi pencapain Mutiara dkk. Bagaimana pun, Indonesia selaku tuan rumah sukses menjadi juara umum dengan menyapu bersih gelar juara. Dari pencapaian tersebut, tiga gelar di antaranya direbut oleh atlet-atlet PB Djarum. Selain gelar, posisi runner up juga diraih Moh. Reza Pahlevi Isfahani/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran), dan Ridya Aulia Fatasya/Kelly Larissa (ganda putri). “Dengan hasil ini tentunya cukup bangga dengan atlet-atlet binaan PB Djarum yang meraih gelar juara. Baik itu yang saat ini berlatih di klub ada Dejan/Gloria, maupun yang di Pelatnas Ikhsan dan Muatiara,” kata Yoppy. “Kalau menurut saya memang Dejan/Gloria dan Ikhsan sudah seharusnya juara di level itu, dan mereka mampu membuktikannya. Yang mengejutkan justru Mutiara, pemain muda yang berhasil mengalahkan lawan-lawannya yang lebih di atasnya seperti di final tadi,” tuturnya. “Saya melihat progres Mutiara sendiri cukup pesat sekarang ini. Tetapi ujian sesungguhnya bagi Mutiawa sendiri nanti saat dia tampil di WJC (World Junr Championships) tahun ini, apakah dia mampu membuktikan jadi yang terbaik.” “Semoga hasil ini menjadi modal kepercayaan dia di WJC maupun turnamen lainnya yang akan Mutiara ikuti nanti,” kata Yoppy.

Atlet Muda PB Djarum Sukses Dominasi Podium Magelang Open 2022

Atlet Muda PB Djarum Sukses Dominasi Podium Magelang Open 2022

Atlet-atlet PB Djarum sukses mendominasi podium juara Magelang Open 2022. Sebanyak enam dari 11 kategori berhasil dibawa pulang oleh klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah tersebut. All PB Djarum final juga terjadi di empat sektor, yakni Tunggal Putri U-13, Ganda Putri U-13, Tunggal Putri U-15, dan Tunggal Putra U-15. Pada nomor Tunggal Putri U-15, all PB Djarum final mempertemukan Syalma Nurwijaya Kusuma dan Hani Miftasari. Aksi jual beli pukulan terjadi sejak gim pertama baru dimulai. Menghabiskan waktu 42 menit, Syalma yang merupakan unggulan pertama berhasil mengalahkan Hani dengan drama tiga babak 21-13, 13-21, 21-13. Syalma mengatakan bahwa pertemuan dengan Hani di laga pamungkas ini merupakan salah satu pertandingan yang cukup sulit. Selain karena saling mengetahui kelemahan maupun kelebihan satu sama lain lantaran sering berlatih bersama, ketegangan di partai final jelas terasa. Atlet kelahiran Bandung, Jawa Barat ini merasa bangga perjalanan di YIMO 2022 terbilang mulus sampai akhirnya merengkuh titel juara. “Di pertandingan tadi saya tegang, terutama di set kedua mainnya terburu-buru dan mati terus. Akhirnya di set ketiga saya mencoba bermain lebih sabar. Karena melawan Hani tadi kuncinya sabar. Capaian juara ini saya persembahkan untuk orang tua dan pelatih,” ucap Syalma. Syalma selanjutnya menargetkan gelar juara di Sirkuit Nasional A Jawa Tengah 2022 untuk sektor tunggal dan ganda. Sementara itu, hasil membanggakan ditorehkan oleh Aurellia Florenza Lumoindong yang berhasil menjadi kampiun di dua sektor sekaligus.

Perjuangan Khalimatus Sadiyah Dibalik Keterbatasan untuk Harumkan Indonesia

Perjuangan Khalimatus Sadiyah Dibalik Keterbatasan untuk Harumkan Indonesia

Keterbatasan fisik tak menghalangi Khalimatus Sadiyah alias Alim untuk berprestasi. Terbukti, sejak menjadi atlet para-bulutangkis Indonesia, Alim berhasil menorehkan prestasi luar biasa salah satunya, medali emas Paralimpiade Tokyo 2020 di nomor ganda putri bersama Leani Tantri. Alim merupakan putri dari pasangan Maslukah dan Suko Handoko. Masa kecilnya berbeda dengan teman seusianya, sebab Alim memiliki masalah pada kaki. Kendati demikian, Alim tetap semangat menjalani aktivitas sehari-harinya. Potensi yang ada didalam diri wanita kelahiran 17 September 1999 asal Mojokerto ini berhasil dimaksimalkan. “Kenali potensi dirimu, buatlah orang mengenalmu karena kelebihan mu, bukan kekuranganmu,” kata Alim. Perjuangan Alim kini berlanjut di arena ASEAN Para Games 2022 di Solo. Diharap, dia akan melanjutkan tren baik tersebut untuk meraih medali emas. “Berlatih dengan disiplin, menjaga kesehatan fisik dan mental, mempunyai tekad kuat untuk bisa jadi juara sehingga bisa membanggakan Indonesia,” jelasnya.