Biaya Sewa di Sentul Mahal, IMI Tangsel ‘Latihan’ Lewat Kejurda

IMI-Tangsel

Tangsel- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) punya segudang atlet berbakat di cabang olahraga (cabor) balap motor. Beberapa pekan lalu, atlet Tangsel dengan segala kekurangan fasilitas yang ada, sukses naik podium ke-5 di Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Cianjur, Jawa Barat. Ketua Pengurus cabang (Pengcab) IMI Tangsel, H Bahrudin mengatakan, saat ini mereka punya problem utama terkait sirkuit. IMI Tangsel selalu mengeluarkan biaya ekstra saat latihan di Sentul. “Minimnya ketersediaan fasilitas sirkuit latihan di Tangsel, memaksa kami menempuh jarak cukup jauh, dan biaya mahal ke Sentul,” ucapnya pada Rabu (17/1). Guna meminimalisir besarnya bujet latihan, para atlet balap Tangsel rutin tampil di even Kejurda dan Kejurnas guna menambah jam terbang. “Kami rutin mengirim atlet ikut Kejurda maupun Kejurnas, itung-itung mereka latihan juga,” lanjutnya. Para pengurus pengcab IMI Tangsel, berharap Pemkot Tangsel segera membangun sirkuit balap. (pah)

Yuk! Kenal Lebih Dekat Dengan Atlet Petarung MMA, Stefer Rahardian

Stefer Rahardian, petarung kelas seni bela diri campuran atau mixed martial arts (MMA) One Championship asal Indonesia, mengaku menjadi atlet MMA adalah sebuah pilihan hidupnya. Tahun 2016, saat Stefer pertama kali bertanding di One Championship, ia berhasil mengalahkan Yotha Hutagalung di babak kualifikasi. Kemudian Stefer bertarung lagi melawan Hendrick Wijaya. Perjuangannya pun tidak sia-sia. Ia menang bertarung dua kali dalam semalam di turnamen tersebut. Stefer pun terus meningkatkan beberapa teknik pukulan. Ia mengaku terus melakukan program latihan yang ketat, seperti teknik Brazilian Jiujitsu, gulat, tinju hingga muaythai. Sebagai seorang atlet ia berpikir harus berlatih keras dan kerja keras karena ingin menjadi seorang petarung yang lebih baik lagi. Seperti lansiran dari kompascom (14/01/2018), dia berkata alasan menekuni olahraga seni bela diri campuran tersebut adalah karena atlet MMA adalah pilihan hidupnya.Ia berkeinginan menjadi petarung yang bagus dan bisa menginspirasi orang agar menggeluti olahraga MMA. “Ada anggapan bahwa olahraga ini liar dan keras, orang diadu, padahal semua ada aturannya. Ini adalah profesi yang membanggakan,” kata Stefer berdasar yang dilansir dari kompas.com. Untuk kedepannya, Stefer akan  mempertahankan rekor enam kali tak terkalahkan dalam pertarungan MMA. Dalam waktu terdekat, Sabtu (20/01/2018), ia akan bertarung dalam ONE Championship 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) dengan petarung asal Pakistan, Muhammad Imran.

Satlantas Tangsel Drag Bike Kejar 500 ‘Pembalap Jalanan’

satlantas-tangsel-drag-bike-2

Tangsel-Kota hasil pemekeran Kabupaten Tangerang yakni Kota Tangsel akan menggelar event yang dapat merangkul pembalap muda. Event merupakan gagasan Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H, dengan tajuk Satlantas Tangsel Drag Bike Competition. Gelaran yang akan berlangsung pada 27-28 Januar, bertempat di Lapangan Sunburst, BSD City, Serpong, Tangsel. H-11 jelang lomba, animo pembalap muda mulai muncul. Hal ini disampkan oleh, Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah. Ķimonya sangat antusias. Update tanggal 15 Januari sudah ada 100 orang yang mendaftar. Semoga hari-H, target 500 starter bisa tercapai,” ujar Ipul, pada Selasa (16/1). Drag bike ini menempuh jarak 201 meter dan memperlombakan 19 kelas yang dikelompokkan dalam empat kelas. Yakni kelas utama, supporting, braket dan eksebisi. Dari empat kelas yang diperlombakan, kelas braket masih menjadi daya tarik pembalap. “Kelas braket ini peminatnya paling banyak. Ada 30 pembalap yang terdaftar,” terang Ipul. Sementara itu lewat pesan whatsapp, Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H berharap ajang ini bisa merangkul para pembalap muda untuk menunjukan bakat yang dimilikinya. “Saya berharap, ini bisa menyalurkan bakat mereka, dari pada ikut balapan liar yang membahayakan pengguna jalan dan diri mereka sendiri,” jelas Lalu. (pah)

Balapan di Satlantas Tangsel Drag Bike, Peserta Daftar via Aplikasi Online

satlantas-tangsel-drag-bike

Tangsel- Para pembalap drag yang ingin mendaftar di Satlantas Tangsel Drag Bike Competition 2018, tak perlu jauh-jauh mendatangi lokasi panitia di kawasan BSD, Serpong. Even perdana Kasat Lantas Polres Tangsel pada 2018 ini, mengenalkan terobosan baru kali ini. Peserta yang mendaftar, cukup mendownload applikasi Rekor di Play Store dan melakukan login, selanjutnya sudah bisa mendaftar di event Satlantas Tangsel Drag Bike rencananya kan digelar 27-28 Januari, di Lapangan Sunburst BSD City, Serpong, Tangsel. “Ini terobosan baru dan untuk memudahkan pendftaran peserta dari luar daerah. Saat ini pendaftar via aplikasi ini sudah 20 pembalap dari Jawa Tengah dan Jawa Barat,” terang Ketua Panitia Satlantas Tangsel Drag Bike, Ipul Syaepullah, Selasa (15/1). Terobosan baru Satlantas Tangsel Drag Bike merupakan bentuk kerjasama dengan PT Rekor Sinergi Perkasa untuk mensukseskan event ini. “Aplikasi online ini, mempermudah proses registrasi pembalap di luar kawasan Tangsel, tanpa repot datang ke Sekre Rekor,” tuturnya lagi. Pendaftaran akan ditutup pada 26 Januari mendatang. (pah)

Perebutan Sabuk Emas Kelas Amatir & Professional Di Piala Panglima Kostrad

Piala-panglima-kostrad

Divisi infanteri 1 kostrad gelar pertandingan tinju kelas amatir profesional dan juga amatir. Tinju yang memperebutkan sabuk emas dan piala panglima kostrad divisi infanteri 1 kostrad berlangsung di area parkir mall living world Jln. Alam Sutera boulevard kav 21, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Sabtu (13/1/2018) Ketua panitia penyelenggara Kolonel Infantri Agus Bhakti mengatakan kepada nysnmedia.com, bahwa olahraga tinju di Indonesia masih kurang populer di kalangan masyarakat karena faktor minimnya ajang yang di adakan “Di Indonesia, olahraga tinju sudah kurang populer di kalangan masyarakat, hal ini dikarenakan akibat kurangnya ajang yang di ciptakan. Oleh sebab itu divif 1 kostrad dan AMPRO mengadakan pertandingan yang memperebutkan sabuk juara nasional versi ATI dan juga sabuk emas PANGDIVIF 1 Kostrad. Karena memang, kami di militer memiliki altet tinju yang sangat banyak dengan segudang talenta. Oleh sebab itu, bakat yang di asah akan menjadi sesuatu yang berguna,”tandas Agus Pertandingan tinju 3 ronde yang di mulai dari pukul 15.30 wib ini, cukup menyita perhatian pengunjung mall ataupun decak kagum dari para prajurit yang menyaksikan kompetisi fair play. Dari 16 peserta yang tampil unjuk kebolehan terbagi menjadi 2 kategori, yaitu amatir dan profesional. “Kami hanya mencoba membangkitkan gairah pecinta tinju agar kembali menjadi olahraga yang di cintai masyarakar indonesia. Kali ini, Kejuaraan tinju amatir kelas Bantam 54 Kg, kelas Welter ringan 64 Kg, kelas ringan 60 Kg dan kelas layang 49 Kg. Sedangkan untuk kelas profesional yaitu Mandatory Fight 2018 versi ATI kelas Bantam 53,5 Kg,”tambah Agus Untuk kategori yang memperebutkan sabuk emas Pangdivif 1 kostrad kelas welter yunior dengan klasifikasi berat 63.5 Kg, sedangkan untuk profesional non title versi (Asosiasi Tinju Indonesia) ATI pusat adalah kelas bulu 57.1 Kg, dan juga kelas Bantam junior 52.2 Kg. Di lokasi acara turut hadir Promotor tinju Nasional, Pertina Banten, Pertina Tangsel, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tangsel, Dirut Living world, petinggi jajaran TNI AD dan juga ratusan prajurit yang larut dalam suasana semangat dari atas ring bersama iringan lantunan musik rock dari candil band .(adt)

Inspirasi Olahraga Panahan dari Atlet Cilik

Achmad Firdaus Assabil adalah atlet cilik panahan asal Surabaya. Ia tidak hanya terkenal karena banyak prestasi di usia yang masih muda, tapi juga berkesempatan memanah bersama Presiden, Joko Widodo. Awal Mula Ketertarikan Dunia Memanah Seperti yang dilansir dari Tempo.co, awal mula Assabil tertarik dunia memanah, saat Ia menonton Film “The Message” dan melihat prestasi atlet Panahan Indonesia di Olimpiade Rio De Janeiro 2016. Sejak saat itulah Ia mulai mencoba cabang olahraga panahan. Prestasi yang Diraih di Usia Muda Prestasi yang telah diraih Assabil yaitu Juara 1 Surabaya Eksebition Program 2016, dan runner-up  Bogor Open 2017. Pada kesempatan lomba di Bogor itulah, Ia berhasil memanah bersama Presiden Jokowi. Ada juga banyak prestasi lainnya, seperti juara 2 di Surabaya Internasional junior Champhionship Tahun 2017, Juara 1 Piala Walikota Kediri Tahun 2017, dan juara 2 di Surabaya Eksebition Stage 2. Terakhir Ia mendapatkan 2 medali perak dan 1 perunggu pada Pekan Olahraga SD/MI se- Jawa Timur di Lumajang. Tak hanya berprestasi dibidang atletik, ternyata putra Achmad Basjori dan Retno Mardiningsih ini berprestasi juga di bidang akademik, antara lain pernah juara Harapan Olimpiade Science Tahun 2017, juara 3 Lomba Pidato Se-Surabaya, Juara lomba Tahfidz dan cerdas cermat tentang agama, Juara Pildacil (Pemilihan Dai Cilik Se- kecamatan Gayungan), dan Juara 2 Show and Tell yang diselengarakan Lembaga Indonesia Amerika. Kunci dari kesuksesan Assabil adalah fokus. “Jika di sekolah tidak boleh mikir panahan, sebaliknya waktu latihan gak usah mikir sekolah,” katanya yang dilansir dari tempo.co Assabil bisa membagi waktunya antara prestasi bidang akademik dan dunia panahan adalah dengan Pelatih Panahan, Huda Sarbiantoro, memberikan porsi latihan di rumah. Berhubung waktu berlatih di lapangan yang terbatas, menyebabkan ia harus berlatih juga di rumah. Sedangkan untuk waktu latihan di lapangan panahan KONI Jatim hanya 2 kali seminggu. Tentang Panahan Dikatakan Assabil olahraga panahan ini dapat melatih mental para atlet. Berdasarkan pengalamannya, atlet banyak yang berpikir untuk menang dan meraih hadiah di pertandingan. Padahal, hal tersebut malah bisa memecah konsentrasi dalam memanah. Cabang olahraga panahan ini butuh konsentrasi dan fokus. Tidak boleh berpikir tentang hadiah dari kemenangan tersebut, melainkan harus tetap fokus untuk kebanggaan dan kesuksesan tim. Diakui sang pelatih bahwa Assabil merupakan atlet yang memiliki fisik dan mental bertanding yang bagus. Assabil pasti bisa menjadi atlet panahan andalan jika ia terus tekun berlatih.

Tergugah Dengan Kondisi Mental Pemuda Indonesia, Gunawan Rutin Menggelar Pembinaan MMA

MMA

Tim management Gunawan lakukan seminar keliling guna menambahkan pengetahuan tentang daya tarung pemuda yang di sinyalir dapat menjadi pegangan hidup kemudian hari, di mall lippo Cikarang, Sabtu (6/1/18) Sebanyak 25 bibit petarung muda mendapatkan pembinaan pengetahuan tentang tehnik bertarung bebas. Tidak hanya itu, Gunawan juga memperagakan langsung cara-cara melumpuhkan lawan di atas arena. Ketua Management Gunawan, Irwan Taufik Spd, mengatakan bahwa moment ini akan di rutinkan hingga ke seluruh wilayah Indonesia dalam rangka mengangkat harkat dan martabat pemuda Indonesia untuk bisa mengambil peran pembangunan. “Pembangunan Indonesia sudah cukup pesat. Artinya, jika pemudanya masih mengandalkan emosi sesaat bisa-bisa makin kacau negara ini. Adanya seminar tentang pembekalan pemuda di latar belakangi keprihatinan kami terhadap peluang kerja yang makin sempit. Era ini mewajibkan kepada seseorang bagaimana caranya harus mempunyai skill tambahan guna bertahan hidup. Ini salah satunya yang kami lakukan,”papar Irwan Perlu di pahami, Mixed Martial Arts (MMA) merupakan olahraga beladiri  kontak fisik yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan. Kali ini sosok Gunawan, yang juga menjadi Icon MMA Indonesia tergugah untuk berbagi ilmu kepada pemuda Indonesia. Kegelisahannya terhadap masa depan merupakan faktor utama seminar bercampur diskusi interaktif ini di adakan. Irwan juga menambahkan bahwa selain di Cikarang, pihaknya Tim Gunawan, akan membuat seminar serupa di wilayah Banten, terutama di wilayahnya sendiri yaitu Kota Tangerang Selatan. “Saya fikir seminar ini bertujuan membentuk pemuda yang tangguh dan tergantung orangnya juga sih, kalau mau kerja rutin bisa ambil peluang kerja menjadi tim pengamanan, kalo mau kejar prestasinya ya jadi atlet saja. Setelah ini, kami akan adakan seminar serupa di wilayah Banten, tapi temanya lebih kepada tujuan kami menjadi wadah yang membentengi skill individu terhadap teman-teman ormas wilayah pada Januari ini. Target kami, agar ormas juga memiliki skill khusus di bidang beladiri,”tutup Irwan (adt)

Menpora Uji Sparing Atlet Bowling Dalam Persiapan Asian Games 2018

Tannya-Roumimper-Bersama-Imam-Nahrawi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi datang mengunjungi arena cabang olahraga bowling yang bertempat di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta. Bersama atlet bowling nasional, Tannya Roumimper yang sangat senang saat Imam Nahwari datang pada Jumat, 5 Januari lalu. “Saya senang sekali didatangi pak Menteri, beliau sangat perhatian banget walaupun hingga malam padahal sudah kerja seharian,”ujar Tannya, seperti yang telah dilansir website Kemenpora.go.id Tak hanya itu, Tannya juga menambahkan bahwa ia sangat bersemangat dengan kehadiran Menpora disela-sela latihannya. “Buat saya ada arti tersendiri kehadiran pak menteri disini, saya ditelponin dan ikut latihan bareng. Saya terharu sehingga memacu semangat saya untuk terus latihan dan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,”tambahnya Cabang olahraga bowling diprediksi akan menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Menpora Imam Nahrawi sangat senang melihat optimis dan kegigihan Tannya yang akan menghadapi Asian Games 2018. “Saya senang karena semangat dan optimisme Tannya sekaligus harapannya untuk menjadi yang terbaik betul-betul kelihatan, dan saya kira dia akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,”tuturnya Imam Nahrawi pun langsung meminta Tannya untuk mengajarkannya bagaimana cara bermain bowling. Tak disangka, dilemparan pertama ia langsung mendapatkan strike. Di game satu, Imam Nahrawi berhasil mengumpulkan 136 poin sedangkan Tannya mendapatkan 166 poin. Lalu pada game selanjutnya, Tannya kembali memimpin dengan 180 poin dan Imam Nahrawi mendapatkan 152 poin.(put/adt)

Optimisme Pertina Kota Sungai Penuh Dalam Ajang Porprov Jambi 2018

Pertina-Kota-Sungai-Penuh-Tinju

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi akan berlangsung pada bulan Juli mendatang di Kabupaten Bungo dan Tebo. Demi mematangkan kesiapannya, semua kontinten yang berpatisipasi di Porprov Jambi sudah mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk bisa membawa nama harum masing-masing kota/kabupaten. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Persatuan Tinju Nasional (Pertina) Kota Sungai Penuh. Pertina Kota Sungai Penuh, yang sangat optimis bisa membawa harum nama Kota Sungai Penuh di ajang Porprov. Maka dari itu, Pertina Kota Sungai Penuh terus bekerja mempersiapkan segala sesuatunya. “Kita fokus mempersiapkan diri menyongsong Porprov Jambi 2018. Kita berharap hasil terbaik demi mengharumkan nama Kota Sungai Penuh,” jelas Ketua Pertina Kota Sungai penuh, Alpian. Alpian yang juga didampingi oleh Sekretaris Pertina, Dedi Iryanto, usai rapat pengurus dengan pelatih Pertina Kota Sungai Penuh. Seperti dikutip dari tribunjambi, segala persiapan dari mulai menggelar try out dan menambah fasilitas untuk latihan atlet. Dan, tentunya akan memberikan bonus kepada peraih medali Porprov 2018. “Kita juga akan melengkapi atlet dengan peralatan tanding yang di butuhkan,” sebutnya. (pah/adt)  

Walau Sempat Pesimis, Akhirnya Arya Berhasil Menyabet Medali Dari Ajang Panahan Internasional

Arya-Panahan

Setiap atlet pasti pernah mengalami ketidakpercayaan diri atau pesimis, terlebih saat akan menghadapi kejuaraan. Apalagi melihat lawan-lawan yang memiliki kemampuan yang lebih baik. Seperti yang dialami oleh Arya Dwi Putra Umarella atau yang akrab disapa Arya. Atlet nasional di cabang olahraga panah ini, berbagi cerita kepada nysnmedia.com, tentang pengalamannya ketika mengikuti kejuaraan nasional pelajar ditahun 2015. Ia seakan tidak percaya saat dinyatakan telah berhasil membawa pulang 2 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu. “Jadi pas kejuaraan nasional pelajar di Jawa Tengah 2015, saya kurang pede karena cuma dapat 1 medali perak di tahun 2014. Soalnya faktor lawan-lawannya itu adalah atlet juara nasional pelajar semua. Aku Cuma bisa bedoa dan berusaha. Dan setelah selesai bertanding, Aku gak sadar kalau bisa jadi juara, pas dipanggil nama Arya, saya malah melamun, dan baru sadar setelah dipanggil temen-temen. Alhamdulilah banget,”tutur Siswa Kelas 2 SMA Sekolah Atlet Ragunan Bermula diminta orang tua untuk menjadi atlet, Arya pun sudah menekuni panah sejak 5 tahun lalu. Sang ayah juga merupakan atlet atletik dan sang ibu atlet panah. Selain kejuaraan nasional pelajar, Arya pun pernah menjuarai SKO Open di Thailand tahun 2016 dan 2017 dan Children Open Tournament Di Rusia tahun 2016 lalu. Arya yang juga sempat gugup ketika mengikuti Children Open Tournament Di Rusia, namun berkat motivasi dalam diri, Arya berhasil mendapatkan 2 medali. “Waktu kejuaraan Children Open Tournament Di Rusia, Aku pesimis juga karena melihat lawan yang jam terbangnya lebih banyak dan lebih hebat. Pas disitu Aku berpikir, kalau Aku telah dipilih sama Indonesia buat kesini berarti aku nggak kalah hebat dari lawanku. Mulai dari situ aku mulai optimis,”tuturnya Cowok berusia 16 tahun ini juga memiliki pandangan tentang olahraga panahan di Indonesia. Baginya, pemerintah kurang memberikan perhatian kepada atlet pemanah. “Menurutku, perkembangan olahraga panah di Indonesia kurang pesat, soalnya pemerintah masih kurang peduli. Misalnya menjelang Asean Games tahun ini, sampai sekarang belum ada training center buat panahan,”ujarnya Arya juga menambahkan kurangnya perhatian dalam alat panahan berbeda dengan negara lain yang sangat memperhatikan sarana dan prasarana alat panah. “Alat panah kan mahal banget harganya, dari Negara Indonesia itu kurang memperhatikan. Harus berprestasi banget baru akan diperhatiin. Padahal atlet negara lain kalau soal peralatan sudah dipehatikan banget detailnya,”tutupnya (put/adt)

Penantian Lama IPSI Pontianak Berbuah Manis

Para-atlet-dari-kontingen-Pontianak

Setelah tertidur pulas menggelar acara selama delapan tahun lamanya, Pencak Silat Pontianak berhasil meraih predikat sebagai juara umum di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat yang berlangsung Padepokan Pencak Silat, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (24/12). Tentunya prestasi ini sangat menggembirakan bagi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pontianak. Di penutupan Kejurprov, kontingen Pontianak berhasil meraih 12 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Dan, menobatkan dirinya menjadi juara umum. Pelatih tim pencak silat Kota Pontianak Azwar mengungkapkan, sangat puas apa yang sudah di dapatkan oleh para atlet. Terlebih, di ajang Kejurda dan lainnya tak pernah mendapatkan juara umum. “Alhamdulillah tahun ini menjadi awal yang baik untuk menghadapi Porprov 2018,” ujarnya Seperti yang di lansir oleh Tribun Pontianak, dengan predikat juara umum, tentunya Azwar memberikan pesan kepada seluruh atletnya agar tidak cepat berpuas diri. Karena, setelah ini hal yang paling dipikirkan para atlet di ajang Porprov 2018 dimana Sintang akan menjadi tuan rumah. “Alhamdulillah, hasil latihan yang dilakukan dapat membuahkan hasil yang cukup baik. Semoga dapat dipertahankan untuk kedepannya dalam event apapun,” pungkasnya. Sebelumnya diberitakan ratusan pesilat handal Kalbar dari 14 Pengcab IPSI Kabupatan dan Kota di Kalbar mengutus atlet terbaiknya. (pah/adt)

Satlantas Tangsel Drag Bike Competition Siap Dilaksanakan Pada Januari 2018

Drag-bike-competition

Mengawali tahun 2018, Kota dari pemekeran Kabupaten Tangerang yakni Kota Tangsel akan menggelar event drag bike competition yang di yakini dapat merangkul para pembalap muda. Event ini merupakan gagasan dari Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin H, SH.SIK dengan tajuk Satlantas Tangsel Drag Bike Competition, 27-28 Januari 2018 bertempat di Lapangan Sunburst, BSD City, Serpong, Tangsel. Drag bike ini menempuh jarak 201 meter dan akan memperlombakan 19 kelas yang dikelompokkan dalam 4 kelas, seperti kelas utama, supporting, bracket dan eksebisi. AKP Lalu Hedwin mengatakan, adanya event ini dapat menyalurkan bakat para pembalap muda. Dan, juga dapat merangkul para pembalap untuk mengikuti event resmi. “Saya ingin melihat bakat-bakat pembalap muda yang ada di Tangsel dan sekitarnya untuk beradu kecepatan di event resmi ini. Dari pada mereka mengikuti balap liar, lebih baik saya wadahi di event balap resmi,” tuturnya. Lebih lanjut, event ini akan membuka pendaftaran bagi para pembalap yang ingin memenangkan tropi dan sejumlah uang pembinaan. “Mulai 1 Januari pendaftaran sudah dibuka. Dan, untuk pendaftaran 1 Januari hingga 21 Januari akan ada biaya promo pendaftaran,” ujar AKP Lalu. Jika event ini mendapat apresiasi yang sangat bagus, bukan tidak mungkin Kota Tangsel mempunyai agenda rutin tiap tahunnya untuk menyelenggarakan event balap drag bike. Sementara itu, Ketua Panitia H Ipul Syaepullah sangat mengapresiasi gagasan dari Kasat Lantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin untuk merangkul para pembalap muda. “Bapak Kasat Lantas ingin event drag bike competition, ini bisa menjadi wadah buat para pecinta drag bike menyalurkan hobi. Menangkal balap liar khususnya di Tangerang Selatan. Menciptakan Tangerang Selatan bebas balap liar, mencegah genk motor yang biasanya berawal dari balap liar, menciptakan jalan raya yang tertib lalu lintas,” tutut H Ipul. Ia pun, berharap bisa mewadahi para pembalap drag bike di Tangsel. “Kelas yang ada ini kami harapkan bisa mewadahi pecinta drag bike di Tangerang Selatan,” tutupnya. (pah/adt)

Tiga Pejudo Asal Balikpapan Raih Prestasi Gemilang Saat Kejurnas Judo di Jakarta

judo balikpapan

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Senior, baru saja diselenggarakan pada 15-18 Desember lalu, di Jakarta. Balikpapan yang mengikuti Kejurnas Judo tersebut berhasil memberikan prestasi yang membanggakan yang dipersembahkan oleh tiga pejudo, yakni Okita Karimah (emas), Bagus Satria Putra (perunggu), dan Rizal Arif (perunggu). Pelatih Judo Balikpapan Bripka Lalu Kardiman mengatakan, mereka menjadi salah satu proyeksi untuk regenerasi. Terlebih, mereka diharapkan menjadi ikon Judo di Balikpapan. “Okita Karimah dan Bagus Satria Putra memang kita siapkan buat pengganti seniornya yang sudah berumur, dan mereka kita siapkan buat ikon judo Balikpapan ke depan. Karena, kita akui olahraga Judo ini belum begitu familiar dan masih sulit diterima oleh kalangan muda Balikpapan,” ujarnya seperti dikutip Tribun Kaltim. Kardiman juga berharap kedua atletnya tersebut akan diprioritaskan untuk PON XX di Papua nanti. “Sebagai pelatih, saya berharap kedua Pejudo tersebut bisa memperkuat Kaltim di pesta olahraga nasional yang akan berlangsung 2020 mendatang,” terangnya.(pah/adt/tbnk)

Pandu, Atlet Silat Yang Pernah Batal Mengikuti Kejuaraan International

Mohamad-Pandu-Wijaya-pencak-silat

Dibatalkan mengikuti kejuaraan international memang suatu hal yang tidak diinginkan. Perasaan menyesal dan kecewa pun sangat dirasakan apalagi jika sudah begitu keras latihan. Demikian perasaan Pandu, yang merupakan salah satu atlet nasional di cabang olahraga pencak silat. Berawal dari kecintaannya kepada olahraga pencak silat sejak duduk dibangku kelas 5 Sekolah Dasar, cowok dengan nama panjang Mohamad Pandu Wijaya ini pernah memenangkan juara 1, dan juga berhasil di nobatkan menjadi pemain terbaik kejuaraan nasional dewasa di Jakarta. Lebih lanjutannya pemenang dalam kejuaraan tersebut, akan diberangkatkan ke turnamen Asean Beach Game 2016 di Vietnam. Namun, Pandu gagal untuk mengikuti turnamen tersebut. “Waktu itu, saya sudah juara di kejuaraan nasional dewasa se-Indonesia. Saya semangat berlatih terus menerus selama 1 bulan. Ternyata saya dapat kabar disuruh sabar, dan saya tidak jadi ikut bertanding karena ada salah satu orang yang gak suka sama saya. Padahal niat saya buat keluarga dan juga biar ikut berikan nama baik pencak silat Indonesia,”ujarnya Menghadapi hal tersebut, Pandu mengaku sangat menyesal dengan kejadian yang menimpanya. Namun, Pandu selalu bersabar dan berfikir bahwa semua yang terjadi akan ada hikmahnya. “Saya fikir pasti ada gantinya yang lebih barokah. Saya dikasih motivasi oleh pelatih untuk semangat terus dan berdoa. Nanti Allah pasti ngasih gantinya,”tuturnya Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Jombang, Jawa Timur ini mengisi keseharian dengan berlatih dan mengaji. Ia pernah menjadi juara Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA), juara 3 Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), Juara 1 Piala Gubernur Jawa Timur dan masih banyak lagi. Pandu juga mencurahkan bagaimana suka dan dukanya menjadi seorang atlet pencak silat di Indonesia. “Sukanya ketika dalami silat, yang pasti untuk membahagiakan kedua orang tua. Gak enaknya itu, kadang wasit dan juri ada yang bela salah satu perguruan. Tapi perguruan saya nggaklah karena kalau curang juga dosa toh,”ucapnya Pandu yang saat ini berusia 22 tahun memberikan penilaiannya terhadap atlet-atlet silat di Indonesia. “Pandangan saya, ya atlet bertanding itu bukan seni. Atlet kita masih kurang maksimal karena masih kalah dengan atlet silat Malaysia dan Vietnam. Di luar negeri, silat lebih berkembang dengan cepat, dan uang pembinaannya lebih besar. Di Indonesia akan bisa lebih bagus dengan silat negara lain apabila wasit dan jurinya gak membela salah satu perguruan tertentu,”tutupnya(put/adt)

Targetkan Juara Umum Pada Kejurnas , Tim Hockey Kaltim Akan Datang Dengan Percaya Diri

tim hockey kaltim

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hockey akan berlangsung di Lapangan Hockey Astro Turf Senayan, Jakarta pada 9-12 Desember mendatang. Beberapa tim hockey dari berbagai Provinsi, terus matangkan persiapan dalam target meriahkan hasil maksimal di Kejurnas Hockey nanti. Seperti halnya tim hockey Kalimantan Timur (Kaltim) yang terus mempersiapkan atlet-atletnya dengan serius. Sebanyak 36 atlet putra dan putri akan mewakili Kaltim di ajang Kejurnas Hockey. Tim hockey Kaltim datang dengan penuh percaya diri dan mematok target juara umum. Target tersebut sepertinya bisa terjadi, karena prestasi atlet Kaltim di level Nasional sudah terbukti menunjukan taringnya. “Kami berharap tim putra agar bisa mempertahankan medali emas. Tim putri saat Kejurnas sebelum Pra-PON 2015 lalu kita mendapat medali emas. Semoga prestasi ini ditingkatkan. Target kami kalau bisa juara umum,” ungkap Pelatih Kepala Hockey Outdoor Muhammad Natsir seperti di kutip Tribun Kaltim. Meski begitu, Natsir tak ingin terlalu percaya diri. Kegagalan tim putri pada PON Jabar 2016 yang ditargetkan meraih emas, dan hasilnya mereka harus puas dengan medali perunggu. “Iya kami melihat itu, dan kami berharap prestasi tim putri ditingkatkan, supaya kita bisa meraih juara umum di Kejurnas,” ujar Natsir. Lanjutnya, peta kekuatan tim hockey masih sama dan tak ada yang berubah setelah PON Jabar 2016. Ada nama DKI Jakarta, Papua dan Jawa Barat yang akan menyulitkan Kaltim. Kendati demikian, Kaltim mendapat suntikan pengalaman dari atlet-atlet yang tampil di Sea Games Malaysia 2017 lalu.(pah/adt/tbn)

H Bahrudin: Kejurda Banten Drag tahun 2018 Mendatang Akan Lebih Istimewa

Pertamax-Motorsport-Drag-Bike-Team-Action1

Pergelaran event Final Kejurda Banten Drag Bike 201M Open 2017 yang berlangsung selama dua hari yakni pada tanggal 25-26 November lalu berjalan lancar di Sirkuit Lapan Cicangkal, Tangsel, Banten. Ratusan pembalap junior maupun senior turut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Kejurda Banten Drag Bike ini diselenggarakan oleh Bodisa Motorsport yang masuk dalam rangka menyambut HUT Tangsel ke-9. Ketua Penyelenggara, H Bahrudin mengatakan, sangat bersyukur bisa menyelesaikan babak final Kejurda Banten Drag Bike 2017. “Allhamdulilah tahun ini kita bisa menyelesaikan event ini sampai selesai, dari seri 1 sampai seri 5 ini banyak sekali lika-likunya dalam menggelar event kejurda ini, namun dengan semangat saya yang tinggi semua bisa berjalan dengan baik dan meriah” tutur Bahrudin. Ajang ini merupakan, ajang untuk mengasah kemampuan para pembalap pemula untuk bisa bersaing dengan pembalap senior. Dan, untuk di tahun 2018 mendatang, Kejurda Drag Bike akan terasa istimewa. “Tahun 2017 kejurda drag ini full seri oleh Bodisa, untuk tahun depan insya allah kita akan kembali buat gebrakan untuk hadiahnya. Rencana untuk kelas open dan Kejurda akan diberikan voucher Umroh dan pada tahun 2018 akan kita glar sebanyak 6 seri. semoga pada tahun depan akan lebih baik lagi dan semua yang diinginkan tercapai,”tutupnya. (pah/adt)

Mantabkan Olahraga Woodball Pada PON Ke-20 Di Papua, Tangsel Menjadi Tempat Premier Championship 2017

Indonesia-woodball-championship-2017

Setelah menjadi cabor eksebisi pada PON ke 19 di Jawa Barat 2016 yang lalu, rencananya olahraga Woodball akan resmi dipertandingkan dalam PON ke-20 di Papua tahun 2020 mendatang. Tangsel mendapat kepercayaan menggelar event Indonesia Woodball Premier Championship 2017, yang digelar pada 1-3 Desember berlokasi di Pamulang. Sebanyak 100 atlet dari 13 pengurus Provinsi woodball turut berpatisipasi. Terdapat dua kategori yakni single stroke dan team stroke. Olahraga woodball memang masih terbilang baru di Indonesia, akan tetapi sudah mampu berbicara di tingkat Internasional. Woodball hampir mirip dengan golf. Tapi, woodball menggunakan tongkat kayu dan bola kayu, serta mendapatkan poinnya harus mengenai sasaran kayu yang bergerak. Wakil Ketua Pengurus Besar Indonesia WoodBall Asosiation, Okta Hendarji mengatakan, meskipun olahraga ini masih terbilang baru di Indonesia, tetapi para atlet Indonesia sudah mampu berbicara banyak di pentas Internasional dan bersaing dengan negara lain. “Atlit-atlit Indonesia sudah dapat bersaing dengan negara lain, seperti China, Thailand dan negara asal olahraga woodball ini yaitu Taiwan,” ucap Okta. Untuk itu Pengurus Besar Indonesia woodball akan mempersiapkan atilit-atlitnya untuk berpartisipasi di PON Papua 2020 mendatang. Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi Indonesia Woodball Banten Suhendar Wijaya mengatakaan, bahwa olahraga yang terbilang baru ini akan terus dikembangkan agar bisa menambah prestasi dan mengangkat olahraga woodball. “Olahraga woodball akan terus dikembangkan, agar dapat menambah pundi-pundi medali dalam turnamen di tingkat Nasional maupun Internasional,” tutupnya.(pah/adt)

Perbedaan Olahraga Beladiri dan Beladiri Murni Aikido

Pelatih-Senior-Aikido-dan-murid-muridnya

Saat ini olahraga beladiri Aikido masih di anggap eksklusif, pasalnya alat yang di gunakan dalam persiapannya tergolong khusus. Seperti halnya matras, dan atributnya lebih tebal jika di bandingkan baju beladiri lainnya. Ketebalan baju seragam aikido juga bukan tanpa alasan, untuk menjalani tehnik beladiri aikido lebih mengutamakan cengkraman yang kuat, dan tiga rumus pertahanannya. Yang pertama adalah kuncian, bantingan dan lemparan. Pelatih Aikido Indonesia Robinson G. Munthe mengatakan kepada nysnmedia.com bahwa tehnik aikido sendiri adalah persendian. “Dari keseluruhan bisa saya rumuskan secara spesifik tehnik aikido lebih mengarah ke persendian atau tulang sendi dan bagian tubuh yang dianggap fital, seperti leher,” papar Robinsoon Meski tergolong baru di Indonesia, aikido ini sudah menjadi idola di kalangan beladiri khusus di panggung MMA, yang memiliki karakteristik jenis olahraga ekstreem, oleh sebab itu aikido ini tidak memiliki ajang yang di pertandingkan, tetapi lebih menjadi perlindungan diri yang efektif bagi keselamatan jiwa dari orang-orang yang berniat jahat. Robinson juga nenambahkan bahwa aikido ini mulai masuk dari era tahun 70an, dan pada era 90an mulai banyak di pelajari oleh masyarakat umum. “Aikido ini mulai masuk sekitar tahun 1970, dan mulai marak di tahun 1990an. Dengan latar belakang para peminatnya adalah pertahan diri yang efektif untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, guna menghindari penjahat, ataupun seseorang yang memiliki niat menyakiti orang lain,” tambah Robinson Beladiri asal negeri sakura ini di percaya dapat bersinergi kepada olahraga beladiri lainnya seperti muaythai, jujitsu, judo dan bahkan tinju. Karena basic pengetahuan tehniknya tergolong sama, maka dari itu ketika seseorang pernah ikut aikido, lalu beralih ke judo ataupun jujitsu tidak akan mendapatkan kesulitan. Secara dari ruh ataupun sejarahnya itu sama, antara aikido dan judo, ataupun jujitsu,” tambah Robinson Pada sejarahnya aikido ini adalah sekelompok pasukan tempur yang memakai pedang pada sebelum negara jepang di kuasai oleh Amerika, dan setelah di kuasai oleh Amerika hanya merubah sedikit gaya dalam bertarung, karena tehnik aikido ini tergolong lebih sadis di bandingkan sekarang. Artinya ada tehnik serangannya yang mulai di kurangi. Di bandingkan dengan olahraga beladiri lainnya aikido ini konsisten untuk tidak memasuki ranah olahraga, seperti halnya beladiri taekwondo ataupun karate. Karena merupakan penggabungan tehnik yang biasa di sebut grapling yang lebih efektif untuk beladiri, misalnya di pasar, mall, dijalanan ataupun di titik keramaian, karena tergolong dengan tehnik cepat mengantisipasi pukulan secara tiba-tiba. Beladiri merupakan permasalahan mindset, ketika seseorang belajar beladiri, pikirannya harus terbuka. Dan belajar mengkombinasikan tehnik terhadap beladiri lainnya, dimana masih terletak celah-celah kosong pertahanan dari satu beladiri yang kita pelajari. Bagi Robinson melatih dan mengajar itu sama dengan belajar, secara otomatis dirinya mengulas kembali tentang materi tehnik. “Bagi saya, mengajar itu sama dengan belajar, saya tidak pernah berhenti belajar, karena pada dasarnya kita mendapatkan ilmu tambahan dari orang lain, dan biasanya dari sanalah kita mendapatkan manfaat pada umumnya,” terang RobinsonDirinya mengaku telah menggabungkan hampir semua tehnik beladiri yang ada dan telah berhasil melahirkan tehnik baru bernama Combat Aikido, dimana unsur semua tehnik di dapatkannya dari metode menampung masukan dari tehnik beladiri yang ada. Karena pada dasarnya seluruh beladiri yang ada hampir semunya memiliki 3 pondasi dasar, yang pertama fleksibilitas, yang kedua adalah kekuatan, dan terakhir mobilitas. Artinya dengan begitu Robinson merumuskan bahwa beladiri harus bekerjasama dengan beladiri lainnya. “Saya berpendapat dari ketiga unsur di atas, artinya kita harus melengkapi base kita, dan bekerjasama dengan beladiri lainnya, tetapi bukan untuk mengenal beladiri lainnya, tetapi lebih kepada memperkuat base kita masing-masing, saya pribadi mempelajari tehnik lain dari beladiri apapun misalnya muaythai, bukan hanya untuk pengetahuan saja, tapi untuk memperkokoh dan melengkapi base saya sendiri yaitu aikido,”ucapnya Saat ini, Robinson telah memiliki 3 tempat atau cabang beladiri yang biasa di sebut “Dojo” lokasi latihan, diantaranya terletak di medang lestari Gading Serpong, kemudian hasil kerjasama dengan BSA yang terletak di Anggrek Loka BSD, lalu di spring club Gading Serpong, dan rencananya akan buka baru lagi di The Latinos BSD hasil kerjasama dengan BSA.(adt)

Kurash, Olahraga Bela Diri Paling Tua Di Dunia Tetapi Baru Akan Dipertandingkan di Asean Games 2018

Kurash-Olahraga-Bela-Diri-Terlatih-Paling-Tua-Di-Dunia-1

Pernahkah kamu mendengar olahraga bela diri Kurash? Jika kamu belum tau, olahraga Kurash ini akan menjadi salah satu cabang olahraga baru yang masuk di Asian Games. Kurash berhasil masuk berkat keputusan pada rapat Koordinasi Komite Asian Games ke-7 pada 18 Agustus 2017 lalu. Usulan Kurash masuk di Asian Games karena Kurash termasuk cabang olahraga tradisional dari Asia Tengah. Ini merupakan kesempatan bagi negara-negara Asia Tengah untuk mendapatkan medali. Namun apakah cabang olahraga Kurash tersebut? Yuk kita ulas Sejarah Kurash Kurash merupakan cabang olahraga asal Uzbekistan yang dahulu hanya digunakan sebagai kesenian dan acara hiburan tradisional. Kurash memiliki arti mencapai tujuan hanya atau dengan cara yang adil. Cabang olahraga ini juga dianggap sebagai salah satu olahraga bela diri terlatih tertua di dunia yang memiliki usia kurang lebih 3.500 tahun. Kurash sudah tercatat dalam berbagai buku sejarah, diantaranya dalam buku perjalanan Marco Polo yang menceritakan Kurash ketika menjelajah jalur sutra. Selain itu ada juga buku yang ditulis Ibnu Sina yang menyatakan Kurash adalah cara terbaik dalam menjaga kesehatan dan tubuh roh. Kurash memiliki pola dasar bela diri yang hampir sama dengan olahraga Judo dan Gulat. Namun yang membedakan Kurash ini hanya ada pada bantingan atas dan penilaian yang ketat untuk memperoleh nilai mutlak. International Kurash Association (IKA) berhasil berdiri pada tahun 1998 setelah melewati berbagai uji coba untuk penetapan standar olahraga. Di tahun 2017, anggota negara yang bergabung dalam IKA berjumlah 117 negara. Kurash memiliki hari bersejarah pada 24 Januari 2003 dimana Kurash mendapatkan pengakuan resmi dari Olympic Council of Asia (OCA) sehingga Kurash memiliki kemampuan untuk tampil di event olahraga terbuka. Setelah itu, Kurash pun mendapatkan pengakuan dari International Olympic Committe (IOC) pada tahun 2005. Jejak Kurash Di Indonesia IKA sempat mempromosikan Kurash ke Indonesia pada tahun 2011. Namun perkembangan Kurash mangkrak hingga tidak bisa melakukan pembentukan induk cabang olahraga.Di awal tahun 2016, salah satu atlet Judo Indonesia Krisna Bayu menginisiasi dan mengembangkan Kurash dengan nama Kurash Indonesia. Berdasarkan keputusan pada 15 Juni 2016 lalu, Kurash disepakati untuk berkembang dalam bentuk Anggaran Dasar  dan Anggaran Rumah Tangga Kurash Indonesia. Dr. Samsudin, M.Pd. untuk pertama kalinya menjadi ketua Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI). Ia dianggap memiliki wawasan dan rencana yang kuat untuk mengembangkan Kurash di Indonesia dan dapat menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018. Krisna Bayu saat ini menjadi Sekretaris Jenderal PBKI. Dengan begitu, Indonesia dibutuhkan persiapan untuk mengikuti cabang olahraga Kurash ini pada Asian Games 2018. PBKI sudah mempersiapkan 4 putra dan 4 putri atlet Indonesia yang akan berlaga di cabang olahraga Kurash, mereka adalah Aprilianda Adi Timur,Moch Latif, Nanda Bagus Yuniarta, Bagas Ajaya Hartanto, Anggun Nurajijah, Maria Magdalena Ince, Heka Amaya Sari Sembiring dan Chandra Ariati.(put)

Rangsang Minat Olahraga Golf Kepada Pemuda, Pembinaan Atlet Golfer Muda Terus Di Gelorakan

Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra saat memberikan kata sambutan dalam acara launching Indogolf Passport di Restoran Manado Rarampa, Rabu 29/11/17.

Olahraga golf merupakan olahraga yang belum begitu banyak peminatnya. Mungkin di Negara-negara lain, olahraga golf menjadi olahraga yang digandrungi, tetapi tidak di Indonesia. Meski tidak begitu banyak peminatnya terhadap olahraga golf, saat ini perkembangan golf dan pembinaan golf di Indonesia sudah mulai membaik. Hal itu disampaikan langsung oleh Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Bidang Pertandingan, Markus Anthony Chandra. “Pembinaan golfer, sekerang sudah mulai membaik dibandingkan periode sebelumnya. Tapi, kita belum puas, karena di Negara lain terus bergerak dengan cepat. Kita berusah mengejar ketertinggalan dari Negara lain,” ucap Anthony kepada nysnmedia.com seusai soft lauching Indo Golf Passport, Rabu (29/11). Lanjutnya, dalam hal pembinaan golfer muda semua stakeholder harus ikut bergabung. Karena, olahraga golf merupakan olahraga saja tetapi membutuhkan faktor lain. “Ini tugas stakeholder, bukan institusi saja yang bertanggung jawab. Golf ini harus spesifik dan bukan hanya pembinaan saja, tetapi psikologi, nutrisinya dan faktor lain yang harus dijaga,” ungkapnya. Mengingat prestasi golfer Indonesia masih di bawah peringkat 100 dunia, Anthony akan terus melakukan peningkatan dalam pembinaan dan pertandingan. “Setiap pertandingan sebagai pembinaan. Saat ini pemain kita ada di rangking ratusan dunia. Untuk masuk 100 besar saja, sudah baik. Tapi balik lagi, kita belum puas walaupun saat ini peningkatan sudah baik. Yang dipikirkan sekarang bagaimana lapis bawah (junior) mengisi gap dari senior-seniornya. Tentunya ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bersama kita,” jelas Anthony yang juga menjabat sebagai General Manager Gading Raya Golf. (pah/adt)