Riska Hermawan Bangga Bisa Lanjutkan Tradisi Emas Keluarga Pada Ajang SEA Games

Riska Hermawan Bangga Bisa Lanjutkan Tradisi Emas Keluarga di Ajang SEA Games

Raut wajah gembira tampak terlihat di wajah Riska Hermawan. Asanya melanjutkan emas yang menjadi tradisi keluarga terpenuhi setelah dirinya bersama Ririn Rinasih mempersembahkan medali emas pertama SEA Games 2021 dari cabang olahraga (cabor) pencak silat nomor seni ganda putri. Tampil pada partai final ganda putri nomor seni di Bac Tu Liem Gymnasium, Rabu (11/5), Riska/Ririn sukses meraih 9,955 poin. Jumlah tersebut lebih baik dari wakil Vietnam, Nguyen Thi Thu Ha/Nguyen Thi Huyen yang hanya meraih 9,925. Ini merupakan emas perdana Ririn/Riska dalam sejarah berpartisipasi di ajang SEA Games. Sebelumnya, mereka hanya mendapat perunggu pada edisi 2017. Ririn/Riska memang sudah cukup lama berpasangan tepatnya sejak tahun 2016. Namun keduanya baru kembali masuk pelatnas untuk SEA Games 2021 sejak Januari lalu. Bagi Riska, torehan ini juga membuatnya melanjutkan tradisi keluarga. Ia memang berstatus putri dari peraih medali emas SEA Games 1997, Cece Hermawan. “Perasaan aku seneng banget dan terima kasih buat seluruh rakyat Indonesia. Medali emas ini aku persembahkan khusus untuk ayah aku yang kebetulan juara SEA Games 1997 juga serta paman dan perguruan aku, hingga kabupaten Majalengka, Jawa Barat,” ujarnya Langkah pasangan Riska/Ririn untuk meraih medali emas memang cukup mulus. Mereka tampak tak terpengaruh dengan sejumlah hasil buruk yang diraih wakil Indonesia ini. Terkait hal ini, Riska mengungkaplan sebuah rahasia. Ia mengaku mendapat motivasi tambahan dari Puspa Arum Sari yang harus puas dengan raihan medali perak. “Alhamdulillah saya lebih rileks dibanding sebelumnya karena kan SEA Games sebelumnya sempat down juga pas lawan Singapura. Jadi sekarang lawan tuan rumah justru lebih rileks,” kata Riska usai bertanding. “Aku tidak down (dengan hasil teman-teman lain), tapi hanya sedikit gugup. Namun Puspa yakinin aku untuk tampil maksimal. Dia bilang kita sudah latihan setiap hari jadi harus tunjukkan hasilnya,” pungkasnya. Pada Rabu (12/05) Pukul 14.00, Tim Indonesia meraih 3 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Dengan hasil ini, Indonesia menempati ranking tiga di klasemen sementara perolehan medali di bawah Vietnam dan Malaysia yang menempati ranking satu dan dua.

Sengit! Syabda Bawa Skuad Garuda Jawara Grup

Sengit! Syabda Bawa Skuad Garuda Jawara Grup

Pemain debutan Syabda Perkasa Belawa jadi penentu kemenangan tim Piala Thomas Indonesia tampil sebagai jawara grup. Kemenangan di partai terakhir, mengantarkan tim Garuda menang 3-2 atas Korea Selatan. Syabda tampil luar biasa. Mentalitasnya juga prima. Kelebihan itu dia tunjukkan saat menghadapi Yun Gyu Lee di partai kelima pertandingan antara Indonesia dan Korea Selatan di penyisihan grup. Siapa yang menang bakal menjadi juara Grup A. Sebagai pendatang baru, Syabda seperti namanya begitu perkasa. Ketika kedudukan sama kuat, 2-2, saat tampil di partai kelima, dia dituntut menang untuk menyelamatkan Skuad Garuda dari kekalahan. Nyatanya, Syabda tampil mengilap. Bertanding di Impact Arena, Bangkok, Rabu (11/5), saat ketinggalan 6-11 di gim ketiga, tak membuat dirinya pasrah. Sebaliknya, bangkit dan akhirnya menang lewat laga tiga gim, 21-14, 11-21, 21-16. “Saat tertinggal 6-11 pada gim ketiga, saya hanya berpikir, seandainya kalah ya sudah kalah. Tetapi saya bertekad saya tidak mau menyerah begitu saja di tengah lapangan. Saya terus berusaha saja,” tutur Syabda. Hasilnya, luar biasa. Dia bisa menyusul dan akhirnya menang. Berkat sumbangan angka dari Syabda, Indonesia pun menang 3-2 dan jadi juara grup. “Senang dan bersyukur saya bisa menang dan bisa menyumbangkan angka penentu kemenangan Indonesia atas Korea 3-2. Pertandingan tadi ada tegang dan ada pressure, karena saya tampil pertama kali di ajang besar seperti Piala Thomas dan tampil di partai penentuan lagi,” sebutnya. “Senior-senior sekaligus idola-idola saya, terus mendukung saya dari pinggir lapangan. Supportnya luar biasa. Mereka mendukung penuh saya. Saya pun jadi tidak mau menyerah. Saya lihat Koh Hendra, Mas Kevin, Babah Ahsan dan lain-lain, berteriak dari pinggir lapangan mendukung saya, saya pun terus fight. Saya tidak mikir apa-apa, pokoknya berjuang terus dan tidak ragu-ragu seperti gim kedua yang membuat saya kalah,” tambah Syabda. Sebelumnya, Shesar Hiren Rhustavito yang turun di partai ketiga, mampu memperpanjang napas tim Indonesia. Kedudukan Indonesia dan Korea Selatan pun menjadi 1-2. Vito, sapaan akrab pemain tunggal ini sukses mengalahkan Jeon Hyeok Jin, 19-21, 21-8, 21-10. “Tadi kunci kemenangan saya, adalah bermain sabar dan tidak buru-buru menyerang. Saya harus bermain seefisien mungkin. Tidak terpancing bermain menyerang terus yang bisa menguras tenaga saya,” ujar Vito. Indonesia pun sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat sumbangan angka dari pasangan ganda kedua, Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto yang mengatasi perlawanan Yong Jin/Na Sung Seong, 23-21, 21-16. “Alhamdulillah bersyukur bisa menyumbang poin bagi Indonesia. Setelah ketinggalan 1-2, jadi 2-2. Di awal gim, kita memang kalah siap. Kita dari awal tertekan terus. Belum bisa mengatasi serangan lawan. Namun setelah itu, kita bermain lebih tenang dan bisa menang,” ucap Rian. Di dua laga awal tm Merah-Putih sempat tertinggal 0-2. Anthony Sinisuka Ginting kalah di tangan Heo Kwang Hee, 16-21, 21-15, 14-21 dan pasangan baru Kevin Sanjaya/Moh. Ahsan takkuk kepada Seo Sung Jae/Kang Min Hyuk, 18-21, 21-13, 12-21. “Kecewa dan sedih juga saya tidak berhasil ambil poin. Sejak dari pertandingan awal, saya juga belum berhasil menyumbangkan poin untuk tim. Saya sebenarnya sudah mencoba yang terbaik untuk bisa dapat poin, namun belum berhasil. Belum rejeki saya,” sebut Ginting. “Kita akui, pasangan Korea itu juga bagus. Mereka layak diwaspadai. Ini menjadi perhatian dan pekerjaan rumah kita. Ke depan, akan kita coba dengan ganda-ganda muda kita yang belum masuk tim ini,” sebut pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi. Piala Thomas Indonesia vs Korea Selatan (3-2) Anthony Sinisuka Ginting vs Heo Kwang Hee, 16-21, 21-15, 14-21. Kevin Sanjaya/Moh. Ahsan vs Seo Sung Jae/Kang Min Hyuk, 18-21, 21-13, 12-21 Shesar Hiren Rhustavito vs Jeon Hyeok Jin, 19-21, 21-8, 21-10. Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto vs Yong Jin/Na Sung Seong, 23-21, 21-16. Syabda Perkasa Belawa vs Yun Gyu Lee, 21-14, 11-21, 21-16.

SEA Games 2021. Dayung Sumbang Empat Medali

Indonesia berhasil mendulang empat medali dari empat nomor cabang olahraga dayung pada Rabu (11/5) yang diadakan di Thuy Nguyen Hai Phong Aquatics Center. Pada race pertama kuartet Maslin Efrilia, Dewi Purwanti, Annisa Meilani Yahya, dan Putri Agni Anugrah memenangkan medali perak nomor wWomen’s Quadruple Sculls dengan catatan waktu 7 menit 23 detik. “Meski bukan emas kami sangat bangga, kami sudah melakukan yang terbaik, kami tetap bangga dengan prestasi ini,” kata Maslin Efrilia setelah lomba. Race kedua sangat kompetitif. Duet Kakan Rusmana dan Ardi Isadi finish pertama atas atlet, Thailand dan Vietnam. Catatan waktu yang dibukukan adalah 7 menit dan 1 detik. Berkomentar soal kemenangannya Kakan Rusmana merasa terkejut dan bersyukur dengan hasil ini. “Alhamdulillah, ini adalah medali emas pertama untuk tim dayung. Karena tim quadruple hampir saja menang. Terimakasih atas semua doa dan dukungannya. Kami ingin berterimakasih pada masyarakat Indonesia, NOC, Kemenpora, dan PODSI, terimakasih pada semua pelatih dan kru atas dukungannya pada SEA Games kali ini,” kata Kakan. Pada race ketiga game berjalan sengit. Memo dan Sulfianto memimpin tapi dibayangi oleh atlet dayung Thailand. Mereka berhasil jadi yang tercepat dengan catatan waktu 7 menit 22 detik. “Saya sangat senang. Saya harap rekan tim yang lain juga bisa menang dan mendapatkan medali emas,” kata Memo yang juga pernah berlaga di Olimpiade. Pada race keempat Indonesia kembali mendapatkan medali perak setelah kuartet Chelsea Corputty, Syiva Lisdiana, Aisah Nabila, dan Julianti menjadi yang tercepat kedua dengan catatan waktu 7 menit 16 detik. Meski tidak mendapat medali emas Syiva Lisdiana mengatakan timnya telah memberikan yang terbaik. “Kita telah memberikan yang terbaik, tapi inilah hasilnya. Mudah-mudahan pada race berikutnya kita bisa lebih baik,” kata Syiva. Meski terlihat kecewa Syiva memuji rekan satu tim dan mendorong untuk tampil lebih baik lagi. “Tentunya saya berharap semuanya bisa memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan kita bisa memimpin perolehan medali,” tutup Syiva.   Sumber: NOC

Piala Uber 2022. Skuad Merah Putih Gilas Jerman 5-0

Para pemain muda Piala Uber Indonesia yang belum banyak memiliki pengalaman ternyata mampu memetik kemenangan 5-0 atas Jerman. Performa para pemain hari ini memang lebih baik dan terasa lebih nyaman. Tidak ada ketegangan lagi seperti ketika lawan Prancis “Senang bisa dipercaya turun dan menyumbangkan angka pembuka bagi Indonesia. Secara permainan, saya juga lebih nyaman dan tidak tegang lagi,” aku Komang Ayu Cahya Dewi, usai menekuk Yvonne Li, 21-15, 21-13. “Cuma sayang pertandingan tadi terganggu lampu yang berkali-kali mati. Lebih dari lima-enam kali lampu mati. Hal ini cukup mengganggu konsenstrasi saya. Untung saya sudah unggul jauh,” tambahnya. Hal serupa dialami Amalia Cahaya Pratiwi yang main bersama Febriana Dwipuji Kusuma. Ganda pertama ini menang atas Linda Efler/Emma Moszczynski, 21-11, 21-2 “Alhamdulillah bisa menang dan sumbang poin yang membuat Indonesia unggul 2-0. Hari ini kami bisa bermain maksimal dan all out, bisa mengeluarkan seluruh kemampuan. Hari ini rasanya bisa lebih baik dibanding penampilan kemarin,” tutur Tiwi, sapaan akrab Amalia Cahaya Pratiwi.   Hasil positif juga ditampilkan Aisyah Sativa Fatetani. Pemain tunggal kedua ini sukses menggusur Ann-Kathrin Spoeri lewat laga rubber game 21-7, 14-21, 21-14 untuk memastikan Indonesia lolos ke perempatfinal. “Kemenangan ini bisa jadi modal saya lawan Jepang besok. Saya juga makin baik beradaptasi dengan lapangan dan tidak tegang lagi seperti kemarin. Kalau diturunkan lagi, saya akan siap dan fight,” ujar Tiva. Pasangan ganda kedua, Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari membawa Indonesia unggul 4-0 dengan mengalahkan Annabella Jaeger/Leona Michalski, 21-10, 21-10. “Alhamdulillah bisa menang dan membawa Indonesia jadi unggul 4-0. Senang dan lega rasanya bisa main baik dan menang. Tadi kami main sangat nyaman. Bisa enjoy karena posisi Indonesia sudah unggul 3-0 dan memastikan lolos ke perempatfinal. Kami bisa tampil maksimal dan bisa menang,” kata Lanny. “Kalau diturunkan lawan Jepang besok, saya tentu siap. Kemenangan ini makin membuat kami lebih semangat untuk lawan Jepang,” tambah Lanny. “Setelah memastikan lolos ke perempatfinal, target berikutnya adalah bisa lolos ke semifinal. Semoga target ini bisa terwujud. Kami siap kerja keras dan penuh semangat menghadapi laga-laga selanjutnya yang tidak enteng. Lawan Jepang, saya juga siap dan main tanpa beban saja,” ujar Nita Violina Marwah. Di partai penutup. Bilqis Prasista menyempurnakan skuad Merah-Putih menang 5-0 atas Jerman setelah menekuk Florentine Schoffski, 21-12, 12-21, 21-7. “Wah lega rasanya bisa menang, meski lewat rubber game. Saya sebenarnya bisa enjoy saat gim pertama. Gim kedua malah tegang sendiri dan membuat permainan kurang fokus hingga akhirnya kalah. Bersyukur di gim ketiga bisa kembali main seperti gim pertama dan menang,” tukas Bilqis. “Untuk lawan Jepang, kalau dipercaya diturunkan saya siap. Saya akan fight dan main tanpa beban saja,” tambahnya.   Piala Uber Indonesia vs Jerman (5-0) Komang Ayu Cahya Dewi vs Yvonne Li, 21-15, 21-13. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi vs Linda Efler/Emma Moszczynski, 21-11, 21-2. Aisyah Sativa Fatetani vs Ann-Kathrin Spoeri, 21-7, 14-21, 21-14. Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari vs Annabella Jaeger/Leona Michalski, 21-10, 21-10. Bilqis Prasista vs Florentine Schoffski, 21-12, 12-21, 21-7.   Sumber: PBSI

Anin Bakrie, Atlet Renang Adalah Pahlawan Yang Membawa Nama Baik Indonesia di SEA Games 2021

Ketua Umum PB PRSI, Anindya Novyan Bakrie melepas kontingen renang Indonesia yang akan bertanding di 31st SEA Games 2021 Vietnam. Acara yang berlangsung di Aryaduta, Rabu, 11 Mei 2022 ini berlangsung patriotik dengan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya. Timnas renang berkekuatan 17 atlet dikomandoi Pelatih asal Australia Michael Piper dan Pelatih Kepala Albert Sutanto. Tim renang akan memulai lomba 14-19 Mei di My Dinh Water Sports Stadium. Dari 40 nomor renang yang dilombakan, Indonesia mengikuti 36 nomor pertandingan. Rencananya keberangkatan tim terbagi dua kloter yakni 11 dan 12 Mei. Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo telah melepas kontingen besar Indonesia yang berjumlah 776 orang terdiri 499 atlet, 214 offisial dan 63 pendamping. “Bersyukur selama 24 bulan terdampak pandemi bisa membentuk satu tim yang kuat supaya bisa kompetitif di Hanoi. Terima kasih juga kepada pemerintah yang membuat cabang renang masuk DBON. Untuk itu saya minta teman-teman berjuang keras untuk membuat prestasi lebih baik lagi dibandingkan di Filipina,” ujar Anindya Novyan Bakrie. “Di Filipina kita membuat sejarah saat polo air meraih medali emas mengalahkan dominasi negara lain. Kali ini berharap bisa lebih banyak lagi emas-emas dan medali lain supaya tujuannya memastikan Merah-Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang,” harap Anin. Anin juga menjelaskan dengan adanya G20 negara-negara besar dunia, menjadi tanda-tanda Indonesia menjadi pemimpin dunia. “Jadi buat para perenang, anda semua adalah pahlawan bukan hanya memperjuangkan Indonesia di medan perang, tapi pahlawan yang akan bawa nama baik Indonesia,” papar Anin. Pada SEA Games 2019 Filipina, Tim renang mengoleksi satu medali emas, enam medali perak dan tujuh medali perunggu. Berikut tim renang Indonesia : Tim Pelatih : Wisnu Wardhana (Manajer), Albert Sutanto (Pelatih Kepala), Dony B. Utomo, Marifa Herman Yus, Hendry Sutanto, Michael Piper (Australia). Putra : Aflah Fadlan Prawira (kapten), Glen Victor Sutanto, I Gede Siman Sudartawa, Gagarin Nathaniel Yus, Farrel Armandio Tangkas, Joe Aditya Kurniawan, Erick Ahmad Fathoni, Pande Made Iron Digjaya, Putri : Patricia Yosita (kapten), Ressa Kania Dewi, Azzahra Permatahani, A.A. Istri Kania Ratih, A.A. Vannesae Evato, Nurul Fajar, Flairene Chandrea, Angel Gabriele Yus, Masniari Wolf.   Sumber: PRSI

SEA Games 2021. Gebrakan Pecatur Indonesia Pada Hari Pertama

Hari pertama kompetisi catur di SEA Games ke 31 dibuka dengan gebrakan yang kuat dari tim Indonesia. Berlaga di Quang Ninh Exhibition Center Indonesia mempertemukan babak final all Indonesian antara IM Irene Kharisma Sukandar lawan WIM Dewi Ardhiani Anastasya Citra. Pada nomor individu putra GM Novendra Priasmoro mengalahkan FM Lik Zang Lye dari Malaysia, serta IM Mohamad Ervan mengalahkan IM Wynn Zaw Htun dari Myanmar. Sedangkan pada nomor individu putri Dewi Ardhiani Anastasya Citra mengalahkan Irene Kharisma Sukandar. Berbicara tentang penampilan hari pertama IM Mohamad Ervan mengatakan dua game yang telah dimainkan berjalan cukup baik. “Game pertama di sesi pagi cukup sulit tapi saya mampu mengatasinya. Untuk game kedua saya tidak mengambil resiko terlalu tinggi, fokus untuk besok, jadi main draw,” kata Ervan. “Besok saya akan diskusikan strategi dengan pelatih. Tapi karena kita menggunakan sistem Swiss jadi belum tau akan lawan siapa. Tapi saya punya waktu untuk bersiap,” kata pemain berusia 29 tahun itu. GM Novendra Priasmoro yang menang atas atlet tuan rumah percaya persiapan yg sudah dilakukan telah membuatnya tampil baik. “Game kedua sulit tali saya berhasil main tanpa beban. Saya rasa saya telah mempersiapkan diri dengan baik,” kata Novendra. Pada nomor individu putri Dewi Ardhiani mengatakan sedang beruntung ketika berhadapan dengan wakil Malaysia. “Semuanya saingan yang tangguh dan saya mengakui sedang beruntung pada game kedua. Saya akan mempersiapkan diri bersama pelatih untuk pertandingan besok. Jadi kita akan punya persiapan khusus,” kata Dewi. Senada dengan Dewi Ardhiani unggulan pertama Irine Kharisma juga setuju dengan pernyataannya. “Semua orang adalah ancaman. Mereka adalah perwakilan terbaik masing-masing negara. Mereka telah melalui kualifikasi untuk sampai disini. Jadi untuk tujuh putaran berikutnya saya tidak boleh lengah,” kata Irine. “Satu dari dua game yang dimenangkan sayangnya saya tidak bermain dengan baik. Tapi turnamen masih panjang apa pun bisa terjadi. Saya harus fokus, mengatur (strategi) kembali, dan mulai dengan lebih baik besok,” kata Irine.   Sumber: NOC

Timnas U-23 Paksa Timor Leste Angkat Koper dari SEA Games 2021.

QTim U-23 Indonesia menang 4-1 atas Timor Leste pada laga kedua Grup A cabang sepak bola SEA Games 2022 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam (10/5). Awal babak pertama, Marc Klok menjatuhkan Mouzinho Barreto De Lima di kotak penalti dan mendapat kartu kuning. Mouzinho sendiri selanjutnya yang jadi eksekutor dan melepas sepakan ke arah kanan, namun kiper Ernando Ari Sutaryadi cermat membaca arah bola dan menepisnya. Di menit ke-15′, Egy Maulana Vikri mencatatkan namanya di papan skor. Syahrian Abimanyu melepas umpan lambung ke sisi kanan gawang Timor Leste dan disambut sundulan dengan Rizky Ridho. Bek asal Persebaya Surabaya itu mengarahkan bola ke depan gawang dan disambut dengan tembakan voli tanpa cela dari Egy. Kemudian tiga gol lainnya dilesakkan Witan Sulaeman menit ke-52’, 76’, dan Fachruddin Wahyudi Aryanto 58′. Sedangkan satu-satunya gol Timor Leste dicetak Mouzinho menit ke-69’. Bagi Garuda ini adalah kemenangan perdana setelah di pertandingan pertama kalah 0-3 Vietnam (6/5). Sebaliknya bagi Timor Leste menjadi kekalahan ketiga dan dipastikan mereka tersingkir. Laga pertama mereka Jumat (6/5) lalu, skuad asuhan Fabio Magrao kalah 0-4 dari Filipina dan di laga kedua kalah 2-3 dari Myanmar (8/5). “Di awal laga tim memang belum menunjukkan permainan yang bagus. Tetapi, perlahan namun pasti kita mulai bangkit dan mencetak 4 gol. Saya berharap permainan tim terus meningkat saat melawan Filipina dan Myanmar,” ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Iriawan juga berharap cedera Alfeandra Dewangga tidak parah. Pemain asal PSIS itu ditarik Shin Tae-yong di pertengahan babak kedua dan digantikan Firza Andika. “Melawan Filipina dan Myanmar kita harus menang untuk memastikan tiket ke semifinal. Saya yakin peluang kita terbuka lebar kalau melihat grafik tim ini yang terus meningkat,” imbuh Iriawan. Indonesia akan kembali memainkan pertandingan ketiga melawan Filipina (13/5) dan terakhir akan menghadapi Myanmar (15/5).   Sumber: PSSI

Piala Thomas 2022. Duet Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Hempaskan Thailand

Pada pertandingan yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Senin (9/5) malam hingga Selasa (10/5) dini hari tim putra bulutangkis Indonesia sukses menekuk tuan rumah Thailand dengan 4-1. Sebelumnya di pertandingan pembuka penyisihan Grup A, Indonesia juga menang 4-1 atas Singapura. Keberhasilan Tim Merah-Putih dengan mengatasi tuan rumah, juga ditentukan oleh dua pasangan baru yang diturunkan pelatih kepala Herry Iman Pierngadi terbuktibpasanhan Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses menyumbangkan angka kemenangan. Hendra/Ahsan lewat drama seru di gim kedua, berhasil menekuk Chaloempon Charoenkitamorn/Nanthakarn Yordphaisong dengan skor 21-12, 26-28, 21-11. “Alhamdulillah bisa menang dan menyamakan kedudukan 1-1. Lawan kita akui juga tidak mudah dikalahkan dan bermain baik. Mereka memberikan perlawanan ketat, terutama di gim kedua,” kata Ahsan. “Gim pertama kita menang angin dan bisa memegang kendali permainan. Kita langsung start dan memimpin poinnya bisa jauh,” ujar Hendra. “Gim kedua, kita keserang terus karena kalah angin. Sudah berusaha keras, tetapi kalah juga. Di gim ketiga, saat berada di posisi menang angin kita kembali ke permainan kita dengan menyerang dan mengumpulkan angka banyak. Setelah pindah tempat di interval ketiga, biar tidak terserang, kita main panjang-panjang dan itu berhasil hingga akhirnya menang,” tambahnya. Sementara Bagas/Kevin juga sukses memetik kemenangan atas Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, 24-22, 21-11. “Bersyukur bisa menang. Memang meski sering main bareng Bagas, tentu ada beda dengan pertandingan resmi. Cuma dari sisi bagaimana pola permainan sih saya sudah tahu,” komentar Kevin. Dari sektor tunggal, hanya Ginting yang belum berhasil menyumbangkan angka setelah dikalahkan Kunlavut Vitidsarn, 12-21, 21-15, 9-21. “Rasanya sedih juga tidak bisa menang dan sumbang poin. Tadi pertandingannya juga ketat sejak awal. Kita tahu posisinya saling menang dan kalah angin yang berpengaruh besar terhadap permainan. Cuma di gim ketiga saat pindah lapangan, saya sudah tertinggal jauh. Saat mau mengejar, lawan sudah percaya diri,” kata Ginting. Indonesia kemudian unggul 2-1 setelah Jonatan Christie di partai ketiga mengatasi Kantaphon Wangcharoen, 22-20, 21-16. “Puji Tuhan bisa membuat Indonesia unggul 2-1. Tetapi, secara jujur dari sisi permainan saya hari ini masih jauh dari permainan terbaik saya. Meskipun menang pun, terus terang saya tidak puas. Bisa dibilang kalau memakai angka 100, penampilan saya hari ini hanya 50 saja. Tidak memuaskan saya,” ucap Jojo. Shesar Hiren Rhustavito menggenapkan Indonesia menang 4-1 usai menggusur Sitthikom Thammasin, 21-19, 21-14. “Dari awal saya percaya diri bisa mengatasi dia. Sebelumnya, saya juga selalu menang di empat pertemuan,” tutur Vito. Piala Thomas Indonesia vs Thailand (4-1)   1. Anthony Sinisuka Ginting vs Kunlavut Vitidsarn, 12-21, 21-15, 9-21.   2. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Chaloempon Charoenkitamorn/Nanthakarn Yordphaisong, 21-12, 26-28, 21-11.   3. Jonatan Christie vs Kantaphon Wangcharoen, 22-20, 21-16.   4. Bagas Maulana/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, 24-22, 21-11.   5. Shesar Hiren Rhustavito vs Sitthikom Thammasin, 21-19, 21-14.   Sumber: PBSI

Usai Boyong 6 Emas Kejuaraan Dunia Junior, Atlet Angkat Besi Langsung Bersiap Ke Vietnam

Usai Boyong 6 Emas Kejuaraan Dunia Junior, Atlet Angkat Besi Langsung Bersiap Ke Vietnam

Rombongan atlet angkat besi Indonesia tiba di Tanah Air setelah berjuang di kejuaraan dunia kejuaraan angkat besi junior yang berlangsung di Yunani pada Minggu, 8 Mei 2022. Mereka langsung bersiap untuk berkompetisi dalam SEA Games di Vietnam. Windi Cantika dan kawan-kawan dijadwalkan mengikuti SEA Games 2021 Vietnam setelah membawa pulang enam medali emas dari kejuaraan di Yunani. Tiga medali dipersembahkan oleh Rizki Juniansyah dan tiga lainnya diraih lifter perempuan Windy Cantika Aisah. Windy menyumbangkan medali pada kejuaraan angkat besi putri kelas 49 kilogram, sedangkan Rizki tampil pada kelas 73 kilogram dan berhasil memecahkan rekor dunia Snatch dengan 156 kilogram. Kedatangan para lifter di Bandara Soekarno-Hatta disambut langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman dan jajaranya. “Mereka ini adalah atlet masa depan dan semoga ke depannya mereka akan terus membuat Indonesia bangga,” ujar Marciano dalam program Metro Siang di Metro TV, Senin 9 Mei 2022. Menurut Marciano mereka ada atlet masa depan Indonesia dan berharap dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga dunia. Tak lupa, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) yang dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Mar. (Purn.) Djoko Pramono beserta jajarannya juga hadir menyambut kedatangan mereka. Melihat kesuksesan atlet angkat besi di kancah internasional, Marciano sangat mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan para juniornya. “Tentunya prestasi ini menjadi kebanggaan bersama untuk Bangsa Indonesia, rasa hormat dan terima kasih saya sampaikan untuk mereka,” ucapnya. Sementara itu, pertandingan angkat besi pada SEA Games kali ini akan berlangsung pada tanggal 19-22 Mei mendatang. Lawan terberat Windy cs kali ini adalah tuan rumah Vietnam dan juga Thailand. Pada ajang yang SEA Games edisi sebelumnya di Filipina, Vietnam menjadi juara umum dengan mengoleksi empat emas, lima perak, dan satu perunggu. Indonesia menempati peringkat kedua dalam perolehan medali dengan empat emas, satu perak, dan 5 perunggu. Tim Angkat Besi Indonesia Pada SEA Games Vietnam: Pria: Satrio Adi Inugroho (55 kg) Eko Yuli Irawan (61 kg) Mohammad Yasin (67 kg) Rizky Juniansyah (73 kg) Muhammad Zul Ilmi (89 kg) Rahmat Erwin Abdullah (73 kg) Wanita: Najla Khoi (45 kg) Siti Nafisatul Hariroh (45 kg) Windy Cantika Aisah (49 kg) Natasya Beteyob (55 kg) Sarah (59 kg) Tsabitha Alfiah (64 kg) Nurul Akmal (87+ kg)

Piala Uber 2022. Jangan Lengah Hadapi Jerman

Setelah menang 5-0 atas Prancis di laga pembuka perebutan Piala Uber 2022 tim Indonesia akan bertemu Jerman dipertandingan kedua. Pertandingan ini sangat penting bagi tim Uber Indonesia untuk maju ke babak berikutnya. Laga kedua babak penyisihan Grup A Piala Uber lawan Jerman ini akan berlangsung pada Selasa (10/5) mulai pukul 09.00 waktu setempat. “Kemenangan atas Prancis pantas disyukuri. Tetapi jangan sampai membuat pemain jadi lengah. Sebaliknya harus lebih waspada dan siap bekerja keras lagi saat lawan Jerman yang kekuatannya di atas kertas saya kira lebih baik dibanding Prancis,” kata manajer tim Hendro Santoso “Karena itu saya meminta kepada para pemain untuk lebih siap dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik. Lawan Jerman itu bisa dibilang partai penentuan bagi tim Uber Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya. Maka, saya meminta pemain tampil habis-habisan,” tambah Hendro. Menurut pelatih tunggal putri, Morico Harda, ketiga pemainnya tampil bagus saat menghadapi Prancis. Komang Ayu Cahya Dewi, Aisyah Sativa Fatetani, dan Bilqis Prasista, meski sempat dicekam ketegangan dan nervous, akhirnya bisa keluar sebagai pemenang. “Secara umum ketiga pemain ini bermain baik saat lawan Prancis. Saya berharap mereka bisa mempertahankan performanya di laga-laga selanjutnya, termasuk saat lawan Jerman,” tutur Morico. Hanya, apakah Komang, Tiva, dan Bilqis akan kembali diturunkan ketika melawan Jerman, Morico belum mau membuka kartu. “Untuk menentukan siapa yang akan diturunkan melawan Jerman, semuanya harus dilihat dari bagaimana hasil latihan Senin sore ini,” ujarnya. “Kalau saya diturunkan lagi melawan Jerman, saya siap menyumbangkan angka lagi,” ucap Aisyah Sativa Fatetani, pemain tunggal putri. Sementara menurut pelatih ganda Prasetyo Restu Basuki, kondisi anak buahnya juga baik. Tidak ada yang sakit atau cedera. “Anak-anak kondisinya oke. Siap tempur lawan Jerman. Kemarin waktu melawan Prancis mereka juga bisa bermain lepas. Untuk menghadapi Jerman besok, harus lebih yakin saja,” kata Prasetyo. Sumber: PBSI

Piala Thomas 2022. Kerja Keras Demi Memenangkan Laga

Meski menang 4-1 atas Singapura di babak penyisihan Grup A perebutan Piala Thomas 2022, Skuad Merah-Putih harus bekerja keras untuk memenangi laga. Bertarung di Impact Arena, Bangkok, Minggu (8/5) sore, Indonesia harus kehilangan angka lebih dulu ketika tunggal pertama, Anthony Sinisuka Ginting takluk kepada Loh Kean Yew, andalan Singapura. Lewat laga selama 37 menit, Ginting menyerah kalah, 13-21, 14-21 dari sang juara dunia 2021 tersebut. Dalam pertandingan ini, tempo dan kontrol permainan semua dikuasi Loh. “Loh Kean Yew dari pertama memang bermain lebih nge-push, serta mengontrol tempo permainan. Dia juga cepat bisa membaca strategi saya. Dia terus menekan,” kata Ginting. “Sebenarnya di gim kedua, saya sudah berusaha keluar untuk meredam kecepatannya, tetapi lawan memang sudah menemukan pola permainan terbaiknya. Saya sendiri juga masih kurang konsisten,” tambah Ginting. Begitu pula di ganda pertama. Pasangan Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto harus berjuang tiga gim sebelum mengatasi Hee Yong Kai Terry/Loh Kean Hean, 21-14, 19-21, 21-12. Indonesia pun bisa menyamakan kedudukan 1-1 lawan Singapura. “Ahamdulillah bisa main bagus dan memenangkan pertandingan. Tadi di gim pertama kami nyaman dan bisa menerapkan strategi dengan baik karena berada di posisi menang angin,” kata Fajar. “Di gim kedua, saat kalah angin, tekanan kami tidak seperti gim pertama. Di gim ketiga, kami tidak mau kalah dan langsung mengambil start lebih dulu dan terus memimpin. Kami terus memegang kendali permainan hingga memenangkan pertandingan,” tambah Fajar. “Saya sendiri tidak terpengaruh dengan kekalahan Ginting di partai pertama. Kami fokus ke penampilan diri sendiri untuk bisa memenangkan pertandingan. Apalagi dari awal, saya selalu ingin berusaha menyumbangkan poin untuk Indonesia,” tutur Rian. Indonesia lalu memimpin 2-1 setelah Jonatan Christie yang tampil di partai ketiga berhasil menang atas Jia Heng Jason Teh, 21-19, 21-13. “Saya senang dengan kemenangan ini karena Indonesia berbalik jadi unggul 2-1. Bagas/Fikri yang akan main di partai keempat, bisa lebih rileks dan tidak tegang-tegang banget,” kata Jojo. Tim Garuda memimpin 3-1 setelah Bagas Maulana/Muh. Shohibul Fikri berhasil mengemas kemenangan. Juara All England 2022 itu menang 24-22, 21-14 atas Danny Bawa Chrisnanta/Jun Liang Andy Kwek di partai keempat. “Tadi di gim pertama, kami harus mengantisipasi hembusan angin lebih dulu. Setelah bisa menguasai keadaan, di gim kedua kami lebih nyaman untuk menerapkan strategi permainan dan menang lebih mudah dibanding gim pertama,” ujar Bagas. “Alhamdulillah bisa menang dan menyumbangkan angka kemenangan,” tutur Fikri. Di partai kelima, Shesar Hiren Rhustavito menggenapkan kemenangan 4-1 Indonesia atas Singapura. Vito, sapaan akrab tunggal ketiga ini berhasil mengatasi perlawanan Jia Wei Joel Koh dengan skor 21-16, 21-7. “Di gim pertama tadi saya memang harus beradaptasi dengan angin. Bagi pemain tunggal, menang angin itu justru menyulitkan. Setelah itu, semua berjalan sesuai rencana,” aku Vito. Skor Piala Thomas Indonesia vs Singapura (4-1) : Anthony Sinisuka Ginting vs Low Kean Yew, 13-21, 14-21.   Fajar Alfian/Muh. Rian Ardianto vs Hee Yong Kai Terry/Loh Kean Hean, 21-14, 19-21, 21-12.   Jonatan Christie vs Jia Heng Jason Teh, 21-19, 21-13.   Bagas Maulana/Muh. Shohibul Fikri vs Danny Bawa Chrisnanta/Jun Liang Andy Kwek, 24-22, 21-14.   Shesar Hiren Rhustavito vs Jia Wei Joel Koh, 21-16, 21-7.   Sumber: PBSI

Sukses Juarai Luxembourg Open 2022, Berikut Profil Chiara

Sukses Juarai Luxembourg Open 2022, Berikut Profil Chiara

Kancah bulutangkis Indonesia kini tengah dibuat bangga, pasalnya salah satu atletnya Chiara Marvella Handoyo berhasil membawa gelar juara dari gelaran turnamen Luxembourg Open 2022 pada Minggu, 8 Mei 2022. Di partai final Luxembourg Open 2022, Chiara Marvella Handoyo harus menghadapi rekan kompatriotnya, Aura Ihza Aulia. Melawan Aura Ihza Aulia di partai final Luxembourg Open 2022, Chiara Marvella Handoyo berhasil menang mudah dua set langsung 21-9 dan 21-9. Atas hasil tersebut secara otomatis, pemain yang kerap disapa Chiara itu keluar sebagai juara pada gelaran turnamen tahun ini. Melihat prestasi yang berhasil diraihnya itu, menarik sekiranya untuk menilik siapa sebenarnya Chiara Marvella Handoyo, sang jawara Luxembourg Open tahun ini. Berikut adalah profil singkat dari pemain binaan PB Djarum, Chiara Marvella Handoyo atau biasa disapa Chiara. Chiara Marvella Handoyo merupakan pemain tunggal putri Indonesia kelahiran Klaten, 14 Juni 2005. Chiara merupakan atlet binaan dari klub asal kota Kudus, PB Djarum tempat para atlet kelas dunia lahir, seperti Praveen Jordan dan Melati Daeva, Kevin Sanjaya, serta peraih gelar juara All England Muhammad Shohibul Fikri dan Bagus Maulana. Chiara yang juga merupakan pemain peringkat ke 111 dunia itu mulai bergabung dengan klub PB Djarum sejak 2016. Diketahui bahwa pemain yang juga merupakan semi finalis Stockholm Junior International Series 2022 itu rupanya hobi dengan makanan Chinese dan Pizza. Selain itu ia pun juga ternyata memiliki bakat lain yang luar biasa, yakni menggambar. Raihan gelar juara Luxembourg Open tahun ini, semakin melengkapi jajaran prestasi yang berhasil ia raih sepanjang perjalanan karirnya di dunia bulutangkis secara profesional. Sebelumnya, selain berhasil menjadi semifinalis Stockholm Junior, Chiara juga pernah berhasil keluar sebagai juara pada ajang turnamen Yuzu Isotonic Akmil Open 2021. Selain bermain di nomor tunggal putri, Chiara pun juga rupanya kerap turun sebagai pemain di nomor ganda putri Indonesia. Terbukti dari 15 gelar yang berhasil dirinya raih, tiga di antaranya adalah di sektor ganda putri. Seperti pada kejuaraan Daihatsu Astec U 13, U 15, U 17 2019 yang mana mereka keluar sebagai semifinalis turnamen tesrebut. Kini dengan di bawah arahan pelatih di akademi PB Djarum, Chiara tengah dipersiapkan sebagai pemain penerus Susi Susanti, tunggal putri terbaik Indonesia yang pernah berhasil merengkuh berbagai gelar juara di ajang kejuaraan bergengsi dunia.

Piala Uber 2022: Tak Hanya Menang, Skuad Muda Uber Petik Pengalaman Penting

Piala Uber 2022: Tak Hanya Menang, Skuad Muda Uber Petik Pengalaman Penting

Kemenangan Indonesia 5-0 atas Prancis di laga pembuka perebutan Piala Uber 2022 di Impact Arena, Bangkok, Minggu (8/5), sangat penting. Ini tak hanya untuk menjaga asa maju ke babak berikut, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para pemain yang melakoni pertandingan debut. Dalam pertandingan babak penyisihan Grup A, para pemain Indonesia tak hanya melawan musuh di tengah lapangan. Mereka juga harus bisa mengatasi tekanan, ketegangan, dan rasa nervous karena menjalani laga debut di Piala Uber. “Benar, saya melihat para pemain begitu tegang, nervous, dan dalam tekanan. Namun saya salut kepada mereka yang akhirnya bisa keluar dari tekanan dan mampu memenangi pertandingan. Ini pelajaran penting yang bisa dipetik dari laga pembuka Piala Uber,” papar manajer tim Hendro Santoso. Memang tidak mudah bagi Komang Ayu Cahya Dewi melakoni pertarungan perdana di perebutan Piala Uber melawan Prancis. Dia sempat dicekam ketegangan karena Komang menjadi pemain pertama yang turun bertarung. Syukurlah dia bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Lewat perjuangan selama 72 menit, Komang sukses mempersembahkan angka pembuka bagi tim Uber Indonesia. Komang menang atas Qi Xuefei dengan skor 22-20, 19-21, 21-18. “Senang bisa menang dan mempersembahkan satu angka kemenangan bagi Indonesia. Tadi tegang juga karena ini untuk pertama kalinya saya tampil di ajang besar sekelas Piala Uber,” aku Komang. “Ketegangan sempat menghinggapi saya, terutama setelah unggul dan dikejar lawan, saya selalu panik dan gampang kehilangan banyak angka. Itu kelemahan saya. Saya lebih senang mengejar dan sering malah dapat angka,” tambah Komang. Angka kedua bagi tim Merah-Putih disumbangkan pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi yang sukses mengatasi perlawanan Vimala Heriau/Margot Lambert. Lewat laga selama 44 menit, Ana/Tiwi menang dengan 21-13, 27-25. “Tadi di gim pertama kita menang angin, sehingga lebih enak menyerang. Sementara di gim kedua, karena kalah angin, shuttlecock-nya kadang goyang sehingga tidak mudah untuk dipukul dan menyerang. Harus lebih hati-hati, tidak bisa sekali pukul bisa mematikan,” ujar Ana. “Yang pasti senang bisa menyumbangkan angka kemenangan. Memang tadi sedikit tegang juga di awal. Tetapi setelah itu karena kami fokus ke permainan, tidak ada tegang. Sebaliknya, termotivasi untuk menang di penampilan pertama kami di Piala Uber,” timpal Tiwi. Pemain tunggal kedua, Aisyah Sativa Fatetani tak mau ketinggalan menyumbangkan angka. Turun di partai ketiga, Sativa sukses mengatasi perlawanan Leonice Huet lewat laga tiga gim dengan 12-21, 21-13, 21-15. Tim Uber Indonesia pun unggul 3-0 atas Prancis. “Tadi di awal-awal sempat nervous juga. Karena ini pengalaman pertama bertanding di event besar. Tetapi setelah itu, saya bisa menemukan pola permainan dan bisa menang,” sebut Sativa. “Alhamdulillah bisa menang, meski sempat tegang dan kalah di gim pertama. Senang bisa menyumbangkan angka kemenangan. Semoga teman-teman yang lain juga bisa bertambah semangat untuk menang,” tutur Sativa. Pasangan kedua, Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari juga tidak mau ketinggalan menyumbang angka. Mereka sukses mengalahkan Flavie Vallet/Emilie Vercelot, 21-14, 21-11 dalam durasi 28 menit. “Senang bisa menang, apalagi hari ini ulang tahun saya. Semoga saya bisa memperoleh kado terbaik dari ajang ini,” sebut Lanny yang tepat merayakan ulang tahun ke-20. Indonesia memastikan menang 5-0 atas Prancis setelah pemain tunggal ketiga, Bilqis Prasista menang lewat rubber game atas Yaelle Hoyaux, 17-21, 21-14, 21-18. “Saya merasa tegang saat di gim pertama. Baru setelah pindah lapangan, saya bisa main lebih baik dan keluar dari tekanan. Di gim ketiga, sebenarnya saya juga sudah unggul. Tetapi karena tegang lagi, tersusul. Syukur akhirnya bisa tenang dan menang,” sebut Bilqis. Hasil Pertandingan Piala Uber Indonesia vs Prancis (5-0) Komang Ayu Cahya Dewi vs Qi Xuefei, 22-20, 19-21, 21-18. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi vs Vimala Heriau/Margot Lambert, 21-13, 27-25. Aisyah Sativa Fatetani vs Leonice Huet, 12-21, 21-13, 21-15. Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari vs Flavie Vallet/Emilie Vercelot, 21-14, 21-11. Bilqis Prasista vs Yaelle Hoyaux, 17-21, 21-14, 21-18.

SEA Games 2021. Presiden Joko Widodo: Raih Prestasi Setinggi-tingginya

Saat pelepasan kontingen Indonesia di Istana Negara (9/5) Presiden Joko Widodo berharap tim Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam tetap menorehkan prestasi dengan raihan medali sebanyak-banyaknya meski dilakukan perampingan jumlah kontingen dari SEA Games sebelumnya. “Saya ingin kontingen yang sekarang, yang tadi disampaikan oleh Menpora lebih ramping. Tetapi kita semuanya, masyarakat Indonesia ingin kontingen ini meraih prestasi yang setinggi-tingginya, meraih medali yang sebanyak-banyaknya untuk mengharumkan nama negara kita, bangsa kita Indonesia,” kata Presiden Jokowi. Presiden mengatakan, pada SEA Games Singapura 2015 Indonesia berada di peringkat ke-5, kemudian SEA Games Malaysia 2017 di peringkat ke-5, dan SEA Games Filipina 2019 berada di peringkat ke-4. Presiden Jokowi menargetkan Indonesia bisa meraih prestasi lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana pada SEA Games di Singapura 2015 lalu, Indonesia meraih peringkat kelima. Kemudian saat penyelenggaraan SEA Games di Malaysia, Indonesia juga menempati posisi kelima. Sedangkan saat SEA Games 2019 di Filipina, Indonesia meraih peringkat keempat. “Kali ini kita semua ingin agar SEA Games ke-31 di Vietnam kita bisa masuk ke ranking ketiga, kedua, atau yang kesatu,” harap Jokowi. “Memang bukan hal yang mudah. Tetapi saya dengar bahwa seleksi telah dilakukan dengan baik dan kita harapkan prestasi itu betul-betul bisa menetas. Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, kontingen SEA Games ke-31 di Vietnam pada hari ini saya berangkatkan,” kata Jokowi. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali yang ikut mendampingi Presiden Joko Widodo mengatakan saat ini pihaknya menerapkan paradgima baru dalam pembinaan prestasi olahraga terutama setelah lahirnya UU Keolahragaan dan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dimana target utama pretasi olahraga adalah peringkat olimpiade sementara SEA Games dan Asian Games hanya sasaran antara. “Diharapkan dengan cara seperti ini, maka atlet yang diberangkatkan serta nomor pertandingan dari cabang olahraga yang diikuti benar-benar didasari dari track record catatan prestasi serta pertimbangan objektif lainnya. Bukan berdasarkan alasan subjektif,” ujar Menpora Amali.   Sumber: Kemenpora

Presiden Joko Widodo Melepas Tim Indonesia Menuju SEA Games 2021 

Senin (9/5) pagi Presiden Joko Widodo melepas Tim Indonesia menuju SEA Games 2021 Vietnam tahun 2022 di Istana Negara. Turut hadir Menpora Zainudin Amali para menteri kabinet, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, Ketua Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia SEA Games 2021 Vietnam Ferry J Kono serta para atlet tim SEA Games 2021. Dalam laporannya kepada Presiden Jokowi, Menpora Amali mengawali dengan menyampaikan terimakasih atas nama kontingen Indonesia karena telah berkenan menerima dan melepas secara resmi kontingen Indonesia. Kemudian, Menpora Amali menyampaikan bahwa pengiriman kontingen Indonesia SEA Games Vietnam 2021 berbeda dengan pengiriman atlet pada SEA Games Filipina 2019 yang lalu. Sebab, saat ini telah dilakukan perubahan mendasar yakni perubahan paradigma dalam pembinaan prestasi olahraga nasional. “Mempedomani arahan bapak Presiden pada peringatan Haornas ke-37 tahun 2020 yang lalu kepada kami dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan review total terhadap ekosistem pembinaan prestasi olahraga nasional. Maka, lahirlah Desain Besar Olahraga Nasional dan telah dikuatkan oleh Perpres nomor 86 tahun 2021 yang menjadikan target utama pembinaan prestasi olahraga nasional adalah peringkat Indonesia di tingkat dunia pada setiap olimpiade. Sedangkan Asian Games dan SEA Games ditempatkan hanya sebagai sasaran antara saja,” kata Menpora Amali Menurut Menpora Amali, dalam penentuan keikutsertaan kontingen Indonesia pada setiap multi event olahraga internasional didasarkan pada hasil rekomendasi tim review yang terdiri dari para akademisi, praktisi, perwakilan KONI dan perwakilan KOI yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mochammad Asmawi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). “Diharapkan dengan cara seperti ini, maka atlet yang diberangkatkan serta nomor pertandingan dari cabang olahraga yang diikuti benar-benar didasari dari track record catatan prestasi serta pertimbangan objektif lainnya. Bukan berdasarkan alasan subjektif,” harapnya Pada SEA Games 2021 kontingen yang berangkat berjumlah 776 orang, terdiri dari atlet 499 orang, ofisial 214 orang, pendamping 63 orang dengan mengikuti 318 nomor pertandingan dari 31 cabang olahraga. Jumlah ini jauh berkurang bila dibandingkan dengan kontingen Indonesia yang dikirimkan ke SEA Games ke-30 di Filipina tahun 2019 yang lalu yaitu 1304 orang, terdiri dari atlet 841 orang, ofisial 300 orang dan pendamping 163 orang. “Walaupun jumlahnya berkurang tetapi diharapkan tetap dapat menjadi tolak ukur pembinaan prestasi olahraga nasional,” ujar Menpora Amali. Sementara itu, dalam arahannya, Presiden Jokowi berharap meski dilakukan perampingan kontingen. Namun tetap meraih prestasi yang tinggi dan medali sebanyak-banyaknya untuk mengharumkan nama negara dan bangsa Indonesia. Presiden mengatakan, pada SEA Games Singapura 2015 Indonesia berada di peringkat ke-5, Kemudian SEA Games Malaysia 2017 di peringkat ke-5, dan SEA Games Filipina 2019 berada di peringkat ke-4. “Kali ini, kita semua ingin agar SEA Games ke-31 di Vietnam kita bisa masuk ke rangking yang ke-3, yang ke-2 atau yang ke-1. Memang, bukan hal yang mudah, tetapi saya dengar bahwa seleksi telah dilakukan dengan baik dan kita harapkan prestasi itu betul-betul bisa menetas,” ujar Presiden Jokowi. Sumber: Kemenpora

SEA Games 2021. Fachruddin Aryanto: “Harus Mati-matian!”

Kekalahan 0-3 dari Vietnam pada laga perdana jelas berat bagi pasukan Garuda Muda. Namun, para pemain harus bangkit dan mengambil pelajaran berharga dari pertandingan tersebut. Hal itulah yang disuarakan kapten timnas U-23 Indonesia, Fachruddin Aryanto. Dia bilang kalau banyak kesalahan yang dilakukan para pemain saat lawan Vietnam dan menyebabkan tiga gol bersarang di gawang Adi Satriyo. Organisasi permainan, utamanya jadi perhatian dia. “Sebagai pemain, jelas kami kecewa terutama babak kedua, organisasi mudah sekali kebobolan. Tapi ini belum selesai masih ada 3 pertandingan, peluang lolos terbuka lebar,” ungkap Fachruddin Aryanto. “Mudah-mudahan anak-anak bisa belajar.Secara organsasi lebih baik lagi. Kami tahu ini baru pertandingan pertama, kami harus mati-matian tiga laga akhir untuk menang biar bisa lolos ke semifinal,” sambung dia. Hal senada juga disuarakan oleh Ricky Kambuaya. Dia bilang kalau pertandingan lawan Vietnam jadi pelajaran yang sangat penting untuk Tim U-23 Indonesia. “Tapi yang penting kami akan berusaha maju dan memperbaiki semuanya. Intinya kami akan berjuang, lawan selanjutnya akan berusaha menang semuanya agar lolos,” ujar Kambuaya. “Menurut saya kami harus lawan diri sendiri, di atas kertas kami unggul tapi ini berat menjadi kami jangan sampai anggap remeh, tetap fokus harus berusaha bekerja sama lebih baik,” tutup Kambuaya. Setelah ini, timnas U-23 Indonesia akan bersua Timor Leste, Selasa, 10 Mei 2022. Lalu, mereka akan menghadapi Filipina (13 Mei), dan lawan Myanmar (13 Mei) pada laga pamungkas Grup A. Sumber: PSSI  

SEA Games 2021. Garuda Muda Jalani Latihan Pemulihan Jelang Laga Kontra Timor Leste

Pelatih Shin Tae-yong yakin Indonesia bisa bangkit pada pertandingan sisa di Grup A. Usai kalah dari tim U-23 Vietnam di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Jumat (6/5) ia ingin mengubah suasana. Pada Sabtu (7/5), Garuda Muda mendapatkan porsi latihan pemulihan setelah pertandingan melawan Vietnam. Tim U-23 Indonesia masih punya tiga pertandingan lagi untuk bangkit. “Jadi, persiapan dari saya mengubah suasana karena kami kalah lawan Vietnam jadi saya ingin ubah suasana dahulu supaya menang lawan Timor Leste,” ungkap Shin Tae-yong. “Kami harus fokus terus hingga pertandingan final, karena saya ingin tim ini bertemu dengan Vietnam lagi di final,” sambung dia. Setelah ini, timnas U-23 Indonesia akan bersua Timor Leste, Selasa, 10 Mei 2022. Lalu, mereka akan menghadapi Filipina (13 Mei), dan lawan Myanmar (13 Mei) pada laga pamungkas Grup A. “Jujur saya belum tahu soal tim-tim sisa di Grup A jadi menurut saya, mungkin Myanmar atau Filipina yang terkuat,” jelas Shin. “Kami kalah dari Vietnam, Kami tak mau cari alasan lagi, pantas kalah, apalagi tanpa Asnawi, Elkan, dan Arhan, jadi tak 100 persen, sangat disayangkan,” tutup dia. Sumber: PSSI

SEA Games 2021. Kalah di Laga Perdana Shin Tae-yong Akui Keunggulan Vietnam

Pada laga perdana Grup A cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2021 di Stasion Viet Tri, Jumat (6/5) tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam. Garuda Muda takluk 0-3 dari tuan rumah Bietnam. Tiga gol Vietnam dilesakkan oleh Nguyen Tien Linh (54’), Hung Dung Do (74’), dan Do Le Van (84’). Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, mengakui kekalahan ini. Ia pun mengucapkan selamat kepada Vietnam. “Memang kami kalah dengan skor 3-0, jadi saya tidak bisa bicara apa-apa. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Vietnam. Tapi juga gol pertama itu sudah pasti offside, tetapi tidak diputuskan offside,” ujar Shin Tae-yong. “Mungkin memang sebagai tuan rumah mereka dapat keuntungan. Namun dengan kebobolan satu gol itu suasana keseluruhan tim kami langsung berubah dan itu sangat disayangkan,” tambahnya. Ia menilai para pemain telah bermain baik, walaupun hasil tak memihak. Meski begitu, pelatih berumur 52 tahun itu menilai Indonesia masih punya peluang meraih emas. “Memang, pemain Ronaldo dan Marselino masih muda dari Timnas U-18. Ini menjadi jembatan untuk meningkatkan kemampuan mereka. Apalagi melawan tim paling kuat, yaitu Vietnam,” ungkap pelatih asal Korea Selatan tersebut. “Untuk kartu AS (tiga pemain senior) memang sangat baik, tapi sayang kami kalah. Tetapi kompetisi baru dimulai (masih ada peluang emas).” Selanjutnya, Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Timor Leste pada Selasa (10/5).   Sumber: PSSI  

5 Detik! Atlet Indonesia Pecahkan Rekor di Kualifikasi Piala Dunia Panjat Tebing

5 Detik! Atlet Indonesia Pecahkan Rekor di Kualifikasi Piala Dunia Panjat Tebing

Luar biasa. Hanya perlu lima detik saja bagi atlet muda asal Indonesia, Kiromal Katibin untuk memecahkan rekor di Kualifikasi Piala Dunia Panjat Tebing, Jumat (06/05/22) di Korea. Atlet panjat tebing asal Indonesia, Kiromal Katibin memecahkan rekor dunia dalam ajang Kejuaraan Dunia International Sport Climbing (IFSC) 2022 di Seoul, Korea Selatan. Kiromal Katibin mencatatkan waktu tercepat dalam sesi kedua kualifikasi dengan catatan waktu hanya 5,17 detik saja di nomor speed. View this post on Instagram A post shared by Indonesian Climbing Federation (@fpti_official) ”Rekor ini sekaligus melewati rekor sebelumnya yang diraih oleh atlet asal Indonesia, Leonard Veddriq di WC IFSC tahun lalu di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat (AS),” tertulis di rilis @ftpi.official. Kejuaraan Dunia IFSC di Seoul ini memasuki seri kedua. Hanya 210 atlet yang berhak ke puncak podium dan ikut Kejuaraan Dunia. Tercatat, sebanyak 74 pemanjat, terdiri dari 39 pria dan 35 wanita, akan bertarung di babak pembuka, lalu memperebutkan medali nomor speed putra dan putri. Sementara untuk nomor boulder, kualifikasi Kejuaraan Dunia ini akan diikuti oleh 127 pemanjat, terdiri dari 62 pria dan 65 wanita. Pemegang rekor dunia sebelumnya, Veddriq Leonardo (Indonesia) dan juga Aleksandra Miroslaw (Polandia) berada di posisi awal. Mereka akan menghadapi lawan sengit, John Brosler dan Emma Hunt dari AS, juara dunia IFSC 2019 Ludovico Fossali dari Italia, dan juara dunia 2021 Natalia Kalucka dari Polandia. Seperti diketahui, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memang fokus di kategori speed pada Climbing World Cup 2022 nanti. Biodata: Nama: Kiromal Katibin Tempat, Tanggal Lahir: Batang, Jawa Tengah, 21 Agustus 2000. Prestasi: 2022: Medali perak IFSC Climbing World Cup Seoul (Korea Selatan) 2021: Medali perak IFSC Climbing World Cup Salt Lake City (USA) 2019: Medali perak Asian Championship 2019 (Bogor) 2019: Medali perak Asian Championship 2019 (Bogor) nomor Speed Relay 2019: Medali perak PRA-PON XX Zona 2 (Surabaya) 2018: Medali emas Kejurnas XVII Panjat Tebing 2018 (Solo)

Indonesia Sapu Bersih Podium Nomor Speed di Piala Dunia Panjat Tebing 2022

Indonesia Sapu Bersih Podium Nomor Speed di Piala Dunia Panjat Tebing 2022

Indonesia menyapu bersih podium salah satu seri Piala Dunia Panjat Tebing 2022 yang diselenggarakan di Jungnang Sport Climbing Stadium, Seoul, Korea Selatan, Jumat. Veddriq Leonardo memastikan podium teratas nomor speed putra setelah finis dengan waktu 6,96 detik. Ia juga cukup diuntungkan karena rekan senegaranya, Kiromal Katibin, mencuri start dalam laga final perebutan medali emas, demikian catatan IFSC. “Tentu saja saya sangat senang karena ini merupakan kompetisi pertama pada musim ini. Saya merasa sangat percaya diri selama laga final tadi, dan (kemenangan) ini terasa luar biasa,” ungkap Veddriq. Sementara itu bagi Katibin, meski final kali ini berakhir antiklimaks dan mengecewakan, dia bisa bernapas lega berkat rekor dunia yang dia diciptakan pada babak kualifikasi dengan catatan waktu 5,17 detik, 0,03 detik lebih cepat dari rekor sebelumnya milik Veddriq yang dibukukan di Piala Dunia 2021 di Salt Lake City, Utah, AS. Podium nomor speed putra Piala Dunia Panjat Tebing kali ini makin lengkap berkat kemenangan atlet lainnya dari Indonesia, Rahmad Adi, yang mengalahkan Ludovico Fossali asal Italia dalam laga perebutan medali perunggu dengan catatan waktu 5,58 detik. Sementara itu, atlet putri Indonesia belum mampu naik podium dalam seri Piala Dunia kali ini. Rajiah Sallsabillah dan Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang masuk tiga besar di babak kualifikasi, hanya mampu finis masing-masing di posisi kelima dan kesembilan saat final.