Tahan Sakit Hingga Menangis, Gregoria Mariska Kunci Tiket Perempat Final Demark Open 2018

Gregoria Mariska Tunjung sukses melangkah ke perempat final kejuaraan Bulutangkis Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750 meski dalam kondisi kurang fit. Tampil di Odense Sports Park, Jorji, sapaannya, menekuk wakil tuan rumah, Mia Blichfeldt, usai tarung rubber game, 16-21, 21-16, 21-11. (Pras/NYSN)

Odense– Gregoria Mariska Tunjung kini membuktikan kapasitasnya sebagai andalan Indonesia pada tunggal putri. Dara 19 tahun ini memperlihatkannya saat menghadapi Mia Blichfeldt, pada babak kedua kejuaraan Bulutangkis Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750. Dalam duel yang berlangsung di Odense Sports Park, Kamis (18/10), Gregoria sukses menekuk wakil tuan rumah itu. Paska melewati 59 menit, ia unggul usai tarung rubber game, 16-21, 21-16, 21-11. Kunci kemenangan Gregoria terjadi pada game kedua. Maklum, gadis asal Wonogiri, Jawa Tengah itu sempat tertinggal 5-8 dan 9-12, yang membuat posisinya tersudut. Apalagi, pada game pertama ia sudah kalah. Namun, ia tidak menyerah. Pemain yang akrab disapa Jorji ini tampil lebih sabar. Ia memaksa Mia untuk bermain cepat. Terbukti, dalam posisi 12-12, Jorji berbalik memimpin hingga menyudahi laga dengan margin lima angka. Pada game pamungkas, Jorji seolah di atas angin. Apalagi, ketika mampu menyamakan skor jadi 6-6, membuat tampil lebih leluasa. Ditambah dengan faktor kelelahan yang mendera Mia. Juara Dutch Open 2018 itu seperti pelita tanpa minyak, kala meladeni kecekatan Jorji. Namun, pada paruh interval, Jorji tiba-tiba merasakan kesakitan luar biasa pada otot pinggangnya. Bahkan Jorji sampai menangis. Beruntung, ada Minarti Timur, sang pelatih yang terus memberi motivasi membuat anak asuhnya bertahan. Sejak unggul 7-6, Jorji seperti kereta ekspres. Dia tak terhentikan meski beberapa kali Mia mengejar. Di perempat final, Gregoria akan menghadapi pemenang laga Line Hoejmark Kjaerseldt (Denmark) kontra Zhang Beiwen (USA) dini hari WIB nanti. Gregoria merupakan satu-satunya tunggal putri yang diturunkan Indonesia. (Adt)

Duet Jebolan SKO Ragunan Saling Berbagi Umpan, Timnas U-19 Bekuk Taiwan 3-1

Kemenangan 3-1 Timnas U-19 Indonesia atas Timnas U-19 Taiwan, tak lepas dari performa gelandang kelahiran Palu 17 tahun lalu, Witan Sulaeman (8/tengah). Jebolan SKO Ragunan ini menyumbang dua gol dan satu assist, pada laga perdana Grup A Piala Asia U-19 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (18/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 tampil imresif pada laga perdana Grup A Piala Asia U-19 2018. Tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (18/10) malam, Garuda Nusantara melumat Timnas Taiwan U-19, dengan skor 3-1. Anak asuh Indra Sjafri unggul lebih dulu pada menit ke-50, melalui gol pemain lulusan SKO Ragunan, Egy Maulana Vikri. Namun, berselang tiga menit, Taiwan membalasnya melalui gol Chung-Yu Wang. Meski sangat menguasai pertandingan, Timnas U-19 harus mebutuhkan waktu 17 menit, untuk kembali unggul atas Taiwan. Gol keunggulan Indonesia remaja menit ke-70 itu dipersembahkan winger yang juga jebolan SKO Ragunan, Witan Sulaeman. Skuat Garuda Nusantara belum menyerah mencetak gol. Lagi-lagi, Witan kembali membobol gawang Taiwan, pada menit ke-88. Timnas U-19 akhirnya menang 3-1 atas Taiwan. Kerja sama Egy dan Witan memang menjadi kunci kemenangan pertama Indonesia. Selain saling menorehkan gol, keduanya pun berbagi assist. Witan menjadi pengirim umpan yang berbuah gol Egy, sementara Egy mengirim assist untuk gol ketiga yang dicetak Witan. Jika harus memilih pemain terbaik pada laga ini, Witan layak dikedepankan. Pemain kelahiran Palu, 8 Oktober 2001 itu, menunjukkan ketajaman yang nyaris sempurna. Witan melakukan empat tembakan, dan tiga diantaranya tepat sasaran meski satu berhasil diblok, seperti dikutip BolaSport.com dari Labbola. Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs Chinese Taipei Disini Artinya, winger 17 tahun itu hanya gagal sekali saja mengkonversi tembakan tepat sasaran menjadi gol. Efektivitas tembakan Witan, hanya kalah dari Wang Chungyu, yang mencetak gol dari satu-satunya tembakan tepat sasaran. Bahkan, itu merupakan tembakan mengenai target pertama Taiwan sepanjang laga. Selain soal ketajaman, Witan punya catata apik soal dribel. Ia sukses melakukan dua dari tiga percobaan dribel (66 persen). Hanya gelandang Taiwan, Wu Yensu, yang mencatat keberhasilan dribel 100 persen, tetapi hanya lewat satu kali dribel. Usai laga, Pelatih Taiwan U-19, Von Ca Nhum, menilai atmosfer pertandingan jadi salah satu faktor timnya kesulitan mengimbangi Timnas U-19. “Di laga ini, atmosfer menjadi hal saya khawatirkan, karena tim kami terbiasa tampil dengan tekanan yang lebih sedikit. Kami kalah, tapi kami berjuang hingga menit akhir,” ucap Von. Sementara Indra, bersyukur meraih kemenangan atas Taiwan U-19, dan senang dengan permainan anak asuhnya yang sukses membongkar pertahanan rapat lawan. “Para pemain bisa bereaksi dengan baik dan bermain sabar, serta membongkar pertahanan rapat Taiwan. Ini poin yang sangat penting untuk Indonesia,” ucap Indra. Dari hasil ini, Nurhidayat Haji Haris dan kolega memimpin klasemen Grup A dengan nilai 3. Mereka menggusur Timnas U-19 Uni Emirat Arab (UEA), yang sempat memimpin klasemen beberapa jam sebelumnya. Timnas U-19 UEA menang 2-1 atas Timnas U-19 Qatar, pada laga sore tadi. Meski memiliki nilai sama, 3, Indonesia berhak memimpin klasemen karena unggul selisih gol, dari UEA. Laga berikutnya, Timnas U-19 menghadapi laga berat kontra Qatar, pada Minggu (21/10). Jika menang atas Qatar, Timnas U-19 langsung meraih tiket perempat final. Begitu pun bagi UEA, jika menang atas Taiwan pada laga keduanya, mereka otomatis melaju ke perempat final. Andai mengoleksi kemenangan kedua, Timnas U-19 dan UEA total mengoleksi nilai 6 dan tak terkejar lagi oleh Qatar dan Taiwan. (art) Hasil Grup A Piala Asia U-19 2018 Kamis (18/10) Uni Emirat Arab 2-1 Qatar Indonesia 3-1 Taiwan STATISTIK Pertandingan Timnas U-19 vs Taiwan U-19 29 Total Tembakan 6 10 Tembakan Tepat Sasaran 2 63% Dominasi Bola 37% 536 Umpan 324 87% Akurasi Umpan 75% 10 Pelanggaran 7 1 Kartu Kuning 1 0 Kartu Merah 0 5 Offside 0 8 Sepak Pojok 1

Lolos ke Semifinal Superliga Junior 2018, Srikandi U-17 PB Djarum Ditantang PB Exist Jakarta

Aisha Galuh Maheswari, tunggal putri yang diturunkan pada partai kelima, berhasil menggenapi kemenangan tim putri U-17 PB Djarum menjadi 4-1 atas Pb Jaya Raya Jakarta, pada Kejuaraan Superliga Junior 2018, di GOR Djarum, Magelang, pada Kamis (18/10). (PB Djarum)

Magelang- Srikandi usia 17 tahun (U-17) PB Djarum sukses melewati babak penyisihan Group Y Kejuaraan bulutangkis Superliga Junior 2018 dengan hasil memuaskan. Di laga terakhir, pada Kamis (18/10), Aisha Galuh Maheswari dan kolega melumat PB Jaya Raya Jakarta, dengan skor 4-1. Ini menjadi kemenangan ketiga bagi PB Djarum. Sebelumnya, mereka berhasil menaklukan PB Suryanaga Wima Surabaya (5-0), dan PB Sarwendah Badminton Club Jakarta (5-0). Melawan PB Jaya Raya Jakarta, tunggal pertama PB Djarum Kudus, Aisyah Sativa Fatetani harus menelan pil pahit usai kalah dari Stephanie Widjaya, straight game, dalam tempo 39 menit, dengan skor 13-21, 14-21. Kedudukan 1-0 untuk PB Jaya Raya Jakarta. Berlanjut di parta kedua yang memainkan nomor ganda. Duet Berliona Alma Pradisa/Indah Cahya Sari Jamil berhasil membawa PB Djarum Kudus menyamakan kedudukan 1-1. Mereka butuh waktu 35 menit untuk membungkam perlawanan Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia, dua gim langsung, 21-12, 21-16. Hasil positif juga diraih pemain tunggal kedua PB Djarum Kudus. Nurani Ratu Azzahra mampu menghentikan langkah Tasya Farahnailah, straight game, 21-18, 21-19, pada duel berdurasi 40 menit. PB Djarum Kudus unggul 2-1. Dobel Khusnul Khatimah/Putri Giani Nabila Salwa makin mempertegas dominasi PB Djarum Kudus. Turun di partai keempat, Khusnul/Putri mengandaskan Maria Devanya Kelmanutu/Mayang Permata Sari, straight game, dengan skor 21-16, 21-15, pada laga 34 menit. Kedudukan berubah menjadi 3-1. Dan, Aisha Galuh Maheswari, tunggal putri yang diturunkan pada partai kelima itu menggenapi kemenangan PB Djarum Kudus menjadi 4-1. Aisha menyingkirkan Sekar Maji Bening Nur Kholifah, dalam duel melelahkan tiga gim selama 45 menit, dengan skor 21-12, 19-21, 21-15. Galuh, sapaannya , mengakui pada gim pertama dirinya sangat menikmati pertandingan. Namun, berbeda pada gim kedua, menurutnya, ia bermain dalam kondisi tak rileks. “Di gim kedua, tiba-tiba saya merasa tegang dan pukulannya nggak bagus. Dan di gim ketiga sebenarnya masih merasakan tegang, tapi saya yakin, bisa mengatasi lawan,” ungkap Galuh usai laga, pada Kamis (18/10). Dijelaskan Galuh, dirinya merasa tidak puas dengan pertandingan hari ini. “Jika besok dipercaya lagi turun, semoga saya bisa lebih maksimal,” tukas Galuh. Mengantongi tiga kemenangan sempurna membuat tim putri U-17 PB Djarum menjuarai Group Y. Sedangkan runner-up menjadi milik PB Jaya Raya Jakarta, sekaligus mengamankan tiket semifinal kejuaraan bulutangkis dengan format Piala Thomas dan Uber itu. Di semifinal yang berlangsung di GOR Djarum, Magelang, PB Djarum Kudus akan ditantang PB Exist Jakarta yang menjadi runner-up Group Y, dan PB Jaya Raya Jakarta akan berjumpa dengan PB Mutiara Cardinal Bandung yang berpredikat sebagai juara Group Y. (Adt)

Takluk Dari SMA YP Karya 1-6, Finishing Touch Masih Jadi PR untuk Saint John’s Catholic School

Pemain futsal SMA Saint John’s Catholic School, Ananta (36), mengadang pemain SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang, di laga kedua event ‘Saint John’s Youth Nation Cup 2018’, pada Kamis (18/10). SMA Saint John’s menyerah dengan skor telak 1-6. (Riz/NYSN)

Serpong- Tim futsal putra SMA Saint John’s Catholic School dipaksa menyerah oleh SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya Kota Tangerang dengan skor telak 1-6, di laga kedua event ‘Saint John’s Youth Nation Cup 2018’, pada Kamis (18/10). Randy Djielyandi, Pelatih Futsal Saint John’s Catholic School, menilai timnya masih perlu perbaikan dan evaluasi. Menurutnya, finishing touch (sentuhan akhir) masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi tim yang berlokasi di kawasan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) itu. “Tim kami tak siap menghadapi SMA YP Karya di awal pertandingan. Apalagi lawan unggul cepat hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-4. Bila di pertandingan tadi, kedua tim sama-sama memiliki banyak peluang. Memang lawan memiliki mental yang baik,” ujar Randy. “Secara keseluruhan semua bermain dengan baik, namun yang menjadi PR bagi kami adalah finishing touch terutama saat sudah menguasai bola di depan gawang lawan,” lanjutnya. Selain finishing touch, Randy menyebut defense juga menjadi hal yang penting bagi timnya dalam melakoni laga selanjutnya. “Karena kurang siap membuat defense juga tidak maksimal. Harusnya instruksinya A, tapi mereka malah melakukan B. Jadi di pertandingan selanjutnya mereka harus benar-benar siap segalanya,” tegas Randy. Sementara itu, Bagus Setiadi, Kapten Tim SMA YP Karya, menyebut bila rekan-rekannya bermain sangat baik pada pertandingan ini. “Nggak sia-sia juga kami latihan beberapa bulan untuk persiapan mengikuti event ini,” imbuh Bagus. Ia berpendapat lawan sebenarnya bermain sangat bagus, namun terdapat kelemahan pada defense, hal itu membuat timnya bisa menang besar di pertandingan ini. “Lawan mainnya sudah bagus, tapi defense mereka kurang rapi, dan tak terorganisir dengan baik, jadi mudah ditembus pertahanannya. Dan, bagi kami itu yang paling selain defense adalah komunikasi antar sesama pemain,” tukas Bagus. (Adt)

Beri Penghargaan untuk Pengurus Olahraga dan Atlet Berprestasi, KONI: Jangan Berhenti di Asian Games 2018

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memberikan penghargaan kepada pengurus cabang olahraga (cabor), dan atlet yang berprestasi di ajang pesta multievent Asian Games XVIII/2018, pada 18 Agustus - 2 September lalu. (antaranews.com)

Jakarta- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memberikan penghargaan kepada pengurus cabang olahraga (cabor), dan atlet yang telah berprestasi menyumbangkan medali emas, perak, dan perunggu, di pesta multievent Asian Games XVIII/2018, pada 18 Agustus – 2 September lalu. Tono Suratman, Ketua Umum KONI Pusat, mengatakan pemberian penghargaan ini diharapkan prestasi Indonesia semakin baik. Pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 16 September 1952 itu, menambahkan prestasi duta olahraga nasional selama pesta olahraga terbesar di kawasan Asia itu, membuat KONI semakin dipercaya serta dihormati. “Kita pasti lebih bisa mengharumkan nama Indonesia. Semoga kita terus menorehkan prestasi di kancah internasional, dan tak berhenti sampai Asian Games 2018 saja,” ujar pensiunan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal (Mayjen), di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (17/10). Tono menyebut Indonesia masih akan menghadapi SEA Games 2019 Filipina, dan Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. “Persiapkan diri baik-baik dan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” tegas suami dari Lia Suratman itu. Sejumlah pengurus cabor mendapatkan penghargaan, diantaranya Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PB Perpani) Siti Hediati ‘Titiek’ Soeharto, dan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Rildo Ananda Anwar. Titiek mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan KONI Pusat pada pengurus cabor dan para atlet. Menurutnya, prestasi tinggi yang diraih pada ajang Asian Games 2018 merupakan hasil kerjasama semua pihak. “Indonesia telah menujukkan ‘giginya’ di kancah internasional. Terlebih, masih ada SEA Games 2019, di Filipina, dan semoga di Olimpiade 2020 Tokyo lebih banyak atlet yang lolos. Ini perjuangan yang berat, tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Indonesia,” tegasnya. Kembali, Tono menyebut pihaknya telah diberikan arahan Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), segera menyusun program dan anggaran cabang-cabang olahraga yang akan berlaga di SEA Games 2019. “Saya berharap cabang-cabang olahraga segera menyusun program dan anggaran, dengan demikian kami bisa membuat rekomendasi kepada pemerintah, dalam hal ini Kemenpora untuk segera diturunkan anggaran, sesuai dengan permohonan dari cabang-cabang olahraga,” pungkasnya. (Adt)

Drama 50 Detik Terakhir, Gonsz Sukses Jungkalkan Tuan Rumah SMAN 70 di GOR Bulungan

Didukung ratusan suporternya di kandang Seventy, Gonz (julukan SMA Kolese Gonzaga) tampil percaya diri, meski hanya menang tipis 34-28. Penguasa GOR Bulungan akhirnya harus mengakhiri kiprahnya di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region, pada Selasa (16/10).

Jakarta- Kegagalan tiga tahun silam, nampaknya masih membekas di skuat SMAN 70 Jakarta. Seventy (julukan SMAN 70) kini lagi-lagi gagal melangkah ke babak selanjutnya, usai takluk dari tamunya, SMA Kolese Gonzaga. Didukung ratusan suporternya di kandang Seventy, Gonz (julukan SMA Kolese Gonzaga) tampil percaya diri, meski hanya menang tipis 34-28. Penguasa GOR Bulungan akhirnya harus mengakhiri kiprahnya di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, pada Selasa (16/10). Putra Seventy menyusul tim putri, angkat koper dari kandang sendiri, usai takluk dari Gonz. Pada pertandingan itu, tempo permainan berjalan ketat. Namun, drama terjadi di kuarter terakhir. Sebelum kuarter keempat, para punggawa Seventy seolah menguasai jalannya pertandingan. Fastbreak efektif dan juga defense yang disiplin, membuat anak-anak Bulungan jauh berlari dari kejaran Gonz di paruh awal, Skor 19-13 untuk Seventy atas Gonz. Setelah paruh pertama usai, Gonzaga akhirnya dapat mengikis ketertinggalan perlahan. Paska diistirahatkan pada dua kuarter awal, Ferdinand Nursalim, pemain Forward andalan Gonzaga, akhirnya dimainkan. Bernomor punggung 11, ia menjadi mesin poin utama pada kuarter ke empat. Meskipun berposisi forward, arsitek Gonsz, Irfan Sukata menjadikan Ferdinand sebagai playmaker, pada kuarter akhir. Memanfaatkan posturnya yang besar, Ferdinand menerobos pertahanan Seventy. Kerja sama Ferdinand dan Mikael Elfonda membuat Gonz leading di lima puluh detik akhir. Hal itu makin menjadikan Gonzaga unggul jauh atas Seventy. Hngga buzzer akhir berbunnyi kedudukan 34-28 Seventy menyerah. Pemain kelahiran 21 Febuari 2002 ini menorehkan 13 poin, 3 rebound dan 1 assist untuk membawa sekolahnya menang. Meski bermain baik hari itu, Ferdinand sedang berada dalam kondisi yang tidak fit saat bermain. Permasalahan stamina usai mengikuti kegiatan sekolah membuat Ferdinand sempat merasa keletihan pada kuarter awal. “Saya sedang tidak dalam kondisi fit. Tapi keinganan menang hari ini (re: kemarin) sangat besar,” ucapnya usai laga. Sedangkan, kekalahan pahit yang dialami Seventy, membuat anak-anak Bulungan sangat kecewa. Apalagi, sejatinya mereka bermain di publik sendiri. Keuntungan sebagai tuan rumah, gagal mereka maksimalkan. “Kekalahan kami merupakan pengalaman pahit. Kami minta maaf dan, kami berterima kasih buat para suporter yang mendukung Bulungan tercinta,” imbuh Devandra Dwitama Adi, salah satu pemain dari Seventy. (Adt)

Uni Papua FC Lakukan Coaching Clinic Bagi 1.000 Pelatih Sepakbola Sosial, Awal 2019 Menuju Palu

Uni Papua FC dan IDGEN Sepakbola Sosial Indonesia meluaskan pengaruh sosial melalui pelatihan pelatih atau coaching clinic. Awal 2019, Uni Papua akan ke Palu, Donggala dan Sigi, untuk pemulihan anak atau trauma healing bencana gempa dan tusnami. (Unipapua)

Jakarta- Uni Papua FC dan IDGEN Sepakbola Sosial Indonesia semakin meluaskan pengaruh sosial melalui pelatihan pelatih atau coaching clinic. Pada 2018 ini, tema yang diusung adalah sepak bola untuk perdamaian. Kegiatan coaching clinic dimulai di Banda Aceh, DKI Jakarta, Lampung, Pekanbaru, Salatiga, Tangerang, dan Tabanan. Melalui event Indonesia Football For Peace Festival ke-2, coaching clinic ini telah digulirkan pada Sabtu (22/9). Ajang ini diikuti oleh 19 Tim 7 A Side, 12 peserta dari Kedutaan Besar dan perwakilan negara-negara sahabat, selebihnya dari komunitas sepak bola di Jakarta. “Ini kali ke-6, ajang ini berlangusung secara nasional. Tiap tahun makin banyak yang terlibat, termasuk dari kalangan Pelatih SSB, Guru-guru, sekolah, yayasan, aktifis sepakbola dari seluruh penjuru tanah air. Target 2018 ini adalah 1.000 orang,” jelas Harry Widjaja CEO IDSPORTS, Induk organisasi Uni Papua FC dan IDGEN. Para perserta pelatihan akan dibekali materi Sepakbola sebagai Pembentukan Karakter, Soft Skill, tema-tema tentang kerjasama, kepemimpinan, persamaan gender, hingga resolusi konflik, melalui Pelatihan di masing-masing daerah. Selain itu, digelar seminar Bahaya Narkoba dari BNN, Bahaya paham radikalisasi dari Bimbingan Masyarakat TNI POLRI, yang bekerjasama dengan Kantor Kemenkolpolhukam RI. Rangkaian Sepakbola Untuk Perdamaian ini akan diakhiri dengan kegiatan pemulihan pada anak atau trauma healing korban bencana gempa bumi di Lombok, NTT. “Kami sudah survei, di empat sampai lima titik tempat pengungsian korban bencana Lombok, bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional. Kami akan turunkan 20 pelatih dan relawan pada pagi hari, guna memberi pelatihan bagi 200 peserta pelatihan, untuk menerima materi yang diberikan selama lima hari,” imbuhnya. Sebanyak 1.000 Bola dari One World Play Project Amerika Serikat, akan diberikan guna mendukung kegiatan trauma healing dan bermain anak-anak. “Awal 2019, kami akan ke Palu, Donggala dan Sigi bersama jaringan sepak bola dunia dan organisasi di Indonesia, untuk trauma healing bagi anak korban gempa dan tsunami lalu,” pungkasnya. Sebelumnya, Banda Aceh menjadi kota pertama kegiatan Coaching Clinic ini. Dibuka oleh Walikota Banda Aceh Aminullah Usman, event ini dilanjutkan Festival Sepakbola Untuk Perdamaian. Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan Coaching Clinic. DKI Jakarta menjadi tempat ke-2 menjadi penyelenggara Festival Sepakbola Untuk Perdamaian. Bertempat di GOR Sunter, Dispora DKI Jakarta, menyambut dan mendukung kegiatan ini. 80 Peserta yang terdiri dari para Pelatih SSB (Sekolah Sepakbola) dan Para Guru-guru serta pendidik dan aktivis sepakbola, turut ambil bagian. Bahkan, terdapat peserta dari luar Jakarta, seperti dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Empat Pelatih Asing dan empat Pelatih Uni Papua FC menjadi pemateri dalam Coaching Clinic 2018 ini. Diantaranya Charlie Crawford dan Jesse Adam dari Amerika Serikat, Moritz Guertler dari Jerman, serta mantan Pemain liga Indonesia yang kini melatih IDGEN Bali, Bationo Germain (Burkina Faso). Sedangkan dari Indonesia, Pelatih kepala Uni Papua FC, Frans Paraibabo, Coach Educator dan Pelatih Perempuan, Hirma Sjarif, lalu ditemani Chandra Kosasih dan Ahmad Maulana Sirath, dari Uni Papua FC Pusat. Dua daerah lain yang turut berpartisipasi adalah Lampung Timur, dan Akademi Sepakbola Tiga Naga di Pekanbaru, Riau. Lebih dari 200 orang peserta pelatihan bergabung bersama di event itu. Lalu, dua cabang Uni Papua dan IDGEN di kawasan Getasan, Salatiga, Jawa Tengah, serta Flamboyan dari Cengkareng, Jakarta Barat, juga merayakan Coaching Clinic dan Festival. Selama Oktober 2018, Coaching juga diadakan di Uni Papua cabang Manokwari dengan 80 orang peserta, yagn terdiri dari 45 guru dari Sekolah Kristen Calvin, Kemayoran, Jakarta Puat, dan 20 guru dari Indonesia Cerdas, yang juga akan menjadi Guru relawan di Palu, Donggala dan Sigi. (Adt)

Tingkat Permainan Pebulutangkis Muda Asal Wonogiri ini Sukses Membuat Pemain China Takluk di Denmark

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, menang atas pemain China, Chen Xiaoxin, pada babak pertama Denmark Terbuka 2018, di Odense (16/10/2018). (PBSI)

Jakarta – Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung berhasil merobohkan wakil China Chen Xiaoxin, dua gim langsung, pada kejuaraan bulutangkis Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750, pada Selasa (16/10). Memainkan laga di babak pertama (32 besar), di Odense Sports Park, Odense, Denmark, Gregoria menang mudah di gim pertama, dengan skor 21-9. “Chen memang adaptasinya agak lambat di gim pertama, jadi saya lebih enak mengaturnya. Saya merasa lebih lepas untuk coba-coba pukulan. Chen di bawah tekanan, banyak melakukan kesalahan sendiri dan tidak percaya diri,” ujar remaja putri berpostur 1,64 meter usai laga. Berbeda dengan gim pertama, pebulutangkis kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus 1999 itu, justru mendapatkan perlawanan ketat dari Chen, di gim kedua. Namun, setelah melalui laga sepanjang 37 menit, akhirnya penghuni Pelatnas PBSI Cipayung Jakarta sejak 2013 itu sukses mengemas kemenangan dengan skor 24-22. “Di gim kedua, dia lebih tahu main bagaimana. Tapi, saya masih bisa mengatasi. Saat unggul jauh dan terkejar, memang dia mengubah permainan. Waktu adu setting itu, sebetulnya kami sama-sama tahan saja, tidak ada yang mau langsung mematikan, tapi dia kurang sabar,” lanjut juara dunia junior 2017 itu. Ini adalah pertemuan kedua Gregoria dengan Chen. Terakhir, mereka saling adu kekuatan di turnamen China Open 2018, September lalu. Ketika itu, anak didik Minarti Timur ini menang rubber game, 12-21, 21-19, 23-21. “Bedanya dengan pertemuan pertama kami di China, sekarang saya lebih siap dan tidak mau lagi kalah start. Chen adalah pemain yang bisa mengatur irama permainan, bola-bola atasnya pun bagus dan mengagetkan,” imbuhnya. Di babak kedua (16 Besar), Gregoria bakal berjumpa dengan peraih medali emas Olimpiade 2016, Rio de Janeiro, Brasil, Carolina Marin asal Spanyol, sekaligus unggulan lima. Berdasarkan statistik, Marin masih memimpin rekor pertemuannya dengan Gregoria. Kemenangan Juara Dunia 2018 itu diraih di turnamen Malaysia Open 2018, Juni lalu, rubber game, dengan skor 21-4, 18-21, 21-8. Berhadapan dengan Marin, ungkap Gregoria, dirinya perlu mewaspadai kecepatan lawan. “Bukan berarti saya harus main cepat juga, tapi bisa mengimbangi. Kalau pola main kan beda-beda,” cetusnya. “Pola main saya kan nggak yang langsung ‘sabet’, tapi ngatur dulu. Defense dan kakinya harus lebih cepat, jadi banyak yang harus disiapkan. Tahan di lapangan dan mentalnya jangan mau kalah duluan,” tukas pemegang medali perak Kejuaraan Asia Junior 2016, Bangkok, Thailand itu. (Adt)

Tim Putri U-17 PB Djarum Bungkam PB Suryanaga Wima Surabaya 5-0 Pada Ajang Superliga Junior 2018

Aisyah Sativa Fatetani (PB Djarum Kudus) sukses menaklukan tunggal pertama PB Suryanaga Wima Surabaya, Anisah Puspa Widia Purnama, 21-4, 21-7, di Superliga Junior 2018, Selasa (16/10). (PB Djarum)

Magelang- Tim putri usia 17 tahun (U-17) PB Djarum Kudus mengawali laga pada kejuaraan bulutangkis Superliga Junior 2018, Group Y, pada Selasa (16/10), dengan hasil sempurna. Berlaga di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulutangkis Djarum, Magelang, Jawa Tengah, Aisyah Sativa Fatetani dan kawan-kawan butuh waktu 113 menit untuk menyudahi lima partai yang dipertandingkan, dan meraih kemenangan telak 5-0 atas PB Suryanaga Wima Surabaya. Ade Lukas, Pelatih Tim Putri U-17 PB Djarum Kudus, mengatakan jika kemenangan telak anak didiknya di laga perdana ini belum bisa dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan. Sebab, ia menilai masih banyak pertandingan-pertandingan selanjutnya dengan level tantangan yang lebih tinggi. “Secara keseluruhan lawan kami hari ini memang tidak terlalu menyulitkan. Dari segi teknik anak-anak kami juga masih unggul cukup jauh. Jadi dari segi pelatih belum kelihatan betul apa yang perlu dievaluasi. Tapi kami harus tetap fokus pada setiap pertandingan,” ujar Lukas. Pada pertandingan itu, tunggal putri PB Djarum Kudus, Aisyah Sativa Fatetani, berhasil membuka jalan bagi timnya dalam meraih kemenangan. Ia tanpa kesulitan menaklukan tunggal pertama PB Suryanaga Wima Surabaya, Anisah Puspa Widia Purnama, dengan skor terpaut jauh 21-4, 21-7, dalam tempo 23 menit. Dominasi PB Djarum Kudus berlanjut di partai kedua melalui duet Berliona Alma Pradisa/Gity Gabriel Rambing. Mereka hanya butuh waktu 22 menit untuk memaksa Jihan Siska Amestia/Rahma menyerah dengan skor 21-2, 21-3. Hasil memuaskan juga dicetak wakil kedua tungga PB Djarum Kudus Nurani Ratu Azzahra. Sebagai penentu kemenangan, ia menuntaskan tugasnya dengan sempurna dengan menumbangkan Vince Nathania, straight game, dengan skor 21-6, 21-8, dalam duel berdurasi 22 menit. Meski sudah unggul 3-0 atas PB Suryanaga Wima Surabaya, sekaligus memastikan kemenangan, namun wakil ganda kedua PB Djarum Kudus, Indah Cahya Sari Jamil/Sintia Dewi Yuliani, tak ingin kehilangan momen untuk menyumbangkan angka bagi timnya. Mereka berhasil mengalahkan Natasha Nathaniella Arinds/Putriani Nur Azizah, dua gim langsung, dengan skor telak 21-8, 21-0, pada laga sepanjang 23 menit. Tak mau kalah dengan rekan-rekannya. Aisha Galuh Maheswari, yang turun di partai terakhir, sukses melengkapi kemenangan timnya setelah berhasil menekuk Adelia Erneta Putri. Pertandingan yang berjalan selama 23 menit itu, berakhir dengan skor 21-8, 21-9 untuk Aisha. Di pertandingan selanjutnya, srikandi PB Djarum Kudus U-17 akan berhadapan dengan PB Sarwendah Badminton Club Jakarta. Nurani Ratu Azzahra Cs memiliki peluang besar untuk bisa kembali meraih kemenangan pada laga kedua itu. Sebab, di laga perdana, PB Sarwendah Badminton Club Jakarta harus mengakui ketangguhan PB Jaya Raya Jakarta, dengan skor telak 0-5. Lukas menyebut kemungkinan besar timnya bisa memaksimalkan dua kemenangan di sektor ganda. “Kalau dari sektor tunggal saya kurang tahu. Yang pasti kami optimis bisa menang juga, sama seperti hari ini. Dan kalau melihat peluang, kami harus bisa lolos ke semifinal dulu,” tukas Lukas. (Adt) Hasil Pertandingan Superliga Junior 2018, Selasa (16/10): Putri U-17 1. Group X PB Exist Jakarta vs Daihatsu Candra Wijaya Badminton Club: 3-2 PB Mutiara Cardinal Bandung vs PB SGS PLN Bandung: 5-0 2. Group Y PB Djarum Kudus vs PB Suryanaga Wima Surabaya: 5-0 PB Jaya Raya Jakarta vs PB Sarwendah Badminton Club Jakarta: 5-0 Putra U-17 1. Group A PB Jaya Raya Jakarta vs PB SGS PLN Bandung: 5-0 PB Mutiara Cardinal Bandung vs PB Suryanaga Wima Surabaya: 5-0 2. Group B PB Djarum Kudus vs PB Sarwendah Badminton Club Jakarta: 5-0 PB Exist Jakarta vs Daihatsu Candra Wijaya Badminton Club: 5-0 (edited)

Karena Alasan Pendidikan, Duet Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris Terpaksa Mundur Dari Denmark Open 2018

Dobel Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris mundur dari Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750, pada 16-21 Oktober.(PBSI)

Jakarta- Duet anyar Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris mundur dari kejuaraan bulutangkis Denmark Open 2018 BWF World Tour Super 750, yang dihelat di Odense, Denmark, pada 16-21 Oktober. Hal itu dikatakan Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Menurutnya, mundurnya Della dari Denmark Open 2018, karena yang bersangkutan harus menyelesaikan urusan pendidikannya. “Memang dibatalkan, karena Della ada pertimbangan tertentu dalam urusan pendidikannya,” ujar istri dari Alan Budikusuma itu, dikutip situs resmi PBSI, pada Minggu (14/10). “Nanti di turnamen Asia baru berangkat lagi,” lanjut Susy. Denmark Open 2018 sejatinya menjadi ajang pembuktian bagi Anggia/Della paska Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri Indonesia, melakukan rotasi terhadap anak didiknya tersebut. Sebelumnya, Anggia berpasangan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani, sedangkan Della bersama Rizki Amelia Pradipta. Dengan mundurnya Anggia/Della, praktis sektor ganda putri hanya menyisakan dua wakil, yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu, yang diplot sebagai unggulan tiga, dan Rizki/Ketut. Di babak pertama turnamen berhadiah total 775.000 dollar Amerika Serikat (AS) itu, Rizki/Ketut akan berduel dengan pasangan Malaysia Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean. Dan, Greysia/Apriyani akan meladeni perlawanan wakil Swedia Amanda Hogstrom/Clara Nistad. (Adt)

Debutan Tampil Fantastis, SMA Pangudi Luhur Bangkit Di Kuarter Terakhir Tundukkan SMAN 43

Forward SMA Pangudi Luhur, Alvien Hugo Pramono (25/putih), membantu timnya menumbangkan SMAN 43 Jakarta, dengan skor 48-25, di GOR Bulungan, pada Senin (15/10). Di laga berikutnya bakal menantang SMAN 3. (DBL)

Jakarta- Persaingan menjadi juara di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region makin ketat. Tak hanya tim unggulan yang berbicara, di pentas Turnamen Student Athelete penuh gengsi ini. Para tim debutan mulai bermunculan di wilayah Selatan. Salah satunya, SMA Pangudi Luhur, yang membungkam prediksi publik. Tak tanggung-tanggung SMA Pangudi Luhur menumbangkan SMAN 43 Jakarta, dengan skor 48-25, pada Senin (15/10). Pe eL (sebutan SMA Pangudi Luhur) membuktikan mereka tak hanya tim penghibur di Honda DBL DKI Jakarta. Usai menggilas SMK Kartika X-2 dengan skor 62-11, di babak awal, kini giliran SMAN 43 dibuat tertunduk, di GOR Bulungan. Alvien Hugo Pramono dkk sempat terlihat kesulitan di kuarter awal. Berkat daya juang yang tinggi, membawa mereka memperoleh kemenangan. Pertandingan berjalan ketat sedari awal. Bahkan, anak asuh Octaviarro Romely Tamtelahitu sempat tertinggal di kuarter pertama. Nauval Fadli Pramudita membuat Pangudi Luhur terkejut. Pemain kelahiran 18 Maret 15 tahun silam, berhasil menorehkan 8 poin, guna membawa timnya unggul 10-6 di kuarter pertama. Pangudi Luhur terus melakukan dobrakan, guna keluar dari tekanan sang lawan. Anak-anak Pangudi Luhur pun mulai bangkit, sebanyak 22 poin ditorehkan pada kuarter kedua dan ketiga. Immanuel Devano berhasil mencetak 8 poin untuk timnya. Sementara rekannya, Darrel Kemal, mampu menjaga pertahanan dengan torehan 11 kali defensive rebound. Kebangkitan tim asal Kebayoran Baru membuat SMAN 43 tak berkutik, tim polesan Muhammad Hakeem Hidayat kerap kali melakukan turn over. Selain itu, gedoran dari SMAN 43 selalu menuai kebuntuan menjelang laga berakhir. Sambutan tepuk tangan suporter mengiringi kemenangan Pangudi Luhur atas lawannya. Namun, perjalanan mereka belum tuntas, keberhasilan tim putra SMAN 3 menundukan International Islamic High School menjadi kewaspadaan untuk Pangudi Luhur. Pangudi Luhur bakal meraskan dobrakan dari tim asal Setiabudi itu. “Para pemain bermain lebih efektif pada kuarter keempat. Anak-anak masih grogi meski kehilangan momentum di awal. Puji tuhan, kami dapat memenangkan laga hari ini, ucap head coach Pangudi Luhur, Octaviarro Romely Tamtelahitu. (Adt)

Menang Susah Payah dari SMAN 82, Skuat SMAN 34 Bidik Misi Revans di Laga Berikutnya

Point Guard SMAN 34, Nadine Rania Azzahra (putih), saat dihadang Center SMAN 82, Trigita Ramadhani, dalam laga hari kedua Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region, di GOR Bulungan, pada Minggu (14/10). SMAN 34 akhirnya unggul 41-34 atas lawannya. (DBL)

Jakarta- Berambisi juara, tim putri SMAN 34 tak ingin kehilangan kesempatan sedikitpun. Berhadapan dengan SMAN 82, pada hari kedua Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, tim polesan Fadil Wahyudi memetik kemenangan 41-34, di GOR Bulungan, pada Minggu (14/10). Target kemenangan berikutnya adalah harga mati bagi Nadine Rania Azzahra dkk. Skuat SMAN 34 tengah mengemban misi khusus, kala berjumpa rival yang menyingkirkan mereka di semifinal Honda DBL tahun lalu, SMAN 8. Misi balas dendam itu sudah di depan mata, menyusul kemenangan yang membawa SMAN 34 lolos ke babak selanjutnya. Mereka akan menantang sang juara bertahan, SMAN 8, guna menuntaskan revans. Duel panas itu tersaji pada Selasa (16/10). Demi memuluskan misi revans itu, SMAN 34 ternyata harus berjuang ekstra keras, meladeni perlawanan SMAN 82 yang sempat merepotkan. Penyerangan putri Daha (julukan SMAN 82) berjalan secara efektif. Sementara SMAN 34, justru tampak gegabah sejak menit awal pertandingan, sehingga kesempatan mendulang poin terbuang sia-sia. Daha unggul pada kuarter pertama dengan skor 8-3. Berulang kali, Fadil terus berteriak dari pingggir lapangan, agar anak asuhnya tidak panik di lapangan. Pelatih berusia 28 tahun itu melihat pemainnya belum optimal di kuarter pertama. “Saya mengingatkan para pemain untuk tenang dalam menerapkan strategi, kuarter pertama semua belum berjalan dengan baik,” ujarnya. Usai jeda kuarter pertama, tim asal Pondok Labu baru panas. Instruksi dari sang pelatih baru bisa diterapkan pada kuarter kedua. Duet guard Nadine dan Athaya Nafisa Surachmat mulai nyaman dan menemukan ritme pertandingan. Enam dari 14 poin yang ditorehkan srikandi Pondok Labu pada kuarter kedua, membuat SMAN 34 leading, dengan skor 17-8 saat kuarter kedua. Melihat tim asuhnya mulai panas, Fadil cepat menjaga mental duet andalannya tersebut. “Nadine dan Althaya memang diplot untuk membongkar pertahanan lawan. Saya bilang jangan pecah fokus. Terbukti, kuarter ketiga dan empat jadi milik kami,” jelasnya. Keberhasilan strategi Fadil pun dapat dijalankan dengan baik oleh duet small guard dari SMAN 34. Pada laga sore itu, kapten tim SMAN 34, Nadine jadi bintang kemenangan dengan menorehkan 9 poin, 7 rebound, 2 assist, dan 3 steal. Sementara rekannya, Athaya, mengemas 9 poin, 4 rebound, 4 assist, dan 3 steal. Ditemui usai laga, Fadil, langsung membidik laga berikutnya menghadapi musuh bebuyutan mereka, SMAN 8. “Kami harus mematikan pemain kunci SMAN 8 yaitu Ayesha dan Lula. Jika kedua pemain itu dapat dihentikan langkahya, kemungkinan menang ada di tangan kami,” ucap pria yang sudah empat tahun mengasuh tim SMAN 34 tersebut. (Adt)

Atlet Panjat Tebing Indonesia Torehkan Prestasi Gemilang, Kawinkan Emas dan Borong Medali di China

Aries Susanti Rahayu meraih medali emas usai mencetak waktu 7,99 detik, di nomor women’s speed kejuaraan ‘The Belt and Road’ International Climbing Master Tournament 2018, di Wanxianshan, China, 13-14 Oktober 2018. (FPTI)

Wanxianshan- Prestasi gemilang kembali lagi ditorehkan atlet panjat tebing Indonesia, saat berlaga di China, pada kejuaraan bertajuk ‘The Belt and Road’ International Climbing Master Tournament 2018, di Wanxianshan, akhir pekan ini. Tak hanya sukses mengawinkan medali emas speed, tapi mereka memborong medali di nomor women’s speed. Sebelumnya, pada turnamen serupa yang dihelat di Huaian, China, 9-10 Oktober 2018, Merah Putih juga berkibar di podium tertinggi ketika berhasil mengawinkan emas. Para atlet yang mengikuti kompetisi di Negeri Tirai Bambu, yakni Aspar Jaelolo, Alfian M Fajri, Sabri, Muhammad Hinayah, Veddriq Leonardo, Pangeran Septo Wibowo, Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, Rajiah Sallsabillah, Agustina Sari, dan Nurul Iqamah. Aries, spiderwoman Grobogan ini menyabet Medali emas dinomor women’s speed, dan men’s speed dipersembahkan Septo Wibowo. Hendra Basir, Pelatih Speed Indonesia, mengatakan dalam kategori women’s speed, peringkat satu hingga empat diduduki atlet Indonesia. Diungkapkannya, peringkat pertama ditempati Aries, dengan catatan waktu 7,99 detik. Dara kelahiran 21 Maret 1995 ini, menyingkirkan kompatriotnya Agustina Sari, dalam babak final, dengan waktu 8,20 detik. Sementara, peringkat tiga ditempati Nurul Iqamah dengan 8,52 detik. Ia mengalahkan rekan senegaranya Rajiah Sallsabillah yang menorehkan catatan waktu 8,72 detik, dalam babak perebutan juara tiga. Sedangkan di nomor men’s speed, Aspar sukses sebagai pemenang dengan catatan waktu 5,99 detik. Ia melibas atlet tuan rumah, Lin Penghui, di babak final yang menorehkan waktu 6,30 detik. Peringkat tiga ditempati Muhammad Hinayah yang mengalahkan Veddriq Leonardo, di babak perebutan juara tiga. Hinayah menang usai menciptakan waktu 6,29 detik, karena Veddriq hanya mampu mengukir waktu 6,37 detik. Menurutnya, tak hanya bermain di nomor speed, para atlet Indonesia juga menjajal berkompetisi di nomor Lead. Nurul Iqamah berhasil menduduki peringkat keempat di nomor women’s lead, sedangkan Aspar berada di peringkat delapan di nomor men’s lead. “Mereka memang enggak hanya main di speed, tetapi di lead juga. Biar merasakan kompetisi di lead juga,” ujar Hendra seperti keterangan yang diterima redaksi nysnmedia.com, pada Minggu (14/10). Sementara itu, Faisol Rizal, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), mengapresiasi prestasi membanggakan yang ditorehkan Aries Susanti Cs. “Kemenangan ini semakin menunjukkan kesiapan para atlet untuk berlaga di Olimpiade,” tegas Rizal. (Adt)

Dilirik Klub Liga 2 Belgia, Firza Andika Susul Pemain Timnas U-16 Ikut Berlatih di Eropa

Full bek kiri Timnas U-19, Firza Andika, mengaku bersyukur mendapat kesempatan berlatih di salah satu klub kasta kedua Liga Belgia, AFC Tubize. Firza menjadi pemain lain dari level Timnas Junior yang berangkat ke Eropa. (Pras/NYSN)

Jakarta- Full bek kiri Timnas U-19, Firza Andika, mengaku bersyukur mendapat surat undangan berlatih di salah satu klub Belgia, AFC Tubize. Pemain PSMS Medan itu pun bertekad tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. “Kalau lolos, saya bakal main di sana. Makanya, saya harus terus bekerja keras dan berdoa agar bisa bermain di Liga Belgia,” kata Firza, pada Sabtu (13/10). Dalam surat itu, AFC Tubize memberi kesempatan untuk Firza berlatih di markas mereka, kurang lebih selama tiga pekan, mulai 5 hingga 25 November 2018. Program itu adalah sesi latihan di markas AFC Tubize, Stade Leburton, di Tubize, Belgia. Ia juga mendapat kesempatan trial di tim profesional. Surat yang ditandatangani General Manager AFC Tubize, Josselin Croise, berbunyi jika klub akan segera menyediakan segala keperluan Firza, jika menerima tawaran itu. Mulai dari sarana akomodasi, makan, hingga transportasi, selama menjalani latihan di Belgia. Namun, belum dijelaskan, apakah biaya transportasi dari dan ke Indonesia menuju Belgia, juga akan ditanggung oleh klub. AFC Tubize merupakan klub yang tampil di kasta kedua Liga Belgia. Pemuda kelahiran Medan, 11 Mei 1999 ini, lalu menceritakan proses dirinya mendapatkan undangan berlatih itu. “Saya punya agen, dan kebetulan NorthCliff mendapatkan undangan itu. Mereka mau carikan saya tim di luar negeri, jika saya bersungguh-sungguh untuk bermain sepak bola,” tukas kawan karib Egy Maulan Vikri di Timnas U-19 ini. Ia menyatakan siap bekerja keras selama berlatih, demi memenuhi impiannya berkarier di Eropa. “Makanya, saya tak akan sia-siakan kesempatan ini. Bermain di Eropa adalah impian saya,” tuturnya. “Saya juga sudah mulai latihan tambahan sendiri saat waktu kosong. Dan tak lupa selalu berdoa,” ujarnya menambahkan. Kabar kepindahan Firza ke Belgia, makin menambah panjang daftar pemain Timnas usia muda, yang menimba ilmu di Eropa. Menyusul Egy, pemain Timnas U-16 juga berbondong-bondong bakal ke Eropa, selepas Piala Asia U-16 September lalu. Pertama, gelandang lincah asal Surabaya, Mochammad Supriadi. Pemuda kelahiran 23 Mei 2002 ini, mengaku akan ke Liverpool selepas membela tim Garuda Asia. “Rencananya minggu depan, akan berangkat ke Liverpool bersama dengan beberapa pemain junior lainnya, dari Surabaya,” kata Supriadi, pada Kamis (4/10). Nantinya, pemain berposisi winger itu, akan berangkat dengan 10 pemain lainnya dari Surabaya. “Saya yang paling besar yang berangkat ke sana. Sisanya usianya sekitar 12 sampai 15 tahun,” ucap Supriadi menambahkan. Selain Supriadi, pilar Timnas U-16 lainnya, Sutan Diego Zico, juga bakal menyusul Supriadi ke Eropa. Zico berpeluang bermain bersama Firza lantaran dia berencana pergi ke Belgia. “Iya, agen sudah bilang kepada saya, dan rencananya mau bawa saya ke Belgia atau Belanda,” kata Zico, beberapa waktu lalu. Tak hanya dirinya, Zico pun menyebut pemain-pemain Timnas U-16 juga berpeluang mengikuti jejaknya. Mereka adalah Brylian Aldama, serta duo kembar, Amiruddin Bagus Kahfi, dan Amiruddin Bagas Kaffa. “Karena kami dulu berempat sempat berlatih akademi Chelsea yang ada di Singapura, jadi kami mau dibawa sama pihak mereka,” jelasnya. “Mungkin nanti, kami bisa bersama-sama ke salah satu akademi di Eropa, atau saya sama Brylian ke Belanda, sementara Bagus bersama Bagas ke tempat lain,” ucap striker bernomor punggung 9 tersebut. Meski begitu, Zico mengatakan dirinya belum memutuskan kapan akan bertolak ke Eropa, sebab dia masih harus menyelesaikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bogor, Jawa Barat, serta memulihkan cidera pahanya. (art) Daftar Pemain yang bakal menimba ilmu di Eropa: 1. Sutan Diego Zico (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Striker 2. Brylian Aldama (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Gelandang 3. Amiruddin Bagus Kahfi (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Striker 4. Amiruddin Bagas Kaffa (Belgia/Belanda) –> Timnas U-16/Bek Kanan 5. Mochammad Supriadi (Inggris) –> Timnas U-16/Winger 6. Firza Andika (Belgia) –> Timnas U-19/Bek Kiri

Ada Kompetisi Sepak Bola SMP Se-Indonesia, Juara Gala Siswa Indonesia 2018 Berlatih di Juventus

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat kompetisi bernama Gala Siswa Indonesia (GSI). Kompetisi untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) ini diharapkan menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul pemain sepak bola masa depan. (kabarjatim.com)

Jakarta- Liga Junior Sepakbola Siswa Indonesia (Gala Siswa Indonesia) yang memulai kick off pertandingan sejak Maret 2018, hingga kini mencapai fase nasional, telah menjadi ajang yang begitu besar. Ajang GSI oleh para partisipannya dimaknai tak sekadar kompetisi biasa. Gala Siswa sejatinya merupakan wadah bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui olahraga, dalam hal ini sepak bola, yang dikembangkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan, bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan PSSI. “GSI merupakan ajang kompetisi usia dini untuk pemain-pemain muda bermain di level yang lebih tinggi. Dengan adanya GSI mudah-mudahan ke depan pemain-pemain muda yang bisa berpartisipasi dalam Tim Nasional,” kata pelatih tim Sulawesi Utara, Yudas Ugu, di Stadion Cendrawasih, Sabtu (13/10). Dimulai sejak Selasa (9/10), ada 64 pertandingan sepak bola pada perhelatan Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Nasional. Pertandingan dilaksanakan di Jakarta pada dua stadion yakni di GOR Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, dan GOR Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan. Liga yang mensyaratkan peserta duduk di bangku SMP, bakal rampung pada Minggu (21/10). “GSI adalah sebagai wujud nyata menuju percepatan pembangunan persepakbolaan nasional,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, pekan lalu Dengan format Kompetisi, ajang sepak bola yang diselenggarakan untuk kali pertamanya melibatkan seluruh SMP dan sederajat di seluruh Indonesia ini, sudah dilaksanakan secara bertahap mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi Sebelum memasuki kompetisi tingkat nasional, GSI diikuti 2.872 kecamatan, 257 kabupaten/kota, dengan jumlah peserta 11.435 sekolah, masing-masing tim 18 orang, dan offisial 4 orang. Jumlah pertandingan GSI yang telah digelar untuk tingkat kecamatan, yakni sebanyak 2.588 pertandingan, dan tingkat kabupaten/kota 737 pertandingan. Sedangkan, pada tingkat provinsi tercatat sebanyak 165 pertandingan. Sehingga, total pertandingan GSI yang telah digelar di 34 provinsi mencapai 3.490 pertandingan. Di tingkat nasional, GSI akan berisi 34 tim dari 34 provinsi. Seluruh tim terbagi delapan grup mulai A sampai dengan H. Babak penyisihan berlangsung pada 10-15 Oktober 2018. Para juara grup otomatis lolos ke babak perempat final. Fase 16 Besar ini akan berlangsung di GOR Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/10), dilanjutkan dengan babak semifinal di tempat yang sama, pada Kamis (18/10). Perebutan juara 3 dan babak final akan diselenggarakan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, pada Sabtu (20/10). Pada babak puncak ini, rencananya, Presiden Joko Widodo berkesempatan hadir. Presiden sekaligus mengalungkan medali dan trofi kepada juara GSI 2018. Sementara, kata Hamid, Juara I Tingkat Nasional GSI 2018 juga akan berkesempatan mengikuti pelatihan dan mitra tanding bersama klub raksasa Liga Italia, Juventus dan beberapa klub di Turin, Italia. (art) Gala Siswa Indonesia (GSI) 2018 Fase Nasional Grup A -Sumatera Utara -Lampung -Kalimantan Timur -Sulawesi Tenggara -Papua Barat Grup B -Aceh -Jawa Barat -Kalimantan Barat -Sulawesi Tengah Grup C -Kepulauan Riau -Jawa Tengah -Bali -Sulawesi Barat Grup D -Jambi -Bengkulu -Nusa Tenggara Timur -Sulawesi Utara Grup E -Sumatera Selatan -Banten -Nusa Tenggara Barat -Sulawesi Selatan Grup F -Sumatera Barat -Jawa Timur -Kalimantan Utara -Papua Grup G -Riau -D.I Yogyakarta -Kalimantan Tengah -Maluku Grup H -Bangka Belitung -DKI Jakarta -Kalimantan Selatan -Maluku Utara -Gorontalo

South Region DBL Jakarta Series 2018 Bergulir, Pekan Ini Jadi Show Time Anak Jaksel

Point Guard SMA Cita Buana, Rafael Adwel (26), tampak berusaha melewati pemain SMA Al Izhar, pada laga pembuka Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, Sabtu (13/10), di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. SMA Cita Buana takluk dengan skor akhir 28-46. (DBL)

Jakarta- Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region resmi dibuka pada Sabtu (13/10). GOR Bulungan menjadi saksi ketatnya persaingan 32 tim basket sekolah di wilayah Jakarta Selatan, untuk menjadi yang terbaik pada liga basket pelajar terbesar di tanah air ini. Honda DBL 2018 berlangsung di 30 kota di 22 provinsi. Seri DKI Jakarta mendapat keistimewaan, karena mulai 2018 diselenggarakan di masing-masing regional. Usai sukses terselenggara di West Region dan North Region, South Region akan digeber pada 13 hingga 20 Oktober 2018. Lalu East Region, yang berlangsung 26 Oktober – 2 November. Dengan label ‘Anak Jaksel’, sebagai barometer basket di Ibu Kota. hal itu dibuktikan dengan torehan gelar terbanyak Honda DBL DKI Jakarta yang dipegang tim Jakarta Selatan, SMAN 3 Jakarta. Tak hanya itu, antusiasme dari para suporter, serta kreativitas para dancer makin melengkapi mewahnya regional Selatan ini. Atmosfer itu langsung terasa pada hari pertama Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, yang digelar di GOR Bulungan, Sabtu (13/10). Lima pertandingan seru tersaji. Tim putra SMA Al Izhar menjadi sekolah pertama yang berhasil melangkah ke babak selanjutnya. Tim asal Pondok Labu, Jakarta Selatan itu menundukkan lawannya, SMA Cita Buana dengan skor akhir 46-28. Laga sore hari itu berjalan ketat di awal laga. Hanya saja Al Izhar mampu memperlihatkan mental juara. Dan mengungguli lawannya di dua kuarter terakhir Pada pertandingan selanjutnya, tim putra SMAN 8 Jakarta menyusul keberhasilan Al Izhar. Tim asal Bukit Duri itu memperpanjang kutukan SMAN 82 Jakarta yang selalu gagal di babak awal. Pertarungan itu ditutup dengan skor 43-20 untuk SMAN 8. Setelahnya, big match antara tim putri SMAN 3 kontra SMAN 70, berakhir untuk kemenangan Teladan (julukan SMAN 3) dengan skor 28-16. Keberhasilan Teladan, jadi ulangan partai empat tahun silam. Seventy (julukan SMAN 70) yang tampil di kandang sendiri dan didukung ratusan suporternya, tak berkutik oleh tim polesan Jakcy Ignatius. Kekalahan Seventy ini disesalkan oleh sang kapten, Savira Alifa. Namun, Savira menyatakan ini bukanlah akhir perjuangan. “Kami berterima kasih buat teman-teman yang sudah datang untuk mendukung. Kekalahan ini jadi evaluasi besar-besaran buat kami. Dan buat Teladan, tunggu kami tahun depån,” pungkas cewek 16 tahun itu. Di sisi lain, meskipun hasil positif ditorehkan srikandi Teladan, sang kapten, Insyira Kesha mengungkapkan kemenangan atas Seventy mash terlalu dini untuk dirayakan. “Meski menang, performa kami hari ini jauh dari memuaskan. Dan jika ingin menjadi juara di Selatan, kami harus bermain lebih ekstra,” ucapnya usai bertanding. Di pertandingan putri lainnya, SMAN 32 masih belum mampu membendung kokohnya pertahanan SMAN 28. Sophia Rebecca Adventa dkk bahkan langsung tancap gas. Skuat asal Jati Padang tersebut tampil ngotot kala menggilas SMAN 32 dengan skor 44-11. Hasil ini membawa mereka bertengger ke babak selanjutnya. Hari penuh euforia itu ditutup oleh kemenangan tim putra SMA Pangudi Luhur atas lawannya, SMK Kartika X-2, dengan skor mencolok 62-11. Dengan raihan ini, Pangudi Luhur bakal berhadapan dengan SMAN 43 Jakarta di babak selanjutnya. (Adt)

Sempat Diguyur Hujan, Peserta Tetap Antusias Semarakan Sepeda Nusantara 2018 Etape Bumi Paguntaka di Kalimantan Utara

Pelepasan Sepeda Nusantara 2018 Etape Bumi Paguntaka oleh Sofian Raga (Wali Kota Tarakan), yang didamping Suryati (Kepala Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional/PP-PON), dan Suparlan (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga/Kadispora Kota Tarakan), di Stadion Datu Adil, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Minggu (14/10). (Adt/NYSN)

Tarakan- Kesemarakan event Sepeda Nusantara 2018 etape Bumi Paguntaka, Kalimantan Utara, pada Minggu (14/10), sangat terasa. Sebagai salah satu program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah payung ‘Ayo Olahraga’ itu, mendapatkan tempat istimewa di hati masyarakat Kota Tarakan. Hal itu dibuktikan dengan para peserta, baik masyarakat maupun komunitas sepeda seperti Widjaya Onthel Club Tarakan, yang tampak sangat antusias mengikuti event ini, meski hujan sempat mengguyur kota terkaya ke-17 di Indonesia itu sejak pagi hingga menjelang acara berlangsung. Menempuh jarak sekitar 10 km, para peserta mengawali start dari depan Stadion Datu Adil, selanjutnya melewati Islamic Center-Jalan Kusuma Bangsa-Jalan Yos Sudarso-Jalan Jenderal Sudirman-Taman Oval Ladang-Kantor Wali Kota Tarakan-Kodim 0907 Tarakan, dan finish di Stadion Datu Adil. Pelepasan Sepeda Nusantara 2018 Etape Bumi Paguntaka itu dilakukan langsung oleh Sofian Raga (Wali Kota Tarakan), didamping Suryati (Kepala Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional/PP-PON), dan Suparlan (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga/Kadispora Kota Tarakan). Suryati mengatakan animo masyarakat di Kota Tarakan untuk mengikuti event Sepeda Nusantara 2018 ini sangat besar. Diharapkan, target dari Kemenpora, yakni menciptakan masyarakat yang sehat dan bugar bisa tercapai di Kota ini. “Saya lihat disini juga sudah banyak klub-klub maupun komunitas, khususnya sepeda. Saya kira tidak ada masalah. Meski tadi hujan, namun antusias peserta tetap tinggi. Event ini juga mendapatkan dukungan yang besar dari semua pihak di Kota Tarakan ini,” ujar Suryati, disela event Sepeda Nusantara 2018 Etape Bumi Paguntaka itu. “Dengan Sepeda Nusantara ini, kami berharap tercipta masyarakat bugar, sehat, dan juga efisien, karena dengan bersepeda tak perlu membeli bahan bakar. Dan hanya dengan menggerakan tubuh menjadikan kita energik, sehingga kita semua bisa beraktifitas, serta lebih produktif di dalam masyarakat,” lanjutnya. Ia menegaskan, meski tanpa kehadiran pemerintah pusat, seharusnya event sepeda ini harus terus digalakan. Bahkan, pihaknya berpesan kepada Wali Kota Tarakan supaya dibuatkan jalur khusus bagi pesepeda. “Pak Wali Kota menyampaikan di Kota Tarakan sudah ada jalur khusus bagi pesepeda, tetapi terhapus. Kami harap dengan adanya momen seperti ini, bisa dibuatkan jalur khusus sepeda. Sehingga masyarakat yang akan bersepeda lebih aman, tidak takut tersenggol oleh kendaraan lainnya,” imbuhnya. Sementara itu, Sofian mengapresiasi Kemenpora yang kembali mempercayakan Tarakan, sebagai Kota yang disinggahi Sepeda Nusantara 2018. “Atas nama pemerintah kota, dan masyarakat Kota Tarakan, kami sampaikan apresiasi kepada Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) yang terus mensupport event bersepeda di Kota Tarakan ini,” ucap Sofian. Ia menyebut sepeda merupakan salah satu olahraga favorit masyarakat Kota Tarakan, sehingga kehadiran Sepeda Nusantara 2018 ini sekaligus membangkitkan motivasi dan semangat kepada generasi muda untuk terus berolahraga. “Event ini dalam rangka menjaga stabilitas kesehatan masyarakat. Kami harap event ini jadi agenda rutin, dan kami akan menjadikan olahraga sepeda ini salah satu cabang favorit di Kota Tarakan. Jadi tidak hanya untuk perayaan ataupun peringatan hari tertentu dan libur nasional, namun setiap waktu event ini bisa kami gelar,” ungkapnya. Kedepan, jelas Sofian, pihaknya akan menggelar Jambore Bersepeda, dimana pesertanya tidak hanya masyarakat lokal, namun juga akan mengundang peserta dari luar negeri, terutama negara tetangga seperti Malaysia. Terkait jalur khusus sepeda di Kota Tarakan, Sofian menegaskan pihaknya telah merencanakan pengembangan infrastrutur jalan yang akan digunakan sebagai jalur kendaraan roda empat, maupun roda dua. “Seluruh jalan di kota ini sepanjang kurang lebih 150 km itu sebagian sudah dalam pengerasan. Termasuk jalur roda empat, dan roda dua. Dan juga sudah dipasang GSB (Garis Sepadan Bangunan) berupa patok-patok merah, agar bangunan tak boleh melampaui tanda itu. Sehingga, nantinya kami leluasa melakukan pelebaran jalan,” tuturnya. Sedangkan Suparlan menilai, event Sepeda Nusantara 2018 ini berlangsung lancar dan sukses sesuai dengan harapan semua pihak, serta mendapatkan sambutan yang sangat baik dari seluruh masyarakat Kota Tarakan. “Sebelumnya kami juga pernah menjadi tuan rumah Gowes Pesona Nusantara 2017, dan akhirnya kami bisa kembali menggelar event Sepeda Nusantara 2018, dan kegiatan ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari seluruh masyarakat di Kota Tarakan,” terang Suparlan. Selain bersepeda, pada event yang bertujuan mendorong minat masyarakat terhadap olahraga bersepeda guna meningkatkan kecintaan terhadap olahraga sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), khususnya di Kota Tarakan, para peserta setibanya di garis finish langsung diajak melakukan senam secara bersama-sama. Aktifiats bersama itu sebagai bentuk kebersamaan dalam menggairahkan semangat berolahraga di tengah-tengah masyarakat. Dan, tak lupa, peserta Sepeda Nusantara 2018 etape yang beruntung mendapatkan dooprize, berupa sepeda dan peralatan elektronik. (Adt)

Ukir Prestasi Gemilang di Asian Para Games 2018, Atlet Para Atletik Bidik Paralimpiade 2020

Rica Oktavia peraih medali emas Asian Para Games 2018 dari kategori T20 putri. (suara.com)

Jakarta– Tim nasional (timnas) para atletik mengukir prestasi gemilang pada hajatan Asian Para Games 2018, edisi ketiga, pada 6-13 Oktober. Sapto Yogo Purnomo (lari 100 meter kategori T37) dan kawan-kawan sukses memanen 6 medali emas, 12 perak, dan 10 perunggu, di Main Stadium, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Yang lebih membanggakan, terdapat tiga atlet yang prestasinya melampaui rekor Asia. Yakni, Rica Oktavia di kategori lompat jauh T20 putri. Kemudian Suparniyati di nomor tolak peluru F20 putri, serta Sapto Yogo Purnomo nomor lari 100 meter T37 putra. Purwo Adi Sanyoto, Pelatih Para Atletik National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, akan mempersiapkan anak didiknya tersebut menuju Paralimpiade 2020, Tokyo, Jepang. “Kami ingin meloloskan para atlet ke Paralimpiade 2020. Tapi, memang untuk bisa menembus ke level dunia itu tidak mudah, terlebih bagi para penyandang disabilitas ini,” ujar Purwo, di Jakarta, Sabtu (13/10). “Karena para atlet ini harus terlebih dahulu mengikuti kejuaraan dunia, ataupun grandprix. Ini demi memenuhi kualifikasi Paralimpiade, dimana jadwalnya baru diumumkan pada 2019,” lanjutnya. Dia meminta kepada Sapto Cs untuk tidak cepat puas atas torehan prestasi tinggi di pesta multi sport bagi para penyandang disabilitas di kawasan Asia itu, yang secara resmi ditutup pada akhir pekan ini. “Kejar prestasi hingga ke level tertinggi,” cetusnya. Sedangkan bagi atlet yang belum mendapatkan medali, Purwo meminta untuk tidak mudah berputus asa, dan harus dijadikan motivasi dalam meraih prestasi yang lebih baik kedepannya. “Secara keseluruhan kami puas dengan pencapaian para atlet di Asian Para Games 2018 ini. Sebab, sesuai dengan target, bahkan ada yang melebihi ekspektasi. Pencapaian kali ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya,” tukas Purwo. (Adt)

Sepeda Nusantara 2018 Etape Tarakan Siap Dihelat, Ribuan Peserta Bakal Meriahkan Event Unggulan Kemenpora

Tim Jelajah Sepeda Nusantara 2018 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora), saat tiba di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (20/7) lalu. Tim diterima Wakil Walikota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat I. (tribunkaltim.co)

Tarakan- Sepeda Nusantara 2018 etape Tarakan, Kalimantan Utara, siap dihelat di Stadion Datu Adil, pada Minggu (14/10). Ribuan peserta bakal memeriahkan event yang menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu. Suparlan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Tarakan, mengaku persiapan event Sepeda Nusantara 2018 etape Tarakan siap seratus persen. “Tempat acara, venue, personil yang terlibat, hingga peserta yang turut serta memeriahkan event ini,” ujar Suparlan, di Kantor Dispora Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (13/10). Terkait jumlah peserta, Suparlan menyebut jumlah yang mencapai dua ribuan warga akan turut berpartisipasi pada event ini. “Kalau dilihat dari pendaftaran, masyarakat sangat antusias sekali. Kami perkirakan bisa mencapai dua ribuan orang, karena hampir semua masyarakat mengetahui event ini,” lanjutnya. “Jadi saya pikir animo masyarakat di Kota Tarakan sangat tinggi, terutama mereka yang memiliki sepeda untuk bisa terlibat secara aktif di event besar seperti ini,” tegasnya. Diakuinya, dari tahun ke tahun, penyelenggaraan Sepeda Nusantara semakin meningkat kualitasnya. “Dibanding Sepeda Nusantara 2017, saya meyakini bila event tahun ini antusiasme masyarakat lebih tinggi. Sudah jadi budaya orang Tarakan untuk bersepeda sebagai sebuah kebiasaan. Buktinya tiap ada event bersepeda di Tarakan, selalu mendapatkan support dari masyarakat, hingga pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat,” terangnya. Ditambahkan Suparlan, dengan adanya inisitif pemerintah pusat dalam hal ini Kemenpora akan memberi tambahan energi baru agar orang mencintai olahraga bersepeda. “Jadi suatu saat orang senang bersepeda dan menjadi bagian dari hidupnya. Sehingga membantu pemerintah dalam hal kepadatan lalu lintas, serta polusi udara,” imbuhnya. “Selain itu, bagi anak-anak muda sasarannya adalah prestasi, serta menjauhkan mereka dari hal negatif, seperti ancaman bahaya narkoba, kenakalan remaja, dan lainnya. Kedepan, kami akan terus memberikan support untuk event ini,” tukas Suparlan. (Adt)

Kejuaraan Internasional Jetski Walikota Cup 2018 Meriahkan Event F8 Makassar

Empat negara dipastikan tampil pada Kejuaraan internasional Makassar Jet Ski Wali Kota Cup, pada 13-14 Oktober. Kejuaraan ini merupakan rangkaian acara dari Makassar International Eight Festival and Forum (F8) 2018, yang digelar pada 10-14 Oktober. (sulselekspres.com)

Makassar- Salah satu kegiatan dari Makassar International Eight Festival and Forum (F8) yakni penyelenggaraan Kejuaraan jetski bertaraf internasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, pada pekan lalu mengatakan, kejuaraan jetski internasional ini bagian dari rangkaian kegiatan F8 Makassar. “Semua atlet yang hadir di Makassar senang berlomba di Pantai Losari dan takjub dengan rangkaian kegiatan F8 Makassar ini,” ujar Hendra. Ia mengatakan turnamen Jetski Internasional ini memperebutkan piala Wali Kota Cup 2018 di Anjungan Pantai Losari, Makassar. Hendra menyebutkan turnamen jetski ini punya banyak kelebihan dibandingkan dengan kejuaraan jetski lainnya, apalagi ditonton langsung oleh puluhan bahkan ratusan ribu pasang mata. Kejuaraan ini akan menggelontorkan hadiah, dengan total Rp 115 juta. “Kegiatan F8 selalu jadi magnet bagi warga di Sulsel dan para turis dari mancanegara serta wisatawan domestik lainnya. Makanya, kami menyebut jika turnamen ini lebih spesial dari kejuaraan jetski lainnya,” katanya. Hendra mengatakan, venue untuk kejuaraan itu dilangsungkan di tempat baru, yakni kawasan pasir putih Center Point of Indonesia (CPI). “Ini pertama kali kita gunakan kawasan CPI sebagai venue F8. Sekaligus menyampaikan kepada publik, baik nasional maupun internasional, bahwa di Makassar sudah ada pasir putih,” tutur Hendra. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang membuka langsung kejuaraan itu berharap agar olahraga aquatik ini bisa menjadi magnet bagi warga Makassar pada khususnya. “Ini event tahunan dan diselenggarakan tepat pada pelaksanaan F8. Selain pengembangan olahraga jetski di Indonesia, khususnya di Makassar, harapannya kejuaraan ini juga menjadi daya pikat dan menjadi tontonan menarik bagi pengunjung F8,” ucap pria yang akrab disapa Danny ini. Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar terus berkomitmen untuk menghidupkan olahraga tersebut dan akan terus berlanjut tahun depan. Turnamen ini diikuti 40 jetski rider baik dari peserta Indonesia, maumpun dari berbagai negara seperti Thailand, Singapura, Malaysia dan Brunai Darussalam. Sementara itu, Ketua Bidang Pertandingan, M. Ikko, menjelaskan Makassar F8 akan memperlombakan kategori pemula, junior dan umum. “Sejumlah atlet jetski papan atas Asia bersedia datang ke Makassar. Dari Indonesia bakal hadir atlet jetski dari Bandung, Medan, Jakarta, Surabaya, Balikpapan dan Makassar sebagai tuan rumah,” kata Ikko. Ikko menambahkan, dua hari sebelum lomba jetski, juga dimeriahkan unjuk kebolehan atlet fly board dari Belanda dan Bali. “Fly board sudah ada di Indonesia sejak 2012. Di Bali, olahraga ini sangat populer. Itulah alasan kami undang mereka guna mempopulerkan Makassar yang dikenal punya kawasan pantai yang bagus,” tutur Ikko. (Adt)