WJC 2025: Indonesia Runner Up

Tim bulutangkis junior Indonesia di Podium Piala Suhandinata 2025

Tim bulutangkis junior Indonesia keluar sebagai runner up Piala Suhandinata 2025 setelah harus mengakui keunggulan tim China. Berlaga di National Centre of Excellence, Guwahati, Assam, India, pada Sabtu (11/10) siang, Garuda Muda kalah 0-2. China langsung menekan sejak awal, di set pertama mereka memegang kendali penuh dengan mengambil lima kemenangan dari lima game yang dimainkan. Moh Zaki Ubaidillah dan kawan-kawan mencoba bangkit di set kedua. Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine yang mengisi pos ganda putri membuka keunggulan 9-5 di game pertama, tapi China melawan dengan sangat kuat, ganda campuran dan sektor tunggal menjadi andalan sang Negeri Tirai Bambu. Garuda Muda pun terdesak hingga partai keempat, 32-36. Laga penentuan di ganda putra berjalan sengit. Muhammad Rizki Mubarrok yang dipercaya menggantikan Alexius Ongkytama Subagio untuk mendampingi Raihan Daffa Edsel Pramono di set kedua terbukti ampuh untuk memangkas jarak. Berhadapan dengan Chen Jun Ting/Liu Jun Rong yang dominan di set pertama, Barrok/Edsel memaksa angka sama hingga 44-44. Namun sayang, dewi fortuna tidak berpihak saat pengembalian Edsel tidak mampu menyebrang ketika adu rally. China pun memastikan gelar ke-15 sepanjang perhelatan Piala Suhandinata yang digelar sejak tahun 2000. “Saat masuk lapangan di set kedua itu, kami berpikir optimis. Tidak memikirkan poin berapa yang terpenting terus berjuang dan tidak menyerah,” ucap Barrok, panggilan Muhammad Rizki Mubarrok. “Kami berhasil menyamakan skor 44-44 tapi memang di poin terakhir kami kehilangan fokus, sangat disayangkan,” timpal Edsel. Kapten tim Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia seraya meminta maaf karena belum bisa mendapatkan hasil yang terbaik. “Saya atas nama tim Indonesia meminta maaf karena belum mendapatkan hasil yang terbaik. Terima kasih atas doa dan dukungan sehingga kami bisa berjuang sampai ke final. Masih ada nomor perorangan, kami akan kembali berjuang,” sahut Ubed. Sementara Kabid Pembinaan dan Prestasi Pelatnas Eng Hian mengatakan hasil ini menjadi catatan penting bagaimana pemerataan semua sektor. “Hasil runner up tidaklah buruk tapi bukan hasil yang terbaik. Pastinya sebagai juara bertahan, kami ingin mempertahankan gelar tapi ini menjadi pelajaran untuk ke depan. Pekerjaan rumahnya adalah bagaimana kami harus bisa membuat pemerataan di semua sektor. Bisa dilihat dari Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior ini. Dengan sistem relay point yang pendek, tertinggal 5-6 poin akan sangat sulit mengejar bila hanya punya andalan di satu atau dua sektor saja,” ujar Eng Hian. “Di luar itu, saya berterima kasih kepada anak-anak yang sudah berjuang. Jangan larut dalam kesedihan karena masih ada nomor perorangan. Mari kembali fokus dan bersiap untuk kembali menunjukkan yang terbaik,” pesan Eng Hian. Kejuaraan Dunia Junior 2025 berlanjut ke nomor perorangan pada 13-19 Oktober mendatang. Hasil Pertandingan Final Piala Suhandinata 2025: Indonesia 0-2 China Set 1 WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 8-9 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 15-18 WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 20-27 MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 27-36 MD: Raihan Daffa Edsel Pramono/Alexius Ongkytama Subagio vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 30-45 Set 2 WD: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Cao Zi Han/Chen Fan Shu Tian 9-5 XD: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Chen Jun Ting/Cao Zi Han 14-18 WS: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Liu Si Ya 23-27 MS: Moh Zaki Ubaidillah vs Liu Yang Ming Yu 32-36 MD: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Chen Jun Ting/Liu Jun Rong 44-45

WJC 2025: Indonesia Atasi Slovenia di Laga Kedua

Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine

Indonesia berhasil memetik kemenangan kedua pada babak penyisihan grup F BWF World Junior Mixed Team Championships 2025, Selasa (07/10). Pada pertandingan yang berlangsung di National Centre of Excellence, Guwahati, India, Garuda Muda berhasil menang 2-0 atas Slovenia dengan skor 45-22, 45-25. Rotasi pemain terjadi pada laga kedua tim Merah-Putih junior, sang kapten Moh. Zaki Ubaidillah dan salah satu andalan di sektor tunggal putri Thalita Ramadhani Wiryawan digantikan tugasnya oleh Fardhan Rainanda Joe dan Salsabila Amiradana. Sedangkan di sektor ganda putra, pasangan Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka diturunkan menemani pasangan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang sudah diturunkan pada pertandingan sebelumnya. “Turun di pertandingan hari ini rasanya senang dan bersemangat, saya berharap bisa kasih yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap pemain kelahiran Karawang ini. “Karena pertama kali main saya masih ada sedikit tegang tetapi saya mendapatkan arahan pelatih dan support teman – teman di belakang lapangan yang sangat seru dan ramai untuk memberikan dukungan, mereka juga sangat kompak,” ucap Fardhan. Berbeda halnya dengan sang kapten yang tidak diturunkan, wakil kapten Rinjani Kwinnara Nastine kembali dipercaya untuk bermain di dua nomor yaitu ganda putri dan ganda campuran. Berpasangan dengan Riska Anggraiani, Rinjani berhasil membuka 9 poin pertama untuk Indonesia atas pasangan Anja Blazina/Tija. Sementara bersama Ikhsan Lintang Pramudya pasangan yang menjadi andalan di sektor ganda campuran ini turut ambil peranan dalam menyumbangkan poin pada kedua match yang dipertandingkan. “Pertandingan melawan Slovenia hari ini, di ganda putri saya rasa sudah oke. Mungkin akan menjadi koreksi di ganda campuran agar lebih cepat beradaptasi di lapangan, melihat perpindahan di kedua sektor itu adaptasinya akan berbeda, apalagi poinnya hanya 9,” ungkap Jani. “Saya percaya dengan tim saya, bahwa kita bisa menghadapi Hong Kong besok. Persiapan untuk besok mau kasih yang terbaik dengan menjaga fokus, teliti, dan cepat beradaptasi di lapangan. Untuk atlet yang dipercaya untuk bermain besok, lakukan yang terbaik dan untuk yang tidak dimainkan jangan berkecil hati dan tetap mendukung temannya yang bermain karena dukungan dari kalian sangat penting,” tambah Jani Indonesia akan menghadapi Hong Kong pada laga pamungkas grup F Rabu, (07/10). Laga ini sekaligus akan jadi momentum bagi Indonesia agar bisa lolos dari fase grup F karena hanya juara grup yang akan lolos ke babak 8 besar. Melihat performa anak buahnya yang berhasil menyabet kemenangan, pelatih ganda putri Prasetyo Restu Basuki menilai anak buahnya berani mengeluarkan kemampuannya dengan baik. Ganda putri sendiri menurunkan pasangan Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine dan Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri dimana kedua pasangan ini berhasil menorehkan 9 poin pertama untuk Indonesia. “Penampilan anak-anak hari ini cukup baik, mereka bisa mengeluarkan kemampuan dengan baik. Saya menekankan kepada mereka untuk tidak terlalu banyak membuang poin, kalau bisa dijauhkan ya lebih baik dijauhkan,” ucap Prasetyo. “Besok adalah penentuan juara grup F, untuk ganda putri sendiri kita akan menurunkan yang terbaik dan menyiapkan para atlet agar menampilkan yang terbaik, baik dari segi keberanian, kesiapan, dan fokusnya. Kemarin sudah diberikan kesempatan bermain pada 2 laga sebelumnya, jadi untuk penentuan besok harus bisa menampilkan yang terbaik,” tambahnya. “Untuk penampilan ganda putri (Rinjani/Riska) saya rasa mereka cukup berani. Dengan sistem skor baru ini benar-benar dituntut untuk fokus dan menyerang terlebih dahulu dan mereka bisa mengeluarkan kemampuannya, sama halnya dengan pasangan (Yasintha/Salsa) yang meskipun masih ada sedikit kendala karena mereka adalah pasangan dadakan.” tutup Pras. Berikut hasil lengkap pertandingan tim Indonesia vs Slovenia: WD 1: Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-2 XD 1: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar Anja Blazina 18-10 WS 1: Salsabila Amiradana VS Tija Horvat 27-13 MD 1: Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-17 MS 1: Fardhan Rainanda Joe vs Nikita Peshekhonov 45-22 WD 2: Salsabila Zahra Aulia/Yasintha Ristyna Putri vs Anja Blazina/Tija Horvat 9-5 XD 2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Tim Bregar/Anja Blazina 18-7 WS 2: Salsabila Amiradana vs Anja Blazina 27-15 MD 2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Matic Cerar/Jurij Vodan Jecelj 36-18 MS 2: Richie Duta Richardo vs Nikita Peshekhonov 45-25

Superliga Junior 2025: PB Djarum & Exist Berbagi Gelar Juara U15

Tim U15 Putra PB Djarum

Tim U15 putra PB Djarum dan tim U15 putri Exist Badminton Club keluar sebagai juara Polytron Superliga Junior 2025. Dalam pertandingan final yang digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (21/9). Tim Putra PB Djarum meraih Piala Sigit Budiarto berkat kemenangan 3-0 tanpa balas atas Taqi Arena, sementara Exist Badminton Club meraih Piala Maria Kristin usai menang atas PB Djarum dengan skor 3-1. Dalam final kejuaraan beregu yang berlangsung pada 15-21 September ini, tiga poin yang memastikan PB Djarum keluar sebagai juara, diraih oleh menempatkan dua pemain tunggal, Revan Adrilleo Saputra dan Rafi Qabilah Fathurrahman, serta ganda Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi. Revan mampu memenangi laga tiga gim berdurasi 62 menit atas Rafi Qabilah Fathurrahman, yang berakhir dengan skor 21-13, 20-22, 21-16. Sementara, Rafi dan Darmawan/Waldan masing-masing memenangi laga melalui straight games. Manajer tim PB Djarum, Leonard Holvy De Pauw mengungkapkan, sejak hari pertama Polytron Superliga Junior 2025, para pemainnya cukup terkejut dengan tekanan dalam bermain beregu. Beberapa kali sudah berada di ambang kekalahan di sejumlah pertandingan fase penyisihan grup, tetapi mereka mampu membalikkan keadaan hingga akhirnya menembus partai puncak. “Mereka masih under perform karena baru pertama kali main beregu,” tuturnya kepada wartawan. “Bagusnya, dari hari pertama kita langsung belajar dari pengalaman berharga ini. Dan pada hari-hari berikutnya, anak-anak tampil bagus. Sebenarnya peak mereka adalah sewaktu melawan Mutiara Cardinal di semifinal, lalu ketika bertemu Taqi Arena di final mereka sudah mendapatkan feel-nya. Hawanya sudah enak untuk bertarung,” Leonard, menjelaskan. Sementara itu di nomor putri, Exist Badminton Club berhasil meraih gelar juara usai tertinggal terlebih dahulu di gim pertama usai Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat kalah dua gim langsung 9-21, 14-21 dalam tempo 33 menit dari Kalia Rahmadani. Namun, klub bulu tangkis yang bermarkas di kawasan Cibinong, Jawa Barat tersebut meraih tiga poin beruntun melalui dua pemain tunggal, Zaira Octavia Armi dan Berlian Indah Pinastika, serta ganda Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah. Hasil pertandingan final Putra U15 Superliga U15: Revan Adrilleo Saputra VS Rafi Qabilah Fathurrahman 21-13, 20-22, 21-16 Darmawan Setiawan/Muhammad Waldan Habibi VS Ahmad Gustav Azmi/Benediktus Bryan Ardhitama 21-17 21-11 Adhy Hasmoro VS Radinka Regaz Pratama 22-20, 21-17 Deva Devandra Santosa/Muhammad Ashil VS Kausar/Prabu Arsya Pratama (Tidak dimainkan) Ghathfaan Rizqie Ramadhan VS HaryantoRafka Tratama Sanjaya (Tidak dimainkan) Hasil pertandingan final Putri U15 Superliga U15: Kalia Rahmadani VS Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat 21-9, 21-14 Tiyas Anggraeni VS Zaira Octavia Armi 21-17, 18-21, 12-21 Almaira Dzakira Wulanda Lestari VS Berlian Indah Pinastika 21-18, 16-21, 12-21 Gabrielle Bernice Nugroho Supriyadi/Syaikha Gendis Putri Setiawan VS Berlian Indah Pinastika/Malika Nur Aqilah 17-21, 17-21 Almaira Dzakira Wulanda Lestari/Kalia Rahmadani VS Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat/Yemima Febryanti Wijaya (tidak dimainkan)

China Kawinkan Gelar Asian School Basketball Championship 2025

9th Asian School Basketball Championship 2025.

Tim Nasional (Timnas) Basket China berhasil mendominasi Asian School Basketball Championship 2025 (ASBC 2025) di sektor putra dan putri. Timnas putra dan putri China menjadi yang terbaik di Asian School Basketball Championship 2025, setelah mengalahkan lawan-lawan mereka di laga puncak. Sabtu (30/8/2025), pertandingan hari terkahir penentuan gelar Asian School Basketball Championship 2025 telah digelar. Perebutan tempat 5-6 dilangsungkan di Sritex Arena, sedangkan perebutan medali perunggu dan emas digelar di GOR Indoor Manahan. Tampil di Sritex Arena, perebutan tempat ke 5 dan 6 mempertemukan Singapura dan Malaysia di sektor putri. Malaysia mengamankan tempat kelima, setelah di laga ini mengalahkan Singapura 56-44. Sementara di sektor putra, Timnas Basket Putra Indonesia mengalahkan Arab Saudi dengan skor 83-50. Berlanjut ke GOR Indoor Manahan perebutan medali perunggu di sektor putra diperebutkan Hong Kong dan Thailand. Thailand sukses merebut medali perunggu, setelah menyudahi perlawanan Hong Kong dengan skor 83-70. Sementara di sektor putri, Timnas Basket Putri Indonesia tampil menghadapi tim putri Hong Kong. Medali perunggu berhasil disabet Timnas Basket Putri Indonesia, setelah mengalahkan Hong Kong 59-39. Medali Emas putri diperebutkan oleh China dan Thailand, yang juga tampil di GOR Indoor Manahan. Thailand sempat memberikan perlawanan sengit, meski akhirnya China mengamankan medali emas putri dengan skor 89-76. Pertandingan final perbeutan medali emas putra menghadirkan laga China vs Malaysia. Pada laga ini, Malaysia juga tampil menekan di awal, tetapi akhirnya harus mengakui kekuatan China dengan skor 105-70. China pun berhasil mengawinkan gelar, usai menumbangkan lawan mereka di final. Berikut ini hasil laga terakhir ASBC 2025: Perebutan Posisi 5-6 Putri Singapura 44-56 Malaysia Putra Arab Saudi 50-83 Indonesia Medali Perunggu Putri Indonesia 59-39 Hong Kong Putra Hong Kong 70-83 Thailand Medali Emas Putri Thailand 79-89 China Putra China 105-70 Malaysia Sumber: Skor ID

Konsisten Pembinaan Usia Muda, BMVC Juara di Purwakarta

Klub BMVC

Klub voli Yogyakarta, Bumi Mataram Volley Ball (BMVC), mencoba konsisten melakukan pembinaan atlet usia muda. Pembinaan atlet dilakukan dengan mengikuti turnamen KU 12 Piala PBV Purwakarta. Hasilnya, BMVC meraih gelar juara. Pencapaian yang di luar perkiraan meski BMVC tetap menargetkan prestasi terbaik di turnamen tersebut. Hanya saja, BMVC harus bersaing ketat dengan klub-klub Jawa Barat. Di turnamen yang menjadi ajang pembinaan atlet usia muda itu, BMVC menjadi satu-satunya klub dari DIY yang mendapat undangan mengikuti Piala PBV Purwakarta. Turnamen dengan sistem satu hari digelar di dua tempat, Green Garden Sport Center (GGSC) dan Futsal Galaxy Sadang, Purwakarta, Sabtu, 23 Agustus 2025. “Ini merupakan salah satu turnamen yang rutin digelar sebagai bentuk pembinaan usia muda. Ini yang menjadikan BMVC antusias saat mendapat undangan mengikuti turnamen. Kami mendapat kesempatan menguji kemampuan atlet muda BMVC,” kata RM Aries Nandarika, pemilik BMVC, di Yogyakarta, Senin, 25 Agustus 2025. Aries menuturkan BMVC harus menghadapi persaingan ketat dengan klub-klub papan atas Jabar dan Jabodetabek, termasuk tuan rumah PBV Pur. Namun mereka mampu mengatasi lawan-lawannya. Di semifinal, Riesti Kusuma dkk sukses menyingkirkan The Black Majalengka. Dan akhirnya di laga final, BMC menaklukkan klub papan atas Bekasi Napoleon dengan skor meyakinkan 2-0, 25-17, 25-14. “Anak-anak tampil maksimal di tengah kepungan klub-klub papan atas Jawa Barat. Defense kami cukup solid dan serangan BMVC selalu tidak bisa diantisipasi lawan-lawannya sehingga bisa juara,” ujarnya. “Bukan gelar itu yang dididik, tetapi performa anak-anak yang kian membaik. Ini menjadi modal BMVC untuk meraih prestasi di tunamen selanjutnya,” kata Aries. Aries, lebih lanjut, mengatakan bila keberhasilan di Purwakarta merupakan yang keempat kalinya BMVC meraih gelar juara di tahun ini. Menurut Aries BMVC merencanakan mengikuti tujuh turnamen di KU 12 atau kelahiran 2013. Klub juga mengikuti 15 turnamen di berbagai kelompok umur. “Kami menargetkan menyapu bersih tujuh turnamen KU 2013 yang diikuti BMVC sepanjang tahun ini. Sedangkan untuk kategori berbagai kelompok umur, kami menargetkan mengikuti 15 turnamen. Tahun lalu kami bisa meraih 22 titel juara. Kami berharap bisa mempertahankannya,” ujarnya. Aries menuturkan bila keikutsertaan tim yunior di berbagai turnamen merupakan bagian dari komitmen BMVC membina pemain muda. Meski tak mudah karena penuh tantangan, namun Aries memastikan tidak akan mundur dari pembinaan bola voli. “Kami berharap regenerasi atlet voli berlanjut dan BMVC turut menyumbang atlet yang akhirnya bisa berkiprah di tingkat nasional dan bahkan bisa masuk timnas,” ucap Mbah Aries, sapaannya. Sumber: VOI

Piala AFF U23 2025: Garuda Muda Kembali Raih Poin Sempurna

Timnas Indonesia U23 vs Timnas Filipina U23

Pertandingan antara Timnas Indonesia vs Filipina di matchday 2 Piala AFF U23 2025 pada Jumat (18/7/2025) ditutup dengan skor 1-0. Berkat kemenangan di Gelora Bung Karno, Jakarta, Garuda Muda kukuh di puncak klasemen Grup A dengan 6 angka. Gol bunuh diri Jaime Rosquillo (’23) sudah cukup untuk memberikan 3 poin bagi Timnas Indonesia atas Filipina. Pasukan Gerald Vanenburg kini sendirian memimpin klasemen AFF U23 2025, berjarak 3 poin di atas Filipina dan Malaysia. Jika melihat statistik, Timnas Indonesia unggul dalam penguasaan bola hingga 66 persen. Sepanjang laga, Garuda Muda melepaskan 13 tembakan, 7 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Filipina hanya melakukan 2 percobaan, dan cuma 1 yang mengarah gawang. Meskipun sudah punya 6 poin, Timnas U23 Indonesia masih belum lolos ke semifinal. Pasalnya, hanya juara grup saja yang berhak melaju ke fase knockout. Oleh karenanya, penentuan bagi Garuda Muda akan terjadi di laga terakhir babak penyisihan, kontra Malaysia pada Senin (21/7). Terkait rekor individual, penyerang utama Timnas Indonesia, Jens Raven, hanya turun pada 45 menit terakhir laga. Sang nomor 21 tidak mencetak gol. Otomatis, perolehanya tidak bertambah. Namun, Raven masih di puncak daftar top skor AFF U23 2025 dengan 6 gol, jauh di atas Otu Banatao (Filipina) dan Haqimi Azim (Malaysia). Timnas U23 Indonesia (4-3-3): M Ardiansyah; Alfharezzi Buffon, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Doni Tri Pamungkas (F. Missa 71′); Robby Darwis, Tony Firmansyah, Arkhan Fikri; Rayhan Hannan, Rahmat Arjuna (V. Dethan 71′), Hokky Caraka (Jens Raven 46′). Pelatih: Gerald Vanenburg. Timnas Filipina U23 (4-3-3): Nicholas Gumaraes; Jian Caraig (C. Galsim 90′), Bryan Ezekiel (J. Merino 71′), Jaime Rosquillo (N. Leddel 46′), Zachary Taningo; J Alessandro Mariona, Gavins Muens, Luis Lucero; Uriel Dalapo (J. Pena 46′), Otu Banato, Doy Carino (A. Aldeguer 70′). Pelatih: Garrath Mcpherson.

Indonesia Lolos ke Delapan Besar Kejuaraan Voli Asia U16 2025

Tim nasional bola voli putra Indonesia U16

Tim nasional bola voli putra Indonesia U16 lolos ke babak delapan besar Kejuaraan Voli Asia U16 2025 setelah menempati posisi kedua Pool B. Kepastian ini diraih setelah Kazakstan kalah 0-3 (11-25, 16-25, 21-26) dari Iran dalam laga terakhir babak penyisihan di Nakhon Pathom, Thailand, Senin. Hasil tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat kedua Pool B dengan enam poin, hasil dari dua kemenangan dan satu kekalahan. “Target awal kami sudah tercapai, yaitu masuk delapan besar,” kata pelatih Indonesia U-16 Indra Wahyudi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin. Sebelumnya pada hari yang sama, Indonesia memetik kemenangan meyakinkan atas Hong Kong dengan 25-15, 25-13, 25-20, yang memastikan langkah Indonesia ke babak klasifikasi peringkat 1–8. Dari tiga pertandingan penyisihan, Indonesia mengalahkan Kazakhstan 3-1 (25-13, 25-15, 18-25, 25-11), tapi dikalahkan Iran 1-3 (21-25, 25-21, 19-25, 24-26). Indonesia pun masuk Pool F babak klasifikasi delapan besar bersama Iran (juara Pool B), Pakistan (juara Pool D), dan Korea Selatan (runner-up Pool D). Babak klasifikasi digelar pada 16–17 Juli. “Kami harus fight melawan siapa saja. Pakistan atau Korea, kita siap tempur,” ujar Indra. Kejuaraan ini diikuti oleh 16 negara yang terbagi ke dalam empat grup. Setiap tim menjalani laga penyisihan dengan sistem setengah kompetisi pada 12–14 Juli. Dua tim teratas dari tiap grup masuk babak klasifikasi peringkat 1–8 (Pool E dan F), sementara sisanya bersaing di klasifikasi peringkat 9–16. Hasil pertandingan antara tim yang sudah bertemu pada fase penyisihan akan dibawa ke babak klasifikasi dan tidak dipertandingkan ulang. Empat tim terbaik dari klasifikasi 1–8 akan melaju ke semifinal pada 18 Juli, dan final pada 19 Juli. Tiga tim teratas kejuaraan ini memperoleh tiket Kejuaraan Dunia Bola Voli U17 pada 2026. Sumber: ANTARA

Piala AFF U23 2025: Indonesia Gilas Brunei, Jens Cetak 6 Gol!

Jens Raven

Hasil Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam dalam laga Piala AFF U23 2025 ditutup dengan skor akhir 8-0 pada Selasa (15/7/2025). Kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, membuat Garuda Muda di puncak klasemen Grup A. Timnas U23 Indonesia membuka kampanye mereka di AFF U23 2025 Championship dengan penampilan ofensif nan meyakinkan. Jens Raven, penyerang yang baru saja masuk Bali United, mengemas double hattrick (6 gol). Nama lain yang masuk daftar pencetak gol adalah Arkhan Fikri dan Robi Rayhan Hannan. Kemenangan 8-0 ini menjadi awal yang manis untuk Timnas Indonesia di AFF U23 2025. Namun, masih ada 2 pertandingan lain di Grup A. Partai berikutnya adalah duel kontra Filipina pada 18 Juli, lantas pertarungan klasik lawan Malaysia pada 21 Juli. Dalam update klasemen AFF U23 2025, Timnas Indonesia memimpin Grup A dengan 3 poin. Tim asuhan Gerald Vanenburg unggul selisih gol (+8 berbanding +2) dari Filipina yang pada Selasa (15/7) sore menang 2 gol lawan Malaysia. Kekalahan Malaysia yang mengejutkan, ditambah kemenangan masif Timnas U23 Indonesia, jadi hal positif bagi Garuda Muda. Pasalnya, hanya juara grup saja yang akan otomatis lolos ke semifinal. Sebaliknya, hanya 1 runner-up grup yang lolos, berdasarkan ranking para runner-up Grup A, B, dan C.

Ini Bocoran Kriteria yang Dicari di Audisi Umum PB Djarum 2025

Yuni Kartika dan Fung Permadi

Audisi Umum PB Djarum 2025 akan berlangsung pada 8-12 September 2025, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putra sekaligus Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi berucap, tiga kelompok usia yang disasar pada audisi tahun ini bertujuan untuk meregenerasi para atlet senior di setiap sektor. Perihal kriteria, yang dipatok Fung beserta jajaran tim pencari bakat untuk para peserta putra ialah feeling touch. “PB Djarum berupaya agar setiap tahun kelahiran punya pemain pelapis yang berpotensi untuk menjadi pemain dunia. Sementara keperluannya di tahun ini U-11, KU 11, dan KU 12 untuk nantinya meningkat U-13, U-15 dan semakin mengerucut. Sedangkan mengenai kriteria dari kami tentunya mereka yang memiliki teknik dasar dan feeling touch pukulan yang baik, serta punya potensi untuk bersaing di tingkat dunia,” ungkap Fung. Sementara itu, Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Yuni Kartika mengungkapkan, atlet yang dibidik oleh sektor putri PB Djarum pada audisi tahun ini utamanya memiliki postur ideal. Peraih Uber Cup 1994 ini menilai bahwa elemen tersebut menjadi krusial, agar mampu bersaing dengan para atlet putri dunia yang secara postur cukup diandalkan, selain teknik. “Sementara aspek lain yang menjadi penilaian tentu bakat, mental, serta kecerdikan mereka ketika bertanding. Jadi postur sangat dipertimbangkan, kecuali memang atlet itu punya bakat yang sangat istimewa. Tapi kalau tergolong biasa saja, kami tetap mengutamakan postur terutama tinggi badan atau yang punya potensi tinggi,” sebut Yuni. Ia juga menambahkan, guna menyeleksi atlet yang sesuai dengan kriteria tersebut, selain dibantu jajaran pelatih, tak menutup kemungkinan juga melibatkan dokter spesialis terkait. “Kami juga akan menyiapkan dokter untuk melihat dan memastikan kriteria yang kami inginkan, jadi kalau ragu kami bisa berkonsultasi agar lebih pasti. Yang kami harapkan pada audisi ini bisa menemukan atlet paket komplit,” imbuhnya. Rangkaian seleksi Audisi Umum PB Djarum 2025 diawali dengan fase screening yang mengadopsi pertandingan dengan sistem gugur 1 game hingga poin ke-21 (tanpa deuce/setting). Setelah fase screening, tahapan berikutnya ialah tahap turnamen. Untuk kategori putra, Super Tiket diberikan kepada para semifinalis, sementara di kategori putri, peraih Super Tiket yang melenggang ke tahap karantina adalah para finalis di babak turnamen. Sedangkan tahap karantina diselenggarakan selama empat minggu (13 September hingga 11 Oktober 2025) dengan dua kali fase eliminasi, yang bertujuan melihat potensi dan mentalitas atlet. Mereka yang lolos di tahap karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum. Untuk mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025, para calon peserta dapat mendaftarkan diri secara daring melalui laman berikut ini dan telah dibuka mulai 20 Juni 2025 lalu.

Resmi Digelar! 72 Atlet Muda Berlaga di Kejurnas Boling Junior 2025

Kejurnas Boling Junior 2025

Sebanyak 72 atlet muda dari sembilan provinsi di Indonesia ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Boling Junior 2025 yang digelar di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta, pada 1–5 Juli 2025. Ajang ini menjadi panggung penting dalam upaya pengembangan dan pencarian talenta boling masa depan Indonesia. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB PBI), Agus Muhammad Bahron, menegaskan pentingnya turnamen ini sebagai bagian dari program regenerasi atlet nasional. Ia berharap Kejurnas Junior menjadi jembatan bagi atlet-atlet muda menuju level internasional. “Kami membutuhkan kombinasi dan regenerasi atlet, dan inilah salah satu ajang yang kami gelar untuk itu. Harapannya, atlet dari kejuaraan ini bisa kami bawa ke panggung internasional,” ujar Agus kepada ANTARA, Rabu (2/7). Kejurnas ini mempertandingkan enam kategori berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin, yaitu, U-25 Putra, U-25 Putri, U-21 Putra, U-21 Putri, U-15 Putra, U-15 Putri. Menurut Agus, saat ini Indonesia memiliki banyak atlet muda dengan potensi besar. Oleh karena itu, PB PBI akan terus melakukan pemantauan terhadap performa para peserta dan memberi pembinaan lanjutan untuk mempersiapkan mereka menghadapi kejuaraan internasional. “Melalui turnamen ini, kami akan melakukan penilaian untuk atlet-atlet yang berpotensi. Mereka akan terus kami bina dari level junior hingga senior. Boling bukan hanya soal teknik, tapi juga soal kekuatan mental, dan itu harus dilatih sejak dini,” tambahnya. Dengan digelarnya Kejurnas Junior ini, PB PBI berharap muncul bibit-bibit unggul yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Seri Nasional Durava LAI 2025 Resmi Dibuka Wamenpora

Seri Nasional Durava Liga Anak Indonesia By Inaspro Season 2 Tahun 2025

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI), Taufik Hidayat, secara resmi membuka Seri Nasional Durava Liga Anak Indonesia (LAI) By Inaspro Season 2 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Sepak Bola TNI AU Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (1/7). Pembukaan dilakukan secara simbolis dengan pelepasan balon sebagai tanda dimulainya kompetisi yang berlangsung pada 1–5 Juli 2025. “Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan Liga Anak Indonesia Seri Nasional 2025 resmi dibuka. Selamat bermain dan selamat bergembira,” ujar Wamenpora Taufik saat membuka acara tersebut. Ajang ini diikuti oleh 1.395 anak dari 96 Sekolah Sepak Bola (SSB) yang mewakili 36 regional dari seluruh Indonesia. Mereka turun dalam empat kategori usia: U-8, U-10, U-11, dan U-12. Selain itu, hadir pula 192 pelatih dan ofisial yang turut mendampingi para pemain muda berbakat. Wamenpora Taufik mengajak para peserta untuk menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Ia menyebut bahwa dari lapangan ini akan lahir pemain-pemain hebat yang kelak membanggakan bangsa. “Kalian datang ke Jakarta bukan hanya untuk bermain bola, tapi untuk menunjukkan bahwa masa depan sepak bola Indonesia ada di tangan kalian semua. Dari kampung, dari kota, dari ujung timur sampai ujung barat, kalian punya mimpi yang sama: ingin jadi pemain hebat, memakai seragam timnas, dan bikin bangga orang tua kalian,” ujarnya. Wamenpora juga menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah memastikan agar mimpi-mimpi itu terus tumbuh. Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang aman, menyenangkan, dan berkualitas bagi anak-anak untuk belajar, berlatih, dan bertanding. “Liga Anak Indonesia ini bukan sekadar ajang perebutan juara, tetapi juga ruang belajar yang sehat dan menyenangkan. Dengan format yang baru, semua anak mendapat kesempatan bermain sehingga pengalaman dan pembelajaran menjadi fokus utama,” ucapnya. Momen pembukaan juga dimeriahkan oleh kehadiran para legenda sepak bola Indonesia, seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandy dan Leo Saputra. Para legenda tersebut diminta maju ke tengah lapangan agar anak-anak dapat melihat langsung sosok inspiratif yang pernah membela Merah Putih. “Kami ingin anak-anak tahu siapa panutan mereka. Kami ingin mereka terinspirasi, karena dari lapangan ini, bukan tidak mungkin kelak ada yang mengikuti jejak Mas Kurniawan dan kawan-kawan, bahkan melampaui,” ujar Wamenpora Taufik. Mengakhiri sambutannya, Wamenpora memberikan apresiasi kepada para orang tua, pelatih, pendamping, panitia, operator lokal, dan tim dari Inaspro atas dedikasi mereka dalam menyukseskan acara ini. Ia juga menitipkan pesan penting kepada para peserta. “Bermainlah dengan semangat, jaga sportivitas, dan saling menghargai. Menang itu menyenangkan, tapi proses, semangat, dan persahabatan jauh lebih penting,” ujarnya.

768 Atlet Siap Ramaikan Kejurnas Taekwondo Open 2025 di Jayapura

Kejurnas Taekwondo Open 2025

Kejuaraan tingkat Nasional (Kejurnas) bertajuk Papua Open 2025 Piala Gubernur Papua resmi dibuka oleh Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzanna Wanggai, di GOR Cendrawasih, Kamis (01/05/2025). Sekda Wanggai menyampaikan kejurnas ini menjadi momen luar biasa dengan kehadiran 768 atlet dari berbagai Provinsi. “Kami berharap aja ini melahirkan bibit-bibit baru dalam dunia Taekwondo yang dapat berkompetisi berkompetisi di tingkat lebih tinggi, meski kapasitas fiskal daerah terbatas kami tetap optimis dalam mendukung atlet untuk masa mendatang,” ungkap Suzana, Kamis (01/05/2025). Kejuaraan ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 1 hingga 3 Mei 2025 dengan peserta berasal dari Provinsi Papua, Tengah Papua, Papua Selatan dan Papua Pegunungan. Ajang ini juga menjadi bagian dari seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (Pornas) 2025 yang akan digelar di Sumatera Utara dan Aceh. Sebagai bentuk dukungan terhadap para atlet rektor Universitas Yapis Papua Didik Mabui menyerahkan beasiswa senilai Rp100.000.000 kepada pengurus Provinsi Taekwondo Papua. Ia menegaskan bahwa bantuan ini ditujukan untuk atlet berprestasi sebagai motivasi agar mereka terus belajar dan membangun tanah Papua. Kejuaraan yang terbuka bagi atlet dan berbagai kelompok usia mulai 5 hingga 28 tahun dengan kategori kadet, rakadet, Junior dan senior. Ketua Panitia Fardiansyah Fahril menyatakan bahwa turnamen ini memberikan ruang bagi atlet muda untuk berkreasi dan berkembang di dunia Taekwondo. “Papua Open 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi” ujar Fardiansyah. Sumber: Topik Papua

Exist Mendominasi Sirkuit Nasional B Kepri 2025

Sirkuit Nasional B Kepri 2025

Tuntas sudah rangkaian final Sirkuit Nasional B Kepri 2025. Berikut hasil-hasil selengkapnya di partai puncak! Sirnas B Pekanbaru 2025 digelar sedari Senin (14/4) sampai dengan Sabtu (19/4). Exist Badminton Club keluar sebagai juara umum dengan 7 gelar juara, disusul Djarum Kudus 2 gelar juara, dan Sarwendah BC serta Champion Gading Jaya masing-masing 1 gelar juara pada seri pembuka rangkaian Sirnas tahun 2025 ini. Untuk seri Sirnas selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 21 – 26 April 2025. Sirnas berlevel A tersebut akan berlangsung di GOR Sudirman, Kota Surabaya. Daftar Juara Sirnas B Pekanbaru 2025: TAPA: Ghathfaan Rizqie Ramadhan Haryanto [Djarum Kudus] TPA: Richardo Regino Mozes Munde [Exist Badminton Club] UDPA: Tristan Geovanni Pardosi [Champion Gading Jaya] TAPI: Diajeng Putri Hartini [Exist Badminton Club] TPI: Kalia Rahmadani [Djarum Kudus] UDPI: Adelia Khansa Rafani [Sarwendah Badminton Club] GPC: Raynanda Laksmana & Malika Nur Aqilah [Exist Badminton Club] GAPI: Diajeng Putri Hartini& Kayla Kabillah Ismail [Exist Badminton Club] GPI: Berlian Indah Pinastika & Malika Nur Aqilah [Exist Badminton Club] GAPA: Lorenzio Juvian Chandra & Syahdad Alfadilla [Exist Badminton Club] GPA: Athaya Affan Zaidan & Raynanda Laksmana [Exist Badminton Club]

PSSI Selenggarakan Hydroplus Pertiwi Cup 2025 untuk U14 dan U16

Hydroplus Piala Pertiwi U14 dan U16 2025

PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) menjalin kerja sama strategis dengan Djarum Foundation sebagai Official Sponsor untuk menggelar Hydroplus Piala Pertiwi U14 dan U16 2025. Kedua pihak sepakat kerjasama tersebut akan berjalan tiga tahun hingga 2027. “Official Sponsor Piala Pertiwi U14 & U16 ini mendapat kehormatan karena turnamen ini merupakan ajang resmi pertama PSSI di sepakbola putri usia muda yang diadakan di 12 Asosiasi Provinsi PSSI dan 16 regional,” kata Marsal Masita. “Melalui Hydroplus Piala Pertiwi U14 & U16 2025, kami menetapkan target kepesertaan mencapai 32 tim di setiap regional, 5760 pemain sepakbola putri yang terlibat, 120 pelatih putri yang terlibat, dan 62 wasit putri yang terlibat dalam pelaksanaan kompetisi ini,” ujar Marsal Masita. “Untuk acara Eksklusif di All Star atau National Series akan dibuat semenarik dan se-festive mungkin dengan mini games seperti penalty shootouts, crossbar challenge, skills challenge selama kompetisi All Star berlangsung. Salah satu bentuk aktivasi yang ditunggu-tunggu adalah exclusive collaboration antara Pokemon dan Timnas Indonesia / PSSI untuk grassroots level dan youth development dalam Side Competitions with Pokemon Mascot, Half Time Dance with Pokemon Mascot, dan post-match activation berupa “Poke Kick”. Selain itu, pelaksanaan program Content Refreshment atau Workshop sebelum Match Coordination Meeting di setiap regional. Program refreshment dibawakan oleh Coach Educator dan ditujukan kepada Ofisial Tim, anggota Asosiasi Provinsi PSSI, dan Operator Pertandingan. Content yang akan diperdalam berupa Game Operations Management, Safeguarding, dan Law Of The Game (LOTG),” tambahnya. “Djarum Foundation berkomitmen dan fokus mengambil peran dalam pembinaan dan pemassalan sepakbola putri untuk menyiapkan atlet-atlet terbaik sejak usia dini. Kami mendukung kompetisi rutin dan berjenjang agar atlet-atlet sepakbola putri semakin terasah kemampuannya dan memiliki jam terbang tinggi sehingga diharapkan dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional di masa depan,” kata Teddy Tjahjono, Program Director Milklife Soccer Challenge, Bakti Olahraga Djarum Foundation. Sejak tahun 2023, Djarum Foundation secara rutin telah menggelar MilkLife Soccer Challenge, turnamen sepak bola putri antar-Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar, untuk kategori usia U10 dan U12 di 8 kabupaten/kota. Hydroplus Pertiwi Cup 2025 U14 dan U16 diharapkan menjadi keberlanjutan dari program tersebut. “Suatu kehormatan buat Hydroplus dipercaya menjadi official sponsor penyelenggaraan Hydroplus Pertiwi Cup 2025 U14 dan U16. Hydroplus akan terus mendukung atlet-atlet sepakbola putri dan seluruh generasi muda Indonesia yang semakin aktif dan produktif serta menjalani gaya hidup yang lebih sehat dengan beraktivitas fisik,” kata Yose Moriza, Group Brand Head Hydroplus. Turnamen Hydroplus Piala Pertiwi 2025 ini menggunakan format seri nasional. Direncanakan national series memakai sistem All Star yang mempertandingkan pemain-pemain terbaik dari 16 kota pelaksanaan di tingkat regional. Sesuai dengan basis Djarum Foundation, nantinya di babak All Star atau National Series direncanakan berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, pada 7-20 Juli 2025. Penyelenggara Hydroplus Piala Pertiwi 2025 sudah menjadwalkan pelaksanaan untuk kompetisi di Pulau Jawa yang dimulai dari tingkat regional. 14-20 April: Tangerang 21-27 April: Bandung 25-27 April: Samarinda 28 April-4 Mei: Cirebon 5-11 Mei: Semarang 9-11 Mei: Denpasar 12-18 Mei: Surabaya 19-25 Mei: Kudus 23-25 Mei: Makassar 26 Mei-1 Juni: Malang 9-11 Juni: Medan 9-15 Juni: Jakarta 13-15 Juni: Palembang 16-18 Juni: Jayapura 16-22 Juni: Solo 23-29 Juni: Yogyakarta All Star 7-20 Juli: Kudus Format Pertandingan: Dalam penyelenggaraan Hydroplus Piala Pertiwi 2025, sistem pertandingan antara U14 dan U16 sengaja dibedakan. Hal itu mengingat usia pemain yang juga berbeda. Di U14, sistem permainan yang digunakan adalah 9 lawan 9, dengan durasi pertandingan 2×25 menit dan mensyaratkan empat pergantian pemain sebanyak 3 slot + half-time. Sedangkan U-16 menggunakan sistem permainan 11 lawan 11 dan waktu normal pertandingan, 2 x 30 menit dengan format pergantian yang sama dengan U14. Kompetisi U14 bisa diikuti pemain kelahiran 1 Januari 2011 hingga 31 Desember 2013. Sementara U-16 diikuti pemain kelahiran 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2010. Format turnamen ini mengalami perubahan ketimbang Piala Pertiwi tahun 2024 yang menggunakan format senior dan U-17. Tahun lalu, tim Toli FC Papua Pegunungan dan Persib U-17 meraih gelar juara. Prosedur Pendaftaran: Untuk mengikuti turnamen ini, penyelenggara menetapkan tiga tahap pendaftaran, yakni mengisi formulir kepesertaan, mendapat rekomendasi dari Asprov setempat, dan mendaftarkan pemain serta ofisial melalui SIAP (Sistem Informasi dan Administrasi) PSSI.

Timnas Panahan Indonesia Bertolak ke Amerika Untuk Kejuaraan Dunia

Pelepasan Tim Panahan Indonesia

Tim panahan Indonesia akan berjuang di seri Kejuaraan Dunia 2025. Untuk seri pertama, mereka akan berangkat ke Amerika Serikat. Tercatat ada delapan atlet panahan yang akan berjuang di kejuaraan Hyundai World Archery di Auburndale, Florida, Amerika Serikat. Kejuaraan tersebut akan berlangsung pada tanggal 8 – 13 April mendatang. Setelah itu, akan dilanjut dengan seri lain yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok, 6-11 Mei 2025, Antalya, Turki, 3-8 Juni 2025, dan Madrid, Spanyol, 8-13 Juli 2025. Sementara putaran final akan berlangsung di Nanjing, Tiongkok, 17-19 Oktober 2025. Ketum Perpani, Arsjad Rasjid, yang mengumumkan keberangkatan tim Indonesia pada, Sabtu (5/4/2025). Ada harapan besar mereka akan mengharumkan nama Indonesia. “Timnas panahan akan mengikuti Hyundai World Archery stade 1 di Auburndale, Florida Amerika Serikat, yang akan berangkat pada 5 April 2025,” ujar Arsjad Rasjid. “Kita semua berharap timnas (panahan) dapat meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama bangsa, selama berjuang,” sambungnya. Dari delapan atlet yang berangkat, ada nama Riau Ega Agata Salsabila dan Diananda Choirulnisa yang kerap mengiktui ajang-ajang internasional. Sebagai informasi, kontingen panahan Indonesia pernah menyabet emas, perak, dan lima kali meraih perunggu sepanjang keikutsertaannya di Kejuaraan Dunia Panahan. Berikut daftar delapan atlet panahan, tiga pelatih, dan satu official yang berangkat ke Amerika: 1. Kyung Chul Lee 2. Hendra Setiawan 3. Rizki Ferdiansyah 4. Abdul Razak 5. Riau Ega Agata Salsabila 6. Ahmad Khoirul baasith 7. Alvianto Bagas prastyadi 8. Gusti fazli kertinegoro 9. Diananda choirulnisa 10. Syifa nurfifah Kamal 11. Ayu mereta dyasari 12. Fathya Erista Maharani

Piala Asia U17: Indonesia Kalahkan Korea Selatan

Tim U17 Indonesia

Timnas U17 Indonesia membuka Piala Asia U17 2025 dengan kemenangan 1-0 atas Korea Selatan pada Jumat (4/4/2025). Partai Timnas U17 Indonesia vs Korea Selatan bergulir di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Jeddah, Arab Saudi, dan menjadi laga perdana babak penyisihan Grup C Piala Asia U17 2025. Gol tunggal Garuda Asia melawan dua kali juara Piala Asia U17 ini dicetak melalui titik pinalti di menit ke 90+1′ oleh Evandra Florasta. Meraup tiga poin di laga perdana melawan tim sekuat Korea Selatan tentu menjadi dorongan motivasi yang besar untuk pertandingan selanjutnya. “Saya sangat Bangga atas perjuangan tanpa henti para pemain. Hasil yang sangat diharapkan, dan jadi penyemangat agar kami fokus ke laga selanjutnya. Perjalanan masih panjang. Kami harap terus dukungan dan doa dari seluruh pecinta Timnas,” ucap Nova. Setelah empat tim di Grup C memainkan laga perdananya, Indonesia ada di urutan kedua dengan nilai sama dengan Yaman, tetapi kalah selisih gol. Di posisi ketiga dan keempat ditempati Korea Selatan dan Afganistan. Jadwal Pertandingan Timnas U17 Indonesia Berikutnya: Senin, 7 April 2025 : Indonesia U17 vs Yaman U17. Kick-off: 22.00 WIB Jumat, 11 April 2025 : Afghanistan U17 vs Indonesia U17. Kick-off: 00.15 WIB