Adakah Batas Umur Jadi Atlet Bulu Tangkis Menurut BWF?

Adakah Batas Umur Jadi Atlet Bulu Tangkis Menurut BWF?

Berapa batas umur jadi atlet bulu tangkis? Apakah bisa menjadi atlet bulu tangkis jika memulai di usia dewasa? Simak aturan BWF dan usia ideal untuk berkarir sebagai atlet bulu tangkis, lengkap dengan jawaban berapa batas umur jadi atlet bulu tangkis berikut ini. Secara umum, sebenarnya tidak ada batas umur bermain bulu tangkis. Jadi, berapa pun usiamu bisa tetap menjadi pemain bulu tangkis. Bahkan, BWF mengadakan berbagai level turnamen untuk berapa pun usia atlet bulu tangkis mulai dari level junior, dewasa hingga senior. Pertandingan junior bisa diikuti oleh anak-anak hingga remaja yang berusia kurang dari 19 tahun. Level turnamen dewasa bisa diikuti oleh atlet badminton usia 19 tahun ke atas dan kurang dari 35 tahun. Sementara itu, level senior bisa diikuti atlet bulu tangkis berusia 35 tahun ke atas. Ada pun pebulutangkus tertua di dunia yaitu Lin You Mao. Bahkan ia mendapatkan Rekor Dunia Guinness sebagai pemain bulu tangkis tertua di dunia. Lin yang lahir 15 Agustus 1922 telah menjadi pemain tetap di beberapa kompetisi bulu tangkis Taiwan selama bertahun-tahun. Namun perlu diketahui, jika kamu mulai belajar bulu tangkis di usia 20 tahun ke atas, maka kamu hanya bisa menjadi pemain bulu tangkis biasa tapi tidak bisa jadi atlet badminton profesional. Simak penjelasan batas umur atlet bulu tangkis dengan contoh sederhana berikut ini. Sebagai contoh, kamu memulai belajar bulu tangkis di usia 22 tahun, maka kamu perlu waktu dua tahun untuk mengasah keterampilan dan skill bulu tangkis. Selanjutnya, kamu perlu waktu 2-3 tahun untuk bertanding dengan rekan satu tim untuk mempelajari taktik dalam permainan. Lalu, kamu perlu belajar lagi selama 2 tahun untuk mengasah mental dan memperbanyak jam terbang di pertandingan nasional hingga internasional. Setelah perjalanan panjang itu, kamu sudah mencapai usia mendekati pensiun dan kondisi fisik yang mulai menurun. Oleh sebab itu, banyak asosiasi bulu tangkis yang mencari anak-anak berbakat sejak usia anak-anak yakni 7-8 tahun. Selanjutnya mereka akan dilatih dengan keras dan ketat hingga usia 17 tahun. Jika kamu ingin menjadi atlet bulu tangkis profesional, coba cek aturan klub bulu tangkis Indonesia seperti PB Djarum, Jaya Raya, dan lainnya terkait ketentuan usia. Batas Umur dan Peta Karir Atlet Bulu Tangkis Berikut kami merangkum ketentuan batas umur dan peta karir atlet bulu tangkis yang dikutip dari website PB Djarum. 1. Usia 7-8 tahun Mulai belajar bermain bulu tangkis di klub-klub di kota asalnya 2. Usia 12-13 tahun Mulai meniti karir bulu tangkis di klub besar 3. Usia 15-16 tahun Mulai menentukan bulu tangkis sebagai pilihan karir 4. Usia 18-19 tahun Diharapkan sudah masuk ke skuad nasional 5. Usia 20 tahun Mulai mengukir prestasi internasional 6. Usia 23 tahun Di puncak kematangan sebagai seorang atlet 7. 29-30 tahun Jika terus menekuni bulu tangkis, bisa memulai karir sebagai pelatih Itulah aturan BWF dan usia ideal untuk berkarir sebagai atlet bulu tangkis, lengkap dengan jawaban berapa batas umur jadi atlet bulu tangkis.

Pebasket Pelajar SMA Seluruh Indonesia Bertanding Rebut Piala Gubernur Jatim 2021

Pebasket Pelajar SMA Seluruh Indonesia Bertanding Rebut Piala Gubernur Jatim 2021

Kejuaraan Basket Antar SMA se-Indonesia 2021 memperebutkan Piala Gubernur Jawa Timur secara resmi bergulir di GOR Kertajaya, Surabaya, mulai 16 Desember 2021. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jatim Pulung Chausar, didampingi Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jatim Grace Evi Ekawati. Pulung Chausar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu untuk menyukseskan gelaran pertama ini. Menurutnya ini merupakan gelaran penting di tengah pandemi COVID-19. “Kami sangat bangga sekali terselenggaranya event ini tentunya tanpa dukungan semua pihak semua stakeholder mulai pegiat olahraga, sponsor, gugus COVID-19 tidak akan bisa menyelenggarakan in, kita tahu bersama sekarang masih momen pandemi kita berhati-hati betul, dengan adanya event ini sungguh luar biasa untuk kebangkitan olahraga di Jatim,” ungkap Pulung, Jumat (17/12/2021) Diuraikan kegiatan ini, sesuai dengan amanah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa harus bisa melahirkan bibit-bibit pebasket baru tidak hanya untuk kepentingan Jatim tapi juga untuk kepentingan nasional. Sesuai pesan Bu Gubernur diharapkan event ini menjadi wadah pembinaan atlet-atlet muda dan mencari bibit unggul untuk prestasi Jatim yang lebih baik ke depan. “Event ini juga sekaligus untuk mempersiapkan diri jelas Pra Popda, Pra Popnas dan nanti sampai PON,” ujarnya. Setelah muncul bibit unggul, ia pun menaruh harapan besar kepada Perbasi Jatim untuk melakukan pembinaan sehingga dapat mencapai prestasi tinggi. Apalagi, Perbasi Jatim memiliki target untuk menyapu bersih empat emas di PON 2024 di Aceh dan Sumut. Sementara itu, Ketua Perbasi Jatim Grace Evi Ekawati menyampaikan, kejuaraan ini menjadi ajang untuk mencari bibit baru untuk diproyeksikan masuk dalam skuad pemusatan latihan daerah (Puslatda) Jatim di PON XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara. Tentu ini jadi ajang pencarian atlet untuk Puslatda bahkan sampai nasional, kalau selama ini pengprov taunya klub, sedangkan anak lain kita tidak tahu. “Ssehingga, dengan adanya kejuaraan ini kita tahu potensi atlet karena tidak semua atlet yang ada itu masuk dalam klub, itulah kenapa kemudian kejuaraan ini antar SMA,” kata Evi. Karena itu, nantinya akan ada tim pencari bakat yang akan melihat potensi para peserta, lalu akan dipilih untuk mengikuti camp yang sudah masuk dalam program kerja kepengurusan baru Perbasi Jatim periode 2021-2025. “Kita akan cari bakat, hasilnya akan kita data lalu kita lakukan pembinaan tetap dengan format promosi degradasi sesuai dengan kemampuan masing-masing anak,” jelasnya. Ia pun optimis dengan potensi yang ada dan pembinaan dilakukan dengan benar, sangat besar peluang Jatim meraih empat emas di PON 2024. Dalam kejuaraan Piala Gubernur ini ada 16 peserta yang terdiri dari 16 SMA dari beberapa provinsi, tercatat diantaranya SMAN 2 Bandung, SMAN 8 Bandung, SMAN 2 Surabaya, SMAN 1 Puri Mojokerto, NSA Surabaya, SMA Frateran Surabaya, SMAN 16 Surabaya, SMAN 9 Surabaya. SMAN 1 Waru, ITP Surabaya, SMAN 1 Blitar, Fatih Billingual School Aceh, SMAN Warga Surakarta, SMAN 2 Kediri, SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, dan SMA Kedungwaru Tulungagung.

Atlet Muda Dominasi Pelantas Angkat Besi 2022

Atlet Muda Dominasi Pelantas Angkat Besi 2022

PB PABSI akan melakukan pemanggilan pelatnas pada minggu pertama Januari mendatang. Kabidbinpres PABSI Hadi Wihardja menyatakan, saat ini pihaknya mengajukan 23 atlet untuk Pelatnas 2022. Jumlah tersebut mengalami penambahan jika dibandingkan dengan pelatnas tahun ini yang berisi 16 atlet. “Mengingat tahun depan ada SEA Games dan Asian Games 2022. Tapi, belum tahu berapa jumlah yang akan disetujui pemerintah. Misalnya cuma disetujui 18, ya lima sisanya gugur,” ujar Hadi. Dia menjelaskan bahwa sebagian besar atlet pelatnas tahun depan akan didominasi lifter muda. Sebab, selama setahun ini, mereka menunjukkan prestasi yang menonjol jika dibandingkan dengan lifter-lifter senior. Sebagaimana Windy Cantika Aisah yang meraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Rizki Juniansyah yang tahun ini menjadi juara dunia junior kelas 73 kg. Kemudian, ditutup raihan Rahmat Erwin Abdullah yang meraih gelar juara dunia 73 kg senior pada pekan lalu. “Kami cermati selama setahun ini, raihannya seperti apa. Lifter remaja dan junior raih hasil bagus. Prinsipnya, penempatan bergantung penampilan,” lanjut Hadi. Meski begitu, Hadi tetap membuka peluang bagi lifter yang tidak masuk daftar. Bagi lifter yang terdegradasi, mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Jika ada peningkatan, mereka bisa saja dipanggil ke pelatnas lagi. Apalagi, ada tes angkatan rutin tiap bulan untuk memantau progres atlet. “Intinya, meski terdegradasi, mereka tidak berhenti berproses. Pemanggilan kami usahakan secepatnya karena akan lebih baik untuk melanjutkan program,” imbuhnya.

KONI Yogyakarta Gandeng Guru SMP Dalam Pencarian Bibit Atlet Potensial

KONI Yogyakarta Gandeng Guru SMP Dalam Pencarian Bibit Atlet Potensial

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogyakarta menggandeng guru-guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk ikut dalam program pemantauan atlet potensial di hotel kawasan Kemetiran, Yogyakarta, Sabtu (11/12/2021). Upaya ini dilakukan agar program pembibitan atlet usia muda berjalan baik, sehingga dapat terciptanya regenerasi atlet berprestasi. Selain itu agenda ini sejalan dengan Sosialisasi Undang-undang No.3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional yang dihadiri guru-guru SMP se-kota Yogyakarta. Ketua Umum (Ketum) KONI Yogyakarta, Aji Karnanto mengungkapkan agenda ini dapat menumbuhkan sinergi antara dunia pendidikan dan olahraga prestasi bisa semakin ditingkatkan. Menurut Aji, dunia pendidikan jadi satu di antara pihak penting dalam dalam tahapan pembinaan dan pembentukan prestasi dan karier seorang atlet. “KONI memang cuma mengelola dan membina olahraga prestasi, tetapi untuk bisa maksimal jelas tidak luput dengan sinergitas bersama olahraga pendidikan,” jelasnya. Lantas selepas tahapan sosialisasi ini harapannya dapat dimunculkannya kegiatan pencairian bibit-bibit atlet dari sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta. “Harapannya nanti atlet-atlet Kota Yogyakarta bisa lebih berprestasi baik secara nasional maupun internasional lewat sinergi ini,” tegasnya. Dalam agenda ini, ada tiga pembicara untuk menyajikan materi terkait pembinaan olahraga. Ketiga pembicara tersebut yakni, Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Yogyakarta, Hasyim, Danardono sebagai akademisi keolahragaan dari FIK UNY dan Bastari Ilyas dari praktisi hukum. Hasyim mengungkapkan, di tingkat SMP, siswa akan banyak mencoba untuk meraih prestasi individual, mulai dari prestasi akademik hinggal olahraga. “Prestasi siswa di bidang olahraga, memiliki faktor pendukung mulai dari fisik, teknik, psikologis, guru PJOK, orang tua dan sarana prasarana,” tuturnya.

Rahmat Erwin Sabet 2 Emas Pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021

Rahmat Erwin Abdullah kembali mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Baru-baru ini, ia menyabet dua medali emas masing-masing pada angkatan clean and jerk dan total angkatan dalam persaingan kelas 73 kg putra Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, Jumat malam WIB. Dalam perebutan medali angkatan clean and jerk, lifter 21 tahun itu menjadi yang terbaik setelah pada angkatan ketiga mengangkat beban 192 kg. Rahmat Erwin membuka angkatan pertama dengan 180 kg dan kedua dengan 186 kg. Rahmat Erwin mengalahkan lifter Albania Briken Calja yang membawa pulang perak setelah membukukan angkatan terbaik clean and jerk 186 kg. Sementara perunggu diraih lifter Korea Selatan Hansol Jeong dengan angkatan terbaik 181 kg. Namun pada angkatan snacth, Rahmat Erwin hanya mampu menempati posisi kelima. Dia membuka laga dengan melakukan angkatan snacth 142 kg. Kemudian pada percobaan kedua dia mengangkat beban 147 kg dan terakhir 151 kg. Sementara medali emas angkatan snacth diraih Briken Calja dengan 156 kg. Suttipong Jeeram dari Thailand meraih perak dengan 154 kg dan Sergei Petrov wakil dari Federasi Angkat Besi Rusia membawa pulang perunggu usai mengangkat 153 kg. Dengan hasil tersebut, secara keseluruhan atau gabungan dari angkatan snacth dan clean and jerk, Rahmat Erwin memastikan medali emas dengan total angkatan 343 kg. Sementara perak diraih Calja Briken dengan total angkatan 342 kg dan Jeeram Suttipong membawa pulang perunggu setelah membukukan total angkatan 334 kg. Pelatih Kepala Pelatnas, Dirja Wihardja mengatakan dua emas yang diraih Rahmat Erwin merupakan konsistensi prestasinya setelah Olimpiade Tokyo 2020. “Total angkatan yang diraih Rahmat Erwin Abdullah mengalami peningkatan 1kg dari Olimpiade Tokyo 2020 lalu,” kata Dirja Wihardja dalam keterangan tertulis, Sabtu dini hari. Pada Olimpiade Tokyo, Rahmat Erwin Abdullah meraih perunggu dengan total angkatan 342 kg (150 kg snatch dan 190 kg pada clean and jerk). “Dengan penerapan strategi yang mumpuni tim pelatih dan sang ayah Erwin Abdullah berhasil membawa anaknya menjadi juara dunia, sehingga tahun ini komplet Indonesia memiliki dua juara dunia di dua kategori yakni junior adalah Rizky Juniasyah dan pada senior Rahmat Erwin Abdullah,” kata Kabid Binpres PABSI, Hadi Wihardja. Dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) mengirim 14 atlet ke Tashkent. Mayoritas adalah lifter muda. Pada bagian putri ada nama Juliana Klarisa (kelas 55 kg), Sarah (59 kg), Najla Khoirunnisa (45 kg), Nelly (59 kg), Siti Nafisatuh Hariroh (49 kg), Tsabitha Alfiah Ramadani (64 kg), Restu Anggi (64 kg), dan Nurul Akmal (+87 kg). Sementara untuk putra selain Rahmat Erwin Abdullah, ada Muhammad Faathir (61 kg), Mohammad Yasin (67 kg), Triyatno (67 kg), Muhammad Zul Ilmi (89 kg), dan Satrio Adi Nugroho (55 kg).

Buka Rakernas KONI 2021, Menpora: Perhatikan Lagi Pembinaan Atlet Muda

Buka Rakernas KONI 2021, Menpora: Perhatikan Lagi Pembinaan Atlet Muda

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2021 di Jakarta. Dalam kesempatan itu Menpora berpesan kepada KONI untuk lebih gencar lagi dalam membina atlet muda. “Membinalah, membina karena ini yang paling penting dalam Kepres ini pembinaan (atlet muda) yang akan kita tekankan,” kata Zainudin Amali saat pembukaan Rakernas Koni di Hotel Sutan, Jakarta, Rabu 8 Desember. Hal itu ditekankan Menpora karena ia tidak ingin bibit-bibit atlet muda tidak ditangani dengan maksimal. Sebab, jika pembinaan dilakukan dengan terstruktur dan tepat sasaran maka itu akan menjadi pencapaian yang baik bagi sebuah daerah. “Prestasi kebanggaan daerah penting tetapi yang paling lebih penting adalah pembinaan. Kasihan daerah yang sudah capek-capek membina tapi atlet yang dibina tidak muncul menjadi wakil daerahnya,” kata Menpora menambahkan. Lebih lanjut, Menpora ingin pembinaan atlet dilakukan dari tingkat daerah paling kecil, setelah itu bisa terus dikembangkan ke tingkat yang lebih besar. Bila perlu, Menpora mengatakan bahwa pemerintah akan memberi fasilitas untuk membantu memaksimalkan potensi atlet-atlet daerah. “Pemerintah pasti akan memberi perhatian, pemerintah akan memfasilitasi dan pemerintah akan bersama-sama dengan seluruh stakeholder olahraga khususnya dengan rekan-rekan di KONI pusat, kabupaten sampai kota akan urus bersama sama,” jelasnya. Menpora juga berharap ke depannya olaraga bisa menjadi perhatian banyak pihak bukan hanya organisasi atau pemerintah terkait. “Olahraga bukan cuma urusan Menpora, olahraga juga bukan cuma urusan ketua KONI atau pimpinan cabor. Tapi olahraga adalah urusan kita bersama-sama,” tandasnya. Dalam Rakernas ini juga dilakukan evaluasi penyelenggaraan PON XX Papua 2021 demi penyelengaraan yang lebih mumpuni lagi. Pasalnya, untuk gelaran PON selanjutya sedikit berbeda karena melibatkan dua kota sebagai tuan rumah yaitu Aceh dan Sumatera Utara.

Indonesia Sabet 2 Gelar Juara dari Bangladesh

Indonesia Sabet 2 Gelar Juara dari Bangladesh

Kabar membanggakan datang dari tim junior bulu tangkis Indonesia. Para bibit muda Merah-Putih itu sukses membawa pulang dua gelar dari kejuaraan Bangladesh Junior International Series 2021. Dalam laga final yang digelar di Shahid Tajuddin Ahmed Indoor Stadium, Bangladesh, Kamis (09/12/21), Indonesia berhasil mengantongi dua gelar juara. Dua gelar juara tersebut masing-masing diperoleh dari sektor tunggal putra dan putri. Pada partai final Bangladesh International Series 2021 di sektor tunggal putra dan putri tersaji all Indonesian Final. Mengutip unggahan akun Instagram resmi PBSI, di sektor tunggal putra Alwi Farhan berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan kompatriotnya Iqbal Diaz Syahputra. Alwi terlibat duel sengit melawan Iqbal, setelah berhasil memastikan gelar lewat pertarungan rubber game. Di gim pertama, Alwi berhasil mengunci keunggulan terlebih dulu dengan skor 21-19. Pada gim kedua, Iqbal berhasil mencuri kemenangan dengan skor 18-21. Pada gim terakhir atau gim ketiga, Alwi akhirnya berhasil mengamankan gelar juara di dengan kedudukan 21-13. Sementara itu, gelar juara Bangladesh Junior International Series 2021 di sektor tunggal putri berhasil direbut oleh Bilqis Prasista. Bilqis Prasista terlibat duel melawan rekan senegaranya, Ruzana, sebelum akhirnya memastikan diri untuk naik ke podium juara. Pebulutangkis berusia 18 tahun tersebut berhasil menang straight game atau dua gim langsung 21-14 dan 21-13. Berikut hasil final Bangladesh Junior International Series 2021: Ganda Putri Farbin Binte Emdad Hridita/Nasima Khatun (Indonesia) vs Urmi Akter/Smrity Rajbongshi (Bangladesh): 9-21, 21-18, 12-21 Ganda Campuran Akib Solaiman/Nasima Khatun (Indonesia) vs Md Nazmul Islam Joy/Urmi Akter (Bangladesh): 18-21, 14-21 Tunggal Putri: Bilqis Prasista (Indonesia) vs Ruzana (Indonesia) : 21-14, 21-13 Tunggal Putra: Iqbal Diaz Syahputra (Indonesia) vs Alwi Farhan (Indonesia) : 19-21, 21-18, 13-21 Ganda Putra Syed Saker Mohammad Sibgat Ullah/Gourab Singha (Bangladesh) vs Md Nazmul Islam Joy/Babu Md Rasel (Bangladesh): 21-12, 21-15.

Indonesia Finis 4 Besar Asian Youth Para Games Bahrain 2021

Indonesia Finis 4 Besar Asian Youth Para Games Bahrain 2021

Kontingen Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dalam perhelatan Asian Youth Para Games (AYPG) yang berlangsung di Bahrain pada 2-6 Desember 2021. Atlet-atlet muda Indonesia mampu melampaui target dengan finis di empat besar. Sebelum keberangkatan ke AYPG 2021, ada dua misi besar dalam mengirimkan atlet ke Bahrain, yakni memberikan jam terbang di level asia bagi atlet dan mendapatkan klasifikasi internasional bagi atlet baru. Selain itu, target prestasi juga menjadi misi penting dalam AYPG keempat ini. Di luar dugaan, kontingen AYPG Indonesia bisa memenuhi misi tersebut. Hingga akhir terakhir pelaksanaan AYPG, sejumlah cabang olah raga mampu melebihi target yang ditetapkan. Setelah mengikuti tujuh cabang olah raga, kontingen Merah-Putih sukses meraih 12 medali emas, 11 perak dan 14 perunggu dan berada di peringkat empat daftar perolehan medali. Dalam jumpa pers yang diadakan secara daring dari Bahrain, Senin (6/12) malam WIB, Deputi 1 Chef de Mission Kontingen Indonesia Andar Perdana Widiastono mengaku bangga dan terkejut dengan prestasi atlet selama di AYPG 2021. “Saya sangat terkejut dengan apa yang diraih oleh kontingen pada Asian Youth Para Games tahun ini. Prestasi ini melampaui target yang ditetapkan,” kata Andar Perdana Widiastono dalam keterangan media. “Ada beberapa cabor yang jauh melebihi target. Contohnya para-renang yang awalnya hanya memasang target satu perunggu, namun ketika perlombaan para-renang justru mampu menyumbangkan empat medali emas. Hasil itu membuktikan atlet kita punya potensi besar untuk bersaing di internasional,” kata Andar. Menurut Andar, pencapaian empat besar dengan total 37 medali terbilang luar biasa. Sebab atlet-atlet muda Indonesia mampu mengukir prestasi meski melakukan persiapan yang singkat. Setelah meraih keberhasilan di AYPG 2021, selanjutnya atlet-atlet muda ini akan terus diasah kemampuannya oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia. Mereka kelak menjadi andalan di sejumlah ajang single event dan multi event dunia. Deputi 2 CdM, Sapta Kunta Purnama mengatakan pandemi dalam beberapa tahun terakhir mengakibatkan tidak adanya kejuaraan baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga atlet tidak bisa dikirim untuk bertanding. “Ke depannya jika kondisi mulai membaik dan mulai ada kejuaraan maka mereka rutin dikirim untuk ikut kejuaraan. Kita juga harus kembali menghidupkan kejuaraan di dalam negeri yang sempat tertunda akibat pandemi. Karena kita bisa menjaring banyak atlet muda berbakat dari ajang tersebut,” jelas Kunta. Sasaran utama pembinaan atlet tentu Paralimpiade Paris 2024. Namun pada tahun depan terdapat dua event besar yakni ASEAN Para Games dan Asian Para Games. Diharapkan atlet-atlet muda ini bisa menjadi andalan Indonesia di event tersebut. Selama tampil di AYPG Bahrain 2021, semua atlet, pelatih dan ofisial Indonesia menjalani protokol kesehatan yang ketat. Meski pelaksanaan AYPG 2021 tidak memakai sistem gelembung (bubble), tapi kontingen Indonesia rutin mengadakan tes PCR.

IYSF Gelar Liga Golf Pelajar dan Mahasiswa

IYSF Gelar Liga Golf Pelajar dan Mahasiswa

Indonesia Youth Sport Foundation (IYSF) akan menggelar program Indonesia Youth Golf Series 2021-2025 atau Liga Pelajar dan Mahasiswa dengan melibatkan alumni perguruan tinggi. Liga Siswa dan Mahasiswa akan digelar sebanyak enam seri. Seri pertama rencananya diselenggarakan pada minggu kedua Februari 2022. “Pada masa pandemi Covid-19 kami melihat jumlah peminat olahraga golf justru makin banyak. Namun apa kah hal tersebut nantinya juga akan diikuti dengan meningkatnya prestasi di tingkat nasional dan regional? Kami melihat ada mata rantai yang putus pada pembinaan atlet golf, sejak dini hingga menjadi pegolf profesional. Kami ingin ikut mendukung peningkatan prestasi golf Indonesia dengan menyelenggarakan program ini,” kata Ketua Komite Organisasi IYSF, Sonny T Noegroho di Permata Sentul Golf & Country Club, Bogor, Sabtu (4/12/2021). IYSF merupakan yayasan yang didirikan oleh para pegiat di bidang olahraga, khususnya golf yang berinisiatif untuk menyelenggarakan pertandingan golf untuk para pelajar dan mahasiswa secara series setiap tahunnya. Dua visi yayasan ini adalah menginspirasi pegolf junior untuk mengejar masa depan akademis mereka dengan universitas-universitas di Indonesia melalui jalur pretasi, mewujudkan semangat bersaing antarperguruan tinggi Indonesia, baik alumni dan mahasiswanya masing-masing. Tujuan dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh IYSF, ujarnya, adalah menyediakan jalur masuk perguruan tinggi Indonesia yang bergengsi sehingga dapat menarik minat anak muda untuk berpartisipasi dalam golf, sebagai gerbang alternatif bagi pegolf junior ke universitas-universitas lokal Indonesia melalui prestasi golf mereka, menyediakan rangkaian acara golf yang kompetitif antar pelajr dan perguruan tinggi di Indonesia dengan biaya terjangkau. “Selain itu tujuan kami juga berkolaborasi dengann stake holder lainnya, yaitu perguruan tinggi, PB PGI, komunitas golf untuk memajukan industri dan prestasi golf di Indonesia,” kata Ronggo Sadono, Wakil Ketua Komite Organisasi IYSF. Mereka yang dapat menjadi peserta dalam turnamen adalah siswa SMA di Indonesia yang memiliki prestasi, baik golf maupun akademik sesuai standar yang dibutuhkan untuk dapat diterima sebagai mahasiswa di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia, dan alumni perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, perguruan-perguran tinggi memiliki potensi sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga golf. Perguruan tinggi memiliki daya tarik akademik yang jarang bisa diraih oleh atlet golf, khusunya di Indonesia. IYSF juga akan membuat program tambahan berupa Youth Golf Camp, yaitu program di-create untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pegolf remaja.

Menpora: Sumut Salah Satu Sentra Pembinaan Atlet Dalam DBON

Menpora: Sumut Salah Satu Sentra Pembinaan Atlet Dalam DBON

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali, menuturkan bahwa Sumatera Utara adalah salah satu daerah yang menjadi sentralisasi pembinaan atlet dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). “Dari 10 provinsi, salah satunya adalah Sumatera Utara,” katanya di Medan, pada sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Sabtu (4/12/2021). Dipilihnya provinsi ini karena dianggap salah satu punya potensi yang besar dalam membina dan menciptakan prestasi olahraga kedepan. “Sumatera Utara adalah daerah yang ketujuh dalam sosialisasi Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang desain besar olahraga nasional,” kata Menpora Amali. Menpora Amali memuji kontribusi Sumatera Utara yang konsisten dalam menyumbang atlet nasional. Sebut saja diantaranya Lindswel Kwok, mantan atlet wushu dengan prestasi mendunia. Lalu, ada Egy Maulana Vikri yang saat ini meniti karir di Eropa. Sebelumnya juga ada beberapa yang pernah memperkuat Timnas Indonesia. “Sumatera Utara masuk ke dalam DBON sebagai salah satu sentra pembinaan talenta dan bibit atlet karena kita melihat sejarah dari yang ada dari Sumut. Sejak dulu Sumut penyumbang atlet nasional, banyak atlet yang berkiprah ditingkat nasional berasal dari Sumut,” ujar Menpora Amali. Dalam desain besar olahraga nasional atau yang populer dengan sebutan DBON, Menpora Amali berharap akan ada cabang olahraga yang menjadi fokus bagi Sumatera Utara untuk terus meningkatkan prestasi. “Semoga dengan sentra pembinaan ini bisa menghasilkan atlet-atlet elite yang kedepannya bisa melahirkan prestasi,” jelas Menpora Amali. Seperti diketahui, Perpres Nomor 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional ini ditandatangani Presiden Joko Widodo tepat pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38. Dasar pertimbangan diterbitkannya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) ini adalah diperlukannya arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional jangka panjang secara terintegrasi dan kolaboratif untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam bidang keolahragaan. DBON merupakan dokumen rencana induk yang berisikan arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional yang dilakukan secara efektif, efisien, unggul, terukur, sistematis, akuntabel, dan berkelanjutan dalam lingkup olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, olahraga prestasi, dan industri olahraga. Adapun tujuan dari DBON adalah untuk meningkatkan budaya olahraga di masyarakat; meningkatkan kapasitas, sinergitas, dan produktivitas olahraga prestasi nasional; serta memajukan perekonomian nasional berbasis olahraga. Selanjutnya dalam aturan ini ditegaskan bahwa penyelenggaraan DBON dilaksanakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota secara sinergis dengan organisasi olahraga, dunia usaha dan industri, masyarakat dan lainnya.

Gelar Kejurda Pertama Kali, Golf Jatim Cari Atlet untuk PON 2024

Gelar Kejurda Pertama Kali, Golf Jatim Cari Atlet untuk PON 2024

Setelah puluhan tahun berdiri, Pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Jawa Timur untuk pertama kalinya menggelar kegiatan bertajuk Kejuaraan Daerah (Kejurda) Golf Amatir 2021 yang berlangsung di Club House Graha Family, Surabaya, 4-5 Desember 2021. Ketua PGI Jatim, Deddy Suhajadi mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar untuk melakukan pembinaan dalam rangka pencarian atlet proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh-Sumatera Utara. “Kejurda tahun 2021 ini memang pertama kalinya dilakukan PGI Jatim setelah 20 tahun lebih kita belum pernah Kejurda. Ini menjelang PON 2024 di Aceh dan sudah kita persiapkan. Makanya peserta Kejurda kita batasi maksimum 23 tahun, supaya nanti pada saat PON usianya ditambah 3-4 tahun rasanya masih mampu mengikuti PON,” ungkap Deddy. Menurutnya, usia menjadi salah satu faktor penting mengingat olahraga ini memakan cukup banyak energi, sehingga pegolf berusia 30 tahun ke atas akan sangat berat karena harus berjalan kaki dari satu hole ke hole lain dengan jarak yang jauh. “Apalagi pertandingan di PON itu bisa sampai delapan hari, pasti akan sulit. Makanya kita cari atlet muda-muda,” ujarnya. Dari hasil Kejurda ini, PGI Jatim hanya tujuh atlet putra terbaik dari total 36 peserta putra yang akan diambil untuk dibina dan ditingkatkan kemampuannya. “Total ada 39 peserta terdiri dari 36 putra dan tiga putri. Memang sulit mencari atlet putri. Nah nanti tidak ada juara, tapi akan saya ambil tujuh putra terbaik. Kalau yang putri otomatis akan kita ambil semua untuk kita bina,” pungkasnya. Sumber: ngopibareng.id

Debut Firza Faturahman Berbuah Emas Asian Youth Para Games 2021

Debut Firza Faturahman Berbuah Emas Asian Youth Para Games 2021

Atlet para atletik Indonesia, Firza Faturahman Listianto, sukses meraih medali emas Asian Youth Para Games 2021 dalam ajang internasional pertama buatnya. Dalam perlombaan yang digelar di Khalifa Sports City Stadium, Isa Town, Bahrain, Sabtu (4/12) malam waktu setempat, Firza tampil mengejutkan dengan finis tercepat di nomor lari 100 meter T42-T46. Dia menyentuh garis terakhir paling pertama dengan catatan waktu 11,62 detik. Firza unggul atas pelari Indonesia lainnya, Ryan Arda Diarta yang merebut medali perak dengan catatan waktu 12,11 detik, serta perunggu yang diraih Yuta Hakatubu dengan waktu 12,52 detik. “Saya sangat senang bisa membanggakan bangsa Indonesia di pentas Asian Youth Para Games 2021 karena ini merupakan ajang internasional pertama saya,” ucap Firza, dalam rilis NPC Indonesia. Medali emas ini sekaligus menambah pundi-pundi medali Indonesia setelah sebelumnya Indonesia juga berhasil meraih hasil yang sama pada cabang para-renang, salah satunya dari Muhammad Gerry Pahker. Dia merebut medali emas dari gaya dada 100 meter putra SB4-9. Perenang berusia 17 tahun itu mencatat waktu terbaik 1 menit 39,66 detik. Setelah mempersembahkan emas, Gerry menyumbangkan kepingan perunggu dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu S2-7 putra. Gerry finis dengan catatan waktu 39,76 detik. Deputi Chef de Mission Kontingen Indonesia, Andar Perdana Widiastono, merespon positif tambahan sejumlah medali yang diraih oleh atlet muda tersebut. “Pencapaian prestasi hari ini semoga semakin memotivasi atlet lainnya supaya bisa menunjukan penampilan terbaik di ajang ini,” ucap Andar Perdana Widiastono. Prestasi bagus dari para-atletik dan para-renang membuat Indonesia kini mengoleksi empat medali emas, tiga perak dan enam medali perunggu. Kontingen Merah-Putih masih berpeluang besar untuk menambah koleksi medali di ajang AYPG 2021.

Gubernur Khofifah Minta Fokus Pembinaan dan Pembibitan Atlet Usia Muda

Gubernur Khofifah Minta Fokus Pembinaan dan Pembibitan Atlet Usia Muda

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, optimis melalui pembinaan sekaligus pembibitan yang terstruktur, atlet-atlet usia dini cabang olahraga (cabor) selam kolam di Jatim mampu menorehkan prestasi di kejuaraan nasional maupun level internasional. Pasalnya, orang nomor satu di Jatim ini melihat banyaknya atlet pembibitan yang dihasilkan oleh Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengprov POSSI) Jatim. “Sebuah semangat dan meyakini pembinaan dan pembibitan atlet usia di Jatim tidak kekurangan stok, sehingga mampu mencetak banyak atlet yang akan turun dalam kejuaraan tingkat nasional elite, regional hingga internasional,” ujar Gubernur Khofifah saat menyambangi kejuaraan nasional (Kejurnas) finswimming antar Kabupaten/Kota se Indonesia dalam ajang Piala Gubernur Jawa Timur 2021 di Kolam Renang Dispora, KONI Jatim, Sabtu, (4/12). Kejurnas finswimming yang diadakan sejak Jumat-Minggu (3-5 Desember 2021) itu, kata Gubernur Khofifah, merupakan Kejurnas dengan peserta terbanyak sepanjang sejarah finswimming di Indonesia. Mengingat, dua tahun sebelumnya, kejurnas finswimming sempat mandek akibat pandemi Covid-19. “Ada sebuah semangat baru di Jatim yang menjadi sebuah keyakinan bagi atlet cabor selam kolam usia dini agar ke depan mampu menorehkan prestasi,” tuturnya. Kejurnas cabor selam kolam sendiri diikuti sebanyak 800 atlet dari 13 provinsi dan 56 kab/kota. Dari total jumlah peserta cabor finswimming, Gubernur Khofifah mengatakan, sebanyak 400 peserta berasal dari Kab/Kota di Jatim. “Atlet Jatim usia dini harus dibina agar mereka bisa berprestasi bagi Jatim dan Indonesia,” imbuhnya. Pada kejurnas yang diikuti kontingen usia dini hingga usia senior (kua dan kuf), Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyempatkan untuk menyaksikan kontingen putra bertanding di nomor 400 m. Sementara itu, Ketua Pengprov POSSI Jatim Mirza Muttaqin menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang menaruh perhatian luar biasa kepada cabang olahraga selam. Gubernur Khofifah, kata Mirza, tidak sekadar memperhatikan pembinaan dan pembibitan atlet usia dini, akan tetapi juga ikut mempromosikan event ini. “Beda dengan cabor lain, selam memang masih perlu diendorse,” ujarnya.

Mengenal Radith, Atlet Termuda di IKASI Balangan

Mengenal Radith, Atlet Termuda di IKASI Balangan

Muhammad Radith Al Murtadha bocah berusia 11 tahun merupakan atlet termuda yang dimiliki oleh Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Cabang Balangan yang disiapkan untuk bertanding dikejuaraan daerah maupun nasional. Menjadi pendatang baru di dunia anggar Kalsel. Radith baru mengenal anggar sejak satu bulan lalu lebih tepatnya pada Oktober 2021, ia pun langsung bergabung dengan kawan-kawan yang lebih tua dari usianya. “Radith akan kami siapkan untuk ajang Kejurprov kelas kadet dan junior, karena umurnya masih sangat muda jadi bisa mengikuti dua kelas kelompok umur,” kata Pelatih IKASI Balangan M. Faisal di Paringin, Sabtu. Dia melanjutkan, pada event Kejurprov yang diikuti oleh IKASI Balangan, Radith harus memulai langkah pada babak kualifikasi yang begitu berat karena bergabung dengan para atlet yang sudah malang melintang disetiap event anggar di Kalsel. Hal tersebut, ujar Faisal, tidak membuat nyali Radith ciut menghadapi lawannya. Dibuktikannya dengan hasil dua kali menang sehingga lolos pada babak 32 besar. Namun di babak tersebut Radith kembali mendapat hadangan berat dari unggulan pertama dan membuat langkah Radith pun terhenti. Terpisah, Rifany Hamzah selaku orang tua Radith, saat ditemui usai pertandingan cukup terharu dan juga bangga melihat perjuangan anak pertamanya bertanding di arena sebesar itu sembari memeluk putra kesayangannya. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pengurus IKASI Balangan, yang mana telah bersedia menerima anak saya menjadi atlet anggar Bumi Sanggam ini,” ucap Rifany dengan nada terharu.

Bengkulu Cari Bibit Atlet Tenis Meja Terbaik Melalui Kejurda 2021

Bengkulu Cari Bibit Atlet Tenis Meja Terbaik Melalui Kejurda 2021

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah resmi membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tenis Meja Provinsi Bengkulu 2021 di Balai Buntar Bengkulu, Jum’at (26/11). Kejurda kali ini dilaksanakan dalam rangka semarak HUT ke 53 provinsi Bengkulu dan mencari bibit atlet tenis meja terbaik untuk provinsi Bengkulu ke depan. “Ini dalam rangka mencari bibit atlet terbaik sekaligus dapat menghasilkan atlet sesuai jenjangnya,” jelas Rohidin yang didampingi Agung Laksono anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) saat membuka acara. Rohidin memberikan semangat kepada para peserta yang datang dari 9 kabupaten dan 1 kota se provinsi Bengkulu. “Semangat terus untuk bertanding dan semakin optimis bahwa kegiatan akan berjalan secara baik,” kata Rohidin. Kejurda akan berlangsung mulai tanggal 26-28 November 2021 yang terpusat di Balai Buntar Bengkulu. Ketua Umum (Ketum) Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bengkulu Muhammad Saleh mengatakan, dengan pelaksanaan Kejurda ini diharapkan melahirkan bibit tenis meja ideal di masa yang akan datang. “Target kita mampu menghasilkan atlet tenis meja yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tutur anggota DPR RI dari Dapil Bengkulu ini. Tentu, sambung Saleh, melalui jenjang pembinaan tenis meja yang berkesinambungan di daerah bukan tidak mungkin prestasi-prestasi akan didapatkan dan membanggakan provinsi Bengkulu. M. Saleh melihat prestasi para atlit tenis meja Bengkulu sudah lumayan baik di tingkat nasional, meski masih perlu kerja keras lagi meningkatkan pembinaan terutama bagi atlit-atlit di usia muda.

Indonesia Kirim Wakil ke Bahrain Untuk Ikut Asian Youth Para Games 2021

Indonesia Kirim Wakil ke Bahrain Untuk Ikut Asian Youth Para Games 2021

National Paralympic Committee (NPC) Indonesia terus menunjukan keseriusannya dalam meningkatkan prestasi Indonesia di pentas internasional. Untuk mengasah kemampuan dan memberi pengalaman bertanding bagi atlet muda, NPC Indonesia mengirimkan atlet berlaga di Asian Youth Para Games (AYPG) ke-4 tahun 2021. Sebanyak 35 atlet muda terbaik Indonesia akan menunjukan kehebatan dalam AYPG yang akan berlangsung di Manama, Bahrain, 2-6 Desember 2021. Kontingen Indonesia yang dipimpin oleh Chef de Mission (CdM), Edward Hutahayan berangkat menuju Bahrain dengan menggunakan maskapai penerbangan Emirates, nomor penerbangan EK357 pada Jumat, 26 November 2021 pukul 17.40 WIB, dari Bandar udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. “Sebuah kehormatan bagi saya dan semua kontingen bisa membawa nama Indonesia di Asian Youth Para Games tahun ini. Saya katakan kepada semua atlet untuk menunjukan penampilan terbaik mereka karena ini merupakan kesempatan yang sangat berharga,” ucap Edward Hutahayan. “Saya tegaskan kepada atlet, jangan mudah menyerah ataupun minder meski lawan yang dihadapi memiliki postur tubuh yang lebih besar,” tegas Edward. Sementara itu Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto menjelaskan atlet yang dikirim ke AYPG 2021 merupakan atlet muda terbaik. Mereka yang bersekolah dan latihan rutin di Sekolah Khusus Olah raga Disabilitas Indonesia (SKODI) dan ada juga beberapa yang berlatih di sejumlah provinsi lainnya. Rima mengatakan untuk menghadapi AYPG 2021, persiapan juga telah dilakukan dengan matang. “Persiapan untuk tampil di Asian Youth Para Games 2021 telah dilakukan cukup lama dan matang. Beberapa atlet juga telah tampil di Peparnas Papua 2021 lalu,” ucap Rima Ferdianto. NPC Indonesia memasang target bagi kontingen Indonesia. “Diharapkan minimal bisa mengulang prestasi Indonesia saat mengikuti AYPG 2017 di Dubai. Tetapi target lainnya atlet-atlet muda kita bisa mendapatkan pengalaman bertanding di level Asia serta memperoleh klasifikasi internasional,” jelas Rima. Kontingen Indonesia akan tampil di tujuh cabang olah raga antara lain para-atletik, para-bulu tangkis, para-renang, para-tenis meja, para-taekwondo, para-angkat berat dan boccia. Indonesia hanya tidak mengikuti dua cabang olah raga yakni goalball dan bola basket kursi roda. Pada AYPG 2017 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, kontingen Indonesia mampu menempati peringkat ketujuh dengan koleksi 16 medali emas, 7 perak dan 5 perunggu.

Rangkaian Turnamen IGS Beri Kesempatan Pegolf Muda Tambah Jam Terbang

Rangkaian Turnamen IGS Beri Kesempatan Pegolf Muda Tambah Jam Terbang

Pegolf muda di Indonesia memiliki kesempatan menambah jam terbang dengan adanya rangkaian turnamen bertajuk Intercollegiate Golf Series (IGS) yang bakal memulai seri pertama di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta, 23-25 November 2021. Pada musim perdananya, ajang yang terselenggara berkat kerja sama Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) dan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) ini akan bergulir sebanyak tiga seri di Damai Indah Golf. Setelah seri pertama, selanjutnya turnamen akan berlangsung ke seri kedua pada 23-27 Januari 2022 dan berlanjut seri ketiga 13-17 Maret 2022. Rencananya pada musim berikutnya, IGS akan berlangsung selama enam seri. Adapun sebelum rangkaian turnamen berlangsung, penandatangan kerja sama dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina CGF Budiarsa Sastrawinata dan Ketua Presidium Himpuni Drs. H. Akhmad Muqowam di Damai Indah Golf, Minggu (21/11). Dalam kesempatan ini turut hadir Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, perwakilan dari Persatuan Golf Indonesia (PGI), dan Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia. Budiarsa mengatakan IGS membuka kesempatan kepada pegolf muda potensial di Indonesia untuk tidak hanya mengejar prestasi olahraga golf, tetapi juga mendapatkan pendidikan tinggi terbaik di Indonesia melalui jalur prestasi. Selain itu juga menjadi wadah kompetisi golf bagi mahasiswa-mahasiswi berbagai perguruan tinggi di Indonesia. “Dengan adanya IGS, diharapkan dapat meningkatkan prestasi atlet golf Indonesia di turnamen internasional dan menambah jumlah pegolf muda di Indonesia,” kata Budiarsa dalam keterangan resminya. Hal senada juga diungkapkan Akhmad yang menyebut IGS akan memberikan kesempatan bagi para atlet golf berprestasi itu dapat mengenyam pendidikan berkualitas melalui berbagai PTN di Indonesia. “Dengan 41 organisasi alumni PTN sebagai bagian dari keluarga Himpuni, kami ingin memaksimalkan akses yang kami miliki ke berbagai PTN dari Sabang sampai Merauke sehingga PTN-PTN tersebut berkenan membukakan pintunya bagi atlet-atlet golf Indonesia ini,” katanya. IGS akan mempertandingkan tiga format kompetisi. Pertama beregu yang dalam pelaksanaanya setiap tim terdiri dari empat pemain dan menyertakan elemen alumni dan mahasiswa. Kemudian format individu juga akan dipertandingkan, alumni maupun para mahasiswa akan saling bersaing pada kategori masing-masing. Sementara itu, Junior Golf Competition Series juga akan menjadi bagian dari penyelenggaraan IGS. Mengusung kampanye ”Choose Your Dreams with Golf”, para pegolf dari rentang usia 12-18 tahun akan memainkan format stroke play individual dan memainkan tiga putaran pada 23-25 November 2021. Dengan demikian, kategori pemenang akan terdiri dari tiga tim terbaik, tiga alumnus terbaik, tiga pemain elite individu terbaik, dan tiga pegolf junior terbaik (putra dan putri). Sumber: Antara

Bogor Tuan Rumah Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021

Kejurnas-Angkat-Besi-Remaja-dan-Junior

Mulai hari ini, Minggu (21/11) hingga Rabu (24/11) mendatang, Kota Bogor, Jawa Barat, menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior. Kejuaraan ini terasa spesial, mengingat ini merupakaan kejuaraan angkat besi pertama yang digelar sejak pandemi covid-19. Berlokasi di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, kejuaraan ini diikuti 160 atlet. Dari jumlah itu, ada 79 atlet remaja dan 81 atlet junior. “Ini merupakan program pembinaan kami,” kata Ketua Panitia Penyelenggara, Sonny Kasiran. Lantaran alasan pandemi, peserta kejuaraan nasional (kejurnas) ini hanya dibatasi delapan atlet dari setiap pengurus provinsi. Kepala Bidang Prestasi PABSI, Hadi Wihardja, dalam kesempatan itu menyebut kejurnas akan menjadi lumbung atlet pelapis yang bisa menggantikan atlet putri Windy Cantika Aisah yang kini menjadi atlet pelatnas. Hadi Wihardja menyebut kejurnas juga akan menghasilkan banyak rekor baru dari angkatan snatch serta clean and jerk maupun total angkatan. Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021 mempertandingkan 14 kelas yakni 7 putri dan 7 putra baik kategori remaja maupun junior. “Kami menerjunkan tim pemandu bakat pada kejurnas ini,” ucap Hadi Wihardja. Untuk remaja putri ada laga kelas 40 kilogram hingga +64 kilogram. Di kelompok remaja putra ada kelas 49 kilogram hingga +81 kilogram. Kemudian, di kelompok junior putri ada kelas 45 kilogram hingga +71 kilogram. Ada juga pertandingan kelas 55 kilogram dan +89 kilogram putra di kelompok junior putra.

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Subhan Fajri Antusias Mengikuti TC di Turki

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 kembali berlatih di Antalya, Turki, dengan penuh semangat dan antusias. Subhan Fajri yang merupakan lulusan program Garuda Select mengungkapkan rasa syukurnya dapat bergabung pada pemusatan latihan di Turki. Ia juga menceritakan bahwa kondisinya dan para pemain dalam kondisi fit. Latihan tiga kali sehari menjadi menu latihan Garuda Nusantara. Mulai dari latihan fisik di pagi hari, gym di siang ahri, dan latihan di lapangan pada sore hari. “Alhamdulillah, saya bersyukur banget sama Allah SWT dikasih kondisi yang aman, semuanya fit, dan semua pemain fit. Kita sudah menjalani latihan di sini dua hari dan sehari itu kita latihan tiga kali sehari. Paginya kita latihan fisik di pantai, terus siangnya gym, terus sore ini kita latihan strength, taktik, dan semua kondisi anak-anak semua fit dan aman,” kata Subhan. Subhan juga mengungkapkan bahwa ia dan para pemain dapat beradaptasi dengan cuaca di Turki karea suhunya tidak terlalu dingin. Ia juga menambahkan bahwa kondisi rumput latihan di lapangan sangat luar biasa. “Luar biasa sih, kalo cuaca di Turki sih gak terlalu dingin dan gak terlalu lama kita buat beradaptasi di sini setelah kita pindah dari Indonesia karena di sini kita juga ngerasain panas-panas gitu. Terus rumputnya emang luar biasa,” ujarnya. Pemain kelahiran 13 Mei 2003 tersebut juga mengungkapkan bahwa para pemain cukup kaget dengan menu latihan yang diberikan coach Shin Tae-yong. Namun dengan kekompakkan dan semangat juang bersama, para pemain selalu siap dalam menjalani program latihan yang diberikan. “Itu anak-anak pada kaget sih, luar biasa. Soalnya mungkin di klub-klubnya belum ngerasain latihan tiga kali sehari ataupun mungkin belum ngerasain latihan sekeras itu ya. Mungkin anak-anak pada kaget, tapi mereka semuanya siap menjalani latihan tadi, soalnya aman,” jelas Subhan. Pada latihan kali ini, ada tiga pemain yang ikut bergabung latihan bersama dengan Timnas senior untuk beberapa menit, yaitu Subhan, Ronaldo, dan Frezy. “Alhamdulillah seneng bisa disuruh gabung ke senior ya, buat nambah pengalaman juga. Ada dua (idola saya) Arhan dan Bang Asnawi. Idola saya karena kerja keras dan mentalnya kuat,” ungkap pemain asal Persiraja tersebut. Selama menjalani pemusatan latihan di Turki, Subhan berharap dapat meningkatkan kemampuan dan mentalnya. Dengan tambahan jam terbang, ia berharap kemampuannya dapat terbentuk lagi. “Semoga kedepannya mentalitas bermain saya semoga lebih kuat, terlatih di sini dengan porsi latihan coach Shin Tae-yong emang bener-bener keras banget. Jadi mentalitas inshaallah kedepannya bakal lebih baik lagi, bakal terbentuk lagi,” tukasnya.

Incar Regenerasi, PABSI Gelar Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021

Incar Regenerasi, PABSI Gelar Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2021

Pengurus Besar (PB) Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) menggelar Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior 2021. Tujuan utama dari ajang ini adalah untuk menjaring atlet-atlet muda potensial yang diproyeksikan untuk menjadi penerus para atlet senior. Kejurnas Angkat Besi yang bergulir tanpa penonton ini digelar di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Jawa Barat, mulai 19-24 November mendatang. Total ada 133 atlet dari 18 Pengprov PABSI. Rinciannya, 79 atlet remaja dan 81 atlet junior. Ketua Panitia Penyelenggara Kejurnas, Sonny Kasiran, mengatakan kejuaraan ini merupakan bagian program pembinaan PABSI yang sempat tertunda karena Pandemi COVID-19. Tujuannya, memberikan ruang aktualisasi bagi para atlet muda supaya semangatnya tidak padam karena mereka terus melakukan latihan spartan meski terhalang pandemi, namun mereka juga butuh kompetisi. Namun, imbas pandemi yang belum sepenuhnya mereda pihaknya terpaksa membatasi jumlah atlet masing-masing Pengrov hanya membawa atlet 8 orang. “Ini kami sesuaikan dengan status level Pandemi COVID-19 di arena pertandingan untuk membatasi kerumunan dan tentunya tanpa penonton,” kata Sonny dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/11/2021). Kejurnas angkat besi remaja dan junior ini juga akan melibatkan tim khusus yang bertugas untuk memantau kiprah dan talenta para lifter muda yang diharapkan bisa jadi penerus Windy Cantika di masa depan. Kepala Bidang Prestasi (Binpres) PABSI, Hadi Wihardja berharap kejuaraan ini melahirkan bibit-bibit atlet pelapis yang kelak akan menggantikan posisi Windy Cantika Aisyah dan kawan-kawan untuk bergabung di Pelatnas Angkat Besi Kwini, Jakarta Pusat. “Mudah-mudahan banyak terjadi pemecahan rekornas baik dari Angkatan Snatch maupun Clean & Jerk, ataupun Total Angkatan dari Kejurnas kali ini. Untuk menjaring mereka kami juga menerjunkan Tim Pemandu Bakat yang akan memantau jalannya Kejurnas,” ucap Hadi. Kejurnas Angkat Besi Remaja & Junior akan mempertandingkan 14 kelas di kategori remaja terdiri dari 7 putra dan 7 putri, dan 14 kelas untuk kategori junior yang juga terdiri dari 7 putra dan 7 putri. Adapun kelas-kelas yang dipertandingkan di antaranya, kelas remaja putri dari kelas 40 kg hingga +64 kg, pemaja putra dari kelas 49 kg hingga +81 kg. Sedangkan junior putri, kelas yang dipertandingkan 45 kg hingga +71 kg putra, dan di bagian putra, kelas 55 kg hingga + 89 kg. “Kami membawa 6 lifter yang semuanya adalah atlet PPLP, salah satunya adalah lifter putri peraih perunggu di PON 2020 Papua di kelas 49 kg,” kata Mujianto, Manajer Tim Angkat Besi dari Kalimantan Selatan.