Indonesia dan Malaysia Bawa Pulang Dua Gelar, Leo/Indah Kampiun Bangladesh International Challenge 2018

Mimpi meraih gelar di kejuaraan bulutangkis Bangladesh International Challenge (BIC) tuntas diwujudkan duet campuran, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, usai menang straght game dari unggulan dua asal Malaysia, Hoo Pang Ron/Cheah Yee See, dengan skor 21-16, 21-15. (thejakartapost.com)

Dhaka- Mimpi meraih gelar di kejuaraan bulutangkis Bangladesh International Challenge (BIC) tuntas diwujudkan duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. Berlaga di partai final ganda campuran, pada Sabtu (15/12), di Shaheed Tadjuddin Ahmed Indoor Stadium, Dhaka, Bangladesh. Tampil selama 38 menit, mereka sukses mengandaskan unggulan dua, Hoo Pang Ron/Cheah Yee See asal Malaysia. Atlet muda Merah Putih pemegang gelar juara dunia junior 2018, menang straght game dengan skor 21-16, 21-15. Penampilan Leo/Indah di turnamen berhadiah total 25 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu sangat gemilang. Sebelumnya, mereka menyudahi dua dobel unggulan, yakni Georges Julien Paul/Aurelie Marie Elisa Allet (2) asal Mauritius, di fase 16 besar (21-5, 21-7), dan wakil India unggulan satu, Venkat Gaurav Prasad/Juhi Dewangan (21-19, 21-13). Usai laga, Indah dan Leo mengaku senang dan tak menyangka membawa pulang gelar juara dari Bangladesh. “Jika masuk final, saya targetnya ingin juara. Alhamdulillah bisa mencapai target itu,” ujar Indah, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Sabtu (15/12). Pebulutangkis 16 tahun itu, mengaku jika start yang bagus menjadi kunci kemenangan di final. Selain itu, lanjut Indah, dirinya dan Leo memiliki inisiatif untuk memegang poin lebih dahulu. “Mainnya harus nyerang, karena lawan juga bola serangannya bagus, jadi kami tak mau kalah,” jelasnya. Hasil positif ini jadi modal berharga bagi mereka guna menghadapi turnamen berikutnya. “Semoga bisa mempertahankan gelar di turnamen-turnamen berikutnya. Karena mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih,” cetus Indah. Di sektor ganda putra, Indonesia juga sukses meraih gelar. Leo yang berpasangan dengan Daniel Marthin tampil perkasa di partai pamungkas, di venue yang sama, Dobel Merah Putih yang menempati ranking 241 itu, unggul straight game dari Supak Jomkoh/Wachirawit Sothon (Thailand), dengan skor 21-16, 21-11, dalam tempo 39 menit. Sayang, tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (7) gagal mengikuti jejak rekannya di ajang ini. Pemain besutan PB Exist itu takluk di tangan wakil Vietnam Thuy Linh Nguyen, unggulan satu, dalam pertarungan dua gim langsung. Dara kelahiran Jakarta, 20 Juli 2002 itu, kalah dengan skor 18-21, 19-21, pada pertandingan yang memakan waktu selama 40 menit. Serupa dengan Indonesia, Negeri Jiran Malaysia juga berhasil membawa pulang dua gelar, masing-masing dari sektor tunggal putra dan ganda putri. Teck Zhi Seo, tunggal putra unggulan enam itu menghentikan wakil Vietnam, Cao Cuong Pham, unggulan satu, straight game, dengan skor 21-17, 21-17 (31 menit). Dan, ganda putri, Vivian Hoo/Yap Cheng Wen, unggulan satu, hanya butuh 30 menit melibas unggulan dua, Aparna Balan/Sruthi K.P asal India, straight game, dengan skor 21-14, 21-13. (Adt)

Perjuangan Keras FM Mohamad Ervan Melawan Tiga Grandmaster Berturut-Turut di di Kejuaraan Asia 2018

Pecatur Indonesia, FM Mohamad Ervan (kanan/kaos merah) berhasil menaklukkan GM Super dari China, GM Wang Hao (2730), sekaligus unggulan pertama 17th Asian Continental Chess Championship, yang berlangsung di Makati, Filipina. (tribunnews.com)

Makati- Partai babak kedua 17th Asian Continental Chess Championship di Makati, Filipina, ditutup dengan hasil mengejutkan dari tim Indonesia. FM Mohamad Ervan berhasil menghentikan GM Super dari China, GM Wang Hao (2730). Kemenangan itu diraih melalui adu taktik yang luar biasa di antara keduanya. “Kemenangan Ervan atas Wang Hao bukanlah kemenangan kebetulan. Pertarungannya berjalan ketat, penuh adu strategi, serta taktik. Bahkan, pada langkah ke-16 Ervan harus menyerahkan kualitas bentengnya, untuk ditukar Gajah lawan,” ujar Krisitianus Liem, Kapten Tim Catur Indonesia, Jumat (14/12). “Tapi, Ervan mendapat kompensasi penguasaan diagonal panjang b1-h7, dengan Menteri dan Gajahnya. Wang Hao yg tipe penyerang dan suka bangunan liar, tak mau bermain pasif dan bertahan. Kondisi ini menguntungkan Ervan karena terjadi perang terbuka, adu taktik,” tambahnya. Kristianus juga menjelaskan keunggulan tim Indonesia adalah kemampuan membaca taktik. Hal ini membuat Wang Hao terseok-seok. Pada langkah ke-32, saat Menteri Ervan masuk ke petak e6, menyerang Benteng Hitam di d7, seharusnya Wang memaksa pertukaran Menteri dengan skak. Dan petak g6 saat permainan, akan berjalan imbang lagi. Tak diduga, Wang justru memilih menumpuk Benteng ld lajur-d menyerang bidak d2. Pada saat itulah, Ervan nekad mengorbankan Gajahnya di petak g7. Langkah kejutan ini yang membuat Wang tak menyangka, sehingga tak ada pilihan selain ia harus memakan gajah. “Wang menjalankan 32. Bfd8. Dalam waktu pikir kurang dari semenit, Wang tak menyangka bakal ada korban Gajah. Terpaksa, ia menutup skak dengan Menterinya. Sebab jika Raja mundur ke f8, akan datang mat dalam satu langkah. Andai mundur ke h8, bisa terjadi mat dalam tiga langkah,” papar Kris. “Wang harus menyerah disini, karena posisi Gajahnya di petak c5, bakal lenyap dengan posisi tanpa harapan sama sekali. Sungguh penyelesaian yang indah. Ini sungguh layak disebut masterpiece!,” imbuhnya. Sayang, langkah Ervan tak bertahan lama. Usai tampil cemerlang di dua babak awal, saat menahan remis GM M. Amin Tabatabaei (2587) dari Iran, dan melibas unggulan utama GM Wang Hao (2730), pemuda kelahiran Probolinggo, 15 Mei 1992, akhirnya takluk dari unggulan ketiga, GM Le Quang Liem (2714) dari Vietnam. “Liem yg kelelahan ketika tiba di Filipina, usai tampil di “PON”nya Vietnam, ternyata sudah pulih. Ia menekuk Ervan, lewat langkah strategis yang halus sepanjang 45 langkah,” ujar Kris. “Keberuntungan” Ervan belum selesai. Babak keempat nanti, Ervan kembali melawan pecatur GM, kali ini dari Kazakhstan, Rustam Khusnutdinov (2470). Pada babak Ketiga, Rabu (12/12), tim Indonesia terpaksa harus berhadapan dengan rekan senegaranya. Tak ada pilihan, cepat atau lambat pertarungan sesama negara memang bisa saja terjadi, jadi siapa yg terkuat akan melaju lebih jauh. Ternyata Megaranto mengalahkan Sean, sedang Citra mengalahkan Aay. Sayangnya, pecatur Indonesia yang berjumpa pecatur negara lain, tak satupun meraih kemenangan. IM Yoseph Theolifus Taher (2454) harus puas bermain remis melawan pecatur tuan rumah nongelar, Michael Concio Jr. (1991), setelah bertarung 43 langkah. “Yoseph yang pegang Hitam tak mendapatkan keunggulan di tahap pembukaan, bahkan cenderung jelek. Walau memiliki gelar, rating, dan pengalaman tanding lebih baik, upaya Yoseph mengolah permainan tengah dan permainan akhir, hanya menghasilkan remis,” Jelas Kris. “Yang lebih tragis, dialami IM Novendra Priasmoro (2483). Ia ditaklukkan pecatur senior Filipina, IM Roderik Nava (2392). Kekalahan Novendra dipicu pengetahuan opening yang rendah,” pungkasnya. (Adt)

Taklukan Unggulan Satu, Juara Dunia Junior 2018 Leo/Indah Kunci Tiket Final Bangladesh International Challenge

Duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, menghadirkan kejutan usai mengalahkan unggulan satu asal India, Venkat Gaurav Prasad/Juhi Dewangan, straight game, 21-19, 21-13, di semifinal Bangladesh International Challenge 2018, pada Jumat (14/12). (PB Djarum)

Dhaka- Duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil secara mengejutkan menaklukkan unggulan satu asal India, Venkat Gaurav Prasad/Juhi Dewangan, di babak semifinal kejuaraan bulutangkis level junior, Bangladesh International Challenge (BIC) 2018, pada Jumat (14/12). Melakoni laga di Shaheed Tadjuddin Ahmed Indoor Stadium, Dhaka, Bangladesh, peraih gelar juara dunia junior 2018 di Kanada itu, tanpa kesulitan menghentikan perlawanan Venkat/Juhi, dalam waktu 28 menit, straight game, dengan skor 21-19, 21-13. Indah mengungkapkan bila dirinya dan kolega menerapkan strategi yang berbeda dari pertandingan sebelumnya pada laga ini. “Mainnya harus sabar. Tadi lawannya berbeda dari lawan yang sebelumnya, polanya juga beda, jadi harus rubah mainnya tak seperti kemarin,” ujar Indah, usai laga dikutip situs resmi PB Djarum, pada Jumat (14/12). “Pokoknya tetap fokus jangan sampai lengah, pointnya dipegang terus jangan sampai ketinggalan,” tambah pemain kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 16 Maret, 16 tahun silam itu. Kendati telah mengunci tiket final, namun Indah mengakui bila dirinya dan Leo, masih belum puas dengan hasil positif yang diraihnya ini. Pemain besutan PB Djarum Kudus itu berharap bisa naik podium dan meraih gelar juara di turnamen berhadiah total 25 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu. “Belum puas, dan nggak boleh cepat puas, masih pingin juara,” cetusnya. Namun, untuk bisa mewujudkan mimpinya itu bukan perkara mudah bagi Leo/Indah. Sebab, mereka harus bisa menjegal dobel Malaysia Joo Pang Ron/Cheah Yee See, di partai pamungkas, pada Sabtu (15/12). “Lawan di final lumayan kuat. Saya sama Leo harus lebih siap dari mereka, soalnya belum pernah ketemu. Jadi, kami sama-sama tidak tahu mainnya gimana,” tukas Indah. Sementara di sektor ganda putra, Leo yang berpasangan dengan Daniel Marthin, kembali mengukir kejutan dan lolos ke final. Bersama Daniel, pemuda kelahiran Klaten, 29 Juli 2001 ini menekuk dobel gado-gado unggulan dua, Kona Tarun/Lim Khim Wah (India/Malaysia), dalam drama tiga gim, dengan skor 17-21, 21-14, 21-8, selama 64 menit. Di final, Leo/Marthin akan beradu taktik dan strategi di lapangan kontra wakil Thailand, Supak Jomkoh/Wachirawit Sothon. Hasil positif juga didapat dari sektor tunggal putri. Putri Kusuma Wardani, unggulan tujuh, berhasil menjejak ke partai puncak. Dara kelahiran Jakarta, 20 Juli 2002 ini, melibas kompatriotnya, Yasnita Enggira Setiawan, straight game, dengan skor 21-8, 21-19. Perang saudara itu menelan waktu 43 menit. Di final, pemain besutan PB Exist Jakarta itu, akan menantang Thuy Linh Nguyen, unggulan satu asal Vietnam. (Adt)

Ratusan Atlet PPLP dan Klub Dari 34 Provinsi, Bidik Tiket Pelatnas di BRI Junior Taekwondo 2018

Marciano Norman, Ketua Umum PBTI mengatakan, ajang BRI Kejurnas Junior Taekwondo Indonesia 2018 kan menjadi sarana dalam mencari atlet-atlet junior untuk dipersiapkan menjadi pelapis tim senior, sekaligus regenerasi tim Taekwondo Indonesia. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar Bank BRI Kejurnas Junior Taekwondo Indonesia 2018, di GOR POPKI Cibubur, 14 – 16 Desember 2018. Kejurnas ini diikuti oleh 430 atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) maupun klub, dari 34 provinsi di Indonesia, dalam dua kategori, yakni Kyorugi dan Poomsae. Ketua Umum PBTI Marciano Norman menegaskan, ajang yang akan berlangsung selama tiga hari, 14-16 Desember, di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, itu akan menjadi ajang pencarian bakat. “Kita menyebar talent scouting (pemandu bakat) dalam kejurnas kali ini. Gunaya melihat potensi taekwondoin junior, yang layak dan bisa diproyeksikan sebagai pelapis taekwondoin senior dalam pelatnas,” kata purnawirawan bintang 3 TNI-AD itu, di sela pembukaan Kejurnas Junior, pada Jumat (14/12). Setelah menjadi pelapis, lanjut pria yang pernah mengepalai Badan Intelijen Negara (BIN) itu, taekwondoin junior akan menjadi atlet utama yang dibina dalam pelatnas jangka panjang PBTI, untuk meraih prestasi di kejuaraan tunggal, atau bahkan multiajang internasional, hingga level Olimpiade. “Atlet-atlet junior ini nanti pada waktunya akan menjadi atlet senior yang juga bisa mengikuti berbagai event, mulai dari SEA Games 2019 Filipina, Asian Games, hingga Olimpiade,” tambah pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 28 Oktober, 64 tahun silam itu. Untuk kategori Kyorugi (tarung) akan mempertandingkan 10 kelas putra dan 10 kelas putri, sedangkan Poomsae (jurus), akan ditampilkan 5 kelas. Sepuluh kelas yang di pertandingkan adalah untuk putra : U-45 Kg, U-48 Kg, U-51 Kg, U-55 Kg, U-59 Kg, U-63 Kg, U-68 Kg, U-73 Kg, U-78 Kg dan +78 Kg. Untuk kelas putri adalah kelas U-42 Kg, U-44 Kg, U-46 Kg, U-49 Kg, U-52 Kg, U-55 Kg, U-59 Kg, U-63 Kg, U-68 Kg dan +68 Kg. Untuk kategori Poomsae akan mempertandingkan 5 (lima) kelas yakni individual putra, individual putri, team putra, team putri dan pair (Pasangan). Atlet yang akan turun adalah atlet yang berusia di bawah 17 tahun. Tepatnya yang lahir antara 2001 sampai dengan 2004. Seperti diketahui peraturan pada kejuaraan ini mengunakan peraturan “WT Competition Rule”, baik Kyorugi dan Poomsae. Khususu sistem pertandingan untuk Kyorugi, menggunakan sistem gugur. Sedangkan untuk Poomsae, memakai Recognize System Tournament, dan untuk Free Style yang mengunakan System Cut Off. Peralatan dan perlengkapan baik untuk Kyorugi maupun Poomsae menggunakan KP&P. Demi meningkatkan kualitas taekwondoin Indonesia sejak belia, pada event ini, PBTI juga mendatangkan taekwondoin asal Korea Selatan yang meraih medali emas Olimpiade 2004 Athena, Yunani, Moon Dae Sung, untuk memberikan klinik pelatihan bagi para taekwondoin dan pelatih Indonesia. Di sisi lain, Marciano menegaskan pihaknya akan menerapkan standar pelatihan yang sama untuk taekwondoin Indonesia, yakni menjalani pelatnas jangka panjang dalam satu latihan terpusat (training camp) di luar negeri, hingga mengikuti sejumlah kejuaraan di luar negeri, demi menambah pengalaman bertanding. (Adt)

Dua Remaja 18 Tahun Indonesia Merumput di Liga Spanyol, Enam Pemain Muda Lainya Tunggu Lisensi Resmi

Pemain asal Balikpapan, Kalimantan Timur, Helmy Putra Damanik, resmi masuk starting line up tim CIA Palencia A, yang bermain di Liga Nasional U 18 Division de Honor, di Spanyol, melalui proyek Vamos Indonesia. (tempo.co)

Jakarta- Di tengah maraknya isu-isu miring sepakbola Indonesia, masih ada berita kabar gembira muncul dari Spanyol. Pemain asal Balikpapan, Kalimantan Timur, Helmy Putra Damanik, resmi masuk starting line up tim CIA Palencia A, yang bermain di Liga Nasional U 18 Division de Honor, di Spanyol, melalui proyek Vamos Indonesia. Striker 18 tahun yang sempat bermain untuk Persiba Balikpapan dan berpostur 186 cm ini, dinilai sangat ideal untuk masa depan sepak bola Indonesia. Juvenille A Division Honor adalah kasta Liga tertinggi untuk U 18, di Liga Spanyol. Semua pemain besar di Spanyol, pernah merasakan sentuhan liga prestise ini. Lionel Messi, Andres Iniesta, Luis Milla, Xavi Hernandez, Fernando Tores, Pep Guardiola, dan banyak lagi adalah alumni dari liga ini. CIA Palencia A bergabung dalam Castille de Leon Provincial, termasuk Real Madrid U-18, Atletico Madrid U-18, Leganes U-18, dan lain-lain. Helmy bisa tampil, setelah beberapa minggu lalu mendapatkan kartu Ficha. Kartu Ficha adalah bentuk pengajuan resmi REF (Federasi Sepakbola Spanyol), bagi orang asing yang ingin berkarir di Liga Spanyol. Tanpa Ficha, pemain bola manapun tidak akan bisa bermain di Liga Resmi Spanyol. Saat ini, masih ada 6 anak Indonesia di Palencia Academy, yang sedang menunggu Ficha, untuk bisa “resmi” bermain di Liga Pemuda Spanyol. Mereka tergabung dalam proyek Vamos Indonesia. Proyek ini sepenuhnya didanai perorangan, untuk melahirkan pemain muda berbakat Indonesia yang bisa bermain di liga-liga profesional, terutama di Eropa. Untuk tahap awal, Spanyol dipilih, karena memiliki kelengkapan sekolah akademi bola terbaik bagi anak usia muda. Sebelum Helmy, sudah ada anak Indonesia lainnya yang juga telah mendapatkan kartu Ficha, dan merumput di Liga U-18 Provincional, satu level dibawah kasta Liga U-18 division de honor, yaitu Muhammad Reza Kusuma. “Selamat buat Helmy dan Reza, Terus meningkatkan prestasi dan menambah pengalaman bertanding sehingga kelak memperkuat Tim Nasional Indonesia yang mampu bersaing di kancah regional, Asia dan Dunia,” kata Fanny Riawan, selaku Program Director Project Vamos Indonesia di Jakarta, pada Senin (10/12). Selain Helmy dan Reza, ada enam pemain lainnya yang masih berjuang untuk mengikuti jejak keduanya. Yakni, Romzy (18 tahun/sayap kanan), Rafly (17 tahun/bek kanan), Nico (17 tahun/striker), Affasha (17 tahun/bek Tengah), Risyad (17 tahun/bek Tengah), dan Afghan (17 tahun/gelandang serang) Program Vamos Indonesia, kata Fanny, sengaja diluncurkan dengan tujuan mencetak pemain berkualitas melalui kompetisi yang baik dan berkualitas. Apalagi, tujuan awal pendirian Program Vamoss Indonesia membantu PSSI dalam mengangkat prestasi sepakbola Indonesia. “Usia emas pemain sepakbola itu dari 16-19 tahun. Mereka harus tampil minimal sebanyak 30 kali per tahun dalam kompetisi, sesuai standar FIFA. Tanpa liga yang bagus semua kelompok umur hingga U 19, pasti sulit muncul talenta muda yang siap menggantikan pemain senior,” ujarnya, soal program pengiriman pesepak bola muda ke Liga Spanyol U-18. (Adt)

Siapkan Hadiah Total Rp,1,2 Miliar, Liga Seri A JD.ID High School 2018 Diisi 20 Tim Pelajar

SMAN 7 Bandung menyandang titel tim eSports terbaik, dari 20 tim yang berlaga dalam babak kualifikasi JD.ID HSL 2018, pada Kamis (13/12), di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta. Rencananya, liga eSports pelajar Indonesia ini berlangsung pada Februari, hingga April tahun depan. (akurat.co)

Jakarta- Babak kualifikasi Liga eSports antar pelajar sekolah menengah atas (SMA/SMK) meloloskan 20 tim terbaik dan berhak berkompetisi dalam seri A JD.ID High School League 2018 (berikutnya disebut JD.ID HSL 2018). Rencananya, kompetisi ini bakal berlangsung pada Februari, hingga April tahun depan. Sebanyak 20 tim eSports yang bertanding di kompetisi Dota 2 itu, akhirnya lolos dari kualifikasi, yang diikuti 173 tim eSports SMA/SMK di Indonesia. High School league (HSL) adalah sebuah liga eSports dengan Dota 2 sebagai gim utama. Namun, selalu ada kemungkinan bertambahnya cabang gim di musim berikutnya. Liga ini akan berlangsung selama 1 semester, setiap Sabtu dan Minggu. Tujuan liga ini adalah menjadi pencetus liga pelajar di Indonesia, guna memperkenalkan industri digital melalui eSports, memperkenalkan karir yang ada di industri digital, mencari bibit-bibit atlet eSports, dan membentuk mental dan attitude atlet eSports. “Kami bangga dengan antuasiasme dunia pendidikan Indonesia, menyukseskan penyelenggaraan JD.ID HSL 2018,” tutur Vice President JD.ID HSL 2018, Sonny Hadi Sukotjo. JD.ID adalah perusahaan ecommerce terkemuka di Indonesia yang terafiliasi dengan JD.com. “Saat ini, eSports sudah menjadi industri yang menyediakan karier beragam. eSports merupakan usaha pemerintah menyiapkan generasi produktif berkontribusi terwujudnya Indonesia 4.0 yang dicanangkan pemerintah,” ujarnya. JD.com merupakan perusahaan internet terbesar ketiga di dunia, yang menjadi sponsor untuk ajang ini. ‘All Bandung Final’ tersaji di final kualifikasi JD.ID High School League (HSL) 2018, yang berakhir untuk kemenangan tim eSports dari SMA Negeri 7 Bandung, pada Kamis (13/12), di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta. Tim yang beranggotakan Rizki, Haikal, Agung, Rico, dan Dekis ini berhasil menjadi yang terbaik di kategori Dota 2 usaih menaklukkan lawan terberatnya, dari kota yang sama, tim eSports SMA Negeri 23 Bandung, yang beranggotakan Fajar, Maleakhi, Andi, Iqbal, dan Dika. “Kami sangat berbangga dengan kemenangan ini dan akan menambah kepercayaan diri kami dalam menghadapi musim kompetisi di Liga Seri A JD.ID HSL tahun depan. Lawan yang kami hadapi di final kualifikasi adalah lawan tangguh,” ungkap Agung, Kapten tim eSports SMA Negeri 7 Bandung. Sementara, di kategori Mobile Legend yang menjadi pertandingan eksibisi, menempatkan tim eSports SMK Telkom Makassar di posisi pertama, diikuti oleh tim eSports SMA Kristen Petra 1 Surabaya di peringkat kedua. “Selamat untuk para peserta pada ajang JD.ID HSL 2018. Mereka merupakan talenta unggulan, bagi terwujudnya misi kami dalam hal teknologi Advancing Indonesia,” tutur Henry Yacob, Head of Gaming and Computer Accessories JD.ID. Selain 20 tim eSports yang akan berkompetisi di Liga Seri A musim kompetisi pertama 2019, babak kualifikasi JD.ID HSL 2018 meloloskan 16 tim lainnya yang berkompetisi di Liga Seri B, guna memperebutkan tiket bertanding di Liga Seri A, untuk musim kompetisi selanjutnya. Hadiah total yang disediakan sepanjang 3 musim ini mencapai Rp. 1,2 miliar. Hadiah yang disediakan berupa beasiswa juara 1, 2, dan 3 dan uang sebesar Rp 10 hingga 30 juta, eSports PC, serta subsidi gaji guru ekstrakurikuler bidang eSports yang mencapai Rp 15 juta. (Adt)

Tim Renang Indonesia Sabet 16 Medali Emas di ASEAN University Games, Wushu Sumbang Empat

Tim renang Indonesia sukses menyabet enam belas medali emas, sembilan perak, dan satu perunggu, hingga Jumat (14/12), pada ASEAN University Games 2018 (AUG), yang berlangsung di Myanmar International Convention Center 2, Naypyitaw, Myanmar, 8-12 Desember. (PRSI)

Jakarta- Sebanyak 180 atlet mahasiswa Indonesia dari berbagai perguruan tinggi, bertanding demi mengharumkan nama Indonesia pada ajang ASEAN University Games (AUG) 2018 yang dilaksanakan di Naypyitaw, Myanmar. Kompetisi itu berlangsung selama 13 hari, mulai 8 -20 Desember 2018, di Myanmar International Convention Center 2. Sejak dimulai pada 1980, ASEAN University Games yang berada di bawah ASEAN University Sports Council (AUSC), Indonesia selalu berhasil mendominasi perolehan medali. Tim atlet Indonesia kali ini, didampingi Direktur Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Didin Wahidin, Ajang olahraga multi cabang tingkat mahasiswa ini mempertandingkan 17 cabang olahraga, memperebutkan total 1897 medali, yang terdiri dari 587 emas, 587 perak, dan 723 perunggu. Sebanyak 201 kompetisi dan diikuti sebanyak 2078 atlet, pelatih, dan manajer dari negara-negara anggota ASEAN. Perolehan medali hingga Jumat (14/12), atlet mahasiswa Indonesia saat ini berada di peringkat dengan raihan 21 Medali Emas, 10 perak dan 15 perunggu, dibawah Thailand. Tim atlet mahasiswa Indonesia mengikuti 13 dari 17 cabang olahraga yang dipertandingkan. Cabang olahraga yang diikuti atlet mahasiswa Indonesia yaitu wushu, badminton, Bola voli, renang, catur, sepaktakraw, atletik, dayung, panahan, bola basket, pentaque, karate, dan vovinam. Prestasi manis pun diraih tim wushu Indonesia, yang sukses menyabet tujuh medali di ajang ini. Empat diantaranya ialah medali emas, satu medali perak dan dua medali perunggu. Manajer tim wushu Indonesia, Novita mengatakan atlet yang menyumbangkan medali emas, ialah Haris Horatius, Adi Rominto Manurung, Rosalina Simanjuntak, dan Erwin Wijayanto. “Haris turun di kelas nanquan. Dia juga menyumbangkan perak di kelas nando+nanguan. Sementara, Adi turun di kelas 56 kg. Rosalina di kelas 48 kg dan Erwin di kelas changquan,” kata Novita, pada Kamis (13/12). Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino mengaku, sangat gembira dengan raihan para atletnya. Dia berharap ke depannya, Indonesia bisa terus mendapatkan medali di AUG 2018. Namun, dia juga meminta para atlet dan pelatih mempersiapkan diri dengan maksimal sebelum mengikuti kejuaraan. “Persiapan AUG harusnya lebih maksimal lagi, terutama dalam mempersiapkan atlit,” tukasnya. Sementara, medali perunggu direbut Monica Pransisca Sugianto di kelas daoshu+gunshu, serta atlet putra, Bobie Valentinus Gunawan, dalam nomor taijiquan+taijijian. Torehan luar biasa diukir tim Renang Indonesia, yang mengirim 17 atletnya, terdiri dari 9 Perenang Putra dan 8 Perenang Putri. Renang menjadi cabor ladang emas terbanyak bagi kontingen merah putih. Di hari ketiga, mereka mampu mengoleksi 6 medali emas, 1 perak, 4 perunggu. Total selama tiga hari, tim renang meraih 16 emas, 9 perak dan 1 perunggu. (Adt) Peraih Emas Tim Renang Indonesia • Ressa Kania Dewi (400 m gaya Bebas, 200 m gaya bebas, 200 m IM) • Raina Saumi (800 m gaya bebas) • Vanesa Evato (200 m gaya dada) • Nurul Fajar Fitriyati (50 m gaya kupu kupu, 200m gaya punggung, 100 m gaya punggung) • Siman Sudartawa (100 m gaya punggung, 50 m gaya punggung) • Aflah Fadlan Prawira (200 m gaya kupu kupu, 200 m IM) • Ricky Anggawidjaja (200 m gaya punggung) • 4×100 m estafet gaya ganti putra • 4×100 m estafet gaya ganti putri • 4×100 m gaya bebas estafet putri (Yosita Hapsari, Ressa Kania Dewi, Nurul Fajar Fitriyati, Sagita Putri Krisdewanti)

Raih Dua Medali Emas di Lampung, Tim Tinju DKI Jakarta Capai Target Kualifikasi PON Papua 2019

Petinju kelas ringan 60 Kg putra tim DKI Jakarta, Mathius Mandiangan (biru), sukses meraih emas di Kejurnas Tinju Amatir Elite, usai mengalahkan petinju Sulawesi Utara, Farrand Papendang, di GOR Saburai, Bandarlampung, Lampung, pada Selasa (11/12). (topskor.co.id)

Lampung- Tim Tinju DKI Jakarta yang dipersiapkan untuk kualifikasi PON Papua 2019, akhirnya mencapai target dalam event Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018, di GOR Saburai, Bandarlampung, Lampung. Dalam laga yang berakhir Selasa (11/12), para pejotos DKI merebut dua medali emas, dua perak dan dua perunggu. Dua medali emas yang diraih DKI dipersembahkan Mathius Mandiangan (kelas ringan 60 Kg putra), dan Aldom Sugoro (kelas terbang 52 Kg putra). Mathius menuntaskan laga dengan mengalahkan Farrand Papendang (Sulut). Di kejurnas 2017 di Bangka Belitung Papendang yang tampil sebagai pemenang. Sedangkan Aldom, yang merupakan petinju pelatnas SEA Games 2019, mengalahkan Dudu Maulana (Jabar). Sayang, Vicky Montolalu yang turun di kelas 75 kg, terpaksa mengakui lawannya. Hasil yang dicapai tim DKI ini sudah memenuhi target yang diusung sejak keberangkatan timnya ke Lampung. Hal ini diungkapan Ketua Pengprov Pertina DKI Hengky Silatang SH. “Hasil ini sesuai target kami, yang mengincar dua medali emas. Target ini bisa lebih, namun petinju putri kami, Novita Sinadia, harus dikalahkan oleh keputusan wasit,” jelasnya, pada Rabu (13/12). Hengky menyebut, Novita, petinju kelahiran Manado, yang berlaga di kelas terbang 51 kg putri, dikalahkan keputusan wasit yang terhitung kontroversi, saat menghadapi petinju andalan Nusa Tenggara Barat (NTB), Ainun Azizah. “Selama tiga ronde, Novita banyak melepaskan pukulan bersih yang masuk ke lawannya. Novita menguasai jalannya pertandingan. Penonton pun tahu, kalau Novita yang bakal menjadi pemenanganya. Namun, wasit justru memenangkan Ainun,” tukas Hengky, yang lantas melakukan protes keras. “Tinju di Indonesia tidak akan maju bila seperti ini. Sistem penilaiannya parah. Novita seharusnya menang mutlak, dan mestinya dia juara. Ini benar-benar keputusan gila. Setelah Kejurnas Lampung, ya harus ada perubahan,” pungkasnya. (Adt)

Pecatur 19 Tahun Indonesia Tahan Remis Super Gradmaster Asal China di Kejuaraan Asia 2018

Pecatur Indonesia, IM Yoseph Theolifus Taher (kiri) berhasil menahan remis pecatur China yang memiliki gelar Super Grandmaster, GM Wang Hao (kanan), yang juga unggulan utama 17th Asian Continental Chess Championship, di Makati, Filipina. (jpnn.com)

Makati- Pecatur Indonesia, IM Yoseph Theolifus Taher menahan remis pecatur China, GM Wang Hao, yang juga unggulan utama 17th Asian Continental Chess Championship, di Makati, Filipina. Meski remis, hasil ini cukup membanggakan mengingat selisih elo rating yang cukup besar di antara keduanya. “Keberhasilan ini, tidak terlepas dari persiapan pembukaan yang bagus. 20 langkah pertama mereka ini, sama persis dengan pertandingan, Wang Hao vs Wen Yang di China bulan lalu, saat Yoseph diutus PB Percasi main di sana,” jelas Kapten Tim Indonesia, Kristianus Liem. Sekedar catatan, Yoseph ‘hanya’ memiliki elo rating 2454, sementara Wang Hao adalah pecatur yang termasuk memiliki titel Super Grandmaster, dengan elo rating 2730. Meskipun langkah Wang Hao serupa dengan permainan sebelumnya, Yoseph mengatakan jika ada langkah perbaikan oleh lawannya, pada partai kali ini. “Saya ingat betul partai tersebut. Cuma pada langkah ke-20, Wang Hao memukul di G4 dengan bidak. Sebelumnya dia memukul dengan Menteri, dan berakhir remis dalam 38 langkah. Langkah baru Wang Hao ini memang sebuah perbaikan,” ujar pemuda kelahiran Jakarta, 28 Maret 1999. “Langkah 20. HGX4 memang membuat Hitam tertekan. Tapi saya bisa mempertahankan posisi tidak sampai kalah,” imbuhnya. Pertandingan sempat memanas saat memasuki langkah 39 hingga 44. Yoseph menjalankan langkah yang sama menteri bolak balik dari petak a7 ke c7, seolah menantang Wang Hao untuk terus menyerang. Namun guna menghindari terjadinya klaim remis tiga kali bangunan yang sama, Wang Hao membongkar posisi dengan terobosan bidak f4 pada langkah ke-45. Alumni SMA Citra Berkat, Citra Raya Tangerang, ini berhasil menekan. “Usai pertukaran Gajah dengan kuda pada langkah ke-50, Menteri Putih masuk ke pertahanan sayap-raja hitam, tapi sendirian menyerang tak ada yang dihasilkan menteri putih, selain skak bolak-balik. Akhirnya disepakati remis pada langkah ke-54,” jelasnya. Akhirnya, partai pun disepakati remis pada langkah ke-54. Dengan hasil remis ini, Yoseph berhasil ‘mencuri’ rating Wang Hao sebanyak 3,3 poin. Hasil remis pada babak pembukaan ini, diikuti dengan hasil tiga kemenangan dari GM Susanto Megaranto, WGM Medina, dan WIM Citra. Meski sebuah kemenangan, hal tersebut sebagai sebuah kewajaran, karena lawan mereka memiliki rating yang rendah. Sedangkan kekalahan tim Indonesia diderita Sean Winshend dan Dita Karenza. (Adt)

140 Atlet Junior Usia 4-12 Tahun, Tampil Dalam Kejuaraan Tahunan Senam Artistik di GOR Ragunan

140 atlet senam artistik muda mulai usia 4 tahun hingga 12 tahun, tampil dalam ajang tahunan yang bertajuk Circle Gymnastic Club 4th Annual Competition 2018, di Gedung Senam GOR Ragunan, Jakarta Selatan. (Circle Gymnastic Club)

Jakarta- Circle Gymnastic Club, sebuah klub senam artistik berbasis di Jakarta, yang berdiri sejak 2014 di bawah Pengurus Provinsi PERSANI DKI Jakarta, menggelar ajang kompetisi tahunannya Circle Gymnastic Club 4th Annual Competition. Ajang tahunan ini diikuti oleh sekitar 140 atlet senam artistik muda mulai usia 4 tahun hingga 12 tahun, mulai 8 Desember 2018 di Gedung Senam GOR Ragunan, Jakarta Selatan. Ini merupakan ajang evaluasi kemampuan atlet binaan Circle Gymnastic Club. Founder Circle Gymnastic Club, Veronica Yosinta berharap, kejuaraan ini dapat melatih kepercayaan diri atlet muda ini untuk menghadapi pertandingan atau kejuaraan eksternal, baik di dalam maupun di luar Indonesia. “Ajang yang kami selenggarakan tiap tahun ini guna memberi kesempatan pada atlet-atlet kami untuk unjuk kemampuan mereka dan agar kepercayaan diri mereka meningkat,” kata Sinta. “Hal ini sejalan dengan tujuan kami membentuk Circle Gymnastic Club yaitu untuk menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional, dan untuk memperkenalkan senam artistik kepada anak-anak serta agar mereka menikmati olah raga dari sedini mungkin,” ujar Sinta. Lebih lanjut Sinta menjelaskan bawa senam artistik sebaiknya dimulai pada usia 4 tahun, saat masa tersebut merupakan saat yang tepat untuk melatih motorik kasar anak. Selain itu pada usia 4 tahun anak sudah dapat berkomunikasi dengan lancar dan dapat mengerti intruksi. Olah raga senam ini juga dapat membantu membentuk mental anak sejak dini untuk mengenal disiplin, solidaritas, berjuang dan sportivitas. Senam artistik yang merupakan salah satu mother of sport atau induk olah raga, saat ini semakin diminati oleh anak-anak walau belum menjadi cabang olahraga yang populer di masyarakat. “Semoga dengan semakin diminatinya cabang olah raga senam artistik, Indonesia akan memiliki bibit-bibit muda yang dapat nantinya mengharumkan nama daerah dan bangsanya melalui olah raga,” tutup Sinta. Ada beberapa alat yang dibedakan untuk nomor senam artistik putri dan artistik putra. Untuk nomor Senam Artistik Putri, yakni Palang Bertingkat (uneven bars), Balok Keseimbangan (balance beam), Meja Lompat (vault) dan Senam Lantai (floor exercise). Sedangkan nomor Senam Artistik Putra, yaitu Senam Lantai (floor exercise), Kuda-kuda Pelana (pommel horse), Meja Lompat (vault), Palang Tunggal (high bars), Palang Sejajar (parallel bars), dan Gelang-gelang (rings). (Adt)

Jadi Juara Elite Pro Academy 2018, Tiga Pemain Persib U-16 Berangkat ke Inggris

Persib Bandung U-16 mengalahkan Bali United U-16 pada laga final Elite Pro Academy 2018, di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, pada Minggu (9/12) lewat adu penalti dengan skor 4-3. Amanar Abdillah (63) menjadi salah satu skuat Maung Ngora yang akan berangkat ke Inggris, bersama dua pemain lainnya. (Persib.co.id)

Bandung- Tiga pemain Persib Bandung U-16, yakni Amanar Abdillah (striker), Yadi Mulyadi (gelandang serang), dan M. Fajar Fathur Rochman (full back kanan) terpilih sebagai pemain yang akan menempuh pendidikan di Inggris selama enam bulan. Pengiriman para pemain muda itu merupakan program PSSI bekerja sama dengan Super Soccer TV. Ada 25 pemain yang dilibatkan dalam program itu. Mereka akan menempuh pendidikan sepak bola mulai Desember 2018 hingga Mei 2019. Pelatih Persib U-16, Kartono Pramdhan mengaku bangga, dengan terpilihnya tiga anak asuhnya untuk mendapat pendidikan di Inggris setelah meraih juara Elite Pro Academy 2018. “Saya rasa tiga pemain kami itu memang berpotensi. Mereka bertiga akan berangkat ke Inggris akhir bulan Desember ini. Mudah-mudahan jadi bekal buat mereka dan pulang bisa jadi menambah kemampuan teknik dan mental,” ujar Kartono, Selasa (11/12) di Bandung. Ditambahkan Kartono, ketiga anak buahnya akan mendapat pengalaman berharga dari pendidikan itu. Ia berharap pemain Persib junior sanggup menembus Timnas Indonesia U-16. “Mudah-mudahan PSSI lebih terbuka lagi melihat pemain-pemain kami yang punya potensi untuk bisa memperkuat timnas,” harap Kartono. Persib U-16 menjadi juara, setelah mengalahkan Bali United U-16 pada laga final Elite Pro Academy 2018, di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, pada Minggu (9/12) lewat adu penalti dengan skor 4-3. Tak hanya itu, Ardi Maulana turut menyempurnakan gelar yang diraih timnya. Gelandang jangkar Maung Ngora ini, meraih gelar individu sebagai pemain terbaik di Kompetisi Elite Pro Academy PSSI U-16. Berperan sebagai gelandang box to box, pemain asal Kabupaten Bandung itu menyabet prestasi individunya sebab menjadi bagian penting dari perjalanan Persib U-16 dalam memperoleh juara. Dudung, sapaannya, yang juga siswa SMAN 1 Dayeuhkolot, merupakan pemain andalan di lini tengah Persib U-16. Dudung memiliki kemampuan mengatur tempo permainan, dan siap berduel dengan pemain lawan untuk merebut bola. (art)

Sabet Delapan Emas di IOAC 2018, Dara 16 Tahun Ini Tembus Limit-A Kejuaraan Dunia Renang Junior 2019

Perenang kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002, Azzahra Permatahani, lolos limit batas waktu untuk tampil di ajang Kejuaraan Dunia Renang Junior (7th FINA Junior World Swimming Championships) di Budapest, Hungaria, pada 20-25 Agustus 2019. (zimbio.com)

Jakarta- Indonesia kembali meloloskan perenangnya, Azzahra Permatahani, guna mengikuti Kejuaraan Dunia Renang Junior (7th FINA Junior World Swimming Championships) di Budapest, Hungaria pada 20-25 Agustus 2019. Zahra, sapaannya, di nomor 200 meter gaya ganti putri, mengukir waktu 2 menit 16,71 detik, sekaligus menjadi rekornas baru. Catatan ini ditorehkan dara kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002, pada event 2nd Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2018 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (2/12). Catatan ini telah melewati limit-A FINA World Junior Swimming Championship 2019 yakni 2 menit 16,97 detik. Ajang 2nd IOAC 2018 merupakan event dalam kalender FINA Sanction, sehingga hasil 2nd IOAC 2018 ini diakui oleh FINA. “Zahra perenang muda potensial. Alhamdulillah bisa lolos di nomor 200 meter gaya ganti. Kami harap, dia juga lolos limit A, untuk 400 meter gaya ganti,” jelas Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin Rahardjo, Selasa (12/11). 7th FINA Junior World Swimming Championships adalah ajang kejuaraan dunia renang junior, yang diselenggarakan oleh FINA, setiap dua tahun sekali, dan telah diadakan sejak 2006. Pesertanya adalah remaja yang dibatasi oleh usia, yakni untuk putri harus berusia 14–17 tahun, dan putra berusia 15–18 tahun, pada 31 Desember tahun kompetisi. Ini kali kedua beruntun, Zahra menjadikan IOAC sebagai batu loncatan menembus kejuaraan internasional. Pada IOAC 2017, siswi SMA Perdana Rumbai Pekanbaru, Riau, juga mencatat waktu terbaik, di nomor 200 meter gaya ganti putri (2 menit 17,42 detik), guna lolos di even Youth Olympic (Olimpiade Remaja) 2018, oktober lalu di Argentina. Pada IOAC 2018, perenang klub Belibis Pekanbaru ini, bahkan mengantongi gelar perenang terbaik kelompok umur satu putri. Tak tanggung-tanggung, selain memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri, dalam event selam empat hari itu, Zahra total meraup delapan medali emas dan dua perak. Selain Zahra, satu perenang putra yang juga diharapkan lolos, yakni Farrel Armandio Tangkas, di nomor 200 meter gaya punggung. Catatan pemuda kelahiran Bandung, 22 December 2001, di nomor 200 meter gaya punggung adalah 2 menit 02,31 detik. Sedangkan limit-A World Junior Swimming Championship adalah 2 menit 01,92 detik. Zahra dan Farrel masih bisa menembus limit-A Kejuaraan Dunia Junior dengan mengikuti beberapa event yang diakui FINA, sampai Mei 2019. Khusus Farrel, hanya terpaut 0,39 detik dan masih punya waktu lima bulan untuk memperbaikinya. Salah satu event yang jadi kualifikasi adalah Festival Akuatik Indonesia, pada April 2019 mendatang. (Adt)

Hadirkan Indoor Climbing Gym Pertama di Jakarta, Sarana Pembibitan Atlet Muda Panjat Tebing

IndoClimb dengan FX Sudirman resmi bekerjasama, untuk menghadirkan indoor climbing gym pertama di pusat kota Jakarta, sekaligus jadi wadah latihan atlet panjat tebing nasional. Kesepakatan itu dilakukan di Kawasan Sudirman, Jakarta, pada Selasa (11/12) (dreamclimbingwalls.com)

Jakarta- Rock climbing merupakan olahraga outdoor yang melibatkan petualangan, adrenalin, dan kebugaran fisik. Aktifitas rock climbing tak sedikit serta berbahaya seperti dibayangkan sebagian orang. Bila dilakukan dengan dengan peralatan yang lengkap, serta teknik yang benar. Terlebih, olahraga ini memiliki komunitas yang besar di Indonesia dan mancanegara. Kini, olahraga outdoor dan extreme berkembang dan mulai digemari berbagai kalangan. Namun, untuk melakukan aktifitas rock climbing di alam bebas setiap hari, bagi masyarakat perkotaan tak memungkinkan. Sehingga, dibutuhkan lokasi yang terletak di pusat perkotaan agar rock climbers bisa berlatih. Di negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan negara Asia Tenggara lainnya, rock climbing sudah populer dan memiliki fasilitas climbing gym di pusat kota, sehingga sudah menjadi urban lifestyle bagi masyarakat perkotaan. Untuk itu, IndoClimb dengan FX Sudirman resmi bekerjasama, untuk menghadirkan indoor climbing gym pertama di pusat kota Jakarta, sekaligus wadah latihan atlet panjat tebing nasional. Denny Maruhum Pasaribu, Vice President Marketing Communication dan Komersial FX Sudirman, mengaku indoor climbing gym sesungguhnya sudah ada. Namun, tak berkembang dengan baik. “Kami melihat tak hanya dari sisi bisnis. Sebab, FX s itu merupakan home of sport. Dan, kami lihat ide membangun indoor climbing gym adalah peluang, dan sesuatu yang berbeda,” ujar Denny, di Jakarta, pada Selasa (11/12). “Bedanya, di tempat lain tidak strategis. Apalagi di kawasan ini rata-rata mereka adalah orang kantoran, yang suka berolahraga, yang sifatnya urban lifestyle. Jadi ini sebenarnya peluang besar,” lanjutnya.Terlebih, tambah Denny, paska Asian Games 2019 harus terus dijaga momentumnya. Sedangkan Fedi Fianto, dari pihak IndoClimb, mengungkapkan indoor climbing gym menjadi tempat ideal untuk semua kategori, mulai speed, lead dan boulder. “Kami pastikan arenanya sangat aman. Untuk speed record itu tingginya mencapai 15 meter, sedangkan lead bisa sampai 18 meter,” terang Fedi. Ketiganya bisa dinikmati pengunjung umum dan akan diadakan kelas program bagi yang ingin mendalami. Namun fasilitas panjat tebing ini baru akan hadir pada bulan April 2019. “Yang speed 15 meter, boulder yang cukup luas, pendek karena buruh movement dan tidak terlalu tinggi, dan lead climbing tingginya 18 meter,” jelas Fedi. Nantinya, tiket panjat tebing indoor ini akan dibandrol sekitar Rp 150.000 untuk satu hari dan tidak terbatas jam. Perbedaan Climbing gym di kawasan sentra olahraga Jakarta ini dengan tempat lain, yakni skenario rute memanjat yang bisa diubah, demi meningkatkan teknik pemanjat. Kehadiran indoor climbing gym ini adalah salah satu upaya melahirkan atlet muda panjat tebing. “Semoga makin banyak indoor climbing gym. Di Jepang, mereka punya ratusan arena seperti ini. Mereka kadang pusing menentukan atlet untuk timnas, karena atletnya terlalu banyak,” cetus Aspar Jaelolo, atlet pelatnas panjat tebing,. Ia berharap makin banyak pihak yang bisa menghadirkan indoor climbing gym, serta menggelar event. “Selain atlet-atlet nasional yang berlatih ditempat ini nantinya, juga bisa mengundang juara dunia, sehingga makin menarik minat masyarakat untuk datang ke indoor climbing gym,” tukas kampiun dunia di Wujiang 2018, China itu. (Adt)

Jelang Tampil di Bangkok, Atlet Tenis PPLPD Muba Rebut Juara 1 dan 2 Junior Master U-16

Atlet tenis binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Jones Pratama (kiri), Merliana Mona Rizki (tengah), dan Indah Septiani, meraih prestasi tingkat nasional, pada ajang Junior Master Nasional U-16, di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu (9/12). (halosumsel.com)

Jakarta- Atlet tenis binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, merebut juara tingkat nasional pada ajang Junior Master Nasional U-16. Jones Pratama, yang berasal dari PPLPD Muba, sukses menekuk atlet asal Jawa Tengah, Reza Pahlevi, di partai final. Tampil di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu (9/12), Jones unggul dari Reza dengan skor 7-6, 6-3. Sementara atlet PPLPD putri, Indah Septiani Putri, meraih gelar runner up, usai di laga puncak harus mengakui Nadya Dhaneswara, asal Jawa Tengah, dua set langsung 2-6, 3-6. Sedangkan Merliana Mona Rizki, yang juga mewakili Muba, ada di peringkat IV, kalah dari petenis putri asal Tegal, Jawa Tengah, Yunizar Lusida Putri. “Alhamdulillah, dua atlet binaan PPLPD Muba cabor tenis di tingkat nasional, mendapatkan juara 1 dan 2,” ujar Suwandi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Muba. “Ini bukti, proses pembinaan dan fasilitas penunjang olahraga di Muba, serta komitmen pak Bupati, mampu mencetak atlet-atlet berkualitas,” ujar Suwandi. Usai tampil di Jakarta, mereka akan melanjutkan ke Seri Bandung. Pada awal 2019, Jones, Mona dan Indah, akan mewakili Indonesia dalam turnamen Master U15, di Bangkok, Thailand. Sementara itu, Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin mengapresiasi prestasi atlet tenis asal Muba. “Jangan cepat puas, kejar terus prestasi dengan sportif,” tambahnya. Penggerak dan Pembina Olahraga Terbaik se-Indonesia ini bertekad terus mencetak atlet berprestasi, di tingkat nasional maupun internasional. “Terus pacu prestasi dan kembangkan potensi diri serta selalu membanggakan daerah Muba tercinta,” tukasnya. turnamen Tenis Fix Open di Bandung pada 16-22 Desember nanti. Usai pertandingan, Jones dan Indah mengaku sangat senang dengan peraihan yang diperoleh di ajang junior ini. Mereka mengucapkan terima kasih kepada support yang selalu diberikan Dodi sebagai Bupati Muba. “Kami ucapkan terima kasih dengan pak Bupati, yang selalu memberikan support, dan juga menyediakan sarana prasarana lengkap serta berstandar internasional sehingga memudahkan untuk berlatih,” pungkas mereka. Sebelumnya, petenis cilik putra asal Muba, Jackquilyn Zavio Audrey Yoza, terpilih mengikuti TC Pelatnas Indonesiaku untuk usia 12, di Magelang, Jawa Tengah, pada 1-6 Desember lalu. Boca kelahiran 21 Januari 2008 ini, akan mewakili Indonesia, dalam Turnamen Junior Tenis U12, di Bangkok, Thailand, pada awal 2019. (Adt)

Pemuda 20 Tahun Sabet Gelar Juara Dunia Jet Ski 2018, Aqsa Aswar Kampiun di Thailand

Peraih emas Asian Games 2018 Aqsa Sutan Aswar, kembali membuktikan diri sebagai yang terbaik, dalam kejuaraan dunia yang bertajuk The Thai Airways International Jet Ski World Cup 2018, di Jomtien Beach, Pattaya, Thailand, pada 5-9 Desember. (jpnn.com)

Jakarta- Peraih emas Asian Games 2018 Aqsa Sutan Aswar, kembali membuktikan diri sebagai yang terbaik di kejuaraan dunia The Thai Airways International Jet Ski World Cup 2018, yang berlangsung di Jomtien Beach, Pattaya, Thailand, pada 5-9 Desember. Menurut Manajer tim, yang juga Ayah Aqsa, Fully Sutan Aswar, Senin (10/12) menuturkan, Aqsa yang turun di kelas Pro Am Runabout Stock, meraih nilai tertinggi setelah menyelesaikan lomba dalam 4 moto. Di motto pertama, Aqsa menyelesaikan lomba, dengan menempati urutan kedua dan memperoleh nilai 53. Sementara di motto kedua, ia memperoleh nilai 60, setelah menyentuh finis pertama. Di motto ketiga dan keempat, Aqsa berada di posisi kedua mengemas angka 106. Secara keseluruhan, pemuda kelahirah Jakarta, 31 Mei 1997 ini, meraih poin tertinggi 219 sekaligus tampil sebagai juara. Posisi runner up ditempati atlet jet ski tuan rumah Thailand, Supuk Settura, dengan nilai 209, dan pejetski tuan rumah lainnya, Teera Settura, dengan nilai 161. Nasib kurang beruntung dialami kakak Aqsa, Aero Sutan Aswar. Aero mengalami gangguan pada mesin jetski, sehingga gagal menyelesaikan lomba. “Aero gagal selesaikan lomba, karena clutch supercharged (one way gear)-nya pecah,” ujar Fully. Usai mengikuti Ajang World Cup 2018 ini, Aero dan Aqsa akan mengikuti serangkaian kegiatan seri International Jet Sport Boating Association (IJSBA) sepanjang 2019. “Kami mengagendakan beberapa event yang akan diikuti Aero dan Aqsa, pada musim lomba 2019,” jelasnya. Di antaranya Kejuaraan Dunia endurance Mark Hahn 2019 di Amerika Serikat. Kejuaraan World Championship 2019 di Jakarta, National Series USA, Kejuaraan World offshore 2019 Maroko, World Finals 2019 USA, dan World Cup 2019 Thailand. (Adt)

Sembilan Atlet Indonesia Berlaga di Kejuaraan Asia, Lawan Pecatur Super Grandmaster

PB Percasi mengirim kontingen catur Indonesia berjumlah sembilan atlet, yang terdiri dari lima pria dan empat wanita, menuju Makati, Filipina, tampil dalam ajang 17th Asian Continental Chess Championship 2018. (beritsatu.com)

Jakarta- PB Persatuan Catur Seluruh Indonesi (PB Percasi) mengirim sembilan pecatur Indonesia, terdiri atas lima pria dan empat perempuan, ke 17th Asian Continental Chess Championship 2018, di Makati, Filipina, 9-19 Desember 2018. Turnamen ini menjadi ajang pecatur Indonesia melawan pecatur kaliber dunia, yang berasal dari Asia. “Pecatur China masih menjadi yang terkuat di dalam ajang kali ini. Mereka mengirim pecatur Super Grandmaster, Wang Hao (2730) dan Wei Yi (2828) yang merupakan unggulan pertama dan kedua, dalam ajang pertarungan perorangan ini,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem dalam rilisnya, Minggu (9/12). Kristianus Liem menambahkan, PB Percasi mengirimkan lima orang pecatur putra, yaitu GM Susanto Megaranto, IM Novendra Priasmoro, IM Sean Winshand Cuhendi, IM Yoseph Theolifus Taher, dan FM Mohamad Ervan, sedangkan pecatur Putri adalah WGM Medina Warda Aulia, WIM Dewi Ardhiani, WIM Dita Karenza, dan WFM Aay Aisyah Anisa. “Pada kompetisi kali ini, PB Percasi kembali mendapatkan dukungan dari Japfa sebagai sponsor utama,” kata Kristianus. Ia juga menjelaskan, dukungan Japfa kali ini merupakan kali kedua pada 2018. Dukungan tersebut cukup membantu para pecatur Indonesia untuk mengasah kemampuan di ajang internasional. “Japfa bercita-cita untuk melahirkan pecatur Indonesia yang mampu menorehkan prestasi gemilang di tingkat Internasional. Dukungan sepanjang 2018 merupakan komitmen Japfa untuk berinvestasi pada ajang prestasi Indonesia di masa datang,” ujar R. Artsanti Alif, head of social investment JApfa. Artsanti menjelaskan, dua dekade lalu, China masih belum memiliki prestasi yang luar biasa di dunia catur. Negri Tirabi bambu itu masih tertinggal jauh dari negara-negara Balkan dan eks Uni Soviet. Tetapi, saat ini, China mampu menduduki posisi teratas di catur dunia. “Bagi Indonesia, cita-cita menjadi juara dunia tentunya masih membutuhkan perjuangan panjang, sebuah perjuangan berat, tapi bukan sebuah hal yang mustahil. Harapannya, tim yang berangkat bisa memperoleh prestasi gemilang di ajang ini,” papar dia. Ajang kali ini memakai format pertandingan utama Catur Standar/Klasik dengan jatah waktu berpikir setiap pemain adalah 90 menit untuk 40 langkah, ditambah 30 menit sampai dengan selesai, dengan increment (bonus waktu) 30 detik setiap langkah sejak langkah pertama. Sistem pertandingan: Swiss 9 Babak. Lima peserta peringkat teratas di kelompok Open berhak maju ke Kejuaraan Catur Dunia pada 2019 mendatang, dan hanya Juara pertama saja di kelompok Women, yang berhak maju ke Kejuaraan Catur Dunia Wanita 2019. Pada ajang yang sama di tahun 2014, International Master (IM) Irine Kharisma Sukandar, berhasil menjadi juara di kategori women, sehingga saat itu ia berhak ikut-serta pada Kejuaraan Catur Dunia Wanita 2015. (Adt)

Jabar Gelar Kejurnas Arung Jeram R6 2018 di Sungai Ciwulan, Andalkan Peforma Tim Junior

Pengprov Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat siap menggelar Kejurnas R6 2018 dan mempertahankan titel juara bertahan, yang akan berlangsung di Sungai Ciwulan, Kawalu, Tasikmalaya pada 13 hingga 16 Desember 2018. (extremeina.com)

Bandung- Sebanyak 44 tim dari 13 provinsi Se-Indonesia meramaikan Kejuaraaan Nasional (Kejurnas) arung jeram R6 2018, yang berlangsung di Sungai Ciwulan, Urug Lapang, Kawalu, Tasikmalaya, mulai 13 hingga 16 Desember 2018. Hal ini dipastikan Sekum Pengprov Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jabar, Iwan Ruswanto. Ia menyebut bila Jabar sudah siap 99 persen menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya di level Kejurnas. “Sebagai tuan rumah, kami siap melangsungkan kejurnas R6 2018. Segala kendala yang ada, selalu capat diantisipasi karena semua mempunyai semangat yang sama untuk menyukseskan acara ini,” ucap Iwan, awal Desember lalu. Iwan mengungkapkan, tiga belas provinsi yang memastikan mengikuti Kejurnas R6 2018 yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Papua, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, dan Jawa Timur. Menurut dia, tak semua tim mengikuti empat kelas yang dipertandingkan. “Pada Kejurnas R6 2018, ada empat kelas yakni youth, junior, open, dan master. Dengan dua kategori yakni putra dan putri. Nomor pertandingan ada empat juga yakni sprint, head to head, slalom dan down river race,” tuturnya. Untuk kelas master putra tercatat ada tiga tim yang berpartisipasi, untuk Master putri ada satu tim. Lalu, Kelas Open putra dan putri, masing-masing diikuti delapan tim, kelas Junior putra delapan tim dan Junior putri 6 tim, kelas Youth terdiri dari enam putra dan empat tim. Sehingg total 44 tim akan tampil. Iwan memohon doa kepada seluruh masyarakat Jabar agar pihaknya sukses menggelar Kejurnas R6 2018. Saat ini Jabar menjadi tolak ukur cabor arung jeram di tingkat Nasional. Sehingga jika semuanya berjalan sesuai rencana, maka arung jeram bisa menjadi salah satu cabor yang diperhitungkan pada PON 2020. Sementara itu, pelatih kepala tim Jabar, Harris Budianto mengatakan, telah menyiapkan tujuh tim. Mereka akan bertanding di kelas youth putri, youth putra, junior putra dan putri, open putra dan putri serta master putra. Menurut dia, Jabar fokus mempertahankan gelar juara Kejurnas yang didapatkan tahun lalu. “Jabar fokus mempertahankan gelar juara bertahan. Selain keuntungan sebagai tuan rumah, kami juga memiliki 4 tim unggulan yakni youth men, youth women, junior putra dan junior putri. Mereka punya pengalaman bertanding yang baik, dan ditangani oleh para pelatih yang sarat akan pengalaman,” kata Harris. Dia menambahkan, Kejurnas 2018 dipastikan berjalan ketat dan menarik. Itu karena, para peserta akan tertantang dengan kondisi debit air yang menunjang di Sungai Ciwulan. Dengan begitu, tim siap berlomba memperebutkan tiket bertanding di kejuaraan internasional pada Mei 2019. “Tantangannya adalah cuaca, yang berpengaruh dengan tingginya debit air di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya. Kejurnas R6 FAJI adalah ajang yang bergengsi di kompetisi Arung Jeram di Indonesia. Seluruh peserta bertarung memperebutkan tiket mewakili Indonesia, menuju World Rafting Championship, di Australia bulan Mei 2019,” katanya. Harrisjuga memprediksi jia tim DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Aceh, menjadi kontingen dengan skuat mumpuni. Mereka telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi Kejurnas 2018. “Tapi siapapun lawannya, Jawa Barat tetap fokus untuk mempertahankan gelar juara bertahan dan meraih tiket menuju WRC mewakili Indonesia. Kami ingin mempertahankan peringkat dunia yang dimiliki Indonesia saat ini yang memang diwakili oleh atlet-atlet asal Jabar,” tuturnya. (Adt)

Januari 2019 Duel Kontra China, PSSI Pastikan Pelatih Timnas U-22 Pada 20 Desember

Osvaldo Haay (25) masuk seleksi Timnas U-22. Ia masyhur sebagai winger berkecepatan tinggi. Namun pemuda 20 tahun asal Jayapura ini pernah menghuni pos striker murni bersama timnya, Persebaya Surabaya, di Liga 1 2018. Ia pun pemain multifungsi. Empat pos sanggup dimainkannya, yakni bek kiri, gelandang, sayap, dan penyerang. (medcom.id)

Jakarta- PSSI berjanji akan menetapkan pelatih untuk menangani Timnas U-22, pada 20 Desember. Hal itu diungkapkan langung oleh Sekretaris Jendral, Ratu Tisha. Jabatan pelatih Timnas U-22 memang menjadi salah satu posisi yang harus segera diisi. Tim ini nantinya akan mengikuti tiga turnamen penting sepanjang 2019, yakni Piala AFF U-22, Kualifikasi Piala Asia U-23 2019, dan SEA Games 2019. Selain itu, PSSI juga akan segera menunjuk arsitek tim, yang akan mengawal Timnas Senior dan Timnas Putri. “Penetapan pelatih (Timnas U-22) saat 20 Desember. Penetapan pelatih ini mekanismenya harus melalui rapat exco. Sudah ada beberapa kandidat untuk segera diangkat sebagai pelatih,” ujar Ratu Tisha, di Hotel Sultan, pada Jumat (7/12). Namun posisi juru racik untuk skuat senior dan timnas Putri, federasi sepak bola Indonesia itu baru akan menetapkannya paling lambat, saat kongres tahunan, Januari mendatang. “Yang mepet agendanya adalah timnas putri, untuk persiapan Pra Olimpiade putaran kedua. Sebab, pada 1 april mereka harus tampil,” tambahnya. Timnas putri Indonesia dipastikan lolos ke putaran kedua Kualifikasi Olimpiade 2020. Itu setelah, mereka lolos dengan status runner-up grup D, di putaran pertama. Pada putaran kedua nanti, akan diikuti 12 tim, yang akan terbagi dalam tiga grup. Babak tersebut akan digelar pada 1-9 April 2019. “Untuk pelatih timnas senior dan wanita, mungkin penjajakannya memerlukan waktu lebih lama. Saya belum tahu bisa diputuskan tanggal 20 atau tidak, tapi kita memiliki deadline sebelum kongres, bahwa tiga timnas itu sudah ada pelatih, dan pada Januari serentak melakukan persiapan,” tegasnya. Pernyataan Tisha tersebut mengisyaratkan kuat, jika PSSI akan segera memisah jabatan pelatih Timnas senior dan Timnas U-22. Sebelumnya, dua jabatan itu diemban oleh Luis Milla, selama hampir dua tahun terakhir. “Jadwalnya, kami akan segera siapkan proses pemusatan latihan pada awal Januari 2019, dan kami sedang menyiapkan agenda uji coba menghadapi China U-22 pada 27 Januari 2019, terlepas siapa pun nanti pelatihnya,” lanjut Tisha. Timnas U-22 menjadi tim yang paling pertama menjalani rangkaian kompetisi internasional, pada 2019. Tim Garuda Muda tampil di event Piala AFF U-22 2019, di Kamboja pada Februari hingga Maret 2019. Di ajang itu mereka tergabung di grup B, menghadapi Myanmar, Singapura, Malaysia, dan tuan rumah, Kamboja. Usai dari Kamboja, dilanjutkan dengan fase kualifikasi Piala AFC U-23 2020, di Vietnam, pada akhir Maret 2019. Dalam Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, Tim merah putih muda akan menghadapi Thailand, Vietnam, dan Brunei Darussalam. (art)

Derby Denpasar di Final Turnamen Basket ASW Cup 2018, Skuat Elite Juara KU-14 Usai Bantai Merpati

Skuat tim Elite Denpasar KU-14, usai menerima kalungan medali dan hadiah, yang diserahkan Owner All Star Winner (ASW) Sport, Ali Santoso Wibowo (kanan), di GOR Ngurah Rai Denpasar, pada Sabtu (8/12). Di final, mereka mengalahkan tim Merpati Denpasar dengan skor telak, 70-31. (wartabalionline.com)

Denpasar- Tim Elite Denpasar tampil sebagai juara Turnamen Basket Antarklub Nasional KU-14 putra All Star Winner (ASW) Cup 2018, setelah pada laga pamungkas turnamen selama sepekan itu, membantai rival sekotanya, tim Merpati Denpasar dengan skor telak, 70-31, di GOR Ngurah Rai Denpasar, Sabtu (8/12). Sejak kuarter pertama hingga keempat, Elite mendominasi jalannya pertandingan. Permainan Michael Owen, Elgi, Gusbim, Renata dan Gung Gus tampaknya membuat sayap-sayap Merpati tak berdaya dalam laga ‘derby Denpasar’ penuh prestise dan gengsi itu. Elite pun pantas menyandang juara sejati. Mereka sukses menyapu bersih lima laga yang dimainkan dengan kemenangan, termasuk mengalahkan dua tim tamu luar Bali, Sonic Samarinda dan Juanda Bogor. Bagi anak-anak Merpati, kekalahan di tangah Elite merupakan yang ketiga, setelah sebelumnya dipecundangi Juanda dan Sonic. Penderitaan Merpati seolah makin lengkap, setelah dalam laga eksebisi KU-12 juga terhempas. Lagi-lagi skuat Merpati KU-12 harus mengakui keunggulan Elite KU-12 dengan skor 26-27. Hasil eksebisi KU-12 lainnya, Tim Tulikup KU-12 berhasil mengungguli Kijang KU-12 dengan skor 21-18. Dengan sukses ini, Elite KU-14 dan KU-12 mendapat kalungan medali emas sekaligus hadiah uang pembinaan Rp 3 juta yang langsung diserahkan Owner ASW, Ali Santoso Wibowo, pengusaha lokal Bali yang juga mantan pemain basket. Ini even kedua yang digeber ASW Sport di pengujung 2018 ini, setelah sebelumnya Kadispora Cup 2018. ASW Sport merupakan merek dagang baru di dunia bola basket tanah air yang didirikan Ali dan sudah lama berkecimpung dalam dunia bisnis. Dengan suksesnya dua even yang sudah berjalan ini, membuat Ali makin berminat menggelar even berikutnya, demi memajukan dunia perbaskaten Bali. Ketua Panitia ASW Cup 2018, Cokorda Raka Satrya Wibawa mengaku bersyukur, turnamen yang dimulai sejak Minggu (2/12) berjalan lancar, meski diwarnai aksi ‘pemboikotan’ wasit-wasit yang ditugaskan Pengprov Perbasi Bali. Dari enam wasit yang diajukan Panpel ke Perbasi Bali, tak satu pun menjalankan tugasya karena alasan kesibukan. (Adt)

Cari Bibit Muda Atlet Dari Kejurnas Estafet 2018, Jabar Dominasi 4×100 Meter U-18 Putri dan 4×400 U-20 Putra

Tim estafet 4x400 meter U-20 kontingen Jawa Barat (biru), sukses meraih gelar juara, pada Kejurnas Estafet 2018, di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (9/12). (istimewa)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) mencari bibi muda atlet estafet Indonesia melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Estafet 2018, di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (9/12). Hal itu dikatakan Eni Sumartoyo, Pelatih Estafet PASI, dalam event ini. Menurutnya, event ini digelar sebagai bagian dari proses regenerasi.”Karena ada atlet-atlet yang sudah harus pensiun. Sehingga yang muda-muda inilah yang nantinya akan menggantikan mereka. Tapi, yang menjadi juara di Kejurnas ini tidak otomatis masuk Pelatnas tahun depan,” ujar Eni. Disebutkannya, masih ada seleksi yang harus dilalui dengan melibatkan tim khusus talent dari PASI guna menilai bakat para atlet muda itu. Selain itu, tambah Eni, dua kejuaraan internasional pada Maret 2019, yaitu SEA Youth di Filipina dan Asian Youth di Hong Kong juga akan menjadi ajang seleksi para atlet muda Indonesia itu. “Dari dua kejuaraan itu, nantinya kami sekaligus menyeleksi siapa saja yang memiliki bakat dan potensi,” terang Eni. Pada Kejurnas Estafet 2018 mempertandingkan tujuh nomor. Yakni 5×80 meter estafet U-14 putra-putri, 4×100 meter estafet U-18 putra-putri, 4×400 meter estafet U-20 putra-putri, dan 4×400 meter estafet senior mix. Sementara itu, kontingen Jawa Barat (Jabar) berhasil mendominasi nomor 4×100 meter estafet U-18 putri dan 4×400 meter estafet U-20 putra. Sedangkan Jawa Timur (Jatim) tampil sebagai yang terbaik di nomor 4×400 meter estafet U-20 putri dan 4×400 meter estafet senior mix. Lalu tim Jawa Tengah (Jateng) sukses membawa pulang juara nomor 4×100 meter estafet U-18 putra. Untuk nomor 5×80 meter estafet U-14 putra, sukses dimenangi sekolah atletik MTR 72. Lalu, sekolah atletik Jayakarta 16 menjadi kampiun di nomor 5×80 meter estafet U-14 putri. (Adt)